Vitamin dan Mineral by Fazza_Kendari

By Faaza BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pengetahuan tentang vitamin sangat diperlukan dalam kehidupan manusia terutama bagi kesehatan. Misalnya, vitamin C sangat berguna/berperan dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi, vitamin C juga berperan penting terhadap fungsi otak, karena otak banyak mengandung vitamin C. Kekurangan vitamin C dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, seperti pendarahan di hidung, masuk angin, encok, rhematic, peradangan pada persendian, luka bernanah pada organ lambung, dll. Oleh karena itu, vitamin C sangat penting bagi kehidupan manusia. Sebagaimana kita menjadi tua, tulang kita menghilangkan kandungan zat mineralnya. Kita mungkin kehilangan zat mineral tulang lebih cepat jika kita berusia lebih dari 50 tahun, jika kita perempuan setelah mati haid (menopause), atau jika kita langsing atau berberat badan ringan. Osteoporosis juga dikaitkan dengan kekurangan kalsium atau vitamin D dalam diet, dengan merokok, dengan memakai terlalu banyak kafein atau alkohol, dan kekurangan olahraga. Kita belum mengerti mengapa orang dengan HIV mempunyai angka osteoporosis lebih tinggi. Namun sebuah penelitian baru menemukan hubungan antara kehilangan tulang dan lamanya terinfeksi HIV. Pada percobaan ini, dilakukan penentuan kadar vitamin C dan analisa kualitatif abu tulang.

B.

Permasalahan

Permasalahan dalam praktikum ini yaitu: 1. 2. C. Bagaimana cara menentukan kadar vitamin C? Uji-uji apa saja yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya mineral? Tujuan

Tujuan praktikum ini yaitu: 1. Untuk menentukan kadar vitamin C dan

D. (F. mempunyai struktur yang mirip dengan monosakarida. closely related chemically to glucose.2004).. Vitamin C merupakan senyawa yang sangat larut dalam air. bila konsumsi mencapai 100 mg sehari. Bentuk vitamin C yang ada di alam adalah Asam Askorbat. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Asam askorbat (Vitamin C) adalah suatu heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat kaitannya dengan monosakarida. Sifat-sifat tersebut terutama disebabkan adanya struktur enadiol yang berkonjugasi dengan gugus karbonil dalam cincin laktan (Radinal dkk. Asam askorbat memiliki 6 ikatan karbon.Vitamin C mudah diabsorbsi secara aktif dan mungkin pula secara difusi pada bagian atas usus halus lalu masuk keperedaran darah melalui vena porta. antara lain : 1. Vitamin-C is a six carbon chain. melepaskan besi dari transferin dalam plasma agar dapat bergabung ke dalam feritin jaringan.G.Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan.Winarno. 2008).peran-peran itu adalah oksidasi fenilanin menjadi tirosin. serta pengubah asam folat menjadi bentuk yang aktif asam folinat.2001). Manfaat Manfaat yang diperoleh dari praktikum ini.diperkirakan vitamin C juga berperan dalam pembentukan hormon steroid dan kolesterol. mempunyai sifat asam dan sifat pereduksi yang sangat kuat. Vitamin C juga memiliki peran dalam berbagai fungsi yang melibatkan respirasi sel dan kerja enzim yang mekanismenya belum sepenuhnya dimengerti. Menganalisa kualitatif abu tulang. Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin. Orang yang pertama kali mengisolasinya adalah Szent-Gyorgi seorang ilmuwan berkebangsaan Hungaria (Annymous). Struktur vitamin C dapat dilihat sbb: . Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler. In 1934. It was first isolated in 1928 by the Hungarian-born scientist Szent-Gyorgi and structurally characterized by Haworth in 1933. Kemudian struktur vitamin C ditentukan oleh Haworth pada tahun 1933.(Sunita Almatsier. Dapat mengetahui uji-uji yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya mineral dalam sampel.Ratarata absorpsi adalah 90% untuk konsumsi diantara 20 dan 120 mg sehari.kulit bagian dalam tulang.2.Tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C.dentin.reduksi ion feri menjadi fero dalam saluran pencernan sehingga besi lebih mudah terserap. dan vasculair endothelium. menambah pengetahuan mengenai cara menentukan kadar vitamin C yang terkandung dalam sampel. 2.

Di dalam sel. 2008). berperan dalam memelihara tekanan osmosis dan keseimbangan asam basa cairan sel. fosfoprotein. 2004). tembaga (Cu). Pertama-tama. selanjutnya larutan ini diasamkan dengan penambahan asam sulfat encer sebanyak 10 mL. nukleotida.Analisa dengan cara titrasi redoks telah banyak dimanfaatkan. garam-garam mineral dapat mengalami disosiasi menjadi anion dan kation. mineral berperan penting dalam proses fisiologis ternak. baik untuk perkembangan jaringan keras seperti tulang dan gigi maupun jaringan lunak seperti hati. 2006). Fosfat dijumpai di dalam darah dan di dalam cairan jaringan sebagai ion-ion bebas. P. Abu merupakan komponen dalam bahan makanan yang penting untuk menentukan kadar mineral (Handayani dkk. baik yang dibutuhkan dalam jumlah besar (makro-elemen) maupun yang dibutuhkan dalam jumlah kecil (mikro-elemen). BAB III METODE PRAKTIKUM A. sedangkan unsur mineral mikro seperti besi (Fe). mangan (Mn). dan otak. Ion-ion dapat terlarut di dalam cairan sel atau terikat secara khusus pada molekul-molekul lain seperti protein dan lipida. baik untuk pertumbuhan maupun pemeliharaan kesehatan. ginjal. Ion-ion kalsium dijumpai dalam sirkulasi darah dan di dalam sel. Dalam bahan makanan terdapat sejumlah elemen mineral. Beberapa ion-ion anorganik berperan sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim. misalnya ion magnesium. Dalam analisis ini teknik iodimetri dipergunakan.. dan kobalt (Co) diperlukan dalam sistem enzim (Anonim. sampel ditimbang seberat 400 mg kemudian dilarutkan kedalam air yang sudah terbebas dari gas carbondioksida (CO2). ion-ion kalsium berkombinasi dengan ion-ion fosfat dan karbonat membentuk kristalin. Waktu dan Tempat . Bentuk-bentuk anion dan kation tersebut dinamakan ion. Kandungan garam-garam mineral pada berbagai tipe sel sangat bervariasi. 2007). seng (Zn). Unsur mineral makro seperi Ca. Retensi ion-ion menghasilkan peningkatan tekanan osmosis sebagai akibat masuknya air ke dalam sel. seperti dalam analisis vitamin C (asam askorbat). Beberapa unsur mineral berperan penting dalam penyusunan struktur tubuh. Titrasi dengan iodine. tetapi fosfat di dalam tubuh banyak terikat dalam bentuk fosfolipida. dan gula-gula terfosforilasi (Adnan. Di dalam tulang. Seperti unsur nutrisi pada manusia. Berbagai jenis garam-garam mineral sangat penting untuk kelangsungan aktivitas metabolisme sel. misal-nya ion Na+ dan K+. Mg. Na. Fosfat anorganik digunakan dalam sintesis ATP yang mengsuplai energi kimia untuk proses kehidupan dari sel melalui proses fosforilasi oksidatif. untuk mengetahui titik akhir titrasi gunakan larutan kanji atau amilosa (Zulfikar. dan K berperan penting dalam aktivitas fisiologis dan metabolisme tubuh.

gelas ukur 50 ml. hot plate. tulang ayam. corong. tanur. Larutan tiosulfat. HNO3 10% dan pekat. mortal dan pastel. dan kertas saring. Aquadest.01 M dan 0. botol semprot. gelas kimia 250 ml.Penentuan kadar Vitamin C Persen kadar vitamin C = 2. B.Praktikum yang berjudul Vitamin dan Mineral telah dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Haluoleo pada hari Senin tanggal 25 Oktober 2010. cawan porselin.1 M.93 % . pipet ukur 10 ml. ammonium oksalat 1 %. asam asetat encer. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Vitamin C. Iod 0. Rancangan Percobaan . larutan H2SO4 2 N. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada praktikum ini diantaranya erlenmeyer 250 ml. C. pipet tetes. gegep. dan oven. statif dan klem. batang pengaduk. buret.

- Pembuatan larutan blanko Volume blanko 2 ml - Analisa kualitatif abu tulang .

.

- Uji Endapan - Uji Kalsium .

terdapat dalam makanan dengan jumlah yang kecil.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Vitamin adalah sebutan untuk sejumlah zat organik yang berhubungan. dan yang dalam jumlah sangat kecil itu diperlukan .

volume larutan tiosulfat diperoleh dari selisih volume tiosulfat untuk titrasi blanko dan sampel. volume larutan tiosulfat yang digunakan untuk titrasi sampel vitamin C adalah 1 ml dan untuk blanko 2 ml. sehingga dapat ditentukan kadar vitamin C dalam sampel yaitu: . Menurut teori.1 N. Tahap selanjutnya adalah larutan dititrasi dengan Iod 0. 1 ml tiosulfat setara dengan 8. Larutan Iod-asam askorbat dapat dititrasi dengan penambahan sedikit demi sedikit larutan tiosulfat. Vitamin C juga mempunyai sifat asam dan sifat pereduksi yang sangat kuat. Dalam penentuan dengan metode titrasi. Seperti yang telah digambarkan dalam tinjauan pustaka. Proses titrasi yang sama juga dilakukan terhadap blanko aquades dengan perlakuan yang sama dengan sampel. Dalam percobaan. Sifat pereduksi dari asam askorbat ini dapat dimanfaatkan dalam penentuan kadar vitamin C dalam sampel yaitu dengan titrasi redoks menggunakan titran larutan oksidator seperti tiosulfat. Warna cokelat dimunculkan berdasarkan pereaksian antara iod dengan asam askorbat. Untuk penentuan kadar vitamin C dari sampel. Vitamin C atau asam asorbat merupakan zat gizi organik yang diperlukan dalam jumlah kecil pada makanan manusia dan hewan untuk pertumbuhan dan fungsinya yang baik sebagai prekusor esensial berbagai koenzim. Penambahan iod menyebabkan larutan yang berwarna kuning berubah menjadi coklat kehitaman. Ketiga sifat tersebut muncul akibat adanya struktur enadiol yang berkonjugasi dengan gugus karbonil dalam cincin laktan. Reaksi yang terjadi yaitu: S2O32-(aq) + I2(aq) SO42-(aq) + 2 I-(aq) Berdasarkan percobaan yang dilakukan. yaitu 1 ml.3 gr vitamin C harus dihaluskan terlebih dahulu kemudian dilarutkan dalam aquades. Lepasnya ikatan ini akan menyebabkan larutan menjadi bening. larutan vitamin C yang telah dibuat kemudian diasamkan dengan penambahan 5 ml H2SO4. beningnya larutan menandakan terbentuknya ion SO42. tablet 0. pereaksian ini akan mengoksidasi iod-asam askorbat sehingga menyebabkan terlepasnya iod dari molekul asam askorbat.untuk fungsi metabolik normal tubuh. suasana asam mutlak diperlukan karena reaksi oksidasi larutan Iod-asam askorbat hanya dapat terjadi pada pH asam.dan I-. terbentuknya 2 ion ini menunjukkan tericapainya titik akhir titrasi. Sebenarnya penghalusan tidak mutlak dilakukan mengingat vitamin C memiliki kelarutan yang sangat baik dalam air. khususnya pH 5 yang menjadi pH optimum pengoksidasian. diketahui bentuk vitamin C adalah Asam Askorbat.80 mg vitamin C.

Proses pengabuan dilakukan dalam tanur dengan suhu 7000C. Hasil percobaan yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut. Penetuan kadar abu dengan cara kering adalah dengan mengoksidasikan semua zat organic pada suhu yang tinggi yaitu pada suhu ± 5000C-6000C dan kemudian melakukan penimbangan zat yang tertinggal satelah proses pembakaran tersebut.Analisa kualitatif abu tulang dilakukan dilakukan dengan mengolah abu tulang.93 %. Ca2+(aq) + (NH4)2C2O4(aq) CaC2O4(s) + 2 NH4+(aq) BAB V PENUTUP A. endapan putih yang terbentuk yaitu fosfat ditambahkan dengan asam asetat encer dan endapan tersebut larut. Sedangkan pengabuan basah atau secara tidak langsung terutama digunakan untuk siperti sampel usaha penentuan trace element dan logamlogam beracun. sulfat dan nitrit. karbonat. klorida. Abu merupakan komponen dalam bahan makanan yang penting untuk menentukan kadar mineral Mineral yang terdapat dalam suatu bahan dapat merupakan dua macam garam yaitu garam organic dan garam anorganik. Kadar vitamin C yang terkandung dalam sampel yaitu 2. oksalat. Simpulan Dari percobaan yang dilakukan. dapat disimpulkan bahwa : 1. Yang termasuk garam organic misalnya garam asam maltat.sedangkan garam anorganik antara lain dalam bentuk garam fosfat. dilakukan penetuan kadar abu dengan cara kering. Pada uji endapan. Penentuan abu total dapat dikerjakan dengan pengabuan secara kering atau cara langsung dan dapat pula basa atau cara tidak langsung. pada percobaan yang dilakukan. Filtratnya ditambahkan NH3 pekat sampei terbentuk endapan putih dari fosfat dan disaring. Uji kualitatif yang dilakukan adalah uji endapan dan uji kalsium. sesuai persamaan reaksi berikut. asetat dan pektat. Hasil uji kualitatif terhadap abu tulang yaitu pada uji endapan dan uji kalsium memberikan hasil uji yang positif. Sedangkan uji kalsium pada filtrat dengan penambahan larutan (NH4)2C2O4 10%. 2. . terbentuk endapan putih dari CaC2O4 yang menunjukkan adanya mineral kalsium dalam sampel tulang. Jadi. Abu tulang tersebut kemudian ditambahkan larutan HNO3 dan disaring.

‘Kimia Kesehatan’. 26(3). Darussalam Zulfikar. 2008. 2006. Jurnal Biofarmasi 2 (2).’ Komposisi Kimia Sel’. Marliah. Bogor Handayani T.. Jakarta Like this: Like Be the first to like this post. 2008. About Faaza . ’ Peran Mineral Dalam Proses Fisiologis Ternak’. 2007. Jurnal Litbang Pertanian. Sutarno. Yogyakarta Radinal. 2008. Setyawan A. Agardh’. ‘Analisis Komposisi Nutrisi Rumput Laut Sargassum crassifolium J. Indra. Surakarta Irianto.’Vitamin’. Makassar Anonim. ‘Metabolisme’. 2004.D.DAFTAR PUSTAKA Adnan..

 My bests Posts | Pages | Comments All | Today | This Week | This Month o There are no rated items for this period. yang beranjak dewasa. 1337392585  Cari aja apa yang bisa di cari. . December 7th.an Ordinary person with extraordinary dreams View all posts by Faaza This entry was posted on Tuesday.. jangan nyerahhh search Go  Abu Silmi (Mifta Nur Rahmat) Anak soleh.0 feed. 2010 at 12:12 am and posted in Uncategorized.. « Hidrolisis Protein by Fazza_Kendari Syair-Syair Pilihan Mengenai Kematian Part One » Leave a Reply guest Enter your comment here. You can follow any responses to this entry through the RSS 2...

 Islamic Calendar  My Facebook Mifta Nur Rahmat Create Your Badge .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful