1) Analisis deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel, analisis ini hanya menghasilkan distribusidan

prosentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2005). Analisis data dilakukan untuk mengetahui distribusi dan presentase umur, tingkat pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan klien. 2) Uji normalitas 3) Uji linearitas Uji linearitas digunakan untuk mengetahui hubungan linear antara variabel independen dan variabel dependen (Priyatno, 2009). Perhitungan uji linearitas menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan software SPSS 17 for windows. Jika signifikansi > 0,05, maka hubungan tidak linear sedangkan jika signifikansi < 0,05, hubungan linear (Priyatno, 2009).

4) Uji signifikansi Pengujian signifikansi dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang berarti/signifikan atau tidak diantara variabel yang ada dalam penelitian (Priyatno, 2009). Perhitungan signifikansi menjadi bagian dari korelasi Pearson dalam perhitungan software SPSS 17 for windows,. Kriteria pengujian hipotesis diperlukan untuk menentukan apakah Ho diterima atau ditolak. Tabel 4.3 Kriteria uji signifikansi No Signifikansi 1 > 0,05 2 < 0,05

Kriteria Pengujian Ho diterima Ho ditolak

5) Uji determinasi

Perhitungan koefisien determinasi menggunakan rumus sebagai berikut : Keterangan : KD = Koefisien determinasi r = Koefisien korelasi Pearson 1) Analisis Regresi Analisis regresi yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara dua variabel.Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Menurut Sugiyono (2008) analisa regresi linier dapat dirumuskan sebagai berikut : Keterangan : Y = Variabel dependen X = Variabel independen a = Nilai konstan b = Koefisien arah regresi Nilai a dan b dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : ( )( ( ) ( )( ) ( ) ) .

00 – 0.399 Lemah ) ( ) [( ) ][ ( )( ) )] ( ) ] . Tabel 4. maka tahap selanjutnya adalah melihat seberapa besar koefisien korelasi dari kedua variabel (Sugiyono. Peneliti menggunakan analisis korelasi Pearson ini dengan bantuan SPSS 17. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mencari hubungan dan seberapa erat hubungan antara 2 variabel.2 Tingkat Hubungan Koefisien Korelasi Dua Variabel Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0.( ( 2) Analisis Koefisien Korelasi ) ) ( )( ) ( ) 3) Analisis Bivariat Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Pearson.199 Sangat lemah 0. Adapun rumus teknik korelasi Pearson menurut Arikunto (2006) adalah sebagai berikut : ( √[ ( Keterangan : n = Banyaknya sampel X = Variabel independen Y = Variabel dependen r = Koefisien korelasi Setelah diperoleh besarnya koefisien korelasi.20 – 0. 2009).

40 – 0. 2) Jika r < 0.599 0. terdapat hubungan linier positif.80 – 1.60 – 0. .000 Sedang Kuat Sangat kuat Nilai koefisien korelasi berkisar antara -1 sampai dengan +1 dengan penjelasan sebagai berikut : 1) Jika r > 0.799 0. terdapat hubungan linier negative.0. yaitu semakin besar variabel X maka semakin kecil variabel Y atau sebaliknya. 3) Jika r = 0. tidak ada hubungan antara variabel X dan variabel Y. yaitu semakin besar variabel X maka semakin besar variabel Y.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful