KASUS SENGKETA INDONESIA DENGAN MALAYSIA MENGENAI AMBALAT SIPADAN DAN LIGITAN Kasus perbatasan bukan barang baru

bagi Indonesia. Berlokasi di antara dua benua dan dua samudera menjadikan posisi Indonesia sangat strategis sekaligus rawan di tengah lalu lintas dunia. Karena posisi geografisnya, Indonesia berbatasan dengan sepuluh negara: India, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Papua Nugini, Australia dan Timor Leste. Isu seputar perbatasan sepertinya tak pernah sepi dari pemberitaan. Di awal tahun 2005, negeri ini gempar oleh kasus Ambalat. Ketegangan tidak saja tercermin dari pemberitaan media tetapi juga dari reaksi masyarakat. Ada yang mendaftarkan diri siap berperang, ada yang membubuhkan tanda tangan darah, ada pulayang meneriakkan "Ganyang Malaysia". Foto artis cantik Siti Nurhaliza yang tak berdosa juga kena getahnya, dibakar dalam berbagai demonstrasi masa. Kala itu, sengketa antara Indonesia dan Malaysia perihal kepemilikan Ambalat mencuat tinggi. Setelah empat tahun lebih peristiwa itu berlalu, bangsa ini dikejutkan lagi oleh kata yang sam "Ambalat". Masih jelas dalam rekaman media, terjadi berbagai kesalahan dalam memahami kasus Ambalat ini. Tidak sedikit yang mengira bahwa Ambalat adalah pulau atau wilayah daratan. Sesungguhnya Ambalat adalah blok dasar laut yang dikenal dengan landas kontinen. Menurut hukum laut internasional, Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), sebuah negara pantai seperti Indonesia, berhak atas laut teritorial (12 millaut), zona tambahan (24 mil laut), zona ekonomi eksklusif, ZEE (200 mil laut) dan landas kontinen (350 mil laut atau bahkan lebih). Lebar masing-masing zona ini diukur dari referensi yang disebut dengan garis pangkal (baseline). Pada laut teritorial berlaku kedaulatan penuh (sovereignity) seperti di darat, sedangkan pada zona di luar itu berlaku hak berdaulat (sovereign right). Pada kawasan hak berdaulat, suatu negara tidak memiliki kedaulatan penuh, hanya hak untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya. Jika ada dua negara yang berdekatan maka tidak mungkin bagi keduanya bisa mengklaim semua zona maritim tanpa adanya tumpang tindih dengan tetangganya. Misalnya, dua negara saling berseberangan pada jarak kurang dari 400 mil laut, maka akan terjadi tumpang tindih ZEE dan landas kontinen. Jika jaraknya sangat dekat, kurang dari 24 millaut seperti Indonesia dengan Singapura, maka yang tumpang tindih adalah laut teritorial.Dalam hal ini, dua negara tersebut harus menyepakati suatu garis yang membagi zona maritim yang tumpang tindih tersebut. Proses inilah yang disebut delimitasi batas maritim. Kedaulatan atau hak berdaulat masing-masing negara atas wilayah air dan dasar laut selanjutnya dibatasi oleh garis hasil delimitasi ini. Jika ada dua negara yang mendiami satu daratan / pulau, seperti Indonesia dan Malaysia di Kalimantan (masyarakat Internasional mengenalnya dengan Borneo), maka batas maritimnya adalah garis yangditeruskan dari ujung akhir batas darat untuk membagi kawasan laut di sekitarnya. Meski sudah sering diberitakan, rasanya tetap perlu untuk sekali lagi mengingatkan bahwa Ambalat adalah blok dasar laut yang berlokasi di sebelah timur Pulau Borneo. Sebagian besar atau keseluruhan Blok Ambalat berada pada jarak lebih dari 12 mil laut dari baseline sehingga termasuk dalam rejim hak berdaulat, bukan kedaulatan. Secara keseluruhan, Pulau Borneo berhak atas laut teritorial, zona tambahan, ZEE dan landas kontinen. Di sebelah timur, Borneo bisa mengklaim 12 mil laut teritorial, 200 millaut ZEE dan seterusnya. Persoalannya adalah mana yang merupakan hak Indonesia, dan mana jatah untuk Malaysia. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa laut di bagian selatan adalah hak Indonesia dan di utara adalah hak Malaysia. Garis batas darat antara Indonesia dan Malaysia di Borneo memang sudah ditetapkan.Garis itu melalui dan berhenti di ujung timur Pulau Sebatik, sebuah pulau kecil di ujungtimur Borneo, pada lokasi 4” 10” lintang utara. Idealnya garis tersebut diteruskan ke arah laut di sebelah timur sebagai batas maritim yang harus disepakati kedua belah pihak. Garis inilah

Perlu diingat. Akibatnya. Memang kenyataannya tidak banyak yang bisa didengar tentang kemajuan proses ini karena memang tidak semua hal bisa dijadikan konsumsi publik. klaim zona maritim juga bisa berubah. pungutan pajak atas pengumpulan telur penyu dan operasi mercu suar. Diberikannya kedaulatan atas Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia oleh MI pada tahun 2002 melahirkan potensi berubahnya konfigurasi baseline Indonesia dan Malaysia. seberapa luas klaim ini ke arah Ambalat. Dinas HidroOseanografi Angkatan Laut. Di sisi lain. reaksi masyarakat yang sedimikian rupa dan ketidakakuratan informasi di berbagai media adalah juga indikasi kegagalan penyebaran informasi yang konstruktif. MI memutuskan bahwa Malaysia yang berhak atas keduanya karena Inggris (penjajah Malaysia) terbukti telah melakukan penguasaan efektif terhadap kedua pulau tersebut. Jadi tidak benar bahwa Malaysia mendapatkan pulau tersebut karena telah membangun resort / hotel di tahun1990-an. Perlu diperhatikan. Sipadan dan Ligitan yang menjadi milik Malaysia dapat memengaruhi klaim maritim diLaut Sulawesi. Seberapapun kecilnya. Tergantung dari negosiasi antara Indonesia dan Malaysia. Belum ada garis batas maritim yang menetapkan kewenangan kedua negara. kita tentu sepakat bahwa kedaulatan dan hak berdaulat bangsa harus dibela tidak saja dengan peluru tetapi juga pengetahuan. Meski demikian. tidak juga Belanda. Kita tidak perlu kehilangan percaya diri dan . Indonesia akan berargumen bahwa pulau kecil seperti Sipadan dan Ligitan semestinya tidak diberi peran penuh (full effect) dalam hal klaim dan delimitasi maritim. Di sisi lain. status hak berdaulat atas Ambalat sejatinya memang belum jelas. Tentu saja perlu kajian secara legal dan spasial. Pekerjaan rumah untuk Malaysia dan Indonesia adalah menyepakati garis batas maritim secapatnya. Sipadan dan Ligitan secara teoritis bisa mengklaim zona maritim ke arah selatan. Pada kawasan yang belum jelas garisnya inilah Ambalat berada. sebelum bisa menyatakan terjadinya pelanggaran kedaulatan atau hak berdaulat. dan badan terkait lainnya sedang menjalankan tugasnya. Pakar-pakar kita dari Deplu dan instansi teknis seperti Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional. bisa dimengerti para prajurit TNI siap bersabung nyawa untuk tanah air. Benarkah ada kaitan antara kedua pulau ini dengan Ambalat? Sipadan dan Ligitan beradadi Laut Sulawesi di sebelah utara kawasan dasar laut Ambalat. Apakah Ambalat juga akan terbagi? Hal ini sangat tergantung proses negosiasi. opsi garis batas maritim juga akan terpengaruh. 37/2008 tentang garis pangkal. Dari perspektif ini. Sipadan dan Ligitan bagaimana perannya? Kasus Ambalat ini sering dikaitkan dengan dua pulau legendaris : Sipadan dan Ligitan. Penguasaan efektif ini berupa pemberlakuan aturan perlindungan satwa burung. Sementara itu.yang hingga kini belum ada dan sedang dirundingkan. Oleh Indonesia. Seperti diberitakan. Dalam hukum internasional dikenal istilah uti possidetis juris yang artinya negara baru akan memiliki wilayah atau batas wilayah yang sama dengan penjajahnya. hal ini telah diakomodir dalam dalam PP no. Sipadan dan Ligitan tidak pernah secara formal menjadi bagian dari Indonesia. Indonesia dan Malaysia bersepakat bahwa penguasaan efektif ini dinilai hanya berdasarkan tindakan sebelum tahun 1969. garis batas ini yang akan "membagi" dasar lautdi Laut Sulawesi. Tidak diklaimnya Sipadan dan Ligitan oleh Belanda menyebabkan kedua pulau tersebut bukan bagian dari Indonesia sebagai "penerus" Belanda. Indonesia adalah bangsa beradab dan negara kepulauan yang terbesar di dunia. Faktor non teknis Perundingan tentang batas maritim ini sedang berjalan. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengklaim Sipadan dan Ligitan yang kasusnya berujung di Mahkamah Internasional (MI). Artinya.

Hingga kini pulau Etorofu. Shikotan dan Habomai itu berada dalam kekuasaan Rusia. Mari membela tanah air dengan nasionalisme yang cerdas dan terhormat. Meskipun masih rentan kritik dari pihak tetangganya. Minami. Sementara di kasus Batu Liancourt dan Kepulauan Kuril Jepang menuntut negara-negara tetangganya.jima. yaitu Hokkaido. Okino-tori-shima. Kepulauan Ryukyu (Nansei-shoto). Taiwan. Jepang bertentangan soal status wilayah Kepulauan Kuril(Etorofu. Dengan demikian luas seluruh wilayahnya 377. Ia juga bersengketa dengan Korea Selatan tentang Batu Liancourt (bahasa Korea: Dokdo. Shikotan dan Habomai). Jepang justru dituntut oleh China dan Taiwan soal Kepulauan Senkaku.835 km². Jepang juga mengklaim memiliki laut seluas 3. Kunashiri. . KASUS SENGKETA ANTARA JEPANG DENGAN RUSIA Jepang merupakan negara kepulauan di Asia Timur dengan empat pulau besar. dan Kyushu. Di kasus Kepulauan Senkaku.091 km². Dengan mengikutsertakan Kepulauan Bonin (Ogasawara-gunto). dan Rusia. Pemerintah Jepang membangun mercusuar. Pulaupulau tak berpenghuni itu diklaim oleh Jepang masuk dalam zona ekonomi eklusifnya.744 km². Kunashiri. Minami-Kojima dan Kita-Kojima yang dimiliki oleh seorang warga Jepang untuk mencegah kemungkinan pemiliknya menjual pulau tersebut. dan Kepulauan Volcano (Kazan-retto). bahasa Jepang: Takeshima). serta beberapa pulau kecil seperti Kepulauan Ryukyu. Dalam bertetangga. Jepang berusaha keras mempertahankan wilayah perbatasannya yang berada dalam kekuasaannya. Dalam suasana pertentangan wilayah semacam itu. Namun China dan Taiwan tidak begitu saja merelakan kawasan yang kaya ikan dan diindikasikan kaya hidrokarbon itu dikuasai oleh Jepang. Jepang memperlihat kegigihan mempertahankan halaman terluar negerinya dan berusaha merangkul tetangganya untuk bekerja sama memberdayakan kawasan perbatasan itu untuk kepentingan bersama. Jepang juga mengklaim Batu Liancourt yang diperintah oleh Korea Selatan sejak 1954 juga sebagai wilayah kekuasaannya. upaya-upaya Jepang dalam mempertahankan kawasan perbatasannya layak diapreasiasi. Semenanjung Korea.bereaksi berlebihan menanggapi suatu perkara. Negara Matahari Terbit itu berbatasan dengan China. Daito-shoto. Namun Jepang mengklaim pulau-pulau itu adalah Terirotori Jepang bagian Utara yang dijajah oleh Rusia. luas daratan Jepang 374. sementara aktivis Jepang intensif berkunjung ke sana untuk merawat mercusuar dan lingkungan sekitarnya. Perseteruan soal Kepulauan Kuril antara Jepang dan Rusia (Uni Soviet) terjadi sejak Perang Dunia II. Laut Okhotsk dan Laut Cina Selatan.Terletak di antara Samudera Pasifik Bagian Utara. pertentangan wilayah perbatasan terjadi antara Jepang dengan ketiganegara tersebut. Dalam rangka memecahkan sengketa dengan China. yang merupakan empat ladang gas paling utara dekat dengan garis batas kedua negara. Terkait dengan pertahanan atas Kepulauan Senkaku yang berada dalam kekuasaannya. Pemerintah Jepang juga menyewa 3 pulau di kawasan Kepulauan Senkaku yaitu Uotsurishima. Sedangkan dengan Rusia. Negeri Para Samurai ini bersiteru dengan China dan Taiwan soal Kepulauan Senkaku (Bahasa Tionghoa: Diaoyutai). Kedua negara bersepakat memperoleh bagian 50-50% dalam pengembangan bersama ladang Longjingatau Asunaro. Shikoku. Korea Selatan. Honshu. Laut Jepang. Jepang mengajak China mengembangan ladang-ladang gas di Laut China Timur bersama.

Taiwan. yang kemudian melibatkan pula Malaysia. RRC. Kamboja. Namun Vietnam membantahnya dan mengganggap Kepulauan Spartly dan Paracel adalah bagian dari wilayah Kedaulatannya. Kawasan laut Cina Selatan. a. Menurut Cina. Indonesia. Spartly. Masyarakat internasional menyebutnya Kepulauan Spartly yang berarti burung layang-layang. dan karangkarang yaitu : Paracel. Brunei. Vietnam. Filipina menyebut Kalayaan (kemerdekaan). Laut CinaSelatan telah menjadi jalur pelayaran bagi mereka. (misalnya perselisihan mengenai Pulau Phu Quac di Teluk Thailand antara Kamboja dan Vietnam). Thailand. Brunei. Selain itu. Jepang.dan Malaysia. sementara Kepulauan Paracel dan juga Pratas. Sengketa teritorial dan penguasaan kepulauan di Laut Cina Selatan. Vietnam menyebutkan Kepulauan Spartly dan Paracel secara efektif didudukinya sejak abad ke 17 ketika kedua kepulauan itu tidak berada dalam penguasaan sesuatu negara. Vietnam tidak mengakui wilayah kedaulatan Cina di kawasan tersebut. Filipina dan Taiwan. yang merupakan gugus kepulauan yang mencakup bagian laut Cina Selatan. Beijing menegaskan. Luas perairan Laut Cina Selatan mencakup Teluk Siam yang dibatasi Vietnam. Kawasan ini menjadi sangat penting karena kondisi potensi geografisnya maupun potensi sumber daya alam yang dimilikinya.SENGKETA CINA DENGAN BEBERAPA NEGARA UNTUK MEMPEBUTKAN KEPULAUAN SPARTLY DAN PARACEL Sejarah Konflik Laut Cina Selatan Secara geografis kawasan Laut Cina Selatan dikelilingi sepuluh negara pantai (RRC dan Taiwan.pulau. tetapi juga bercampur dengan masalah hak berdaulat atas Landas Kontinen dan ZEE serta menyangkut masalah penggunaan teknologi baru penambangan laut dalam(dasar laut) yang menembus kedaulatan negara. Malaysia menyebut dengan Itu Aba dan Terumbu Layang-layang. praktis secara efektif masing-masing sudah berada di bawah kendali Cina dan Taiwan. Vietnam menyebut dengan Truong Sa (Beting Panjang). Pratas. dan dependent territory yaitu Makau. Kamboja. Mengenai penamaan Kepulauan di Laut Cina Selatan umumnya tergantung atas klaimnya. Sejarah menunjukkan bahwa. sejak 2000 tahun yang lalu. politis dan strategis. penemuan situs. sehingga menjadikan kawasan itu mengandung potensi konflik sekaligus potensi kerjasama. Filipina). Singapura. Prancis. Malaysia. diawali oleh tuntutan Cina atas seluruh pulau-pulau di kawasan laut Cina Selatan yang mengacu pada catatan sejarah. Latar Belakang Sengketa Sengketa teritorial di kawasan laut Cina Selatan khususnya sengketa atas kepemilikan Kepulauan Spartly dan Kepulauan Paracel mempunyai perjalanan sejarah konflik yang panjang. sedangkan RRC lebih suka menyebut Nansha Quadao (kelompok Pulau Selatan). Vietnam. yang pertama menemukan dan menduduki Kepulauan Spartly adalah Cina. Taiwan misalnya menamakan Kepulauan Spartly dengan Shinnengunto. . peta-peta. Meskipun sengketa teritorial di Laut Cina Selatan tidak terbatas pada kedua gugusan kepulauan Spartly dan paracel. Di antara kedua kepulauan itu. permasalahannya lebih terpusat pada Spartly. serta negara tak berpantai yaitu Laos. Dalam perkembangannya. dan kepulauan Maccalesfield. Vietnam. penguasaan kepulauan ini telah melibatkan banyak negara diantaranya Inggris. dan penggunaan gugus-gugus pulau oleh nelayannya. Di Laut Cina Selatan sendiri terdapat empat kelompok gugusan kepulauan. didukung bukti-bukti arkeologis Cina dari Dinasti Han (206-220 Sebelum Masehi). bila dilihat dalam tata lautan internasional merupakan kawasan bernilai ekonomis. dokumen-dokumen Kuno. yang diklaim oleh enam negara yaitu Cina. Brunei Darussalam. namun klaim multilateral Spartly dan Paracel lebih menonjol karena intensitas konfliknya. Sengketa teritorial di kawasanlaut Cina Selatan bukan hanya terbatas pada masalah kedaulatan atas kepemilikan pulau. Filipina. kawasan tersebut merupakan jalur pelayaran dan komunikasi internasional (jalur lintas laut perdagangan internasional). Thailand dan Malaysia serta Teluk Tonkin yang dibatasi Vietnam dan RRC.

yang antara lain menyatakan. Jepang telah melepaskan haknya terhadap Kepulauan Spartly. bahkan pernah berubah menjadi bentrokan senjata. Konflik RRC-Vietnam ini juga dilatarbelakangi persaingan strategis. Dengan kondisi seperti ini. Akan tetapi RRC mengadakan pendekatan kepada kedua negara tersebut. RRC terus bersikeras memperkuat kehadirannya di kepulauan Spralty dengan meningkatkan sejumlah tentaranya di pulau kecil yang lain di kawasan Laut Cina Selatan. Tahun 1978 menduduki lagi gugus pulau Panata. serta melakukan modernisasi kekuatan pertahanan menuju ke arah tercapainya armada samudra. secara de jure. sedang de facto. Dua kelompok gugus pulau lain. Vietnam.sehingga pada saar Perang Dunia II berakhir Vietnam Selatan menduduki Kepulauan Paracel. Brunei Darussalam yang memperoleh kemerdekaan secara penuh dari Inggris 1 Januari 1984 kemudian juga ikut mengklaim wilayah di Kepulauan Spratly. Sampai saat ini. pada tahun1974 di Paracel. Alasan Filipina menduduki kawasan tersebut karena kawasan ritu merupakan tanah yang tidak sedang dimiliki oleh negara-negara manapun (kosong). Sikap dan tindakan RRC itu merupakan bentuk frontal penolakan terhadap serentetan protes yang dilakukan Vietnam dan seru-seruan agar diadakan perundingan-perundingan mengenai Kepulauan Spratly. yang mencakup sebagian dari Kepulauan Spartly. dan Malaysia. Filipina. dan telah diloloskan Parlemen Cina yang memasukkan Kepulauan Spratly sebagai wilayahnya. Menurut Malaysia. Pada momentum yang bersamaan RRC melakukan pendekatan terhadap Filipina dan Malaysia untuk mencari penyelesaian sengketa atas Kepulauan Spratly secara damai. juga diklaim Malaysia sebagai wilayahnya yaitu Terumbu laksamana diduduki oleh Filipina dan Amboyna diduduki Vetnam. baik dalam konteks Timur-Barat dalam kasus RRC-Vietnam Selatan. Sengketa antara RRC dan Vietnam misalnya. negara yang aktif menduduki disekitar kawasan ini adalah Taiwan. Klaim tumpang tindih tersebut mengakibatkan adanya pendudukan terhadap seluruh wilayah kepulauan bagian Selatan kawasan Laut Cina Selatan.secara agresif membangun konstruksi dan instalansi militer serta menghadirkan militernya secara rutin di kepulauan tersebut.dan konflik-konflik bilateral tidak dapat dihindarkan. Sengeketa Bilateral ini tidak dapatdianggap sepele. yang dinamai Terumbu Layang. mengemukakan diserahkan kepada negara mana. Filipina juga menunjuk Perjanjian Perdamaian San Francisco 1951. Sementara RRC sendiri baru menguasai kepulauan tersebut pada tahun 1988. Brunei hanya mengklaim peraian dan bukan gugus pulau. Langkah itu diambil berdasarkan Peta BatasLandas Kontinen Malaysia tahun 1979. SelainVietnam Selatan. persengketaan teritorial ini menciptakan potensi konflik yang luar biasa besar di sepanjang kawasan Asia Pasifik. Sedangkan Filipina menduduki kelompok gugus pulau di bagian Timur kepulauan Spartly yang disebut sebagai Kelayaan. Namun. dengan mengeluarkan Undang-Undang tentang Laut Teritorial dan Contiguous Zone pada tanggal 25 Febuari 1992. Demikianlah. Sengketa Bilateral (Bilateral Dispute) Pada perkembangannya perebutan wilayah seputar Laut Cina Selatan semakin memanas. Malaysia juga menduduki beberapa gugus pulau Kepulauan Spartly. b. Kepulauan spartly juga diduduki oleh Taiwan (sejak Perang Dunia II) dan Filipina (tahun 1971). Pada waktu itu beberapa negara yang mengklaim laut Cina Selatan telah sepakat untuk tidak menggunakan senjata sebagai alat penyelesaian sengketa. masalah penyelesaian sengketa teritorial di Laut Cina Selatan tampaknya semakin rumit dan membutuhkan mekanisme pengelolaan yang lebih berhati-hati agar tidak menimbulkan ekses-ekses instabilitas di kawasan. Sementara. karena pada akhirnya akan menimbulkan ketegangan bagi negara-negara sekitarnya. mapun dalam konteks persaingan . Hal ini semakin jelas karena RRC berusaha mengukuhkan kehadirannya di Laut Cina Selatan. Cina telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut. termasuk beberapa gugus pulau di Kepulauan Spartly. Sengketa dua negara ini dianggap yang paling lama dan keras.

Walaupun RRC menentang pertanyaannya klain Filipina mulai melancarkan aksi pendudukan terhadap sejumlah pulau dan gugusan karang di Kalayaan. yang diduduki secara tidak sah olehVietnam. Wilayah yang paling dipertentangkan adalah Pulau Itu Abaa. konflik Malaysia-Filipina mengalami hubungan pasang-surut. Sebaliknya pada tahun 1977 Malaysia menerbitkan peta baru. Dalam konteks ASEAN. Pesawat Filipina berkali-kali terbang diatas sejumlah pulau disemenanjung Spratly. ketika terjadi insiden di kawasan itu dimana militer Filipina membongkar bangunan Cina di Spratly. Secara fisik wilayah tersebut dikuasai oleh Vietnam. Sementara itu Brunei yang merupakan satu-satunya pihak yang tidak mengklaim pulau Laut Cina Selatan. Yaitu sengketa mengenai sebuah karang di sebelah selatan Laut Cina Selatan yang sewaktu pasang berada di bawah permukaan laut. Konflik semakin memanas pada saat adanya usulan dari sejumlah politikus dan oposisi Filipina ntuk memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Malaysia. Namun dalam perkembangan terakhir. Malaysia dan Vietnam kerapkali berbenturan karena persoalaan pendudukan Vietnam terhadap beberapa wilayah Malaysia termasuk Terumbu layang-Layang. Klaim dan kontra antara Filipina-Taiwan juga memperlihatkan situasi yang cukup rawan. Pada tahun 1988 Angkatan laut Filipina menahan 4 buah kapal nelayan Taiwan yang dituduh telah memasuki wilayah perairan Filipina di Kalayaan. dalam kasus Vietnam (setelah bersatu) – RRC. Di Kepulauan Kalayan misalnya ternyata mengalami tumpang tindih diantara mereka. Konflik bilateral juga terjadi pada negara Filipina dan Taiwan. Sebagai seseama anggota ASEAN. Brunei mengklaim gugusan karang itu dan juga landas kontinen di sekitarnya. Sementara Malaysia pada 1979 mengklaim gugusan karang tersebut dan mendudukinya serta telah membangun mercusuar diatas gugusan karang tersebut. Pada dasarnya sengketa Filipina-RRC di Spratly relatif lebih tenang dibandingkan misalnya. Sin Cowe. termasuk Spratly tetap saja mengalami konflik dengan Malaysia. Pada saat yang bersamaan. Filipina menganggap keempat pulau itu sebagai bagian dari Kalayaan. yang oleh Filipina disebut Pulau Ligaw. Hal ini bermula ketika sejumlah kalangan di Filipina mulai menunjukkan perhatiannya terhadap Spratly. Hal ini nampaknya merupakan dampak dari usaha RRC untuk memperbaiki kedudukan geopolitisnya di Asia Pasifik dengan “open door policy” nya dalam menjalin hubungan dengan negara-negara kawasan. Sengketa antara dua negara dini diperuncing dengan konflik teritorial mereka di wilayah lain. Pada November 1999. Nam Yit. setelah pesawat pengintai filipina ditembak pasikan Vietnam. Lain halnya dengan sengketa Filipina-Vietnam di Spratly dimana terfokus pada cakupan 4 pulau atau gugusan karang yang kini dikuasai Vietnam yaitu (Southwest Cay) dalam bahasa tagalog adalah Pugad. Filipina juga telah menghadapi beberapa kali pertentangan yang sengit dengan RRC yang berlangsung sejak tahun 1950-an. Selain konflik Filipina-Taiwan. Konflik Malaysia-Filipina. dab Sand Cay.regional. sengketa Vietnam-RRC.dan beberapa kali terjadi insiden yang menaikkan suhu politik dua negara. Sementara itu media di RRC kerap kali mengeluarkan artikel dan peringatan yang menegaskan kedaulatan RRC atas Spratly. berawal pada tahun 1979 ketika Malaysia menerbitkan Peta Baru dimana Landas Kontinennya mencakup wilayah dasar laut dan gugusan karang di bagian selatan Laut Cina Selatan yang kemudian memicu timbulnya konflik kedua negara tersebut. Selanjutnya adalah sengketa antara Malaysia-Vietnam. Angkatan laut Filipina menangkap nelayan Cina sehingga hubungan Cina-Filipina semakin menegang. sengketa Filipina-RRC meningkat dengan adanya berita bahwa RRC telah menempatkan kapal perang dan membangun fasilitas baru digugusan karang yang diklaim Filipina. Sengketa antara kedua negara . Perselisihan dua negara ini semakin sukit dihindari pada 1995. terjadi ketegangan yang lebih besar antara dua negaraini.

inirelatif tenang. Saling Klaim juga dilakukan beberapa negara lainnya. gugusan karang yang terletak di luar gugus Spratly. sesungguhnya tidak terdapat sengketa wilayah karena klaim RRC di Laut Cina Selatan sama dengan klain Taiwan. namun negara ini telah awal melakukan pendudukan militer. Vietnam Utara dan Vietnam setelah unifikasi. Bahkan setelah unifikasi. membuat landasan terbang dan menempatkan militer di kepulauan itu. sedangkan Brunei Darussalam mengklaim Louise Reef. Meskipun gugusan karang ini sebenarnya merupakan konflik multilateral. sangat terkait dengan aspek “nationalinterest” masing-masing negara dalam mewujudjan keinginan mempertahankan wilayah pengaruh / hegemoni serta jaminan akan keselamatan pelayaran sebagai akibat yang disebabkan posisi strategis dan vital di kawasan Laut Cina Selatan. RRC juga pernah menyatakan klaim terhadap sebagian Laut Natuna sampai ke perairan Pulau Bangka dan 20 mil dari Kalimantan Barat dan sekelilingVietnam. Dalam masalah klaim multilateral. Begitu pula RRC sudah melakukan kontrak eksplorasi minyak dengan Amerika Serikat disekitar Pulau Hainan (sebelah utara Natura). Enam pulau yang diduduki Filipina merupakan pulau-pulau terbesar di kepulauan itu. Filipina pertama menyatakan klaimnya pada tahun 1946 di Majelis Umum PBB dan diulang lagi (1950) ketika Taiwan menarik pasukannya. Sengketa ini tidak begitu menonjol ketimbang sengketa oleh enam negara lainnya di Laut Cina Selatan. Sementara itu Malaysia baru kembali mengklaim (1979) atas 11 pulau karang di bagian Tenggara Kepulauan Spratly berdasarkan pemetaan yang dilakukannya. yaitu Itu Aba (Taiping dalam bahasa Cina). Meskipun Indonesia bukan merupakan penuntut atas kepulauan atau bantuan di gugusan Spratly. misalnya antara RRC dan Taiwan. Dan pada tahun 1983 . Secara tradisional. Masalah kedaulatan menjadi masalah yang sensitif anatara Prancis. Meskipun Filipina lebih belakangan menyatakan klaimnya atas gugusan Spratly. akan tetapi Indonesia memiliki fakta sengketa bilateral dengan RRC. c. padahal pada tahun 1876 Cina telah menyatakan bahwa kepulauan Spratly merupakan miliknya. Pada perkembangan selanjutnya Filipina dan Malaysia juga mengklaim sebagian pulau dikawasan Spratly. Taiwan dan Vietnam dibahas menjadi satu karena erat kaitannya dengan satu dengan lainnya. serta membangun landasan pesawat dan instalasi militer lainnya. Taiwan mengklaim dan menduduki kembali (1956) kelompok kepulauan ini dengan menempatkan satu garnisiun berkekuatan 600 tentara secara permanen di pulau terbesar. Terakhir adalah sengketa antara IndonesiaRRC yang tersangkut sengketa bilateral dalam masalah landas Kontinen dan ZEE sebagaimana di definisikan dalam konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Inggris dan Jepang pada akhir abad 19. Berbeda dengan ketiga negara sebelumnya. Laut Natuna sangat vital bagi RRC karena kawasan itu merupakan alur pelayaran penting sebagai penghubung komunikasi di Utara –Selatan. Jika dilihat secara historis dari sisi politik teritorialnya. Vietnam menegaskan kembali tuntutannya atas kedua kepulauan tersebut pada berbagai kesempatan.Vietnam Selatan. Konflik bilateral lainnya adalah antara Taiwan-RRC. seringkali masalah klaim RRC. Selain itu. Sengketa Antar Negara (Multiple Dispute) Masalah sengketa antar negara di kawasan. karena diklaim pula oleh RRC. akibat perkembangan sejarah. dan Timur-Barat. Vietnam Selatan kembali menegaskan haknya atas kepulauan Spratly danParacel (1951) dalam konfrensi Sanfrancisco. dengan mendasarkan klaimnya atas penemuan pertama. antara lain. Klain teritorial tumpang tindih atas Laut Cina Selatan sesungguhnya bukanlah masalah baru. Vietnam dan Taiwan. Cina sebenarnya merupakan satu-satunya negara sampai Perang Dunia I yang mengklaim kedaulatan sepenuhnya atas seluruh Kepulauan Spratly. Cina termasuk Taiwan dan Vietnam telah menegaskan pemilikan mereka atas keseluruhan gugusan kepulauan Spratly dan sumber daya yang ada di kawasan itu. Filipina tidak mengklaim seluruh kepulauan Spratly dan tidak juga didasarkan atas alasan sejarah. dan vietnam secara teratur mengadakan patroli di sekitar Paracel.

sementara harga petro dolar justru semakin merosot dikarenakan Kuwait memproduksi minyak secara besar-basaran. Klaim Brunei hampir serupa dangan Malaysia karena didasarkan pada doktrin Landas Kontinental. dan persoalan pembagian tanah.301 hektare (ha) dan sedang dikuasai warga Timor Leste. ternyata bukan hanya dilakukan oleh Malaysia. khususnya di lima titik yang hingga kini belum diselesaikan akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dan Brunei Darussalam adalah yang terakhir menyatakan klaimnya atas sebagian kawasan Spratly. akan tetapi garis-garis batas ditarik secara tegak lurus dari dua titik ekstrem di garis pantai Brunei Darussalam. yaitu perbatasan antara Kabupaten Timor Tengah Utara (RI) dengan Timor Leste. Haumeniana. Tiga titik diantaranya terdapat di perbatasan Kabupaten Belu dan dua di perbatasan Timor Leste dengan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Akhirnya antara Irak dan Kuwait terjadi perselisihan ladang minyak dan juga Irak mengutarakan tentang perselisihan perbatasan pada masa pembagian wilayah oleh Inggris pada waktu pemerintahan Usmaniyah Turki. yang secara tidak langsung menyebabkan kemerosotan petro dolar di Irak.Masalah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste.Berlarutnya penyelesaian lima titik di perbatasan tersebut mengakibatkan penetapan batas laut kedua negara belum bisa dilakukan. yaitu Dewan Keamanan PBB mengambil jalan tengah dengan mengemukakan hak veto. pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat batas kedua negara adalah alur sungai terdalam. Kelebihan itu seharusnya dijadikan jembatan untuk menjalin kerjasama antar negara dan bukan untuk diperselisihkan. SENGKETA INTERNASIONAL YANG MELIBATKAN NEGARA KUWAIT DAN NEGARA IRAK Sengketa antara Irak dan Kuwait ini disebabkan karena kemerosotan ekonomi di Irak dalam pemerintahan Saddam Hussein setelah negara Irak selama delapan tahun berperang melawan Iran. Nimlat. tetapi tidak disepakati warga. negara yang baru berdiri sejak lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1999. Pada masa itu Irak sangat memerlukan petro dolar. Semula. Di lima titik tersebut. karena alur sungai selalu berubah-ubahSelain . Penyelasaian sengketa internasional antara Irak dengan Kuwait ini adalah dengan cara di ambil alih oleh PBB. yang memiliki luas 1. misalnya negara A dengan negara B pasti terdapat perbedaan dalam soal perekonomian dan hasil produksi. Klaim wilayah Indonesia ini dilakukan oleh sebagian warga Timor Leste tepatnya di perbatasan wilayah Timor Leste dengan wilayah Indonesia. Jadi di masing-masing negara pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemerintah Irak menganggap hal tersebut sebagai perang dalam bidang ekonomi. juga di Uni Emirat Arab. padahal Irak sangat membutuhkan petro dollar demi kemajuan ekonominya. Lima titik tersebut adalah Imbate.melakukan survey dan menyatakan kepulauan tersebut berada di perairan Malaysia. dan Tubu Banat. ada dua hal yang belum disepakati warga dari kedua negara yakni: Penetapan batas apakah mengikuti alur sungai terdalam. tetapi juga oleh Timor Leste. Penyelesaian sengketa Permasalahan perbatasan antara RI dan Timor Leste itu kini sedang dalam rencana untuk dikoordinasikan antara Pemerintah RI dengan Pemerintah Timor Leste dan kemungkinan akan dibawa ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mendapatkan penyelesaian. Sumkaem. SENGKETA INTERNASIONAL ANTARA INDONESIA DAN TIMOR LESTE Klaim wilayah Indonesia.

Melihat sulitnya dicapai kesepakatan China-Jepang. akibat overlapping antara ZEE Jepang dan landas kontinen China. Namun dari beberapa kali pertemuan yang telah dilakukan belum ada penyelesaian. karena China merasa bahwa pulau tersebut adalah miliknya. karena adanya perbedaan interpretasi terhadap definisi equidistance line. ternak milik warga di perbatasan tersebut minum air di sungai yang berada di tapal batas kedua negara.itu. Kedua negara telah mengadakan pertemuan untuk membicarakan dan menyelesaikan sengketa. namun belum dapat menyelesaikan perebutan antara kedua negara. warga tidak bisa menghalaunya kembali. Namun sayangnya tawaran ini ditolak China. Alternatif lain juga telah ditawarkan untuk penyelesaian konflik. Sengketa ini semakin berkembang pada tahun 1978. Secara resmi Penyelesaian sengketa China memprotes tindakan Jepang atas Pulau tersebut. namun tahun 1990an Jepang kembali memperbaiki mercusuar yang telah dibangun oleh kelompok kanan Jepang di Daiyou. Jepang dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian pengembalian Okinawa. Joint Development Agreement). Sebenarnya dengan pengelolaan bersama tidak hanya akan menyelesaikan sengketa perbatasan laut kedua negara. Hal ini akan memperbaiki hubungan China-Jepang. Kemudian pada tahun 1970. Ketegangan ini berlanjut ketika Jepang mengusir kapal Taiwan dari perairan Daioyu.warga kedua negara yang bermukim di perbatasan harus rela membagi tanah ulayat mereka. Meskipun protes yang terus menerus dari China maupun Taiwan. Hal inilah yang belum terjawab oleh Hukum laut 1982. alternatif penyelesaian akhir yang harus ditempuh adalah melalui Mahkamah Internasional. karena melanggar batas negara. yaitu melalui pengelolaan bersama (JDA. Hal inilah yang kemudian diprotes China. karena menyangkut kepentingan kedua negara. karena menyangkut persoalan batas negara SENGKETA INTERNASIONAL ANTARA JEPANG DAN KOREA Perebutan kepemilikan Pulau Daioyu / Senkaku antara China-Jepang telah berlangsung sejak tahun 1969. padahal sebenarnya kesepakatan ini dapat digunakan untuk membangun masa depan yang cerah bersama Jepang. Meskipun saat ini banyak yang menggunakan pendekatan median/equidistance line untuk pembagian wilayah yang saling tumpang tindih. Namun penyelesaian tersebut cukup beresiko. karena kedua negara bersikeras bahwa pulau tersebut merupakan bagian kedaulatan dari negara mereka. sehingga kedua negara harus selalu menjaga hubungan baik agar kesepakatan dapat berjalan dengan baik. karena hasilnya akan take all or nothing. . ketika Jepang membangun mercusuar di Pulau Daioyu untuk melegitimasi pulau tersebut. termasuk pulau Daioyu / Senkaku kepada Jepang. Jika sapi melewati batas sungai terdalam. tetapi memiliki unsur politis. Sengketa ini diawali ketika ECAFE menyatakan bahwa diperairan sekitar Pulau Daioyu / Senkaku terkandung hidrokarbon dalam jumlah besar. Sampai saat ini permasalahan ini belum dapat diselesaikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful