Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang, 26-27 Oktober 2011

ISBN : 979-587-395-4

TMK-4 KARAKTERISASI PARAMETER MASUKAN UNTUK ANALISIS KESTABILAN LERENG TUNGGAL (STUDI KASUS DI PT. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM TBK. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN)
Masagus Ahmad Azizi1), Rr Harminuke Eko Handayani2), Jurusan Teknik Pertambangan FTKE Universitas Trisakti & Mahasiswa Program Doktor Program Studi Rekayasa Pertambangan ITB 2) Jurusan Teknik Pertambangan FT universitas Sriwijaya * Koresponensi Pembicara. Phone: +62 81380537611, +628127800007 Email: masagus70@yahoo.com dan harminuke@yahoo.co.id
1)

ABSTRAK Kestabilan lereng penambangan ditentukan oleh parameter geoteknik antara lain : sifat fisik & mekanik batuan, tinggi muka air tanah, getaran peledakan/gempa bumi, ground pressure alat-alat berat, struktur massa batuan, dan sebagainya. Akibat adanya ketidakpastian nilai parameter geoteknik yang digunakan dalam disain lereng tersebut menyebabkan lereng menjadi tidak stabil, sehingga diperlukan verifikasi terhadap parameter-parameter tersebut. Probabilistik adalah suatu cara untuk menentukan nilai faktor keamanan suatu sistem rekayasa dengan memperlakukan nilai masukan sebagai variabel acak, dengan demikian nilai faktor keamanan sebagai rasio antara gaya penahan dan gaya penggerak merupakan juga variabel acak. Pada proses ini nilai parameter masukan dan faktor keamanan akan dikarakterisasi distribusi nilai masing-masing. Di samping itu juga pendekatan ini dapat melihat faktor yang paling mempengaruhi kestabilan lereng melalui analisis sensitivitas perubahan nilai setiap parameter masukan terhadap nilai faktor keamanan. Tulisan ini menggambarkan proses karakterisasi parameter geoteknik untuk analisis kestabilan lereng tunggal lapisan interburden B2C (Batupasir) lokasi Curug Pangkul (TAL Selatan) PTBA Tanjung Enim menggunakan metode sampling Monte Carlo dan Metode Pencocokan Chi-Square. Adapun parameter yang akan dikarakterisasi adalah kohesi, sudut gesek dalam, dan densitas basah. Hasil penelitian menunjukkan distribusi fungsi kohesi dan sudut gesek dalam adalah seragam, distribusi fungsi densitas adalah beta, serta distribusi fungsi factor keamanan adalah seragam. Hingga ketinggian lereng 40 meter dan sudut kemiringan lereng 600, lereng masih stabil (probabilitas kelongsoran lereng nol). Kata Kunci : Batubara , Geoteknik , Lereng penambangan , Probabilitas kelongsoran. A. PENDAHULUAN Probabilistik adalah suatu cara untuk menentukan nilai faktor keamanan suatu sistem rekayasa dengan memperlakukan nilai masukan sebagai variabel acak, dengan demikian nilai faktor keamanan sebagai rasio antara gaya penahan dan gaya penggerak merupakan juga variabel acak. Pada proses ini nilai parameter masukan
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya
328

Kriteria ini berdasarkan hasil analisis balik dari beberapa lereng yang diteliti oleh Hoek & Bray 1974. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 dan faktor keamanan akan dikarakterisasi distribusi nilai masing-masing. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 329 .al. nilai faktor keamanan digambarkan sebagai variabel acak yang mempunyai fungsi distribusi dengan parameter yang diperlakukan seperti nilai ratarata dan standar deviasi. Namun ketidakpastian yang terkait dengan geometri lereng. 2008) Suatu alternatif selain pendekatan FK untuk disain lereng adalah metode probabilistik yang didasarkan pada perhitungan probabilitas kelongsoran (PK) lereng.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. maka PK lereng dapat diestimasi. Gambar 1. Di samping itu juga pendekatan ini dapat melihat faktor yang paling mempengaruhi kestabilan lereng melalui analisis sensitivitas perubahan nilai setiap parameter masukan terhadap nilai faktor keamanan. kondisi pembebanan dan reliabilitas model mengakibatkan proses pemilihan sudut kemiringan lereng yang sesuai menjadi lebih sulit. kriteria nilai kemamputerimaan faktor keamanan untuk disain lereng yang ditetapkan 1. Kasus Kestabilan Lereng Batuan (Hoek & Bray. sehingga criteria ini tidak dapat diberlakukan secara umum dan bersifat kasuistis. Namun dari grafik tersebut terlihat bahwa masih ada lereng batuan yang longsor di atas kriteria faktor keamanan yang dapat diterima. Biasanya analisis kestabilan lereng tambang terbuka didasarkan nilai faktor keamanan (FK) saja. yakni rasio gaya penahan nominal dan gaya penggerak nominal. Namun kelemahan pendekatan FK tersebut untuk disain lereng adalah hanya bersifat kasuistis dan tidak dapat diberlakukan untuk kondisi lereng yang lain. Secara teoritis metode kesetimbangan batas menyatakan batas kritis lereng aman bila FK = 1. Steffen et.Nilai faktor keamanan disain lereng dapat dioptimasi dengan nilai probabilitas kelongsoran sehingga dapat memberikan tingkat keyakinan terhadap disain tersebut. Hal menarik dari metode probabilistik adalah representasi yang eksplisit dari ketidakpastian dalam kajian stabilitas lereng. Dengan mengkombinasikan distribusi ini dalam model deterministik yang digunakan dalam menghitung nilai FK. Penentuan sudut kemiringan lereng yang dapat diterima (acceptable angleof slope) adalah suatu parameter paling penting dalam perencanaan tambang terbuka. Berdasarkan gambar 1. 1974.3. Pada metode ini. sifat fisik dan mekanik batuan.. di mana lereng akan longsor bila FK<1 dan lereng akan aman bila FK>1.

Tetapi hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa suatu fungsi distribusi merupakan turunan dari fungsi yang lainnya. Metode Kesetimbangan Batas Kemantapan suatu lereng tergantung pada gaya-gaya penggerak dan gaya penahan yang ada pada lereng tersebut. gaya tiris atau muatan. Gambar 2 menggambarkan fungsi distribusi probabilitas dideskripsikan menjadi fungsi densitas probabilitas (PDF.1.Sebagai contoh. Analisis Probabilitas B. B.Cumulative Distribution Function). maka lereng tersebut tidak akan mengalami kelongsoran atau lereng dalam keadaan stabil.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.Untuk kurva Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 330 𝑮𝒂𝒚𝒂𝑷𝒆𝒏𝒂𝒉𝒂𝒏 𝑮𝒂𝒚𝒂𝑷𝒆𝒏𝒈𝒈𝒆𝒓𝒂𝒌 FK > 1. B. Dalam perhitungan analisis kestabilan lereng dengan metode ini hanya digunakan kondisi kesetimbangan statik saja serta mengabaikan adanya hubungan regangantegangan yang ada dalam lereng. atau menggunakan kedua kondisi kesetimbangan tersebut tergantung dari metode perhitungan yang dipakai. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 Tulisan ini menggambarkan secara rinci analisis probabilistik kestabilan lereng tunggal menggunakan metode kesetimbangan batas pada pada lapisan Interburden B2C (batupasir) lokasi Curug Pangkul (TAL Selatan) PTBA Tanjung Enim. Tetapi bila gaya penahan ini lebih besar dari gaya penggerak. DASAR TEORI B.0 : : . fungsi distribusi eksponensial merupakan bentuk khusus dari fungsi distribusi gamma yang memiliki parameter bentuk (a) bernilai 1. mudah digunakan serta telah terbukti kehandalannya dalam praktek rekayasa geoteknik selama bertahun-tahun. Fungsi Distribusi Probabilitas Fungsi distribusi probabilitas menggambarkan penyebaran suatu variabel acak yang digunakan untuk memperkirakan nilai probabilitas kemunculan suatu parameter.1.2.Asumsi lainnya yaitu geometri dari bentuk bidang runtuh harus diketahui atau ditentukan terlebih dahulu. Fungsi distribusi probabilitas memiliki sifat-sifat penyebaran yang khas dan unik yang menjadikan fungsi yang satu akan berbeda dengan fungsi yang lainnya. relatif sederhana. Kondisi kestabilan lereng dalam metode kesetimbangan batas dinyatakan dalam indeks Faktor Keamanan (FK). Gaya-gaya penggerak berupa gaya berat. Apabila gaya penggerak lebih besar dibandingkan dengan gaya penahan maka akan menyebabkan terjadinya kelongsoran. Fungsi densitas probabilitas mendeskripsikan daerah kemungkinan relatif dimana suatu bilangan acak dapat diasumsikan sebagai suatu nilai unik dibandingkan nilai lainnya.Probability Density Function) dan fungsi distribusi kumulatif (CDF. FK dihitung menggunakan kesetimbangan gaya atau kesetimbangan momen. kohesi dan kuat geser. sedangkan gaya-gaya penahan berupa gaya gesekan atau geseran.2. Kestabilan lereng biasa dinyatakan dalam bentuk faktor keamanan (FK) yang didefinisikan sebagai berikut: 𝑭𝑲 = Di mana: lereng dianggap stabil lereng dalam keadaan seimbang dan siap untuk bergerak apabila ada sedikit gangguan FK < 1.0 FK = 1.0 : lereng dianggap tidak stabil Metode kesetimbangan batas merupakan metode yang sangat populer.

dan kemampuan untuk memodelkan korelasi di antara variable dengan mudah (Hammah and Yacoub. rata-rata. Gabungkan hasil dari setiap perhitungan individual kepada hasil akhir.2. beta. dan Anderson-Darling (A-D). Untuk menentukan fungsi yang cocok. yang dapat digunakan baik untuk sampel data Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 331 . Pencocokan (Fitting) Fungsi Probabilitas Ada beberapa metode dalam melakukan proses pencocokan terhadap fungsi distribusi parameter masukan. Menggunakan metode Monte Carlo maka akan memperbanyak data secara acak mengikuti fungsi yang ditentukan. antara lain : Chi-Squared (C-S). Pada penelitian ini hanya menggunakan metode Chi-Squared. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 distribusi faktor keamanan. 2006). maka dapat ditentukan dari hasil proses pencocokan.2. Metode ini merupakan metode pencocokan terbaik. Kolmogorov-Smirnov (K-S). gamma). Lakukan perhitungan secara deterministic menggunakan data masukan 4. Nilai parameter yang paling kecil mencerminkan fungsi distribusi terbaik. standar deviasi) dicocokkan ke dalam 7 fungsi asumsi yang akan dipilih (Pada program SLIDE ada 7 fungsi : normal. eksponensial. Definisikan domain (daerah asal) dari masukan data yang memungkinkan 2. Fungsi Densitas Probabilitas Gambar 2. Tahapan yang dilakukan dalam metode ini sebagai berikut : 1. lebih fleksibel dalam menggabungkan suatu varietas distribusi probabilitas yang cukup besar tanpa banyak penarfsiran. Algoritma ini digunakan sebagai landasan simulasi bilangan acak untuk menentukan fungsi distribusi probabilitas yang sesuai. Fungsi Distribusi Probabilitas Fungsi Distribusi Kumulatif B. Masing-masing metode ini akan menghasilkan nilai parameter statistik.al. Beberapa keuntungan metode Monte Carlo yakni sederhana. maka luas kurva yang diarsir merupakan probabilitas kelongsoran lereng. Hasil analisis statistik dari masing-masing nilai parameter masukan (nilai minimum. 1. Simulasi Monte Carlo Simulasi Monte Carlo adala suatu nama kode algoritma yang ditemukan oleh John von Newmann (1946) atas perintah Stanislaw Ulam (Pathak et. 2009).Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. lognormal. Munculkan masukan secara acak dari domain yang sudah ditentukan menggunakan distribusi probabilitas tertentu 3. Umumnya analisis stabilitas lereng dengan metode kesetimbangan batas menggunakan simulasi Monte Carlo untuk menghitung probabilitas kelongsoran. seragam. maksimum. triangular.

Untuk menghitung nilai parameter chi-squared. Kabupaten Muara Enim Propinsi Sumatera Selatan. Menurut Pudjobroto. maka langkah pertama memecah nilai sumbu x menjadi beberapa bin.. Tambang batubara Air Laya dengan luas wilayah Kontrak Penambangan (KP) 7. Muara Tiga Besar dan Bukit Kendi Gambar 3. pada area penelitian yang sangat mencolok adalah adanya intrusi batuan beku (andesit) yang berbentuk dike. juga terdapat Tambang Banko. Lokasi tambang ini merupakan area penambangan dengan dimensi bukaan terbesar dan produksi terbesar pula yang dimiliki PTBA saat ini. Pada bagian selatan intrusi. Di lapangan terlihat bahwa kekuatan intrusi ini menyebabkan terjadinya breksiasi pada daerah sekitar intrusi dan adanya hubungan menjari yang kacau antara batuan sedimen dan batuan beku di dekat area intrusi. (2000). Selain Tambang Air Laya.i Ei = Jumlah sampel ekspektasi dalam bin ke-i C. yaitu Bukit asam dike. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 kontinyu maupun diskret. wilayah tambang Air Laya setidaknya memiliki tiga tubuh intrusi yang utama. Bukit Asam (Persero) Tbk. LOKASI PENELITIAN Lokasi Tambang PT. Pada bagian timur dan utara Bukit Asam terbentuk zona breksiasi pada Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 332 .700 Ha.. A. terletak di wilayah Tanjung Enim. Pada area Curug Pangkul. Lokasi Penelitian D. LITHOLOGI DAERAH PENELITIAN Selain Formasi Muaraenim. Bukit Asam dike merupakan tubuh intrusi terbesar dan dimungkinkan sebagai sumber magma dari seluruh intrusi yang terdapat pada area ini. seharusnya dalam kondisi normal ketebalananya mencapai 40 m. terlihat intrusi berasosiasi dengan menurunnya ketebalan batubara dan inter/overburden-nya. Suban sill dan Air Laya parasitic cone. Formulasi untuk menghitung nilai parameter chi-squared yakni : 𝜒 2 = 𝑁𝑖 − 𝐸𝐼 2 𝐾 𝑖=1 𝐸𝑖 (2) Di mana : K = Jumlah bin Ni = Jumlah sampel observasi dalam bin ke.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. sill dan tubuh batholite. interval antara seam A1 dan B2 hanya 8 meter. kurang lebih berjarak 190 km di sebelah baratdaya ibukota propinsi Sumatera Selatan/Palembang dan dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 4 – 5 jam.

0000 142 0. LBG 39 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 1 Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Overburden A1 Kada r Air Wn % 9 12. Lapisan/Stratigrafi Interburden A2-B1 Lapisan/stratigrafi Interburden A2-B1 terdapat pada titik seri bor LBG dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 3 Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Interburden A2-B1 Kadar Berat Batas Batas Koefisie Bobot Isi Air Jenis Plastis Cair n Parameter Wn γw γd WP WL k Kelulusa Statistik Gs % kN/m kN/m3 % % m/s n Air 3 Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 333 . dikenal dengan nama batulempung hitam dengan fragmen-fragmen batupasir dalam batulempung tersebut.00 55.80 2.0000 021 11 12.13 k m/s 4 0.90 b.57 1.66 2.0000142 0.46 17.66 18. Lapisan/Stratigrafi Overburden A1 Lapisan/stratigrafi overburden Overburden A1 terdapat pada titik seri bor LBG 38.0000 124 0.00 25.00 25.81 1.0000 101 0. E.23 16.63 2. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 batulempung dengan lebar kira-kira 30-50 m.00 42.13 20.08 1.99 20.67 19.02 20.25 3 3 17.14 11.0000142 0.73 0.00 - 1 42.00 - 1 0. Deviasi 3 8.54 1.0000142 - c.37 4.00 42.00 75.88 22.19 2. LBG 39 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 2.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.80 2.71 4.82 1 25.52 Parameter Statistik Data Amount Minimum Maximum Average Std. maka perlapisan batuan area ini dapat dikelompokkan sebagai berikut: a.00 24.30 16.42 Bata s γd Plast is kN/m 3 Bata s WP Cair % 7 21. SIFAT FISIK BATUAN Dari hasil uji sifat fisik batuan hasil pemboran pada area Curug pangkul.00 33. Lapisan/Stratigrafi Interburden A1-A2 Lapisan/stratigrafi Interburden A1-A2 terdapat pada titik seri bor LBG 38.69 0.39 Koefisien Kelulusan Air WL % 7 43.37 21.95 22. Batuan sedimen lain juga menunjukkan efek bakar (backing efect) terutama terlilhat pada bagian utara intrusi Bukit Asam.06 Bobot Isi γw kN/m3 11 16.10 3 19.84 12.28 3 2. Deviasi Bera t Jeni Gs s 11 2. Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Interburden A1-A2 Kadar Berat Batas Batas Koefisie Bobot Isi Air Jenis Plasti Cair n Parameter Wn γw γd WP WL k s Kelulusa Statistik Gs 3 % kN/m kN/m % % nm/s Air Data Amount Minimum Maximum Average Std.

Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.72 2.20 3.60 7 2. LBG. 73 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 4 Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Interburden B1-B2 Kadar Berat Batas Batas Koefisie Bobot Isi Air Jenis Plastis Cair n Parameter Wn γw γd WP WL k Kelulusa Statistik Gs 3 % kN/m kN/m % % nm/s Air 3 Data Amount Minimum Maximum Average Std.01 - - 1 0.73 2.71 3 7 19.00 2. Deviasi 7 7. 40 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 5.05 6 18.68 18.00 22.88 20. Deviasi 7 7.19 11. 38 dan LBG. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 6 4 19. Lapisan/Stratigrafi Interburden B1-B2 Lapisan/stratigrafi Interburden B1-B2 terdapat pada titik seri bor LBG 39 dan ALB.52 20.0000117 0.92 20. Lapisan/Stratigrafi Interburden B2-C Lapisan/stratigrafi Interburden B2-C terdapat pada titik seri bor LBG 38 dan LBG.00 48.75 2.79 9.74 12.32 12.52 22.03 7 21.00 25.0000112 - F.88 21.30 d.79 17.81 2.00 67.0000122 - e.70 22.95 1.74 1.06 7 2.0000013 Data Amount Minimum Maximum Average Std.0000127 0.0000140 0.34 2.66 13.0000124 0. Lapisan/Stratigrafi Overburden A1 Lapisan/stratigrafi overburden Overburden A1 terdapat pada titik seri bor LBG37.72 - 2 21.49 20. Deviasi 2 10.08 19. 39 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 334 .86 23.90 22.58 4 40.25 12.20 1.78 0. Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Interburden B2-C Kadar Berat Batas Batas Koefisie Bobot Isi Air Jenis Plastis Cair n Parameter Wn γw γd WP WL k Kelulusa Statistik Gs % kN/m kN/m3 % % nm/s Air Data Amount Minimum Maximum Average Std.01 - - - 2 0.58 4 0.38 21.03 16.87 0.30 - 2 19.0000112 0. SIFAT MEKANIK BATUAN Dari hasil evaluasi pengujian sifat mekanik batuan di lokasi penelitian dikelompokkan berdasarkan stratigrafi/Lapisan batuan dengan hasil sebagai berikut: a.47 - 2 2.72 2.69 0.63 2.0000111 0.0000112 0.

98 19.08 29.74 18. γw : 12.03 14.45 1.91 23.75 kPa. LBG 39 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 7 Statistik Deskriptik Karakteristik Teknis/Mekanis Overburden A1 – A2 Parameter Statistik DataAmount Minimum Maximum Average Std.65 - ROCK SHEAR BOX Cp φp Cr φr kPa deg kPa deg 1 159.08 - Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 335 .89 26.06 .07 14.68 0.55 20.06 30.10 11.00 26.97 23.31 33.19 183.64 116. Lapisan/Stratigrafi Interburden A1-A2 Lapisan/stratigrafi Interburden A1-A2 terdapat pada titik seri bor LBG 38. Deviasi Cp kPa 7 17.64 - 2 92.66 2106.77 28.99 22.50 - d.24 27.53 28.83 18. Lapisan/Stratigrafi Batubara Lapisan/stratigrafi batubara yang diuji hanya batubara Lapisan B1 yang terdapat pada titik seri bor LBG 39 dengan parameter seperti sebagai berikut ini: Wn:16.36 40.94 51.17 32.28 kPa.35 kN/m3.96 DIRECT SHEAR Φp Cr (Deg) (kPa) 3 3 15.59 RSB Cr φr (kPa) (Deg) 2 2 158.61 27.32 b.32 3.71 2 18.36 65.01 39. Cr : 115. Deviasi Cp (kPa) 3 23.51 208.54 69.98 φr (Deg) 3 11.37 19.06 51.35 UCS σc (kPa) 2 327.02 67.97 121.83 4. Lapisan/Stratigrafi Interburden A2-B1 Lapisan/stratigrafi Interburden A2-B1 terdapat pada titik seri bor LBG ….86 deg.60 2 79.74 φr deg 7 21.99 DIRECT SHEAR φp Cr deg kPa 7 7 26.17 18.50 24.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.75 23.49 3884. υr : 28.14 25.87 159.87 1 22. dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 8 Statistik Deskriptik Karakteristik Teknis/Mekanis Overburden A2 – B1 Parameter Statistik DataAmount Minimum Maximum Average Std. UCS ( σC): d 1177.55%. c.91 42.57 TRIAXIAL φp Cr deg kPa 3 3 18.64 22.64 22. Deviasi Cp kPa DIRECT SHEAR φp Cr φr deg kPa deg 2 21.97 27.46 26. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 Tabel 6 Statistik Deskriptik Karakteristik Fisik Lapisan Interburden B2-C Parameter Statistik DataAmount Minimum Maximum Average Std.54 φr deg 3 14.44 100.87 159.59 Cp kPa 3 14.36 140.85 19.14 49.γ : 10.84 22.

20 UCS σc (kPa) 4 2474. PENGOLAHAN DATA Proses ini merupakan pengolahan data terhadap parameter masukan yakni densitas basah (insitu density).680 98.332 1397.870 1.460 LogNor N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 336 Gamma N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya .000). Tabel 10.90 3677.100 606.1.338 44.716 6275. υp: 30.502 0.538 5.160 206.460 99.86 5723.583 7.528 1.640 8.834 2294.620 80.892 10.634 41.160 204.870 1. kohesi dan sudut gesek dalam residual.214 80.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.646 2.200 8. Hasil Karakterisasi Distribusi Kohesi “Residual” Nilai Parameter Fungsi Jumlah Simulasi 1 Jumlah Iterasi 100 1000 10000 2 100 1000 10000 5 100 Normal 5. υr: 24.989 8.12 deg dan 1 pengujian ―Rock Shear Box‖ dengan Cr: 205.748 2293.01 kPa.990 Eskpon 41. 2 dan 5) dan iterasi (100. Deviasi ROCK SHEAR BOX Cr (kPa) φr (Deg) 7 7 158. Dalam proses ini dibantu dengan menggunakan perangkat lunak @RISK yang menggunakan variasi simulasi (1.64 52. Lapisan/Stratigrafi Interburden B1-B2 Lapisan/stratigrafi Interburden B1-B2 terdapat pada titik seri bor LBG 39 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Hasil pengujian lapisan interburden B1-B2 dari 4 titik bor hanya 1 pengujian ―Direct Shear‖ dengan nilai Cp: 221.99 215. Lapisan/Stratigrafi Interburden B2-C Lapisan/stratigrafi Interburden B2-C terdapat pada titik seri bor LBG 38 dan LBG 40 dengan parameter seperti pada tabel berikut ini: Tabel 9 Statistik Deskriptk Karakteristik Teknis/Mekanis Interburden B2-C Parameter Statistik DataAmount Minimum Maximum Average Std.86 kPa. 1000 dan 10.940 Seragam 1.788 6275.51 30. υr: 30.984 1391.37 deg.460 605.86 27. Metode pencocokan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Chi-Squared.74 1469.46 deg f.97 324.12 G.10 1.980 Triangular 8. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 e. Parameter Batuan Lapisan OB-A1 (batupasir)  Kohesi “Residual” Hasil proses karakterisasi terhadap parameter kohesi ―residual‖ lapisan Interburden B2C (batupasir) lokasi Curug Pangkul menunjukkan fungsi yang paling memenuhi adalah Beta dan Seragam.580 Beta 2.370 10. E.546 4.531 1. Cr: 173.47 29.25 kPa.

820 239.620 554.309 8.572 2293. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 1.544 10.718 5902.326 1.770 0.060 552.042 1396. Fungsi Distribusi Kohesi “Residual”  Sudut Gesek Dalam “Residual” Hasil proses karakterisasi terhadap parameter sudut gesek dalam ―residual‖ lapisan OB-A1 lokasi Curug Pangkul menunjukkan fungsi yang paling cocok adalah Beta dan Seragam.214 3101.320 0.557 0.880 123.464 1.976 37.736 80.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.659 36.168 5903.540 0.799 Gambar 4.320 0.486 5904.940 552. Tabel 11.003 11.420 LogNor N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Gamma N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 2 100 1000 10000 5 100 1000 10000 Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 337 .218 5.544 Triangular 11.449 1.460 1896.480 240.077 10.442 1.770 0.040 3102.615 0.596 Seragam 0.383 0.040 5.238 6271.670 122.384 1.661 607.801 N/A N/A N/A N/A 1000 10000 202.500 0.100 122. Hasil Karakterisasi Distribusi Sudut Gesek Dalam “Residual” Jumlah Simulasi 1 Jumlah Iterasi 100 1000 10000 Nilai Parameter Fungsi Normal 6.478 Eskpon 37.474 1896.286 3102.990 0.820 240.706 1895.796 Beta 1.559 0.354 99.

Untuk fungsi lognormal dan gamma tidak dapat menghitung nilai parameter statistic sehingga hasil perhitungannya tidak ada.562 Beta 0.008 LogNor N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A Gamma N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A N/A 2 5 H. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 Gambar 5.600 316.022 310.520 1383.1. Fungsi Distribusi Sudut Gesek Dalam “Residual”  Densitas Basah Hasil proses karakterisasi terhadap parameter densitas basah lapisan OB-A1 lokasi Curug Pangkul menunjukkan fungsi yang paling cocok adalah beta.388 95.110 0.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang.078 3295.980 8.870 2. standar deviasi dan jenis fungsi distribusi dimasukkan dalam analisis kestabilan lereng tunggal.740 28.840 30.100 324. 3 jenis jumlah iterasi yang digunakan dalam proses karakterisasi.196 311. tinggi muka air tanah dan seismic loading digunakan nilai asumsi yang digunakan dalam disain lereng PTBA.206 2.894 Eskpon 129.080 73. ANALISIS F.851 27.236 14562.862 309.930 Seragam 33.308 2.360 324.940 1415.080 72.047 Triangular 3. Analisis Kestabilan Lereng Tunggal Hasil karakterisasi terhadap paramater batuan yang mencakup: nilai minimum.446 95.652 716.742 14530.020 1408. Tabel 12. Dalam penelitian ini menggunakan metode keseimbangan batas dengan bantuan software SLIDE. maksimum.520 72.760 8.642 1.604 3298.840 30. Untuk parameter masukan lain seperti geometri lereng.272 95. nilai parameter statistic yang paling kecil adalah fungsi beta (Tabel 12).174 718.703 29.420 8. Hasil Karakterisasi Distribusi Densitas Basah Jumlah Simulasi 1 Jumlah Iterasi 100 1000 10000 100 1000 10000 100 1000 10000 Nilai Parameter Fungsi Normal 2.546 3305.576 125.435 123.652 718.160 14540. Hal ini dibuktikan dari hasil variasi 3 jenis simulasi.834 3. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 338 .

2. maka analisis ini difungsikan untuk penanganan lereng jangka pendek.5 1 0. Analisis Sensitivitas Parameter Masukan Terhadap Faktor Keamanan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 339 . karena dalam waktu yang tidak lama akan digali/dikupas.bishop simplified 1. sementara parameter lainnya tidak berpengaruh cukup signifikan. dan indeks reliabilitas lereng (Gambar 6). 2.5 0 20 40 60 80 100 Percent of Range (mean = 50%) Int B2 . Gambar 6. Hal ini berguna dalam proses penanganan lereng untuk perencanaan lereng jangka pendek dan jangka panjang. Mengingat dalam penelitian ini lereng yang dianalisis adalah lereng tunggal yang bersifat sementara. probabilitas kelongsoran.5 2 Factor of Safety .Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. Analisis Sensitivitas Analisis ini digunakan untuk melihat parameter masukan yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap perubahan nilai faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran.C : Cohesion (kN/m2) Gambar 7. Hal penting dalam proses penangangan terhadap lereng tunggal ini adalah melakukan optimasi terhadap geometri lereng yang aman. Contoh Keluaran Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Pendekatan Probabilistik F. Gambar 7 menunjukkan pengaruh parameter yang paling sensitif terhadap faktor keamanan lereng tunggal adalah kohesi. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 Hasil analisis kestabilan lereng menggunakan pendekatan probabilistik ini menghasilkan nilai faktor keamanan deterministik dan rata-rata.

Hasil perhitungan probabilitas kelongsoran lereng tunggal material lapisan B2C menunjukkan hingga tinggi lereng 40 meter dengan sudut kemiringan 600. dan distribusi fungsi densitas adalah beta. beta. Probabilitas Kelongsoran (PK) Probabilitas kelongsoran lereng ditentukan dengan cara menghitung luas (FK< 1) di bawah fungsi yang sudah ditentukan sebelumnya dari hasil proses fitting.  Menggunakan metode Monte Carlo nilai-nilai tersebut di-generate berdasarkan fungsi yang akan dianalisis.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. Ada beberapa tahap proses fitting ini meliputi:  Input nilai rata-rata. Gambar 8. yang mana fungsi yang memiliki nilai parameter statistik paling kecil merupakan fungsi yang paling mendekati distribusi fungsi faktor keamanan. eksponensial dan gamma.  Penentuan parameter statistik dari masing-masing fungsi menggunakan metode chi-squared. lognormal. I.4. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini sebagai berikut :  Karakterisasi terhadap distribusi fungsi kohesi dan sudut gesek dalam adalah seragam.3. Hasil proses pencocokan menunjukkan bahwa jenis fungsi distribusi faktor keamanan adalah Seragam. dan maksimum dari nilai faktor keamanan.  Hasil perhitungan probabilitas kelongsoran lereng tunggal material lapisan B2C (batupasir) menunjukkan hingga tinggi lereng 40 meter dengan sudut Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 340 . minimum. Untuk mempermudah proses pencocokan ini dilakukan dengan menggunakan software @RISK. Fungsi ini selanjutnya digunakan untuk menentukan probabilitas kelongsoran lereng tunggal dari masing-masing skenario. Proses ini dilakukan dengan 1000 iterasi dengan 5 simulasi. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4 F. dalam hal ini ada 7 fungsi distribusi normal. standar deviasi. seragam.  Karakterisasi terhadap nilai faktor keamanan hasil analisis kestabilan lereng menunjukkan fungsi terbaik adalah seragam. triangular. Fungsi Distribusi Faktor Keamanan F. lereng masih tetap stabil atau dengan kata lain probabilitas kelongsorannya nol. Proses Pencocokan Jenis Fungsi Distribusi Faktor Keamanan Proses fitting jenis distribusi dilakukan dengan menganalisis nilai FK hasil pendekatan probabilistik.

K. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences 42 (2005).. Faktor of Safety and Probability of Failure. J. Japan. Kansakar B.Tokyo. 2005.J. pp. Application of Probabilistik Approach in Rock Slope Stability Analysis — An Experience from Nepal. R.. Hasil analisis ini perlu dikomparasi dengan metode lainnya sehingga dapat meningkatkan suatu hasil disain yang dapat diaplikasikan secara operasional. Universal Academy Press. Rockscience.Rock Engineering.Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang. 797–802.J. PUSTAKA  @RISK software.  Pine. Roberds.. A risk-based approach for the design of rock slopes subject to multiple failure modes – illustrated by a case study in Hong Kong. 26-27 Oktober 2011 ISBN : 979-587-395-4  kemiringan 600. 2006. pp. Poudel R. Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya 341 . 261 – 275. Inc. and W. Elsevier Ltd.R. Chapter 8 . .  Pathak S.  SLIDE Software.. Palisade  Hoek E. lereng masih tetap stabil atau dengan kata lain probabilitas kelongsorannya nol..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful