[Master Plan Transportasi Laut] | 1

Kata Pengantar
Laporan ini merupakan Laporan Draft Akhir (Draft Final Report) yang berisi mengenai profil daerah, visi dan misi pembangunan Kota Blangpidie, serta rencana program pembangunan dalam rangka Pekerjaan Penyusunan Rencana Program Jangka Mene ngah (RPJM) Bidang Cipta Karya Kota Blang Pidie.

Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, yang menjadi acuan bagi pemberi pekerjaan dan konsultan selaku pemberi jasa, laporan ini akan dijadikan sebagai bahan untuk penyusunan RPJM-CK (Ke-Cipta Karya-an) Kota Blangpidie. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya terutama Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas yang telah turut membantu kami dalam memperoleh data dan informasi di lapangan. Akhir kata kepada pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian Laporan Draft Akhir ini kami ucapkan terima kasih.

Banda Aceh, November 2007 Tim Penyusun

Laporan Antara a

[Master Plan Transportasi Laut] | 2 2

DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan .........................................................................................4 1.1 Latar Belakang .................................................................................4 1.2 Landasan Hukum ..............................................................................4 1.3 Tujuan ...........................................................................................4 1.4 Sasaran ..........................................................................................4 BAB II METODOLOGI DAN PENDEKATAN ................................................................4 2.1 Latar Belakang .................................................................................5 2.2 Landasan Hukum ..............................................................................5 2.3 Tujuan ...........................................................................................5 2.4 Sasaran ..........................................................................................5 BAB III Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau .................................6 3.1 Kondisi Fisik dan Lingkungan ................................................................6 3.1.1 Geografi dan wilayah administrasi..................................................6 3.1.2 Topografi ................................................................................9 3.1.3 Geologi dan jenis tanah ..............................................................9 3.1.4 Iklim ............................... ................................ ..................... 11 3.1.5 Penggunaan lahan ............................... ................................ .... 11 3.2 Kondisi social ekonomi wilayah ........................................................... 14 3.2.1 Kependudukan........................................................................ 14 3.2.2 Ketenagakerjaan ............................... ................................ ...... 16 3.2.3 Pemilikan kendaraan ............................... ................................ 16 . 3.2.4 Perekonomian ............................... ................................ ......... 17 3.3 Tinjauan kebijakan dan rencana ......................................................... 27 3.3.1 Rencana tata ruang wilayah provinsi kepulauan riau.......................... 27 3.3.2 Rencana strategis (RENSTRA) provinsi kepulauan riau .Error! Bookmark not defined. 3.3.3 Rencana program jangka panjang dan program jangka menengah provinsi kepulauan riau ............................... ................................ ...................... 39 3.3.4 Rencana dan program pengembangan transportasi provinsi kepulauan riau . ............................... ........................ Error! Bookmark not defined. 3.3.5 Tinjauan studi terkait SISTRAMINDO........... Error! Bookmark not defined. BAB IV Kondisi dan Permasalahan Sistem Transportasi Provinsi Kepulauan Riau Saat ini ... 64 4.1 Kondisi umum transportasi darat dan udara............................................ 64 4.1.1 Sistem transportasi darat........................ Error! Bookmark not defined. 4.2 Kondisi dan permasalahan system transportasi laut .................................. 76 4.2.1 Pelabuhan laut eksisting............................................................ 76 4.2.2 Pelabuhan laut rencana ......................... Error! Bookmark not defined. 4.2.3 Kondisi dan permasalahan sarana armada kapal laut dan rute pelayaran Error! Bookmark not defined. 4.2.4 Permintaan perjalanan transportasi laut. .... Error! Bookmark not defined.

Laporan Antara a

[Master Plan Transportasi Laut] | 3 3

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR
No table of figures entries found.

Laporan Antara a

4 Sasaran BAB II METODOLOGI DAN Laporan Antara a .2 Landasan Hukum 1.[Master Plan Transportasi Laut] | 4 4 BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.3 Tujuan 1.

[Master Plan Transportasi Laut] | 5 5 PENDEKATAN 2.2 Landasan Hukum 2.3 Tujuan 2.4 Sasaran Laporan Antara a .1 Latar Belakang 2.

1 Kondisi Fisik dan Lingkungan 3. Negara Malaysia dan Provinsi Riau Sebelah Timur : Negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat Wilayah Provinsi Kepulauan Riau terdiri dari gugusan pulau-pulau besar dan kecil yang letak satu dengan yang lainnya dihubungkan dengan perairan. kesejahteraan masyarakat. Provinsi Kepulauan Riau terletak antara 0˚40’ Lintang Selatan dan 07˚19’ Lintang Utara serta antara 103˚3’ sampai dengan 110˚00’ Bujur Timur. dengan ketinggian rata-rata 2 sampai 5 meter dari Laporan Antara a . dengan batas wilayah sebagai berikut. bertetangga dengan salah satu pusat bisnis dunia (Singapura) serta didukung oleh adanya jaringan transportasi laut internasional dengan lalu lintas yang ramai.1 Geografi dan wilayah administrasi Provinsi Kepulauan Riau terletak pada lokasi yang sangat strategis mengingat berada di wilayah perbatasan antar negara. serta Gugusan Pulau Anambas. Pulau Kundur. Beberapa pulau yang relative besar diantaranya adalah Pulau Bintan dimana lokasi kedudukan Ibukota Provinsi (Tanjungpinang).1. Sebelah Utara : Negara Vietnam dan Negara Kamboja Sebelah Selatan : Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jambi Sebelah Barat : Negara Singapura. Selain itu Provinsi Kepulauan Riau memiliki pulau. Pulau Rempang dan Galang yang merupakan kawasan perluasan wilayah industri Batam. Pulau Batam yang merupakan Pusat Pengembangan Industri dan Perdagangan. Keberadaan pulau-pulau terluar ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat memiliki kerentanan terhadap masalah keamanan. Pulau-pulau yang tersebar di wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya merupakan sisa-sisa erosi atau pencetusan dari daratan pratersier yang membentang dari Semenanjung Malaysia sampai Pulau Bangka dan Belitung.[Master Plan Transportasi Laut] | 6 6 BAB III Kondisi Fisik dan Sosial Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau 3. Pulau Karimun. Pada gugusan beberapa pulau kondisi daratannya berbukit-bukit dan landai di bagian pantainya. termasuk diantaranya pulau-pulau kecil yang terletak di wilayah perbatasan Negara Indonesia. dan kelestarian lingkungan hidup. Pulau Bunguran di Natuna.pulau kecil yang hamper tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada. Secara geografis. Pulau Lingga.

metagabro.524 2. serta kerakal. sedangkan air bawah tanah (hidrogeologi) didapat dengan menggali sumur dangkal. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih. dan kolong. Kondisi hidrologi di Provinsi Kepulauan Riau dapat dilihat dari 2 (dua) jenis. pasir kerikil. Bintan. Laporan Antara a . Sedangkan untuk kondisi geomorfologinya terdiri dari batuan ubahan seperti mika. yang tersebar di Pulau Batam. dan Pulau Buru. timah.037 1. Keberadaan kolong dan mata air/air terjun tidak hanya berfungsi sebagai sumber air bersih. dapat diperoleh dari air permukaan berupa air sungai. waduk. Selain itu juga terdapat batuan alluvium tua terdiri dari lempung.117 2. dan batuan gunung api yang tersebar di bagian timur Kepulauan Riau. Tabel III-1 Wilayah administrasi provinsi kepulauan riau No 1 2 3 4 5 6 7 Kabupaten/Kota Tanjung Pinang Batam Bintan Karimun Lingga Natuna Kepulauan Anambas Luas Daratan (Km2) 131 1. tetapi juga dimanfaatkan sebagai kawasan pariwisata. Kolong merupakan kolam bekas tambang bauksit. dan batuan aluvium muda seperti lumpur.[Master Plan Transportasi Laut] | 7 7 permukaan laut. yaitu air permukaan dan air bawah tanah (hidrogeologi). batuan sedimen seperti serpih batu pasir. dan pasir yang terbentuk akibat eksploitasi yang digunakan sebagai sumber air bersih. mata air/air terjun.319 1. lanau. batuan terobosan seperti granit muskovic dapat dijumpai di Pulau Kundur Bagian Timur.111 590 Kecamatan 4 12 10 9 12 12 7 Kelurahan 18 64 15 22 6 6 2 Desa 0 0 36 32 67 69 32 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028. genesis.

[Master Plan Transportasi Laut] | 8 8 PETA WILAYAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU Laporan Antara a .

Deposit biji timah ini tidak hanya dijumpai di daratan. Karimun dan Kab. Bahan galian ini telah lama diekploitasi sejak zaman penjajah Belanda seperti perusahaan NV.3 Geologi dan jenis tanah Berdasarkan kondisi geomorfologinya. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari lautan sekitar 95% & sisanya daratan hanya sebesar 5%.1. & kemiringan sangat curam sekitar 20%. KEPRI memiliki sumber daya alam yang melimpah. wilayah daratan KEPRI yang hanya 5% itu dapat dikatakan tanah tua. dengan ketinggian kira-kira 10 meter diatas permukaan laut. Tbk. menjadi jelas bahwa provinsi KEPRI jauh lebih tua daripada provinsi Riau-nya sendiri.[Master Plan Transportasi Laut] | 9 9 3. kemiringan lahan curam antara 10 – 30%. potensi minyak bumi yang tersedia jumlahnya relatif besar. & sekarang dikelola oleh PT. Dari susunan tanah tersebut. pantai dan laut yang tersebar di wilayah Kab. Natuna. provinsi ribuan pulau ini memiliki topografi dengan kemiringan lahan datar antara 0 – 2%. Dari sumber daya alam yang berasal dari isi perut bumi maupun hasil peternakan & pertanian yang melimpah. merupakan konstruksi dari formasi jenis tanah endapan (Alluvium) yang berasal dari jaman Quarter s/d jaman Recen. Hasil pertambangan lainnya seperti bauksit yang terdapat di pulau Bintan yang diperkirakan sebesar 15.360. tetapi juga terpendam di perairan.000 ton. Berdasarkan data dari hasil survey (BP Migas) bahwa jumlah cadangan minyak bumi di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 298. Potensi terdapat di wilayah Kab.500 mł. Nibem. Menurut penelitian Zwieryeki pada tahun 1919 – 1929. 3. Aneka Tambang. Secara umum.000. Dengan keadaan topografi seperti itu. Lingga.1. Provinsi Kepulauan Riau merupakan bagian kontinental yang terkenal dengan nama ”paparan sunda” atau bagian dari kerak Benua Asia.2 Topografi Wilayah provinsi KEPRI terbentang seluas 251. topografi pada beberapa bagian KEPRI merupakan daerah dataran rendah & agak bergelombang dengan ketinggian antara 2 – 91 meter diatas permukaan laut. Contoh lainnya di Kabupaten Karimun diperkirakan terdapat deposit biji timah sebesar 11. Namun sumber daya alam yang diprioritaskan memang berasal dari isi perut bumi.b1 MMBO.71 kilometer persegi & memiliki sekitar 2.810. Batuan yang terdapat di Kepulauan Riau Laporan Antara a . Menurut data yang terhimpun dalam situs resmi KEPRI. Sedangkan selebihnya yang membentang ke utara sampai ke daerah pantai.408 pulau. Contohnya.

beberapa ada yang berarah utara-selatan atau barat-timur. tuf litik. Stratigrafi keempat pulau ini tersusun oleh Formasi Pancur (Ksp) yang terdiri dari serpih kemerahan dan urat kwarsa. batuan sedimen seperti serpih batu pasir. Struktur geologi sesar Pulau Bintan dominan berarah barat laut-tenggara dan barat daya-timur laut. membentang dengan arah barat laut-tenggara dan dataran di bagian kaki. Bintan dan Buru. Geologi Pulau Singkep selain terdiri dari Formasi Pancur dan Formasi Semarung juga terdapat granit (Trg) yang mendasari kedua formasi di atas dan menjadi penghasil timah atau bauksit. dan sebagian kecil dataran terletak di bagian kakinya. batu pasir tufan yang tersebar di bagian timur Kepulauan Riau. pasir kerikil. Geomorfologi Pulau Lingga berupa perbukitan dengan puncak Gunung Lingga. Juga terdapat batuan aluvium tua terdiri dari lempung. Geomorfologi Pulau Batam. Juga geomorfologi Pulau Selayar dan Pulau Sebangka berupa perbukitan yang membentang dengan arah barat laut-tenggara dan dataran di bagian kakinya. Geomorfologi Pulau Kundur dan Pulau Karimun Besar terdiri dari perbukitan dan dataran. dan kerakal. sisipan batupasir kwarsa. dan batuan aluvium muda seperti lumpur. Pola aliran sungai adalah radial hingga dendritik di sekitar Gunung Ranai. batuan terobosan seperti granit muskovit dapat dijumpai di Pulau Kundur bagian timur.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 10 diantaranya adalah batuan ubahan seperti mika geneis. dan konglomerat polemik. sedangkan ke arah barat laut berubah menjadi pola aliran trellis. Pulau Rempang dan Pulau Galang berupa perbukitan memanjang dengan arah barat laut-tenggara. Pulau-pulau kecil di sebelah timur dan tenggara Pulau Bintan juga disusun oleh granit berumur Trias (Trg) sebagai penghasil bauksit. lanau. Laporan Antara a . Geomorfologi Pulau Bunguran berupa perbukitan yang membujur dari tenggara-barat laut dengan puncak Gunung Ranai dan dataran di bagian barat dari Pulau Bunguran. meta batu lanau. dengan pola aliran sungai trellis hingga sejajar. metagabro. Geomorfologi Pulau Bintan berupa perbukitan granit yang terletak di bagian selatan pulau dan dataran di bagian kaki. Struktur geologi berupa sesar normal dengan arah barat-timur atau barat daya-timur laut. yang tersebar di Pulau Batam. batuan gunung api seperti tuf. pola aliran sungai adalah trellis yang dikontrol oleh struktur geologi berupa perlipatan dengan sumbu memanjang barat laut-tenggara dan arah patahan utara-selatan. dengan pola aliran sungai radial hingga dendritik yang dikontrol oleh morfologi bukit granit yang homogen.

46 knot. dengan rata-rata curah hujan yang tercatat di empat stasiun yang berbeda antara 137. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata kecepatan angin yang terjadi di Stasiun Karimun dan Batam yang berada antara 3.20C pada bulan Mei.67 sampai dengan 5. Sehingga mempunyai potensi tambang granit yang merupakan cekungan tersier yang kaya minyak dan gas bumi yaitu Cekungan Natuna Barat yang masuk wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Cekungan Natuna Timur yang masuk wilayah Kabupaten Natuna 3. diabas dan basalt. yakni kawasan lindung dan kawasan budidaya. andesit. Laporan Antara a . Kisaran tertinggi tercatat pada Stasiun Natuna dimana curah hujan berada pada kisaran 1. Batuan granit Anambas (Kag) ini menerobos batuan mafik dan ultramafik (Jmu) yang terdiri dari diorit.17 sampai dengan 7. gabro porfir. gabro.1.50C di Stasiun Batam dan sekitarnya dengan kelembaban antara 43% sampai dengan 100%. Suhu rata rata yang tercatat di empat stasiun yang berbeda berkisar antara 27.1. Sementara rata rata kecepatan angin yang tercatat di Stasiun Natuna dan Tanjungpinang lebih besar yaitu antara 7. Berikut ini table penggunaan lahan hingga tahun 2028. granodiorit dan syenit. Ketiga pulau disusun oleh granit Anambas (Kag) yang tersusun oleh granit.91 mm Umumnya bagian barat Kepulauan Riau memiliki rata-rata kecepatan angin yang lebih rendah dibandingkan bagian Timur.10C di Stasiun Natuna dan sekitarnya sampai dengan 27. seperti yang terjadi di Provinsi Kepulauan Riau.4 Iklim Wilayah Provinsi Kepulauan Riau secara umum beriklim laut tropis basah.0 knot.0 mm sampai dengan 436.5 Penggunaan lahan Penggunaan lahan di provinsi kepulauan riau dibagi dalam dua kawasan. Terdapat musim kemarau dan musim hujan yang diselingi oleh musim pancaroba. Pola struktur sesar dominan berarah barat laut-tenggara dan sedikit berarah utara-selatan hingga barat daya-timur laut seperti di Pulau Jemaja. 3.60C pada bulan Juli dan suhu tertinggi tercatat di Stasiun Karimun sebesar 35.6 mm sampai dengan 264. dengan suhu terendah yang tercatat di Stasiun Batam sebesar 20.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 11 Kabupaten Kepulauan Anambas mempunyai tiga pulau relatif besar yaitu Pulau Matak. Ciri-ciri dari daerah kepulauan adalah beragamnya kisaran curah hujan. dan Jemaja. bersisipan rijang-radiolaria. yang dipengaruhi oleh angin musim. Siantan.6 mm.

023 111.146 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 12 Tabel III-2 Pola penggunaan lahan provinsi kepulauan riau No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Pola Penggunaan Lahan Hutan Rakyat Pertanian Perkebunan Perikanan Pariwisata Industri Permukiman Lainnya Hutan Lindung Kawasan Suaka Alam Hutan Produksi terbatas Hutan Kota Kawasan Lindung Luas (Ha) 93.273 90.470 107.709 110.575 75.252 18.730 10.045 48.403 47. PETA POLA RUANG WILAYAH KEPRI Laporan Antara a .745 40.213 81.065 3.

[Master Plan Transportasi Laut] | 1 13 Laporan Antara a .

894 jiwa. Jumlah penduduk tersebut dominan berada di Kota Batam yaitu sebesar 695.739 122. Pada tahun 2007 diketahui bahwa jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Riau sebesar 1.2. Umumnya penduduk yang berdomisili di Kota Batam merupakan pendatang. Hal ini dapat dilihat dari persebaran penduduk Kepulauan Riau.221 86.117 2. Penyebaran jumlah penduduk di Provinsi Kepulauan Riau tidak merata.701 2 Jumlah Penduduk (Jiwa) 177.677 216. Tabel III-3 Jumlah dan kepadatan penduduk provinsi kepulauan riau No Kabupaten/Kota Luas Daratan (Km ) 1 2 3 4 5 6 Tanjung Pinang Batam Bintan Karimun Lingga Natuna & KKA 131 1.2 Kondisi sosial ekonomi wilayah 3.1 Kependudukan Jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Riau setiap tahunnya semakin bertambah.319 1.739 jiwa dengan kepadatan 671 jiwa/km2.392. hal ini dikarenakan masih terkonsentrasinya kegiatan perekonomian dan pemerintahan di wilayah Kota Tanjungpinang. Selain atau lebih itu.739 jiwa sementara itu Kabupaten Lingga merupakan kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau yang paling sedikit penduduknya yakni hanya sebesar 86.524 2. Untuk Laporan Antara a .918 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 131 jiwa/km2.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 14 3.358 671 93 142 41 35 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028.894 93.037 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kurang lebih 50% jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Riau berdomisili di kota.963 695. Kota Tanjungpinang adalah kota dengan wilayah terpadat kedua di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 591 orang per km2. Kota Batam merupakan kota yang jumlah penduduk dan kepadatan tertinggi di Kepulauan Riau yaitu 695. Usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Kota Batam juga telah dilakukan melalui pengendalian arus pendatang yang masuk Kota Batam dalam suatu Peraturan Daerah Kependudukan dikenal dengan PERDADUK.424 Kepadatan Penduduk (Jiwa/ Km2) 1.

221 86.39 7.765 2005 167.276 87.001 121.088 Jumlah Penduduk (Jiwa) 2004 160.011 2006 172.273.303 209.918 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028.457 79.03 3. Tabel III-4 Jumlah penduduk menurut kabupaten/kota provinsi kepulauan riau No Kabupaten/Kota 2003 1 2 3 4 5 6 Tanjung Pinang Batam Bintan Karimun Lingga Natuna & KKA TOTAL 160.39 743 763 911 2 Kota Batam 7.958 616.963 695.02 10.48 5.12 3.945 1.51 9.75 5. Laporan Antara a .088 116.41 0.84 9. 2010.876 200.964 200.152 187. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan jumlah penduduk provinsi dimana pada tahun 2003 hanya sebesar 1.193.163 1.894 93.75 35 36 45 6 Kabupaten Lingga 1.875 86.48 11.779 89.2%. Tabel III-5 Laju Pertumbuhan Penduduk Dan Kepadatan Pendudut Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2007-2009 No Kabupaten/Kota Laju pertumbuhan penduduk Kepadatan Penduduk (per (%) km2) 2007 2008 2009 2010 2007 2008 2009 2010 1 Kota Tanjung Pinang 5.705 583.65 75 78 92 5 Kabupaten Natuna 4.616 656.193.150 91.86 7.9% s.392.854 116.d 1.94 3.05 63 64 84 4 Kabupaten Karimun 1.424 1.088 jiwa.335 95.261.918 621.17 41 42 46 7 Kabupaten Kepulauan Anambas Kepulauan Riau 5.13 903 957 1237 3 Kabupaten Bintan 3. Menurut data penduduk Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2003 hingga 2007 diketahui bahwa jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Riau selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.503 1.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 15 lebih jelasnya mengenai perkembangan jumlah penduduk di Kabupaten Kepulauan Riau dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. semantara itu pada tahun 2007 meningkat menjadi 1.677 216.863 2007 177.645 82.74 12.392.16 9. Dengan menggunakan data tersebut maka dapat di hitung pertumbuhan penduduk di provinsi kepulauan riau mengalami kenaikan setiap tahunnya antara 0. Kondisi ini menunjukkan penduduk provinsi ini mengalami pertumbuhan dan pertambahan baik itu dari tingkat kelahiran maupun dari migrasi penduduk yang bekerja di provinsi ini.918 jiwa.337.305 71.04 131 137 175 Sumber : Buku Profil KEPRI.739 122.941 88.918 1.

6 di bawah. Untuk di daerah perdesaan. 2008. jasa kemasyarakatan dan lainnya.2. sector/bidang pekerjaan di pertanian dan perikanan merupakan pekerjaan (14%). industry pengolahan. Yakni pekerjaan di bidang pertanian perikanan.3 Pemilikan kendaraan Kepemilikan kendaraan di provinsi kepulauan riau. sedangkan sector jasa kemasyarakatan merupakan pekerjaan utama dengan urutan kedua terbesar Tabel III-6 Penduduk (usia kerja >15tahun). paling utama yakni sebesar 55%. Terlihat bahwa pada daerah perkotaan industry pengolahan merupakan industry yang paling besar (35%) sedangkan di bidang perikanan dan pertanian menempati urutan kecil (5%). menurut lapangan kerja. Laporan Antara a .2.2 Ketenagakerjaan Seperti yang terlihat pada table 3.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 16 3. daerah tempat bekerja di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2008 No 1 2 3 4 5 Lapangan Usaha Pertanian dan Perikanan Industri pengolahan Perdagangan Jasa kemasyarakatan Lainnya Jumlah Sumber : BPS KEPRI. gambaran ketenagakerjaan di provinsi kepulauan riau terbagi atas 5 pekerjaan utama (sector). perdagangan. Berikut ini adalah berbagai jenis kendaraan yang dimiliki oleh masyarakat provinsi kepulauan riau menurut kabupaten kota pada tahun 2008. Perkotaan 26933 178526 112405 77371 119422 514657 Perdesaan 54206 7098 12415 13949 10342 98010 % Perkotaan 5 35 22 15 23 100 % Perdesaan 55 7 13 14 11 100 3. terdiri atas berbagai jenis kendaraan.

4 Perekonomian 3. persewaan dan jasa 2.87 1. Hotel dan Restoran 10. PDRB merupakan gambaran nyata hasil aktivitas pelaku ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa.31 36. 3.94 35.06 19.41 1.61 1.53 1.14 1.31 1.2.69 1.62 18.1 Produk Domestik Regional Bruto Secara konsepsi. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tabel III-8 Nilai PDRB Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2007-2009 Lapangan Usaha Atas dasar harga Atas dasar harga konstan berlaku 2000 (Triliun Rupiah) (T riliun Rupiah) 2007 2008 2009 2007 2008 2009 Pertanian 2.24 1.82 0. Dapat dilihat pada table 3-8.71 Perdagangan.73 1.65 3.61 0.59 34.06 7. Indikator ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi perkembangan ekonomi dan sebagai landasan penyusunan perencanaan pembangunan ekonomi.51 Listrik.58 1. Laporan Antara a . Oleh karena itu.06 2. 2008. 2010.89 PDRB 51.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 17 Tabel III-7 PDRB Perkapita Tanpa MIGAS di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007-2009 Jenis Kendaraan Karimun Bintan Lingga Natuna Batam sedan Jeep Station Wagon Bis Micro Bus Ambulans Truck Pick up Sepeda Motor Pemadam Kebakaran 170 222 1066 110 45 262 310 18546 20731 220 43 63 12 10 260 249 3871 4728 7 16 65 54 27 4324 4493 2 4 36 14 894 950 22233 4366 11210 711 9216 146330 194066 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tanjung Pinang 1122 1187 4114 605 90 2629 57748 67495 Total Sumber : BPS KEPRI. PDRB menggambarkan seberapa besar proses kegiatan ekonomi (tingkat produktivitas ekonomi di suatu wilayah) yang dihitung sebagai akumulasi dari pencapaian nilai transaksi dari berbagai sektor ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Gas dan Air Bersih 0.70 1.71 8.63 Pengangkutan dan Komunikasi 2.86 3.83 perusahaan Jasa-jasa 1.21 2.44 2.60 Sumber : Buku Profil KEPRI.20 Bangunan 2.02 38.33 0.20 0.08 Industri Pengolahan 24.4.72 Keuangan.71 0.64 1.06 5.61 2.12 2.32 PDRB Tanpa MIGAS 47.85 32.18 0.22 19.73 Pertambangan dan Penggalian 5.42 53.28 0.63 12.83 58.2.31 8.20 26.71 37.73 1.

44 9.36 19.61 5.77 7 Pengangkutan dan Komunikasi 12.38 3 Industri Pengolahan 6.90 Kabupaten Lingga 7. 2009 1.71 9 Jasa-jasa 5.15 3.31 23.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 18 Berdasarkan data yang ada diatas dasar harga berlaku.50 7.29 3.71 10.77 28.48 9.53 37.49 15.49 16.09 33.12 9.69 33.51 3.41 6.56 47.01 6.22 Sumber : Buku Profil KEPRI.13 11.60 33.10 16.71 7.86 12.84 4.90 21.23 7.76 7.79 16.44 8 Keuangan.24 14.84 6.67 5.20 17.34 2009 24.05 6. Hal ini disebabkan karena Kota Batam yang menjadi salah Kota Industri yang berkembang bukan hanya di Provinsi Kepulauan Riau namun juga di Indonesia Tabel III-9 Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau Menurut Lapangan Usaha Tahun 2006-2009 No Lapangan Usaha TAHUN 2006 2007 2008 1 Pertanian 5.12 14.72 22.44 3.27 Laporan Antara a .56 Kabupaten Karimun 13.94 5 Bangunan 11. Hotel dan Restoran 5. sektor ekonomi industri pengolahan selalu menjadi yang tertinggi jika dibandingkan dengan sektor ekonomi yang lain. Gas dan Air Bersih 5.14 32.78 7.04 Kepulauan Riau (Tanpa batam) 16.15 34.26 6 Perdagangan.53 Kota Batam 44.31 2.83 5.36 3.08 13.04 8.33 15.14 29.03 7. persewaan dan jasa perusahaan 8.71) Pertambangan dan Penggalian tanpa MIGAS 15.10 Kabupaten Natuna 14.24 15.53 Kabupaten Kepulauan Anambas Kepulauan Riau 31.06 19.38 2.69 11.56 Atas dasar harga konstan Kota Tanjung Pinang Kota Batam Kabupaten Bintan Kabupaten Karimun 2008 22.50 1.88 30.40 14.65 Tabel III-10 PDRB Perkapita Tanpa MIGAS di Provinsi Kepulauan Riau No A 1 2 3 4 5 6 7 Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2007-2009 Kabupaten/Kota 2006 2007 Atas dasar harga berlaku Kota Tanjung Pinang 17.89 38.34 31.55 7.42 8.35 21. Setiap tahun. dalam kurun waktu 2006-2009 sektor ekonomi industri pengolahan menjadi sektor yang sangat menunjang perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau.32 52.17 51.90 15.89 14. 2010.65 PDRB Tanpa MIGAS 7.80 2 Pertambangan dan Penggalian dengan MIGAS 1. Dan setiap tahunnya juga sektor ekonomi industri ini berkembang.59 PDRB 6.77 7.05 12.92) (2.56 4 Listrik.50 8.73 (0.10 3.36 34.46 Kabupaten Bintan 26.98 24.94 8.76 B 1 2 3 4 11.

45 2009 4.71 0.76 0.19 0.24 0.52 6.06 3.52 2008 4.48 0.24 0. barang galian bukan logam Logam dasar besi dan baja Alat angkutan.89 10.39 50.76 0.60 0.78 0.24 0.36 5. Hal ini terjadi karena kabupaten ini merupakan kabupaten yang baru dimekarkan.26 0.74 5.50 0.06 3.04 4.36 20.30 11.77 7.72 0.44 0.25 0.11 5.50 0. HOTEL dan RESTORANT 2007 5.25 0.55 0.06 3.20 0.04 24.81 0.48 0.28 22.91 0.41 Berdasarkan data Tabel III-11 diatas.25 0.05 0.06 3.05 3. 2010.30 0. Tabel III-12 Distribusi PDRB di Provinsi Kepulauan Riau No Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007-2009 Lapangan Usaha Atas dasar harga berlaku Atas dasar harga konstan 2000 PERTANIAN Tanaman bahan pangan Tanaman Perkebunan Peternakan Kehutanan Perikanan PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN Minyak dan gas bumi Pertambangan tanpa MIGAS Penggalian INDUSTRI PENGOLAHAN Industri MIGAS Pengilangan Minyak Bumi Gas Alam Cair Industri Tanpa GAS Makanan.11 19.55 2007 4.28 0.55 6.48 51.31 0.28 7.24 0.57 0.23 6.50 52. Sedangkan PDRB yang terkecil terdapat di Kabupaten Kepulauan Anambas.12 0.24 0.45 46.04 3.62 8. 6.78 0.44 4.58 2009 4.71 23.53 0.44 22. Berdasarkan harga yang berlaku.53 0.[Master Plan Transportasi Laut] | 1 19 5 6 7 Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kabupaten Kepulauan Anambas Kepulauan Riau Kepulauan Riau (Tanpa batam) Sumber : Buku Profil KEPRI.44 45.99 7.56 0.24 0.20 46. mesin dan peralatan Barang lainnya LISTRIK. Minuman dan tembakau Tekstil.57 0.90 0.56 0.12 22.16 5.23 0.99 5.29 0.52 22.16 14.41 52.76 8.20 0.04 4.54 9.25 5.06 6.29 0.06 5. barang kulit dan alas kaki Barang kayu dan hasil hutan lainnya Kertas dan barang cetakan lainnya Pupuk. maka Kota Batam menjadi daerah yang memiliki PDRB per kapita tanpa migas yang terbesar baik dilihat atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.25 0. Kota Batam menunjukkan peningkatan yang bertambah tiap tahunnya dari tahun 20062009.73 0.61 0.58 0.64 9.08 0.12 20.06 7. kimia dan barang karet lainnya Semen.26 0.61 0.30 8.78 0.24 0.10 24.25 0.06 3.55 0.91 50.52 1 2 3 4 Laporan Antara a .73 0.57 4.99 0.44 45.87 6. GAS dan AIR BERSIH Listrik Gas 5 6 Air Bersih BANGUNAN PERDAGANGAN.65 10.21 0.50 0.45 46.44 6.39 51.21 2008 4.28 0.53 0.60 46.

73 100 18.51 0.13 1.59 0.55 2.28 0.31 0.28 4.45 1.27 0.17 19.17 1.50 4.07 2. produktivitas dan produksinya memang masih kecil dibandingkan dengan kebutuhan yang ada di masyarakat.2.55 3.46 1. 17.86 0.62 2.60 4.53 0.91 1. 6 kabupaten dan kota memiliki potensi padi sawah.76 1. luas panen.99 0.04 0. Namun potensi ini diharapkan terus ditingkatkan untuk menjaga ketahanan pangan local.28 1.76 100 8 3.23 0.23 1.03 2.36 0.17 1.95 0.32 0.16 1.[Master Plan Transportasi Laut] | 2 20 Perdagangan besar dan eceran Hotel Restorant 7 PENGANGKUTAN dan KOMUNIKASI PENGANGKUTAN Angkutan REL Angkutan jalan raya Angkutan Laut Angkutan sungai.77 100 16.53 5.14 0.4.58 1.2 Potensi hasil pertanian Dari tujuh kabupaten kota yang ada di provinsi kepulauan riau. PERSEWAAN.19 1.05 0.32 0.54 1. DAN JASA PERSEWAAN Bank Lembaga keuangan tanpa bank Jasa penunjang keuangan Sewa bangunan 9 Jasa perusahaan JASA-JASA PEMERINTAHAN UMUM DAN PERTAHANAN Administrasi.64 0.76 100 17.56 4.35 3.06 3. 2010.91 1.15 4.77 3.40 3.75 100 3.04 1.05 2.30 0.03 2.56 1. danau dan penyeberangan Angkutan udara Jasa penunjang angkutan KOMUNIKASI Pos dan Telekomunikasi Jasa Penunjang Komunikasi KEUANGAN.31 4.22 1.54 1.14 2.32 0.17 0.54 0.23 1.77 0.53 - 18.27 3. Kabupaten Natuna dan Lingga diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan padi sawah.10 4.19 0.24 0.78 2.31 0.17 2.39 1.25 0. luas panen.25 0.57 0.27 0.82 2.75 1.01 1.19 0. Dilihat dari luas tanam.05 0.17 0.00 1.04 1. Kecuali kota batam yang memang tidak memiliki potensi dari padi dan sawah.19 1.92 2.75 100 18. produktifitas dan produksi padi sawah Laporan Antara a .29 4.74 0.48 3.05 2. Tabel III-13 Luas tanam.50 3.28 0.52 0.66 4.32 0.17 0.54 3.15 4.66 2.52 0.03 2.28 0. Pemerintahan dan Pertahanan Jasa Pemerintahan lainnya SWASTA Sosial kemasyarakatan Hiburan dan Rekreasi Perorangan dan Rumah Tangga PDRB dengan MIGAS Sumber : Buku Profil KEPRI.06 0.60 0.00 0.13 1.05 0.26 0.18 1.26 0.04 2.51 5.17 1.24 0.33 0.49 5.98 0.17 0.31 0.77 1.64 0.

40 210.00 Luas Panen (Ha) 1.5 0 Kabup aten aten 432.00 455.95 3. 00 Jer uk Pisan g 53.0 0 1.74 31.95 25. dapat dilihat pada table 3. dilihat dari perkembangannya pada tahun 2006 hingga tahun 2009 beberapa komoditas yang mengalami pertumbuhan produksi adalah nangka. Tabel III-14 Produksi buah-buahan di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten Kota.00 9.02 15.664 .00 136. 70 - 190.28 17. 25 57.76 31.0 9 - 299.56 00 .04 3. 50 35.7 5 216. 24 355.30 - Laporan Antara a . Peningkatan jumlah komoditas di masing-masing wilayah kabupaten kota tidak sejalan dengan akumulasi yang diharapkan pada tahun 2009 dengan pertumbuhan yang linear.50 45.9 0 - 79.00 104.03 63.1 0 83. 00 Ramb utan Nang ka 105. 00 30. 26 73.00 20.21 33.00 Natuna Kabupaten 9.00 88. 00 429.00 Bintan Kabupaten 9.8 0 Karimu 0.[Master Plan Transportasi Laut] | 21 No Kabupaten /Kota di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten Kota.00 Pinang Kota Batam Kabupaten 19.99 37.00 183.70 2.01 30.00 5.585 .33 Potensi buah-buahan di provinsi kepulauan riau.1 7 120.42 5.0 0 118.00 Produktivitas (KU/Ha) Produksi (Ton) 1 2 3 4 5 6 7 Kota Tanjung 1.00 1. Diharapkan komoditas-komoditas yang dihasilkan ini dapat saling bersubtitusi antar wilayah kabupaten/kota.64 12. 00 Jer uk Pisan g 100.03 3.1 0 1.00 80 00 1.00 4.20 5 40 5. 00 - 15.37 58. tahun 2008-2009 Tahun 2008 Tahun 2009 Luas tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produktivitas (KU/Ha) Produksi (Ton) Luas tanam (Ha) 1.50 19.50 132. 45 923. 32 277.00 40. 00 - 17.00 - 443. 70 - 17.90 480.00 400. 15 - 24.00 316.14.80 29.00 Lingga Kabupaten Anambas Jumlah 176. rambutan durian dan pisang.0 0 - 246.00 3. 48 Nanas 2007 Duria n 77.00 12.0 0 688.00 214.04 2.21 12.84 332.00 4. 00 45. 40 439.95 57. 79 454.3 8 275.8 3 228. 70 318.00 99.69 0.00 Sumber : Buku Profil KEPRI.95 31.1 4 705. 40 Ramb utan 1 Kota Pinang 2 3 4 Bintan Kabup n Kabup a 6 7 Kabup Tanjun g Kota Batam Kabup aten 503.00 11. 83 57.7 7 552.44 2.4 0 539. tahun 2006-2007 N o Kabup aten /Kota 2006 Nanas Duria n 68.7 0 - 48.03 30. 58 451.00 19.00 Karimun Kabupaten 138.00 3.75 00 5 aten Natun 270.00 14.50 720. 00 44.7 5 472. 2010 2.

00 182.445.00 29.00 1556.552 2007 0 0 0 0 43 0 43 2008 0 0 0 0 24 0 0 24 2009 0 0 0 0 25 0 0 1.18 2.99 2.4.066 658 945 22.00 120.731 2008 1001 708 1.12 2.00 Rambutan 445.667.781.00 1.00 2.158 311 8.00 270.160 1.99 14.092 2007 356 179.25 1.00 278.00 Pisang 43.00 147.00 43.99 6.627 4.50 144.519.24 29.88 641.363 0 684 183.00 1.00 Nangka 197.80 155.458.392 0 344 0 183.863 2 25 .97 154.05 1.00 510.00 96.467 1.146 16.86 225.06 6.23 Sumber : Buku Profil KEPRI.79 1.306.579 1.05 1.00 460.00 11.70 2009 Durian 111. sehingga terbentuk ketahanan pangan didalam skala local.337 2.00 1.1.24 757.021 7.351 0 325 0 183.125 302 8.341.37 6.108 684 983 23.428.62 34.87 79.23 35.428.979 2.00 Jeruk 1.80 553.210 2010 4.337 1.15 36. 2010 Tabel III-15 Produksi buah-buahan di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten Kota.50 29.58 8.53 205 .00 278. 34 1.00 Pisang 26 274.00 35.175 Sumber : Buku Profil KEPRI.00 710.40 2.Anamb as Jumla h 1.58 130.00 470.722 1.00 22.679 2008 310 178. Potensi ini dapat terus dikembangkan hingga terjadi subtitusi antar wilayah.19 Jeruk 38.00 Durian 159.00 744.3 Potensi hasil peternakan Potensi peternakan di wilayah kepulauan riau.00 408.00 91. 10 Sumber : Buku Profil KEPRI.66 51. Kecuali Kabupaten Anambas yang memang luas daratannya sangat kecil.00 54.16 2.73 930.551. sangat mungkin untuk dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Tabel III-16 Populasi ternak di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten Kota.00 2.76 3.61 Rambutan 24.066 2007 980 641 1.00 58.01 351. Potensi ini terlihat dari adanya peternakan-peternakan dalam skala besar maupun skala yang lebih kecil.60 102.283 4.84 514.00 316.702.00 Nanas 6.665.588.00 468.103 1. tahun 2007-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 Kabupaten /Kota Kota Tanjung Pinang Kota Batam Kabupaten Bintan Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kabupaten Anambas Jumlah Sapi Potong (Ekor) Kambing (Ekor) Babi (ekor) Kerbau (Ekor) 2007 106 112 525 2008 98 211 1.35 261.25 2. karena kondisi geographis nya yang terdiri atas pulau-pulau kecil.46 3.00 430.20 1.13 296.00 25.446 1.257. tahun 2008-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 Kabupaten /Kota Kota Tanjung Pinang Kota Batam Kabupaten Bintan Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kabupaten Anambas Jumlah 2008 Nangka 925.426.41 4.861.284 1.86 3.937 1.691.00 7.00 563 .99 3.709.68 496.90 0.64 0.00 690.2.00 4. regional maupun skala internasional.15 Nanas 59.098 1.56 2.04 648.845.445 17.66 26.00 15.076.063 2009 319 179.86 646.339 1. 2010 3.37 4.457.00 2.389 16.92 315.917 325 21.96 210.035 2009 101 217 1.213 2009 1041 728 1.

921 Ton Ikan.4.200 76.40 451 192 1.650 163.955 1.030 3.949 Itik (Ekor) 2008 745 2. Tabel III-18 Jumlah produksi Ikan menurut jenis kegiatan di Provinsi Kepulauan Riau.490 48.700 338 4.029 231. 2010 .245 2009 751 2.164 25.185 40.890 351 5.343 Ayam Buras (Ekor) 2007 118.12 451 344 2.818 100.502 47.903 29.306 70.120 91.251 Sumber : Buku Profil KEPRI. sangat besar.4 Potensi hasil perikanan Potensi perikanan di wilayah kepulauan riau.402 188.647 247.653 Tambak 59 944 4 1.783 134.845 2.220 21.850 5.164 25.007 Kolam 219.7431 5.762 2 901.825 29.400 350 5.129 Ayam Ras Pedaging (Ekor) 2007 15. Ini terlihat dari data dari hasil survey dinas perikanan dan kelautan provinsi kepulauan riau pada tahun 2009.016 2009 158.253 68.871 225.572 48.001. tahun 2009 (Dalam Ton) No Kabupaten/ Kota Penangkapan Jumlah (Ton) 7.465 2008 27.452 433.183 31.098.026 2.956 739.921 36.650 72.100 878.994 2.306 70.001 206.149.510 2.500 0 504.452 40.437.000.500 250 6.953 47.956 739.130 91.755 2007 719 2.86 Budidaya Keramba Sawah Kolam Air Deras Jaring Apung Sub Jumlah 267.897 1.886 1.431 302.615 2009 27.206.500 6.901 7.149 260.382 1.100 7. tahun 2007-2009 No 1 2 3 4 5 6 7 Kabupaten /Kota Kota Tanjung Pinang Kota Batam Kabupaten Bintan Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kabupaten Anambas Jumlah Ayam Ras Petelur (Ekor) 2007 39.716 73.982 1.338 158 6.185 40.502 26.905 1.871 225.402 188.411 34.477 2.795 253 6.650 Ton Ikan dan Batam (40. 2010 3.411 34.448 62.253 68.502 47.439 Perairan Umum Sub Jumlah 7.374.517 0 506.418 5.73 93 89 613 407.203 87.897 120 100.005 259.030 3.784 1.870 163.507 Laut 7.346 260. disusul oleh Bintan senilai 47.818 100.338 148 4.953 Ton Ikan).862 2008 156.594 80.439 Laut 47.774 65.346 260.010.320 48.Tabel III-17 Populasi ternak di Provinsi Kepulauan Riau Menurut Kabupaten Kota.805 2009 116.914 125 101.599 80.008 93. Terlihat bahwa Kabupaten Karimun memiliki potensi besar dengan jumlah 72.958 116.805 2008 118.068 1 2 3 4 5 6 7 Kota Tanjung Pinang Kota Batam Kabupaten Bintan Kabupaten Karimun Kabupaten Natuna Kabupaten Lingga Kabupaten Anambas Jumlah Sumber : Buku Profil KEPRI.596 1.2. Dimana perikanan laut memiliki potensi besar baik itu yang dilakukan secara penangkapan maupun budidaya.

56% dari total ekspor yang ada.073.892. Australia.72%).564 1.570 Berbagai produk kimia 117.449.542. Jepang.336 Lainnya 3.709. potensi eksport provinsi kepulauan riau sangat besar.097.052 Perangkat Optik 9.681.106.550.090 1.713. tahun 2009 No 1 Negara tujuan Singapura Volume (kg) 6.437 121. No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tabel III-19 Volume dan Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau menurut kelompok komoditas.299 616. Ini terlihat dari nilai dan volume komoditas yang dikirim keluar wilayah kepulauan riau.40 7. tahun 2009 Kelompok Komoditas Volume Nilai Bahan Bakar Mineral 5.986.4. Abu Logam 8.355.937.466 8.897.56 22.836.557.900.470.575.111.834.929.3.454 121.238.2.330.451 312.171.523.5 Perdagangan luar (export) dan dalam negeri (import) Berdasarkan data BPS yang ada. mesin/pesawat mekanik (16.005.72 16.295 Sumber : BPS Provinsi KEPRI.212.419 683.380.17 3.180 6.27%) serta kapal laut dan sejenisnya (7.46 1.680 Mesin/Peralatan Listrik 63. Potensi ekspor terbesar kedua yaitu mesin/peralatan listrik (22.45 1.610 597.594. 2009 Pangsa 26.30% barang masuk ke Negara tersebut.051 305.201 Barang Rajutan 8.247 Jumlah 2007 19. Lemak Hewan 467.879.773.588.026.444.34 8.75 3.804 7.251 Benda-benda dari besi/baja 327.047 Jumlah 2008 24.27 7.415.085. singapura merupakan negara tujuan ekspor yang paling mendominasi dimana 57.947.602 Minyak.473.749.920.810 Mesin/Pesawat Mekanik 90.40%).533 Kapal Laut dan Sejenisnya 213.30 . Komoditas yang paling besar volume dan nilai ekspornya yaitu bahan bakar mineral yang memiliki pangsa (segment) hingga mencapai 26. Sedangkan sebaran Negara lainnya adalah Cina.109 2.982 111.136 Jumlah 2009 19.920.270.331.678.741.181 Jumlah 2006 23.722 6.67 1.876 Bijih.744. Kerak.867 Nilai (USS$) 4. Malaysia hingga India. Tabel III-20 Volume dan Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau menurut Negara tujuan.21 100 100 100 100 Untuk negara tujuan ekspor.644.084 Pangsa (%) 57.

349 12.823.No 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Negara tujuan Volume (kg) 8.417.208.775 1.532 1.021 972.722 Nilai (USS$) 554.427 152. Batu Ampar Nongsa Hang Nadim Pulau Buluh Pulau Sambu 5 .748.090 68.401.957 924.239.118 358.548.190 398.780.246.194.878 77.674 5.318 3.059.458.412.603 2.466 24.660.66 4.678.727 12.973 12.559 111.62 4.981 77.685 157.870.330.754.756 199.361.859.278 115.340. Natuna menduduki posisi pengekspor terbesar dengan volume ekspor yang mencapai 5 Miliar kilograms.879.600 2.957.407.542.794 1.561.792.470.047 7.198.853 5.38 11.408 415.097.83 1.180 23.791.487.756.840. Demikian juga halnya dengan Karimun.029 8.590.576 1.421 594.181 6.408.187 7.30 3.920.883.451.413 62.947 141.255 154.525.545.526 1.450.503.815.178 371.020.853.460.201 215.593.485.623. Balai Karimun Moro Sulit Tanjung Batu Pasir 10.331.358 3.236.507 615.022.215 6.982 358.679.594.400 6.841 106.447.608.957 35. Potensi ini menunjukkan peranan besar dari komoditas dan aktivitas masyarakat yang perlu dijaga dengan baik.209.70 1.981 2.274 253.515 10.018.770 303.711.600 206.034.386.86 2.59 1.514 7.978 1.350.499 387.810.439.085.657.658 2.194 210.378 5.730 358.022. terlihat pada tahun 2008 Pulau Batam dengan 6 (enam) pelabuhannya memiliki aktivitas ekspor yang tinggi mencapai 1Miliar kilograms.811.795. No Tabel III-21 Volume Dan Nilai Ekspor Provinsi Kepulauan Riau Menurut Pelabuhan Muat.190 11.582.394.958 277.576.943 12.021 638.451 108.992.247 6.073.173 5.535 321.380.015. Kemudian pada tahun 2009.046 3.929.587 1. Singkep Dabo Penuba BATAM.947.809.377 12.681 117.460 5.622.218.525.442.839.600.538 12.237.687.804 19.111.654 436.600.557.073.537 5.65 4.295 Cina Australia Jepang Malaysia Amerika Serikat Korea Selatan Thailand Perancis India Lainnya Jumlah 2009 Jumlah 2008 Jumlah 2007 Jumlah 2006 Sumber : BPS Provinsi KEPRI.124.005.788.000 430.096 6.293.674 1. Tarempa Udang Natuna LINGGA.051 12.769.920. Tj.388.715 14.778 3.127 1 2 3 4 Panjang BINTAN.585 498.982 303.10 100 100 100 100 Berdasarkan pelabuhan muat yang melakukan kegiatan pengiriman barang ke luar wilayah dari kepulauan riau.344.417 972. Tahun 2008-2009 2008 2009 Pelabuhan Volume Ekspor Nilai FOB Volume Ekspor Nilai FOB (USS $) (USS $) (Kg) (Kg) KARIMUN.573 2.886.475 312.442 156.058.989 19. Tanjung Uban NATUNA.727 398.652.571.020.104.441.495. 2009 Pangsa (%) 6.360 385.

Jerman.486 19.845 90.038 38.480 5.718 72.diikuti oleh kabupaten Karimun (28 juta kilograms) setara 98 juta Dollar Amerika Serikat dan Bintan mencapai 1 Miliar kilogram dan setara dengan 900jutaan dollar amerika serikat.968 814.821 690.332.099.137.635 95.853.195 1.816 56.188. Panama dan Australia.486.788.246 681.554.669.289 Pinang Jumlah 24.No 6 Pelabuhan 2008 Sekupang 334.350.548.394.11 9.356.949.00 1.128.331. Cina.106.852.163.373.888.396 2.888.711 129.756.383.486 4.355.187 90.179.245 TANJUNG 5.380.332. Taiwan.742.42 1.395 3. Yang diikuti oleh berbagai Negara lainnya seperti Malaysia. kemampuan perekonomian kepulauan riau juga melakukan kegiatan impor atau pemasukan kebutuhan barang ke dalam wilayah kepulauan riau.542.436 5.581.365.050 124. Jepang. 7 (tujuh) pelabuhan yang melakukan bongkar barang impor mencapai 4 Miliar kilograms dengan nilai setara 11 Miliar dollar Amerika Serikat. Negara singapura paling banyak mengirimkan barang/komoditas kedalam wilayah kepulauan riau yakni sebesar 56.696.790.718 72.855 864.432.957 Kabil/Panau 547. pada tahun 2008.098.901.275 203.412 101.958 1.697.111.09 7.124.174.609.678.624. Korea Selatan.44 7.182. 2009 2009 302.373.706.297.098.379 1.474.466 1.470.187 8.712 183.298.804 7.685 169. Tahun 2009 Nilai CIF Pangsa Negara Asal Volume (kg) (USS$) (%) 1.697.158.157 657.297.174.209 317.289 PINANG. Berdasarkan data statistik dari badan pemerintah provinsi.957 1.317 4. maka Batam dan Bintan merupakan pelabuhan yang memiliki volume bongkar impor barang yang tinggi.89 7.639 21.191.982.764 1.01 2.09% dengan nilai mencapai 5 Miliar Dollar Amerika.095 188.352. 2009 Dilihat dari volume bongkar di pelabuhan yang ada di wilayah kepulauan riau.742.439.266 9.841 18.36 1.817.06 2.292.18 4.247 Sumber : BPS Provinsi KEPRI.076 367.387 368. Amerika Serikat.307.047 Selain melakukan kegiatan ekspor.422.172. Tanjung 5.992 3.719.158. Tabel III-22 Volume dan Nilai Impor Provinsi Kepulauan Riau Menurut Negara Asal.330.056 722.469 2.696.636 12.594.44 100 100 100 100 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Singapura Malaysia Jepang Cina Amerika Serikat Jerman Taiwan Korea Selatan Panama Australia Lainnya Jumlah 2009 Jumlah 2008 Jumlah 2007 Jumlah 2006 Sumber : BPS Provinsi KEPRI. Tabel III-23 Volume Dan Nilai Impor Provinsi Kepulauan Riau Menurut Pelabuhan Bongkar.685. Tahun 2008-2009 Pelabuhan 2008 2009 No .

722 27.641.157.469 40.Volume Ekspor (Kg) 1 KARIMUN.059.070.574 370.219.852.155.477.512.344.707 347.590.131 212.561 38.722 Nilai CIF (USS $) 98.191.407.641.693 57.158.968 1. Karakteristik daratan dan kepulauan di Provinsi Kepulauan Riau menyebabkan aksesibilitas antar pulau harus menggunakan sistem perhubungan dengan tiga moda transportasi yaitu transportasi darat.993 275.666 1.735.666 467.309.3.636 3 4 5 Jumlah 5.581.666 11.580.443 3.976 191.571.574 118.883 488.994 5.501 974.820 2.198.124.707 1.804.169.469 Volume Ekspor (Kg) 17.646 18.749 8.000 591.411 92.559 24.958 12.185.227 37.443 3.932 425.556 86.828.640 419.208.855 1. Tarempa Udang Natuna Serasan Ranai LINGGA.634 21.017.395 Sumber : BPS Provinsi KEPRI.397.238 3.326.623 18.968.324.000 2.085.979s 9.130.890 467.804.063.344.669 1.335 1.917 4.620.142.623 2.477.483 8.208.765 19. 2009 3. ketersediaan sarana dan prasarana transportasi mempunyai peranan penting.786 363.294.327 114 275.716 171.841.801 21.522 1.370.228 7.879.860 401.484.152 973.172.810 21.254 6.958 30.741.735 591.521 1.044.979 13.270.310 27. Batu Ampar Belakang Padang Hang Nadim Pulau Buluh Pulau Sambu Sekupang Kabil/Panau Nongsa 6 TANJUNG PINANG.370.705 4.703 397.188.047 2.257.3 Tinjauan kebijakan dan rencana 3.609.631.941.365.561 17.008.410.620. Tanjung Uban Kijang NATUNA.471 7.1 Rencana tata ruang wilayah provinsi kepulauan riau Guna menunjang pengembangan dan pembangunan Provinsi Kepulauan RIau.306.931 6.688.212.017.269 158.934.064.478 408.228 6. .606.573.550.124.245. Singkep Dabo Penuba BATAM. Tanjung Pinang 28.210.669. Tj.187.519 1.247.137 576.918 975.219.710 50.509 30.432 1.417 76.055.391.131.770. laut dan udara.480 Nilai CIF (USS $) 21.495.993 4.551.648.858 208.718.570 358. Balai Karimun Moro Sulit Tanjung Batu Pasir 2 Panjang BINTAN.396.266 111.582 13.657 1.817.339 609.

b) Pengembangan potensi sektor pertambangan mineral dan migas dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.1. c) Mengembangkan kegiatan sektor unggulan di wilayah sentra produksi. b) Mengembangkan pusat-pusat kegiatan lokal (PKL) dan sentra-sentra produksi. Pengembangan Keterpaduan Sistem Perkotaan a) Memantapkan dan meningkatkan fungsi pusat-pusat kegiatan PKN dan PKW. Mengembangkan Zona dan Kawasan Industri Berdaya Saing Global a) Mengembangkan klaster industri berbasis keunikan wilayah. dan pelabuhan penyeberangan sebagai simpul transportasi. alam dan MICE. 4. b) Integrasi sistem intermoda dan perpindahan antar moda dan di seluruh wilayah kepulauan. c) Mendorong pengembangan kawasan perkotaan di wilayah perbatasan. . 5.3. pelabuhan. Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Wilayah a) Pengembangan sumber daya air bagi penyediaan air bersih. c) Mendorong kegiatan industri pengolahan komoditi unggulan di sentra-sentra produksi. Mendorong Terbentuknya Aksesibilitas Jaringan Transportasi Kepulauan a) Pengembangan jaringan jalan secara hirarkis yang menghubungkan antar pusatpusat kegiatan pelayanan perkotaan dan antara pusat-pusat kegiatan dengan masing-masing wilayah pelayanan. d) Mengembangkan pusat-pusat tujuan wisata dan kawasan pariwisata berbasis keunikan budaya. e) Pembangunan jembatan penghubung antar pulau dengan pertimbangan kondisi fisik dan jarak perairan.1 Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Untuk mewujudkan tujuan penataan ruang sebagaimana dimaksud. ditetapkan kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah provinsi yang meliputi : 1. 2. 3. c) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dan jaringan listrik serta energy alternatif. b) Menyiapkan sarana penunjang kegiatan industri. d) Pengembangan dan peningkatan kualitas layanan terminal umum. d) Membina keterkaitan antara pusat kegiatan dengan wilayah hinterlandnya. Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Alam Guna Mendorong Pengembangan Ekonomi Wilayah a) Pengembangan potensi sektor kelautan dan perikanan. c) Pengembangan rute-rute pelayanan moda transportasi publik menjangkau seluruh wilayah kepulauan sesuai dengan intensitas aktivitas. bandara.3. b) Pengembangan sistem jaringan drainase dan pengolahan limbah.

dan Pusat Kegiatan Strategis Nasional yang berguna untuk memberikan gambaran mengenai fungsi serta peran kota di Provinsi Kepulauan Riau. c) Pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan-kegiatan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi yang terdiri atas gugusan-gugusan pulau yang letaknya saling berjauhan. serta menjadikan laut sebagai halaman depan dan orientasi pembangunan. Mengembalikan fungsi kawasan lindung dalam rangka memelihara keseimbangan ekosistem. Memelihara Kelestarian Wilayah Kepulauan a) b) Menetapkan kawasan lindung seluas minimal 30% dari luas pulau sesuai dengan karakteristik pulau. sehingga terwujud pemerataan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau. 3. Pusat Kegiatan Wilayah. Bintan. dan Karimun dalam menunjang kegiatan-kegiatan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. e) Meningkatkan pengawasan dan pengendalian wilayah konservasi. Bintan. Dalam membentuk keterkaitan tersebut perlu adanya sistem perkotaan yang hirarkis dan saling berkesinambungan antara pusat kegiatan dengan wilayah hinterlandnya. Pusat pusat kegiatan sebagaimana yang dimaksud terdiri dari Pusat Kegiatan Nasional. .1. Selain itu kawasan-kawasan perkotaan di pulau-pulau kecil didorong pengembangannya sebagai kota pesisir dengan menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai leading sector dalam pengembangan ekonomi wilayahnya. dan mengkoordinasikan pengelolaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Pusat Kegiatan Lokal. d) Menetapkan dan mempertahankan kelestarian sumberdaya dan keanekaragaman ekosistem kelautan. Mempersiapkan daerah-daerah di luar Kawasan Batam.3.6. yang diantaranya ditetapkan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. sehingga perlu adanya keterkaitan antar pulau untuk menjadikan provinsi ini menjadi satu kesatuan yang utuh.2 Sistem Perkotaan Provinsi Kepulauan Riau Sistem Perkotaan Provinsi Kepulauan Riau terbagi atas beberapa pusat kegiatan. b) Membina. Perwujudan dari pengembangan keterpaduan sistem perkotaan tersebut antara lain melalui pemantapan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) serta pengembangan Pusat Kegiatan Lokal (PKL). mengawasi. dan Karimun a) a. 7. b. Mendorong Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. c) Mempertahankan dan melestarikan kawasan hutan mangrove.

pertambangan dan pariwisata Pusat pelayanan transportasi laut skala regional dan lokal Pusat pelayanan di Pulau Singkep dan sekitarnya Pusat pertumbuhan perdagangan dan jasa skala regional Pusat koleksi dan distribusi skala regional kegiatan pertanian/perkebunan. perikanan. perikanan. Bintan dan Karimun Sebagai pusat perdagangan dan jasa skala provinsi Sebagai pendukung kegiatan pariwisata Sebagai kawasan pendidikan Sebagai simpul transportasi laut nasional dan simpul transportasi udara nasional Pusat pemerintahan Kabupaten Lingga Pusat perdagangan dan jasa skala regional Pusat koleksi dan distribusi skala regional Pusat pengembangan industri hasil-hasil pertanian Pengembangan kegiatan pertanian/perkebunan. kehutanan.Sistem Kota PKN/PKSN Tabel III-24 Sistem Perkotaan di Provinsi Kepulauan Riau Kota Arahan Batam Sebagai Pusat Pemerintahan Kota Sebagai kawasan investasi internasional Sebagai “pusat keunggulan” (center of excellent) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. PKSN Ranai PKW Tanjung Pinang Daik Dabo . Bintan dan Karimun Sebagai pusat industri dan jasa di wilayah Provinsi Kepulauan Riau Sebagai pusat pariwisata Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mendorong perkembangan wilayah perbatasan Sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia ke wilayah Internasional Sebagai kawasan untuk kepentingan pertahanan keamanan nasional serta integrasi nasional Sebagai kawasan alih muat kapal (transhipment point) Sebagai simpul-simpul utama (main outlet) transportasi laut dan udara baik skala nasional dan internasional Sebagai salah satu pusat pertumbuhan kawasan perbatasan negara di Provinsi Kepulauan Riau Sebagai pintu gerbang Indonesia ke wilayah internasional Sebagai kawasan untuk kepentingan pertahanan keamanan nasional serta integrasi nasional terutama pada kawasan perairan Indonesia Sebagai pusat pelayanan dan pusat ekspor serta akses ke pasar global Sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional dan nasional Sebagai kawasan pengembangan industri pendukung perikanan dan kelautan Sebagai pusat perdagangan dan jasa skala regional Sebagai simpul transportasi laut nasional dan internasional Sebagai simpul transportasi udara nasional Pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di Pulau Dompak Pusat Pemerintahan Kota Pusat koleksi dan distribusi barang skala provinsi Sebagai pusat kegiatan industri pendukung PKN Batam Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. kehutanan.

Bintan dan Karimun Sebagai kawasan industri maritim Sebagai kawasan perdagangan dan jasa Sebagai pengembangan kawasan pertambangan Pusat pemerintahan Kabupaten Bintan Pusat kegiatan utama dengan skala pelayanan kabupaten Sebagai kawasan pariwisata Sebagai pusat perdagangan dan jasa skala lokal Sebagai kawasan industri pendukung Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.Sistem Kota Kota Arahan pertambangan dan pariwisata Pusat pelayanan transportasi udara skala regional Simpul transportasi laut skala nasional Pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Anambas Sebagai pusat koleksi dan distribusi skala regional Sebagai pusat kegiatan perdagangan dengan lingkup pelayanan lokal dan regional Sebagai sentra produksi perikanan dan kelautan Pengembangan industri pendukung dan pengolahan perikanan Sebagai kawasan pariwisata Simpul transportasi laut skala nasional Sebagai kota transit lalu lintas pelayaran Pusat pemerintahan Kabupaten Karimun Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. perkebunan dan perikanan Sebagai koleksi dan distribusi lokal Sebagai kawasan pendukung pengembangan industri Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Bintan dan Karimun Sebagai kawasan perdagangan dan pelayanan jasa serta pariwisata Sebagai pusat koleksi dan distribusi tingkat regional Sebagai simpul transportasi laut nasional dan transportasi udara regional Pengembangan industri pengolahan hasil pertambangan. Bintan dan Karimun Sebagai pusat koleksi dan distribusi Sebagai simpul pelayanan transportasi laut lokal Sebagai simpul penghubung PKN Batam dengan wilayah Kabupaten Bintan Sebagai kawasan perdagangan dan jasa lokal Sebagai kawasan industri maritime Sebagai kawasan pertanian dan perikanan Sebagai pusat koleksi dan distribusi lokal Tarempa Tanjung Balai Karimun PKL Tanjung Batu Moro Meral Bandar Seri Bintan Tanjung Uban Kijang . perikanan dan kelautan Sebagai simpul transit skala regional dan antar pulau Pusat perdagangan dan jasa skala lokal Sebagai kawasan kegiatan pariwisata. Bintan dan Karimun Sebagai pusat koleksi dan distribusi lokal Sebagai kawasan kegiatan perikanan Sebagai pengembangan kawasan pertambangan Simpul transportasi laut nasional Sebagai kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. permukiman. pertanian.

2008-2028 . perkebunan dan perikanan Pusat perdagangan skala lokal Sebagai simpul pelayanan transportasi skala regional Sebagai pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian dan kelautan Sebagai simpul pelayanan transportasi laut skala regional Sebagai pusat koleksi dan distribusi hasil perikanan serta kelautan Sebagai kawasan pertanian.Sistem Kota Kota Letung Arahan Sebagai simpul pelayanan transportasi skala rnasional Pusat koleksi dan distribusi hasil perikanan dan kelautan Sebagai kawasan perdagangan dengan lingkup pelayanan lokal sebagai daerah pusat kegiatan lokal untuk pengembangan pertanian Sebagai kawasan industri perikanan dan kelautan Sebagai kawasan pariwisata Simpul pelayanan transportasi laut regional Sebagai pusat koleksi dan distribusi hasil perikanan dan kelautan Sebagai pusat industri pengolahan perikanan dan kelautan Sebagai kawasan perdagangan lokal Sebagai kawasan pariwisata Sebagai pusat kegiatan pertambangan minyak dan gas Simpul pelayanan transportasi laut lokal Tebangladan Sedanau Serasan Senayang Simpul transportasi udara skala regional Sebagai pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian. perkebunan dan perikanan Sebagai simpul pelayanan transportasi laut local Sebagai pengembangan kegiatan pertanian Sebagai kawasan perikanan dan kelautan Sebagai pusat koleksi dan distribusi hasil pertanian Simpul pelayanan transportasi laut lokal Pancur Sumber:RTRWP KePri.

PETA SISTEM KOTA-KOTA DI WILAYAH KEPRI .

B. ekonomi. Batu Berhanti/Batu Berantai. Sebetul. Sekatung. sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. pertahanan dan keamanan negara. Iyu Kecil/Tokong Hiu Kecil. Damar. dan Nongsa/Putri) dengan Negara Malaysia/Vietnam/Singapura. Karimun Kecil/Karimun Anak. Mangkai. budaya. KAWASAN STRATEGIS NASIONAL pertama. Tokong Malang Biru. Senua.3. dan Karimun.3. 2) Kawasan Batam. Pelampong. A. Kawasan Strategis Nasional ini ditetapkan sebagai tahap pengembangan Teknologi Tinggi.3 Kawasan Strategis Wilayah Kepulauan Riau Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap: a) tata ruang di wilayah sekitarnya. Nipa. Bintan. Tokong Nanas. dan/atau c) peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semiun. dan/atau lingkungan. Tokong Belayar.1. Subi Kecil. dengan bentuk pengembangan/peningkatan kualitas kawasan dengan sudut kepentingan ekonomi. b) kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya. dengan bentuk pengembangan/peningkatan kualitas kawasan dengan sudut kepentingan Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan . Kepala. Tokong Boro. Kawasan Strategis Nasional ini ditetapkan sebagai tahap pengembangan pertama. sosial. di Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan 2 (dua) Kawasan Strategis Nasional. yakni: 1) Kawasan Perbatasan Laut RI termasuk 19 pulau kecil terluar yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau (Pulau Sentut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. KAWASAN STRATEGIS NASIONAL Kawasan strategis nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara.

Adapun alasan pemilihan Kawasan Strategis Kabupaten Kepulauan Anambas dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi dan dari sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam : a) Sebagai Kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki berbagai macam potensi perlu penanganan lebih serius. pembinaan. Pemerintah daerah kabupaten/kota tetap memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan aspek yang tidak terkait dengan nilai strategis yang menjadi dasar penetapan kawasan strategis. d) Memiliki potensi geografis yang berorientasi dan memiliki akses keluar untuk membentuk citra pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau yang berwibawa.Kawasan Strategi Provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi. monumental dan berwawasan masa depan. pengaturan. Di samping . 2) Kawasan strategis Kepulauan Anambas. a) Pusat Pemerintahan. dan pengawasan pelaksanaan pemanfaan ruang kawasan strategis provinsi dan Kabupaten/Kota. d. budaya dan atau lingkungan. Selain itu. Pusat Pelayanan dan Pusat Pertumbuhan baru di Provinsi Kepulauan Riau. c. b) Berpotensi terhadap perkembangan pusat perekonomian yang mendukung esistensi perkembangan Kota Tanjungpinang. dimana 98. Berdasarkan pertimbangan hal-hal tersebut di atas. Pemerintah Daerah Provinsi juga memiliki kewenangan dalam penyusunan Rencana Detail terhadap Kawasan Strategis Provinsi. f.65% dari luasan Kabupaten Kepulauan Anambas berupa lautan. Potensi perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas sangat besar dengan daerah tangkapan yang luas. b) Memiliki potensi perikanan dan kelautan. weweneng Pemerintah Provinsi dalam penataan ruang kawasan strategis provinsi adalah melaksanakan: a. pelaksanaan penataan ruang kawasan strategis provinsi. Kewenangan Pemerintah Daerah Provinsi dalam pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis provinsi mencakup aspek yang terkait dengan nilai strategis yang menjadi dasar penetapan kawasan strategis. penetapan kawasan strategis provinsi. c) Pulau Dompak berada di Kota Tanjungpinang yang merupakan pusat sejarah dan identitas Riau Kepulauan. perencanaan tata ruang kawasan strategis provinsi. b. e. pengendalian pemanfaatan ruang kawasan strategis provinsi. sosial. Dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. pemanfaatan ruang kawasan strategis provinsi. ditetapkan Kawasan Strategis di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari: 1) Kawasan strategis Pulau Dompak di Kota Tanjung Pinang.

Potensi objek wisata air terjun air bunyi di Kecamatan Siantan Selatan dan Pulau Bawah termasuk dalam wilayah Kecamatan Siantan Selatan. Wisata Bahari seperti Pulau Kelong dan Pulau Batu Alam di Palmatak. Kabupaten Lingga juga memiliki potensi tenaga kerja yang dapat diserap sebagai tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan.itu. b) Potensi Areal Tanam Kabupaten Lingga memiliki potensi areal tanam atau potensi lahan yang sangat besar untuk dikembangkan. Selain potensi lahan. Pulau Penjali dan Pulau Punjong di Tarempa. c) Potensi Tenaga Kerja Selain memiliki potensi produksi dan potensi lahan. sehingga ketersediaan potensi perikanan selalu ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Potensi tersebut belum dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal. d) Memiliki potensi konservasi laut di perairan Kepulauan Anambas yaitu di Penjalin sebelah utara Pulau Jemaja dan Pulau Durai Kecamatan Palmatak. 3) Kawasan strategis Kabupaten Lingga. Adapun beberapa pertimbangan ditetapkannya Kabupaten Lingga sebagai kawasan Strategis Provinsi Kepulauan Riau dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi adalah : a) Potensi Komoditi Potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki oleh Kabupaten Lingga sangat beragam yang terdiri dari pertanian tanaman pangan. Jumlah penduduk di Kabupaten Lingga setiap tahunnya semakin bertambah. dapat diketahui bahwa pada kabupaten ini sangat memungkinkan serta sangat potensial untuk dikembangkan pertanian dan perkebunan. Namun pada kenyataannya potensi lahan yang digunakan masih sangat minim dan kurang optimal sehingga produksi yang dihasilkanpun masih rendah. kabupaten ini juga memiliki potensi Budidaya Perikanan. Dari 91. c) Memiliki potensi wisata bahari yang merupakan salah satu potensi kelautan yang dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Anambas. Dengan melihat pada potensi areal tanam atau potensi lahan yang sangat besar dimiliki oleh Kabupaten Lingga. dan Pulau Bawah di Jemaja. Objek wisata air terjun seperti Air Terjun Ulu Maras dan Air Terjun Temurun. Kabupaten Kepulauan Anambas kaya dengan keindahan pantai dan terumbu karang. potensi Sumber Air yang dimiliki kabupaten Lingga juga sangat mendukung untuk pengairan pertanian dan perkebunan. holtikultura dan perkebunan.600 jumlah penduduk Kabupaten . sumber daya perikanan merupakan sumber daya yang bersifat pulih. Selain perikanan tangkap. Objek wisata laut/pantai seperti Terumbu Karang di Kecamatan Jemaja. Kawasan objek wisata tersebut dapatdijumpai di sejumlah 19 Kawasan Objek Wisata.

786 jiwa yang terdiri dari penduduk yang bekerja sebagai petani dan buruh. Dengan di tetapkannya Ranai sebagai Pengembangan Pemantapan Pelabuhan Nasional di dalam RTRWN serta Selat Lampa yang memiliki kedalaman yang cukup untuk pelayaran internasional saat ini. Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Natuna menjadi Kawasan Strategis Provinsi yang diarahkan pemanfaatannya sebagai: a) Bandar transit Pelayaran internasional dan pusat pelayanan akses pasar global ( Ranai/Selat Lampa ) b) Penyediaan dan Pengembangan sarana prasarana kepelabuhanan c) Membina dalam Pengembangan Wisata Alam dan Wisata Bahari. dan penduduk. dari gugus Pulau KarimunBarelang-Bintan hingga gugus Pulau Bunguran yang dilewati kapal-kapal internasional. Bintan dan Karimun yang merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas dapat menjadi potensi pasar bagi berkembangnya Kabupaten Lingga sebagai Kawasan Sentra Produksi Pertanian. d) Potensi Kawasan Free Trade Zone sebagai Pasar Komoditi Pertanian Kawasan Batam. e) Alur pelayaran internasional yang melewati Kabupaten Natuna dapat dijadikan tempat Bunkering BBM dan STS Oil. berbelok-belok. serta jika memungkinkan hasil pertanian dan perkebunan tersebut dapat dieksport ke luar negeri melalui kawasan FTZ BBK tersebut. Untuk menangkap dan menjawab permasalahan di jalur internasional tersibuk Selat Malaka-Singapura-Phillip yang sempit. Potensi besar pertanian dan perkebunan yang nantinya akan dihasilkan oleh Kawasan Sentra Produksi Pertanian Kabupaten Lingga. dan terbatas. Bintan dan Karimun. ramai. maka jalur pelayaran ALKI I-A di Laut Cina Selatan menjadi alternatif karena merupakan lautan lepas dengan kondisi perairan yang cukup lebar dan dalam. dangkal. potensi tenaga kerja yang berpeluang untuk diserap sebagai tenaga kerja di sector pertanian dan perkebunan sebanyak 18. dan seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau khususnya ke kawasan Free Trade Zone Batam. di dekat ALKI I-A. d) Pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan Kawasan Strategis Kabupaten Natuna merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Meningkatnya aktifitas di Kawasan Batam.Lingga pada tahun 2008 tersebut. Di gugus Pulau Bunguran. . yaitu di Pulau Bunguran bagian barat daya terdapat Selat Lampa yang “teduh” karena terdapat pemecah gelombang alami berupa Pulau Sedanau. sehingga kebutuhan akan produk pangan juga akan meningkat. Bintan dan Karimun secara tidak langsung akan menarik berbagai aktifitas. 4) Kawasan strategis Kabupaten Natuna. dapat menyuplai (menyediakan) kebutuhan pangan masyarakat baik skala lokal yaitu di Kabupaten Lingga. tenaga kerja.

PETA KAWASAN STRATEGIS WILAYAH KEPULAUAN RIAU .

Maju. Mewujudkan Masyarakat Kepulauan Riau yang Memiliki Kepribadian dan Berakhlak Mulia. a) Visi Sebagai arahan pembangunan Sejahtera”. Provinsi Kepulauan Riau memiliki visi “ Kepulauan Riau Berbudaya. maka ditetapkanlah sasaran-sasaran lima misi pembangunan daerah dan arahan pencapaian pokok sebagai ukuran bagi pencapaian Rencana jangka Panjang 2005-2025. Misi dan sasaransasaran pokok RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah sebagai berikut: i. Pencapaian dan ukuran keberhasilan pembangunan dibagi menjadi periode lima tahunan.2 Rencana Program Jangka Panjang Dan Program Jangka Menengah Provinsi Kepulauan Riau Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) menjadi landasan dalam penyusunan RPJMD. Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) harus sinergis dan searah dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang tertuang dalam visi. .3. RPJMD merupakan empat tahapan dalam dari tahapan penjabaran pembangunan periode lima tahunan dari rencana yang tertuang dalam RPJPD. Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Kepulauan Riau. Misi 1. dokumen RPJMD Provinsi Kepulauan Riau 2010-2015 telah memasuki tahapan kedua dari RPJPD Provinsi Kepulauan Riau 2005-2025. b) Misi dan Sasaran Pokok Dalam rangka mewujudkan visi dari Provinsi Kepulauan Riau. Kondisi saat ini.3. misi dan arah kebijakan RPJPD diukur dalam masa 20 tahunan. oleh karena itu dokumen RPJMD memuat arahan kebijakan dalam pencapaian visi misi jangka panjang serta sasaran pokok dan prioritas-prioritas program pada masing-masing tahapan.

6. 5. Terwujudnya karakter dan kepribadian masyarakat yang bermoral. norma hukum dan budaya yang luhur. Berkembang dan lestarinya budaya daerah terutama dengan memberdayakan nilai-nilai budaya Melayu untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai tersebut melalui peningkatan pemakaian simbol dan atribut budaya Melayu dalam kehidupan masyarakat dan lembaga pemerintahan secara terus menerus termasuk pengembangan kesenian dan budaya daerah melalui peningkatan event kesenian dan budaya yang mendukung kegiatan pariwisata dan sebaliknya pariwisata yang mendorong berkembangnya nilai dan budaya Melayu. luar sekolah dan dalam keluarga serta dalam kehidupan bermasyarakat. baik melalui pendidikan sekolah. Terlaksananya revitalisasi nilai-nilai kebudayaan Melayu serta terwujudnya pengembangan dan pelestarian nilai-nilai Budaya Melayu. taat dalam pemanfaatan rencana . 4. norma hukum dan budaya dalam rangka meningkatkan kualitas dan akhlak dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan. kesadaran dan bernegara dan menjunjung hukum. luar sekolah dan keluarga mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. 2. 3. Kesadaran ini akan membentuk karakter dan budaya disiplin dalam segala aspek kehidupan seperti taat pajak. lembaga keagamaan dan lembaga adat bersama dengan pemerintah untuk memperkenalkan dan menerapkan nilai-nilai agama. kehidupan dan berbangsa. norma hukum dan budaya Melayu dan budaya disiplin baik pendidikan sekolah. Terwujudnya etika masyarakat dalam yang memiliki moral bermasyarakat. Meningkatnya peran lembaga pendidikan.Sasaran-sasaran pokok dari misi 1 adalah sebagai berikut: 1. beretika. norma hukum dan budaya serta mengembangkan kemampuan lembaga pendidikan dan lembaga adat melalui pengenalan dan penanaman nilai-nilai agama. kemajuan iptek serta berdisiplin sebagai perwujudan pengamalan nilai agama. Terbangunnya sistem pembelajaran dalam penanaman nilai-nilai agama. berorientasi kinerja.

Meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mengurangi penyakit sosial masyarakat baik prostitusi. Meningkatnya kualitas hidup sumberdaya manusia termasuk perempuan yang dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sehingga mampu memberikan peranan dan kontribusi dalam pembangunan daerah dan tidak menjadi beban pembangunan. Memiliki Etos Kerja dan Produktivitas yang Tinggi. 4. Meningkatnya penghayatan dan pengamalan Ideologi Pancasila sehingga kerawanan sosial dan politik dapat dihindari dan disintegrasi bangsa tidak terjadi. serta terbinanya kultur politik demokratis yang santun dan menghargai perbedaan pandangan dalam membangun bangsa. Menciptakan Sumber Daya Manusia Kepulauan Riau yang Berkualitas Pendidikan. perdagangan orang maupun penyalahgunaan obat terlarang dan berbahaya serta kegiatan negatif lainnya yang bertentangan dengan agama. 7. Meningkatnya kualitas pendidikan yang didukung oleh penataan sistem dan manajemen pendidikan serta pemerataan pelayanan pendidikan. maju dan berkualitas. tertib berlalu lintas dan berdisiplin sebagai sebuah ciri bagi masyarakat yang maju dan modern. Sasaran-sasaran pokok dari misi 2 adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan kualitas pendidikan dilihat dari jumlah dan persentase lulusan. Terwujudnya peningkatan kesempatan kerja dan berusaha khusus bagi lulusan sekolah menengah kejuruan dan pendidikan tinggi dengan masyarakat yang berkualitas pendidikan dan didukung fasilitas pendidikan dan tenaga pendukung pendidikan yang baik.penataan ruang. 8. ii. persentase lulusan yang melanjutkan pendidikan tinggi dan persentase lulusan yang mampu masuk ke pasar kerja dan menciptakan lapangan kerja. . hukum dan moral. Meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat agar mampu mengisi dan melaksanakan pembangunan 2. 3. Misi 2.

Terwujudnya Merit System dalam peningkatan kualitas SDM melalui pengembangan karir berbasis kinerja dan sistem recruitment by expertise. Berkembangnya sikap profesional bagi aparatur dan masyarakat untuk meningkatkan etos kerja. Terwujudnya peningkatan kesadaran masyarakat dan aparatur pemerintah terhadap hukum dan perundang-undangan sehingga membentuk budaya disiplin sebagai indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia yang maju. budaya bersih. perekonomian daerah dan pembangunan nasional. Terwujudnya penerapan standardisasi terhadap produk barang dan jasa yang dihasilkan pemerintah. 7. ketaatan dalam pemanfaatan ruang/lahan. budaya antri dan taat pajak serta peraturan perundangundangan. Penempatan pegawai sesuai dengan kualifikasi dan kompetensinya dan didukung dengan sistem penggajian yang berbasis kinerja. Dilaksanakannya penerapan reward and punishment di lingkungan pemerintah dan masyarakat yang dititikberatkan pada disiplin terhadap perundang-undangan seperti tertib lalu lintas. Meningkatnya kemampuan sumberdaya manusia dalam mengelola.5. memanfaatkan dan mengembangkan potensi dan sumberdaya alam untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat. 6. Terwujudnya tenaga kerja yang bermutu dan berdaya saing melalui peningkatan mutu tenaga kerja lokal melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan lembaga pelatihan profesional lainnya baik di dalam maupun luar negeri dan peningkatan wawasan kewirausahaan pada pelaku usaha kecil dan menengah. Meningkatnya kuantitas dan kualitas lulusan melalui program peningkatan mutu dan manajemen pengelolaan pendidikan serta meningkatnya rata-rata waktu masyarakat mengikuti pendidikan sekaligus meningkatnya relevansi pendidikan terhadap pasar kerja. masyarakat dan dunia usaha. 10. 9. . Terwujudnya sistem dan berkembangnya penerapan standar pelayanan minimal (SPM) dan standar operasional dan prosedur (SOP) dalam rangka pelayanan prima kepada masyarakat. 8.

untuk tingkat SMP/MTS. Terwujudnya pengelolaan yang efisien dan profesional dari potensi sektor unggulan sehingga menghasilkan produk unggulan daerah yang berkualitas dan dapat diandalkan. Tertatanya kelembagaan. Meningkatkan Daya Saing Daerah Agar Mampu Melaksanakan Pembangunan Dalam Perekonomian Nasional dan Global Khususnya Dalam Bidang Industri Pengolahan. 12. dan terwujudnya rasa aman dilingkungan masyarakat dan kemitraan antara pihak keamanan dan masyarakat 13. pertambangan dan pariwisata serta industri sebagai sektor unggulan daerah dan menjadi basis aktivitas ekonomi. kelautan. Tersedianya Kepulauan pendidikan yang berbasis unggulan tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang sesuai dengan kondisi daerah khususnya kemaritiman dantersedianya pendidikan dasar dan menengah yang murah tapi berkualitas dan mudah diakses serta pendidikan gratis bagi masyarakat miskin atau rawan sosial. Terwujudnya sektor pertanian dalam arti luas khususnya sub sektor perikanan. mantap. Misi 3. perangkat dan kewenangan antara pihak keamanan dengan pihak terkait sehingga keamanan masyarakat dapat terjamin. Tumbuh dan berkembangnya pusat ekonomi baru di wilayah Kepulauan Riau dengan sektor unggulan yang sesuai dengan potensi dan mampu mendorong sektor lain dalam memberikan pelayanan lebih baik dan berdaya saing. terpadu dan berkelanjutan. Perikanan dan Kelautan serta Pariwisata. iii. . kelautan dan pariwisata. 2.11. Tersusunnya rencana dan program pendidikan yang berfokus. Terwujudnya Kepulauan Riau sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional khususnya di bagian Barat Indonesia. perikanan. Meningkatnya APK dan APS untuk tingkat TK/PAUD. dan untuk tingkat SMA/SMK. Terbangunnya sistem perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif di seluruh daerah. dengan keunggulan bidang industri. Sasaran-sasaran pokok dari misi 3 adalah sebagai berikut: 1.

sosial dan pebutuhan publik lainnya termasuk industri. handal dan efesien sesuai dengan kebutuhan masyarakat baik kebutuhan rumah tangga. Meningkatnya investasi domestik dan investasi asing serta tersedianya peraturan yang lebih menjamin kepastian hukum bagi pekerja dan pelaku usaha serta didukung dengan penegakan hukum yang beroriantasi kepada kepentingan nasional dan daerah. bersih. kelautan. perikanan. Meningkatnya kualitas dan etos kerja sumber daya manusia dalam semua bidang terutama disektor unggulan agar mampu mengikuti perkembangan tetangga dengan dan sejajar dengan negara . Terselenggaranya pelayanan air bersih bagi masyarakat perkotaan dan daerah cepat tumbuh serta pengadaan dan pengembangan sarana sumber air bersih bagi kebutuhan masyarakat pedesaan. 6. bisnis. Terwujudnya kerjasama antar daerah. pertambangan maupun pariwisata. bertanggungjawab serta profesional yang mampu mendukung pembangunan daerah.3. regional dan internasional di bidang ekonomi. pariwisata dan pertambangan maupun sumber daya lainnya bagi pendorong ekonomi masyarakat dan ekonomi daerah dan nasional. 5. 4. Meningkatnya kemampuan dan profesionalitas aparatur pemerintah daerah untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Meningkatnya peran sektor unggulan dalam perekonomian daerah dan menjadi lokomotif utama dalam menggerakkan ekonomi daerah. Tersedianya infrastruktur dasar utama bagi pengembangan maritim baik industri pengolahan. dunia usaha dan masyarakat. 8. sosial dan budaya dalam rangka membentuk sinergitas ekonomi dan jaringan pertumbuhan ekonomi yang handal dan terintegrasi. 7. Tersedianya produk hukum di bidang investasi dan penanaman modal serta perlindungan usaha ekonomi kerakyatan dengan koordinasi bersama semua pihak baik pemerintah. Termanfaatkannya sumber daya alam baik kelautan. perikanan. berwibawa. Terkelolanya potensi wilayah terutama aspek kemaritiman sebagai modal dasar pembangunan daerah dan mendukung pembangunan nasional. Terpenuhinya pasokan listrik (elektrifikasi) yang memadai.

11. pengembangan lembaga pelatihan dan lainnya. iv. Mewujudkan Masyarakat Kepulauan Riau yang Dapat Memenuhi Seluruh Kebutuhan Dasar Hidupnya Secara Layak Sasaran-sasaran pokok dari misi 4 adalah sebagai berikut: 1. responsif dan berorientasi kinerja. Terlayaninya seluruh lapisan dan kelompok masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan dan . instruktur. Berkembangnya keseluruh pembangunan yang dan pemerataan bagi hasilnya wilayah diarahkan peningkatan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. 2. 10. dan lainnya. Meningkatnya efesiensi pelaksanaan pembangunan yang dilandasi oleh sistem penyelenggaraan administrasi pemerintahan. 9. Seluruh perusahaan yang melakukan invetasi di wilayah Kepulauan Riau menerapkan sistem perlindungan dan jaminan sosial bagi tenaga kerja sebagaimana diatur oleh Undang-Undang dan Organisasi Tenaga Kerja Internasional (ILO). Tersedianya pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata dan berkualitas melalui peningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan medis lainnya.dukungan pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki kepribadian yang sesuai dengan karakter dan budaya. Berkurangnya kesenjangan antar wilayah dalam pembangunan yang berbasis keadilan dan proporsionalitas dalam kerangka persatuan daerah dan ketahanan nasional. Misi 4. Tersedianya pegawai teknis ketenagakerjaan seperti mediator. Tersedianya sarana dan prasarana lembaga diklat ketenagakerjaan (BLK) yang memadai baik melalui kerjasama pelatihan. perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang akuntabel. Meningkatnya kompetensi tenaga kerja lokal dan tersedianya tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan meningkatnya sistem informasi pasar kerja. pengawas tenaga kerja.

Tersedianya kebutuhan dasar masyarakat seperti listrik. cepat. murah dan mudah melalui pelayanan yang modern dan dengan dukungan sarana dan prasarana dan sistem yang berkualitas. 6. perumahan dan sanitasi lingkungan dalam rangka meningkatkan kemampuan usaha dan kualitas kehidupan masyarakat. air bersih. dan pengembangan potensi daerah seperti perikanan dan pertanian sehingga menjadi kegiatan ekonomi produktif. 5. angkutan. Terwujudnya kelestarian sumber daya hayati dan lingkungan bagi upaya menjaga kelangsungan hidup dan kehidupan penduduk. Terwujudnya pelayanan publik yang prima. 3. Meningkatnya ketersediaan lapangan kerja bagi seluruh penduduk usia kerja dan kesempatan untuk membuka lapangan kerja baru guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dengan tujuan mendukung tumbuhnya kegiatan ekonomi dan berkurangnya tingkat pengangguran dari tahun ke tahun. Terkelolanya kawasan potensial pertanian dan perikanan bagi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan menjamin katahanan pangan serta mendorong kegiatan ekspor dari hasil olahan perikanan. 9. 4. baik . Meningkatnya kualitas sumber daya manusia pencari kerja serta menerapkan kebijakan affirmative pada unit-unit yang melakukan usaha skala besar di daerah terhadap pekerja lokal. Terkendalinya perkembangan dan distribusi penduduk serta distribusi penduduk pada kawasan potensial untuk pengembangan pemukiman dengan tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lahan. dunia usaha dan masyarakat.pulau terpencil dan tersedianya pusat pelayanan kesehatan skala provinsi yang mampu menjadi rujukan bagi daerah lainnya. pengolahan sampah perkotaan. 7. Tersedianya kebutuhan dasar masyarakat dengan jumlah dan harga terjangkau melalui upaya pengendalian harga dan menjamin lancarnya distribusi barang kebutuhan pokok sepanjang tahun. Berkurangnya kerusakan lingkungan akibat menurunnya kualitas lingkungan dengan melibatkan semua pihak terkait pemerintah. kelautan dan pertanian. 8. maju dan modern.

Terwujudnya kawasan ekonomi terpadu sebagai bagian dari kawasan strategis nasional khususnya Bagian Barat Indonesia. Misi 5. Meningkatnya peran sektor kelautan dan perikanan dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan terbangunnya industri-industri yang berbasis kelautan. 12. Ditetapkannya wilayah Kepulauan Riau sebagai salah satu kawasan perkembangan ekonomi nasional dalam bentuk kebijakan pemerintah dalam menetapkan kawasan strategis nasional baik dari aspek ekonomi maupun aspek ketahanan nasional. 2. terwujudnya sistem informasi kesehatan yang optimal. HIV/AIDS dan penyakit menular berbahaya lainnya. demam berdarah. Tersedianya sarana prasarana pariwisata dengan didukung oleh pengembangan sarana dan prasarana kebudayaan dan kesenian serta infrastruktur perekonomian lainnya yang berkualitas . 3. v. memadai dan berkualitas dengan harga sarana dan prasarana yang maju obat dan modern. Sasaran-sasaran pokok dari misi 5 adalah sebagai berikut: 1. Meningkatnya kesadaran untuk hidup dalam lingkungan yang sehat. Perikanan dan Kelautan Serta Pariwisata.10. cepat. Meningkatnya kualitas pelayanan medis baik di rumah sakit maupun di puskesmas dengan dukungan ketersediaan tenaga medis dan paramedis yang profesional. Meningkatnya orientasi pengembangan maritim bagi masyarakat yang selama ini beroriantasi darat menjadi beroriantasi laut. Mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau Sebagai Salah Satu Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Dalam Bidang Industri Pengolahan. akurat dan valid sehingga dapat mempercepat penentuan kebijakan dan intervensi yang perlu dilakukan. Meningkatnya angka harapan hidup dan status gizi dan didukung dengan upaya pencegahan dan penggulangan berbagai penyakit menular secara berkesinambungan seperti malaria. Tersedianya akses pelayanan kesehatan masyarakat dengan terjangkau termasuk harga dan perbekalan kesehatan. Tumbuhnya pusat pertumbuhan ekonomi baru diseluruh wilayah yang merata terutama industri dan pariwisata yang berbasis kelautan serta sesuai dengan potensi dan keunggulannya. 11.

dermaga dan sarana perhubungan antar pulau dan antar daerah yang memadai.sekaligus mengadakan pendidikan dan pelatihan bidang pariwisata dan meningkatkan aksesibilitas dari dan ke objek dan daya tarik wisata dalam rangka mendukung perkembangan ekonomi daerah. teknologi dan informasi. . Terwujudnya pembangunan yang berwawasan lingkungan. Terciptanya sinkronisasi pembangunan infrastruktur darat dengan pengembangan potensi maritim dan pemberdayaan potensi kelautan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan. kerusakan dan kerusuhan sosial. 4. 9. Terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif untuk investasi dan kegiatan ekonomi di Kepulauan Riau dengan dukungan peningkatan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat dan kesadaran akan hukum dan kelestarian lingkungan. dan peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap lingkungan bagi seluruh pelaku pembangunan termasuk mengurangi jumlah lahan kritis yang dilakukan secara terus menerus dan dengan arahan pembangunan yang terintegrasi serta diikuti dengan penegakan hukum. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi di seluruh daerah dan mengurangi ekonomi berbiaya tinggi dan terwujudnya pemanfaatan dan hasil guna sumber daya alam yang optimal baik sumber daya yang dapat diperbaharui maupun sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. 7. Terwujudnya pembangunan berkelanjutan guna menjamin dan meningkatnya daya dukung dan daya tampung lingkungan dengan didukung adanya peningkatan kualitas lingkungan secara terus menerus dan berkelanjutan dengan pengelolaan sumberdaya alam secara bijaksana dan memperhatikan prinsip kelestarian dan berkelanjutan. Terwujudnya rasa aman di tengah-tengah masyarakat dan terjaminnya keamanan dan kenyamanan pelaku usaha dalam berinvestasi baik aman dari gangguan. 8. 5. 6. bencana alam. Terwujudnya pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Tumbuhnya ekonomi daerah berdasarkan pengembangan potensi daerah melalui upaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. dengan prioritas program antara lain: . prioritasprioritas program dan sasaran RPJMD pada tahap dua yakni pada periode 2010-2015 telah dijabarkan dan ditujukan sebagai keberlanjutan RPJM ke-1. Bidang Pemerintahan dan Layanan Publik Prioritas pada RPJM tahun ke dua ini ditujukan untuk memantapkan penataan kembali penyelenggaraan pemerintahan dengan menekankan kepada peningkatan sumberdaya manusia yang mampu mengelola sumberdaya alam dengan menyiapkan pemanfaatan ilmu dan teknologi guna meningkatkan daya saing daerah dalam skala regional. 11. memperhatikan potensi dan keunggulan daerah serta didukung oleh peningkatan efisiensi pelaksanaan pembangunan. 12. nasional dan global. laut dan udara Berlandaskan dari rumusan Sasaran Pokok dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Kepulauan Riau 2005-2025. Meningkatnya kelancaran arus barang dan orang dari dan ke seluruh wilayah dan antar daerah agar terciptanya pemerataan pembangunan dan munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah melalui upaya penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana transportasi darat.10. Prioritas-prioritas program dan sasaran yang harus dicapai pada tahap dua dikelompokkan sebagai berikut: i. 13. Prioritas-prioritas program dan sasaran pada tahap dua ini menjadi landasan utama bagi acuan penyusunan RPJM. Terwujudnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah melalui upaya meningkatkan pemerataan dan penyebaran pembangunan serta sarana dan prasarana antar pulau dan antar daerah di seluruh wilayah dengan menjadikannya sebagai pusatpusat pertumbuhan ekonomi baru. sinkronisasi dan harmonisasi pembangunan antar daerah dan antar sektor (publik dan privat). Terwujudnya sinergi antara sektor publik dan privat untuk mengakselerasi perekonomian di seluruh wilayah Kepri melalui upaya menjaga dan meningkatkan koordinasi.

Semakin efektifnya lembaga pemerintahan dalam menjalankan pemerintahan umum. penataan agar lebih organisasi mampu pemerintahan menjalankan daerah. manajemen modern Sasaran Program Pemerintahan yang termaktub dalam dokumen RPJPD adalah: 1.1. membina dan meningkatkan kualitas aparatur pemerintahan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada 2. Meningkatkan kualitas dan jumlah fasilitas kantor untuk mendukung pelayanan publik dan akselerasi perekonomian daerah 4. Semakin meningkatnya pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang politik dan hukum dalam rangka terciptanya tata pemerintahan yang baik dan dasar hukum untuk memperkuat kelembagaan demokrasi yang semakin berkembang. pemerintah penyelenggaraan agar pelayanan dan pemerintahan pembangunan dapat berjalan dengan baik berdasarkan prinsip . Terus membangun dan menyediakan infrastruktur dasar dengan cara menyediakan dan meningkatkan sarana parasarana pemerintahan dan aparatur publik. Menciptakan lingkungan usaha yang kondusif dan kompetitif dengan membangun infrastruktur wilayah yang lengkap dan modern dan mewujudkan peraturan kebijakan yang menjamin keamanan untuk kepentingan investasi. pembangunan dan pelayanan publik 2. Kinerja sudah mulai diterapkan dengan disertai penilaian terhadap kinerja seluruh aparatur pemda yang didahului dengan penetapan standar kinerja utama 6. 7. Melanjutkan pemerintahan masyarakat. Terus dilakukan reward and punishment di lingkungan aparatur sehingga pelayanan publik dapat meningkat dan sudah melaksanakan SPM dan SOP untuk setiap jenis pelayanan 5. Terus meningkatkan dan menyediakan sarana pendukung di pusat pemerintahan yang representatif 3. Tersedinya perangkat pemerintahan yang didukung dengan jumlah pegawai yang memadai serta tenaga guru dan paramedis dan pelayanan lainnya yang seimbang 3. tugas-tugas memantapkan sistem.

Bandara Hang Nadim di Batam. Pelayanan publik diberikan dengan lebih baik sesuai dengan perubahan paradigma penyelenggaraan pemerintahan sebagai pengayom dan pelayan dengan dukungan peningkatan kesejahteraan yang proporsional dan adil Prioritas program Informatika dan Telekomunikasi adalah Implementasi telekomunikasi dan pelayanan pos lainnya terus diperluas baik jaringan telekomunikasi dan pelayanan pos antar kabupaten/kota terjalin dengan baik. Melanjutkan implementasi atas sistem aplikasi dan telematika lainnya. web. Peningkatan pembangunan pelabuhan penyebrangan (Ro-Ro) di Karimun. Peningkatan kualitas dan kapasitas bandara Bandara Kijang (Raja Haji Fisabilillah) di Tanjungpinang. Dalam waktu yang bersamaan mulai melakukan pembangunan bandara/airstrip di Letung Kepulauan Anambas dan Tambelan Bintan dan pengembangan Bandara Sei Bati Karimun untuk dapat didarati pesawat udara berbadan sedang (semi wide body) 5. Dalam bidang angkutan antar pulau terus membangun dan memfungsikan dermaga penyeberangan terutama penyeberanganyang sudah terbangun sambil menyiapkan dermaga penyeberangan di daerah lain sekaligus menyediakan sarana . Bandara Dabo Singkep. serta memulai pembangunan Jembatan BatamBintan agar mampu mendorong peningkatan ekonomi regional yang lebih cepat. Mempertahankan dan terus meningkatkan status Bandara Internasional Hang Nadim Batam sebagai pusat penyebaran regional sekaligus meningkatkan pengembangan dan fungsi bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang. hp dan sebagainya terus meningkat terutama bagi kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan akses informasi dari dan ke luar daerah. Bandara Sei Bati di Karimun terus dilakukan. 2. Penguasaan telekomunikasi melalui layanan internet. Sasaran dari Program Informatika dan Telekomunikasi ini adalah: Penguasaan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sudah mampu memberikan manfaat bagi penerapan e-government. Prioritas Program Perhubungan yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. 3.4. Bandara Ranai dan Matak secara maksimal sebagai pusat pelayanan lokal 4. Batam dan Bintan terus ditingkatkan.

APK SMA/SMK/MA. 3. program-program dalam bidang pendidikan adalah sebagai berikut: 1. ii. Menyediakan fasilitas sarana lalu lintas angkutan jalan dan membangun terminal AKDP serta menyediakan angkutan darat yang murah dan efisien terutama bagi pekerja dan anak sekolah. 2. 7. 8. Sasaran Program Budaya dan Kesadaran Masyarakat yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah Pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sudah memanfaatkan perpustakaan sebagai bagian pendidikan yang terintegrasi. Pendidikan dan latihan bagi guru yang terprogram dan kontinu sesuai dengan standar. Menyediakan dokumen tatanan transportasi wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang didahului dengan kebijakan pemberian Subsidi transportasi darat/laut/udara. 6. Pembangunan pendidikan tetap memprioritaskan pada peningkatan APM SMP dan MTs.kapal penyeberangan. . Pelaksanaan pendidikan dasar sembilan tahun tetap dijalankan sambil menyiapkan program wajib belajar 12 tahun. sejalan dengan terus meningkatkan jumlah guru yang memenuhi standar nasional dan bersertifikasi. 5. Menerapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) di seluruh jenis dan jenjang sekolah terus ditingkatkan. Fasilitas pendidikan terus ditingkatkan baik jumlah dan kualitasnya secara merata di seluruh wilayah bagi semua jenjang pendidikan termasuk melanjutkan pemberian beasiswa bagi keluarga yang tidak mampu. 4. Bidang Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Bidang Pendidikan difokuskankan pada peningkatan kuaitas tenaga guru. Dalam bidang keselamatan pelayaran tetap menyediakan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP). 6. dan menyediakan fasilitas embarkasi dan debarkasi penumpang dan barang yang refresentatif. APK pendidikan tinggi dan mutu pendidikan serta sertifikasi guru.

Rumah Sakit Kabupaten/Kota. Pendidikan dan latihan bagi tenaga medis yang terprogram dan kontinu sesuai dengan standar 2. mudah dan gratis yang pelaksanaannya dibebankan dan ditanggung pembiayaannya secara bersama antara pemerintah. Terus membangun sarana dan prasarana kesehatan dan mulai melaksanakan kebijakan pelayanan kesehatan masyarakat miskin secara murah. Provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten/kota serta pihak lainnya. 3. dengan mengharapkan partisipasi masyarakat melalui lembaga agama. keluarga serta lingkungan pendidikan. organisasi masyarakat. Program-progam dalam bidang kesehatan yang menjadi prioritas RPJM tahun ke II adalah sebagai berikut: 1. Menjalankan Sistem informasi kesehatan secara bertahap di Puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dan Provinsi secara berjenjang Prioritas Program Sosial yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1.Pada Bidang Kesehatan dititikberatkan pada peningkatan kualitas tenaga medis. 2. Penanganan penyakit sosial seperti prostitusi dan perdagangan orang menjadi perhatian. . 2. Terus meningkatkan pelayanan perumahan dan penataan lingkungan pemukiman khususnya di perkotaan dan perdesaan yang tertinggal dan masuk kategori tertinggal dan slum dengan program percepatan pembangunan desa dan program pengembangan kecamatan. Prioritas Program Kesejahteraan Masyarakat yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. 3. Terus menjamin tersedianya kebutuhan bahan pokok dengan harga yang terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara pengadaan dan pendistribusian bahan kebutuhan pokok yang terencana. Terus meningkatkan perhatian terhadap pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan masyarakat diseluruh wilayah. RS Provinsi. Terus dilakukan pengendalian penyakit bersumber binatang dan menular langsung serta meningkatkan terus meningkatkan upaya pencegahannya yang disejalankan dengan membangun sarana dan prasarana kesehatan yang berkualitas.

5. menurunnya angka kemiskinan dan jumlah penduduk miskin. 7. Meningkatnya indikator pembangunan manusia. Meningkatnya kesejahteraan sejalan dengan semakin terkendalinya pertumbuhan penduduk yang memberikan peluang lebih baik bagi peningkatan pelayanan dasar masyarakat. 7. Menurunnya kesenjangan antar kelompok masyarakat dan antar kawasan dan daerah.000 kelahiran hidup. 4. Meningkatkan penurunan persentase dan jumlah keluarga miskin dan sangat miskin dengan perencanaan dan pelaksanaan program yang lebih terkordinasi dan terintegrasi.4. Terus meningkatkan umur harapan hidup seluruh penduduk Kepulauan Riau menjadi 70 tahun termasuk menurunkan angka kematian bayi (AKB) berkurang menjadi 24/1. Pengembangan perbatasan mulai dilakukan pembangunan infrastruktur dasar di pulau-pulau terdepan dan perbatasan dan terus melakukan kerjasama dengan instansi terkait baik daerah maupun pusat dalam pengembangan pulau terdepan dan perbatasan. . Provinsi Kepulauan Riau dan kabupaten/kota serta pihak lainnya. semakin meningkatnya hasil pembangunan dari perkembangan Kepulauan Riau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. angka kematian Ibu (AKI) berkurang menjadi 100/100.000 kelahiran hidup dan menurunkan status gizi kurang menjadi 10%. 6. Tingkat pendidikan masyarakat terus meningkat sejalan dengan semakin baiknya penyelenggaraan pendidikan dan manajemen pengelolaan sekolah dan kurikulum yang sesuai dengan potensi lokal. Terus meningkatkan kualitas dan jumlah sarana dan prasarana kesehatan dan membuat suatu sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang murah. 8. 6. Semakin seperti meningkatnya pendapatan dan daya beli. Menurunnya jumlah dan tingkat pengangguran dengan semakin berkembangnya lapangan kerja dan meningkatnya peluang usaha masyarakat. 5. mudah dan gratis bagi keluarga miskin dan rawan sosial dan pelaksanaannya dibebankan dan ditanggung pembiayaannya bersama pemerintah pusat. 2. Sasaran bidang Kesejahteraan Masyarakat yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. 3. Terus menyediakan tenaga guru dan medis yang merata di semua jenjang pendidikan dan pusat pelayanan kesehatan.

7. Pendidikan akhlak. Jiwa keteladanan di masyarakat terus ditingkatkan khususnya pemberian penghargaan kepada tokoh dan masyarakat yang berprestasi. 9. Prioritas Program Masyarakat yang dalam bidang Budaya dan kesadaran dalam dokumen RPJP Provinsi tercantum Kepulauan Riau adalah sebagai berikut: 1. Peningkatan kualitas pemuda sebagai sumber daya manusia yang produktif. budi pekerti dan budaya daerah (Melayu) tidak saja dimasukan dalam kurikulum pendidikan yang bersifat muatan lokal pada pendidikan dasar (SD dan SMP) tapi juga pendidikan menengah (SMA/SMK) 3. 9. Lembaga agama dan organisasi masyarakat termasuk sanggar seni dan budaya terus ditingkatkan pembinaannya. Meningkatnya kesejahteraan ditandai dengan semakin tingginya usia harapan hidup yang didukung dengan semakin meningkatnya pelayanan kesehatan dan peningkatan gizi anak dan ibu hamil. sehingga masyarakat semakin memiliki kesadaran akan akar budayanya. 8. Terus melakukan pendataan terhadap berbagai peninggalan budaya melayu baik berupa peninggalan sejarah maupun dalam bentuk naskah tulisan yang terdapat di daerah Kepulauan Riau maupun di tempat lain. Tersedianya jaminan kesejahteraan sosial yang ditandai dengan semakin meningkatnya pemanfataan asuransi kesehatan bagi penduduk. . Pendidikan dan pembinaan nilai agama dan budaya terus ditingkatkan baik bentuk dan metodenya pada semua jenjang pendidikan dan lembaga kemasyarakatan dan pemerintahan. 2. berdaya saing dan berwawasan kebangsaan terus dilakukan baik melalui pendidikan dan pelatihan maupun dengan menyediakan fasilitas olahraga serta pemberian beasiswa bagi yang berprestasi dan atau dari keluarga yang tidak mampu. 5. 6. Museum sejarah di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga terus dibenahi dan diikuti dengan inventarisasi dan penyelamatan Benda-benda bersejarah lainnya. Terus memberdayakan peran dan fungsi lembaga keagamaan dan lembaga adat dan kesenian agar kesadaran masyarakat terhadap pengembangan kesenian tradisional dan aset kebudayaan tetap terjaga. Mencegah agar peninggalan budaya melayu tidak punah dan hilang ditelan masa dan dapat melakukan revitalisasi peninggalan budaya Melayu yang mengalami kerusakan dan kepunahan. 4.8.

Kepastian hukum terus ditingkatkan terutama bagi para investor dan terus memberikan insentif kepada investor yang mau berinvestasi di Kepulauan Riau. 2. persatuan dan kesatuan bangsa. Semakin meningkatnya kesadaran dan disiplin masyarakat di bidang hukum dan perundang-undangan. Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Prioritas Program Investasi dan Perekonomian masyarakat yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah : 1.10. Meningkatnya etos kerja dan kinerja dalam melaksanakan pembangunan oleh masyarakat dan pemerintah. 3. iii. perijinan. . pabean. Sasaran Program Budaya dan kesadaran Masyarakat yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. Dalam bidang investasi dan perekonomian terus melakukan pembenahan pelayanan dengan menyempurnakan proses keimigrasian. termasuk penyelenggaraan otonomi daerah yang semakin efektif menuju masyarakat sipil yang madani. 4. pajak dan tenaga kerja. 11. 5. 2. Meningkatnya karakter dan budaya masyarakat di Kepulauan Riau ditandai dengan semakin meningkatnya pemahaman dan pengamalan nilai agama di seluruh lapisan masyarakat. Semakin meningkatnya pelaksanaan demokrasi yang beretika dan santun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pelatihan relawan inti penanggulangan bencana dan kesadaran bela negara terus ditingkatkan. 3. Melaksanakan peraturan kebijakan investasi yang menarik dalam upaya mewujudkan Kepulauan Riau sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Berkembangnya kesadaran dan disiplin masyarakat dalam memanfaatkan rencana tata ruang yang sudah dibuat yang ditandai dengan semakin tertatanya pembangunan perkotaan dan pedesaan dengan prinsip saling melengkapi dan mendukung sebagai suatu sistem wilayah pembangunan. Menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antar intelejen dengan pimpinan daerah terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kerukunan beragama.

Dapat menumbuhkan akses perekonomian daerah serta tumbuhnya sentra-sentra ekonomi baru didaerah sesuai dengan potensi keunggulan daerah. Prioritas mewujudkan Bidang dan Kelautan perikanan dan Perikanan salah difokuskan satu sektor kelautan sebagai unggulan pertumbuhan ekonomi. berupaya mencapai laju pertumbuhan ekonomi rata-rata 7. Terus memperhatikan pembangunan berwawasan lingkungan dan menumbuhkan kawasan ekonomi khusus serta melakukan pengawasan secara intensif terhadap pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam 8. air bersih. Daya saing Kepulauan Riau semakin meningkat yang dilihat semakin berperannya tenaga kerja daerah. dunia usaha dan pemerintah daerah pergaulan ekonomi regional. Pembangunan di Kepulauan Riau terus berkembang dan maju yang ditandai dengan semakin meningkatnya PDRB baik provinsi maupun kabupaten/kota serta semakin meningkatnya peranan sumberdaya manusia dalam mengelola sumberdaya bagi kepentingan pembangunan. kelistrikan. tangguh dan berorientasi pada pasar global Prioritas program dari Bidang Kelautan dan Perikanan adalah sebagai berikut: . 2. Membangun perekonomian kawasan perbatasan dalam kerangka koneksitas antar wilayah dan pengembangan potensi maritim Kepulauan Riau.4. 6. telematika dan pemukiman perumahan 4.60% dengan migas dan 7. Berkembangnya pusat-pusat pengembangan kawasan sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Umum Tata Ruang Wilayah sebagai bagian penting bagi kepastian pengembangan potensi wilayah.90 % tanpa migas. 7. nasional dan internasional. 5. Sasaran yang ingin dicapai dalam bidang Budaya dan kesadaran Masyarakat pada RPJM tahap II adalah : 1. perhubungan. dan peran koperasi terus ditingkatkan dengan pelaku UKM yang berkualitas dan sentra-sentra UKMK yang mandiri. Semakin berkembangnya pembangunan infastruktur ekonomi baik transportasi. Dalam bidang ekonomi makro. 3. Meningkatkan infrastruktur pendukung investasi dan mengoptimalkan pusat pelayanan satu atap bidang pelayanan perizinan investasi disertai dengan dukungan perda tentang investasi.

Mengoptimalkan pelabuhan perikanan yang terpadu. Sasaran yang ingin dicapai dari bidang perikanan dan kelauta n pada RPJM Tahap II adalah sebagai berikut: 1. dengan terus melakukan pengembangan potensi dan pengawasan yang berkelanjtan dan terkoordinasi dan disejalankan dengan pembangunan infrastruktur perekonomian. perikanan. 3. Sarana dan prasarana fisik yang harus disediakan antara lain jaringan pengairan. 5.1. Mulai memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan dan disejalankan pembinaan nelayan tradisional (tangkap dan budidaya) baik dari peralatan. teknologi dan permodalan dan pemasaran hasil. Menyediakan sarana dan prasarana fisik antara lain jaringan pengairan. Pembangunan berbagai fasilitas penunjang dan penyederhanaan peraturan/perizinan sebagai dibidang perikanan dan kelautan. 3. daya tarik bagi investor 2. . kelautan dan pariwisata berbasis kelautan Prioritas Program Pertanian dan Perkebunan yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. Menjaga daerah penangkapan ikan bagi nelayan kecil/tradisional dan memberikan peningkatan fokus perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan dan kelautan dengan penyediaan berbagai fasilitas yang dapat dan mudah diakses oleh nelayan kecil/tradisional. Terus menjalin kerjasama perikanan secara efektif antar daerah dan dengan instansi terkait terutama dalam pengawasan perikanan dan hasil laut termasuk perdagangan antar negara dan antar daerah. ketersediaan sarana produksi pertanian. ketersediaan sarana produksi pertanian. Mengembangkan kawasan yang memiliki potensi seperti kelautan dan perikanan dan terus melakukan pembinaan masyarakat nelayan agar semakin berdaya dalam mengembangkan kemampuannya. 2. 4. Semakin berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menumbuhkembangkan kegiatan industri. Menerapkan strategi pembangunan sektor pertanian secara komprehensif dan berkelanjutan berdasarkan analisis produktivitas dan kebutuhan produksi pertanian-perkebunan. Peranan sektor perikanan dan kelautan terhadap PDRB meningkat 5 % yang dilakukan sejalan dengan dilaksanakannya dengan efektif kerjasama perikanan 2.

pengembangan peningkatan. Arah pembangunan dan arah kebijakan untuk periode ini dan periode berikutnya lebih konkrit. 3. prasarana dan sumberdaya manusia yang memadai. Prioritas pariwisata pembangunan. Data potensi Sumber Daya Alam Industri tersedia dengan baik dan dapat diakses dengan mudah sehingga mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui semua sektor . Meningkatkan kerja sama promosi dan pembinaan kepada pelaku jasa pariwisata baik dalam dan luar negeri. Prioritas Program Industri dan UKM yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. 2. Dalam bidang industri terus ditingkatkan kualitas dan kuantitas industri kecil agar mandiri dan kesejahteraan pelaku usaha ekonomi kecil dan masyarakat mulai berkembang. pembinaan dan pemberdayaan UMKM Industri kecil secara konsisten dan berkelanjutan. Harus sudah teridentifikasi tingkat potensi fisik lahan dan ketersediaan sarana. 2. Terus meningkatkan sarana dan prasarana dan jenis ODTW yang ada di kabupaten/kota dan membina serta memberdayakan tenaga pariwisata yang profesional dan memiliki nilai kompetensi yang tinggi dan pro pembangunan daerah dengan pendidikan dan pelatihan secara terus menerus. Terus dilakukan promosi wisata Kepulauan Riau ke negara sumber wisatawan potensial luar negeri maupun dalam negeri dengan metode yang efesien dan efektif sesuai kebutuhan. 4.Sasaran Bidang Pertanian dan Perkebunan adalah: 1. wisata adalah untuk dan mewujudkan oleh pemeliharaan yang mendukung ekonomi daerah serta didukung rehabilitasi Prioritas Program Pariwisata yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. Pengembangan sistem usaha dan kemitraan antara penduduk lokal dengan perusahaan terus ditingkatkan. infrastruktur. 2. 3. Dalam bidang usaha mikro dan kecil terus dilakukan penataan.

3. Dalam bidang usaha ekonomi kecil dan koperasi mulai ada upaya melakukan pelatihan kewirausahaan terutama disektor ekonomi kerakyatan. Mulai diupayakan meningkatkan jumlah investor dan ekonomi tumbuh minimal 7 % serta tingkat pengangguran 8%. 6. Tersedianya Pegawai Teknis Ketenenagakerjaan (Pengantar Kerja. Terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha dan penguatan daya saing ekspor. Pengawas Tenaga Kerja) pada setiap Kabupaten/Kota dan mulainya disiapkan perencanaan tenaga instruktur kewirausahaan yang profesional. Terus dilakukan upaya peningkatan daya saing produk dan pelaku usaha. 7. Prioritas Program Lingkungan Hidup yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: . Mengembangkan instruktur sistem informasi yang dan konsultasi dan ketenagakerjaan serta merencanakan untuk memprogramkan peningkatan mutu tenaga kerja melalui penyediaan tenaga kewirausahaan profesional memfungsikan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai pusat pembinanaan dan pelatihan tenaga kerja. Terus melakukan up grade sarana dan prasarana sejalan dengan terus melakukan pemetaan dan pengembangan potensi unggulan daerah. disertai peningkatan pengawasan barang dan jasa dan peningkatan standar dan kualitas produksi dalam negeri dengan pemanfaatan teknologi dan pembinaan pengembangan ekonomi kreatif. Instruktur. Peraturan yang komprehensif dibidang ketenagakerjaan menjadi dasar dalam sistem rekruitment tenaga kerja. 4. Mediator. 8. 2. Terus menata organisasi dan kelembagaan balai latihan kerja dimulai dari penetapan status BLK untuk dikelola oleh Pemerintah Daerah.Prioritas Program Perdagangan yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. Prioritas Program Tenaga Kerja yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah: 1. 5. Melaksanakan peningkatan mutu tenaga kerja serta mulainya upaya untuk menetapkan status BLK menjadi milik provinsi dan memfungsikan BLK yang ada. 2.

1 Kebijakan Sistem Transportasi Darat Sesuai dengan Tatrawil Provinsi Kepulauan Riau tahun 2006. 3. semakin meningkat dan berkembangnnya infrastruktur 3.3 Kebijakan Sistem Transportasi Tataran Transportasi Wilayah Kepulauan Riau 2006. baik jangka panjang maupun rencana tata ruang. 3. Meningkatkan kondisi jalan 2. kebijakan system transporasi bertujuan untuk menciptakan kelancaran. Berikut ini merupakan arahan rencana transportasi darat sesuai dengan tataran transporasi wilayah provinsi kepulauan riau tahun 2006 antara lain sebagai berikut. Swasta. Manajemen lalu lintas di daerah perkotaan .3. 1.1. Sumberdaya hayati tidak diekploitasi dengan sembarangan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing daerah. Terus meningkatkan peran serta stakeholders (Pemerintah. Peningkatan kemajuan pembangunan didukung oleh pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan pelestarian lingkungan dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi dan rehabilitasi lingkungan 2. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Provinsi Kepulauan Riau dengan melaksanakan Standar Baku Mutu Lingkungan Hidup dan pengendaliannya serta didukung dengan lingkungan hidup. dan Masyarakat) dalam pengendalian dampak lingkungan dan meningkatnya kualitas dan kuantitas aparatur pengelola lingkungan dalam pengendalian dampak lingkungan. Sasaran program lingkungan hidup yang tercantum dalam dokumen RPJP Provinsi Kepulauan Riau adalah rencana tata ruang sudah menjadi landasan bagi pelaksanaan pembangunan periode berikutnya.3. 5. 4.3. ketertiban. 6. keamanan dan kenyamanan melalui peningkatan dan pengembangan saraa dan prasarana perhubungan dasar serta memadukan moda-moda yang terpadu termasuk perlengkapan jalan sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal. Melaksanakan pembangunan dengan berdasarkan perencanaan daerah.

Membangun jaringan jalan baru yang dapat mencapai pelosok pulau 4. Pengembagan armada niaga nasional e. Kebijakan di bidang kepelabuhan a. Menghubungkan Ibukota kabupaten dengan simpul-simpul transportasi utama (Pelabuhan. Penetapan peraturan perundang-undangan dalam rangka globalisasi dan otonomi daerah. Kedua kebijakan tersebut dijabarkan sebagai berikut. Kebijakan system transporasi laut menurut tataran transportasi wilayah provinsi kepulauan riau tahun 2006 dapat dikelompokkan menjadi dua yakni kebijakan angkutan dan pelabuhan. Peningkatan kualitas SDM dan manajemen usaha angkutan laut d. ketertiban.3. Penataan jaringan trayek angkutan laut dalam negeri c.2 Kebijakan Sistem Transportasi Laut Perencanaan system transporasi laut bertujuan untuk menciptakan kelancaran. pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal. 1. Menetapkan tatanan kepelabuhanan berdasarkan hirarki dan skala pelayanannya yang terdiri dari pelabuhan internasional. 2. Meningkatkan pelayanan angkutan umum antar kota dalam propinsi (AKDP) 7. dll) 5. bandara. Penataan standar dan sispro pelayanan kapal dan B/M barang serta turun naiknya penupang untuk peningkatan kelancaran dipelabuhan (PPSA/One Stop Service) g. 3. keamanan dan kenyamanan melalui peningkatan dan pengembangan moda-moda transportasi lainnya sehingga membentuk jaringan transportasi antar moda yang terpadu dan memberikan tingkat pelayanan. f. daerah pariwisata. Antisipasi dan sosialisasi liberalisasi jasa di bidang angkutan laut. Pengembangan terminal dan sub terminal yang terintegrasi. Kebijakan angkutan laut a.3. . pelabuhan nasional.3. Peningkatan efektifitas dan kualitas penyelenggaraan angkutan laut perintis untuk menunjang daerah yang terisolir. Tercipta sinergi dengan moda transporasi lainnya 6. b.

Kebijakan dibidang keselamatan baik untuk prasarana maupun sarana adalah mempersiapkan penerapan SND/ATM sesuai dengan ketetapan ICAO artinya selain harus mengikuti perkembangan internasional juga menyesuaikan program desentralisasi pengelolaan transportasi udara. 3. c. Pengembangan airstrip di pulau-pulau kecil (Pulau Tambelan. Pengembangan fasilitas pelabuhan termasuk di daerah terisolir untuk membuka keterisoliran wilayah (melayani angkutan laut perintis) f. Mengoptimalkan pemanfaatan bandar udara yang telah ada (tidak hanya melayani militer atau perusahaan. Menetapkan standar design dan rancang bangun pelabuhan e. a. Menyiapkan dan menetapkan rencana induk (master plan) pengembangan pelabuhan untuk menjamin kepastian usaha dan investasi. .b. tetapi juga untuk komersial) b. Kebijakan sistem transportasi udara Perencanaan dalam transportasi udara bertujuan untuk mendukung sarana dan prasarana perhubungan udara serta mampu menunjang distribusi barang dan penumpang antar pulau yang terintegrasi dengan moda transportasi lainya dan memberikan tingkat pelayanan yang optimal. Menetapkan dan mengevaluasi standar kinerja operasional pelabuhan untuk meningkatkan kemampuan usaha dan daya saing pelabuhan. Melakukan penataan DLKR/DLKP untuk menjamin kepastian usaha di pelabuhan d. Berikut ini merupakan kebijakan sistem transportasi udara sesuai dengan tataran transportasi wilayah provinsi kepulauan riau tahun 2006 antara lain sebagai berikut. Kebijakan untuk peningkatan pelayanan dan penggunaan kapasitas prasarana dan sarana secara efisien d. Kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam bidang keselamatan penerbangan e. Menyediakan fasilitas pelabuhan yang memadai untuk pelayanan kapal penumpang g. Letung dan Serasan) c.

90 194. a) Jembatan Jembatan yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya merupakan jembatan beton.19 224. Jumlah jembatan pada jalan negara dan provinsi yang terdapat di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel IV-1 Panjang jalan menurut kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau tahun 2007 Kabupaten/Kota Panjang Jalan (Km) Persentase (%) Bintan Batam Karimun Natuna dan KKA Tanjung Pinang Lingga 288.69 14.47 km. setiap kelancarannya akan sangat menunjang perkembangan perekonomian suatu daerah.95 173.BAB IV Kondisi dan Permasalahan Sistem Transportasi Provinsi Kepulauan Riau Saat ini 4. .80 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028.94 18.1. Guna menunjang kelancaran perhubungan darat di daerah Kepulauan Riau pada tahun 2007 tercatat panjang jalan yang ada mencapai 1203.1 Kondisi umum transportasi darat dan udara 4. 12 No 1 2 3 4 5 6 23. Secara keseluruhan kondisi sarana transportasi darat di wilayah Provinsi Kepulauan Riau dapat dilihat tabel berikut. Jembatan beton paling dominan terdapat di Kota Tanjung Pinang.1.20 235. kayu. rangka.22 16.50 86.1.57 7.39 19.1 Sistem Transportasi Darat 4. composite.1 Jaringan jalan Prasarana jalan merupakan urat nadi kelancaran lalu-lintas di darat.

PETA JARINGAN JALAN KEPULAUAN RIAU .

1. 4. .1. Bandara Hang Nadim mulai beroperasi pada tanggal 9 Agustus 1965 dengan melayani penerbangan domestik. ICAO: WIDD) atau dikenal juga dengan nama Bandar Udara Internasional Hang Nadim adalah sebuah bandar udara yang terletak di Batam. Bandara Hang Nadim dapat menampung delapan belas pesawat berbadan lebar dengan jenis Boeing 767.3 Angkutan barang 4.2. Bandar udara ini mendapatkan nama dari Laksamana Hang Nadim yang termahsyur dari Kesultanan Malaka. Kepulauan Riau.025 meter yang menjadikan bandara ini sebagai pemilik landas pacu terpanjang di Indonesia.No 1 2 3 4 5 6 Kabupaten/Kota Bintan Tabel IV-2 Jenis dan jumlah jembatan menurut kabupaten/kota di provinsi kepulauan riau tahun 2007 Besi Beton Composite Kayu Belly Rangka Fxx 0 3 2 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah 6 0 0 0 23 0 Batam 0 0 0 0 Karimun 0 0 0 0 Natuna dan KKA 0 0 0 0 Tanjung Pinang 0 21 0 1 Lingga 0 0 0 0 Sumber : RTRWP Kepulauan Riau 2008-2028.2 Angkutan umum penumpang 4.1 Transpotasi udara di Kota Batam Bandar Udara Hang Nadim (IATA: BTH. Bandara ini memiliki landas pacu sepanjang 4.1. Sejak tanggal 1 Januari1994.1.1.1.4 ASDP 4.2 Sistem transportasi udara 4. Dengan kondisinya saat ini. bandara ini mulai melayani penerbangan internasional dengan jumlah penerbangan mencapai 250 kali per minggu.1.1.

Surabaya Domestik 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Firefly Garuda Indonesia Citilink Kartika Airlines Lion Air Merpati Nusantara Airline Sriwijaya Air Sriwijaya Air Trigana Service Air Internasional Domestik Domestik Domestik Domestik Domestik Domestik Internasional Domestik Sumber : Wikipedia 2011. Pontianak. Padang. Jambi. Medan. 2009. Jambi. seperti Bandar Udara Internasional Senai. Surabaya. bandara ini juga mendapatkan persaingan yang cukup ketat dari bandara-bandara lain di Wilayah Pertumbuhan Segitiga Sijori. Medan. Pangkal Pinang Jakarta – Soekarno Hatta. penyebrangan menggunakan feri mulai tidak efektif. Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. dilaporkan bahwa terjadi penurunan jumlah penerbangan baik yang dating maupun pergi yakni >1000 penerbangan. Bandara ini terbukti cukup efektif dan awalnya dikembangkan sebagai alternatif Bandara Internasional Changi karena bandara ini memiliki landas pacu yang cukup panjang untuk menampung pesawat-pesawat jenis Boeing 747. sehingga dibangunlah Bandara Hang Nadim.5 Grafik Jumlah pesawat yang datang. BPS KEPRI 2009. termasuk Singapura. lama kelamaan. Jakarta Soekarno Hatta. Medan. dan lain sebagainya. Lihat grafik dan table no 4. Natuna (Charter) Penang Natuna. Berdasarkan data Biro pusat statistic KEPRI pada tahun 2009. berangkat dan transit . Namun. BPS KEPRI. Beberapa maskapai dan rute yang melayani Bandar udara hang nadim terdiri atas Garuda Indonesia (GIA). Wikipedia. Namun.Penyebrangan feri telah menjadi metode transportasi utama untuk bepergian ke pulaupulau seberang. Padang. Pekanbaru. No 1 2 3 4 5 Profil Tabel IV-3 Profil Bandara Hang Nadim Keterangan 4. Pekanbaru. Palembang. Padang. Palembang. No 1 Maskapai Penerbangan Batavia Air Tabel IV-4 Maskapai penerbangan dan rute penerbangan Rute Penerbangan Domestik/Internasional Bandar Lampung. Surabaya. dan Bandar Udara Seletar. Surabaya. Dapat dilihat pada table dibawah ini. Medan. Padang. Yogyakarta Kuala Lumpur – Subang Jakarta – Soekarno Hatta Jakarta – Soekarno Hatta Jakarta – Soekarno Hatta. Natuna Bandung Jakarta – Soekarno Hatta. Sriwijaya Air.025 m Aspal Pusat Penyebaran Primer (PP Primer) IATA: BTH – ICAO: WIDD Sipil Panjang Landasan Permukaan Fungsi Kode Jenis Sumber : RTRWP KEPRI 2028.

16. berangkat dan transit di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.2juta hingga 1. tahun 2009 15000 14500 14000 13500 Berangkat Datang 13000 12500 T-2009 T-2008 T-2007 T-2006 Sedangkan pada tahun 2009. tahun 2009 Banyaknya pesawat terbang No Bulan Berangkat Datang LCL 1 Januari 1225 1226 10 2 Februari 1087 1087 15 3 Maret 1166 1166 11 4 April 1025 1025 19 5 Mei 1051 1051 13 6 Juni 1045 1045 13 7 Juli 1142 1142 25 8 Agustus 1053 1054 18 9 September 1014 1014 9 10 Oktober 1179 1179 14 11 November 1113 1111 13 12 Desember 1243 1245 7 Jumlah 2009 13343 13345 162 Jumlah 2008 14715 14715 224 Jumlah 2007 14525 14525 Jumlah 2006 14281 14288 Sumber : BPS KEPRI.di Bandar Udara Hang Nadim-Batam. Terlihat jumlah kenaikan pesawat yang datang dan pergi mencapai >100 kedatangan dan keberangkatan. Berdasarkan hasil perbandingan antara tahun 2006 hingga tahun 2009.Lihat table 4. Tabel IV-5 Jumlah pesawat yang datang. 2009.3juta penumpang. jumlah penumpang yang datang dan berangkat ratarata mencapai 1. . Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat dan datang dalam negeri (domestic) menurut bulan dapat dilihat pada table dibawah ini. jumlah pesawat yang datang dan berangkat mengalami peningkatan pada bulan-bulan Oktober hingga Desember hingga awal tahun bulan Januari.

537 134.544 1.892 1.164 4.753 12 Desember 127. tahun 2009 Banyaknya Penumpang No Bulan Berangkat Datang LCL 1 Januari 112.726 11 November 114.559 7 Juli 124.850 116.987 99.672 1.000.294 15.033 103.000.320 26.262 112. berangkat.142 2 Februari 98.170 4 April 109.021 4. berangkat.953 1.360 8 Agustus 114.338 122.260 Jumlah 2009 1.640 7.006 149.000.762 10 Oktober 110. Tabel IV-7 Jumlah penumpang yang berangkat.409 16. datang dan transit di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.672 Jumlah 2009 1.921 4.161 54.356.965 126.Tabel IV-6 Jumlah Jumlah penumpang dalam negeri.161 54.00 600.544 1.00 400.000.157 1.000.262 1.280.745 .257.000.845 95.00 1. Gambar grafik Jumlah penumpang dalam negeri.382.909 5 Mei 115.00 T-2009 T-2008 T-2007 T-2006 Berangkat Datang Transit Sedangkan untuk asal dan tujuan penumpang yang melalui Bandar udara Hang Nadim Batam.311.708 6 Juni 115.373.476 113. tahun 2009 1.544 penumpang dan yang datang mencapai 1.469 104.511 112.251 Jumlah 2006 1.257 9 September 119. datang dan transit Menurut asal tujuan di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.400.356.382. tahun 2009 Banyaknya Penumpang No Asal Tujuan Berangkat Datang LCL 1 Dalam Negeri 1.073 Jumlah 2008 1.161 penumpang.382.492 9.360.000. pada tahun 2009 asal/tujuan dalam negeri yang berangkat mencapai 1.073 2 Luar Negeri 16.215.00 1. 2009.521 4.870 Jumlah 2007 1.262 112.00 800.777 98.611 1.119 4.200.303 3.281.351 4.398.00 200.467 3 Maret 119.236 Sumber : BPS KEPRI. datang dan transit di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.022 6.356.535 6. Berikut table asal tujuan penumpang dari Bandar Udara Hang Nadim Batam.000.

2009.457.00 25.807.797 Sumber : BPS KEPRI.000.478 19.614.055.672 27.040 1.690.743 1.975.5519.315 Barang Pos Jumlah 2009 Jumlah 2008 Jumlah 2007 Jumlah 2006 17.331.370 1.00 DN Bongkar DN Muat LN Bongkar LN Muat T-2009 T-2008 T-2007 T-2006 .424 105.00 5.332.00 30.745.119.759.318 32.897 13.762 Datang 1.021.000.000.180 22.281 21.556.227.602.085.167 2.871 19. Tabel IV-8 Banyaknya bongkar muat Menurut Jenis Muatan di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.152 29.180.000.000.912 21.703.581.122.571.269.562 2. tahun 2009 Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah Jenis Muatan Bongkar Muat Bongkar Muat Bongkar Muat Bagasi 11.940 25.335.00 20.484 360.000.000.636 18.115 29.152 31. tahun 2009 35.00 15.309 3.831 12.389.848 1.743 62. 2009.789. lihat table berikut ini.068.276 2.267.379 LCL 117.248 298.327.968 1.803 2.000.021 1.365 18.000. Gambar grafik Jumlah bongkar dan muat barang di Bandar Udara Hang Nadim-Batam.669 4.151 30.456.000.089.000.542 18.542 19.00 10.493.332.452 105.732 1.012 1.000.No Asal Tujuan Jumlah 2008 Jumlah 2007 Jumlah 2006 Banyaknya Penumpang Berangkat 1.522.749.879.709 5.677 32.759. Banyaknya bongkar muat barang di bandar udara hang nadim Batam dari tahun 2006 hingga tahun 2008 mengalami kenaikan hingga 4juta barang namun pada tahun 2009.000.241.269 398.293.972 1.213 No 1 2 3 Sumber : BPS KEPRI.406.751 13.000.044 96.146 60.

PETA LOKASI/SEBARAN BANDAR UDARA di WILAYAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU .

provinsi Kepulauan Riau.250 meter persegi menjadi 1. No 1 2 3 4 Tabel IV-10 Maskapai penerbangan dan rute penerbangan Maskapai Penerbangan Rute Penerbangan Domestik/Internasional Batavia Air Sriwijaya Air Lion Air Sky Aviation Jakarta – Soekarno Hatta Jakarta – Soekarno Hatta Jakarta – Soekarno Hatta Pekanbaru.2. Matak Domestik Domestik Domestik Domestik Sumber : Wikipedia 2011. Tanjung Pinang No Profil Keterangan 1 2 3 4 5 Panjang Landasan Permukaan Fungsi Kode Jenis 2.400 meter persegi.856 meter menjadi 2. namun dikarenakan Kepulauan Riau belum pisah dari Riau Daratan maka bandara ini jarang dipergunakan. BPS KEPRI 2009.2 Transpotasi udara di Kota Tanjung Pinang Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (sebelumnya bernama Bandar Udara Kijang) adalah bandar udara yang terletak diKota Tanjung Pinang. maka terjadilah pembangunan yang pesat di kota Tanjung Pinang dan bandara ini diramaikan lagi oleh beberapa maskapai penerbangan yaitu Merpati pada tanggal 19 Desember 2007. Dapat dilihat pada table dibawah ini. Dengan perluasan itu diharapkan dalam satu tahun mampu melayani 600 ribu orang.256 meter. Pada April 2008 bandara ini resmi berganti nama dari Bandar Udara Kijang menjadi Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Setelah tahun 2001 Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia. Pada bulan Mei 2007 pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini. Selain itu.200 m Aspal Pusat Penyebaran Tersier (PP Tersier) IATA: TNJ – ICAO: WIPN Sipil Sumber : RTRWP KEPRI 2028. Statusnya dari dulu adalah internasional. Pengembangan bandara meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu ditambah sekitar 400 meter dari awalnya yang hanya 1. Angkasa Pura II. Natuna. Nama bandara diambil dari nama Raja Haji Fisabilillah.4. Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008 dan Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005. Bandara ini dikelola PT. Proyek mulai berjalan pada bulan Juni.1. Wikipedia. Beberapa maskapai dan rute yang melayani Bandar udara Raja Haji Fisabillilah terdiri atas Batavia Air. gedung terminal bandara juga diperluas dari 1. Sriwijaya Air. BPS KEPRI 2009 . Tabel IV-9 Profil Bandara Raja Haji Fisabillilah. dan lain sebagainya. pahlawan nasional yang juga memperoleh Bintang Maha Putra Adi Pradana.

lihat table berikut ini. tahun 2009 Banyaknya pesawat terbang No Bulan Berangkat Datang 1 Januari 185 185 2 Februari 150 151 3 Maret 138 136 4 April 152 148 5 Mei 136 142 6 Juni 110 110 7 Juli 150 151 8 Agustus 156 161 9 September 149 147 10 Oktober 141 139 11 November 139 138 12 Desember 137 133 Jumlah 2009 1743 1741 Jumlah 2008 1672 1660 Jumlah 2007 1266 1275 Jumlah 2006 1078 1083 Jumlah 2005 802 808 Sumber : BPS KEPRI. Tanjung Pinang.Tabel IV-11 Jumlah pesawat yang datang. tahun 2009 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 T-2009 T-2005 T-2008 T-2007 T-2006 Berangkat Datang Banyaknya bongkar muat barang di bandar udara Raja Haji Fisabillilah.11 dan gambar grafik dibawah ini. Gambar grafik Jumlah pesawat yang datang dan berangkat di Bandar Udara Raja Fisabillilah. perkembangan jumlah pesawat yang datang dan berangkat melalui Bandar udara Raja Haji Fisabillilah mengalami peningkatan dari tahun 2005 hingga tahun 2009 mencapai 1000 penerbangan. . Lihat table 4. Tanjung Pinang dari tahun 2008 hingga tahun 2009 mengalami kenaikan hingga 1juta barang. 2009 Berdasarkan data biro pusat statistic provinsi kepulauan riau. berangkat dan transit di Bandar Udara Raja Fisabillilah Tanjung Pinang.

190 m Aspal Swasta Sipil/Swasta Conoco Phillips No 1 2 3 4 5 Sumber : Dinas Perhubungan Kab.No 1 2 3 Tabel IV-12 Banyaknya bongkar muat Menurut Jenis Muatan di Bandar Udara Raja Haji Fisabillilah-Tanjung Pinang. dan konstruksi dengan aspal murni. Tabel IV-13 Profil Bandara Conoco Philips. Tanjung Pinang. lebar 30 meter. Anambas Profil Keterangan Panjang Landasan Permukaan Fungsi Kode Jenis 1. Adapun apronnya memiliki panjang 145 meter. HF.1. Fasilitas komunikasi yang digunakan adalah radio VHF. 2011 .2. 2009.190 meter. Landasan pacu (runway) dengan panjang 1. Anambas.3 Transportasi udara di Kabupaten Anambas Bandar udara di Kabupaten Anambas saat ini dikelola oleh PT Conoco Phillips. ATS Service. tahun 2009 1400000 1200000 1000000 800000 600000 400000 200000 0 T-2009 Bongkar Muat T2008 T2007 T-2006 4. lebar 45 meter dengan jarak antara pinggir runway dengan apron adalah 60 meter. tahun 2009 Dalam Negeri Luar Negeri Jumlah Jenis Muatan Bongkar Muat Bongkar Muat Bongkar Muat Bagasi 643208 580621 643208 580621 292643 873264 287303 130055 104893 647769 1290887 293172 73647 60141 292643 873264 287303 130055 104893 Barang 647679 Pos Jumlah 2009 1290887 Jumlah 2008 293172 Jumlah 2007 73647 Jumlah 2006 60141 Sumber : BPS KEPRI. Gambar grafik banyaknya bongkar dan muat barang di Bandar Udara Raja Fisabillilah.

1. 1. 2011 4. Prasarana perhubungan udara juga tersedia di Dabo Singkep Kabupaten Lingga. Dapat dilihat pada table dibawah ini. Sedangkan untuk operasi khusus suatu perusahaan tersedia Bandara Matak milik perusahaan minyak CONOCO di Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. Matak (Anambas) – Tanjung Pinang – Batam Adapun perkembangan jumlah penumpang dan barang dari dan ke Bandar Udara Matak (Anambas) tahun 2011 adalah sebagai berikut : Tabel IV-15 Perkembangan jumlah penumpang di Bandar Udara Matak. namun pada tahun 2000 tidak lagi digunakan seiring dengan ditutupnya kegiatan PT. .4 Transportasi udara di Kabupaten lainnya Selain bandara umum. Timah di pulau ini. 2011 Jumlah No Bulan Penumpang Datang 1 2 Januari Februari 105 180 Berangkat 123 175 Datang 677 1148 Berangkat 465 832 1297 Jumlah Barang Jumlah 285 298 1825 Sumber : Dinas Perhubungan KAB Anambas. Adapun rute yang dilayani adalah sebagai berikut. Matak (Anambas) – Batam 2. Batam – Matak (Anambas) 3. Timah. Letung. dan Bandar Udara Sei Bati di Pulau Karimun milik PT. juga terdapat beberapa bandara khusus. Midai dan Serasan. Timah ini beroperasi sejak tahun 1997 yang digunakan untuk melayani pergerakan orang dan barang. 2011 Maskapai yang melayani di Bandar udara tersebut adalah Sky Aviation dengan jenis pesawat FK-50 Pk-ECF. Kabupaten Anambas.2.Beberapa maskapai dan rute yang melayani Bandar udara Conoco Phillips terdiri atas Sky Aviation. Pada Kabupaten Ranai juga terdapat rencana pengadaan bandara pada Tambelan. Bandara milik PT. Tanjung Pinang Sumber : Dinas Perhubungan Kab. No Tabel IV-14 Maskapai penerbangan dan rute penerbangan Maskapai Penerbangan Rute Penerbangan Domestik/Internasional Domestik 1 Sky Aviation Batam. Untuk kepentingan militer ada Bandara Ranai di Natuna. antara lain untuk kepentingan militer dan untuk operasi khusus suatu perusahaan. Anmbas.

Maka dari itu pelabuhan menjadisarana penting sebagai tempat untuk berlabuhnya kapal-kapal penumpang dan barang.2 Kondisi dan permasalahan system transportasi laut 4. fungsi. Tabel IV-17 Pelabuhan. (ii) terminal penumpang .2. Berikut ini adalah beberapa pelabuhan yang ada di kabupaten Anambas. dimana system transportasi antar wilayahnya sangat mengandalkan transportasi laut. Lingga Sumber : RTRWN 2008 4.2. Anambas Karimun Kota Tanjung Pinang 6 Kab.No 1 2 Tabel IV-16 Nama bandara beserta jenjang fungsinya di provinsi kepulauan riau tahun 2007 Kabupaten/Kota Nama Bandar Udara Jenjang Fungsi Batam Natuna Hang Nadim Ranai Tambelan Midai Serasan Matak Letung Sei Bati Kijang (Raja Haji Fisabillilah) Dabo-Singkep PP Primer PP Tersier Bukan PP Bukan PP Bukan PP Bukan PP Bukan PP Bukan PP PP Tersier Bukan PP 3 4 5 Kep.1.1 Pelabuhan laut eksisting 4. sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Anambas No 1 Nama pelabuhan Pelabuhan DIRJEN HUBLA Tarempa Fungsi pelabuhan Perintis Prasarana (i) Dermaga beton ukuran 60x6m & dengan trestle Sarana (i) Kantor permanen.1 Pelabuhan laut kabupaten Anambas Kabupaten kepulauan anambas merupakan kabupaten yang terdiri atas pulau-pulau kecil.

5 Pelabuhan payaklaman Bongkar muat dab tambatan perahu (i) Dermaga beton dengan (i) terminal penumpang ukuran meter. Khusus (i) Dermaga beton dengan (i) Kantor permanen. (ii) lebar jalan 4m 51x5m (ii) Draft air antara 3-5 6 Pelabuhan Conoco Phillip PT. (ii) terminal (iii) penumpang parker 6x4m. (vii) BBM Bunker 20T ukuran 30x4m trestle 50x4m meter. (v) forklift 2. (v) Genset 2 unit. (iv) lebar jalan 4 m. lapangan 20x4m. (iv) Gudang 30x60m. (iv) lebar jalan 4 m. (ii) lebar jalan 6m 55. 30x3m 20x3m. penumpang kapasitas ukuran 15x4m 20org. Coastway. luas 8x4m. (iii) (v) forklift 2.5x3m (ii) Draft air antara 13. (vi) FW Bunker 1600T. kapasitas 30orang. (vi) Crane 150T. Khusus (i) (ii) Dermaga Draft air beton antara dengan 5-10 (i) Kantor permanen. luas 5x3m. (ii) lebar jalan 4m . 4 Pelabuhan Ladan Tambatan perahu (i) Dermaga beton dengan (i) terminal penumpang ukuran 11x5m. (iv) FW Bunker 20 tons. ukuran 12 meter.5x7m. (ii) terminal penumpang parker 4x4m.2 meter.40x5m. (iv) Gudang 30x20m. (ii) Draft air antara 9- 3 Pelabuhan Antang DKP Perikanan Tidak ada data (i) Kantor permanen.5T(vi) Crane 25T 8 9 Pelabuhan DIRJEN HUBLA Letung Pelabuhan DIRJEN HUBLA Maras Kuala Perintis Belum ada data Belum ada data Perintis Belum ada data Belum ada data 10 Pelabuhan PEMDA Letung Antar Pulau (i) Dermaga beton dengan (i) luas terminal 4x6m. 25T) 7 Pelabuhan PAN PT. kapasitas 20 orang. kapasitas 30orang. (v) Genset 2 unit. 50T. (vii) BBM Bunker 1400T ukuran 180x6m (ii) Draft air antara 5-9 meter. 3T. (vi) FW Bunker 50T. lapangan 15x6m. (iii) Gudang dengan ukuran 4x15m 2 Pelabuhan PEMDA Tarempa Antar pulau (i) Dermaga beton & dengan trestle kapasitas 400orang dengan luas 6x20m. (ii) Draft air antara 1013 meter. (ii) lebar jalan 3m. 10. 6T. Coastway.5T. (ii) lebar jalan 2m. (i) Kantor permanen. kapasitas 40 orang. (iii) lebar jalan 6m.

Pinang – Tarempa (PP) Musamus Nusantara Sarana Bahari A. Raya Mitra Tg. yang menjadi alat transportasi masyarakat dan barang/ kebutuhan pokok masyarakat daerah sekitar. 1. Pinang – Letung – Tarempa – Midai – Sedanau – PI Laut – Ranai – Subi – Serasan – Sintete – Tambelan – Tg. Kepulauan Riau. Priok Kijang midai 2 KM Gunung Bintan – – – Belinyuk Letung Serasan – – – Jenis Pemilik Rute Tarempa – SI Lampa – Pontianak – Surabaya (PP) GT. Pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa Pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa merupakan pelabuhan tempat keluar masuknya kapal perintis/kargo dan kapal KM Bukit Raya. Pelabuhan Tarempa sendiri dibagi Menjadi dua yaitu. 2011 Selain itu beberapa sarana yang melayani kabupaten Anambas dalam system transportasinya adalah sebagai berikut. Tabel IV-18 Pelabuhan. Pinang – Tambelan – Sintete – Serasan – Subi – Ranai – PI Laut – Sedanau – Midai – Tarempa – Letung – Tg. .Sumber : Dinas Perhubungan KAB Anambas. sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Anambas No Nama Armada Ukuran Kapasitas Penumpang (org) 1 KM Raya Bukit GT. Pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa dan Pelabuhan Pemda Tarempa. Pinang 4 MV Batavia Sumber : Dinas Perhubungan KAB Anambas. Pinang 3 KM Terigas GT. 482 250 Kapal Kargo/Perintis PT. Rempang Tg. 2011 VOC 150 Kapal Cepat Feri PT. fungsi. PELNI Tj. 750 350 Kapal Kargo/Perintis PT Pelayaran Tg. 6022 1000 Kapal Penumpang PT. Pelabuhan Tarempa Pelabuhan Tarempa adalah pelabuhan salah satu pelabuhan utama dari 5 pelabuhan utama di Kab.

Konstruksi : 10 – 13m : 4X15m : Permanen : 6X20m : 400 Orang : 6 meter : 20 tons .Berikut gambaran umum tentang situasi dan kondisi pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa secara lebih jauh dapat dilihat dari datadata berikut ini : foto pelabuhan tarempa Kab. Kepulauan Anambas Nama Pelabuhan : Pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa Fungsi Pelabuhan : Pelabuhan Perintis Dermaga Beton Draf Air Gudang Kantor Luas Terminal Kapasitas Lebar Jalan FW Bunker : Ukuran 60X60m & Trestel 40X5m.

KM. Bukit Raya ketika sedang berlabuh di Pelabuhan Tarempa Kab. Berikut gambaran umum tentang situasi dan kondisi tentang pelabuhan Pemda Tarempa: Nama Pelabuhan : Pelabuhan Pemda Tarempa . Kepulauan Anambas 2. Bukit Raya. Disamipng itu masyarakat disini banyak yang mengeluhkan minimnya jalur transportasi menujukota besar. Terigas yang hanya satu sampai dua minggu sekali singgah di pelabuhan ini. Pelabuhan Pemda Tarempa Pelabuhan Pemda Tarempa ini merupakan pelabuhan tempat keluar masuknya kapal-kapal kecil/pompong yang digunakan untuk transportasi antar pulau yang sering digunakan untuk masyarakatsekitar ataupun orang pemerintahan yang akan pergi atau datang dari pulaupulau sekitar tarempa. seperti ke daerah kota Tanjungpinang. Dermaga Pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa KM. para penumpang tidak akan kehujanan disaat turun hujan dan tidak akan pula kepanasan pada waktu siang hari. Sebagai contoh KM. kurangnya fasilitas seperti ruang tunggu.Pelabuhan ini masih banyak kekurangan seperti jarangnya toilet umum. Gunung Bintan dan KM.

kapal kayu berukuran besar itu ditambat hampir memenuhi pelabuhan. karena para nelayan . Pelabuhan perikanan Antang yang terletak di Tarempa. Di pelabuhan perikanan Antang. Pelabuhan DKP Antang Pelabuhan DKP Antang adalah pelabuhan yang ditetapkan khusus sebagai pelabuhan perikanan yang berada di daerah Tarempa Kab. Kapal. Adapun Kapal Ferry cepat MV. Kabupaten Kepulauan Anambas telah lama menjadi pelabuhan ikan bagi nelayan yang melaut di Laut Cina Selatan. Kondisi Pelabuhan Tarempa Kab. Kepulauan Anambas dan termasuk dalam kategori pelabuhan perikanan pantai. : 9-12m : Permanen : 3 meter Kekurangan pelabuhan ini hampir sama dikarenakan posisinya yang dekat juga dengan pelabuhan Dirjen Hubla Tarempa yang minim dengan transportasi menuju ke luar daerah Kab. VOC Batavia yang keberangkatannya tergantung pada kondisi cuaca laut yang menyebabkan sering terjadi keterlambatan ataupun pembatalan keberangkatan menuju kota TanjungPinang yang tentu saja merugikan masyarakat setempat yang benar-benar mempunyai kepentingan di luar kota. Pelabuhan ini berfungsi untuk kegiatan penangkapan ikan di daerah pantai. Kepulauan Anambas. Suatu pemandangan mencolok.Fungsi Pelabuhan Dermaga Konstruksi Beton Draft Air Kantor Lebar Jalan : Pelabuhan Antar Pulau : Ukuran 30X3m & Trestel 20X3m. tampak ada puluhan kapal yang sudah mulai rusak. namun sayangnya daerah laut ini sering dijarah kekayaan alamnya oleh nelayan asing. Kepulauan Anambas B. pelabuhan paling strategis di Laut Cina Selatan yang kaya dengan sumber daya perikanan.

Conoco Philips : Nama Fungsi Pelabuhan Dermaga Draft Air Luas Gudang Luas Terminal Luas parkir Lebar jalan FW bunker BBM bunker : Pelabuhan PT. konstruksi beton : 5-9m : 30X50m : 6x4 meter dengan kapasitas 30 Orang : 20X4 meter : 4 meter : 1600 T : 1400 T . Di pelabuhan ini banyak kapal asing yang bersandar karena mencuri ikan di perairan ini. Pal Matak/ Conoco Philip Pelabuhan Conoco Philip atau yang disebut masyarakat sekitar dengan pelabuhan Pal Matak merupakan pelabuhan yang berada di kecamatan Pal MatakKab.tempatan sendiri hanya memiliki perahu kecil untuk menangkap ikan.Pelabuhan palmatak digunakan sebagai pelabuhan ekspor impor atau pelabuhan khusus milik Conoco Philips. Kepulauan Anambas. Kondisi pelabuhan antang C. Berikut data umum pelabuhan PT. selain itu juga bisa digunakan sebagai pelabuhan domestik. Pelabuhan PT. Conoco Philip : Pelabuhan Khusus : Ukuran 180X60m.

Riau). Kep Anambas. tapi di sisi lain banyak juga masyarakat Palmatak yang tidak bisa menggunakan fasilitas itu. Minimnya transportasi laut di pelabuhan letung. Menurut warga setempat tidak ada jalur transportasi laut dari palmatak yang langsung ke Tanjungpinang (Provinsi Kep. merupakan pelabuhan tempat keluar masuknya kapal perintis. Kondisi dermaga yang selalu bergoyang jika ada terjangan ombak yang seakan-akan mau ambruk. ”Memang di Palmatak ada bandar udara yang menghubungkan Palmatak dengan Tanjungpinang dan Palmatak dengan Jakarta. areal pelabuhan itu juga dijadikan sejumlah warga sebagai tempat berjualan bagi masyarakat sekitar. dikarenakan beban biaya transportasinya yang kehitung mahal ”.Pelabuhan Conoco Philips Sayangnya transportasi dengan di pelabuhan ini masih terbatas. sama halnya dengan pelabuhan tarempa. selain dipenuhi calon penumpang dan keluarga yang menjemput. D. Sebab. dari seluruh tiang penyangga yang ada. Salah seorang warga letung mengatakan kondisi yang sangat dikhawatrikan lagi jika ada kapal baik Perintis dan kapal lainnya yang merapat di pelabuhan tersebut. Pelabuhan Dirjen Hubla Letung Pelabuhan Dirjen Hubla Letung terletak di kecamatan Jemaja Kab. Mereka terlebih dahulu harus menyeberang dulu ke pelabuhan tarempa dengan menggunakan pompong sebelum mereka hendak naik KM. Pasalnya. Kondisi pelabuhan ini sangat mengkhawatirkan. kondisinya sudah hampir putus semua dimakan usia. Bukit Raya ataupun dengan KM Perintis. Contohnya masyarakat sekitar harus terlebih dahulu memakai pompong sebelum mereka naik Kapal Pelni/ yang disebut juga dengan KM Bukit Raya yang menjadi salah satu angkutan masal dikarenakan .

Namun sampai saat ini pelabuhan tersebut belum dipakai sama sekali. rencananya KM Bukit Raya pun akan bisa bersandar di pelabuhan ini. Foto penumpang sedang turun dari KM Bukit Raya. Pelabuhan Kuala Maras Pelabuhan Kuala Maras terletak di kecamatan Jemaja Timur Kab. Kep. Salah seorang warga Jemaja menyatakan. sangat menginginkan kalau kapal Pelni KM Bukit Raya dapat bersandar di pelabuhan. Anambas Pelabuhan ini adalah pelabuhan baru.kapal tersebut tidak bisa bersandar ke pelabuhan letung yang tidak memungkinkan dikarenakan dangkalnya pelabuhan tersebut. mereka harus naik pompong dulu sebelum sampai di pelabuhan letung E. rencananya selain pelabuhan ini akan di lalui oleh kapal perintis. .

Bukit Raya . Dermaga pelabuhan kuala maras Pelabuhan kuala maras Dermaga pelabuhan kuala maras yang akan di gunakan untuk bersandarnya KM.karena masyarakat tidak lagi turun dan naik kapal ditengah laut seperti yang terjadi pada saat ini. Selain itu dapat membuka akses keluar dan masuk Anambas khususnya ke Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

F. Pelabuhan Pemda Letung Pelabuhan ini berada di Kecamatan Jemaja Kab. Kep Anambas, pelabuhan ini sering digunakan untuk keluar masuknya kapal- kapal kecil ataupun pompong sebagai transportasi antar pulau terdekat. Pelabuhan ini memiliki dermaga dengan ukuran 15X4 meter dengan menggunakan konstruksi beton. G. Pelabuhan Payaklaman Pelabuhan ini terletak di desa payaklaman Kab. Kepulauan Anambas. Pelabuhan ini dikhususkan untuk pelabuhan bongkar muat dan tambatan perahu. Berikut data pelabuhan Payaklaman Nama Pelabuhan Funsi Pelabuhan perahu Dermaga 51X5m Konstruksi Luas Terminal Lebar Jalan : Pelabuhan Payaklaman : Pelabuhan bongkar muat dan tambatan : ukuran dermaga 10.5X7.5m & coastway : Beton : 8X4 meter dengan kapasitas 40 orang : 4 meter

PETA LOKASI PELABUHAN ANAMBAS

4.2.1.2 Pelabuhan laut Kota Tanjung Pinang

Tabel IV-19 Nama Pelabuhan hirarki, sarana dan prasarana yang ada di Kota Tanjung Pinang
No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Ukuran Dermaga dan Trestle 1 Sri Bintan Pura (Luar Negeri) Tj. Pinang Pelabuhan Pengumpul 31 x 7, 20 x 10, 20 x 5 Beton, Ponton Apung, Ponton Apung Sri Pura (Dalam Negeri) Bintan Tj. Pinang Pelabuhan Pengumpul 90 x 10, 15 x 5, 15 x 6 Beton, Ponton Apung, Ponton Apung 2 Sri Payung Batu 6 Tj. Pinang Pelabuhan Pengumpul 211 x 170 Betom 5300 PT Pelindo I, Cabang Sumber : Dinas Perhubungan Kota Tanjung Pinang, 2011 572,5 PT Pelindo I, Cabang 1116 PT Pelindo I, Cabang Konstruksi Luas Ruang Tunggu Luas Gudang Operator

A. Pelabuhan Sri Bintan Pura
Pelabuhan Sri Bintan Pura adalah pelabuhan nasional dan internasional yang berada di kota Tanjung Pinang yaitu di pantai barat pulau Bintan, provinsi Kepulauan Riau. Pelabuhan Sri

Bintan Pura terletak di Desa / Kelurahan Tanjung Pinang, Kota Kecamatan Tanjung Pinang Barat Kabupaten Tk.II Kepulauan Riau dipergunakan untuk turun dan naik penumpang. Pelabuhan Sri Bintan Pura yang terletak di Kota Tanjung Pinang pada posisi 00' 55' 55” LU / 104' 26' 12” BT menghubungkan kota Tanjung Pinang dengan pelabuhan-pelabuhan di sebelah utara (pelabuhan Lobam dan pelabuhan Bulang Linggi), dengan kepulauan di sebelah barat, seperti pelabuhan Tanjung Balai (pulau Karimun), pelabuhan Telaga Punggur di pulau Batam, serta kepulauan di sebelah selatan seperti pulau Lingga dan Singkep. Untuk pelayaran ke luar negeri, pelabuhan Sri Bintan Pura juga mempunyai jalur perhubungan ke Singapura (Harbour Front dan Tanah Merah) serta Malaysia (Stulang Laut). Beberapa jenis kapal yang mempunyai jalur pelayaran dari dan ke pelabuhan Sri Bintan Pura antara lain adalah: pompong kapal ferry Sentosa, dipakai kapal untuk Merbau, dan lain-lain. Perahu motor juga menghubungkan kota ini dengan pulau Penyengat yang jaraknya cukup dekat (10 sampai 15 menit). Untuk Hidrografi, di depan Sri Bintan Pura terdapat pulau Penyengat dan Pantai Senggarang. Sepanjang pantai terdapat rumah penduduk, dasar lautnya pasir. Memasuki alur kolam Bandar Pelabuhan Tanjung Piang melewati di depan dermaga pangkalan TNI AL Yos Sudario. Draft pelabuhan Sri Bintan Pura 3,5 MLWS dengan kecepatan arus 0,5 Mil dan air tertinggi terdapat pada bulan Desember dan Januari. Alur Pelayaran Pelabuhan SRI BINTAN PURA Panjang Lebar Kedalaman : 3,90 Mil : 50 M : 3,5 4 MLWS

Dokumetasi Kondisi Pelabuhan Kondisi Pintu/ Gerbang Masuk dan Keluar Pelabuhan. . jalan menuju pelabuhan masih berlubang. itu membuat jalan menjadi sempit. Di sepanjang pintu/ jalan keluar pelabuhan banyak pedagang yang berjualan. sehingga kalau hujan banyak genangan air.

Sampah-sampah dibiarkan begitu saja tanpa ada yang membersihkan.Kondisi kebersihan di lingkungan pelabuhan kurang terjaga dengan baik. .

Foto : Sarana dan Prasarana yang ada di Kawasan Pelabuhan Sri Bintan .

PETA LOKASI PELABUHAN DI KOTA TANJUNG PINANG .

3 Pelabuhan laut Kabupaten Karimun Tabel IV-20 Nama Pelabuhan.4. 2011 A. Berlian Kndur Pengumpan regional Pengumpan Kayu PEMKAB 24 x 5 Kayu PEMKAB 24 x 5 Kayu DEPHUB 70 x 10 Beton 120 DEPHUB Kec. Balai Karimun Internasional Karimun Pelabuhan Pengumpul 3 20 x 8 Ponton 752 5300 PT Pelindo I. Batu Pelabuhan Pengumpul Pengumpan regional Tanjung Berlian 6 Sekumbang Tj. sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Karimun No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Ukuran Dermaga dan Trestle 1 2 Parit Rampak Pelabuhan Penumpang Tj. Meral Karimun Pelabuhan Pengumpul Pelabuhan Pengumpul 80 x 8.2.25 20 x 8 Beton Ponton 676 PEMKAB Karimun PT Pelindo I. Cabang Tanjung Batu 4 5 Moro Moro Tj. fungsi. Cabang Konstruksi Luas Ruang Tunggu Luas Gudang Operator regional Sumber : Dinas Perhubungan KAB Karimun.1. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun .

yaitu: • Dasar perairan lokasi Tanjung Balai Karimun relatif landai dengan kedalaman 5. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Timur dengan Batam. i. Hidrografi Selat yang menuju Tanjung Balai Karimun kedalamannya mencapai 10 m LWS dan digunakan untuk alur pelayaran antar pulau.Pelabuhan Karimun Cabang dikelola Tanjung adalah salah Pelabuhan Balai satu yang yang oleh PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) berpusat di Medan. Pelabuhan Karimun berbatasan dengan Tanjung terletak di Balai Pulau Karimun pada posisi 000. Dengan kondisi tersebut. pelabuhan Tanjung Balai Karimun mempunyai peran yang cukup berarti ditinjau dari aktivitas ekonomi melalui lalu lintas angkutan laut baik untuk kunjungan kapal dan alih muat barang maupun orang. Sebelah Utara Singapura. Namun demikian kelandaian dasar laut di depan pantai ketiga lokasi pelabuhan berbeda. Sebagai salah satu Cabang. Pelabuhan Tanjung Balai Tebing Tinggi dan sebelah Karimun sudah ada sejak 1958. sedangkan Selat Malaka yang merupakan alur pelayaran internasional kedalamannya mencapai 30 m LWS. Kedua selat ini adalah merupakan “Straits Used for International Navigation” dalam pengertian Hukum Laut International (UNCLOS). ditinjau dari segi geografis lokasi pelabuhan yang terletak di Pulau Karimun dengan luas wilayah daratnya 275 km2 dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Singapore yang terkenal dengan selat Malaka dan selat Singapore yang terbentang dari One Fathom Bank di sebelah Utara sampai suar Horsburg di sebelah tenggara adalah area pelayaran yang terpadat dan tersibuk diseluruh dunia. .59′ -17″ LU dan 1030 – 26′ -14″ BT.0 m LWS pada jarak sekitar 150 m dari tepi pantai.

0 m LWS berada pada sekitar 50 m dari garis pantai. arus pasang surut dan arus angin.4 C dan suhu udara rata – rata tahunan adalah 26. Cuaca Iklim yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun adalah sama dengan bagian kawasan lain di Pulau Karimun.9 C. Hinterland . Curah hujan berkisar antara 2. dimana matahari berada di belahan bumi Selatan dan angin bertiup dari Barat Laut. dimana matahari berada di bagian belahan Utara dan angin bertiup dari arah Tenggara. Pasang Surut Perairan Tanjung Balai Karimun mempunyai pasang surut condong ke harian ganda dengan tinggi pasang surut dapat mencapai 3. Arus Arus yang terjadi di perairan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun merupakan interaksi yang saling mempengaruhi dari arus permanen Laut Cina Selatan. angin bertiup relatif tenang. datar perairan lebih curam dimana kedalaman 5.2 C – 27. Musim hujan berlangsung pada bulan Oktober/ Nopember sampai Bulan April. o o o ii.500 mm pada tiap tahunnya dengan hari hujan ± 110 hari. Pada musim Selatan.000 mm sampai 3. dimana kedalaman laut 5. Kecepatan arus berkisar antara 0. • Pada Lokasi Tanjung Potot.05 – 0.0 m pada saat pasang purnama.• Dasar perairan lokasi Tanjung Salamah relatif landai. Secara umum beriklim tropis basah yang dipengaruhi oleh sifat – sifat iklim laut.0 m LWS berada pada jarak 300 m dari garis pantai. Gelombang Gelombang laut dalam di perairan Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dibangkitkan terutama oleh tiupan angin terhadap permukaan air laut.18 m/detik. Musim kemarau berlangsung pada Bulan Juni – Oktober. Antara bulan Agustus – Oktober suhu udara rata-rata berkisar antara 26.

batu granit dan ikan laut. • • Jasa terminal. Usaha-usaha yang dapat menunjang tercapainya tujuan perusahaan . iii. Kegiatan Utama Kegiatan Usaha yang dilaksanakan dalam menyelenggarakan pelayanan jasa kepelabuhanan dan usaha lainnya yang menunjang pencapaian tujuan perusahaan. bahan bakar minyak. Kabupaten Lingga. meliputi : • Kolam-kolam pelabuhan dan perairan untuk lalu lintas dan tempat-tempat berlabuhnya kapal. alat bongkar muat serta peralatan pelabuhan. • Dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat. • Penyediaan listrik. • Tanah dan berbagai bangunan dan lapangan. bongkar muat barang termasuk hewan dan fasilitas naik turunnya penumpang.Hinterland Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sebagaimana hasil Studi Potensi Hinterland meliputi Kabupaten Karimun. angkutan bandar. • Jasa-jasa yang berhubungan dengan pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal. • Gudang-gudang dan tempat penimbunan barang-barang. air minum dan instalasi limbah pembuangan. industri dan gedung-gedung / bangunan yang berhubungan dengan kepentingan kelancaran angkutan laut. Kabupaten Bintan. Kota Batam dan Kota Tanjung pinang dengan komoditi utamanya pasir. kegiatan konsolidasi dan distribusi barang termasuk hewan.

2011 2) Terminal penumpang Tabel IV-22 Nama asset terminal penumpang Tanjung Balai Karimun sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun. 2011 . Fasilitas Pelabuhan Tanjung Balai Karimun 1) Fasilitas dermaga Tabel IV-21 Nama asset fasilitas dermaga Tanjung Balai Karimun sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun.iv.

3) Tarif Tabel IV-23 Tarif barang di pelabuhan Tanjung Balai Karimun sumber : Dinas Perhubungan Tanjung Balai Karimun. 2011 4) Tarif Pemanduan Tabel IV-24 Jenis jasa di pelabuhan Tanjung Balai Karimun sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun. 2011 .

[Master Plan Transportasi Laut] | 100 1 5) Tarif Penumpukan Tabel IV-25 Tarif penumpukan di pelabuhan Tanjung Balai Karimun sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun. 2011 .

[Master Plan Transportasi Laut] | 101 1 6) Tarif Tunda Domestik sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun. 2011 .

2011 8) Tarif Labuh Lambat Rupiah .[Master Plan Transportasi Laut] | 102 1 7) Tarif Tunda Internasional sumber : Kanpel Tanjung Balai Karimun.

[Master Plan Transportasi Laut] | 103 1 9) Tarif Labuh Lambat Dollar .

Permasalahan Kondisi pelabuhan yang kurang bersih.[Master Plan Transportasi Laut] | 104 1 B. .

[Master Plan Transportasi Laut] | 105 1

Toilet Umum Pelabuhan kurang terawat, biaya pemakaian toilet Rp. 1000 tapi kondisi toiletnya kurang bersih, masih bau air kencing, tidak adanya pemisah / tanda antara toilet pria dan toilet wanita.

[Master Plan Transportasi Laut] | 106

Ruang tunggu pelabuhan yg kurang luas juga kebersihannya kurang terjaga, berbeda dengan kantin pelabuhan yg lebih luas dari pada ruang tunggu; kemudian tidak ada kipas angin, penumpang yg sedang menunggu kapal sering merasa gerah/kepanasan bila jumlah penumpang melonjak seperti hari-hari libur.

Parkir kendaraan yg sempit; juga jalan yg kurang lebar dimana mobil/ angkot yg mengantar penumpang kepelabuhan atau sedang menunggu jemputan dan angkot yg menunggu penumpang, ditambah juga dengan adanya becak-becak yg juga menunggu penumpang menambah kemacetan yg terjadi.

[Master Plan Transportasi Laut] | 107 1

Kebersihan yang kurang terjaga

Laporan Antara a

Laporan Antara a . Coast Guard Pelabuhan yang sedang bersandar di dermaga.[Master Plan Transportasi Laut] | 108 1 Akses masuk menuju ruang tunggu penumpang dan keluar. kondisi air lautnya kotor banyak sampah.

[Master Plan Transportasi Laut] | 109 1 Beberapa Kapal yang sedang bersandar di Pelabuhan. Beberapa kapal yang sedang menunggu penumpang dan sedang menurunkan penumpang. Laporan Antara a .

[Master Plan Transportasi Laut] | 110 1 PETA LOKASI PELABUHAN KABUPATEN KARIMUN Laporan Antara a .

[Master Plan Transportasi Laut] | 111 1 4.2.4 Pelabuhan laut Kabupaten Lingga Tabel IV-26 Nama Pelabuhan hirarki.1.5 x8 10 x 5 Kayu Konstruksi Luas Ruang Tunggu Luas Gudang Operator Laporan Antara a . sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Lingga No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Ukuran Dermaga dan Trestle 1 2 Dabo Dabosingkep Pengumpan regional Senayang Senuba Senayang Penuba Pengumpan regional 3 4 Pengumpan regional Pancur Pancur Pengumpan regional 5 Lingga Lingga 70 x8 Beton 3.

desakan mencari penumpang terasa tidak nyaman bagi para penumpang kapal yabg baru Laporan Antara a . Perahu motor kecil (pompong). Jadwal keberangkatan penumpang jam 7. Dalam perharinya pelabuhan ini hanya ada dua kapal penumpang menuju ke tanjung pinang. banyak digunakan oleh masyarakat di kawasan pesisir (hinterland). merupakan transportasi utama antar kota (Tanjungpinang . Pelabuhan Tanjung Buton Daik Merupakan salah satu Pelabuhan Utama yang ada di Dikabupaten Lingga selain Pelabuhan Jagoh dan Dabo singkep.Karimun .[Master Plan Transportasi Laut] | 112 1 A.30 wib dan 8.00 Dilihat dari waktu perjalanan kapal dari tanjung Pinang ke pelabuhan daik ini berkisar antara empat sampai lima jam. Kapal ferry (MV).Lingga). Pelabuhan Daik Buton Pelabuhan tanjung Buton Daik Ini masih terlhat cukup sepi dari kapal – kapal barang maupun penumpang. Tukang ojek yang berdesak .Batam . Di lihat posisi dan letak pelabuhan ini cukup aman dari gelombang air laut dan badai.

[Master Plan Transportasi Laut] | 113 1 turun Tidak memiliki bangunan kusus untuk ruang tunggu. Laporan Antara a . toilet dan penjualan tiket penumpang ( Bangunan yang ada dipelabuhan terlihat tidak berfungsi ) ` Boat kecil merupakan sarana transportasi antar desa atau pulau Terdekat tidak memiliki dermaga khusus penumpang.

hanya memamfaatkan Lahan kosong atau depan rumah warga untuk tempat parkir. Untuk menuju ke pelabuhan Tanjung buton Daik hanya Menggunakan Ojek. karena sarana angkutan umum Atau angkot belum ada.[Master Plan Transportasi Laut] | 114 1 Untuk areal parkir kendaraan tidak ada. B. Pelabuhan Dabo Singkep Laporan Antara a .

Kondisi Fisik Pelabuhan. Dilihat dari sestem kapal yang berlabuh sangat semrawut. Hampir sama halnya dengan pelabuhan di Daik pelabuhan ini juga memeliki bayak kekurangan seperti yang dijelaskan pada masing – masing gambar tersebut dibawah ini: i. Secara keseluruhan Pelabuhan Dabo Singkep Tidak memiliki bangunan sarana pelayanan untuk para penumpang dan pengelola pelabuhan. Laporan Antara a . seper ti yang terlihat pada gambar kapal barang dan kapal nelayan penempatannya hanya di satu titik dan ini bisa mengganggu setiap aktifitas kapal barang yang masuk.[Master Plan Transportasi Laut] | 115 1 Dabo singkep yang merupakan jantung kota dari Kabupaten Lingga dengan keramaian dan jumlah penduduk yang lebih banyak dibandingkan dengan ibukota Kabupaten Lingga yaitu di Daik Lingga.

[Master Plan Transportasi Laut] | 116 1 Kurangnya sestem keamanan kapal yang berlabuh seperti ban bekas yang di pasang didinding dermaga guna menghindari benturan pada body kapal. Laporan Antara a . Jalan masuk ke Dermaga tidak memiliki keamanan pada bahu Jalan.

Kondisi Umum Pelabuhan Laporan Antara a .[Master Plan Transportasi Laut] | 117 1 Tidak memiliki bangunan kusus untuk ruang tunggu. ii. toilet dan penjualan tiket penumpang.

dulunya pelabuhan ini melayani jasa penumpang dan bongkar muat barang kapal yang berasal dari kota provinsi maupun kabupaten kota yang berbatasan dengan kepulauan Riau. Namun dengan kondisi alam di sekitar pelabuhan seperti badai dan gelombang laut pelabuhan ini cukup beresiko untuk menerima jasa penumpang. Untuk lebih amannya jasa penumpang ini dialihkan oleh pemerintah setempat ke pelabuhan Jagoh yang letaknya lebih kurang 30 Km dari kota Dabo. karna pelabuhan ini berhadapan langsung dengan laut lepas. Pelabuhan ini sekarang hanya melayani kapal terlihat pada gambar dibawah ini. Kapal kapal tersebut merupakan kapal lokal yang berjenis kayu spert Gambar 12.[Master Plan Transportasi Laut] | 118 1 Gambar 11. Pelabuhan Jagoh i. C. Pelabuhan Dabo Singkep yang terletak di pusat kota merupakan pelabuhan yang sudah beroperasi semenjak puluhan tahun. Laporan Antara a . Kondisi Umum Pelabuhan Pelabuhan Jagoh merupakan salah satu pelabuhan utama yang ada di Kabupaten Lingga yang berlokasi dipinggiran kota Dabo Singkep. bongkar muat barang dan Kapal ikan.

ruang tunggu dan pos keamanan Kondisi jembatan menuju dermaga Laporan Antara a . ii. Kondisi Fisik Pelabuhan Untuk menuju dermaga masyarakat harus melewati pelantarpapan yang kondisinya mulai memprihatinkan dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. seperti tempat penjualan tiket. Tidak memiliki bangunan penunjang untuk melayani penumpang. dan kalau dilihat dari kondisi alam pelabuhan ini cukup aman dari badai dan besarnya gelom bang air laut karena di kelilingi oleh beberapa pulau. sama seperti halnya dengan pelabuhan di Tanjung Buton Daik dan Pelabuhan Dabo Singkep. . Dari segi pelayanan umum pelabuhan ini juga tidak ada memiliki bangunan penunjang.[Master Plan Transportasi Laut] | 119 1 Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang melayani jasa penumpang dan ASDP antar provinsi dan kota yang yang berbatasan dengan kepulaun riau. toilet .

Untuk tujuan Tanjung pinang pelabuhan ini hanya melayani dua kapal penumpang. Pelantar dan dermaga pelabuhan tidak memiliki atap untuk beteduhnya para penumpang dari hujan dan panas.[Master Plan Transportasi Laut] | 120 1 Kondisi dermaga cukup kuat untuk bersandarnya kapal – kapal besar yang melakukan aktifitas bongkar muat barang dan penumpang. Laporan Antara a .

cuma dari kota dabo singkep pelabuhan penumpang ini cukup jauh dan harus menghabiskan waktu kurang lebih satu jam di perjalanan dengan menggunakan angkot maupun ojek. Dan ongkos ojek maupun angkot rata2 – rata Rp 30.000 s/d Rp 35. Dari kejauhan pelabuhan jagoh ini terlihat cukup indah dan asri.000 Laporan Antara a .[Master Plan Transportasi Laut] | 121 1 Untuk Pelabuhan ASDP juga tidak memiliki sarana pelayanan untuk para pengguna jasa.

[Master Plan Transportasi Laut] | 122 1 PETA LOKASI PELABUHAN DI KABUPATEN KARIMUN Laporan Antara a .

1.5 Pelabuhan laut Kota Batam Tabel IV-27 Nama Pelabuhan hirarki.[Master Plan Transportasi Laut] | 123 1 4. sarana dan prasarana yang ada di Kota Batam No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Ukuran Dermaga dan Trestle 1 Batu Ampar Batu Ampar Pelabuhan Utama 1250 Beton Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) 21000 Ukuran Gudang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) 214000 Kapasitas Sandar (Max DWT) 35000 Laporan Antara a .2.

[Master Plan Transportasi Laut] | 124 1 No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Ukuran Dermaga dan Trestle Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) Ukuran Gudang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) Kapasitas Sandar (Max DWT) 10000 500 2 3 Beton Sekupang Domestik Telaga Punggur Sekupang Telaga punggur Pelabuhan pengumpul Pengumpan regional 117 72 Beton Beton dan Ponton 1935 42240 - 80000 - 4 Domestik Sekupang Sekupang Pelabuhan pengumpul 200 Beton dan pontoon 4050 - - 500 5 6 Roro Telaga punggur Ferry Internasional Sekupang Telaga Punggur Sekupang Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul 972 Beton - - 676 5000 450 Beton dan Ponton 1200 - - 500 7 Ferry Internasional Batam center Batam Center Pelabuhan pengumpul 72 Beton dan pontoon 22464 - - 500 8 Nongsa Terminal Bahari Nongsa Pelabuhan pengumpul 162 Ponton 1200 - - 500 9 Ferry Internasional Teluk Senimba Teluk Senimba Pelabuhan pengumpul 132 Beton dan Ponton 4250 - - 500 10 Nongsa Point Marina Ferry Internasional Harbour Bay Nongsa Sei Jodoh Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul 280 Yacht Ponton - - - 500 500 11 12 Pelabuhan pulau sambu Pulau Sambu Pelabuhan pengumpul 219 Beton dan pontoon - - - 500 Laporan Antara a .

sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Bintan Ukuran No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Dermaga dan Trestle Sei Kolak Kijang Pelabuhan pengumpul Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) PT 150 x 12 Beton 61 x 18 Pelindo Cabang Operator Ukuran Gudang (m2) 1 Sri Bayintan Laporan Antara a .[Master Plan Transportasi Laut] | 125 1 4.6 Pelabuhan laut Kabupaten Bintan Tabel IV-28 Nama Pelabuhan hirarki.2.1.

[Master Plan Transportasi Laut] | 126 Ukuran No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Dermaga dan Trestle Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) Ukuran Gudang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) PT.7 x 8 Ponton 2 buah @ 10 x 5 Beton Baja - - - PEMKAB 9 Teluk Sebong Sei Carik Berakit Teluk Bintan regional Pengumpan local Beton - - - PEMKAB 10 Bintan Buyu 170 x 10 Beton - - - PEMKAB Laporan Antara a . Pertamina PT. Pertamina PT. Pertamina Pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan - - - - - Beton - - - - Beton - - - - Beton - - - - Beton Uban pengumpul Pelabuhan pengumpul Pelabuhan pengumpul Pengumpan 50 x 6 Beton - - - PEMKAB 2 buah 15 x 6 Ponton baja 1500 - - PT BRC - Beton - - - PT ASDP 8 Tambelan Tg Berakit Tambelan regional Pengumpan 67. Pertamina PT. Beton Beton Pertamina PT. Operator 2 Sri Bayintan Sei Kolak Kijang Pelabuhan pengumpul Pelabuhan 100 x 20 Beton - 60 x 25 25 x 60 Pelindo Cabang Bandar Seri 3 Udana Terminal 4 Khusus 1 Terminal Khusus 2 Terminal Khusus 3 Terminal Khusus 4 Terminal Khusus 5 Terminal Khusus 6 Bulang 5 Linggi Bandar 6 Bentan Telani Tanjung 7 Roro (ASDP) Uban Lagoi Lobam Tanjung Uban Tanjung Uban Tanjung Uban Tanjung Uban Tanjung Uban Tanjung Uban Tanjung Ponton 15 x 10 Baja 1935 500 PT BIIE PT. Pertamina PT.

7 Pelabuhan laut Kabupaten Natuna Tabel IV-29 Nama Pelabuhan hirarki.1.4. sarana dan prasarana yang ada di Kabupaten Natuna Ukuran No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Dermaga dan Trestle Pengumpan regional Pengumpan Ranai regional Pengumpan 3 4 Sedanau Serasan Sedanau Serasan regional Pengumpan regional Pengumpan regional 70 x 8 Beton Beton PEMKAB 125 x 10 Beton 20 x 8 PEMKAB Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) Operator Ukuran Gudang (m2) 1 Ranai Selat Ranai 30 x 8 Beton - - 200 PEMKAB 2 Lampa 70 x 8 - - - PEMKAB 5 Midai Midai 70 x 8 Beton - - - PEMKAB .2.

Ukuran No Nama Pelabuhan Lokasi Hirarki Dermaga dan Trestle 6 Ranai Baru Udang Natuna Ranai Pengumpan regional Pengumpan regional 70 x 8 Beton Proses pekerjaan Konstruksi Dermaga Ukuran Terminal Penumpang (m2) - Ukuran Gudang (m2) Ukuran Lapangan Penumpukan (m2) 1900 PEMKAB Operator 20x 30 7 Ranai - - - - - .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful