BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI), yaitu 228 per 100.

000 kelahiran hidup (SDKI tahun 2007), penurunannya yang lambat merupakan masalah prioritas yang belum selesai. Sedangkan target yang harus dicapai pada tahun adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup. Penanganan masalah ini tidaklah mudah, karena faktor yang melatar belakangi kematian ibu dan bayi baru lahir sangat kompleks. Penyakit kematian ibu terbanyak (90%) disebabkan oleh komplikasi obstetri; yaitu, perdarahan, infeksi dan eklamsi.Perdarahan dapat terjadi entah itu ante partum, intra partum, maupun post partum. Perdarahan ante partum salah satunya adalah plasenta previa. Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Angka kejadian plasenta previa adala 0,4 -0,6 % dari keseluruhan persalinan. Dengan penatalaksanaan yang baik mortalitas perinatal adalah 50 per 1000 kelahiran hidup. Pada awal kehamilan, plasenta mulai terbentuk, berbentuk bundar, berupa organ datar yang bertanggung jawab menyediakan oksigen dan nutrisi untuk pertumbuhan bayi dan membuang produk sampah dari darah bayi. Plasenta melekat pada dinding uterus dan pada tali pusat bayi, yang membentuk hubungan penting antara ibu dan bayi. Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu yaitu plasenta previa totalis : bila seluruh pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta, plasenta previa lateralis : bila hanya sebagian pembukaan jalan lahir tertutup oleh plasenta, plasenta previa marginalis : bila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan jalan lahir, plasenta previa letak rendah : bila plasenta berada 3-4 cm diatas pinggir pembukaan jalan lahir. Etiologi plasenta previa belum jelas. Bahwasanya vaskularisasi yang berkurang, atau perubahan atrofi pada desidua akibat persalinan yang lampau 1

klasifikasi. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. B. pertama kali harus dicurigai bahwa penyebabnya ialah plasenta previa sampai kemudian dugaan itu salah. Sehingga menarik rasanya untuk membahas kasus ini dan mengangkatnya dalam role play. sebagai bahan yang akan diangkat dalam proses pembelajaran klinik dengan kasus pasien tidak mau di rujuk. tak acuh hingga menolak untuk di rujuk. Tujuan Adapun tujuan yang hendak di capai adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah metodologi khusus. karena tidak nyata dengan jelas bahwa plasenta previa didapati untuk sebagian besar pada penderita dengan paritas yang tinggi. sehingga terkadang pasien yang mengalami hal tersebut. diagnosis dan penatalaksanaannya ? C. Rumusan Masalah Adapun rumusan dalam penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan plasenta previa. etiologi. 2 .dapat menyebabkan plasenta previa tidaklah selalu benar. gambaran klinik. Pada setiap perdarahan antepartum. Kasus plasenta previa adalah hal yang awam di masyarakat.

plasenta tidak lagi menutupi jalan lahir. Pada akhir kehamilan. Placenta-previa artinya “plasenta di depan” (previa = depan). Artinya. Normalnya. Plasenta merupakan suatu organ yang terbentuk pada dinding sebelah dalam uterus segera setelah terjadi pembuahan. Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal. Penutupan jalan lahir ( serviks ) disebut sebagai plasenta previa. kemungkinannya masih dapat berubah. posisi plasenta terhadap serviks dapat berubah. plasenta 3 . Sesuai dengan pertumbuhan uterus. plasenta terletak di bagian atas uterus.BAB II PEMBAHASAN A. Jika dokter mendiagnosis adanya suatu plasenta previa atau plasenta letak rendah sebelum usia kehamilan 20 minggu. yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. Definisi Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal. plasenta melekat pada dinding atas uterus. Sekitar 90 % kasus – kasus plasenta previa yang didiagnosis sebelum usia kehamilan 20 minggu akan mengalami perubahan pada akhir kehamilannya. agak ke atas ke arah fundus uteri. Zat-zat makanan dan oksigen akan didistribusikan dari ibu ke janinnya melalui plasenta serta membawa sisasisa metabolisme ke luar dari tubuh janin. Bagaimanapun. plasenta terbentuk pada bagian bawah uterus dan sebagiannya menutupi serviks. Pada keadaan normal. biasanya di depan atau di belakang dinding uterus. kurang dari 1 % kelahiran. yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir pada kehamilan 28 minggu atau lebih.

dan biasanya tetap tidak dilahirkan melalui per-vaginam. C. Risiko perdarahan tetap ada. Pada posisi inipun risiko perdarahan masih besar. lateralis placenta atau kadang disebut juga dangerous placenta) Posisi plasenta beberapa mm atau cm dari tepi jalan lahir. 4. 2. (Mochtar. 3. 1998). B. yakni : 1. Tetapi diduga hal tersebut berhubungan dengan abnormalitas dari vaskularisasi endometrium yang mungkin disebabkan oleh timbulnya parut akibat trauma operasi/infeksi. Plasenta yang melekat pada area ini akan rusak akibat ketidakmampuan segmen bawah rahim. Perdarahan berhubungan dengan adanya perkembangan segmen bawah uterus pada trimester ketiga. Klasifikasi Terhadap jalan lahir ada 4 kemungkinan jenis plasenta previa. dan bisa dilahirkan per-vaginam dengan aman. jelas tidak mungkin bayi dilahirkan per-vaginam (normal/spontan/biasa). Angka kejadiannya sekitar 3-6 dari 1000 kehamilan. Kemudian perdarahan akan terjadi akibat ketidakmampuan segmen bawah 4 .berada lebih “depan” daripada janin yang hendak keluar. Placenta previa marginalis Bila hanya bagian tepi plasenta yang menutupi jalan lahir. Bisa dilahirkan per-vaginam tetapi risiko perdarahan tetap besar. karena risiko perdarahan sangat hebat. Placenta previa partialis Bila hanya sebagian/separuh plasenta yang menutupi jalan lahir. Etiologi Beberapa faktor dan etiologi dari plasenta previa tidak diketahui. namun bisa dibilang kecil. Placenta previa totalis Bila plasenta menutupi seluruh jalan lahir. asal hat-hati. Pada posisi ini. Low-lying placenta (plasenta letak rendah.

Riwayat plasenta previa sebelumnya. D. Misalnya dari indung telur setelah kehamilan sebelumnya atau endometriosis. Adanya jaringan rahim pada tempat yang bukan seharusnya. Gambaran Klinik Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. Umur ibu yang telah lanjut. dan serviks mulai membuka. 6. akan tetapi tidak jarang pula dimulai sejak kehamilan 20 minggu karena sejak itu segmen bawah uterus telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. segmen bawah uterus akan lebih melebar lagi. perdarahan berikutnya hampir selalu lebih banyak daripada sebelumnya. Kehamilan ganda. Multiparitas. Akan tetapi. 2. 11. Riwayat aborsi. Faktor risiko plasenta previa termasuk: 1. 10. 7. 3. Sosial ekonomi rendah/gizi buruk. Adanya gangguan anatomis/tumor pada rahim. Perdarahan dapat terjadi selagi penderita tidur atau bekerja biasa. Riwayat seksio sesarea. pelebaran segmen bawah uterus dan pembukaan serviks 5 . 5. Apabila plasenta tumbuh pada segmen bawah uterus. 9. Walaupun perdarahannya sering dikatakan terjadi pada triwulan ketiga. Mendapat tindakan Kuretase. sehingga mempersempit permukaan bagi penempatan plasenta. wanita lebih dari 35 tahun. Adanya trauma selama kehamilan. Perdarahan pertama biasanya tidak banyak.rahim untuk berkonstruksi secara adekuat. 4. Dengan bertambah tuanya kehamilan. sehingga tidak akan berakibat fatal. 8. patofisiologi dimulai dari usia kehamilan 30 minggu segmen bawah uterus akan terbentuk dan mulai melebar serta menipis. apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam.

Sumber perdarahannya ialah sinus uterus yang terobek karena terlepasnya plasenta dari dinding uterus. akan tetapi persalinan yang terpaksa diselesaikan dengan janin yang masih prematur tidak selalu dapat dihindari. Oleh karena itu. Makin rendah letak plasenta. menonjol di atas simfisis karena plasenta previa posterior. tidak sebagaimana serabut otot uterus menghentikan perdarahan pada kala III dengan plasenta yang letaknya normal. Darahnya berwarna merah segar berlainan dengan darah yang disebabkan solusio plasenta yang berwarna kehitam-hitaman. makin dini perdarahan terjadi. Apabila janin telah lahir. mengolak ke samping karena plasenta previa parsialis. seperti letak lintang atau letak sungsang. Apabila janin dalam presentasi kepala. perdarahan pada plasenta previa totalis akan terjadi lebih dini daripada plasenta letak rendah yang mungkin baru berdarah setelah persalinan mulai.tidak dapat diikuti oleh plasenta yang melekat disitu tanpa terlepasnya sebagian plasenta dari dinding uterus. Tidak jarang terjadi kelainan letak. atau bagian bawah janin sukar ditentukan karena plasenta previa anterior. Nasib janin tergantung dari banyaknya pedarahan. Perdarahannnya tak dapat dihindarkan karena ketidakmampuan serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan itu. dan tuanya kehamilan pada waktu persalinan. karena perlukaan serviks dan segmen bawah uterus yang rapuh dan mengandung banyak 6 . atau. plasenta tidak selalu mudah dilahirkan karena sering mengadakan perlekatan yang erat dengan dinding uterus. perdarahan post partum seringkali terjadi karena kekurangmampuan serabut-serabut otot segmen bawah uterus untuk berkontraksi menghentikan perdarahan dari bekas insersio plasenta. Apabila plasenta telah lahir. kepalanya akan didapatkan belum masuk ke dalam pintu atas panggul yang mungkin karena plasenta previa sentralis. Perdarahan mungkin masih dapat diatasi dengan transfusi darah. atau karena robekan sinus marginalis dari plasenta. Pada saai itu mulailah terjadi perdarahan. Turunnya bagian terbawah janin ke dalam pintu atas panggul akan terhalang karena adanya plasenta di bagian bawah uterus.

Dr. His biasanya tidak ada 8. Warna perdarahan merah segar 4. Harus diingat bahwa bila dijumpai ibu hamil tersangka plasenta previa rujuk segera ke rumah sakit dimana tedapat fasilitas operasi dan transfusi darah. Denyut jantung janin ada 10. bila memungkinkan kehamilan dipertahakan setua mungkin supaya janin terhindar dari prematuritas. Perdarahan tanpa nyeri 2. harus dikirim ke rumah sakit tanpa dilakukan manipulasi apapun. Timbulnya perlahan-lahan 6. Apabila pada penilaian baik. observasi dengan teliti. Penurunan kepala tidak masuk pintu atas panggul 12.SpOG. Sarwono Prawirohardjo. Penatalaksanaan Menurut Prof. Waktu terjadinya saat hamil 7. Jakarta. kehamilan belum cukup 37 minggu atau berat badan janin dibawah 2500 gr. Sambil mengawasi periksa golongan darah dan menyiapkan donor transfusi darah. Baik rektal apalagi vaginal (Eastmon). 4. 3. yang dapat terjadi bila persalinan berlangsung lama per vaginam.pembuluh darah besar. Presentasi mungkin abnormal E. 2. perdarahan sedikit. janin masih hidup belum inpartu. Rasa tidak tegang (biasa) saat palpasi 9. 1997. 7 . istirahat dan pemberian obat-obatan seperti spasmolitika. Teraba jaringan plasenta pada periksa dalam vagina 11. Perdarahan berulang 3. Penanganan Pasif 1. progestin atau progesterone. Adanya anemia dan renjatan yang sesuai dengan keluarnya darah 5. Perhatian – Tiap-tiap perdarahan triwulan ketiga yang lebih dari show (perdarahan inisial). maka kehamilan dapat dipertahankan. Ciri-ciri plasenta previa: 1.

5. dengan seksio sesarea. Persalinan Pervaginam 2. Cara Persalinan 1. Bila kekurangan darah. Persalinan perabdominan. berikanlah transfusi darah dan obat-obatan penambah darah. 8 .

Low-lying placenta 3. 2. 5. 9 . Tetapi diduga hal tersebut berhubungan dengan abnormalitas dari vaskularisasi endometrium. Beberapa faktor dan etiologi dari plasenta previa tidak diketahui. maupun persalinan perabdominan. Penanganan antara lain dengan penanganan pasif maupun persalinan pervaginam. Placenta previa partialis c. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. 4.BAB III PENUTUP Kesimpulan Adapun kesimpulan dari makalah ini antara lain : 1. Plasenta previa adalah plasenta yang letaknya abnormal. yakni : a. Placenta previa totalis b. Terhadap jalan lahir ada 4 kemungkinan jenis plasenta previa. Placenta previa marginalis d. yaitu pada segmen bawah uterus sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh pembukaan jalan lahir. dengan seksio sesarea.

Murni nak. Kenapa bisa banyak darah” (sambil menoleh meneriaki mama) “ mama. : “Tunggumi. (Menoleh mencari Ina)” Ina. banyak. Karakter : Emi Murbah Siti ma’wah Rufina Jumiraja Andi Ernawati M Murni Aminah : sebagai Bumil (Ibu Hamil) : sebagai Bidan I : sebagai suami dari Bumil : sebagai Mama dari Bumil : sebagai Bidan II : sebagai keluarga : sebagai dukun Dg. tiba-tiba banyak keluar darah. : (masuk ke dalam rumah ) “ Kenapa mamanya ina? Kulihat barusan Ina lari keluar. nabilang mau panggil dg. bilang dipanggilki sekarang kerumah”. Pasien Tidak Mau Dirujuk. Murni. dipanggil dulu dg. pergi dulu ke rumahnya dg. Murni : sebagai anak dari Bumil Pada suatu hari di sebuah rumah di desa… Bumil : (sambil melihat kearah celana yang ia kenakan) “Ih… Pak! Banyak darah. Kesiniki cepat”. Kasus pasien Plasenta Previa. Ina Keluarga : “Iye”.“ Suami : “iya. Mama : (datang menghampiri Bumil) “ berdarah? Berdarah kenapa? Kenapa ki nak?” Bumil Mama : “Tidak ji ma. padahal baru hamil 7 bulan”. Suami : “Ini mamanya.SIMULASI Proses Pembelajaran Di Klinik. Murni”. 10 . berdarahki ibunya Ina. Panggil dulu mama. Cuma berdarah celanaku”.

Periksaki dulu nak!. Nanti ada apaapa. Mama : “Biarmi pergiki. P : 20 x?menit. Murni. Murni” : “ Dimanaki Nak! Magaki ?” : “ Engka darah massu. Tidak lama kemudian. (berbicara kepada suami) “ tapi pergimaki dulu bawa periksa istrita di bidan murbah!” Bumil : “Bagaimanami pak? Nasuruh ki dg. Murni : “ Nenek adami dg. : (memegang tensimeter dan stetoskop) “kutensiki dulu di ?! “. N : 82 x/menit. Berangkatlah mereka menuju Puskesmas.” Bidan I : “Siniki bu. na berhenti berdarah”. Murni ) “ Kenapaki dg. Murni pi di bidan Murbah? Janganmi Pak deh.Mama : Tunggumi dulu dg.5oC. Suami : “Biarmi ma.” : “ Ada buku periksata Bu ? ”. 11 . Murni. termasuk dg.” Setelah berdiskusi akhirnya Ibu Emi mau untuk dibawa ke Puskesmas. Murni ? kenapa pasienta ? : “Ini nak! Cucuku . Bidan II Dg. baru saya periksaki. baru 7 bulan. tapi ini kurangmi. Murni Bumil Dg. (memasang alat tensi meter dan mulai mengukur tekanan darah dan tanda-tanda vital) “ Goyangji anakta bu? (Hasil : TD : 120/80 mmhg. Murni. cepat! Naikki di tempat tidur. dan memeriksa perdarahan) banyak darahkah ibu keluar di rumah? Baru ada sakit waktu keluar ?” Bumil Bidan I Mama Bidan II : “Tadi banyak bidan. Sesampainya di Puskesmas. mereka di sambut oleh seorang bidan. tibalah Ina di temani dg. S : 36. Natauji itu. Murni : (menghampiri dg. Ina Dg. tapi tidak sakitji. tp banyak keluar darah. kita pergi mi dulu periksa supaya dikasih obat. : “ Ini Nak ”. belumpa ini mau melahirkan. Na nappai 7 bulan” : (sambil memriksa) (berbicara kepada bumil)“ Ih belumpaki ini mau melahirkan.( membimbing bumil naik ketempat tidur. karena lama ini baru hamilki kasian. diaji dulu yang kasih melahirkanka semua anakku”.

makanya berdarah. Kenapa berdarah Pak. biarmi saya bawa kerumah sakit.”(memegang tangan bumil dan mengambil sampel darah.” : “Tapi masih ada keluar darah to Bu ?” : “Iye. mauki beng di rujuk?”. : “Janganmi dulu Bidan. kalau keluar terus Bu. : “ Janganmi Pak deh! Baeja”.Bumil Bidan I : “iye goyangji kurasa “. yang kira-kira tempat menempelnyami ariarinya. Melahirkan saja kalau orang begitu harus di Rumah sakit Pak”. : “Na tidak mauji Bidan. tensinya bagus. : “Nah.Jadi harus di rujuk ke rumah sakit.. : “ Begitu Bidan? Kalau yang terbaik harus di rujuk. tabe. biasanya kalau berdarah lagi akan lebih banyakmi lagi itu. tapi sedikitji”. Kasian ibunya. Jangan sampai darahnya tambah banyak. semua hasil pemeriksaanta bagus. sebaiknya periksa dulu ke dokter. yang bahaya kalau dibiarkan. karena masih baikji perasaanku!. karena itu rahimnya Ibu tambah melebarmi yang bagian bawah itu. dan anaknya di dalam bisa jadi korban juga Pak. setelah diperiksa dengan alat Hb sahli hasilnya 10 gr%) : (Menjelaskan kepada Bumil) “ Bu. supaya ditau posisi sebenarnya di dalam. bisa langsung ditangani”. Jadi kalau betul ada kelainan. Cuma ibu harus saya rujuk je rumah sakit karena kemungkinan kita ini ari-arinya anakta di bawahki. Tandanya itu begini mi keluar darah tiba-tiba baru tidak ada sakit.. : “ Pak! ini kemungkinan ariarinya di bawah. mama. bagaimanami? Biarmi saya kasih tau dulu bapaknya. Tapi kita antarja Bidan?” Bidan I Bumil Bidan II Bumil Bidan I Suami Bumil Suami Bidan I Suami 12 . : “Kuambil darahta di. Nah.” (Sembari membalik kearah suami Bumil dan sedikit mendekat) “ Pak! Ini istrita masih berdarah terus saya liat. Janganmaki dulu! ”.” : “ Oh.

” : (dengan malas) “ Iye adaji KTP ku. : (Menghampiri Bidan I) “ Kitami dulu Nak rawatki !. sebagianji itu kita bayar.Bidan I : “Iye” (menoleh pada Bumil) “ Bagaimana Bu? Suamita setujuji kita di rujuk? “.” : (menoleh kea rah Mama) “ Iye Ma. “ (menoleh kearah Bumil) “ Yang penting sehatki ma!” : “ Iye paleng Pak. Pasien berangkat dengan didampingi keluarga serta bidan II. : “ Adaji to KTPnya ? kalau adaji. adaji juga uangku sedikit. : (memegang alat perlengkapan infus) “ Ku infuski dulu di. lengkapji semua.. Rujukma!”. (Mulai menginfus) Mama Bidan II Bidan Suami Bumil Mama BIdan II Pasien pun di rujuk ke Rumah Sakit Salewangang dengan mengwndarai Ambulance. 13 .!?”. Tidak lupa Bidan I membawa cairan infus baru serta rujukan dan hasil pemeriksaan. : “ Iye Paleng Nak! Bawami istrimu! “. karena di manami ademu mau ambil uang? “.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful