Kedisiplinan belajar siswa

Pengertian Kedisiplinan Belajar.

Arti disiplin bila dilihat dari segi bahasanya adalah latihan ingatan dan watak untuk menciptakan pengawasan (kontrol diri), atau kebiasaan mematuhi ketentuan dan perintah. Jadi arti disiplin secara lengkap adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tampa paksaan dari siapa pun (Asy Mas’udi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan(Yogyakarta: PT Tiga Serangkai, 2000), h. 88.). Disiplin adalah kepatuhan terhadap peraturan atau tunduk pada pengawasan atau pengendalian. Kedua disiplin yang bertujuan mengembangkan watak agar dapat mengendalikan diri, agar berprilaku tertib dan efisien”(Kadir, Penuntun Belajar PPKN(Bandung: Pen Ganeca Exact,1994), h. 80). Sedangkan disiplin menurut Djamarah adalah "Suatu tata tertib yang dapat mengatur tatanan kehidupan pridadi dan kelompok”(Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru(Surabaya: Usaha Nasional, 2002), h. 12). Kedisiplinan mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Berkualitas atau tidaknya belajar siswa sangat dipengaruhi oleh paktor yang paling pokok yaitu kedispilan, disamping paktor lingkungan, baik keluarga, sekolah, kedisiplinan setra bakat siswa itu sendiri.

Adapun ahli lain berpendapat tentang pengertian disiplin adalah sebagai berikut : a. Disiplin yaitu : 1. 2. 3. 4. b. Kreasi dan persiapan kondisi pokok untuk bekerja Kontrol diri sendiri Melatih dan belajar tingkah laku yang dapat diterima Sejumlah pengontrolan guru terhadap murid Disiplin guru yaitu : penuturan terhadap sesuatu peraturan dengan kesadaran

sendiri untuk tercapainya tujuan peraturan itu (Subari, Supervisi Pendidikan (Dalam Rangka Perbaikan Situasi Belajar)(Jakarta: Bina Aksara,1994), h. 163.). Dari beberapa definisi di atas dapat dipahami bahwa disiplin mengandung arti adanya kesediaan untuk mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku. Kepatuhan disini bukan hanya karena adanya tekanan-tekanan dari luar, melainkan kepatuhan yang didasari oleh adanya kesadaran tentang nilai dan pentingnya peraturan-peraturan. Kondisi yang dinamis, tertib dan aman adalah merupakan pencerminan dari kedisiplinan atau kehadiran dan kepatuhan, biak itu disiplin kepala sekolah, guru maupun siswa yang didasari oleh kesadaran dalam menjalankan dan melaksanakan peraturan.

2000). dan disiplin menghadiri rapat. Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin. . 3) Disiplin nasional Disiplin nasional adalah apabila peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan itu merupakan tata laku bangsa atau norma kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dipatuhi oleh seluruh rakyat. h. dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada orang lain. disiplin membayar pajak dan disiplin mengikuti upacara bendera (Asy Mas’udi. disiplin lalu lintas.). Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan(Yogyakarta: PT Tiga Serangkai. Misalnya. Misalnya. 2) Disiplin sosial Disiplin sosial adalah apabila ketentuan-ketentuan atau peraturan-peraturan itu harus dipatuhi oleh orang banyak atau masarakat. Adapun yang dimaksud dengan kedisiplinan siswa dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas dan kaitannya dengan prestasi belajar b. yaitu apabila peraturan-peraturan atau ketentuan-ketentuan itu hanya berlaku bagi diri seseorang. Untuk belajar secara efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa. Jadi langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektip dan efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk kepentingan diri sendiri. disiplin belajar. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektip memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektip. Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila kita memiliki : 1. Misalnya. 88-89. disiplin bekerja. Bentuk-Bentuk Kedisiplinan Belajar Siswa 1) Disiplin siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Kesadaran atas tanggung jawab belajar. dan disiplin beribadah. dapat dibedakan sebagai berikut : 1) Disiplin diri Disiplin diri (disiplin pribadi atau swadisiplin). Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya.Adapun macam disiplin berdasarkan ruang ligkup berlakunya ketentuan atau peraturan yang harus dipatuhi.

tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu secara efisien.. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisn. 82. Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat. Uraian tersebut sejalan dengan pendapat Slameto yang mengatakan bahwa : ” kebiasan belajar mempengaruhi belajar antara lain dalam hal pembuatan jadwal belajar dan pelaksanaannya. Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekuragan waktu untuk belajarnya.1995). Keterampilan mengatur waktu merupakan suatu keterampilan yang sangat penting. sikap. Sikap yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak bermanfaat baginya. 2) Disiplin terhadap pemanfaatan waktu a) Cara mengatur waktu belajar. .). 1. karena dengan memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi yang tinggi.2005).1995). kecakapan dan keterampilan. membaca dan membuat catatan.). Jadi siswa yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar yang tepat baginya. Belajar Dan Faktor-Fakto ryang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan. h. Cara Belajar Yang Efisien(Yogyakarta: liberti Yogyakarta. 167. dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar. h. h. apabila siswa memiliki sikap disiplin. Demikianlah cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa. Cara belajar yang efisien. 3.Metoda Belajar Dan Kesulitan- Kesulitan Belajar(Bandung: Tarsito. bahkan ada ahli keterampilan studi yang berpendapat bahwa ”keterampilan mengelola waktu dan menggunakan waktu secara efisien merupakan hal yang terpenting dalam masa studi maupun seluruh kehidupan siswa”(The Liang gie.2. Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik. mengulagi pelajaran konsentrasi serta dalam mengerjakan tugas”(Slameto.). siswa juga perlu memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya. dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur setiap hari.

tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan kesempatan. Sesungguhnya. mandi.167). Selidiki dan tentukanlah waktu yang tersedia untuk studisetiap hari. . olah raga. Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaikbaiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan. In fact. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan waktunya. the ability to use time efficiently may well be one of the most significant achiements of your entire life. one that will play dividends not only in studying but all through life. makan. . Beberapa pedoman pokok yang perlu dipahami dan kemudian diterapkan olah siswa adalah sebagai berikut : 1. Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji. melainkan sepanjang hidup. berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi. keterampilan yang memberikan keuntungan-keuntungan tidak saja dalam studi. dan urusan-urusan pribadi atau sosial 2.Hal ini ditegaskan oleh Harry Shaw sebagai berikut : ”Learning to use time is a valuable skill. Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien. Kelompokkanlah waktu sehari-hari untuk keperluan studi. Dalam ajaran islam disiplin dalam pemanfaatan waktu sangat dianjurkan. disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja. kemampuan menggunakan waktu secaara efisien dapat merupakan salah satu prestasi yang terpenting dari seluruh hidup anda) (Ibid h. b) Pengelompokan waktu. oleh karna itu. (Belajar menggunakan waktu merupakan suatu keterampilan perolehan yang berharga.

Belajar Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta.) Adapun cara lain yang lebih sederhana mengenai pengelompokan waktu. makan.(Slameto. 170. 8760 setahun) yang dimilikinya. setiap siswa handaknya merencanakan penggunaan waktu itu dengan jalan menetapkan macam-macam mata pelajaran berikut urutan-urutannya yang harus dipelajari setiap hari. 720 jam sebulan.dan untuk belajar secara teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. olah raga dan lain-lain. menurut Slameto adalah dengan menggunakan dasar harian. 7. c) Penjatahan waktu belajar. Berkaitan dengan pengembagan kesadaran waktu. 83. mandi.h. yang terdiri dari 24 jam dengan perinciannya sebagai berikut : 1. 4. Memperhitungkan waktu setiap hari untuk keperlua-keperluan tidur. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar. setiap siswa hendaknya menyadari ke mana berlalunya dan untuk apa waktu 24 jam sehari (atau 168 jam seminggu. Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara taratur. 3. 2.3. olah raga Urusan pribadi dan lain-lain Sisanya (a.2003).) Cara-cara dalam pengelompokan waktu tersebut sangat bermanfaat bagi siswa dalam menentukan kegiatannya setiap hari sehingga tidak bayak waktu yang terbuang percuma. Siswa hendaknya membiasakan diri untuk seketika mulai mengerjakan tugas- tugas yang berkorelasi dengan studi. Setelah mengetahui waktu yang tersedia. Mata-mata pelajaran yang akan dipalajari diurutkan dari yang tersukar sampai Setiap siswa perlu pula menyelidiki bilamana dirinya dapat belajar dengan hasil yang termudah. mandi. . b. 6. Tidur Makan. Agar siswa tidak bayak membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus dikerjakannya. 4. belajar. c) untuk belajar : ± 8 jam : ± 3 jam : ± 2 jam : ± 11 jam. h. 5. Adapun cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut : 1. yang baik. ( Ibid.

3. Sejalan dengan pendapat yang mengatakan bahwa : ”Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan atau ujian yang diberikan guru. Baik itu berupa jadwal belajar mingguan. Menjadi alat bantu dalam belajar. 83.) Adapun penjatahan waktu belajar siswa dapat dilakukan dengan membuat rencana belajar dalam bentuk jadwal belajar. 4. Merencanakan peggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan urutan-urutan yang harus dipelajari. dengan menentukan jumlah mata pelajaran yang akan dipelajarinya setiap hari serta menetapkan jadwalnya.) d) Disiplin terhadap tugas. h. sehingga perbuatan belajar menjadi lebih teratur dan lebih sistematis. 4.(Ibid.2. Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka.2003). tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan . termasuk juga belajar. Menyelidiki waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik. Dimana setiap siswa dapat mengetahui sendiri pelajaran yang sulit ataupun mudah. h. 87. Menjadi pedoman danpenuntun dalam belajar. Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar(Bandung: Tarsito. Berhematlah dengan waktu. rencana belajar yang baik mempunyai manfaat atau paedah. atuapun bulanan. Belajar Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta. harian.(Oemar Hamalik. 3. Menjadi pendorong dalam belajar. Menyelidiki dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari. 31-32. Adapun manfaat atau paedahnya antara lain : 1. Sejalan dengan hal tersebut. (1) Mengerjakan tugas rumah Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan.). 2. 5. setiap siwa janganlah ragu untuk memulai pekerjaan. tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri”(Slameto. Rencana belajar yang baik akan membantu saudara untuk mengontrol. menilai. sehingga dia dapat menentukan waktu yang sesuai atau cukup untuk mempelajarinya. h.2005). memeriksa sampai di mana tujuan saudara tercapai.

rumus-rumus. 15. Bacalah petunjuk terlebih dahulu dengan baik-baik. baik itu berupa pekerjaan rumah atau latihan dari buku pegangan soal buatan sendiri. salinlah jawaban yang sudah betul dan atau Jika tugas itu sudah dikembalikan. 5. Betulkan jawaban-jawaban yang salah. 14. sendiri. jangka.juga dapat berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah. kelas. . 6.jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin. kertas. sebagai berikut : 1. serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru. periksa dan betulkan jawaban anda yang dikoreksi ke dalam buku latihan atau di kertas tersendiri untuk dipelajari lebih lanjut. salinlah dikertas yang baik dengan tulisan yang Sesudah semua soal dikerjakan. dan hari atau tanggal berapa tugas itu diberikan atau dikumpulkannya. Jika anda menyalinnya ke dalam kertas sendiri. 12. 89-89) Simpanlah baik-baik pekerjaan itu. 7. 11. misalnya buku catatanm buku pegangan. Mulailah mengerjakan dengan memilih nomor yang paling mudah dulu. salah. 9. baru Tentukan berapa lama waktunya anda akan mengerjakan tugas tersebut. Bacalah soalnya satu demi satu dari nomor satu sampai nomor terakhir. alat tulis. misalnya kepada kakak atau ayah. 8. Jika mengalami kesulitan dalam mengerjakannya. 13. Jika tugas itu harus dikumpulkan. baik tugas dari guru muapun bukan. lihatlah catatan atau buku pegangan atau ringkasan untuk mendapatkan tuntunan. penggaris. Jika terpaksa tidak dapat mengerjakan lagi. catatlah soal itu dan di lain waktu mintalah petunjuk kepada orang lain. teman-teman atau kepada guru yang bersangkutan. maka siswa tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya. 10. jangan lupa menulis nama. 3.(Ibid. periksalah kembali semua nomor jawaban itu. bendellah menjadi satu untuk tiap-tiap mata pelajaran kemudian dibukukan atau dimasukkan ke dalam map. 4. Jika tugas itu tidak dikumpulkan. daftar-daftar yang lain. penghapus dan lain-lain yang diperlukan. Siapkan terlebih dahulu peralatan dan buku-buku yang diperlukan. jika soal itu bukan buatan nomor yang lain dari nomor yang agak mudah sampai yang terahir. 2. mata pelajaran apa. Koreksilah jawaban itu dengan memakai kunci atau melihat ke buku catatan atau jelas dan rapi. Ada beberapa petunjuk mengerjakan tugas dengan baik. h. ringkasan. pegangan.

Didalam proses balajar mengajar. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertip kelas yang baik tampa adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertip sekolah serta terciptanya suasana balajar yang tidak diinginkan. 7. Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat terahir mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya). maka guru bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib tersebut. Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik. baik yang tertulis maupun lisan. .(Ibid. bereskanlah seawal mungkin. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek(Jakarja: Rineka Cipta.h. 3. Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang dipelajari kembali itu. 2. 89-90. h. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa : ”Peraturan tata tertib merupakan sesuatu untuk mengatur prilaku yang diharapkan terjadi pada diri siswa” (Arikunto.). karna dalam suatu sekolah tidak memiliki tata tertib maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana. Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah dikerjakan. Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu. Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam mentaati peraturan di dalam kelas maupun diluar kelas. 5. ulangan umum ataupun ujian. 4. 122. 6.) (3) Disiplin terhadap tata tertib. Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh.(2) Mengerjakan tugas di sekolah Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian. disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk diterapkan. Peliharalah kondisi kesehatan. Dalam menghadapi tugastugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai berikut : 1.1993). Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya.

h. c. 20. terlihat perbedaan pada kata-kata tertentu sebagai . berpikir kritis terutama mengemukakan dan menerima pendapat. 5. 4. Oleh karna itu. 7.(Subari. sebelum pengertian ”prestasi belajar” penulis akan mengemukakan pengertian dari masing-masing kata tersebut di atas sebelum kita memahami pengertian kata ”prestasi belajar” secara utuh. Memberi kesempatan untuk berdiri sendiri. Tinjauan Tentang Prestasi Belajar 1) Pengertian prestasi belajar. Dengan demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik. Mengembangkan kepemimpinan dan tanggung jawab kepada murid-murid. 3.Oleh karna itu ada beberapa hal yang harus dikembangkan oleh guru dalam pembinaan disiplin guna terlaksananya tata tertib dengan baik antara lain yaitu : 1.h. Poerwadaraminta berpendapat dalam bukunya Djamarah. Prestasi belajar adalah sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata. dikerjakan dan sebagainya)”(Ibid. 6.h. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru(Surabaya: Usaha Nasional. Antara kata ”prestasi” dan ”belajar” mempunyai arti yang berbeda. agar tercipta proses belajar mengajar yang baik. 19) Wjs. Supervise Pendidikan (Dalam Rangka Perbaikan Situasi Belajar)(Jakarta: Bina Aksara. 168.1994). bahwa ”prestasi adalah hasil yang telah dicapai(dilakukan. 2. maka di dalam suatu lambaga atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin terhadap siswa. yakni ”prestasi” dan ”belajar”.(Djamarah.). Membina organisasi dan prosedur kelas secara demokratis. Memberi kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan dan kerja sama. ”Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Mengorganisir kegiatan kelompok besar maupun kecil. Menciptakan kesempatan untuk mengembangkan sikap yang diinginkan secara sosial psikologis. baik secara individual maupun kelompok”.1994). Mengadakan perencanaan secara kooperatif dengan murid-murid yaitu demi terjaminnya hak dan kewajiban masing-masing dan demi tercapainya tujuan bersama. diciptakan.) Dari pengertian prestasi di atas.

yaitu : Domain kongnitif. 2) Indikator prestasi Pada prinsipnya. Sedangkan belajar adalah :”suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari”(Ibid. akan tetapi juga mencakup tentang perubahan tingkah laku. Bloon dkk. 42) a) Domain Kongnitif Domein kongnitif berkenaan dengan prilaku yang berkorelasi dengan berpikir. yang dapat dilakukan guru dalam hal ini adalah hanya mengambil cuplikan perubahan tingkah laku yang dianggap penting dan diharapkan dapat mencerminkan perubahan yang terjadi sebagai hasil belajar siswa. domain afektif. pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah itu hususnya ranah rasa murid sangat sulit.h.h.2007).2005). Hal ini disebabkan perubahan hasil balajar itu ada yang bersipat tidak dapat diraba.h. Namun demikian. Domain ini mempunyai 6 tingkatan.h. 24.Guru Dalam Proses Belajar Mengajar(Bandung: Sinar Baru Algensindo. . baik yang berdimensi cipta dan rasa maupun karsa. sedangkan yang paliang tinggi menunjukkan pengetahuan yang cukup kompleks. dapat digolongkan ke dalam tiga klasifikasi. 21. Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru. Jadi prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil yang didapatkan oleh peserta didik yang berujut angka atau nilai dalam mata pelajaran IPS Ekonomi setelah proses belajar dilaksanakan.penekanan. domain psiko-motor. Bentuk perilaku sebagai tujuan. Tingkatan yang palaing rendah menunjukkan kemampuan yang sederhana. berpendapat bahwa tujuan pendidikan atau pengajaran dapat diklasifikasikan ke dalam 3 hal domain (daerah). Oleh karna itu.Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar(Bandung: Tarsito. pengungkapkan hasil belajar ideal meliputi ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Bloon dan kawan-kawan menamakan hal ini dengan ”The Taxonomy Of Educational Objektives” taxonomi tujuan pendidikan .) dan ada juga yang berpendapat bahwa.(Oemar Hamalik. mengetahui dan memecahkan masalah. ( Muhammad Ali. namu intinya sama. Benyamin S.) Dari pengertian prestasi belajar di atas. dapat dipahami bahwa begitu luas makna prestasi belajar yang bukan hanya berbentuk angka semata. Belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. 21) Jadi prestasi belajar adalah ”hasil penilaian pendidikan tentang kemajuan siswa setelah melakukan aktivitas belajar”(Djamarah.

5. Kemauan menerima Kemauan menanggapi Berkeyakinan Penerapan karya Ketekunan dan ketelitian.h. apresiasi dan penyesuaian perasaan sosial. Ibid. Persepsi Kesiapan melakukan suatu kegiatan Mekanisme Respon terbimbing Kemahiran Adaptasi Originasi. 2. 3. Ibid. 5. afektif juga mempunyai klasifikasi tingkatan dari sederhana ke yang komleks. 5. 4. nilai-nilai. Domain ini meliputi tingkatan sebagai berikut : 1. keberhasilan dalam arti luar berarti keberhasilan yang meliputi ranah cipta.43-44 c) Domain Psiko-motor Domain psiko-motor mencakup tujuan berkaitan dengan keterampilan (skill) yang bersipat manual dan motorik. 4. 6.h.45 Dengan mengetahui indikator prestasi belajar.Tingkatan kemampuan itu diantaranya adalah sebagai berikut: 1. 6. 7. rasa dan karsa manusia. 4. Tingkatan itu adalah : 1. Sebagai mana kongnitif. 3. Ibid.42 b) Domain Afektif Domain afektif berkenaan dengan sikap. 2. . guru akan mengetahui bagai mana kiat menetapkan batas minimal keberhasilan belajar para siswanya. interest. 3.h. Pengetahuan Pemahaman Penerapan Analisis Sinthesis Evaluasi. Hal ini penting karna mempertimbangkan batas terendah prestasi siswa yang dianggap berhasil dalam arti luas . 2.

) Kedisiplan itu merupakan dasar untuk mencapai prestasi yang baik.h. Kurang bertanggung jawab karena bila tidak melaksanakan tugas tetap tidakada sanksi. Oleh karna itu kedisiplinan sangat berperan terhadap prestasi belajar siswa. kedisiplinan kepala sekolah dalam mengegola seluruh staf beserta siswanya.1987). gedung sekolah halaman dan lain-lain. Hal apapun yang dilakukan dalam proses belajar. sehingga mempengaruhi sikap siswa dalam belajar. kedisiplinan pegawai atau karyawan dalam pekarjaan administrasi dan kebersihan atau keteraturan kelas. karena kedisiplinan merupakan dasar untuk memperoleh prestasi. juga merupakan suatu proses menuju pembentukan watak yang baik. rumah ataupun diperpustakaan. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar dengan melaksanakan tata tertib. harus guru beserta staf yang lain disiplin juga”( Slameto. 69. siswa perlu disiplin untuk mengembangkan motivasi yang kuat. Korelasi Konseptual Kedisisplinan Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Kedisiplinan sekolah erat hubungaannya dengan kerajinan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar. dan kedisiplinan tim BP dalam pelayanannya kepada siswa. lebihlebih dalam korelasinya dengan prestasi belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan sikap disiplin akan memungkinkan untuk memperoleh serta mendapatkan prestasi dari setiap individu yang beraktifitas. terutama dalam mempelajari pelajaran bidang studi IPS Ekonomi. selain itu memberi pangaruh yang positif terhadap belajarnya. Dengan sikap disiplin akan membuat siswa memiliki kecakapan menangani cara belajar yang baik. ”Dengan demikian.d. Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa menjadi disiplin pula. agar siswa belajar lebih maju maka siswa harus belajar disiplin dalam belajar baik disekolah. . Banyak sekolah yang dalam pelaksanaan disiplinnya kurang. Belajar dan Faktir-Faktoryang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka Cipta. Agar siswa disiplin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful