SMA SETIA BUDI SUNGAILIAT

MAKALAH TENTANG PERUBAHAN IKLIM

DISUSUN OLEH

ZEINITA DESTI A.P
KELAS : XB

SMA SETIA BUDI SUNGAILIAT JALAN JEND. SUDIRMAN SUNGAILIAT BANGKA 2012

1980). angin. IPCC (2001) menyatakan bahwa perubahan iklim merujuk pada variasi rata-rata kondisi iklim suatu tempat atau pada variabilitasnya yang nyata secara statistik untuk jangka waktu yang panjang (biasanya dekade atau lebih). Pemanasan global merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan bumi dan di troposfer.  Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang iklim disebut klimatologi. Pengertian Iklim Iklim didefinisikan sebagai berikut :  Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang. karena parameter iklim tidak hanya temperatur saja. angin kelembaban. Adapun definisi perubahan iklim adalah berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia (Kementerian Lingkungan Hidup. yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs. melainkan ada parameter lain yang terkait seperti presipitasi. LAPAN (2002) mendefinisikan perubahan iklim adalah perubahan rata-rata salah satu atau lebih elemen cuaca pada suatu daerah tertentu. antara lain suhu. padahal fenomena pemanasan global hanya merupakan bagian dari perubahan iklim. Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal. maupun radiasi matahari. 2001). kondisi awan.  Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer. Trewartha. tekanan. 1979). Sedangkan istilah perubahan iklim skala global adalah perubahan iklim dengan acuan wilayah bumi secara keseluruhan. yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference. Perubahan fisik ini tidak terjadi hanya sesaat tetapi dalam kurun waktu yang panjang. Istilah perubahan iklim sering digunakan secara tertukar dengan istilah ’pemanasan global’.IKLIM 1. atau ulah manusia yang terus menerus merubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan. Pemanasan . yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global.1987).

apa tumbuhan yang kita makan dapat tumbuh. dan pedosfer. terestrial dan biosfer. kriosfer.global terjadi sebagai akibat meningkatnya jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer. Perubahan temperatur bumi dapat mengubah kondisi lingkungan yang pada tahap selanjutkan akan berdampak pada tempat dimana kita dapat hidup.html .gov/paleo/ctl/about1a. dan estimasi kemungkinan iklim di masa yang akan datang (beberapa dekade atau abad ke depan).noaa. Studi perubahan iklim melibatkan analisis iklim masa lalu. namun pemanasan global menjadi hal yang penting untuk dikaji. 2000).ncdc. Hal ini tidak terlepas juga dari interaksi dinamis antara sejumlah komponen sistem iklim seperti atmosfer. Hal tersebut karena perubahan temperatur akan memperikan dampak yang signifikan terhadap aktivitas manusia. hidrofer (terutama lautan dan sungai). kondisi iklim saat ini. Ini artinya bahwa pemanasan global akan mengancam kehidupan manusia secara menyeluruh. bagaimana dan dimana kita dapat menanam bahan makanan. Dengan demikian. dan organisme apa yang dapat mengancam. dalam studi-studi mengenai perubahan iklim dibutuhkan penilaian yang terintegrasi terhadap sistem iklim atau sistem bumi. Gambar 1 : Sistem iklim Sumber : http://www. Naiknya intensitas efek rumah kaca yang terjadi karena adanya gas dalam atmosfer yang menyerap sinar panas yaitu sinar infra merah yang dipancarkan oleh bumi menjadikan perubahan iklim global (Budianto. Meskipun pemanasan global hanya merupakan 1 bagian dalam fenomena perubahan iklim.

a. iklim tropica (iklim panas). daerah Utara – Barat B dan daerah Moluccan C. Iklim di Indonesia Indonesia mempunyai karakteristik khusus. Angin muson timur bertiup sekitar bulan April hingga bulan Oktober yang sifatnya kering yang mengakibatkan wilayah Indonesia mengalami musim kering/kemarau. Edvin Aldrian (2003). Iklim Musim (Iklim Muson) Iklim jenis ini sangat dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah setiap periode tertentu. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang mempengaruhi iklim di Indonesia. maupun keberadaanya. yaitu Angin musim barat daya (Muson Barat) dan Angin musim timur laut (Muson Tumur). sedangkan negara Eropa dan Amerika Utara mengalami iklim subtropis.2. membagi Indonesia terbagi menjadi 3 (tiga) daerah iklim. c. Iklim tropis bersifat panas sehingga wilayah Indonesia panas yang mengundang banyak curah hujan atau Hujan Naik Tropika. baik dilihat dari posisi. sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Angin muson barat bertiup sekitar bulan Oktober hingga April yang basah sehingga membawa musim hujan/penghujan. Biasanya satu periode perubahan angin muson adalah 6 bulan. dan iklim laut. Iklim musim terdiri dari 2 jenis. Iklim Tropis/Tropika (Iklim Panas) Wilayah yang berada di sekitar garis khatulistiwa otomatis akan mengalami iklim tropis yang bersifat panas dan hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. . sebagai mana dituangkan pada gambar 1. yaitu daerah Selatan A. Umumnya wilayah Asia tenggara memiliki iklim tropis. yaitu iklim musim (muson). b. Iklim Laut Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak wilayah laut mengakibatkan penguapan air laut menjadi udara yang lembab dan curah hujan yang tinggi.

Juli dan Agustus yaitu saat matahari berada di garis balik utara.Gambar 1 : Tiga daerah iklim menggunakan metoda korelasi ganda. Distribusi hujan bulanan dengan pola monsun adalah adanya satu kali hujan minimum. Pada saat matahari berada di utara ekuator. Diantaranya ada yang mempunyai pola munsonal. Pola hujan tersebut dapat diuraikan berdasarkan pola masing-masing. ekuatorial dan lokal. Sekitar April-September. sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau. sedangkan saat matahari ada di selatan. sebagaian besar wilayah Indonesia mengalami musim penghujan. daerah B (titik garis putus-putus). daerah monsun selatan. yaitu musim hujan dan musim kemarau. karena tidak semua wilayah Indonesia mempunyai pola hujan yang sama. dan daerah C (garis putus-putus). Oleh karena matahari berada di garis balik utara maka udara di atas benua Asia mengalami pemanasan yang intensif sehingga Asia . Unsur iklim yang sering dan menarik untuk dikaji di Indonesia adalah curah hujan. Hujan minimum terjadi saat monsun timur sedangkan saat monsun barat terjadi hujan yang berlimpah. daerah anti monsun. sehingga dalam setahun matahari melintasi ekuator sebanyak dua kali. yang membagi Indonesia menjadi daerah A (garis tegas). daerah semi-monsun. Monsun timur terjadi pada bulan Juni. Pergeseran posisi matahari setiap tahunnya menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai dua musim. Matahari tepat berada di ekuator setiap tanggal 23 Maret dan 22 September. matahari berada di utara ekuator dan pada Oktober-Maret matahari berada di selatan. Wilayah Indonesia terletak di daerah tropis yang dilintasi oleh garis Khatulistiwa.

intensitas dan durasi hujannya. Iklim di Indonesia telah menjadi lebih hangat selama abad 20. model global dan skenario dengan adanya perubahan curah hujan dan suhu di berbagai lokasi. Curah hujan tahunan telah turun sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia di abad ini dengan pengurangan tertinggi terjadi selama perioda Desember.Febuari. Kaimuddin (2000) dengan analisa spasial bahwa curah hujan rata-rata tahunan kebanyakan di daerah selatan adalah berkurang atau menurun sedangkan dibagian Utara adalah bertambah. Berkebalikan dengan kondisi tersebut di belahan selatan tidak mengalami pemanasanintensif sehingga udara di atas benua Australia mengalami tekanan tinggi. perubahan diperkirakan akan terjadi terhadap jumlah. . Suhu rata-rata tahunan telah meningkat sekiitar 0.mengalami tekanan rendah. Akibat dari hal ini udara bergerak di atas laut dengan jarak yang cukup jauh sehingga arus udara mampu membawa uap air yang banyak (monsun barat atau barat laut). diantaranya untuk Kota Jakarta. Peningkatan kehangatan ini terjadi dalam semua musim di tahun itu. Atas dasar sebab terjadinya angin munson barat ataupun timur yang mempengaruhi terbentuknya pola hujan munsonal di beberapa wilayah Indonesia dapat dikatakan wilayah yang terkena relatif tetap selama posisi pergeseran semu matahari juga tetap. Beberapa kajian untuk wilayah Indonesia telah dilakukan berdasarkan observasi. Namun. Pada kondisi ini matahari berada di garis balik selatan sehingga udara di atas Australia mengalami tekanan rendah sedangkan di Asia mengalami tekanan tinggi. Akibat dari hal ini wilayah yang dilalui oleh munson barat akan mengalami hujan yang tinggi. Dapat diamati bahwa hujan maksimum terjadi antara bulan Desember. 1986/1987 dan 1997/1998. yang merupakan musim terbasah dalam setahun. Akibat perbedaan tekanan di kedua benua tersebut maka angin bertiup dari tekanan tinggi (Australia) ke tekanan rendah (Asia) yaitu udara bergerak di atas laut yang jaraknya pendek sehingga uap air yang dibawanyapun sedikit. Januari dan Februari. Curah hujan di beberapa bagian di Indonesia dipengaruhi kuat oleh kejadian El Nino dan kekeringan umumnya telah terjadi selama kejadian El Nino terakhir dalam tahun 1082/1983. Untuk mempelajari hal ini diperlukan data curah hujan dalam seri yang panjang. hampir 1oC di atas ratarata tahun 1961-1990.3 oC sejak 1900 dengan suhu tahun 1990an merupakan dekade terhangat dalam abad ini dan tahun 1998 merupakan tahun terhangat.

berdasarkan simulasi zonasi curah hujan untuk periode 1950-1979 dan periode 2010-2039. meningkatnya suhu lautan. dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara. Negara kepulauan.yaitu mencairnya tudung es di kutub. Periode 1900-2000 nampak jelas terjadi kenaikan temperatur. tidak diperhitungkan dalam pengertian perubahan iklim. Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini . NASA. .Negara pesisir pantai. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar . Hasil yang berbeda pada perubahan musim atas Indonesia yang diungkapkan oleh dua model yang berbeda. 2006 dalam Canadell et al. Dengan pengertian cenderung mengalami kenaikan 8% (CGCM) dan 2% (CSIRO). 2006) gambar 4. diperkirakan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada tahun 2010-2039 yang ditandai dengan anomali positif zona konveksi dan peningkatan temperatur. Hadcm3 (Hadley Pusat Iklim.AS) (Wenhong Li. 3. kekeringan yang berkepanjangan. coral bleaching dan gelombang badai besar.Dari rata-rata bulanan terdapat tren kenaikan di lokasi Jakarta dari tahun 1900 hingga tahun 2000 antara observasi dan model. penyebaran wabah penyakit berbahaya.yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara. khususnya yang berkaitan dengan pemakaian bahan bakar fosil dan alih-guna lahan. Jadi perubahan yang disebabkan oleh faktor-faktor alami. Perubahan Iklim Global Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya . Disamping itu harus dipahami bahwa perubahan tersebut disebabkan oleh kegiatan manusia (anthropogenic). hal ini ditunjukkan dengan tren perubahan bertanda positif. banjir besar-besaran. minyak bumi dan gas bumi. UK) dan GISS-ER (Goddard Institut untuk Space/ Studies. seperti tambahan aerosol dari letusan gunung berapi. Pengertian perubahan iklim Yang dimaksud dengan perubahan iklim adalah perubahan variabel iklim. Dari hasil Syahbuddin dkk (2007) dengan menggunakan model ARPEGE (Action de Recherche Petite Echelle Grande Echelle) Climat versi 3. khususnya suhu udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun (inter centenial).0..

Sementara itu untuk CO2.199. sedang pada tahun 1990 konsentrasinya telah meningkat menjadi 353 ppm. CH4. dan 115 tahun. dan N2O keberadaannya di atmosfer berturut-turut adalah 100. Gas-gas inilah yang selanjutnya menentukan peningkatan suhu udara. Udara terasa panas karena radiasi gelombang-panjang tertahan uap air atau mendung yang menggantung di atmosfer. yaitu dapat meneruskan radiasi gelombang-pendek yang tidak bersifat panas. Namun demikian karena keberadaan (life time) H2O sangat singkat (2-3 hari). Uap air (H2O) pun sebenarnya merupakan GRK yang dapat dirasakan pengaruhnya ketika menjelang turun hujan. Pada zaman praindustri (sebelum tahun 1850) konsentrasi CO2 masih sekitar 290 ppm. Pertumbuhan emisi dan konsentrasi gas rumahkaca Menurut IPCC (2001) dalam dekade terakhir ini pertumbuhan CO2 adalah sebesar 2900 juta ton/tahun. Akibatnya atmosfer bumi makin memanas dengan laju yang setara dengan laju perubahan konsentrasi GRK. metana (CH4). Peningkatan suhu bumi Dalam 100 tahun terakhir suhu bumi terlihat mulai ditentukan oleh peningkatan CO2 di atmosfer. karena sifatnya yang seperti kaca. khususnya dalam bentuk karbon dioksida (CO2). dan N2O di Indonesia pada tahun 1994 berturut-turut adalah 952. Demikian pula halnya dengan N2O meskipun kecil juga mengalami penurunan dari 3. 15.5 oC telah dicatat. CH4. Sementara itu tingkat emisi CO2.286. Peningkatan suhu rata-rata bumi sebesar 0. Dengan pola konsumsi energi dan pertumbuhan ekonomi seperti sekarang. maka uap air bukanlah GRK yang efektif.9 menjadi 3. Sedang CH4 justru mengalami penurunan dari 37 juta ton/tahun pada dekade terdahulu menjadi 22 juta ton/tahun pada dekade terakhir.8 juta ton/tahun. dan nitrous oksida (N2O). dan 61 Gg. maka diperkirakan pada tahun 2100 konsentrasi .Dengan demikian fenomena alam yang menimbulkan kondisi iklim ekstrem seperti siklon yang dapat terjadi di dalam suatu tahun (inter annual) dan El-Nino serta La-Nina yang dapat terjadi di dalam sepuluh tahun (inter decadal) tidak dapat digolongkan ke dalam perubahan iklim global. 4. tetapi menahan radiasi gelombang-panjang yang bersifat panas seperti terlihat pada Gambar 1. Kegiatan manusia yang dimaksud adalah kegiatan yang telah menyebabkan peningkatan konsentrasi GRK di atmosfer. sementara pada dekade sebelumnya adalah sebesar 1400 juta ton/tahun.

CO2 akan meningkat dua kali lipat dibanding zaman industri. Kedua. daerah yang dekat dengan ekuator dipengaruhi oleh sistem ekuator dengan pola hujan yang memiliki dua puncak (bimodal). Pertama. daerah yang sangat dipengaruhi oleh monsun memiliki pola hujan dengan satu pucak (unimodal). distribusi hama dan penyakit tanaman dan manusia. distribusi vegetasi alami dan keanekaragaman hayati. Sedang DAS di daerah monsun seperti Jawa. yaitu sekitar 580 ppm.7-4. 1994). Ketiga. Dampak perubahan iklim Sektor pertanian akan terpengaruh melalui penurunan produktivitas pangan yang disebabkan oleh peningkatan sterilitas serealia. Dalam kondisi demikian berbagai model sirkulasi global memperkirakan peningkatan suhu bumi antara 1. sehingga akan menimbulkan berbagai perubahan lingkungan global yang terkait dengan pencairan es di kutub. Di Indonesia dikenal 3 macam pola distribusi hujan. Di beberapa tempat di negara maju (lintang tinggi) peningkatan konsentrasi CO2 akan meningkatkan . surplus air hanya sekitar 30% dengan periode defisit yang lebih pendek dibanding jika iklim tidak berubah (Murdiyarso. ekuatorial dan lokal. Konsekuensi-nya adalah bahwa kelestarian sumberdaya air juga akan terganggu. penurunan areal yang dapat diirigasi dan penurunan efektivitas penyerapan hara serta penyebaran hama dan penyakit. yaitu pada bulan Maret dan Oktober saat matahari berada di dekat ekuator.5 oC (Gambar 2). perubahan iklim (dengan konsentrasi CO2 atmosfer 2 kali lipat dibanding konsentrasi pada zaman pra-industri yang hanya 280 ppm) akan menyebabkan DAS tersebut tidak mengalami defisit sementara surplusnya meningkat dua kali lipat. yaitu Oktober . daerah dengan pola hujan lokal. Perubahan pola dan distribusi hujan Pola dan distribusi curah hujan terjadi dengan kecenderungan bahwa daerah kering akan menjadi makin kering dan daerah basah menjadi makin basah. produktivitas tanaman. Dalam suatu studi hidrologi daerah aliran sungai (DAS) di daerah ekuatorial seperti Sulawesi. Peningkatan yang besar terjadi pada daerah lintang tinggi. Ciri dari pola ini adalah adanya musim hujan dan kemarau yang tajam dan masing-masing berlangsung selama kurang lebih 6 bulan. Perubahan iklim (khususnya suhu dan curah hujan) tidak hanya menyebabkan perubahan volume defisit atau surplus air. dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodal dengan puncak yang terbalik dibandingkan dengan pola hujan monsun yang disebutkan di atas.Maret sebagai musim hujan dan April – September sebagai musim kemarau. tetapi juga periode daerah itu mengalami surplus atau defisit. yaitu pola monsun (monsoonal).

dunia akan mengalami penurunan produksi pangan hingga 7 persen. 1995). artinya biayanya tinggi. Secara keseluruhan jika adaptasi tidak dilakukan. misalnya dengan meningkatkan sarana irigasi. agak sulit menghubungkan antara kejadian tersebut dengan perubahan iklim. sebab sebagian besar (kalau tidak seluruhnya) kejadian kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia yang berkaitan dengan pembukaan lahan. tetapi di daerah tropis yang sebagian besar negara berkembang.5 milyar . Tetapi jika sistem irigasi tidak mengalami perbaikan produksi padi akan mengalami penurunan hingga 4. Bahwa kejadiannya bersamaan dengan kejadian El-Nino karena fenomena ini memberikan kondisi cuaca yang kering yang mempermudah terjadinya kebakaran. pemberian input (bibit. pupuk. Dengan kata lain stabilisasi produksi pangan pada iklim yang berubah akan memakan biaya yang sangat tinggi. terutama mereka yang berpendapatan dan berpendidikan atau berketerampilan rendah. Dampak ini tidak begitu nyata di daerah lintang rendah atau daerah berelevasi rendah.3 persen jika irigasi dapat dipertahankan. Namun dengan adaptasi yang tingkatnya lanjut. produksi pangan dapat distabilkan. Meningkatnya jumlah penduduk memberikan tekanan pada penyediaan air. Dampak perubahan iklim yang menyebabkan perubahan suhu dan curah hujan akan memberikan pengaruh terhadap ketersediaan air dari limpasan permukaan. Selanjutnya stabilitas tanah di daerah pegunungan juga terganggu dan sulit mempertahankan keberadaan vegetasi aslinya. Di Indonesia dengan skenario konsentrasi CO2 dua kali lipat dari saat ini produksi padi akan meningkat hingga 2. terutama pada daerah perkotaan. Pada tahun 2080 akan terdapat 2 hingga 3. Suhu yang lebih hangat akan menyebabkan pergeseran spesies vegetasi dan ekosistem. Bersamaan dengan itu kondisi sumberdaya air yang berasal dari pegunungan juga akan mengalami gangguan. insektisida/pestisida) tambahan. Jika kebakaran hutan makin sering dijumpai di Indonesia. Daerah pegunungan akan kehilangan banyak spesies vegetasi aslinya dan digantikan oleh spesies vegetasi dataran rendah. air tanah dan bentuk reservoir lainnya..produktivitas karena asimilasi meningkat. Namun seperti diuraikan di atas El-Nino adalah fenomena alam yang terkait dengan peristiwa iklim ekstrem dalam variabilitas iklim.4 persen (Matthews et al. Saat ini sudah banyak penduduk perkotaan yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. bukan perubahan iklim dalam arti seperti yang diuraikan di atas. peningkatan asimilasi tersebut tidak signifikan dibanding respirasi yang juga meningkat.

Indonesia cukup rentan terhadap kenaikan muka-laut seperti negara-negara yang berpantai landai seperti Bangladesh. Demikian juga penambahan volume air laut juga terjadi akibat melelehnya gletser dan es di kedua kutub bumi. Dengan panjang pantainya yang lebih dari 80. di mana lebih dari 50 persen diantaranya merupakan pantai landai. peningkatan tersebut berkisar antara 13 hingga 94 cm dalam 100 tahun mendatang. Sulawesi Selatan 132% (Murdiyarso. 1992). IPCC (1998) memperkirakan bahwa dengan makin lebarnya selang suhu di mana vektor dan parasit . Dari berbagai skenario.orang akan mengalami kekurangan air. demam berdarah (dengeue) dan kaki gajah (schistosomiosis) perlu diwaspadai karena transmisi penyakit seperti ini akan makin meningkat dengan perubahan iklim. Dalam 100 tahun terakhir. dan di DAS Saadang.. Penyakit yang tersebar melalui vektor (vector-borne diseases. Sebagai konsekuensinya kejadian banjir akan meningkat karena menurunnya daya tampung sungai akibat peningkatan limpasan permukaan dan menurunnya daya tampung sungai dan waduk akibat peningkatan erosi dan sedimentasi. tetapi perubahan tersebut dapat dihubungkan dengan peningkatan suhu yang selama ini terjadi. Tetapi hanya dengan kenaikan 1 m dampak sosial-ekonomi terhadap pertanian pantai di beberapa kabupaten di Jawa Barat bagian utara sudah sangat besar (Parry et al. khususnya suhu dan kelembaban. Di DAS Citarum. Kawasan pesisir merupakan daerah yang paling rentan dari akibat kenaikan muka-laut. Kenaikan muka laut hingga 1. Meskipun kenyataannya sangat sulit mengukur perubahan muka-laut. 1994).VBDs) seperti malaria. di DAS Brantas Jawa Timur 34%.5 m dapat berpengaruh terhadap 17 juta penduduk Bangladesh.000 km. mukalaut telah naik antara 10-25 cm. Parasit dan vektor penyakit sangat peka terhadap faktor-faktor iklim. Secara global catatan bencana banjir menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 40 tahun terakhir dengan kerugian ekonomis ditaksir sekitar US$ 300 milyar pada dekade terakhir dibanding hanya US$ 50 milyar pada dekade tahun 1960-an.Transmisi beberapa penyakit menular sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim. Pada beberapa daerah aliran sungai (DAS) penting di Indonesia ketersediaan air permukaan diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suplus dan menurunnya defisit. Jawa Barat peningkatan tersebut mencapai 32%. Di banyak negara tropis penyakit ini merupakanpenyebab kematian utama. Dalam 100 tahun perubahan suhu telah meningkatkan pemuaian volume air laut dan meningkatkan ketinggiannya.

id/index.go.penyakit dapat hidup telah menyebabkan peningkatan jumlah kasus malaria di Asia hingga 27 persen.dirgantaralapan. Disamping itu predator bagi vektor tersebut juga ikut terbasmi. Penjangkitan VBD bahkan terjadi lagi di daerah-daerah lama yang selama ini sudah dinyatakan bebas.php?option=com_content&view=article&id=85&Itemid=78 . Daftar Pustaka: http://www. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang telah menimbulkan daya tahan vektor.php?option=com_content&view=article&id=79 http://iklim. demam berdarah hingga 47 persen dan kaki gajah hingga 17 persen.or.or.dirgantara-lapan.greenpeace.id http://iklim.menlh.id/index. Di Indonesia daerah-daerah baru yang menjadi semakin hangat juga memberi kesempatan penyebaran vektor dan parasitnya.org/seasia/id/campaigns/perubahan-iklim-global/ http://climatechange.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful