DERMATITIS KONTAK ALERGI

DEFINISI Dermatitis kontak alergi adalah suatu dermatitis atau peradangan kulit yang timbul setelah kontak dengan alergen melalui proses sensitasi. Dermatitis kontak alergi merupakan dermatitis kontak karena sensitasi alergi terhadap substansi yang beraneka ragam yang menyebabakan reaksi peradangan pada kulit bagi mereka yang mengalami hipersensivitas terhadap alergen sebagai suatu akibat dari pajanan sebelumnya

ETIOLOGI

Penyebab dermatitis kontak alergi adalah alergen, paling sering berupa bahan kimia dengan berat kurang dari 500-1000 Da, yang juga disebut bahan kimia sederhana. Dermatitis yang timbul dipengaruhi oleh potensi sensitisasi alergen, derajat pajanan, dan luasnya penetrasi di kulit. Dermatitis kontak alergik terjadi bila alergen atau senyawa sejenis menyebabkan reaksi hipersensitvitas tipe lamat pada paparan berulang. Dermatitis ini biasnaya timbul sebagai dermatitis vesikuler akut dalam beberapa jam sampai 72 jam setelah kontak. Perjalanan penyakit memuncak pada 7 sampai 10 hari, dan sembuh dalam 2 hari bila tidak terjadi paparan ulang. Reaksi yang palning umum adalah dermatitis rhus, yaitu reaksi alergi terhadap poison ivy dan poison cak. Faktor predisposisi yang menyebabakn kontak alergik adalah setiap keadaan yang menyebabakan integritas kulit terganggu, misalnya dermatitis statis

dan konsentrasi. Antigen ini ditangkap dan diproses oleh makrofag dan sel langerhans. Sel-sel ini kemudian tersebar melalui sirkulasi ke seluruh tubuh. juga sistem limfoid. Fase saat kontak pertama sampai kulit menjdi sensitif disebut fase induksi tau fase sensitisasi.PATOGENESIS Mekanisme terjadinya kelainan kulit pada dermatitis kontak alergi adalah mengikuti respons imun yang diperantarai oleh sel (cell-mediated immune respons) atau reaksi tipe IV. umumnya dlam waktu 24 jam setelah terpajan dengan alergen. Perubahan ini terjadi karena adanya kontak dengan bahan kimia sederhana yang disebut hapten yang terikat dengan protein. Sedangkan periode saat terjadinya pajanan ulang dengan alergen yang sama atau serupa sampai timbulnya gejala klinis disebut fase elisitasi umumnya berlangsung antara 24-48 jam GEJALA . selanjutnya dipresentasekan oleh sel T. Reaksi hipersensititas di kullit timbulnya lambat (delayed hipersensivitas). bisa bulanan atau tahunan. sel T menuju ke kelenjar getah bening regional untuk berdiferensisi dan berploriferasi memebneetuk sel T efektor yang tersensitisasi secara spesifik dan sel memori. sehingga menyebabkab keadaan sensivitas yang sama di seluruh kulit tubuh. jumlah alergen. sifat sensitisasi alergen (sensitizer). membentuk antigen lengkap. sebaliknya sensitizer lemah seperti bahan-bahan yang dijumpai pada kehidupan sehari-hari pada umumnya kelainan kulit pertama muncul setelah lama kontak dengan bahan tersebut. Fase ini rata-rata berlangsung selama 2-3 minggu. Sebelum seseorang pertama kali menderita dermatitis kontak alergik. Sensitizer kuat mempunyai fase yang lebih pendek. Setelah kontak dengan ntigten yang telh diproses ini. terlebih dahulu mendapatkan perubahan spesifik reaktivitas pada kulitnya. Pada umumnya reaksi sensitisasi ini dipengaruhi oleh derajat kepekaan individu.

Kelainan kulit bergantung pada keparahan dermatitis. Misalnya ada kelainan kulit berupa lesi numularis disekitar umbilikus berupa hiperpigmentasi. mungkin penyebabnya juga campuran. udem. Vesikel atau bula dapat pecah menimbulkan erosi dan eksudasi(basah). vesikel atau bula. vesikula dan terbentuknya papulovesikula. Vesikel-vesikel timbul karena terjadinya spongiosis dan jika pecah akan mengeluarkan cairan yang mengakibatkan lesi menjadi basah. kemudian diikuti edema. Kelainan ini sulit dibedaknn dengan dermatitis kontak iritan kronis. berskuama. likenifikasi dan mungkin jugga fisur. Mereka yang terkena wajahnya dapat curiga dengan cream. likenifiksi. batasnya tidak jelas. papul. Mula-mula lesi hanya terbatas pada tempat kontak dengan alergen. dengan papul dan erosi. sehingga corak dan distribusinya sering dapat meiiunjukkan kausanya. papulovesikel. gambaran ini menunjukkan aktivitas tingkat selular. Pada yang kronis terlihat kulit kering. DKA biasanya ditandai dengan adanya lesi eksematosa berupa eritema. dermatitis menyebar luas ke seluruh DIAGNOSIS Diagnosis didasarakan pada hasil diagnosis yang cermat dan pemeriksan klinis yang teliti. Pada yang akut dimulai dengan bercak eritema berbatas tegas. Pada kasus yang hebat. Gejala yang umum dirasakan penderita adalah pruritus yang umumnya konstan dan seringkali hebat (sangat gatal). maka perlu ditanyakan . bedak dan berbagai jenis kosmetik lainnya yang mereka pakai.Pertanyaan mengenai kontaktan yang dicurigai didasarkan kelainan kulit yang ditemukan. sabun.misalnya: mereka yang terkena kulit kepalanya dapat curiga dengan shampo atau cat rambut yang dipakainya.

dan gatal. berbentuk uanga logam. Diagnosis banding yang utama ialah dengan dermatitits kontak iritan. obat topikal yang pernah digunakan. kemerahan. di pergelangan tangan oleh jam tangan. Adam. Data yang berrsal dari anamnesis juga meliputi riwayat pekerjaan. atau psoriris. pola distribusi yang mengisyaratkan dermatitits kontak. kosmetika. lesi yang gatal. Misalnya. Dalam keadaan ini pemeriksn uji tempel perlu dipertimbangkan untuk menentukan apakah dermatitis tersebut karena kontak alergi (Goldstein. Eksema numularis. Diagnosis didasarkan pada riwayat paparan terhadap suatu alergen atau senyawa yang berhubungan. serupa dengan dermtitis kontak tetapi tanpa . bahan-bahan yang diketahui dapat menimbulkan alergi. serta penyakit kulit pada keluarganya (misalnya dermatitis atopik. dermtitis numularis.apakah penderita memeakai kancing celana atau kepala ikat pinggan yang terbuat dari logam(nikel). dan di kedua kaki oleh sepatu. di ketiak oleh deodoran. yaitu ditandai dengan plak diakret. dermtitis seboroik. karena dengan melihat lokalissasssi dan pola kelainan kulit seringkali dapat diketahui kemugnkinan penyebabnya. Untuk mengidentifikasi agen penyebab mungkin diperlukan kerja mirip detektif yang baik. penyakit kulit yang pernah dialami. Pemerikassaan hendaknya dilakukan pada seluruh permukaan kulit. DIAGNOSIS BANDING Kelainan kulit dermatitis kontak alergik sering tidak menunjukkan gambaran morfologik yang khas. dapat menyerupai dermatitis atopik. terskuama. obat sistemik. psoriasis). hobi. untuk melihat kemungkinan kelainan kulit lain karena sebab-sebab endogen. 1998) a. Anamnesis harus terpusat kepada sekitar ppaparan tehadap alergen yan gumum. Pemeriksaan fisis sangat penting.

Tempat melakukan uji tempel biasanya di punggung. dan ada lesi satelit. ditempelkan pada kulit yang utuh. Kandidiasis. apakah reakssi karena alergi kontak atau krena iritasi. Setelah 48 jam dibuka. Bahn uji diletakkan pada sepotong kain atau kertas. Dermatitis kontak dapat memperparah eksema tangan yang sudah ada sebelumnya c. Penting dibedakan. bila memungkinkan setelah 3 minggu. dapat pula di bagian luar lengan atas. yaitu tidak ada alergen yang dapt dikenali. kemudian ditrekat degan plester. Reaksi dibuka setelah 48 jam (pada waktu dibuka).riwayat paparan terhadap alergen dan lesinya bundar. Dermatofitosis. erosi. Hasil positif dapat berupa eritema dengan urtika sampai vesikel atau bula. Pemeriksaan eosinofil darah tepi b. Eksema pada tangan. reaksi akan menurun setelah 48 jam( reksi . tidak ada konfigurasi lainnya. Sering keadaan ini hanya dapat dibedakan dari dermatitis kontak alergi dengna uji tempel. 72 jam atau 96 jam. ditutup dengan bahan impermeabel. yaitu biasanya dengan lokalisasi yang khas. Efloresensi berupa eritema. Uji tempel (patch test) Pelaksanaan uji tempel dilakukan setelah dermatitisnya sembuh (tenang). yaitu biasanya berbatas tegas pinggir aktif dan bagian tengah agak menyembuh d. Pemeriksaan imminoglobulin E 1). Untuk bahan tertentu bahkan baru memebrri reaksi setelah satu minggu. PEMERIKSAAN PENUNJANG Adapun pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan antara lain: a. b.

Untuk deramatitis kontka alergik yang ringan. Kenakan selama 20 menit tiga kali sehari. b. 2) Antihistamin oral . pertama-tama gunakan kompres dingin dengan air keran dingin atau larutan burrow untuk lesi-lesi eksudtif dan basah. atau dermatitis akut yang telah mereda (setelah mendapat pengobatan kortikesteroid sistemik). dpat diakukan hal-hal dibawah ini : a. Identifikasi agen-agen penyebab dan jauhlan pasien dari paparan.tipe decresendo). walaupun seringkal hal ini sukar. Hindari panas disekitar lesi. Secara bertahap. 2). Bula atau vesikel. serta ekskluatif. Tindakan simtomatik untuk mengontrol rasa gatal degan penggunaaan tunggal atau dalam bentuk kombinasi: 1) Kompres. misalnya predinson 30 mg/hari. Kortikosteroid dapat diberikan dalam jangka pendek untuk mengatasi peradangan pada dermtitis kontak alergik akut yang ditandai dengan eritema. sedangkan reaksi alergik kontak makin meningkat. Uji tusuk (prick test) 3). Uji gores (scratch test) PENGOBATAN Hal yang perlu diperhatikan pada dermatitis kontak adalah upaya pencegahn terulangnya kontak kembali dengan alergen penyebab. khususnya pada kasus kronik. cukup diberikan kortikosteroid topikal. Umumnya kelainan kulit akan mereda setelah beberapa hari. dan menekan kelainan kulit yang timbul. edema. Kelainan kulitnya cukup dikompres dengan larutan garam faal.

25% dan fenol 0. b. a. atau Kortikosteroid oral : berguna untuk dermatitis kontak alergik sistemik yang mengenai wajah atau pada kasus di man rasa gatal tidak dapat dikontrol dengan tindakan-tindakan lokal. Mengenai tubuh seperti krim. lipat paha atau aksila Salap kortikosteroid topikal poten sangat mahal . c. 4) Kortikosteroid topikal. atau krim atau selap flusinonid dua samapi tiga kali sehari ke daerah-daerah yang terken selama dua minggu. atau premoksin sangat berguna untuk meringankan rasa gatal sementara. Perintahkan pasien untu ktidak menggunakan obat bebas. Obat-obatan bebas yang dapat digunakan antara lain lasio atau obat semprot sarna dan lasio Prax Cetapil dengan mentol 0. Obat-obat tersebut dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi tambahan. 6) 7) Obati setiap infeksi bakteri sekunder.05 % dua kali sehari. misalnya benadril topikal atau benzokain topikal.25% dapat dibeli dengan resep dokter. berguna bila daerah yang terkena terbatas atau bila kortikosteroid oral merupakn kontraindikasi. 3) Lasio topikal yang mengandung menol. fenol. . 5) Jangan gunakan lebih dari atau 2 hari pada wajah. 8) Pasien dengan penyakit kronik yang tidak membrikan respons terhadap terapi dan penghindaran semua penyebab yang dicurigai harus dirujuk ke ahli kulit atau ahli lergi untuk tes tempel.Hidroksizin hidroklorida 10-50 mg setiap 6 jam bilamana perlu. atau salap bermetasson dipropionat 0. Kortikosteroid topikal poten diperlukan untuk mengurangu reaksi dermatitis kontak alergi. dan tidak mensensitisasi. tidak seperti benzokain dan difenhidramin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful