ACARA II KINETIKA REAKSI PENURUNAN VITAMIN C SELAMA PROSES PEMANASAN

A. Tujuan Tujuan dari praktikum Acara II Kinetika Reaksi Penurunan Vitamin C Selama Proses Pemanasan, yaitu : 1. 2. Mengetahui pengaruh panas terhadap kandungan vitamin C sari buah jeruk. Menentukan kinetika penurunan vitamin C sari buah jeruk selama pemanasan. 3. 4. Menentukan energi aktivasi (Ea) reaksi penurunan vitamin C sari buah jeruk. Menentukan Q10.

B. Tinjauan pustaka 1. Tinjauan Bahan

Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L.), jeruk Siem (C. microcarpa L. dan C.sinensis. L) yang terdiri atas Siem Pontianak, Siem Garut, Siem Lumajang, jeruk manis (C. auranticum L. dan C.sinensis L.), jeruk sitrun/lemon (C. medica), jeruk besar (C.maxima Herr.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Jeruk untuk bumbu masakan yang terdiri atas jeruk nipis (C. aurantifolia), jeruk Purut (C. hystrix) dan jeruk sambal (C. hystix ABC). Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem, jeruk baby, keprok medan, bali, nipis dan purut (Prihatman, 2000).

Komposisi buah jeruk dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pertumbuhan, kematangan, varietas, dan iklim. Buah jeruk mengandung N (1-2 g / kg pada basis basah), lemak (oleat, linoleat, linolenat, palmitat, asam stearat, gliserol, dan phytosterol), gula (glukosa, fruktosa, sukrosa), asam (terutama sitrat dan malat, serta tartaric, benzoat, oksalat, dan suksinat), karbohidrat tidak larut (selulosa, pektin), enzim (pectinesterase, fosfatase, peroksidase), flavonoid (hesperidin, naringin), prinsip pahit (limonin, isolimonin), minyak kulit buah(d-limonene), unsur volatil (alkohol, aldehida, keton, ester, hidrokarbon, asam), pigmen (karoten, xanthopil), vitamin (asam askorbat, vitamin B kompleks, karotenoid), dan mineral (terutama kalsium dan kalium) (Bampidis, 2006). 2. Tinjauan Teori Mengubah suhu merupakan cara yang sederhana untuk mengubah laju reaksi kimia. Kenaikan suhu akan meningkatkan energi kinetik molekul dan terjadilah lebih banyak tumbukan. Dalam keadaan itu terdapat pula kebolehjadian yang lebih besar bahwa molekul yang bertumbukan mempunyai cukup energi. Kajian mengenai laju reaksi disebut kinetika. Kinetika merupakan alat yang ampuh untuk mempelajari mekanisme reaksi, karena memberikan suatu ukuran laju reaksi dan suatu petunjuk mengenai jumlah dan sifat molekul yang terlibat dalam tahap pengaturan-laju. Percobaan dilakukan pada suhu yang diatur secara tepat dan dengan konsentrasi pereaksi yang diukur dengan cermat. Dengan berlangsungnya reaksi, penurunan konsentrasi pereaksi atau naiknya konsentrasi hasil reaksi ditentukan dalam hubungannya dengan waktu yang telah dijalani. Data yang dinyatakan dalam bentuk matematika, yang dikenal sebagai persamaan laju. Persamaan laju menghubungkan laju dengan konsentrasi (atau lebih tepatnya, keaktifan) dengan perantaraan tetapan kesebandingan, yaitu tetapan laju jenis. Laju berkaiatan dengan energi pengaktifan, yaitu energi yang diperlukan untuk membawa pereakksi ke konfigurasi titik energitinggi sepanjang alur reaksi – keadaan peralihan. Struktur dan medium mempengaruhi energy pengaktifan dan mengaitkan laju reaksi dengan cara yang analog dengan pengaruhnya terhadap kesetimbangan (Pine, 1988).

tumbukan antarmolekul harus memiliki total energi kinetik minimum sama dengan atau lebih dari energi aktivasi (Ea). Menaikkan suhu menyebabkan molekul bergerak dengan lebih cepat. sehingga terdapat peningkatan kesempatan bagi molekul untuk saling bertumbukan . yaitu jumlah energi minimum yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi kimia. Sebaliknya. menaikkan suhu menyebabkan laju reaksi meningkat. 2004). ada aturan umum yang mengatakan bahwa menaikkan suhu 10°C akan menyebabkan kelajuan reaksi menjadi dua kali lipat. Secara umum. Harga energi aktivasi berbeda untuk satu reaksi dengan reaksi lainnya. terbentuk spesi kompleks teraktifkan (keadaan transisi). Kenaikan suhu dapat meningkatkan jumlah tumbukan antarmolekul. Pada kimia organik. akan terjadi pembentukan kembali ikatan baru. Saat tumbukan antarmolekul terjadi.Dari persamaan Arrhenius terlihat bahwa laju reaksi (dalam hal ini diwakili konstanta laju reaksi) semakin besar saat reaksi terjadi pada temperatur tinggi yang disertai dengan energi aktivasi rendah. untuk memulai suatu reaksi kimia. Untuk reaksi yang memerlukan energy aktivasi kecil maka reaksi dapat berlangsung pada temperature rendah dengan laju reaksi yang mememadai. menaikkan suhu akan meningkatkan energi kinetik yang ada untuk memutuskan ikatan-ikatan ketika tumbukan. Ea besar maka berarti bahwa reaksi baru dapat berlangsung pada tingkat laju reaksi yang memadai jika reaksi dilakukan pada temperatur tinggi (Satibi. Itulah salah satu perbedaan antara reaksi kimia dengan peristiwa fisik. tumbukan yang terjadi mampu memutuskan sejumlah ikatan. Rekasi yang memerlukan energi aktivasi. yaitu spesi yang terbentuk sementara sebagai hasil tumbukan antarmolekul sebelum pembentukan produk. Saat molekul bertumbukan. Dengan kata lain. sejumlah energi kinetik akan digunakan untuk memutuskan ikatan. tidak akan terjadi tumbukan dan pemutusan ikatan. Selanjutnya.Setiap reaksi kimia memerlukan energi aktivasi. Jika energi kinetik molekul besar. Bahan-bahan ini digilongakan ke dalam kelompok bahan hipergolik. jika energi kinetik molekul kecil. Suhu adalah ukuran energi kinetik rata-rata dari molekul tersebut. Hubungan antara energi aktivasi dengan laju reaksi diberikan oleh persamaan Arrhenius :k = A e-Ea/RT.

1992). Kedua faktor inilah yang menentukan apakah suatu reaksi berlangsung atau tidak (Atmojo. . mudah berubah akibat oksidasi. gigi bergoyang. gejalanya meliputi jejas (luka. dan gusi busuk. Vitamin C disebut juga asam askorbat. 2007). Respon imunologi terkait dengan susunan monosakarida dalam rantai polimer (Roberts. Kolagen yang prolinanya kurang memiliki hidroksil. memperlambat proses penuaan. 2010). lesi) pada kulit. Energi kinetik minimum yang dimiliki molekul harus sama atau lebih besar dari energi aktivasi agar reaksi dapat berlangsung. bagian dari yang polisakarida di alam. Sifat vitamin C adalah mudah berubah akibat oksidasi namun stabil jika merupakan kristal (murni). Vitamin C juga berperan dalam penyerapan unsure besi dalam tubuh (Wilbraham. Vitamin C (asam askorbat) merupakan turunan karbohidrat. Menaikkan suhu juga menaikkan energi kinetik rata-rata molekul. zat ini bukan lah asam karboksil tapi lakton dan mengandalkan sifat asam (dan kemudahan oksidasi) dengan kehadiran sebuah konjugat pengelompokan enediol ke grup karbonil.dan bereaksi. mencegah kehilangan air dan mencegah kelayuan (Safaryani. Faktor anti-skorbut dalam buah segar yang mencegah perkembangan gejala khas kekurangan vitamin pada manusia adalah turunan karbohidrat yang dikenal sebagai vitamin C atau asam askorbat. Kekurangan vitamin C berakibat skorbut. Menurut Wills et al (1981) penyimpanan pada suhu rendah dapat mengurangi kegiatan respirasi dan metabolisme. 1976). Struktur kimianya terdiri dari rantai 6 atom C dan kedudukannya tidak stabil (C6H8O6). merupakan vitamin yang paling sederhana. Skorbut mudah diatasi dengan manambahkan sumber vitamin C dalam makanan. Asam L-askorbat dibentuk dari D-glukosa pada tanaman tertentu dan dalam hati pada kebanyakan hewan. tetapi amat berguna bagi manusia. Bahan biologi penting lainnya meliputi antigen. terutama buah jeruk. karena mudah bereaksi dengan O2 di udara menjadi asam dehidroaskorbat. Vitamin C diperlukan untuk hidroksil ini. tak membentuk serat yang wajar. Reaktan juga harus bertumbukan pada sisi aktifnya.

dibandingkan dengan degradasi aerobik yang memiliki tingkat degradasi yang jauh lebih tinggi (Cruz. Semakin tinggi suhu maka kandungan vitamin C semakin menurun (Rachmawati. Larutan iod . Gelas baker waterbath Termometer Pengukur waktu Buret Pipet volumetri 2. 2008). Metodologi 1. Vitamin C adalah vitamin yang paling stabil dari semua vitamin dan mudah hancur selama proses dan penyimpanan. Ketersediaan oksigen. g. C. dan enzim. Amilum 1% c. Pernyataan ini juga didukung oleh literatur lain yang menyatakan penyimpanan buah-buahan pada kondisi yang menyebabkan kelayuan akan menurunkan kandungan vitamin C dengan cepat karena adanya proses respirasi dan oksidasi. d. i. Statif Penjepit pipet Bahan a. e. Tetapi apabila sel mengalami kelayuan enzim askorbat oksidase akan dibebaskan dengan cara kontak langsung dengan asam askorbat sehingga vitamin C mengalami kerusakan. khususnya tembaga dan besi. lama pemanasan dengan adanya oksigen dan terkena cahaya merupakan faktor-faktor berbahaya untuk vitamin C yang terkandung dalam makanan. kontribusi dari degradasi anaerob dengan hilangnya vitamin C menjadi kecil atau tidak jelas. f. c. 2009). Bila terdapat oksigen. h. Dimana enzim askorbat oksidase tidak dibebaskan oleh sel sehingga tidak mampu mengoksidasi vitamin C lebih lanjut menjadi senyawa yang tidak mempunyai aktivitas vitamin C lagi. Alat a. Laju kerusakan dapat meningkat oleh logam. b. Buah jeruk b.Tertundanya penguapan air menyebabkan struktur sel yang semula utuh menjadi layu.

3. Cara Kerja Jeruk diambil sari buahnya dengan mengekstrak tanpa penambahan air Vitamin C dianalisis dengan dititrasi menggunakan iodin setelah ditambahkan 1 ml amilum untuk mendapatkan kadar vitamin C awal aaiiair Dipanaskan sari buah jeruk tersebut dengan suhu 45 0C selama 25 menit dan setiap 5 menit sekali dilakukan uji vitamin C Tentukan nilai k pada masing-masing suhu Tentukan energi aktivasi dan Q10 .

Hasil Dan Pembahasan 1. keterangan: Fp (faktor pengenceran) : 5 ml iod : volume iod yang digunakan untuk titrasi .86% hal ini sesuai dengan teori dimana vitamin c sangatlah sensitif terhadap panas. Penentuan kadar vitamin C pada jeruk peras Jeruk merupakan salah satu penghasil vitamin C. Selain pada jeruk.0286 10 0. Setelah itu dengan adanya pemanasan pada suhu 400C pada 5 menit pertama terjadi penurunan menjadi 92. sifatnya sangat mudah berubah akibat oksidasi.1 Data Hasil Pemanasan Sari Buah Jeruk peras pada Suhu 40 0C Waktu (menit) Kadar Vitamin C Kadar Vitamin C (%) 100 92. vitamin C adalah asam askorbat.57%.0165 Sumber : Laporan Sementara Pada pemanasan suhu 400C.0176 25 0. Pemanasan akan berakibat terjadinya oksidasi pada vitamin C.022 15 0.57 0 0.14 53. Penurunan kadar ini terus berlangsung sampai menit ke 25.0308 5 0. Tabel 2. Kadar pada menit ke 25 adalah 53.0187 20 0. Penentuan kadar vitamin C menggunakan rumus: . Setelah berekasi dengan O2 di udara vitamin C akan menjadi asam dehidroaskorbat (Safaryani. 2007). Semakin lama pemanasan maka semakin menurun kadar vitamin C tersebut karena semakin banyak vitamin C yang teroksidasi. mempunyai struktur kimia C6H8O6. bahkan pada suhu sedikit di atas suhu kamar.71 57. kadar vitamin C semakin menurun. karena vitamin C belum mendapat perlakuan pemanasan.D.86 71. Vitamin ini adalah vitamin yang paling sederhana. asam askorbat banyak juga ditemukan pada brokoli.43 60. kubis dan lobak. Terlihat pada waktu 0 menit kadar masih 100%.

Hasil ini sesuai teori di mana pemanasan sangat berpengaruh .81 59. Tabel 2.0385 10 0.0198 5 0. sedangkan pada 5 menit berikutnya terjadi penurunan menjadi 63.90 0 0.0605 5 0.0198 20 0. Data di atas terlihat penurunan pada kadar vitamin C.0187 15 0.63 61. Pada menit ke 25 kadar Vitamin C hanya tersisa 50.0209 10 0.0308 Sumber : Laporan Sementara Tabel di atas adalah data pemanasan sari buah jeruk peras pada suhu 50 0C.03575 20 0. 63%. pada menit ke 0 kadar masih tetap. Hal ini mungkin disebabkan karena kelebihan volume titran saat titrasi atau kurang tepatnya saat menghentikan titrasi.09 54.01 N : 176 : 20 ml Tabel 2.0243 25 0.54 50.2 Data Hasil Pemanasan Sari Buah Jeruk peras pada Suhu 45 0C Waktu (menit) Kadar Vitamin C Kadar Vitamin C (%) 100 105 94 100 122 119 0 0. karena seharusnya vitamin c akan berkurang apabila dipanaskan.N iod BM vit C Berat sampel : 0. dilanjutkan ke menit-menit berikutnya terus terjadi penurunan. Hal ini tidak sesuai teori.90%.3 Data Hasil Pemanasan Sari Buah Jeruk peras pada Suhu 50 0C Waktu (menit) Kadar Vitamin C Kadar Vitamin C (%) 100 63.02365 Sumber : Laporan Sementara Pada tabel di atas terlihat data pemanasan pada suhu 450C.0374 15 0.033 25 0. Dari data di atas diketahui bahwa kadar vitamin C pada perlakuan 450C terjadi hasil yang naik turun.

Merupakan kadar terendah dari semua perlakuan.pada kadar vitamin C. kadar vitamin C hanya 50.C) Grafik 2. Plot data jeruk peras Perhitungan kedua plot (orde 0 dan orde 1) maka diperoleh Hasil perhitungan data dengan orde 0  Pada suhu 40oC y = -2.9187 Kadar Vit.62 R² = 0. Semakin tinggi suhu pemanasan makan semakin banyak vitamin C yang teroksidasi. Hal ini sesuai dengan teori disebabkan semakin tinggi suhu pemanasan semakin berkurang kadar vitamin C.90%. 2.  Pada suhu 45oC .0002x + 97.C Linear (Kadar Vit. Kadar tertinggi secara overall terdapat pada pemanasan suhu 45 0C pada menit ke 20 yaitu sebesar 122%. kadar vitamin C juga mengalami penurunan.1 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 40oC pada Orde 0. Pada suhu 50 0C serta pada menit ke 25.000x + 97. Hal ini tidak sesuai teori karena seharusnya kadar tertinggi pada saat menit ke 0 karena belum mendapat perlakuan.918 Orde 0 pada Suhu 40oC 120 100 Kadar Vitamin C 80 60 40 20 0 0 5 10 15 Waktu (menit) 20 25 30 y = -2.62 R² = 0. Selain itu pada pemanasan di suhu yang berbeda tetapi waktu yang sama.

5163 Grafik 2. C Linear (Kadar Vit.516 Orde 0 pada Suhu 45oC 140 120 Kadar Vitamin C 100 80 60 40 20 0 0 5 10 15 Waktu (menit) 20 25 30 Kadar Vit.574x + 84.81 R² = 0.868x + 95.67 R² = 0.y = 0.  Pada suhu 50oC y = -1.8686x + 95. C) y = 0.81 R² = 0.2 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 45oC pada Orde 0.686 .

605 4.43 60.54 50.124 4. C) Grafik 2.57 100 105 94 100 122 119 100 63.045 3.106 4.079 3.605 4.531 4.673 R² = 0.999 3.804 4.6861 Kadar Vit.5742x + 84.153 4.268 4.90 ln A 4.605 4. C Linear (Kadar Vit.86 71.980 4.63 61.654 4.09 54.779 4.14 53.605 4. Hasil perhitungan data dengan orde 1 Tabel 2.543 4.Orde 0 pada Suhu 50oC 120 100 Kadar Vitamin C 80 60 40 20 0 0 5 10 15 Waktu (menit) 20 25 30 y = -1.3 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 50oC pada Orde 0.81 59.4 Data Perhitungan Orde 1 Suhu 40oC Waktu (menit) 0 5 10 15 20 25 0 5 10 15 20 25 0 5 10 15 20 25 Kadar Vitamin C (A) 100 92.930 45oC 50oC .71 57.

501 Kadar Vit.6 4. C Linear (Kadar Vit.0079x + 4.9437 Grafik 2.7 4.4 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 40oC pada Orde 1  Pada suhu 45oC y = 0.5 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 45oC pada Orde 1.2 4 3.5 0 5 10 15 20 25 30 Waktu (menit) Kadar Vitamin C y = 0.65 4.4 4.Sumber: laporan sementara  Pada suhu 40oC y = -0.501 Orde 1 pada Suhu 45oC 4.027x + 4.  Pada suhu 50oC .8 0 10 20 30 Waktu (menit) Kadar Vit.5949 R² = 0.0271x + 4.6 4. C) Grafik 2.5664 R² = 0.943 Orde 1 pada Suhu 40oC 4. C) y = -0. C Linear (Kadar Vit.85 4.008x + 4.55 4.8 4.594 R² = 0.8 Kadar Vitamin C 4.566 R² = 0.75 4.

8 0 5 10 15 20 25 30 Waktu (menit) y = -0.027 0.7584 Kadar Vit. C) Grafik 2.611 -4. dari kedua plot tersebut dapat diketahui bahwa reaksi menggunakan orde 1 karena R2 pada orde 1 mempunyai nilai yang lebih mendekati 1 dibanding R2 pada orde 0.8 Kadar Vitamin C 4.y = -0.2 4 3.6 4.425 R² = 0.022 1/T 0.0222x + 4.828 -3.816 Sumber: data persamaan orde 1 .6 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 50oC pada Orde 1.5 Data Perhitungan Energi Aktivasi dan Q10 Suhu (oC) 40 45 50 Suhu (K) 313 318 323 k 0. Setelah diketahui nilai orde. Tabel 2.008 0.00314 0.758 Orde 1 pada Suhu 50oC 4. C Linear (Kadar Vit.00319 0.4258 R² = 0.022x + 4.4 4. persamaan ini berasal dari nilai data dari orde 1 di atas. maka dapat diketahui nilai k.00309 ln k -3. Nilai k = slope persamaan Arrhenius.

Energi aktivasi nilainya dianggap konstan pada kisaran suhu tertentu.157.35 kal/g.522 R² = 0. Nilai slope atau k merupakan hasil dari pembagian Ea ( energi aktivasi) dengan R.0031 0. Nilai dari Q10 di dapat dari rumus : Q10 = ( )( ) Dari perhitungan didapatkan nilai Q10 untuk jeruk peras adalah 1.7 Plot Arrhenius jeruk peras Didapatkan persamaan arrhenius y = 2050x – 10.2247.52.10. dengan r = 0. .00312 0.00318 0.00308 0. Energi aktivasi adalah sebagai suatu tingkat energi minimum yang diperlukan untuk memulai suatu reaksi.mol.0247 Grafik 2. Nilai energi aktivasi untuk reaksi pada jeruk peras adalah 4073. Q10 adalah jumlah berapa kali perubahan laju reaksi jika suhu berubah 100C.00316 0.Plot Arrhenius 0 0.00314 0.0032 -1 -2 ln k -3 -4 -5 -6 1/T ln k Linear (ln k) y = 2050x . Jadi semakin kecil energi aktivasi maka semakin mudah reaksi terjadi.

1 0 5 10 15 20 25 o 45 C 0 5 10 15 20 25 o 50 C 0 5 10 15 20 25 Sumber: laporan sementara Pada di atas terlihat bahwa pada suhu 45 0C dan 50 0C terjadi penurunan kadar vitamin C.10-2 4.0352 0.041 0.10-2 0.18.10-2 3.805 65.033 0. Hal ini mungkin disebabkan karena kelebihan volume titran saat titrasi atau kurang tepatnya saat menghentikan titrasi.75 93. hal ini sesuai dengan teori. Namun terjadi penyimpangan saat pemanasan pada suhu 40 0C karena kadar vitamin C naik turun.037 0.51.036 0.4.027 0.851 100 90.244 87.032 0.96.0286 0. 45 dan 50 0C Suhu 40oC Waktu (menit) Kadar Vitamin C 3.1 %.10-2 4. kadar paling rendah pada pemanasan suhu 50 0C menit ke 25 yaitu sebesar 55.75 81.3.049 87.033 0.036 0.10-2 4. Secara overall.142 114.10-2 4. Penentuan kadar vitamin C pada jeruk buah Tabel 2. sesuai dengan teori karena vitamin C akan berkurang akibat pemanasan.85.854 100 93.6 Data Hasil Pemanasan Sari Buah Jeruk buah Suhu 40. hal ini dikarenakan vitamin C tersebut mengalami oksidasi.0194 Kadar Vitamin C (%) 100 117.566 115.25 75 55.455.708 102. Sedangkan kadar tertinggi terdapat pada menit ke 5 dengan pemanasan 40 0C yaitu sebesar .805 78.28 108. Menurut teori semakin lama pemanasan atau semakin tinggi suhu pemanasan maka vitamin C akan semakin berkurang.0264 0.

50 oC orde 0 . 4.37 R² = 0.121x + 109.3 R² = 0. 45.8 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 40.37 R² = 0. Hal ini menyimpang karena seharusnya kadar tertinggi terdapat pada menit ke 0.737  Pada suhu 50 0C y = -1. sebab belum ada perlakuan.142%.0 R² = 0.001 y = -1.117.675x + 104.073x + 98.073x + 98.899 Orde 0 pada 40.121x + 109.737 Series2 Series3 Series1 Linear (Series2) Grafik 2. 45 dan 50 0C 140 120 100 kadar Vit C % 80 60 40 20 0 0 10 waktu 20 30 y = 0.3 R² = 0.675x + 104.899 y = -1. Plot data jeruk buah Perhitungan kedua plot (orde 0 dan orde 1) maka diperoleh Orde 0  Pada suhu 40 0C y = 0.001  Pada suhu 45 0C y = -1.0 R² = 0.

021x + 4.5 4.8 4.671  Pada suhu 50 0C y = -0.7 4.000x + 4.652 R² = 0.000  Pada suhu 45 0C y = -0.595 R² = 0.021x + 4.013x + 4.9 Hubungan Kadar Vitamin C dan Waktu dengan Suhu 40.Orde 1  Pada suhu 40 0C y = 0. 50oC orde 1 .6 kadar vit C (Ln) 4.000 y = -0.692 R² = 0.000x + 4.863 Orde 1 pada suhu 40.671 Series2 Series3 Series1 Grafik 2.652 R² = 0.2 4.3 4.595 R² = 0.863 y = -0.1 4 3.4 4.692 R² = 0.9 0 10 waktu 20 30 y = 0. 45.013x + 4. 45 dan 500C 4.

5 -1 -1. Nilai Ea sebesar 52198. maka dapat diketahui nilai k.5 -2 -2. Nilai Ea pada jeruk peras lebih kecil daripada jeruk buah.112 0. persamaan ini berasal dari nilai data dari orde 0 di atas.5 1/T y = -26270x + 81.515 Sumber: data perhitungan orde 0 Plot Arrhenius 1 0.5 0 0.073 1.675 1/T 0.00316 0.0032 -0.0 Plot Arrhenius jeruk buah Dari grafik di atas diketahui persamaan y = -26270x + 81.00314 0. Maka reaksi pada jeruk peras lebih mudah terjadi karena Ea lebih kecil.Dari kedua plot tersebut dapat diketahui bahwa reaksi menggunakan orde 0 karena R2 pada orde 0 mempunyai nilai yang lebih mendekati 1 dibanding R2 pada orde 1.97 dan R² = 0. Setelah diketahui nilai persamaan maka dapat diketahui nilai Ea.0031 0.mol sedangkan Q10 sebesar 0. . Tabel 2. Nilai k = slope persamaan Arrhenius.00318 0.979 R² = 0.00312 0.00309 ln k -2.121 1.00314 0.49 kal/ g.9549.6 Data Perhitungan Energi Aktivasi dan Q10 Suhu (oC) 40 45 50 Suhu (K) 313 318 323 k 0.00319 0.8728 Ln k ln k Linear (ln k) Grafik 3. Setelah diketahui nilai orde.872.00308 0.07 0.

Pemanasan akan mengurangi kadar vitamin C. Ea merupakan energi minimum untuk emulai reaksi.Kinetika reaksi sangatlah bermanfaat untuk industri pangan. Pemanasan sangat berpengaruh pada vitamin C.52. pada suhu 45 0C menit ke 25 sebesar 65. Jadi pengeluaran tenaga dan bahan bakar dapat diperkirakan. Ea pada jeruk peras 4073. karena kerusakan pangan dapat berasal saat penyimpanan. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari praktikum di atas adalah: 1. persamaan arrheniusnya adalah y = 2050x – 10.157.872. karena akibat pemanasan vitamin C mengalami oksidasi. persamaan arrheniusnya adalah y = -26270x + 81. Pada jeruk buah orde yang digunakan adalah orde 0. lama waktu penyimpanan dan bahan pangan itu sendiri. 2. Ea pada jeruk buah 52198.9549. Kadar vitamin C pada jeruk buah terendah terdapat pada pemanasan suhu 40 0C menit ke 0 sebesar adalah 100%. Dengan diketahuinya kinetika reaksi maka dapat pula dihitung Ea. Kerusakan tersebut dapat dipenagruhi oleh suhu. Manfaat yang lain dari kinetika reaksi adalah dapat mengetahui umur simpan dari pangan. 5. 7. 3. nilai Q10 pada jeruk peras adalah 1. Pada jeruk peras orde yang digunakan adalah orde 1.mol sedangkan Q10 sebesar 0. pada suhu 45 0C menit ke 10 sebesar 94 % lalu pada suhu 50 0C pmenit ke 25 sebesar 50.35 kal/g. Kadar vitamin C pada jeruk peras terendah terdapat pada pemanasan suhu 40 0C menit ke 25 sebesar adalah 53. dengan r = 0.2247 6. E.57%. Jika diketahui energi minimumnya maka dapat pula diketahui daya atau power minimum untuk dapat terjadinya reaksi.49 kal/ g. .854 % lalu pada suhu 50 0C pmenit ke 25 sebesar 55. 4.97 dan R² = 0. 90 %.1 %.mol. serta dapat pula mengetahui suhu yang dapat digunakan agar dapat menjadikan hasil yang maksimum. Sedangkan pengetahuan tentang Q10 dapat digunakan untuk memperkirakan lamanya waktu reaksi dan dapat mengetahui pengeluaran.

Semakin rendah niali Ea mak semkin mudah terjadi reaksi. 9. dapat mengetahui suhu yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal serta dapat pula mengetahui biaya pengeluaran minimum untuk daya. Peranan kinetika reaksi pada industri pangan adalah dapat menetahui energi minimum yang diperlukan untuk produksi.8. bahan bakar dan dapat mengetahui umur simpan dari pangan .

H. Bandung. Roberts.id.html.susilochem04. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Vitamin C pada Cabai Rawit Putih (Capsicum frustescens). Penerbit ITB. Inc. Pine.DAFTAR PUSTAKA Atmojo. Pengruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Penurunan Kadar Vitamin C Brokoli (Brassica oleracea L). Rachmawati. 2006. Made Ria Defiani. XV. 2010. No. 2009. 2007. 2008. http://www.11 WIB. et al. Citrus By-Product as Ruminant Feeds : A Review. Rani. Effect of Heat and Thermosonication Treatments on Watercress (Nasturtium officinale) Vitamin C Degradation Kinetics. Stanley H. et al. John D. Kemal.S.cc/2010/11/kinetikakimia-laju-reaksi-dan-faktor.ristek. Safaryani. Diakses pada tanggal 1 Juni 2011 pukul 21. http://www. dan P. Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. Bampidis. Rui M.A. Robinson. V. 1976. Benjamin. 2000. Nurhayati.. Animal Feed Science and Technology 128 (2006) 175-217.go. Endah Dwi Hastuti. Prihatman. Kimia Organik 1.co.2. Ni Luh Suriani. California. Sri Haryanti. .2 Desember 2009. W. Jurnal Biologi Volume XIII No.14 WIB. Diakses pada tanggal 2 Juni 2011 pukul 09. Susilo Tri. Jeruk.. Oktober 2007. Innovative Food Science and Emerging Technologies 9 (2008) 483-488. Organic Chemistry : Methane to Macromolecules. et al.A. Kinetika Kimia (Laju Reaksi) dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi. Cruz. 1988.

dan Michael S. Bandung. Antony C. 2004. 1992. . Matta. Penerbit ITB.1 Tahun XXVI Edisi Februari 2004. Wilbraham. . Media Teknik No. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Penentuan Waktu Reaksi Polimarisasi Asetilen Menggunakan Katalis Ziegler-Natta.Satibi. Loekman.

0286  Pada 10 menit Kadar Vitamin C = = = = 0.0176 = 0.LAMPIRAN Perhitungan kadar Vitamin C pada suhu 40 oC  Pada 0 menit Kadar Vitamin C = = = = 0.022  Pada 25 menit Kadar Vitamin C =  Pada 20 menit Kadar Vitamin C =  Pada 15 menit Kadar Vitamin C = .0308  Pada 5 menit Kadar Vitamin C = = = = 0.0165 = 0.0187 = 0.

00309 ln k -3.566 R² = 0.00314 0. Tabel 2.027x + 4.67 R² = 0.86 %  Pada 10 menit Kadar Vitamin C = Kadar Vitamin C = = 53.686 Sehingga penentuan nilai k berdasarkan orde 1.71 %  Pada 20 menit Kadar Vitamin C = Kadar Vitamin C = = 57.00319 0.516  Pada suhu 50oC y = -1.522.14 % = 92.81 R² = 0.62 R² = 0.Perhitungan kadar Vitamin C dalam % pada suhu 40 C   Pada 0 menit Kadar Vitamin C = 100 % Pada 5 menit 0  Pada 15 menit Kadar Vitamin C = = 60.425 R² = 0. .758  Pada 25 menit Didapatkan persamaan y = 2050x – 10.027 0.000x + 97.594 R² = 0.828 -3.157.943 Pada suhu 45oC y = 0.022 1/T 0.918  Pada suhu 45oC y = 0.574x + 84.008x + 4.008 0.022x + 4.43 % Hasil perhitungan data dengan orde 0  Pada suhu 40oC y = -2.5 Data Perhitungan Energi Aktivasi dan Q10 Suhu (oC) 40 45 50 Suhu (K) 313 318 323 k 0. dengan r = 0.501 Pada suhu 50oC y = -0.868x + 95.611 -4.816   Hasil perhitungan data dengan orde 1  Pada suhu 40oC y = -0.57 = 71.

2247 Jeruk buah Slope = 26270 = .987 = 52198.Penentuan Ea (Energi aktivasi) dan Q10 jeruk peras Slope = 2050 = .35 kal/g mol Q10 = ( )( ) ln Q10 = 10 (2050) ( = 10 (0. R = 1.987 = 4073. 1. R = 2050 . R = 26270 .987 Ea = slope . R = 1.49 kal/g mol Q10 = ( )( ) ln Q10 = 10 (26270) ( = 10 (0.9549 ) .987 ) Ea = slope .02027) = 1. 1.25984) = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful