PENGERTIAN Pembiayaan pendidikan adalah penyediaan sumber daya keuangan yang diperlukan untuk penyelenggaraan pendidikan.

Pembiayaan pendidikan terdiri dari (1) biaya investasi, (2) biaya operasional, dan (3) biaya personal. Lingkup biaya pendidikan terdiri dari (1) tanggungjawab pendidikan, (2) sumber pembiayaan pendidikan, (3) pengelolaan pendidikan, dan (4) pengalokasian dana pendidikan. Pembiayaan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah Kab/Kota dan masyarakat. Prinsip pembiayaan pembangunan pendidikan harus adil, cukup dan berkelanjutan. Sistim pembiayaan pendidikan di Indonesia merupakan proses dimana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasikan sekolah. Sistim pembiayaan pendidikan sangat bervariasi tergantung dari faktor-faktor geografis, kondisi politik, tingkat pendidikan, hukum, ekonomo, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN PENDIDIKAN Dalam perspektif administrasi publik, tujuan manajemen keuangan pendidikan adalah membantu pengelolaan sumber keuangan organisasi pendidikan serta menciptakan mekanisme pengendalian yang tepat, bagi pengambilan keputusan keuangan yang dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan yang transparan, akuntabel dan efektif. Pengendalian yang baik terhadap administrasi manajemen keuangan pendidikan akan memberikan pertanggungjawaban sosial yang baik kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) Untuk itu, dibutuhkan informasi tentang sumber-sumber pembiayaan pendidikan agar biaya yang ada dapat digunakan secara efisien dan efektif dalam pengelolaan biaya pendidikan di Indonesia. SUMBER-SUMBER BIAYA PENDIDIKAN Sumber pembiayaan merupakan ketersedian sejumlah uang atau barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang bagi penyelenggara pendidikan. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan (penerimaan): 1. Sumber Dari Pemerintah Pusat Dan Daerah Berupa APBN dan APBD melalui DAU dan DAK, Dana BOS dan BlockGrant. Sumber-sumber pendapatan dana: a. Sumber daya alam Eksplorasi/ tambang emas, minyak, gas, batu bara, hasil hutan, hasil kelautan,dll. b. Hasil industry/ perusahaan BUMN, BUMD, industry pariwisata,dll. c. Pajak Pajak bumi dan bangunan, kekayaan, penghasilan perorangan, pendapatan penjualan, kendaraan bermotor, dll. 2. Sumber Dari Masyarakat a. Masyarakat peduli pendidikan, Berupa sumbangan dari perorangan, lembaga, kelompok

sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng. d. Bantuan luar negeri Pinjaman (loan/kredit). Prinsip-prinsip untuk menilai efektivitas adalah: a. Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumbersumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan. EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. penyandang modal. dan alas an lainnya dalam pengelolaan biaya pendidikan. kecakapan. Efektivitas biaya suatu kegiatan yang menurut pasar yang berlaku dapat menyelesaikan program sesuai rencana. social ekonomi. UNICEF. hubungan antara alat proses dan output harus berkualitas. sehingga tidak ada efek jera dan moral yang rendah. jika tidak direncanakan. Missal jumlah siswa lulus dan kualitas kelulusan. Menilai efektivitas yang berkaitan dengan problem tujuan dan alat untuk memproses input menjadi output. maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif. yayasan lainya Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. System yang dibandingkan harus sama/ homogeny. b. salah pengelolaan. dll b.pengusaha. Sumber-Sumber Lain a. Dalam dunia pendidikan. Swisscontact Fundation. Missal tingkat pendidikan. 2. 3. Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan. c. akuntabilitas rendah. EFEKTIVITAS Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. BANK DUNIA. karena efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi. iuran komite dan biaya pengembangan peserta didik secara pribadi. pemberian grant/hibah dari UNESCO.dll. EFISIENSI Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi. Bantuan dalam negeri Berbentuk Yayasan dan swadana Yayasan dana bakti social(ASTRA). salah sasaran. Pembiayaan . Korelasi diharapkan bersifat kualitas. tidak ada pengawasan. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relative terhadap harganya. Orang tua peserta didik Berupa SPP. Mempertimbangkan semua output. Foundation lainnya) b. 1. Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka memcapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin. Pada gambar diatas menunjukan penggunaan daya C dan hasil D yang paling efisien. Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan) Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. . perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal: a. Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan masyarakat secara memuaskan dengan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. atau bagian lain yang di butuhkan. Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model) Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat. Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model) Model ini dikembangkan tahun 1920-an. 2.dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum. pikiran. b. Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin). Dan Biaya. 4. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan. 3. yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik. tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. Kegiatan ini dapat dikatan efisien kalau penggunaan waktu. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per siswa dengan jaminan negara per siswa. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin. MODEL PEMBIAYAAN PENDIDIKAN 1. 5. tiap guru. tenaga. Tenaga. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. Efficiency “characterized by quantitif uotputs― . waktu. Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model) Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan dengan daerah yang makmur. sedangkan penggunaan daya A dan hasil D menunjukan paling tidak efisien. Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan) Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat.dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. dan rendah di sekolah distrik yang kaya / sejahtera. jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa. Dilihat Dari Segi Hasil Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu. biaya. Dilihat Dari Segi Penggunaan Waktu. Dalam program yang sama.

8. Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan) Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model) Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang sama. dengan hanya penyesuaian. Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya. 9. Contoh siswa yang cacat. 12. serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding) Model ini sering disebut Incrementalism. dan menyesuaikan dengan criteria. siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa. Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model) Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan. Model ini menurut Sergivanni tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah. Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model) Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah.6. BENTUK-BENTUK DANA PUSAT DAN DAERAH  Dana alokasi umum bersifat Blok Grant untuk mengatasi masalah ketimpang horizontal  Dana bagi hasil dana pertimbangan untuk mengetasi masalah ketimpangan vertical  Dana alokasi khusus sifatnya khusus atau Spesific Grant untuk memenuhi biaya khusus  Dana kontijensi adalah dana bantuan bagi daerah yang kekurangan anggaran dari DAU . 10. Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid. Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak.] MODEL PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Dalam perkembangan perencanaan dan penggunaan pembiayaan pendidikan dikenal model : .Model Sentralistik Model ini menggunakan dua program yaitu pembangunan dan rutin . 7. Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model) Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponenkomponen apa yang perlu dibantuberdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya. 11. Model Surat Bukti / Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans) Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan. kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk.Model Desentralisasi Perencanaan pembiayaan dilakukan ditingkat pusat dan daerah.

penipuan.  Mengawasi penggunaan biaya sesuai kebutuhan.SEKOLAH  Mengelola biaya sesuai dengan petunjuk  Membuat pertanggung jawaban penggunaan biaya.  Tidak mencampuri pengelolaan biaya pendidikan untuk unit pelaksana teknis namun diserahkan pada unit yang bersangkutan. Pada tataran konsep pembiayaan secara umum. Penentuan standart pembiayaan minimal untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan. . biaya dapat berupa pengeluaran sejumlah uang tertentu atau pengorbanan tertentu yang bukan berbentuk uang namun dapat dinilai dengan uang. BIAYA PENDIDIKAN Biaya pendidikan adalah nilai ekonomi (dalam bentuk uang) dari Input atau sumber-sumber pendidikan tertentu yang digunakan untuk pembelajaran guna menghasilkan output pendidikan dari suatu program pendidikan tingkat tertentu. Faktor-faktor yang perlu dipahami dalam pembiayaan 1. Penentuan aturan standar dalam penggunaan biaya. penyalahgunaan dan aturan hukum yang jelas pada pelanggaranpenggunaan biaya pendidikan. Penetuan pembiayaan per unit siswa. dengan memperhatikan keadilan.  Mengembangkan biaya satuan untuk tiap Kabupaten/Kota .dan bagi hasil. Tidak mengelola biaya untuk kebutuhan kegiatan pendidikan daerah/sekolah. 4.  Menjamin pengalokasian anggaran tepat waktu dan tepat sasaran. . 2.PROVINSI  Menyediakan dana pendidikan untuk menunjang Kabupaten/Kota yang kurang mampu. 5. Semua biaya pendidikan alokasi sekolah langsung diserahkan pada sekolah.  Dana Dekonsentrasi dan lintas daerah DIAGRAM MEKANISME PENGATURAN TUGAS . standar ini memperhitungkan bantuan pendidikan untuk masyarakat yang tidak mampu mendukung pembiayaan pendidikan anak-anaknya.  Mengenakan sangsi tegas pada pelanggaran penggunaan biaya pendidikan. kesamaan kesempatan dan kesulitan daerah.  Menyediakan dana dalam bentuk hadiah bagi sekolah yang berhasil meningkatkan prestasi siswanya. tata cara menhindari pemborosan. Pengeluaran 2. 3.PUSAT 1. 6.KABUPATEN/KOTA  Pengalokasian biaya pendidikan untuk setiap unit pelaksana teknis sesuai aturan biaya satuan. Semua biaya pendidikan alokasi daerah langsung diserahkan pada daerah. Pengorbanan .

atau PT Dalam cakupan kecil misalnya biaya pembelajaran gaji karyawan atau perlengkapan pada satu jenjang pendidikan tertentu. pemeliharaan sarana dan prasarana.3. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. Harga pasar Biaya dilihat dari beberapa sudut pandang  Dilihat dari obyek Biaya dilihat dalam obyek pendidikan tertentu misalnya biaya penyelenggaraan pendidikan tingkat SD. uang lembur. asuransi.  Dilihat dari organisasi.html http://fihamadah.blog. • Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. pengembangan sumberdaya manusia. STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. pajak. jasa telekomunikasi. SMP.com/2009/04/19/sumber-keuangan-sekolah/ . http://sujarwanto-pekalongan. Dinilai dengan uang 4. biaya operasi. transportasi. konsumsi. misalnya dari dalam negeri atau luar negeri. dan • Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. SMA. dan lain sebagainya.blogspot. dan modal kerja tetap.com/2008/08/1-arti-penting-sistim-pembiayaanbagi. biaya yang dikeluarkan suatu unit organisasi tertentu misalnya biaya yang dikelarkan oleh Diknas  Biaya dilihat dari asalnya. Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: • Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. air. Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. dan biaya personal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful