home » Karya Tulis Ilmiah, Lifestyle » Aplikasi Teori-Teori Konseling

Aplikasi Teori-Teori Konseling
Ditulis pada 3 June 2010 Pengantar Aplikasi teori-teori konseling pada praktek konseling keluarga adalah suatu keharusan. Sebenarnya setiap teori konseling ada praktek untuk konseling individual. Akan tetapi sering konselor mengalami kesulitan dalam aplikasi tersebut dengan single theory, karena perilaku manusia tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja. Jadi harus disorot dari segala arah. Karena itu menggunakan multi theory adalah hal yang wajar dalam mempelajari atau mengamati perilaku manusia, terutama dalam praktek konseling. Pendekatan Terpusta pada Klien Rogers (1961) menulis tentang implikasi konseling terpusat pada klien terhadap kehidupan keluarga. Dalam bukunya “On becoming a person” dia menekankan bahwa hubungan dalam keluarga dapat dihidupkan atas suatu dasar yang wajar, jujur, asli, sebagaimana bertentangan dengan kehidupan yang berpura-pura atau penuh kepalsuan. Dalam kehidupan tersebut membolehkan anggota keluarga untuk menyatakan pikiran dan perasaan secara terbuka, belajar berkomunikasi dua arah, saling menerima dan menghormati dan membiarkan orang lain berbeda pendapat, pikran dan perasaan. Anggota keluarga sering berjuang untuk mempertanyakan kepercayaan anggota lain yang didasarkan pada rasa kejujuran, keterbukaan berespon dan kewajaran. Sebagaimana anggota keluarga yang datang untuk konseling, pada mulanya bersikap defensive dan tidak ditemukan pernyataan-pernyataan. Karena itu konseling keluarga harus dengan iklim terbuka, bebas, dan jujur sehingga seharusnya iklim itu dibawa juga sampai ke rumah nantinya. Masalah besar lainnya adalah bahwa sebagian anggota keluarga merasa tidak dilayani atau dihargai sebagai pribadi unik yang berbeda dengan orang lain. Kadang-kadang terjadi bahwa suatu penerima dan kasih sayang dari orang tua harus bersyarat. Sebagai contoh, seorang ibu akan sayang dan menerima anaknya jika anak tersebut melakukan sesuatu yang unggul sesuai harapan ibu itu. Jika syarat itu tak terpenuhi maka anak tersebut hanya akan menerima umpatan dan caci atau olok-olok dari orang tua. Situasi ini akan muncul dalam konseling keluarga terutama pada sesi-sesinya, karena itu harus diusahakan muncul kepermukaan. Di dalam konseling keluarga, fungsi konselor adalah sebagai fasilitator,yaitu untuk memudahkan membuka dan mengarahkan jalur-jalur komunikasi apabila ternyata dalam kehidupan keluarga tersebut pola-pola komunikasi telah berantakan bahkan terputus sama sekali.

Mereka mampu untuk membentuk pertumbuhan mereka sendiri baik secara individual maupun secara keluarga. Yang satu merasa benar sendiri. Yang lebih ditekankan lagi adalah keterlibatan konselor dalam keluarga. Pendekatan Eksistensial dalam Konseling Keluarga Walter Kempler (1981) dalam bukunya experiental Psyhchotherapy mengemukakan pertama kali pendekatan Gestalts terhadap konseling keluarga. Dalam deskripsinya mengenai teori dan praktik psikoterapi pengalaman keluarga (family experiential psychotherapy). Pendekatan Konseling Keluarga Menurut Aliran Adler . Kempler menekankan perhatiannya pada perjuangan (encounter) atau interaksi interpersonal dalam situasi terapeutik di sini dan sekarang (here and now). Konselor melakukan perjumpaan dalam konseling keluarga sebagai partisipan penuh. Karena itu kadang-kadang Kempler senang dengan style directive dan confrontatitnya. Akan tetapi menunjukkan suatu kemauan untuk melihat dunia orang lain melalui kacamata orang itu sendiri adalah cara konseling yang diinginkan dan arah ini yang perlu dicapai dengan situasi terapeutik dalam konseling keluarga. manusia dengan manusia. Selanjutnya konselor harus mengembangkan tujuan konseling dengan cara berpartisipasi penuh sebagai manusia (person).Thayer (1982) menemukan kemampuan anggota-anggota keluarga untuk mencapai aktualisasi diri dan menemukan sumber atau potensi diri untuk digunakan memecahkan masalah individu maupun masalah keluarga. yang ada hanyala hubungan orang dengan orang. sebab hubungan mereka akrab. merasakan pandangan dunia pribadi anggota keluarga yang lain. dan berusaha menyalahkan orang lain sehingga masalah yang ada dalam keluarga itu dirasakan oleh anggota keluarga sebagai masalah yang tak dimengertinya dan kadang-kadang tak memperdulikannya. Konseling Keluarga Pendekatan Gestalt Kempler (1982) mendefinisikan konseling keluarga dengan pendekatan Gestalt sebagai suatu model difokuskan pada saat sekarang ini (present moment) dan pada pengalaman keluarga yang dilakukannya di dalam sesi-sesi konseling. Ia sebagai konselor gestalt beranggapan bahwa. Kelabunya kehidupan keluarga tidak lain adalah karena berkurangnya kemauan para anggota untuk mengalami. Yang paling penting dalam fase awal konseling keluarga ialah mendorong semangat anggota keluarga untuk berani mengemukakan dunia pribadinya. pendekatan ini amat dekat dengan pendekatan eksistensial fenomenologis. sebagai sahabat. Dan esensinya adalah bahwa anggota keluarga adalah arsitek bagi dirinya sendiri. Tidak ada alat atau skill. dan masalah teknik cenderung tak menjadi yang terpenting dalam sesi-sesi itu. sebagai orang yang dipercaya dalam perjumpaan antara sesama. Kempler bahkan beranggapan bahwa konseling keluarga eksperiensial sebenarnya adalah personal pribadi sebagai manusia bagi konselor itu. Karena itu yang penting bagi konselor adalah mendengarkan suara dan emosi mereka. Jadi pengertian experiential adalah bahwa sesi konseling yang sedang berlangsung digunakan sebagai laboratorium di mana kita memperoleh pengalaman pengalaman baru. Konseling itu lebih bersifat action counseling.

Adler memperkenalkan kelompok-kelompok keluarga dan klinik bimbingan anak di Vienna. (1979) menungkapkan bahwa tujuan ini adalah menyempurnakan kehidupan dalam keluarga dengan cara sharing (berbagi) dengan sesama anggota keluarga atas dasar prinsip demokrasis dalam menyelesaikan koflik. memperbaiki orientasi destruktif antara anggota keluarga menjadi komunikasi dua arah. @ Role playing (bermain peran) Bermain peran dan metode-metode lain yang berorientasi kepada perbuatan yang tampak. (+) Tujuan konseling keluarga menurut aliran Adler Tujuan dasar pendekatan ini adalah untuk mempermudah perbaikan hubungan anak-anak dan meningkatkan hubungan di dalam keluarga. dan dapat membuat rekomendasi khusus bagi perubahan dalam situasi keluarga tersebut. Dinkmeyer et. mengevaluasi metode orang tua dalam mendidik anak. dan menyarankan cara-cara pemecahannya. Mengajarkan anggota keluarga bagaimana menyesuaikan diri yang lebih baik terhadap anggota keluarga yang lainnya dan bagaimana hidup bersama dalam keluaga sosial yang sederajat (sesama manusia) sebagai bagian dari tujuan ini. Proses interview ini difokuskan pada usaha memberikan keberanian dan memperkuat semua anggota keluarga. memahami iklim dikeluarga. (+) Tanggung jawab anggota keluarga dalam proses konseling Fungsi konselor dalam proses konseling keluarga adalah sebagai fasilitator bagi semua anggota yang mengunjungi sesi. (+) Teknik-teknik Konseling Keluarga Banyak teknik yang digunakan yang dipelopori oleh aliran Adlerian ini.Aliran Adler mempunyai sejarah yang panjang dalam pekerjaannya dengan keluarga dan studi tentang dinamika keluarga. dan yang penting lagi mengajar anggota keluarga agar mampu memberikan semangat dan dorongan untuk berkembang bagi anggota lain. Yang paling utama adalah pembentukan rapport yang memungkinkan usaha produktif tercapai. sering merupakan bagian dari sesi-sesi konseling keluarga. Diharapkan bahwa anggota keluarga akhirnya akan mempelajari strategi-strategi bagi pemecahan konflik dan masalah dalam keluarga dengan cara yang saling menghormati. @ Interpretasi (penafsiran) . Perbuatan yang tampak adalah hasil interaktif anggota di dalam keluarga. dan sebagai garis besarnya dikemukakan oleh Lowe (1982) sebagi berikut: @ Interview awal Tujuan interview adalah membantu mendiagnosis tujuan anak-anak. Konselor berasumsi bahwa peranan membantu orang tua adalah berupa pemahaman yang lebih baik terhadap faktor-faktor penyebab kesulitan keluarga dirumah. al.

Di sini terlihat dinamika individual dalam proses konseling. Model kontraktual menempatkan tanggung jawab klien bagi menentukan tujuan seseorang dan bekerja mencapai tujuan. memberi pemahaman tentang apa yang telah dilakukannya). dan tentang kemungkinan perubahan. Konselor mendorong anggota-anggota keluarga untuk berbicara tentang apa sebabnya ia datang ke konselor dan apakah yang ingin ia cari. Tujuannya adalah untuk menimbulkan insight (pemahaman bagi anggota keluarga. Konselor mulai inisiatif untuk menyeleksi anggota keluarga yang mempunyai kekuatan yang amat besar dalam keluarga. Misalnya fokus kita pada ibu. Aplikasi Konsep-konsep Psikoanalitik Konsep psikoanalitik mengajarkan konselor untuk memahami tentang ketakberfungsian polapola keluarga yang telah menyebabkan isu-isu pribadi yang tak terpecahkan di antara ayah. Secara umum kontrak-kontrak ini mempunyai tujuan suatu struktur keluarga yang independen dan fungsional. dan mendorong mereka untuk menterjemahkan apa yang mereka pelajari dan diterapkan bagi perilakunya sehari-hari. atas usul konselor. maka hendaknya konselor mengamati terjadinya dinamika intrapiksi @ Tahapan ketiga Tujuan kita disini adalah mengadakan reintegrasi terhadap keseluruhan keluaga. anak. atau ayah. (+) Tahapan-tahapan konseling McClendon (1977) menerangkan tiga tahap dalam konseling keluarga menurut pendekatan transactional analysis. keputusan-keputusan. . Seorang anggota keluarga memberikan tafsiran terhadap perilakunya terhadap anggota lain. @ Tahapan awal Fokus konseling adalah pada dinamika keluarga sebagai suatu sistem.Interpretasi merupakan bagian penting dalam konseling Adlerian yang dilanjutkan pada sesisesi seterusnya. tentang masalah yang dihadapi keluarga. @ Tahapan kedua Terjadinya proses terapeutik dengan setiap anggota keluarga. perintah-perintah. Pendekatan Trasactional Analysis (TA) Dalam Konseling Keluarga Tujuan dasar dari konseling keluarga TA ialah bekerja dengan struktur kontrak yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga terhadap konselor. dan sejarah hidup (life script) dari individu-individu anggota keluarga. maka konselor sekarang menuju kepada aspek-aspek seperti keributankeributan. Setelah bekerja dengan keluarga sebagai suatu sistem untuk mencerahkan hakikat transaksi antara anggota keluarga. Teknik yang digunakan konselor adalah yang dapat mengembangkan kesadaran bagaimana keluarga berfungsi sebagai sistem.

Teknik emotif (emotive techniques) 3. 2) membuat analisa fungsional terhadap masalah-masalah dalam keluarga dan 3) implementasi prinsipprinsip behavioral yakni reinforcement dan modeling di dalam konteks interaksi dalam keluarga. dapat diaplikasikan untuk mengubah perilaku yang bermasalah di dalam suatu keluarga.ibu dan anak gadisnya. dan pada tahun 1959 dalam bahasa Inggris. Dalam deskripsi ini ada tugas dan teknik-teknik yang menandai ciri utama dari aplikasi behavioral terhadap konseling keluarga. 1) kreasi dari gabungan terapeutik yang positif. Teknik behavioral (behavioral techniques) Aplikasi Teori Behavioral dalam Konseling Keluarga Konselor-konselor behavioral telah memperluas prinsip-prinsip teori belajar sosial (sociallearning theory) terhadap konseling keluarga. Pendekatan ini menunjukkan bahwa suatu kekuatan yang ditempuh untuk memecahkan masalah keluarga sebagai suatu sistem dengan tujuan mencapai perubahan struktur kepribadian kedua orang tua. Konseling Keluarga Rational Emotive Tujuan rational emotive theraphy dalam konseling keluarga pada dasarnya sama dengan yang berlaku dalam konseling individual atau kelompok. Tantangan terbesar dari konselor ialah untuk membantu anggota keluarga agar menyadari keadannya dan mengambil tanggung jawab dalam menanggulangi proyeksi masih saja berlarut-larut seandainya merek terus menerus berorientasi secara tak sadar kepada kehidupan masa lalunya. Liberman (1981) mengemukakan tiga bidang kepedulian teknis bagi konselor. Teknik kognitif (the cognitive techniques) 2. 1. Peranan gabungan terapeutik (role of therapeutic alience) 2. Anggota keluarga dibantu untuk melihat bahwa mereka bertanggungjawab dalam membuat gangguan bagi diri mereka sendiri melalui perilaku anggota lain secara serius. dan behavioral yang tepat untuk konseling keluarga. Publikasi dan konsep-konsep logotherapy populer setelah keluar tulisan Frankl dalam bukunya “Mans’ Search for Meaning” pada tahun 1962. DAFTAR PUSTAKA . Di dalam konseling keluarga situasi yang tak menentu itu merupakan pola masa lalu yang terungkap dimasa sekarang di dalam keluarga. Melaksanakan strategi behavioral Konsep-konsep Logotherapy dalam Konseling Keluarga Konsep dasar logotherapy ditulis oleh Frakl pada tahun 1946 dalam bahasa Jerman. 1. Mereka mengemukakan bahwa prosedurprosedur belajar yang telah digunakan untuk mengubah perilaku. emotif. Logotherapy bertujuan agar klien yang menghadapi masalah dapat menemukan makna dari penderitaannya dan juga makna mengenai kehidupan dan cinta. Penilaian keluarga 3. Albert Elis (1982) mengemukakan teknik-teknik yang bersifat kognitif.

Mendudukkan konflik pada tempat yang sebenarnya. 2009. Dapat melaksanakan konseling keluarga bedasarkan tekhnik-tekhnik yang telah dipelajari. Setelah keluarga terbentuk. Ackerman. 3. Nothan W. Usaha itu harus dimulai oleh keluarga itu sendiri atau oleh seorang ahli yang dapat membantu mengatasi persoalan keluarga bila masalah keluarga itu memerlukan orang lain untuk membantu penyelesaian konflik dalam keluarga. Membantu keluarga mencapai kejelasan pembatasan konflik. Bandung: Alfa Beta.Willis Sofyan. Sebelum hal ini terjadi di keluarga atau angota keluarga hendaklah berusaha untuk mencegahnya dengan memperbaiki hubungan dalam keluarga dan kadang-kadang memerlukan campur tangan orang luar dalam usaha membantu keluarga itu untuk mengatasi situasi konflik tersebut. berbagaimasalah dapat timbul dalam keluarga yang pada gilirannya akan menjadi benih yang mengancam kehidupan perkawinan dan berakibat keretakan atauperceraian. Saya. Kita menyadari bahwa bahtera perkawinan tidak selamanya dapat mengarungi samudera dengan tenang dan lancar.masbied. . baik dari dalam keluarga itu sendiri maupun dari luar. Memahami tekhnik-tekhnik dalam Bimbingan dan Konseling Keluarga. Memperoleh wawasan tentang tekhnik-tekhnik Bimbingan dan Konseling Keluarga. Tujuan pengetahuan ini bagi mahasiswa adalah untuk: 1. Ia menjelaskan putusan diagnotis menentukan kejelasan penentuan tujuan konseling dan kekhususan tekhnik yang digunakan dalam konseling keluarga serat interview terhadap keluarga menjadi komponen essential dalam sistem diagnosis dalam konseling keluarga. Jenis-Jenis Konseling Keluarga Sayekti (1994) mengemukakan jenis-jenis konseling keluarga sebagai berikut: 1. Meluruskan prasangka-prasangka rasional yang tercakup dalam konflik dengan cara: 1) Membebaskan beban yang terlalu banyak pada seseorang sebagai anggota dalam satu keluarga. Untuk mencapai tujuan. Diagnosis dan konseling oleh Ackerman (Ackerman’s Family Diagnosis and Counseling).com/2010/06/03/aplikasi-teori-teori-konseling/ tgl 04 oktober 2011 10 Nov 2010 TEKNIK-TEKNIK DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING KELUARGA A. Karena itu harus ada usaha-usaha untuk memperkuat kemampuan keluarga atau anggota keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan. Salam … http://www. c. b. dari sebuah tempat paling indah di dunia. B.seorang psikiatri di New York yang secara professional telah mengembangkan dan menyebarluaskan konseling keluarga dengan menekankan interdipendensi antara prosedur diagnosis dan penanganan (treatment). Konseling Keluarga. Abied. Pendahuluan Tiap keluarga akan senantiasa menghadapi berbagai masalah. seorang konselor keluarga spesifik sebagai berikut: a. 2. tetapi kemampuan untuk mengatasinya tidak terlalu memadai.

Konseling keluarga berdasarkan Triad (Triad’s Based Family Counseling) Grald H. Dalam pelaksanaan konseling.anatar membantu orang tua untuk mengerti anaknya dan penerimaan timbal balik antar mereka sendiri. 4. d. Dalam mengatasi pertentangan keluarga. Hal inilah yang perlu dimengerti oleh konselor sebelum memberikan bantuan. penuh semangat.anak b. Langsung. antara anak . seorang ahli psikoterapi dari California. otoriter dalam pertemuan-pertemuan dengan anggota keluarga.anak c. Safir mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apa yang diinginkan keluarga tersebut dan apa yang diharapkan dari konseling dan kemudian secara mendalam mengetahui keadaan atau sifat keluarga yang diberikan bantuan. Safir menuntut suami dan istri sama-sama hadir dalam wawancara pertama. Selama mengadakan pertemuan dengan keluarga. selanjutnyaSafir menjelaskan bahwa tiap keluarga memberikan kontribusi yang tidak sama dengan keluarga lainnya dan terhadap kesulitannya. Zuk menekankan bahwa triad itu dipakai sebagai perbaikan dari model dyad. seorang ahli psikiater dari California telah menerapkan teori-teori dan prosedur konseling tingkah laku dalam keluarga. Lebih disiplin dalam memilih dan membentuk hubungan. Dalam membantu keluarga agar hubungannya lebih efektif. Virgina Safir sebagai seorang ahli terapi. Menurut Bell tugas yang harus segera dilakukan adalah membantu memperluas dan memperbaiki hubungan antar anggota keluarga. ia menekankan pentingnya kebutuhan laki-laki dan perempuan dalam rangka memperoleh informasi tentang masalah keluarga. 3. Safir memmbuat pertanyaan lebih banyak daripada anggota keluarga. Dia melakukan semua hal ini dengan komunikasi verbal yang sangat baik dan dengan dirinya sendiri sebagai pusatnya. Lebih terbuka. Bell mengajarkan kepada keluarga untuk: a. antara anak . seorang terapis diharapkan mampu berperan sebagai penengah dan pelerai.ayah . di mana seharusnyadapat saling berhubungan dengan efektif. Konseling kelompok keluarga oleh Bell (Bell’s Family Group Counseling) Jhon Elderkin Bell. Jelas. Konseling keluarga secara bersama-sama oleh Safir (Safir’s Conjoint Family Counseling). antara ayah . Safir menempuh dua jalan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan interaksi antar anggota keluarga. 3) Mengaktifka masuknya unsur emosi yang baik ke dalam hubungan antar anggota keluarga. Peningkatan komunikasi keluarga sebagai cara yang paling baik untuk pemecahan masalah keluarga. Sifat yang lebih fleksibel.2) Membebaskan beban kesedihan karena konflik dalam keluarga. 5. Konseling tingkah laku keluarga oleh Liberman (Behavior Counseling) R. Paul Liberman. Dalam wawancara pertama. Menurutnya tugas terapis adalah: .ibu . yaitu terapi keluarga berdasarkan hubungan tiga orang dalam keluarga: a. Zuk seorang ahli psikoterapi dari Philadelphia mengembangkan konseling keluarga berdasarkan hubungan antara tiga atau lebih dalam keluarganya. Dalam konselingnya memfungsikan pentingnya hubungan dalam keluarga sebagai cara untuk memperkuat hubungan sebagai suatu kelompok. 2. c. mempunyai ciri seorang yang suka langsung. yang menurut anggapannya lebih baik daripada berdasarkan dyad yang banyak dilakukan oleh ahli psikoanalisis.ibu – anak karena kesulitan dan permasalahan keluarga tersebuit kemungkinan harus melibatkan dua atau lebih anggota keluarga yang saling bertentangan. b. e.

. Jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu digunakan sebagai pedoman. antara konselor dan anggota keluarga untuk mengubah problem tingkah laku yang lebih sesuai. Liberman mengatakan bahwa pendekatan tingkah laku pada konseling keluarga memerlukan keuletan tenaga dari konselor. berlainan dengan pendekatan psikoanalisis. sehingga dia dapat membuat pilihan yang seksama terhadap tujuan tingkah laku yang spesifik. Konselor pun terdiri dari bermacam-macam ahli. Memilih tujuan-tujuan yang masuk akaldari beberapa alternatif. tetangga. pekerja sosial. 6. Liberman menekankan pada tiga hal pokok: a. Bahkan ada beberapa kritik bahwa konseling tingkah laku cendrung menggunakan pendekatan mengajar secara mesin (teaching machine) terhadap perubahan kepribadian. atau anggota keluarga. c. Pertemuan. Dalam konseling tingkah laku mengutamakan pula adanya kesepakatan antara pribadi. klien dan keluarganya dan orang-orang lain seperti tersebut di atas. Liberman membedakan beberapa tingkah laku konselor yang cendrung mengecilkan pentingnya hubungan antar konselor dan klien.a. psikiater. b. teman. yaitu ahli psikologi. Dalam membuat penialaian tingkah laku. MIC dilaksanakan selama dua setengah hari dan sering selama dua hari saja MIC telah selesai. Mendiagnosis problem-problem keluarga ke dalam istilah tingkah laku. MIC mencoba menolong klien dan keluarga melalui proses alamiah menuju keperbaiakan fungsi. Pelaksanaan konseling dengan cara pertemuan (conference) antara konselor. MIC melibatkan orang-orang yang ada hubungannya dengan keluarga tersebut. dokter dan lain-lain. Mengarahkan dan membimbing keluarga untuk merubah tingkah laku yang tak sesuai dengan tingkah laku yang sesuai. Liberman menggunakan model atau permainan peranan dalam melakukan penyembuhan. Menciptakan dan memelihara konselingyang positif dengan jalan menggunakan penguatan sosial dan model. Mengimplementasikan prinsip-prinsip tingkah laku dari penguat dan model (contoh) dalam hubungan interpersonal. tingkah laku yang sesuai (adaptive behavior). dan lain-lain. Model itu dapat dalam satu dari konselor. b. Dalam pertemuan terjadi wawancara dan diskusi antara konselor dengan klien dan keluarganya. Menyebutkan secara panjang lebar mengenai tingkah laku penyesuaian yang buruk (maladaptive behavior). c. misalnya saudara. Jika model menujukkan tingkah laku yang diinginkan berarti bantuan yang diterima positif dan mungkin klien akan menirunya. mengembangkan suatu metode untuk menangani keluarga dengan melihat gangguan dan krisis pada masa remajanya. Liberman menanyakan kepada tiap-tiap anggota keluarga berturut-turut apakah dia senang melihat perubahan-perubahan dari keluarga lain dan apakah dia menyukai dibedakannya dengan dirinya serta perbedaan apa yang dikehendaki di lihat pada keluarga lain. Analisis tingkah laku belum selesai sesudah pertemuan pertama. Konseling dampak ganda oleh Gregor (multiple impact counseling) Robert Ma Gregor seorang ahli psikologi. Dalam penerapan teori tingkah laku ke dalam konseling keluarga. wawancara dan diskusi dilakukan pada pagi dan sore hari secara terus menerus selam dua hari itu. tetapi harus dilakukan secara rutin sampai problem tingkah laku mereka berubah. Metode itu disebut multiple impact counseling yang sering disingkat dengan MIC.

Dari apa yang dilakukan dan dikembangkan oleh Laquer dan teman-temanya. perasaan akan suasana hati kelompok dan mempunyai kharisma. Laquer pindah ke . Sebelum sidang. meloncat dan berteriak. Caranya dengan mengadakan pertemuan di rumah keluarga tersebut. Laquer percaya. Karena iotu dipesankan oleh konselor untuk membentuk jaringa komuniksi secara tetap. Dalam jaringan ini timbul perasaan baru dari para anggota dan sadar akan rasa kebersamaan. informasi yang pokok dikumpulkan untuk melengkapi konstruksi dari strategi jaringan pada pertemuan pertama. Ia mengatakan bahwa konseling yang demikian telah berkembangmenjadi kebutuhan. Terutama ketika ada anggota yang mengidap penyakit schizophrenia. Konseling keluarga ganda oleh Laqueur (multiple family counseling) H. Dalam campur tangan jaringan sosial ini Speck dan teman-temanya melibatkan seluruh saudara. dengan teman-temanya telah mengembangkan konseling keluarga. mungkin setelah itu tidak ada hubungan lagi. Bagi yang mengalami krisismendapat pusat perhatian dan untuk penyelesaiannya dilakukan secara terpisah.mereka dapat melepasakan ketegangan dengan berlari. teman-teman. Laquer juga berbicara tentang jenis komunikasi yang sesuai untuk setiap jenis keluarga dan bahasa untuk orang yang terkena schizophrenia. Tempat pertemuan dapat juga diadakan di rumah salah satu keluarga.karena ia melihat sejumlah ketidak efisienan konselor dalm mengobati krisis keluarga di rumah sakit-rumah sakit pemerintah tempat ia bekerja. Seorang pimpinan dibutuhkan perasaan peka terhadap waktu. Campur tangan jaringan social oleh Speck (social network intervention) Ross V. karena hadirnya keluarga lain dan klien lain akan mendorong orang yang terserang schizophrenia untukdengan lebih aktif berusaha mengenali perbedaan diri dan kebebasannya dari pada terus menerus bertahan dalam hubungan simbiotik kepada keluarganya yang teritama menimbulkan sakitnya itu. Laquer dan kelompoknya mulai melakukan terapi ini pada klien-klien di rumah sakit dan keluarganya. Kepercayaan tercipta selam hubungan akrab satu persatu dengan konselor selam sidang. Setelah memperkenalkan konseling keluarga ganda di New York Hospital. mengumpulkan pendapat anggota keluarga. empati. dan antara konselor dan orang yang terkena schizophrenia serta sering juga untuk menjernihkan hubungan antara klien itu dengan keluarganya. prosedur yang biasanya dilakukan adalah konselor memasang tape recorder. Dia juga harus mempunyai kecakapan untuk memberikan kepercayaan. Anggota jaringan mendapatkan perasaan kesatuan dan pikiran yang menyenangkan seperti halnya tim pemain sepak bola. Di menemukan keluarga lain yang dapat dugunakan sebagai perantara antara konselor dan keluarga itu. bertanggung jawab dan memberikan penyelesaian yang baik terhadap anggota jaringan. dan melibatkan kira-kira 40 orang. Salah seorang dari mereka dapat juga diadakan dipilih menjadi pimpinan jaringan sosial tersebut. Tetangga dari keluarga yang bermasalah yang kelihatannya mempunyai pengaruh yang berarti bagi keluarga itu. mendengarkan desas-desus dan biasanya didapat informasi tentang kelompok. Dalam hal ini biasanya konselor bertindak sebagai pembantu dengan dua atau empat orang berprofesi sebagai penasehat tersebut dalam latihan sebagai konselor jaringan. konseling keluarga ganda dapat memberikan hasil yang lebih baik dari pada konseling tunggal kepada keluarga. maka ada kepercayaan bahwa konselor keluarga ganda dapat memberikan perubahan dala pola-pola interaksi secara lebih cepat dan lebih efektif dari pada yang biasa dilakukan dengan penanganan tunggal pada keluarga. 8. ia menciptakan multiple family counseling. Sebelum diskusi jaringan dengan keluarga.7. tetapi juga berprofesi sebagai pelopor. Peter Laquer adalah seorang psikiater. Speck seorang psikiater.

Kemuadian baru mendapatkan pengertian dari pihak keluarga lain dan mendapat dukungan emosional dalam kelompok itu. Keluarga-keluarga itu bercampur dalam pendidikan dan latar belakang sosial ekonominya. e. f. Konseling keluarga ganda menggunakan keluarga yang agar tidak terganggu secara co-counselor (konselor pembantu). Anggota kelompok diberi kesempatan untuk mengamati keadaan konflik yang sejenis. dari prakteknya sendiri atau dari rumah sakit dan klinik kesehatan mentalnya. Laquer telah menyebutkan satu persatu meklanisme perubahan yang dia yakini dala konseling keluarga ganda ini. maka konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada mereka dalam kerangka kerja tersebutuntuk mengadakan komunikasi dan memperoleh pengertian yang lebih baik. problem-problem. akan menghasilkan perubahan yang lebih cepat dala tahap awal penanganan. Di sana dia terus mempraktekkan konseling tersebut. Laquer melaporkan bahwa kebanyakan keluarga itu semula tidak mengetahui mengapa mereka harus berada dalam kelompok itu dan bagaimana dapat dibantu untuk membicarakan problem mereka dihadapan keluarga lain dengan problemnya sendiri-sendiri pula. b. Tetapi tiap-tiap keluarga harus merasa bebas apakah akan ikut bersama-sama mengadakan pembicaraan lagi ataukah tidak setelah pertemuan pertama. sehingga dengan demikian dapat ditemuaka cara baru untuk menangani mereka. dibanding dengan dari orang tua yang berlatar belakang sejenis. Laquer percaya bahwa dalam campuran yang acak itu. dan tabiat-tabiatnya secara umum terhadapa orang lain dalam lingkungannya. Hubungan anak dan orang tua dapat menjadi baik setelah melihat hubungan anak dan orang tua lain. Waktu yang diperlukan untuk jenis konseling ini adalah sekitar 12 sampai 18 bulan. c. orang dari latar belakang serupa akan cendrung untuk berinteraksi secara dangkal. Konseling keluarga ganda akan membantu menyebarluaskan bahwa individu anggota keluarga harus mengerti tingkah lakunya. Konseling keluarga ganda seperti yang dikatakan Laquer. Akhirnya baru dapat menghadapai dengan tenang bahwa mereka memang telahmenyebabkan adanya problem itu. reaksi-reaksinya. sehingga mengurangi rasa sakit daro problem yang dirasakan. Ketika ia melakukan serentak untuk empat atau lima keluarga. Laquer percaya bahwa kompetisi di antara keluarga di dalam sistem konseling keluarga ganda ini. biasanya suka untuk mengikuti penangan selanjutnya. dia menjelaskan bahwa problem mereka akan digabungkan. Lain dengan misalnya seorang anak sopir dengan seorang anak profesor. d. Untuk melihat bahwa keluarga yang lain mempunyai problem yang dapat dibandingkan dengan problemnya. Dia tunjukkan bahwa orang dapat mengerti peranannya dan mengembangkan secara efektif dengan mengamati orang lain dalam hubungan-hubungannya. Menurut laquer dapat membuat orang tua mereka masing-masing terlibat pembicaraan yang lebih efisien.Vermont. Dengan keadaan demikian satu keluarga dengan senang hati dapat menerima keluarga yang lain dan keluarga yang lain itu dapat berperan sebagai co-counselor dalam konseling. Perkawinan dapat menjadi baik setelah orang itu mengamati perkawinan orang lain. Setiap keluarga akan ditangani hanya jika tiap anggota keluarga memerlukan bantuan. Pengalaman konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mencoba . yaitu: a. Karena semua keluarga dala kelompok itu umumnya memiliki sebuah problem. Sedang kooperasi (kerjasama) akan menimbulkan kompetisi pada tahap akhirnya. dan kebutuhan orang-orang yang diobati itu yang sebelumnya ditutp-tutupi. Keluarga yang tidak meninggalkan pertemuan pertama. memeberikan kesempatan dengan apa yang dia sebut belajar melalui identifikasi. Konselor menggunakan konsep ini dalam mengembangkan interaksi untuk membuat perasaan.

yang kemungkinan sekali keluarga itu sendiri ikut andil terhadap adanya krisis tersebut. Dapat melihat bagaimana oramng lain memnerikan kepada mereka jika mereka beretingkah laku lain. mengembangkan perubahan dan sikap berikutnya dalam perubahan itu terjadi pada anggota kelompok yang lain setelah melihat adanya tabiat yang dewasa dari model yang pertama tadi. Kaplan adalah ahli ilmu jiwa. Penanganan krisis keluarga direncakan untuk dilakukan secara segera dan cepat. harus ada inisiatif untuk memilih pendekatan-pendekatan dalam situasi yang kritis. klien dan anggota keluarga lain merasa dan aman untuk membangun tingkah laku yang adaptif dibandingkan dengan keadaan dalam konseling keluarga tunggal (hanya keluarganya sendiri). 9. berkepribadian dan menguasai pengobatan filosofis. Meskipun terapi jangka panjang sering diperlukan individu dalam keluarga. Laquer menjelaskan bahwa kelompok konseling keluartga ganda mudah berubah pendirian dan mudah goncang dan gagal jika konselor tidak membawanya ke dalam situasi yang baru. g. sehingga memperbesar pengertian timbal balik dan lebih realistis dalam memecahkan problem keluarga. sehingga potensial untuk mencegah adanya krisis berikutnya dan memungkinkan hubungan-hubungan antar keluarga. Konseling keluarga ganda memberikan kesempatan kepada konselor untuk menggunakan tipe tingkah laku yang lebih baru. Mereka mendapat pujia karena telah mengembankan suatu tindakan penanganan awal untuk keluarga yang mengalami krisis dengan mendirikan Unit Penanganan Keluarga di Colorado Psychiatric Hospital pada tahun 1964. Penanganan krisis oleh Langsley dan Kaplan (crisis intervention) Donal G. Tujuannya adalah untuk membantu keluarga yang bersangkutan memecahkan krisis dan jika dimungkinkan untuk membantu anggota keluarga yang memerlukan pengobatan supayadapat kembali ke fungdinya pada tingkat adaptasi yang dimilikinya sebelum sakit. Penempatan individu yang mengalami kesulitan ke rumah sakit. Ia menyatakan bahwa orang dengan besar sintomnyadalam keanggotaan kelompok konseling keluarga ganda ini. mereka menggunakan konseling penanganan krisisdan bergaul dengan keluarga yang memerlukan pengobatan mental dengan segera.gaya tingkah laku baru. Tindakan memindahkan individu ke rumah sakit mematikan peranan keluarga di mana mereka dapat membantu penyelesaian problem sendiri. Pada mulanya konseling ini dapat mengurangi frekuensi dan lamanya perawatan. Penanganan kedua ahli ini ke dlam siatuasi keluarga didasarkan pada asumsi bahwa pindahnya seorang individu dari dalam keluarga ke rumah sakit akan memperumit keadaan dan bukannya membantu menyelesaikan. Dalam konseling keluarga ganda ini dimana hubungan keluargakeluarga disatukan. Laquer menganjurkan perlunya evaluasi yang lebih seksama dan penelitia selanjutnya. Karena adanya sifat terbuka pada akhirnya akan membuat keluarga yang bersangkutan berbedabeda tahap penanganannya. seperti dikatakan Langsley sama dengan membiarkan gangguan dan sebab-sebab kesulitan serta menghidarkan keluarga dari problem itu. penanganan krisis biasanya hanya berlangsung beberapa minggu dan sekitar enam kali kunjungan (jika dilakukan kunjungan ke rumah). Penangan terhadap krisis keluarga ini dilakukan oleh tenaga profesional yang terampil. Dia juga menunjukkan kesimpulan sementara mengenai konseling keluaraga ganda ini berdasarkan 600 keluarga yang mengalami konseling ini. h. Langsley adalah seorang psikiater dan David M. lebih realistis seperti yang ditunjukkan oleh seorang individu atau keluargasebagai dasar untukmengarahkan perhatian seluruh kelompok serta untuk mengajak seluruh keluarga dan individu lain memiliki situasi yang efektif dan realistis seperti tersebut di atas. Konselor harus memiliki kecakapan untukmembetulkan dengan cepat jika terjadi kesalahan fungsi. .

e. Berikut uraian ringkas cara penanganan krisis keluarga sesuai dengan tujuh kategori di atas: Pengobatan dimulai segera setelah keluarga menerima penanganan ini. efek ketenangan dari dukungan emosional yang stabil. Klien dan anggota keluarga yang memerlukan bantuan dapat ditangani dalam batas waktu 24 jam. Dalam bagian pertama awal sekali konselor memusatkan perhatian keluarga pada sifat spesifik dari krisi itu. Selanjutnya pengobatan dilakukan untu tahap identifikasi peranan konflik dan perundingan ulang. f. Langsley dan Kaplan menguraikan penanganan krisis keluarga dalam tujuh bagian: a. d. Resep umum harus dibuat. misalnya ada salah seorang anggota keluarga yang mengalami sakit bagian tubuhnya) dan perubahan itu itidak begitu mudah untuk dialihkan begitu saja. Informasi mengenai komposisi keluarga dan fungsi-fungsi dala keluarga dapat diperoleh di rumah keluarga itu dan tidak dapat diperoleh di kantor terapis. Resep umum. b. Resep khusus. Para ahli juga percaya bahwa konselor yang berkunjung ke rumah itu sungguh-sungguh bekerja dengan sebaik-baiknya. tujuan konseling keluarga adalah untuk mengurangi tingkat ketegangan dan gangguan dalam keluarga yang menyebabkan seorang anggota keluarga itu mengalami gangguan atau sakit mental. Pengobatan dengan obat-obatan penenang juga dapat digunakan pada tahap ini untuk anggota keluarga itu jika memang diperlukan. dan ini akanmembantu keluarga tersebut untuk memusatkan perhatian pada tugas-tugas dari pada simptom dan konflik. Titik pusat dari krisis. Ahli yang menangani segera memanggil seluruh anggota keluarga untuk mengadaka pertemuan pertama. menunjukkan kepada keluarga bahwa psikotik simptom dari klien yang bersangkutan mengambarkan usahanya untuk menjelaskan problem itu (di mana penjelasan konselor itu dimaksudkan untuk ketenangan keluarga yang bersangkutan) dan untuk mendorong tingkah laku yang lebih efektif dan adaptif. Jika mungkin tugas-tugas keluargadiaktifkan supaya peranan anggota keluarga dapat dilibatkan. Identifikasi peranan konflik dan perundingan ulang. Langsley dan Kaplan dapat menghipotesiskan bahwa serangkaian peristiwa/kejadian dapat terjai karena perubahan keseimbangan dalam keluarga (mungkin karena perubahan peranan yang harus dilakukan oleh beberapa anggota keluarga atau perubahan keadaan dalam memperoleh peranan baru dala keluarga.Pada awalnya keluarga yang bersangkutan diajak menyadai sifat penanganan jangka pendek. Pihak-pihak lain seperti ahli agama. c. Hal-hal yang disetujui dan tidak disetujui serrta penyimpangan harus jelas dalam pertemua pertama ini. Bantuan segera. Resep khusus sudah tergantung kepada keadaan/sifat krisis. pikiran harus diarahkan bahwaproble itu mencakup seluruh keluarga. dokter dan pekerja sosial yang diperlukan juga harus dihubungi dan dipersilahkan untuk bekerja sama dengan tim konseling serta meneruskan hubungan mereka dengan keluarga itu setelah krisis teratasi. karena tugas-tugas dala keluarga itu harus pula dialihkan sesuai dengan kekhususan krisis yang terjadi. Penyimpangan di dalam gambaran yang dijelaskan oleh klien biasanya akan dibetulkan oleh anggota keluarga yang lain terutama anak-anak yang tak dapat menyembunyikan rahasia keluarga. sehingga dengan segera (biasanya dala 12 jam) dapat dilanjutkan. Dari kontak pertama. Pengelolaan krisis selanjutnya. ketentraman hati dan perasaan penuh . tetapi juga diberitahukan bahwa tim akan menangani krisis yang ada selanjutnya (di mana biasanya tim terapis maupun keluarga tidak menghendaki adanya krisis selanjutnya). Penentuan krisis sebagai problem keluarga. g.

karena segala kebutuhan individu dapat dipenuhi melalui komunikasi. Rasa penghargaan yang perlu dibina antara lain adalah menghargai bakat dan kelebihannya serta menghargai kekurangannya. Suasana hubungan yang baik ditandai dengan adanya: 1) Saling pengertian Maksudnya karena suami istri adalah dua pribadi yang tumbuh terpisah satu dari yang lainnya dan mempunyai pengalaman waktu kecil yang berbeda. antara anak dan anak (kaka adik) dan antara anggota keluarga yang lainnya. Antara orang tua dan anak. Oleh karena itu untuk membantu memecahkan masalah klien. dilakukan untuk mulai berangsur-angsur menyadarkan anggota keluarga akan tanggung jawabnya terhadap keluarga. sikap jiwa dan pandangan hidup yang juga berbeda. Suasana keluarga yang biasanya tercermin dalam hubungan antara ibu dan bapak sangat mempengaruhi pendidikan anak. b) Menunjukkan adanya perhatian kepada pasangan (suami/istri) c) Bijaksana dalam pergaulan. 2) Saling menghargai. Setiap individu membutuhkan penghargaan dan merasa kecewa apabila tidak dihargai orang lain. konselor perlu memperhatikan bagaimana sistem komunikasi di atas dalam suatu keluarga. Dalam perkembangannya. Sebelum hidup bersama perbedaan-perbedaan itu mungkin tidak terlihat atau kurang berpengaruh. Langsley dan Kaplan melakukan dalam jangka waktu yang panjang dan bekerja sama dengan terapis lain atau badan-badan lain. Saling mengerti tentang sifat-sifatnya. Pembinaan komunikasi antara suami istri. Kira-kira pada pertengahan minggu ke tiga. kepribadiannya serta saling mengerti mengenai latar belakang keluarganya yang membina kepribadian waktu kecil. sehingga suasana rumah tangga akan menjadi tegang danhambar serta dapat menimbulkan ketegangan dan antipati satu sama laainnya dan bahkan dapat menimbulkan terjadinya pertengkaran yang berujung pada perceraian apabila tidak segera terselesaikan dengan baik. Sebagai pedoman pembinaan komunikasi dalam keluarga Cooley (dalam Suarmi. Komunikasi ini menyangkut komunikasi antara ibu dan bapak (suami istri). kontak dengan keluarga dapat dilakukan lewat telepon seperti jika mengunjungi rumah. Suami dibebani kewajiban untuk melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluannya. Sebagai suatu unit dan melihat akibat yang dapat terjadi dari tindakannya terhadap anggota keluarga. . karena masing-masingny masih dipengaruhi oleh emosi dan gambaran-gambaran indah yang dikhayalkan. khususnya pasien untuk bersama-sama anggota keluarga yang lain dapat dan berharap untuk saling memahami. sehingga membawa mereka kepada kepribadian. 3) Saling cinta mencintai Pada umumnya setiap keluraga dibentuk atas dasar saling cinta mencintai. Jika pengelolaan krisis selanjutnya dilakukan. Betapa banyak masalah yang terjadi disebabkan kurangnya rasa saling menghargai. 1980) mengemukakan beberapa hal: a. suami istri diberi hak dan kewajiban yang sama dalammembina keluarga. perasaan itu ada yang bertambah dan ada juga yang berkurang bahkan ada yangt akhirnya tanpa cinta dan akhirnya saling membenci dan bermusuhan. Cara mempertahankan cinta dan kasih sayang tetap kekal dan abadi sebagai berikut: a) Lemah lembut dalam berbicara. Kehidupan rumah tangga maupun pergaulan hidup bersama di masyarakat. Sesuai dengan hukum perkawinan di Indonesia. tingkah lakunya. Pada bagian terdahulu terdahulu telah dijelaskan bahwa masalah keluarga adalah masalah yang berhubungan atau bersumber dari komunikasi.pengharapan akan merubah pengobatan yang harus dilakukan.

b. Dalam proses sosialisasi. orang tua bagi anak adalah tokoh identifikasinya dimana anak akan menyamakan diri dan meniru cara berfikir dan bersikap dari orang tuanya. Suami/istri hendaklah saling percaya pada kemampuannya dan hal ini perlu dibina dan dipelihara serta dipupuk agar terjalin hubungan yang mesra dan tenang dalam rumah tangga. 3) Sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan jasmani. Untuk menjamin saling percaya. ucapan dan tindakan. . Hubungan orang tua mempunyai peranan atau fungsi yang essential dalam pembentukan kepribadian maupun fisik anak. Saling menerima meliputi: a) Saling menerima apa adanya. anak banyak belajar untuk mengembangkan dirinya. keluarga dan bangsanya. Dalam hubungan orang tua dan anak. g) Menunjukkan rasa cinta kepada pasangan (suami/istri). Melalui komunikasi orang tua dan anak. maka apapun yang diusahakan atau dikerjakan dari mencari nafkah untuk keluarga hendaklah dengan ”Ridha Allah” sehingga tercapai kedamaian. 2) Sebagai tempat untuk memberikan contoh perbuatan yang baik dalam bentuk sifat. 5) Saling mempercayai. Komunikasi antara orang tua dan anak. Karena penerimaan ini akan tercermin pada air muka. 4) Sebagai tempat untuk menanamkan norma yang baik dan menyadari mana yang buruk. sikp dan tingkah laku yang sesuai dengan norma-norma yang dianut. Menerima keadaan diri suami/istri sebagaimana adanya dengan tulus dan jangan berpura-pura. f) Menentramkan bathin sendiri. Situasi kehidupan keluarga yang terutama diciptakan oleh orang tua mempunyai arti sangat penting bagi perkembangan anak untuk mencapai kedewasaan. Selanjutnya Prayitno (1995) menambahkan bahwa untuk membina keluarga bahagia yang berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa. saling terbuka dan jujur. c) Saling menerima keluarganya. Hal ini adalah prinsip yang harus diusahakan bagai suami/istri. kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. e) Tidak mudah tersinggung. kedua orang tua harus dapat menciptakan situasi yang aman dan penuh pengertian bagi anak. rohani dan sosial bagi anak. Modal utama kebahagiaan dalam rumah tangga adalah saling percaya.d) Menjauhkan diridari sifat egois. 4) Saling menerima. sehingga anak merasa tenang dan bahagia tinggal di rumah. orang tua berperan/bertugas untuk mengembangkan kepribadian anak agar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Masalah hubungan orang tua dapat mempengaruhi perkembangan anak. 5) Sebagai tempat untuk melatih anak sebagai makhluk sosial untuk hidup berkelompok dan bermasyarakat. b) Saling menerima kegemarannya. Fungsi hubungan orang tua dan anak adalah: 1) Sebagai tempat membreikan perlindungan dan memberi rasan aman. Orang tua harus berusaha memberi kesempatan dan menyediakan tempat untuk memperoleh pengalaman menadapat dorongan dan bimbingan agar tercapai kedewasaan yang sempurna. hal yang perlu diperhatikan adalah percaya kepada pribadinya dan kemampuannya. Adanya perbedaan pandangan atau konflik yang tajam antara bapak dan ibu dapat merupakan hambatan bagi perkembangan kepribadian anak. Oleh karenanya. Cara hidup dan berfikir orang tua pada umumnya kadang-kadang tanpa disadari terutama pada waktu masih kanak-kanak diterima oleh anak-anaknya.

Ada kemungkinan bahwa fungsi orang tua tidak dapat dijalankan dengan normal. karena saat itulah kehidupan bayi yang masih dalam kandungan akan terpengaruh oleh pengalaman ibu yang sedang hamil. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama. baik dari segi umur. c. Peranan orang tua sangat menentukan kepribadian anak dalam hubugan kakak dan adik ini. Sayekti (1994) menyampaikan bahwa untuk mencapai keluarga bahagia masing-masing anggota keluarga perlu memahami fungsi dari keluarga itu. Dalam hal ini keluarga berfungsi untuk menghasilkan anggota baru. terutama kepada anak yang masih bayi karenakehidupan bayi saat itu sangat bergantung kepada orang tuanya. 2) Fungsi reproduksi. maka dapat berakibat negatif bagi mereka yang melakukan.kegelisahan. c) Kurangnya penghargaan terhadap anak dan remaja. Misalnya saja kebutuhan pemuasan seks seseorang begitu memuncak padahal dia tidak mempunyai wadah yang sah (belum kawin). terutama terjadi dalam hubungan dengan kasih sayang orang tua. keluarga merupakan penghasil/pelanjut keturunan. karena dalam masa kehamilan tersebut bayi sudah dapat merekam apa yang terjadi atau apa yang dialami oleh ibu yang sedang hamil. karena anak mengenal pendidikan yang pertama kali adalah di lingkungan keluarga.Hubungan yang kurang baik antara orang tua dan anak disebabkan oleh: a) Kurangnya pengetahuan orang tua tentang cara mendidik anak. Misalnya terlalu memanjakan anak. d) Kekaburan norma-norma dalam keluarga. maka seseorang tersebut cendrung akan melakukan kegiatan yang sifatnya dapat memuaskan kebutuhan seksualnya. hal tersebut akan berpengaruh terhadap bayi dalam kandungannya. ketakutan. buang kotoran masih menjadi kewajiban orang tuanya dan kebutuhan fisik maupun psikis masih sangat tergantung kepada orang tuanya. penolakan anak dan terlampau menguasai anak. akibatnya kemungkinan timbul konflik bathin pada diri anak yang merasa diperlakukan kurang baik. Dalam keluarga selalu terdapat perbedaan antara anak dengan anak yang lain. Dorongan seksual apabila tidak tersalurkan atau tersalurkan tetapi tidak dibenarkan oleh norma-norma yang ada dalam masyarakat. Komunikasi antara anak dan anak. dan . yaitunya: 1) Fungsi pengaturan seksual. Keluarga juga berfungsi sebagai perlindungan dan pemeliharaan terhadap semua anggota keluarga. Fungsi tersebut. Kebutuhan seks merupakan salah satu kebutuhan biologis setiap manusia. Orang tua tidak dapat menyesuaikan diri dengan situasi perubahan dala masyarakat dan merasa bingung dengan perubahan yang terlalu cepat di masyarakat. Dalam hal ini pendidikan ditujkan kepada ibu hamil. dan kedudukan sebagai anak pertama. Untuk menghindarinya orang tua perlu berbuat adil dan bijaksana terutama dalam pemberian kasih sayang. jenis kelamin. Untuk menlangsungkan kehidupan suatu masyarakat atau bangsa demi kesinambungan suatu generasi manusia. 4) Fungsi pendidikan. Ketegangan. 3) Fungsi perlindungan dan pemeliharaan. Misalnya ibu yang sedang hamil merasa takut dan mengalami ketegangan-ketegangan terutama pada bulan-bulan akhir dari kehamilannya. kedua dan seterusnya. sebagi penerus bagi kehidupan manusia yang turun temurun. Misalnya bayi masih harus menyusu kepada ibunya. b) Orang tua kurang mengikuti perobahan kehidupan anak. terutama remaja di luar keluarga. Bahkan pendidikan itu dapat berlangsung pada saat anak masih dalam kandungan.

Seperti dikemukakan Horton dan Hunt (dalam Sayekti. 1994) bahwa semua masyarakat pertama-tama mempercayakan kepada keluarga untuk sosialisasi anak ke dalam orang dewasa yang dapat berfungsi dengan sukses dalam masyarakat. ide-ide. mengubah impulsimpuls dalam dirinya dan mengambil alih cara hidup atau kebudayaan masyarakat. segala sikapdan tingkah laku kedua orang tuanya sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.gangguan-gangguan lainnya yang menyertai si bayi dalam merekam suasana itu akan terekam untuk selama-lamanya di dalam ingatan anak. Keluarga mempunyai peran yang sangat penting dala proses sosialisasi anak. dan standar tingkah laku dalam masyarakat di mana dia hidup. Maka jelaslah bahwa keluarga merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan anak. Disfungsi Keluarga Disfungsi keluarga adalah anggota keluarga yang tidak dapat menjalankan fungsi sesuai dengan peran masing-masingnya. Dadang Hawari (1996) mengemukakan bahwa keluarga adalah organisasi bio-psikososial. Motivasi yang kuat ini melahirkan hubungan emosional antara orang tua dan anak. ketentraman dan kedamaian. Pendidikan dala keluarga merupakan pendidikan kodrati. C. namun suatu ikatan dinamis (bergerak) yang memungkinkan para anggota keluarga itu berkembang dan tumbuh. dalam kelompokyang demikian anak dapat diikuti dengan seksama oleh orang tuanyadan penyesuaian secara pribadi dalam hubungan sosial lebih mudah terjadi. Dalam kategori ini setiap gangguan keluarga yang dapat merupakan komplikasi atau variasi dari perkembangan keluarga yang biasa: . 5) Fungsi sosialisasi. b) Orang mempunyai motivasi yang kuat untuk mndidik anak. Sayekti (1994) menyatakan bahwa pergaulan antara orang tua dan anak-anaknya yang diliputi rasa cinta kasih. b) Dala proses sosialisasi itu individu mempelajari kebiasaan. yang dinamakan disfungsi keluarga (keluarga yang tidak berfungsi). Anak merupakan perluasan biologis dan sosial rang tuanya. pola-pola dan tingkah laku. maka orang tua memainkan peranan yang penting terhadap proses sosialisai anak. c) Karena hubungan sosial dalam keluarga bersifat relatif tetap. akan menciptaan anak yang mampu berkembang ke arah kedewasaan yang wajar. 1. Namun tidak selamanya ikatan dinamis dan harmonis itu berjalan dengan baik. Vembrianto (1978) mengemukakan pentingnya peranan keluarga dala proses sosialisasi. yaitu: a) Keluarga merupakan kelompok kecil yang anggota-anggotanya berinteraksi face to face secara tetap. sikap. karena keluarga sebagai kelompok primer yang di dalamnya terjadu interaksi antara para anggota dan di sanalah terjadi proses sosialisasi. bukan suatu ikatan yang sifatnya statis (kaku) dan membelenggu. para ahli mencoba membagi atau mengklasifikasikan mengenai berbagai gangguan atau disfungsi keluarga. c) Semua sifat dan kecakapan yang dipelajaridala proses sosialisasi itu disusun dan dikembangkan sebagai satu kesatuan sistem dalam diri pribadinya. Dala keluarga. di mana pada anggotanya terikat dengan satu ikatan khusus untuk hidup bersama. Tidak jarang dalam perkembangan dan pertumbuhannya mengalami berbagai gangguan. Disfungsi keluarga biasa. karena anakmerupakan buah cinta kasih hubungan suami istri. Dala upaya mempelajari permasalahan keluarga tersebut. Bemriato (1978) mengemukakan bahwa proses sosialisasi adalah: a) Proses sosial belajar yaitu proses akomodasi dengan man individu menahan.

ditandai dengan: 1) Kesukaran karena perubahan peranan sebagai ayah atausebagai ibu. 4) Kesulitan untk melepaskan diri dari keluarga asal. Keluarga baru. 2. Disfungsi keluarga sehubungan dengan kelahiran anak. d.a. yaitu ayah dan ibu yang tidak kawin. 2) Kegagalan dalam mengadakan perjanjian dan tanggung jawab perkawinan. d. Disfungsi perkembangan keluarga. Disfungsi keluarga sehubungan dengan pengasuhan anak yang ditandai dengan: 1) Kegagalan untuk menciptakan suasana psikologis yang sehat untuk keluarga yang semakin besar. Orang tua mungkin mempunyai kesulitan untuk melepaskan diri dari anak-anaknya yang sudah dewasa dan untuk menegakkan kembali keseimbangankembali perkawinan mereka. 3. 2) Kesukaran dalam mengorganisasi keluarga sebagai suatu kelompok. serta antara sesama anak. c. antara orang tua dan anak-anak. ibu dan anak-anak) dapat pula mengalami berbagai gangguan di antara anggota keluarga. Disfungsi keluarga primer. Disfungsi keluarga karena berkurangnya anggota keluarga. cocok dan harmonis. suami/istri dapat berfungsi dengan baik. c. Hal ini terjadi manakala orang tua tidak siapuntuk berpisah dengan salah satu anggota keluarganya. namun dalam bentuk perkawinan malah terbalik. 3) Menunjukkan suatu perkawinan yang neurotik (gangguan kejiwaan) karena ada harapan-harapan yang menimbulkan konflik. maka berbagai disfungsi dapat disebutklan sebagai berikut: a. Keluarga dapat mengalami kesukaran penyesuaian diri kembali setelah berpisah dengan salah seorang anggota keluarganya itu. Kombinasi pasangan tersebut ialah: . Sebagai individu. e. b. Dilihat dari sudut perkembangan. maka berbagai gangguan atau disfungsi yang dapat terjadi pada keluarga adalah: a. Keluarga terputus karena terjadi perceraian antara kedua orang tua. 3) Kesukaran dalam menghadapi beberapa anak dengan usia yang berbeda-beda. Disfungsi antar anggota keluarga. di mana anak-anak sudah besar dan ingin berdiri sendiri. Berdasarkan sifat hubungan suami istri. Catatan: ada juga single parent family. Dalam bentuk keluarga ini diperlukan kembali penyesuaian diri dari masing-masing pihak. Permasalahan dapat timbul karena hubungan dengan keluarga yang lama. Keluarga tidak stabil yang berkelanjutan. Disfungsi perkawinan di mana suami istri merupakan pasangan yang saling melengkapi. Keluarga tunggal sebagai akibat dari perceraian atau perpisahan suami dan istri. sebelum terjadi perceraian. perpisahan. masing-masing membentuk keluarga sendiri-sendiri (tidak kawin lagi). ibu dan anak. Terjadi disfungsi anggota pasangan suami istri yang disebabkan oleh: 1) Ketidakmampuan untuk membentuk hubungan yang rukun. b. sebagian anak ada yang ikut ayah dan sebagian lain ikut ibu. atau perceraian yang berulang kali. 4) Kesukaran dalam menghadapi permasalahan kebersamaan dan perpisahan dalam upaya mengatasi segi tiga antara ayah. suami/istri atau ayah/ibu dan anak-anaknya. Termasuk dalam kategori ini adalah gangguan hubungan suami istri (orang tua). namun mempunyai anak angkat (adopsi) atau anak yang diperolehnya bukan dari perkawinan. Disfungsi maturitas (kematangan) keluarga. 2) Harapan neurotik yang dihubungkan dengan anak yang dilahirkan. Disfungsi subsistem suami istri terjadi karena perkawinan. satu bentukkeluarga di mana masing-masing suami/istri kawin kembali. Keluarga sebagai suatu subsistem (ayah. Ketidakstabilan yang terjadi karena perpindahan.

D. 4) Mandiri/serba kuasa dan serba ketergantungan. Perselisihan antara anak-anak ini dapat melibatkan kedua orang tua ataupun keluarga lainnya. biologis dan sosial ekonomi serta memberi ketentuan hak dan kewajiban terhadap pasangan. Dari uraian yang telah dikemukakan. Terjadi permasalahan dalam keluarga karena adanya persaingan atau perselisihan antara satu anak dengan anak yang lain. Disfungsi keluarga terjadi sehubungan dengan kondisi psikopatologis (sakit secara psikologis) pada ke dua orang tua. Disfungsi perkawinan di mana kedua suami istri saling menggantungkan diri. Pendapat beberapa ahli tentang keluarga dapat disimpulkan yaitu keluarga adalah suatu kesatuan hidup atau ikatan persekutuan hidup yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah antara seorang pria dan seorang wanita berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. 3) Obsesi-kompulsif dan hysterik (lembut dan kasar). Disfungsi keluarga sebagai kelompok. integrasi antar anggota. Disfungsi hubungan orang tua anak Dalam hal ini permasalahan keluarga timbul karena terjadi gangguan interaksi (hubungan) antara orang tua dan anak. Keluarga yang dipimpin oleh kedua orang tua yang perfeksionis (harus serba sempurna). pendidikan. usia.1) Dominan dan submisif (menerima). 2) Emosional dingin dan sangat omesional (perasa). merasa tidak berdaya dan secara emosional imatur (tidak dewasa). Disfungsi keluarga terjadi sehubungan dengan kondisi yang simbolik dan bersamaan pada psikopatologi orang tua dan anak. e. komunikasi. c. cara hidup. Disfungsi keluarga terjadi karena adannya kondisi psikopatologis pada anak. penyelesaian tugas. c. 5) Sadis dan mosochis (sering dikasiari) b. Keluarga di mana terdapat keseimbangan yang patologis (sakit). maka dala melihat permasalahan bagi upaya pembinaan kesejahteraan kehidupan keluarga. Perkawinan dipertahankan semata-mata karena alsan agama dan sosial. Keluarga di mana terjadi kekacauan peran dan fungsi antar anggota keluarga. e. Disfungsi perkawinan di mana hubungan suami istri menjadi berkurang dan hubungan menjadi dingin. Berbagai permasalahan dapat timbul sehubungan dengan organisasi keluarga itu sendiri. 5. Disfungsi keluarga terjadi sehubungan dengan adanya konflik segitiga antara ayah. Masing-masing . Terdapat perbedaan besar dalm kepribadian. Termasuk dalam kategori ini adalah sebagai berikut: a. c. b. Keluarga yang dipimpin oleh kedua orang tua yang imatur (tidak dewasa). yaitunya: kebutuhan psikologis. d. Keluarga di mana antara sesama anggota keluarga tidak terdapat kepuasan satu dengan lainnya. Tujuan hidup berkeluarga adalah untuk saling memenuhi kebutuhan. 6. Disfungsi sesama saudara/anak. pembagian peran. Ringkasan Istilah keluarga masih mempunyai arti yang berbeda. pekerjaan dan sebagainya. Disfungsi perkawinan penuh konflik di mana suami istri merupakan kombinasi dua orang yang kedua-duanya mempunyai kecendrungan untuk menguasai dan mengendalikan. Tiap keluarga mempunyai ciri khusus yang berbeda satu denga yang lainnya. d. klasifikasi di atas dapat dipakai sebagai pedoman. sistem nilai. d. dan lain sebagainya. 4. ibu dan anak. yang dapat berupa: a. hubungan emosional. b. Disfungsi perkawinan di mana terajadi perbedaan tanaj antara suami istri.

yaitu: nuclear family atau confugal family atau basic family yaitu keluarga yang yang terdiri dari suami. Extended family consangume atau family atau joint family yaitu keluarga yang tidak hanya terdiri dari suami. disfungsi hubungan orang tua dan anak. dan disfungsi keluarga sebagai anggota kelompok. dalam UU No. by Rahmat Ha Pe di 20:52 Label: Psikologi dan Konseling Keluarga http://r-doc. kemenakan. cinta kasih. sosialisasi dan pendidikan dalam keluarga. paman. nenek. Keluarga yang sehat adalah keluarga di mana hubungan antar anggota keluarganya berfungsi sepenuhnya. budaya. dan sebagainya. jenis dan tipe keluarga. disfungsi antar anggota keluarga.blogspot. istri dan anak-anak mereka. ekonomi.com/2010/11/teknik-teknik-dalam-bimbingan-dan.istri dan anak-anak mereka.html . perlindungan atau proteksi. serta fungsi pembinaan dan penggunaan lingkungan. Beberapa ahli mengemukakan pendapat tentang bentuk keluarga. 10 tahun 1992 dikemukakan delapan fungsi keluarga yaitu: keagamaan. disfungsi sesama saudara/anak.keluarga memiliki bentuk. bibi. melainkan termasuk juga orang-orang yanga ada hubungan darah dengan mereka misalnya kakek. reproduksi. disfungsi perkembangan keluarga. Fungsi keluarga yang tidak berjalan menurut semestinya (disfungsi keluarga) dapat menimbulkan permasalahan dalam keluarga. Disfungsi keluarga dapat dikategorikan sebagai disfungsi keluarga biasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful