Doktrin Tritunggal

Ditulis Oleh: admin http://airhidup.info/wp/category/doktrin/tritunggal/ [ Pdt. Esra Alfred Soru ] Aug 27 2008 Diedit & dibukukan oleh: PEMBURU TUHAN

........6 Alasan Teologis ......... ........20 - Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL -2- ........... ............... ............................................................................................................................................................................................................................................................. .................................... .............17 Konteks wahyu.................................................................... .......................................................................................................................................................................... ...... ................................ .. ..................10 Sikap Iman yang Mendahului Pengertian .............. ..............................................15 KARYA ALLAH TRITUNGGAL ................................................. .....5 KESULITAN DALAM MEMPELAJARI DOKTRIN TRITUNGGAL.... ......................................................................................................................................................................................................................................................................18 APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL ............................................................................. ........................................... .......................... ..........................................................................4 Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Pneumatologi ........................................................................................ ..................................3 Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Teologia.........................................................................................................................ISI KANDUNGAN APA ITU DOKTRIN TRITUNGGAL ..................................13 Ilustrasi Tentang Allah Tritunggal ................................................................................................................ ..........................................4 Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Kristologi .. ................................8 SIKAP DALAM MEMPELAJARI DOKTRIN TRITUNGGAL........................................................................................................................19 Sudut Pandang Teologis-Soteriologis........... ...........................................................12 Perjanjian Baru ......... ................................................. ...................16 Karya Allah Secara Ontologis .......3 Kedudukan Doktrin Tritunggal Dalam Teologia Kristen ....... .................7 Alasan Filosofis ........................................................................... .........................................5 Kesulitan Teologis .............................................4 Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Soteriologi ...................................................................................................................................................................................................................................................10 Sikap Hormat dan Berbakti Kepada-Nya.................................................................9 Penghargaan yang Tinggi Terhadap Kemisteriusan dan Keunikan Allah ..........11 ALLAH TRITUNGGAL ............................................................................................................. ...17 Karya Allah Secara Ekonomis ............................................................................. .................................................................................6 Kesulitan Empiris........................................................................................................................................................................................................6 Kesulitan Filosofis................................................... ..12 Perjanjian Lama.. .........................................................................................................8 Alasan Empiris .......................................................................................................................................... ..........................................................

dan satu Allah bukan berarti satu pribadi. Pandangan para teolog Injili biasanya adalah pandangan dengan konsep seperti di jelaskan di atas. Ryrie. kata lain yang sering dipakai adalah “Trinitas” (Ing: Trinity). 1993. Adapun pengertian Tritunggal (tiga satu) ini dalam konteks Teologia Kristen adalah pengertian yang seimbang antara tiga dan satu.B. membuat doktrin ini kehilangan artinya. sehingga arti yang dikenakan kepadanya menjadi eksklusif pula. Basic Theology. lihat juga Peter Wongso: Doktrin Tentang Allah (Diktat). Allah Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. menjadikan kata ini kehilangan pengertiannya yang benar di dalam Teologia Kristen. dan “unus” yang berarti “esa”. pengertian yang benar adalah pengertian yang mampu mengakomodasi kedua konsep ini (keesaan dan ketigaan). Raltson. untuk melengkapi pemahaman umat Kristen tentang doktrin ini. Tiga pribadi bukan berarti tiga Allah.APA ITU DOKTRIN TRITUNGGAL Esra Alfred Soru* Bagian Pertama Dari Enam Tulisan Sebenarnya beberapa tulisan saya tentang doktrin Tritunggal sudah pernah dimuat di Harian Timor Express di antaranya adalah ketika berpolemik dengan David Yohanes Meyners si Saksi Yehovah itu beberapa bulan yang lalu. Namun demikian. Tritunggal artinya tiga satu. hal. hal. maka dalam beberapa hari ini saya akan menurunkan tulisan-tulisan yang lebih lengkap tentang doktrin ini. sama di dalam hakikat. (Bruce Milne : Mengenal Kebenaran . Warfield bahwa : “Ada satu Allah yang benar dan satusatunya. yaitu “tres” yang artinya “tiga”. namun ketiga-Nya mempunyai satu ousia. Allah Bapa adalah Allah. Kedudukan Doktrin Tritunggal Dalam Teologia Kristen Doktrin Tritunggal adalah doktrin yang sangat penting dalam Teologia Kristen. Elements of Divinity. Dan Allah Yang Maha Esa itu mempunyai tiga pribadi. Selain Tritunggal. sekaligus menyebabkan kejatuhan ada dua ekstrim yaitu pandangan yang menganggap adanya tiga Allah dan pandangan yang menganggap adanya satu Allah dan menyatakan diri dalam tiga keadaan yang berbeda. 145). Jatuh bangunnya iman Kristen sungguh-sungguh bergantung pada benar-tidaknya doktrin ini. 1995. Sebab. jika doktrin Tritunggal runtuh. yaitu esensi Allah (Allah Tritunggal. bukan satu. tetapi di dalam keesaan dari keallahan ini ada tiga pribadi yang sama kekal dan sepadan. Henry B. bergantung pada ajaran bahwa Allah adalah tiga dalam satu. yaitu Allah. 1993. Louis Berkhof berkata bahwa kata bahasa Inggris “Trinity” tidaklah seefektif kata bahasa Belanda “Drie enheid” sebab kata itu bisa saja hanya untuk menunjukkan arti tiga tanpa adanya implikasi kesatuan dari ketigaannya. Tiga satu apa? Atau apa yang tiga satu ? Memang sulit mengartikan kata ini di luar konteks kekristenan. Karena itu selain kata ini banyak digunakan. bagian-bagian lain -3APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . “tunggal” atau “satu”. 1924. Secara etimologi. 58). hal. Jadi. Inggris : substance) yang sama. atau dengan kata lain mampu menyeimbangkan antara keesaan (ketunggalan) dan ketigaan Allah. tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil. 1988. 90). lebih baik digunakan kata “Tritunggal”. Jadi. Semua doktrin kekristenan secara otomatis akan runtuh. Pribadi pertama adalah Allah Bapa. hampir semua pokok penting dalam agama Kristen. 1988. Tiga pribadi itu mempunyai satu esensi atau sifat dasar (Yunani: Ousia. tetapi ketiga pribadi itu sama-sama kekal.Tozer juga berkata bahwa : “Di dalam Tritunggal ini tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian. Penekanan terhadap tiga dan mengabaikan satu ataupun penekanan terhadap satu dan mengabaikan tiga. Dan mungkin pandangan yang paling lengkap adalah pandangan atau pengertian yang disampaikan oleh Stephen Tong : “Doktrin Tritunggal termasuk doktrin monoteisme yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. 1990. tetapi berbeda di dalam pribadi” (Charles C. 20-21). hal. (Teologi Sistematika (Doktrin Allah). dan setara”. 53). 35. bersama-sama. tetapi demi ketidaksimpangan pengertian. Sebelum kita membahas arti Tritunggal. Dengan demikian dalam konteks Teologia Kristen yang memahami Allah sebagai tiga pribadi dalam satu kesatuan. kata “Tritunggal” berasal dari kata bahasa Latin “Trinitas” yang terdiri dari dua kata. hal. Seperti pandangan yang dikemukakan oleh B. hal. (Mengenal Yang Maha Kudus. pribadi kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus) dan pribadi ketiga Roh Kudus. hal. maka pertama-tama yang harus dipikirkan adalah tentang masalah terminologi (penggunaan istilah) dalam konteks ini. (Thomas N.W. 31). sebab kata ini secara eksklusif digunakan dalam dunia Teologia Kristen. A. Smith berkata : “Ketika doktrin tentang Trinitas ditinggalkan. maka penekanan terhadap “keesaan” atau “ketigaan-Nya” saja.

karena keduanya berdiri dan jatuh bersama. Smith dalam buku A.” (Otto Weber dalam buku Andar Tobing: Apologetika Tentang Trinitas: 1972. Tanpa wahyu. 351). Untuk lebih jelas tentang kedudukan doktrin Tritunggal dalam Teologia Kristen. penting juga untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh Augustus Hopkins Strong bahwa “Trinitas adalah cara yang paling inteligen untuk mengerti Allah sebagai pribadi. 19). 25). “Memang kita tak dapat membahas soal Trinitas tanpa menyinggung soal Kristologi. Allah Bapa sebagai “Yang dinyatakan”. Dalam konteks ini. walaupun ia hanya mengaitkan doktrin Tritunggal dengan Kristologi. yaitu melalui pribadi kedua dari Allah Tritunggal. apalagi mengenalnya dengan benar.dari iman. dan Soteriologi (doktrin keselamatan). Mungkin karena alasan inilah maka aliran sesat seperti Saksi Yehovah dan penyiar Kerajaan Allahnya (David Yohanes Meyners) berjuang matimatian untuk meruntuhkan doktrin ini. kekeliruan doktrin Tritunggal menggugurkan Pneumatologi. Wahyu (revelation) adalah tindakan Allah keluar dari “selubungselubung-Nya” untuk memperkenalkan diri-Nya kepada manusia. dan kekeliruan pneumatologi menggugurkan doktrin Tritunggal. I: The Doctrine of God). hal. dan setiap serangan terhadap doktrin Tritunggal juga merupakan serangan terhadap pribadi Roh Kudus. Walvoord mengaitkan Kristologi dengan doktrin Tritunggal dengan mengatakan bahwa : “Setiap serangan terhadap doktrin Tritunggal merupakan serangan pula terhadap pribadi Kristus. Ia terlibat dalam karya penebusan dan memberi hidup baru. Tetapi karena kejatuhan manusia ke dalam dosa. John F. Itulah sebabnya Otto Weber berkata. hal. Pneumatologi (doktrin Roh Kudus). Selain itu perlu ditambahkan pula bahwa Roh Kudus adalah pribadi yang aktif dalam semua tindakan ilahi.” (Yesus Kristus Tuhan Kita . Dengan demikian. 1907. (Stephen Tong: Roh Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL -4- . maka ketiga oknum Allah terlibat di dalamnya. Roh Kudus pun adalah salah satu dari oknum-oknum Tritunggal. seperti pendamaian dan regenerasi selalu juga ditinggalkan. Kristus adalah salah satu oknum dari Allah Tritunggal di samping Sang Bapa dan Roh Kudus. Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Teologia Dalam doktrin tentang Allah secara umum (Teologia). Doktrin Tritunggal tak dapat dibenarkan jika ternyata doktrin Tritunggal keliru. Ia juga terlibat dalam tindakan pewahyuan dengan menurunkan Firman ke dunia. berikut ini akan dipaparkan hubungan doktrin Tritunggal dengan beberapa doktrin pokok dalam kekristenan di antaranya adalah Teologia (doktrin Allah). sebab sama seperti Kristus. Demi kepentingan wahyu khusus ini. Karena itu Allah memberikan wahyu khusus (Special revelation of God). Sebaliknya setiap serangan terhadap pribadi Kristus merupakan serangan terhadap doktrin Tritunggal. Kristologi (doktrin Kristus). Allah Anak sebagai “Yang menyatakan” dan Allah Roh Kudus sebagai “Yang memungkinkan penyataan”. Ia terlibat dalam tindakan penciptaan. namun secara hakiki sebenarnya ada hubungan timbal balik antara kedua doktrin ini. hal. Pertama-tama Allah melakukannya melalui apa yang disebut sebagai wahyu umum (General revelation of God) yaitu melalui penciptaan dunia ini. Strong: Systematic Theology.H. Setiap serangan terhadap pribadi Roh Kudus adalah serangan terhadap doktrin Tritunggal. mengakibatkan terjadinya distorsi dalam keseluruhan aspek hidup yang membuat manusia tak mampu mengenal Allah melalui wahyu umum-Nya. manusia tak mungkin mengenal Allah.” Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Kristologi Sebenarnya agak sulit untuk memberikan garis pemisah yang jelas antara doktrin Tritunggal dan Kristologi sebab keduanya mempunyai hubungan atau keterkaitan yang sangat erat satu dengan lainnya. Vol.” (Henry B. Sama seperti pandangan Walvoord di atas. Memang secara historis perdebatan Kristologi terjadi lebih dahulu daripada perdebatan tentang doktrin Tritunggal. Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Pneumatologi Mungkin hubungan Pneumatologi dengan doktrin Tritunggal tak berbeda jauh dengan hubungan Kristologi dengan doktrin Tritunggal. tetapi adalah benar kalau hal ini pun dikaitkan dengan Pneumatologi. tt. Jadi dengan kata lain dapat dikatakan bahwa doktrin Tritunggal adalah fondasi Teologia Kristen. yang dikaitkan dengan Tritunggal maka hal yang menarik untuk disoroti adalah masalah wahyu (revelation) sebab wahyu adalah satu-satunya cara manusia untuk dapat memahami Allah yang transenden.

H. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh A. hal. Kristologi dan Pneumatologi. Jadi. dan Allah Roh Kudus adalah mediator dalam karya keselamatan itu. karena segala sesuatu yang dilakukan Allah seperti tindakan penciptaan. Demikian juga hanya Allah sajalah yang dapat menyucikan jiwa kita. Jadi seluruh pengertian keselamatan Kristen dan penerapannya pada pengalaman manusia. (oleh Allah Bapa). tergantung pada ketritunggalan Allah (Bruce Milne : 91). Strong bahwa : “Jika Allah itu hanya satu secara absolut. tidak ada penebusan yang obyektif. Hanya Allah sajalah yang dapat memperdamaikan kita dengan Allah. Keeratan hubungan ini dapat dijelaskan melalui peranan ketiga oknum Allah ini dalam rencana keselamatan manusia. Memang dalam semua tindakan ilahi ini ketiga-Nya terlibat secara aktif.Kudus. karena tak akan ada oknum yang mampu bertindak sebagai pengantara antara Allah dan manusia. (Niftrik & Boland : Dogmatika Masa Kini . Allah Anak adalah pelaksana karya keselamatan. tetapi di dalam-Nya tidak ada pluralitas. Strong : 350). Allah yang hanya satu. dan pewahyuan (oleh Allah Roh Kudus) merupakan “isi” dari sejarah keselamatan yang telah dirancang-Nya sejak kekekalan. tetapi – sejauh kami lihat – tidak bisa menjadi Juruselamat atau yang menyucikan kita. maka tidak ada perantaraan atau pendamaian. rencana atau sejarah keselamatan manusia tak dapat dilepaskan dari keterlibatan ketiga oknum Allah ini. Kristus tidak dapat membawa kita lebih dekat kepada diri-Nya sendiri. -5- APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . hal. Doa dan Kebangunan. 152). Hubungan Doktrin Tritunggal Dengan Soteriologi Selain hubungan dengan Teologi. maka tak akan ada penjelmaan. Inilah arti praktis dari dogma ketritunggalan. tetapi secara khusus dapatlah dikatakan bahwa Allah Bapa adalah perancang keselamatan. karena antara Allah dan makhluk ciptaan tertinggi ada jurang pemisah yang kekal. 553). (A. dapat menjadi hakim kita. 1992. 1984. Boettner mengatakan bahwa : “Jika tidak ada trinitas.H. dan karena itu tak ada penyelamatan. 1995: 10). penebusan (oleh Allah Anak). doktrin Tritunggal pun memiliki hubungan yang sangat erat dengan doktrin keselamatan (Soteriologi). Seluruh tindakan Allah harus dilihat dari kaca mata soteriologi.” (Boettner dalam buku Thiessen: Teologi Sistematika .

1995. ”Bagaimana mungkin sesuatu itu tiga sekaligus satu atau satu sekaligus tiga?” Pemikir-pemikir Islam sering terjebak dalam kesulitan in akhirnya menuduh agama Kristen sebagai agama yang mempunyai konsep Allah (monoteisme) yang tak masuk akan (kontra rasional). 910). tidak ada sesuatu yang sebanding dengan ketritunggalan dalam keesaan dan keesaan dalam ketritunggalan. 139). keberadaan Allah. 1960. kami hanya ingin supaya kami selayaknya mengasihi dan menyembah Engkau. dan karya-karya-Nya. Allah yang Tritunggal.W. Rasio tak mampu memecahkan misteri ini. Poehlmann: Allah itu Allah (Potret 6 Teolog Besar Kristen Protestan Abad Ini). Woodworth. ia mengawalinya dengan sebuah doa yang berbunyi demikian : “Ya. 124). kami tidak meminta supaya kami mengerti. hal. atribusi Allah. Allah nenek moyang kami. bahasa kami terasa miskin dan sumbang. Duncan mengatakan bahwa : “Dalam pengalaman kita. Tetapi bagaimanakah hal itu dapat dilakukan? Inilah kesulitan teologis dalam mempelajari dan merumuskan doktrin Tritunggal dengan benar (Penjelasan lengkap tentang masalah ini dapat dilihat dalam bagian “Dasar alkitabiah doktrin Tritunggal”). Jr dan David D. Di dalam Alkitab. Apologetika Tentang Trinitas.” (Teologi Sistematika. Secara khusus tentang diri atau esensi Allah yang dikaitkan dengan sifat-sifat-Nya maka akan ditemukan dua konsep di dalamnya yaitu (1) Allah itu esa (2) Ada tiga pribadi Allah yang memiliki kualitas yang sama dalam segala hal. Thiessen mengatakan bahwa : “Ajaran tentang Tritunggal Allah adalah suatu rahasia yang besar sekali. kami hanya terpesona. Kesulitan Filosofis Bukan hanya kesulitan teologis yang dihadapi dalam mempelajari doktrin Tritunggal. Kita tahun bahwa tidak ada tiga orang yang secara Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL -6- . yang bertakhta di dalam terang. Itulah sebabnya dalam pembahasannya tentang Tritunggal. 1992. Allah dinyatakan dengan begitu jelas yang meliputi diri atau esensi Allah. Seakan-akan ajaran in merupakan teka-teki intelektual yang sulit dipecahkan atau bahkan merupakan suatu kontradiksi. Tozer mengatakan bahwa: “Untuk merenungkan ketiga pribadi Allah itu berarti di dalam pikiran kita melangkah ke arah timur melalui taman Eden dan memijakkan kaki kita di tempat yang suci. Allah itu adalah ia yang tidak pernah identik dengan apa yang disebut sebagai Allah. Di hadapan takhta-Mu. Usaha kita yang paling tulus untuk mencoba memahami rahasia Tritunggal yang tak dapat dimengerti itu akan tetap tinggal sia-sia. tetapi juga kesulitan filosofis. hal. Sedangkan A. 29). hal. Studies in Theology. Boettner mengatakan bahwa ketika kita memandang Allah Tritunggal. yaitu 1+1+1 = 1 (Andar Tobing. hal. 1998. hal. 15). apabila kami mencoba menceritakan keajaiban-Mu. sifatsifat atau karakter Allah. betapa merdunya bahasa kami! Namun. Kesulitan Teologis Teologia Kristen mempunyai pandangan yang unik tentang Allah (God is the Whole Other). 1972. Memang inilah kesulitan filosofis dalam mempelajari doktrin Tritunggal. Apabila kami merenungkan misteri Allah Tritunggal. dan hanya rasa takut dan hormat saja yang dapat mencegah kita membuat sesuatu yang semata-mata merupakan sangkalan saja (Mengenal Yang Maha Kudus. Dua kenyataan ini mengharuskan para teolog untuk menyusun dasar-dasar teologia yang seimbang dan tidak menekankan atau mengutamakan salah satu aspek saja (lihat bagian pertama tulisan ini). yang dirindukan dan disembah… (Barth dalam buku Horst G. yang dialami sebagai Allah. Floyd C. yang mempunyai tiga pribadi. maka betapa pentingnya melihat hal-hal yang menjadi kesulitan dalam mempelajari doktrin Tritunggal. Kesulitan Empiris. Kesulitan empiris yang dimaksud di sini adalah sebuah kesulitan yang dihubungkan dengan kenyataan bahwa Allah itu “Ada” meski tidak kelihatan dan tidak ada yang sama dengan keberadaan-Nya.KESULITAN DALAM MEMPELAJARI DOKTRIN TRITUNGGAL Esra Alfred Soru* Bagian Kedua Dari Enam Tulisan Setiap orang yang pernah belajar doktrin Tritunggal pasti setuju bahwa doktrin tersebut adalah doktrin yang sangat sulit dipahami atau dimengerti. Mereka sering memakai analogi matematika untuk maksud itu. Amin.” Berdasarkan pendapat-pendapat di atas. kita merasa seperti orang yang memandang langsung matahari pada tengah hari (Loraine Boettner.

Selain itu pula. S. Ketiga fakta ini antara lain : (1) Kebenaran Tritunggal ini adalah kebenaran yang bersifat dan berdasarkan wahyu Allah. yaitu dalam suatu hubungan yang bersifat sangat „relasional‟. dan wahyu Allah secara khusus (Special Revelation of God). hal. Pencipta adalah “Yang tak terbatas” dan yang dicipta (ciptaan) adalah “yang terbatas” maka secara natural tak mungkin “yang terbatas” dapat memahami “Yang tak terbatas” sampai tuntas. sebab tidak ada sesuatu apapun yang dapat dipakai sebagai analogi untuk mendekati-Nya. Dalam kerangka berpikir tentang wahyu (pernyataan dari Allah) ini. kita mengenal adanya wahyu bertingkat (Progressive Revelation) yaitu wahyu yang mengalami kemajuan dari yang sangat tidak jelas. maka ini pasti akan menimbulkan kesulitan di dalam memahami-Nya. Kenyataan ini mengakibatkan kesulitan tersendiri dalam memahami Allah. 23). juga tidak bisa kita bantah (tolak). 27). berarti ia sedang berbicara tentang Ia (Allah) yang luput dari segala usaha manusia untuk memahami-Nya. Setiap orang memagari dirinya sendiri dengan kebebasan pribadi. menjadi tidak jelas. Perbedaan ini menghadirkan “gap” atau jurang pemisah antara Allah dan manusia. Tetapi sebaliknya yang terjadi. Jadi yang ingin mengetahui adalah ciptaan. maka sekarang penting juga untuk melihat alasan-alasan yang menyebabkan doktrin Tritunggal ini sulit dipahami. sehingga dapat kita tangkap dan kuasai. hanya bisa kita terima. Ds. “Mungkinkah ciptaan memahami pencipta dengan sempurna?” Niftrik dan Boland mengatakan bahwa : “Apabila kita mau berbicara tentang soal “ketritunggalan” maka haruslah terlebih dahulu kita insafi. Tak mungkin yang fana memahami yang kekal dengan sempurna. Manusia berusaha untuk memahami Allah Tritunggal. dan akhirnya menjadi jelas bahkan sangat jelas. terdapat tiga fakta yang menyebabkan kebenaran Tritunggal sulit dimengerti atau dipahami (Stephen Tong. Pencipta adalah kekal. 1990:15). Semuanya ini akan mengakibatkan -7APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . 13-18). Wahyu Allah secara umum dinyatakan melalui peristiwa penciptaan dunia ini. bila kita bertemu dengan Allah yang hidup. Tidak ada tiga orang yang masing-masing mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang apa yang dibuat atau dipikirkan oleh yang lainnya. 1990. Manusia hanya dapat berbicara mengenai Allah dalam keterkaitannya dengan Allah sendiri. Jangan sekali-kali mengemukakan pertanyaan yang nadanya untuk mencari tahu. yaitu wahyu Allah secara umum (General Revelation of God). hal.struktur adalah satu. Kesulitan inilah yang menjadi dasar kelemahan semua analogi tentang doktrin Tritunggal. Tidak ada manusia yang memiliki kepribadian jamak seperti yang dinyatakan tentang Allah (Dasar-Dasar Kebenaran. Dengan demikian ketika seseorang hendak mempelajari doktrin Tritunggal. Yang mungkin adalah bahwa “yang terbatas” dapat memahami “Yang tak terbatas” dalam batas-batas tertentu sesuai dengan keterbatasannya. kebenaran Tritunggal adalah kebenaran yang bersifat atau berdasarkan wahyu Allah secara khusus (Special Revelation of God). bukan sesuatu pengertian atau persoalan yang dapat diselidiki dengan akal budi kita sampai menjadi “terang”. Wahyu progresif ini dibagi dalam dua jenis wahyu. (Allah Beserta Kita. tak dapat dipungkiri bahwa ada perbedaan kualitatif atau perbedaan sifat dasar di antara pencipta dan yang dicipta (Stephen Tong: Allah Tritunggal. dan yang dicipta adalah fana. tetapi merupakan anugerah dari Allah yang tidak bisa kita mengerti. Bila kita mau memecahkan suatu persoalan. Dengan demikian jika kebenaran yang bersifat wahyu ini tidak diterima dengan iman. Setelah melihat kesulitan-kesulitan di atas. maka paham kita harus melebihi persoalan itu. Itulah kesulitan-kesulitan dalam mempelajari dan memahami doktrin ini. bahwa kita berbicara tentang Allah. Berbicara tentang Tritunggal adalah berbicara tentang Allah sebagai Sang Pencipta. 1984. atau dengan kata lain. Allah itu Allah yang hidup. hal. bagaimana gerangan keberadaan Allah itu sebenarnya. Pertanyaannya adalah. Allah Tritunggal. 1989. 1991. (Dogmatika Masa Kini. dan wahyu Allah secara khusus dinyatakan melalui pribadi kedua dari Allah Tritunggal (Yesus Kristus) pada saat inkarnasiNya. di balik pernyataan-Nya kepada manusia. Dalam konteks ini. 547-548). Hofland menulis: “Jangan sekali-kali kita berspekulasi mengenai Allah. yaitu : Alasan Teologis Di dalam alasan teologis ini.C. Siapakah manusia yang mau memahami-Nya? Manusia adalah makhluk (ciptaan). kemudian menjadi kurang jelas. dan yang ingin diketahui adalah pencipta. (2) Kebenaran Tritunggal adalah kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta. hal. Yang dimaksud dengan kebenaran yang bersifat dan berdasarkan wahyu Allah di sini adalah bahwa kebenaran Tritunggal bukanlah hasil spekulasi manusia. dan Tritunggal adalah Allah (pencipta). “Mengapa doktrin ini sulit dimengerti?” Sekurang-kurangnya ada tiga alasan untuk menjawab pertanyaan itu. yakni kita “ditangkap” dan “dikuasai” oleh Dia.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa rasio manusia (yang ada pada manusia) itu adalah rupa atau gambar (replika) dalam kualitas yang lebih rendah dari Rasio Sempurna yang ada pada Allah itu sendiri. membuat tak mungkin menemukan sesuatu yang dapat menggambarkan tentang diri-Nya secara sempurna. Stephen Tong mengatakan : “Biasanya kita mengerti sesuatu karena sesuatu itu mempunyai persamaan dengan sesuatu yang lain. Atau dengan kata lain Allah dengan rasio-Nya yang sempurna itu menciptakan rasio manusia. hal. kita mempunyai jembatan analogis untuk pengertian kita. tentunya tak dapat menjelaskan realitas yang sebenarnya. kebangkitan orang mati melampaui kemampuan akal. yaitu hal-hal yang kebenaran atau kemungkinannya tidak dapat diperoleh dari prinsip-prinsip sebagaimana yang terdapat dalam pengetahuan yang rasional. John Locke membagi pengetahuan menjadi 3 macam yaitu : (1) Yang masuk akal (rasional) yang menyangkut hal-hal yang kebenarannya dapat ditemukan melalui menguji. atau daerah es seperti konsep Barth. dalam hal ini adalah kebenaran Tritunggal. (Colin Brown: Filsafat dan Iman Kristen I. 3). Jadi.kesulitan dalam memahami Allah. Atau dengan kata lain. Allah Yang Maha Esa (The Only One God). 64). atau tidak dapat dipadankan dengan pikiran maupun ide-ide yang jelas dan nyata. Jikalau terpaksa ada sesuatu yang dipakai untuk menggambarkan diri-Nya. keberadaan lebih dari satu Allah bertentangan dengan akal. Dengan kata lain: hanya akal yang mengalami dapat mencapai Allah dan bukan akal yang menelaah. Kebenaran-kebenaran religius yang dianggap tidak masuk akal. sehingga dari sesuatu yang sudah dimengerti kita loncat ke sesuatu yang belum kita mengerti. sehingga melalui persamaan itu kita menemukan analoginya. Apabila mencoba membayangkan Allah itu seperti apa. Tozer : 15). manusia adalah “ada” karena diadakan oleh “Sang Mahaada” yang tidak pernah menjadi ada (Allah) dan ii menyangkut keseluruhan aspek dalam diri manusia termasuk rasionya. Jadi apa pun analogi yang digunakan untuk menjelaskan diri Allah. 84. Paul Tillich mengatakan bahwa : “Iman akan Allah tak masuk akal. dan menelusuri pikiran-pikiran yang dimiliki dari sensasi dan refleksi itu. Gap. (3) Kebenaran Tritunggal adalah kebenaran mengenai Allah yang satu-satunya.” (Tillich dalam buku Poehlmann: Allah itu Allah. Kenyataan bahwa Allah adalah Ia yang satu-satunya. dan melalui deduksi secara alamiah mengetahui benar atau mungkin. hal. 1992.(2) Yang tak masuk akal (kontra rasional). maka biasanya digunakan kata “seperti” untuk hal itu (A. ruang kosong atau daerah vakum inilah yang mengakibatkan kesulitan-kesulitan rasional-filosofis di dalam memahami doktrin Tritunggal. bagaimanapun membayangkan Allah.W. akhirnya kita mengerti semuanya. maka pertanyaan yang harus dipikirkan adalah. Tetapi di dalam kita mengerti Allah. Jika rasio manusia mempunyai kualitas yang lebih rendah dari “Rasio Sempurna”. “Apakah doktrin Tritunggal itu tidak masuk akal (kontra rasional) atau berada d atas kemampuan akal (supra rasional)?” Untuk menjawab pertanyaan ini. rasio manusia itu adalah hasil ciptaan Allah dengan rasio-Nya. Hal inilah yang menyebabkan doktrin Tritunggal menjadi doktrin yang sulit dipahami. maka harus menggunakan sesuatu yang bukan Allah sebagai bahan untuk diolah oleh pikiran. timbullah kecenderungan untuk menganggapnya sebagai segala-galanya. daerah vakum. dan tak ada yang lain seperti Dia. lihat juga Stephen Tong : Siapakah Kristus (Sifat & Karya Kristus). sehingga tidak bisa dimengerti dengan rasio sepenuhnya (Stephen Tong : 16). tidak ada pembanding-Nya. Alasan Empiris Kesulitan empiris di dalam mempelajari doktrin Tritunggal adalah tidak adanya sesuatu (apa pun maupun Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL -8- . Karena ada persamaan. namun bukan absurd. Alasan Filosofis Ketika ilmu pengetahuan mulai berkembang dan mencapai puncaknya pada abad-abad ini. yaitu hal-hal yang tidak sesuai. Contoh untuk ketiga pembagian ini adalah seperti keberadaan Allah yang esa adalah sesuai dengan (masuk) akal. Tentu tak dapat dipungkiri bahwa di antara apa yang rasional dan apa yang supra rasional terdapat gap. Filsuf Inggris. tidak ada persamaan-Nya. ruang kosong. hal. Yang ”seperti” tentu bukanlah yang “disepertikan”. paradoks. (3) Yang berada di atas kemampuan akal atau melampaui akal (supra rasional). 1994. Jika demikian. 1998. maka tentunya Rasio Sempurna (Allah) harus diklasifikasikan ke dalam wilayah supra rasional. sebenarnya Allah itu tidak demikian. dilihat sebagai suatu kebohongan belaka yang harus dibuang dan ditinggalkan. haruslah dimulai dari fakta bahwa manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah.

maka tak dapat dielakkan lagi kesulitan-kesulitan empiris di dalam usaha memahami dengan sempurna kenyataan Allah Tritunggal. Maka tidak perlu heran apabila kita tidak bisa mengerti Allah Tritunggal. sedangkan Allah Tritunggal bersifat supra alamiah (supra natural).siapapun) di dalam alam ini yang dapat dipakai sebagai gambaran yang sempurna terhadap konsep yang sempurna dari Allah Tritunggal. (Boettner 1960: 108). Di dalam tingkat yang berkembang di dalam dunia. Tentu hal ini masuk akal bahwa yang natural tak dapat menggambarkan Yang supra natural dengan sempurna seperti apa yang dikatakan Boettner : “Tidak perlu heran bahwa di dalam keallahan kita menemukan bentuk kepribadian yang unik dan berbeda dengan yang ditemukan di dalam manusia. Hal ini disebabkan karena segala sesuatu yang ada di dunia (apapun atau siapapun) ini bersifat alamiah (natural). kesadaran moral dan jiwa kekal. Dengan demikian. Binatang memiliki perasaan. -9- APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . Tingkatan yang tinggi di dalam manusia tidak dimengerti sama sekali oleh binatang. Manusia jauh lebih tinggi dari binatang dengan memiliki akal budi. kita berpindah dari yang sederhana ke yang kompleks. burung. dll. Tanaman hidup tetapi tidak memiliki kesadaran.

Sikap Iman yang Mendahului Pengertian Telah dijelaskan sebelumnya. sikap yang harus dimiliki adalah sikap penghargaan yang tinggi terhadap sisi kemisteriusan dan keunikan Allah ini. (Karl Barth dalam Poelhmann. Jikalau ia terjangkau oleh akal dan pikiran manusia. Bahkan Marten Luther berkata bahwa Deus Revelatus (Allah yang dinyatakan) sekalipun. hal. Sikap-sikap itu antara lain : Penghargaan yang Tinggi Terhadap Kemisteriusan dan Keunikan Allah Allah itu misterius dan unik (God is the mystery and unique Being). Barth menulis dalam bukunya “Der Romerbrief” bahwa : “Keunikan pada Allah akan lenyap. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Allah yang dapat dipahami seluruhnya adalah bukan Allah (Robert Crossley: Tritunggal Yang Esa. wilayah gurun yang harus diseberangi. Jikalau Ia misterius dan unik. jika kita sungguh ingin melangkah dari kefanaan dan kebakaan. serta menobatkan pikiran atau akal manusia menjadi Allah. masih merupakan Deus Abconditus (Allah yang tersembunyi). Tetapi sebaliknya. Allah yang disembunyikan (The Hidden God) adalah seperti bulan di langit yang hanya dapat dilihat bagian depannya. Dalam keberadaan yang terbatas. Barth berkata. Tozer. Calvin pun berkata bahwa : “Allah dalam keberadaan-Nya yang terdalam tak terselami. hal. jikalau kita mengetahui bahwa Allah itu tak dapat dimengerti dan berada di luar jangkauan pengertian kita…” (A. setiap usaha untuk memahami-Nya dengan sempurna dan menghilangkan sisi kemisteriusan dan keunikan-Nya adalah sama dengan mencoba menjadikan Allah menjadi bukan Allah. maka hal itu sama dengan tetap menjadikan Allah sebagai Allah. menurunkan-Nya dari takhta. Inilah sisi misterius dari Allah itu. 31-32). “Allah bukanlah Allah. maka konsep yang benar tentang kebenaran ini akan tetap merupakan suatu misteri tak terpecahkan. Mengenal Yang Maha Kudus. Poehlmann. Jadi “Deus Revelatus” (Allah yang dinyatakan) masih merupakan “Deus Abconditus” (Allah yang tersembunyi). hakikat Allah itu tak terpahami sehingga keilahian-Nya sepenuhnya luput dari pengertian manusia. 1998:14). Yang tak terpahami. Senada dengan Luther. maka tentunya ada sisi dalam diri-Nya yang tak terjangkau oleh akal dan pikiran manusia. Woodworth. seandainya Dia bukan Dia yang sama sekali lain. Jr & David D.10 - . Demikianlah Allah itu begitu ajaib dan besar sehingga ada bagian yang tersembunyi yang belum pernah diwahyukan kepada kita. Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . Biarkanlah Allah tetap menjadi Allah dengan membiarkan atau menghargai ruang gelap dalam diri-Nya tanpa usaha untuk menjadikan-Nya seterang mungkin. 1983. Dia Yang Asing. berarti orang tersebut sementara belajar dari Dia dan tentang Dia. daerah es. sebab Allah harus memiliki sisi misteri dan keunikan dalam diri-Nya. apabila orang tidak melihat jurang. Menurutnya.” (Barth dalam buku Horst G. Allah akan kehilangan nilai keallahan-Nya jikalau sisi misteri dan keunikan menjadi hilang dari diri-Nya. maka Ia bukanlah pribadi yang misterius dan unik.W. Dengan mengakui dan menghargai serta mempertahankan sisi misteri dan keunikan dalam diri Allah. maka menemukan sikap yang tepat dalam mempelajari atau memahaminya merupakan hal yang sangat penting.” Dengan demikian di dalam mempelajari dan memahami doktrin Tritunggal. (Floyd C. 40).SIKAP DALAM MEMPELAJARI DOKTRIN TRITUNGGAL Esra Alfred Soru* Bagian Ketiga Dari Enam Tulisan Seperti dikatakan pada bagian kedua tulisan ini bahwa doktrin Tritunggal ini sulit dipahami. Luther memaparkan dua aspek yang unik dari diri Allah yaitu Allah yang diwahyukan (Revelated God) dan Allah yang disembunyikan (The Hidden God). tanpa dapat dilihat bagian belakangnya. Jika demikian maka pada saat seseorang belajar tentang Tritunggal. 13-14). Jikalau Ia bukan pribadi yang misterius dan unik. tak mungkin dapat memahami yang sepenuhnya Allah Yang tak terbatas. seandainya Dia Cuma perpanjangan dunia. Pengenalan tentang Allah hanya dapat terjadi sepanjang hal itu dinyatakan oleh Allah sendiri. Tanpa sikap yang benar dalam mempelajari kebenaran ini. 1995. 1998. Allah Itu Allah. maka pada dasarnya Ia bukanlah Allah. Michael de Milinos berkata : “Kita akan dapat menjunjung Allah lebih tinggi. hal. Dalam ajarannya tentang Allah. bahwa kebenaran Tritunggal adalah kebenaran yang bersifat dan berdasarkan wahyu. Kecuali melalui wahyu Allah.

Ya.Duncan. A. dengan demikian rasio akan mengalami kesulitan untuk memahami hal-hal yang supra rasional. Apabila akal yak berdaya. Ini cocok dengan pendapat Jaspers bahwa „bukti berarti kematian iman‟. 1995 : 33). hal. Bukankah hal ini rasional? Jika ingin sungguh-sungguh rasional. viii). maka batu-batu akan berseru. Tozer. hal. Jadi pengenalan itu adalah “inadaequaat”. 55). Ia membiarkan rahasia Allah dengan seluruh kesungguhannya tak tersentuh. lihat juga Poehlmann. Dasar-Dasar Kebenaran. berbakti dan memuliakan keagungan dan kebesaran-Nya seperti yang dilakukan Barth. 1989. . apa yang harus kami katakan? Ajarlah kami untuk mengetahui apa yang belum kami ketahui. oleh karena seperti apa yang dikatakan oleh Calvin bahwa “finitum non capax infiniti” (Yang fana tidak mungkin memahami yang tidak fana/kekal) (R. (Stephen Tong. dan mengasihi Engkau di dalam menemukan Engkau” (St. namun apabila kami harus berbicara.W. dan Ia selalu mengawasi setiap orang sementara orang tersebut mempelajari-Nya. karena tidak ada manusia yang dapat mengetahui hal-hal tentang Allah. “Biarkanlah aku mencari Engkau di dalam kerinduan. melainkan mau mengajak untuk turut serta memuliakan Allah dengan lagu pujian gereja segala abad…(Niftrik & Boland. dan tidak berusaha membongkarnya dengan akal budi. dilema yang kami hadapi besar sekali! Di hadirat-Mu kami patut berdiam diri. Jadi dalam hal pengertian tentang kebenaran Tritunggal. hal. Engkau Kasih abad yang kami hanya kasihi sebagian. bukalah pikiran kami agar kami mengerti. melainkan menyembah-Nya.W. Doa pada perayaan ulang tahun yang ketujuh puluh dari Krister Stendhal pada tanggal 21 April 1991 berbunyi : “Ya. 13. Tozer : 32). Allah Tritunggal. Iman inilah yang nantinya menuntun kepada pengertian tentang kebenaran itu. Ya. hal. (Hans Ucko: Akar Bersama (Belajar tentang iman Kristen dari dialog Kristen-Yahudi).W. 1994. tetapi kasih bergelora di hati kami dan memaksa kami untuk berbicara. Ia tidak berikhtiar untuk membedah rahasia ilahi dengan pisau rasio. Anselmus berkata. 27). seperti apa yang dikatakan oleh Anselmus dalam “I believe in order to know and not I know in order to believe” (Aku percaya supaya aku mengerti dan bukan aku mengerti supaya aku percaya). Dogma tentang ketritunggalan itu tidak memecahkan rahasia hakikat Allah. nyalakanlah hati kami agar kami dapat mencintai-Mu. Allah selalu bertindak sebagai Subyek dan tidak pernah sebagai obyek. Engkau Hikmat abadi. Lihat juga G. Tozer mengawali pembahasan tentang “Allah yang tak dapat dimengerti” dengan sebuah kalimat doa yang berbunyi : “Tuhan. 93. Jikalau kebenaran ini bersifat dan berdasarkan wahyu. Soedarmo: Ikhtisar Dogmatika. Sikap yang demikian tidak memerlukan bukti lebih lanjut. serta memperkenalkan diri-Nya kepada manusia.Anselm dalam A. 1990. 1995. biarkanlah aku menemukan Engkau di dalam kasih. sebab meminta bukti berarti menunjukkan kebimbangan dan memperoleh bukti berarti menyatakan bahwa iman itu sia-sia. Dalam nama Tuhan Yesus. maka harus berani menerima keberadaan yang supra rasional berarti gagal menjadi orang yang rasional. maka satu-satunya jalan untuk memahami-Nya adalah dengan sikap iman dan kepasrahan dan kebenaran.11 APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . di mana kebenaran Tritunggal tergolong ke dalam hal yang supra natural. Dogmatika Masa Kini 1984. tetapi takut mengasihi sepenuh-penuhnya. hal. biarlah iman yang menyangga kami. agar kami menuruti. (Jaspers dalam Poehlmann : 18). hanya Roh Allah yang dapat. bekerjalah dalam kehendak hati kami. Amin. sebagian saja yang kami tahu.” Dalam bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa salah satu kesulitan dalam mempelajari doktrin Tritunggal adalah kesulitan filosofis. Seandainya kami berdiam diri. 1998:15). dan merindukan Engkau di dalam mencari Engkau. Wahyu adalah cara dan tindakan Allah yang keluar dari selubung-selubung-Nya. Kebenaran Tritunggal yang jauh melampaui akal dan pengertian manusia. seharusnya menuntun manusia untuk masuk ke dalam puji-pujian kepada-Nya. (A. Engkau Keadilan abadi yang sebagian saja kami akui tetapi tidak sepenuhnya kami turuti. bukan supaya kami percaya. sikap praktis lain yang harus dimiliki dalam mempelajari doktrin Tritunggal adalah sikap hormat. 1985. hal 560). Van Schie : Rangkuman Sejarah Gereja Kristiani Dalam Konteks Sejarah Agama-Agama Lain (Buku 1). Sikap Hormat dan Berbakti Kepada-Nya Selain dua sikap di atas. Supra rasional berarti berada di atas jangkauan kemampuan akal. dan kami akan berpikir bahwa kami sudah percaya. (Sebuah penilaian terhadap Barth oleh Poehlmann : 22). Tentunya hal ini menimbulkan kesulitan rasional-filosofis untuk memahami doktrin Tritunggal.

melainkan hanya memberikan indikasi-indikasi ke arah kenyataan ini. Teologi Sistematika. Sekalipun demikian tak dapat disangkal bahwa ayat-ayat itu mengandung petunjuk tentang adanya perbedaan pribadi dalam diri Allah dan juga menunjuk kepada keadaan jamak dari pribadi-pribadi itu. 140).” Zak 3:2 : “Lalu berkatalah malaikat TUHAN kepada iblis itu: „TUHAN kiranya menghardik engkau. Yakub (Kej 31:11-13). 36). Thiessen. berasal dari Tuhan. sebab dalam corak Perjanjian Lama penggunaan bentuk jamak adalah untuk menggambarkan atau merupakan suatu jamak kehormatan “plural maiestaticus” (Walter Lempp: Tafsiran Kej. Bileam (Bil 22:22-35). Harus diakui bahwa sebenarnya bentuk jamak (plural) dalam ayat ini tidak secara langsung menunjuk kepada Allah Tritunggal. (Berkhof : 149). Penampilan-Nya dalam Perjanjian Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . 1974. Manoah (Hak 13:2-25). 1992. 148). Menurut R. 11:7. Selain mengungkapkan suatu perbedaan antara TUHAN dan TUHAN (Allah) secara umum. Mungkin hal menarik yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memikirkan kebenaran Tritunggal adalah bahwa ada pribadi lain yang sangat jelas dibedakan dari Allah (Bapa). hal. 1993. 1985. dan lain-lain.” Hos 1:7 : “Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN. Soedarmo istilah atau sebutan “Malaikat Tuhan” ini tidaklah menunjuk kepada malaikat biasa (R. Israel (Kel 14:19). dan wahyu Allah itu bersifat progresif.” Selain itu Alkitab juga mencatat adanya pribadi lain di samping Allah yang esa dan memiliki kualitas yang sama dengan Allah dalam segala hal. Ikhtisar Dogmatika. hal. Yesaya 6:8. dan Daud (I Taw 21:15-17). hai iblis!‟” Jadi ayat-ayat di atas sungguh menunjukkan perbedaan yang jelas antara Tuhan (Allah) dengan Tuhan. dari langit. Ada penyataan tentang pribadi lain di samping Allah (Bapa). Elia (I Raj 19:5-7).ALLAH TRITUNGGAL (Sebuah Pembahasan Teologis Alkitabiah) Esra Alfred Soru* Bagian Keempat Dari Enam Tulisan Setelah memahami kesulitan dan cara sikap yang benar di dalam mempelajari doktrin Tritunggal. Ayat pertama dalam PL yang perlu diperhatikan lebih awal adalah Kej 1:26 : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” dan ayat-ayat lainnya yang mirip dengan itu antara lain seperti Kej 3:22. maka haruslah disadari bahwa Perjanjian Lama tidak memberikan bukti-bukti secara eksplisit tentang ketritunggalan Allah. Abraham (Kej 22:11-18). Soedarmo. Di dalam Perjanjian Lama sering digunakan istilah atau sebutan “Malaikat Tuhan” yang sering menampakkan diri kepada orang-orang tertentu seperti pada Hagar (Kej 16:7-14). Louis Berkhof berkata : “Alkitab tak pernah berhubungan dengan doktrin Tritunggal sebagai suatu kebenaran yang abstrak.” (Teologi Sistematika (Doktrin Allah). Contohnya seperti yang terdapat dalam Kej 19:24 : “Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora. akan tetapi Alkitab mengungkapkan kehidupan Tritunggal dalam berbagai hubungan sebagai suatu kenyataan yang hidup…. Allah mereka. Yang dimaksud di sini adalah bahwa dalam Alkitab dibedakan juga tentang Tuhan yang dibedakan dari Tuhan (Allah) (Henry C. Oleh sebab itu maka konsep yang akan dipaparkan di dalamnya tentu hanya bersifat indikatif saja. Perjanjian Lama Karena kebenaran Tritunggal adalah wahyu Allah. maka pada bagian ini akan dipaparkan suatu dasar teologis-alkitabiah yang menjadi landasan doktrin ini. hal. Ada penyataan tentang pribadi kedua dari Allah Tritunggal. 22:9) (3) Ia juga disebut Allah (Kej 16:13) tetapi merupakan petunjuk khusus kepada pribadi kedua dari Allah Tritunggal pada masa pra inkarnasi. 94-95) karena : (1) Ia berfirman atas nama-Nya sendiri (Kej 16:10) (2) Ia mau disembah oleh orang (Yosua 5. Gideon (Hak 6:11-23). Hakim-hakim 2) padahal malaikat biasa tidak boleh dan tidak mau disembah (Wahyu 19:10 . Alkitab juga memberi penyataan tentang pribadi kedua dari Allah Tritunggal. hal.12 - . Musa (Kel 3:2-5). Contoh dalam Alkitab yang memaparkan kebenaran ini adalah Kej 1:1-2 : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi…dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. tetapi sekali lagi semuanya ini masih bersifat indikasi-indikasi ke arah doktrin Tritunggal.

atas segala yang hidup (Yoh 17:2). Ia juga suci (Ibr 7:26-28) dan tidak berubah (Ibr 13:8. pribadi Bapa sangat jarang dipersoalkan. dan kasih Allah. 24. atas alam semesta (Mat 8:26) dan atas kematian (Luk 7:12-17). pribadi ketiga dari Allah Tritunggal yaitu Roh Kudus pun dinyatakan dan dibedakan dari Allah (Bapa). Ia berkuasa atas penyakit (Luk 4:39). Kolose 1:15. Atas kebenaran inilah maka betapa pentingnya memikirkan keilahian Kristus. Dalam Perjanjian Lama. Tetapi setelah itu Yesus melanjutkan pertanyaan-Nya yang sangat bersifat pribadi. 8:58. “Kata orang banyak siapakah Aku ini?” (Luk 9:1821). 17:5. Ia juga memiliki sifat-sifat ilahi di mana Ia kekal (Yoh 1:15. Siapakah Mereka? Apa hubungan Mereka dengan Allah (Bapa)? Untuk lebih jelasnya. Jikalau Yesus Kristus ternyata bukan Allah. 16:30. betapa perlu melihat kedua pribadi ini (Anak dan Roh Kudus) satu per satu secara khusus tentang keilahian Mereka : (1) Anak (Yesus Kristus). dll). “Engkau adalah Mesias Anak Allah yang hidup. (Thiessen :140) Ada penyataan tentang pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Ia disebut Raja segala raja. Ia maha hadir (Mat 18:20. Ada tiga pribadi yang dinyatakan sebagai Allah dan memiliki kualitas ilahi yang sama dalam berbagai hal. tentunya tidak ada masalah lagi yang berkaitan dengan keilahian-Nya. Ia memiliki nama ilahi di mana Ia disebut Allah (Ibr 1:8). lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : “Inilah Anak yang Kukasihi.” Kata “di atas batu karang ini” sebenarnya tidak menunjuk kepada Petrus secara pribadi melainkan kepada pengakuannya itu. dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian. ada juga yang mengatakan Elia. Setelah melihat ayat-ayat di atas. dll). 21:17. Anak dan Roh Kudus) yang sering disebutkan secara bersama-sama. dll). Secara ringkas iman Kristen mengakui keilahian Kristus karena beberapa hal. kebenaran ini sangat jelas dan sungguh ditekankan. (Thiessen : 142). Ia maha tahu (Yoh 2:24-25. 11:17. Lalu murid-murid pun menjawab sesuai dengan pendapat orang banyak bahwa ada yang mengatakan Yoh Pembaptis. Tuhan segala tuan (Wahyu 19:16). Itulah sebabnya betapa penting untuk memahami pribadi Kristus dengan benar. jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Tetapi bagaimana dengan Anak dan Roh Kudus? Kedua oknum ini sungguh-sungguh menjadi persoalan dan titik pusat perdebatan (terutama Sang Anak). ”Apakah pendapatmu tentang Kristus?” merupakan pertanyaan utama dalam kehidupan setia orang Kristen. Ia melakukan . maka pertanyaan penting yang harus dipikirkan adalah “Siapakah Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus ini sehingga Nama “Mereka” layak disejajarkan dengan Nama Allah (Bapa)?” Tentang Allah Bapa. 1:12).” Kel 31:1-3 : “Berfirmanlah Tuhan kepada Musa…dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah. Jadi dengan kata lain gereja berdiri atas dasar pengakuan terhadap keilahian Kristus.” Menanggapi jawaban Petrus. Ayat-ayat di bawah ini memperlihatkan bahwa Bapa. kepada-Nyalah Aku (Bapa) berkenan. Ia disebut Anak Allah (Mat 16:1617). “Menurut kamu siapakah Aku ini?” Lalu Petrus menjawab. Yeremia atau seorang dari para nabi. Di Kaisarea Filipi Yesus pernah mengajukan suatu pertanyaan tantangan.” Demikianlah beberapa indikasi yang mengarah kepada konsep Tritunggal yang nampak dalam Perjanjian Lama. Efesus 1:13-14. Perjanjian Baru Kalau dalam Perjanjian Lama konsep Tritunggal tidak terlalu jelas dan hanya bersifat indikatif saja.” Juga 2 Kor 13:13 : “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. sebab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dengan sangat jelas berbicara tentang Ia sebagai Allah. maka dalam Perjanjian Baru.13 APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . Mat 3:1617 : “Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya. atas setan (Luk 4:34-35). Yesus berkata “…engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa: Ada tiga pribadi (Bapa. Ia maha kuasa. Luk 6:8.Lama ini merupakan pertanda dari kedatangan-Nya sebagai manusia di kemudian hari.” Bandingkan juga dengan ayat-ayat lain seperti 1 Kor 12:4-6. 3:18 dan Wahyu 1:4-5. 28:20. dan juga bahwa dalam kerangka doktrin Tritunggal.” Mat 28:19 : “Karena itu pergilah. Iman Kristen yang ortodoks berdiri dengan kokoh di atas dasar keilahian Kristus. 1 Petrus 1:2. Anak dan Roh Kudus disebutkan secara bersama-sama. maka runtuhlah fondasi iman Kristen. Kej 1:1-2 : “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi…dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

maka setiap pribadi memiliki pengetahuan ilahi. Bukti melalui karya-karya-Nya di mana Ia mengajar (Yoh 14:26). 6. maka hal ini sama dengan berkata bahwa ada tiga Allah. Kattsoff : Pengantar Filsafat. (Stephen Tong. Sebab. Oleh sebab itu. Doa dan Kebangunan. Dengan demikian dapat dilihat bahwa ada tiga pribadi ilahi yang hidup berdampingan dari kekal hingga kekal. memberi penghiburan (Yoh 14:26) dan menyucikan /menguduskan (2 Tes 2:13). Hal berikut yang tak boleh dilalaikan adalah tentang masalah keesaan dari ketiga pribadi ilahi itu. Ia memiliki sifat-sifat ilahi seperti maha tahu (Yoh 14:26. Sama seperti Kristus. Memang ada tiga pribadi ilahi. atau seperti konsep Boettner bahwa ada tiga pusat pengetahuan. Roh Kudus juga adalah oknum ilahi yang berada di samping dan bersama-sama dengan Allah. kuasa. Untuk itu maka sangatlah perlu menyoroti aspek keesaan ini secara khusus. sangatlah penting melihat dan meneliti apa kata Alkitab tentang hal ini. melahirbarukan manusia (Yoh 3:5-6). kesucian. seperti pandangan Schleirmacher yang melihat Roh Kudus hanya sebagai suatu gerakan dan inspirasi yang bersifat agama saja. hal. 1995. maha hadir (Maz 139 :7-10). tetapi doktrin tritunggal tidak berhenti sampai di situ. Ibr 1:10). sama seperti apa yang dikatakan oleh Loraine Boettner bahwa setelah kepribadian Roh Kudus didirikan. Ibr 1:6. sehingga kita boleh mengatakan bahwa Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . Secara singkat. Inilah Tritunggal. berkarya dalam proses inkarnasi (Luk 1:35). Anak dan Roh Kudus. mengilhamkan Firman Allah (2 Pet 1 :21). Yoh 20:28. pengertian esensi secara umum adalah hakikat barang sesuatu (Louis O. Bukti melalui pengakuan yang dikenakan kepada-Nya di mana Ia bisa ditipu (Kis 5:3). Jelas Ia bukan makhluk ciptaan. kebaikan dan kebenaran yang sama. Alkitab juga jelas memberikan bukti-bukti tentang kepribadian Roh Kudus antara lain : Bukti melalui keberadaan-Nya di mana Ia memiliki pikiran (Rom 8:27). bisa ditentang (Kis 7 :51). Contohnya sebuah segi tiga merupakan sebuah segi tiga. haruslah diingat bahwa doktrin Roh Kudus juga mendapat tantangan yang sangat berat. Wahyu 5:8). hal. haruslah menerima keilahian-Nya juga (Loraine Boettner. menghukum manusia (2 Timotius 4 :1 . atau mungkin lebih dapat dikatakan sebagai “inti dasar” keallahan. maha kuasa (Luk 1:35. Kolose 1:16. Dengan demikian Roh Kudus adalah suatu pribadi. hikmat. membangkitkan orang mati (Luk 7 :11-17). bisa dihujat (Mat 12 :31). disebut Roh kemuliaan (1 Petrus 4:14) dan disebut Roh kekudusan (Rom 1:4). 17:2) serta menerima penyembahan dari manusia (Mat 14:33. disebut Roh yang kekal (Ibr 9:11). 1 Kor 2:10-11). Roh kudus tidak diakui sebagai suatu pribadi. hanya sedikit orang yang menyangkal keilahian-Nya. mengampuni dosa (Mat 9:2. Maksudnya adalah bahwa : Setiap pribadi itu memiliki “in toto” esensi yang tak terbagi atau terpisahkan dari ilahi di mana sifat dan kuasa ada di dalamnya. 16:13. Selanjutnya sesuai dengan konsepsi Tritunggal yang mengatakan bahwa letak keesaan pribadi-pribadi Allah Tritunggal adalah pada esensi-Nya. keadilan. menopang segala sesuatu (Kolose 1:17). maka kalau mengakui kepribadian-Nya. (2) Roh Kudus. Allah itu “Tritunggal”. Luk 24:52. Ia juga disetarakan dengan Bapa dan Anak (Mat 28:19. Tetapi sebelum melihat buktibukti alkitabiah tentang keilahian Roh Kudus. Keilahian-Nya ini dapat dilihat dari kenyataan-kenyataan bahwa : Ia memiliki nama-nama ilahi di mana Ia disebut Allah (1 Kor 6:11). didukakan (Efesus 4:30) dan dihina (Ibr 10:29). Luk 7:4748). Jika pengertian ini dikaitkan dengan konteks teologis. disebut Roh Kristus (Rom 8:9). 1986 . memimpin (Rom 8:14). kesadaran. memerintah (Kis 8:29) dan juga berkata-kata (Yoh 15:26. yakni Bapa. perasaan (Efesus 4:30) dan kehendak (1 Kor 12:11). Yoh 5 :22-23) dan juga memberi hidup yang kekal (Yoh 10:28. 2). Dari pembahasan sebelumnya telah jelas bahwa “tri-Nya” terletak pada adanya tiga pribadi ilahi. 2 Petrus 1:21). maka esensi di sini mempunyai pengertian sebagai apa yang sama (“unsur pembentuk” atau “inti dasar”) di antara Mereka bertiga (pribadi-pribadi Allah Tritunggal) di dalam keallahan (Boettner : 106).14 - . Roh Kudus. 51). memberi hidup (Rom 8:2) dan Ia kekal (Ibr 9:14) dan Ia melakukan tindakan-tindakan ilahi seperti terlibat dalam karya penciptaan (Kej 1:2). namun bukan hanya pribadi saja tetapi pribadi ilahi. 1947: 89). Kis 1:2). Maksudnya adalah bahwa esensi itu merupakan sesuatu yang menjadikan sesuatu itu seperti dirinya sesuatu itu. 2 Kor 13:13). dapatlah dikatakan bahwa esensi itu hakikat dasar atau “unsur pembentuk” keallahan. Fakta-fakta di atas (tentang Anak dan Roh Kudus) telah membuktikan bahwa Anak dan Roh Kudus memiliki kualitas ilahi yang sama dengan Bapa. Mereka bekerja sama dalam suatu harmonisasi yang sempurna dan bersatu. Doktrin tritunggal menyatakan bahwa ketiga-Nya itu esa. disebut Roh kebenaran (Yoh 16:13). sedangkan “tunggal-Nya” (keesaan-Nya) terletak pada esensi-Nya. kasih dan kehendak yang terpisah satu dari yang lain. Jika pembahasan tentang konsep Allah hanya berhenti sampai pada adanya tiga pribadi ilahi.tindakan-tindakan ilahi & tidak menolak diperlakukan sebagai yang ilahi di mana Ia mencipta (Yoh 1:3. yaitu politeisme. meyakinkan orang percaya (Yoh 16:8). Itu berarti konsepsi tersebut telah jatuh ke dalam salah satu ekstrim.

Matahari adalah hasil pencampuran antara panas. dan bahwa ketiga pribadi memiliki tingkatan yang sama dan sama-sama kekal. Sekalipun demikian ilustrasi-ilustrasi yang dipakai untuk menggambarkan kebenaran ini perlu diperhatikan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang sesungguhnya. ruangan adalah hasil pencampuran atau penggabungan antara panjang. Yoh 14 :11 : “Percayalah kepada-Ku. namun ilustrasi-ilustrasi semacam itu mempunyai dua kelemahan besar yaitu: (1) Eksistensi sesungguhnya (matahari. dan karena sifat-sifat yang ada tak dapat dipisahkan dari esensi. hal. hal. Dengan demikian maka hanya ada satu Allah. 26-27). tidak ada sesuatu yang sebanding dengan ketritunggalan dalam keesaan dan keesaan dalam ketritunggalan. buka triad tetapi trinitas. 113-114). Anak adalah Allah. karena meskipun ada tiga pribadi di dalam keallahan. 1988 . Demikian juga dengan matahari dan ruangan. bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku…” dan 2 Kor 5 :19 : “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus…”. memakai kuasa yang sama. 1981 . tembakau dan filter. tetapi hanya ada satu esensi. sebuah ruangan yang terdiri panjang. Setiap pribadi adalah Allah. sebatang rokok yang terdiri dari kertas pembungkus. Mereka hanya satu Allah. ruangan dan rokok) adalah hasil “pencampuran” atau penggabungan unsur-unsurnya. tembakau tanpa kertas pembungkus dan filter bukanlah rokok. baik erjanjian lama maupun Perjanjian Baru. 1985 . antara lain seperti matahari terdiri dari panas. (Bapa adalah Allah. harus kembali diingat konsep yang benar tentang ketritunggalan Allah dimana hanya ada satu Allah namun terdiri dari 3 prbadi.Allah Tritunggal bekerja dengan satu pikiran dan satu kehendak. Dengan demikian jelaslah bagi kita bahwa sekalipun kata „Tritunggal‟ tidak terdapat dalam Alkitab namun onsep ini menemukan dasarnya dari seluruh berita Alkitab. cahaya dan gas helium. Duncan yang mengatakan bahwa: “Dalam pengalaman kita.15 APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . tinggi dan lebarnya (Lembaga Pendidikan Kader GKJ/GKI Jateng: Berkumpul di Sekitar Kristus. Dengan demikian maka doktrin Tritunggal tidak dapat membawa kepada “triteisme”. dan rokok adalah pencampuran atau penggabungan antara kertas pembungkus. Hal ini dikaitkan dengan kesulitan empiris di dalam mempelajari doktrin tersebut seperti pendapat Floyd C. Basic Theology. Satu esensi hidup yang berada dalam tiga pribadi. Woodworth. Karena ketiga pribadi dari Tritunggal ini memiliki esensi yang sama. Kebenaran Tritunggal menyatakan bahwa . dan filter tanpa kertas pembungkus dan tembakau bukanlah rokok. Tidak ada tiga orang yang masing-masing mempunyai pengetahuan yang lengkap tentang apa yang dibuat atau yang dipikirkan oleh yang lainnya. (2) Unsur-unsur dari eksistensi sebenarnya jika berdiri sendiri tak dapat disebut sebagai eksistensi itu sendiri. tinggi dan lebar. Setiap orang memagari dirinya sendiri dengan kebebasan pribadi. Kita tahu bahwa tidak ada tiga orang yang secara struktur ada satu manusia. mengambil bagian di dalam kemuliaan yang sama dan sama-sama berhak disembah. Apakah ilustrasi yang cocok bagi konsep semacam ini ? Hal pertama yang perlu disadari dan patut dipikirkan adalah bahwa semua ilustrasi atau apapun yang dipakai untuk menggambarkan kebenaran tritunggal masih sangat jauh dari kenyataan yang sesungguhnya. hal. Ketiga pribadi yang dihubungkan dengan esensi ilahi bukan sebagai 3 individu seperti Abraham. maka berarti bahwa semua sifat ilahi dimiliki bersama oleh masing-masing pribadi. Ryrie. Beberapa ayat Alkitab yang membuktikan kesamaan esensi di antara pribadi-pribadi Allah Tritunggal antara lain Kol 2 :9 :“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan”. 161). Ishak dan Yakub kepada sifat manusia seperti yang pernah dikemukakan oleh David Yohanes Meyners si Saksi Yehovah yang sesat itu. 56). dan D. 1989 . Yoh 10 :30 : “Aku dan Bapa adalah satu“. dan filternya (dikembangkan dari ilustrasi yang disampaikan Antonius Widuri dalam: Dialog Masalah Ketuhanan Yesus. Namun sebelum kita menemukan ilustrasi yang cocok. Ada banyak ilustrasi yang sering dipakai untuk menjelaskan ide tentang Tritunggal. Tidak ada manusia yang memiliki kepribadian jamak seperti yang dinyatakan tentang Allah. hal.” (Dasar-Dasar Kebenaran. Jr. Contohnya adalah bahwa kertas pembungkus tanpa tembakau dan filter bukanlah rokok. dan Roh Kudus adalah Allah namun ketiganya jika bergabung bukanlah 3 Allah melainkan 1 Allah). tembakau. Ilustrasi Tentang Allah Tritunggal Adalah baik untuk menambahkan kepada pengertian kita ilustrasi tentang ketritunggalan Allah. cahaya dan gas heliumnya (Charles C.

tetapi itu tidak berarti bahwa orang Kristen mempunyai lebih dari satu Alkitab. melainkan satu Allah. Demikian juga seperti ilustrasi yang dikemukakan Stephen Tong yaitu bahwa ada begitu banyak jumlah Alkitab yang dipegang oleh orang Kristen. dan keallahan Mereka bukanlah hasil penggabungan ketiga-Nya. Anak dan Roh Kudus) adalah Allah walaupun berdiri sendiri-sendiri. Anak sendiri adalah Allah. Masing-masing siung itu jika kita pisahkan masih disebut salak tetapi ketika kita satukan kembali ke dalam kulitnya maka itu bukanlah 3 salak melainkan 1 salak. tetapi minimal ilustrasi yang dipakai tidak menyimpang dari ide sebenarnya. Demikianlah beberapa ilustrasi yang dapat digunakan untuk menggambarkan ketritunggalan Allah.ketiga oknum itu (Bapa. Biasanya terdapat tiga siung di dalamnya.16 - . Walaupun demikian Mereka bukanlah tiga Allah. Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . (Ilustrasi ini disampaikan dalam salah satu acara SPIK di kota Malang). Hampir mirip dengan ini adalah sebuah salak. Ilustrasi yang mendekati kebenaran ini seperti sebuah jeruk yang setelah dikupas kulitnya ditemukan bagian-bagian di dalamnya. Masing-masing bagian ini jika dipisahkan masih dapat disebut jeruk. dan Roh Kudus sendiri adalah Allah. Tentu sulit untuk mencari ilustrasi yang tepat untuk menggambarkan ide ini. tetapi jika digabungkan seluruh bagian itu maka semuanya itu adalah satu jeruk dan buka banyak jeruk. Jadi Bapa sendiri adalah Allah.

maka jelas itu bertentangan dengan konsep yang benar tentang Tritunggal. atau suatu sistem hukum. dan cara ini tak lain adalah cara ketritunggalan. Witness Lee mengatakan bahwa : “Ekonomi Allah tak lain adalah rencana-Nya untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia. dan dengan modal itu Ia bermaksud membuat diri-Nya menjadi “produk” masal yang Ia sendiri sebagai “pengusaha”. Sekarang yang perlu dipikirkan adalah karya Allah Tritunggal atau dengan kata lain. apa sajakah yang dikerjakan oleh Allah Tritunggal (Bapa. pengada dari semua yang “ada” atau penyebab adanya semua yang “ada”. maka cara itu (ketritunggalan) harus ada setelah ada tujuan. 1993. Tritunggal ekonomi Ini dibedakan dari Tritunggal ontologis di mana Tritunggal ontologis adalah Tritunggal pada hakikat Allah. 3). Modal-Nya adalah diri-Nya sendiri. “modal”. Keberadaan kasih yang bersifat relasional itu menuntut adanya pribadi lain yang dapat menjadi sasaran dan objek kasih. rencana suci yang berkaitan dengan penciptaan dan penebusan. sebab fakta Tritunggal bersifat kekal. dan karya agung inilah yang dikenal sebagai cara ekonomis Allah. sebab ketritunggalan Allah hanya dilihat sebagai sebuah cara untuk mencapai suatu tujuan. Karya ini dapat disebut sebagai karya kasih. dan melalui Roh Kudus. Anak dan Roh Kudus. Pada “masa” itu manusia belum diciptakan. Karya Allah Secara Ekonomis Secara ekonomis. Jika cara (ketritunggalan) itu bermula atau berawal. Ia ingin agar Ia dapat memasukkan diri-Nya ke dalam manusia dan untuk itu Ia membutuhkan suatu cara. Menurutnya Allah itu sangat kaya ibarat seorang pengusaha yang mempunyai modal besar. dan “produk”. Sebenarnya pengertian Lee tentang „”ekonomi Allah” tidak salah. maka terciptalah suatu bahaya besar. Jadi kasih ilahi telah terjalin di antara dan di dalam Mereka jauh sebelum dunia diciptakan. Pada masa ini jelas bahwa dunia dan isinya (termasuk manusia di dalamnya) belum ada. atau disebabkan untuk menjadi ada. 1954. Allah Tritunggal mempunyai karya yang agung dalam dunia ini. hal. Jika pengertian ini dikaitkan dengan ketritunggalan Allah. maka ketiga pribadi Tritunggal inilah yang menjadi objek sekaligus subjek kasih. maka bagian ini dapat dibagi menjadi dua bagian: Karya Allah Secara Ontologis Karya Allah Tritunggal secara ontologis ini menunjuk pada “masa” sebelum penciptaan (precreated).17 APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . dan cara ini tak lain adalah cara ketritunggalan”. Inilah yang disebut “Ekonomi Allah” yang berkembang dari Bapa. peraturan ritual dan upacara. Jadi pengertian tentang karya ekonomis adalah sebagai berikut : “Ekonomi Allah adalah cara ilahi untuk mengatur kepentingan-kepentingan manusia. New Desk Standard Dictionary.” (Ekonomi Allah. Maksudnya adalah bahwa ketritunggalan Allah itu tidak pernah menjadi ada. Jika ketritunggalan itu hanyalah suatu cara untuk memenuhi tujuan-Nya. . (Uraian lebih luas tentang hal ini dapat dilihat dalam bagian terakhir tulisan ini “Aplikasi praktis dari Doktrin Tritunggal”). Anak dan Roh Kudus)? Untuk memahami karya Allah Tritunggal dengan sistematis. Oleh sebab itu maka karya Allah Tritunggal pada masa ini lebih merupakan karya internal semata diantara ketiga-Nya saja. (Divine love) yang suci dan murni. atau Trinitas yang dinyatakan pada manusia dalam perbedaan dengan Trinitas esensial. Ekonomi Allah ialah penyaluran (dispensi) Allah atau Allah membagikan diri-Nya sendiri ke dalam umat manusia. 248). “…maka Ia membutuhkan suatu cara. maka dapatlah dikatakan bahwa ekonomi Allah adalah sesuatu yang menghubungkan dengan atau manifestasi dalam ekonomi penciptaan sebagai Trinitas ekonomi.KARYA ALLAH TRITUNGGAL Esra Alfred Soru* Bagian Kelima Dari Enam Tulisan Kita telah memahami doktrin Tritunggal dengan baik ketika melihat bukti-bukti yang akurat dalam Alkitab (PL dan PB) dan mencapai kesimpulannya bahwa Allah adalah Allah yang esa dalam 3 pribadi yakni Bapa. karena ketiga-Nya terlibat dalam kasih ilahi. Justru Allah Tritunggallah yang menjadi penyebab dari semua akibat. tetapi ketika ia mengaitkannya dengan fakta ketritunggalan Allah dengan berkata. hal. di dalam Anak. Bukan ekonomi Allah yang kemudian “melahirkan” ketritunggalan Allah tetapi ketritunggalan Allahlah yang “melahirkan” ekonomi Allah. secara khusus hal-hal yang menyangkut pemerintahan ilahi …” (Funk & Wagnalls [Ed]. Atau dengan kata lain adanya cara itu (ketritunggalan) disebabkan oleh adanya tujuan. atau diadakan.

3:13-15). 3:16. 20). Bapa. Setiap anggota keallahan itu hadir pada saat Kristus dibaptiskan: Bapa memberikan dorongan yang menguatkan (Mat. Anak sebagai mediator. melainkan juga cara berkarya dari ketiga Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . 22). 5:19). yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa. Lukas 1:35). Akan tetapi. dan semuanya itu dikerjakan melalui Allah Roh Kudus. Allah Anak sebagai “agen” penciptaan itu. Dalam penghematan fungsi. 4:21). 15:26). bandingkan Titus 3:6). dan wahyu allah secara khusus (Special revelation of God) yang dinyatakan melalui inkarnasi Yesus Kristus. Filipi 3:20. dan Roh Kudus mengerjakan keselamatan dalam diri manusia. Indra: Teologi Sistematis. Beban berat Tritunggal adalah membawa Allah dan suatu pengetahuan mengenai Kristus kepada setiap orang (Yoh. Dalam penyataan ini ketiga oknum Allah Tritunggal bekerja sama : Allah Bapa yang mengutus Allah Anak ke dalam dunia. Allah Bapa yang mencipta. dan Roh mengaruniakan kelahiran Yesus (Yoh. Apa Yang Anda Perlu Ketahui Tentang …. Kristus menyerahkan diri-Nya sendiri. dan demi terlaksananya hal ini. bandingkan Ibrani 13:5) …Allah berhubungan dengan manusia.sedangkan Tritunggal ekonomi adalah Tritunggal penyataan. pribadi kedua dari Allah Tritunggal dinyatakan. (Ibid). dan Roh sebagai pewujud atau pelaksana. Allah Bapa memberikan Anak-Nya. dan Roh memberikan Diri-Nya sendiri kepada Yesus untuk memberi kuasa kepada-Nya (Luk. maka pribadi-pribadi Allah Tritunggal memainkan peranan yang sangat penting di dalamnya : Allah Bapa sebagai pewahyu. (Departemen Kependetaan Masehi Advent Hari Ketujuh se-Dunia. hal. Pekerjaan Roh Kudus tidak menambahkan sesuatu apapun untuk melayakkan pengorbanan yang diadakan Yesus Kristus di kayu salib. 64). Anak dan Roh Kudus menjadi bagian dalam seluruh keadaan ini. Wahyu terbagi menjadi dua bagian yaitu wahyu Allah secara umum (General revelation of God) yang dilakukan melalui karya penciptaan dunia ini. 3:17).1:18. Karya Allah Tritunggal dalam wahyu umum.18 - . Wahyu adalah tindakan Allah memperkenalkan diri-Nya kepada makhluk-makhluk-Nya. 14:16). Kristus menyerahkan diri-Nya dalam baptisan untuk menjadi teladan bagi kita (Mat. Ia akan bersaksi tentang Aku” (Yoh. Allah Tritunggal pun memainkan peranan yang sangat penting. Menjelang akhir tugas-Nya di atas dunia ini. anggota keallahan dengan pribadi yang berbeda menjalankan tugas-tugas yang jelas dalam upaya menyelamatkan manusia. Walaupun ketiga oknum tritunggal itu bekerja sama untuk mengadakan karya keselamatan. 28:20. Kis. (Pengantara). mati sebagai manusia dan kemudian menjadi Juruselamat kita (Yoh. Allah Anak sebagai wahyu itu sendiri. “Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang. Karya Allah Tritunggal dalam wahyu khusus. “Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan” (Kolose 1:27)” (Ibid). Dalam kerangka ini karya Allah Tritunggal dapat dilihat dari dua konteks yakni: Konteks wahyu. Yesus berkata. Oleh karena itulah Paulus mengatakan. atau dengan kata lain Allah Bapa mencipta “di dalam” Anak dan melalui Roh Kudus. Melalui Roh Kudus tujuan pendamaian di kayu salib pada pokoknya menyatakan Kristus sendirilah pendamaian itu. “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka” (2 Kor. maka Allah dapat juga dinyatakan sebagai Juruselamat kita (bandingkan Titus 3:4) karena Ia menyelamatkan kita melalui Kristus Juruselamat (Efesus 5:23. Buku pedoman teologia Masehi Advent Hari Ketujuh yang telah dikutip di atas memberikan uraian yang sangat jelas mengenai karya Allah Tritunggal dalam wahyu khusus dari awal hingga akhir karya Kristus di Bumi ini. Yesus berjanji akan mengirim Roh Kudus sebagai penasihat atau penolong (Yoh. Dapat juga dikatakan bahwa Bapa bertindak sebagai sumber. dan Roh Kudus sebagai yang terwahyu. 6:47. 17:3) dan membuat Yesus hadir dan nyata (Mat. Di dalam wahyu khusus. Itulah karya Allah Tritunggal. Karya Allah Tritunggal dalam wahyu umum menunjukkan suatu kooperasi yang menarik. dan Roh Kudus yang mengerjakan cara penyataan itu yaitu melalui inkarnasi (Lihat Matius 1:18. 3:21. Sekarang Bapa dan Anak menjangkau kita melalui Roh Kudus. (Ichwei G. Di sana dikatakan: “Indahnya penjelmaan menunjukkan hubungan kerja ketiga oknum keallahan itu. Allah Bapa sebagai perencana keselamatan. Mat. Konteks sejarah keselamatan Di dalam sejarah keselamatan. 1999. yang bukan saja menampilkan karya itu sendiri. Allah Anak sebagai pelaksananya. Dalam buku pedoman teologia Masehi Advent Hari Ketujuh ditulis: “Pada saat-saat puncak sejarah keselamatan itu. 1998: 37). hanya Kristuslah yang hidup sebagai manusia. Mat 1:21. Bapa dan Anak mengirimkan Roh untuk menyatakan Kristus kepada setiap orang.

.oknum keallahan yang memainkan peranan penting dengan nuansa kooperasi yang harmonis.19 - APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru .

Kesatuan hakikat in mengakibatkan adanya kesatuan kehendak dan pikiran. dan Roh Kudus yang menerapkan penebusan) adalah hidup yang kekal itu. Anak yang melaksanakan penebusan. Studies in Theology . bahwa „doktrin Trinitas tidak praktis dan tidak perlu …‟(Bracken dalam Robert M. Di sini dapat dilihat bahwa kesatuan hakikat di dalam Allah tritunggal itu tidak “terancam” dengan kejamakan pribadi di dalam-Nya. Dalam doktrin Tritunggal didapati kebenaran bahwa ketiga oknum Allah ini walaupun berbeda secara pribadi. suku bangsa dan bahasa. kebenaran Tritunggal mempunyai fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. 1960 : 132). Mereka tidak memiliki satu kehendak. Perbedaan pribadi di dalam Allah Tritunggal tidak menyebabkan terjadinya ketegangan-ketegangan internal dalam relasi antara satu dengan yang lainnya.APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL Esra Alfred Soru* Bagian Terakhir Dari Enam Tulisan Kebenaran Tritunggal bukan saja merupakan suatu kebenaran dogmatis yang hanya berisi rumusan-rumusan tentang Allah yang bersifat teoritis seperti dituduhkan Joseph Bracken. 1990 . hal. Rasul Paulus menggambarkan kesatuan Kristiani ini dengan mempergunakan analogi tubuh manusia. tetapi merupakan kesatuan dalam hakikat-Nya. latar belakang budaya. Harus diingat pula bahwa Allah Tritunggal bukan merupakan tiga Allah tetapi tiga pribadi dalam satu esensi/hakikat Allah. malah sebaliknya kesatuan dalam hakikat-Nya itu mengharmoniskan relasi di antara Mereka. Di antara pribadi-pribadi Tritunggal ini tidak terdapat pertentangan kehendak. Atau dengan kata lain terdapat kehendak yang berbeda (masing-masing memiliki kehendak pribadi). latar belakang pendidikan dan tingkatan sosial ekonomi. „Doktrin Trinitas tidak boleh dilihat sebagai spekulasi metafisika abstrak. Kebenaran praktis yang diperoleh dari kebenaran Tritunggal dapat dilihat dari beberapa sudut pandang yaitu : Sudut Pandang Teologis-Soteriologis Dari sudut pandang teologis-soteriologis ini. Kesatuan yang dimaksud di sini adalah kesatuan yang melampaui segala perbedaan. Sama halnya dengan pribadi-pribadi Allah Tritunggal yang mempunyai keunikan dan kekhasan pribadi tetapi masih dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Dengan kata lain Allah Tritunggal masih tetap berada dalam satu hakikat yang tak terpisahkan sekalipun dengan oknumoknum atau pribadi-pribadi yang berbeda. 1990:19). Jr. sedangkan tentang pekerjaan-Nya berkenaan dengan misi soteriologis-Nya bagi umat manusia. tetapi memiliki kehendak yang satu. tetapi semuanya itu diikat dalam satu Esra Alfred Soru | APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL . Aturan-aturan itu antara lain:  Kebenaran Tritunggal mengajarkan tentang kesatuan Kristiani. Sekalipun demikian kesatuan yang dimaksud masih dapat terjadi dalam semua relasi di antara mereka sebagai saudara seiman di dalam Kristus Yesus. Bauman Jr. ataupun teori tidak alamiah yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan praktis‟ (Loraine Boettner . Gereja Kristen adalah kumpulan orang yang percaya kepada Kristus Yesus (oknum kedua dari Allah Tritunggal) dengan berbagai latar belakang seperti latar belakang agama dan kepercayaan. Perihal sifat Allah berkenaan dengan Ia yang hidup dan benar. pikiran dan pendapat sendiri-sendiri. Mereka tidak memiliki kehendak yang sama tetapi memiliki kesamaan kehendak. tetapi juga mengandung kebenaran praktis yang berguna bagi kehidupan. Why Should Believe in The Trinity . Pengenalan akan sifat dan karya-Nya ini (Bapa adalah sumber penebusan. tetapi tidak terdapat perbedaan kehendak. karena doktrin in adalah wahyu yang sangat penting tentang sifat Allah dan pekerjaanNya di dalam manusia. Sudut Pandang Etis-Praktis Sudut pandang etis-praktis dari doktrin Tritunggal adalah bahwa doktrin Tritunggal mengajarkan aturanaturan kehidupan praktis yang bermutu tinggi. Bauman. yang membawa suatu pengertian dan kesadaran baru bahwa makhluk ciptaan tidak menyumbang apa-apa kepada keselamatan (Robert M. Walaupun anggota-anggota tubuh itu berbeda satu dengan lainnya. Kesatuan semacam ini adalah manifestasi dari kesatuan ilahi yang terjalin di antara pribadi-pribadi Allah Tritunggal. maka kekristenan pun dapat mengalami hal yang sama. Boettner menulis. malah kesatuan hakikat itu membuat Mereka (pribadi-pribadi Allah Tritunggal) dapat berelasi dengan harmonis. Kesatuan Kristiani seharusnya dibangun di atas dasar ini.20 - .

sama seperti Engkau. Porter: Katekesasi Masa Kini.” Doktrin Tritunggal menyatakan adanya tiga pribadi dalam satu esensi/hakikat Allah yaitu Allah Bapa. lahir dan tinggal di Kupang . Dalam doa untuk muridmurid-Nya. Anak Allah. Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Allah sungguh mengasihi manusia. sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. dan itu dilakukan melalui Roh Kudus. Anak adalah Firman itu sendiri. ketiga oknum Allah Tritunggal berkarya di sana (Lihat kembali bagian “Karya Allah Tritunggal”). Demikian juga dalam peristiwa pewahyuan. Namun keesaan. juga mengajarkan tentang kasih Kristiani. “…Dan tinggal di dalam kasih-Nya. di dalam Aku. menurut ayat-ayat di atas dapatlah dipahami bahwa jauh di dalam kekekalan Allah Tritunggal berada. yaitu supaya kamu saling mengasihi. (R. Kasih ilahi yang suci dan murni inilah yang akhirnya direfleksikan dalam tindakan penciptaan dan kasih terhadap manusia. relasi dengan sesama.” (Yohanes 13:34-35) Kebenaran Tritunggal mengajarkan tentang kerja sama Kristiani. Jika relasi di antara ketiga pribadi Allah Tritunggal dilandasi oleh kasih ilahi. tetapi jauh sebelum Allah menciptakan manusia kasih Allah juga merupakan kasih yang aktif. Roh Kudus juga tidak mati di situ. dan relasi dengan diri sendiri. Bapa berfungsi sebagai perencana keselamatan itu. telah terjalin hubungan kasih yang mesra di antara ketiga-Nya. agar mereka juga di dalam Kita…” (Yohanes17:21). Ketiga-Nya itu esa dan kekal.com dan bagi pertanyaan yang menarik akan dibahas dan dimuat di harian Timor Express.21 - APLIKASI PRAKTIS DARI DOKTRIN TRITUNGGAL | Esra Alfred Soru . Yohanes pasal 15:9 berkata: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku…” dan selanjutnya ayat 10 berkata. dapat menyampaikannya via e-mail : esra_alfred@yahoo. yaitu jikalau kamu saling mengasihi. telah dilihat bahwa baik dari konteks wahyu maupun konteks sejarah keselamatan. bahwa kamu adalah murid-murid-Ku. Sekalipun ayatayat di atas tidak menyebutkan pribadi Roh Kudus. Bapa yang menurunkan Firman ke dalam dunia.  kesatuan di dalam Kristus sebagai kepala tubuh (1 Korintus 12:12-31). Yesus berkata : “Aku memberikan perintah baru kepada kamu. * Penulis adalah kuli bengkel Teologi “PELANGI KASIH”. hakikat dan harkat Tritunggal seutuhnya terhisap dalam diri Yesus pada kematian-Nya di kayu salib. Dengan demikian kooperasi in sungguh harmonis. 1994: 116). Hanya Yesus. dan Aku di dalam Engkau. Jadi. Jika pribadi-pribadi Allah Tritunggal itu dapat bekerja sama dengan baik dalam wahyu umum maupun khusus. baik relasi dengan Allah. yang mati di Golgota. kasih yang bersasaran dan kasih berobyek. Dalam bagian “Karya Allah Tritunggal” secara khusus karya ekonomis. Allah Bapa tidak mati di kayu salib. Anak sebagai pelaksana dan Roh Kudus yang mengerjakan keselamatan itu dalam diri manusia. ya Bapa. (2) Bagi anda yang ingin memberikan respon/usul/saran/pertanyaan di sekitar masalah-masalah Alkitab dan Teologi. Dengan demikian semua orang akan tahu. dan itu dilakukan melalui Roh Kudus dengan Anak sebagai “sarananya”. tetapi pastilah ketiga-Nya terlibat dalam tindakan dan relasi kasih ilahi (Devine Love) yang suci dan murni. maka ini juga harus menjadi dasar dari kerja sama Kristiani di dalam setiap aktifitas hidup. Kebenaran Tritunggal mengajarkan tentang kasih Kristiani. Dalam peristiwa penyelamatan/penebusan. Akan tetapi hal yang lebih menarik dari itu adalah bahwa karya-karya Mereka menunjukkan adanya suatu kooperasi yang harmonis dan seimbang. Kasih ini harus merupakan kasih yang berasal dari Allah Tritunggal. Info : (1) Dapatkan uraian yang lebih luas dan lengkap tentang topik ini dalam buku karangan Esra Alferd Soru „TRITUNGGAL YANG KUDUS‟ terbitan Lembaga Literatur Baptis (LLB) – Bandung di toko buku rohani „Aloha‟ dan „Shalom‟–Kupang. Sebagai contoh dalam peristiwa penciptaan Bapa bertindak sebagai pencipta. dan Allah Roh Kudus. Allah Anak. “Supaya mereka semua menjadi satu. maka ini mengajarkan kepada orang-orang percaya agar juga menghadirkan kasih ilahi di dalam setiap relasi-Nya. Yesus meminta kepada Bapa agar murid-murid-Nya menjadi satu sama seperti Ia dan Bapa (pasti juga dengan Roh Kudus) adalah satu.J. Kebenaran Tritunggal selain mengajarkan tentang kesatuan Kristiani.

dan ketiganya adalah satu.Allah Tritunggal ( TRINITY) Refleksi Teologis ALLAH TRITUNGGAL ( TRINITY ) "Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa."( I Yohanes 5:7) . Firman dan Roh Kudus.

sehingga Ia menjadi Oknum Kedua. Yang tidak muncul di dalam Alkitab secara istilah bukan berarti bukan konsep Alkitab. Ini mengakibatkan adanya dua cara pendekatan yang berbeda. memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia. dan Allah yang menyatakan diri sebagai Allah Tritunggal. Juga salah jika kita mengerti bahwa setelah Kristus kembali ke surga. yaitu : Brahma. baik Perjanjian Lama maupun Prjanjian Baru. Doktrin ini merupakan suatu konsep yang tidak ada pada agama-agama lain. Allah yang melampaui segala sesuatu. baik filsafat maupun bidat-bidat. melainkan kepada satu Allah (esa) yang mempunyai 3 pribadi. Sebelum abad pertengahan. Tetapi konsep ini sama sekali berbeda dari konsep Tritunggal Kristen. yaitu Roh Kudus. istilah yang muncul di dalam Alkitab jika ditafsir secara keliru menjadi bukan kebenaran Firman Tuhan. Roh Kudus bukanlah Kristus. dan Kristus bukanlah Allah Bapa. ada 3 Pribadi.Kekristenan bukan percaya kepada 3 Allah. bukanlah suatu Kuasa atau Hukum Alam yang dipakai oleh Allah di dalam segala karya-Nya. yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. tetapi hal ini adalah suatu konsep yang tidak dapat dihindari oleh manusia karena Allah telah demikian menyatakan Diri. gereja di Timur (Yunani Orthodox) dan Barat (Roma Khatolik) mempunyai pengertian yang sangat berbeda dalam hal ini. Istilah Tritunggal memang tidak ada di dalam Alkitab. Allah yang tidak ada bandingnya. Memang secara terminologi istilah ini tidak muncul dalam Alkitab. Di Timur Gereja Orthodox banyak dipengaruhi oleh filsafatfilasafat Yunani. dan Pribadi Ketiga . dan bukan politheisme (percaya kepada banyak allah).Salah satu keunikan Kekristenan adalah kepercayaan terhadap Allah Tritunggal. Ia turun lagi ke dunia sebagai Oknum Ketiga. Doktrin yang begitu jelas diajarkan dalam Alkitab ini selalu menjadi kesulitan yang besar bagi orang Kristen maupun bukan Kristen. Sebaliknya. Pandangan yang mengangap adanya satu Allah yang menyatakan diri di dalam tiga pribadi yang berbeda. di Barat Gereja Katolik banyak dipengaruhi oleh pikiran-pikiran Latin. Wisnu dan Syiwa. yang akhirnya menimbulkan dua pandangan ekstrim terhadap doktrin Allah Tritunggal yaitu : 1. Pribadi Kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus). Pandangan yang menganggap adanya tiga Allah 2.Melalui penganiayaan dan tantangan dari ajaran. bukan suatu konsep yang ditarik sebagai kesimpulan dari hasil pikiran manusia melalui kemampuann rasio yang diciptakan oleh Allah. Agama Kristen mempunyai konsep Tritunggal yang tidak dimiliki oleh agama lain. Ketiga oknum Allah dalam Allah Tritunggal tidak dicipta. Agama Hindu mempunyai 3 (tiga) ilah yang paling tinggi.Kristus selaku Oknum Kedua Allah Tritunggal. mengakibatkan selama beratus-ratus tahun gereja abad permulaan menginstropeksi ke dalam iman yang sudah dimiliki sehingga menemukan pengertian Allah Tritunggal yang sedalam-dalamnya. Doktrin ini sudah diteguhkan pada jaman Agustinus untuk menjadi dasar pengajaran gereja segala abad. Tritunggal berarti Tiga Pribadi di dalam Satu Allah. Roh Kudus. atau di dalam satu esensi diri Allah. Ketiganya berada dari kekal sampai kekal. Allah Yang Esa. Doktrin Allah Tritunggal termasuk monotheisme. yaitu Allah Oknum Ketiga. Namun seluruh Alkitab mengandung ajaran yang penting ini.Allah Tritunggal merupakan doktrin. Dan Allah Yang Maha Esa itu mempunyai 3 pribadi. tidak lebih rendah dari Allah Bapa yang adalah Oknum Pertama Allah Tritunggal. melainkan Diri Allah itu sendiri. Allah yang benar adalah Allah yang tidak terbatas. bukan 1 pribadi yaitu : Pribadi pertama adalah Allah Bapa. Faktanya. Kristus bukanlah sebutan bagi Allah Oknum Pertama pada saat datang kedunia. konsep atau doktrin Tritunggal ini terus-menerus muncul di dalam Alkitab. ajaran yang sedemikian unik di dalam Kekristenan. yang tidak ada pada agama-agama lain. Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin Monotheisme (percaya hanya kepada 1 Allah).

seluruh hidup kita harus merupakan kesatuan di hadapan Allah. Sejak permulaan Perjanjian Lama sudah tertulis ayat seperti demikian : “Allah Yahweh yang mengadili seluruh bumi. Inilah konsep yang terbesar yang diberikan bangsa Israel kepada dunia. namun ketiganya memiliki Satu Ousia. Allahmu. dan mereka dapat berpindah ke dewa yang mereka anggap lebih besar atau lebih hebat. Allah Bapa adalah Allah. Asytoret. yaitu esensi Allah. Maka Ketiga Pribadi itu adalah satu Allah. baik dalam bidang politik. Mengenal Allah Yang Esa mengakibatkan hidup yang bersifat totalitas. Allah kita adalah Allah Israel. Konsep Allah Yang satu-satunya ini diulangi terusmenerus. mereka (bangsa-bangsa lain) mempunyai allah mereka. dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. Ini konsep yang sangat besar dan sangat penting. Tiga Pribadi bukan berarti tiga Allah. kita akan menemukan bahwa setiap suku bangsa yang tinggal di sekitar daerah Israel mempunyai dewa-dewa mereka sendiri. Konsep Allah Yang satu-satunya ini bukan satu untuk satu suku. Konsep ini tidak terdapat pada suku-suku bangsa yang lain. Karena itu. mereka bisa berpaling memuja dan menyembah dewa-dewa yang dianggap sesuai dengan kesejahteraan yang mereka butuhkan. konsep Allah Yang Esa ini merupakan sumbangsih terbesar dari orang-orang Israel (Ibrani) kepada dunia. melainkan satu untuk seluruh alam semesta. maupun dalam kehidupan sehari-hari. Allah Anak adalah Allah. Disinilah kita melihat perbedaannya dengan agama. dan Allah Roh Kudus adalah Allah. dan dengan segenap kekuatan serta akal budi kita untuk mengasihi Dia. Orang Israel mengetahui bahwa segala kebajikan di dalam iman kepercayaan dimulai dengan meletakkan iman mereka di atas dasar ini : Allah itu Esa. Ketiga. hai Israel : TUHAN itu Allah kita. bukankah Dia adil adanya ? “ ( Kej 18:25). Asyera. Mereka hanya bersembah sujud kepada suatu dewa atau ilah yang berhubungan dengan lingkup kesejahteraan mereka yang kecil dan terbatas. sosial. Orang Israel tidak mempunyai : “Kita mempunyai Allah kita. Mereka berbeda dari bangsa-bangsa di sekitarnya. militer (dalam peperangan). dan mereka menyembah lebih dari satu dewa. 3. dan banyak lagi lainnya. Tetapi. 2. dan dengan segenap kekuatanmu”. TUHAN itu esa ! Kasihilah TUHAN. ekonomi. sampai sebelum Musa mati. Maksudnya. konsep Allah Yang Esa merupakan konsep yang bersifat universal dan supranatural. di dalam bangsa Israel. Tetapi bangsa Israel tidak demikian. Kita harus menyerahkan diri kita kepada Allah Yang Esa dengan segenap hati. dan satu Allah tidak berarti satu Pribadi. konsep Allah Yang Esa merupakan pernyataan Allah yang serius. Allah itu Esa berarti kita tidak bisa sembarangan berserah atau menyerahkan diri kita kepada yang lain. allah mereka bukan Allah kita”. Konsep ini menerobos semua konsep agama yang ada pada saat itu. yaitu Ulangan 6:4-5 : “ Dengarlah. 1. dengan segenap jiwa. Dewa-dewa yang terkenal pada waktu itu adalah Baal. A. Tiga pribadi itu mempunyai sifat dasar atau esensi ( Yunnani = Ousia. Kedua. Inggris= Substance) yang sama yaitu “Allah”. Sebaliknya mereka mepunyai konsep : “ Allah orang Israel adalah Allah seluruh alam semesta”. Konsep Allah Yang Esa Tiga hal penting mengenai konsep allah Yang Esa ini perlu kita perhatikan. sehingga Dia menuntut sesuatu dari orang-orang yang menerima Wahyu Khusus ini. Ayat ini “ TUHAN itu Allah Yang Esa ! “ merupakan prinsip dasar untuk mengerti seluruh Taurat dan Wahyu Tuhan di dalam Perjanjian Lama. konsep Allah Yang Esa (tidak ada yang seperti Dia) ini menjadi dasar Teologi Tritunggal di dalam mengerti sifat Allah yang : . dia mengulanginya lagi sekali di dalam satu ayat yang disebut sebagai Syamma yaitu Ayat Mas. Pertama. Mereka saling membandingkan dewa-dewa mereka. Dewadewa yang sangat banyak ini dianggap sebagai dewa-dewa pemelihara. ayat kunci untuk mengerti seluruh Taurat. Jikalau kita mempelajari sejarah bangsa Israel di jaman Perjanjian Lama.adalah Allah Roh Kudus. Dagon.

Kedua pandangan itu sesat dan merusak pengenalan kita terhadap Allah yang benar. Sempurna. Apakah ini konsep yang terikat oleh hukum matematika dan hukum logika manusia? Tidak ! Sebab Allah adalah Allah yang transenden.     Transenden. artinya kesucian-Nya tidak ada bandingnya sekaligus menjadi sumber segala kesucian Mutlak. Dia selalu menggabungkan keesaanNya ini dengan kekekalan-Nya. yang percaya kepada satu Allah dengan Pribadi Allah dan tidak bisa menerima konsep Oknum Allah yang lebih dari satu. Allah itu Esa. serta menjadi sumber dari segala yang lain. sehingga Dia berkata. bagaimana kita bisa percaya bahwa ketiga di dalam Ketritunggalan Allah itu tetap adalah Allah Yang Esa? Di dalam satu ada tiga dan di dalam tiga tetap mempunyai Keesaan. Yes 45:20-22. sejak di permulaan kitab Kejadian. melampaui segala sesuatu. Allah yang satu-satunya. Pada waktu Yesus di dunia Dia mengajarkan Doa Bapa kami dengan kata-kata. Kekal. Yesaya 44:6-8. tidak mungkin mempunyai substansi yang sama. Tuhan ? Tidak ada yang lain. artinya Dia lain dari yang lain. Engkaulah Allah yang melampaui segala ciptaan”. artinya hanya Dia satu-satunya yang melampaui segala sesuatu yang relatif. “ Bapa kami yang di Sorga. Siapakah yang mengatakan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang ? Bukankah Aku. tidak diikat oleh matematika dan mempunyai sifat supranatural yaitu : “transenden”. Kita telah melihat. “ Siapakah yang dapat kau bandingkan dengan Aku ? Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian. Allah yang tunggal. dan mencukupi yang lain. Yes 46:9-10). yang mencukupi dirisendiri. bagaimana kita bisa percaya bahwa di dalam keesaan Allah itu mempunyai tiga pribadi ? apakah ketiga Pribadi itu tidak bertentangan dengan Keesaan Allah ? sebaliknya. dikuduskanlah nama-Mu…” Allah Yang Esa adalah Allah yang harus dikuduskan. Pada waktu tuanya Musa juga pernah menulis Mazmur dengan kalimat-kalimat : “ Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah ( Mazmur 90). artinya hanya Dia yang tidak mempunyai permulaan dan tidak mempunyai akhir. dan Dia melampaui segala sesuatu. Untuk mencegah konsep yang salah itulah Allah terlebih dahulu menegakkan konsep dasar : “Allah itu Esa. artinya Dia adalah satu-satunya yang tidak berkekurangan. Apakah ini berarti bahwa konsep Tritunggal tidak diwahyukan oleh Tuhan sejak permulaan ? Apakah konsep Tritunggal baru muncul belakangan ? Tidak ! Konsep Tritunggal sudah diwahyukan sejak mula sekali. kalau Allah itu Tritunggal. tidak ada Allah selain dari pada-Ku” ( Bdk. pengertian yang salah terhadap doktrin Tritunggal. . Pada waktu dewa-dewa dibandingkan dengan Allah menjadi begitu nampak kepalsuan dan kenajisannya. Monoteisme. karena berbeda dengan yang lain. Politheisme yang percaya kepada tiga Allah yang tidak mungkin Esa. serta menjadi sumber dari kekekalan. Pada waktu Allah Yang Esa menyatakan diri-Nya. Kudus atau suci. Ini bisa mengakibatkan manusia jatuh ke dalam 2 kutub ekstrim yang salah yaitu : 1. Kalau Allah itu Esa. 2. maka Allah tidak diikat oleh logika. Dia melampaui rasio dan logika manusia. mempunyai tiga Pribadi. Karena Allah adalah Allah yang bukan merupakan refleksi dari pikiran manusia tentang yang supra-natural.

Dan Allah disebut Allah. Istilah Yang Mengindikasikan Keesaan Allah 1. two boys.B. maka berarti manusia tidak diciptakan langsung oleh Allah Pencipta. Yeh 10:122) dan bandingkan juga dengan ( Kejadian 3:24 yang disebut Kerub atau Kerubim). Yes 6:8.. (one boy. “ Marilah Kita menciptakan manusia…” di sini Dia mewahyukan suatu pikiran yang penting. Mencipta adalah pekerjaan Allah sendiri. Allah begitu teliti di dalam memilih bahasa yang akan dijadikan-Nya sebagai media untuk memperkenalkan diri melalui Wahyu-Nya. Lagi pula manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. maupun bahasa-bahasa di Timur. atau many boys). bukan menurut gambar dan rupa malaikat. Benarkah Allah bersama-sama malaikat dalam menciptakan manusia ? Ini sama sekali salah ! Jikalau Kita di sini menunjukkan perundingan Allah dengan malaikat. Disini doktrin Tritunggal sudah dinyatakan walaupun dalam bentuk yang tidak jelas. tidak dapat membuat mereka loncat dari derajat “yang dicipta” menjadi “ Yang Mencipta”. Bukan saja sebutan TUHAN selalu muncul dalam bentuk jamak. bahwa Allah itu lebih dari satu Pribadi. Kej 11:7. misalnya bentuk tunggal ditambah “s” untuk menunjukkan jamak. melainkan bentuk jamak (plural). Di dalam Alkitab. Ada yang menafsirkan Kita di sini menunjukkan perundingan antara Allah dan malaikat. Di dalam tata bahasa Indonesia konsep ini tidak ada. yaitu Elohim. Pada waktu Allah Pencipta mengatakan. namun juga sering kali sebutan TUHAN atau ucapan terhadap TUHAN muncul diulangi tiga kali. Di dalam seluruh Alkitab tidak pernah dikatakan bahwa malaikat adalah pencipta. El. 2. Pemakaian kata “ Kita” dalam kitab Kejadian. karena yang pertama Dia adalah Pencipta. meskipun tidak terlalu jelas. Tetapi di dalam bahasa Ibrani selain bentuk tunggal (singular) dan jamak (plural) juga ada bentuk dua atau ganda (dual). di dalam bahasa Ibrani. bahasa Inggris dan bahasa-bahasa di Eropa atau di dunia Barat lainnya. Menciptakan dari kekosongan atau dari ketidakadaan. bukan dalam bentuk tunggal. sebab di dalam Yehezkiel dikatakan malaikatmalaikatpun adalah mahluk (creatures) yang diciptakan Allah ( Bdk Yeh 1:5-14. Ini adalah tindakan atau pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Misalnya : setiap kali Musa dan . Sebutan “Elohim” bagi Allah Istilah atau sebutan Allah yang dipakai selalu dalam bentuk jamak. Dia menciptakan segala sesuatu dari tidak ada ( creatio ex nihilo). Kej 3:22. Betapapun besarnya kuasa dan kemuliaan malaikat atau penghulu malaikat. Siapakah yang dimaksud Kita di dalam ayat ini ? Kita bukan menunjukkan satu pribadi tunggal. Allah memakai kata ganti Kita untuk menyebut diri-Nya sendiri. sebutan yang dipakai untuk Allah tidak memakai bentuk tunggal (singular) ataupun dua atau ganda (dual). melainkan oleh Pencipta yang bekerjasama dengan yang dicipta. lebih dari satu. melainkan jamak. Berfirmanlah Allah. Karya atau pekerjaan Allah sangat banyak. Dalam bahasa Inggris kita masih melihat hal yang seperti demikian. Pada waktu Tuhan Allah memberikan wahyu tentang diri-Nya di dalam Kejadian 1:26. belum pernah dikatakan bahwa malaikat mencipta atau mengambil bagian di dalam karya Allah yang pertama. Kita di dalam Kejadian 1:26 ingin menunjukkan bahwa itu adalah perundingan di antara Pribadi-Pribadi yang berada di dalam Diri Allah Yang Esa.” ( Kejadian 1:26). Yeh 9:3. bukan Saya. Hal ini sangat unik dan tidak terdapat dalam bahasa Yunani. belum pernah dikatakan bahwa malaikat adalah pencipta. “ Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…. dan yang pertama adalah mencipta. yaitu mencipta.

TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia. Dan kalau yang ada itu bisa berada terus di dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh Tuhan. dan Pewahyu (Revealer). kebiasaan menyebutkan dewa atau ilah mereka dengan bentuk jamak ini baru muncul jauh sesudah Kitab Kejadian dituliskan melalui Musa. Sebagai Pencipta. Penebus. itu adalah karena kuasa penciptaan Allah. TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. khususnya kepada bangsa Israel. Penebus ( Redeemer). Lagi pula. melainkan bentuk jamak. Dan sebagai Pencipta. Allah bukan saja telah menciptakan segala sesuatu yang diciptakan-Nya sampai pada waktu yang ditetapkan menurut kehendak-Nya.Harun memberkati bangsa Israel mereka mengucapkan doa berkat. yaitu dewa atau ilah mereka. Hal ini bukan sesuatu yang secara kebetulan muncul berkali-kali di dalam Alkitab. kalau segala sesuatu bisa ada. dan di dalam ketiga karya itu tidak ada campur tangan dari pribadi atau oknum yang lain. Ada bantahan yang mengatakan bahwa hal itu merupakan sesuatu yang umum dalam pembentukan bahasa-bahasa di Timur Tengah. Allah Pencipta. kudus. dia juga akan menyempurnakan atau menggenapi segalanya. sejak mula-mula sekali. sebagaimana yang diperintahkan Tuhan Allah sendiri. dan Pewahyu. Inilah tiga karya yang hanya dapat dikerjakan oleh Allah sendiri yaitu :    Penciptaan (Creation) Penebusan ( Redemption) Penyataan/Wahyu (Revelation) Hanya Allah sendiri yang dapat melakukan ketiga pekerjaan itu. ( Bilangan 6:24-26) Demikian juga dalam penglihatan Yesaya para serafim memuji kepada Tuhan Allah : Kudus. itu adalah karena kuasa penopangan-Nya. mereka juga tidak pernah memakai bentuk tunggal. yang menyebut diri dengan sebutan “Kita” inilah yang telah mewahyukan atau menyatakan diri . namun mengindikasikan bahwa konsep Allah Yang Tritunggal sudah mulai diwahyukan dan ditanamkan. Segala yang ada akan disempurnakan menurut waktu dan rencana-Nya. (Di daerah-daerah tertentu di Indonesia penggunaan kata kita atau kami juga sering dipakai sebagai kata ganti orang dalam pengertian tunggal). Seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya ( Yesaya 6:3) Rupanya ada kebiasaan diantara orang-orang Israel menyebut bait TUHAN juga tiga kali ( Yeremia 7:4). sebagai indikasi yang menunjukkan penghormatan mereka terhadap yang harus lebih dihormati dari manusia. Maksudnya. Di dalam Alkitab pada waktu Allah menyebut diri-Nya sendiri dengan sebutan Kita. Pada waktu mereka menyebut dewa atau ilah mereka. kuduslah TUHAN semesta alam. sebagai berikut : TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau. dia menyatakan diriNya sebagai Pencipta (Creator). Hal ini bukan berarti kita bisa menyangkal bahwa Allah telah menyatakan diri dengan cara berbeda dari cara bangsa-bangsa lain menyebut dewa-dewa mereka.

Tiga menjadi angka eksklusif dan sempurna dari diri Allah. Solideo Gloria . Bahkan seribu tahun. Ia berada diluar ikatan ruang dan waktu.Bapa. Ia kekal. tak ada kemarin.kepada manusia bahwa Dia adalah Allah yang lebih dari satu Pribadi. juga bukan dua pribadi. lima dan seterusnya? Karena selain Ketiga Pribadi yang tersembunyi dan dinyatakan di dalam Wahyu yang bersifat progressif ini. sekarang dan yang akan datang. Maha Hadir dan Maha Tahu (Eternal. tidak demikian dengan Allah. Roh Kudus adalah “ allon Parakleton ( Penolong yang lain tetapi yang sehakekat)”. Tiga merupakan angka mutlak bagi Allah Tritunggal dan tidak dapat ditambahkan lagi. Allah Israel pada jaman primitif itu adalah juga Allah yang sama dari orang percaya di jaman Post-Modernisme ini. melainkan 3 Pribadi. Bagi Allah. dan masih banyak rahasia yang belum terpahami.Omnipresence dan Omniscience) dan sekaligus Dia juga adalah Allah Sang Pencipta Waktu. Sebagai satu pribadi Allah. tidak ada pribadi lainnya lagi. Penutup Masih ada banyak hal yang tersembunyi. 3 Pet 3:8). Allah Anak bukanlah Pribadi Allah Roh Kudus yang turun keatas para rasul dan orang-orang percaya di hari Pentakosta. Mengapa bukan empat. Anak dan Roh Kudus adalah pribadipribadi yang berbeda dari satu Allah Yang Esa. Dia yang hadir dalam keutuhan satu pribadi “Malakh Yahweh” dalam Perjanjian Lama adalah Dia yang berbicara dengan Paulus di dekat Damaskus. bagi-Nya tak berbeda dari satu hari ( Bdk. bukan satu Pribadi. Kalau manusia terikat dengan ruang dan waktu. Tidak heran jikalau Allah Abraham.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful