LABORATORIUM FARMASETIKA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN

LAPORAN LENGKAP RHEOLOGI

OLEH : KELOMPOK 3 (TIGA) GOLONGAN SENIN & JUMAT ASISTEN : HASMI ISHAK AYU ASHARI

MAKASSAR 2012

BAB I PENDAHULUAN I. Rheologi meliputi campuran oleh aliran dari bahan. pengeluaran dari tube. jauh lebih berlsifat praktis daripada bernilai teoritis serbuk. apakah dicapai dari penuangan. larutan dan sistem koloid baik yang encer maupun yang kental. Penyelidikan visikositas dari cairan sejati. Sehingga dalam pembuatan sediaan farmasi perlu diketahui lebih dulu aliran dari senyawa yang akan dipakai.1 Latar Belakang Prinsip dasar rheologi telah digunakan dalam penyelidikan tinta. Belajar mengenai pentingnya rheologi dalam farmasi dan masyarakat penerapannya dalam permukaan dan analisis dari produk farmasi tersebut seperti emulsi. I. atau pelewatan dari jarum suntik. pemindahan sebelum digunakan. berbagai adonan. bahan-bahan pebuat jalan termasuk produk hasil peternakan serta bahan-bahan lain. Sifat-sifat rheologi dari sistem farmasetik dapat mempengaruhi pemilihan alat yang akan digunakan untuk memproses produk tersebut dalam pabrik. Rheologi dapat mempengaruhi penerimaan obat oleh tubuh pasien. Karena ternyata viskositas mempengaruhi laju absorbsi obat dari saluran cerna. pemasukan kedalam wadah.1 Maksud dan Tujuan Percobaan Maksud Percobaan . pasta dan penyaluran tablet.2 I.2.

2.Mengukur dan memahami viskositas suatu bahan dan tipe-tipe alirannya dari sedian-sedian farmasi I.3 Prinsip Percobaan Penentuan viskositas berdasarkan faktor koreksi dan deal reading terukur dari viskometer serta penentuan tipe-tipe aliran berdasarkan data dari tiap sediaan farmasi .2 Tujuan Percobaan Menentukan tipe-tipe aliran suatu bahan dan membuat kurva berdasarkan data yang diperoleh untuk menentukan tipe-tipe alirannya I.

Semakin tinggi viskositas maka semakin besar tahanannya untuk mengalir. sehingga viskositas telah terbukti dapat mempengaruhi laju absorbsi obat dalam tubuh (2:91). Rheologi erat kaitannnya dengan viskositas. emulsi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. prinsip-prinsip rheologi diaplikasikan dalam pembuatan krim. Rheologi juga meliputi pencampuran aliran dari bahan. penyalut tablet. dan lainlain. penuangan. pengeluaran dari tube atau pensetan dari jarum suntik. Dalam bidang farmasi. suspensi. Rheo berarti mengalir dan logos berarti ilmu. Selain itu. Viskositas dinyatakan dengan simbol η (1:827). prinsip rheologi juga digunakan karakteristik induk sediaan farmasi (dosage formu) sebagai penjaminan kualitas yang sama untuk setiap batch. Viskositas (kekentalan) dapat dianggap sebagai gesekan dalam dalam suatu fluida. Sehingga rheolgi adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi dari suatu zat tertentu dapat mempengaruhi penerimaan obat bagi pasien. bahkan ketersediaan hayati dari tubuh (bioavability). Karena adanya viskositas ini. Viskositas merupakan suatu persyaratan pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir. maka untuk menggerakkan salah satu lapisan fluida diatas lapisan lainnya.1 Teori Umum Rheologi berasal dari bahasa Yunani yaitu rheo dan logos. stabilitas fisika obat. lotion. atau . pasta.

L adalah panjangnya. Hasilnya. P1 – P2 merupakan perbedaan tekanan antara ujung-ujungnya. Baik zat cair maupun gas mempunyai viskositas hanya saja zat cair lebih kental (viskos) daripada gas (2:92). Laju aliran fluida dalam tabung yang bulat bergantung pada viskositas fluida. menentukan bagaimana variabelvariabel tersebut mempengaruhi laju aliran fluida yang tidak bisa ditekan yang mengalami aliran laminer pada tabung silinder. “Poise”. haruslah dikerjakan gaya.L Poiseulle (1999-1989). dan Q adalah laju volume aliran (volume fluida yang mengalir per satuan waktu dinyatakan dalam satuan SI m3/S) (3:35). yang dikenal dengan nama persamaan Poiseulle. dipakai). Penggolongan bahan menurut tipe aliran dan deformasi adalah sistem newton dan sistem non-newton. Ilmuan Prancil J. perbedaan kecepatan (dv) antara dua bidang cairan dipisahkan oleh suatu jarak yang kecil sekali (dr) adalah perbedaan . η adalah koefisien viskositas.supaya satu permukaan dapat meluncur diatas permukaan lainnya bila diantara permukaa-permukaan ini terdapat lapisan fluida. yang ditarik pada fisika dari peredaran darah (dan yang namanya. adalah : dimana r adalah radius dalam tabung. Pemilihan bergantung pada sifatsifat aliran nya apakah sesuai hukum aliran dari newton atau tidak. perbedaan tekanan dan dimensi tabung. Dalam hukum aliran dari newton.

makin besar viskositas suatu cairan akan makin besar pula gaya persatuan luas (shearing stress) yang diperlukan untuk menghasilkan suatu rate of share 2.kecepatan atau rate of shear. Aliran Plastis. Aliran Newton.2 1. ini disebut sharing stress (1:830). Pasta gigi tidak bersifat toksik. tipe aliran ini adalah kebalikan dari pseudoplastis seringkali dikenal sebagai shear thining system. 1. kurva konsistensi untuk bahan pseudoplastis mulai pada titik (0. Aliran Non Newton a. jika bagian lurus dari kurva tersebut diekstrapolasikan ke sumbu) pada suatu titik tertentu yang dikenal sebagai harga yield b.0) atau paling tidak mendekati pada rate of shear rendah. berlawanan dengan Bingham bodies. tidak ada yield value c. Aliran Dilatan. memiliki . maka bahan dilatan seringkali diberi shear thichening system II.0) tapi memotong sumbu shearing stress (atau akan memotong. dv/dr. Aliran Pseudoplastis. substansi makanan. plak dan membersihkan gigi. kurva aliran plastis tidak melalui (0. Akibatnya. Uraian Bahan Pasta Gigi Merupakan pembersih gigi yang bisa digunakan untuk menghilangkan partikel asing pada gigi. Gaya persatuan luas F 1/A diperlukan untuk menyebabkan aliran.

Pasta gigi tersusun atas: a.rasa yang menyenangkan dan meninggalkan rasa segar dari mulut setelah menggunakannya. Agen detergen dan forming d. lunak. Salep tidak boleh berbau tengik. Bahan sebaiknya terdispersi homogen dalam dasar salep. Favour g. Kualitas dasar salep yaitu stabil. Pengawet 2. Agen mantenet (pelembab) c. Agen publishing b. mudah dipakai dan terdistribusi merata. Agen pengikut e. kecuali dinyatakan lain kadar bahan obat dalam salep yang mengandung obat keras narkotik 10%. Pemanis f. Salep berfungsi sebagai bahan pembawa substansi obat untuk pengobatan kulit sebagai bahan pelumas pada kulit. . Salep Merupakan sediaan setengah padat dikerjakan untuk pemakaian tropilesed pada kulit atau selaput lendir. sebagai pelindung dan mencegah kontak permukaan kulit dengan larutan benar dan rangsang kulit.

Suspensi Merupakan suatu campuran fluida yang mengandung partikel padat yang dilarutkan dalam zat cair dan zat padat yang dilarutkan dalam zat cair tersebut. 5. membentuk suspensi koloid. NaCMC Nama Resmi : Nalni carbonymethyl cellulocum Nama Lain Pemerian : NaCMC : Mudah mendispersi dalam air. dalam eter P dan dalam pelarut organik. Dipilih spindel yang tepat disesuaikan dengan viskositas sampel .3. Istilah ini secara tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai konsistensi relative cair diformulasi sebagai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. tidak larut dalam etanol (95%) P. Krim Krim adalah bentuk sediaan setengan padat. Sebanyak 100 gram atau 100 ml sampai dimasukkan dalam beker kemudian diletakkan di bawah viscometer Broon field. 4.3 Prosedur Kerja 1. mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. II.

Hasil dicatat dalam table 4. kemudian viskometernya diatur kecepatannya diperhatikan garis merah pada meteran dan hentikan putarannya setelah garis merah pada alat berputar sebanyak tiga kali 3. Kerapatan putaran dan besar spindle dicocokkan pada table penentuan nilai faktor konversi yang telah tersedia 5.2. Dihitung viskositasnya . Spindel dipasang.

NaCMC 10%. Dicatat faktor koreksi dengan ukur sesuai spindelnya 8.1. 30 rpm. gelas ukur. 50 rpm dan 100 rpm 6. Diatur pergerakan spindel dengan kecepatan 5 rpm.BAB III METODE KERJA III. erlenmeyer 200 ml. Diletakkan beker berisi bahan di bawah viskometer 4. salep dan suspensi III. Disiapkan alat dan bahan 2.1.2 Bahan percobaan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah pasta gigi. Diamati dial reading yang terukur di viskometer 7. 20 rpm. Diletakkan spindel kedalam beker 5. lap halus III. gelas piala. Dihitung viskositasnya .2 Cara Kerja 1. krim. Dituang bahan kedalam beker masing-masing 100 ml 3.1 Alat percobaan Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah viskometer. 10 rpm.1 Alat dan bahan III. lap kasar.

041 800 20 50 4 10 7 2 3 2 3 1.5 9 20 rpm 36 Krim 11 50 rpm 52 61 20 rpm 16 Salep 98 50 rpm 46 20 rpm NaCMC 50 rpm 20 36 17.1 Golongan Senin Sampel Suspensi 50 rpm 28 74 20 rpm 24 Pasta 65 50 rpm 46.38 2000 7 1.991 200 6 1.1.556 500 7 1.497 1.954 800 2000 7 6 1.667 0.812 200 6 1.245 1.204 2000 7 1.689 20 500 3 6 Kecepatan 20 rpm CP 16 Log CP 1.5 11 1.556 1.041 800 6 1.204 Fk 50 Spindel 2 .301 1.716 1.1 Tabel Data IV.662 1.785 200 500 7 6 1.BAB IV HASIL PENGAMATAN IV.

556 1.864 20 500 3 6 Kecepatan 20 rpm CP 16 Log CP 1.204 Fk 50 Spindel 2 IV.34 2000 7 1.2 Perhitungan 1.607 0.716 1.785 200 900 7 6 1.IV.556 500 7 1.1.204 2000 7 1.041 800 6 1. V = 20 rpm . NaCMC a.812 200 6 1.301 1.5 1 1.954 800 2000 7 6 1.991 200 6 1.5 9 20 rpm 36 Krim 11 50 rpm 52 61 20 rpm 16 Salep 98 50 rpm 46 20 rpm NaCMC 50 rpm 20 36 17.245 1.2 Golongan Jumat Sampel Suspensi 50 rpm 28 70 20 rpm 24 Pasta 65 50 rpm 46.447 1.041 800 200 500 4 10 7 2 3 2 3 1.662 1.

2082 = 46. V = 20 rpm Viskositas = = 0.Viskositas = Viskositas = = 13. V = 50 rpm Viskositas = = 134 = 7.6 Viskositas = b.9 = 0.0 Viskositas = b.02 . Suspensi a. V = 50 rpm Viskositas = = 48.672 = 3.248 Viskositas = 3. Pasta a. V = 50 rpm = 26. V = 20 rpm Viskositas = b.0996 Viskositas = 2.

656 Viskositas = 5.64 = 44. V = 50 rpm Viskositas = = 38.9 = 16.4 Viskositas = b.656 . V = 20 rpm Viskositas = = 0.4 Viskositas = = 16. Krim a.57 = 195.4 = 95.625 Viskositas = b. V = 50 rpm Viskositas = = 120. Salep a. V = 20 rpm Viskositas = = 68.Viskositas = 4.

Salep adalah sediaan semi padat.BAB V PEMBAHASAN Rheologi adalah ilmu yang mempelajari atau teknologi tentang zat cair dan deformasi zat padat. Pada percobaan ini alat yang digunakan adalah viscometer. selain itu digunakan pula CMC dan suspensi buatan. yaitu viskositas dari cairan newton bisa ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi aliran tersebut untuk mengalir. Adapun jenis viskometer ini ada yang disebut viskometer kapiler. pasta . pasta. Viskositas adalah pernyataan tahanan dari suatu larutan untuk mengalir. Hal ini menyebabkan kecepatan putaran spindel rendah. Rheologi adalah ilmu yang penting dugunakan dalam farmasi terutama dalam hal formulasi dan analisa bentuk sediaan farmasi tersebut.0 dan memotong shearing stress). shearing stress dan rate of shear. Dari hasil pengamatan sampel pasta menunjukkan viskositas terbesar. Ilmu rheologi mempelajari tentang viskositas. Contonya emulsi. Rate of shear untuk menentukan perbedaan kecepatan antara bidang cairan dipisahkan oleh jarak yang sangat kecil. Shearing stress digunakan untuk menyatakan gaya persatuan luas yang diperlukan untuk menyebabkan aliran. tablet dan lain-lain. fluiditas. Sedangkan Yield Value adalah kurva dimana garis tidak dimulai dari titik (0. Yang tergolong dalam kategori salep seperti pasta dan krim.

Makin besar viskositas. Ketidaktepatan bobot sampel yang diuji 2. Sementara sampel CMC menunjukkan viskositas terendah dengan menggunakan spindel 2 dan 3. makin besar pula gaya persatuan luas (shearing stress) untuk mendapatkan rate of shear. Krim adalah sediaan semi padat berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60 % air. sampel pata menunjukkan viskositas terbesar. Kecepatan putaran spindelnya rendah yang berarti sampel pasta adalah sampel yang paling kental di antara sampel-sampel lain. Sehingga dapat disimpulkan bahwa CMC adalah sampel yang paling cair dan paling cepat alirannya.dalah seddiaan setengah padat yang mengandung sejumlah bahan padat yang tidak larut (20% atau lebih) dicampurkan dalam basis salep. Ketidaktepatan penggunaan spindel . Faktor-faktor kesalahan yang mungkin mempengaruhi hasil yang diperoleh antara lain : 1. Dari sampel pengamatan.

2 Saran Agar penjelasan mengenai praktikum tidak hanya dijelaskan secara teknik melainkan juga dijelaskan mengenai teori dan segala hal yang berkaitan dengan percobaan yang dilakukan .1 Kesimpulan Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa tingkat viskositas tertinggi ke terendah dimulai dari pasta. Sampel suspensi termasuk tipe aliran plastis VI. krim. Sampel salep termasuk tipe aliran plastis 4. Sampel CMC termasuk tipe aliran dilatan 5. Sampel pasta termasuk tipe aliran dilatan 2. Sampel krim termasuk tipe aliran pseudoplastis 3.BAB VI PENUTUP VI. Adapun tipe-tipe aliran dari masing-masing sampel yaitu: 1. salep. suspense dan larutan CMC.

et. Jakarta. 827. (1985). Fakultas Farmasi UNHAS.all. Ditjen POM. Penerbit UI Jakarta. Departemen Kesehatan RI. Bagian II. 35. 2. 675.. Ansel. A. “ Farmakope Indonesia”. 412. 96. Martin. Edisi III.DAFTAR PUSTAKA 1. 830.. 4. 3. (1995). Jakarta. “Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi”. 91. Makassar. (1993). “Penuntun Praktikum Farmasi Fisika”. Tim asisten (2008).92. “ Farmasi Fisika “. Howard C. UI Press. . 90.. Edisi III.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful