TAENIASIS Epidemiologi Taeniasis sering ditemukan pada di daerah yang penduduknya banyak memakan daging sapi maupun kerbau

.Penyebarannya terutama pada daerah yang banyak mengembalakan ternak di padang rumput dibandingkan dengan ternak yang dirawat di dalam kandang karena ternak yang dilepas di padang rumput lebih mudah dihinggapi oleh larva cacing.1 Kasus taeniasis banyak ditemukan di daerah asia terutama di daerah China,Thailand,Vietnam,dan Indonesia Etiologi Cacing pita bersifat sebagai parasit pada hewan dan manusia, jumlahnya sekitar 1500 species. Cacing ini membentuk koloni seperti pita sehingga panjangnya bisa mencapai 20 m atau lebih. Tubuh kita dapat dimasuki cacing ini apabila kita memakan ikan, daging sapi, anjing, atau babi yang tidak matang. Jenis yang terkenal adalah Taenia saginata (inangnya hewan sapi) dan Taenia solium (inangnya hewan babi). Kulit Cestoda dilapisi kitin dan bagian tubuhnya terdiri atas kepala (skoleks) yang berukuran sekitar 1 mm, yang terdiri dari 4 alat pengisap. Bentuk tubuhnya terdiri atas segmen-segmen yang disebut dengan proglotid. Cacing ini tidak mempunyai saluran pencernaan. Apabila memperoleh makanan akan masuk ke dalam proglotid dengan cara diserap (diabsorbsi) dan sistem saraf tidak berkembang. Setiap proglotid mampu bernapas dan bereproduksi. Seperti cacing yang lain, cacing ini bersifat hemaprodit. Semakin ke arah belakang, ukuran proglotid semakin besar dan dewasa, dan pada bagian akhir/ujung berisi telur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful