BANDING BEZA TEORI KOGNITIF OLEH JEAN PIAGET & LEV VYGOTSKY

PERBEZAAN
- Penekanan aspek perkembangan kendiri - 4 Konsep asas: Skemata, asimilasi, akomodasi & keseimbangan

KONSEP

Penekanan peranan sosial & budaya dalam perkembangan kanak2

4 Faktor: Kematangan biologi, interaksi individu dgn persekitaran, pengalaman sosial & keseimbangan (p’adaptasian)

FAKTOR PERKEMBANGAN

2 Faktor: Interaksi sosial & kemahiran berbahasa

4 Peringkat utama: Sensorimotor, praoperasi, operasi konkrit & operasi formal

PERINGKAT/TAHAP

1. Zon Perkembangan Proksimal (ZPD) – Had atas, ZPD & Had Bawah 2. Scaffolding – Mengubah suai tahap sokongan yg diberi

Piaget Pandangan Penekanan Kognitivisme Urut-urutan perkembangan kognitif menetukan urutan perkembangan bahasa Pemacu kepada perkembangan bahasa Kanak-kanak sejak lahir telah dilengkapi dengan alat naluri yang berbentuk mekanikal umum. Alat mekanisme kognitif yang bersifat umum inilah digunakan untuk menguasai segala-galanyatermasuk bahasa.

Vygotsky Perspektif Sosio-Kognitif Perkembangan bahasa adalah melalui persekitaran kanak-kanak itu sendiri.

Bahasa berkembang dari interaksi sosial dengan orang lain. Pada awalnya, satu-satunya fungsi bahasa ialah komunikasi

KESIMPULAN – Kedua-dua teori ini pada keseluruhannya menekankan pengalaman sedia ada dan interaksi dengan individu sekeliling

BIBLIOGRAFI
Pengenalan Pendidikan Awal Kanak-kanak. Kuala Lumpur: Open University Malaysia. http://valmband.multiply.com/journal/item/11 http://ipotes.wordpress.com/2008/05/11/teori

-kognitif/

TEORI KOGNITIF PIAGET
Jean Piaget mendapati kemampuan mental manusia muncul di tahap tertentu dalam proses perkembangan yang dilalui. Menurut beliau lagi, perubahan daripada satu peringkat ke satu peringkat seterusnya hanya akan berlaku apabila kanak-kanak mencapai tahap kematangan yang sesuai dan terdedah kepada pengalaman yang relevan. Tanpa pengalaman-pengalaman tersebut, kanak-kanak dianggap tidak mampu mencapai tahap perkembangan kognitif yang tinggi.

Oleh yang demikian, beliau telah membahagikan perkembangan kognitif kepada empat tahap yang mengikut turutan umur. Tahap-tahap perkembangan tersebut ialah :
   

Tahap Sensorimotor @ deria motor (dari lahir hingga 2 tahun) Tahap Praoperasi ( 2 hingga 7 tahun) Tahap Operasi Konkrit (7 hingga 12 tahun) Tahap Operasi Formal (12 tahun hingga dewasa)

Keurutan dari tahapan Piaget memiliki 3 karakteristik penting: 1. General theory  asumsi bahwa semua aspek dari kognisi berkembang dalam suatu cara yang terintegrasi, melalui arah dan perubahan yang hampir serupa. 2. Invariant  tahapan yang ada selalu mengikuti urutan yang telah ditetapkan dan tidak ada tahapan yang dapat dilewat. 3. Universal  tahapan yang ada dapat diasumsikan untuk menggambarkan tahapan kognitif setiap anak-anak dimana saja. PERUBAHAN KOGNITIF MENURUT PIAGET • Struktur psikologis = suatu cara yang terorganisir untuk mengerti tentang pengalaman yang ada, yang disebut sebagai skema  berubah sesuai dengan usia. •

Mulanya skema berupa suatu pola tindakan sensorimotor. Contoh: bayi berumur 6 bulan melihat, menggenggam, dan menjatuhkan benda  “skema menjatuhkan” benda yang masih kaku namun seiring dengan pertambahan usia  menjadi tindakan yang disengaja dan semakin kreatif dalam pelaksanaannya.  sebelum melakukan suatu tindakan anak menunjukkan bahwa terlebih dahulu ia berpikir sebelum melakukan hal tersebut.

Perubahan menandai perubahan dari pendekatan sensorimotor pada pendekatan kognitif yang didasarkan pada mental representation (penggambaran didalam diri mengenai informasi yang dapat dimanipulasi oleh pikiran).

Mental representation yang memiliki pengaruh besar adalah:

1. Images  penggambaran secara mental terhadap benda, individu lain dan ruang  dapat menelusuri kembali langkah-langkah yang telah kita lakukan saat kita kehilangan suatu benda. Concepts  kategori yang mengelompokkan benda-benda dan kejadian-kejadian yang serupa  menjadi seorang pemikir yang lebih efisien, dapat mengorganisir berbagai pengalaman yang ada menjadi sesuatu yang lebih berarti, teratur, dan lebih mudah diingat • 2 proses yang terlibat dalam perubahan dari sensorimotor pada pre operational adalah adaptasi (adaptation) dan organisasi (organization) 1. Adaptasi: melibatkan pembuatan skema melalui interaksi dengan dunia luar, terdiri dari 2 aktivitas yang bersifat komplementer, yaitu : – Asimilasi  menggunakan skema yang ada untuk mengintepretasikan dunia luar Akomodasi  menyesuaikan skema lama dan membuat skema baru untuk menghasilkan sesuatu yang lebih sesuai dengan lingkungan. Saat anak tidak banyak mengalami perubahan maka kondisi ini disebut cognitive equilibrium (kondisi tenang & nyaman).

Saat anak mengalami perubahan kognitif yang cepat maka kondisi ini disebut cognitive disequilibrium or cognitive discomfort. Pada saat ini anak menyadari bahwa informasi yang diterima sudah tidak sesuai dengan skema yang ada  mereka mengganti asimilasi menjadi akomodasi. Perubahan maju dan mundur antara cognitive equilibrium dan disequilibrium yang mengarahkan pada skema yang lebih efektif = equilibration (ekuilibrasi) 2. Organisasi: merupakan suatu pengaturan yang dilakukan di dalam diri dan menghubungkan antar skema sehingga dapat terbentuk suatu sistem kognitif yang saling terhubung dengan kuat. Contoh: bayi akan mengkaitkan antara “menjatuhkan” ke “melempar” untuk mengembangkan pengertian “dekat” dan “jauh”.

TEORI SOSIO BUDAYA VYGOTSKY
• Vygotsky percaya semua proses kognitif yang lebih tinggi berkembang melalui interaksi sosial  anak belajar untuk semakin menguasai aktivitas yang ada dan berpikir dalam cara yang memiliki arti dalam budayanya  dijelaskan melalui zone of proximal development (suatu jajaran tugas yang belum dapat dilakukan oleh anak seorang diri tapi dapat dilakukan dengan bantuan individu yang lebih berpengalaman). Interaksi sosial yang efektif • Untuk meningkatkan perkembangan kognitif, dalam interaksi sosial harus terkandung beberapa komponen: 1. Intersubjectivity suatu proses dimana 2 orang partisipan yang memulai suatu tugas dengan pengertian-pengertian berbeda, sampai pada suatu pengertian yang dapat dibagikan. 2. Scaffolding perubahan kualitas dari dukungan selama sesi pengajaran dimana orang dewasa menyesuaikan bantuan yang mereka berikan agar sesuai dengan tingkatan tampilan yang dapat ditunjukkan oleh anak bantuan yang diberikan semakin dikurangi seiring dengan meningkatnya kompetensi.

TEORI NATIVIST CHOMSKY
 Teori tentang bagaimana bahasa dapat dipelajari dan digunakan oleh kanakkanak.  Percaya bahawa perangai dan fakulti pemikiran manusia mempunyai asas biologikal #Ertinya, kita dilahirkan dengan kebolehan dalaman (innate), yang membantu proses perkembangan dan pertumbuhan. *Contohnya, kebolehan dalaman untuk mempelajari dan menggunakan bahasa manusia.   Kanak-kanak dilahirkan dengan instrumen memperolehi bahasa LAD: language acquisition devise, kanak-kanak :   dapat menguasai bahasa secara semula jadi Tidak perlu bergantung kepada teknik meniru