OSEANOGRAFI

STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA DAN PETA SEISMIK

[Pick the date]

PRATIWI FUDLAILAH 4309100011

JURUSAN TEKNIK KELAUTAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2010

sedang. sudah mengakibatkan kerusakan pada struktur. yaitu : gempa ringan. dan tidak mudah roboh saat terjadi gempa. Dan untuk gempa yang besar.prinsip yang dipakai dalam perencanaan bangunan tahan gempa : 1. agar bangunan yang kita tempati aman. Gempa bukan bencana yang mematikan. Gempa yang terjadi dikelompokkan menjadi 3 bagian. stabil. but the bad building did it”. tapi strukturnya masih tetap berdiri dan tidak roboh. sedangkan gempa sedang sedikit berakibat pada struktur tapi masih aman.Struktur Bangunan Tahan Gempa “Earthquake did not kill people. dan besar. Gempa ringan yang terjadi tidak mengakibatkan efek yang berarti pada struktur. Pada daerah pemukiman yang cukup padat. detail konstruksi yang baik dan praktis maka kerugian harta benda dan jiwa menusia dapat dikurangi. Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan sebagian lagi pada daerah pemukiman.rata setiap tahun ada 10 gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia. Data. perlu adanya suatu perlindungan untuk mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan berat akibat goncangan gempa. tapi bangunan yang buruklah yang membunuh manusia.data terakhir yang berhasil direkam menunjukkan bahwa rata. Itulah pentingnya perencanaan bangunan tahan gempa. Berikut ini ada prinsip. Pondasi : . Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar.

2. tapi pondasi yang kuat memerlukan pengetahuan yang cukup. Sehingga fondasi bangunan yang baik haruslah kokoh dalam menyokong beban dan tahan terhadap perubahan termasuk getaran. Dan untuk pondasi yang berdekatan harus dipisah.Membangun pondasi memang sederhana. untuk mencegah terjadinya keruntuhan local (Local Shear). 3. pada bangunan tinggi (high rise building) acapkali unsur vertikal struktur menggunakan gabungan antara kolom dengan dinding geser (shear wall). Denah Bangunan : . Dan untuk meningkatkan kemampuan bangunan terhadap gaya lateral akibat gempa. Penempatan fondasi juga perlu diperhatikan kondisi batuan dasarnya. Desain Kolom : Kolom harus menggunakan kolom menerus (ukuran yang mengerucut/ semakin mengecil dari lantai ke lantai).Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris.

Sebagai contoh penutup atap GENTENG menghasilkan beban gempa horisontal sebesar 3X beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap SENG. diperlihatkan pada gambar berikut: . simetris. 4. 5. Struktur Atap: Jika tidak terdapat batang pengaku (bracing) pada struktur atap yang menahan beban gempa dalam arah horizontal. Untuk menghindari adanya dilatasi (perputaran atau pergerakan) bangunan saat gempa. dan dipisahkan (pemisahan struktur). maka keruntuhan akan terjadi seperti.Bentuk Denah bangunan sebaiknya sederhana. Sama halnya dengan pasangan dinding BATA menghasiIkan beban gempa sebesar 15X beban gempa yang dihasilkan oleh dinding KAYU. Bahan bangunan harus seringan mungkin Berat bahan bangunan adalah sebanding dengan beban inersia gempa.

rancangan denah gedung sebaiknya dibuat dengan rasio panjang-lebar kurang dari 1 banding 3. kerangka struktur beton / baja ) sebaiknya disebar secara simetris dan teratur menghadap ke dua arah dasar gedung. Elemen penahan beban lateral utama harus tersusun secara konsisten dari bawah sampai atas gedung. Ketika membangun gedung berbentuk “L”. Tembok dan kerangka sebaiknya dipasang di batas pinggir bangunan. dan juga hindarilah perubahan kekakuan lateral. “H” atau “U”. Hindarilah perubahan berat jenis diantara lantai ( perbedaannya sebaiknya dibawah 50% ). Pentingnya susunan yang simetris berbanding lurus dengan tingginya gedung. Elemen yang penting untuk menahan beban seismis ( contoh: tembok. Rancangan gedung dengan konsep struktur simetri       Elemen-elemen penahan beban seismis sebaiknya disusun secara simetris. Jika susunan gedung tidak tepat maka beban terhadap struktur akan meningkat. . maka sebaiknya sayap gedung dijadikan bangunan terpisah secara struktural ( melakukan dilatasi = pemisahan bangunan secara struktural ) Asimetri vertical juga sangat penting untuk dihindari jika membangun gedung lebih tinggi dari satu lantai. Hal ini akan menumbulkan kelemahan kualitas struktur bangunan. maka elemen-elemen tersebut akan mengakibatkan puntiran pada bangunan.Dalam merancang bangunan tahan gempa ada tiga hal penting yang harus dilakukan :    Tersusun dengan baik Dirancang dengan baik Dibangun dengan baik Ketiga unsur diatas amatlah penting. dan puntiran ini bisa mengakibatkan runtuhnya gedung. Jika semua elemen tersebut dipusatkan pada satu lokasi. Konsep rancangan simetri sebaiknya diupayakan pada kedua arah orthogonal. Jika ini tak memungkinkan karena adanya tuntutan design arsitektur.

 Pemisahan bangunan ini hanya terjadi pada bagian struktur bangunan. sehingga saat terjadi gempa distribusi tekanan tidak akan mempengaruhi bagian bangunan lainnya .

5. ventilasi. 14. 10. Cahaya alami system saluran pipa. 12. keleluasaan pribadi penghuni. Adanya tenaga buruh. dan efisiensi energi. Adanya bahan baku yang memadai. 11. 3. agama. Daya Tahan terhadap cuaca. Hal-hal dibawah ini juga harus dipertimbangkan. Rancangan khusus untuk daerah tropis. 1. . Keamanan. Estetika 13. Defleksi. Daya tahan bangunan terhadap waktu. dan tradisi local. 9. 8. 7.Contoh terjadinya kerusakan akibat gempa pada bagian pertemuan bangunan bila design dilakukan tanpa pemisahan struktur / dilatasi Pertimbangan Lain dalam Merancang Bangunan Daya tahan terhadap gempa bukanlah satu-satunya hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang perancang bangunan. 6. pengendalian tingakt air permukaan. perlindungan terhadap petir. 4. Insulasi buat mengendalikan suhu. Daya tahan (termasuk terhadap serangan serangga) / stabilitas bahan bangunan Proses pembangunan dan kecepatan pembangunan. termasuk defleksi yang diakibatkan pergantian suhu dan gerakan gerakan lain. insulasi akustik seiring dengan budaya. Daya tahan terhadap api. 2.

.

PETA SEISMIK INDONESIA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful