Program Evaluasi dengan Metode CIPP

May 17, 2011 meitanursanti A. Pengertian Evaluasi Program

Pemahaman mengenai pengertian evaluasi program dapat berbeda-beda sesuai dengan pengertian evaluasi yang bervariatif oleh para pakar evaluasi. Pengertian evaluasi menurut Stufflebeam yang di kutip oleh Ansyar (1989) bahwa evaluasi adalah proses memperoleh dan menyajikan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan alternatif-alternatif pengambilan keputusan. Selanjutnya The joint committee on Standars For Educational Evaluation(1994) , mendefinisikan bahwa evaluasi sebagai kegiatan investigasi yang sistematis tentang keberhasilan suatu tujuan. Sedangkan Djaali, Mulyono dan Ramli (2000) mendefinisikan bahwa Evaluasi sebagai proses menilai sesuatu berdasarkan standar objektif yang telah ditetapkan kemudian diambil keputusan atas obyek yang dievaluasi. Rutman and Mowbray 1983, mendefinisikan evaluasi adalah penggunaan metode ilmiah untuk menilai implementasi dan outcomes suatu program yang berguna untuk proses membuat keputusan. Chelimsky (1989), mendefinisikan evaluasi adalah suatu metode penelitian yang sistematis untuk menilai rancangan,implementasi dan efektifitas suatu program. Wirawan (2006) Evaluasi adalah proses mengumpulkan dan menyajikan informasi mengenai objek evaluasi, menilainya dengan standar evaluasi dan hasilnya dipergunakan untuk mengambil keputusan mengenai objek evaluasi. Dari definisi evaluasi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi adalah penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan, selanjutnya menyajikan informasi dalam rangka pengambilan keputusan terhadap implementasi dan efektifitas suatu program. Evaluasi program adalah langkah awal dalam supervisi, yaitu mengumpulkan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula. Evaluasi program sangat penting dan bermanfaat terutama bagi pengambil keputusan. Alasannya adalah dengan masukan hasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan menentukan tindak lanjut dari program yang sedang atau telah dilaksanakan. Hal terpenting dan perlu ditekankan dalam menentukan program, yaitu 1) Realisasi atau implementasi suatu kebijakan,(2) Terjadi dalam waktu yang relatif lama, karena merupakan kegiatan berkesinambungan,(3) Terjadi dalam organisasi yang melibatkan sekelompok orang. Adapun kebijakan yang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi suatu program, keputusan yang diambil diantaranya : Menghentikan program, karena dipandang program tersebut tidak ada manfaatnya atau tidak dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, Merevisi program, karena ada bagian-bagian yang kurang sesuai dengan harapan. Melanjutkan program, karena pelaksanaan program menunjukkan segala sesuatunya sudah berjalan dengan harapan. Menyebarluaskan program, karena program tersebut sudah berhasil dengan baik maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat waktu yang lain. Secara umum alasan dilaksanakannya program evaluasi yaitu;

Program umum. 7. ada tiga komponen paling sedikit yang dapat dievaluasi: tujuan. 3. Program pemrosesan. rancangan merupakan peta perjalanan . Dan jenis program ini dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: 1. Alat komunikasi dengan stakeholder program. evaluasi program memerlukan proposal dan rancangan evaluasi.1. 4. maksudnya adalah sebuah kesatuan kegiatan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu sehingga merasa puas dengan tujuan program. maksudnya adalah sebuah program yang tidak tampak apa yang menjadi ciri utamanya. 5. Didalam evaluasi program pendidikan terdapat ketepatan model evaluasi yang berarti ada keterkaitan yang erat antara evaluasi program dengan jenis program yang dievaluasi. 3. 2. jika proposal merupakan usulan kegiatan maka. Dilaksanakan di tempat lain 3. What yaitu apa yang akan di evaluasi b. Pemenuhan ketentuan undang-undang dan peraturan pelaksanaannya. Perbedaan antara proposal evaluasi program dan rancangan evaluasi program terletak pada tekanan isinya. 2. Mengukur efektivitas dan efesiensi program. 6. Who yaitu siapa yang akan melaksanakan evaluasi c. Diteruskan 2. Program layanan. efek sampingan program. Dihentikan Untuk mempermudah mengidentifikasi tujuan evaluasi program. 8. kita perlu memperhatikan unsurunsur dalam kegiatan pelaksanaannya yang terdiri dari: a. Mengukur pengaruh. Keputusan mengenai program . Dirubah 4. 1. maksudnya adalah program yang kegiatan pokoknya mengubah bahan mentah (input) menjadi bahan jadi sebagai hasil proses (output). Seperti halnya penelitian. Alat mengontrol pelaksanaan program. Akreditasi program. Akuntabilitas pelaksanaan program. How yaitu bagaimana melaksanakannya Dengan memperhatikan pada tiga unsur kegiatan tersebut. pelaksana kegiatan dan prosedur atau teknik pelaksanaan.

atau tanda-tanda yang didapatkan dari lapangan. Tolok ukur hasil pendidikan dapat diketahui dengan adanya evaluasi. bagaimana yang belum ada dan apa sebabnya. menekankan garis besar bagian isi. namun pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar siswa. Tabulasi ini berisikan variabel-variabel objek yang akan diteliti dan angka-angka sebagai simbolisasi (label) dari kategori berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti. Pengolahan data. Analisis kebutuhan. Secara garis besar evaluasi program dilaksanakan melalui beberapa tahapan: tahap persiapan evaluasi program. b. Analisis kebutuhan dilakukan dengan sasarannya adalah siswa. Adapun pengertian evaluasi meliputi keduanya. padahal antara keduanya punya arti yang berbeda meskipun saling berhubungan. Tabulasi data. Meskipun sekarang memiliki makna yang lebih luas. Menyusun proposal evaluasi program.kegiatan yang akan dilaksanakan oleh evaluator dalam melaksanakan evaluasi. merupakan sebuah pengolahan dan pemrosesan hingga menjadi tabel dengan tujuan agar mudah saat melakukan analisis. metode pengumpulan data dan penentuan instrumen pengumpulan data. hal tersebut biasanya harus disesuaikan dengan metode yang sudah ditentukan oleh evaluator. Penentuan instrumen evaluasi yang menekankan pada alat apa yang diperlukan untuk mengumpulkan data. c. tahap pelaksanaan evaluasi program dan tahap monitoring pelaksanaan program. yaitu penentuan sumber data. kelas atau sekolah. dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Metodologi yang berisi tiga hal pokok. Pendahuluan. 2. Pengolahan data dengan komputer. Analisis data dalam evaluasi program pendidikan dapat dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut : 1. 2. hanya dengan memasukkan coding sheet langsun memprosesnya maka hasilnya akan diperoleh cepat. simbol. dengan memperhatikan butir sebagai berikut: a. Mengukur adalah membandingkan sesuatu dan satu ukuran (kuantitatif). seperti definisi yang pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950) beliau mengatakan. sedangkan menilai berarti mengambil satu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk (kualitatif). merupakan sebuah proses penting bagi evaluasi program karena melalui kegiatan ini akan dihasilkan gambaran yang jelas tentang kesenjangan antara hal atau kondisi nyata dengan kondisi yang diinginkan. 3. dalam hal apa. Untuk definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli lain yaitu Cronbach dan Stufflebeam. Dari pengolahan data ini dapat diperoleh keterangan/informasi yang bermakna atas sekumpulan angka. bahwa evaluasi merupakan proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana. . Hal-hal yang harus diperhatikan dalam merancang perencanaan evaluasi adalah sebagai berikut: 1. kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah data terkumpul dan ditabulasi. merupakan kemudahan bagi peneliti bila objek yang diteliti memiliki variabel banyak dan sangat kompleks. Jika belum. evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai pengukuran atau penilaian hasil belajar-mengajar.

Terdapat banyak model evaluasi program yang digunakan para ahli. penulis ikut bekerja di dalam Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan. model CIPP oleh Stufflebeam 1971 (dari Ward Mitchell Cates.definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai. riset yang penulis lakukan adalah membuat kerangka evaluasi yaitu: • Selalu mencari cara untuk mengatasi latar belakang masalah sesegera mungkin. • interview tak terjadwal. Teknik yang dilakukan dengan cara: • mengobservasi praktisi Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan. masukan. proses. dalam hal ini. Model Riset Evaluasi Riset yang dilakukan menggunakan metodologi action research untuk meningkatkan kerangka kerja dalam penerapan data dimana obyek tersebut menjadi kajian penelitian. Dengan melakukan action learning. dan • studi informasi yang tersimpan. Model CIPP (1971) melihat kepada empat dimensi yaitu dimensi Konteks. Action research adalah jenis metodologi riset yang dilakukan dengan secara aktif terjun langsung pada pemberi kebijakan yang akan diteliti. Untuk memahami hubungan model CIPP dengan pembuat keputusan dan akuntabilitas dapat diamati pada visualisasi sebagai berikut : Tipe Evaluasi Pembuat Keputusan Konteks Obyektif Input Proses Produk Dihentikan Dilanjutkan Dimidifikasi Program Ulang Solusi strategi Implementasi desain prosedur Akuntabilitas Rekaman Obyektif Rekaman pilihan Rekaman Proses Rekaman strategi desain Akutual pencapaian dan dan desain keputusan ulang . • Selalu mencari cara untuk meningkatkan framework yang sudah ada untuk menunjukkan bahwa riset memiliki hasil yang menguntungkan. • action learning. dimensi Input. tetapi digunakan untuk membuat keputusan. Keunggulan model CIPP memberikan suatu format evaluasi yang komprehensif pada setiap tahapan evaluasi yaitu tahap konteks. Untuk kriteria evaluasi kinerja. Model ini dikembangkan oleh Stufflebeam . 1990) . Keunikan model ini adalah pada setiap tipe evaluasi terkait pada perangkat pengambil keputusan (decission) yang menyangkut perencanaan dan operasional sebuah program. B. dan produk. penulis membuat dokumentasi terhadap setiap interaksi dengan kegiatan di Balai Pelatihan Pendidikan Kejuruan. Salah satunya adalah model CIPP ( Context – input – process – product). dimensi Proses dan dimensi Produk.

Evaluasi konteks memberikan informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan suatu program yang akan on going. Evaluasi konteks juga mendiagnostik suatu kebutuhan yang selayaknya tersedia sehingga tidak menimbulkan kerugian jangka panjang ( Isaac and Michael:1981) Evaluasi input meliputi analisis personal yang berhubungan dengan bagaimana penggunaan sumber-sumber yang tersedia. yaitu : 1. Memelihara catatan-catatan lapangan mengenai hal-hal penting saat implementasi dilaksanakan. Setiap aktivitas dimonitor perubahan-perubahan yang terjadi secara jujur dan cermat. kriteria-kriteria pengukuran yang telah dicapai. Pengukuran dkembangkan dan di administrasikan secara cermat dan teliti. Termasuk mengidentifikasi permasalahan prosedur baik tatalaksana kejadian dan aktifitas. Analisis ini akan membantu dalam merencanakan keputusan. alternatif-alternatif strategi yang harus dipertimbangkan untuk mencapai suatu program. Aktivitas evauasi produk adalah mengukur dan menafsirkan hasil yang telah dicapai. kemudian di interprestasikan harga dan jasa yang diberikan ( Stuflebeam and Shinkfield : 1986). Pencatatan aktivitas harian demikian penting karena berguna bagi pengambil keputusan untuk menentukan tindak lanjut penyempurnaan. Suatu kebutuhan dirumuskan sebagai suatu kesenjangan ( discrepancy view ) kondisi nyata ( reality ) dengan kondisi yang diharapkan ( ideality ). Informasi dan data yang terkumpul dapat digunakan untuk menentukan sumber dan strategi dalam keterbatasan yang ada. dan proses. Tujuan utama evaluasi proses seperti yang dikemukakan oleh Worthen and Sanders(1973). Berisi tentang analisis kekuatan dan kelemahan obyek tertentu. konteks juga bermaksud bagaimana rasionalnya suatu program. Secara garis besar. pembiayaan dan penjadwalan. membandingkannya antara baik untuk . anternatif strategi program. 2. Disamping itu catatan akan berguna untuk menentukan kekuatan dan kelemahan atau program ketika dikaitkan dengan keluaran yang ditemukan. Memperoleh informasi mengenai keputusan yang ditetapkan. Evaluasi masukan bermanfaat untuk membimbing pemilihan strategi program dalam menspesifikasikan rancangan prosedural. menentapkan kebutuhan dan merumuskan tujuan program secara lebih terarah dan demokratis. Pertanyaan yang mendasar adalah bagaimana rencana penggunaan sumber-sumber yang ada sebagai upaya memperoleh rencana program yang efektif dan efisien. Evaluasi ini merupakan catatan pencapaian hasil dan keputusan-keputuasan untuk perbaikan dan aktualisasi. Mengetahui kelemahan selama pelaksanaan termasuk hal-hal yang dipertahankan. Mengidentifikasi dan menilai kapabilitas sistem.Evaluasi konteks mencakup analisis masalah yang berkaitan dengan lingkungan program atau kondisi obyektif yang akan dilaksanakan. desain prosedur untuk strategi implementasi. dan 3. Evaluasi proses merupakan evaluasi yang dirancang dan diaplikasikan dalam praktik implementasi kegiatan. Keakuratan analisis akan menjadi bahan penarikan kesimpulan dan pengajuan saran sesuai standar kelayakan. Selain itu. Stufflebeam menyatakan evaluasi konteks sebagai fokus institusi yang mengidentifikasi peluang dan menilai kebutuhan (1983). input. kegiatan evaluasi produk meliputi kegiatan penetapan tujuan operasional program. Evaluasi produk adalah evaluasi mengukur keberhasilan pencapaian tujuan. Dengan kata lain evaluasi konteks berhubungan dengan analisis masalah kekuatan dan kelemahan dari obyek tertentu yang akan atau sedang berjalan. Evaluasi produk merupakan kumpulan deskripsi dan “judgement outcomes” dalam hubungannya dengan konteks.

2) Evaluasi masukan untuk keputusan strukturisasi yaitu menolong mengatur keputusan menentukan sumber-sumber yang tersedia. prosentase. Evaluasi internal dilakukan oleh evaluator dari dalam proyek sedangkan eksternal dilakukan evaluator dari luar institusi. Jenis konsep evaluasi diantaranya . Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan pada akhir program untuk memberikan informasi konsumen tentang manfaat atau kegunaan program. Hasil yang dinilai dapat berupa skor tes. pendekatan yang berorientasi pada tujuan. By Fuddin Van Batavia http://fuddin. Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan selama program itu berjalan untuk memberikan informasi yang berguna kepada pemimpin program untuk perbaikan program. yang berfokus pada keputusan. Model CIPP merupakan model yang berorientasi kepada pemegang keputusan. yaitu membantu merencanakan pilihan keputusan. serta prosedur kerja untuk mencapai tujuan yang dimaksud. yaitu evaluasi formatif dan sumatif. yaitu : 1) Evaluasi konteks melayani keputusan perencanaan. Bentuk kegiatan dalam evaluasi adalah evaluasi internal dan eksternal. rencana dan strategi untuk mencapai kebutuhan. data observasi. alternatif-alternatif yang diambil. Analisis produk ini diperlukan pembanding antara tujuan.wordpress. yaitu membantu keputusan sampai sejauh mana program telah dilaksanakan. Keputusan-keputusan yang diambil dari penilaian implementasi pada setiap tahapan evaluasi program diklasifikasikan dalam tiga katagori yaitu rendah. dan tinggi. Model ini membagi evaluasi dalam empat macam. menentukan kebutuhan yang akan dicapai dan merumuskan tujuan program. Selanjutnya dilakukan analisis kualitatif tentang mengapa hasilnya seperti itu. yang ditetapkan dalam rancangan dengan hasil program yang dicapai. sosiometri dan sebaginya yang dapat ditelusuri kaitanya dengan tujuantujuan yang lebih rinci.kenyataan lapangan dengan rumusan tujuan. merupakan system kerja yang dinamis. diagram data. berorientasi pada pemakai dan pendekatan yang responsive yang berorientasi terhadap target keberhasilan dalam evaluasi. 4) Evaluasi produk untuk melayani daur ulang keputusan. 3) Evaluasi proses melayani keputusan implementasi. moderat.com/2008/07/02/teori-evaluasi-dengan-cipp/ . dan menyusun penafsiran secara rasional. Keunggulan model CIPP Keempat macam evaluasi tersebut divisualisasikan sebagi berikut : Bentuk pendekatan dalam melakukan evaluasi yang sering digunakan yaitu pendekatan eksperimental.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful