LAPORAN PERALATAN DAN SANITASI DI SUB UNIT DAPUR UMUM RSUD Dr.

SOETOMO SURABAYA

Disusun Oleh : 1. Nur Liza 2. Nurul Qomariyah NIM. P07131109029 NIM. P07131106104

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA JURUSAN GIZI 2012

U.U.D umum.D Perbekalan bahan makanan kering Pembagian di S. khusus. Alur kerja penyelenggaraan makanan di instalasi gizi Penerimaan Penyimpanan bahan makanan basah di S. khusus. snack Pembuangan sampah sementara Pemasakan di S.U. khusus.I.Perbekalan bahan makanan basah Persiapan di S. snack Penyimpanan bahan makanan kering di S. snack Pembuangan sampah akhir (di luar dapur) Pencucian di masingmasing sub unit dapur .D umum. umum. DESAIN DAPUR 1.U.U.Perbekalan makanan basah.

Memenuhi persyaratan anti kebakaran c. Lemari pendingin. Peralatan listrik sesuai dengan aturan keamanan. Pelayananan makanan 8. Tersedianya alat makan yang khusus untuk kelompok pasien tertentu seperti pasien dengan penyakit menular dan pasien anak-anak. h. Fasilitas yang tepat disediakan untuk persiapan diet khususu. Fasilitas yang memberikan ruang dan alur kerja yang efisien pada pelayanan gizi seperti: 1. bersih. Sarana fisik Sarana fisik untuk pelayanan gizi yang efisiensi. Tersedianya fasilitas untuk menyelenggarakan penyuluhan untuk perseorangan dan kelompok. Soetomo Surabaya.3. a. g. dan aman yang dimiliki Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr. Gudang dan alat makan 11. Penerimaan bahan makanan 2. Pembuangan sampah b. gudang kering dan freezer sesuai dengan peraturan kesehatan e. Distribusi makanan 7. Lantai. Penanganan makanan masak 6. seperti makanan bayi dan yang lainnya. j. Adanya alarm (tanda bahaya pada pendingin) 2. Tersedianya fasilitas yang tepat untuk mencuci tangan dan higiene untuk menjaga kebersihan. i. dinding dan langit-langit yang mudah dibersihkan 2. f. Bahan makanan yang akan dimasak 4. Adanya ruang penerimaan dengan fasilitas pemeriksaan mutu dan jumlah bahan makanan yang langsung dipindahkan ke tempat penyimpanan d. Penerangan yang memenuhi persyaratan kondisi kerja 3. Penyiapan makanan 3. Pencucian alat makan 10. . Peralatan sesuai dengan standar keamanan yaitu: 1. Fasilitas sesuai dengan persyaratan gedung dan peraturan yang berlaku 1. Pembersihan setelah makan 9. Persiapan makanan yang akan dimasak 5. Tersedianya baki khusus untuk mengumpulkan makan sehingga mengurangi kebisingan pasien.

Cerobong asap ada di atas kompor yang ada ditengah . Di bagian pojok selatan terdapat tempat pencuci alat yang menghadap ke arah barat. Dan 3 ketel uap berukuran besar yang digunakan untuk menanak nasi. Di belakang meja pengawas dapur terdapat tempat pencuci alat dan 2 meja bersebelahan yang menghadap ke arah timur. Sebaiknya tata letak dapur bisa diubah untuk tempat pencucian alat yang semula dibelakang pengawas dapur dipindah ke pojok timur. Di dekat ruang pengawas terdapat meja pengawas dan meja pemorsian. sedangkan rak dipindah ke pojok selatan disamping rak alat. sedangkan di atas ketel uap tidak diberi cerobong asap. Di dalamnya terdapat 7 ketel uap yang memanjang ke arah utara.155 m2. Dengan melihat keadaan ruangan dan tata letaknya.2. dan disisi kanan terdapat 4 ketel uap yang digunakan untuk menggoreng yang berjajar ke arah utara. Seharusnya tata letak sarana fisik mengikuti arus kerja yang baik (satu arus) agar dapat menghemat energi dan waktu. Didepan rak tersebut terdapat tempat sampah dengan ukuran kecil.Ada 3 rak yang ada di dapur umum. dan disisi kiri terdapat 4 kompor gas berukuran kecil dan 1 kompor gas berukuran besar dengan 6 kapasitas untuk menggoreng. diantaranya yaitu untuk meletakkan alat –alat masak. 4 berukuran kecil yang biasa untuk memasak sayur berjumlah 3 dan 1 sebagai pemasak bubur. Di sebelah selatan terdapat lemari dan rak yang digunakan untuk menaruh alat yang menghadap ke arah utara.7 m dan lebar 10. .9 m. yang akan mempengaruhi keefektifan dan efisiensi dalam bekerja. Di bagian tengah ruangan tedapat 1 meja persiapan yang berukuran besar memanjang dari barat ke timur.45 m dan lebar 3. Dapur ini memiliki 2 pintu yang bersebelahan namun terpisah sekitar 4 m. Di samping ruangan itu terdapat meja pemorsian yang digunakan untuk menyajikan makanan yang sudah siap untuk diporsi dan di sampingnya terdapat meja pengawas dapur. Dan di bagian pojok sebelah timur terdapat timbangan makanan. sedangkan alat pemanas dan lemari digeser ke pojok utara.95 m. dan lemari dipindahkan diletakkan di pojok dinding yang menghadap ke arah timur. dengan panjang 6. Sedangkan disebelah utara terdapat meja loket pengambilan makanan yang memanjang dari timur ke barat. Tata letak peralatan Dapur umum mempunyai luas sekitar 160. dapat dikatakan bahwa dapur ini kurang memenuhi ketentuan tata letak yang dianjurkan.95m2 dengan panjang 14. Sedangkan di tengah antara 2 pintu terdapat rak yang digunakan untuk menaruh alat dan di sisi kanan pintu terdapat rak alat. Di bagian sebelah barat terdapat ruang pengawas yang mempunyai luas 25.

Unit sanitasi bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan di Instalasi Gizi baik dapur dan sekitar dapur serta kebersihan serta kerapian taman. hasil uji tersebut biasanya akan keluar seminggu setelah pengiriman hasil usapan. pemeriksaan dilakukan oleh pihak ketiga yaitu laboratorium kesehatan daerah untuk diuji kelayakannya. Untuk melaksanakan tugasnya maka unit sanitasi bekerja sama dengan pihak ketiga yaitu cleaning service untuk melaksanakan kegiatan pengepelan lantai. membersihkan kaca serta membersihkan sarang laba-laba. tikus. memoles lantai. menyapu. Soetomo 5. SANITASI Program Hygiene Sanitasi yang diterapkan di Instalasi Gizi bekerjasama dengan 3 instalasi yaitu : Instalasi Sanitasi. . yaitu pada hari senin dan kamis. Jika positif ada E. semut dan rayap. Pengendalian hama kecoa. a.II. coli maka unit sanitasi memberikan saran untuk mengatasinya. Pengadaan air bersih di instalasi Gizi sudah cukup baik karena sumber air berasal dari PDAM sehingga jumlah dan kebersihan air sudah baik. Mengatur tingkat kelembaban pada dapur. makanan yang telah masak dan alat-alat dapur. Pengecekan dilakukan secara acak pada tiap bulannya. Penanganan saluran air limbah dan pengadaan air bersih. Pengendalian hewan pengerat seperti tikus dan hama kecoa dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu. 2. bahan mentah. 4. Instalasi sanitasi Unit sanitasi dan Instalasi Gizi bekerjasama dalam hal : 1. Soetomo Surabaya. Pemeriksaan bahaya E. 3. coli pada air. Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik dan Instalasi Rumah Tangga RSU Dr. lalu untuk melihat hasil dari intervensi tersebut dilaksanakan pada hari selasa dan jumat. membuang sampah. Penanganan saluran air limbah di lingkungan instalasi gizi RSUD Dr. Pemeriksaan dilakukan sebulan sekali.

25 m2. dimana arah karyawan yang akan mengolah bahan makanan mentah dapat bertabrakan dengan karryawan yang akan menyiapkan bahan makanan yang sudah matang. Luas yang tergolong sempit untuk area kerja 12 karyawan pada puncak kepadatan. 1 bulan sekali pengecekan dan pembersihan kompor dan ketel air. mekanik dan mesin untuk perbaikan alat yang rusak misalnya kompor rusak. c. f.kering. mesin rusak dan lain-lain. engsel yang rusak dan lain-lain. PENILAIAN/HASIL PENGAMATAN 1. aman. Konstruksi bangunan kuat. 1 tahun 2 kali dilakukan general cleaning yaitu semua alat yang ada dibersihkan biasanya pada bulan Februari dan Oktober. namun kebersihannya belum makasimal. terpelihara dan mudah dibersihkan. terpelihara. c. b. d. seperti lemari pendingin yang sudah tidak terpakai. Jadwal service rutin dilakukan secara berkala dengan teknisi menyerahkan surat perintah kerja yaitu setiap 3 bulan sekali dilakukan pengecekan semua timbangan yang ada. sepererti mesin penggiling kelapa yang sudah tidak dipakai.b. Kal ini dikarenakan sudut lantai dengan dinding tidak dibuat konus sehingga menyulitkan proses pembersihan. Selain itu IPSM juga melaksanakan pengelasan meja stainless steel.97m2 dengan dengan pembagian luas area kerja sebesar 77. Dinding. Alur kerja yang ada di sub unit dapur umum adalah dua arah. bersih namun masih terdapat barang-barang yang tidak digunakan (alat-alat yang sudah tidak terpakai) di dekat sub unit dapur umum. Luas dapur umum yang ada di Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr. IPSM (Instalasi Pemeliharaan Sarana Medik) Instalasi Gizi bekerjasama dengan IPSM dalam hal listrik. langit-langit dan perlengkapannya dibuat dengan baik. Instalasi Rumah Tangga Instalasi Gizi bekerjasama dengan unit rumah tangga dalam hal perbaikan bangunan sipil misalnya pintu yang rusak.95 m2 dan Luas area untuk penempatan peralatan sebesar 83. . terlihat dari kotoran-kotoran yang masih menempel di sela-sela keramik dengan dinding tembok bagian bawah. III. g. dan di ruang sub unit dapur umum sendiri. Penilaian terhadap desain dapur dan sanitasi Pengamatan yang dilakukan peneliti pada tanggal 10 Maret 2012 mendapatka hasil sebagai berikut: a. sehingga menjadikan kurang indah bila dipandang. Jarak selokan dan pembuangan air kotor dekat dengan dapur umum (kurang dari 500 meter) sehingga tercium bau tidak sedap yang berasal dari sumber pencemaran. Keadaan ruangan sub unit dapur umum kurang bersih dan terdapat barang yang sudah tidak dipakai lagi karena rusak. Lantai rapat air. Hal tersebut dapat mengganggu arus kerja dan kurang indah / rapih dipandang. Soetomo Surabaya sebesar 160. e.

karena pada saat bekerja pegawai harus fokus dengan pekerjaannya masing-masing. karena bagaimanapun juga rumah sakit Dr. agar pegawai dapat menyimpan barang yang dibawa oleh mereka dengan aman. Usulan tata letak dapur baru berdasar hasil penilaian / hasil pengamatan. Penataan ulang letak peralatan yang ada di sub unit dapur umum agar terlihat lebih rapih dan ringkas. Kamar mandi yang tersedia untuk karyawan di instalasi gizi sebanyak 2 ruangan. Begitu juga dengan kebijakan prosedur untuk merawat alat-alat pengolahan yang ada. Jumlah yang cukup untuk karyawan yang ada. tata letak dan penataan ulang barang-barang yang sudah tidak terpakai. yang dapaat melaksanakan pendidikan bagi tenaga kesehatan maupun mahasiswa yang melaksanakan PKL. sehingga sedap dipandang. peneliti hanya menemukan beberapa kebijakan prosdur secara tertulis sesuai dengan tujuan pengetahuan dan prinsip dari pelaksanaan gizi dan konsisten dengan peraturan / persyaratan kebutuhan pada instalasi gizi dan tujuan rumah sakit. misalnya prosedur penggunaan alat-alat pengolahan yang menggunakan listrik atau uap. 2. Selama pengamatan. sehingga peneliti mengusulkan pengadaan kebijakan prosedur secara tertulis. e. c. meskipun semua pegawai sudah mengetahui bagaimana cara penggunaan alat-alat tersebut. i. j. d. a. sehingga semua pihak dapat merasakan kenyamanan bersama. b.h. Soetomo Surabaya termasuk salah satu rumah sakit Tipe A. Fasilitas cuci tangan yang ada sebanyak 2 tempat di dalam ruangan sub unit dapur umum. Pengadaan ruang locker bagi pegawai. namun perlu diperhatikan letak tempat cuci tangan dan tempat mencuci alat-alat pengolahan makanan karena berdekatan dengan tempat pencucian bahan makanan seperti daging. . Perbaikan cara membersihkan alat-alat pengolahan dan ruangan sub unit dapur umum agar kebersihannya lebih terjaga dan alat-alat yang ada dapat digunakan sebagaimana mestinya. Peningkatan perawatan kebersihan untuk ruang mahasiswa. Jumlah yang kurang untuk memenuhi kebutuhan seluruh karyawan yang ada di instalasi gizi. Pintu belum dibuat menutup sendiri namun sudah dipasang pest detecor di bagian depan pintu masuk penerimaan bahan makanan sehingga dapat meminimalisir masuknya serangga ke dalam ruangan pengolahan makanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful