BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Hemorrhoid adalah pelebaran varises satu segmen atau lebih vena-vena

hemorrhoidalis. Secara kasar hemorrhoid biasanya dibagi dalam 2 jenis, hemorrhoid interna dan hemorrhoid eksterna. Hemorrhoid interna merupakan varises vena hemorrhoidalis superior dan media. Sedangkan hemorrhoid eksterna merupakan varises vena hemorrhoidalis inferior. Sesuai istilah yang digunakan, maka hemorrhoid interna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemorrhoid eksterna timbul di sebelah dalam sfingter. Hemorrhoid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan gangguan aliran balik dari vena hemorrhoidalis.1 Kedua jenis hemorrhoid ini sangat sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35% penduduk baik pria maupun wanita yang berusia lebih dari 25 tahun. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman.1 Hemorrhoid adalah seikat pembuluh darah di dalam dubur / pelepasan, hanya sebagian berada di bawah selaput bagian paling rendah dari dubur / pelepasan. Hemorrhoid umum diderita oleh umur 50, sekitar separuh orang dewasa berhadapan dengan yang menimbulkan rasa gatal, terbakar, pendarahan dan terasa menyakitkan. Dalam banyak kesempatan kondisi boleh memerlukan hanya self-care (perawatan sendiri) dan lifestyle (gaya hidup).2 Hemorrhoid juga biasa terjadi pada wanita hamil. Tekanan intra abdomen yang meningkat oleh karena pertumbuhan janin dan juga karena adanya perubahan hormon menyebabkan pelebaran vena hemorrhoidalis. Pada kebanyakan wanita, hemorrhoid yang disebabkan oleh kehamilan merupakan hemorrhoid temporer yang berarti akan hilang beberapa waktu setelah melahirkan.3

B. Tujuan Penulisan 1. Mengetahui faktor penyebab hemorrhoid 2. Mengetahui faktor risiko untuk terjadinya hemorrhoid 3. Mengetahui penatalaksanaan hemorrhoid.

Referat Hemorrhoid Shintawati R.Z – FK UPN Veteran Jakarta

1

Z – FK UPN Veteran Jakarta 2 . Hemorrhoid merupakan bagian dari anatomi rectal yang normal maka pengobatan hanya diberikan jika menjadi simptomatik. Tiga hubungan hemorrhoidalis ditemukan di lateral kiri. yang terletak di atas garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa. perdarahan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pleksus hemorrhoidalis ini memiliki hubungan dengan arteri. Hemorrhoid interna adalah pelebaran pembuluh darah pada pleksus vena hemorrhoidalis superior. hemorrhoid dibedakan menjadi dua. yaitu kanan depan (arah jarum jam 11). Anatomi Pleksus hemorrhoidalis terdiri vena hemorrhoidalis superior. piles atau juga ambeien. Definisi Hemorrhoid berasal dari kata Yunani “haima” yang berarti darah dan kata “rheo” yang berarti mengalir. dan serat otot halus yang berlokasi pada anal canal. hanya apabila hemorrhoid ini menyebabkan keluhan atau penyulit. yang disebut sebagai arteri-vena shunt. vena hemorrhoidalis medius. maka diperlukan tindakan. yaitu hemorrhoid interna dan hemorrhoid eksterna. ketiga vena tersebut tidak memiliki klep dan saling berhubungan satu sama lain. dan vena hemorrhoidalis inferior.yang tujuannya membuat anal canal menutup sempurna ketika sedang istirahat. Mengejan yang berlebih. anterior kanan dan posterior kanan. meningkatnya tekanan abdominal.4 B. Hemorrhoid adalah suatu massa pada jaringan submukosa yang terdiri dari vena arteriol. Di antara pleksus tersebut terdapat jaringan ikat longgar. Hemorrhoid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemorrhoidalis yang tidak merupakan keadaan patologik. Hemorrhoid dalam bahasa awam lebih dikenal sebagai wasir. Hemorrhoid sering terdapat pada tiga posisi utama. dan feses yang keras dapat meningkatkan pelebaran vena dari plexus haemorhoidalis sehingga dapat menyebabkan prolaps jaringan hemorrhoid. Hemorrhoid interna ini merupakan bantalan pembuluh darah yang terdapat di dalam jaringan submukosapada rectum sebelah bawah. arah kanan belakang (arah jarum jam 7). terasa panas. dan keluhan-keluhan lain seperti sering keluar lendir di celana dalam. Haemoroid berperan sebagai bagian dari fungsi “Continence Mechanism”. dan arah kiri Referat Hemorrhoid Shintawati R. thrombosis. Berdasarkan perbedaan anatomis tersebut.

Hemorrhoid interna dan eksterna6 Hemorrhoid eksterna adalah pelebaran dan penonjolan pleksus vena hemorrhoidalis inferior di sebelah distal garis mukokutan. Klasifikasi 1) Hemorrhoid Eksterna Haemorhoid eksterna berlokasi di distal dari linea dentata dan diliputi dengan anoderm. Karena anoderm dipersarafi oleh banyak persyarafan maka trombosis dari hemorrhoid eksterna dapat menyebabkan rasa sakit yang amat sangat. Terapi pada hemorrhoid eksterna dan skintag hanya dianjurkan jika ada keluhan simptomatik.tengah (arah jarum jam 3) yang oleh Miles disebut “Three Primary Hemorrhoidal Areas”. Skin tag perianal yaitu kumpulan kulit yang fibrotik sering ditemukan sebagai sisa dari trombosis haemoroid eksterna terlihat tonjolan kecil. C. Referat Hemorrhoid Shintawati R. Pleksus hemorrhoidalis internus mengalirkan darah ke vena hemorrhoidalis superior untuk kemudian dilanjutkan ke vena porta. Terasa nyeri jika dipegang dan warnanya kebiruan.Z – FK UPN Veteran Jakarta 3 .4 Gambar 1. Hemorrhoid yang lebih kecil tedapat di antara ketiga letak primer tersebut dan kadang juga sirkuler. yang bermula dari rektum bagian bawah dan anus. Kedua pleksus hemorrhoid eksterna dan interna saling berhubungan secara longgar dan merupakan awal dari aliran pembuluh darah balik. di bawah jaringan epitel anus. Hemorrhoid eksterna dan skin tag menyebabkan gatal dan susah bersih jika BAB jika besar ukurannya. Pleksus hemorrhoidalis eksternus mengalirkan darah ke vena hemorrhoidalis inferior untuk kemudian mengalirkan darah ke peredaran darah sistemik melalui daerah perineum dan lipat paha menuju ke vena iliaka. Dengan alasan inilah maka jangan ligasi haemoroid eksterna tanpa anestesi yang adekuat.

Derajat hemorrhoid Interna3 Tabel 1.Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi .1.Terdapat perdarahan sesudah defekasi .4 Gambar 2.Pada pemeriksaan anoskopi terlihat permulaan dari benjolan hemorrhoid yang menonjol ke dalam lumen Derajat II : .Tidak terdapat prolaps .2) Hemorrhoid Interna Hemorrhoid interna dibagi menjadi 4 derajat yaitu : Derajat I : .Tanpa disertai rasa nyeri .Terdapat perdarahan merah segar pada rectum pasca defekasi .2. Derajat Hemorrhoid interna 1 Hemorrhoid Interna Derajat I II III IV Berdarah + + + + Prolaps + + Tetap Reposisi Spontan Manual Irreponibel Referat Hemorrhoid Shintawati R.Z – FK UPN Veteran Jakarta 4 .Terjadi prolaps hemorrhoid yang dapat masuk sendiri (reposisi spontan) Derajat III : .Terjadi prolaps hemorrhoid yang tidak dapat masuk sendiri jadi harus didorong dengan jari (reposisi manual) Derajat IV : .Terjadi prolaps hemorrhoid yang tidak dapat didorong masuk (meskipun sudah direposisi akan keluar lagi).Terdapat perdarahan/tanpa perdarahan sesudah defekasi .

Faktor risiko hemorrhoid yaitu: 1.Lokasi dari hemorrhoid interna ialah di proksimal dari linea dentata dan diliputi oleh mukosa anorectal yang insensate. : Vena daerah anorektal tidak mempunyai katup dan pleksus 5 Referat Hemorrhoid Shintawati R.Z – FK UPN Veteran Jakarta .4 E.1. Mengejan menyebabkan pembesaran dan prolapsus sekunder bantalan pembuluh darah hemorrhoidalis. Portal hipertensi dapat menyebabkan resiko perdarahan hemorrhoid karena anastomosis antara sistem vena porta ( plexus hemorrhoidalis bangian tengah dan atas) dengan sistem vena sistemik (plexus rectalis inferior). terapi operatif dihindari untuk pasien ini mengingat dapat terjadinya resiko peerdarahan masif dan susahnya mengontrol perdarahan dari varisesnya. diet rendah serat dan aliran balik venosa.4 D. Faktor Risiko Faktor risiko hemorrhoid banyak sekali. konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. trombosis. Hemorrhoid interna sering mengalami prolapse atau perdarahan akan tetapi jarang mengakibatkan nyeri kecuali ada trombosis hebat. pembuluh darah menjadi berdilatasi secara progresif dan jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal di bawahnya. Dan memiliki karasteristik baik hemorrhoid interna maupun hemorrhoid eksterna. nekrosis prolaps hebat inkarserasi atau strangulasi. Anatomik : Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis. Varises rectal sering mengakibatkan perdarahan terapi terbaiknya ialah dengan menurankan tekanan vena portal. dan atau strangulasi. Etiologi Penyebab hemorrhoid tidak diketahui. Selain itu faktor penyebab hemorrhoid yang lain yaitu : kehamilan. Postpartum hemorrhoid karena mengejan waktu melahirkan sehingga menyebabkan edema. Jika mengejan terus menerus. 3) Kombinasi internal hemorrhoid dan eksternal hemorrhoid Lokasinya ialah di perbatasan linea dentata. Merupakan indikasi untuk dilakukannya hemorrhoidectomy disamping penyebab lainnya yaitu: hemorrhoid yang besar dan hemorrhoid yang memberi keluhan. obesitas. Keturunan 2. yang menyebabkan prolapsus hemorrhoid yang klasik dan berdarah. sehingga sukar bagi kita untuk menentukkan penyebab yang tepat bagi tiap kasus. jarang sekali dilakukan ligasi kecuali perdarahannya banyak sekali.

penonjolan ini hanya terjadi pada waktu defekasi dan disusul reduksi spontan setelah defekasi. Pada stadium yang lebih lanjut. Pada akhirnya hemorrhoid dapat berlanjut menjadi bentuk yang mengalami prolaps menetap dan tidak bisa didorong masuk lagi. 3. 5. Mekanis 7. Gejala dan Tanda Pasien sering mengeluh menderita hemorrhoid atau “wasir” tanpa ada hubungannya dengan gejala rektum atau anus yang khusus. Endokrin : Misalnya pada wanita hamil ada dilatasi vena ekstremitas dan anus (sekresi hormon relaksin). Kadang perdarahan hemorrhoid yang berulang dapat berakibat timbulnya anemia berat. Pekerjaan 4. juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis. Umur : Orang yang harus berdiri atau duduk lama. Perdarahan luas dan intensif di fleksus hemorrhoidalis menyebabkan darah di vena tetap merupakan “darah arteri”. : Pada umur tua timbul degenerasi dari seluruh jaringan tubuh. mempunyai predisposisi untuk hemorrhoid. Perdarahan umumnya merupakan tanda pertama dari hemorrhoid interna akibat trauma oleh faeces yang keras. misalnya penderita hipertrofi prostat. darah yang keluar berwarna merah segar karena kaya akan zat asam. : Bendungan pada peredaran darah portal. Fisiologis : Semua keadaan yang mengakibatkan timbulnya tekanan yang meninggi dalam rongga perut. Walaupun berasal dari vena.hemorrhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan vasa sekitarnya.5 F. dapat hanya berupa garis pada faeces atau kertas pembersih sampai pada perdarahan yang terlihat menetes atau mewarnai air toilet menjadi merah. Iritasi kulit perianal dapat menimbulkan rasa gatal yang dikenal sebagai pruritus anus dan ini disebabkan oleh Referat Hemorrhoid Shintawati R. hemorrhoid interna ini perlu didorong kembali setelah defekasi agar masuk kembali ke dalam anus. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak tercampur dengan faeces.Z – FK UPN Veteran Jakarta 6 . misalnya pada penderita dekompensasio kordis atau sirosis hepatis. Pada tahap awal. Keluarnya mukus dan terdapatnya faeces pada pakaian dalam merupakan ciri hemorrhoid yang mengalami prolaps menetap. Hemorrhoid yang membesar secara perlahan-lahan akhirnya dapat menonjol keluar menyebabkan prolaps. 6. Nyeri yang hebat jarang sekali ada hubungannya dengan hemorrhoid interna dan hanya timbul pada hemorrhoid eksterna yang mengalami trombosis. atau harus mengangkat barang berat.

Proktosigmoidoskopi Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi Referat Hemorrhoid Shintawati R. Pemeriksaan umum tidak boleh diabaikan karena keadaan ini dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti sindrom hipertensi portal.kelembaban yang terus menerus dan rangsangan mukus. yamg membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi ( mengejan ). maka tonjolan yang ditutupi epitel penghasil musin akan dapat dilihat apabila penderita diminta mengejan. banyaknya benjolan. Penderita dalam posisi litotomi.4 G. dan dapat disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan. Dapat diraba bila sudah ada trombus atau sudah ada fibrosis.4.5 4. Apabila hemorrhoid interna mengalami prolaps. Anaskopi dengan penyumbatnya dimasukkan dalam anus sedalam mungkin. Nyeri hanya timbul apabila terdapat trombosis yang luas dengan udem dan radang.Z – FK UPN Veteran Jakarta 7 . Bila perlu penderita disuruh mengejan supaya benjolan dapat kelihatan sebesar-besarnya. Untuk membuat prolaps dapat dengan menyuruh pasien untuk mengejan. Pada pemeriksaan colok dubur hemorrhoid intern tidak dapat diraba sebab tekanan vena didalamnya tidak cukup tinggi. pasien sering duduk berjamjam di WC.5 1. Colok dubur diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rectum.5 3. Rectal Touche Pada colok dubur. Trombus dan fibrosis pada perabaan padat dengan dasar yang lebar.4. Inspeksi Pada inspeksi. defekasi yang keras. Anoskopi Dengan cara ini kita dapat melihat hemorrhoid interna. penyumbat diangkat dan penderita disuruh bernafas panjang. hemorrhoid interna biasanya tidak teraba dan juga tidak sakit. Benjolan hemorrhoid akan menonjol pada ujung anaskop. Diagnosis Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi. letaknya dan besarnya benjolan. dan biasanya tidak nyeri. Hemorrhoid eksterna dapat dilihat dengan inspeksi apalagi bila terjadi trombosis.4 2. hemorrhoid eksterna mudah terlihat apalagi sudah mengandung trombus. Hemorrhoid interna yang prolaps dapat terlihat sebagai benjolan yang tertutup mukosa. Pada anoskopi dapat dilihat warna selaput lendir yang merah meradang atau perdarahan.

Prolaps rektum juga harus dibedakan dari prolaps mukosa akibat hemorrhoid interna. 5. Foto barium kolon dan kolonoskopi perlu dipilih secara selektif. 4. Karsinoma kolorektal. sehingga mempermudah defekasi dan mengurangi keharusan mengejan berlebihan. H.Z – FK UPN Veteran Jakarta 8 .5 Supositoria dan salep anus diketahui tidak mempunyai efek yang bermakna kecuali efek anestetik dan astringen. Rendam duduk dengan dengan cairan hangat juga dapat meringankan nyeri. Terapi obat-obatan (medikamentosa) / diet Kebanyakan penderita hemorrhoid derajat pertama dan derajat kedua dapat ditolong dengan tindakan lokal sederhana disertai nasehat tentang makan. Pemeriksaan sigmoidoskopi harus dilakukan.5 Referat Hemorrhoid Shintawati R. Prolaps recti/anus. 6.4. Penatalaksanaan 1. Diagnosis Banding Perdarahan rektum merupakan manifestasi utama hemorrhoid interna yang juga terjadi pada : 1. 2. Penyakit divertikel. Pemeriksaan Feces Diperlukan untuk mengetahui adanya darah samar (occult bleeding). Makanan sebaiknya terdiri atas makanan berserat tinggi seperti sayur dan buah-buahan. Hemorrhoid interna yang mengalami prolaps oleh karena udem umumnya dapat dimasukkan kembali secara perlahan disusul dengan tirah baring dan kompres lokal untuk mengurangi pembengkakan. bergantung pada keluhan dan gejala penderita. Rectal polip. Non Bedah a.5 5. Fissura ani.(rektum/sigmoid). Kolitis ulserosa. 3.5 I. Makanan ini membuat gumpalan isi usus besar. karena hemorrhoid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai. namun lunak.

Terapi suntikan bahan sklerotik bersama nasehat tentang makanan merupakan terapi yang efektif untuk hemorrhoid interna derajat I dan II. tidak tepat untuk hemorrhoid yang lebih parah atau prolaps. Ligasi dengan gelang karet Hemorrhoid yang besar atau yang mengalami prolaps dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron. prostatitis akut jika masuk dalam prostat.b. Pada satu kali terapi hanya diikat satu kompleks hemorrhoid.5 Gambar 3. Skleroterapi Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang. dan reaksi hipersensitivitas terhadap obat yang disuntikan. Gelang karet didorong dari ligator dan ditempatkan secara rapat di sekeliling mukosa pleksus hemorrhoidalis tersebut. Skleroterapi 1 c. Referat Hemorrhoid Shintawati R. misalnya 5% fenol dalam minyak nabati. Penyuntikan diberikan ke submukosa dalam jaringan areolar yang longgar di bawah hemorrhoid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut. sedangkan ligasi berikutnya dilakukan dalam jarak waktu 2 – 4 minggu. Penyulit penyuntikan termasuk infeksi. Penyuntikan dilakukan di sebelah atas dari garis mukokutan dengan jarum yang panjang melalui anoskop.Z – FK UPN Veteran Jakarta 9 . Apabila penyuntikan dilakukan pada tempat yang tepat maka tidak ada nyeri.4. mukosa di atas hemorrhoid yang menonjol dijepit dan ditarik atau dihisap ke tabung ligator khusus. Dengan bantuan anoskop.

Generator galvanis Jaringan hemorrhoid dirusak dengan arus listrik searah yang berasal dari baterai kimia. maka krioterapi mencapai hasil yang serupa dengan yang terlihat pada ligasi dengan gelang karet dan tidak ada nyeri. Krioterapi ini lebih cocok untuk terapi paliatif pada karsinoma rektum yang ireponibel. Tindakan ini cepat dan mudah dilakukan dalam tempat praktek atau klinik. Infra Red Coagulation ( IRC ) / Koagulasi Infra Merah Dengan sinar infra merah yang dihasilkan oleh alat yang dinamakan photocuagulation. h. Untuk menghindari ini maka gelang tersebut ditempatkan cukup jauh dari garis mukokutan. Hemorroidal Arteri Ligation ( HAL ) Pada terapi ini.Z – FK UPN Veteran Jakarta 10 . Perdarahan dapat terjadi waktu hemorrhoid mengalami nekrosis.3 g. Namun yang digunakan sebagai penghancur jaringan yaitu radiasi elektromagnetik berfrekuensi tinggi. Dingin diinduksi melalui sonde dari mesin kecil yang dirancang bagi proses ini. Nyeri yang hebat dapat pula disebabkan infeksi. arteri hemorrhoidalis diikat sehingga jaringan hemorrhoid tidak mendapat aliran darah yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan hemorrhoid mengempis dan akhirnya nekrosis. Krioterapi / bedah beku Hemorrhoid dapat pula dibekukan dengan suhu yang rendah sekali.3. Terapi ini tidak dipakai secara luas karena mukosa yang nekrotik sukar ditentukan luasnya.3 e. biasanya setelah 7 – 10 hari.3 f. dan hanya diberikan ke bagian atas hemorrhoid pada sambungan anus rektum. tonjolan hemorrhoid dikauter sehingga terjadi nekrosis pada jaringan dan akhirnya fibrosis. selaput mukosa sekitar hemorrhoid dipanasi dengan radiasi Referat Hemorrhoid Shintawati R. Cara ini paling efektif digunakan pada hemorrhoid interna. Jika digunakan dengan cermat. Pada terapi dengan diatermi bipolar. Cara ini baik digunakan pada hemorrhoid yang sedang mengalami perdarahan.Penyulit utama dari ligasi ini adalah timbulnya nyeri karena terkenanya garis mukokutan.5 d. Bipolar Coagulation / Diatermi bipolar Prinsipnya tetap sama dengan terapi hemorrhoid lain di atas yaitu menimbulkan nekrosis jaringan dan akhirnya fibrosis.

Bila diseksi mencapai jahitan transfiksi cat gut maka hemorrhoid ekstena dibawah kulit dieksisi. Hemostat kedua ditempatkan distal terhadap hemorrhoid eksterna. Terapi bedah juga dapat dilakukan dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak dapat sembuh dengan cara terapi lainnya yang lebih sederhana. Penderita hemorrhoid derajat IV yang mengalami trombosis dan kesakitan hebat dapat ditolong segera dengan hemorrhoidektomi. Cara ini efektif untuk hemorrhoid interna yang mengalami perdarahan.6 Ada tiga tindakan bedah yang tersedia saat ini yaitu bedah konvensional (menggunakan pisau dan gunting). Referat Hemorrhoid Shintawati R.4. Bedah Konvensional Saat ini ada 3 teknik operasi yang biasa digunakan yaitu : 1) Teknik Milligan – Morgan Teknik ini digunakan untuk tonjolan hemorrhoid di 3 tempat utama. bedah laser ( sinar laser sebagai alat pemotong) dan bedah stapler (menggunakan alat dengan prinsip kerja stapler). Eksisi sehemat mungkin dilakukan pada anoderm dan kulit yang normal dengan tidak mengganggu sfingter anus.Z – FK UPN Veteran Jakarta 11 . Kemudian dipasang jahitan transfiksi catgut proksimal terhadap pleksus hemorrhoidalis. Basis massa hemorrhoid tepat diatas linea mukokutan dicekap dengan hemostat dan diretraksi dari rektum. Prinsip yang harus diperhatikan dalam hemorrhoidektomi adalah eksisi yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan. Eksisi jaringan ini harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa karena telah terjadi deformitas kanalis analis akibat prolapsus mukosa. Setelah mengamankan hemostasis.3 2. maka mukosa dan kulit anus ditutup secara longitudinal dengan jahitan jelujur sederhana. a. Penting untuk mencegah pemasangan jahitan melalui otot sfingter internus. Suatu incisi elips dibuat dengan skalpel melalui kulit dan tunika mukosa sekitar pleksus hemorrhoidalis internus dan eksternus. Bedah Terapi bedah dipilih untuk penderita yang mengalami keluhan menahun dan pada penderita hemorrhoid derajat III dan IV.elektromagnetik berfrekuensi tinggi sampai akhirnya timbul kerusakan jaringan. Hemorrhoid dieksisi secara keseluruhan. Teknik ini dikembangkan di Inggris oleh Milligan dan Morgan pada tahun 1973. yang dibebaskan dari jaringan yang mendasarinya.

Z – FK UPN Veteran Jakarta 12 . Sedangkan pada bedah laser. nyeri berkurang karena saraf rasa nyeri ikut terpatri. dibutuhkan daya laser 12 – 14 watt. serabut saraf dan selubung saraf menempel jadi satu. pembuluh jaringan terpatri sehingga tidak banyak mengeluarkan darah. Lalu mengusahakan kontinuitas mukosa kembali. luka bekas operasi direndam cairan antiseptik. seperti terpatri sehingga serabut syaraf tidak terbuka. b. Striktura rektum dapat merupakan komplikasi dari eksisi tunika mukosa rektum yang terlalu banyak. tidak banyak luka dan dengan nyeri yang minimal. terdapat banyak saraf. pembedahan ini sama dengan pembedahan konvensional. Pada bedah konvensional.7 Referat Hemorrhoid Shintawati R. saat post operasi akan terasa nyeri sekali karena pada saat memotong jaringan. 3) Teknik Langenbeck Pada teknik Langenbeck. Prosedur ini bisa dilakukan hanya dengan rawat jalan.5 Dalam melakukan operasi diperlukan narkose yang dalam karena sfingter ani harus benar-benar lumpuh. hemorrhoid internus dijepit radier dengan klem. serabut saraf terbuka akibat serabut saraf tidak mengerut sedangkan selubungnya mengerut. Sehingga lebih baik mengambil terlalu sedikit daripada mengambil terlalu banyak jaringan. Setelah jaringan diangkat. Lakukan jahitan jelujur di bawah klem dengan cat gut chromic no 2/0. Dalam waktu 4 – 6 minggu. Saat laser memotong. Pada bedah dengan laser. Bedah Laser Pada prinsipnya. Di anus. Untuk hemorrhoidektomi. hanya alat pemotongnya menggunakan laser. luka akan mengering. Kemudian eksisi jaringan diatas klem. Sesudah itu klem dilepas dan jepitan jelujur di bawah klem diikat.Biasanya tidak lebih dari tiga kelompok hemorrhoid yang dibuang pada satu waktu. Teknik ini lebih sering digunakan karena caranya mudah dan tidak mengandung resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang biasa menimbulkan stenosis.6 2) Teknik Whitehead Teknik operasi yang digunakan untuk hemorrhoid yang sirkuler ini yaitu dengan mengupas seluruh hemorrhoid dengan membebaskan mukosa dari submukosa dan mengadakan reseksi sirkuler terhadap mukosa daerah itu.

tidak ada anal discharge. maka alat akan memotong jaringan yang berlebih secara otomatis. Dari stapler dikeluarkan sebuah gelang dari titanium diselipkan dalam jahitan dan ditanamkan di bagian atas saluran anus untuk mengokohkan posisi jaringan hemorrhoid tersebut. Dengan terpotongnya jaringan hemorrhoid maka suplai darah ke jaringan tersebut terhenti sehingga jaringan hemorrhoid mengempis dengan sendirinya. Alat yang digunakan sesuai dengan prinsip kerja stapler. Bedah Stapler Teknik ini juga dikenal dengan nama Procedure for Prolapse Hemorrhoids (PPH) atau Hemorrhoid Circular Stapler. Dengan memutar sekrup yang terdapat pada ujung alat. Teknik PPH ini mengurangi prolaps jaringan hemorrhoid dengan mendorongnya ke atas garis mukokutan dan mengembalikan jaringan hemorrhoid ini ke posisi anatominya semula karena jaringan hemorrhoid ini masih diperlukan sebagai bantalan saat BAB. tidak mengganggu fungsi anus. Di Indonesia sendiri alat ini diperkenalkan pada tahun 1999. Keuntungan teknik ini yaitu mengembalikan ke posisi anatomis. pasien pulih lebih cepat sehingga rawat inap di rumah sakit semakin singkat.7.Z – FK UPN Veteran Jakarta 13 . Kerjasama jaringan hemorrhoid dan m. nyeri minimal karena tindakan dilakukan di luar bagian sensitif. kemudian dijahitkan ke tunika mukosa dinding anus. Pada dasarnya hemorrhoid merupakan jaringan alami yang terdapat di saluran anus.sfingter ani untuk melebar dan mengerut menjamin kontrol keluarnya cairan dan kotoran dari dubur. Mula-mula jaringan hemorrhoid yang prolaps didorong ke atas dengan alat yang dinamakan dilator. terdiri dari lingkaran di depan dan pendorong di belakangnya.c.8 Referat Hemorrhoid Shintawati R. Kemudian alat stapler dimasukkan ke dalam dilator. Bentuk alat ini seperti senter. Teknik ini mulai diperkenalkan pada tahun 1993 oleh dokter berkebangsaan Italia yang bernama Longo sehingga teknik ini juga sering disebut teknik Longo. Bagian jaringan hemorrhoid yang berlebih masuk ke dalam stapler. Fungsinya adalah sebagai bantalan saat buang air besar. sehingga tidak perlu dibuang semua. tindakan berlangsung cepat sekitar 20 – 45 menit.3.

4) PPH bisa saja gagal pada hemorrhoid yang terlalu besar karena sulit untuk memperoleh jalan masuk ke saluran anus dan kalaupun bisa masuk. tindakan PPH memiliki resiko yaitu : 1) Jika terlalu banyak jaringan otot yang ikut terbuang. infeksi pada pelvis juga pernah dilaporkan. 3) Seperti pada operasi dengan teknik lain. Bedah stapler 2 Staples [6] Meskipun jarang. dapat menyebabkan disfungsi baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang. sfinter ani internus tertarik. 3. 2) Jika m. akan mengakibatkan kerusakan dinding rektum. Trombosis dapat terjadi karena tekanan tinggi di vena tersebut misalnya ketika Referat Hemorrhoid Shintawati R. jaringan mungkin terlalu tebal untuk masuk ke dalam stapler. Tindakan pada hemorrhoid eksterna yang mengalami trombosis Keadaan ini bukan hemorrhoid dalam arti yang sebenarnya tetapi merupakan trombosis vena hemorrhoid eksterna yang terletak subkutan di daerah kanalis analis.Z – FK UPN Veteran Jakarta 14 .Hemorrhoids [1] Dilator [2] Purse String [3] Closing PPH [4] Mucosa Pull [5] Gambar 4.

Resolusi spontan dapat pula terjadi tanpa terapi setelah dua sampai empat hari.4 Pada awal timbulnya trombosis. Ruptur dapat terjadi pada dinding vena.4 Keadaan ini ditandai dengan adanya benjolan di bawah kulit kanalis analis yang nyeri sekali. prolaps. Pada pasien hemorrhoid hampir selalu terjadi karena kenaikan tonus 15 Referat Hemorrhoid Shintawati R. dan dapat pula multilokuler atau beberapa benjolan.4. tegang dan berwarna kebiru-biruan. kulit dieksisi berbentuk elips untuk mencegah bertautnya tepi kulit dan pembentukan kembali trombus dibawahnya. Vena lebar yang menonjol itu dapat terjepit sehingga kemudian terjadi trombosis.8. Nyeri segera hilang pada saat tindakan dan luka akan sembuh dalam waktu singkat sebab luka berada di daerah yang kaya akan darah. salep yang mengandung analgesik untuk mengurangi nyeri atau gesekan pada waktu berjalan. Bila trombus sudah dikeluarkan. Pasien yang datang sebelum 48 jam dapat ditolong dan berhasil baik dengan cara segera mengeluarkan trombus atau melakukan eksisi lengkap secara hemorrhoidektomi dengan anestesi lokal.4 Trombus yang sudah terorganisasi tidak dapat dikeluarkan. batuk.Z – FK UPN Veteran Jakarta . Keluhan dapat dikurangi dengan rendam duduk menggunakan larutan hangat. atau partus. berwarna biru dan sering berdarah atau yang biasa disebut hemorrhoid strangulasi.mengangkat barang berat. dan sedasi. erasa sangat nyeri. Benjolan itu dapat unilobular. meskipun biasanya tidak lengkap. kemudian nyeri berkurang dalam waktu dua sampai tiga hari bersamaan dengan berkurangnya udem akut. bersin. mengejan. Kelainan yang nyeri sekali ini dapat terjadi pada semua usia dan tidak ada hubungan dengan ada/tidaknya hemorrhoid interna Kadang terdapat lebih dari satu trombus. Usaha untuk melakukan reposisi hemorrhoid ekstern yang mengalami trombus tidak boleh dilakukan karena kelainan ini terjadi pada struktur luar anus yang tidak dapat direposisi.9 Terapi. dalam hal ini terapi konservatif merupakan pilihan. sehingga masih terdapat lapisan tipis adventitiia menutupi darah yang membeku. Ruptur spontan dapat terjadi diikuti dengan perdarahan. Istirahat di tempat tidur dapat membantu mempercepat berkurangnya pembengkakan. berukuran dari beberapa milimeter sampai satu atau dua sentimeter garis tengahnya.4 Dilatasi anus merupakan salah satu pengobatan pada hemorrhoid interna yang besar.

Sangat penting sekali bahwa untuk prosedur ini diperlukan waktu yang cukup agar tidak merobekkan jaringan. Anemia terjadi secara kronis. Namun karena metode dilatasi menurut Lord ini kadang disertai penyulit inkontinensia sehingga tidak dianjurkan. akan terjadi regresi sehingga setidak-tidaknya akan terjadi penyembuhan sementara. sfingter anus dapat terasa memberikan jalan. sehingga sering tidak menimbulkan keluhan pada penderita walaupun Hb sangat rendah karena adanya mekanisme adaptasi. Dilatasi tidak boleh dilakukan jika sfingter relaksasi ( jarang pada strangulasi). Anestesi umum dilakukan dan pasien diletakkan pada posisi lateral kiri atau posisi litotomi. Hemorrhoid dapat membentuk pintasan portal sistemik pada hipertensi portal.Z – FK UPN Veteran Jakarta . 16 Referat Hemorrhoid Shintawati R. Yang lebih sering terjadi yaitu perdarahan kronis dan apabila berulang dapat menyebabkan anemia karena jumlah eritrosit yang diproduksi tidak bisa mengimbangi jumlah yang keluar. dan apabila hemorrhoid semacam ini mengalami perdarahan maka darah dapat sangat banyak.9. karena bisa menyebabkan inkontinensia flatus atau tinja atau keduaduanya yang mungkin menetap. Komplikasi Perdarahan akut pada umumnya jarang. Selama prosedur tersebut. dan tidak dapat masuk lagi (inkarserata/terjepit) akan mudah terjadi infeksi yang dapat menyebabkan sepsis dan bisa mengakibatkan kematian. analgesic topical retentio urin terjadi pada 10-50% pasien resiko retentio urin dapat diminimalkan dengan membatasi cairan intravena pada intraoperative dan perioperative serta pemberian analgesia yang adekuat feses tertahan karena nyeri. Dilatasi dapat mengatasi sebagian besar pasien hemorrhoid strangulasi. hanya terjadi apabila yang pecah adalah pembuluh darah besar.3 Hemorrhoidectomy memberikan beberapa komplikasi post operatif yaitu: nyeri bisa diberikan analgesia narkotik. Dengan hati-hati anus diregangkan cukup luas sehingga dapat dilalui 6–8 jari. Apabila hemorrhoid keluar.sfingter dan cincin otot sehingga menutup di belakang massa hemorrhoid menyebabkan strangulasi. resikonya dapat diturunkan dengan pemberian enema sebelum operasi dan persiapan usus sebelum operasi.4. Satu menit untuk sebesar satu jari sudah cukup ( berarti dibutuhkan waktu 6-8 menit).10 J. NSAID. terutama jika kanalis agak kaku.oral.

stenosis anal dan ectropion (white’s head deformity). demam dan retensi urin Komplikasi jangka panjang ialah inkontinensia. tanda awalnya ialah nyeri hebat.Z – FK UPN Veteran Jakarta 17 . Ectropion ini merupakan komplikasi akibat operasi whitehead’s hemorrhoidectomy yang dimana ligasinya terlalu distal dari linea dentata.- Perdarahan Infeksi. Referat Hemorrhoid Shintawati R.

Pemeriksaan umum tidak boleh diabaikan karena keadaan ini dapat disebabkan oleh penyakit lain seperti sindrom hipertensi portal. dan apabila hemorrhoid semacam ini mengalami perdarahan maka darah dapat sangat banyak. endokrin. namun pada umumnya jarang. hanya terjadi apabila yang pecah adalah pembuluh darah besar. umur. Penatalaksanaan terdiri dati tindakan non bedah dan bedah. Hemorrhoid dapat membentuk pintasan portal sistemik pada hipertensi portal. yamg membutuhkan tekanan intra abdominal meninggi ( mengejan ). Komplikasi dari hemorrhoid diantaranya dapat terjadi perdarahan akut. Hemorrhoid interna merupakan varises vena hemorrhoidalis superior dan media. Sedangkan hemorrhoid eksterna merupakan varises vena hemorrhoidalis inferior. pasien sering duduk berjam-jam di WC.Z – FK UPN Veteran Jakarta 18 . anatomik. sedangkan tindakan pembedahan dilakukan pada hemorrhoid derajat tiga dan empat. Faktor risiko hemorrhoid yaitu: keturunan. Secara kasar hemorrhoid biasanya dibagi dalam 2 jenis. defekasi yang keras. pekerjaan.BAB III KESIMPULAN Hemorrhoid adalah pelebaran varises satu segmen atau lebih vena-vena hemorrhoidalis. Referat Hemorrhoid Shintawati R. mekanis dan fisiologis. dan dapat disertai rasa nyeri bila terjadi peradangan. hemorrhoid interna dan hemorrhoid eksterna. Non bedah dapat dilakukan pada hemorrhoid derajat satu dan dua. Anamnesis harus dikaitkan dengan faktor obstipasi.

Ed. 2004. Silvia A. Edisi VI.pemeriksaan penunjang: 321 – 324. Schwartz. 6.Z – FK UPN Veteran Jakarta 19 .1. Wim de Jong. Soedjono Aswin. 11. Samik Wahab. Hamilton Bailey. Hal: 672 – 675 5. Jakarta. http://archsurg.net/hemorrhoid galery. Seymour I.M. Mansjur A dkk ( editor ).P.hal 56 – 59. Dalam: Konsep – konsep Klinis Proses Penyakit. John Stuart. alih Bahasa.org/egi/content/extract. Kapita selecta Kedokteran. Ed.Hal: 232 6. 137 No. 2001. 4. Buku Ajar dan Atlas Bedah Minor. Melfiawati.Sabiston Buku Ajar Bedah Jilid II. Ilmu Bedah Gawat Darurat. Jama and Archives. 1999. MD.EGC.F. Edisi III. http://www.html. 2004 Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah. dr Marjadi Hardjasudarma ( alih bahasa ). Ronardy. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2001 10. Werner Kahle ( Helmut Leonhardt. Hemorrhoid. Brown. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2002.DAFTAR PUSTAKA 1. 2004. Ed. New York.W. Louisville. Patofisiologi Vol. Berwarna dan teks anatomi Manusia Alat – Alat Dalam.2. Hemorrhoid. Sjamsuhidajat. Susan Galandiuk. Jilid II. 2005. FK UI. Hemorrhoid. 12. Hug A.ama. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 7. Gajah Mada University press.hemorjoid. Anonim. Jakarta. Lorraine M. Yogyakarta. Jakarta. Dudley. Devi H. Jakarta. Principles of Surgery. 1998. Linchan W. 9. A Systematic Review of Stapled Hemorrhoidectomy – Invited Critique. Hal: 467 2. Mc Graw-Hill Publishing Company. KY. alih Bahasa. Jakarta. Referat Hemorrhoid Shintawati R. Vol. 3.werner platzer ).1994. December. 2 vol. 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful