Identifikasi Tugas dan Tanggung Jawab Pengelola Dalam Administrasi Pendidikan A.

Tugas dan Tanggung Jawab Sekolah Secara umum, pergeseran dimensi-dimensi pendidikan dari manajemen berbasis pusat menjadi manajemen berbasis sekolah telah diuraikan pada Butir A. Secara lebih spesifik, pertanyaannya adalah: “Urusan-urusan apa sajakah yang perlu menjadi kewenangan dan tanggungjawab sekolah”? Pada dasarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urutan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah kabupaten/Kota harus digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan demikian, desentralisasi urusan-urusan pendidikan harus dalam koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perlu dicatat bahwa desentralisasi bukan berarti semua urusan di limpahkan ke sekolah. Artinya, tidak semua urusan di desentralisasikan sepenuhnya ke sekolah, sebagian urusan masih merupakan kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah, pemerintah propinsi, pemerintah

kabupaten/kota, dan sebagian urusan lainnya diserahkan ke sekolah. Berikut adalah urusanurusan pendidikan yang sebagian menjadi kewenangan dan tanggungjawab sekolah, yaitu: 1. proses belajar mengajar, 2. perencanaan dan evaluasi program sekolah, 3. pengelolaan kurikulum, 4. pengelolaan ketenagaan, 5. pengelolaan peralatan dan perlengkapan, 6. pengelolaan keuangan, 7. pelayanan siswa, 8. hubungan sekolah-masyarakat, dan 9. pengelolaan kultur sekolah.

a. Pengelolaan Proses Belajar Mengajar. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan utama sekolah. Sekolah diberi kebebasan memilih strategi, metode, dan teknik-teknik pembelajaran dan pengajaran yang paling efektif, sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, karakteristik siswa, karakteristik guru, dan kondisi nyata sumberdaya yang tersedia di sekolah. Secara umum, strategi/metode/teknik pembelajaran dan pengajaran yang dipilih harus pro-perubahan yaitu yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan daya kreasi, inovasi dan eksperimentasi

Pembelajaran dan pengajaran kontekstual. sistem penilaian. Pengelolaan Kurikulum Saat ini telah terjadi desentralisasi sebagian pengelolaan kurikulum dari pemerintah pusat ke sekolah melalui Permendiknas 22/2006. 23/2006. artinya. Kebutuhan yang dimaksud. relevansi. Sekolah dibolehkan memperkaya mata pelajaran yang diajarkan. kebutuhan untuk meningkatkan pemerataan. mutu. adalah contohcontoh yang dimaksud dengan pembelajaran yang pro-perubahan. misalnya. sekolah harus melakukan analisis kebutuhan pemerataan. memperkuat. indikator kunci kinerja. Padahal kondisi sekolah pada umumnya sangat beragam. kemudian sekolah membuat rencana peningkatan pemerataan. Dalam kondisi seperti ini. sekolah dipersilakan memilih cara-cara yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. memperluas. Evaluasi diri harus jujur dan transparan agar benar-benar dapat mengungkap informasi yang sebenarnya. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut. sekolah dibolehkan mendiversifikasi kurikulum. sekolah harus melakukan evaluasi. pembelajaran kooperatif. . dan rencana pelaksanaan pembelajaran. mutu. dan 24/2006. Pemerintah Pusat hanya menetapkan standar dan sekolah diharapkan mengoperasionalkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. mutu. Sekolah dapat mengembangkan (memperdalam. Untuk itu.peserta didik untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan baru. memperkaya. Demikian juga. yang seharusnya. Evaluasi internal dilakukan oleh warga sekolah untuk memantau proses pelaksanaan dan untuk mengevaluasi hasil program-program yang telah dilaksanakan. khususnya evaluasi yang dilakukan secara internal. artinya. Selanjutnya sekolah berhak mengembangkan KTSP ke dalam silabus. apa yang diajarkan boleh dikembangkan agar lebih kontekstual dan selaras dengan karakteristik peserta didik. Oleh karena itu. proses pembelajaran. Pengelolaan kurikulum yang dimaksud dinamakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). relevansi dan efisiensi sekolah. b. pembelajaran kuantum. Evaluasi semacam ini sering disebut evaluasi diri. mendiversifikasi) kurikulum. c. materi pokok pembelajaran. apa yang diajarkan boleh diperluas dari yang harus. Perencanaan dan Evaluasi Sekolah diberi kewenangan untuk menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) atau school-based plan sesuai dengan kebutuhannya. dan yang dapat diajarkan. relevansi dan efisiensi sekolah. namun tidak boleh mengurangi standar isi yang telah tertuang dalam Permendiknas 22/2006. dan efisiensi sekolah.

hingga pengembangan. mulai dari pengadaan. sekolah juga diberi kebebasan untuk mengembangkan muatan local dan pengembangan diri.Selain itu. Karena itu. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling mengetahui kebutuhan fasilitas. Hubungan Sekolah-Masyarakat. . Pengelolaan Fasilitas (Peralatan dan Perlengkapan) Pengelolaan fasilitas sudah seharusnya dilakukan oleh sekolah. e. f. hadiah dan sangsi (reward and punishment). terutama pengalokasian/penggunaan uang sudah sepantasnya dilakukan oleh sekolah. Pelayanan Siswa. Pengeloaan Keuangan Pengelolaan keuangan. sehingga sumber keuangan tidak semata-mata tergantung pada pemerintah. maupun kemutakhirannya. perencanaan. tenaga administrasi. sebenarnya dari dahulu memang sudah didesentralisasikan. dan sebagainya. Sekolah juga harus diberi kebebasan untuk melakukan “kegiatan-kegiatan yang mendatangkan penghasilan” (income generating activities). Hal ini juga didasari oleh kenyataan bahwa sekolahlah yang paling memahami kebutuhannya. mulai dari analisis kebutuhan. yang sampai saat ini masih ditangani oleh birokrasi di atasnya. kesesuaian. d. terutama fasilitas yang sangat erat kaitannya secara langsung dengan proses belajar mengajar. h. baik kecukupan. sehingga desentralisasi pengalokasian/penggunaan uang sudah seharusnya dilimpahkan ke sekolah. pengembangan. yang diperlukan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitasnya. kecuali yang menyangkut pengupahan/imbal jasa dan rekrutmen guru pegawai negeri. penempatan untuk melanjutkan sekolah atau untuk memasuki dunia kerja.) dapat dilakukan oleh sekolah. hubungan kerja. pemeliharaan dan perbaikan. hingga sampai pada pengurusan alumni. rekrutmen. Pengelolaan Ketenagaan (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Pengelolaan ketenagaan. mulai dari penerimaan siswa baru. Pelayanan siswa. pengembangan/ pembinaan/pembimbingan. g. laboran. sampai evaluasi kinerja tenaga kerja sekolah (guru.

kriteria kinerja sekolah. kepemilikan. kepedulian. sekolah memiliki mitra yang mewakili masyarakat sekitarnya yang disebut komite sekolah. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib. Oleh karena itu. memberi masukan. Gambar 2 Urusan-urusan yang Menjadi Kewenangan dan Tanggungjawab Sekolah Secara visual. yang dibutuhkan adalah peningkatan intensitas dan ekstensitas hubungan sekolah-masyarakat. dan rekomendasi kepada sekolah mengenai kebijakan dan program pendidikan. Pengelolaan Kultur Sekolah Kultur sekolah (pisik dan nir-pisik) yang kondusif-akademik merupakan prasyarat bagi terselenggaranya proses belajar mengajar yang aktif. kesehatan sekolah. dan hal-hal lain yang terkait dengan pendidikan. optimisme dan harapan/ekspektasi yang tinggi dari warga sekolah. hubungan sekolah-masyarakat dari dahulu sudah didesentralisasikan. kriteria fasilitas pendidikan. kriteria pendidik dan tenaga kependidikan. Kultur sekolah sudah merupakan kewenangan dan tanggungjawab sekolah sehingga yang diperlukan adalah upaya-upaya yang lebih intensif dan ekstentif. Dalam arti yang sebenarnya. sekali lagi. dan kegiatan-kegiatan yang terpusat pada siswa (student-centered activities) adalah contoh-contoh kultur sekolah yang dapat menumbuhkan semangat belajar siswa. inovatif. . dan menyenangkan. i. Dalam MBS. pertimbangan. kreatif. RAPBS. efektif. dan dukungan dari masyarakat terutama dukungan moral dan finansial. urusan-urusan yang didesentralisasikan dapat dilihat pada Gambar 2 diatas.Esensi hubungan sekolah-masyarakat adalah untuk meningkatkan keterlibatan. Tugas dan fungsi komite sekolah dalam pelaksanaan MBS adalah: 1.

5. Mengatur administrasi kantor c. Mengatur administrasi keuangan g. seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan perincian sebagai berikut: a. dan berbagai kebutuhan pendidikan yang diajukan oleh masyarakat. melakukan kerjasama dengan masyarakat. berdasarkan kalender pendidikan 2. Penyusunan kelompok siswa berdasarkan norma kepengurusan 7. tuntutan. ide. Mengatur administrasi pegawai e. Penetapan dalam peningkatan proses belajar mengajar b.2. dan mengevaluasi. mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu tinggi. Mengatur hubungan dengan masyarakat . melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kebijakan/program/ penyelenggaraan dan keluaran pendidikan. Mengatur administrasi perlengkapan f. Mengatur administrasi perpustakaan h. Program tahunan dan semesteran. B. Laporan kemajuan hasil belajar siswa 10. Mengatur proses belajar mengajar: 1. Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah Kepala sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam merencanakan. Penetapan kenaikan kelas 9. mengawasi. Mengatur pembinaan kesiswaan i. mengorganisasikan. Pelaksanaan ulangan/tes hasil evaluasi belajar untuk kenaikan dan EBTA 6. menggalang dana masyarakat dalam rangka pembiayaan penyelenggaraan pendidikan. 3. Penyusunan nama penilaian 8. Program satuan pelajaran (teori dan praktek) berdasarkan buku kurikulum 4. dan menampung dan menganalisis aspirasi. Jadwal pelajaran persemesteran termasuk penetapan jenis mata pelajaran/keterampilan dan pembagian tugas baru. mendorong orangtua siswa dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pendidikan. Pelaksanaan jadwal satuan pelajaran (teori dan praktek) menurut alokasi waktu yang telah ditentukan berdasarkan kalender pendidikan. Mengatur administrasi siswa d.

Memeriksa daftar hadir guru dan tenaga kependidikan 2. Memeriksa agenda dan menyelesaikan surat-surat 4. Kumpulan program satuan pelajaran 5. Mengatur penyediaan keperluan perlengkapan kantor sekolah c. mingguan. antara lain: 1. dan menyelenggarakan pekerjaan kantor 5. Memeriksa segala sesuatu menjelang sekolah usai b. Jadwal Kerja Kepala Sekolah Jadwal kerja kepala sekolah yang meliputi kegiatan-kegiatan rutin harian. dan tahunan. Diagram daya serap siswa . semesteran. menerima tamu. laporan bulanan. Buku kelas 2. Daftar hadir guru dan pegawai tata usaha 3. 5. Kumpulan bahan evaluasi berikut analisisnya 4. Mengadakan rapat mingguan (hari Sabtu) guna membahas jalannya pelajaran dan kasus yang belum terselesaikan untuk menjadi bahan rencana kegiatan mingguan berikutnya. Kegiatan Bulanan 1.C. Upacara bendera pada hari Senin dan pada hari-hari istimewa lainnya 2. keindahan. ketertiban. dan kekeluargaan) 3. Memeriksa program satuan pelajaran guru dan persiapan lainnya yang menunjang proses belajar mengajar. Menyelesaikan surat-surat. Mengatasi kasus yang terjadi pada hari itu 7. Gaji pegawai/ guru. Pada awal bulan dilakukan kegiatan antara lain: a Melaksanakan penyelesaian setoran SPP. a. Kegiatan Mingguan 1. rencana keperluan kantor/sekolah dan rencana bulanan b Melaksanakan pemeriksaan umum. 4. Kegiatan Harian 1. Senam pagi pada hari Jumat 3. Mengatur dan memeriksa kegiatan 5 K di sekolah (Keamanan. kebersihan. bulanan. Mengatasi hambatan-hambatan terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar 6.

kasus yang perlu diketahui dalam rangkaian pembinaan kegiatan siswa. Menyelenggarakan pengisian daftar induk siswa/buku induk siswa 3. OSIS. Kumpulan nilai (lagger) b.6. Menyelenggarakan penutupan buku inventaris dan keuangan 2. Menyelenggarakan evaluasi semesteran termasuk kegiatan: a. pemanggilan orang tua siswa bila diperlukan untuk konsultasi 5. Pada akhir bulan dilakukan kegiatan antara lain: a Penutupan buku b Pertanggungjawaban keuangan c Evaluasi terhadap persediaan dan penggunaan alat dan bahan praktek d Kegiatan Semesteran antara lain: 1. antara lain: 1. Pembagian rapor f. UKS. alat praktek. Catatan tentang siswa perhatian khusus d. pagar sekolah dan lain-lain bila diperlukan) 2. Pemberian. Kegiatan Akhir Tahun Pelajaran. gedung. Buku bulanan pelaksanaan BK c Memberikan petunjuk catatan kepada guru-guru tentang siswa yang perlu diperhatikan. Ketetapan nilai rapor c. Menyelenggarakan persiapan evaluasi semesteran 4. Pengisian nilai semesteran e. Program perbaikan dan pengadaan 8. Menyelenggarakan perbaikan alat-alat sekolah (alat kantor. Menyelenggarakan persiapan kenaikan kelas/tingkat yang meliputi: a Pengisian daftar nilai (lagger) b Penyiapan bahan-bahan untuk rapat guru . dan yang perlu mendapat ekstrakurikuler lainnya d. 2. Diagram pencapaian kurikulum 7. Menyelenggarakan evaluasi BP.

Menyelenggarakan pembuatan laporan akhir tahun ajaran 8. Pembagian tugas mengajar 3. Menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran yang bersangkutan 5. Kecerdasan yang perlu dikembangkan oleh seorang guru adalah sebagai berikut: a. Tugas dan Tanggung Jawab Guru Secara garis besar. Kecerdasan Emosional . Menyelenggarakan penyusunan rencana perbaikan dan pemeliharaan sekolah dan alat batu pendidikan 7. Menyelenggarakan penyusunan rencana keuangan tahun yang akan dating 6. Menyelenggarakan EBTA 4. penyerahan STTB dan pelepasan lulusan 3. Melaksanakan kegiatan penerimaan siswa baru yang meliputi kegiatan: a Penyiapan formulir dan pengumuman penerimaan siswa baru b Pembentukan panitia penerimaan dan pendaftaran c Penyusunan syarat-syarat penerimaan dan pendaftaran e. pembagian rapor. dan jadwal pelajaran 4.c Pengisian rapor dan EBTA d Upacara akhir tahun ajaran. Program satuan pelajaran. Perlengkapan alat-alat dan bahan pelajaran 5. tugas dan tanggung jawab seorang guru adalah mengembangkan kecerdasan yang ada dalam diri setiap anak didiknya. kenaikan kelas. yang akan datang meliputi: 1. Kegiatan Awal Tahun Pelajaran. b. Rapat guru D. Kebutuhan guru 2. Kecerdasan Intelektual Kecerdasan intelektual atau biasa disebut Intelligence Quotient (IQ) adalah kemampuan potensial seseorang untuk mempelajari segala sesuatu dengan alat-alat berpikir.

Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa. Tugas dan Tanggung Jawab Tata Usaha Sekolah KEPALA TATA USAHA Kepala Tata Usaha sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah dalam kegiatan – kegiatan sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Penyusunan program kerja tata usaha sekolah. E. dan mengatur sebuah hubungan sosial. Kecerdasan Spiritual Kecerdasan spiritual atau yang biasa juga disebut sebagai Spiritual Quotient (SQ) adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri. Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha sekolah 3. Membina dan mengembangkan karier tenaga tata usaha sekolah 5. Mengkoordinasikan dan melaksanakan 7K. secara TUGAS TATA USAHA A. yakni kesadaran diri. Mengatur pengurusan kepegawaian 4. Mengkoordinir pengelolaan keuangan sekolah 2. Pengelolaan keuangan sekolah. c. Kecerdasan ini setidaknya terdiri dari lima komponen pokok. Pembinaan dan pengembangan karir pegawai serta tata usaha sekolah. motivasi.Kecerdasan emosional biasa disebut Emotional Quotient (EQ). TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB TATA USAHA 1. Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha 6. empati. Menyiapkan dan manyajikan data statistik sekolah 7. Penyusunan dan penyajian data / statistik sekolah. sehingga seseorang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada di balik sebuah kenyataan atau kejadian tertentu. Mengatur pelaksanaan kesekretariatan dan kerumahtanggaan . Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan berkala. Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah. manajemen emosi.

Melaksanakan adminstrasi persuratan dan pengarsipan 6. Melaksanakan administrasi layanan khusus . Melaksanakan administrasi hubungan dengan masyarakat 5. Membantu pelaksanaan program K7 12. Mengatur administrasi kesiswaan dan beasiswa 11. Membantu kepala sekolah untuk mengembangkan sistem informasi sekolah 10. Mengatur administrasi hasil proses kegiatan belajar mengajar 9. Melaksanakan administrasi kepegawaian 2. Melaksanakan administrasi kesiswaan 7. Melaksanakan administrasi keuangan 3. TUGAS POKOK TATA USAHA SEKOLAH Tugas pokok tata usaha adalah: 1. Melaksanakan administrasi sarana prasarana 4. Melaksanakan administrasi kurikulum 8.8. Membantu kepala sekolah dalam penyusunan RAPBS dan RIPS B.

Administrasi pendidikan di Indonesia adalah merupakan bagian atau cabang dari ilmu administrasi umum. ADMINISTRASI SEKOLAH DAN SUPERVISI PENDIDIKAN A. Dasar dan tujuan pendidikan di Indonesia sama dengan dasar dan tujuan negara. Masalah pendidikan di Indonesia adalah juga masalah negara. yakni berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Sesungguhnya administrasi pendidikan itu lebih luas dibanding dengan administrasi tata usaha atau administrasi pengajaran maupun dengan administrasi sekolah. Kurikulum 1975 dalam pemakaian istilah tersebut). dan untuk menunjukkan bukti-bukti bahwa administrasi pendidikan itu lebih luas dari yang lainnya. Dengan kata lain.ADMINISTRASI PENDIDIKAN. ternyata masih terdapat sebagian orang yang memandang administrasi pendidikan itu sama dengan administrasi sekolah. Untuk menghindari terjadinya interpolasi penerapan pengertian. b. (Periksa Pedoman Administrasi dan Supervisi Pendidikan Buku III-b. bagaimana bentuk dan sistem negara kita maka begitu pula pendidikannya. Karena itu. Administrasi Pendidikan Pengertian administrasi pendidikan sampai pada abad ini masih belum terdapat suatu komitmen yang uniform dari para ahli tentang definisi administrasi pendidikan. dan administrasi sekolah. Masingmasing ahli memberikan definisi yang berbeda-beda dengan dukungan argumentasi yang cukup kuat dan rasional. maka ada beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan dalam penulisan ini. administrasi pendidikan di Indonesia dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh negara (pemerintah). khususnya administrasi negara dimana dalam praktek penyelenggaraan administrasi pendidikan pada umumnya tetap berhubungan dengan pola penyelenggaraan sistem administrasi negara. dimana dalam kegiatan pembinaan. yaitu: a. Kecenderungan inilah yang mengilhami keyakinan mereka sehingga dalam mendefinisikan administrasi pendidikan cenderung pula mempersempit pengertiannya. Dalam realitasnya. pengembangan dan pengendalian usaha- . administrasi pendidikan pada hakekatnya merupakan applaid ilmu administrasi dalam ilmu pendidikan. Karena itu. yaitu dalam konteks yang sama dengan tata usaha sekolah. administrasi pengajaran. Administrasi pendidikan pada dasarnya menunjukkan ruang lingkup atau ruang gerak administrasi ke dalam bidang pendidikan.

(Hadari Nawawi. Hadari Nawawi pada kesimpulannya berpendapat bahwa: Administrasi pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu. 1981:11). sedangkan administrasi pendidikan berkonfusi dan tersirat dalam konteks yang lebih luas meliputi pula administrasi pendidikan di luar sistem persekolahan. Penyelenggaraan administrasi dalam arti luas tidak hanya dilaksanakan dalam sistem persekolahan akan tetapi meliputi pula kegiatan di luar sistem persekolahan. Wilayah cakupan administrasi pendidikan sama luasnya dengan wilayah cakupan pendidikan nasional yang dalam praktek penyelenggaraannya meliputi pendidikan formal. 2. d. . A. pendidikan non formal. dan pendidikan informal. termasuk administrasi pendidikan yang berlangsung di dalam lingkungan keluarga.usaha pendidikan yang diselenggarakan dalam bentuk kerjasama sejumlah orang adalah merupakan obyek atau sasaran kegiatan administrasi pendidikan. Administrasi sekolah hanya merujuk kepada kegiatan-kegiatan administrasi yang diselenggarakan di sekolah. Administrasi pendidikan memang lebih luas dari administrasi sekolah. Demikian pula fungsi administrator pendidikan. Ini berarti kontent administrasi pendidikan di dalamnya memuat sebagian masalah-masalah administrasi yang diselenggarakan di sekolah. Sahertian. Demikian pula tujuan administrasi pendidikan berkaitan erat dengan tujuan pendidikan nasional. Menurut teori para ahli: 1. sebab administrasi pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan umum pendidikan nasional. 1982:4). c.Harris. terutama berupa lembaga pendidikan formal. dalam ”Encyclopedia of Educational Research”. (Piet. Maksud definisi tersebut di atas kurang lebih sebagai berikut: Administrasi pendidikan adalah suatu proses pengintegrasian segala usaha pendayagunaan sumber-sumber personal dan material sebagai usaha untuk meningkatkan secara efektif pengembangan kualitas manusia. Chester W. dkk. memberikan pengertian administrasi pendidikan sebagai berikut: Educational administration is the process of integrating the effort of personal and utilizing appropriate materials in such a way as to promote effectively the development of human qualities.

pengorganisasian. mulai dari kegiatan pimpinan sampai dengan kegiatan pelaksana. dijelaskan bahwa: Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan. pelaporan dan pembiayaan. (M. yang diselenggarakan oleh orang-orang yang memang memiliki kesadaran dan kemampuan serta rasa tanggung jawab atas terselenggeranya pendidikan di lingkungan tertentu. baik formal. 1975:12). pelaporan hingga perencanaan ulang. pengkoordinasian. pengawasan dan penilaian. maka pada administrasi sekolah hanya dikonsentrasikan pemikiran khusus pada administrasi lembaga pendidikan formal termasuk tata usaha sekolah. Keseluruhan proses kegiatan dimaksud adalah semua proses kegiatan tersebut di atas dan bukan menunjukkan pada jumlah proses kegiatan tersebut.3. pada administrasi pendidikan cakupannya meliputi kantor-kantor pendidikan dan kebudayaan dari pusat sampai daerah. Akhir dari seluruh rumusan pengertian di atas disimpulkan bahwa: Administrasi pendidikan adalah suatu proses keseluruhan usaha kerjasama sekelompok orang dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan atau mendayagunakan segala sumber potensi yang tersedia. Usaha kerjasama sekelompok orang dalam bidang pendidikan adalah usaha sadar tujuan. B. Administrasi sebagai suatu proses keseluruhan menunjukkan rangkaian seluruh kegiatan. Administrasi Sekolah Administrasi sekolah dalam uraian ini difokuskan pada applaid ilmu administrasi pendidikan di lingkungan lembaga pendidikan (persekolahan). M. maupun nonformal. dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia baik personil. material maupun spiritual secara berencana dan sistematis untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efktif dan efisien. material. Selain itu. dari pemikiran penentuan tujuan pelaksanaan sampai tercapainya tujuan melalui serangkaian kegiatan pokok yang meliputi perencanaan. pengarahan. dalam bukunya “Administrasi Pendidikan”. . Pembatasan ini memberi bingkai pembahasan yang dikonsentrasikan pada wadah (institusi) tertentu yaitu khusus pada lembaga pendidikan formal (sekolah). dengan maksud untuk mengurangi atau meniadakan uraian lebih jauh dan meluas pada hal-hal lain di luar dari sistem persekolahan. maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.Ngalim Purwanto.Ngalim Purwanto. pembiayaan. komunikasi. baik personil.

mengemukakan bahwa “administrasi sekolah sebagai keseluruhan rangkaian kegiatan memimpin dengan mana tujuan-tujuan sekolah dan cara-cara untuk mencapainya mengorganisasi dikembangkan personil. Oteng Sutisna. dalam bukunya “administration of Public Education”. dan mempersatukan semua daya yang ada pada suatu lembaga pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu. 1982:5). merencanakan kegiatan-kegiatan. menyalurkan tanggung jawab.Sahertian. dalam bukunya “Guru dan Administrasi Sekolah”. membangun semangat guru-guru. Berdasarkan uraian-uraian di atas. prosedur. Stephen J. pengurusan dan pengaturan usaha-usaha untuk mencapai dan melaksanakan tujuan sekolah. maka administrasi sekolah sebagai applaid administrasi pendidikan ke dalam lembaga pendidikan formal (sekolah) dapat diartikan sebagai berikut: . dkk. serta pelaksanaannya oleh guru-guru di sekolah. mengemukakan pengertian administrasi sekolah sebagai berikut: School administration is a process concerned with creating. and unifying the energies within an education toward realization of the pre determined objective. Jan Turang.Knezevich. dan dijalankan. stimulating. mengkoordinasikan pelayanan-pelayanan pengajaran. (Jan Turang. 1973:14). 1979:3). (Piet A. Ini meliputi kegiatan membentuk berbagai hubungan-hubungan organisasi. guru-guru dan karyawan sekolah lainnya) dalam suatu kerjasama yang harmonis unhtuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah secara efektif dan efisien. Maksudnya Adminidtrasi sekolah adalah suatu proses yang terdiri dari usaha mengkreasi.1. memelihara. dan Stafnya. dalam bukunya “Administrasi Sekolah” mengemukakan pengertian administrasi sekolah sebagai “keseluruhan proses pengendalian. 2. kiranya cukup sebagai sampel yang dapat memberikan masukan bagi kita untuk menetapkan suatu kesimpulan sebagai berikut: yang dimaksud dengan administrasi sekolah adalah keseluruhan proses kegiatan segala sesuatu urusan sekolah yang dilaksanakan oleh personil sekolah (Kepala Sekolah. Dengan menganalisis maksud dan tujuan serta hakekat dari pengertian administrasi sekolah tersebut di atas. 3. maintaining. (Oteng Sutisna. mendorong inisiatif orang-orang dan kerjasama dalam kelompok ke arah tercapainya tujuan-tujuan dan nilai hasil-hasil dari rencana. menstimulir.

Untuk melaksanakan tugas-tugas operasional tersebut secara efektif diperlukan sejumlah tenaga profesional dalam bidang kependidikan termasuk juga kemampuan profesional di bidang penguasaan materi bidang studi/mata pelajaran di luar bidang kependidikan. Administrasi sekolah merupakan suatu proses yang berlangsung dalam suatu wadah (organisasi) yang disebut organisasi sekolah dan juga dalam suatu sistem dan mekanisme yang bersifat normal. baik personil (Kepala sekolah dan stafnya serta guru-guru dan karyawan sekolah lainnya) maupun material (kurikulum. Aturan-aturan formal inilah yang membatasi kegiatan-kegiatan pengelolaan pendidikan yang berhubungan dengan jenis dan tingkat sekolah tertentu.1. Kegiatan operasional kependidikan adalah kegiatan teknis edukatif. 2. seperti kegiatan belajar mengajar. yaitu kegiatan administrasi sebagai usaha pengendalian kegiatan pencapaian tujuan pendidikan di satu pihak. dan kegiatan operasional kependidikan untuk mencapai tujuan tersebut di pihak yang lain. melaksanakan dan mengendalikan semua urusan sekolah untk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah. 4. administrasi perguruan tinggi. sehingga kita kenal adanya administrasi SD. tujuan institusional (tujuan lembaga). Administrasi sekolah adalah suatu proses keseluruhan kegiatan yang berupaya merencanakan. alat/media) dan fasilitas (sarana dan prasarana) serta dana yang ada di sekolah secara efektif. mengatur (mengurus). dan sebagainya. karena seluruh penyelenggaraan administrasi sekolah diatur dan diurus berdasarkan aturan-aturan tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan kegiatan administratif kependidikan adalah menyangkut kemampuan mengendalikan kegiatan operasional tersebut agar secara serempak seluruhnya bergerak dan terarah pada pencapaian tujuan yang . tujuan instruksional umum (TUP) dan tujuan instruksional khusus (TKP). Administrasi sekolah merupakan suatu proses pemanfaatan segala sumber (potensi) yang ada di sekolah. dan lain-lain. proses teknis. Administrasi sekolah merupakan suatu proses kerjasama yang meliputi proses social. administrasi sekolah menengah (SMTP dan SMTA). proses fungsional dan proses operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kesimpulan dari seluruh pengertian administrasi sekolah di atas. 5. Administrasi sekolah sebagai suatu alat untuk melaksanakan dan mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah yang meliputi: tujuan umum pendidikan. pada hakekatnya dapat diklasifikasikan atas dua kegiatan utama. 3. bimbingan dan konseling. supervisi pendidikan. tujuan kurikuler (tujuan bidang studi atau mata pelajaran).

“Administrasi”. dalam bahwa bukunya pendidikan. penglihatan. dan para pengurus tingkat kabupaten atau kota madya. berarti atas atau lebih. atau jabatan. yang masing. “supervisi”. b. dan sebagainya. Supervisi Pendidikan Supervisi diadopsi dari bahasa Inggris. menurut struktur organisasi P&K. pendidikan. yang berlaku sekarang ini. supervisi pendidikan. adalah pembinaan yang diberikan kepada kemampuan seluruh untuk staf sekolah. Yang termasuk kategori supervisor dalam pendidikan. dan melihat atau meninjau. a. dalam melakukan pekerjaan secara efektif. Oleh karena itu. Seorang supervisor (pengawas). Dilihat dari sudut etimologi. Orang yang melaksanakan pekerjaan supervisi. mengembangkan situasi mengajar c. banyak sekali tawaran dari para ahli pakar. yang bisa diambil sebagai bahan referensi. agar para siswa dapat belajar secara efektif dengan prestasi belajar yang semakin meningkat. adalah suatu proses pembimbingan dari pihak atasan kepada para guru atau personalia sekolah lainnya. penilik sekolah. adalah kepala sekolah. pandangan. Menurut Suharsini Arikunto. C. pengertian supervisi pendidikan. disebut supervisor (pengawas). yang langsung menangani belajar para siswa. . serta staf kantor bidang yang ada di setiap provinsi. agar mereka dapat meningkatkan dengan baik. dan “vision”. adalah suatu supervisi aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya. pengalaman. supervisi (supervision) berarti melihat atau meinjau dari atas yang dilakukan oleh pihak atasan (orang yang memiliki kelebihan) terhadap perwujudan kegiatan dan hasil kerja bawahan.masing kata itu. berasal dari kata. untuk memperbaiki situasi belajar mengajar. Sedangkan menurut Made Pidarta. atau pangkat. Tujuan mana pada dasarnya untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi kerja yang tinggi dalam menyelenggarakan tugas-tugas operasional yang bersifat teknis edukatif di lingkungan lembaga pendidikan formal tertentu. memiliki kelebihan dalam banyak hal. posisi. “super”. misalnya: Menurut M. secara etimologi. seperti. yang berarti pengawasan atau kepengawasan. kedudukan. Ngalim memberikan Purwanto pengertian. Ini bisa dibuktikan dengan pendapat beberapa para ahli pakar.ditetapkan. “supervision”. Berbicara mengenai pengertian supervisi pendidikan.

dan metode mengajar. maka dapat disimpulkan. bahwa supervisi pendidikan adalah usaha untuk membantu.d. pengajaran. khususnya yang terkait dengan kegiatan-kegiatan edukatif dan administratif yang dilaksanakan dengan secara sistematis. dalam memperbaiki kinerja. demokratis. menyeleksi pertumbuhan jabatan. dan kooperatif. Dictionary Of Education . dalam segala hal. agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar dengan lebih baik. Begitu juga dengan supervisi pendidikan Islam dapat dikatakan sebagai suatu usaha untuk membantu para guru dan staf sekolah lainnya. sebagaimana yang dikutip oleh Burhanuddin. Carter V. dan perkembangan guru. Dari beberapa pendapat para ahli pakar di atas.guru. serta evaluasi pengajaran. dalam bukunya. membimbing. bahanbahan pengajaran. Good. membina. dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan. bahwa supervisi pendidikan adalah usaha dari seorang kepala atau atasan untuk memimpin guru-guru dan petugas lainnya. termasuk menstimulir. dan mengarahkan seluruh staf sekolah. memberikan pengertian. . agar dapat mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif dan kondusif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful