ASKEP CA LAMBUNG

Label: Perkuliahan PENGERTIAN Ca lambung merupakan neoplasma maligna yang ditemukan dilambung. PENYEBAB • Tidak diketahui pasti • Ada kaitannya dengan : diet, genetic, komposisi tanah, lambung kronis PATOFISIOLOGI • Ca lambung paling sering timbul dari lapisan mucus lambung. Ca lambung menyebar dengan cara : -- Dengan ekstensi langsung ke dalam pancreas -- Melalui limfatik -- Melalui infiltrasi hematogen pada hati, paru dan tulang. PENATALAKSANAAN MEDIKAL • Kemoterapi dan terapi radiasi • Reseksi bedah. • Obat multiple (fluorosil, mitomisin C dan doksorubisin) • Hiperalimentasi (nutrisi intravena). PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN Diagnosa Keperawatan : 1. Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang direncanakan. Tujuan : • Ansietas berkurang dan klien dapat memilih cara koping yang efektif. Intervensi Keperawatan : • Berikan relaksasi, suasana yang tidak mengancam. • Dukung tindakan koping positif. • Anjurkan dan diskusikan tentang adanya prosedur dan tindakan. 2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia. Tujuan : • Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme. Intervensi Keperawatan : • Dorong pemberian makan sedikit dan sering serta tidak mengiritasi. • Menjamin makanan suplemen tinggi kalori, vitamin A, C dan besi. • Berikan vitamin B12 parenteral secara pasti. • Pantau kecepatan dan frekuensi terapi intravena. • Catat masukan, haluaran dan BB setiap hari. • Tinjau tanda dehidrasi. • Tinjau ulang pemeriksaan laboratorium harian untuk memperhatikan abnormalitas metabolic. • Berikan antiemetik sesuai ketentuan. 3. Nyeri berhubungan dengan adanya sel-sel epitel abnormal. Tujuan :

• Kaji frekuensi. 1. mereka tidak tahu bahaya apa yang akan terjadi jika mereka mengkonsumsi makanan tersebut dalam jangka panjang.4 METODE 1.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang di atas timbul permasalahan sebagai berikut: 1.• Klien mengalami nyeri terkontrol atau mengalami peredaan nyeri. Bagaimana konsep dasar asuhan keperawatan untuk penyakit Ca lambung? 1.3 TUJUAN 1. Untuk mengetahui konsep dasar asuhan keperawatan untuk penyakit Ca lambung. • Kerja sama dengan klien untuk membantu mengatasi nyeri. jawab pertanyaan klien dengan jujur. • Beri kebebasan untuk berduka . Salah satu contoh kanker akibat kebiasaan buruk ini adalah kanker lambung dimana kanker lambung ini merupakan suatu bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. 2. Untuk mengetahui konsep dasar penyakit Ca lambung. intensitas dan durasi nyeri. 1. sehingga penyakit tersebut baru diketahui ketika telah mencapai stadium lanjut. • Dukung ketidakyakinan dan waktu yang diperlukan untuk menerima diagnosis. • Dorong berpartisipasi dalam keputusan pengobatan. • Berikan dukungan emosional dan libatkan anggota keluarga dan orang terdekat. Berbagai penyakit bisa saja mereka derita akibat mengkonsumsi makanan cepat saji yang menjadi pilihan mereka. Intervensi Keperawatan : • Berikan analgetik sesuai ketentuan. Metode kajian pustaka . Begitu juga dalam hal memilih makanan. Sebagian manusia terkadang mengabaikan suatu gejala penyakit yang timbul dalam dirinya. Berduka yang diantisipasi berhubungan dengan diagnosa kanker. ASKEP CA LAMBUNG BAB I PENDAHULUAN 1. Dengan alasan lebih mudah dan efisien. hampir sebagian masyarakat lebih memilih mengkonsumsi makanan cepat saji yang mereka sendiri tidak tahu bahan apa saja yang digunakan untuk mengolah makanan tersebut dibandingkan mengolah bahan makanan sendiri dirumah. Salah satu penyakit yang mungkin timbul akibat mengkonsumsi berbagai makanan cepat saji dalam jangka panjang adalah kanker. Namun dibalik rasa nikmat yang dirasakan. • Berikan pelayanan professional sesuai kebutuhan.1 LATAR BELAKANG Di era serba cepat seperti saat ini tidak sulit bagi setiap orang untuk memenuhi keinginannya dalam waktu yang relative singkat. Bagaimana konsep dasar penyakit Ca Lambung? 2. Tujuan : • Klien mampu memahami dan mendiskusikan penyakit dan pilihan pengobatan. • Dorong periode istirahat dan relaksasi. 4. Intervensi Keperawatan : • Bantu mengekspresikan rasa takut dan masalah tentang diagnosis.

buah. hanya 4% dari organ dengan karsinoma lambung mempunyai riwayat keluarga. dan keturunan.700 kematian setiap tahunnya. daging sapi dan ikan. akan tetapi sejumlah faktor dihubungkan dengan penyakit tsb. Frekuensi lebih besar timbul pada individu dengan gol. yang telah menyababkan diadakannya skriningmassa untuk diagnosis awal di negara ini. Jadi dipercaya bawha pendinginan dan vit C (dalam buah segar dan sayuran) dapat menghambat nitrokarsinogen. Faktor genetik mungkin memainkan peranan dalam perkembangan kanker lambung. KONSEP DASAR PENYAKIT Kanker Lambung ( Ca Lambung ) 2. Karsinoma lambung merupakan bentuk neoplasma lambung yang paling sering terjadi dan menyebabkan sekitar 2. dengan penurunan konsumsi makanan yang diawetkan.darah A. Insiden kanker lambung lebih banyak di Jepang. rokok. kebanyakan pada individu dengan usia lebih dari 40 tahun dan kadang-kadang pada individu yang lebih muda. ulkus lambung. Penurunan kanker lambung di USA pada decade lalu dipercaya sebagai hasil pendinginn yang meningkat yang mnyebabkan terjadinya bermacam-macam makanan segar termasuk susu. dan makanan pedas. virus onkogenik mungkin mengambil bagian penting dalam karsinoma lambung. bakteri H.2. sayuran. garam. pylori. aklorhidria ( tidak adanya asam hidroklorida ). ini masih menjadi masalah serius dengan jumlah 14. Namun. Juga dipercaya bahwa faktor eksogen dalam lingkungan seperti bahan kimia karsinogen. Diet tinggi makanan asap dan kurang buah-buahan dan sayuran dapat meningkatkan resiko terhadap kanker lambung. 2. Riwayat keluarga meningkatkan resiko individu tetapi minimal.1 DEFINISI Kanker lambung atau kanker lambung merupakan bentuk neoplasma maligna gastrointestinal. Ada yang timbul sebagai hubungan dengan konsumsi gram yang meningkat. Ingesti nitrat dan nitrit dalam diet tinggi protein telah memberikan perkembangan dalam teori bahwa senyawa karsinogen seperti nitrosamine dan nitrosamide dapat dibentuk oleh gerak pencernaan. Kebanyakan kanker lambung terjadi pada kurvatura kecil atau antrum lambung dan adenokarsinoma. Karena lambung mempunyai kontak yang lama dengan makanan. Metode penelusuran BAB II PEMBAHASAN I. Diet tampaknya menjadi faktor yang signifikan.3 ETIOLOGI Penyebab dari kanker lambung masih belum diketahui. 1991) 2. anemia pernisiosa. 2. bahan-bahan makanan sudah dikaitkan.2 EPIDEMIOLOGI Kanker lambung terus berkurang di Amerika Serikat. juice. Faktor lain yang berhubungan dengan insiden kanker lambung mencakup inflamasi lambung.6% dari semua kematian akibat kanker (Cancer Facts and Figures.4 FAKTOR PREDISPOSISI Adapun faktor predisposisi dari kanker lambung ini yaitu : .

2. 2. dan Kolombia. Perokok dan pengguna alkohol 5. menyebabakan kantong tidak dapat meregang dengan hilangnya lipatan normal dan lumen yang sempit. Faktor genetik. Kira-kira 75% dari karsinom ditemukan pada 1/3 distal lambung.6 KLASIFIKASI Ada 3 bentuk umum karsinoma atau kanker lambung. selain itu menginvasi struktur lokal seperti bag. hati. pancreas. Kebiasaan makan makanan yang mengandung bahan karsinogenik seperti daging asap. Status ekonomi yang rendah. Thailand.5 PATOFISIOLOGIS Beberapa faktor dipercaya menjadi pemicu kanker yang mungkin yaitu polip.7 TANDA DAN GEJALA Pada tahap awal kanker lambung. Kanker lambung adalah adenokarsinoma yang muncul paling sering sebagai massa irregular dengan penonjolan ulserasi sentral yang dalam ke lumen dan menyerang lumen dinding lambung. Gejala penyakit progresif dapat meliputi: 1. tampak seperti kembang kol yang menonjol ke dalam lumen dan dapat berasal dari polip adenomatosa 3. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa gejala awal. Pekerja dalam industri tertentu 6. Nausea (perasaan/sensasi sebelum muntah) 4. Karsinoma polipoid. dapat menembus seluruh ketebalan dinding lambung dan dapat menyebabkan terbentuknya ” lambbung botol kulit ” (linitis plastica ) yan tidak lentur. dan tinggi nitrat. 3. Infiltrasi dapat melebar keseluruh lambung. Vomiting (muntah) . gastritis atrofi kronis dan ulkus lambung. tetapi kanker lambung mungkin ada bersamaan dengan ulkus lambung dan tidak ditemukan pada pemeriksaan diagnostic awal. 2. gejala mungkin tidak ada. Kanker lambung mungkin timbul sebagai penyebaran tumor superficial yang hanya melibatkan prmukaan mukosa dan menimbulkan keadaan granuler walupun hal ini jarang. otak dan lambung. anemia pernisiosa. Lingkungan. Desi polipoid juga mungkin timbul dan menyebabkan sukar untuk membedakan dari polip benigna pada X-ray. 2. tetapi hal ini tidak lazim. Irlandia. dapat menyerupai gejala pada pasien ulkus benigna. Metastase timbul pada paru. Karsinoma ulseratif merupakan jenis yang paling sering dijumpai dan harus dibedakan dari ulkus peptikum jinak. Tumor mungkin menginfiltrasi dan menyebabkan penyempitan lumen yang paling sering di antrum.bawah dari esophagus. kolon transversum dan peritoneum. yaitu : 1. prostgastrektomi. Rasa tidak enak/nyaman pada perut (abdominal discomfort) 3. Diyakini bahwa ulkus lambung tidak mempengaruhi individu menderita kanker lambung. 4.1. seperti nyeri yang hilang dengan antasida. 2. Karsinoma infiltratif. Finlandia. Biasanya nonspesifik (tidak khas) 2. makanan yang diasamkan. karena kanker lambung lebih sering terjadi pada orang bergolongan darah A dari pada golongan darah lainnya. karena kanker lambung sangat sering terjadi di Jepang. pleura.

Faktor-faktor yang memperburuk penyakit ini antara lain: 1. Kanker Lambung Ganas (malignant gastric cancer) kedua yang paling banyak dijumpai setelah adenocarcinoma. pemindai tulang. Pada kebanyakan pasien ini. pasien dapat sembuh. 3. Keterlibatan lesser curvature dari lambung 2. dan pemindai hepar dilakukan dalam menentukan luasnya metastasis. Berarti lebih banyak dialami oleh pria. Anorexia (kehilangan selera makan) 6. paliasi efektif untuk mencegah gejala seperti obstruksi. Ukuran tumor yang besar 3. Esofago Jeyusutomy (gastrektomi total) 2. Perdarahan (hemorrhage) 2. teraba massa di epigastrium. 2. Kemoterapi → kurang berhasil Obat kemoterapi yang sering digunakan mencakup kombinasi 5-fluorourasil (5FU). Stadium lanjut (advanced stage) Catatan: 1. 2. Pembedahan a.5. Bila tumor dapat diangkat ketika masih terlokalisasi di lambung.11 TERAPI/ TINDAKAN PENANGANAN 1. dan terkadang terba kelenjar limfe klavikula.12 PENATALAKSANAAN Tidak ada pengobatan yang berhasil menangani karsinoma lambung kecuali mengangkat tumornya.8 PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan fisik dapat membantu diagnosis seperti penurunan berat badan. anemia. 2. 3. jika telah metastasisi ke hati akan terba hati yang irreguler. Berat badan menurun (weight loss) 7. Risiko lebih tinggi 5X pada HIV (Human Immunodeficiency Virus) 4. Hanya meliputi 5% dari semua kanker lambung (gastric tumors). 2. Gasterktomi sub total → Ca Menyebar ke luar lambung b. •Pemeriksaan sinar-X terhadap saluran GI atas dengan barium. . Rasio pria:wanita = 1. Bila tumor telah menyebar ke area lain yang dapat dieksisi secara bedah. penyembuhan tidak dapat dipengaruhi. dan mitomycin-C. karena metastase sering terjadi sebelum tanda peringatan ada •Pemindai tomografi komputer. Radiasi → efek kurang berhasil 2. Adriamycin.10 PROGNOSIS Prognosisnya buruk. kebanyakan pasien telah mengalami metastase pada waktu didiagnosis.7 : 1.9 PEMERIKASAAN PENUNJANG •Endoskopi untuk biopsi dan pencucian sitologis adalah pemeriksaan diagnostik umum.

Kaji karakteristik nyeri dan ketidaknyamanan.dapat diperoleh dengan reseksi tumor. Bila demikian anggota keluarga dekat atau langsung atau kerabat jauh yang terkena? Apakah status perkawinan pasien? Adakah seseorang yang dapat memberikan dukungan emosional? Selama pemeriksaan fisik ini dimungkinkan untuk melakukan palpasi massa. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1.Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia 3.Kekurangan volume cairan b/d syok/hemoragi 6. 2. Apakah pasien mengalami penurunan BB.Kolaborasi dalam pemberian analgesik untuk meningkatkan peredaran nyeri optimal dalam batas . R: memberikan dasar untuk mengkaji perubahan tingkat nyeri dan mengevaluasi intervensi. kualitas frekuensi.Ansietas b/d penyakit dan pengobatan yang diantisipasi 5. Nyeri b/d adanya sel epitel abnormal. INTERVENSI Dx1. Bila ada metastasis pada organ vital lian.dsb. Kriteria hasil : -Pasien tidak tampak meringi -Skala nyeri 0 ( tidak nyeri) -Pasien tampak lebih rileks Intervensi : . jika ya seberapa banyak. pengobatan dengan kemoterapi dapat memberikan kontrol lanjut terhadap penyakit atau paliasi. . Untuk pasien yang menjalani pembedahan namun tidak menunjukkan perbaikan. Bila gasterktomi subtotal radikal dilakukan. Bila gastrektomi total dilakukan kontinuitas gastrointestinal diperbaiki dengan anastomosis diantara ujung esofagus dan jejunum. PENGKAJIAN Perawat mendapatkan riwayat diet dari pasien yang memfokuskan pada isu seperti masukan tinggi makanan asap atau diasinkan dan masukan buah dan sayuran yang rendah. . Pembedahan paliatif dilakukan untuk menghilangkan gejala obstruksi atau disfagia. Perawat harus mengobservasi adanya ansites. Radiasi digunakan untuk paliasi pada kanker lambung. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan nyeri berkurang .Tenangkan pasien bahwa anda mengetahui bahwa nyeri yang dirasakan adalah nyata dan bahwa anda kan membantu pasien dalam mengurangi nyeri tsb. seperti pada gastrektomi untuk ulkus. durasi. R: Rasa takut dapat meningkatkan ansietas dan mengurangi toleransi nyeri. Apakah pasien perokok? Jika ya seberapa banyak sehari dan berapa lam? Apakah pasien mengeluhkan ketidaknyamanan lambung selama atau setelah merokok? Apakah pasien minum alcohol? Jika ya seberapa banyak? Perawat menanyakan pada pasien bila ada riwayat kleuarga ttg kanker. terkontrol. pembedahan dilakukan terutama untuk tujuan paliatif dan bukan radikal. Organ diperiksa untuk nyeri tekan atau massa. Nyeri biasanya gejala yang lambat. 3.Nyeri b/d adanya sel epitel abnormal 2.Berduka b/d diagnosisi Ca 4. II KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN 1. seperti hepar. lokasi.Resiko infeksi b/d insisi bedah. puntung lambung dianastomosiskan pada jejunum.

bunyi-bunyi yang tidak menyenangkan didalam lingkungan selama waktu makan. Kriteria hasil : . Kriteria hasil: .Nafsu makan meningkat . Dx2.Klien sanggup menerima keadaannya .Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme . .Kolaboratif pemberian diet cair komersial dengan cara pemberian makan enteral melalui selang. R: Cenderung lebih efektif ketika diberikan dini pada siklus nyeri.Dorong pengungkapan ketakutan. Pertimbangkan makanan dingin.Ajarkan pasien hal-hal sbb : hindari pandangan.Ajarkan pasien strategi baru untuk meredakan nyeri dan ketidaknyamnan dengan distraksi. Berduka b/d diagnosisi Ca. diet makanan elemental/makanan yang diblender melalui selang makan silastik sesuai indikasi. . . R: dasar pengetahuan yang akurat dan meningkat akan mengurangi ansietas dan meluruskan miskonsepsi. pengobatan dan implikasinya dimasa mendatang. Hormati kesukaan makanan berdasarkan etnik. .resep dokter. R: tingkat cairan diperlukan untuk menghilangkan produk sampah dan mencegah dehidrasi. imajinasi. R: anoreksia dapat distimulasi atau ditingkatkan dengan stimuli noksius.Meningkatkan kadar cairan bersama makanan dapat mengarah pada keadaan kenyang. . jika diinginkan. R: Meningkatkan strategi pereda nyeri alternative secara tepat.Berikan dorongan partisipasi aktif dari pasien dan keluarga dalam keputusan perawatan dan pengobatan. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan kebutuhan nutrisi klien terpenuhi. kekhawatiran. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia. R: makanan kesukaan yang dioleransi dengan baik dan tinggi kandungan kalori serta proteinnya akan mempertahankan status nutrisi selama periode kebutuhan metabolic yang meningkat.Tidak menutup diri . Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan klien dapat melewati proses berduka dengan baik. pertanyaan mengenai penyakit.Berikan dorongan masukan cairan yang adekuat.Mengkomunikasikan perasaannya dengan baik Intervensi : . Dx3.Tidak terjadi penurunan berat badan Intervensi Keperawatan : . R: pemberian makanan melalui selang mungkin diperlukan pada pasien yang sangat lemah yang sistem gastrointestinalnya masih berfungsi. R: makanan dingin tinggi kandungan protein sering lebih dapat ditoleransi dengan baik dan tidak berbau dibanding makanan yang panas. tetapi batasi cairan pada waktu makan. bau. lebih baik lagi makanan dengan kandungan tinggi kalori/protein. relaksasi. .Sarankan makan yang disukai dan yang ditoleransi dengan baik oleh pasien. .

R: partisipasi aktif akan mempertahankan kemandirian dan control pasien.Tidak terjadi penurunan berat badan secara mendadak Intervensi : .Klien lebih rileks . Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan kebutuhan cairan klien terpenuhi. . R: menfasilitasi proses berduka dan perawatan spiritual.Turgor kulit baik . dan kemungkinan rasa marah akibat diagnosisi dan prognosisi. .Berikan lingkungan yang rileks dan tidak mengancam. .Kunjungi keluarga untuk menetapkan dan memelihara hubungan dan kedekatan fisik.5. R: meningkatkan rasa saling percaya dan keamanan serta mengurangi perasaan takut. nadi dan frekuensi pernapasan Berikan produk darah sesuai program R: menurunnya volume sirkulasi darah dapat menimbulkan syok hipovolemik. Dx. Kriteria hasil : . Dx6. R: untuk ekspresi emosional tanpa kehilangan harga diri. masalah. . Risiko infeksi b/d insisi bedah . R: perasaan ini diperlukan untuk terjadinya perpisahan dan kerenggangan. Kekurangan volume cairan b/d syok/hemoragi. R: untuk mempertahankan kemandirian dan kontrol pasien.Pantau terhadap tanda-tanda hemoragi: Observasi aspirasi lambung terhadap bukti adanya darah Observasi garis jahitan terhadap adanya perdarahan Berikan produk darah sesuai program R: penurunan vol darah sikulasi dapat menimbulkan syok hipovolemik. R: pasien dapat mengekspresikan rasa takut. Kriteria hasil : . Ansietas b/d penyakit dan pengobatan yang diantisipasi.Berikan dorongan partisipasi aktif dari pasien dan keluarganya dalam keputusan perawatan dan pengobatan.Tidak terjadi peningkatan respirasi Intervensi : . .Anjurkan pasien mendiskusikan perasaan pribadi dengan orang pendukung misalnya rohaniawan bila diinginkan.Klien tidak tampak lemah . Dx4.Sisihkan waktu untuk periode menangis dan mengekspresikan kesedihan. . didalam batasan yang dapat diterima. termasuk marah yang meluap-meluap. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan ansietas klien menurun.Kaji klien tehadap tanda-tanda syok Evaluasi drainase dari balutan dan penampung drainase Evaluasi tekanan darah.Nadi normal .Berikan dorongan ventilasi perasan-perasaan negative.

Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan tidak terjadi gejala infeksi. nyeri tekan. demam.Mencapai peredaan gangguan rasa nyaman. kekakuan.Kaji abdomen terhadap tanda peritonitis. a. R: peritonitis dapat terjadi sekunder akibat bedah lambung. a. Klien terlihat lebih rileks b. a.Tidak ada gejala infeksi.Tidak ada peningkatan suhu . distensi. nyeri tekan. Turgor kulit baik c.Kolaborasi pemberian antibiotic profilaktik sesuai program. dan kehilangan fungsi. 4. Melaporkan peredaan rasa nyeri (skala nyeri 0) b. EVALUASI Dx1. . karena jika keadaan luka kotor akan lebih rentan terjadi infeksi. Klien tidak tampak lemah b.Kaji luka terhadap tanda dan gejala infeksi seperti kemerahan. Respirasi normal(12-20 x/mnt) Dx5. Klien akan mempertahankan masukan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme b.Kebutuhan cairan terpenuhi. Tidak terjadi penurunan berat badan secara mendadak Dx6. Nafsu makan meningkat c. Tidak terjadi penurunan berat badan Dx3. Klien sanggup menerima keadaannya b. R: antibiotic sering diberikan pada klien setelah bedah abdomen untuk mencegah infeksi. Pasien tampak lebih rileks Dx2. Nadi normal (60-100 x/mnt untuk dewasa) c. Mengkomunikasikan perasaannya dengan baik Dx4.Tidak kehilangan fungsi Intervensi : . Kriteria hasil : . a.Kebutuhan nutrisi tercukupi.Tidak timbul nyeri . a. Tidak menutup diri c. Pasien tidak tampak meringis c. bengkak. R: luka harus bersih.Tidak adanya pembengkakan . . .Mencapai penurunan ansietas.Memperlihatkan peningkatan sikap untuk menerima keadaan diri.Tidak timbul kemerahan .

Tidak adanya pembengkakan c. Tidak timbul kemerahan b. Tidak kehilangan fungsi . Tidak timbul nyeri d. Tidak ada peningkatan suhu e.a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful