TEHNIK BIMBINGAN DAN KONSELING

Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas pada Mata Kuliah “Guidance and Counseling”

Disusun oleh : ISNA MAR’ATUS SHOLIKHAH NIM : 2490620016 Dosen Pengampu : Drs.H.A.HERY AMAN ZAENURI, M.Ag. NIP:150110408 Jurusan / Prodi : TARBIYAH / TI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PONOROGO December 2008 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia pada dasarnya memerlukan bimbingan sejak kecil untuk mempersiapkan masa dewasanya kelak supaya dapat diterima oleh lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat dengan bimbingan yang benar akan berjalan baik dan terarah. Begitu juga kepada para pelajar. Seperti kita telah ketahui bahwa bimbingan merupakan proses tuntunan, arahan secara terencana dan terus menerus terhadap peserta didik untuk menuju kedewasan atau kematangan mampu memecahkan masalah-masalah/ problem yang dihadapi guna mencapai kesejahteraan hidupnya. Dengan melihat pengertian disamping bahwa tidak dapat kita kesampingkan bahwa kode etik juga penting bagi seorang pembimbing, sehingga konselor tidak akan berjalan seenaknya saja. Oleh sebab itu maka penulis akan membahas mengenai tehnik-tehnik bimbingan serta kode etik konselor agar bisa menambah pengetahuan mendalam mengenai bimbingan dan konseling pada anak didik sehingga akan menjadi pencerahan tersendiri. B. Rumusan Masalah 1. Macam-macam tehnik bimbingan dan konseling 2. Pengertian dari macam-macam tehnik bimbingan dan konseling 3. Kode etik Konselor

yaitu 1. Melalui pendekatan ini klien diberi kesempatan mengemukakan persoalan. Williamson dan J. MACAM – MACAM TEHNIK BIMBINGAN DAN KONSELING BESERTA PENGERTIANNYA Dalam bimbingan dan konseling ada jenis tehnik bimbingan.G. Tehnik Direktif Konseling direktif.BAB II PEMBAHASAN A. 3) Diagnosis masalah 4) Prognosis atau prediksi tentang perkembangan masalah selanjutnya 5) Pemecahan masalah 6) Tindak lanjut dan peninjauan hasil-hasil konseling b. Sehingga untuk mengembangkan dan mengfungsikan kembali kemampuannya itu klien memerlukan bantuan Bertitik tolak dari anggapan dan pandangan tersebut. Dalam konseling direktif diperlukan data yang lengkap tentang klien untuk dipergunakan dalam usaha diagnosis. Denagn sikap ini klien akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada konselor. perasaannya dan pikiran-pikirannya secara bebas. Tetapi oleh karena suatu hambatan. Pendekatan ini dipelopori oleh E. Dan ini sangat membantu keberhasilan konseling. Tehnik Direktif dan Non-Direktif a. pernah juga disebut “konseling klinis” (clinical counseling). maka dalam konseling inisiatif dan peranan utama pemecahan masalah diletakkan dipundak klien sendiri. Konseling direktif berlangsung menurut langkah-langkah umum sebagai berikut: 1) Analisis data tentang klien 2) Pensintesisan data untuk mengenali kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan klien. yang karena proses dan dinamika pengentasan masalahnya mirip “ penyembuhan penyakit”. inisiatif dan peranan utama pemecahan masalah lebih banyak dilakukan oleh konselor. Individual Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Individu) Bimbingan konseling individu yaitu bimbingan konseling yang memungkinkan klien mendapat layanan langsung tatap muka dalam rangka pembahasan dan pengentasan permasalahan yang sifatnya pribadi yang dideritannya Dalam konseling ini hendaknya konselor bersikap penuh simpati dan empati. Sedangkan kewajiban dan peranan utama konselor adalah menyiapkan suasana agar potensi dan kemampuan yang ada pada . Konseling non-direktif merupakan upaya bantuan pemecahan masalah yang berpusat pada klien. Karena itu kilen membutuhkan bantuan dari orang yaitu konselor.G. Pendekatan ini berasumsi dasar bahwa seseorang yang mempunyai masalah pada dasarnya tetap memiliki potensi dan mampu mengatasi masalahnya sendiri. Dengan demikian. Darley yang berasumsi dasar bahwa klien tidak mampu mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya. Dan empati artinya berusaha menempatkann diri dalam situasi diri klien denagn segala masalah-masalah yang dihadapinya. potensi dan kemampuannya tidak dapat berkembang. Klien bersifat menerima perlakuan dan keputusan yang dibuat oleh konselor. Simpati artinya menunjukkan adanya sikap turut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh klien. Tehnik Non-Direktif Konseling direktif sering juga disebut “client contered terapi” pendekatan ini diperoleh oleh Carl Rogers dari universitas Wisconsin di Amerika Serikat.

dan dapat menyesuaikan diri dengan baik. Salah satu prinsip yang penting dalam konselling non direktif adalah mengupayakan agar klien mencapai kematangannya. produktif. 1987). antara lain: 1) Sifat masalah yang dihadapi (misalnya tingkat kesulitan dan kekompleksannya) 2) Kemampuan klien dalam memainkan peranan dalam proses konseling 3) Kemampuan konselor sendiri. Dalam suasana seperti itu konselor merupakan “agen pembangunan” yang mendorong terjadinya perubahan pada diri klien tanpa konselor sendiri banyak masuk dan terlibat langsung dalam proses perubahan tersebut. melalui hukum-hukum belajar : • Pembiasaan klasik. Tehnik Selektif Disadari bahwa setiap pendekatan atau teori diatas mengandung kekuatan dan kelemahan. Suasana seperti itu akan memungkinkan klien mampu memecahkan sendiri masalahnya. yaitu situasi atau stimulus yang diteri-manya. Kepribadian seseorang merupakan cerminan dari pengalaman. Disadari pula bahwa dalam kenyataan praktek konseling bahwa tidak semua masalah dapat dientaskan secara baik hanya dengan satu pendekatan atau teori saja. sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku. Manusia cenderung akan mengambil sti-mulus yang menyenangkan dan menghin-darkan stimulus yang tidak menyenang-kan. Ada masalah yang lebih cocok diatasi dengan tehnik direktif dan ada pula yang lebih cocok dengan tehnik non-direktif atau dengan teori khusus tertentu. Memahami kepribadian manusia : mempelajari dan memahami bagai-mana terbentuknya suatu tingkah laku Karakteistik konseling behavioral : . • Pembiasaan operan • Peniruan.dasarnya ada pada klien itu berkembang secara optimal. Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan. Tehnik Behavioralisme Manusia merupakan mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol/dipengaruhi oleh faktorfaktor dari luar. dengan cara menciptakan hubungan konseling yang hangat dan permisif. apabila dari kutub yang satu ditarik garis kekutub yang lain maka akan terbentuk garis kontinum.(prayitno. namun semuanya telah telah menyambung secara positif kepada dunia bimbingan dan konseling. Tehnik direktif dan tehinik non-direktif merupakan dua pendekatan yang amat berbeda. Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya. merdeka. yaitu garis yang memungkinkan gerak pengembangan berbagai modifikasi antara dua arus teori tersebut. baik pengetahuan maupun ketrampilan dalam menggunakan masing-masing tehnik. Dengan perkataan lain bahwa bisa saja sebuah masalah dapat diselesaikan dengan kedua tehnik tersebut atau tidaklah dapat ditetapkan bahwa setiap masalah harus diatasi dengan salah satu tehnik saja. Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar. Tehnik mana yang cocok digunakan sangat ditentukan oleh beberapa factor. Manusia memulai kehidupannya dengan mem-berikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. baik secara teoritis maupun praktis. Masingmasing berdiri dalam dua kutub yang berlawanan.

Macam-macam tehnik behavioralistik: .Manusia bermasalah mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya . dan menyesuaikan dirinya dan meng-internalisasikan norma-norma dalam sis-tem model sosial dengan masalah tertentu yang telah disiapkan oleh konselor.Social modeling Teknik untuk membentuk tingkah laku-tingkah laku baru pada klien Teknik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (meniru). 2.Tingkah laku maladaptif terjadi karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat. Tehnik ini membawa keuntungan pada diri murid.Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat. mengobser-vasi.Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar Teknik konseling behavioral diarahkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang. yang memungkinkan siswa lebih berkeinginan membicarakan perencaan masa depan atau masalah pribadi-social. yaitu yang dirasakan bersama oleh kelompok atau bersifat individual yaitu dirasakan oleh individu sebagai anggota kelompok. dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk proses konseling yang dikembangkan hendaknya menyentuh dan mendorong terjadinya perubahan tingkah laku klien. . maka klien akan meng-internalisasikan sistem nilai yang diharapkan kepadanya.-Berfokus pada tingkah laku yang tampak -Cermat dan operasional dalam merumuskan tujuan konseling -Mengembangkan prosedur perlakuan spesifik -Penilaian obyektif terhadap tujuan konseling Asumsi tingkah laku bermasalah . sehingga mereka terdorong untuk berusaha mengahadapi kenyataan itu bersama-sama dan saling mendiskusikannya.menghemat waktu dan tenaga .Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah . . Teknik ini dimaksudkan untuk mem-bongkar sistem nilai dan keyakinan yang irrasional pada klien dan meng-gantinya dengan sistem nilai yang positif. Group Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Kelompok) Tehnik ini dipergunakan dalam membantu murid atau sekelompok murid memecahkan masalahmasalah dengan melalui kegiatan kelompok. .Reinforcement Teknik untuk mendorong klien ke arah tingkah laku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) ataupun hukuman (punishment). . yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan . . diantaranya.Menyadarkan siswa bahwa kenyataan yang sama juga dihadapi oleh teman-temannya. Dengan memberikan reward ataupun punishment.menciptakan kesempatan bagi semua siswa untuk berinteraksi dengan konselor.

Dalam kesempatan ini diadakan Tanya jawab. Banyak kegiatan tertentu yang lebih berhasil jika dilakukan dalam kelompok. Murid-murid diberikan kebebasan untuk berbicara. menampung pendapat. Ia dapat menunjukkan kemampuannya kepada teman-temannya dan mengembalikan harga dirinya. Denagn berkaryawisata murid mendapat kesempatan meninjau objek-objek yang menarik dan mereka mendapat informasi yang lebih baik dari objek itu. Kegiatan ini dilakukan dalam kelas dalam bentuk pertemuan antara guru dengan murid diluar jam-jam pelajaran untuk membicarakan beberapa hal yang dianggap perlu. Dalam contoh digambarkan guru merencanakan peninjauan keproyek jalan raya. 5) Keorganisasian Keorganisasian baik dalam lingkungan pendidikan maupun dilingkungan masyarakat. Setiap murid dapat menyumbangkan pikiran masingmasing dalam memecahkan suaru masalah. kerja sama. Disamping itu murid-murid mendapat kesempatan untuk memperoleh penyesuaian dalam kehidupan kelompok. 3) Diskusi kelompok Diskusi kelompok merupakan suatu cara dimana murid-murid akanmendapat kesempatan untuk memecahkan masalah bersama-sama. sehingga dapat membantunya secara efisien. 2) Karyawisata (field trip) Karyawisata atau field trip selain berfungsi sebagai kegiatan rekreasi atau metode mengajar.masalah belajar . merencanakan suatu kegiatan. Juga dapat menembangkan tanggungjawab. sehingga murid-murid dapat mengutarakan perasaannya seperti dirumah. Dalam program home room ini hendaknya diciptakan suatu situasi yang bebas dan menyenangkan. keluarga dsb.dsb. Juga dapat mengembangkan bakat dan cita-cita yang ada. Dalam diskusi itu dapat tertanam pula rasa tanggungjawab dan harga diri.masalah penggunaan waktu senggang .Beberapa bentuk khusus tehnik bimbingan kelompok: 1) Home room program Yaitu suatu program kegiatan yang dilakukan dengan tujuan agar guru dapat mengenal muridmuridnya lebih baik. Melalui organisasi ini banyak masalah individual maupun kelompok dapa diseleseikan. Dalam contoh seorang anak dapat kesempatan untuk mengembangkan kesenangannya dan bakatnya dalam peninjauan keproyek jalan raya.masalah persahabatan. . 4) Kegiatan kelompok Kegiatan kelompok merupakan tehnik yang baik dalam bimbingan. Tehnik sosiometri dapat banyak menolong dalam pembentukan kelompok. misalnya dalam berorganisasi. rasa tanggungjawab. dapat pula berfungsi sebagai salah satu tehnik dalam bimbingan kelompok.masalah-masalah pekerjaan . Untuk mengembangkan bakat-bakat dan menyalurkan dorongan-dorongan.perencanaan suatu kegiatan . bertanya dan mengajukan usul. karena kelompok memberikan kesempatan kepada individu untuk berpatisipasi dengan sebaik-baiknya. percaya pada diri sendiri. Dalam organisasi murid mendapat kesempatan untuk belajar mengenal berbagai aspek kehdupan social. Mengaktipkan murid dalam mengembangkan bakat kepemimpinan disamping memupuk rasa tanggungjawab dan harga diri. Masalah yang mungkin dapat diduskusikan antara lain: .pembagian kerja dalam suatu kegiatan kelompok .

Kode etik ini mengandung ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar atau diabaikan tanpa membawa akibat yang tidak menyenangkan. Denagn adanya kode etik dalam bimbingan dan penyuluhan dimaksudkan agar bimbingan dan penyuluhan tetap dalam keadaan baik dan justru diharapkan semakin baik. dapat memegang atau menyimpan rahasia klien dengan sebaik-baiknya. dengan membatasi diri pada keahliannya atau wewenangnya. Karena itu pembimbing jangan sampai mencampuri weenang serta tanggung jaawabnya. pembimbing atau pejabat lain yang memegang jabatan dalam bidang bimbingan dan konseling harus memegang teguh prinsip-prinsip bimbingan dan penyuluhan. b. Dengan memerankan suatu peranan tertentu. B. Bagi murid yang mengalami ketegangan. 7) Psikodrama Jika sosiodrama merupakan tehnik memecahkan masalah social. Dibawah ini akan beberapa kode etik dalam bimbingan dan konselling: 1. latihanlatihan. Tehnik remedial ini dilakukan setelah diadakan diagnose terhadap kesulitan yang dialami murid. oleh karena pekerjaan pembimbing langsung dengan kehidupan pribadi orang. permainan dalam peranan itu dapat mengurangi ketegangannya. meminta bantuan kepada ahli dalam bidang lain diluar kemampuan atau diluar keahliannya . tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan belajar yang dialami murid. 4. Mengalihkan klien kepada konselor lain. Remedial ini mungkin berbentuk bermacam-macam seperti penambahan pelajaran.6) Sosiodrama Sosiodrama dipergunakan sebagai suatu tehnik didalam memecahkan masalah-masalah social dengan melalui kegiatan bermain peranan. Mengambil tindakan-tindakan yang mungkin menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi klien d. menggunakan alat-alat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan. 2. 8) Remedial teaching Remedial teaching atau oengajaran remedial yaitu bentuk pengajaran yang diberikan seorang murid untuk membantu memecahkan kesulitan belajar yang dihadapinya. pengulangan kembali. Dari pementasan itu kemudian diadakan diskusi mengenai cara-cara pemecahan masalahnya. 3. Di dalam sosiodrama ini individu akan memerankan suatu peranan tertentu dari suatu masalah social. maka seorang pembimbing harus: a. c. tanpa persetujuan klien. menggunakan tenaga-tenaga ahli yang tidak terdidik dan terlatih b. Kepada sekelompok murid dikemukakan suatu cerita yang didalamnya tergambarkan adanya ketegangan psyshis yang dialami individu. 5. konflik atau ketegangan yang ada dalam dirinya dapat dikurangi atau dihindari. Kemudian murid-muri d diminta untuk memainkan dimuka kelas. maka psikodrama adalah tehnik untuk memecahkan masalah-masalah psychis yang dialami oleh individu. KODE ETIK PADA BIMBINGAN KONSELING Kode etik yaitu ketentuan atau peraturan yang harus ditaati oleh siapa saja yang berkecimpung dalam bidang bimbingan dan penyuluhan demi untuk kebaikan. Menghargai sama terhadap bermacam-macam klien. pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil sebaik-baiknya. pembimbing tidak diperkenankan: a. c. Menunjukkan sikap hormat kepada klien. Dalam kesempatan itu individu akan menghayati secara langsung situai masalah yang dihadapinya. penekanan aspek-aspek tertentu.

-Mengambil tindakan-tindakan yang mungkin menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi klien -Mengalihkan klien kepada konselor lain. -Menghargai sama terhadap bermacam-macam klien. BAB III PENUTUP Kesimpulan: Macam – Macam Tehnik Bimbingan Dan Konseling Beserta Pengertiannya • Individual Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Individu) 1. • pembimbing harus berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai hasil sebaik-baiknya • seorang pembimbing harus: -dapat memegang atau menyimpan rahasia klien dengan sebaik-baiknya. pemmbimbing haruslah menyadari akan tanggungjawabnya yang berat yang memerlukan pengabdian sepenuhnya. -Menunjukkan sikap hormat kepada klien. • pembimbing tidak diperkenankan: -menggunakan tenaga-tenaga ahli yang tidak terdidik dan terlatih -menggunakan alat-alat yang kurang dapat dipertanggungjawabkan.Tehnik Selektif 3.Tehnik Behavioralisme • Group Guidance Counseling (Bimbingan Konseling Kelompok) o Home room program o Karyawisata (field trip) o Diskusi kelompok o Kegiatan kelompok o Keorganisasian o Sosiodrama o Psikodrama o Remedial teaching KODE ETIK PADA BIMBINGAN KONSELING • konseling harus memegang teguh prinsip-prinsip bimbingan dan penyuluhan.Tehnik Direktif dan Non-Direktif 2.6. tanpa persetujuan klien • pemmbimbing haruslah menyadari akan tanggungjawabnya yang berat yang memerlukan pengabdian sepenuhnya .

CV. Grasindo: Jakarta Walgito.S. Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.DYP Sugiharto.. PT. Rineka Cipta Jakarta A.PT. W. Bimbingan dan Konseling dalam Islam.bimbingan dan penyuluhann.. & Surya Moh. Jakarta Winkel.com . Ciputat Press. Andi Offset: Yogyakarta www. Bimbingan dan Konselinh di Institusi pendidikan.ILMU: Bandung Prayitno& Amti Erman.DAFTAR PUSTAKA Djuhur I. 1999. Hellen. 1001. 1975. Bimo. 2002.1995 Bimbingan dan Penyuluhan DiSekolah. Bimbingan dan Penyuluhan diSekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful