PSAK 105 AKUNTANSI MUDHARABAH

A. DEFINISI PSAK 105 paragraf 4 menyatakan mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (pemilik dana) menyediakan seluruh dana, sedangkan pihak kedua (pengelola dana) bertindak selaku pengelola, dan keuntungan dibagi di antara mereka sesuai kesepakatan sedangkan kerugian finansial hanya ditanggung oleh pemilik dana. Seperti yang diperlihatkan gambar berikut ini:

Jenis-jenis mudharabah, yaitu:  Mudharabah muthlaqah Adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya.

1

mudharabah muqayyadah. cara dan atau obyek investasi.  Pada prinsipnya dalam penyaluran mudharabah tidak ada jaminan. tanpa penjamin. maka porsi jumlah bagi hasil untuk pemilik dana dan pengelola dana ditentukan berdasarkan nisbah yang disepakati dari hasil usaha yang diperoleh selama 2 . atau tanpa jaminan.  Jika dari pengelolaan dana mudharabah menghasilkan keuntungan.  Pengembalian dana syirkah temporer dapat dilakukan secara parsial bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau secara total pada saat akad mudharabah diakhiri. Mudharabah terdiri dari mudharabah muthlaqah. atau c) mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga. Mudharabah muqayyadah Adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbukti melakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad. contoh batasan antara lain: a) tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya. namun agar pengelola dana tidak melakukan penyimpangan maka pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengelola dana atau pihak ketiga. dana yang diterima disajikan sebagai dana syirkah temporer. Jika entitas bertindak sebagai pengelola dana. dan mudharabah musytarakah.  Mudharabah musytarakah Adalah bentuk mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi.  Dalam mudharabah muqayadah. b) tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan. antara lain mengenai tempat.   KARAKTERISTIK Entitas dapat bertindak baik sebagai pemilik dana atau pengelola dana. B.

000 = Rp 35. maka kerugian finansial menjadi tanggungan pemilik dana.000 = Rp 70. C. pemilikdana : pengelola = 30 : 70 Pemilik: 30% x Rp 100.000 Pengelola: 70% x Rp 100. Sedangkan jika berdasarkan prinsip bagi laba. Jika dari pengelolaan dana mudharabah menimbulkan kerugian.000 350. Contoh perhitungan bagi hasil: Penjualan HPP Laba kotor Biaya-biaya Laba (rugi) bersih Rp Rp 1.000 metode profit sharing dengan nisbah.000 Pengelola: 90% x Rp 350.000 Rp 100.000 650. maka dasar pembagian hasil usaha adalah laba bruto (gross profit) bukan total pendapatan usaha (omset).000 = Rp 30.000 metode revenue sharing dengan nisbah pemilik : pengelola = 10 : 90 Pemilik: 10% x Rp 350.periode akad.000 = Rp 315. PRINSIP PEMBAGIAN HASIL USAHA Pembagian hasil usaha mudharabah dapat dilakukan berdasarkan prinsip bagi hasil atau bagi laba.   Jika berdasarkan prinsip bagi hasil. dasar pembagian adalah laba neto (net profit) yaitu laba bruto dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana mudharabah.000 3 .000 250.000.

Pengukuran investasi mudharabah a. Jurnal pada saat penyerahan kas: Dr.  Penggunaan nilai yang disetujui (agreed value) oleh pihak yang melakukan kontrak untuk nilai asset nonkas menuju aplikasi konsep representational faithfulness dalam pelaporan. Ada dua alasan tidak digunakannya dasar historical cost untuk mengukur aset nonkas (Siswantoro.000 untuk investasi mudharabah. Kas xxx xxx 4 . Investasi Mudharabah Kr.000 2. 1. Nilai dari investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas harus disetujui oleh pemilik dana dan pengelola dana pada saat kontrak.000 Rp 100. b. Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan. Contoh Penyerahan investasi Mudharabah: Tanggal 1 Januari 2012 BSM mencairkan pembiayaan sebesar Rp 100.D. Jurnalnya: Investasi Mudharabah Kas Rp 100.000. Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan.000. 2003)  Penggunaan nilai yang disetujui oleh pihak yang melakukan kontrak untuk mencapai satu tujuan akuntansi keuangan. Investasi mudharabah dalam bentuk nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan. AKUNTANSI UNTUK PEMILIK DANA Dana mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah saat pembayaran kas atau penyerahan aset kepada pengelola dana.000.

BSM menyerahkan asset nonkas berupa mesin dengan nilai buku Rp 380. Kerugian Penurunan Nilai Kr.000 dan nilai pasar Rp 400. Keuntungan Tangguhan Kr. setelah melakukan akad. Jurnal: Dr.000 Rp 380.000. Jurnal pada saat penyerahan aset nonkas: Dr.000 xxx xxx xxx xxx xxx  Jika nilai wajar lebih rendah dari pada nilai tercatatnya.000. periode akad 2 tahun. Jurnalnya: Investasi Mudharabah Mesin Mudharabah Keuntungan Tangguhan Rp 400.Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan. Asset Nonkas Jurnal amortisasi keuntungan tangguhan: Dr. Keuntungan Tangguhan Kr. maka selisihnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah. Investasi Mudharabah Dr.000 Rp 20.000.000. Keuntungan Contoh: Pada tanggal 1 Januari 2012. yaitu:  Jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya. Asset Nonkas xxx xxx xxx 5 . maka selisihnya diakui sebagai kerugian dan diakui pada saat penyerahan aset nonkas.000.000. kemungkinannya ada dua. Investasi Mudharabah Kr.

maka kerugian tersebut tidak langsung mengurangi jumlah investasi mudharabah namun diperhitungkan pada saat pembagi bagi hasil. hilang atau faktor lain ang bukan karena kelalaian atau kesalahan pihak pengelola dana.000 Rp 400. Investasi Mudharabah Contoh: Pada tanggal 28 Februari 2012 terjadi penurunan nilai sebelum usaha dimulai sebesar Rp 5. Kerugian Investasi Mudharabah Kr.000.000. Penurunan nilai setelah usaha dimulai. Penurunan nilau sebelum usaha dimulai.Contohnya: BSM memberikan modal dalam bentuk akad Mudharabah berupa mesin. Nilai wajar dari mesin adalah Rp 380.000.000 Rp 5.000 3. Nilai buku mesin Rp 400.000.000.000 xxx xxx 6 . Jurnalnya: Investasi Mudharabah Kerugian Penurunan nilai Mesin Mudharabah Rp 380.000. maka penurunan nilai tersebut diakui sebagai kerugian dan mengurangi saldo investasi mudharabah. Jika sebagian investasi mudharabah hilang setelah dimulainya usaha tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pengelola dana.000 Rp 20.000.000.000. Jurnal: Dr. Penurunan nilai jika investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas.000. Jurnalnya adalah: Kerugian Investasi Investasi Mudharabah b. Jika nilai investasi turun sebelum usaha dimulai disebabkan rusak. a. Rp 5.000.000 sedangkan biaya akadnya sebesar Rp 20.000.

Kerugian Investasi Mudharabah Kr. Contoh: Pada tanggal 31 Desember 2012.000.000 Rp 20.000.Jurnal: Dr. hasil pengolahan dana selama tahun 2012 adalah memperoleh pendapatan Rp 80. Jurnalnya adalah Kerugian Investasi Mudharabah Penyisihan Kerugian Mudharabah 5.000. Piutang Pendapatan Bagi Hasil Kr.000 xxx xxx 7 . Penyisihan Investasi xxx xxx xxx xxx xxx Kr. Dr. Kerugian Investasi Mudharabah Kr. Kas Dr. Piutang Pendapatan Bagi Hasil xxx xxx xxx xxx Rp 20. Penyisihan Kerugian Investasi Mudharabah Catatan: Tujuan dicatan sebagai penyisihan agar jelas nilai investasi awal mudharabah.000. Pencatatan kerugian yang terjadi dalam suatu periode sebelum akad mudharabah berakhir diakui sebagai kerugian dan dibentuk penyisihan kerugian investasi.000. Kas Kr. Dr.000 dan menaggung beban Rp 100. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah 4. Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah Pada saat pengelola dana membayar bagi hasil Dr. Kerugian Kerugian yang terjadi dalam suatu priode sebelum akad mudharabah berakhir. Hasil Usaha Bagian hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang. Penyisihan Investasi Mudharabah Dr.

Penyisishan Kerugian Investasi Kr.000. Kerugian Investasi Mudharabah Kr.000. Kas/Piutang/Asset Nonkas Dr.000 Kas Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah Jika tidak dibagi langsung: Piutang Bagi Hasil Pendapatan Bagi Hasil Saat menerima uang: Kas Piutang Bagi Hasil 6. di peroleh laba usaha sebesar Rp 20.000.000. Investasi Mudharabah Kr. Akad Mudharabah Berakhir Selisih Rp 5.000.Contoh: Pada tanggal 31 Desember 2012. selisih antara investasi mudharabah setelah dikurangi penyisihan kerugian investasi.000. Investasi Mudharabah xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx 8 . Penyisishan Kerugian Investasi Dr.000.000 Rp 5.000 Rp 5.000 saat akad mudharabah berakhir. Kas/Piutang/Asset Nonkas Dr.000.000 Jurnal pembayaran kepada pemilik dana: Rp 5. dan pengambilan investasi mudharabah.000.000.000 = Rp 5.000 : 1/4 x Rp 20. nisbah bagi hasil pengelola:pemilik dana= 3:1.000 Rp 5.000 = Rp 15. Keuntungan Investasi Mudharabah ATAU Dr.000. Bagi laba sesuai nisbah: Pengelola dana Pemilik dana : 3/4 x Rp 20. Jurnal: Dr. diakui sebagai keuntungan atau kerugian.000 Rp 5.000.

Penyajian Pemilik dana menyajikan investasin mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatat. c. Pengelola dana dapat menyalurkan dana syirkah temporer yang diterima dan mengakui dana yang disalurkan tersebut sebagai aset sesuai dengan ketentuan. Isi kesepakatan utama usaha mudharabah. Rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya. seperti porsi dana.7. d. yaitu:  Dana mudharabah yang disalurkan oleh pemilik dana diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan aset nonkas kepada pengelola dana  Investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang dibayarkan 9 . Dana Syirkah Temporer diakui pada saat kas atau aset nonkas diterima. AKUNTANSI UNTUK PENGELOLA DANA Dana yang diterima dari pemilik dana dalam akad mudharabah diakui sebagai dana syirkah temporer sebesar jumlah kas atau nilai wajar aset nonkas yang diterima. 8. tetapi tidak terbatas pada: a. b. 101 tentang penyajian laporan keuangan syariah. Penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan. dana syirkah temporer diukur sebesar nilai tercatatnya. dan lain-lain. aktivitas usaha mudharabah. yaitu nilai investasi mudharabah dikurangi penyisihan kerugian (jika ada). E. Pada akhir periode akuntansi. Pengugkapan yang diperlukan sesuai PSAK No. pembagian hasil usaha. Pengungkapan Pemilik dana mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan transaksi mudharabah.

Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum dibagikan kepada pemilik dana diakui sebagai kewajiban sebesar bagi hasil yang menjadi porsi hak pemilik dana. maka selisihnya diakui sebagai kerugian Penyaluran dana syirkah temporer yang diterima oleh pengelola dana dijurnal sebagai berikut: Kas/aset non-kas Dana syirkah temporer xxx xxx Pengelola dana mengakui pendapatan atas pengaluran dana syirkah temporer secara bruto sebelum dikurangi dengan bagian hak pemilik dana. Yaitu jika pembayaran bagi hasil tidak dibagikan langsung kepada pemilik dana. maka selisihnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah. maka dijurnal: Utang bagi hasil mudharabah xxx 10 . ketika dilakukan pembayaran bagi hasil kepada pemilik dana. maka jurnalnya: Biaya bagi hasil xxx xxx Utang Bagi Hasil mudharabah Diakhir tahun. yaitu bagi laba atau bagi hasil seperti yang dijelaskan sebelumnya (pada paragraf 11). tetapi diakumulasikan pembayarannya diakhir tahun. Investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan: i. ii. Jika nilai wajar lebih rendah daripada nilai tercatatnya. Jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya diakui. Jurnal: Kas/Piutang Pendapatan yang belum dibagikan xxx xxx Bagi hasil mudharabah dapat dilakukan dengan menggunakan dua prinsip.

Kas Mudharabah xxx Jika terjadi kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian pengelola dana. b. sedangkan kerugian modal hanya ditanggung oleh pemilik dana. Penyaluran dana berasal dari mudharabah muqayyadah xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx F. Dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah. MUDHARABAH MUSYTARAKAH Mudharabah Musytarakah adalah gabungan dari dua kata : mudharabah dan musytarakah. Dijurnal. maka diakui sebagai beban pengelola dana. Rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya c. Pengungkapan: a.Yang dimaksud dengan mudharabah adalah: transaksi penanaman dana oleh pemilik dana (shahibul mal) kepada pengelola (mudharib) untuk melakukan usaha tertentu dengan pembagian hasil berdasarkan nisbah yang disepakati oleh kedua pihak. Bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan sebagai pos bagi hasil yang belum dibagikan di kewajiban. 11 . Isi kesepakatan utama usaha mudharabah b. Beban Utang lain-lain/kas Diakhir akad pencatatan yang akan dilakukan: Dana Syirkah Temporer Kas/Aset non-kas Jika ada penyisihan kerugian sebelumnya: Dana Syirkah Temporer Kas/Aset non-Kas Penyisihan Kerugian Penyajian dalam laporan keuangan: a.

Skema Mudharabah Musytarakah : Pembagian hasil investasi mudharabah musytarakah dapat dilakukan sebagai berikut: a. Pemilik dana musyarakah (musytarik) memperoleh bagian hasil usaha sesuai porsi dana yang disetorkan. hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai mudharib) dan pemilik dana sesuai dengan nisbah yang disepakati. Pembagian hasil usaha antara pengelola dana dan pemilik dana dalam mudharabah adalah sebesar hasil usaha musyarakah setelah dikurangi porsi pemilik dana sebagai pemilik dana musyarakah.Musytarakah berarti serikat. Maka mudharabah musytarakah hakikatnya mudharabah biasa yang dimodifikasi untuk dijadikan produk perbankan syariah sebagai ganti dari tabungan/deposito berbunga pada bank konvensional. Akad ini merupakan perpaduan antara mudharabah dan musyarakah. maka penyaluran dana milik pengelola dana tersebut diakui sebagai investasi mudharabah. Jadi pengertian mudharabah musytarakah adalah akad mudharabah dimana pengelola (mudharib) turut menyertakan modal atau dananya dalam kerja sama investasi. gabungan atau perkumpulan. selanjutnya bagian 12 . pengelola dana (berdasarkan akad mudharabah) menyertakan juga dananya dalam investasi bersama (berdasarkan akad musyarakah). Dalam mudharabah musytarakah. Akad mudharabah musytarakah merupakan perpaduan antara akad mudharabah dan akad musyarakah. Jika pengelola dana juga menyertakan dana dalam mudharabah musytarakah.

Contoh : Bp A menginvestasikan uang Rp 2 juta untuk usaha siomay yang dimiliki Bp B dengan akad Mudharabah. hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing.000 Total untuk B : Rp 750.000 13 .000 = Rp 50. maka kerugian dibagi sesuai dengan porsi modal para musytarik. Bentuk akad menjadi Mudharabah Musytarakah. selanjutnya bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana (sebagai musytarik) tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai mudharib) dengan pemilik dana sesuai dengan nisbah yang disepakati.5 juta x 250.000/Rp 2. Laba bulan Januari 2008 Rp 1 juta.000 Total untuk A : Rp 200.000 = Rp 800.000+Rp 50. Alternatif 1 : Pertama.5 juta x 250. Setelah usaha berjalan.000 Lalu hasil investasi dikurangi untuk Bp B (Rp 1 juta. Nisbah disepakati (1 : 3). butuh tambahan dana.000) dibagi sesuai porsi modal : Bp A : Rp 2 juta/Rp 2.000.000 Bp B : ¾ x Rp 1 juta = Rp 750. atau b.Rp 750.Jika terjadi kerugian atas investasi. dibagi sesusai nisbah disepakati: Bp A : ¼ x Rp 1 juta = Rp 250.hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana (sebagai mudharib) tersebut dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing.000 = Rp 200.000 Bp B : Rp 500. dengan persetujuan Bp A. Bp B ikut investasikan uangnya Rp 500.

000 + Rp 50.000. 2. Laba Januari 2008 : Rp. B ikut berinvestasi Rp.000+Rp 600.5 juta x 1.000 = 250.000/Rp 2.000 Bagian B : Rp 500.000 Bagian B: ¾ x Rp 1.000 = Rp 800.000.000 Contoh Perhitungan Bagi Hasil Mudharabah Musytarakah A dan B usaha bersama.000 Bp B : Rp 500.000.Alternatif 2 : Pertama. Setelah usaha berjalan.000) dibagi sesuai nisbah disepakati : Bp A : ¼ x Rp 800.000.000 Total untuk A : Rp 200.000 = Rp 800.000. 500. 1.000.000/Rp 2.000 dalam usaha B.000.000.000 Sehingga B sebagai pengelola dana akan memperoleh Rp 750.000 = Rp 200.000 Lalu.Rp 200.000 Bp B : ¾ x Rp 800.000 = Rp 600.000 = Rp 200.000 = Rp 200.000 x 250.000.000) dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dengan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing.000 = Rp 800. hasil investasi dibagi sesuai porsi modal : Bp A : Rp 2 juta/Rp 2. hasil investasi dikurangi untuk Bp B (Rp 1 juta.000 Total untuk B : Rp 200. dan A sebagai pemilik dana akan memperoleh Rp 200.000 kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana tersebut (Rp 1.000/Rp 2.5 juta x 1.500. dimana A Investasi uang Rp.500.000.000 = Rp 50.000. Bagian A: Rp 2. 14 .000 x 250. Bagian A: ¼ x Rp 1.000 = 750.000 Alternative 1 : Pertama. Nisbah untuk A dan B disepakati 1:3.000 – Rp 750.

000/Rp 2. aktivitas usaha mudharabah.000.000.000 = 200. 15 . dan A sebagai pemilik dana akan memperoleh Rp 200.000.000 = Rp 800. b. bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan sebagai pos bagi hasil yang belum dibagikan di kewajiban Pengungkapan Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah.000 Bagian B: ¾ x Rp 800.000 = Rp 200. seperti porsi dana. Rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya.000. pembagian hasil usaha. sedangkan pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah : a.000 Kemudian bagian hasil investasi setelah dikurangi untuk pengelola dana (sebagai musytarik) sebesar Rp 800. pada:   Isi kesepakatan utama usaha mudharabah.000.000 x Rp 1.Alternative 2 : Pertama hasil investasi dibagi antara pengelola dana (sebagai musytarik) dan pemilik dana sesuai dengan porsi modal masing-masing. Bagian A: Rp 2. dan lain-lain.000/Rp 2.000 (Rp 1.500. tetapi tidak terbatas. Penyajian Dalam Laporan Keuangan Dalam penyajian laporan keuangannya.500.000) tersebut dibagi antara pengelola dana dengan pemilik dana sesuai dengan nisbah yang disepakati. dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar nilai tercatatnya untuk setiap jenis mudharabah.000 + Rp 600.000 = 600.000.000 x Rp 1.000 Bagian B: Rp 500. Bagian A: ¼ x Rp 800.000 – Rp 200. pemilik dana menyajikan investasi mudharabah sebesar nilai tercatat.000 = Rp 800.000 Sehingga B sebagai pengelola dana akan memperoleh Rp 200.

seperti porsi dana. pembagian hasil usaha. sedangkan bila terjadi kerugian akan ditanggung oleh si pemilik dana kecuali disebabkan oleh misconduct. yaitu kepercayaan dari pemilik dana kepada pengelola dana. dan lain-lain. akad Mudharabah merupakan suatu transaksi pembiayaan/investasi yang berdasarkan kepercayaan. aktivitas usaha mudharabah. pada:   Isi kesepakatan utama usaha mudharabah. 16 . Oleh sebab itu. dan Pengungkapan yang diperlukan sesuai PSAK 101: Penyajian Laporan Keuangan Syariah Pengelola dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah. Hal ini disebabkan bahwa laba dibagi atas dasar nisbah bagi hasil menurut kesepakatan kedua belah pihak.  Penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan. rincian dana syirkah temporer yang diterima berdasarkan jenisnya. negligence oleh pengelola dana. Ijmak dan Qiyas. RANGKUMAN Akad mudharabah merupakan akad kerja sama usaha antara pemilik dana dan pengelola dana untuk melakukan kegiatan usaha. Terdapat beberapa jenis akad mudharabah. namun seluruh akad mudharabah tersebut harus memenuhi rukun dan ketentuan syariah yang mengacu pada Al-Quran. As-Sunnah. tetapi tidak terbatas. Kepercayaan merupakan unsur terpenting dalam akad mudharabah.

Salemba Empat http://sartini. Wasilah dan Sri Nurhayati. Akuntasi Syariah di Indonesia.wordpress.php?id=3355 http://www. 2007.net/mulyanah/kel1-mudharabah http://ebookbrowse.slideshare.unimus.com/doc/90074306/BAB-7-1 http://digilib. Akuntansi Mudharabah.com/akuntansi-mudharabah-pdf-d259731742 17 .id/download.files.scribd.ppt http://muhammadsurya.wordpress.com/category/akuntansi-syariah/ http://www.com/2008/02/akuntansi-mudharabah.DAFTAR PUSTAKA Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 105.ac.2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful