Makalah Manajemen Pendidikan merupakan makalah yang membahas ruanglingkup dari pendidikan, Orientasi studi manajemen pendidikan masih

cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi.

Latar Belakang Makalah Pendidikan Penyelenggaraan pendidikan di sekolah dipandang sebagai suatu sistem “dimana komponenkomponen system itu saling ketergantungan sehingga berhubungan dan saling menentukan keberhasilan suatu sistem, kegagalan suatu sekolah diakibatkan oleh gangguan sub sistem itu. Kepala sekolah yang menjalankan kepemimpinannya harus mampu mengatasi kegagalan/hambatan sub sistem agar tercapai kesempurnaan sistem itu. Hal ini didukung oleh pakar pendidikan Prof. Dr. Oteng Sutisna, M,Sc. Guru besar FKIP dalam bukunya “Berpikir System” terbitan 1984, hal. 76. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi dari negara-negara maju sangat cepat, sangat cepat pula merupabah pola pikir masyarakat, hal ini mengakibatkan program pendidikan dan pengajaran lebih ketinggalan bila dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat, hal ini merupakan tantangan bagi penyelenggaraan pendidikan agar tidak statis dalam menambah wawasan dari berpikir dinamis untuk menghasilkan tamatan yang berkualitas. Pengaruh kepemimpinan bisa diartikan, dampak akibat kebijakan dan keputusan yang dilakukan oleh seorang pimpinan dalam hal ini Kepala sekolah. Bila dalam menentukan keputusan dan kebijaksanaan salah maka akan terjadi dampak-dampak negatif yang berakibat kegagalan dalam mencapai tujuan. Bisanya muncul
       

Konflik antar personil Semangat kerja menurun Disiplin kerja rendah Tidak merasa memiliki dan merasa tanggung jawab bersama Tidak muncul keteladanan Fungsi-fungsi manajemen tidak diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari. Iklim kerja tidak menyenangkan Persoalan dan permasalahan tertutup

2. Rumusan Masalah Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put), oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan.

Tantangan lembaga pendidikan (sekolah) adalah mengejar ketinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan global, terutama dari Sekolah Menengah Kejuruan dimana tamatan telah memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai tenaga professional tingkat menengah hal ini sesuai dengan tuntunan Kurikulum SMK 2004. Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejar ketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerja yang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasi Tunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti: Perencanaan Pengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untuk mengukurkeberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan.

3. Tujuan Pembahasan Masalah 1. Kemampuan berpikir sistem artinya memahami bahwa suatu kesatuan yang utuh didukung oleh komponen-komponen (bagian-bagian) yang satu sama lain saling ketergantungan apabila komponen-komponen itu tidak berjalan maka tidak akan terbentuk suatu kesatuan yang utuh dalam hal ini bisa diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Agar proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah merupakan suatu kesatuan yang utuh maka program akan berjalan dengan lancar dan tujuan akan tercapai. 2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan tantangan. Kepemimpinan suatu lembaga pendidikan merupakan wawasan yang perlu dipahami agar pengaruh pimpinan sekolah diarahkan kepada peningkatan semua tenaga kependidikan (guru tata usaha) berpikir dinamismenuju pencapaian/prestasi siswa sebagai objek pendidikan. 3. Pengaruh pimpinan dalam melaksanakan tugasnya harus berorientasi kepada terciptanya:
     

Keterbukaan Iklim kerja yang menyenangkan Perasaan personil diakui dan dihargai atas prestasi kerjanya Saling menunjukan keteladanan Disiplin kerja yang optimal Penerapan manajemen sekolah yang sempurna

BAB II LANDASAN TEORI

Orientasi studi manajemen pendidikan masih cenderung melihat sesuatu yang tampak di mata (tangible), kurang memperhatikan sesuatu yang tidak kelihatan (intangible) seperti nilai, tradisi dan norma yang menjadi budaya organisasi, dan ada di dalam sebuah organisasi. Beberapa tahun terakhir orangbanyak beranggapan bahwa strategi, struktur, dan sistem adaah fokus dan faktor yang menjadi pendorong kusuksesan organisasi. Namun menurut Ouchi (1983) dan Key (1999) menyatakan bahwa kesuksesan organisasi justru terletak pada budaya organisasi yang meliputi nilai, tradisi, norma, yang direkat oleh kepercayaan, keakraban dan tanggung jawab yang menentukan kesuksesan organisasi. Sedangkan menurut Basri (2004) menyatakan bahwa budaya organisasi dapat dijadikan sebagai kekuatan organisasi apabila budaya organisasi tersebut dikelola dengan baik. Untuk dapat mengelola budaya organisasi diperlukan pimpinan yang transformatif, memahami filosofi organisasi, mampu merumuskan visi, misi organisasi, dan menerapkannya melalui proses perencanaan organisasi. Dalam tulisan ini akan diulas secara ringkas manajemen pendidikan dilihat dari perspektif nilai dan budaya organisasi, walaupun banyak hal yang bisa dilihat dari sudut padang berbeda. Pendekatan nilai dan budaya organisasi ini cenderung lebih mempengaruhi dalam pengambilan keputusan. Organisasi lembaga pendidikan adalah suatu organisasi yang unik dan kompleks karena lembaga pendidikan tersebut merupakan suatu lembaga penyelenggara pendidikan. Tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan, memperkya khanazah ilmu pengetahuan, teknologi, kesenian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Demikian komleksnya organisasi tersebut, maka dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya organisasi perlu dikelola dengan baik. Oleh sebab itu lembaga pendidikan perlu menyadari adanya pergeseran dinamika internal (perkembangan dan perubahan peran) dan tuntutan eksternal yang semakin berkembang. Menurut Jacques (1952) yang dikutip Hasri (2004), budaya organisasi didefinisikan sebagai berikut:“the culture of the factory is its customary and traditional way of thinking and doing of things, which shared to a greater or lesser degree by all its member, and which new members must learn, and at least partially accept, in order to be accepted into service in the firm” Sedangkan menurut Manan (1989) ada tujuh karakteristik budaya dasar yang bersifat universal yaitu:

Berdasarkan berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai. karena mereka beranggapan bahwa pimpinan mereka kurang layak menjadi pemimpin (tidak dapat memimpin jalannya sidang/rapat). memuaskan kebutuhan biologis dan kebutuhan ikutan liannya Kebudayaan itu bersifat integratif. norma. keyakinan (belief). Fakta membuktikan bahwa pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan oleh seorang karyawan akan dibantu karyawan lain yang mempunyai kelonggaran waktu. ditentukan. Pendapat lain tentang budaya organisasi menyatakan bahwa budaya organisasi mengacu pada suatu sistem pemaknaan bersama yang dianut oleh anggota organisasi dalam bentuk nilai. sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya. keakraban sesama karyawan juga merupakan hal yang menonjol dalam lembaga pendidikan. 1981). kebiasaan-kebiasaan kelompok yang dikonsepsikan atau diungkapkan sebagai norma-norma ideal atau pola perilaku Kebudayaan itu sampai pada suatu tingkat meuaskan individu. Terbentunya sikap saling percaya bahwa kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan kepada bawahan akan memberikan daya rekat (social glue). tetapi ada beberapa karyawan yang tidak bisa mengemban amanah kepercayaan tersebut. Selalu ada tekanan ke arah konsistensi dalam setiap kebudayaan Kebudayaan itu dapat menyesuaikan diri.      Kebudayaan itu dipelajari bukan bersifat instingtif Kebudayaan itu ditanamkan Kebudayaan itu bersifat gagasan (idetional0. Keakraban Disamping kepercayaan yang diberikan pimpinan kepada karyawan. dan dikembangkan melalui proses belajar untuk menghadapi persoalan penyesuaian (adaptasi) kelompok eksternal dan integrasi kelompok internal. Kejujuran dan Tanggung Jawab lembaga pendidikan yang berkyualitas menekankan perlunya kejujuran dan tangggung jawab. keyakinan. Beberapa datang tidak tepat waktu. Tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaannya terlihat dari kebersihan . dan cara berpikir unik yang membedakan organisasi itu dari organisasi lainnya (Ouchi. tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka.Schein (1985) memberi definisi bahwa budaya organisasi adalah pola asumsi dasar yang telah ditemukan suatu kelompok. tradisi.

Pemimpin bertindak sebagai motivator 6. 2. 3. 1. dan ruangan perpustakaan. 3. kesanggupan dan kemauan personil. Pemimpin bertindak sebagai dinamisator 7. seakan-akan proyek . 10. 4. 1992. Dimana pemaknaan tersebut makin kabur. Fungsi Sekolah Sekolah adalah lembaga resmi yang menyelenggarakan proses pembelaaran antara guru dan murid sehingga timbul interaksi alammenambah pengetahuan. 19). NA Ametembun Administrasi Personil. piket. Hilangkan sikap suka dan tidak suka terhadap personil sekolah 11. Pengertian Kinerja Kinerja (performance) atau prestasi kerja atas pencapaian kerja adalah suatu kemampuan yang diukur berdasarkan pelaksanaan tugas sesuai dengan uraian tugasnya (Notomirjo. 5. (Drs. Pemecahan permasalahan dilandasi oleh sikap keterbukaan Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja personil diperhatikan oleh pimpinan. 4. 23). Pengertian Personil Sekolah Personil sekolah adalah orang-orang yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. keterampilan dan sikap. Arif. Menciptakan kerja sama yang harmonis 8. bijaksana bila mengambil keputusan bagi setiap personil tanpa membeda-bedakan individual. Penerapan manajemen sekolah didasari atas kemampuan. Sumpah Pemuda 28 oktober 1928 adalah menjadi tonggak kebangkitan kaum muda untuk berikar tentang satu Indonesia. Menciptakan rasa persaudaraan (sense of belonging). Kesejahteraan baik lahir maupun batin memperoleh perhatian yang serius dari pimpinan.lingkungan. 2. Menghindari konflik antara personil 9. Upaya Meningkatkan Kinerja Personil Sekolah Usaha yang paling menentuka dalam meningkatkan kinerja personil sekolah terletak pada kepemimpinan sekolah. ruangan kelas. 1983. pemimpin harus mampu memberikan pengaruh agar semua bawahan guru-guru dan staff tata usaha agar berpartisipasi aktif secara maksimal dalam pencapaian tujuan secara Pengaruh pemimpin agar para personil berpartisipasi secara maksimal antara lain: 1.

dimana kaum tua gagal dalam meneguhkan cita-cita keindonesiaan yang moderen. seperti yang dipertegas dalam pembukaan UUD 45. Maka wancana kepemimpinan kaum muda menjadi alternative pemimpin 2009 nanti. Warisan kultur Orde baru masih sangat kental mempengaruhi cara kepemimpinan politik kaum tua. pengangguran dan korupsi. dan masa yang akan datang hendak ditakar dengan takaran yang sama. ketidakadilan. saat ini. Salah besar jika pemikiran kolektif ini terus terpelihara. Janji-janji meningkatkan kesejahteraan rakyat hannya sebatas wancana-wancana yang tak kunjung implementasinya. idealnya semangat kaum muda di kombinasikan dengan pengalaman kaum tua sehingga tecipta sutu dialong-dialong yang bersiat emansipatoris antara kaum muda dan kaum yang berpengalaman. Ray Rangkuti. Musuh yang amat nyata saat ini kemiskian. melindunggi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. untuk menciptakannya diperlukan pemimpin yang yang berorientasi pada properubahan. kebodohan. bahkan ide reformasi dan demokratisasi pun gagal yang ditafsirkan kedalam bentuk kebijakan untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat kecil. Cita-cita Indonesia antara masa lalu. kebodohan. alhasil tidak menjadi obat yang mujarab bagi Indonesia hari ini. Pemilu gagal melahirkan pemimpin yang revolusioner seperti Hugo Chves yang berani menentang intervensi Amerika dalam politik dan ekonomi di Venezuela. Pembukaan UUD 1945 merupakan puncak dari proyek keindonesiaan. Inilah wajah Indonesia yang telah membuat tinding tebal sampai hari ini. Idealnya Tokoh-tokoh seperti ini yang harus di tampilakan dalam pemilu 2009 nanti. Pada perayaan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007 lalu. dan penuh dengan atmosfer kepentingan. pengangguran dan korupsi yang menjadi potret kelam wajah negeri ini? Berbicara tentang kombinasi yang seharusnya harmonis. kemudian di hadirkan sebagi upaya mengembalikan proyek-proyek keindonesiaan yang gagal dipimpin oleh kaum tua.nasoinalisme telah terkubur hari ini. Yudi Latif.3/11) dengan lantang meneriakan kebangkitan kaum muda dan masyarakat luas merindukan hadirnya pemimpin muda. melahirkan iklar bersama: saatnya kaum muda memimpin tokoh-tokoh muda seperti Sukardi Rinakit. Jelas bawha pendeklarasian ikrar oleh kaum muda dipicu kekecewaan yang mendalam yang melihat pemerintahan yang selama ini dipimpin oleh kaum tua yang tidak bervisi. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaiyan abadi dan keadilan sosilal. Faisal Basri. Indonesia harus mempunyai pandangan logika kepentingan masa yang berbeda. Cita-cita berbangsa dan bernegara hendak diarahkan kembali pada konsep mulianya. sehingga nantinya tercipata . ketidakadilan. menciptakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama ini pemilu hanya di dominasi oleh kaum tua dan wajah-wajah lama warisan Orde Baru. Efendi Ghazali dan tokoh-tokoh kaum muda lainnya (lihat Tempo Sabtu. muncul satu pertanyaan yang mendasar apakah kepemimpinan kaum muda nantinya bisa meramu suatu solusi untuk menyelamatkan Indonesia dari kemiskian. Sebelum kita beranjak lebih jauh kepemimpinan kaum muda dalam politik praktis. Apakah ada cara untuk membongkar dinding tebal itu? Satu-satunya jalan adalah Pemimpin yang mempunyai jiwa pemberani Revolusioner. Keindonesaiaan adalah proyek yang terus bergerak. Sepertinya Indonesia selesai setelah terlepas dari belenggu penjajahan dan berdaulat secara politik. Opini-opni fakta.

pendapat-pendapat fakta. Jaringan-jaringan yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda adalah lebih didominasi oleh aktivis-aktivis yang independent yang tidak brfaliasi dengan partai-partai politik. terlebih lagi tokoh-tokoh prodemokrasi bersikap antipartai yang mana lebih menyulitkan lagi untuk tokoh-tokoh muda untuk menjadi pemimpin alternative. Tokoh-tokoh prodemokrasi sangat kecewa dengan partai-partai politik dikarenakan tidak tersedianya space bagi tokoh-tokoh muda didalam tubuh partai maupun di luar partai ini menyulitkan tokoh-tokoh muda untuk bisa melakukan perubahan. Permasalahan ini muncul dikarenakan kurangnya respon oleh tokoh-okoh partai politik terhadap kepemimpinan kaum muda. Seperti yang dikatakan tokoh politik Abdul Gafur Sangaji. Semakin banyaknya aktivis demokrasi yang menyebar kedalam tubuh partai. karena arogansi kaum tua. Namun hal ini tidak mudah. komunikasi kedua kaum ini tidak sejalan. sulit sekali buat memajukan tokoh muda alternative. Tantangan-tantangan yang menghalagi tampilnya tokoh-tokoh muda alternative adalah minimnya partai-partai yang mendukung ide kepemimpinan kaum muda.sutu dilalektika yang menuju Indonesia baru. sehingga kepemimpinan kaum muda agak sulit diperjuangkan. Minimnya partai-partai yang yang pro terhadap pimpinan muda akan menyulitkan masyarakat yang pro terhadap kepemimpinan kaum muda melakukan perubahan. karena tidak ada dukungan dari partai sebab di dalam konsesus nasionalhanya dimungkinkan dilakukan partai politik untuk berhak mengajukan caloncalon pimpinan pimpinan untuk dipilah dalam pemelihan umum. Seharusnya tokoh-tokoh prodemokrasi lebih mendekatkan diri pada partai politik. memang terasa sulit bagi prodemokrasi untuk melakukan revolusi pemerintahan. sedangan kaum muda penuh dengan keidialisannya. ini merupakan pokok permasalahan yang krusial. yaitu . mereka mengklaim kaum tua yang lebih berpengalaman. Definisi itu mengandung dua pengertian pokok yang sangat penting tentang kepemimpinan. Krisis kepercayaan intelektual kepemimpnan kaum tua telah membawa peluang kaum muda untuk melangkah pada pemilu 2009 nanti. kemungkinan besar peluang kekuasaan dipegang oleh tokoh-tokoh kepemimpinan muda untuk membawa negeri ini ke jalur mulianya. Melihat partai-partai yang hegomoni seperti Partai golkar. MANAJEMEN PEDIDIKAN A. partai-partai hanya melakuakn daur ulang terhadap tokoh-tokoh tua yang sudah ada. Meski terkesan klise dialog adalah jawabannya. baik didalm tubuh partai maupun di luar partai. dan Partai Demokrat dimana pucuk ketua pimpinan dipegang oleh kaum-kaum tua. Pengertian Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi perilaku orang-orang lain agar mau bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. namu muncul pesimisme munkinkah pemilu 2009 melahirkan seorang pemimpin muda politik untuk menjadi Presiden. Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia. Dalam system politik yang dihegomonikan partai. karena partai politiklah yang merupakan isatu-satunya demokrasi yang bisa mencapai kekuasaan.

Kalau setiap melakukan pekerjaan dengan baik itu harus dengan perintah pimpinan. Sedang motivasi intrinsik daya dorong untuk berperilaku tertentu itu berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Dalam implementasinya kepemimpinan MMT yang berhasil adalah yang mampu menumbuhkan kesadaran orang-orang dalam perguruan tinggi untuk melakukan peningkatan-peningkatan mutu kinerja dan terciptanya kerjasama dalam kelompok-kelompok untuk meningkatkan mutu kinerja masing-masing kelompok maupun kinerja perguruan tinggi secara terpadu. harus selalu dapat memotivasi anggota organisasi perguruan tinggi untuk melakukan perbaikan-perbaikan mutu. mempengaruhi perasaan dan perilaku orang lain. Tetapi kalau setiap kali dan dalam setiap hal harus memberi perintah atau pengarahan. maka perbaikan mutu kinerja yang terus menerus akan sulit diwujudkan. Jadi perilaku yang ditimbulkan oleh kepemimpinan itu berupa kesediaan orang-orang untuk saling bekerjasama mencapai tujuan organisasi yang disepakati bersama. yaitu menumbuhkan kesadaran akan perlunya setiap orang dalam perguruan tinggi itu selalu berupaya meningkatkan mutu kinerjanya masing-ma-sing secara individual maupun bersama-sama sebagai kelompok ataupun sebagai organisasi. memberi pengarahan. Dalam ilmu pendidikan ini masuk dalam kawasan affective. misalnya bekerja itu harus bermutu. Dengan nilai-nilai baru yang dimiliki itu orang akan tumbuh kesadarannya untuk berbuat yang lebih bermutu. Pertama.  Kedua. Dalam hal ini usaha mempengaruhi perasaan mempunyai peran yang sangat penting. kepemimpinan harus diarahkan agar orang-orang mau berkerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. mempengaruhi perilaku orang lain. Dalam hal motivasi ekstrinsik perlu ada faktor di luar diri orang tersebut yang mendorongnya untuk berperi-laku tertentu. dan kalau tidak ada perintah pimpinan tidak dilakukan pekerjaan dengan baik. agar mau berbuat seperti yang diharapkan ataupun diarahkan oleh orang yang memimpinnya. atau memberi pelayanan yang sebaik mungkin kepada pelanggan itu adalah suatu keharusan yang mulia. Perasaan dan emosi orang perlu disentuh dengan tujuan untuk menumbuhkan nilai-nilai baru. Kepemimpinan yang merupakan faktor eksternal tadi. dan lain sebagainya. Jadi semacam ada kesadaran kemauan sendiri untuk berbuat sesuatu. yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi o-rang untuk berperilaku ada dua macam. Oleh karena itu MMT mengajarkan agar kepemimpinan itu selain untuk memberi pengarahan atau perintah tentang hal-hal yang perlu ditingkatkan mutunya. Dalam hal semacam itu kepemimpinan adalah faktor luar. Adanya kerjasama-kerjasama kelompok merupakan salah satu kunci keberhasilan MMT. memfasilitasi serta menggerakkan orang lain untuk bekerja menuju sasaran yang diingini bersama. juga perlu digunakan untuk menumbuhkan motivasi intrinsik. itu akan menimbulkan kesulitan. . Kepe-mimpinan dalam organisasi diarahkan untuk mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya. misalnya memperbaiki mutu kerjanya. Dalam proses tersebut pimpinan membimbing. Semua yang dilakukan pimpinan harus bisa dipersepsikan oleh orang lain dalam organisasinya sebagai bantuan kepada orang-orang itu untuk dapat meningkatkan mutu kinerjanya.

hal ini sesuai dengan pendapat R. Hal yang mengakibatkan memiliki pengaruh antara lain pengetahuan. Iyeng Wiraputra. M. hal 27. terbitan 1981. Bahwa kepemimpinan artinya kemampuan untuk mempengaruhi bawahan untuk mengikuti atasan. 2.2 Tugas kepemimpinan Penyelenggaraan manajemen sekolah merupakan tugas pemimpin sekolah. dosen IKIP Bandung Buku kepemimpinan terbitan 1985. Hak Pemimpin Pemimpin formal mempunyai hak-hak yang perlu disahkan atas ketentuan hukum yang berlaku antara lain:     Hak memperoleh SK dari jabatan yang berwenang Hak memperoleh jaminan atas jabatan Hak mendapat imbalan atas dasar tugas dan tanggung jawab Hak melakukan tugas kepemimpina n kepada bawahan 3. 1. hal 38). 2. NA Amatembun IKIP Bandung dalam bukunya Dasar manajemen Sekolah Jilid I. Dengan demikian tugas pemimpin adalah melaksanakan fungsi-fungsi manajemen seperti :       Perencanaan Pengorganisasian Penetapan staf-staf pembantu pelaksana kegiatan Memberikan pengarahan bimbingan dan pembinaan Mengadakan pengawasan untuk mengatasi penyimpangan Melaksanakan penilaian untuk mengukut keberhasilan Semua fungsi manajemen diaplikasikan dalam program penyelenggaraan pendidikan di sekolah.PENGARUH KEPEMIMPINAN 1 Pengertian Pengaruh Kepemimpinan Perubahan yang terjadi akibat interaksi yang terjadi antara bawahan dan atasan (pimpinan dan yang dipimpin). Wewenang Pemimpin Kekuasaan yang dibebankan kepada diri seseorang pemimpin sesuai dengan objek dalam kepemimpinannya. pengalaman. Kewajiban Pemimpin . inti dari manajemen sekolah adalah manajemen (Drs. kharisma serta jabatan.Sc. wibawa. Pemimpin harus mampu memperngaruhi bawahan.

3. V i s i Akan menjadi organisasi yang bagaimanakah organisasi itu di masa depan ? Orang-orang yang memegang kepemimpinan perlu memiliki pandangan jauh ke depan tentang organi-sasinya. Tanggung Jawab Pemimpin Tanggung jawab adalah keberanian menanggung resiko yang terjadi akibat perbuatan dan tindakan yang dikerjakan. 1. bawahan sebenarnya hanya membantu pelaksanaan tugas dan tanggung jawab seorang pemimpin. Dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah maju mundurnya pendidikan merupakan tanggung jawab pimpinan sekolah sama halnya seperti dalam keluarga. mereka ingin mengembangkan organisasinya itu menjadi organisasi yang bagaimana.Pemimpin adalah jabatan dan jabatan adalah kepercayaan kewajiban pemimpin adalah mempertahankan kepercayaan untuk melaksanakan tugas yang dibebankan dan kepercayaan itu perlu dipertanggung jawabkan kepada diri sendiri. serta untuk dapat disajikan kepada siapa ? Visi ini seharusnya berjangka panjang. Tanpa menguasai jawabannya secara baik diragukan apakah mereka akan mampu mengarahkan orang-orang lain dalam organisasi itu ke tujuan yang seharusnya. yang mampu memproduksi benda dan jasa apa dan yang bagaimana. kepala keluarga bertanggung jawab atas anggota keluarganya dalammelaksanakan kehidupan berumah tangga. Kepemimpinan untuk MMT itu memerlukan modal dasar dalam bentuk penguasaan tujuh mendasar yang menyangkut kehidupan organisasinya. M i s i Mengapa kita ada dalam organisasi ini ? Apa tugas yang harus kita lakukan ? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan ini berkaitan dengan visi tersebut di atas. apakah itu dalam bentuk produk atau jasa. dan bangsa serta kepada Allah SWT. 4. agar dapat memfasilitasi usaha-usaha perbaikan mutu kinerja yang berkelanjutan. 2. 2. masyarakat. yang mampu berfungsi apa dan bagaimana. Tujuh hal mendasar yang perlu dikuasai Untuk kepemimpinan mutu MMT dilaksanakan dalam suatu organisasi atau institusi tertentu yang pada tahap awal implementasinya organisasi itu digerakkan oleh kepemimpinan yang sangat peduli pada mutu dan bertekad kuat untuk membuat organisasinya itu selalu dan terus menerus meningkatkan mutu kiner-janya. Bagaimana visi itu akan dapat . misalnya 10 tahun atau 25 tahun ke dapan. Filosofi Organisasi Mengapa organisasi yang dipimpinnya ini ada dan untuk apa ? Jawaban ter-hadap pertanyaan yang sangat mendasar ini perlu dikuasai secara baik oleh semua orang yang memegang tampuk kepemimpinan dari suatu organisasi.

5. Metodologi Adalah rumusan tentang cara-cara yang dipilih secara garis besar dalam bertindak menuju pewujudan visi dan pencapaian tujuan-tujuan organisasi. Tanpa kemampuan merumuskan ketujuh hal itu secara spesifik dan mengkomunikasikannya kepada orang-orang dalam organisasi. 4. dan kalau kinerja sudah sesuai standar maka bereslah segalanya. yang sama saja dari hari ke hari berikutnya. MMT juga mengenal standar kinerja. sulit bagi orang-orang itu untuk mewujudkan mutu seperti yang diinginkan. Orang-orang yang memegang kepemim-pinan harus mampu merumuskan kebijakan-kebijakan semacam itu agar orang-orang dapat menyajikan mutu seperti yang diinginkan oleh organisasi. Tujuan-tujuan Organisasi : Ialah hal-hal yang perlu dicapai oleh organisasi dalam jangka panjang dan jangka pendek agar memungkinkan orang-orang dalam organisasi memenuhi misinya dan mewujudkan visi mereka.diwujudkan ? Tugas-tugas pokok apakah yang harus dilakukan oleh organisasi agar visi atau kondisi masa depan organisasi tadi dapat diwujudkan. kepelayanan adalah nilai-nilai yang seharusnya dianut oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan MMT. Misalnya mutu. C. disiplin. dan ingin agar orang lain dalam organisasi juga mengadopsi prinsip-prinsip tersebut. fokus pada pelanggan. Metodologi ini terbatas pada garis-garis besar yang perlu dilakukan dan bukan detil-detil teknik kerja. tetapi bedanya . Tujuan-tujuan organisasi itu perlu dirumuskan secara kongkrit dan jelas. MMT diterapkan dalam organisasi yang melihat tugas organisasinya tidak sekedar melaksanakan tugas rutin. 7. Rumusan tentang misi organisasi ini juga seharusnya dapat dikuasai dengan baik dan jelas oleh orang-orang yang memegang kepemimpinan agar mereka dapat memberi arahan yang benar dan jelas kepada orang-orang lain. Pengertian Kepemimpinan MMT Untuk menerapkan MMT dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciricirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. Ketujuh hal yang sangat mendasar itu perlu dikuasai dan dalam implementasi MMT hal itu akan dituangkan dalam merumuskan rencana strategis untuk mutu. Nilai-nilai (values) Prinsip-prinsip apa yang diyakini sebagai kebenaran yang berfungsi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas organisasi. Kebijakan (policy) Ialah rumusan-rumusan yang akan disampaikan kepada orang-orang dalam organisasi sebagai arahan agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dalam menyediakan pelayanan dan barang kepada para pelanggan. Semua sudah ditentukan standarnya. 6.

Orang-orang dalam organisasi harus dibuat tidak takut untuk berkreasi. Merangsang kreativitas. kalau perlu dengan menarik-narik teman sekelompoknya yang kurang benar kerjanya. 2. pada dasarnya selalu diperlukan adanya perubahan cara kerja. Perubahan bisa diciptakan oleh pemimpin. Motivasi individu akan menjadi tugas semua orang dalam kelompok. sebab kemampuan pemimpinpun terbatas. Setiap ide baru yang dimaksudkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bermutu dari manapun asalnya patut disambut baik. 3. dan orang yang terbukti menghasilkan ide yang bagus harus diberi pengakuan dan penghargaan. Seorang pimpinan MMT selalu mendambakan pembaharuan. Hal ini akan berakibat tumbuh berkembangnya kerjasama dalam kelompok-kelompok. . 4. Sehingga memungkinkan terjadinya peningkatan mutu secara berkelanjutan. bukan individu. tetapi hanya melakukannya dalam hal-hal yang akan lebih baik kalau dia yang memutuskannya. Setiap upaya meningkatkan mutu kinerja. artinya standar itu selalu bisa ditingkatkan. Fokus pada Kelompok. Untuk itu MMT memerlukan kepemimpinan yang mempu-nyai ciri-ciri yang agak khusus seperti yang akan dibahas berikut ini 1. Karena pimpinan selalu menilai kinerja kelompok. Kepemimpinan lebih diarahkan kepada kelompok-kelompok kerja yang memiliki tugas atau fungsi masing-masing.standar ini bersifat dinamis. Sisanya diserahkan wewenangnya kepada ke-lompok-kelompok yang ada di bawah pengawasannya. Melimpahkan wewenang untuk membuat keputusan. se-bab tanpa perubahan tidak akan terjadi peningkatan mutu kinerja. Jadi kalu diinginkan adanya mutu yang lebih baik jangan takut menghadapi perubahan. apakah itu dalam mengha-silkan barang atau menghasilkan jasa. maka ma-sing-masing kelompok akan berusaha memacu kerjasama yang sebaik-baiknya. tidak memfokus kepada individu. Hal ini dilakukan terutama untuk hal-hal yang menyangkut cara melaksanakan pekerjaan secara teknis. Orang-orang yang ada dalam kelompok-kelompok kerja yang sudah mendapatkan pelatihan dan sehari-hari melakukan pekerjaan itulah yang lebih tahu bagaimana melakukan pekerjaan dan karenanya menjadi lebih kompeten untuk membuat keputusan dari pada sang pimpinan. Memberi semangat dan motivasi untuk berinisiatif dan berinovasi. Seorang pemimpin tidak selayaknya memaksakan ideide lama yang sudah terbukti tidak dapat menghasilkan mutu kinerja seperti yang diharap-kan. Oleh karena itu pemimpin justru perlu merangsang timbulnya kreativitas di kalangan orang-orang yang dipimpinnya guna menciptakan hal-hal baru yang sekiranya akan menghasilkan kinerja yang lebih bermutu. jadi kelompok kerja menjadi sumber motivasi bagi setiap anggota dalam kelompok. sebab dia tahu bahwa hanya dengan pembaharuan akan dapat dihasilkan mutu yang lebih baik. Oleh karena itu dia harus selalu mendorong semua orang dalam organisasinya untuk berani melakukan inovasi-inovasi. Kepemimpinan MMT tidak selalu membuat keputusan sendiri dalam segala hal. tetapi tidak perlu harus selalu berasal dari pimpinan.

atau dalam unit-unit organisasi. Dengan demikian ke-hidupan organisasi selalu dalam pengendalian pimpinan dalam arti semua sudah dapat diper-hitungkan sebelumnya. 6. Adanya sistem kerja yang didasari oleh kerjasama dalam tim. minat dan kemampuan masingmasing orang. Tindakan yang reaktif biasanya sudah terlambat atau setidaknya sudah sempat menimbulkan kerugian atau akibat negatif lainnya. Program-program mulai dari tahap peren-canaan sampai ke pelaksanaan dan evaluasinya dilaksanakan melalui kerjasama. 8. Programprogram pelatihan. dan bukannya memungkinkan munculnya masalah-masalah secara me-ngejutkan dan menimbulkan kepanikan dalam organisasi. Dengan kemampuan yang meningkat itulah SDM itu dapat diharapkan untuk mening-katkan mutu kinerjanya. Bicara tentang adanya persaingan ketat. dan kemudian difikirkan bagaimana cara untuk mengeliminasi hal-hal yang bersifat negatif atau sekurang berusaha meminimalkannya. Memikirkan program penyertaan bersama. Artinya mutu tentang segala sesuatu itu sifatnya . Pemimpin MMT tidak hanya bertindak reaktif yang mulai mengambil tindakan bila su-dah terjadi masalah. Bertindak proaktif. Pemimpin MMT selalu bertindak proaktif yang bersifat preventif dan an-tisipatif. Sebaliknya seo-rang pimpinan tidak sepatutnya mempertahankan kebiasaankebiasaan kerja lama yang sudah terbukti tidak menghasilkan mutu seperti yang diharapkan olah organisasi maupun oleh para pe-langgannya. Tentu semua itu dilakukan melalui proses uji coba dan evaluasi secara ketat sebelum diadopsi secara luas dalam organisasi. Memperhatikan sumberdaya manusia. dan bukan pro-gram sendiri-sendiri yang bersifat individual. MMT selalu mengupayakan adanya kerjasama dalam tim. Bila berbicara tentang mutu tentu akan terlintas adanya mutu yang tinggi dan mutu yang rendah. kelompok atau unit itu harus selalu menjadi pemikiran para pimpinan MMT. Oleh karena itu SDM harus selalu mendapat perhatian yang besar dari pimpinan MMT dalam arti selalu diupa-yakan untuk lebih diberdayakan agar kemampuan-kemampuannya selalu meningkat dari waktu ke waktu. kelompok. 7. Setiap rencana tindakan sudah difikirkan akibat dan konsekuensi yang bakal muncul.baik itu menyangkut cara kerja maupun barang dan jasa yang dihasilkan. 5. Pimpinan yang proaktif selalu bertindak untuk mencegah munculnya masa-lah dan kesulitan di masa yang akan datang. Orang adalah aset terpenting dalam organisasi dan karena itu setiap orang yang ada harus dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan penca-paian tujuan organisasi. Bila dikatakan bahwa kinerja suatu organisasi itu tinggi tentu karena dibandingkan dengan mutu organisasi lain yang kenyataannya lebih rendah. Dasarnya adalah pengikut-sertaan semua orang dalam kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan ba-kat. Sudah dikatakan sebelumnya bahwa orang adalah sumberdaya yang paling utama dan paling berharga dalam setiap organisasi. pendidikan dan lain-lain kegiatan yang bersifat memberdayakan SDM harus dilembagakan dalam arti selalu direncanakan dan dilaksa-nakan bagi setiap orang secara bergiliran sesuai keperluan dan situasi.

10. dan lainnya yang bersifat operasional atau bersifat teknis disebarkan kepada orang-orang lain sesuai dengan kedudukan dan tugasnya. Bila pimpinan berbicara tentang mutu organisasi lain dan kemudian ingin menyamai atau melebihi mutu organisasi lain itu. budaya dan iklim organisasi. dan hanya me-nyisakan pada dirinya yang memang harus dipegang oleh seorang pimpinan. Kepemimpinan yang tersebar. Atau pimpinan yang selalu berusaha berperilaku sedemikian rupa hingga dapat menjadi model yang selalu dicontoh oleh orang-orang lain. Setidaknya begitulah pengertian mutu menurut MMT. Dalam banyak hal bahkan pengambilan keputusan itu diserahkan kepada tim atau kelompok kerja tertentu. kejujuran. Namun demikian ka-rakter dan budaya organisasi itu hanya akan tumbuh dan berkembang bila iklim organisasi itu menunjang. kepelayanan.relatif. Membina karakter. dan setelah melalui proses pembinaan yang panjang. dan sebagainya. Makin banyak dari kesepuluh ciri itu yang diterapkan oleh pimpinan MMT semakin baiklah . Sikap dan perilaku organsasi yang cenderung menim-bulkan rasa senang dan puas pada fihak pelangganpelanggannya perlu dibina oleh pimpinan. Usaha ini hanya akan berhasil kalau organisasi itu mampu berkinerja yang mutunya lebih tinggi dari organisasi lain. Demikian pula budaya organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu yang relevan dengan mutu yang diinginkan oleh organisasi itu juga perlu dibina. berarti pmpinan itu berbicara tentang persaingan. Oleh karena itu pimpinan MMT selalu harus menyadari adanya persaingan dan berbicara tentang itu dengan orang-orang dalam organisasinya. Kegiatan ini disebut benchmarking. bukan absolut. Setiap organisasi berusaha mendapatkan pelanggan yang lebih banyak dan yang berciri lebih baik. Olah karena itu pimpinan juga harus selalu membina iklim organisasinya agar kon-dusif bagi tumbuh dan berkembangnya karakter dan budaya organisasi tadi. Kondisi semacam ini tentu saja akan tercapai melalui penerapan MMT yang baik dan benar. Dengan demikian ketergantungan organisasi pada pimpinan akan sangat kecil. MMT dikembangkan untuk memenangkan persaingan. Misalnya dengan menciptakan dan melaksanakan sistem penghargaan yang mendorong orang untuk bekerja dan berprestasi lebih baik. Pimpinan MMT selalu berusaha menya-mai mutu kinerja organisasi lain dan kalau bisa bahkan berusaha melampaui mutu organisasi lain. tetapi akan menyebarkan kepemimpinan itu pada orang-orang lain. Ini persaingan. membandingkan mutu organisasinya dengan mutu organisasi lain yang sejenis. Kepemimpinan yang dimaksudkan adalah pengambilan keputusan dan pengaruh pada orang lain. tetapi sebagian besar dari orang-orang dalam organisasi itu memiliki kemandirian yang tinggi. Pengambilan tentang kebijaksanaan organisasi tetap ditangan pimpinan-atas. Pemimpin MMT tidak berusaha memusatkan kepemimpinan pada dirinya. Pimpinan dalam MMT dianjurkan melakukan pem-bandingan dengan organisasi lain. Misalnya dalam lembaga pendidikan perlu dikembangkan budaya yang menjunjung tinggi nilai-nilai belajar. Karakter suatu organisasi tercermin dari pola sikap dan perilaku orang-orangnya. 9. Nilai-nilai yang merupakan bagian dari budaya organisasi itu harus menjadi pedoman dalam bersikap dan berperilaku dalam organisasi.

  Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. keyakinan. Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yang berkualitas. sehingga akhirnya akan menjelma menjadi pola tindak yang normatif dari semua unsur pimpinan. keakraban/kebersamaan. dalam arti makin baiklah suasana kerja yang kondusif untuk terciptanya mutu. dari yang tertinggi sampai yang terrendah. Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadi program dalam penyelenggaraan pendidikan. dan kejujuran dan tanggung jawab. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan Kemampuan pemimpin dalam memerankan gaya kepemimpinan yang bertumpu kepada partisipasi aktif semua personil sekolah akan memunculkan keberhasilan seorang pemimpin Pemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalam memahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh. Budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai. A. mengembangkan. serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Kesimpulan Dari penulisan ringkas di atas dengan melihat latar belakang dan pembahasan masalah. . maka dapat diambil kesipulan sebagai berikut:  Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyaraat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan.nisasinya untuk meningkatkan mutu kinerjanya. kesenian. dan makin kuatlah dorongan yang diberikan kepada orang-orang dalam orga. tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka.mutu kepemimpinannya. sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya. Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan. Kesepuluh hal tersebut perlu dihayati dan di-praktekkan oleh semua pimpinan . memperkya khanazah ilmu pengetahuan. agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. teknologi.

maka arus pikiran anda mampu menggerakkan energi dan informasi yang ada dalam diri anda berarti yang anda merencanakan bahwa tindakan hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.B. Sebaiknya kesejahteraan lahir dan batin mendapat prioritas dalam melaksanakan tugas pemimpin. Kenichi Ohmae. John Naisbit. dalam menghadapi setiap masalah yang timbul. Yang menjadi pertanyaan kita adalah begitu banyak informasi mengenai masa depan. yang dapat kita pergunakan sebagai refrensi mengenai konten yang terkait dengan informasi masa depan bahkan infrmasi tersbut begitu banyak kita peroleh setelah memasuki abad 21. Ervin Laszlo. Kecerdasan dalam Why to do it : Akal dalam How to do it . Frank Feather. Undang. Sejalan dengan pikiran itu. Dengan mengungkit alat pikiran melalui pertanyaan yang kita kemukakan tersebut. Dimitri Mahayana dll. Niat dan hasrat dalam When to do it. Dengan pemikiran tersebut dapat mendorong keinginan tahuan untuk memahami lebih mendalam dalam menghadapi ketidakpastian. Pernahkan anda membaca yang diungkapkan oleh para futurist seperti Alvin Toffler. adakah informasi itu dapat dimanfaatkan bagi anda untuk menggerakkan kekuatan berpikir. Saran-Saran   Untuk meningkatkan kinerja personil sekolah sebaiknya kunjungan antar sekolah sering dilakukan untuk melihat kemajuan dan perkembangan yang telah dicapai di sekolah masing-masing. Jakarta: DepdikSistem Manajemen Pendekatan Pemimpin. Oleh karena itu. Sedangkan yang dibutuhkan adalah kemampuan menggelorakan jiwa besar kepemimpinan dalam usaha mencari jawaban atas “bagaimana cara membantu orang lain mencapai potensi penuh mereka”. diperlukan daya dorong untuk menggelorakan jiwa besar kepemimpinan untuk merubah dari pemahaman konten menjadi proses melalui kemampuan dengan membuat pertanyaan dengan mengungkit : Kesadaran dalam What to do . maka diperlukan suatu gaya kepemimpinan untuk membangun dan mengembangkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang mampu memiliki kompetensi untuk menggerakkan orang lain menjadi suatu “kepribadian yang kiblat kepada prestasi bukan kepada kiblat kepada manusia”. -----------. Inilah satu kenyataan yang kita hadapi bahwa begitu banyak infomasi yang kita miliki tapi kita tidak dapat mempergunakan kedalam suatu proses menjadi bermanfaat.Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 manajemen pendidikan . sehingga mampu membangun iklim untuk menumbuh kembangkan makna aplikasi dari usaha-usaha yang berencana dan terarah dalam mendorong orang untuk melakukan perubahan dalam . sehingga mencari jawaban bagaimana suatu gaya kepemimpinan dapat diterima dan diterapkan dalam menyongsong gelombang perubahan dengan kesamaan visi dalam kepemimpinan agar dapat menuntun pola pikir lama ke pola pikir baru artinya kesenjangan itu terjadi karena sikap dan perilaku kita yang bersifat reaktif. 2003.

Apakah bekal yang diperlukan oleh seorang pemimpin agar ia dimungkinkan melaksanakan tugasnya dengan baik? 3. dana. Bahkan tidak mustahil ia tidak mengenali hubungan hirarkis antara satu komponen dengan komponen . namun tidak mampu mengenali hubungan satu dengan yang lainnya. Banyak pemimpin berperan seperti seorang buta yang coba memahami seekor gajah dengan menganggapnya sebagai benda panjang karena ia memegang belalainya atau ekornya saja. Ketika memimpin orang banyak. seperti orang. TUJUAN Apakah yang diperlukan seorang pemimpin dalam melakukan pendekatan dan untuk dapat dipercaya oleh orang lain D. seorang pemimpin tentu menghadapi berbagai-bagai komponen yang mudah menimbulkan masalah. Bagai cara pendekatan seorang pemimpin 2. Sebuah mobil adalah sebuah sistem dengan ratusan ribu komponen. Makalah ini membahas tentang BATASAN MASALAH 1. MASALAH   kekuatan berpikir dari yang reaktif menjadi proaktif. Dengan mudah seorang pemimpin tenggelam dalam berbagai faktor yang menjadi hal-hal rumit serupa tadi. Bagai mana pendekatan seorang pemimpin Apakah bekal yang diperlukan oleh seorang pemimpin dalam setiap pendekatan pada orang lain Seorang pemimpin bertugas merumuskan visi komunitasnya C. idam-idaman organisasinya. Sebuah pesawat televisi juga merupakan suatu sistem. Demikian juga dengan sekumpulan pedagang di pasar. sebuah bandar udara. Suatu sistem memang dapat dicipta dan dapat ditemukan dimana-mana. sebuah organisasi. teknologi dan berbagai hal lain yang tak mudah diduga perannya. atau sebuah negara. Mungkin pula ia mengenali semua komponen yang ada di dalam apa yang ia kerjakan. relasi.menggerakkan B. Seorang pemimpin harus bias menjadi orang yang dipercaya oleh komunitasnya LANDASAN TEORI Suatu sistem adalah gabungan berbagai komponen yang berinteraksi dalam sedemikian rupa sehingga terarah pada suatu sasaran bersama dari keseluruhan komponen-komponen tersebut. sebuah leyanan pos telegram bahkan suatu gereja.

Namun dalam upaya memahami kerumitan tadi dengan utuh seringkali pemimpin terjebak dalam kerangka yang salah. Artinya ia memiliki kemampuan menggunakan kerangka pemikiran menyeluruh tertentu di dalam menghadapi kerumitan. Hal inilah yang sering membedakan kualitas seorang pemimpin dari bawahannya. Kemudian. Bayangkan. Sang pemimpin tidak lagi mengejar impian karena ia gagal melihat hal-hal besar dan kaitan berbagai faktor kecil dalam urusan dia dalam suatu kerangka pikir.  Kedua. Ia tenggelam di dalam berbagai urusan dan perhatiannya terbagi-bagi. seorang pemimpin menghadapi situasi pengambilan keputusan. Kembali sang pemimpin bertanya “Mengapa mesin tadi bocor?” Terhadap hal itu ia mendapatkan jawab bahwa mesin tadi sudah bocor sejak awal pemasangannya karena gasket nya bocor. Kini ia bertanya kembali mengapa gasket tadi bocor. kalau ia hanya menghapus oli yang tergenang. Visinya pun mulai dilupakan dan pudar. ia tidak lagi menjadi pemimpin yang efektif karena ia bekerja bagai pilot pesawat yang terus menerus sibuk mereparasi bangku dan jendela di kokpitnya. Kalaupun ia tetap tekun menangani semua komponen masalah. “Dari mana asalnya oli tadi?” Orang menjawab bahwa oli tadi adalah hasil kebocoran dari sebuah mesin. Akibatnya tidak menyenangkan. Salah satu hal yang juga paling tampak di dalam hidup kepemimpinan adalah gagalnya pemimpin mengenali repons sistem dimana ia berada terhadap perubahan. Di dalam suatu peristiwa. maka esok harinya ia akan harus melakukan hal yang sama. Mereka menganggap bahwa penggrebekan terhadap supplier narkoba di daerah mereka akan menekan arus jual beli narkoba di sana. harga meningkat. Akibatnya ia jatuh ke dalam penyederhanaan yang semu. ia gagal mengenali hubungan sebab akibat. Di dalam pabrik yang dipimpinnya ditemukan genangan oli di antara rangkaian mesin-mesin besar yang menghasilkan sebuah benda. Dengan sigap wakilnya meminta salah seorang anak buahnya membersihkan oli tadi. Dengan meningkatnya harga maka para penyalur dari daerah lain mengirimkan barang . Jelas sang pemimpin tidak segera mengambil keputusan namun mencoba melihat genangan oli sebagai suatu hasil dari suatu proses atau rangkaian komponen yang tidak terlihat. ia membuat gambaran yang terlalu sederhana tentang kerumitan tadi. sehingga ia lelah bahkan menjadi skeptis dan apatis. banyak pemimpin di kepolisian Amerika latin jatuh kedalam penyederhanakan masalah narkoba. yaitu pendekatan yang menyeluruh. Wakil dan anak buahnya.  Pertama. terdiam karena mereka tidak pernah memikirkan hal itu dengan dalam. Pertama. Sebenarnya yang terjadi adalah sebaliknya. ia tidak lagi berhasil menggerakkan diri dan pengikutnya menuju visi mereka. Akibatnya. Jadi memang seorang pemimpin yang handal memerlukan kemampuan menggunakan kerangka pemikiran dan pendekatan sistem. Ia melakukan apa yang disebut sebagai pemetaan hubungan kausal atau sebab akibat. kebersamaan mereka akan kehilangan dinamikanya dan diisi dengan kepahitan dan kebosanan. Ia memeriksa komponen-komponen dari sistem pabriknya dan melakukan peningkatan kinerja. Bila penggrebekan narkoba terjadi. Namun sang pemimpin bertanya sebelum hal tadi dilaksanakan.lainnya. maka di daerah tadi terjadi kelangkaan barang atau supply sedangkan tingkat permintaan dan kebutuhannya tetap. Contohnya.

dan sebagainya. dan bagaimana mengenalinya? Lebih penting lagi. senjata. Apakah sistem itu? Bagaimana menciptanya. serta mungkin pengaturan pembagian ruang tinggal dan tata krama berpakaian. pluit. Kedua kelompok akan menghasilkan dua jenis struktur dan pola hubungan yang berbeda. suatu cara yang memberikan kejelasan utuh namun merangkum semua faktor yang berperan dalam kerumitan yang ada dengan jelas. Lebih daripada itu tiap kaitan akan menghasilkan suatu dinamika yang berbeda-beda. bagaimana menangani berbagai urusan kepemimpinan dalam kaitan dengan sistem? Seperti sudah disinggung. gawang. Ia ingin mendapatkan akurasi yang tinggi tentang apa yang dihadapinya sebelum ia mengambil keputusan-keputusan. Seorang yang mempelajari sistem dinamika akan belajar mengenali struktur. Situasi Indonesia pada masa kini mencerminkan hal tadi. Komponen-komponen tadi bergerak bersama. lapangan. tersisa suatu pilihan lain. kepemimpinan dipilih berdasar pada kemampuan seseorang dan penerimaan orang banyak kepadanya. Akibatnya. modal kerja. Pilihan kedua adalah seorang pemimpin mencoba menangani kerumitan dalam tugasnya dengan mengadakan penelitian ilmiah dan pendekatan interdisipliner. penonton. Sementara itu di kelompok yang lain. dan komposisi pria-wanita yang sama. sehingga status dan tanggung jawab ini bersifat sementara. wasit. Di rumah susun tadi tinggal sekelompok pengusaha muda yang masih lajang serta sekelompok pekerja yang sudah bekeluarga. Selanjutnya. Pilihan ketiga adalah sang pemimpin menggunakan pendekatan sistem. Contoh yang paling jelas adalah dengan mengamati dua kelompok manusia yang masing-masing terdiri dari 50 orang yang tinggal bersama. Kedua kelompok tadi samasama memiliki sebidang tanah. kemudian bola. . baju seragam. suatu sistem adalah penggabungan dari berbagai komponen. Satu-satunya yang membedakan adalah bahwa di dalam kelompok yang pertama mereka yakin bahwa ada orang yang harus dijadikan pemimpin mereka karena orang tadi dianggap lebih luhur dan memiliki nenek moyang yang bangsawan. misalnya memiliki berbagai komponen baik manusia dan benda serta metode misalnya. sampai akhirnya harga menurun kembali. metode menyerang. Suatu sistem dapat terdiri dari suatu komponen tunggal atau terdiri dari berbagai sub sistem atau kumpulan komponen. pola-pola dan pengaruh dari kaitankaitan di dalam suatu sistem. bahkan juga cara memberikan imbalan. waktu dan enerji akan banyak dituangkan hanya untuk menjelaskan kompleksitas tadi dan berakhir dengan rasa tidak berdaya. Jadi kini.dalam jumlah besar karena akan mendapatkan laba yang lebih besar dari laba di daerahnya sendiri. bagaimana memelihara. pemain. penjaga garis. aturan-aturan pertandingan. bendera. Suatu sistem juga adalah kaitan-kaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya. Contoh yang jelas adalah di sebuah rumah susun. Apakah pendekatan sistem atau kerangka pikir sistem. Suatu permainan sepak bola. maka proses jual dan beli narkoba di daerah tersebut tetap tinggi. teknologi. kursi penonton. Selain itu komponen-komponen di dalam sistem membentuk suatu batas yang membedakan sistem tadi dengan lingkungannya. sama seperti kulit memisahkan seseorang dari orang lain atau masyarakat.

Dalam waktu pendek mereka kembali menghuni tanah kosong Bongkaran serta gerbong-gerbong kereta tua di dalamnya. namun para penghuni tidak berubah banyak karena mereka mempertahankan kestabilan lingkungan masyarakat mereka tanpa banyak dirancang. Sistem pendidikan berubah menjadi suatu hubungan yang tidak berbeda dengan suatu perusahaan. Sekolahpun tidak lagi menjadi penjaga nilai dan keluhuran bersama ilmu yang akan diwariskan antar generasi. yang dapat menuntut haknya dan dapat mengadakan tawar menawar. terasa bahwa kehadiran mereka tidak disambut hangat atau sekurangnya ditolerir. Guru tidak lagi berperan sebagai orang tua murid. Sistem ini juga menerobos batas etnis. mempertahankan intergritasnya sendiri. stabilitas terhadap perubahan dan tujuan. Berbagai organisasi mencoba menolong mengangkat kehidupan disana.Dalam waktu pendek kedua kelompok tadi membentuk pola hubungan yang terpisah. Mendadak sebuah bola lagi di masukkan ke tengah mereka. namun menjadi pengajar profesional yang memberikan waktunya. Untung uang dan prestise mereka memberikan ilmu dan pembekalan masa depan. Peran orang tua lebih menjadi konsumen yang berani membayar para profesional dan lingkungan asri bagi putera-puterinya. Dalam keadaan perang sekalipun. penghuninya dipindahkan. dan perbedaan sistem politik. Bila ada bapak-bapak yang berusaha ikut dalam acara bepergian di malam hari tadi. Dapat dicatat bahwa di dunia terdapat beberapa sistem yang menarik diteliti. Walaupun terjadi perang atau bencana sekalipun. Ke lima puluh orang tadi bergerak dan memukul serta berlari sehingga bola tadi tidak juga jatuh ke tanah. namun berubah menjadi para profesional yang digaji. Mereka menjadi suatu sistem yang menurut von Bertallanfy. Salah satunya adalah Sistem Pengiriman Pos sedunia. Selain itu sebuah sistem juga mampu mengatur diri sendiri dan membuatnya terus hadir. Para lajang seringkali bepergian bersama di malam hari. sedangkan para ibu dan bapak rumah seringkali hanya mengobrol dengan tetangga di lingkungan rumah susun itu. Akhirnya suatu sistem adalah sesuatu yang terus berubah karena adanya faktor waktu yang menimbulkan berbagai dinamika di dalamnya. Dalam suatu pelatihan misalnya. Mereka mengatur diri sendiri tanpa perjanjian terlebih dulu. Suatu sistem juga memiliki identitas. Berkali-kali tempat itu dibakar. perajurit di front terdepan masih menerima surat-surat dari . sebuah sekolah sebagai sistem. kelas sosial. terhadap 50 orang yang berdiri dilemparkan sebuah bola volley yang harus terus diapungkan ke udara. Dengan demikian guru tidak lagi menjadi abdi ilmu dan abdi nilai luhur yang dihormati karena pengabdiannya. seorang pakar. Pengalaman penulis tinggal bersama untuk waktu pendek di antara penghuni rumah kumuh sepanjang Tanah Abang Bongkaran di tahun 1974 menunjukkan bahwa para penghuni tidak mudah digusur atau digerebek. misalnya. Dalam dekade yang lalu. Sekolah semakin mirip sebagai sebuah lembaga bisnis yang memenuhi kebutuhan konsumen demi terjadinya transaksi dan pertukaran yang saling menguntungkan. maka dengan sendirinya mereka mengatur diri sehingga ke dua bola tetap tertangani dengan baik. mengalami berbagai perubahan. serta mereka diberi tawaran untuk bertransmigrasi. sistem ini tetap tegar dan melaksanakan fungsinya.

Dengan kata sederhana. Lebih lanjut lagi. . Ia juga seorang yang mengenali berbagai komponen yang ada di dalam sistemnya. sehingga tidak mengabaikan hal yang kecil sekalipun. Seringkali apa yang menjadi bagian Tuhan dirampas manusia. ia mengenali banyak hal. Schwartz bertanya di dalam hatinya. penundaan. PEMBAHASAN A. seorang pemimpin yang menggunakan pendekatan sistem berarti ia tidak tenggelam pada apa yang kasat mata saja. gereja tidak berkembang. seorang yang bernama Christian Schwartz meneliti lebih dari 8000 gereja di lima benua. baik proses maupun komponen-komponen yang besar. mengapa ada gereja yang berkembang dalam kualitas dan kuantitasnya sebaliknya ada gereja yang stagnan bahkan mundur dan punah. segala sesuatu yang menjadi bagian manusia. pendekatan sistem adalah pendekatan yang tidak cukup menggunaan logika saja. Bagaimana menggunakan pendekatan sistem pada hidup gereja Pada tahun 2001. walaupun dengan maksud baik. Pertama adalah segala sesuatu yang dikerjakan oleh Tuhan. gambar. Sebagai akibatnya. Dengan demikian. sistem ini disebutnya sebagai organisme. kiasan atau model mental dari hal rumit yang ia hadapi sehingga dapat menanganinya Mampu menghasilkan pemikiran yang menggambarkan struktur dari kaitan-kaitan antar komponen-komponen dalam sistem tadi Mampu membaca persepsi orang terhadap pengaruh-pengaruh yang ada atau komponenkomponen di atas Mampu mengenali tujuan dan arah gerak dari sistem tadi Mampu membaca dan memahami dinamika dari suatu proses misalnya. Sebagai hasil dari penelitian ini Schwartz mendapatkan bahwa suatu gereja perlu dilihat sebagai sistem. seorang pemimpin membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui bahwa selain menggunakan nalar. dan bertumbuh. ia membutuhkan intuisi. Lebih lanjut lagi seorang yang mempelajari pendekatan dan kerangka pikir sistem sebagai pemimpin akan memiliki kemampuan sebagai berikut:        Mampu menyadari bahwa ia memiliki kebebasan untuk bereksperimen dengan sistem karena tidak mungkin ia mampu membuat kendali dan pemetaan utuh dan menyeluruh tentang sistem Mampu membuat metafor. Di dalam sistim ini ada dua pengaruh besar yang bekerja. berbuah. kemudian. Di lain pihak ada pula terjadi suatu pekerjaan yang menjadi bagian . Dengan metafor bahwa gereja adalah bagaikan pohon tertentu yang berakar. Untuk mampu menggunakan pendekatan tadi. proses masukan dan gelombang perubahan (osilasi) atau siklus Mampu membuat pengendalian secara terbatas terhadap apa yang berlangsung sebagai suatu sistem.keluarganya. Seorang yang memahami pendekatan sistem adalah seorang yang mampu mengenali kaitan-kaitan yang seringkali samar dan tersembunyi.

Proses memastikan bahwa semua hal masih berfungsi Proses memastikan bahwa setiap komponen dapat memainkan berbagai fungsim Dan proses perubahan enerji yang ada entah enerji penghalang atau pendukung Keenam hal itulah yang menurut pakar ini bukan saja terdapat dalam hidup organisme yang bernama . Ke delapan hal tersebut adalah         Adanya kepemimpinan yang menginspirasikan Struktur dan prosedur yang tepat guna Kasih dalam persekutuan yang erat Adanya sel-sel yang holistik Adanya program meraih ke luar (kesaksian sosial dan pekabaran Injil dalam arti tradisional) Pengenalan karunia tiap orang yang terlibat dalam pelayanan sehingga pelayanan dikelola berdasarkan karunia-karunia tadi Ibadah yang mengilhami hadirin Spiritualitas yang bergairah Ketika pendekatan ini diteliti. Kegagalan memperhatikan hal itu akan menghasilkan sembilan hal di atas yang indah namun kaku dan bekerja bagaikan sebuah robot.manusia tidak dikerjakan oleh siapapun entah karena malas atau tidak disadari tanggung jawab untuk melaksanakan hal itu. Lebih lanjut lagi. 6. Namun karena gereja adalah sebuah organisme dan bukan organisasi saja maka beberapa kekhasan organisme ini harus dipastikan hadir di dalam prosesnya. 2. mereka memberikan fokus hanya pada hasil yang ingin dicapai. Seringkali dalam melakukan apa yang jadi tanggung jawab manusia. 3. gereja yang sehat dan bertumbuh memberikan fokus justru pada akar-akar perkembangan jemaat dan bukan pada buahnya saja. sebagai hasil reisetnya mengenai gereja yang berhasil. Ke sembilan komponen tersebut merupakan akar untuk menghasilkan pembangunan gereja dan buahbuah yang indah. Menurut Schwartz. 4. Schwartz menunjukkan delapan akar utama yang harus ditangani sebagai bagian kerja manusia yang Tuhan percayakan dalam membangun jemaatnya. Proses simbiosis atau sinergi dari berbagai komponen pelayanannya. 5. beberapa pendeta di Jakarta menyadari bahwa masih ada suatu komponen yang dirasakan sangat penting bagi pelayanan di Indonesia tetapi absen di dalam teori di atas. Proses multiplikasi atau penggandaan. Proses saling bergantung atau memperkuat. Komponen tadi adalah kedekatan atau keterbuakaan untuk menjalin hubungan dengan tetangga atau masyarakat di sekitar gereja tadi. Ke enam proses yang perlu diperhatikan seorang pemimpin agar keseluruhan komponen di dalam sistem pelayanan tumbuh dengan seharusnya ialah 1.

tidak memperlihatkan karakteristik yang khas dari the Beatles. Konsep dinamika suatu sistem Di dalam konsep ini kita belajar bahwa suatu sistem adalah keseluruhan yang unik dari berbagai komponen. Keseluruhan mereka memiliki karakteristik yang khas dan tidak dapat dihadirkan ketika masing-masing pemusik mengadakan show atau rekaman sendiri. sejarah Asia memperlihatkan bahwa ada bangsa-bangsa yang lebih terbuka pada teknologi barat.mahluk hidup atau jemaat namun bahkan dalam alam raya sendiri. negara-negara Barat masih menertawakan dan mengagungkan Triumph. Hal yang tidak kalah pentingnya untuk dikenali dalam konsep dinamika sistem adalah bahwa suatu sistem senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Kegagalan suatu sistem membuka diri akan dapat memusnahkannya dengan mengejutkan. Jawa. Dengan dasar pemikiran ini Schwartz bahkan mendapatkan bahwa suatu komponen yang lemah akan menjadi tolok ukur dari kinerja tertinggi yang dapat dilaksanakan oleh sistem pelayanan yang ada. maka fokus pembangunan jemaat harus dimulai dengan menangani salah satu dari sembilan komponen yang paling lemah. Tiap komponen tidak merupakan wakil dari keseluruhan tadi. Dengan pendekatan ini. Jadi John Lennon atau Ringo Star sebagai pribadi. Penjumlahan dari tiap-tiap komponen tadi juga belum menggambarkan sistem tadi. Ketika Jepang terus belajar dan akhirnya mulai memproduksi sepeda motor ukuran menengah. seperti Jepang di jaman Tokugawa mengirimkan ratusan pemudanya untuk belajar ke Eropa. Bukti hal ini adalah dengan melihat suatu pop band seperti kelompok pemusik the Beatles. Untuk itu pakar ini bahkan membentuk serangkaian alat ukur untuk mengevaluasi komnponen-komponen dari sistem pelayanan di sebuah jemaat dan kemudian mengembangkan komponen yang terlemah. Tertutup artinya suatu sistem venderung menolak masukan dan bahkan memisahkan diri dari lingkungannya. B. Terbuka artinya sistem ini memberikan kontribusi kepada lingkungannya serta menerima masukan-masukan. Ketika akhirnya Honda memproduksi motor besarnya dengan . namun adapula bangsa yang tertutup dan menolak teknologi tersebut. berbagai pabrik sepeda motor di Eropa menertawakannya. maka dengan sendirinya gereja bertumbuh. Ada sistem yang lebih terbuka dan ada yang lebih tertutup. keseluruhannya membentuk suatu sistem yang memiliki karakteristik yang khas. Misalnya. Bagaimana menggunakan pendekatan sistem bagi organisasi lain Walaupun tidak ada metode terbaik yang pas dilakukan untuk semua konteks kerja organisasi atau komunitas tertentu. 1. Ketika Jepang membuat sepeda motor berukuran mungil. namun teori pendekatan sistem menawarkan empat konsep yang perlu dikenali dan dapat digunakan sebagai bekal menganalisis serta mengadakan perbaikan sistemik. walaupun the Beatles mengandung keduanya. Namun ketika tiap komponen tadi terhubung seara khusus dengan komponen lain. dan BSA. Dengan melakukan hal-hal itu terhadap komponen-komponen akar yang diuraikan di atas.

Sistem yang lebih besar inipun merupakan suatu sub sistem dari suatu sistem yang lebih akbar dan seterusnya.harga jauh di bawah motor-motor saingannya. 6. 7. kita harus mendapatkan kejelasan untuk beberapa hal dengan bertahap: 4. suatu sistem adalah suatu entitas yang terarah pada tujuan yang beragam. seringkali ketidak jelasan output ini membuat semua berjalan asal jadi tanpa kualitas yang dapat dievaluasi dan dipertanggung jawabkan di depan Tuhan. Konsep tingkat sistem yang hidup Bila kita amati suatu sistem. suatu sistem merupakan suatu rangkaian proses masukan. Bukti yang jelas adalah suatu organisasi seringkali menangani berbagai tujuan. Konsep Orientasi Yang Menghasilkan Kehidupan Untuk mengembangkan atau membangun suatu sistem dan sub-sub sistemnya. 3. pada hakekatnya sistem tadi merupakan suatu sub sistem dari sistem yang lebih besar. konsep orientasi menolong kita. 4. 2. Selanjutnya. Sel Organ Individu Kelompok Organisasi Masyarakat Dunia Dengan pemahaman ini maka adanya suatu hirarki dalam berbagai urusan adalah wajar dan alamiah. hidup sebagai sistem besar bergerak dari stabilitas ke arah instabilitas. Eropa dan Amerika hanya dapat terhenyak dan menelan kekalahan kompetisi tanpa ampun. pengolahan. Suatu sistem pengiriman pos. Akhirnya. Suatu sistem yang dibangun tanpa kejelasan output akan dengan mudah mengalami kebingungan karena ketidak jelasan tadi akan berimbas pada desain rangkaian komponen dan pemilihan input yang dikehendaki. maka diperlukan suatu kerangka pikir sistemik. Masalah dan kompleksitas hadir justru ketika beberapa sub sistem bertabrakan atau mengalami ketidak jelasan fungsi dan kaitan. 3. Dalam kenyataan terdapat hieraki sistem yang terdiri dari tujuh sub sistem: 1. Untuk itu. Di dalam pelayanan gereja. seringkali juga menjadi sistem yang mengelola data base yang paling baik karena jaringan yang mereka miliki adalah jaringan yang sangat menyeluruh. dan . 5. 2. Konsep Naik Turun Perubahan Dalam kenyataannya. dan keluaran atau output serta umpanbalik. Di dalam konsep ini.

dengan mudah menabrak orang lain karena ia luput mengendalikan setir sepedanya. Ada ornag-orang yang memiliki kemampuan adaptasi yang lambat. Situasi lapangan menunjukkan hal tersebut ketika Indonesia terjebak ke dalam krisis ekonomi di tahun 1998. Banyak tokoh masyarakat membuat pernyataan bahwa Indonesia tidak akan jatuh seperti Thailand karena basis ekonominya berbeda. suatu stabilitas baru lahir. namun hutannya sendiri masih bertahan dan banyak jumlahnya. Ia cepat merasa bingung dan lepas kendali karena ada banyak komponen yang harus dikuasainya. Akhirnya. sikap dan pengalamannya tidak mencukupi dan patut diandalkan untuk memetakan kerumitan yang ada.kemudian mengarah pada titik stabil yang baru. Berbagai tokoh memberikan metafor bahwa suatu badai pasti akan berlalu. Tingkat kriminalitas di tengah masyarakat juga meningkat sangat tinggi. Untuk setiap saat ia memfokus pada suatu komponen. ia perlu berupaya menggunakannya dalam memahami sistem di hadapannya. Penyangkalan ini masih berlanjut bahkan ketika nilai tukar dollar terhadap rupiah terus meningkat. Tidak kurang tokoh bagaikan Jisman Simanjuntak menyatakan bahwa Indonesia adalah bagaikan pohon-pohon yang rusak. Selanjutnya. Orang terbiasa dengan hidup yang tak menentu dan semakin tahu diri dalam melakukan kegiatan investasi dan konsumsi. ketika ternyata Indonesia menjadi negara yang bangkrut dan ditekan oleh berbagai tuntutan IMF. ia perlu menyadari bahwa penguasaan pendekatan sistem harus dimulai dengan munculnya kesadaran pada mereka yang ingin belajar tentangnya bahwa tidak ada seorangpun yang mampu mencerna secara nalar. Dengan modal itu. Semakin dipetakan semakin banyak bagian esensial dari kerumitan tadi yang luput digambarkan. Seorang yang akan memiliki kemampuan pendekatan sistem memang memerlukan beberapa sikap kepemimpinan serta skil kepemimpinan. timbullah berbagai pernyataan emosional yang berupa kemarahan. serta membuat pemetaan proses serta mampu mengadakan pendekatan secara fleksibel. Seorang anak yang baru belajar naik sepeda dan berkonsentrasi hanya pada pedal. Perubahan serupa ini adalah hal yang wajar. dalam berkomunikasi. C. Bagaimana Membangun Kemampuan Pendekatan Sistem Pertama-tama. Kesadaran ini akan membuat ia merasa bebas untuk membuat eksperimen dan kesalahan dalam tahap . Kita tidak perlu menolak perubahan. komponen-komponen yang lain lolos dari perhatiannya. Semua skil. Namun setelah melakukan segala sesuatu sesuai dengan skil dan sikapnya. Sebaliknya kita perlu mengenali tahap-tahap suatu perubahan dan bagaimana orang-orang yang kita pimpin menjalaninya. Ia harus handal dalam teknik observasi. Pada tahap kedua ini. sebaliknya adapula yang sangat sigap. sama seperti seorang yang belajar mengendarai sepeda. tanpa putus asa dan mampu mengendalikan respon otomatisnya. ia harus memasuki suatu tahap kedua. Akhirnya. apalagi mengendalikan sistem yang sedang dihadapi. orang mulai menyesuaikan diri. Hampir setiap hari di tahun 1999 diberitakan adanya orang yang ditangkap oleh masyarakat dan dibakar hiduphidup.

D. berbeda dengan mereka yang kuat dan berdaya. Akan tetapi karena itulah etos kepemimpinan yang sungguh hakiki. karena baik sistem dan orang yang mencoba memahami terus berubah dan berinteraksi. masyarakat yang lemah adalah masyarakat yang tidak mampu melayani kepentingan mereka sendiri. Kondisi serupa ini sama dengan sulitnya orang menjelaskan iman. Disinilah peranan pemimpin dan kepemimpinan menjadi relevan. Pada tahap ketiga. atau kroninya. dimana kesadaran nalar dan potensi alam bawah sadarnya terkait. yaitu tahap eksplorasi. teraniaya dan terpinggirkan. “Tasharruful Imam ‘alar raiyyah manuthun bil mashlahah/Kebijakan seorang pemimpin haruslah selalu mengacu kepada kepentingan rakyat yang . Bukan saja karena etos itu merupakan alternatif yang radikal terhadap etos kepemimpinan feodalistik-paternalistik. tidak berdaya. Ketika kata-kata dan bahasa terasa tidak cukup lagi memberikan akurasi tentang sistem. Kepemimpinan yang melayani tidak lain adalah kepemimpinan yang berorientasi bukan kepada kepentingan sang pemimpin sendiri. Konsep Kepemimpinan dalam Islam ADA ungkapan yang sangat baik dalam tradisi Islam. Penggambarannya tentang kerumitan yang ada mulai menggunakan metafor dan berbagai imajeri atau kiasan-kiasan. agar potensi bawah sadar tadi dapat dipergunakan. cinta. mulailah muncul suatu kemampuan untuk memahami kerumitan yang ada. seharusnya adalah payung Allah dibumi kepada siapa rakyat yang lemah tak berdaya (madhlum) mendapatkan perlindungan” (HR. Pada tahap keempat. namun menggunakan intuisinya dalam mengenali seluruh kerumitan yang ada. Tujuan pendekatan sistem adalah untuk memahami lebih utuh dan menyeluruh suatu kerumitan. Rasulullah SAW menegaskan. Sekali lagi dapat ditekankan disini bahwa dalam pendekatan sistem.ketiga. Jadi sangat penting untuk diterima kenyataan bahwa pendekatan sistem membutuhkan integrasi antara rasionalitas dan juga intuisi. Dalam kaidah Fiqh sebagai teori Etika Islam dikatakan. Khususnya masyarakat atau rakyat yang berada pada posisi lemah. dan kesepian dengan kata-kata biasa yang linear karena ketiga hal tadi sangat kaya dimensi. bahkan eksploitatif. Maka dalam konteks kepemimpinan yang utama (imamah udhma). seseorang harus tiba terlebih dulu pada kesadaran bahwa tidak akan ada suatu pemahaman lengkap terhadap sistem tadi. bahwa “syyidul qaum khaadimuhum/memimpin adalah melayani”. maka digunakan gambaran-gambaran yang lebih lentur. ia mulai menggunakan kemampuan bawah sadarnya atau kemampuan nalar yang tidak biasa. Tirmidziy). kepemimpinan negara/pemerintahan. yang menghegemoni kita selama ini. “As-aulthanu dhilullah fil ardl ya-wiy ilaihi kullu madhlum/Pemimpin negara/pemerintahan sebagai pemegang puncak kepemimpinan masyarakat. yakni masyarakat atau rakyat banyak. Karena. melainkan kepada kepentingan pihak yang dipimpin. Etos melayani bagi seorang pemimpin adalah etos yang sangat relevan untuk masyarakat kita dewasa ini. Ia berhenti berupaya mencerna secara nalar.

Saya berharap bahwa suatu Workshop Kepemimpinan seperti ini dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut : Menjernihkan kembali konsep normative dan etis kepemimpinan yang telah terlanjur berdebu oleh tafsir-tafsir kepentingan jangka pendek. das sollennya. oleh orang-orang suci yang tidak punya interest kecuali mengabdi kepada Kebenaran dan Kemuliaan (Tuhan). dan mereka pulalah yang diuntungkan. Tapi sesudah itu. dan akhhirnya menjadi kebijakan dan tindakan. Sayangnya. Yang kita saksikan dan rasakan sekarang ini adalah fakta kontradektoris itu. meski dengan ungkapan atau bahasa yang berbeda-beda. Kenapa ? Karena semua agama diajarkan. Walladziina jaahadu fiina lanahdiyannahum subulana/Barang siapa yang bersungguh-sungguh untuk menemukan pastilah Kami akan menunjukkan jalannya. konsep pemimpin sebagai seorang bapa tetap. Akhirnya yang normatif dan empirik berjalan sendiri-sendiri. bahkan benturan. bahkan penjungkir balikkan. Merumuskan kerangka aksi (praksis) bagaiman fenomena kepemimpinan (dilingkup apapun dan dilevel apapun) dapat dipaksa kembali pada khittahnya. yang kadang punya kepentingan luhur tapi terkadang juga kepentingan renda. Semua agama dan ajaran-ajaran moral atau etika yang kita kenal tentu punya idealisme yang sama. tetapi bukan lagi bapa yang melayani melainkan bapa yang merasa benar sendiri dan tahunya hanya dilayani dan dilayani. hampir-hampir tidak ada lagi yang menyadari dirinya sebagai pelayan masyarakat/rakyatnya. Yang mereka tahu bahwa sebagai pemimpin merekalah yang harus menentukan. atau idealnya. dimana ajaran-ajaran ideal nan adiluhung tidak lagi mewujud dalam kenyataan. disembunyikan. Akan tetapi apa yang baru saja kita tegaskan adalah konsep normatifnya. yang seharusnya. Kepemimpinan dalam Buddhis . Melakukan diagnosis atau analisa kritis terhadap fakta-fakta distortif diseputar kepemimpinan yang semula untuk melayani justru berbalik untuk dilayani. kemudian diabsahkan dengan penafsiran yang diplintir. untuk melayani dan bukan dilayani. pada mulanya dimaksudkan demikian. Bahkan dugaan saya. Yakni bahwa seorang pemimpin harusnyalah seperti layaknya seorang bapa yang melindungi dan melayani anak-anaknya yang kecil dan lemah.dipimpin”. dengan berbagai bidang dan levelnya. bahkan secara formal harfiah pun ajaran itu sudah dikotakkan. Pemimpin yang ada ditengah-tengah kita. Distorsi itu pada mulanya diawali dengan kepentingan pribadi. konsep kepemimpian Jawa yang feodalistik dan paternalistik pun. agama berpindah ketangan hati orang-orang biasa. Untuk pertama kalinya. E. Maka terjadilah distorsi.

Kewajiban seorang pemimpin adalah melindungi dan mengayomi keluarganya. 1. Sang Buddha menjelaskan dengan terperinci apa saja yang harus dilakukan seorang pemimpin (Raja) untuk bangsa dan negaranya. para perumah tangga. Seorang pemimpin harus selalu meperhatikan nasehat dari para samana dan pertapa. tentara. kepemimpinan Buddhis adalah bagaimana agar setiap orang bisa mengikuti sesuai dengan ajaran Sang Buddha. perbuatan yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat di masa yang akan datang. perbuatan apa yang pantas dilakukan dan perbuatan apa yang tidak pantas dilakukan. Kewajiban ini merupakan penjaminan berlangsungnya keadaan perekonomian negara. Dana (Kedermawanan) Seorang pemimpin patut memperhatikan kesejahteraan dan kemakmuran hidup rakyatnya. korupsi. 2. Setiap orang paling senang bila perkataannya diikuti orang lain. menghindari ucapan yang tidak benar. Kebenaran adalah tuan bagi dirinya. para rohaniwan. meskipun terlihat hanya kecil. para menteri. yaitu dengan menghindari pembunuhan. maka mereka akan selalu datang menemuinya untuk memberitahukan apa saja yang baik dan apa saja yang buruk. rekayasa kotor. para samana dan pertapa. para penduduk desa dan kota.Menurut ajaran Sang Buddha. serta menghindari makan makanan atau minuman yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran. Pemerintah yang bermoral akan menghindari pembunuhan. papan. . Ia terus mendorong seluruh bangsanya untuk berada dalam garis kebenaran dan menghindari kejahatan. Sila (Moralitas) Seorang pemimpin harus selalu mengendalikan diri dari perbuatan-perbuatan tidak bermoral. Bila ia berada dalam garis kebenaran. Kepemimpinan adalah bentuk seni dan gaya hidup untuk membuat orang lain mengikutinya. Seorang pemimpin harus berada dalam kebenaran. Ia harus menyucikan dirinya dengan kebenaran. para bangsawan. Seorang pemimpin harus menegakkan kebenaran. Ia harus memperhatikan apa saja yang dibutuhkan oleh mereka. menghindari pengambilan barang-barang yang tidak diberikan. Ia harus memberikan lapangan pekerjaan. penipuan. Ia harus berjuang untuk tidak membiarkan kaum miskin merana. Ia tidak meremehkan perbuatan baik walaupun kecil. Ia harus mendengarkan dan melaksanakan apa yang mereka katakan. dan sebagainya. Ia harus menjadikan dirinya sebagai panji kebenaran. atau sandang. Kebenaran dijaga dengan melaksanakan lima sila (Pancasila). Pemerintah hendaknya memiliki kemampuan menyediakan kebutuhan cukup bagi rakyatnya. yang dapat merusak kepercayaan dan pengakuan rakyat. baik pangan. Ia harus memperhatikan kecukupan kebutuhan yang diperlukan. serta binatang-binatang. menghindari melakukan perbuatan asusila. Dalam Cakkavatti Sihanada Sutta (Digha Nikaya). Ia tidak boleh membiarkan kejahatan terjadi dalam pemerintahannya.

kepentingan bangsa lebih diutamakan daripada kepentingan pribadi atau kelompok.3. sebab kekerasan akan menimbulkan kekerasan pula. dan yang harus ditangani. 10. 6. Avihimsa (Tanpa kekerasan) Kekerasan bukan cara penyelesaian masalah yang tuntas. kekerasan merupakan sumber pertikaian yang tak kunjung selesai. Pikiran tenang akan membuat pengamatan jernih terhadap situasi yang berkembang. Avirodha (Tidak menentang kehendak rakyat) Seorang pemimpin tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani rakyat. tidak menginginkan berlebih-lebihan sementara kehidupan rakyatnya diabaikan. Bila hubungan antar manusia dapat diikat hanya dengan janji resmi atau sumpah yang diucapkan. tidak serakah. Hak . Ajjava (Integritas) Bersikap tulus dalam menjalankan kewajibannya dengan menjunjung tinggi kebenaran. Pemimpin siap mengemban tugas-tugas yang diberikan oleh rakyat. Paricagga (Pengorbanan diri) Seorang pemimpin selalu siap mengorbankan dirinya demi kepentingan rakyat banyak. 5. maupun kebencian dan kedendaman terhadap siapapun juga. 9. sanjungan maupun hujatan dengan kesabaran pikiran. Khanti (Kesabaran) Seorang pemimpin hendaknya menerima pujian maupun celaan. Segala sesuatu yang dilakukannya dipertimbangkan berdasarkan kepentingan rakyat. Tapa (Sederhana) Seorang pemimpin siap hidup sederhana. itikad buruk. 4. 7. tetapi orang yang memerintah harus terikat pada hukum kebenaran baik dalam pikiran. puas dalam hidup sederhana. Maddava (Berani bertanggung jawab) Mengurus kepentingan rakyat menuntut pertanggung jawaban terhadap segala tindakan sesuai dengan harapan rakyat. ucapan. maupun tingkah laku. Pemimpin yang rela berkorban demi rakyat banyak akan dibela oleh rakyatnya pula. 8. Akkodha (Tanda kemarahan) Seorang pemimpin hendaknya berusaha melepaskan segala permusuhan. sentimen pribadi.

sesungguhnya sama dengan merawat beliau. Beliau berkata. Kecerdasan kepemimpinan akan berujung kepada tujuan untuk menghasilkan sumber daya . Didalam Digha Nikaya III No. Ia harus menjadi pendorong bagi orang lain bila terjadi kemacetan program kerja. maksudnya adalah selalu memikirkan kepentingan pribadi. Jadilah sahabat yang terbaik bagi anak buahnya.Lingkungan Sosial Yang Mendukung . Kemacetan komunikasi selalu terjadi bila ia terus memikirkan kepentingan pribadinya. maka tak usah diragukan lagi. Dalam analisa saya. Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam berbagai pertempuran. Memulai dan mengakhiri pertemuan harus dengan harmonis. bahwa rakyatnya pasti akan menjadi bahagia.Efisiensi Dan Penghematan . seorang yang memberikan nasehat bijaksana dan seorang yang simpatik seorang guru spiritual juga dianggap kalyanamitta. Dalam waktu . saya melihat ada delapan tantangan utama yang akan dihadapi pemimpin puncak yaitu Menjaga Tingkat Kesehatan Perusahaan . Pada saat bhikkhu yang lain meninggalkannya sang Buddha justru merawatnya. karena banyak pengalaman yang bisa didapatkan dari mereka. Tujuan yang terprogram akan menjadi rapih. Kecerdasan kepemimpinan akan membuka arah masa depan perjalanan perusahaan ke arah yang jelas dan terdefinisi secara sederhana untuk dapat dimengerti dan dipahami semua orang yang ada bersama perusahaan. Kecerdasan kepemimpinan merupakan sebuah upaya yang secara sadar dilakukan seorang pemimpin melalui serangkaian latihan .Kepemimpinan Disemua Jenjang . “Mereka yang merawat yang sakit.Teknologi Dan Informasi . seorang teman baik dalam kesenangan dan kesusahan. oleh karena itu jangan sampai terjadi ketidaksamaan antara apa yang dilaksanakan dengan apa yang merupakan kehendak rakyat. dan tepat waktu. Kedelapan tantangan ini seperti satu nafas yang wajib dijaga dan dirawat dengan baik. Kalau suatu negara mempunyai pemimpin yang berwatak seperti tesebut di atas. Hal di atas bukanmerupakan khayalan belaka. Tidak mengganti aturan yang sudah ada. Ia juga harus mempunyai perhatian kepada orang lain.waktu mendatang kecerdasan dan kesiapan pemimpin untuk menjadi penunjuk arah bagi kesuksesan perusahaannya sudah tidak dapat dikompromikan lagi. yang telah mempraktekkan dasa raja-dhamma tersebut. tetapi penakluk terbesar adalah mereka yang dapat menaklukkan diri mereka sendiri. Sang Buddha telah memberikan contoh pelayanan yang jelas ketika beliau melayani seorang bhikkhu tua yang sedang sakit.Komunikasi Internal Dan Eksternal. Sri Baginda Raja Asoka. 186 Sang Buddha mengatakan ada empat jenis sahabat sejati (kalyanamitta): Seorang penolong. bahkan bila perlu perhatian itu diperluas kepada semua makhluk. Seorang pemimpin hendaknya juga memberikan pengetahuan yang didapatkannya kepada mereka yang memerlukan. Pemimpin adalah orang yang harus dapat menaklukkan dan menguasai diri sendiri. sebab pada zaman yang lampau memang terdapat seorang raja Agung di India.” Sebagai seorang pemimpin harus selalu berpikir tentang orang lain dan jangan berpikir tentang dirinya sendiri. konsisten. Senior harus dihormati.Potensi Pasar .Tenaga Kerja Berkualitas .pemimpin berasal dari rakyat.latihan untuk memperkuat pikiran bawah sadarnya dengan berbagai wawasan dan pengetahuan baru dalam memberi jawaban dari tuntutan nyata untuk berkinerja maksimal yang wajib diberikan para pemimpin masa kini dan masa depan.

Lingkungan sosial yang mendukung keberadaan perusahaan dan kepemimpinannya akan menjadi kekuatan dalam menciptakan kepercayaan diri perusahaan untuk berada ditengah . Komunikasi internal dan eksternal merupakan sebuah jembatan yang wajib dibangun secara sempurna untuk menjawab semua kebutuhan kelangsungan operasional perusahaan.tengah masyarakatnya. perilaku. Tingkat kesehatan perusahaan akan menentukan kecerdasan kepemimpinan dalam menjawab fundamental kekuatan perusahaan. Potensi pasar yang dapat dikembangkan dan dijadikan sebagai basis langganan baru adalah harapan masa depan keberhasilan perusahaan. dan termasuk para pelanggan. akan menjadi inspirasi bagi semua pemimpin untuk dapat mengelola dan memanfaatkan semua potensi sumber daya perusahaan secara efisien dan maksimal. akan memantapkan kedudukan perusahaan di masa kini dan di masa depan. akan menjadi akar keberhasilan bila sejak awal menjadi fokus dan perhatian para pemimpin. Kecerdasan kepemimpinan akan membangun sumber daya manusia yang cerdas dengan semangat untuk menciptakan perusahaan . Dia harus mampu menunjukan kebijaksanaan dalam pola hidup sederhana yang berkosentrasi untuk mengangkat moral. termasuk keterbatasan energi harus dapat memotivasi seorang pemimpin untuk memaksimalkan potensi dirinya melalui pengembangan kecerdasan pikiran bawah sadar untuk dimanfaatkan bagi pengembangan potensi kekuatan sumber daya manusia dalam memanfaatkan keterbatasan sumber daya alam dan energi tersebut. Kecerdasan kepemimpinan. berkualitas. prinsip. Kecerdasan kepemimpinan akan memberi arah kepada sumber daya manusia untuk selalu mendengar pelanggan dan belajar bersama perubahan untuk memberikan nilai lebih bagi kepuasan pelanggan. Kecerdasan kepemimpinan akan mendefinisikan misi dan visi masa depan secara sederhana dan mudah dipahami oleh semua potensi kekuatan sumber daya manusia.manusia yang berkarakter. dan semangat dari semua potensi kekuatan sumber daya. Kepemimpinan di semua jenjang juga merupakan sebuah kekuatan fundamental yang akan mengarahkan semua kepemimpinan dari level bawah sampai level puncak untuk selalu berada dalam satu persepsi dan visi. Kedelapan hal diatas. memiliki semangat. nilai. Kecerdasan kepemimpinan akan merancang strategi pengembangan sumber daya manusia yang mencerminkan kekuatan mereka dalam merespons keragaman potensi pasar dan para pelanggan yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan terkait keberadaan perusahaan di masa depan. Tenaga kerja berkualitas termasuk dalam kekuatan fundamental perusahaan dalam menjawab kualitas produk dan kualitas layanan kelas satu. Kekuatan pemimpin dalam memompa motivasi dan semangat sumber daya manusia dalam memahami misi. Teknologi dan informasi wajib dimanfaatkan secara cerdas dan tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan dan permintaan para pelanggan. Delapan tantangan utama akan menjadi dasar dalam membangun sebuah rencana strategi dalam upaya membangun kekuatan internal dan eksternal. Efisiensi dan penghematan menjadi syarat mutlak bagi kepemimpinan yang cerdas dalam menjaga dan merawat daya saing perusahaan. dan keberanian untuk berkreatifitas dalam batasan tanggung jawab masing -masing. Keterbatasan sumber daya alam. Kecerdasan kepemimpinan akan membuka wawasan sadar seorang pemimpin untuk menjadi kekuatan gagasan dan filosofi.

hanya dalam satu dekade. Botol-botol ini dipergunakan untuk menampung berbagai jenis minuman ringan. Kecerdasan kepemimpinan akan membangun visi baru yang mempererat hubungan yang melintasi semua sektor yang ada di dalamnya. Akibatnya. tidak ada orang yang perduli. Namun ketika muncul kemasan baru berbentuk alumunium can atau kotak karton kecil. Kecerdasan kepemimpinan akan mampu memberi semangat dan sinar kehidupan serta mempunyai keberanian memimpin di depan mengenai isi. dan melindungi semua kekuatan sumber daya yang ada didalamnya. harus sadar bahwa perilaku tidak bijaksana dan serakah akan melenyapkan energi dan sumber makanan yang dimiliki. Sayang sekali mereka tidak melihat bahwa pemerintah sebenarnya masih membutuhkan banyak mitra. Jadi. visi. misi.masa menguntungkan. Dalam dunia sosial. prinsip. kualitas kecerdasan kepemimpinan akan dinyatakan dalam perilaku dan tindakan yang berkarakter membangun. seorang pemimpin harus terus menerus meneliti lingkungan mikro dan makro serta membandingkannya dengan situasi sebelumnya.yang sehat dan kuat menghadapi persaingan global. Di Illinois terdapat sebuah kota yang hidup dari beberapa pabrik pembuat botol. Berbagai orang yang ingin membantu orang lain melakukan hal itu. suatu perubahan yang sifatnya berangsur-angsur dapat membuat suatu bisnis hancur total bila tidak dicermati. tetapi juga tentang masa kekacauan yang ada di hadapan untuk dicari solusinya. Tanpa kebiasaan ini seorang pemimpin menjalani tugasnya bagaikan seorang nahkoda kapal yang tidak rajin memeriksa peta dan kompasnya. suatu perubahan yang berangsur-angsur dapat membuat orang kehilangan motivasi dengan mudah. Perubahan kedua adalah suatu perubahan yang merupakan loncatan dahsyat. Di sebuah negara. muncul banyak organisasi swadaya masyarakat yang misinya adalah mengajar orang membaca dan menulis. para pemimpin bisnis botol dan pengikutnya menyepelekan bahaya saingan wadah baru yang muncul. Manusia yang pada saat ini berada paling atas dari rantai makanan kehidupan di planet ini. Di dalam dunia bisnis. Perubahan ini seringkali . Kecerdasan kepemimpinan merupakan karakter yang mendefinisikan tantangan yang dihadapi di masa depan secara sederhana. sebagian besar organisasi sukarela tadi kehilangan pekerjaan dan motivasinya. kota dimana pabrik-pabrik botol itu berada menjadi kota yang mati karena hampir seluruh pabrik botol disana gulung tikar karena industri botol minuman ringan beralih ke industri kemasan lain. Namun ketika departemen pendidikan pemerintah membahas kemungkinan mengubah sistem pendidikan negeri itu. dan siap menjadi gerbong utama untuk mengendalikannya. Dan jelas semua ini harus menjadi bagian dari kecerdasan kepemimpinan untuk tetap bijaksana dalam mengeksplorasi potensi bumi kehidupan kita. sukses akan terbentang luas bagi pemimpin yang akan memimpin dengan misi memberikan harga diri kepada setiap orang. Kita dapat mengenali adanya perubahan yang berangsur-angsur bila sebagai seorang pemimpin terus menerus kita mengamati perubahan dalam jangka panjang. Kecerdasan kepemimpinan tidak hanya akan meramalkan masa . dan mengajarkan kepada sumber daya manusia tentang bagaimana seharusnya bekerja dan melewati semua masa sulit dengan kemenangan. Akhirnya ketika pemerintah tersebut sungguhsungguh melakukan pembaharuan di dalam sistem pendidikannya sehingga sistem tadi menjadi sangat efektif.

juga para sekretaris tadi dengan sinis mengatakan bahwa produk ini hanyalah mesin ketik yang lebih canggih karena diberikan layar. Tiap-tiap pemimpin dalam organisasi atau komunitasnya tentu harus berhadapan dengan dampak dari salah satu faktor di atas entah dampak baik atau dampak buruknya. Chaos bukan berarti suatu perubahan yang tidak ada polanya sama sekali. Beberapa saat kemudian ketika komputer mulai hadir. Semakin lama orang semakin sadar walaupun belum tentu muncul jalan keluar nyata dari masalah ini. sang pemimpin berupaya mendapatkan gambaran keseluruhan mengenai apa yang sedang terjadi dan polanya. Demikian juga televisi yang nyatanya kini mengubah jam tidur. Hal ini merupakan tugas seorang pemimpin. dan kecepatan tinggi. salah satu hal yang sulit ditangani adalah mengenali perubahan jenis ini serta menentukan cara menanganinya. dan sebagainya. Tak lama kemudian. ketika program data base muncul. Kemudian. terpanalah mereka. Perubahan ketiga adalah perubahan sengaja yang bersifat intermitent atau sesekali. penghapus.disangkali orang karena cenderung membuat orang merasa takut tidak dapat menyesuaikan diri Mereka mengecilkan makna perubahan tadi atau dampaknya. korupsi. dan terlalu banyak fiturnya. Perubahanperubahan seperti ini terus hadir namun seakan tidak sinambung atau terkait. Dalam melakukan tugas kepemimpinan. lalu lenyap. kemudian lenyap kembali. kurang bersuara. Di kemudian hari kelanjutan perubahan ini muncul lagi. Salah satu cara terbaik adalah dengan secara teratur menyimak percakapan para tokoh yang terbiasa membuat analisis makro tentang trend yang terjadi. Para sekretaris dalam cerita di atas gagal menyadari bahwa komputer adalah suatu loncatan dahsyat dalam sejarah manusia. Hanya orang-orang yang pengamatannya tajam dapat mengenali keseluruhan pola yang muncul serta dampaknya. Walaupun demikian bila kita teliti secara mendalam. Demikian juga masalah pajak. Pembahasan tentang hal ini tidak terjadi terus menerus namun juga tidak bersifat musiman. percakapan dan sorotan tentang pendidikan ini terus muncul semakin lama semakin sering dan dalam. Banyak diantara mereka memberikan protes keras karena setelah bekerja 20 tahun mereka diharuskan mengikuti kursus penggunaan program Word atau sejenisnya. pola berpakaian. Ada saatnya ia muncul. pola komunikasi di rumah dan pendidikan anak. Salah satu caranya ialah dengan menyimak pada percakapan dari pakar-pakar atau orang-orang yang merupakan ahli di dalam bidang yang berbeda-beda. Contoh yang paling jelas adalah ketika mesin ketik manual digantikan dengan mesin ketik electric yang mampu menghadirkan berbagai jenis huruf. Loncatan-loncatan yang dahsyat dapat disadari hanya bila orang meneliti berbagai perubahan yang ada dan mulai memperkirakan polanya dan dalam hal apa loncatan akan terjadi. Namun dampak . Banyak sekretaris merasa bahwa mesin ketik baru ini tidak enak. Tanpa disadari mereka sudah tertinggal sangat jauh sehingga merasa tidak lagi mungkin mengejar perubahan yang terjadi. demikian juga spread sheet dan berbagai program dengan grafik yang indah. Perubahan jenis yang keempat adalah perubahan sengaja yang dikenal dengan nama chaos atau kekacauan. Contoh dari perubahan jenis ini adalah masalah ketidak puasan orang terhadap pola pendidikan yang terjadi di negeri ini.

Ada berbagai perubahan yang perlu dilaksanakan di dalam suatu organisasi atau komunitas dimana seorang pemimpin bekerja.. 3. bagaimana akibat dari kupu-kupu yang musnah di Selorejo misalnya.dari perubahan yang ada tadi sangat tersembunyi. sistem yang terkait baik dengan kepemimpinan masih tidak cukup menghasilkan gerak dan transformasi bila budaya organisasi tidak dikelola dengan baik dan sengaja. terkait dengan kerusakan pola lingkungan yang berbahaya bagi ikan mujair di Majalaya? Sekali lagi. secara bersama pula dilakukan penugasan sehingga semua pihak mengatasi masalah ini secara terkoordinir serta merasa dilibatkan. perubahan harus disimak bersama dengan pengikutnya sehingga tercapai kesamaan persepsi tentang apa yang sedang dihadapi bersama. . Perubahan pada tingkat kualitas dan jumlah manusia yang terlibat Perubahan pada pola kepemimpinan Perubahan pada struktur organisasi. Pertama-tama. Biasanya di dalam siklus suatu komunitas dan organisasi dibutuhkan waktu transisi dari seorang pemimpin yang memusatkan segala hal pada dirinya menjadi seorang pemimpin yang bersedia didukung namun sekaligus dibatasi oleh struktur. Kedua. prosedur dan struktur organisasi yang efektif dan selaras dengan corak kepemimpinannya. prosedur. Efektifitas organisasi tadi terlihat dari bagaimana organisasi tadi mampu dengan lugas dan tepat menangani perubahan yang ada di dalam dirinya maupun yang datang dari lingkungannya. dan berbagai sistem di dalamnya Perubahan pada budaya organisasi. sistem dan prosedur organisasinya. namun menjadi ahli dalam menyimak pada pakar yang tepat dalam urusan perubahan ini serta menjadi ahli dalam melibatkan pengikutnya untuk mengenali dan menangani perubahan yang dihadapi. Maka secara sengaja sang pemimpin harus merumuskan nilai-nilai yang harus dikembangkan di dalam organisasi yang dipimpinnya. Contohnya. dalam menyimak perubahan dan dampaknya bagi apa yang ia sedang lakukan seorang pemimpin tidak perlu menjadi ahli perubahan. Seorang pemimpin yang berkarakter baik saja tidak cukup untuk menghasilkan corak kepemimpinan yang mampu menggerakkan orang dan mengadakan proses transformasi. 4. bila kepemimpinannya tidak didukung oleh suatu sistem. Kemudian. iaa perlu membentuk dan mengubah apa yang ada agar menjadi serasi dengan apa yang diidamkannya dan terbaik dalam mencapai misinya. 2. 1. Dalam paradigma pemimpin yang melayani. khususnya pada nilai-nilai yang dianut bersama. maka organisasi atau komunitas tadi akan menjadi efektif. Hanya bila hal-hal tadi saling terkait dengan selaras. Hal ini akan dibahas secara khusus karena merupakan hal yang tidak terlalu diperhatikan orang dan sekaligus juga tidak banyak dikenal oleh ahli-ahli. Dengan demikian fase untuk mengadakan sosialisasi tujuan dan makna perubahan menjadi fase yang panjang dan ditangani secara serius.

strutur.Secara ringkas dapat dikatakan bahwa bila kepemimpinan. DAFTAR PUSTAKA Sutjipta. Ing Madyo Mangun Karso yaitu ditengah-tengah bawahannya selalu membangkitkan semangat dan kehendak kerja atau bisa disebut dengan motivasi bagi bawahannya. Denpasar. Keberanian seorang pemimpin. Ghalia Indonesia. . bukan keberanian jasmani semata. Dan selalu berpegang teguh pada panji kebenaran untuk menjadi seorang pemimpin yang sejati. Wahyo. menghargai opsisi. 1984. Sumidjo. Dengan memberikan dorongan kepada bawahannya maka bawahannya akan memperoleh kemajuan yang baik dalam bentuk pengalaman. ia akan berhenti menjadi pemimpin dan beralih menjadi manajer saja. sistem dan prosedur serta budaya organisasi diubah sehingga terintegrasi. tetapi sebagai ilham dan suara hati nurani bangsa. bukan karena sebagai pahlawan perang semata. akan selalu tampak mengarah kepada kesejahteraan orang banyak. berunding dengan lawan dan mempersilahkan rakyat menilai manfaatnya sebagai pemimpin. Namun walaupun seorang pemimpin memiliki sistem. “Manajemen Sumber Daya Manusia” Diktat: Univeritas Udayana. KESIMPULAN DAN SARAN Oleh karena seorang pemimpin pada kebanyakan momen harus berada didepan untuk mewakili komponen-komponen yang dipimpinnya. Selanjutnya. tetapi mendorong orang untuk mengatakan. Jakarta. Nyoman. mengakui kesalahannya. maka timbullah berbagai kebingungan. Intisari ajaran yang perlu diperhatikan adalah ketidak takutan dan kebenaran dan tindakan yang selaras dengan ajaran itu. struktur dan proses serta dukungan budaya organisasi yang cocok. 2001. Karena keberanian moral seperti itulah ia akan selalu dicintai dan dihormati. rasa percaya diri ataupun hal-hal yang lainnya. membetulkan kekeliruannya.”Kepemimpinan dan Motivasi”. dan Tut Wuri Handayani yang artinya seorang pemimpin harus mau dan sanggup memberikan dorongan dari belakang. budaya organisasi atau iklim hubungan sangat menentukan bagaimana organisasi tadi memproses apa yang perlu ditanganinya. maka seorang pemimpin harus Ing Ngarso Sung Tulodo yaitu sebagai teladan. tanpa kehadiran orang-orang yang tepat di organisasinya. maka semuanya tetap akan sia-sia. Bagaimana kalau kebalikannya terjadi? Apakah yang akan terjadi bila hanya muncul suatu perubahan yang baik di salah satu faktor di atas? Kalau seorang pemimpin tidak mendukung struktur yang ada atau proses yang disepakati. Sebaliknya bila struktur yang ada menghimpit kreatifitasnya. maka keseluruhannya akan sangat handal dan efektif dalam menangani perubahan baik makro dan mikro.

com/2010/07/sistem-manajemen-pendekatan-pemimpin. Siagian. Sondang P. Rajawali. CV.html Thoha. PT. Miftah. Category Article manajemennas RI . Jakarta.blogspot. “Organisasi. Gunung Agung. Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi”.”Kepemimpinan Dalam Manajemen”. Jakarta. 1986. 1994.http://artikelrande.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful