You are on page 1of 7

MAKARA, KESEHATAN, VOL. 11, NO.

1, JUNI 2007: 44-49

PEMANFAATAN Spirulina platensis SEBAGAI SUPLEMEN PROTEIN SEL TUNGGAL (PST) MENCIT (Mus musculus)
Dewi Susanna1, Zakianis1, Ema Hermawati1, Haryo Kuntoro Adi2
1. Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia 2. Mahasiswa Pascasarjana, Pusat Studi Lingkungan, Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia E-mail: dsusanna@ui.edu; Mba_m2@yahoo.com; Alchemistboy@yahoo.com

Abstrak
Kandungan protein yang tinggi dalam Spirulina platensis dapat dimanfaatkan sebagai sumber Protein Sel Tunggal (PST). Dengan menggunakan mencit (Mus musculus), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan biomassa kering Spirulina platensis sebagai suplemen Protein Sel Tunggal (PST) dengan mengukur pertumbuhan berat badan mencit. Sebanyak 30 ekor mencit jantan, dengan berat antara 30-50 gram, dan umur antara 5-7 minggu. Sebanyak 25 ekor sebagai Perlakuan yaitu dengan membuat perbandingan antara biomassa kering dan pelet sebagai makanan tikus sebesar 10 %, 20 %, 30 %, 40 %, dan 50 %, dan 5 ekor sisanya sebagai Kontrol tanpa diberi biomassa (100 % pelet). Pengukuran berat badan dilakukan setiap hari, data dianalisis denga menggunakan t-test dan analisis varians. Hasil penelilitan menunjukkan bahwa pemberian biomassa kering S. platensis kepada mencit (Mus musculus) dapat mempengaruhi kenaikan berat badan pada pengamatan dari hari pertama sampai hari kedua belas, tetapi menurun pada hari ke-tiga belas sampai hari ke-empat belas, dan mengalami kestabilan sampai hari ke-tujuh belas. Ada perbedaan yang bermakna antara berat badan sebelum pemberian dan setelah pemberian biomassa kering S. platensis selama 17 hari. Perbedan terjadi pada Minggu I dan II, tidak semua konsentrasi biomassa mempunyai pengaruh yang sama terhadap pertambahan berat badan mencit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagai biomassa kering ganggang hijau biru bersel tunggal yang banyak mengandung protein yang dapat berpengaruh terhadap kenaikan baerat badan mencit, maka dapat diasumsikan bahwa biomassa S. platensis dapat dianggap sebagai sumber protein sel tunggal (PST) mencit (Mus musculus) pada konsentrasi yang tertentu.

Abstract
The using of Spirulina platensis as Supplement of Single-Celled Protein (SCP) to Mice. High protein in Spirulina platensis can be used as a source of Single-Celled Protein. By using mice (Mus musculus) as a animal laboratory, the objective of this research is to know the influence of Biomass S. platensis to the increase of body weight of mice. The name of species is Mus musculus, strain is Swiss derivate. Utilized mice were male, 30-50 weighing gram, and 5-7 weeks of age. Treatment group was given by palette and given by biomass of S. Platensis, while control also fed palette but did not give biomass of S. platensis. Yielded biomass was used as food mixed with palette with composition of dry biomass S. platensis with palette was 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%. Data analysis was conducted by using t-tes and analysis of variance. The results showed that by giving of dry biomass of S. platensis affected to the increasement of body weight from the first day until twelfth day of observation, and decrease on the thirteenth and fourteenth day. Pursuant to result of statistic, there is a significant difference (p < 0,05) between before giving and after giving of dry biomass S. platensis during 17 day. By giving dry biomass of S. platensis to mice (Mus musculus) at first and second week, it was found the difference of average mice body weight among six concentrations of biomass but did not at the third week. It means that not all concentration of biomass have same effect to the increase of mice body weight as a Single-Celled Protein. Keywords: Spirulina platensis, Mus musculus, Single-Celled Protein, body weight

1. Pendahuluan 44

stearidonic acid (SDA). platensis. magnesium. mineral dan nutrient lainnya. tergantung pada sumbernya 1. Jumlah mencit 60 ekor. Sebagai hewan percobaan adalah mencit dengan nama spesiesnya adalah Mus musculus jantan. Mencit ini diperoleh dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan di Jl.2. yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah 30 ekor. Penelitian tentang pengaruh pemberian S. 2. S. Dalam keadaan kering mengandung protein 55-75%. B3. jika dibandingkan dengan protein yang berasal dari telur dan susu 1. Institut Petrole du Fance di Meksiko membudidayakan S. Produksi S. Banyaknya biomassa yang diberikan sebanyak 10% (Perlakuan I). tembaga. Di India S. dan 50% (Perlakuan V) dari total makanan yang diberikan. vitamin. dengan rincian sebagai berikut: 1 Kelompok (5 ekor) sebagai Kontrol dan 25 ekor dibagi ke dalam 5 Kelompok Perlakuan. Besar besar dan umur mencit diusahakan sama yaitu berumur 5-7 minggu dengan berat 30-50 gram. platensis diperoleh dari Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI. docosahexaenoic acid (DHA). krom. platensis maupun S. B12. JUNI 2007: 44-49 Spirulina platensis adalah alga hijau biru yang kaya protein. dan juga menyediakan alpha-linolenic acid (ALA). dsb. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan terhadap penelitian pemanfaatan biomassa kering sebagai sumber Protein Sel Tunggal (PST) yang nantinya dapat dikembangkan menjadi industri seperti makanan atau suplemen berprotein tinggi. 1. platensis adalah makanan yang mengandung semua nutrien makanan dalam konsentrasi yang tinggi. platensis telah berhasil ditumbuhkan dalam media limbah domestik dan kemudian dijadikan pakan ikan dan binatang lain yang pada gilirannya menjadi sumber protein bagi manusia. Seperti Chlorella. dan seng 3.3. Vitamin D dan Vitamin E. B9. Masalah yang diajukan adalah apakah ada pengaruh pemberian alga S. Percetakan Negara Jakarta Pusat. Bahan yang dipergunakan adalah biomassa kering S. 2. B6. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi biomassa S. . Sebuah studi menyebutkan bahwa S. platensis secara besar-besaran pada media limbah industri soda. 30% (Perlakuan III). Vitamin C. eicosapentaeonic (EPA). platensis memungkinkan membantu sistem imun dalam melawan infeksi 2. Alga ini juga kaya gamma-linolenic (GLA). Selain hal-hal tersebut di atas juga sebagai sumber potasium. besi. sehingga lebih mudah dipanen dengan menggunakan penyaringan 6. sodium. Saat ini jenis ganggang yang banyak diteliti untuk produksi Protein Sel Tunggal (PST) adalah jenis Spirulina baik S. Waktu penelitian dilaksanakan selama 5 bulan mulai dari bulan Juli sampai dengan Desember tahun 2002. 11.5 ton ganggang kering/hari 7.4. sedangkan Kelompok Perlakuan diberi pelet dan biomassa dari S. lysin. manganese. platensis sebagai makanan berprotein tinggi pada berat badan mencit (Mus musculus). Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja. Mencit pada Kelompok Kontrol diberi makan yang berupa pelet saja. linolenicacid (LA). Efek samping dari konsumsi yang terkontaminasi dapat berupa diare. 20% (Perlakuan II). Cibinong.4. kadang ditemukan sebagai kombinasi dengan Chlorella 2. KESEHATAN. maka perlu dilakukan penelitian ini. platensis terhadap pertumbuhan berat badan mencit belum pernah dilakukan. Spirulina. Protein ini terdiri dari asam amino-asam amino seperti methionin. Di Amerika Utara telah digunakan sebagai suplemen makanan. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Depok. 40% (Perlakuan IV). dan telah diterima sebagai makanan yang mempunyai banyak fungsi. platensis dapat dimanfaatkan sebagai suplemen bahan pakan. fusiformis. platensis dapat diperoleh dalam bentuk tablet. pirulina platensis ini dapat dimakan. fosfor. NO. kalsium. platensis yang mengandung PST terhadap pertumbuhan berat badan mencit. selenium. Vitamin yang terkandung di dalamnya adalah vitamin B1. Biomassa tersebut diberikan bersama-sama dengan pelet yang merupakan makanan utama mencit. sebagai suplemen atau makanan pelengkap. secara alamiah dapat di air tawar sampai alkalin (payau) di danau-danau atau kolam 2. and arachidonic acid (AA) 3. sistein. Unit budidaya ganggang ini menghasilkan 1 . platensis ini telah digunakan oleh penduduk Afrika sebagai sumber makanan tradisionil 2.3. makanan dan pengobatan 5. B2. atau bubuk. VOL. Ganggang ini memiliki ukuran lebih besar dari Chlorella. S. pusing dan muntah 2.45 MAKARA.

20%. JUNI 2007: 44-49 Mencit pada Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol diletakkan pada kandang terpisah. 40%. dan 50%. II dan III. Pemanfaatan S. Pada analisis lebih lanjut membuktikan bahwa Kelompok yang berhubungan signifikan adalah Kelompok Kontrol (kadar S. 30%. dan 50%. 20. Distribusi Rata-rata Berat Badan Mencit Menurut Penimbangan Sebelum (I) dan Sesudah (II) diberi biomassa S.05. .05. 40%. 30%. Hal ini berarti pemanfaatan S.005. Kandang mencit dibuat dari kotak kaca yang terbuka bagian atasnya. namun besarnya kenaikan berat badan mencit pada kontrol adalah paling kecil. platensis. hari ketujuh sampai dengan hari ke-12 (Minggu II). platensis 10%. 30%. Bagian yang terbuka ditutup dengan kawat kasa yang berukuran besar dengan diberi lubang untuk tempat air minum dan memasukkan atau mengeluarkan mencit pada saat ditimbang. Setiap mencit diberi tanda dengan asam pikrat berwarna kuning pada bagian kepala. Teknik membunuh dilakukan dengan cara dislokasi leher. Pengukuran berat badan dilakukan setiap hari sampai diperoleh pertambahan berat badan yang tidak bermakna. Hasil dan Pembahasan a. Platensis sebagai campuran bahan makanan mempunyai pengaruh yang positif terhadap kenaikan berat badan mencit. 40%. VOL. Berdasarkan analisis varian ada perbedaan rata-rata berat badan badan mencit menurut kadar S. 40%. Secara umum terlihat bahwa terjadi kenaikan berat badan baik pada Kelompok Kontrol maupun Kelompok Perlakuan dengan kadar S. platensiss dan sesudah diberi S. platensis 10% dengan kadar S. Kelompok Kontrol dengan kadar S. Waktu pengamatan selama 17 hari.05.05. platensis sebesar 0% (Kelompok Kontrol). Setelah selesai penelitian Mencit dibunuh secara manusiawi dan sebelumnya dilakukan anestesi terlebih dahulu. Berdasarkan hasil uji analisis varian. 30%. Berat awal mencit ditimbang dengan menggunakan timbangan sebagai titik awal perhitungan pertambahan berat badan. platensis 40%. 20%. rata-rata berat badan mencit pada minggu I (hari ke-1 s/d ke-6) diperoleh nilai p <=0. platensis. 30%. Hasil uji statistik pada Kelompok Kontrol diperoleh nilai p < 0. Rata-Rata Berat Badan Mencit (g) pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan 10%. 11. 3. Ini berarti pada alpha 5%. 1. 30%. Distribusi Rata-rata Berat Badan Mencit (gram) Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan 10%. dan lebih dari 13 hari (III). Berat badan mencit pada berbagai perlakuan biomassa S. 40%. badan. ekor. 40%. 20%. platensis 40%. platensis 20% dengan 40%. Tabel 2 menggambarkan perbedaan rata-rata berat badan mencit menurut kadar biomassa kering S. platensis diuji dengan analisis varian. Hewan harus dipegang secara hati-hati tanpa menimbulkan rasa takut pada hewan. maka dapat disimpulkan ada perbedaan berat badan mencit pada penimbangan sebelum (I) dan sesudah Perlakuan (II). dan 50% dapat dilihat pada Grafik 1. kaki depan sebelah kanan dan kaki belakang sebelah kanan. platensis 50%. Platensis Tabel 1 menggambarkan distribusi rata-rata berat badan mencit menurut penimbangan sebelum dan sesudah diberi S. Platensis mempunyai pengaruh yang terhadap kenaikan berat badan mencit yang sama. Setiap kandang terdiri dari 5 ekor. 30%. ada perbedaan berat badan mencit di antara keenam kadar S. Oleh karena ada penurunan berat badan pada hari ke-14 maka analisis perbedaan rata-rata berat badan mencit dibedakan berdasarkan hari pertama sampai hari keenam (Minggu I). Platensis nilai p<0. Kandang dibersihkan setiap hari. Platensis ini hanya efektif hanya sampai pada hari ke-14. nilai p <=0.46 MAKARA. NO. b. Pada hari ke-13 seluruh mencit mulai mengalami penurunan berat badan dan puncak penurunan berat badan terjadi pada hari ke-14 dan kenaikan berat badan mulai terjadi lagi pada hari ke-15. 20%. Kelompok Perlakuan 10%. 10% dengan 20%. Kelompok kadar S. Kelompok kadar S. 40% dan 50% ada perbedaan berat badan mencit sebelum diberi S. Data tentang pertambahan berat badan mencit disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. dijaga agar tidak ada hewan hidup di sekitarnya. platensis 0%) dengan kadar S. dan 50% pada Minggu I. KESEHATAN. Hewan dibunuh disuatu tempat. Demikian pula pada Kelompok perlakukan baik pada kadar 10%. platensis 30% dengan 40%. Berat badan mencit semula dan pada saat akhir percobaan diuji dengan menggunakan t-test. dan 50% Selama 17 sari Hasil pengamatan berat badan mencit pada Kelompok Kontrol. 20%. Kelompok kadar S. c. Hal ini berarti bahwa bahan pakan mencit baik pelet maupun berbagai konsentrasi biomassa kering S. platensis 10% dengan 50%. Kelompok kadar S. platensis pada minggu II di antara Kelompok Kontrol dan kelima Kelompok Perlakuan 10%. dan 50% mulai dari hari pertama sampai dengan hari kedua belas. dengan nilai p <=0.

000 0. 30%. Platensis pada Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan (n = 30) Kontrol 10 20 30 40 50 Berat Badan (g) per Kelompok Kelompok Kontrol a. 30%. yaitu dengan memberikan biomassa ini bersama-sama dengan makanan mencit (pelet) dengan perbandingan antara biomassa dengan pelet sebagai berikut: 10 %. Penimbangan I b. kondisi ini terjadi baik pada Kelompok Kontrol maupun Kelompok Perlakuan. 20%. VOL.360 26.460 Standar Deviasi 1.000 0.259 0.682 2. platensis 10%. 11.05 baik pada Kelompok Perlakuan maupun Kelompok Kontrol.440 30.532 0.182 0. 30 %.385 1. JUNI 2007: 44-49 Analisis statistik lanjut menunjukkan bahwa Kelompok yang berhubungan signifikan adalah Kelompok Kontrol dengan Kelompok Perlakuan kadar S.923 Standar Error 0. Rata-ra t a Berat Badan Mencit p a d a Kelomp o k Kontrol d a n Kelomp o k Perlaku an10%. mengalami penurunan berat badan pada hari ke-tiga belas. 40 % dan 50 %. Penurunan berat badan secara tajam pada hari ke-empat belas. Rata-Rata Berat Badan (g) 4 3 3 2 2 1 1 5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 Pengamatan Hari ke- Gr a f i k 1. 20%. Penimbangan I Rata-rata (g) 27. 20 %.097 0. Penimbangan II Perlakuan 20% a. Biomassa S. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan rata-rata berat badan mencit pada minggu III (hari ke-13 s/d ke 17) di antara Kelompok Kontrol. platensis yang dipergunakan dalam penelitian ini diasumsikan sebagai sumber protein sel tunggal (PST). Distrib usi Rata-rata Berat Badan Mencit (g) menurut Penimbangan Sebelum (I) dan Sesudah (II) diberi S. Penimbangan I b. 4 0 % d a n 5 0 % selama 17 hari Tabel 1. dan sebagai Kontrol 0 % (tanpa biomassa). 40%.275 0. Berat badan antara sebelum dan sesudah pemberian biomassa selama tujuh belas hari menunjukkan ada perbedaan secara statistik pada nilai p < 0. platensis 40%. KESEHATAN. Kelompok Perlakuan dengan kadar S.952 26.897 2. NO. dan 50% dengan nilai p <=0.000 . dan 50%. Hasil pengamatan berat badan mencit selama tujuh belas hari menunjukkan adanya kenaikan berat badan mencit sampai hari kedua belas.209 Nilai p 0.640 31.05. 1. Penimbangan II Perlakuan 10% a.47 MAKARA.

57-34. serta konsentrasi biomassa 30% dengan 40%. Platensis kaya protein. perbedaan terletak pada konsentrasi biomassa 10 % dengan 40 % dan 50 %. mineral dan nutrient lainnya 1.97 Standar Error 28.82-30.73-33.899 28. dan konsentrasi 20% dengan 50%.200 2.38 2.79 31.86 31. dan konsentrasi 20% dengan 40% dan 50%.56 2.38 2.88 31. 20%.540 31.401 31.153 0.89 32.73 31. konsentrasi 20 % dengan 40 %.32 32.68 31.28 Standar Deviasi 2. Penimbangan II 31.49 2. dan 50% Perlakuan Minggu I: Kontrol Perlakuan 10% Perlakuan 20% Perlakuan 30% Perlakuan 40% Perlakuan 50% Minggu II: Kontrol Perlakuan 10% Perlakuan 20% Perlakuan 30% Perlakuan 40% Perlakuan 50% Minggu III: Kontrol Perlakuan 10% Perlakuan 20% Perlakuan 30% Perlakuan 40% Perlakuan 50% Rata-rata (g) 29.48 MAKARA.301 0.000 0.000 Keterangan : Penimbangan I : sebelum diberi spirulina platensis. n : jumlah sampel Tabel 2.59 1. Distribusi Rata-Rata Berat Badan Mencit (g) Kelompok Kontrol dan Kelompok Perlakuan 10%.000 0. Penimbangan II Perlakuan 50% a.000 0.82-31.19 32.91 2.25 2.640 32.05-32.64 29.87 31.054 2.305 2. 30%. Dari hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa pemberian konsentrasi biomassa akan terjadi kestabilan setelah hari ke 14.940 32.54 28.223 0.51 33.50-31. 1.93-34. . Penimbangan I b.86-32.99 1.94 29. Platensis dapat dimanfaatkan sebagai makanan yaitu sumber protein yang dapat meningkatkan berat badan mencit hingga hari ke-14.89 32. penimbangan II (hari ke-17).373 27.68 32.831 0.84 30.307 0.92-33.88 28.33-29.24 2. Pada minggu III tidak ada perbedaan berat badan pada mencit setelah pemberian biomassa kering S.35 Nilai p 0.52 30.374 27.07 29.646 2.774 1.38 30.409 2. JUNI 2007: 44-49 b.04 32.51 Pada minggu I dan II terjadi perbedaan rata-rata berat badan mencit diantara keenam konsentrasi biomassa tetapi pada minggu ketiga sudah tidak terjadi perbedaan.93-33.94 1.07 1.05-33.000 0.81 31. Penimbangan II Perlakuan 40% a.53 33.12 1. 11.06-30. vitamin.50 2.99 31. Pada Minggu II perbedaan terletak pada konsentrasi 0% dengan 40% dan 50%.25 32.22 31. platensis. Hal ini terjadi karena S.09 32.50 32.763 1.2.11 29.60-29.179 0.250 0. Namun setelah diuji lebih lanjut didapatkan bahwa pada Minggu I. Dengan kata lain.84 33. VOL. 40%.300 0. Penimbangan I b.64-34. Penimbangan II Perlakuan 30% a.16-33. sehingga dengan konsentrasi tertentu berpengaruh terhadap peningkatan berat badan mencit pada periode waktu tertentu.46 29.37 31.19 1.54-34.12 2.81 32. Penimbangan I b.35 2. KESEHATAN. bawa biomassa kering S.76 2. NO.90-31.

kambing. et al. Pemanfaatkan S. O. Chemistry of Natural Compounds. Sebuah studi menyebutkan bahwa tanaman ini memungkinkan membantu sistem imun dalam melawan infeksi 2. Platensis sebagai makanan atau suplemen telah dilakukan oleh penduduk Afrika sebagai sumber makanan tradisionil dan di Amerika Utara telah digunakan sebagai suplemen makanan. “Chemical Composotion of Spirulina platensis Cultivated in Uzbekistan”. dan dapat meningkatkan berat badan mencit. Fungsi lain dari S. Pemberian biomassa kering S. Platensis kepada mencit pada minggu II menghasilkan hasil yang baik pada perbandingan antara pelet dengan biomassa pada 0% dengan 40% dan 50%. O. Journal of Food Science. 2004. and Isochrisis galbana”. kerbau. sehingga lebih mudah dipanen dengan menggunakan penyaringan 6. Platensis dapat dipergunakan sebagai sumber protein sel tunggal (PST) dalam konsentrasi dan jangka waktu tertentu. Pemberian biomassa kering S. Platensis bersel tunggal. manfaat lainnya serta cara perkembangbiakan-nya. Platensis dapat dilanjutkan dengan melakukan penelitian-penelitian lanjutan. Dampak positif lainnya dan dampak negatif pemanfaatan S.05) antara sebelum pemberian dan setelah pemberian selama 17 hari. Vol 43. Ciferri. Penambahan biomassa kering Spirulina platensis kepada mencit (Mus musculus) akan terjadi penambahan berat badan mencit sampai hari ke 12 dan mengalami penurunan pada hari ke 13 dan puncak penurunan terjadi pada hari ke-14. NO. maka pemanfatan S.. 3.40 gram/hari kepada Atletik Meksiko. Penelitian tentang pengaruh protein terhadap pertambahan berat badan hewan percobaan telah dilakukan oleh Siswanthi dengan menggunakan cacing tanah sebagai sumber protein terhadap kenaikan berat badan ikan gurame8. Platensis ini juga perlu dilakukan.K. konsentrasi biomassa 30% dengan 40%. Penelitian pemanfaatan biomassa kering sebagai suplemen protein sel tunggal (PST) dapat digunakan sebagai studi pendahuluan uji coba pada binatang yang lebih besar seperti kelinci. VOL. platensis melalui makanan 20 . selama dua periode 30 . Vol 68. “Spirulina. Vol 47. sapi. JUNI 2007: 44-49 Asupan protein dalam tubuh dipergunakan sebagai sumber energi dan pada tingkat tertentu dapat meningkatkan berat badan mencit. Kesimpulan dan Saran Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biomassa kering S. Microbiological Reviews. Babadzhanov. KESEHATAN. Daftar Acuan 1. maka peneliti mengatakan bahwa S. Platensis dalam menaikkan berat badan mencit. platensis dapat dilakukan dengan memanfaatkannya dalam pengolahan air limbah sebagai media pertumbuhannya. the Edible Microorganism”. 1983. dll. platensis kepada mencit menghasilkan perbedaan yang nyata secara statistik (p < 0. kambing. M. mempunyai kandungan protein yang tinggi. platensis ini juga dapat hidup mulai dari air tawar sampai air payau 3. 11. Platensis adalah kemampuannya dalam membersihkan limbah cair (waste water purification)9 karena dapat tumbuh baik dalam liombah industri maupun rumah tangga. Dampak positif lainnya dan dampak negatif pemanfaatan S. atau pun pada manusia.45 hari berturut-turut tidak menemukan efek yang dapat dideteksi 7. platensis. A. “Biomass Nutrient Profiles of Three Microalgae: Spirulina platensis. Pada minggu III tidak ada perbedaan berat badan pada mencit setelah pemberian biomassa kering S. Penelitian pemanfaatan biomassa kering sebagai suplemen protein sel tunggal (PST) dapat digunakan sebagai studi pendahuluan uji coba pada sekala yang lebih besar seperti kelinci. kerbau. Platensis mempunyai pengaruh yang labih baik dibandingkan dengan bahan pakan pelet. Unal. Platensis ini juga perlu dilakukan.49 MAKARA. Pemberian biomassa kering S. Dengan demikian untuk memperoleh sumber PST dari S. . Chlorella vulgaris. juga pada konsentrasi 10 % dengan 40 % dan 50%. konsentrasi 20% dengan 40% dan 50%. konsentrasi 20% dengan 40%. 2003. Dengan telah diketahuinya konsentari dan waktu pemanfaatan S. Pemberian biomassa kering Spirulina platensis kepada mencit pada minggu I menghasilkan hasil yang baik pada perbandingan antara makanan mencit (pelet) dengan biomassa pada 0 % dengan 40 % dan 50 %.S. Tokusoglu. Kemudahan lain adalah karena ganggang ini memiliki ukuran lebih besar dari Chlorella. Spirulina. sehingga selain diperolehnya sumber protein juga membantu proses pengolahan limbah. sapi. Karena S. 2. 4. 1.

et al. N. Institut Teknologi Bandung. Borowitzka. 2002. Sayre. JUNI 2007: 44-49 4.K. K. Cambridge university Press: Cambridge. Siswanthi. NO. Kualalumpur. 1981. University Press. Adams. and Borowitzka. World J. National Workshop on Biogas Technology. Olguin.50 MAKARA. Eutrophication and Waste Treatment. . Peningkatan Laju Tumbuh dan Kandungan Protein pada Ikan Gurami (Osphronemusgouramy Lac) yang Diberi Pakan Campuran Cacing Tanah (Lumbricus rubellus). In IBP 4: Food Protein Source. Biotechnol.W. KESEHATAN. 1. Thesis. Pirie). Pirie. VOL.H. 1975. 8. 305-319. M.A. 1992. 5. Microbil. N. 6. An Herb entry from The Ancient Herbs and Modern Herbs Book. New York. Cambridge. 2001. 11.W. No 10. Pollution. (ed.J. 1994. Mikroalga Biotechnology. L. 7. J. 9. Simultaneous High-biomass Protein Production and Nutrient Removal using Spirulina platensis in Seawater Supplemented with Anaerobic Effluents.