A.

PENGERTIAN PERSEPSI Persepsi pada hakikatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan, dan penciuman. Kunci untuk memahami persepsi adalah terletak pada pengenalan bahwa persepsi itu merupakan suatu penafsiran yang unik terhadap situasi, dan bukannya suatu pencatatan yang benar terhadap situasi. Dari pengertian tersebut di atas, terdapat perbedaan antara persepsi dan penginderaan. 1. Subproses Dalam Persepsi Ada beberapa subproses dalam persepsi ini, dan yang dapat dijadikan sebagai bukti bahwa sifat persepsi itu merupakan hal yang komplek dan interaktif. Subproses pertama yang dianggap penting ialah stimulus, atau situasi yang hadir. Awal terjadinya persepsi diawali ketika seseorang dihadapkan dengan suatu situasi atau stimulus. Situasi yang dihadapi mungkin bisa berupa stimulus penginderaan dekat dan langsung atau berupa bentuk lingkungan sosiokultur dan fisik yang menyeluruh. Subproses kedua adalah registrasi, interpretasi, dan umpan balik (feed back). Dalam masa registrasi suatu gejala yang nampak ialah mekanisme fisik, yang berupa penginderaaan dan syara seseorang terpengaruh, kemampuan fisik untuk mendengar dan melihat akan mempengaruhi persepsi. Interpretasi merupakan suatu aspek kognitif dari persepsi yang amat penting. Proses interpretasi ini tergantung pada cara pendalaman (learning), motivasi dan kepribadian seseorang. Pedalaman, motivasi dan kepribadian seseorang akan berbeda dengan orang lain,. Oleh karena itu interpretasi terhadap sesuatu informasi yang sama, akan berbeda antara satu orang dengan yang lain. Disinilah letak sumber perbedaan pertama dari persepsi dan itulah sebabnya mengapa interpretasi merupakan subproses yang penting Subproses terakhir adalah umpan balik (feed back). Subproses ini dapat mempengaruhi persepsi seseorang. 2. Macam-macam Persepsi Persepsi manusia sebenarnya terbagi dua, yaitu persepsi terhadap objek (lingkungan fisik) dan persepai terhadap manusia. Persepsi terhadap manusia sering juga disebut persepsi sosial. a) Persepsi terhadap lingkungan fisik Persepsi orang terhadap lingkungan fisik tidaklah sama, dalam arti berbeda-beda., karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: • Latar belakang pengalaman • Latar belakang budaya • Latar belakang psikologis • Latar belakang nilai, keyakinan, dan harapan • Kondisi factual alat-alat panca indera di mana informasi yang sampai kepada orang itu adalah lewat pintu itu b) Persepsi terhadap manusia persepsi terhadap manusia atau persepai sosial adalah proses menangkap arti objek-objek sosial dan kejadian-kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Setiap orang memilki gambaran yang berbeda mengenai realitas di sekelilingnya. Dengan kata lain, setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda terhadap lingkungan sosialnya. B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI 1. Faktor Yang Mempengaruhi Pengembangan Persepsi Seseorang Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi seseorang, antara lain : 1) Psikologi Persepsi seseorang mengenai segala sesuatu di alam dunia ini sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologi. Contoh terbenamnya matahari di waktu senja yang indah temaram, akan dirasakan sebagai baying-bayang yang kelabu bagi seorang yang buta warna. 2) Famili (keluarga) Pengaruh yang paling besar terhadap anak-anak adalah familinya. Orang tua yang telah

ukuran.  Intensitas. ada pula faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan persepsi : a) Faktor-faktor perhatian dari luar Faktor-faktor perhatian dari luar ini terdiri dari pengaruh-pengaruh lingkungan luar antara lain : intensitas. dalam prinsip ini dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang di ulang akan memberikan perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan yang sekali dilihat . pengulangan. Prinsip gerakan ini antaranya menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap obyek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya dibandingkan dengan obyek yang diam. 3) Kebudayaan Kebudayaan dan lingkungan masyarakat tertentu juga merupakan salah satu factor kuat didalam mempengaruhi sikap. 2. yang mempunyai akibat tentang apa yang dihadirkan dalam menghadiri suatu situasi. keberlawanan. selain proses belajar dapat membentuk persepsi. prinsip intensitas dari suatu perhatian dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar. Persepsi Bersifat Dugaan Oleh karena data yang kita peroleh mengenai objek lewat penginderaan tidak pernah lengkap. dan hal-hal baru berikut ketidakasingan. banyak sikap dan persepsi-persepsi mereka yan diturunkan kepada anaknya. akan menarik banyak perhatian. faktor dari dalam lainnya yang juga menentukan terjadinya persepsi antara lain motivasi dan kepribadian.  Baru dan familier. Proses persepsi yang bersifat dugaan itu memungkinkan kita menafsirkan suatu objek dengan makna yang lebih lengkap dari suatu sudut pandang manapun. Contoh orang tua yang Muhammadiyah akan mempunyai anak-anak yang Muhammadiyah juga. .  Kepribadian dan persepsi dalam membentuk persepsi unsur ini amat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi.  Gerakan (moving).  Motivasi dan persepsi. prinsip keberlawanan ini menyatakan bahwa stimuli luar yang penampilannya berlawanan dengan latar belakngnya yang sama sekali di luar sangkaan orang banyak. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran sesuatu objek.  Ukuran. tidak begitu halnya bagi masyarakat Indonesia. Faktor Dari Dalam dan Luar Selain faktor yang mempengaruhi pengembangan persepsi. SIFAT-SIFAT PERSEPSI 1. Contoh Orang Amerika yang bebas makan daging babi. semua faktor-faktor dari dalam yang membentuk adanya perhatian kepada sesuatu objek sehingga menimbulkan adanya persepsi adlah didasarkan dari kekomplekan kejiwaan seperti yang diuraikan di muka. b) Faktor-faktor dari dalam (internal set factors)  Belajar atau pemahaman learning dan persepsi.  Keberlawana atau kontras. langkah ini dianggap perlu karena kita tidak mungkin memperoleh seperangkat rincian yang lengkap lewat kelima indera kita. dan cara seseorang memandang dan memahami keadaan di dunia ini. nilai. prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal dapat dipergunakan sebagai penarik perhatian. Kita harus mengisi ruang yang kosong untuk melengkapi gambaran itu dan menyediakan informasi yang hilang. layaknya semakin besar pula hal-hal itu dapat dipahami. Oleh karena informasi yang lengkap tidak pernah tersedia. faktor ini sangat dekat dengan prinsip intensitas. persepsi merupakan loncatan langsung pada kesimpulan. Seperti proses seleksi.  Pengulangan (repetition). C. dugaan diperlukan untuk membuat suatu kesimpulan berdasarkan informasi yang tidak lengkap lewat penginderaan itu.mengembangkan suatu cara yang khusus di dsalam memahami dan melihat kenyataan di dunia ini. maka semakin mudah untuk bisa diketahui atau dipahami. gerakan.

suatu objek atau suatu kejadian sangat mempengaruhi struktur kognitif. yakni meletakkannya dalam suatu konteks tertentu. Kesan menyeluruh itu sering kita peroleh dari kesan pertama. dan daya tarik dapat memberikan isyarat mengenai sifat-sifat utama mereka. dan sebagainya). alih-alih menunjukkan karakteristik dan kualitas mutlak objek yang dipersepsi”. adalah realitas”. “individu bereaksi terhadap dunianya yang ia alami dan menafsirkannya dan dengan demikian dunia perseptual ini. Salah satu sumber kesalahan atribusi lainnya adalah pesan yang dipersepsi tidak utuh atau tidak lengkap. Misalnya. Prinsip kedua. kesan awal kita yang positif atas penampilan fisik seseorang sering mempengaruhi persepsi kita akan prospek hidupnya. Stuktur objek atau kejadian berdasarkan prinsip kemiripan atau kedekatan dan kelengkapannya. b. persepsi juga adalah suatu proses mengorganisasikan informasi yang tersedia. kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat-sifatnya yang spesifik. Efek halo ini memang lazim dan berpengaruh kuat sekali pada diri kita dalam menilai orangorang yang bersangkutan. Kesalahan Atribusi Atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain. pengharapan dan juga persepsi kita. Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. Dalam usaha mengetahui orang lain. Bila ia baik dalam satu hal. orang yang berpenampilan lebih menarik dianggap berpeluang lebih besar dalam hidupnya (karir. Persepsi Bersifat Evaluatif Persepsi adalah suatu proses kognitif psikologis dalam diri kita yang mencerminkan sikap. karena kepemimpinannya atau keahliannya dalam suatu bidang. Dalam mengorganisasikan suatu objek. sehingga kita berusaha menafsirkan pesan tersebut dengan menafsirkan sendiri kekurangannya. kita menggunakan prinsip-prinsip berikut: a. atau sebaliknya kita menduga faktor eksternal yang menggerakkan seseorang. Persepsi Bersifat Konstektual Suatu rangsangan dari luar harus diorganisasikan. yang biasanya berpengaruh kuat dan sulit digoyahkan. 3. 2. Konteks yang melingkungi kita ketika kita melihat seseorang. maka seolah-olah ia pun baik dalam hal lainnya. Prinsip pertama. Beberapa bentuk kekeliruan dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut: 1. Celakanya. Kesalahan atribusi bisa terjadi ketika kita salah menaksir makna pesan atau maksud perilaku si pembicara. padahal faktor internal-lah yang membangkitkan perilakunya. perkawinan. Para pakar menyebut hal itu sebagai “hukum keprimaan” (law of primacy). . Menggunakan kata-kata Andrea L. Bila kita sangat terkesan oleh seseorang.atribusi kita juga keliru bila kita menyangka bahwa perilaku seseorang disebabkan oleh faktor internal. kita menggunakan beberapa sumber informasi. Dengan ungkapan Carl Rogers. nilai. Efek Halo Kesalahan persepsi yang disebut efek halo (halo effects) merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk suatu kesan menyeluruh mengenai seseorang. persepsi bersifat pribadi dan subjektif. gaya pakaian. kita cenderung memperluas kesan awal kita. kita mengamati penampilan fisik seseorang. KEKELIRUAN DAN KEGAGALAN PERSEPSI Persepsi kita sering tidak cermat. dan pengharapan yang kita gunakan untuk memaknai objek persepsi. Dengan demikian. 2. kepercayaan. konteks merupakan salah satu pengaruh yang paling kuat. padahal justru faktor eksternal-lah yang menyebabkannya. bagi individu tersebut. Kita cenderung mempersepsi suatu rangsangan atau kejadian yang terdiri dari objek dan latar belakangnya D. Rich. Misalnya. menempatkan rincian yang kita ketahui dalam suatu skema organisasional tertentu yang memungkinkan kita memperolah suatu makna lebih umum. karena faktor seperti usia. atau mengisi kesenjangan dan mempersepsi rangsangan atau pola yang tidak lengkap itu sebagai lengkap. “persepsi pada dasarnya memiliki keadaan fisik dan psikologis individu. Dari semua pengaruh yang ada dalam persepsi kita.Dengan demikian.

Pengguanaan prasangka memungkinkan kita mereespon lingkungan secara umum. dll. Gegar Budaya Menurut Kalvero Oberg. anda mungkin mengkomunikasikan pengharapan anda kepada mereka dengan cara-cara yang sangat halus. penstereotipan adalah proses menempatkan orang-orang dan objek-objek ke dalam kategori-kategori yang mapan.3. anggur. Sebagaimana stereotip. Contoh stereotip ini banyak sekali. Menurut Ian Robertson. 4. Dengan kata lain. prasangka ini alamiah dan tidak terhindarkan. Lundstedt mengatakan bahwa gegar budaya adalah suatu bentuk ketidakmamapuan menyesuaikan diri (personality mal-adjustment) yang merupakan suatu reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang-orang baru. alih-alih berdasarkan karakteristik individual mereka. yakni berprasangka atau tidak berprasangka. Pada umumnya. . dan lebih teramati daripada stereotip. seperti Donald Edgar dan Joe R. 5. yakni menggeneralisasikan orang-orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarakan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok. Prasangka Suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda adalah prasangka. Stereotip ini tidaklah berbahaya sejauh kita simpan dalam kepala kita. sehingga terlalu menyederhanakan masalah. sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa mereka akan berperilaku sesuai dengan yang anda harapkan. Fagin. Jadi prasangka ini konsekuensi dari stereotip. Citra demikian disebut stereotip. Sedangkan menurut P. suatu konsep yang sangat dekat dengan stereotip. dan makanan enak • Orang Cina pandai memasak • Orang Batak kasar • Orang Padang pelit • Orang Jawa halus pembawaan • Lelaki Sunda suka kawin cerai dan pelit memberi uang belanja • Wanita Jawa tidak baik menikah dengan lelaki Sunda (karena suku Jawa dianggap lebih tua daripada suku Sunda) • Orang Tasikmalaya tukang kredit • Orang berkaca mata minus jenius • Orang berjenggot fundamentalis (padahal kambing juga berjenggot). gegar budaya ditimbulkan oleh kecemasan karena hilangnya tandatanda yang sudah dikenal dan simbol-simbol hubungan sosial. lebih bermanfaat untuk menganggap prasangka ini sebagai bervariasi dalam suatu rentang dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi. Beberapa pakar cenderung menganggap bahwa stereotip itu identik dengan prasangka. misalnya: • Laki-laki berpikir logis • Wanita bersikap emosional • Orang berkulit hitam pencuri • Orang Meksiko pemalas • Orang Yahudi cerdas • Orang Prancis penggemar wanita. pikiran berprasangka selalu menggunakan citra mental yang kaku yang meringkas apapun yang dipercayai sebagai khas suatu kelompok. Ketika anda mengharapkan orang lain berperilaku tertentu. Akan tetapi bahayanya sangat nyata bila stereotip ini diaktifkan dalam hubungan manusia. stereotip bersifat negatif. Dapat dikatakan bahwa stereotip merupakan komponen kognitif (kepercayaan) dari prasangka. Meskipun kita cenderung menganggap prasangka berdasarkan suatu dekotomi. atau penilaian mengenai orang-orang atau objek-objek berdasarkan kategori-kategori yang dianggap sesuai. sedangkan prasangka juga berdimensi perilaku. Stereotif Kesulitan komunikasi akan muncul dari penstereotipan (stereotyping). Apa yang anda persepsi sangat dipengaruhi oleh apa yang anda harapkan.

BAB III PENUTUP A. menyebutnya dengan Indomie.” atau ada pula yang berkata “kalau makan bakso. Ditandai dengan penolakan atas budaya. Dalam berkomunikasi. 5). yaitu: faktor internal (cirri-ciri kepribadian orang yang bersangkutan). manusia menerima stimulus dari yang lain. nanti bisa iritasi usus. sebagai merk dagang bumbu penyedap rasa (MSG). dan sikap yang berbeda mengganggu realitas perseptual kita. begitu juga dengan Sasa. Prasyarat terjadinya persepsi adalah penangkapan stimulus oleh alat-alat indera. sehingga peranan alat-alat indera sangat penting. Itulah hebatnya orang-orang yang bergerak di bidang pemasaran. Adler mengemukakan lima tahap dalam pengalaman transisional ini. Sarimie. E. dan luar biasa. harus menggunakan odol. Fenomena itu dapat digambarkan dalam beberapa tahap. 3). atau apapun). jangan gunakan sasa. sehingga ia dapat memberikan respon dari stimulus tersebut melalui panca indera yang dimilikinya. evaluasi. bahkan menikmatinya. Ditandai dengan kepekaan budaya dan keluwesan pribadi yang meningkat. demikian juga dengan indomie. mau merknya apa saja (misalkan Super Mie. Mungkin yang dimaksud dengan “odol” adalah “pasta gigi” padahal Odol adalah salah satu merk dagang pasta gigi. Gegar budaya ini dalam berbagai bentuknya adalah fenomena yang alamiah saja. karena kita melihat hal-hal yang eksotik. Peter S. dan sikap yang sserba menilai. dan kekagetan. Kita tidak langsung mengalami gegar budaya ketika kita memasuki lingkungan budaya yang baru. Ditandai dengan kesenangan. Moran. HUBUNGAN PERSEPSI DALAM KOMUNIKASI 1. Tidak ada kepastian kapan gegar budaya ini akan muncul dihitung sejak kita memasuki suatu budaya lain. Hal itu sama saja jika sering kita dengar atau ucapkan: “kalau menyikat gigi. pemahaman atas budaya baru.” karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda. generalisasi. Tahap disintegrasi. Intensitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor.Harris dan R. Komunikasi digunakan untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan dan manusia lainnya. Tahap independensi.” dan sebagainya. nilai. dan faktor eksternal (kerumitan budaya atau lingkungan budaya baru yang dimasuki). Ditandai dengan kita mulai menghargai kemiripan dan perbedaan budaya. yaitu: 1). perilaku. . dan memiliki persepsi tertentu mengenai dirinya dan dunia sekitarnya. Terjadi ketika perilaku. Tahap otonomi. Namun dari stimulus-stimulus yang sama mungkin akan ditafsirkan secara berbeda oleh orang yang berbeda. Tahap reintegrasi. Sehingga persepsinya pun berbeda. keheranan. Upaya Menyamakan Persepsi Sering kita temukan istilah “menyamakan persepsi. manusia tidak lepas dari kegiatan komunikasi.” atau ada yang berkata “jangan seringsering makan indomie. Tahap kontak. kita menolak kemiripan dan perbedaan budaya melalui penstereotipan.” kadang ada yang pas. unik. sementara nilai budaya dan pengharapan budaya lama tidak lagi sesuai. yang mampu menanamkan nama produk di benak para konsumennya hingga turun-temurun. Kesimpulan Pada dasarnya dalam kehidupannya. gegar budaya adalah suatu trauma umum yang dialami seseorang dalam suatu budaya yang baru dan berbeda karena harus belajar dan mengatasi begitu banyak nilai budaya dan pengharapan baru. yang pada dasarnya terbagi dua. 2). namun seringnya tidak pas digunakan. atau masa lalu hingga saat ini. Alat-alat indera yang dimiliki manusia menyebabkan manusia mampu berpikir. khususnya brand image. atau berhubungan dengan pengalaman. Amat sulit tugas untuk “menyamakan persepsi. 4). dan kemampuan menyesuaikan diri dengan budaya baru kita. merasakan. Persepsi adalah kata yang berhubungan dengan waktu yang dalam bahasa Inggrisnya berhubungan dengan past-present.

· Interpretasi adalah. indra pencium. Larry A. Atensi dapat merupakan proses sadar maupun tidak sadar. Agama.simbol yang sama. melalui alat – alat indra kita ( indra perasa. Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempegaruhi persepsi kita ketika kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain.bound ). indra pengecap. 2. sentuhan dan pengecapan. Makna pesan yang dikirimkan ke otak harus dipelajari. baik secara simultan (dikenal sebagai interpretasi simultan) atau berurutan (dikenal sebagai interpretasi berurutan). proses kognitif lainnya. Semakin tinggi derajat kesamaan persepsi individu. tetapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan. yakni : . pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. dan rasa air garam dipantai. Kelompok – kelompok budaya boleh jadi berbeda dalam mempersepsikan sesuatu. seperti bau parfum yang menyengat. jabatan tangan yang kuat. proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol. Definisi Persepsi Persepsi adalah proses internal yang kita lakukan untuk memilih. Informasi didapatkan dari penginderaan.PERSEPSI 1. Semua indra itu mempunyai andil bagi berlangsungnya komunikasi manusia. Pendengaran juga menyampaikan pesan verbal ke otak untuk ditafsirkan. Persepsi adalah juga inti komunikasi. Denagn demikian persepsi itu terkait oleh budaya ( culture . dan cita rasa sebagai faktor – faktor internal jelas mempengaruhi persepsi seseorang terhadap realitas. ideologi.semakin mudah dan semakin sering mereka berkomunikasi. tingkat ekonomi.penglihatan menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk diinterprestasikan. · Atensi atau perhatian adalah. Dengan kata lain persepsi adalah cara kita mengubah energi – energi fisik lingkungan kita menjadi pengalaman yang bermakna. sedangkan orang Amerika berpandangan bahwa mengutarakan pendapat secara terbuka adalah hal yang baik. mengevaluasi dan mengorganisasikan rangsangan dari lingkungan eksternal. Persepsi meliputi : · Penginderaan ( sensasi ). karena jika persepsi kita tidak akurat. pekerjaan. Orang Jepang berpandangan bahwa kegemaran berbicara adalah kedangkalan. terutama penafsiran atas suatu rangsangan. Penciuman. indra peraba. ingatan dan. terkadang memainkan peranan penting dalam komunikasi.Proses atensi membantu efisiensi penggunaan sumberdaya mental yang terbatas yang kemudian akan membantu kecepatan reaksi terhadap rangsang tertentu. Samovar dan Richard E. Budaya dan Persepsi Faktor – faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu aspek persepsi. tidak mungkin kita berkomunikasi dengan efektif. dan sebagai konsekuensinya semakin cenderung membentuk kelompok budaya atau kelompok identitas. dan indra pendengar ). Persepsilah yang menentukan kita memilih pesan dan mengabaikan pesan yang lain.

Salah satu penyebabnya adalah asumsi atau pengharapan kita. Sesekali kesalahan persepsi dapat diperbaiki. Tidak mudah memahami cara orang lain mengorganisasikan sekaligus memikirkan cara kita sendiri. · Prasangka : suatu kekeliruan persepsi terhadap orang yang berbeda. · Efek halo : merujuk pada fakta bahwa begitu kita membentuk kesan menyeluruh mengenai seseorang. biasanya suatu kesalahan persepsi diikuti kesalahan persepsi lainnya. · Stereotip : adalah mengeneralisasikan orang – orang berdasarkan sedikit informasi dan membentuk asumsi mengenai mereka berdasarkan keanggotaan mereka dalam suatu kelompok.· kepercayaan (beliefs). selanjutnya stimuli ditafsirkan secara selektif pula. positif ataupun negatif. Beberpa bentuk dan kegagalan persepsi adalah sebagai berikut : · Kesalahan atribusi : atribusi adalah proses internal dalam diri kita untuk memahami penyebab perilaku orang lain.sifatnya yang spesifik. Pengamat / objek / konteks Seperti mempersepsi benda mempersepsi orang lain juga dapat ditinjau dari 3 unsur yaitu : · pengamat · objek persepsi · konteks yang berkaitan denagn objek yang diamati Sebagai pengamat anda juga dipengaruhi oleh atribu –atribut anda sendiri. yang merupakan reaksi terhadap upaya sementara yang gagal untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan orang –orang baru. mengorganisasikan dan menafsirkan semua pengalamannya secara selektif. Namun. kesan yang menyeluruh ini cenderung menimbulkan efek yang kuat atas penilaian kita akan sifat. kegagalan dan kekeliruan dalam persepsi Persepsi kita seringkali tidak cermat. nilai ( values ). yang berarti preseden atau penilaian berdasarkan pengalaman terdahulu. Istilah ini berasal dari bahasa latin ( praejudicium ). stimuli di urutkan. lengkap. maka atribut – atribut tersebut dapat berubah. karena persepsi personal merupakan proses tradisional. Stimuli secara secara selektif artinya. · Gegar budaya : suatu bentuk ketidak mampuan menyesuaikan diri. Namun. dan dapat di indera. Sehingga. 4. sikap ( attitude ) · pandangan dunia ( world view ) · organisasi sosial ( sozial organization ) · tabiat manusia ( human nature ) · orientasi kegiatan ( activity orientation ) · persepsi tentang diri dan orang lain ( perseption of self and other ) 3. Bagaimanakah sebuah pembentukan kesan ?  Meperhatikan diri sendiri . Setelah stimuli dipersepsi dan diorganisasikan secara selektif. Persepsi selektif. dan penafsiran Setiap orang memperhatikan . disajikan sebuah gambaran yang menyeluruh. Kita mempersepsikan sesuatu atau seseorang sesuai dengan pengharapan kita. penyimpangan yang terjadi semakin parah. organisasi. 5. Misalnya orang cenderung membuat penilaian umum. artinya stimuli diberi makna secara unik oleh orang yang menerimanya. dan selanjutnya. 6.

Kesan Pertama Penilaian kepribadian digunakan untuk menjelaskan dan memperkirakan perilaku berdasarkan informasi yang amat terbatas. Berbagai kajian menunjukan sedikitnya tiga generalisasi yang dapat dibuat  Ada orang – orang yang lebih mudah menilai dari orang –orang lainnya. Pernah dengar tentang efek placebo? Itu loh kekuatan menyembuhkan yang berasal dari pikiran. Babrow dan Dinn (2005). Karena diagnosis yang tidak cermat. Kesan adalah kata yang kita gunakan untuk penilaian kita. “Pasien. Hipokrates cheap buy Ampicillin Drugstore online menyadari hubungan antara komunikasi efektif dokter dan kemungkinan yang lebih besar bagi pasien untuk sembuh. placebo adalah pengobatan tiruan.  Umpan balik adalah sikap yang menunjukan sikap respon atau menanggapi lawan main  Rasa malu  Ramalan yang dipenuhi diri sendiri  Atribusi pelaku Kebanyakan orang membentuk kesan atas oranglain dengan mudah. Bagaimanakah informasi yang ada dimanfaatkan dalam pembentukan kesan pertama?. mungkin mereka lebih terbuka mengenai diri sendiri  Beberapa sifat lebih mudah diniai daripada beberapa sifat lainnya  Kita dapat menilai orang lebih baik bila orang tersebut mirip dengan kita. Pada intinya istilah in berarti bagaimana kita memilih dan mengorganisasikan informasi tentangorang lain berdasarkan perilaku yang kita rasa dimilikinya. Placebo berasal dari kata kerja latin yang berarti “menyenangkan”. yang memahami ketidakpastian dialami pasien dan keluarganya. Empat ratus tahun Sebelum Masehi. membuat penyakitnya lebih parah. Profesional medis yang mengandalkancheap buy Amoxil without prescription online keahlian medis dengan mengabaikan pentingnya komunikasi dengan pasien dianggap arogan namun juga membahayakan kehidupan pasien dan karier mereka sendiri. Sebenarnya. atau meninggal dunia. 8. mungkin pulih kembali hanya karena puas dengan kebaikan dokter. Biasanya berbentuk tablet gula-susu biasa yang dimiripkan pil sungguh-sungguh. namun mereka merasa sulit bila diminta menjelaskan prosesnya. seorang dokter yang cakap harus juga seorang komunikator cakap. Ia menulis. 7. Maka dalam arti klasiknya. .  Persepsi adalah inti komunikasi. Beberapa variable yang mempengaruhi kecermatan persepsi Ada beberapa variable yang dapat mempengaruhi kecermatan dalam persepsi . dokter dapat memberikan obat yang keliru kepada pasien. mengatakan. doxycycline hyclate meskipun sadar bahwa kondisinya membahayakan.” Komunikasi efektif yang selama ini dianggap seni oleh dokter. justru merupakan obat paling mujarab bagi pasien. cacat seumur hidup. kita tak mungkin berkomunikasi efektif. setiap orang tampaknya mempunyai teori khusus kepribadian atau biasa disebut degan teori implisit. Tanpa persepsi yang cermat.Konsep diri adalah kesan anda yang relatif stabil menegenai diri sendiri.

-Frekuensi : Semakin sering frekuensi suatu stimulus disampaikan. Selesai.Pentingnya Persepsi Persepsi penting karena perilaku individu didasarkan pada persepsi mereka tentang kenyataan. 3.semakin besar kemungkinanya diperhatikan. makin besar kemungkinan pasien untuk sembuh.interpretasi itu sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik pribadi dari pembuat persepsi individual tersebut.Sebuah penelitian ilmiah membuktikan ternyata efek placebo itu ilmiah.Faktor-faktor tersebut seperti : . Pasien tidak hanya membutuhkan diagnosis dan terapi.Karakteristik pribadi itu meliputi : -Sikap -Kepribadian -Motif -Minat -Pengalaman masa lalu -Dan harapan-harapan seseorang Faktor dari target atau obyek Karakteristik target yang diobservasi bisa mempengaruhi apa yang diartikan. Tetapi ketika belajar tentang komunikasi dan berada di tengah-tengah pasien seperti saat ini. dan tekanan darah serta meningkatkan kesehatan mereka secara umum. rasa sakit. 2.semakin besar kemungkinanya stimulus tersebut diperhatikan -Kontras : Stimulus yang kontras atau mencolok dengan lingkungan sekelilingnya akan semakin besar kemungkinanya untuk diperhatikan dibanding dengan yang sama dengan lingkunganya -gerakan : Stimulus yang bergerak lebih diperhatikan daripada stimulus yang tetap atau tidak bergerak -Perubahan : Suatu stimulus akan lebih diperhatikan jika stimulus atau obyek tersebut dalam bentuk yang berubahubah -Baru : Suatu yang baru dan unik akan lebih cepat mendapatkan perhatian daripada stimulus yang sudah biasa dilihat Namun faktor-faktor ini bisa dikelompokkan berdasarkan berbagai sudut pandang : Faktor dari dalam diri pembentuk persepsi itu sendiri Yaitu ketika seorang individu melihat sebuah target dan berusaha untuk menginterpretasikan apa yang ia lihat. Seorang dokter hanya bertugas mendiagnosis penyakit pasien lalu memberikan terapi. ternyata persepsi awal saya salah.PERSEPSI 1.semakin besar kemungkinanya obyek tersebut dipersepsikan -Intensitas: Semakin besar intensitas suatu stimulus. Kepedulian dokter terhadap pasien ternyata mengurangi kecemasan. tetapi komunikasi interpersonal antara dokter dan pasien juga sangatlah penting.mengorganisasikan dan menafsirkan stimulus lingkungan.Pengertian •Proses dimana individu mengatur dan menginterpretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi lingkungan mereka •Suatu proses memperhatikan dan menyeleksi. Pada awalnya saya mengira komunikasi hanyalah sebagian kecil dari tugas dokter.Proses Persepsi Stimulus Lingkungan -> Perhatian dan seleksi -> Pengorganisasian Stimulus -> Penafsiran -> Persepsi B. Makin besar harapan dokter bahwa pasien akan sembuh. Di sinilah ilmu komunikasi diperlukan seorang dokter.FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROSES PERSEPSI -Ukuran : Semakin besar ukuran suatu obyek fisik. .

Salah satu penemuan yang lebih menarik dalam teori hubungan adalah terdapat kesalahan atau bias yang mengubah berbagai hubungan. Perilaku yang disebabkan secara eksternal dianggap sebagai akibat dari sebab-sebab luar yaitu situasi yang memaksa berperilaku. PERSEPSI SESEORANG TERHADAP PENILAIAN TENTANG INDIVIDU LAIN Persepsi Seseorang : Membuat Penilaian Tentang Individu Lain Persepsi seseorang adalah berbagai persepsi yang dibuat oleh individu tentang individu lainnya. Semakin konsisten perilaku.Waktu . motif atau niat.-Sesuatu yang baru -Gerakan -Suara -Ukuran -Latar belakang -Kedekatan -Kemiripan Faktor dalam situasi Yaitu konteks dimana kita melihat berbagai objek atau peristiwa yang penting. terdapat bukti yang substansi bahwa ketika membuat penilaian tentang perilaku individu lain. Contoh hubungan internal.Keadaan kerja . anda mungkin menghubungkan keterlambatannya dengan pesta sampai larut malam dan kemudian bangun kesiangan. sementara menyalahkan faktor-faktor eksternal seperti keberuntungan yang buruk atau rekan-rekan kerja yang tidak produktif atas kegagalan. konsensus dan konsistensi. Tetapi apabila anda menghubungkannya dengan kecelakaan mobil yang membuat kemacetan lalu lintas pada jalan yang biasa digunakan. Dimana kita membuat kesimpulan tentang berbagai tindakan dari individu yang tidak kita temui pada benda-benda mati yang bergantung pada hukum alam. ketika perang Irak tampak membaik. Hal ini disebut bias pemikiran diri sendiri (self-serving bias). Contoh. bergantung pada arti yang kita hubungkan dengan perilaku tertentu. Gedung Putih segera menyalahkan kegagalan intelijen.Keadaan Sosial C. Jalan Pintas yang Sering Digunakan dalam Menilai Individu Lain Persepsi Selektif (selective perception) . Ada 3 faktor dalam penentuan tersebut yaitu kekhususan. Pada dasarnya teori ini mengemukakan bahwa ketika mengobservasi perilaku seorang individu. Teori hubungan (attribution theory) telah dikemukakan untuk mengembangkan penjelasan tentang cara-cara kita menilai individu secara berbeda. apabila salah seorang karyawan anda terlambat kerja. anda membuat suatu hubungan eksternal. Tetapi ketika menjadi jelas bahwa senjata penghancur massal (weapon of mass destruction-WMD) tidak bisa ditemukan di mana pun dan pertarungan belum juga selesai. Perilaku yang disebabkan secara internal adalah perilaku yang diyakini dipengaruhi oleh kendali pribadi seorang individu. Sedangkan manusia mempunyai keyakinan. Persepsi dan penilaian kita tentang tindakan seseorang akan dipengaruhi secara signifikan oleh asumsi-asumsi yang kita buat tentang keadaan internal orang itu. Apabila semua individu yang menghadapi situasi serupa merespon dengan cara yang sama. kita memiliki kecenderungan untuk merendahkan pengaruh faktor-faktor eksternal dan meninggikan faktor-faktor internal atau pribadi. kita berupaya untuk menentukan apakah perilaku tersebut disebabkan secara internal atau ekstrnal. Teori Hubungan (attribution theory) Terdapat perbedaan persepsi antara individu dan benda mati. Hal ini disebut sebagai kesalahan hubungan yang fundamental (fundamental attribution error). Contoh. Gedung Putih mendeklarasikan „misi terselesaikan‟. kita bisa berkata bahwa perilaku tersebut menunjukkan konsensus. semakin besar kecenderungan pengamat untuk menghubungkannya dengan sebab-sebab internal. Kecenderungan bagi para individu dan organisasi untuk menghubungkan keberhasilan mereka sendiri dengan faktorfaktor internal seperti kemampuan atau usaha. Kekhususan merujuk pada apakah seorang individu memperlihatkan perilaku-perilaku berbeda dalam situasi-situasi yang berbeda.Faktor tersebut antara lain : .

jika keputusan yang diambil salah maka akan memberikan hasil yang tidak baik. Proses itu adalah sebagai berikut.Menginterpretasikan secara selektif apa yang dilihat seseorang berdasarkan minat. latar belakang. dan sikap seseorang. Efek-efek Kontras (contrast effects) Evaluasi tentang karakteristik-karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan-perbandingan dengan orang lain yang baru ditemui. yang mendapat nilai lebih tinggi atau lebih rendah untuk karakteristik-karakteristik yang sama. Penetapan Tujuan next Mengidentifikasi Permasalahan next Mengembangkan Berbagai Alternatif Solusi next Evaluasi dan Memilih Sebuah Alternatif next Melaksanakan Keputusan Evaluasi dan Pengendalian dan Tindakan Koreksi Pengulangan 1. Dalam pengambilan keputusan ini ada beberapa proses yang harus dilalui hingga akhirnya keputusan yang terbaik itu diambil. Proyeksi (projection) Menghubungkan karakteristik-karakteristik diri sendiri dengan individu lain. Efek Halo (halo effect) Membuat sebuah gambaran umum tentang seorang individu berdasarkan sebuah karakteristik. pengalaman. . D. Pembentukan Stereotip (stereotyping) Menilai seseorang berdasarkan persepsi tentang kelompok dimana ia tergabung.Menetapkan Tujuan Pengambil keputusan menetapkan tujuan yang akan dicapai sehingga tahu kendala-kendala apa yang muncul yang dapat menghambat tujuan tersebut dicapai. Tujuan yang ditentukan dapat berupa tujuan yang spesifik dan dapat diukur ataupun tujuan yang bersifat umum. PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN Proses pengambilan keputusan Proses pengambilan keputusan merupakan salah satu hal mendasar dalam organisasi bahkan dalam kehidupan. Jika keputusn yang diambil itu tepat maka akan memberikan hasil yang baik atau sebaliknya. Keputusan itu diambil dari berbagai alternatif pilihan yang ada.

Jika penyebab dari permasalahan ini tidak dapat diidentifikasi dengan baik. Biasanya didalam mengerjakan keputusan masalah yang ada akan muncul kembali. Permasalahan perlu untuk diidentifikasi agar dapat menemukan jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut. pembuatan keputusan individual merupakan satu bagian penting dari perilaku organisasi. pengambil keputusan tidak dapat begitu saja menganggap bahwa hasil yang diinginkan dapat dicapai tetapi harus tetap mengadakan evaluasi dan pengendalian. 4. . dan diinterprestasikan. Biasanya. E. 3. maka permasalahan yang muncul tidak dapat diatasi dengan baik pula. Oleh karena itu. data diperoleh dari banyak sumber dan data-data tersebut harus disaring. pimpinan tersebut berusaha untuk melindungi dirinya dengan merusak informasi yang ada. Artinya tidak adanya kesesuaian antara keadaan sebenarnya dengan keadaan yang diinginkan. Melaksanakan keputusan Setelah keputusan ditetapkan maka kemudian keputusan tersebut harus dilakukan. Sekalipun keputusan yang diambil adalah keputusan yang dianggap terbaik. Kadang jika informasi yang didapat mengenai suatu masalah menyangkut pimpinan. Ada 3 kesalahan yang sering dilakukan di dalam mengidentifikasi masalah. Jadi seharusnya antara keputusan dan kemampuan kerja harus seimbang agar kaputusan yang diambil bisa dikerjakan dengan maksimal sehingga hasilnya pun maksimal 6. Evaluasi dan pengendalian Setelah keputusan diterapkan. Alternatif yang terbaik adalah dalam hubungannya dengan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai. Melindungi diri Hal ini berkaitan erat dengan seorang pemimpin atau pengambil keputusan. 5. Mengembangkan sejumlah alternatif Setelah masalah teridentifikasi maka yang selanjutnya dilakukan adalah mengembangkan sejumlah alternatif untuk menyelesaikan masalah. baik informasi dari intern maupun informasi dari ekstern. Pembuatan keputusan timbul sebagai reaksi atas sebuah masalah. c. Misalnya banyak karyawan yang keluar dari suatu perusahaan atau organisasi dengan alasan pimpinan yang terlalu otoriter. yang membutuhkan pertimbangan untuk membuat beberapa tindakan alternative. Mengabaikan permasalahan Kadang sulit untuk menentukan suatu keadaan yang tidak baik sebagai suatu permasalahan. b. Maka dari itu dibutuhkan kemampuan untuk dapat menganalisa sebanyak-banyaknya informasi yang didapat. diproses. pimpinan tidak mau menyadari atau menerima bahwa sebenarnya sumber masalahnya adalah dirinya. Tetapi bagaimana para individu dalam organisasi membuat berbagai keputusan dan kualitas dari pilihan-pilihan akhir mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi-persepsi mereka. Penilaian dan pemilihan alternatif Setelah mendapatkan beberapa alternatif pemecahan masalah. Misalnya data mana yang relevan dengan . Dalam hal ini memang dibutuhkan suatu ketrampilan khusus atau pengalaman untuk bisa menentukan bahwa kondisi tidak baik tersebut merupakan masalah atau tidak. yaitu : a. HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Membuat keputusan artinya membuat pilihan-pilihan dari beberapa alternatif. Padahal gejala yang muncul seringkali bukan merupakan sumber dari masalah tersebut. Para pengambil keputusan harus mampu mengkaji semua alternatif pemecahan masalah yang potensial.Mengidentifikasi permasalahan Permasalahan merupakan kondisi dimana adanya ketidaksamaan antara kenyataan dengan apa yang diharapkan. Disini pengambil keputusan harus mengambil keputusan yang lain atau melakukan koreksi terhadap keputusan yang lama.2. Setiap keputusan membutuhkan interprestasi dan evaluasi informasi.Pemusatan terhadap gejala Pemecahan masalah tidak sampai ke akar-akarnya tetapi hanya berkutat pada gejala yang ada. selanjutnya yang dilakukan adalah menilai alternatifalternatif tersebut dan memilih alternatif mana yang terbaik untuk memecahkan masalah. tidak menutup kemungkinan kegagalan itu terjadi karena sering kali penerapan yang dilakukan tidak tepat. Dari sini bisa disimpulkan bahwa masalah tidak teridentifikasi dengan baik dan keputusan yang diambil pun tentunya kurang tepat.

dan kondisi faktual yang saat itu kita tangkap. Begitu juga sebaliknya. dan berambut lurus. Devito. Wenburg dan William W. Misalnya. dan lain-lain. Persepsi atau cara pandang kita terhadap sesuatu akan menentukan jenis dan kualitas komunikasi yang kita lakukan. misalnya mengobrol lewat telpon. pengalaman. JOhn R. telinga. yang dipengaruhi oleh latar belakang budaya. Hal itu dikarenakan persepsi setiap orang atau kelompok dalam memandang suatu hal berbeda-beda. dan lain-lain. hidung. Seperti Brian Fellows. Selama ini kita mungkin menganggap bahwa persepsi adalah sebuah pendapat atau cara pandang. menulis.keputusan tersebut dan data mana yang tidak relevan. maka itu akan membuat kita membentuk persepsi buruk tentangnya. Lalu bagaimana persepsi itu terbentuk? Perceptual process atau proses persepsi meliputi 3 tahap. kita berhadapan dengan seseorang yang kita persepsikan baik. Panca indera adalah reseptor yang menghubungkan otak kita dengan lingkungan . Sensasi adalah proses pengiriman pesan ke otak melalui panca indera. dan kulit. maka komunikasi yang kita lakukan dengannya pun akan baik pula. putih. Bagi kamu yang pernah atau sedang mempelajari ilmu komunikasi. menggambar. lidah. jika kita mempersepsikan ia buruk. Persepsi dikatakan inti komunikasi karena persepsi sangat mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan. dan berambut lurus. Menurut penduduk Fiji. Aku harus membaca puluhan halaman dalam dua buku untuk dapat memahami makna dan manfaat persepsi dalam komunikasi. kecantikan diartikan sebagai seorang wanita yang bertubuh ramping. korespondensi. dan lain-lain. yakni tubuh yang subur dan keturunan yang banyak. yaitu mata. cantik itu seperti apa? Jika kita menanyakan itu kepada banyak orang. merenung. psikologis. maka kita tidak akan berkomunikasi dengan baik dengannya. Ada apa dengan persepsi? Sepenting apakah itu sampai disebut sebagai inti komunikasi? Ikuti terus tulisan ini Banyak sekali ahli komunikasi yang menjelaskan tentang definisi persepsi. Kecantikan menurut orang dayak adalah seseorang yang memakai banyak anting sampai daun telinganya menjuntai ke bawah. atensi. Wilmot. pasti pernah mendengar kalimat“Perception is the core of communication” atau persepsi adalah inti komunikasi. Misalnya ketika mata kita melihat seorang perempuan bertubuh langsing.Persepsi bukan hanya menginterpretasikan objek-objek fisik. dan interpretasi. Sesuatu diinterpretasikan berbeda-beda oleh setiap orang dan kelompok. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seseorang dengan orang lain atau kelompok. Joseph A. Berbeda dengan masyarakat modern di kota. Persepsi-persepsi dari pembuat keputusan akan menjawab keputusan tersebut. ramping. Yang intinya menjelaskan bahwa persepsi adalah proses penafsiran informasi yang ditangkap oleh panca indera yang selanjutnya menghasilkan cara pandang kita terhadap sesuatu. Berbagai alternative akan dikembangkan.Komunikasi intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. baik komunikasi intrapersonal maupun interpersonal. kecantikan dilihat dari kemampuan reproduksi. misalnya berfikir. Proses penginterpretasian dari pembuat keputusan individual memiliki hubungan yang besar dengan hasil akhir dalam hal ini adalah pengaruh terhadap analisis dan kesimpulan. serta kelebihan dan kekurangan dari setiap alternative harus dievaluasi. atau bahkan kurus kering . kita bertemu dengan seseorang yang kita lihat sangat sombong dan menyebalkan. Mungkin ada yang menjawab cantik itu gendut. jangan kaget jika jawabannya bermacam-macam. namun ternyata definisinya tidaklah sesimple itu. namun juga objekobjek sosial. Menurut kamu. Hal itu memang benar. putih. tergantung latar belakangnya masing-masing. Contoh lain misalnya. yaitu asensi. maka kita akan mempersepsikan perempuan itu cantik.

Setuju kan? Misalnya ketika kita mengobrol lewat telpon. Misalnya sama-sama orang desa. Mana yang kita perhatikan? Tentu yang berbaju putih . Ketika mata kita melihat matahari terbenam di pantai kemudian kita perhatikan. maka interpretasi adalah inti dari persepsi. Misalnya melihat pantai. Contoh lain misalnya. Semakin sama persepsi setiap orang. dan interpretasi adalah tahapan-tahapan yang dilalui untuk menghasilkan persepsi. dan ada satu orang berpakaian putih. maka secara tidak langsung kita akan menginterpretasikan pantai tersebut. bersalaman dan mencicipi masakan. Persepsi-persepsi yang ada pada diri kita akan mempengaruhi proses komunikasi yang kita lakukan. mencium parfum. merasakan. paling berbeda. Informasi yang kita tangkap dari proses melihat. dan paling menarik perhatian. Pendapat atau persepsi yang dihasilkan tentunya akan beragam. namun tidak semuanya kita perhatikan. meskipun saat itu kita juga sedang membaca koran atau sedang makan bakwan kan . atau bahkan jelek. kita melihat sekumpulan orang berpakaian hitam. atau sama-sama orang gila dan obyektif dalam memandang sesuatu . Setelah informasi itu kita tangkap dan kita rekam dalam otak. kita masuk dalam tahap atensi. informasi yang kita perhatikan hanyalah suara lawan bicara. Atensi. maka semakin efektif komunikasi yang dilakukan. Apakah menurut kita indah.Sebenarnya banyak sekali hal yang tertangkap oleh panca indera kita. tergantung latar belakang kita masing-masing.sekitar. biasa saja. mencium. mendengar. Tahap terakhir adalah tahap interpretasi. Persepsi setiap orang akan sama jika mereka berasal dari latar belakang yang sama. Mengapa demikian? Karena interpretasi adalah proses penafsiran informasi atau pemberian makna dari informasi yang telah kita tangkap dan kita perhatikan.Hal itu terjadi karena kita hanya akan memperhatikan apa yang kita anggap paling bermakna bagi kita. karena itu berfikirlah positif . dan meraba tersebut kita proses kembali untuk dapat menghasilkan persepsi terhadap sesuatu. Jika persepsi dikatakan sebagai inti komunikasi. Atensi adalah suatu tahap dimana kita memperhatikan informasi yang telah ada sebelum kita menginterpretasikannya. sama-sama orang jawa. Sensasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful