MIOPIA Posted on March 9, 2010

referat 1.1 Latar Belakang Miopia adalah suatu kelainan refraksi di mana sinar cahaya paralel yang memasuki mata secara keseluruhan dibawa menuju fokus di depan retina. Miopia, yang umum disebut sebagai kabur jauh / terang dekat (shortsightedness), merupakan salah satu dari lima besar penyebab kebutaan di seluruh dunia. Dikatakan bahwa pada penderita miopia, tekanan intraokular mempunyai keterkaitan yang cenderung meninggi pada tingkat keparahan miopia.1 Prevalensi miopia bervariasi berdasar negara dan kelompok etnis, hingga mencapai 7090% di beberapa negara Asia. Di Jepang diperkirakan lebih dari satu juta penduduk mengalami gangguan penglihatan yang terkait dengan miopia tinggi. Berdasar bukti epidemiologis, prevalensi miopia terus meningkat khususnya pada penduduk Asia. Selain pengaruh gangguan penglihatan, juga membebani secara ekonomi. Sebagai contoh di Amerika Serikat, biaya terapi miopia mencapai sekitar $ 250 juta per tahun. Di saat prevalensi miopia simpel meningkat, insidens miopia patologis turut meningkat. Karena tidak ada terapi yang dapat membalikkan perubahan struktural pada miopia patologis, pencegahan miopia telah lama menjadi tujuan dari penelitian para ahli. Pengertian terhadap mekanisme dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mata merupakan prasyarat mengembangkan strategi terapi tadi.2 1.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan referat ini adalah untuk mengetahui patofisiologi, gambaran klinis, dam terapi miopia.

1.3 Batasan Masalah Referat ini membahas secara ringkas tentang patofisiologi, gambaran klinis, dam terapi miopia.

1.4 Metode Penulisan

Penurunan secara sex linked sangat jarang terjadi. biasanya terjadi pada miopia yang berhubungan dengan penyakit mata lain atau penyakit sistemik.3 Etiologi Miopia tinggi dapat diturunkan.1 Definisi Miopia adalah suatu keadaan mata yang mempunyai kekuatan pembiasan sinar yang berlebihan atau kerusakan refraksi mata sehingga sinar sejajar yang datang dibiaskan di depan retina atau bintik kuning. sedangkan kabur bila melihat jauh atau rabun jauh. Derajat miopia dapat dikategorikan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.5 2. ablasio retina dan glaucoma.2.00D) Miopia berat / tinggi (>6. dimana sistem akomodasi berkurang. miopia merupakan penyebab kelima tersering yang mengganggu penglihatan dan merupakan penyebab kutujuh yang tersering kebutaan di Amerika Serikat. sedangkan di Inggris merupakan penyebab kebutaan tersering . Keturunan kulit hitam biasanya bebas dari kelainan ini.00D) Miopia sedang (3. Yahudi. Sama halnya terhadap hubungan antara elongasi dan komplikasi penyakit ini. seperti degenerasi chorioretina. dan tidak ada bukti yang menentangnya maka . serta tampak memiliki predileksi tinggi pada keturunan Cina. yaitu :    Miopia ringan (0. baik secara autosomal dominan maupun autosomal resesif. Pada ras oriental.2 Menurut “National Eye Institute Study”.2 2. dan Jepang. tentang penilaian perkembangan mata anak ayam yang di dalam pertumbuhan normalnya. kebanyakan miopia tinggi diturunkan secara autosomal resesif. Columbre dan rekannya. Pasien dengan miopia akan menyatakan lebih jelas bila melihat dekat.3.00 – 6. Jika kekuatan yang berlawanan ini merupakan penentu pertumbuhan ocular post natal pada mata manusia.1. Angka kejadiannya lebih sering 2 kali lipat pada perempuan dibanding laki-laki.00D) 3 2.1% di Amerika Serikat dan peringkat ke tujuh yang menyebabkan kebutaan.Referat ini disusun berdasarkan tinjauan kepustakaan yang merujuk kepada beberapa literatur.4 Patogenesis Terjadinya elongasi sumbu yang berlebihan pada miopia patologi masih belum diketahui. tekanan intraokular meluas ke rongga mata dimana sklera berfungsi sebagai penahannya.2 Epidemiologi Miopia memiliki insiden 2.25 – 3.

telah diteliti ulang dalam hubungannya dengan miopia bahwa pertumbuhan koroid dan pembentukan sklera dibawah pengaruh epitel pigmen retina. dimana dapat dilihat pada miopia patologik (tipe stafiloma posterior). Pada batas lebih tinggi sklera posterior kirakira 2 x lebih diperluas.3 Menurut tahanan sklera  Mesadermal Abnormalitas mesodermal sklera secara kualitas maupun kuantitas dapat mengakibatkan elongasi sumbu mata. Struktur serat kolagen abnormal terlihat pada kulit pasien dengan EhlersDanlos yang merupakan penyakit kalogen sistematik yang berhubungan dengan miopia.2. Dalam keadaan normal sklera posterior merupakan jaringan terakhir yang berkembang. ukuran bervariasi tergantung pada lokasinya. Tekanan intraokular equivalen 100 mmHg. Pada test bidang ini ditekan sampai 7. Bundle serat terkecil terlihat menuju sklera bagian dalam dan pada zona ora equatorial. Sklera normal terdiri dari pita luas padat dari bundle serat kolagen. Perbedaan tekanan diantara bidang sklera normal tampak berhubungan dengan hilangnya luasnya bundle serat sudut jala yang terlihat pada sklera posterior. Percobaan Columbre dapat membuktikan hal ini. Bidang sklera anterior merupakan area crosectional yang kurang dapat diperluas perunitnya dari pada bidang lain. Pandangan baru ini menyatakan bahwa epitel pigmen abnormal menginduksi pembentukan koroid dan sklera subnormal. pada batas terendah dari stress ekstensi pada sklera posterior ditemukan 4 x dari pada bidang anterior dan equator. Hal ini yang mungkin menimbulkan defek ektodermal – mesodermal umum pada segmen posterior terutama zona oraequatorial atau satu yang terlokalisir pada daerah tertentu dari pole posterior mata. karena perubahan tekanan dinding okular.5 g/mm2. hal ini terintegrasi baik.1 Meningkatnya suatu kekuatan yang luas  Tekanan intraokular basal . Keterlambatan pertumbuhan strategis ini menyebabkan kongenital ektasia pada area ini.1. dimana pembuangan sebahagian masenkhim sklera dari perkembangan ayam menyebabkan ektasia daerah ini.dapat pula disimpulkan dua mekanisme patogenesis terhadap elongasi berlebihan pada miopia. 1  Ektodermal – Mesodermal Vogt awalnya memperluasnya konsep bahwa miopia adalah hasil ketidak harmonisan pertumbuhan jaringan mata dimana pertumbuhan retina yang berlebihan dengan bersamaan ketinggian perkembangan baik koroid maupun sklera menghasilkan peregangan pasif jaringan. terjalin bebas. Meski alasan Vogt pada umumnya tidak dapat diterima.

1 2. dimana ukuran bola mata normal.  Perubahan Posisi Lensa Pergerakan lensa yang lebih ke anterior setelah operasi glaukoma berhubungan dengan terjadinya miopia.3. 2. sehingga dapat meningkatkan tekanan intraokular.1  Susunan peningkatan tekanan Secara anatomis dan fisiologis sklera memberikan berbagai respon terhadap induksi deformasi. sama juga seperti konvergensi kuat dan pandangan ke lateral.  Perubahan Index Refraksi Perubahan indeks refraksi atau miopia refraktif.  Miopia Kurvatura Dalam hal ini terjadinya miopia diakibatkan oleh perubahan dari kelengkungan kornea atau perubahan kelengkungan dari pada lensa seperti yang terjadi pada katarak intumesen dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih kuat. terjadinya miopia akibat panjang sumbu bola mata (diameter Anteroposterior). Secara konstan sklera mengalami perubahan pada stress.3. Kedipan kelopak mata yang sederhana dapat meningkatkan tekanan intraokular 10 mmHg. dengan kelengkungan kornea dan lensa normal.6 Gejala umum miopia antara lain: Mata kabur bila melihat jauh Sering sakit kepala .Juga pada penutupan paksa kelopak mata meningkat sampai 70 mmHg -110 mmHg. Gosokan paksa pada mata merupakan kebiasaan jelek yang sangat sering diantara mata miopia. bertambahnya indeks bias media penglihatan seperti yang terjadi pada penderita Diabetes Melitus sehingga pembiasan lebih kuat.5 Jenis-Jenis Miopia  Miopia Axial 1.Contoh klasik miopia sekunder terhadap peningkatan tekanan basal terlihat pada glaucoma juvenil dimana bahwa peningkatan tekanan berperan besar pada peningkatan pemanjangan sumbu bola mata.5 Dalam hal ini. Pada valsava manuver dapat meningkatkan tekanan intraokular 60 mmHg.6 Gejala Klinik 1. refraktif power normal dan tipe mata ini lebih besar dari normal.

3. Pemeriksaan celah dan bentuk tepat di retina 6. Gejala subjektif : 1. Kelelahan mata Sakit kepala 3. 3. 4.Menyipitkan mata bila melihat jauh (squinting / narrowing lids) Lebih menyukai pekerjaan yang membutuhkan penglihatan dekat disbanding pekerjaan yang memerlukan penglihatan jauh.6   Pengujian atau test yang dapat dilakukan dengan pemeriksaan mata secara umum atau standar pemeriksaan mata. Pada mata didapatkan: Kamera Okuli Anterior lebih dalam Pupil biasanya lebih besar Sklera tipis Vitreus lebih cair Fundus tigroid Miopi crescent pada pemeriksaan funduskopi 1.6 2.7 Diagnosis Gejala-gejala yang dapat ditemukan pada penderita miopia antara lain adalah :  Penglihatan kabur atau mata berkedip ketika mata mencoba melihat suatu objek dengan jarak jauh (anak-anak sering tidak dapat membaca tulisan di papan tulis. Uji penglihatan terhadap warna. Pemeriksaan retina Gejala-gejala miopia juga terdiri dari gejala subjektif dan objektif.3. terdiri dari : dekat (Jaeger). Uji pembiasan. uji ini untuk meembuktikan kemungkinan ada atau tidaknya kebutaan. Uji ketajaman penglihatan pada kedua mata dari jarak jauh (Snellen) dan jarak  Kabur bila melihat jauh . tetapi dapat dengan mudah membaca tulisan dalam sebuah buku). Uji gerakan otot-otot mata 5. Mengukur tekanan cairan di dalam mata 7. 2. untuk menentukan benarnya resep dokter dalam pemakaian kaca mata.6 1.

Miopia patologik   Gambaran pada segmen anterior serupa dengan miopia simpleks Gambaran yang ditemukan pada semen posterior berupa kelainan-kelainan pada :  Badan kaca. Miopia simpleks  Pada segmen anterior ditemukan bilik mata yang dalam da pupil yang relatif lebar. papil terlihat labih pucat yang meluas terutama ke bagian temporal.  Pada segmen posterior biasanya terdapat gambaran yang normal. sedangkan lensa kontak lunak digunakan untuk mengobati gangguan permukaan kornea. Kadang-kadang ditemukan ablasio badan kaca yang dianggap belum jelas hubungannya dengan keadaan miopia.  Papil saraf optik : terlihat pigmentasi peripapil. cresent miopia. Biasanya ditemukan bola mata yang agak menonjol. dapat ditemukan kekeruhan berupa pendarahan atau degenerasi yang terlihat sebagai floaters.7 Koreksi terhadap miopia dapat dilakukan diantaranya dengan :  Kacamata Kacamata masih merupakan metode paling aman untuk memperbaiki refraksi. 1. atau benda-benda yang mengapung dalam badan kaca.2. kadang-kadang ditemukan perdarahan subretina pada daerah makula.3. Cresent miopia dapat ke seluruh lingkaran papil sehingga seluruh papil dikelilingi oleh daerah koroid yang atrofi dan pigmentasi yang tidak teratur.  2.  Membaca atau melihat benda kecil harus dari jarak dekat Mata cepat lelah bila membaca (karena konvergensi yang tidak sesuai dengan akomodasi) Astenovergens  Gejala objektif : 1. atau dapat diserta kresen miopia (miopic cresent) yang ringan di sekitar papil saraf optik. .  Makula berupa pigmentasi di daerah retina. Lensa kontak keras secara spesifik diindikasikan untuk koreksi astigmatisma ireguler. 1.  Lensa kontak Lensa kontak yang biasanya digunakan ada 2 jenis yaitu.8 Terapi Retina bagian perifer berupa degenerasi kista retina bagian perifer. lensa kontak keras yang terbuat dari bahan plastik polimetilmetacrilat (PMMA) dan lensa kontak lunak terbuat dari bermacam-macam plastik hidrogen.

harus dilakukan pemeriksaan berkala pada pemakai lensa kontak. Pada anak-anak tersebut.9 Intervensi Pencegahan Miopi Kebanyakan anak-anak miopia hanya dengan miopia tingkat rendah hingga menengah. tapi beberapa akan tumbuh secara progresif menjadi miopia tinggi. - Lensa plus untuk melihat dekat . Pengontrolan miopia antara lain dengan: - Zat Sikloplegik Berdasarkan laporan penelitian. Meskipun progresi melambat selama terapi. toksisitas dan resiko yang berkaitan dengan sikloplegia kronis. Ekstraksi lensa jernih  Ekstraksi lensa bening telah banyak dicobakan oleh ahli bedah di dunia pada pasien dengan miopia berat karena resiko tindakan yang minimal. keratomileusis. penambahan lensa plus ukuran tinggi (contoh: 2.Salah satu indikasi penggunaan lensa kontak adalah untuk koreksi miopia tinggi. Selain itu. pemberian harian atropin dan cyclopentolate mengurangi tingkat progresi miopia pada anak-anak. dimana lensa ini menghasilkan kualitas bayangan lebih baik dari kacamata.   Lensa intraoculer Penanaman lensa intraokuler merupakan metode pilihan untk koreksi kesalahan refraksi pada afakia. intervensi harus diperhitungkan.50 D) diperlukan untuk melihat dekat karena inaktivasi otot silier. dan tingkat progresi miopia. epikeratofakia. refraksi orangtua. Namun komplikasi dari penggunaan lensa kontak dapat mengakibatkan iritasi kornea. Faktor resiko terjadinya hal tersebut antara lain faktor etnik. pembentukan pembuluh darah kornea atau melengkungkan permukaan kornea. Meskipun demikian.  Bedah keratoretraktif Bedah keratoretraktifmencakup serangkaian metode untuk mengubah kelengkungan permukaan anterior bola mata diantaranya adalah keratotomy radial. efek jangka panjang tidak lebih dari 1-2 D. Oleh karena itu. hal ini tidak sebanding dengan ketidaknyamanan. keratofakia. 2.8 2.

berdirilah dan memandang ke luar jendela. bedah sklera. Namun. Kebanyakan pengurangan ini terjadi dalam 4-6 bulan. Mekanisme pasti pemakaian RGP untuk tujuan ini masih belum jelas. istirahatlah tiap 30 menit. teknik relaksasi mata. Bila pemakaian lensa kontak dihentikan muncul efek rebound seperti curamnya kembali korenea (resteepening of the cornea) Orthokeratology adalah fitting terprogram dengan sejumlah seri lensa kontak selama periode beberapa minggu hingga beberapa bulan. Abalasio retina . perubahan kelainan refraksi menuju keadaan awal terjadi bila pasien berhenti memakai lensa kontak. Selama 3 tahun pemberian lensa kontak. Ukuran adisi dekat yang efektif masih diperdebatkan.Efektivitas pemakaian lensa bifokus untuk mengontrol miopia pada anak-anak masih kontroversial.6 2. - Bila membaca atau melakukan kerja jarak dekat secara intensif. efektivitasnya belum teruji dalam penelitian. pertahankan jarak baca yang cukup dari buku. ruang vitreus masih lanjut memanjang. - Lensa Kontak Rigid Lensa kontak Rigid gas-permeable (RGP) dilaporkan efektif memperlambat tingkat progresi miopia pada anak-anak. Pengontrolan miopia diyakini disebabkan karena perataan kornea. Duduk 5-6 kaki dari televisi.10 Komplikasi Komplikasi miopia adalah : 1. beberapa penelitian tidak menunjukkan reduksi progresi miopia yang bermakna namun ada juga penelitian yang menemukan bahwa pemakaian lensa bifokus dapat mengontrol miopia. akupunktur. Namun. 1. - Bila membaca. hingga kontrol miopia dengan RGP tidak mengurangi resiko berkembangnya sekuele miopia segmen posterior. - Jenis-jenis intervensi lain seperti pemakaian vitamin. Selama istirahat. - Batasi waktu bila menonton televisi dan video game. obat penurun tekanan bola mata. - Pencahayaan yang cukup untuk membaca. guna meratakan kornea dan mengurangi miopia.

pada miopia sedang 4. 1.75) D resiko meningkat menjadi 1/1335. Hal ini berhubungan denga hilangnya struktur normal kolagen. Vitreal Liquefaction dan Detachment Badan vitreus yang berada di antara lensa dan retina mengandung 98% air dan 2% serat kolagen yang seiring pertumbuhan usia akan mencair secara perlahan-lahan.5)D – (-9. 3.2%.4%. Dengan kata lain penambahan factor resiko pada miopia rendah tiga kali sedangkan miopia tinggi meningkat menjadi 300 kali. dan ini disebabkan oleh pembuluh darah yang abnormal yang tumbuh di bawah sentral retina.4. Dilaporkan bahwa pada orang dengan miopia onset katarak muncul lebih cepat. namun proses ini akan meningkat pada penderita miopia tinggi. Lebih dari (-10) D resiko ini menjadi 1/148. DAFTAR PUSTAKA . 1. Pada tahap awal. Sedangkan pada (. Miop vaskular koroid/degenerasi makular miopic juga merupakan konsekuensi dari degenerasi makular normal. 1. 1. penderita akan melihat bayangan-bayangan kecil (floaters).Resiko untuk terjadinya ablasio retina pada 0D – (. Miopic makulopaty Dapat terjadi penipisan koroid dan retina serta hilangnya pembuluh darah kapiler pada mata yang berakibat atrofi sel-sel retina sehingga lapanagn pandang berkurang.11 Prognosis Diagnosis awal pada penderita miopia adalah sangat penting karena seorang anak yang sudah positif miopia tidak mungkin dapat melihat dengan baik dalam jarak jauh. Glaukoma Resiko terjadinya glaukoma pada mata normal adalah 1. Vitreus detachment pada miopia tinggi terjadi karena luasnya volume yang harus diisi akibat memanjangnya bola mata. Katarak Lensa pada miopia kehilangan transparansi. Pada keadaan lanjut.2%.6 2. dan pada miopia tinggi 4. Keadaan ini nantinya akan beresiko untuk terlepasnya retina dan menyebabkan kerusakan retina. Dapat juga terjadi perdarahan retina dan koroid yang bisa menyebabkan kurangnya lapangan pandang. Glaukoma pada miopia terjadi dikarenakan stress akomodasi dan konvergensi serta kelainan struktur jaringan ikat penyambung pada trabekula.75) D sekitar 1/6662. dapat terjadi kolaps badan viterus sehingga kehilangan kontak dengan retina.

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia tahun 2002.1. 2002. Sativa Oriza. Vaughan. Diakses dari emedicine. 2003. 2005. Balai Penerbit FKUI. Ilyas. BMJ 2002. Jakarta: Fakultas Kedokteran Indonesia 4. Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran Edisi Dua. Jakarta. 2000. HS. 8.org. Medicastore. Oktober 2008 3.1195-1199. T. Asbury. Cetakan I. 2003. American Optometric Association. Kelainan Refraksi. Ilyas Sidarta. 7. Miopia. Diakses dari medicastore. Care of the Patient with Miopia. Ilmu Penyakit Mata. Fredrick DR.aoa. Neurooftalmogy. Tekanan Intraokular Pada Penderita Myopia Ringan Dan Sedang. DG. Ilyas. Diakses dari http://www.com/cgi/content/full/324/7347/1195 September 2006 .324. HS.Dasar-dasar Pemeriksaan mata dan penyakit mata. 389406 6. Diakses dari http : //bmj. Jakarta : Sagung Seto. Bagian Ilmu Penyakit Mata Universitas Sumatra Utara. Oktober 2008 2. 5. Oftalmologi Umum edisi 14.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful