Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki

modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

Mekanisme Pendirian PT
Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:
 

Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang

Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya UU NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri, dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun 2007, kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan juga. Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI ) tetap berlaku, hanya yang pada saat UU No. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi sesuai dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM. Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero pendiri. Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah uang.

Pembagian Perseroan Terbatas
Pembagian perseroan terbatas dapat dibaca di artikel Jenis Perseroan Terbatas.

Pembagian Wewenang Dalam PT
Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya (profesional). Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan komisaris. Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili perusahaan, mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat besar (diatas 50 %) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan. Komisaris memiliki fungsi sebagai pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak. Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar suara miliknya ke pemegang lain yang disebut proxy. Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan. Isi RUPS :
   

Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris Memberhentikan direksi atau komisaris Menetapkan besar gaji direksi dan komisaris Mengevaluasi kinerja perusahaan

Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan dalam usaha yang beresiko. Kelebihan ini juga sangat penting dalam periode pertengahan. pejabat atau direktur. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya. efisiensi maksimum dari modal yang ada. 2.   Memutuskan rencana penambahan/pengurangan saham perusahaan Menentukan kebijakan perusahaan Mengumumkan pembagian laba (dividen) Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah: 1. Untuk hal ini. Kewajiban terbatas. lihat Statute of Mortmain. Tidak seperti partnership. 3. ketika tanah disumbangkan kepada Gereja (sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya feudal yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah meninggal. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspansi. pemegang saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang “terbatas” tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. Dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan. Efisiensi manajemen. yang dapat menjadi investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran. sehingga terlihat tugas pokok dan fungsi masing-masing. Masa hidup abadi. Dan dengan menempatkan orang yang tepat. . Ini menyebabkan stabilitas modal.

Perubahan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha perseroaan. 3. Perubahan jangka waktu berdirinya Perseroaan. 5. biaya pengorganisasian akan keluar sangat besar. dan/atau 6. Kerumitan perizinan dan organisasi. Lalu dengan besarnya perusahaan tersebut. PT juga membutuhkan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. 2. Perubahan atas nama perseroan dan/atau tempat kedudukan Perseroaan. Perubahan besarnya modal dasar. Perubahan pengurangan modal ditempatkan dan disetor. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi dalam tingkat personel. Selain biayanya yang tidak sedikit. Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan yang hanya cukup didaftarkan Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 hal-hal dari hasil RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Ham adalah: 1. Untuk mendirikan sebuah PT tidaklah mudah. Pengangkatan dan pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi 2.Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas 1. Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan berkesan kaku. Penambahan modal ditempatkan atau disetor . Perubahan Perseroaan dari status tertutup menjadi terbuka atau bisa juga sebaliknya Sementara itu hasil RUPS yang cukup didaftarkan saja adalah: 1. 4.

Sebagai sebuah perjanjian. Sebagai persekutuan modal. pendirian PT harus dilakukan oleh lebih dari satu orang yang saling berjanji untuk mendirikan perseroan. Para pendiri PT berkewajiban untuk mengambil bagian modal itu dalam bentuk saham – dan mereka mendapat bukti surat saham sebagai bentuk penyertaan modal. Perjanjian tersebut harus dibuat dalam bentuk akta notaris dalam bahasa Indonesia – notaris yang dimaksud adalah notaris yang wilayah kerjanya sesuai dengan domisili perseroan. Perseroan Terbatas dianggap layaknya orang-perorangan secara individu yang dapat melakukan perbuatan hukum sendiri. Agar sah menjadi Badan Hukum.PERSEROAN TERBATAS OPINI | 18 March 2011 | 03:07 Dibaca: 2746 Komentar: 0 Nihil PERSEROAN TERBATAS adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal. memiliki harta kekayaan sendiri. akta notaris itu harus disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI. Pendirian PT dilakukan berdasarkan perjanjian. Tanggung jawab para pemegang saham terbatas hanya pada modal atau saham yang dimasukkanya ke dalam perseroan (limited liability). yaitu pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia. didirikan berdasarkan perjanjian. dan pengesahan Anggaran Dasar oleh Menteri. dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham – Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Perseroan Terbatas harus memenuhi persyaratan dan tata cara pengesahan PT sebagaimana yang diatur dalam UUPT. dan mereka yang berjanji itu memasukan modalnya ke dalam perseroan dalam bentuk saham. kekayaan PT terdiri dari modal yang seluruhnya terbagi dalam bentuk saham. Untuk menjadi Badan Hukum. Sebagai Badan Hukum. dan dapat dituntut serta menuntut di depan pengadilan. Modal Perseroan Terbatas . Segala hutang perseroan tidak dapat ditimpakkan kepada harta kekayaan pribadi para pemegang saham. pembuatan Anggaran Dasar. melainkan hanya sebatas modal saham para pemegang saham itu yang disetorkan kepada perseroan. Tata cara tersebut antara lain pengajuan dan pemeriksaan nama PT yang akan didirikan.

Modal Ditempatkan adalah kesanggupan para pemegang saham untuk menanamkan modalnya ke dalam perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris. Organ Perseroan Terbatas Organ PT berarti organisasi yang menyelenggaran suatu Perseroan Terbatas. Penilaian ini sangat berguna terutama pada saat menentukan kelas perusahaan. terdiri dari Modal Dasar. Masing-masing organ tersebut memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri. Modal Modal Dasar merupakan keseluruhan nilai perusahaan. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ perseroan yang memiliki kedudukan tertinggi dalam menentukan arah dan tujuan perseroan. penetapan mengenai penggabungan dan peleburan serta pengambilalihan perseroan. pemeriksaan dan persetujuan serta pengesahan laporan tahunan. yaitu yang terdiri dari Rapat Umum pemegang Saham (RUPS). pengangkatan dan pemberhentian Direksi dan Dewan Komisaris.Modal Perseroan Terbatas Ditempatkan dan Modal Disetor. Modal Disetor adalah Modal PT yang dianggap riil. Modal Ditempatkan harus telah disetor penuh oleh para pemegang saham. Modal Ditempatkan juga bukan merupakan modal riil karena belum sepenuhnya disetorkan kedalam perseroan. Modal Dasar bukan merupakan modal riil perusahaan karena belum sepenuhnya modal tersebut disetorkan – hanya dalam batas tertentu untuk menentukan nilai total perusahaan. serta penetapan pembubaran perseroan. yaitu modal saham yang telah benar-benar disetorkan kedalam perseroan. penetapan penggunaan laba. penetapan dan pengurangan modal. Wewenang tersebut meliputi penetapan dan perubahan Anggaran Dasar perseroan. RUPS memiliki kekuasaan tertinggi dan wewenang yang tidak di serahkan kepada Direksi maupun Dewan Komisaris. pemegang saham telah benar-benar menyetorkan modalnya kedalam perusahaan. yaitu seberapa besar perseroan tersebut dapat dinilai berdasarkan permodalannya. Direksi adalah organ perseroan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan untuk kepentingan dan tujuan Perseroan serta mewakili . Menurut UUPT. Dalam hal ini. tapi hanya menunjukkan besarnya modal saham yang sanggup dimasukkan pemegang saham ke dalam perseroan.

Dalam melangsungkan suatu bisnis. para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi. Dalam menjalankan kewenangannya tersebut. Sesuai kewenangannya tersebut. Direksi biasanya dibantu oleh Manajemen. Dewan Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai Anggaran Dasar perseroan serta memberikan nasihat kepada Direksi. masing-masing sebagai berikut: . dan dalam menjalankan pengurusan tersebut Direksi memiliki kewenangan untuk bertindak atas nama perseroan.perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. yaitu:        Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum Merupakan kumpulan modal/saham Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus atau direksi Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS Dasar Hukum pembentukan PT. Dewan Komisaris juga berhak memberhentikan Direksi jika melakukan tindakan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT). karena memiliki sifat. Dewan Komisaris berwenang memeriksa pembukuan perseroan serta mencocokkannya dengan keadaan keuangan perseroan. ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya. Direksi bertugas menjalankan pengurusan harian perseroan. Dalam menjalankan pengurusan perseroan.

Organ Perseroan Terbatas. terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara juncto PP No. bentuk dan luasannya. memiliki organ-organ untuk melakukan metabolisme. dimana para pemegang saham memiliki kewenangan utama untuk memperoleh keterangan- . PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. ditentukan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan. pelaksanaan. Ketiga organ tersebut melakukan metabolisme tubuh di dalam badan hukum PT. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan Organ Perseroan Terbatas RUPS – Direksi – Dewan Komisaris Perseroan Terbatas (PT) adalah sebuah badan hukum. dan sebagai badan hukum. PT layaknya tubuh manusia secara biologis. 6/1968 juncto UU No. 12/1970 PT. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. 11/1970 tentang PMA PT. menurut Undang-undang Perseroan Terbatas. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (download pdf)  PT. dan pengawasan. 1/1967 juncto UU No. Bayangkan jika tubuh manusia tak memiliki jantung dan otak. Terbuka (PT go public): berdasarkan UU No. 40/2007 (download pdf) dan UU No. PMA : berdasarkan UU No. Kewenangan RUPS. maka ia hanya akan tinggal setumpuk daging. 8/1995 tentang Pasar Modal    PT. Sebuah badan hukum yang tidak memiliki organ semacam Direksi atau Dewan Komisaris. tak bisa mengarungi hidup. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ Perseroan Terbatas yang memiliki kewenangan ekslusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. hanya akan menjadi setumpuk barang rongsokan. PMDN : berdasarkan UU No. Dalam bentuk kongkret-nya RUPS merupakan sebuah forum. PERSERO: berdasarkan UU No. Direksi dan Dewan Komisaris – UU No. menjalankan roda kegiatan PT ke arah visi-misinya. Kegiatan organ-organ itu meliputi fungsi pembuatan kebijakan.

Dewan Komisaris Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi. . kecuali Anggaran Dasarnya menentukan lain – misalnya Anggaran Dasar menentukan bahwa hanya Direktur Utama yang berwenang. baik dari Direksi maupun Dewan Komisaris. Meski pengurusan itu dijalankan Direksi sesuai dengan kebijakannya sendiri. pijakan-pijakan umum dalam mengambil keputusan sebagai sebuah badan hukum. Direksi dapat mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pengawasan oleh Dewan Komisaris meliputi baik pengawasan atas kebijakan Direksi dalam melakukan pengurusan Perseroan.keterangan mengenai Perseroan. Sebagai pengurus Perseroan. Direksi Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah menjalankan pengurusan Perseroan. Direksi mengajukan semua dokumen dari laporan tahunan Perseroan. Pengawasan dan nasihat yang dilakukan Dewan Komisaris harus bertujuan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan. RUPS Lainnya dapat diadakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk kepentingan Perseroan. serta jalannya pengurusan tersebut secara umum. Dalam RUPS Tahunan. Kewenangan itu dimiliki Direksi secara tak terbatas dan tak bersyarat. yang berwenang mewakili Perseroan adalah setiap anggota Direksi. selama tidak bertentangan dengan Undang-undang dan Anggaran Dasarnya serta Keputusan RUPS. Jika anggota Direksi terdiri lebih dari satu orang. atau kepada orang lain. Tugas pengawasan dan pemberian nasihat itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan. Direksi dapat memberikan kuasa tertulis kepada karyawan Perseroan. Jenis RUPS dapat terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS Lainnya. untuk melakukan perbuatan hukum tertentu atas nama Perseroan. Keterangan-keterangan tersebut merupakan landasan bagi RUPS untuk mengambil kebijakan dalam menyusun langkah strategis Perseroan. baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. RUPS Tahunan wajib diselenggarakan Direksi minimal 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Dalam menjalankan pengurusan Perseroan. namun harus tetap dalam batas-batas yang ditentukan Undang-Undang dan Anggaran Dasarnya.

Anggaran Dasar dan Perubahan Anggaran Dasar. Pariwisata. Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari satu orang anggota bersifat “majelis”. Pertambangan. Nama Perusahaan Perseroan mempunyai nama yang didahului dengan frase PT. menerbitkan surat pengakuan utang serta Perseroan Terbuka (Tbkk. bisa terdiri dari satu orang anggota atau bisa juga lebih. Tatacara pengangkatan.) wajib mempunyai paling sedikit dua orang anggota Dewan Komisaris. Modal ditempatkan dan Modal disetor yang dimuat di dalam Akta Pendirian Perseroan Terbatas. Perdagangan Pelayaran. . dan lain-lain. Jangka waktu berdirinya Perseroan d). melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. modal ditempatkan dan modal disetor e). Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Akta pendirian PT memuat anggaran dasar Perseroan antara lain terdiri dari. dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendirisendiri. Besarnya modal dasar. Nama para pendiri Perseroan b). Industri. Jumlah saham. nama para pemegang saham f). Properti. Peleburan. pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris i). Transportasi.Jumlah anggota Dewan Komisaris seperti juga Direksi. penggantian. Agrobisnis. Modal Perseroan Terbatas Modal Perseroan Terbatas terdiri dari jumlah Modal Dasar. Pengambialihan dam Pemisahan serta Pembubaran Perseroan. (legalakses. Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi dan Komisaris g). Tatacara penggunaan laba dan pembiayaan deviden PT-Perseroan Terbatas Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas atau biasa disebut PT adalah salah satu bentuk badan hukum yang populer dan paling banyak digunakan para pengusaha di Indonesia sebagai landasan hukum untuk melakukan kegiatan usaha diberbagai sektor seperti. Perseroan yang kegiatan usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. a). Penggabungan. Nama dan tempat kedudukan Perseroan c). Jasa Konstruksi. Kelebihan Perseroan ini memiliki dasar hukum yang diatur secara khusus dalam UndangUndang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang mengatur Pendirian Perseroan. Jasa.com). Penetapan tempat dan tatacara penyelenggaraan RUPS h).

Pemakaian nama PT harus mendapatkan Jumlah minimum modal dasar adalah Rp. Perbuatan hukum atas nama perseroan yang belum memperoleh status badan hukum. Untuk pertama kali pada saat PT didirikan. lihat informasi dibawah ini. 50. Status PT sudah Berbadan Hukum PT yang didirikan dan sudah memperoleh pengesahan dari Menteri sesuai dengan Undang-Undang nomor 40 tahun 2007 disebut sebagai badan hukum. penggantian dan pemberhentian anggota direksi dan komisaris ditetapkan berdasarkan RUPS. Maksud dan tujuan Perseroan Bidang dan sub bidang perusahaan jasa penunjang migas 3. kecuali ditentukan lain. hanya boleh dilakukan oleh semua anggota Direksi bersamasama semua pendiri serta semua anggota Dewan Setelah mendapatkan statusnya sebagai Badan Hukum. Untuk menetapkan maksud dan tujuan perseroan serta kegiatan usaha yang sesuai dan yang sesungguhnya ingin dilaksanakan oleh perseroan. dan/atau kesusilaan. maka Pemegang Saham Perseroan tidak bertanggung jawab secara pribadi atas . Lihat Pemakaian nama Perseroan Terbatas Maksud dan Tujuan Perseroan harus mempunyai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2. ketertiban umum.Direksi dan komisaris pengurus perseroan diangkat dan ditetapkan oleh para pendiri Perseroan untuk masa jabatan selama 5 (lima) tahun. Jika terdapat lebih dari satu Direksi atau Komisaris maka salah satu dapat diangkat sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama.000. Status PT belum berbadan hukum PT yang sudah didirikan dan belum meperoroleh pengesahan dari Menteri disebut sebagai PT yang belum berbadan hukum.000 (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan modal modal ditempatkan dan disetor minimal 25% dari modal dasar. Bidang dan sub bidang jasa pelaksana konstruksi (kontraktor) 5. Penjelasan Modal Perseroan Terbatas Persetujuan dari Menteri dan tidak boleh sama dengan nama PT yang sudah ada atau yang sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri. Direksi dan Komisaris Didalam anggaran dasar PT minimal harus ada 2 (dua) orang pengurus seorang Direksi dan seorang Komisaris sebagai pengurus Perseroan. 1. Bidang dan sub bidang pemasokan barang dan jasa 4. Bidang dan sub bidang jasa perecana konstruksi (konsultan) Pengangkatan.

yang sekurangkurangnya memuat tentang: 1. Anggaran Dasar merupakan deskripsi tentang Perseroan. Untuk memperoleh status Badan Hukum. klasifikasi saham dan jumlah tiap klasifikasinya (jika ada). perikatan yang dibuat atas nama perseroan dan tidak bertanggung jawab atas kerugian Perseroan melebihi saham yang dimiliki. setiap pendiri wajib mengambil bagian saham pada saat pendiriannya. Akta Pendirian PT merupakan akta yang dibuat dihadapan Notaris. Perikatan itu dilakukan dengan cara pembuatan Akta Pendirian dengan sebuahakta Notaris. yang berisi keterangan mengenai identitas dan kesepakatan para pihak untuk mendirikan Perseroan Terbatas beserta Anggaran Dasarnya. perbuatan hukum tersebut menjadi tanggung jawab pendiri yang bersangkutan dan tidak mengikat Perseroan. serta nilai nominal setiap saham. 3. Dalam Akta Pendirian. 6. Nama dan tempat kedudukan Perseroan. Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas (UU PT). Besarnya modal dasar. hak-hak yang melekat pada saham.Komsisaris Perseroan dan mereka semua bertanggung jawab secara tanggung renteng atas perbuatan hukum tersebut. modal ditempatkan. Jumlah saham. Nama jabatan dan jumlah anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Maksud. Jangka waktu berdirinya Perseroan. tujuan. sehinggapendirian Perseroan Terbatas harus dilakukan oleh 2 orang atau lebih. 4. Akta Pendirian memuat “Anggaran Dasar” dan “keterangan lain” yang berkaitan dengan pendirian Perseroan. Dalam hal perbuatan sebagaimana tersebut dilakukan oleh para pendiri atas nama perseroan yang belum memperoleh status badan hukum. sebuah Perseroan Terbatas wajib memperoleh pengesahan dari Menteri – Menteri Hukum dan HAM RI. dan modal disetor. 5. 2. PT mendapatkan statusnya sebagai badan hukum pada tanggal dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Mendirikan Perseroan Terbatas Pada prinsipnya Perseroan Terbatas (PT) merupakan suatu perikatan. dan kegiatan usaha Perseroan. .

Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen. Selain Anggaran Dasar. yang tidak membentuk kata. Ditambah kata atau singkatan kata yang mempunyai arti sebagai perseroan terbatas. penggantian. Sama atau mirip dengan merek terkenal sebagaimana dimaksud dalam Undangundang tentang Merek – kecuali mendapat izin dari pemiliknya. Nama Perseroan Terbatas Sebelum para Pendiri mengajukan permohonan pengesahan Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum. Perseroan Terbatas tidak boleh menggunakan nama yang: 1. Selain ketentuan tersebut. . Hanya merupakan nama suatu tempat. Nama Perseroan Terbatas merupakan “nama diri” Perseroan yang bersangkutan layaknya nama seseorang sebagai subyek hukum. 9.7. huruf atau rangkaian huruf. Direksi. Menurut UU PT. pendiri datang sendiri menghadap Notaris. Sebuah nama Perseroan harus didahului dengan frase “Perseroan Terbatas” atau disingkat “PT”. pemberhentian anggota Direksi dan Dewan Komisaris. 8. Ketentuan diatas merupakan keterangan minimal yang wajib dicantumkan dalam Anggaran Dasar. 4. terlebih dahulu para Pendiri mengajukan persetujuan nama Perseroan Terbatas kepada Menteri. 6. Anggaran Dasar juga dapat memuat ketentuan lain selama tidak bertentangan dengan UU PT. 3. atau bisa juga diwakili oleh orang lain dengan surat kuasa. Bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan. Tata cara pengangkatan. dan para Pemegang Saham. Untuk Perseroan Terbatas Terbuka. Telah digunakan oleh Perseroan lain. badan hukum atau persekutuan perdata. Terdiri atas angka atau rangkaian angka. 5. atau lembaga internasional – kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan. Dewan Komisaris. 8. Dalam pembuatan Akta Pendirian. lembaga pemerintah. 7. Sama atau mirip atau dapat memberikan kesan adanya kaitan antara Perseroan dengan nama lembaga negara. Akta Pendirian juga dapat memuat keterangan lain yang berupa identitas para Pendiri. Tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan. 2. atau hanya menunjukkan maksud dan tujuan saja tanpa nama diri. selain didahului dengan frase “PT” pada bagian akhir nama Perseroan juga wajib ditambah kata singkatan “Tbk”. atau memiliki persamaan pada pokoknya dengan nama Perseroan. Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan RUPS.

Jika permohonan pengesahan sebagai Badan Hukum tidak diajukan dalam jangka waktu 60 hari. Pemohon wajib mengajukan permohonan pengesahan Perseroan sebagai Badan Hukum dalam jangka waktu paling lama 60 hari sejak tanggal persetujuan tersebut. dan modal disetor. Pengesahan Perseroan Terbatas Sebagai Badan Hukum Setelah Nama Perseroan Terbatas disetujui oleh Menteri. atau jika Pendiri tidak melakukannya sendiri. modal ditempatkan. selanjutnya para Pendiri mengajukan permohonan kepada Menteri untuk memperoleh Keputusan Menteri mengenai pengesahan Perseroan Terbatas sebagai Badan Hukum. atau bisa juga dilakukan lebih dahulu secara terpisah. maka persetujuan pemakaian nama Perseroan yang diberikan menjadi batal. dengan mengisi formast isian yang telah ditentukan.Setelah para Pendiri menentukan nama Perseroan Terbatas berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Dalam hal permohonan pemakaian nama Perseroan Terbatas disetujui. Format isian itu memuat sekurang-kurangnya: 1. juga dalam jangka waktu 15 hari sejak pengajuan permohonan. Jangka waktu berdirinya Perseroan. Dalam hal permohonan itu ditolak. Alamat lengkap Perseroan. Permohonan tersebut harus diajukan kepada Menteri dalam jangka waktu paling lambat 60 hari terhitung sejak tanggal Akta Pendirian ditandatangani – dan dilengkapi dengan . Nama dan tempat kedudukan Perseroan. 5. 4. Persetujuan mengenai pemakaian nama Perseroan Terbatas yang diajukan lebih dahulu dari permohonan pengesahan Badan Hukumnya diberikan dalam jangka waktu paling lama 15 hari setelah permohonan itu diterima oleh Menteri. Pendiri hanya dapat diwakili oleh Notaris berdasarkan surat kuasa. 3. Pengajuan nama Perseroan Terbatas itu dilakukan sendiri oleh Pendiri. penolakannya harus diberitahukan kepada pemohon secara tertulis beserta alasannya. Jumlah modal dasar. 2. Permohonan persetujuan pemakaian nama Perseroan Terbatas dapat diajukan bersamaan dengan permohonan pengesahan sebagai Badan Hukum. selanjutnya para Pendiri mengajukan permohonan nama Perseroan tersebut kepada Menteri untuk mendapatkan persertujuan nama Perseroan Terbatas. Permohonan itu diajukan secara elektronik melalui jasa teknologi informasi sistem administrasi badan hukum (Sisminbakum). Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan.

Sebaliknya.HT.01. apabila tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam jangka waktu paling lama 30 hari sejak tanggal pernyataan tidak keberatan dari Menteri. Menteri langsung memberitahukan hal tersebut secara elektronik dan pernyataan tidak keberatannya menjadi gugur – Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI Nomor: M01.Tahun 2001. 5. 4. 3. maka Menteri langsung memberitahukan penolakan beserta alasannya itu kepada Pemohon. Perseroan yang belum memperoleh status badan hukum itu bubar secara hukum dan pemberesannya dilakukan sendiri oleh para Pendiri. selanjutnya Menteri dalam jangka waktu 14 hari akan menerbitkan Surat Keputusan tentang pengesahan Perseroan sebagai Badan Hukum. Bukti Pembayaran uang muka pengumuman Akta Pendirian Perseroan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia dari kantor Percetakan Negara Republik Indonesia.01.keterangan mengenai dokumen pendukung. 2. Pernyataan itu disampaikan secara elektronik. Sebailknya. Jika permohonan itu tidak diajukan dalam jangka waktu tersebut maka Akta Pendirian Perseroan menjadi batal sejak lewatnya jangka waktu. juga penyampaian itu dilakukan secara elektronik. jika jangka waktu itu telah lewat dan Pendiri tidak menyerahkan surat permohonan dan dokumen pendukungnya. Perbuatan Hukum Sebelum Perseroan Memperoleh Status Badan Hukum . Dokumen pendukung itu meliputi: 1. Apabila ketentuan-ketentuan diatas telah terpenuhi. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Perseroan. Menteri langsung menyatakan tidak berkeberatan atas permohonan yang diajukan. Apabila format isian dan dokumen pendukung dalam permohonan itu telah sesuai dengan jangka waktunya dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Dengan lewatnya jangka waktu tersebut. Salinan Akta Pendirian Perseroan. Pendiri wajib menyampaikan secara fisik surat permohonan beserta dokumen pendukungnya. Bukti Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Bukti Setoran Modal dari Bank.

Keputusan RUPS adalah sah apabila RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili semua saham dengan hak suara dan keputusan itu disetujui dengan suara bulat.000 – undang-undang yang mengatur kegiatan usaha . Demikian pula dengan perbuatan hukum yang dilakukan oleh calon Pendiri untuk kepentingan Perseroan yang belum didirikan. Apabila RUPS tidak diselenggarakan dalam jangka waktu tersebut.com). melakukan penyetoran modal atau membuat perjanjian dengan pihak lain atas nama Perseroan. Penilaian ini sangat berguna terutama pada saat menentukan kelas perusahaan. Modal Perseroan terbatas Modal Perseroan Terbatas (PT) terdiri dari Modal Dasar. namun perbuatan tersebut harus dicantumkan dalam Akta Pendirian pada saat pendiriannya.Adakalanya sebelum Perseroan Terbatas didirikan (sebelum Perseroan Terbatas memperoleh status badan hukum). yaitu seberapa besar perusahaan tersebut dapat dinilai berdasarkan permodalannya. para Pendiri melakukan perbuatan-perbuatan hukum pendahuluan dengan maksud mengikat Perseroan. maka perbuatan hukum tersebut tidak mengikat Perseroan. RUPS pertama itu harus diselenggarakan dalam jangka waktu paling lambat 60 hari setelah Perseroan memperoleh statusnya sebagai Badan Hukum. maka setiap calon Pendiri yang melakukan perbuatan hukum bertanggung jawab secara pribadi atas segala hak dan kewajiban yang timbul.000. jika penyetoran itu dilakukan berdasarkan akta otentik. Perbuatanperbuatan tersebut dapat mengikat Perseroan apabila disetujui oleh para Pendiri atau RUPS. Jika ketentuanketentuan itu tidak dipenuhi. maka akta tersebut dilekatkan pada akta pendirian. Modal Dasar merupakan keseluruhan nilai perusahaan. 50. Sebaliknya. akan mengikat Perseroan itu setelah menjadi Badan Hukum apabila RUPS pertama Perseroan secara tegas menyatakan menerima atau mengambil alih semua hak dan kewajiban yang timbul dari perbuatan hukum tersebut. tanggal dan nama serta tempat kedudukan Notaris yang membuat akta otentik tersebutdisebutkan dalam Akta Pendirian. besarnya Modal Dasar adalah minimal Rp. Modal Dasarterdiri dari seluruh nilai nominal saham. Misalnya. Bila penyetoran itu dinyatakan dalam akta yang bukan akta otentik. maka nomor. Menurut Undang-undang perseroan Terbatas (UUPT). Modal Ditempatkandan Modal Disetor. Penyetoran saham dapat dilakukan oleh calon Pendiri sebelum Perseroan didirikan. atau RUPS tidak berhasil mengambil keputusan dengan kuorum dan suara bulat sebagaimana ditentukan. (legalakses. Modal tersebut terbagi atas sekumpulan saham.

termasuk juga dimiliki oleh perseroan lain yang sahamnya langsung atau tidak langsung telah dimiliki oleh perseroan – kepemilikan silang (cross holders). atau hibah wasiat – namun dalam jangka waktu 1 tahun setelah tanggal perolehan harus dialihkan kepada pihak lain yang tidak di larang memiliki saham dalam perseroan. Modal Ditempatkan adalah kesanggupan para pemegang saham untuk menanamkan modalnya di dalam perseroan. adalah sebesar Modal Ditempatkan – paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) dari modal dasar harus ditempatkan dan disetor penuh(pasal 33 ayat (1) UUPT). besarnya Modal Ditempatkan adalah minimal 25% dari Modal Dasar. menurut UUPT. yaitu sampai seberapa banyak para pemegang saham dapat menanamkan modalnya kedalam perseroan.000. Modal Disetor adalah modal perseroan yang dianggap riil karena telah benar-benar disetorkan kedalam PT.000. Penambahan Modal PT . Penyetoran itu dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. maka penilaian setoran modal saham tersebut ditentukan berdasarkan “nilai wajar” yang ditetapkan sesuai dengan harga pasar atau oleh ahli. Perseroan dilarang mengeluarkan saham untuk dimiliki sendiri.tertentu dapat menentukanjumlah minimum modal perseroan yang lebih besar dari Rp. 50. karena Modal Dasar hanya menentukan sampai seberapa kuat perusahaan tersebut dapat menyediakan modalnya – sampai seberapa besar perusahaan tersebut mampu menghimpun aset-aset dan kekayaannya. misalnya bukti pemasukan uang dari pemegang saham kedalam rekening bank perseroan. pemegang saham telah benar-benar menyetorkan modalnya kedalam perusahaan. Jika para pemegang saham hanya sanggup memasukan modalnya sebesar 35% dari Modal Dasar. Seperti halnya Modal Dasar. hibah. Besarnya Modal Disetor. Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya. Apabila penyetoran saham itu dilakukan dalam bentuk benda tidak bergerak – misalnya tanah – maka penyetoran itu harus diumumkan dalam minimal satu surat kabar dalam jangka waktu 14 hari setelah Akta Pendirian ditandatangani. Modal Dasar bukan merupakan modal riil. Dalam hal ini. Modal Ditempatkan hanya menunjukan kesanggupan pemegang saham. Modal Ditempatkan bukanlah modal riil karena modal tersebut belum benar-benar disetorkan. Menurut pasal 33UUPT. Jika penyetoran modal saham itu dilakukan dalam bentuk lainnya. maka besarnya Modal Ditempatkan perseroan itu adalah sebesar 35%. Pelarangan ini tidak berlaku terhadap kepemilikan saham yang diperoleh berdasarkan peralihan karena hukum.

Pemberitahuan dalam surat kabar itu bertujuan untuk menampung adanya keberatan dari pihak lain (kreditur) yang berkepentingan. Jika para pemegang saham yang telah ditawarkan terlebh dahulu tidak menggunakan haknya untuk membeli saham tersebut dalam jangka waktu 14 hari sejak tanggal penawaran.Perseroan dapat melakukan penambahan modal. Direksi wajib memberitahukan pengurangan modal itu kepada semua kreditur dengan mengumumkannya dalam 1 surat kabar atau lebih – dalam jangka waktu paling lambat 7 hari sejak tanggal keputusan RUPS. atau gugatan kreditur ditolak oleh pengadilan. Keputusan RUPS untuk melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor adalah sah apabila dilakukan dengan kuorum kehadiran lebih dari ½ bagian dari seluruh jumlah saham dengan hak suara. Seluruh saham yang dikeluarkan dalam rangka penambahan modal harus terlebih dahulu ditawarkan kepada setiap pemegang saham.com). atau telah dicapai penyelesaian atas keberatan yang diajukan kreditur. Keputusan RUPS tentang pengurangan modal dilakukan dengan cara penarikan kembali saham atau penurunan nilai nominal saham. ditujukan kepada pemegang obligasi atau efek lain yang dapat dikonversikan menjadi saham yang telah dikeluarkan dengan persetujuan RUPS. Pengurangan modal itu harus dilakukan dengan persetujuan RUPS dengan memperhatikan persyaratan kuorum dan jumlah suara setuju untuk perubahan anggaran dasar sesuai ketentuan UUPT dan Angagran Dasar. Persetujuan itu diberikan apabila tidak ada keberatan dari kreditur lain. atau dilakukan dalam rangka reorganisasi dan restrukturisasi perseroan. . perseroan juga dapat melakukan pengurangan modal. Pengurangan Modal PT Selain penambahan modal. maka perseroan dapat menawarkan sisa saham yang tidak diambil itu kepada pihak ketiga. Penawaran terlebih dahulu itu tidak berlaku dalam hal pengeluaran saham ditujukan kepada karyawan perseroan. namun harus dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) – kewenangan persetujuan itu dapat diserahkan kepada Dewan Komisaris untuk jangka waktu paling lama 1 tahun. (http://legalakses. Pengurangan modal perseroan dilakukan dengan perubahan Anggaran Dasar yang harus mendapat persetujuan Menteri. dan disetujui oleh lebih dari ½ bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan – kecuali ditentukan lebih besar dalam anggaran dasar.

Anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu tertentu dan setelahnya dapat diangkat kembali. Jumlah anggota Dewan Komisaris seperti juga Direksi. Pengawasan dan nasihat yang dilakukan Dewan Komisaris harus bertujuan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.) wajib mempunyai paling sedikit dua orang anggota Dewan Komisaris. Perseroan yang kegiatan usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh RUPS. dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendirisendiri. penggantian. secara khusus calon anggota Dewan Komisaris tidak dapat diangkat menjadi anggota Dewan Komisaris apabila dalam waktu 5 tahun sebelum pengangkatannya pernah dinyatakan pailit. Direksi wajib memberitahukan perubahan tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM agar dicatat dalam Daftar Perseroan. pengangkatan anggota Dewan Komisaris dilakukan oleh pendiri dalam akta pendirian Perseroan. serta jalannya pengurusan tersebut secara umum – baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan. Untuk pertama kalinya (pada saat pendirian Perseroan). melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris.Dewan Komisaris Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi. atau dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. Dalam hal terjadi pengangkatan. menerbitkan surat pengakuan utang serta Perseroan Terbuka (Tbkk. Pemberitahuan itu dilakukan dalam jangka waktu paling lambat . dan pemberhentian anggota Dewan Komisaris serta dapat juga mengatur tentang pencalonannya. Selain syarat umum tersebut. Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari satu orang anggota bersifat “majelis”. bisa terdiri dari satu orang anggota atau bisa juga lebih. Anggaran Dasar Perseroan dapat mengatur tentang tata cara pengangkatan. Tugas pengawasan dan nasihat itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan. atau menjadi anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan suatu Perseroan dinyatakan pailit. Pengawasan oleh Dewan Komisaris meliputi baik pengawasan atas kebijakan Direksi dalam melakukan pengurusan Perseroan Terbatas. penggantian. Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris Syarat menjadi anggota Dewan Komisaris adalah cakap melakukan perbuatan hukum.

Tugas dan Tanggung Jawab Dewan komisaris Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi. dan telah memberikan nasihat untuk mencegah kerugian. Dewan Komisaris juga . tidak mempunyai kepentingan pribadi atas pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian. Selain tugas-tugas umum. Menteri dapat menolak setiap pemberitahuan tentang perubahan susunan Dewan Komisaris selanjutnya yang disampaikan kepada Menteri oleh Direksi. Pemberhentian anggota Dewan Komisaris dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS – dengan menyebutkan alasannya. Ketentuan mengenai besarnya gaji atau honorarium dan tunjangan bagi anggota Dewan Komisaris ditetapkan oleh RUPS. Dewan Komisaris juga memiliki kewajiban untuk membuat risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan salinannya. Anggota Dewan Komisaris dapat menghindari tanggung jawab tersebut apabila dapat membuktikan bahwa ia telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan hati-hati. Selain itu Dewan Komisaris juga berkewajiban untuk melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan sahamnya atau keluarganya pada Perseroan tersebut dan Perseroan lain. tanggung jawab itu berlaku secara tanggung renteng diantara anggota Dewan Komisaris. Pemberian kesempatan untuk membela diri itu tidak diperlukan dalam hal anggota Dewan Komisaris yang akan diberhentikan tidak keberatan atas pemberhentian tersebut. dan kekayaan Perseroan tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan akibat kepailitan tersebut. Jika pemberitahuan tersebut tidak dilakukan.30 hari terhitung sejak tanggal keputusan RUPS. Tanggung jawab tersebut berlaku juga bagi orang yang dalam 5 tahun sebelum putusan pailit diucapkan menjabat sebagai Dewan Komisaris. Keputusan pemberhentian itu diambil setelah anggota Dewan Komisaris diberi kesempatan untuk membela diri dalam RUPS. Ketentuan mengenai pemberhentian anggota Dewan Komisaris mengikuti tata cara yang berlaku bagi pemberhentian anggota Direksi. Pemegang saham dapat menggugat ke pengadilan terhadap anggota Dewan Komisaris yang karena kesalahan atau kelalaiannya itu menimbulkan kerugian Perseroan. Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan akibat dari kesalahan dan kelaliannya dalam menjalankan tugas. Jika Dewan Komisaris terdiri dari dua orang anggota atau lebih. setiap anggota Dewan Komisaris secara tanggung renteng ikut bertanggung jawab dengan anggota Direksi atas kewajiban yang belum dilunasi Perseroan. Dalam hal terjadinya kepailitan akibat kesalahan atau kelalaian Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan Direksi.

Dividen atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham dikenakan pajak lagi sebagai pajak pendapatan. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas perusahaan harusdilaporkan kepada pemegang saham. Tanpa persetujuan atau bantuan Dewan Komisaris berdasarkan syarat-syarat dalam Anggaran Dasar.3. Jadi tidak hanya perusahaan yangterkena pajak.5. Perbuatan Hukum Tertentu Dewan Komisaris Dewan Komisaris dapat memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum tertentu diluar tugas pengawasan dan pemberian nasihat. Apalagi yang menyangkut laba perusahaan .Tentunya dari pemegang saham yang bersangkutan. 4. Jadi jika anda mempunyai manajer tidak cakap.com) Tanggung jawab yang terbatas dari para pemegang saham terhadap utang -utang perusahaan. pendiriannya jauh lebihsulit dari bentuk kepemilikan usaha lainnya. wewenang.berkewajiban untuk memberikan laporan tentang tugas pengawasan yang telah dilakukannya selama tahun buku yang baru lampau kepada RUPS. Wewenang tersebut ditetapkan di dalam Anggaran Dasar Perseroan.Manajemen dan spesialisasinya memungkinkan pengelolaan sumber -sumber modal untuk itu secara efisien. Dewan Komisaris juga dapat melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam “keadaan tertentu”. PT dianggap kurang “secret” dalam hal dapur perusahaan.3 .Jika anda akan mendirikan perseroan terbatas. perbuatan hukum Direksi tetap mengikat Perseroan sepanjang pihak lainnya dalam perbuatan hukum tersebut beritikad baik. Kelemahan Perseroan Terbatas : 1. Tindakan Dewan Komisaris dalam keadaan dan jangka waktu tertentu itu berlaku terhadap semua ketentuan mengenai hak. (legalakses. Dalam pendiriannya. Pemilik dapat berganti-ganti.2.Kelangsungan perusahaan sebagai badan hukum lebih terjamin. termasuk syaratsyaratnya.Mudah untuk memindahkan hak milik dengan menjual saham kepadaorang lain.PT merupakan subyek pajak tersendiri. Tindakan tersebut dilakukan hanya untuk “jangka waktu tertentu”. sebabtidak tergantung pada beberapa pemilik.Mudah memperoleh tambahan modal untuk memperluas volume usahanya. B i a y a p e m b e n t u k a n n y a r e l a t i f t i n g g i .4. Maksudnya adalah jika anda termasuk pemegang sahamdan kebetulan perusahaan punya utang.2. Diluar tugas pengawasan dan pemberian nasihat.Bagi sebagian besar orang. misalnya dengan mengeluarkan saham baru. anda hanya bertanggung jawabsebesar modal yang anda setorkan dan tidak lebih. PTmemerlukan akte notaris dan ijin khusus untuk usaha tertentu. dan kewajiban Direksi terhadap Perseroan dan pihak ketiga. anda bisa ganti dengan yang lebih cakap.

pembelanjaan. Firma. Kepuasan Pribadi. Kesulitan dalam manajemen.Bagi anda yang sudah terjun di dunia bisnis. Pemilik perusahaan perseorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain dalam mengambil keputusan. Akan tetapi. Tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. 2. Kelangsungan usaha kurang terjamin. banyak dari para pengusaha tersebut belum mengetahui dengan pasti apa kelebihan dan kelemahan badan usaha tersebut. 3. 3. pasti tidak asing dengan berbagai macam bentuk atau jenis usaha. Sedangkan kelemahan perusahaan perseorangan adalah : 1. 4. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas. Sifat Kerahasiaan. Karena pemiliknya hanya satu orang. Kebebasan dan Fleksibilitas. Kematian pimpinan atau pemilik. atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha ini berhenti kegiatannya. Kelebihan perusahaan perseorangan adalah : 1. Direksi Mengurus Perseroan Terbatas . Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Ada badan usaha perseorangan. Semua kegiatan seperti pembelian. pengaturan karyawan dan sebagainya dipegang oleh seorang pimpinan. Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang baik untuk mengambil keputusan. Seluruh laba menjadi miliknya. penjualan. dan ia bertanggung jawab sepenuhnya terhadap risiko dan kegiatan perusahaan. 2. bangkrut. Salah satu yang akan saya bahas kali ini adalah usaha perseorangan. Ini lebih sulit apabila manajemen dipegang oleh beberapa orang. persekutuan komanditer (CV). Perseroan Terbatas (PT) dan beberapa yang lain. Bentuk perusahaan perseorangan memungkinkan pemilik menerima 100% laba yang dihasilkan perusahaan. Artinya seluruh kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. Sumber keuangan terbatas. maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 4. Perusahaan perseorangan ini adalah usaha yang dimiliki oleh seseorang.

Kecuali untuk Perseroan yang usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. Ketidakberwenangan mewakili itu juga berlaku apabila anggota Direksi yang bersangkutan mempunyai benturan kepentingan dengan Perseroan. Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah menjalankan pengurusan Perseroan. Kewenangan itu dimiliki Direksi secara tak terbatas dan tak bersyarat. maka Direksi bertanggung jawab pula terhadap kerugian Perseroan yang diakibatkan olehkesalahan atau kelaliannya dalam menjalankan tugasnya. atau jika seluruh anggota Direksi mempunyai perbenturan kepentingan maka kewenangan itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris. dan Perseroan terbuka (Tbk. Jika RUPS tidak menetapkan pembagian tugas dan wewenang semacam itu. Menurut Undang-undang. Karena pengurusan Perseroan merupakan tanggung jawab Direksi. Sebagai pengurus Perseroan. anggota Direksi tidak berwenang mewakili Perseroan di pengadilan untuk sengketa yang terjadi diantara Perseroan dan anggota Direksi yang bersangkutan. menerbitkan surat pengakuan hutang. Anggota Direksi dapat . selama tidak bertentangan dengan Undang-undang dan Anggaran Dasarnya serta Keputusan RUPS. Meski pengurusan itu dijalankan Direksi sesuai dengan kebijakannya sendiri dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab. Dalam keadaan tersebut. kecuali Anggaran Dasarnya menentukan lain – misalnya Anggaran Dasar menentukan bahwa hanya Direktur Utama yang berwenang.Direksi Perseroan Terbatas bisa terdiri dari satu orang atau bisa juga lebih dari satu orang. namun harus tetap dalam batas-batas yang ditentukan Undang-Undang dan Anggaran Dasarnya. hal itu tergantung dari kebutuhan operasional Perseroan. Jika anggota Direksi terdiri lebih dari satu orang. yang berwenang mewakili Perseroan adalah setiap anggota Direksi. Bagaimana jika sengketa itu juga melibatkan kepentingan Dewan Komisaris? Dalam keadaan yang demikian. untuk melakukan perbuatan hukum tertentu atas nama Perseroan. wajib memiliki minimal 2 orang anggota Direksi. Direksi dapat mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. maka anggota Direksi sendiri yang menetapkannya berdasarkan Keputusan Direksi. RUPS dapat menunjuk pihak lain untuk mewakili kepentingan Perseroan. yang berhak mewakili Perseroan adalah anggota Direksi yang lainnya. Pembagian tugas dan wewenang Direksi yang anggotanya terdiri dari 2 orang atau lebih ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. Dalam menjalankan pengurusan Perseroan. Anggota Direksi menanggung secara pribadi kerugian tersebut – dalam hal Direksi terdiri dari 2 orang atau lebih maka tanggung jawab itu berlaku secara tanggung renteng. atau kepada orang lain.). Direksi dapat memberikan kuasa tertulis kepada karyawan Perseroan.

tidak mempunyai benturan kepentingan. anggota Direksi wajib melaporkan kepada Perseroan mengenai saham yang dimiliki anggota Direksi yang bersangkutan dan keluarganya. Daftar Khusus. dan Direksi telah melakukan pengurusan dengan itikad baik dan hati-hati. Direksi wajib membuat Daftar Pemegang Saham. Kewajiban Direksi Dalam menjalankan tugasnya melakukan pengurusan Perseroan. Direksi wajib meminta persetujuan RUPS untuk mengalihkan kekayaan tersebut atau untuk menjadikannya jaminan hutang. Pengangkatan Direksi Orang yang dapat diangkat menjadi anggota Direksi adalah orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum. baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak. atau bisa juga jangka waktu yang lebih lama asalkan diatur dalam Anggaran Dasarnya. dapat mengajukan gugatan melalui pengadilan terhadap anggota Direksi yang karena kesalahan atau kelalaiannya itu menimbulkan kerugian Perseroan. meskipun dilakukan tanpa persetujuan RUPS dan tidak diatur dalam Anggaran Dasarnya. Risalah RUPS. Kekayaan Perseroan yang wajib mendapat persetujuan RUPS itu adalah kekayaan Perseroan yang terdiri lebih dari 50% jumlah kekayaan bersih Perseroan – baik dalam satu transaksi atau lebih. Direksi juga berkewajiban membuat Laporan Tahunan Perseroan dan Dokumen Keuangan Perseroan. Pemegang saham. Dalam mengurus saham Perseroan. Selain dokumen-dokumen tersebut. dan dokumen keuangan itu. secara khusus undangundang juga mengatur bahwa seseorang tidak dapat diangkat menjadi anggota Direksi jika dalam waktu 5 tahun sebelum pengangkatannya ia pernah dinyatakan pailit. serta memelihara seluruh daftar. Transaksi itu adalah transaksi pengalihan kekayaan yang terjadi dalam jangka waktu satu tahun buku. Direksi wajib memberikan izin kepada pemegang saham untuk memeriksa dokumen-dokumen itu atas permohonan tertulis. atas nama Perseroan. untuk selanjutnya dicatat dalam Daftar Khusus. serta telah mengambil tindakan pencegahan. Tindakan Direksi dalam mengalihkan atau menjaminkan kekayaan Perseroan. danRisalah Rapat Direksi. Dalam mengurus harta kekayaan Perseroan. Persetujuan RUPS tidak diperlukan jika tindakan pengalihan atau penjaminan itu telah diatur dalam Anggaran Dasarnya.terlepas dari tanggung jawab kerugian itu jika mereka dapat membuktikan bahwa kerugian itu bukan akibat kesalahan atau kelalaiannya. Selain syarat umum tersebut. tetap mengikat Perseroan sepanjang pihak lain dalam perbuatan hukum itu beritikad baik. menjadi anggota Direksi atau Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu . risalah.

Dengan pencatatan tersebut. dan pemberhentian tersebut. Kewenangan RUPS tersebut juga dapat dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. atau dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara atau yang berkaitan dengan sektor keuangan. penggantian. dan pemberhentian anggota Direksi. Pada saat pendirian. dan pemberhentian anggota Direksi juga menetapkan saat mulai berlakunya pengangkatan.Perseroan dinyatakan pailit. Jika pemberitahuan itu belum dilakukan. Anggota Direksi diangkat oleh RUPS. Anggaran dasar dapat mengatur tentang tata cara pengangkatan. penggantian. pengangkatan itu untuk pertama kalinya dilakukan oleh Pendiri Perseroan dan dicantumkan dalam akta pendiriannya. Pemberhentian Direksi Pemberhentian anggota Direksi dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan keputusan RUPS – dengan menyebutkan alasannya. Menteri akan menolak setiap permohonan atau pemberitahuan yang disampaikan kepada Menteri oleh Direksi yang baru – yang belum tercatat dalam Daftar Perseroan. Pengangkatan. penggantian. maka calon anggota Direksi telah sah menjadi anggota Direksi. dan pemberhentian anggota Direksi harus diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM – Departemen Hukum dan HAM. Pengangkatan itu dilakukan untuk jangka waktu tertentu dan setelahnya dapat diangkat kembali. Dalam hal kewenangan RUPS dilimpahkan kepada Dewan Komisaris. Pemberitahuan itu bertujuan agar perubahan anggota Direksi dicatat dalam Daftar Perseroan. penggantian. Segala ketentuan mengenai besarnya gaji dan tunjangan anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan RUPS. penggantian. Keputusan RUPS mengenai pengangkatan. termasuk tata cara pencalonannya. dan efektif dalam menjalankan pengurusan Perseroan. dan pemberhentian anggota Direksi mulai berlaku sejak ditutupnya RUPS. Pemberian kesempatan untuk membela diri itu tidak diperlukan dalam hal anggota Direksi yang akan diberhentikan tidak keberatan atas pemberhentian tersebut. Jika RUPS tidak menetapkannya. selanjutnya besarnya gaji dan tunjangan anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan rapat Dewan Komisaris. maka mulai berlakunya pengangkatan. Keputusan pemberhentian itu diambil setelah anggota Direksi diberi kesempatan untuk membela diri dalam RUPS. Pemberitahuan itu dilakukan dalam jangka waktu 30 hari sejak tanggal keputusan RUPS. .

3. Anggota Direksi dapat menghindar dari tanggung jawab kepailitan apabila dirinya dapat membuktikan: 1. Direksi tidak berwenang mengajukan permohonan pailit atas Perseroan sendiri kepada Pengadilan Niaga sebelum memperoleh persetujuan RUPS.551 views . Anggota Direksi telah melakukan pengurusan dengan itikad baik.com) PENDIRIAN PERSEROAN TERBATAS (PT) Posted on 27 September 2007 by Irma Devita | 26. pemberhentian sementara itu menjadi batal. dan penuh tanggungjawab untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuannya. Dalam hal RUPS menguatkan keputusan pemberhentian sementara. dan harta pailit tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban Perseroan. Dalam RUPS anggota Direksi yang bersangkutan diberi kesempatan untuk membela diri. kehati-hatian.Selain oleh RUPS. bahwa persetujuan untuk menyatakan pailitnya Perseroan harus dengan persetujuan RUPS. Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya. anggota Direksi juga dapat diberhentikan untuk sementara waktu oleh Dewan Komisaris dengan menyebutkan alasannya. 2. 4. Undangn-undang PT telah mensyaratkan. Dalam hal kepailitan terjadi karena kesalahan atau kelalaian Direksi. atau RUPS tidak dapat mengambil keputusan. anggota Direksi yang bersangkutan diberhentikan untuk seterusnya. Anggota Direksi tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang dilakukannya. Tanggung Jawab Direksi Dalam Kepailitan Dalam hal kepailitan. Jika jangka waktu 30 hari itu telah lewat dan RUPS tidak juga diselenggarakan. maka setiap anggota Direksi secara tanggung renteng bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak terlunasi dari harta pailit. Dalam jangka waktu paling lambat 30 hari setelah tanggal pemberhentian sementara harus diselenggarakan RUPS. Pemberhentian sementara itu diberitahukan secara tertulis kepada anggota Direksi. Anggota Direksi telah mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kepailitan. dan anggota Direksi yang diberhentikan sementara itu tidak berwenang melakukan tugas-tugasnya. Tanggung jawab tersebut juga berlaku terhadap anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat sebagai anggota Direksi dalam jangka waktu 5 tahun sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan. (legalakses.

ciri khas dan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh bentuk badan usaha lainnya.pdf ) •PT. 8/1995 tentang Pasar Modal •PT. 7 ayat 4) 5. 7 ayat 2 & ayat 3) 4. 92 ayat 3 & ps. 12/1970 •PT. 9/1968 tentang Bentuk-Bentuk Usaha Negara juncto PP No. 108 ayat 3) .pdf) adalah sebagai berikut: 1. Sarana usaha yang paling populer digunakan adalah Perseroan terbatas (PT). PERSERO berdasarkan UU No. 6/1968 juncto UU No.Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris (ps. 7(1)) 2. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas ( ii-companylawelucidation-law40. kecuali dalam rangka peleburan (ps.Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham. masing-masing sebagai berikut: •PT Tertutup (PT Biasa) : berdasarkan UU No. 12/1998 tentang Perusahaan Perseroan Adapun syarat-syarat pendirian PT secara formal berdasarkan UU No. PMDN : berdasarkan UU No. 1/1967 juncto UU No. karena memiliki sifat.Modal dasar minimal Rp. 40/2007 dan UU No. para pengusaha membutuhkan suatu wadah untuk dapat bertindak melakukan perbuatan hukum dan bertansaksi.Akta Notaris yang berbahasa Indonesia 3. PMA : berdasarkan UU No.Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan diumumkan dalam BNRI (ps. 11/1970 tentang PMA •PT. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari modal dasar (ps. yaitu: •Merupakan bentuk persekutuan yang berbadan hukum •Merupakan kumpulan modal/saham •Memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para perseronya •Pemegang saham memiliki tanggung jawab yang terbatas •Adanya pemisahan fungsi antara pemegang saham dan pengurus atau direksi •Memiliki komisaris yang berfungsi sebagai pengawas •Kekuasaan tertinggi berada pada RUPS Dasar Hukum pembentukan PT.Pendiri minimal 2 orang atau lebih (ps. 32. Pemilihan jenis badan usaha ataupun badan hukum yang akan dijadikan sebagai sarana usaha tergantung pada keperluan para pendirinya. Terbuka (PT go public): berdasarkan UU No. 40/2007 (i-company-law-law-40. ps 33) 6.Dalam melangsungkan suatu bisnis.

TDP/WDP dan PKP. Jumlah saham yang diambil oleh masing-masing pendiri (presentase nya) Misalnya: A = 25% B = 50% C = 25% 4. 200jt 2. Untuk menentukan besarnya modal dasar. 501jt Besarnya modal disetor sebaiknya maksimum sampai dengan 50% dari modal dasar. 3.7. untuk memberikan kesempatan bagi Perusahaan apabila sewaktu-waktu akan mengeluarkan saham dalam simpanan. SIUP Besar modal disetor > Rp. PMA Sedangkan persyaratan material berupa kelengkapan dokumen yang harus disampaikan kepada Notaris pada saat penanda-tanganan akta pendirian adalah: 1. 500jt 3. SIUP. Penentuan kelas SIUP bukan berdasarkan besarnya modal dasar. melainkan berdasarkan besarnya modal disetor ke kas Perseroan.Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia. Kalau pendirinya cuma suami isteri (dan tidak pisah harta) maka. harus ada 1 orang lain lagi yang bertindak sebagai pendiri/ pemegang saham 2. Kriterianya adalah: 1. modal ditempatkan dan modal disetor ada strateginya. 201jt s/d Rp. kecuali PT. Tergantung dari kebutuhan. minimal Direktur Utama) 3. SIUP Menengah modal disetor Rp. Kartu Keluarga Direktur Utama 2. Karena semua itu tergantung pada jenis/kelas SIUP yang di inginkan. tidak perlu meningkatkan modal dasar lagi. boleh juga modal dasar = Modal disetor. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili dari pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa) apabila berstatus milik sendiri. yang dibutuhkan: -copy sertifikat tanah dan . NPWP Direksi (kalau tidak ada. maka dokumendokumen pelengkap yang diperlukan adalah: 1. Susunan Direksi dan komisaris serta jumlah Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Sedangkan untuk ijin2 perusahaan berupa surat keterangan domisili Perusahaan. NPWP perusahaan. Namun demikian. Modal dasar dan modal disetor. SIUP Kecil modal disetor s/d Rp. KTP dari para Pendiri (minimal 2 orang dan bukan suami isteri).

Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar 5. utk dapat diproses pengesahannya. Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2). Biasanya ini dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk PKP atau SIUP 6. Karena apabila lewat dari 60 (enam puluh) hari sejak penanda-tanganan akta. 40/2007. dapat langsung diurus ijin domisili.maka dalam jangka waktu max 1 bulan sudah harus menyetor dana sebesar Modal disetor ke rekening perseroan. bahwa pada saat tanda-tangan akta pendirian. kursi. . tampak dalam (ruangan berisi meja. Foto kantor tampak depan. Setelah itu bisa membuka rekening atas nama Perseroan. komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Penting untuk diketahui. maka perseroan menjadi bubar berdasarkan pasal 10 ayat 9 UU PT No.-copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya 4. dan NPWP. Setelah rekening atas nama perseroan dibuka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful