KONSEP SEHAT SAKIT MENURUT WHO

Menurut WHO (1947) Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947).

Definisi WHO tentang sehat mempunyai karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positif (Edelman dan Mandle. 1994) :

1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. 2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal. 3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

SEHAT MENURUT DEPKES RI

Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan universal karena ada faktor faktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama faktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. Banyak ahli filsafat, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lainlain bidang ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. Masalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradap -tasi dengan lingkungan baik secara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa :

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur –unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Definisi sakit: seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu. Walaupun seseorang sakit (istilah sehari hari) seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia di anggap tidak sakit(2).

Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, g enetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu:

1. Environment atau lingkungan. 2. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua d ihubungkan dengan ecological balance. 3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya. 4. Health care service berupa program kesehatan yang 5. bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif.

Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat. Tingkah

laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas sosial, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), ergantung dari variabel-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien. Pengertian sakit menurut etiologi naturalistik dapat dijelaskan dari segi impersonal dan sistematik, yaitu bahwa sakit merupakan satu keadaan atau satu hal yang disebabkan oleh gangguan terhadap sistem tubuh manusia. Pernyataan tentang pengetahuan ini dalam tradisi klasik Yunani, India, Cina, menunjukkan model keseimbangan (equilibrium model) seseoran dianggap sehat apabila unsur - unsur utama yaitu panas dingin dalam tubuhnya berada dalam keadaan yang seimbang. Unsur-unsur utama ini tercakup dalam konsep tentang humors, ayurveda dosha, yin dan yang. Departemen Kesehatan RI telah mencanangkan kebijakan baru berdasarkan paradigma sehat (4).

Paradigma sehat adalah cara pandang atau pola pikir pembangunan kesehatan yang bersifat holistik, proaktif antisipatif, dengan melihat masalah kesehatan sebagai masalah yang dipengaruhi oleh banyak faktor secara dinamis dan lintas sektoral, dalam suatu wilayah yang berorientasi kepada peningkatan pemeliharaan dan per - lindungan terhadap penduduk agar tetap sehat dan bukan hanya penyembuhan penduduk yang sakit.

Pada intinya paradigma sehat memberikan perhatian utama terhadap kebijakan yang bersifat pencegahan dan promosi kesehatan, memberikan dukungan dan alokasi sumber daya untuk menjaga agar yang sehat tetap sehat namun teta p mengupayakan yang sakit segera sehat. Pada prinsipnya kebijakan tersebut menekankan pada masyarakat untuk mengutamakan kegiatan kesehatan daripada mengobati penyakit. Telah dikembangkan pengertian tentang penyakit yang mempunyai konotasi biomedik dan sosio kultural.

dengan illness dimaksud reaksi personal. Dilihat dari segi sosio cultural terdapat perbedaan besar antara kedua pengertian tersebut. apa yang disebut sehat dalam suatu kebudayaan belum tentu disebut sehat pula d alam kebudayaan lain. Di sini tidak dapat diabaikan adanya faktor penilaian atau faktor yang erat hubungannya dengan sistem nilai. . Dengan disease dimaksudkan gangguan fungsi atau adaptasi dari proses-proses biologik dan psikofisiologik pada seorang individu.Dalam bahasa Inggris dikenal kata disease dan illness sedangkan dalam bahasa Indonesia. kedua pengertian itu dinamakan penyakit. Dalam konteks kultural. serta khusus pada interaksi antara beberapa aspek ini yang mempunyai pengaruh pada kesehatan dan penyakit. dan kultural terhadap penyakit atau perasaan kurang nyaman (1). Para dokter mendiagnosis dan mengobati disease. sedangkan pasien mengalami illness yang dapat disebabkan oleh disease illness tidak selalu disertai kelainan organic maupun fungsional tubuh. Tulisan ini merupakan tinjauan pustaka yang membahas pengetahuan sehatsakit pada aspek sosial budaya dan perilaku manusia. interpersonal.

EPIDEMIOLOGI Rabu. dan lain sebagainya. kuning. Di bin pihak masih ada gangguan kesehatan/ penyakit yang belum jelas penyebabnya. Bila terjadi gangguan. konsep terjadinya didasarkan pada adanya gangguan makhluk halus atau karena kemurkaan dan yang maha pencipta. . Dalam teori ini dikatakan bahwa dalam tubuh manusia ada empat macam cairan. keseimbangan tersebut. tanah. serta tidak dijelaskan tentang faktor lingkungan bagaimana yang dapat menimbulkan penyakit. Icon tersebut masih merupakan dasar dalam sistem pengobatan Cina tradisional. Hippocrates telah mengembangkan teori bahwa timbulnya penyakit disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air. Hingga hunt ml. Pada mulanya. Latar Belakang Penyakit merupakan salah satu gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dahulu. udara. (tergantung pada jenis cairan mania yang bersifat dominan. Namun demikian dalam teori tidak dijelaskan bagaimana kedudukan manusia dalam interaksi tersebut. dan hitam. yakni cairan putih. akan menimbulkan penyakit tertentu. merah. cuaca. Pada kehidupan masyarakat Cina dikenal pula teori terjadinya penyakit yang timbul karena adanya gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh manusia (teori humoral). maupun proses kejadian. 05 Desember 2007 KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI DAN TIMBULNYA PENYAKIT BAB I PENDAHULUAN 1. masih banyak kelompok masyarakat di negara berkembang yang meng anut konsep tersebut. Pada tahap berikutnya. Hingga saat ml.

Keadaan ini sangat erat hubungannya dengan berbagai pengamatan epidemiologi terhadap gangguan kesehatan. terjadi perubahan yang cukup besar dalam konsep terjadinya penyakit. dan pada umumnya terdiri dari berbagai faktor yang saling kiat mengkait. dan lain sebagainya. mutasi dan sifat resistensi tubuh. dengan didapatkannya mikroskop. sistem imunitas. . sehingga konsep penyebab penyakit beralih ke jasad renik Perkembangan selanjutnya mengantar para ahli ke arah hormonal yang semakin berkembang. Dan pada saat ini.Kemudian berkembang teori terjadinya penyakit karena sisa makhluk hidup yang mengalami pembusukan. Ternyata setelah penyakit menular mulai dapat di atasi pada negara-negara maju. Teori ini terutama pada abad pertengahan dan pada waktu itu lebih mengarah pada kebersihan lingkungan terhadap sisa-sisa peninggalan makhluk hidup. teori tentang faktor penyebab penyakit tidak dapat dipisahkan dengan berbagai faktor yang berperan dalam proses kejadian penyakit yang dikembangkan melalui teori ekologi lingkungan yang didasarkan pada konsep bahwa manusia berinteraksi dengan berbagai faktor penyebab dalam lingkungan tertentu dan pada keadaan tertentu akan menimbulkan penyakit yang tertentu pula. muncullah masalah berbagai penyakit menahan/tidak menular yang unsur dan faktor penyebabnya sangat berkaitan erat dengan faal tubuh. Pada saat itu. Contoh pengaruh teori tersebut adalah timbulnya penyakit malaria yang di kira karena sisa-sisa pembusukan binatang dan tumbuhan yang ada di rawa-rawa (malaria artinya daerah yang jelek) dan masih ada masyarakat yang tetap menganut teori tersebut. sehingga meninggalkan pengotoran udara dun lingkungan sekitarnya. orang mulai optimis dalam menghadapi berbagai penyakit dengan antibiotika. Akhirnya pada abad-abad selanjutnya.

Khusus       Untuk mengetahui perkembangan teori terjadi penyakit Untuk mengetahui konsep penyebab dan proses awal terjadinya. Untuk mengetahui riwayat alamiah suatu penyakit Untuk mengetahui pola penyebaran penyakit Untuk mengetahui penyebab majemuk Untuk mengetahui manfaat riwayat alamiah riwayat 3. Manfaat Ilmiah  Merupakan manfaat bagi ilmu kesehatan sebagai data dasar konsep timbul penyakit 2. Manfaat 1.2. Umum Untuk mengetahui konsep dasar timbulnya penyakit di dalam lingkungan masyarakat. Tujuan 1. Manfaat Praktis  Dapat digunakan sebagai panduan di dalam konsep timbul awal mulanya penyakit . 1.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Konsep penyebab dan proses terjadinya penyakit dalam epidemiologi berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (pejamu) dengan berbagai sifatnya (biologis. Fisiologis.2000. Penyakit dapat terjadi karena adanya ketidak seimbangan antar ketiga komponen tersebut. (Nur nasry noor.Jakarta) Menurut John Bordon. Sosiologis dan antropologis) dengan penyebab (agent) serta dengan lingkungan (Enviroment). model segitiga epidemiologi menggambarkan interaksi tiga komponen penyakit yaitu Manusia (Host). . penyebab (Agent) dan lingkungan (Enviromet).Dasar epidemiologi. Untuk memprediksi penyakit. Psikologis. model ini menekankan perlunya analis dan pemahaman masing-masing komponen. Model ini lebih di kenal dengan model triangle epidemiologi atau triad epidemilogi dan cocok untuk menerangkan penyebab penyakit infeksi sebab peran agent (yakni mikroba) mudah di isolasikan dengan jelas dari lingkungan.Rineka cipta.

// Konsep dasar perjalanan penyakit. secara dan kebiasaan tertentu. Pekerjaan. katanya jelas.Media presindo. termasuk status gizi 5.Manajemen epidemiologi. Umur. (Heru subari. ras. Kemudian faktor keturunan juga berpengaruh. Contoh kongkrit wanita lebih rentan terhadap serangan berbagai penyakit-usahapun demikian karena usia yang amat tua dan amat muda akan mudah jatuh sakit. karena sel darah merah yang ada tidak menguntungkan untuk pertumbuhan plasmodium. Tetapi kebiasaan hidup yang mana. Dalam manusia juga memiliki karakteristik yang sangat berpengaruh seperti jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Dan semata-mata karya menyoroti kebiasaan hidup.(http. jenis kelamin. Jika ada plasmodium melawan ditukarkan pada orang tersebar oleh nyamuk. Misalnya penyakit keturunan talasemia.15-16) Menurut Hari Purnomo yang paling berkepentingan dan berperan untuk membuat terjadinya suatu penyakit atau tidak justru manusia? Mengapa karena dia yang diberi rahmat untuk mengendalikan.) Unsur pejamu secara umum dapat dibagi dalam doa kelompok yaitu : 1. Semua itu berpengaruh terhadap timbulnya penyakit. anak-anak). Dan faktor yang sangat penting orang perilaku kebiasaan untuk faktor perilaku dan kebiasaan menurut hari. Fungsi fisiologis atau faal tubuh 4. dll. Manusia sebagai makhluk biologis memiliki sekat biologis tertentu seperti . kelompok etmik (suku) hubungan keluarga 2. antara lain : 1. usia (tua.Pejamu (Host) : hal-hal yang berkaitan dengan terjadinya penyakit pada manusia. Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial 7. dll. Bentuk anatomis tubuh 3.2004. Keadaan kuantitas dan respon monitors 6. penyakit itu tidak akan terjangkit pada penderita talasemia. muda.dkk.Yogyakarta. Status kesehatan. yang bisa dikatakan memberikan perlindungan atau memberikan kecenderungan terjadi penyakit. memang bisa menimbulkan resiko memberikan proteksi dan perlindungan. Hal.

ras dan keturunan Bentuk anatomis tubuh serta 2.2002.27) pada dasarnya. pada umumnya kejadian penyakit di sebabkan oleh berbagai unsur yang secara bersama-sama mendorong terjadinya penyakit. dan insekta. agama dan hubungan keluarga sehubungan sosial kemasyarakatan. Unsur penyebab.Hal.  Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari termasuk kebiasaan hidup sehat. Manusia sebagai makhluk sosial mempunyai berbagai sifat khusus seperti  Kelompok etnik termasuk adat. jamur. kelompok cacing. Penyebab kausal sekunder.Epidemiologi. jenis kelamin. kebiasaan. tetapi sebaliknya. dan 2. Penyebab kausal primer. secara dasar. Unsur „penyebab biologis yakni semua unsur penyebab yang tergolong makhluk hidup termasuk kelompok mikro organisme seperti Virus. 1. belum tentu terjadi penyakit.Universitas Hasanuddin. Unsur penyebab kausul ini dapat dibagi dalam 6 kelompok yaitu : 1. nutrisi yakni semua unsur penyebab yang termasuk golongan zat nutrisi dan dapat menimbulkan penyakit tertentu karena . protozoa. namun demikian. unsur ini dijumpai sebagai unsur penyebab kausal. bakteri.Makassar. dengan ketentuan bahwa walaupun unsur ini ada. Pada penyakit tertentu.o o Umur. (Nur nasry noor. Unsur penyebab ini pada umumnya di jumpai pada penyakit infeksi menular 2. Penyebab kausal primer Unsur ini dianggap sebagai faktor kausal Terjadinya penyakit. unsur penyebab penyakit dapat di bagi dalam dua bagian utama yakni : 1. tidak satu pun penyakit yang dapat timbul hanya di sebabkan oleh satu faktor tunggal semata.

cair. hidrat arang. lemak. 5.kekurangan maupun kelebihan zat nutrisi tertentu seperti protein. vitamin. Hal ini di dasarkan pada ketentuan bahwa pada umumnya kejadian setiap penyakit sangat di pengaruhi oleh . berbagai senyawaan kimia ini dapat berbentuk padat. maupun gas. bahkan sekelompok ahli lebih menitik beratkan kejadian penyakit pada unsur penyebab genetika. Unsur penyebab psikis yakni semua unsur yang pertalian dengan kejadian penyakit gangguan jiwa serta gangguan tingkah laku sosial. radiasi dan lain-lain. dan air. 3. unsur penyebab fisika yakni semua unsur yang dapat menimbulkan penyakit melalui proses fisika umpamanya panas (luka bakar). pukulan (rudapaksa). racun. Dengan demikian. obat-obatan keras. mineral. kita tidak hanya berpusat pada penyebab kausal primer semata. irisan. kolesterol. Ada pula senyawaan kimiawi sebagai hasil produk tubuh (dari dalam) yang dapat menimbulkan penyakit tertentu seperti ureum. uap. Unsur ini pada umumnya berasal dari luar tubuh termasuk berbagai jenis zat. Proses kejadian penyakit dalam hal ini terutama melalui proses fisika yang dapat menimbulkan kelainan dan gangguan kesehatan. maka dalam setiap analis penyebab penyakit dan hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. tikaman. unsur penyebab kimiawi yakni semua unsur dalam bentuk senyawaan kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan/penyakit tertentu. 2. Unsur penyebab ini belum jelas proses dan mekanisme kejadian dalam timbulnya penyakit. tetapi harus memperhatikan semua unsur lain di luar unsur penyebab kausal primer. dan lain-lain 4. Penyebab non kausal (sekunder) Penyebab sekunder merupakan unsur pembantu/penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. Dalam hal ini kita harus berhati-0hati terhadap faktor kehidupan sosial yang bersifat non kausal serta lebih menampakkan diri dalam hubungannya dengan proses kejadian penyakit maupun gangguan kejiawaan.

terdiri dari 1. 1.25-27) Dan penyebab agent menurut model segitiga epidemilogi terdiri dari biotis dan abiotis. Psychis Agent. (Nur nasry noor. mineral. Mechanical Agent misalnya pukulan tangan kecelakaan. logam berat. benturan. dan getaran 5. kebisingan. Jamur Misalnya : candida. Biotis khususnya pada penyakit menular yaitu terjadi dari 5 golongan 1. kelembaban panas. Bakteri misalnya Salmonella. Metazoa : misalnyaarthopoda . Abiotis.Jakarta. Kejadiannya tidak di batasi hanya pada penyebab kausal saja. misalnya pestisida. misalnya gangguan phisikologis stress depresi 6. Sebagai contoh pada penyakit kardiovaskuler. tetapi harus di analisis dalam bentuk suatu rantai sebab akibat di mana peranan unsur penyebab sekunder sangat kuat dalam mendorong penyebab kausal primer untuk dapat secara bersama-sama menimbulkan penyakit. Physilogigis Agent. polio.Rineka cipta. Chemical Agent. 4. lorona 5. protein dan vitamin) 2. Virus misalnya dengue. hystoples osis 1. misalnya kekurangan /kelebihan gizi (karbohididrat.2000. tuberkulosis. gesekan. Protozoa : misalnya Plasmodum. Hal. meningitis 4. tinia algae. dan lain sebagainya. measies. Physical Agent. kardiasi. lemak. misalnya gangguan genetik. amodea 2. misalnya suhu.berbagai unsur yang berinteraksi dengan unsur penyebab dan ikut dalam proses sebab akibat. . Nutrient Agent.Dasar epidemiologi. helminthes 3. obat-obatan 3. kecelakaan lalu lintas.

maupun sebagai reservoir/sumber penyakit atau pejamu antara (host intermedia) .Kebiasaan hidup dan kehidupan sosial sehari-hari termasuk kehidupan sehat. baik sebagai unsur lingkungan yang menguntungkan manusia (senbagai sumber kehidupan) maupun yang mengancam kehidupan / kesehatan manusia (Nur nasri noor.dkk. Lingkungan fisik .16-17. dan  Fauna sekitar manusia yang berfungsi sebagai vektor penyakit tertentu terutama penyakit menular.Hal.2004.(Heru subari. baik sebagai sumber kehidupan (bahan makanan dan obat-obatan).Manajemen epidemiologi.Univesutas Hasanuddin Makassar.ain meliputi :    Beberapa mikroorganisme patogen dan tidak patogen.2002. Vektor pembawa infeksi Berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.) Unsur lingkungan (Enviroment) Unsur lingkungan memegang peranan yang cukup penting dalam menentukan terjadinya sifat karakteristik individu sebagai pejamu dan iku memegang peranan dalam proses kejadian penyakit.Media pressindo.Epidemiologi.28-29) 2. Lingkungan biologis tersebut sangat berpengaruh dan memegang peranan yang penting dalam interaksi antara manusia sebagai pejamu dengan unsur penyebab. 1. Hal.Yogyakarta. Lingkungan Biologis Segala flora dan fauna yang berada di sekitar manusia yang antara .

ekonomi.2000. dan  Unsur kimiawi lainnya pencemaran udara. baik pada perorangan.Rinika cipta. Kepadatan rumah tangga. dan golongan Air. dan   Kebiasaan hidup masyarakat Kepadatan penduduk.) 3.Keadaan fisik sekitar manusia yang berpengaruh terhadap manusia baik secara langsung. maupun dalam masyarakat. administrasi dan lingkungan sosial politik.Jakarta. radiasi dan lain sebagainya. serta sistem ekonomi yang berlaku. politik. tanah dan air.28. baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai bentuk pemencaran pada air. serta berbagai sistem kehidupan sosial lainnya. Dari keseluruhan unsur tersebut di atas. Dengan demikian maka terjadinya suatu penyakit tidak hanya di tentukan oleh unsur penyebab . Lingkungan sosial Semua bentuk kehidupan sosial budaya.Dasar epidemiologi.   Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku setempat Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup sehat masyarakat setempat. Serta instusi/peraturan yang berlaku bagi setiap individu yang membentuk masyarakat tersebut. maupun terhadap lingkungan biologis dan lingkungan sosial manusia. di mana hubungan interaksi antara satu dengan yang lainnya akan menentukan proses dan arah dari proses kejadian penyakit. geografis. Lingkungan fisik (termasuk unsur kimiawi serta radiasi) meliputi :   Udara keadaan cuaca. Hal. Lingkungan sosial ini meliputi :  Sistem hukum. sistem organisasi. Lingkungan fisik ini ada yang termasuk secara alamiah tetapi banyak pula yang timbul akibat manusia sendiri (Nur nasri noor.

Hal. faktor gizi terhadap proses terjadi penyakit seiring dengan bertambahnya perlu mendapat perhatian. perilaku manusia dan pencemaran lingkungan merupakan dua faktor penyebab tidak langsung berbagai penyakit yang perlu di atasi penanggulangannya.id) Menurut peran pakar.2002. Karena usaha tersebut hanya akan memberikan hasil yang di harapkan bila dalam perencanaannya memperhitungkan berbagai unsur di atas. Hal ini berjalan seiring dengan berjalannya daya dukung. tuntutan masyarakat atas layanan kesehatan yang layak terus meningkat. tetapi yang utama adalah bagaimana rantai penyebab dan hubungan sebab akibat di pengaruhi oleh berbagai faktor maupun unsur lainnya.republika.(http.Makassar. Oleh sebab itu.co. Di tengah kecenderungan meningkatnya penyakit akibat pola perilaku gaya hidup yang tidak sehat instabilities lingkungan yang tidak ramah. tetapi itu tidak cukup sebab masih ada beberapa pertimbangan penting lainnya yakni pertimbangan perjalanan alamiah penyakit.com/portal) Menyadari bahwa mencegah berbagai penyakit lebih baik dan lebih ekonomis dari pada mengobati penyakit. maka faktor-faktor penentu terjadinya suatu penyakit perlu kita kenali dan pahami.//portal tiens.semata.(Nur nasry noor. Selain itu untuk pencegahan dini.www. dan keseimbangan itulah yang menentukan terjadi atau tidaknya suatu penyakit. di Hentikan. proses terjadinya penyakit dapat di hambat. kebijakan .(http.//. Dengan dukungan gizi yang seimbang. maka dalam setiap proses terjadinya penyakit.Epidemiologi. . dan berkepihakan pemerintah terhadap kepentingan masyarakat. bahkan di sembuhkan. Dan pertimbangan ini menerapkan pertimbangan mendasar yang sangat terpisah. Namun satu hal yang lebih penting adalah pencegahan terjadinya penyakit yang dapat dilakukan dengan dukungan gizi yang optimal. Hal ini sangat mempengaruhi dalam menetapkan program pencegahan maupun penanggulangan penyakit tertentu.Universitas Hasanuddin. selalu kita memikirkan adanya penyebab jamak (multiple causational).29) Dari penyesalan model segitiga epidemiologi sangat berhubungan erat dan saling terkait.

Dengan pengembangan dan penyempurnaan 4 sehat 5 sempurna yang di sesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi gizi serta masalah gizi yang ada saat ini. maka sejak 1995 Departemen kesehatan bersama dengan sektor terkait mengeluarkan pedoman. . serta/atau gangguan psikologis /mental maupun suatu gangguan tingkah laku (hehaviour). mental dan keadaan sosial dan bukan berarti hanya bebas dari penyakit atau kelainan/cacat.yahoo. ke keadaan sakit hanya pada batas yang tidak jelas. tetapi melalui suatu proses yang pada umumnya didahului dengan kondisi keterpaduan (Exporused) terhadap unsur tertentu untuk menjadi sakit.Sejak 1950-an kita mengenal pedoman empat sehat lima sempurna yang masih sering di gunakan sampai saat ini. Aman gizi seimbang (PUGS) yang berisi pesan Dasar Gizi seimbang. Menurut WHO. sehat adalah keadaan kesempurnaan fisik. Sedangkan penyakit merupakan suatu proses gangguan fisiologis (faal tubuh).) KETERPAPARAN ADAN KERENTANAN Dari proses terjadinya penyakit.com.//www.(http. Dengan demikian maka sakit dapat di artikan sebagai. kita harus menentukan batas-batas antara sehat dan tidak sehat (sakit). Pada umunya peralihan dari suatu keadaan sehat. suatu penyimpangan dari suatu penampilan yang optimal.

(Nur nasry noor. Untuk setiap penyakit.Rinika cipta. terutama tingkat kuanlitas maupun kualitas/derajat serta sifat dan bentuk dari unsur yang menimbulkan keterpaparan.22) (Bustam.2000. dalam epidemiologi terapan. diinginkan untuk melakukan diagnosis benar.2006.Rineka cipta. keadaan ini harus betul-betul disadari. Untuk membuat diagnosis. Oleh sebab itu.Jakarta. untuk tercetusnya suatu penyakit.Dasar epidemiologi. tepat waktu ataupun secepatnya. Dalam mengetahui keberadaan (diagnosis) penyakit.Hubungan antara derajat keterpaparan dengan kondisi kerentanan dalam proses terjadinya penyakit KONDISI KETERPAPARAN POSITIF NEGATIF KEADAAN KEKEBALAN RENTAN SAKIT TIDAK SAKIT KEBAL TIDAK SAKIT TIDAK SAKIT Dengan memperhatikan gambar di atas maka jelas baik kita bahwa. salah satu hal yang perlu diketahui adalah riwayat alamiah penyakit (natural history of disease).) Kejadian penyakit. Bagaimanapun mendadaknya.Pengantar epidemiologi. seorang dapat menjadi sakit apabila orang tersebut mengalami keterpaparan terhadap unsur penyebab tertentu. diperlukan perhatian dan perhitungan terhadap faktor waktu perlangsungan penyakit. tidak terkecuali penyakit akibat (mendadak) mempunyai masa perlangsungan tersendiri. perlu waktu.Jakarta. Kedua faktor keterpaparan dan kerentangan sangat dipengaruhi pula oleh berbagai unsur terutama unsur lingkungan dan unsur pejamu.) . Riwayat alamiah suatu penyakit adalah perkembangan penyakit itu tanpa campur tangan medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara alamiah (Fletcher. yang memang mungkin singkat. (primer maupun sekunder) dan dilain pihak orang tersebut sekaligus berada pada tingkat kerentangan tertentu.

Tahap Lanjut. Penyakit akan melanjutkan perjalanannya memasuki fase berikutnya.Tahap Dini. Tahap PatogenesiTahap Uraian masing-masing tahap itu adalah sebagai berikut : a. b.Riwayat alamiah suatu penyakit pada umumnya melalui tahap sebagai berikut : 1. Pada tahap ini belum ada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan tubuh penjamu masih kuat.Tahap Inkubasi. Tahap Prepatogensis Pada tahap ini individu berada dalam keadaan normal/sehat tetapi mereka pada dasarnya peka terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of suseptibility). dalam arti bibit penyakit masih ada diluar tubuh pejamu dimana para kuman mengembangkan potensi infektifitas. Tahap Patogenesis Tahap ini meliputi 4 sub-tahap yaitu:. maka keadaan segera dapat berubah. Tahap prepatogensis 2. . Namun begitu penjamunva „lengah‟ ataupun memang bibit penyakit menjadi lebih ganas ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan pejamu. Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksi antara penjamu dengan bibit penyakit. . dan -Tahap Akhir.  Tahap Inkubasi . Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar tubuh. tahap patogenesis. siap menyerang peniamu.

 Tahap Akhir/ pasca patogenesis. tetapi berguna untuk informasi diagnosis. Saatnya pula. Seandainya memungkinkan.  Tahap Dini Tahap ini mulai dengan munculnya gejala penyakit yang Kelihatannya ringan. tidak sekadar sebagai pengetahuan riwayat penyakit. Setiap penyakit mempunyai masa inkubasi tersendiri. setelah diagnosis ditegakkan. Pada tahap ini penyakit sudah menunjukkan gejala dan kelainan klinik yang jelas.Tahap inkubasi merupakan tenggang diwaktu antara masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh yang peka terhadap penyebab penyakit. walaupun penyakit masih dalam masa subklinik (stage of subclinical disease). sehingga diagnosis sudah relatif mudah ditegakkan. Tahap ini sudah mulai menjadi masalah kesehatan karena sudah ada gangguan patologis (pathologic changes). Berakhirnya perjalanan penyakit dapat berada dalam lima pilihan keadaan. dan pengetahuan masa inkubasi dapat dipakai untuk identifikasi jenis penyakitnya. Masa inkubasi ini bervariasi antara satu penyakit dengan penyakit lainnya. Dan pengetahuan tentang lamanya masa inkubasi ini sangat penting. pada tahap ini sudah diharapkan diagnosis dapat ditegakkan secara dini. yaitu: 1. . Sembuh sempurna. sehat kembali. yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadi pulih. sampai timbulnya gejala penyakit.  Tahap Lanjut Merupakan tahap di mana penyakit bertambah jelas dan mungkin tambah berat dengan segala kelainan patologis dan gejalanya (stage of clinical disease). diperlukan pengobatan yang tepat untuk menghindari akibat lanjut yang kurang baik.

Rinika cipta. di mana tubuh penderita pulih kembali. tetapi tubuh tidak pulih sepenuhnya. Ada yang masuk melalui mulut (oral) dan ke luar melalui dubur (sistem pencernaan). Dalam memilih pintu masuk-keluar ini setiap jenis kuman mempunyai jalan masuk dan ke luar tersendiri dan tubuh manusia. kuman memulai aksinya dengan memasuki pintu masuk tertentu (portal of entry) calon penderita baru dan kemudian jika ingin berpindah ke penderita baru lagi akan ke luar melalui pintu tertentu (portal of exit). Karier. misalnya cacing Ankylostoma. penyakit sudah tidak ada. tetapi cenderung untuk menyebar setelah menyelesaikan riwayat pada suatu rangkaian. Kuman penyakit tidak masuk dan ke luar begitu saja tetapi harus melalui “pintu” tubuh tertentu sesuai dengan jenis masing-masing penyakit misalnya melalui: kulit. 4.(Bustam.) POLA PENYEBAB PENYAKIT Sutu penyakit (menular) tidak hanya selesai setelah membuat seseorang sakit. 5.Jakarta. saluran pencernaan. Namun ada pula yang masuk melalui kulit tetapi ke luar melalui dubur. saluran pernapasan.2. atau saluran kemih. Berakhir dengan kematian. Penyakit tetap berlangsung secara kronik. namun penyakit masih tetap ada dalam tubuh tanpa memperlihatkan gangguan penyakit.Pengantar epidemiologi. yakni bibit penyakit menghilang. kejadian sehingga seseorang jatuh sakit. Sembuh dengan cacat. pada saat yang sama penyakit bersama dengan kumannva dapat berpindah dan menyebar kepada orang lain/masyarakat. 3. meninggalkan bekas gangguan yang permanen berupa cacat.2002. seperti yang dilakukan oleh kebanyakan cacing. Dalam proses perjalanan penyakit. .

Sisa-sisa pestisida dan pupuk pada buah-buahan. 2) Pencemaran rumah tempat tinggal sebagai akibat dan berbagai interior. pada makanan hewan. Kerusakan bahan gizi selama proses memasak.//www. dsb.) PENYEBAB TIMBULNYA PENYAKIT SEKARANG INI Pencemaran makanan 1.Pengetahuan tentang jalan masuk mi penting untuk epidemiologi karena dengan pengetahuan itu dapat dilakukan „penghadangan‟ perjalanan kuman masuk ke dalam tubuh manusia. Cacing yang ingin masuk melalui mulut dicegah dengan upaya cuci tangan sebelum makan.com. Sedangkan pengetahuan tentang jalan keluar bermanfaat untuk menemukan kuman itu untuk tujuan identifikasi atau diagnosis. dan penyedap rasa pada makanan dibekukan. 2) Penimbunan mikro organisme dalam air: .. Misalnya kuman TBC keluar melalui batuk maka penemuan kuman TBC dilakukan dengan penangkapan kumannya dibatuk/dahak. Pencemaran lingkungan dan udara 1) Gas limbah industri. zat pewarna. 3.(http. sayur-sayuran-sayuran makanan lainnya 2. 4. hormon.yahoo. Bahan tambahan. Pencemaran sumber air 1) Air limbah industri. Zat penawar racun.

Pencemaran yang disebabkan oleh fasilitas modern Televisi. memiliki kemampuan untuk dengan mudah menangani tekanan dan kehidupan sehari-hari tanpa mengalami stress.3) Pupuk. microwave. tidur yang cukup. 4. 2. Orang sehat memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. pestisida. sampah putih:(4) Pencemaran pada proses pemanasan air ledeng : 5) Air minum yang tidak diproses menurut aturan. . latihan memiliki jiwa yang sehat. radio. Kemampuan untuk menangani berbagai keadaan yang bersifat darurat dan mampu untuk beradaptasi terhadap adanya perubahan. bersikap ketat terhadap din sendiri namun lembut terhadap orang lain. kabel tegangan tinggi. kebersediaan untuk bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Kemampuan untuk bertahan terhadap cuaca dingin yang normal dan penyakit menular. pemantul cahaya yang kuat. Berbadan yang kuat. dan mampu untuk melakukan segala sesuatu yang dibutuhkan. semua berpengaruh. sepeda motor. mesin. suara orang seseorang menjadi cepat marah dan sukar untuk berkonsentrasi. Memiliki rasa optimis dengan sikap yang positif. Standar Kesehatan Kesehatan memerlukan diet yang seimbang. 3. komputer. Polusi suara Suara yang ditimbulkan oleh mobil. dan radiasi frekuensi rendah.

hidrogen dan oksigen). sambil menjaga keseimbangan antara semua bahan gizi sehingga dapat memenuhi kebutuhan fisiologi yang normal dan tubuh dan menjaga badan tetap sehat. . vitamin. metabolisme dan bekerja. 6. cekatan dalam bertindak. Memiliki rambut yang bercahaya dengan sedikit atau tanpa adanya ketombe. dan selulosa (senyawa karbon. bila berjalan dengan langkah yang gesit. dan juga proses fisiologi dengan memanfaatkan makanan untuk memenuhi kebutuhan fisiologi dan organisme. Gizi yang layak: dengan melakukan diet yang wajar dan memasak serta memproses makanan secara sehat dapat memberikan jumlah yang cukup berkenaan dengan tenaga panas dan berbagai bahan gizi untuk tubuh manusia. dan tanpa adanya iritasi 7.5. Memiliki kemampuan untuk beristirahat dan tidur dengan baik. Konsep dasar mengenai gizi Gizi: dengan gizi. Bahan gizi: Untuk menjaga fungsi phisiologi yang normal dan dapat memenuhi kebutuhan tubuh untuk keperluan pertumbuhan. lemak. orang harus mengkonsumsi bahan-bahan gizi yang diperlukan sehari-hari. 10. mineral. gula. Bahan gizi ini dapat dibagi menjadi tujuh kategori : protein. dan dengan gusi yang sehat. Memiliki berat badan yang normal dan bentuk tubuh yang sebanding terhadap semua bagian dan tubuh ketika berada pada posisi berdiri yang layak. tubuh melakukan proses asimilasi dan mengambil manfaat dan makanan atau bahan gizi. 8. Mata bersinar. 9. air. Memiliki gigi yang bersih tanpa adanya gigi berlubang atau yang terasa sakit. Kondisi otot dan kulit yang elastis.

Bila seseorang jatuh sakit.com/portal. maka perlu untuk melakukan penjagaan terhadap penyakit. gizi adalah sebagai unsur dasar yang dapat mempertahankan kehidupan dan menyediakan tenaga yang dibutuhkan oleh sel-sel sehingga berbagai jaringan dan organ-organ tubuh dapat melakukan berbagai tindakan yang terkoordinasi. Selama masa penambahan gizi.) PENYEBAB MAJEMUK Telah banyak bukti empirik dan keyakinan teoritik bahwa pada umumnya penyakit memiliki Lebih dan satu penyebab. dilakukan pencegahan terhadap penyakit adalah sebagai masalah yang sangat mendasar dalam huhungannya dengan pemeliharaan kesehatan. bukan bersifat tunggal. pemupukan dan pemeliharaan agar menjadi mampu untuk melakukan pertumbuhan secara kuat. Demikianlah pentingnya gizi untuk kehidupan manusia. Faktor-faktor penyebab mi dikelompokkan dalam 4 kelompok.//www. Pada sepanjang kehidupan kita. Gizi yang sehat dan seimbang dan gaya hidup yang diperbaiki akan dapat mengatur dan meningkatkan ketubuh “Buatlah hidup ini menjadi bahagia dengan memelihara kesehatan” dengan melakukan diet secara aktif untuk perawatan kesehatan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap penyakit maka akan dapat diperoleh kondisi kesehatan dan gizi(http. maka diperlukan untuk memperoleh pengobatan . Kehidupan manusia dapat diibaratkan sebagai sebuah pohon kayu yang kecil yang memerlukan siraman air secara terus menerus.tiens.bila seseorang berada dalam keadaan sehat.Gizi dan kesehatan Orang menganggap bahwa makanan adalah sebagai kepentingan yang sangat vital. Oleh sebab itu. yaitu : . hanya ii yang seimbang yang dapat mencegah tubuh dan keadaan yang tidak seimbang antara Yin dan Yang selanjutnya dapat mengarah kepada timbulnya penyakit Pemberian tambahan gizi hendaklah secara wajar dan menurut ilmu pengetahuan ilmiah.

manajemen epidemiologi. status gizi. di mana keadaan yang mencukupi terjadinya TBC klinik hanya bisa diciptakan secara bersama-sama. kondisi perumahan. 2.12-13. Faktor Pemberat. beban kerja yang berat. Peran faktor-faktor penyebab dalam model kualitas majemuk dicontohkan pada penyakit TBC bersifat kumulatif. 3. Riwayat penyakit terdahulu. Lamanya dan beratnya keluhan dialami oleh penderita. seperti: pemaparan oleh agen penyakit yang spesifiK. dlL. seperti: pendapatan rendah. Masa inkubasi atau masa latent. dlL 2. Faktor Pencetus.Hal. jadi. tetapi tidak sufficient (keadaan yang dibutuhkan untuk terjadinya penyakit di sebut necessary condition sedangkan keadaan yang cukup membuat terjadinya penyakit di sebut sufficient condition). . Kecenderungan lokasi geografis serangan penyakit sehingga dapat dengan mudah di deteksi lokasi kejadian penyakit.Yogyakarta.Media presindo. masa atau waktu yang diperlukan selama perjalanan suatu penyakit untuk menyebabkan seseorang jatuh sakit.(Heru subaris dkk. seperti: umur. seperti: paparan yang berulang. Faktor Predisposisi.2004.1. Kelengkapan keluhan (symptom) yang menjadi bahan informasi dalam menegakkan diagnosis. 3. masing-masing faktor merupakan necessary couse. 4.) Manfaat riwayat alamiah dari penyakit diperoleh beberapa informasi penting yaitu : 1. Faktor Pendorong. jenis kelamin. 5. 4. Kejadian penyakit menurut musim (season) kapan penyakit itu Lebih frekuan kejadiannya.

Dengan mengetahui riwayat alamiah dapat ditarik beberapa manfaat seperti: 1.Pengantar epidemiologi. Pengetahuan tentang riwayat alamiah penyakit merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengetahui aspek-aspek lain yang terkait dengan penyakit.Jakarta.6. 3. Untuk diagnostik : masa inkubasi dapat dipakai sebagai pedoman penentuan jenis penyakit. Lebih awal terapi akan lebih baik hasil yang diharapkan.Rineka Cipta.Hal. Tentu berbeda upaya pencegahan yang diperlukan untuk penyakit yang akut dibanding dengan kronik. Dengan mengetahui riwayat penyakit dapat terlihat apakah penyakit itu perlangsungannya akut ataukah kronik. Untuk pencegahan : dengan mengetahui kuman patogen penyebab dan rantai perjalanan penyakit dapat dengan mudah dicari titik potong yang penting dalam upaya pencegahan penyakit. Untuk terapi: intervensi atau terapi hendaknya biasanya diarahkan ke fase paling awal. Keterlambatan diagnosa akan berkaitan dengan keterlambatan terapi.(Bustam. Pada tahap perjalanan awal penyakit itu terapi tepat sudah perlu diberikan. Sifat-sifat biologis kuman patogen sehingga menjadi bahan informasi untuk pencegahan penyakit. khususnya untuk pembunuhan kuman penyebab.41-42).2006. . misalnya jika terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). 2.

manusia mempunyai mekanisme pertahanan tersendiri dalam menghadapinya. 2. sehingga seusai kena campak sekali maka akan kebal seumur hidup. Selain mempertahankan diri. terciptalah keadaan sehat. Pada keadaan sakit maupun sehat. manusia mempunyai kekebalan seumur hidup. 3. mendapat munitas yang tinggi setelah terserang campak. pada jenis-jenis penyakit tertentu mekanisme pertahanan tubuh dapat menciptakan kekebalan tersendiri. Terjadinya gangguan keseimbangan bermula dan perubahan unsur-unsur trias itu. Jika interaksinya seimbarig. . kuman yang berada dalam tubuh manusia dapat berpindah kepada manusia dan sekitarnya. sehingga tubuh kebal terhadap suatu penyakit tertentu. lnfektifnes (infectiousness): potensi penjamu yang terinfeksi untuk menularkan penyakit kepada orang lain.Karakteristik Segitiga Utama Ketiga faktor dalam trias epidemiologi terus menerus dalam keadaan berinterkasi satu sama lain. Misalnya campak. Imunitas: kesanggupan host untuk mengembangkan suatu respon imunologis. Begitu terjadi gangguan keseimbangan.: kemampuan dan penjamu untuk bertahan terhadap suatu infeksi. Karakteristik Penjamu Manusia mempunyai karakteristik tersendiri dalam menghadapi ancaman penyakit. dapat secara alamiah maupun perolehan (non-alamiah). muncul penyakit. yang bisa berupa: 1. Perubahan unsur trias yang potensial menyebabkan kesakitan tergantung pada karakteristik dan ketiganya dan interaksi antara ketiganya. Terhadap suatu infeksi kuman tertentu. Resistensi. 1.

Patogenesitas: kesanggupan organisma untuk menimbulkan suatu reaksi klinik khusus yang patologis setelah terjadinya infeksi pada penjamu yang diserang. Invasitas: kemampuan organisme untuk melakukan penetrasi dan menyebar setelah memasuki jaringan 6. Umumnya diperlukan jumlah tertentu dan suatu mikroorganisma untuk mampu menimbukan infeksi terhadap penjamunya. jumlah ini berbeda antara berbagai spesies mikroba dan antara individu. Infektivitas: kesanggupan dan organisma untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dan penjamu untuk mampu tinggal dan berkembang biak (multiply) dalam jaringan penjamu. 2. Virulensi kuman menunjukkan beratnya (severity) penyakit. 4. jumlah penderita dibagi dengan jumlah orang yang terinfeksi. sedangkan orang yang terinfeksi poliovirus tidak semua jatuh sakit (low pathogenicity).2. Jika menyerang pada aliran darah (virus measles) akan lebih merangsang immunoresponse dan yang hanya menyerang permukaan membrane (gonococcus). 5. Hampir semua orang yang terinfeksi dengan virus smallpox menderita penyakit (high pathogenicthy). . Antigenisitas: kesanggupan organisma untuk merangsang reaksi imunologis dalam penjamu. Beberapa organisma mempunyai antigenisitas Iebih kuat dibanding yang lain. Dosis infektivitas minimum (minimum infectious dose) adalah jumlah minimal organisma yang dibutuhkan untuk menyebabkan infeksi. Virulensi: kesanggupan organisma tertentu untuk menghasilkan reaksi patologis yang berat yang selanjutnya mungkin menyebabkan kematian. Dengan perkataan lain. 3. Dalam upaya merusak jaringan untuk menyebabkan penyakit berbagai kuman mengeluarkan zat toksis. Karakteristik Agen 1. Toksisitas: kesanggupan organisma untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis dan substansi kimia yang dibuatnya.

Teori Miasma. bahwa manusia berinteraksi dengan penyebab dalam Iingkungan tertentu dapat menimbulkan penyakit. dimana dikatakan bahwa penyakit timbul karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. Karakteristik Lingkungan 1. Penyakit timbul karena gangguan makhluk halus. Diposkan oleh ProMKes di 07:34 1 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) .3. meninggalkan pengotoran udara dan Iingkungan. penyakit timbul karena sisa dari mahkluk hidup yang mati membusuk. cuaca (tidak dijeIaskan kedudukan manusia dalam Iingkungan). 3. udara. 5. Teori nutrisi dan Resistensi. bahwa penyakit timbul karena pengaruh Iingkungan terutama: air. 4. 6. Teen Hypocrates. Teori Humoral. Perkembangan Teori Terjadinya Penyakit 1. Teori Ekologi lingkungan. Topografi: situasi lokasi tertentu. Teori jasad renik (teori Germ). 2. 2. terutama setelah ditemukannya mikroskop dan dilengkapi teori imunitas. hasil pengamatan pelbagai pengamatan epidemiologis. Geograuis: keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dan bumi yang berhubungan dengan kejadian penyakit. baik yang natural maupun buatan manusia yang mungkin mempengaruhi terjadinya dan penyebaran suatu penyakit tertentu. tanah.

Arsip Blog  ▼ 2007 (1) o ▼ Desember (1)  KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI DAN TIMBULNYA PENYAKIT Mengenai Saya ProMKes Lihat profil lengkapku .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful