BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang
Antropologi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani. Kata Anthropos berarti mansia dan logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia. Oleh karena itu antropologi didasarkan pada kemajuan yang telah dicapai ilmu pengetahuna sebelumnya. Pitirim Sorokim mengatakan bahwa Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial (gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral, hukum dengan ekonomi) dengan gejala lainnya (nonsosial). Berbeda dengan pendapat Rouceke dan Warren yang mengatakan bahwa Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan kelompok-kelompok.

Nah berasarkan uraian di atas, maka Sosiologi adalah jelas merupakan ilmu sosial yang objeknya adalah masyarakat sebagai ilmu. Ia berdiri sendiri karena telah memiliki unsur ilmu pengetahuan. Dalam ilmu antropologi hukum dipelajari juga mengenai Peran, Status atau kedudukan, Nilai, Norma dan juga Budaya atau kebudayaan. Kesemuanya ini merupakan hal-hal yang sangat erat kaitannya dengan ilmu antropologi hukum.

Rumusan Masalah
Dalam rumusan masalah di sini, maka akan dicari jawaban daripada : 1. Apakah pengertian Peran/peranan.role dalam ilmu antropologi hukum? 2. Apakah pengertian Status/kedudukan dalam ilmu antropologi hukum? 3. Apakah pengertian Nilai dalam ilmu antropologi hukum? 4. Apakah pengertian Norma dalam ilmu antropologi hukum? 5. Apakah pengertian Budaya/Kebudayaan dalam ilmu antropologi hukum?

1

Maksud dan Tujuan Penulisan makalah ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. Norma dan Budaya/kebudayaan dengan kehidupan masyarakat di kehidupan yang nyata 2 . Memenuhi tugas mata kuliah Antropologi Hukum 2. Status. Norma. Nilai. Nilai. Sebagai arahan agar mahasiswa dapat mengkorelasikan hubungan antara teori Peran. Status. dan juga Budaya/kebudayaan dalam kaitannya dengan masyarakat sebagai sasaran ilmu Sosiologi. Memberikan gambaran teori mengenai Peran. 3.

Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat 2. Artinya. seseorang menduduki suatu posisi dalam masyarakat serta menjalankan suatu peranan. NILAI. Posisi seseorang dalam masyarakat (social-position) merupakan unsur statis yang menunjukkan tempat individu dalam masyarakat. dan hak-hak serta kewajiban-kewajibannya. dan sebagai suatu proses. STATUS Kedudukan (status) diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial.BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN PERAN. Suatu peranan paling tidak mencakup tiga hal berikut : 1. apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. Peranan merupakan suatu konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi. Peranan yang melekat pada diri seseorang harusa dibedakan dengan posisi dalam pergaulan masyarakat. Jadi. Masyarakat pada umumnya mengembangkan dua macam kedudukan(status). penyesuaian diri. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial. dalam arti lingkungan pergaulannya. PERAN Peranan merupakan aspek dinamis dari kedudukan. 3. maka dia telah menjalankan suatu peranan. Kedudukan ini diperoleh karena kelahiran 3 . Ascribed Status yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memerhatikan perbedaan-perbedaaan rohaniah dan kemampuan. Peranan lebih banyak menunjuk pada fungsi. NORMADAN BUDAYA/KEBUDAYAAN. STATUS. Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain. prestisenya. yaitu sebagai berikut : 1. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan digambarkan dengan istilah “kedudukan” (status) saja. yaitu seorang yang melaksanakan hakhak dan kewajibannya.

Status ini sering berhubungan erat dengan Achieved Status. biasanya keputusan akan diambil berdasarkan pertimbangan nilai sosial yang lebih tinggi. Drs. yaitu Assigned Status yang merupakan kedudukan yang diberikan. Contoh. masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. tak heran apabila antara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lain terdapat perbedaan tata nilai. Contohnya ketika menghadapi konflik. Kadang-kadang dibedakan lagi satu macam kedudukan. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat pengawas (kontrol) perilaku manusia dengan daya tekan dan daya mengikat tertentu agar orang berprilaku sesuai dengan nilai yang dianutnya. Sebagai contoh. sedangkan mencuri bernilai buruk. Nilai sosial dapat memotivasi seseorang untuk mewujudkan harapan sesuai dengan peranannya. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut masyarakat. Suparto mengemukakan bahwa nilai-nilai sosial memiliki fungsi umum dalam masyarakat. orang menanggap menolong memiliki nilai baik. Nilai sosial juga berfungsi sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat. Kedudukan ini bersifat terbuka bagi siapa saja. dalam arti bahwa suatu kelompok atau golonganmemberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada seseorang yang berjasa yang telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Achieved Status yaitu kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja. pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang. mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Selain itu. Di antaranya nilai-nilai dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk.2. yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. tergantung dari kemampuan masing-masing dalam mengejar serta mencapai tujuan-tujuannya. NILAI Nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. Sementara apda masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama. nilai sosial juga berfungsi sebagai penentu terakhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Dengan nilai tertentu anggota kelompok akan merasa sebagai satu kesatuan. 4 .

Mereka hidup dalam kelompok-kelompok. yang berasal dari kata Latin Colere. Menurut Edward B. Dalam kehidupannya. religius. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. BUDAYA/KEBUDAYAAN Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. Ada/ tidaknya norma diperkirakan mempunyai dampak dan pengaruh atas bagaimana seseorang berperilaku. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. baik kelompok komunal maupun kelompok materiil. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks. dan cipta masyarakat. dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris. Melville J. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yang mana akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang 5 . kebudayaan adalah sarana hasil karya. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian. kebudayaan disebut culture. rasa. hukum. Menurut Andreas Eppink. nilai. Sanksi yang diterapkan oleh norma ini membedakan norma dengan produk sosial lainnya seperti budaya dan adat.NORMA Norma dalam antropologi hukum adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. secara individu/kelompok menyebabkan benturan kepentingan. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. norma. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. manusia sebagai mahluk sosial memiliki ketergantungan dengan manusia lainnya. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. moral. kepercayaan. adat istiadat. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. yaitu mengolah atau mengerjakan. Tylor. Dari berbagai definisi tersebut. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. Kebutuhan yang berbeda-beda. yang kemudian disebut sebagai superorganic. Untuk menghindari hal ini maka kelompok masyarakat membuat norma sebagai pedoman perilaku dalam menjaga keseimbangan kepentingan dalam bermasyarakat. kesenian.

peralatan hidup. dan lain-lain. seni. kebudayaan itu bersifat abstrak. religi. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. bahasa. yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat 6 . berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata.terdapat dalam pikiran manusia. misalnya pola-pola perilaku. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. organisasi sosial.

Sedangkan kedudukan sosial (social status) artinya tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Peranan adalah aspek dinamis dari kedudukan. namun ada kalanya norma itu dilanggar ketika norma itu melanggar agama dll. norma. status sosial seseorang di nilai dari ke aktifan orang itu di dalam masyarakat Norma masyarakat yang di buat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. dan lain-lain. seharusnya harus di patuhi bukannya di langgar. Namun untuk mempermudah dalam pengertiannya maka dalam kedua istilah di atas akan dipergunakan dalam arti yang sama dan digambarkan dengan istilah “kedudukan” (status) saja. nilai. Norma adalah seluruh kaidah dan peraturan yang diterapkan melalui lingkungan sosialnya. Nilai (Nilai Sosial) adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. prestisenya. menghargai nilai-nilai yang dipercaya oleh mayarakat. Budaya adalah hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. dalam arti lingkungan pergaulannya. dan hak-hak serta kewajibankewajibannya. mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Kebudayaan merupakan keseluruhan pengertian. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat SARAN Seharusnya manusia sadar akan peranannya di dalam masyarakat itu. Hargai orang lain. Status adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. yaitu seorang yang melaksanakan hak-hak dan kewajibannya. supaya kita dihargai oleh rang lain karena tingkah laku kita mempengaruhi kedudukan sosial kita. 7 . ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. religius.

45.DAFTAR PUSTAKA M.J. 16. Antropologi Suatu Pengantar.2006. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada Ensiklopedi Indonesia.id.org 8 . 18 Februari 2009 www. Herskovits.wikipedia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful