PAJAK DAN RETRIBUSI Pengertian Pajak dan Retribusi 1.

Pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh wajib pajak berdasarkan norma- norma hukum tanpa mendapat balas jasa secara langsung. Contoh : PPH, PPN, PPn, PBB dan Bea Materai. 2. Retribusi adalah pembayaran yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan fasilitas tertentu. Contoh : Retribusi Parkir, Retribusi Galian Pasir. Dasar - dasar Pemungutan Pajak 1. UUD 1945. 2. UU No. 16/Th.2000 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan. 3. UU No. 17/Th.2000 tentang Pajak Penghasilan (PPh). 4. UU No. 18/Th.2000 tentang pajak Pertambahan Nilai Barang/ Jasa (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. 5. UU No. 12/Th.1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. 6. UU No. 19/Th.1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. 7. PP No. 24/Th.2000 tentang Bea Materai. Jenis - Jenis Pajak A. Jenis pajak berdasarkan pihak yang menanggung. 1. Pajak Langsung adalah pajak yang pembayarannya harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak lain. Contoh : PPh, PBB. 2. Pajak Tidak Langsung, adalah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan kepada pihak lain. Contoh : Pajak Penjualan, PPN, PPn-BM, Bea Materai dan Cukai. B. Jenis pajak berdasarkan pihak yang memungut. 1. Pajak Negara atau Pajak Pusat adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Pajak pusat merupakan salah satu sumber penerimaan negara. Contoh : PPh, PPN, PPn dan Bea Materai. 2. Pajak Daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Pajak daerah merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintahan daerah. Contoh : Pajak tontonan, pajak reklame, PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) PBB, Iuran kebersihan, Retribusi terminal, Retribusi parkir, Retribusi galian pasir. C. Jenis pajak berdasarkan sifatnya. 1. Pajak Subjektif adalah pajak yang memperhatikan kondisi keadaan wajib pajak. Dalam hal ini penentuan besarnya pajak harus ada alasan-alasan objektif yang berhubungan erat dengan kemampuan membayar wajib pajak. Contoh : PPh. 2. Pajak Objektif adalah pajak yang berdasarkan pada objeknya tanpa memperhatikan keadaan diri wajib pajak. Contoh : PPN, PBB, PPn-BM.

Provinsi dan kabupaten/kota diberikan kewenangan untuk melakukan pungutan baru. Fungsi Alokasi adalah fungsi pajak sebagai sumber pemasukan keuangan negara untuk kemudian dialokasikan untuk pengeluaran rutin negara. retribusi didefenisikan sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Khusus untuk retribusi. Jasa merupakan kegiatan pemerintah daerah berupa pelayanan yang menyebabkan barang. pemerintah memandang perlu mengganti UU No 18 Tahun 1997. pada umumnya sektor swasta atau sering disebut kebijakan fiskal. Fungsi Budgeter adalah fungsi pajak sebagai sumber pemasukan keuangan negara untuk pembiayaan pembangunan. 1. Di pihak lain. 4. kehadiran UU No 28 Tahun 2009 harmonisasi dengan UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Fungsi regulasi adalah pajak yang digunakan sebagai alat untuk mengatur atau mencapai tujuan-tujuan tertentu. Untuk itu.Berdasarkan hal tersebut.Fungsi Pajak 1. Retribusi diatur melalui UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh pribadi atau Badan. disamping untuk menjawab permasalah tersebut. merupakan jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinimakti oleh orang pribadi atau Badan. Sebagian besar pengeluaran APBD dibiayai dana alokasi dari pusat. didasari untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerimaan pajak dan retribusi daerah. Berdasarkan evaluasi pemerintah. 3. Namun dalam kenyataannya. retribusi digolongkan menjadi 3 kelompok yaitu. Retribusi Jasa Umum atau Retjaum (Pasal 110 ayat 2). fasilitas. hampir semua retribusi baru yang ditetapkan oleh Daerah memberikan dampak yang kurang baik terhadap iklim investasi dan mengakibatkan ekonomi biaya tinggi karena tumpang tindih dengan pungutan pusat dan merintangi arus barang dan jasa antardaerah. Fungsi Sosial adalah pemungutan pajak disesuaikan dengan kekuatan seseorang untuk dapat mencapai pemuasan kebutuhan setinggi-tingginya. 18 Tahun 1997 hanya mengatur mengatur prinsip-prinsip dalam menetapkan jenis Retribusi yang dapat dipungut Daerah. Jenis retribusi ini dapat tidak . retribusi diakui belum memadai dan memiliki peranan yang relatif kecil terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) khususnya bagi daerah kabupaten dan kota. Kehadiran UU No 18 Tahun 1997. Dengan diberlakukannya Undang-Undang ini. dimana merupakan pengganti UU No 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000. 2. kemampuan Daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya semakin besar karena Daerah dapat dengan mudah menyesuaikan pendapatannya sejalan dengan adanya peningkatan basis pajak daerah dan diskresi dalam penetapan tarif. dengan tidak memberikan kewenangan kepada Daerah untuk menetapkan jenis pajak dan retribusi baru akan memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Dalam UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi. UU No.

dan pihak swasta. Menteri Dalam Negeri mengajukan permohonan pembatalan peraturan daerah kepada Presiden. pengecualian jasa kepelabuhanan yang disediakan. barang. BUMN. dan pengecualian tempat yang disediakan. merupakan pemberian izin kepada orang pribadi atau Badan untuk melakukan kegiatan usaha penangkapan ikan dan pembudidaya ikan. atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. dan selanjutnya Kepala Daerah bersama DPRD mencabut peraturan daerah dimaksud. Terkait dengan usaha perikanan. termasuk fasilitas lainnya dilingkungan pelabuhan yang disediakan. dan/atau dikelola oleh pemerintah daerah. yakni Retribusi Izin Usaha Perikanan (Pasal 141. pelayanan perizinan tertentu oleh Pemda kepada pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pengaturan dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. butir h). 3.dipungut apabila potensi penerimaaannya kecil dan/atau atas kebijakan nasional/daerah untuk memberikan pelayanan tersebut secara cuma-cuma 2. dan (b) Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan (Pasal 127. dimiliki dan/atau dikelola oleh BUMN. butir c). Retribusi Perizinan Tertentu atau Retzitu (Pasal 140). Rekapitulasi Peraturan Daerah Terkait Usaha Perikanan Dengan Status Telah Dibatalkan dan Direkomendasikan Untuk Dibatalkan Sampai dengan Tahun 2009 . Selanjutnya . Objek retribusi meliputi jasa kepelabuhanan. prasarana. Menteri Keuangan merekomendasikan pembatalan Peraturan Deaerah yang dimaksud kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. terdiri dari 23 Perda Provinsi dan 92 perda kabupaten/kota untuk dibatalkan. daerah dapat dikenakan sanksi berupa penundaan atau pemotongan Dana Alokasi Umum dan/atau Dana Bagi Hasil atau restitusi melalui Peraturan Menteri Keuangan. Tabel 2. berdasarkan rekomendasi Menteri Keuangan tersebut. Kepala Daerah harus menghentikan pelaksanaan Peraturan Derah paling lama 7 hari. dimiliki dan/atau dikelola oleh pemerintah (pusat). peraturan daerah yang bertentangan dengan kepentingan umum dan/atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Khusus untuk usaha perikanan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan sampai dengan tahun 2009. pelayanan yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial yang meliputi: Pelayanan dengan menggunakan/memanfaatkan kekayaan daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Menteri Keuangan telah merekomendasikan kepada Menteri Dalam Negeri sejumlah 132 Peraturan Daerah. Menindaklanjuti rekomendasi tersebut. Retribusi Jasa Usaha atau Retjaus (Pasal 126). sarana. BUMD dan pihak swasta. Objek retribusi termasuk tempat yang dikontrak oleh pemerintah daerah dari pihak lain untuk dijadikan tempat pelelangan. yakni : (a) Retribusi Tempat Pelelangan (Pasal 127. 54 Perda telah dibatalkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri. Umumnya alasa pembatalan perda tentang retribusi karena bertentangan dengan undangundnag/peraturan diatasnya serta mengakibatkan ekonomi biaya tinggi karena tumpang tindih dengan pungutan pusat dan merintangi arus barang dan jasa antardaerah. merupakan tempat pelelangan yang secara khusus disediakan oleh pemerintah daerah untuk melalakukan pelelangan ikan termasuk jasa pelelangan serta fasilitas lainnya yang disediakan di tempat pelelangan. jenis retribusi yang dapat dipungut oleh pemerintah daerah. dimiliki. butir e). BUMD. dan/atau Pelayanan oleh Pemda sepanjang belum disediakan secara memadai oleh pihak swasta. penggunaan sumber daya alam. Pelanggaran terhadap ketentuan ini. Berdasarkan Pasal 158 UU No 28 Tahun 2009.

5 tahun kedepan pemerintah melakukan upaya debottlenecking supaya tidak ada lagi sumbatan-sumbatan yang prinsip dalam pelaksanaan pembangunan. masih banyak terdapat sumbatansumbatan dan kemandekan dari pembangunan. hambatan di berbagai simpul pembangunan. kemacetan. ketika memimpin Kabinet Indonesia Bersatu I tahun 2004-2009.shvoong. Berdasarkan hal tersebut. debottlenecking didefenisikan upaya untuk mengatasi sumbatan.com Id. termasuk yang ada didaerah.Tabel 3. kemudian mekanisme pengambilan keputusan yang tidak tertib dan sebagainya. dan Pengarahan Rapimnas TNI pada tanggal 25 Januari 2010. Akibatnya ekonomi nasional terhambat untuk mencapai hasil yang paling maksimal.com Kompas. misalnya peraturan yang saling kontradiktif satu sama lain. Sumber: Wikipedia. Menurut Presiden SBY. Beberapa Alasan Pembatalan Perda tentang Retribusi DEBOTTLENECKING (PENGHAPUSAN RETRIBUSI PERIKANAN) Mengutip Sambutan Presiden SBY pada Penutupan Rapat Kerja RPJM Tahun 2010-2014 tanggal 3 Februari 2010. dalam sektor-sektor tertentu.com .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful