nnnnP

Pasar Monopolistik

Nama anggota : Nopriyanto (115100482) Nicky chandra ( 115090384)

Pengertian Pasar Monopolistik
Pasar Monopolistik adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, kosmetik, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.

Pasar kosmetik merupakan contoh pasar monopolistik. Di Indonesia, pasar ini dikuasai oleh beberapa produsen seperti sari ayu dan mustika ratu. Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk

mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga.

tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen. setiap perusahaan dianggap mampu untuk membedakan produknya paling tidak dalam beberapa tingkat atau derajat dari produk-produk perusahaan saingannya.Misalnya. Sebut saja sepeda motor Honda. Jika semakin banyak perusahaan yang memasuki industri tersebut dan menawarkan . 2. Pada pasar persaingan monopolistik. sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Oleh karenanya. di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Asumsi Pasar Monopolistik 1.karena itu setiap perusahaan menganggap bahwa harga-harga pesaing. Setiap perusahaan dalam menentukan keputusannya tidak tergantung pada perusahaan lainnya. Namun demikian asumsi bahwa homogen sempurna dihilangkan.iklan dari pesaing tidak berbeda dengan tindakannya sendiri. Akibatnya tiaptiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing. pasar sepeda motor di Indonesia. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat. Oleh karena itu perubahan harga oleh suatu perusahan dianggap tidak akan mempengaruhi perusahaan lain untuk beraksi mengubah harga-harga mereka. jumlah perusahaan dalam suatu industri sangat banyak dan semuanya memproduksi produk adalah produk dasar yang sama. Dalam persaingan monopolistik sejalan dengan waktu persaingan jangka panjang akan banyak perusahaan yang akan memasuki pasar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak.

5. pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran. Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat . sehingga pencapaian laba tak sebesar seperti kedudukan yang mungkin bisa dicapai pada pasar persaingan . Kedudukan persaingan monopolistik akan membuka peluang pasar yang terbatas lingkup konsumennya. 4. 3. misalnya dari cara pengemasan. terhadap melainkan produk. Meskipun demikian. pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya. sehingga fanatisme Karenanya. Produsen Dapat mempengaruhi harga. Promosi penjualan harus aktif. namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis. maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.barang pengganti yang sangat dekat (tetapi tidak sempurna) maka pangsa pasar dari perusahaan yamg pertama akan menurun. Produsen dapat keluar masuk pasar. yaitu : 1. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil. bukan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen. Pada pasar ini harga merupakan dapat pendongkrak menimbulkan jumlah konsumen. saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Adanya Diferensiasi Produk. dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar. 2. iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen. maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli. Terdapat banyak produsen atau penjual.

Pasar monopoli menunjuk pada pasar di mana pasar dikuasai sepenuhnya oleh seorang penjual. Persaingan ini akan memacu perusahaan-perusahaan yang masuk dalam persaingan monopolistik untuk meningkatkan efisiensi mereka masing¬ masing. (2) pasar monopoli . terutama dalam persaingan kampanye periklanan yang mencoba menarik sebanyak-banyaknya konsumen. dan (4) pasar persaingan monopolistik. Sedangkan bentuk pasar yang lain adalah pasar persaingan monopolistik.bebas sempuma. Terdapat empat macam bentuk pasar dalam perekonomian. sifat-sifatnya mengandung unsur sifat-sifat pasar persaingan sempuma dan pasar monopoli. faktor perlindungan undang-undang. Kempat bentuk pasar itu adalah : (1) pasar persaingan bebas sempuma . Oleh sebab itu. Monopoli dapat terjadi karena faktor alam. (3) pasar oligopoli . Dampak yang timbul dari keadaan pasar persaingan monopolistik lazimnya mendekati keadaan pasar persaingan sempuma. baik sebagai penjual maupun pembeli. Persaingan menunjuk pada keadaan di mana terdapat banyak pesaing di pasar. Persaingan dapat berupa persaingan harga maupun persaingan nir-harga. maka pasar tersebut dinamakan pasar oligopoli. Bentuk pasar ini pada dasamya merupakan pasar yang berada di antara dua jenis bentuk pasar yang ekstrem. . yaitu pasar persaingan bebas sempuma dan pasar monopoli. besamya kekuatan perusahaan terutama dari segi keuangan dan pengalaman usaha. dengan demikian harga-harga juga cenderung mendekati harga pokok produksi. Dalam pasar persaingan monopolistik masih juga tetap ada persaingan antara perusahaan. Jika dalam suatu pasar terdapat beberapa perusahaan yang menjadi pemegang kekuasaan.

karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi. sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen Persaingan Monopolistik . kualitas maupun pelayanan. 4. Kebebasan keluar masuk bagi produsen. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya. baik dari segi harga. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi. karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik. Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai berikut : 1. 2. 3. Selain memiliki kebaikan. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik.Karakteristik Pasar Monopolistik Pasar Monopolistik memiliki kebaikan sebagai berikut : 1. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar. 2. 3. mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya. dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen.

Memulai suatu bisnis secara relatif adalah mudah. Sebagian besar operasi-operasi eceran berada dalam bentuk pasar ini.beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan.kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang. . Jumlah Monopolistik Perusahaan-perusahaan Persaingan Sejumlah besar perusahaan dalam persaingan monopolistik menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut adalah kecil dalam . tetapi untuk tetap bertahan dalam bisnis tersebut adalah tidak mudah.produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen . hal itu memerlukan kemampuan untuk menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut adalah berbeda dan lebih baik daripada yang dimiliki oleh para pesaing. Bisnis-bisnis kecil dari seluruh sektor jatuh dalam pasar kategori ini. .sejumlah besar perusahaan.jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut. Bentuk pasar persaingan monopolistik adalah keadaan biasa yang ekstrim.Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan . .

dimana jika tidak berhasil. Permintaan Persaingan Monopolistik Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena preferensi konsumen terhadap fiturfitur produk yang dibedakan tersebut. Kekuatan dari perusahaan manapun terhadap harga berasal dari hal yang sangat nyata ini bahwa produk-produk tersebut bukan merupakan penganti sempurna. Ini merupakan perbedaan yang utama antara bentuk pasar ini dan oligopoli. mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membalas jika perusahaan lain merubah harganya. Jalan Masuk Persaingan Monopolistik ke Dalam Pasar Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar yang ada dalam persaingan monopolistik. Meskipun mereka mempunyai beberapa kekuatan atas harga (sebagai perluasan bahwa produk-produk mereka dibedakan). Produk yang Dibedakan pada Persaingan Monopolistik Produk yang dibedakan dijual yang dijual oleh suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik memiliki beberapa fitur yang membuat seorang konsumen lebih menyukainya dibandingkan produk-produk serupa dari perusahaan-perusahaan lain yang tersedia. karena terdapat . Tindakan-tindakan non harga adalah perlu untuk membuat produk tersebut dibedakan.perbandingannya terhadap keseluruhan pasar. Akan tetapi. kebutuhan untuk membuat produk seseorang dibedakan mungkin memerlukan tindakan non harga. maka akan menggerakkan perussahaan itu keluar dari pasar. Bagaimanapun juga.

tingkat optimal keluaran ini menentukan harga yang dibebankan (pada kurva permintaan) dan biaya unit ratarata (pada kurva biaya total rata-rata). Secara grafik. Laba Persaingan Monopolistik Laba dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik ditentukan dalam cara yang sama seperti jenis pasar manapun dengan menemukan kuantitas optimalnya dimana pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal.beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung tersedia. maka restoran tersebut akan harus melayani konsumen dalam . Suatu restoran harus menerima para konsumen selama pendapatan tambahan atau marjinal melebihi biaya tambahan atau marjinal hidangan terakhir yang disajikan. mempunyai restoran sesuatu lainnya ditawarkan sedangkan menawarkannya: sebagai contoh. maka permintaannya menjadi sangat elastis. lokasi. atau sekedar suasananya. Labanya adalah kelebihan bidang pendapatan total terhadap bidang biaya total. kenyamanan. Permintaan akan suatu restoran tampaknya menjadi sangat elastis karena terdapat beberapa gerai makanan lainnya yang tersedia tidak restoran untuk elastis konsumen. sempurna Namun (misalnya untuk tidak permintaannya karena setiap horisontal) seperti dalam kasus persaingan sempurna. Hal ini kelihatannya jelas dalam proses pesanan yang membatasi jumlah langganan. Sebaliknya. Tanpa pesanan. ini berarti bahwa permintaan dalam pasar persaingan monopolistik lebih datar daripada monopoli. menu yang banyak.

Seluruh restoran yang berhasil memiliki sejumlah peniru. perusahaan mungkin mempertahankan sedikit laba dengan menggunakan tindakan non harga. maka perusahaan harus meninggalkan pasar dan mendorong permintaan ke atas. maka perusahaan harus memasuki pasar dan menggerakkan permintaan ke bawah. dan menyedot beberapa konsumen dan labanya. Keseimbangan Monopolistik Jangka Panjang Persaingan Keseimbangan jangka panjang dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah dimana permintaan bersinggungan dengan kurva biaya total rata-rata. Meskipun demikian. keragaman yang banyak Bagaimanapun juga. Dan jika disana harus terdapat rugi (ketika permintaan dibawah biaya total rata-rata). Beberapa rantai makanan telah mencoba untuk meniru McDonald. beberapa seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan . Bagaimanapun juga. Disana tidak terdapat laba. Jika disana harus terdapat laba (apabila permintaan diatasn kurva biaya total rata-rata). pengaruhnya tidak diminta. Pengaruh Ekonomi Persaingan Monopolistik Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang tidak diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif: konsumen membayar lebih dan mampu untuk membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Tetapi McDonald sudah membalas balik dengan iklan yang ekstensif.kondisi yang terlalu padat atau membuat mereka menunggu antrian.

kue-kue) berada dalam persaingan sempurna karena mereka bukan barang yang seragam. produk kadang-kadang hanya kosmetik untuk . produk-produk bermerk dari jenis yang sama (misalnya.Pengembangan memberikan ilusi dari sesuatu yang baru. Bahaya lainnya berasal dari keragaman yang berlebihan yang mungkin membingungkan konsumen. Pasar produk-produk karena generik mendekati persaingan Nama sempurna mereka distandarisasikan. Tindakan Non Harga Persaingan Monopolistik Tindakan non harga dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik terutama terdiri dari salah satu : pengembangan produk. Produsen-produsen keanekaragaman arti nama untuk bermerk mempunyai membuat produk-produk mereka spesial kepada konsumen.pemborosan ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas dan dalam penggunaan persaingan non harga. Yang paling penting adalah iklan dimana para produsen barang generik tidak akan gunakan. . atau periklanan. tapi sedikit berbeda. Konsumen harus membayar harga yang lebih tinggi untuk nama produk bermerk (seperti Nabisco atau Keebler). tetapi mereka tampaknya tidak keberatan terlalu banyak.

.iklan yang informatif. -skala ekonomis adalah menyesatkan. . sebagian besar iklan (misalnya di televisi) adalah untuk produk yang telah ada dan berdiri dengan baik seperti minuman ringan atau produk-produk konsumen lainnya. iklan yang meningkatkan penjualan dan membolehkan skala ekonomis. -iklan yang meninggikan kurva biaya. iklan yang meningkatkan persaingan dan menurunkan harga- harga. Iklan – Argumen yang Menentang Beberapa argument yang menentang iklan adalah -iklan yang tidak informatif tetapi kompetitif.Iklan – Argumen yang Mendukung Beberapa argumen yang mendukung iklan adalah : .iklan yang meningkatkan penjualan dan memperbesar perkembangan ekonomi. dimana iklan hanya mencoba untuk mempengaruhi konsumen jauh dari pesaing-pesaing.iklan yang mendukung media. Tetapi. Iklan produk baru adalah penting: pikirkan mengenai suatu peristiwa artistik utama yang menarik pemirsa untuk melihat karena dia belum cukup diberitahukan secara luas. .

Jadi. Ini berarti bahwa elastisitas permintaannya lebih kecil dari elastisitas permintaan perusahaan persaingan sempurna tetapi lebih besar dari elastisitas permintaan perusahaan monopoli. kurve tersebut sedikit miring dari kiri atas ke kanan bawah. a. • Berikut dua keadaan kurva keseimbangan perusahaan persaingan monopolistik dimana perusahaan memperoleh keuntungan dan perusahaan menderita kerugian . • Elastisitas permintaannya lebih kecil dari elastisitas permintaan perusahaan persaingan sempurna tetapi lebih besar dari elastisitas permintaan perusahaan monopoli. Keseimbangan Jangka Pendek Kurve permintaan perusahaan persaingan monopolistik merupakan peralihan dari kurve permintaan perusahaan persaingan sempurna dan kurve permintaan perusahaan monopoli. Analisis keseimbangan pada perusahaan persaingan monopolistik sama dengan analisis pada perusahaan monopoli.sedang yang dihadapi perusahaan persaingan monopolistik adalah sebagian dari permintaan pasar. permintaan yang dihadapi perusahaan monopoli adalah seluruh permintaan pasar.-iklan yang digunakan sebagai hambatan jalan masuk. Bedanya. dan -iklan yang bukan merupakan kegiatan yang produktif.

Jadi. Perbedaan tersebut adalah (1) harga jual produk dan biaya produksi pada perusahaan persaingan monopolistik lebih tinggi dibanding pada perusahaan persaingan sempurna. Sifat perusahaan persaingan monopolistik ketika memperoleh keuntungan normal berbeda dengan sifat perusahaan persaingan sempurna yang juga ketika memperoleh keuntungan normal. dan (2) . Masuknya perusahaan-perusahaan baru akan berlangsung terus sehingga perusahaan hanya menerima keuntungan normal. perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya menerima keuntungan normal. PL adalah sama dengan biaya total rata-rata (ATC) yang berarti perusahaan memperoleh keuntungan normal.b. dalam jangka panjang. seperti halnya perusahaan dalam pasar persaingan sempurna. Keseimbangan Jangka Panjang Masuknya perusahaan-perusahaan baru mengakibatkan kurve permintaan dan tentunya juga kurve MR perusahaan persaingan monopolistik bergeser ke kiri.

Sebaliknya jika perusahaan menderita kerugian minimum seperti ditunjukkan Akibatnya. Dalam jangka panjang. perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik hanya menerima keuntungan normal. seperti halnya perusahaan dalam pasar persaingan sempurna. karena seandainya mereka beroperasi seperti perusahaan persaingan sempurna maka masyarakat konsumen akan dapat membeli produk dengan harga yang lebih rendah dan jumlah produk yang lebih banyak. Kurva keseimbangan jangka panjang : . Sifat-sifat perusahaan persaingan monopolistik demikian tentu akan merugikan masyarakat. Kejadian keluarnya perusahaan dari pasar akan berlangsung terus sampai perusahaan memperoleh keuntungan normal Dalam keadaan seperti ini tidak ada lagi perusahaan yang masuk ke pasar dan juga tidak ada lagi yang keluar dari pasar.kegiatan produksi pada perusahaan persaingan monopolistik belum mencapai tingkat optimal ( tingkat produksi dengan biaya per unit paling rendah). Ini berarti bahwa kurve permintaan akan bergeser ke kanan. jumlah perusahaan dalam pasar semakin sedikit sehingga jumlah permintaan yang dihadapi perusahaanperusahaan yang masih ada menjadi lebih besar. keseimbangan jangka panjang perusahaan persaingan monopolistik.

Perubahan tersebut dapat dijelaskan dengan kurva dibawah ini: .Permintaan dari persaingan Monopolistik Dalam model pasar monopolistik terdapat dua bentuk permintaan yaitu: 1.1 dapat dijelaskan sebagai berikut: D-D merupakan permintaan industri atau sering pula disebut permintaan proporsional karena permintaan ini menunjukkan bahwa perubahan harga barang lain akan memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap perubahan kuantitas yang diminta dari suatu barang. Permintaan perusahaan yang lebih datar/horisontal daripada permintaan industri. Permintaan industri yang mempunyai kemiringan negatif 2. sering juga disebut permintaan konvensional. Pada gambar gambar. sedangkan d-d merupakan permintaan yang dihadapi perusahaan.

Apabila ia melakukan penurunan harga dari produk yang dijualnya. Disamping dipengaruhi oleh dua hal diatas. Apabila perusahaan menaikkan harga diatas P.Misalnya pada harga P0 perusahaan mencapai situasi keseimbangan dengan output sebesar Q0. karena adanya anggapan bahwa barang ia produksi terkait erat dengan barang lainnya maka ia memperkirakan akan memperoleh penurunan kuantitas penjualan yang besar karena disebabkan oleh: 1. ia berharap akan dapat melakukan ekspansi besar-besaran dalam penjualannya yang diakibatkan oleh . 1. Apabila perusahaan lain tidak melakukan hal yang sama (penurunan harga) maka ia akan dapat menyerap sebagian dari pangsa pasar mereka. Penjualan kepada langganan yang sudah ada akan bertambah 2. Semakin banyak perusahaan lain memasuki pasar maka permintaan D-D yang dihadapi oleh perusahaan semakin curam (menurun)/Semakin Inelastis. kurva D-D bisa dipengaruhi pula oleh masuknya perusahaan lain dalam industri. Penjualan pada pelanggan yang sudah ada akan berkurang. .

dan derajat diferensiasi produknya (tampil beda). harga. sedangkan D-D merupakan penjualan penurunan harga. citra produk dan karakteristik para penjual akan mempengaruhi letak dan slope kurva permintaannya. Bentuk keistimewaan diferensiasi produk antara lain karakteristik produk. Pelanggan akan berpindah pada produsen lain: ada kecenderungan pelanggan akan mencoba produk mirip dari perusahaan lain dengan harga yang lebih murah. . Kebijakan ditimbulkan Perusahaan dan Konsekuensi yang Setiap perusahaan harus menentukan kuantitas. citra produk. perusahaan harus menempatkan dalam pasar dengan memilih harga. Jadi d-d merupakan permintaan yang diharapkan oleh perusahaan apabila ia menurunkan harganya dengan anggapan tidak ada perusahaan lain memasuki aktual pasar yang atau dapat semua dicapai perusahaan sebagai akibat tetap dari mempertahankan harga mereka. dan karakteristik penjual. Oleh karena iti. dengan biaya dan permintaan. Pemilihan karakteristik produk. artinya usaha untuk mendiferensiasikan produk membutuhkan biaya.2. Keputusan-keputusan tersebut saling berkait. dan perusahaan tersebut akan menghasilkan penerimaan yang lebih banyak. Iklan yang berhasil untuk suatu produk atau citra akan menggeser kurva permintaan ke kanan. kuantitas dan derajat deferensiasi produk yang dapat memaksimalkan keuntungan merekan. Deferensiasi produk yang berhasil akan menggeser kurva permintaan ke kanan atau menurunkan elastisitas harga. sedangkan harga harga yang lebih tinggi menurunkan kuantitas yang diminta (Ceteris paribus).

Keputusan perusahaan akan mempengaruhi kurva permintaan dan kurva biaya dalam pasar tersebut. keuntungan per unit sebesar KL dan . Hal ini dapat digambarkan pada gambar : Suatu perusahaan harus memilih tingkat harga pada kurva dd sama dengan DD. maka harga untuk kuantitas Qx dapat ditentukan dengan menarik sebuah garis vertical melalui Qx tersebut menuju kurva dd. Setiap perusahaan akan memilih harga kuantitas dan derajat diferensiasi produknya untuk memaksimalkan keuntungannya. 3 terjadi Q* untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Sebaliknya kurva AC akan bergeser kebawah jika biaya periklanan yang dibutuhkan tidak begitu mahal. dan yang sesuai dengan output yang menggambarkan MR=MC. Pada gambar. Keseimbangan Pasar Jangka Pendek Keseimbangan akan terjadi jika semua perusahaan dalam kelompok produk tertentu berada dalam keadaan keseimbangan secara bersamaan. Keseimbangan produsen terjadi pada titik P* dengan kuantitas Q*. Akbiatnya kurva AC akan bergeser keatas dengan semakin tingginya tingkat persaingan yang memerlukan biaya periklanan cukup mahal.Kegiatan untuk defernsiasi produk juga akan memepengaruhi biaya seperti biaya iklan. Ada banyak kemungkinan kurva permintaan dan kurva biaya yang tersedia begitu perusahaan yang menjual suatu produk yang dideferensiasikan. Pada keseimbangan tersebut.

4 Namun. Pada gambar. Perusahaan bias berada pada keadaan normal profit apabila harga yang terjadi berada pada titik C yang menggambarkan total penerimaan sama dengan total biayanya. Hal itu terjadi apabila harga tercipta dibawah kurva biaya rata-rata (AC).keuntungan total sebesar P*KLM. Dengan demikian keuntungan totalnya adalah sebesar PABC untuk lebih jelasnya dapat ditampilkan dalam gambar. keuntungan jangka pendek dapat saja negatif. 4 akan menunjukkan perusahaan yang memperoleh keuntungan positif karena harga tercipta (P) berada diatas kurva biaya rata-rata (AC) sehingga menghasilkan keuntungan per unit positif sebesar AB. Seperti pada pasar lainnya. nol atau positif. . Total penerimaan perusahaan sebesar OPAQ. Gambar. 5 ditunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian sebesar PABC. karena total penerimaannya hanya sebesar OCBQ sedangkan total biaya sebesar OPAQ. tidak semua perusahaan yang berada dipasar monopolistic akan mendapat kuntungan. sedangkan total biayanya adalah OCBQ.

18 Keseimbangan Pasar Jangka Panjang Keseimbangan jangka panjang memerlukan syarat keseimbangan jangka pendek dan keuntungan sama dengan nol untuk semua perusahaan yang representatif. Harga lebih besar dari marginal Cost (P>MC) 2. Keuntungan sama dengan nol Pada gambar diatas. 3. antara lain: 1. Kurva dd dan kurva DD berpotongan pada tingkat harga dan kuantitas yang dapat memaksimalkan keuntungan. MR = MC 2. Keuntungan sama dengan nol.PL) tersebut syarat tersebut terpenuhi. AC lebih besar dari titik minimum pada kurva LRAC Ketiga kondisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 1.2. keseimbangan jangka panjang tersebut akan terjadi pada kuantitas QL dan harga PL.2. Implikasi dari model persaingan monopolistic ini merupakan gabungan dari implikasi dari persaingan sempurna dan monopoli. Harga (P) Lebih besar dari Marginal Cost (MC) P>MC Jadi keseimbangan dalam pasar monopolistic jangka panjang akan terjadi pada saat : 1. pada titik (QL. . 3.4.

Untuk menjelaskan pernyataan diatas dapat digambarkan sebagai berikut: . sehingga keuntungan diatas tingkat normal akan segera hilang. kurva dd akan bersinggungan dengan kurva LRAC dalam keseimbangan jangka panjang. maka masih terdapat peluang bagi perusahaan lain memasuki industri. Atau melalui persaingan harga antar perusahaan yang terdapat dalam industri. karena ada kemudahan untuk memasuki pasar. Keuntungan Sama dengan Nol Keuntungan akan sama dengan nol dalam keseimbangan jangka panjang. Penyesuaian menuju keseimbangan pada posisi keuntungan sama dengan nol dapat dijelaskan melalui penyesuaian masuknya beberapa perusahaan baru ke pasar. maka P harus sama dengan AC. Jika kurva dd diatas kurva LRAC pada setiap titik. Selama masih ada perusahaan yang memperoleh keuntungan positif.2. Jika keuntungan sama dengan nol. Keadaan ini dapat digambarkan sebagai berikut: Pada gambar diatas. maka paling tidak akan ada sebuah ukuran pabrik yang menghasilkan keuntungan yang positif.

sehingga tidak lagi mendorong perusahaan baru untuk memasuki industri. pada kondisi ini. sehingga permintaan tidak lagi pada posisi dd. Proses bergesernya kurva permintaan dan masuknya perusahaan baru ini akan terus berlangsung sampai kurva permintaan penyinggung LRAC jangka panjang. Harga yang terbentuk menjadi P** dan output yang dapat dijual menjadi berkurang hanya pada Q**. Adanya keuntungan dalam industri ini merangsang perusahaan lain untuk memasuki pasar. melainkan bergeser ke bawah. sedangkan biaya marginalnya adalah LRMC. pada posisi ini perusahaan menikmati keuntungan supernormal. kurva permintaan tidak lagi kecenderungan untuk turun karena pada Posisi ini keuntungan perusahaan sama dengan nol. yaitu pada kurva permintaan d’d’. Harga yang terbentuk P* dan output yang dijual sebanyak Q*. Hal ini dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini: .Gambar diatas menjelaskan bahwa pada awalnya kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam pasar monopolistic adalah dd dan biaya dalam jangka panjang adalah LRAC. Proses menuju keseimbangan sama dengan nol juga bisa terjadi melalui perang harga antar perusahaan sehingga menggeser kurva permintaan masing masing perusahaan.

Untuk menigkatkan penjualannya perusahaan tersebut menurunkan harganya menjadi P1 dengan harapan kuantitas penjualan dapat ditingkatkan sebesar Q1 namun kondisi ini tidak terjadi karena perusahaan lain juga melakukan hal yang sama begitu seterusnya sampai tercipta kondisi dimana semua perusahaan tidak lagi bersedia menurunkan harganya karena mereka hanya menikmati keuntungan normal (P=AC) dan proses perang harga ini akan terhenti pada harga P**. 3. Ada kecenderungan dalam jangka panjang untuk mengurangi AC (biaya rata-rata) perusahaan dalam pasar monopolistic cenderung meningkatkan produksinya dan akan mengurangi pabrik-pabrik yang dimilikinya. Dua analisis diatas telah menjelaskan bahwa perang harga maupun proses masuknya perusahaan baru ke dalam industri akan terhenti bila perusahaan yang ada dalam pasar berada pada posisi keuntungan sama dengan nol. Penyesuaian Jangka Panjang . Kondisi ini akan dapat menyebabkan kelebihan pasokan. Kelebihan Kapasitas (Exces Capacity) Pasar persaingan monopolistic bisa mengakibatkan kelebihan kapasitas. Oleh karena itu. pasar monopolistic keuntungan sama dengan nol merupakan keseimbangan jan gka panjang.Kondisi awal perusahaan berada pada ketidakseimbangan.

Keluar masuknya perusahaan dalam industri akan menggeser kurva dd dan DD yaitu: a) Masuknya perusahaan-perusahaan baru akan menggeser kedua kurva tersebut ke kiri. Persaingan buka harga dapat dibedakan menjadi dua jenis: a) Diferensiasi produk yaitu menciptakan berang sejenis tetapi berbeda coraknya dengan produksi perusahaan lain. b) Keluarnya perusahaan-perusahaan akan menggeser kedua kurva tersebut ke kanan. Tujuan yang hendak dicapai adalah: . b) Iklan dan berbagai bentuk promosi penjualan. Pergeseran tersebut akan terjadi terus menerus sampai semua syarat keseimbangan jangka panjang terpenuhi. Salah satunya kegiatan penting yang dilakukan oleh monopolis adalah melakukan promosi penjualan secara iklan. Ilustrasinya adalah sebagai berikut: Persaingan Bukan Harga Persaingan bukan harga adalah kegiatan usaha diluar perubahan harga yang dilakukan oleh perusahaan untuk menarik lebih banyak pembeli.

2) Konsumen masih harus membayar harga produk yang lebih tinggi dari ongkos marginal untuk menghasilkan produk tersebut (P>MC). • Untuk memelihara hubungan baik dengan para konsumen.• Untuk memperkenalkan produk kepada konsumen • Untuk menekankan bahwa barang yang dihasilkan perusahaannya adalah barang yang terbaik. Efek Persaingan Monopolistik Analisis keseimbangan produsen dalam pasar persaingan monopolistik jangka panjang. 2) Pemerintah memberikan subsidi. Pengaturan Pasar Monopolistik Apabila keseimbangan pada harga dan kuantitas output keseimbangan dianggap timbul ketidakadilan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mengalami kerugian akibat adanya kekuasaan monopoli perusahaan. hal ini berarti pada saat tertentu pemerintah harus siap memberikan subsidi paling tidak sebesar . terdapat beberapa hal yang perlu disikapi yaitu: 1) Terjadi ketidak efesienan produksi karena produsen tidak berproduksi pada Biaya rata-rata Minimum. sehingga tidak mungkin terjadi AC minimum melainkan pada saat AC menurun. karena perusahaan belum berada pada AC minimum dan harga yang harus dibayar oleh konsumen melebihi biaya marginalnya. Hal ini akibat dari kurva permintaan yang menurun harus bersinggungan dengan AC. maka terdapat dua tindakan yang mungkin dapat dilakukan yaitu: 1) Pemerintah membuat peraturan tentang kebijakan harga hal ini berhubungan dengan fungsi pemerintah sebagai pengawas pasar. sehingga terjadi pemborosan sumber ekonomi masyarakat. Ini menandakan bahwa perusahaan dalam jangka panjang masih belum memanfaatkan adanya economies of scale secara penuh.

Pada kondisi ini monopolis tidak sepenuhnya menggunakan haknya untuk membuat harga dan konsumen membayar barang sesuai dengan biaya marginalnya.keuntungan produsen yang hilang atau keuntungan sama dengan nol. Kedua kebijakan tersebut diperlukan agar perusahaan bekerja pada MC=AC=P atau harga ditentukan seolah-olah dalam persaingan sempurna. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful