Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Kedelai Var Mitani

Created By Nurrahmawati Ningrum LAPORAN PRAKTIKUM BUDIDAYA TANAMAN SEMUSIM LANJUTAN Pengaruh Jarak Tanam Pada Budidaya Kedelai Varietas Mitani

Oleh: Dwi Efraniza Oktami (05071001007) Nurrahmawati N (05071001038)

PROGRAM STUDI AGRONOMI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2010 Pengaruh Jarak Tanam Pada Budidaya Kedelai Varietas Mitani Dwi Efraniza Oktami*. Nurrahmawati N* *Agro Tekno Park (ATP) di Desa Gelumbang, Indaralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Palembang. Abstrak Kedelai (Glysine max (L) Merril) merupakan salah satu mata dagangan yang pasokannya di Indonesia semakin cenderung tidak dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sendiri. Sekalipun dapat ditanam dengan cara yang paling

5 ton. umbi-umbian dan kacangkacangan asli Indonesia) dapat tumbuh dengan relatif baik. Palembang. untuk tahun 1989 impor kedelainya masih di bawah 400. 451. jarak tanam. Kegunaan kedelai untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah untuk memasok kebutuhan pokok berbagai jenis produk olahan. Produksi kedelai yang diusahakan secara monokultur secara intensif. yaitu (I) 40 cm x 20 cm. untuk dapat memenuhi permintaan nasional yang cenderung terus meningkat. produktivitas dan produksinya dalam negeri hampir tidak mungkin dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat.sederhana sekalipun. J3 = 40 cm x 10 cm. (II) 40 cm x 10 cm. Salah satu jenis tanaman pangan yang sangat dibutuhkan oleh sebagian besar penduduk Indonesia adalah tanaman kedelai (Glysine max (L) Merril). Oleh karena itu. Berdasarkan hasil praktikum diketahui bahwa pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai lebih baik pada perlakuan JIII (30 cm x 20 cm). Kata kunci : kedelai var. J2 = 30 cm x 20 cm. Pengamatan komponen pertumbuhan menggunakan sample sebanyak 5 tanaman di setiap petak. impor melonjak menjadi mendekati 800.00 – 2. Dengan iklim. J4 = 30 cm x 10 cm. produktivitas dan produksinya dalam negeri hampir tidak mungkin dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat. dan jarang tanam X x 10 cm menggunakan 1 benih. Praktikum dilaksanakan dari bulam April (MT 15 april) sampai Mei 2010. Dengan perlakuan populasi tetap. yaitu jarak tanam X x 20 cm menggunakan 1 benih. maka hampir seluruh tanaman pangan pokok tersebut (biji-bijian. suhu dan kelembaban yang cocok untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman pangan pokok.50 ton per Ha. Sekalipun dapat ditanam dengan cara yang paling sederhana sekalipun. Indaralaya. dan J IV) baik pada parameter pengamatan tinggi tanaman maupun cabang primer (gambar 1 dan 2). mitani.Praktikum ini merupakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu perlakuanyaitu jarak tanam dan diulang 3 kali. PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki sumberdaya alam berupa lahan yang relatif cukup luas dan subur. dalam dekade terakhir.000 ton. JII. karena memiliki nilai hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan lain (JI. suatu peningkatan sebesar 100%. 457. Kedelai merupakan salah satu mata dagangan yang pasokannya di Indonesia semakin cenderung tidak dapat dipenuhi dari hasil produksi dalam negeri sendiri. Akan tetapi karena pertimbangan teknis dalam MK PKT ini angka produksi yang digunakan untuk analisis adalah sebesar 1. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman dan jumlah cabang pertanaman. Populasi tanaman diatur dalam petak berukuran 4 m x 4 m dengan jumlah tanaman 462.Sedangkan produksi secara . Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 4 taraf. Perlakuan yang diujicobakan sebagai variabel bebas adalah sebagai berikut: Faktor jarak tanam (J) terdiri 4 tingkat: J1 = 40 cm x 20 cm. dan (IV) 30 cm x 10 cm. Besarnya angka impor tersebut merupakan salah satu indikator betapa besar kebutuhan kedelai untuk memenuhi kebutuhan penduduk. (III) 30cm x 20 cm. kabupaten Ogan Ilir. Dengan ketinggian tempat 15 m dpl. Praktikum ini dilaksanakan pada lahan kering Agro Tekno Park (ATP) di desa gelumbang. 488. Sedangkan pada tahun 1996.000 ton. se-benarnya dapat mencapai 2.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas Mitani.

maka PKT budidaya tanaman kedelai kelak akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik dan akrab lingkungan.5 ton per Ha. BAHAN DAN METODE Praktikum ini dilaksanakan pada lahan kering Agro Tekno Park (ATP) di desa gelumbang. baik secara individual oleh perusahaan Inti itu sendiri. Dengan cara intensifikasi ini selain produksinya meningkat. mengingat tanaman sebenarnya adalah tanaman sub tropis. kabupaten Ogan Ilir. Praktikum ini bertujuan ntuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan kedelai (Glysine max (L) Merril) var. 488. Dengan ketinggian tempat 15 m dpl. sehingga budidaya tanaman kedelai di negara tropis hasilnya lebih rendah dari pada di negara-negara sub tropis yang mampu mencapai produksi hingga 4 ton per ha. dan (IV) 30 cm x 10 cm. Dengan penerapan teknologi yang lebih maju dan mengurangi bahan-bahan kimia ini. Pengamatan komponen pertumbuhan menggunakan sample sebanyak 5 tanaman di setiap petak. Dengan pengukuran tinggi tanaman dan penghitungan jumlah cabang primer sebanyak dua kali pengukuran. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri atas 4 taraf. yaitu penerapan teknologi bio-plus.tradisional maksimum hanya 1. Dengan perlakuan populasi tetap.Perlunya teknologi yang lebih maju ini. (III) 30cm x 20 cm.5 – 1. yaitu (I) 40 cm x 20 cm. Alat yang digunakan tali tambang. Dengan penerapan teknologi yang maju ini. Produksi kedelai yang diusahakan secara tumpangsari dengan jagung secara intensif dapat mencapai 1. dan jarang tanam X x 10 cm menggunakan 1 benih. sehingga produksi tanaman kedelai diharapkan akan meningikat setidaknya menjadi rata-rata 2. yaitu jarak tanam X x 20 cm menggunakan 1 benih.5 ton jagung per Ha. Budidaya tanaman kedelai di masa depan perlu menyusun perencanaan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan-bahan kimia. Praktikum dilaksanakan dari bulam April (MT 15 april) sampai Mei 2010. Populasi tanaman diatur dalam petak berukuran 4 m x 4 m dengan jumlah tanaman 462. Praktikum ini merupakan percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu perlakuanyaitu jarak tanam dan diulang 3 kali. keutuhan) meningkat pula. adalah mendorong perusahaan INTI untuk menyusun suatu konsep pengembangan PKT yang berorientasi ke depan secara gradual. Dengan demikian pendapatan petani atau laba usaha akan meningkat dengan adanaya kenaikan produksi dan harga. Indaralaya. dengan menerapkan teknologi yang akrab lingkungan. (II) 40 cm x 10 cm. . meteran dan pancang. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas Mitani.00 – 1. J2 = 30 cm x 20 cm.50 ton per ha. Cara yang paling tepat untuk mencapai penerapan teknologi masa depan pada setiap PKT ini. juga kualitasnya (ukuran biji. Untuk mengantisifikasi pesatnya permintaan di dalam negeri. selain meningkatkan kuantitas lahan budidaya (yaitu pertambahan areal penanaman) juga harus dipertimbangkan peningakatan kualitas budidaya (yaitu peningkatan produktivitas tanaman) dengan cara penerapan teknologi budidaya tanaman kedelai yang lebih modern daripada teknologi yang diterapkan selama ini. mitani. Perlakuan yang diujicobakan sebagai variabel bebas adalah sebagai berikut: Faktor jarak tanam (J) terdiri 4 tingkat: J1 = 40 cm x 20 cm.75 ton kedelai per Ha dan 2 – 2. atau bekerjasama dengan isntitusi lain seperti Lembaga-Lembaga Penelitian (dari universitas atau lembaga lainnya). 457. sehingga harganya juga akan meningkat. Palembang. 451.

2 Pengamatan kedua Blok Tinggi Tanaman (cm) Rata-rata 12345 JI 27.1 33.66 JI 20 29 25.9 18.3 21.7 23.8 20.9 JIV 19.J3 = 40 cm x 10 cm.3 21.2 27.5 22 17 20 19.9 24.3 19.8 16.74 JI 20 23 29 28 23 24. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengamatan tanaman kedelai varietas mitani dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: Tabel 1.5 30.6 22 24.5 23.1 Pengamatan pertama Blok Jumlah Cabang Rata-rata .8 28.5 17 21.4 26.24 JIV 22.5 23.7 23.4 Tabel 1.9 JIV 20 22.6 18.8 21.4 JIII 24 20 21 20 18 20.8 22.5 22.5 15 24.2 21.8 22.7 21. Adapun hal yang diamati terdiri atas Komponen pertumbuhan yaitu tinggi tanaman dan jumlah cabang pertanaman.9 JII 22.2 23.3 18.2 22 20.3 28 25 19.4 JIII 26 27 30 27 25 27 JIV 28 33 35 20 26 28.54 JIII 23 25.7 24.56 JIII 25 27 35 25 22 26.4 23.22 JII 30.4 Tabel 2.4 22. J4 = 30 cm x 10 cm.5 23.6 JIV 18 19 17 23 15 18.26 JIII 20.8 19.4 24.6 JII 22 30 28 25 27 26.22 JII 16.1 Pengamatan pertama Blok Tinggi Tanaman (cm) Rata-rata 12345 JI 24 25 21 22.7 JII 19 21.2 26.1 21.8 JIV 14 20 19 20 22 19 JI 23 20 18 15 19 19 JII 20 22 19 20 21 20.4 JI 23.2 20 20 23.5 21.5 25 21.6 20.5 21 20 22 22 21.4 JIII 19 21.2 27.

6 20.2 JIV 1 1 1 1 1 1 Tabel 2.9 21.4 JIV 7 7 9 8 5 7.2 JIV 1 1 1 1 1 1 JI 1 1 1 1 1 1 JII 1 2 1 1 1 1.36 21.12345 JI 2 2 2 2 2 2 JII 1 2 2 2 2 1.7 19 62.2 Perlakuan jarak tanam : I = 40 cm x 20 cm II = 40 cm x 10 cm III = 30cm x 20 cm IV = 30 cm x 10 cm Tabel 3 Data pengamatan tinggi tanaman Tabel 3.2 Pengamatan kedua Blok Jumlah Cabang Rata-rata 12345 JI 9 10 10 9 7 9 JII 10 9 9 9 9 9.8 19.6 Total 84.6 90.4 22.1 Pengamatan pertama Perlakuan Ulangan Total Rerata 123 JI 21.4 JIV 6 9 6 7 7 7 JI 4 6 8 7 6 6.45333 JIII 19.6 67.4 19 18.4 58.2 JII 1 1 1 1 1 1 JIII 1 1 1 1 2 1.06 78.2 JII 7 7 9 7 9 7.8 JIII 8 6 8 7 8 7.265 21.3 22.43333 JIV 21.8 JIII 9 12 8 6 7 8.8 20.2 JIII 11 9 9 10 7 9.4 JI 9 9 10 10 8 9.4 63.2 JIV 7 8 10 7 10 8.9 26.2 JII 5 10 10 6 8 7.56 20.2 JIII 1 1 1 1 2 1.86667 JII 21.08833 .8 JIII 1 1 1 1 1 1 JIV 1 1 1 1 1 1 JI 1 1 2 1 1 1.4 64.

s 4.6 96.8 24.866667 Tabel 4.12 106.8 7.2 22.266667 JIII 9.2 8.4 292.4 70.22 23.8 24.99323 7.6 72.533333 Total 35.333333 JIV 8.66 22.14 25.74 28.4 7 7.01333 JII 23.2 1 4.8 32.04667 JIV 23.820861 n.066667 Gambar 1.93333 Total 94.6 7.8 4.2 1.45993 2.4 8.98647 15.841456 0.4 74.2) SR DB Jk Kt F hitung F tabel 1%5% Perlakuan 3 5.133333 JII 9.14 10.8 8.2 6.4 1.8 8.4 4.04 24. Grafik tinggi tanaman Gambar 2.24 24.4 7.18 24.129263 * 5.92 Error 6 13.4 JIII 23.2 3.4 25 8.2 4 1.22 24.2 Pengamatan kedua Perlakuan Ulangan Total Rerata 123 JI 9 9.524367 1.243322 .66 91.76 9.65 4.2 24.54 20.34833 Tabel 4 Data pengamatan Tabel 4.9 27 75.2 Pengamatan kedua Perlakuan Ulangan Total Rerata 123 JI 24.Tabel 3.8 1 1.4 3.2 23.333333 JIII 1 1.26 26.2 7.2 1.78 Kelompok 2 31.1 Pengamatan pertama Perlakuan Ulangan Total Rerata 123 JI 2 1.4 JII 1.133333 JIV 1 1 1 3 1 Total 5. Grafik Jumlah Cabang Analisis data tinggi tanaman (Tabel 3.4 28.

hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah lingkungan. antar kelompok berbeda nyata baik pada pengamatan tinggi dan jumlah cabang primer.s = tidak berbeda nyata * = berbeda nyata Perbedaan antar Perlakuan tidak berbeda nyata.90667 Keterangan : n. praktikum ini menunjukan bawa perlakuan jarak tanamn pada tanaman kedelai berpengaruh nyata atara kelompok dan tidak berpengaruh nyata antar perlakuan terhadap semua parameter yang diamati.78 Kelompok 2 6.486667 3. sehingga air tidak menjadi kendala. Pertumbuhan vegetatif yang baik. Penagamatan awal tentang pertumbuhan vegetatif tanaman kedelai ini. tidak dapat dipungkiri sangat berkorelasi positif terhadap produktivitas.4 0. namun kurang sesuai bagi kedelai yang menyukai lahan kering.97077 Analisis data Jumlah cabang primer (Tabel 4. Praktikum dilaksanakan pada bulan hujan. sehingga produksi pada taraf generatif juga meningkat. Iklim khususnya curah hujan.s 4. Faktor lingkungan yang berpengaruh adalah iklim dan tanah. yaitu pembentukan cabang primer dan tinggi tanaman sangat memepengaruhi hasil yang di dapat. Jumlah cabang memberikan indikasi jumlah polong yang akan muncul.76 9. Sedangakan untuk pengaruh dari faktor lingkungan selanjutnya yaitu tanah. telah diantisipasi dengan pengeblokan dan ulangan praktikum yang dilakukan. karena memiliki nilai hasil yang tinggi dibandingkan perlakuan lain (JI. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis keragaman.Total 11 50.536667 Total 11 10.92 Error 6 3. Pertumbuhan vegetatif baik yang diindikasikan dari data hasil melalui pengamatan tinggi dan jumlah cabang primer pada perlakuan JIII. Dimana polong kedelai terbentuk pada ketiak cabang.243333 6. Diasumsikan proses fotosintesis akan meningkat dengan jumlah daun yang banyak.043478 * 5. Cabang primer yang banyak memeberikan jumlah daun yang banyak. Jarak tanam yang sesuai pertumbuhan memberikan kemungkinan kedelai tumbuh dengan leluasa tanpa adanya perebutan unsur hara yang sangat penting untuk pembentukan polong dan biji.22 0. Pada perlakuan . sehingga daun yang terbentuk pun banyak.14 10.2 0. Dalam praktikum ini.745342 n. dan J IV) baik pada parameter pengamatan tinggi tanaman maupun cabang primer (gambar 1 dan 2). Berdasarkan hasil praktikum diketahui bahwa pertumbuhan vebetatif tanaman kedelai lebih baik pada perlakuan JIII (30 cm x 20 cm). adalah bukti bahwa tanaman memerlukan ruang untuk hidup dan berkembang.2) SR DB Jk Kt F hitung F tabel 1%5% Perlakuan 3 1. JII.

Palembang. Manik. Utomo et al. Effendi. 2. pada dua parameter praktikum yang diamati yaitu tinggi tanaman dan jumlah cabang primer. Utomo.R. Prosiding Seminar Penelitian BKS-Barat.Ashlock.Rabb.1993. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan.92 : 524-531.agron. Lampung.K. sehingga tanaman tumbuh dengan baik.. Yogyakarta.T.2000. Budidaya Kacang-kacangan. produksi dan produksi pendapatan usaha tani kedelai pada sistem tanpa olah tanah dan tanah biasa di Rawa Sragi.)Prosiding Nasional IV Budidaya Pertanian Olah Tanah Konservasi .. Dalam M. Santini. Ir. and J. J. Pertumbuhan vegetatif tanamn kedelai baik pada perlakuan jarak tanam JIII yaitu 30 cm x 20 cm dengan jumlah benih tanam 2 benih per lubang tanam.2000.L. Persaingan antar tanaman kedelai yang minim akan memberikan hasil yang tinggi. Lisdiana. Penerbitan Kanisius.. .M. Setiawan.. DAFTAR PUSTAKA Bowers. baik pada pengambilan unsur hara maupun air. Dimunkinkan terjadinya persaingan yang minim. G. 3.B.L. Tanggapai berbagai varietas kedelai (Glycine max (L) Merril) pada populasi tanaman terhadap pola intersepsi cahaya dan komponen hasil.O. hal 247-253. maka dapat diambil kesimpulan bahwa: 1.JIII yaitu jarak tanam 30 cm x 20 cm dengan jumlah benih tanam 2 benih. Analisis perbandingan tenaga kerja. I dan M.(Eds. 1993. kamal dan K.J. Rekomendasi dari praktikum ini adalah perlu dilakukan praktikum yang sejeis dengan parameter pengamatan saat pertumbuhan generatif dan hasil. Fachruddin. Analisis data menunjukkan tidak berbeda nyata antar perlakuan dan berbeda nyata antar kelompok.Row spacing in the early soybean production system.

1999. SH. . Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta.Setyati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful