LAPORAN PRAKTIKUM FARMASEUTIKA I “ DEXCHLORPHENIRAMINE MALEAT ” 28 OKTOBER 2011

Disusun Oleh : Kelompok I A Pagi: Ketua : Ratiah Tampubolon Triana Widyasari Putri Eka Intan Arif Firdaus Zaldy Rusli (0661090 ) (066109064) (066109027) (066109037) (0661090 ) (0661080 ) (066110701)

Anggota :

Dibimbing Oleh : Siti Sa’diah.M.Si., Apt. Drs.Muztabadihardja, Apt.

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR 2011

3. Zat Tambahan  Amylum Maydis 1.13 :4-5 : Anti histamin : Bekerja pada : Larutan. 13.Bau . 9.Warna .A. 4.87 g/mol : 9. Zat Aktif   Senyawa Karakteristik organoleptik 1. : Dexchlorpeniramin maleat Warna Rasa Bau Bentuk : Putih : Asam : Tidak Berbau : Serbuk : Mudah larut : Larut : ± 1420 : 390. Pemerian : : putih : tidak berbau : serbuk Kelarutan : . sirup.Bentuk 2. Air Alkohol : Larut Kloroform Lain-lain : Sedikit larut dalam Eter dan Benzen Titik lebur dan DSC Bobot jenis Pka dan koefisien partisi Stabilitas larutan pH Khasiat aktif Mekanisme kerja zat aktif Bentuk sediaan yang disarankan Inkompatibiltas senyawa lain Bahan pembantu yang disarankan reseptor H-1 12.Kelarutan • • • • 6. 7. tablet : : 5. 14. 11. 2. 2. 10. PREFORMULASI 1. . 8.

Bentuk 2. 3.Bentuk 2.Bentuk 2.Bau .Tidak larut dalam air dingin dan etanol 3.Bau .Warna .Bau .tidak larut dalam kloroform dan dalam eter . 3.. Pemerian : : putih : sedikit manis : tidak berbau : serbuk atau massa hablur Kelarutan : . . . . Sumber : Farmakope Indonesia IV halaman 107  Amylum Solani 1.Sangat sukar larut dalam etanol .Mudah larut dalam air dan lebih mudah larut dalam air mendidih . etanol dan dalam eter 1.  Laktosa Pemerian : : putih : lemah khas : serbuk Kelarutan : Sumber : Farmakope Indonesia IV halaman 108 .Warna .Tidak larut dalam air. Pemerian : : putih : tidak berbau : serbuk Kelarutan : Tidak larut dalam air dingin dan etanol Sumber : Farmakope Indonesia IV halaman 108  Magnesium Stearat 1.Rasa .Warna .

3. akan mengurangi viskositas dalam larutan . Kelarutan : . 3. dalam eter dan dalam pelarut organik lain.Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam dari beberapa logam .Sterilisasi cara kering pada suhu 1600 C selama 1 jam.3 5.Perlu penambahan antimikroba dalam larutan 7.Pengendapan terjadi pada pH 2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.Warna : putih sampai krem . pengendapan terjadi pada pH 2. Titik leleh : 227-2520 C 4.Bentuk : serbuk atau granul 2. 8.Rasa . Pemerian : .Tidak larut dalam etanol. .Membentuk kompleks dengan gliserin dan pektin.Bau : hampir tidak berasa : hampir tidak berbau . Sumber : Farmakope Indonesia IV halaman 488 Natrium sitrat 1.Stabil pada pH 2-10. pKa : 4.52 gram/cm3 6.Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloid . bobot jenis : 0. viskositas berkurang pada pH lebih dari pH 10 .97 – 99 Sorbitol . Stabilitas : . Inkompatibilitas : .Higroskopik dan dapat menyerap air pada kelembapan tinggi . Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Exipent hal.

pKa : 4. bobot jenis : 0.Inkompatibel dengan larutan asam kuat dan dengan larutan garam dari beberapa logam .52 gram/cm3 6.Perlu penambahan antimikroba dalam larutan 7.Bentuk : serbuk atau granul 2. Titik leleh : 227-2520 C 4. TUJUAN Mengetahui cara pembuatan sediaan sirup larutan sejati serta komponen yang menunjang stabilitas sediaan tersebut . Pemerian : . Kelarutan : .Rasa .Stabil pada pH 2-10. . Stabilitas : . 8.Bau : hampir tidak berasa : hampir tidak berbau . akan mengurangi viskositas dalam larutan .3 5.97 – 99 1. viskositas berkurang pada pH lebih dari pH 10 .1. dalam eter dan dalam pelarut organik lain.Sterilisasi cara kering pada suhu 1600 C selama 1 jam.Membentuk kompleks dengan gliserin dan pektin. Inkompatibilitas : .Mudah terdispersi dalam air membentuk larutan koloid .Higroskopik dan dapat menyerap air pada kelembapan tinggi .Pengendapan terjadi pada pH 2 dan pada saat pencampuran dengan etanol 95%.Tidak larut dalam etanol. 3.Warna : putih sampai krem . pengendapan terjadi pada pH 2. Sumber : Handbook Of Pharmaceutical Exipent hal.

FORMULA R/ Vitamin C Vitamin B6 Asam benzoat Syrup simplex BHT Propilenglikol Air ad m.01 X 60 ml = 0.01% 0.06 gr X 60 ml = 12 gr X 60 ml = 0.2% 20% 0.2 100 = 20 100 = 0.1% 60 ml Pro : dinda ( 22 tahun ) Propilenglikol = 0.f larutan S.t dd C I Perhitungan Vitamin C Vitamin B6 Asam benzoat Syrup simplex BHT = 60 mg = 6 mg = 0.12 gr 60 mg 6 mg 0.2.1 100 Air ad 60 ml Perhitungan dosis :  Vitamin C Dosis lazim 1x= Dalam r/ 1x = 15 ml x60 mg = 15 mg 60 ml 1h= 75 mg-1000 mg .

METODELOGI IV.Batang pengaduk .1h = 15 mg x 3 = 45 mg % = 45 mg 75 mg % = 45 mg 1000 mg Vitamin B6 Dosis lazim 1x= 1-2 mg Dalam r/ 1x = 15 ml x6 mg = 1.5 mg x 3 = 4.1-0.2 % 15-30% 0.01-0.5 mg 60 ml 1h = 1.1 Alat dan Bahan  Alat .5 mg % = 1 mg 5 mg % = 2 mg 10 mg x 100% = 20 % x 100% = 20 % 1h= x 100% = 4.1% • • 3.5 % x 100% = 60 %  Persyaratan kadar • • • • Vitamin C Vitamin B6 Asam benzoat Syrup simplex BHT Propilenglikol 20-30 mg/hari 2 mg/hari 0.

Botol bening .Beacker glass . tambahkan sisa propilen glikol gerus ad larut. Ditutup wadah dengan alumunium foil .Gelas ukur .Mortar+alu  Bahan -Vitamin C -Vitamin B6 -Syrupus Simplex -Aquades -Asam Benzoat -Propilen Glikol -BHT -Perasa Daun Pandan -Pewarna IV. Dimasukkan Syrupus Simplex dalam botol 2. Dimasukkan vitamin C dan vitamin B6 dalam lumpang gerus ad homogen. Dimasukkan asam benzoat dalam lumpang lalu di tambahkan sebagian propilen glikol gerus ad larut.Spirtus .Alumunium Foil . lalu masukan ke dalam botol 3.Kaki tiga . lalu masukan ke dalam botol 5. Dicukupkan berat ad tanda batas dengan aquadest 7.lalu masukan ke dalam botol 4.2 Cara Kerja Perlakuan 1 1. tambahkan air gerus ad larut. Dimasukkan BHT dalam lumpang. Dimasukkan perasa pandan 3 tetes lalu tambahkan pewarna 5 ml dalam 25 ml air 6..

Ditutup wadah dengan alumunium foil 4.lalu masukan ke dalam botol 4. lalu masukan ke dalam botol 5. Dimasukkan perasa pandan 3 tetes lalu tambahkan pewarna 5 ml dalam 25 ml air 6. tambahkan air panas gerus ad larut. lalu masukan ke dalam botol 3. Dimasukkan Syrupus Simplex dalam botol 2. tambahkan sisa propilen glikol gerus ad larut. Ditutup wadah tanpa alumunium foil Perlakuan 3 1. Dimasukkan BHT dalam lumpang. Dimasukkan perasa pandan 3 tetes lalu tambahkan pewarna 5 ml dalam 25 ml air 5. Dimasukkan Syrupus Simplex dalam botol 2. lalu masukan ke dalam botol 3.Perlakuan 2 1. Dimasukkan vitamin C dan vitamin B6 dalam lumpang gerus ad homogen. tambahkan air gerus ad larut.lalu masukkan ke dalam botol 4. Dicukupkan berat ad tanda batas dengan air panas 7.1 Data pengamatan . Dimasukkan vitamin C dan vitamin B6 dalam lumpang gerus ad homogen. Dimasukkan asam benzoat dalam lumpang lalu di tambahkan sebagian propilen glikol gerus ad larut. Dimasukkan asam benzoat dalam lumpang lalu di tambahkan sebagian propilen glikol gerus ad larut. HASIL PEMBAHASAN V. Dicukupkan berat ad tanda batas dengan aquadest 6.

91 Endapan ++ - V. tidak hanya itu kami pun melihat permintaaan konsumen yang akhir-akhir ini banyak memilih produk yang non-alkohol. Kemudian kami memilih zat pembantu yaitu aquadest Karena merupakan pelarut yang sering digunakan dan memiliki keamanan yang cukup baik. karena di dalam sediaan larutan BHT berfungsi sebagai proteksi terhadap bahan aktif yang mudah teroksidasi oleh oksiegen dan tidak hanya itu juga sebagai daya tarik konsumen yang semakin tertarik . Dan zat aktif yang digunakan adalah vitamin C & vitamin B6.06 05.Hari pertama Formula I II III Hari ketiga Formula I II III Warna + + + Rasa + ++ +++ Bau + +++ ++ Kekentalan Endapan ++ Warna + + + Rasa + ++ ++ Bau + +++ ++ Kekentalan Endapan + - Hari kelima Formula I II III Warna + + + Rasa ++ ++ +++ Bau ++ +++ ++ Kekentalan 06. diaman di dalam farmasi sediaan larutan sejati terdiri dari bahan berkhasiat atau bahan obat yang akan dibuat dalam sediaan larutan.64 06.II Pembahasan Pada percobaan kali ini yaitu pembuatan sediaan sirup larutan sejati. dan kelompok kamipun membuat preformulasi dengan dosis untuk dewasa. Setelah itu kami menggunakan antioksidan BHT.

dimana penerimaan orang sakit tidak sama dengan orang sehat. KESIMPULAN . Selanjutnya untuk pemilihan flavour yaitu rasa dan warna kelompok kami memilih warna hijau dan rasa pandan dikarenakan kami melihat keadaan kesehatan pasien. Suhu disini dapat tinggi menyebabkan meningkatkan koefisien difusi ataupun mempercepat penarikan uap oleh sediaan hidroskopis dan kehilangan komponen mudah menguap. yang memiliki kekentalan yang paling tinggi. Selanjutnya kelompok kami memilih pemanis Syrupus simplex karena memiliki dua kegunaan yaitu sebagai pengental dan juga pemanis. formula III yang memiliki aroma yang sangat bagus. Setalah itu penentuan peningkatan viskositas. rasa atau bau yang dapat diterima untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Dari hasil pengamatan selama enam hari. Oleh karena itu diperlukan pengawet yang merupakan salah satu bahan pembantu yang ditambahkan untuk mengurangi kontaminasi mikroorganisme.air panas dan tanpa alumunium oil.kemudian aroma terdapat peningkatan yang cukup dari semua formula.yang memiliki endapan mungkin ini didasarkan oleh perlakuan.warna dari semua formula sejak hari pertama tidak ada perubahan. Kelompok kamipun memlih asam benzoat Karena memiliki keamanan yang baik dan juga lebih sering digunakan dalam makanan. dimana dari suatu cairan (termasuk suspensi dan emulsi) untuk menigkatkan rasa dan mempermudah kelarutan bila cairan disaring dari wadah. Mungkin penyebab terjadinya endapan adalah pemakain air panas.dimana memakai BHT. Karena dengan adanya mikroorganisme di dalam sediaan akan mempengaruhi stabilita sediaan atau potensi berkhasiat. Karena pada umumnya sediaan sirup merupakan sediaan dengan dosis berulang (multi dose) dengan kadar kontaminasi sangat besar. Kemudian kekentalan dimana formula I. 5. Sementara endapan formula II yang memiliki endapan paling tinggi. Dan dari semua perlakuan hanya formula nomor II.dengan kandungan antioksidan. Kemudian pengawet.

oleh karena itu disarankan untuk penyimpanan di sarankan pada wadah tertutup rapat dan tidak tembus cahaya.Dari hasil percobaan pembuatan sirup larutan sejati dengan perlakuan yang berbeda-beda dan berdasarkan pengamatan selama 5 hari maka formula yang baik terdapat pada formula III 6.The extra pharmacopeia XXIX. Dan juga vitamin C juga sensitif pada cahaya. maka untuk zat pelarut yang digunakan lebik baik memiliki suhu stabil atau pada suhu kamar. Seperti layaknya vitamin C sangat sensitif terhadap pemanasan yang tergolong tinggi sedikit diatas suhu kamar.IV Merck index Pharmaceutical codex Handbooks      . DAFTAR PUSAKA Martindale. 7. SARAN Di dalam menghadapi persoalan mempertahankan kestabilan zat aktif dapat dilihat dari sifat sensifitas zat aktif tersebut.XXX Farmakope indonesia III.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful