BAB 1.

PENDAHULUAN Seperti kita ketahui penyakit mata pada manusia ada bermacam-macam seperti Glaukoma, Hordeolum, Kalazion, Katarak, Konjungtivitis, Entropion. Penyakit mata adalah penyakit yang berbahaya, bila tidak segera didiagnosa dan diobati maka dapat menimbulkan kebutaan pada mata ataupun timbul penyakit lainnya.1 Dalam ilmu penyakit mata, mata dikatakan dalam keadaan darurat bila terdapat keadaan dimana mata akan terancam kehilangan fungsi penglihatan atau akan terjadi kebutaan bila tidak dilakukan tindakan ataupun pengobatan secepatnya. Terancamnya mata untuk menjadi buta dapat diakibatkan oleh penyakit atau kelainan mata dan trauma mata. Biasanya penderita meminta tolong dokter dengan keluhan yang dapat memberikan pengarahan pada kemungkinan berat atau ringannya penderitaan si pasien. Keluhan yang biasa diberikan penderita dengan kelainan mata ialah mata merah, mata sakit, mata lelah, lihat ganda, tajam penglihatan menurun, pandangan tertutup, adanya kilatan lampu pada lapang pandang dan sakit kepala. Tidak semua mata yang merah akan terancam menjadi buta, demikian pula tidak semua penglihatan yang kurang, berarti dalam keadaan darurat atau memerlukan tindakan cepat.2

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA Dalam ilmu penyakit mata kadang-kadang kita menemukan penyakit atau kelainan mata yang memerlukan pengobatan atau tindakan segera. Bila kita berhadapan dengan keadaan ini maka sesungguhnya kita berhadapan dengan mata dalam keadaan gawat.2 Kedaruratan dalam ilmu penyakit mata dibedakan menjadi gawat sangat, gawat, dan semi gawat. Gawat sangat, tindakan sudah harus diberikan dalam beberapa menit. Penyakit yang termasuk ke dalam golongan gawat sangat ialah2 :
– Luka bakar kimia : trauma alkali, trauma asam – Oklusi arteri retina sentral.

Gawat, diagnosis dan pengobatan sudah harus diberikan dalam satu atau beberapa jam. Penyakit yang termasuk ke dalam golongan gawat ialah :
– Dakriosistitis akut – Laserasi kelopak – Konjungtivitis gonorea – Skleritis – Trauma tumpul mata – Erosi kornea

- Hifema - Iritis akut - Endoftalmitis - Glaukoma akut kongestif - Ablasi retina akut - Selulitis orbita - Trombosis sinus kavernosus - Trauma radiasi - Trauma tembus bola mata - Benda asing magnetik intraokular

– Laserasi kornea – Benda asing kornea – Descemetokel – Tukak kornea

Semi gawat, bila mungkin pengobatan sudah diberikan dalam beberapa hari atau minggu. Penyakit yang termasuk ke dalam golongan semi gawat ialah : – Defisiensi vitamin A – Trakoma – Oftalmia simpatika
– Katarak kongenital

- Neuritis optik - Eksoftalmus akut - Tumor intraorbita - Leukemia pada mata

– Glaukoma kongenital – Glaukoma simpleks
– Perdarahan badan kaca

- Rabdomiosarkoma - Mukormikosis - Perdarahan retrobulbar - Fistel arteriovena - Eksoftalmos goiter - Ambliopia - Juling

– Retinoblastoma – Hipertensi – Toksemia gravidarum – Retinopati diabetes GAWAT SANGAT Trauma Alkali

Bahan alkali atau basa akan mengakibatkan pecah atau rusaknya sel jaringan. Pada pH yang tinggi alkali akan mengakibatakan persabunan disertai dengan disosiasi asam lemak membran sel. Akibat persabunan membran sel akan mempermudah penetrasi lebih lanjut daripada alkali. Mukopolisakarida jaringan oleh basa akan menghilang dan terjadi penggumpalan sel kornea atau keratosit. Serat kolagen kornea akan menjadi bengkak dan stroma kornea akan mati. Akibat edema kornea akan terdapat sebukan sel polimorfonuklear ke dalam stroma kornea. Sebukan sel ini cenderung disertai dengan masuknya pembuluh darah baru atau neovaskularisasi. Akibat membran sel basal epitel kornea rusak akan memudahkan sel epitel di atasnya lepas. Sel epitel yang baru terbentuk akan berhubungan langsung dengan stroma di bawahnya. Sel epitel baru ini melekat dengan stroma di bawahnya melalui plasminogen aktivator. Bersamaan dengan dilepasnya plasminogen aktivator, dilepas juga kolagenase yang akan merusak kolagen kornea, sehingga terjadi tukak pada kornea. Akibatnya akan terjadi gangguan penyembuhan epitel yang berkelanjutan dengan tukak kornea dan dapat terjadi perforasi kornea. Kolagenase ini mulai dibentuk 9 jam sesudah trauma dan puncaknya terdapat pada hari 14-21. Biasanya tukak pada kornea mulai terbentuk 2 minggu setelah trauma kimia. Pembentukan tukak berhenti hanya bila terjadi epitelisasi lengkap atau vaskularisasi telah menutup seluruh dataran depan kornea. Bila alkali sudah masuk ke dalam bilik mata depan maka akan terjadi gangguan fungsi badan siliar. Cairan mata susunannya akan berubah yaitu terdapat kadar glukosa dan askorbat yang

Perjalan Penyakit Trauma Alkali Keadaan akut yang terjadi pada minggu pertama : Sel membran rusak Bergantung pada kuatnya alkali dapat mengakibatkan hilangnya epitel. dan fibroblas Mulai terjadi regenerasi epitel konjungtiva dan kornea Masuknya neovaskularisasi ke dalam kornea disertai dengan sel radang Kekeruhan pada kornea akan mulai menjernih kembali Sel penyembuhan berbentuk invasi fibroblas memasuki kornea dengan terbentuknya kolagen Trauma alkali berat akan membentuk jaringan granulasi pada iris dan badan siliar sehingga terjadi fibrosis Keadaan pada minggu ketiga dan selanjutnya : Terjadi vaskularisasi aktif sehingga seluruh kornea tertutup pembuluh darah Jaringan pembuluh darah membawa bahan nutrisi dan bahan penyembuhan jaringan seperti protein dan fibroblas Akibat daripada terdapatnya jaringan dengan vaskularisasi ini.berkurang. badan siliar. Kedua unsur ini memegang peranan penting pada pembentukan jaringan kolagen kornea. dan epitel lensa Trauma berat akan merusak sel goblet konjungtiva bulbi Tekanan intraokuler akan meningkat Hipotoni akan terjadi bila terjadi kerusakan pada badan siliar Kornea keruh dalam beberapa menit Terjadi infiltrasi segera sel polimorfonuklear. iritis. monosit. tidak akan terjadi perforasi kornea Mulai terjadi pembentukan panus pada kornea Endotel yang tetap sakit akan mengakibatkan edem kornea Terdapat membran retrokornea. dan membran siklitik Keadaan pada minggu kedua dan ketiga : . keratosit. saraf kornea dan pembuluh darah Terjadi kerusakan komponen vaskular iris.

Sedang . Ringan Terdapat erosi epitel kornea Pada kornea terdapat kekeruhan yang ringan Tidak terdapat iskemia dan nekrosis kornea ataupun konjungtiva Prognosis baik 2.- Dapat terjadi kerusakan permanen saraf kornea dengan gejala-gejalanya Tekanan bola mata dapat rendah atau tinggi Kelainan pada Jaringan Lain Akibat Trauma Alakali Kelopak Trauma alkali akan membentuk jaringan parut pada kelopak Margo palpebra rusak sehingga mengakibatkan gangguan pada break up time air mata Lapisan air depan kornea (tear film) menjadi tidak normal Terjadi pembentukan jaringan parut pada kelenjar asesori air mata. yang mengakibatakan mata menjadi kering Konjungtiva - Terjadi kerusakan pada sel goblet Sekeresi musin konjungtiva bulbi berkurang daya basahnya terhadap kornea pada setiap kedipan kelopak Dapat terjadi simblefaron pada konjungtiva bulbi yang akan menarik bola mata sehingga pergerakannya mata menjadi terbatas Akibat daripada simblefaron penyebaran air mata tidak merata Terjadi pelepasan kronik daripada epitel kornea Terjadi keratinisasi epitel kornea akibat berkurangnya musin Lensa keruh akibat kerusakan kapsul lensa Lensa - Klasifikasi Akibat Luka Bakar Klasifikasi Hughes 1.

- Terdapat kekeruhan kornea sehingga sukar melihat iris dan pupil secara terperinci Terdapat nekrosis dan iskemia ringan pada konjungtiva dan kornea Prognosis baik Akibat kekeruhan kornea. Derajad 3 4. Sangat Berat Klasifikasi Thoft 1. Prognosis Luka Bakar Prognosis luka bakar alkali juga ditentukan oleh : Anastesi kornea yang terjadi Bahan alkali penyebab trauma 2. Derajad 4 Bahan alkali yang sering memberikan trauma adalah : 1. Derajad 1 Hiperemi konjungtiva disertai dengan keratitis pungtata Hiperemi konjungtiva disertai hilangnya epitel kornea Hiperemi disertai nekrosis konjungtiva dan lepasnya epitel kornea Konjungtiva perilimbal nekrosis sebanyak 50% Luka bakar alkali derajad 1 dan 2 akan sembuh dengan jaringan parut tanpa terdapatnya neovaskularisasi ke dalam kornea. Derajad 2 3. Amonia Amonia merupakan gas tak berwarna dipakai sebagai bahan pendingin lemari es. larutan 7% amonia dipakai sebagai bahan pembersih Pada konsentrasi rendah bersifat merangsang airmata . pupil tidak dapat dilihat Konjungtiva dan sklera pucat Prognosis buruk 3. Luka bakar alkali derajad 3 dan 4 membutuhkan waktu sembuh berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

bila dilakukan irigasi lebih lama lebih baik untuk mengetahui telah terjadi netralisasi basa dapat dilakukan pemeriksaan dengan kertas lakmus. hal ini sangat merugikan karena kornea mempunyai komponen epitel yang lipofolik dan stroma yang hidrofilik Mudah merusak jaringan bagian dalam mata seperti iris dan lensa Amonia merusak stroma lebih sedikit dibanding dengan NaOH dan CaOH pH cairan mata naik beberapa detik setelah trauma Dikenal sebagai kaustik soda Dipakai sebagai pembersih pipa pH cairan mata naik beberapa menit sesudah trauma Daya tembus pada mata kurang.3 - . Ca(OH)2 Teori Terbentuknya Kolagenase pada defek epitel kornea plasminogen aktivator yang terbentuk merubah plasminogen menjadi plasmin plasmin melalui C3a mengeluarkan faktor hemotaktik untuk leukosit polimorfonuklear (PMN) kolagenase laten berubah menjadi kolagenase aktif akibat terdapatnya tripsin.- Bersifat larut dalam air dan lemak. pH normal air mata 7. plasmin ketepepsin kolagenase aktif dapat juga berasal dari tukak kornea keratosit juga membentuk kolagenase aktif melalui kolagenase laten Pengobatan Trauma Alkali - bila terjadi trauma alkali maka segera dilakukan irigasi dengan air selama 30 menit sebanyak 2000 mL. hal ini akibat terbentuknya sabun kalsium pada epitel kornea pH cairan mata menjadi normal kembali sesudah 30 menit sampai 3 jam pasca trauma 2. NaOH 3.

- bila penyebabnya adalah CaOH. Diberikan 1 minggu sesudah trauma karena pada saat ini kolagenase mulai terbentuk. Steroid walaupun diberikan dalam dosis tinggi tidak mencegah terbentuknya fibrin dan membran siklitik - - kolagenase inhibitor seperti sistein diberikan untuk menghalangi efek kolagenase. demikian pula terjadi koagulasi protein konjungtiva bulbi. Steroid topikal ataupun sistemik dapat diberikan pada 7 hari pertama pasca trauma. dapat diberi EDTA karena EDTA 0. Steroid diberikan untuk menekan radang akibat denaturasi kimia dan kerusakan jaringan kornea dan konjungtiva. Koagulasi protein ini terbatas pada daerah kontak bahan asam dengan jaringan Akibat koagulasi protein ini kadang-kadang seluruh kornea terkelupas .1% setiap 2 jam.05 dapat bereaksi dengan CaOH yang melekat pada jaringan diberi antibiotik dan dilakukan debridement untuk mencegah infeksi oeh kuman oportunis diberi siklopegik karena terdapatnya iritis dan sinekia posterior beta bloker dan diamox untuk mengatasi glaukoma yang terjadi steroid diberikan secara berhati-hati karena steroid menghambat penyembuhan. - Vitamin C diberikan karena perlu untuk pembentukan jaringan kolagen Selanjutnya diberikan bebat.4 Trauma Asam Perjalan Penyakit Trauma Asam Pada minggu pertama : Terjadi koagulasi protein epitel kornea yang mengakibatkan kekeruhan pada kornea. lensa kontak lembek. Diberikan deksamethason 0. Prognosis keratoplasti pada kelainan kornea akibat trauma alkali tidak begitu baik 3. air mata buatan Keratoplasti dilakukan bila kekeruhan kornea sangat mengganggu penglihatan.

keratosit dan endotel kornea Bila terjadi penetrasi jaringan yang lebih dalam akan terjadi edema kornea. dan katarak Bila trauma disebabkan asam lemah maka regenarasi epitel akan terjadi dalam beberapa hari dan kemudian sembuh Bila trauma disebabkan asam kuat maka stroma kornea akan berwarna kelabu infiltrasi sel radang ke dalamnya.Trikiasis .Simblefaron .Enteropion . Infiltrasi sel ke dalam stroma oleh bahan asam terjadi dalam waktu 24 jam - Beberapa menit atau beberapa jam sesudah trauma asam. Kadang-kadang terdapat perdarahan pada konjungtiva bulbi - Tekanan bola mata akan meninggi pada hari pertama. iritis. yang kemudian dapat menjadi normal atau rendah Trauma asam pada minggu 1-3 : - Umumnya trauma asam mulai sembuh pada minggu pertama sampai ketiga ini Pada trauma asam yang berat akan terbentuk tukak kornea dengan vaskularisasi yang bersifat progresif Keadaan terburuk akibat trauma asam pada saat ini ialah berupa vaskularisasi berat pada kornea - Trauma asam sesudah 3 minggu : Trauma asam yang tidak sangat berat akan sembuh sesudah 3 minggu Pada endotel dapat terbentuk membran fibrosa yang merupakan bentuk penyembuhan kerusakan endotel Penyulit lain yang dapat terjadi akibat trauma asam pada mata ialah : - Katarak Glaukoma Hipotoni bola mata Air mata yang abnormal .- Koagulasi protein ini dapat mengenai jaringan yang lebih dalam seperti stroma kornea. konjungtiva bulbi menjadi hiperemi dan kemotatik.Iritis .

Sering penyakit ini disertai dengan penyakit-penyakit yang khusus terdapat pada usia : Di atas 30 tahun.Akibat trauma asam diketahui bahwa perubahan reaksi biokimia ditentukan oleh jenis anion asam yang menyebabkan trauma. seperti : Radang arteri Trombus Emboli Spasme pembuluh darah Perlambatan pengaliran darah Oklusi arteri retina sentral pada orang tua sering disebabkan arteromatosis dan emboli.4 - Oklusi Arteri Retina Sentral Penyumbatan daripada arteri retina sentral sukar diketahui penyebabnya. dapat disebabkan oleh karena bermacam-macam hal. Asam merusak dan memutus ikatan intramolekul protein. Diketahui bahwa asam sulfur mengakibatakan kadar mukopolisakarida jaringan menurun. Pada trauma asam tidak terdapat gangguan pembentukan jaringan kolagen.Endokarditis bakteri subakut . Pengobatan Trauma Asam - Irigasi segera dengan garam fisiologik atau air Kontrol pH air mata untuk melihat apakah sudah normal Selanjutnya pertimbangan pengobatan sama dengan pengobatan yang diberikan pada trauma alakali 3. poliarteritis dan trauma. dan protein yang berkoagulasi merupakan barier terhadap penetrasi lanjut daripada asam ke dalam jaringan. Bila trauma disebabkan oleh HCl. sedang pada orang muda disebabkan spasme pembuluh darah. seperti : - Hipertensi . Pada trauma asam berat yang merusak badan siliar akan terjadi penurunan kadar askorbat dalam cairan mata dan kornea. maka pH cairan mata turun sesudah trauma berlangsung 30 menit.

Kadang-kadang tajam penglihatan masih normal pada oklusi arteri retina sentral.- Penyakit arteri karotis Infark miokar Pascabedah retina Tekanan bola mata tinggi Edema papil Neuritis optik Retinoblastoma . Emboli biasanya terjadi setelah patah pada tulang panjang. sedang emboli udara terjadi pascabedah leher dan toraks. lisis sel ganglion retina yang disusul dengan serbukan sel makrofag ke dalamnya. Turunnya tajam penglihatan dapat berupa serangan-serangan atau amaurosis fugaks. Gambaran Klinik Oklusi arteri retina sentral selalu hanya mengenai satu mata. edema dan nekrosis pada 2/3 lapis dalam retina. Lama kelamaan proses degenerasi mengenai seluruh lapis retina sehingga seluruh lapis hilang yang diikuti dengan atrofi papil saraf optik. seperti : Emboli yang masuk ke dalam peredaran darah dapat berasal dari jantung atau arteri karotis. Pada pemeriksaan histopatologik didapatkan pada stadium dini edema berat pada sel ganglion.Diabetes melitus . Spasme pembuluh darah dapat terjadi pada penderita hipertensi. Penglihatan pada satu mata turun mendadak malahan dapat buta sama sekali. Hal ini disebabkan karena daerah ini arteri dan vena terikat oleh jaringan ikat dan kolagen. Akibat penyumbatan pembuluh darah ini akan terjadi edema retina. Serangan ini terjadi akibat spasme pembuluh darah arteri yang tidak terus menerus.Sifilis - Di bawah 30 tahun. Pada oklusi arteri retina sentral daerah yang paling sering tersumbat terdapat pada lamina kribosa. yang pada kahirnya lapis ini atrofi total sedang lapis luar tetap normal. 10% penderita oklusi arteri retina sentral tajam penglihatannya tetap normal .

Campuran ini dapat erbentuk 95% oksigen dengan 5% karbondioksida - Aspirin oral diberikan selama 2 minggu .warna pucat pada retina terutama didaerah polus posterior kecuali daerah fovea. Pada pemeriksaan funduskopi terlihat seluruh retina berwarna pucat dengan pembuluh darah yang gelap. Mata tidak merah dan tidak merasa sakit. Yang dimaksud dengan pengobatan intensif pada oklusi arteri retina sentral adalah : - Tindakan pertama berupa pengurutan bola mata yang bertujuan untuk merendahkan tekanan bola mata Melakukan parasintesis dengan tujuan untuk menurunkan tekanan bola mata Antikoagulan. Pada pemeriksaan angiografi fluoresin terlihat gangguan pengisian arteri dan terdapat pemanjangan waktu tangan-retina. Pupil lebar disebabkan oleh tajam penglihatan yang berkurang. Pada stadium lanjut gambaran fundus dapat menjadi normal kembali kecuali arteri yang halus dan papil yang pucat. Pada makula akan terlihat warna yang lebih merah dan disebut sebagai cherry red spot. Untuk mendapatkan dilatasi kapiler dapat dilakukan dengan bernafas dalam kantong atau bernafas dengan O2 berkadar CO2 5-10 %. Pupil dapat tidak bereaksi terhadap sinar langsung akibat tajam penglihatan yang sangat berkurang. Pembuluh darah retina terlihat berbentuk sosis akibat isinya yang tidak merata. Pengobatan Pengobatan diberikan secepatnya karena bila terlambat akan mengakibatkan kebutaan yang menetap. obat ini tidak dianjurkan pada penderita usia lanjut Vasodilator Acetazolamid 4x500 mg atau manitol IV Oksigen hiperbarik atau inhalasi CO dengan tujuan untuk membuat pembuluh darah berdilatasi.akibat tidak terganggunya makula lutea yang mempunyai pembuluh darah silioretina.daerah fovea diperdarahi oleh koroid. Pengobatan yang intensif sekalipun kadang-kadang tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Biasanya tekanan intraokular diatur agar tidak tinggi untuk memperbaiki fungsi kornea yang sakit. Bila kekeruhan terletak pada sumbu penglihatan kadang-kadang diperlukan tindakan pembedahan.2. Edema kornea yang berat akan mengakibatkan kekeruhan yang menetap. Retina bersifat lebih tahan terhadap hipoksia dibanding dengan otak. Pengobatan pada edema kornea adalah dengan memberikan larutan hiperosmotik.Penyulit Mudah terjadi glaukoma neovaskular. Sklera . Tekanan bola mata yang tinggi akan mengakibatkan bertambahnya edema kornea akibat endotel yang rusak. Pada edema kornea akan terlihat kornea yang keruh. misalnya dengan memberi acetazolamid.5 GAWAT Trauma Tumpul Mata Trauma pada mata memerlukan perawatan yang tepat dan pencegahan terhadap terjadinya penyulit yang diakibatkannya. Kadang-kadang masih terdapat tajam penglihatan yang normal dengan lapang pandang yang sempit. Trauma pada mata dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan mata seperti : Kornea Trauma tumpul dapat mengakibatkan edema kornea. Jaringan intraokular sukar dilihat akibat kekeruhan kornea yang mengalami edema. Pernah didapatkan hasil yang baik sesudah pengobatan cepat pada oklusi arteri retina sentral. Prognosis Prognosis daripada oklusi arteri retina sentral bergantung pada lama dan letak penyumbatan pembuluh darah.

Pada ruptur sklera pengangkatan bola mata hanya dilakukan bila tidak terdapat lagi proyeksi sinar atau kerusakan sudah demikian besarnya sehingga usaha untuk melakukan perbaikan secara anatomik sudah tidak mungkin lagi. perdarahan subkonjungtiva. Ruptur sklera dengan prolaps jaringan akan memberikan prognosis kurang baik. Pada ruptur sklera sebaiknya diambil bahan untuk pemeriksaan bakteriologik. Ruptur sklera juga mudah terjadi di daerah limbus. Pemeriksaan mata dilakukan dengan berhati-hati karena akibat manipulasi pemeriksaan dapat terjadi keadaan yang bertambah buruk. Pemotongan jaringan badan siliar harus dihindarkan sebanyak mungkin. Pengobatan Bila terdapat jaringan uvea yang prolaps. untuk memotongnya harus hatihati. Bila tidak perlu. kadang-kadang bilik mata menjadi dangkal atau dalam dan ditemukan darah di dalam bola mata. Pemberian analgetik dapat diberikan untuk mempermudah pemeriksaan. jangan memotongnya atau sedapat mungkin dilakukan reposisi jaringan yang prolaps. Pada keadaan ini akan terbentuk jaringan granulasi yang akan mengakibatkan hilangnya penglihatan.Trauma tumpul dapat mengakibatkan ruptur sklera. Penyulit Perdarahan intraokular Endoftalmitis Ablasio retina . Gambaran Klinik Untuk menegakkan diagnosa adanya ruptur sklera kadang-kadang sukar sekali. Tempat ruptur akibat trauma tumpul biasanya di sekitar sklera yang lemah seperti pada daerah antara insersi rektus dengan ekuator bola mata. Biasanya ditemukan tekanan bola mata yang rendah. Bila diberikan perawatan yang tepat pada ruptur sklera maka tajam penglihatan dapat dipertahankan.

Jaringan tidak prolaps hanya bila perforasi kecil. Pemeriksaan pada laserasi kornea selain daripada untuk melihat gangguan susunan anatomik akibat trauma juga dapat untuk melihat adanya benda asing. Ukuran kornea mata bayi sama dengan ukuran kornea dewasa bila bayi telah berumur 6 bulan sampai 5 tahun. Kornea bayi . Akibat prolaps atau terjepitnya jaringan iris maka pupil akan terlihat lonjong. Bila dilakukan pemeriksaan jaringan intraokular mudah prolaps akibat dari manipulasi pemeriksaan.7 Lasersi Kornea Laserasi kornea dibedakan dalam bentuk laserasi kornea sebagian dan laserasi dengan perforasi kornea. katarak dan untuk melihat apakah sudah terjadi infeksi sekunder ke dalam jaringan intraokuler. Gambaran Klinik Pada setiap kemungkinan laserasi kornea diperlukan riwayat yang lengkap dari penyebab trauma.6. Bila laserasi disertai dengan perforasi kornea maka biasanya disertai dengan prolaps jaringan intraokular di tempat perforasi.- Ftisis bulbi akibat terbentuknya jaringan fibrosis 2. Pengobatan Pengobatan pada laserasi membedakan kasus anak dan dewasa. Bila terdapat laserasi dengan perforasi luas maka pemeriksaan bagian lain bola mata akan lebih sukar. Kornea neonatus berkembang sampai usia 6 bulan. Dengan riwayat yang baik dapat disimpulkan kemungkinan hal yang terjadi pada jaringan kornea atau bola mata akibat trauma tersebut dan kemungkinana penyulit yang dapat terjadi. Diagnosis pasti adanya benda asing di dalam bola mata hanya dapat ditentukan dengan pemeriksaan radiologik atau ultrasonografi.

Bila terdapat laserasi yang tidak teratur tanpa perforasi tidak perlu dilakukan pembedahan. Bila laserasi dengan perforasi luas maka pertolongan pertama yang dilakukan adalah : Menutup kedua mata dengan kasa steril Memberi kapsul antibiotik spektrum luas ATS Pembedahan dilakukan bila perlengkapan bedah sudah memadai Pembedahan dilakukan dengan anastesi umum. Bila tekanan intraokular naik pada waktu pembiusan dengan bola mata terbuka atau laserasi dengan perforasi maka dapat terjadi prolaps jaringan intraokular. Anastesi umum dilakukan dengan induksi cepat yang mencegah tekanan intraokular naik. Pada anastesi umum hindari pemakaian obat anastesi yang meninggikan tekanan bola mata. dan lain-lain. Penyulit Laserasi dengan Perforasi . seperti suksinil.hampir sferis yang akan menjadi lebih rata pada penambahan umur. Pada penderita hanya diberikan bebat tekan dengan antibiotik untuk beberapa hari. Kornea bayi lebih tipis dibanding kornea dewasa. Bila dilakukan dengan anastesi lokal akan berbahaya karena dapat terjadi perdarahan retrobulbar pada waktu penyuntikan obat anastetika. Bila terjadi laserasi sebagian yang diakibatkan benda tajam dan bersih seperti kaca atau pisau yang tidak menembus kornea. bersih dengan bentuk susunan jaringan intraokular normal tidak perlu dilakukan pembedahan. Akibatnya persiapan dan peralatan pembedahan mempunyai pertimbangan sendiri. Bila keadaan ini mengancam akan perforasi atau terdapat decemetokel sebaiknya direncanakan untuk keratoplasti tembus. Penderita diberi bebat tekan atau lensa kontak lembek atau flep konjungtiva. tidak perlu dilakukan pembedahan. ketalar. Bila hal ini tidak mungkin maka dianjurkan diberi lensa kontak lembek atau flep konjungtiva sebagai pelindung. Bila laserasi kornea dengan perforasi kecil.

Laserasi dengan perforasi yang luas dapat berakhir dengan ftisis bulbi yang merupakan tanda degenerasi berat bola mata. Gambaran Klinik Terdapatnya rasa pedas dan sakit pada mata merupakan gejala dini benda asing pada kornea. Benda asing yang terdapat pada kornea dapat berasal dari gurinda atau pecahan besi yang diketuk dengan martil. Keluhan ini mungkin terjadi akibat sudah terdapatnya keratitis . Oftalmia simpatika merupakan penyulit yang berat pada kerusakan jaringan intraokular. Keadaan ini dapat berlanjut dengan terbentuknya karat di sekitar logam yang tertanam pada bola mata. sehingga tidak segera memberikan keluhan atau meminta pertolongan. Sering saat datangnya benda tersebut tidak disadari atau tidak diduga oleh penderita. Dasar Penting pada Tindakan Kornea - Bila melakukan penjahitan kornea pakai jarum yang sesuai untuk tindakan penjahitan kornea Bila mungkin kurangi atau tidak sama sekali untuk membuat jahitan di daerah kornea yang sesuai dengan sumbu penglihatan Pada waktu penjahatian kornea dengan laserasi luas bentuk bilik mata depan dengan udara yang kemudian diganti dengan BBS Tidak boleh membuang jaringan kornea kecuali bila akan dilakukan penggantian dengan kornea donor Sebaiknya pembedahan dilakukan dengan pembesaran yang cukup atau dengan memakai mikroskop 2 - Benda Asing Kornea Benda asing yang terdapat pada kornea dapat terdiri atas satu atau beberapa buah.

Di sekitar limbus terlihat pelebaran pembuluh darah perikorneal atau disebut sebagai suatu injeksi siliar. Penyulit . benda asing ini dapat dikeluarkan dengan memakai kapas yang digosokkan di atasnya. dan obat analgetika lainnya. Bebat tekan diberikan selama 8-48 jam untuk mempercepat pertumbuhan epitel. Cincin karat di sekitar benda asing dikeluarkan untuk mencegah reaksi radang pada karat logam. Diberi sikoplegik topikal untuk mengurangi rasa sakit dan menghilangkan gejala siklitis yang dapat terjadi. Antibiotik spektrum luas dalam bentuk tetes atau salep diberikan untuk mencegah infeksi sekunder. Bebat tekan juga akan mengurangi rasa sakit karena defek epitel tidak terganggu akibat kedipan. Mengeluarkan benda asing dilakukan dengan menggunakan loupe.atau tukak pada mata tersebut. Pada kornea terlihat adanya benda asing. Terjadi miosis pupil akibat refleks perasaan sakit pada kornea. Obat anastesi lokal harus diberikan dengan berhati-hati karena dapat mengakibatkan keratitis dan adiksi terhadap obat ini. Bila mungkin benda asing pada kornea dikeluarkan seluruhnya pada satu saat tindakan. aspirin. Pengobatan Kadang-kadang sesudah diberikan obat anastesi topikal. maka dikeluarkan dengan ujung jarum suntik. Mengeluarkan karat logam kadang sukar sehingga untuk mengeluarkan perlu dilakukan di depan slitlamp. Untuk menghilangkan rasa sakit dapat diberi kodein. Bila tidak dapat dikeluarkan dengan kapas. Perasaan sakit ini disertai dengan keluarnya air mata yang banyak (epifora). Hati-hati dalam memberi steroid karena dapat terjadi infeksi sekunder dan sangat berbahaya bila terdapat virus herpes simplek.

Haemophilus influenza. Pada proses kornea yang progresif dapat terlihat infiltrat sel leukosit dan limfosit yang memakan bakteri atau jaringan nekrotik yang terbentuk. lesi saraf V atau neurotrofik dan ulkus Mooren. penyebab lain tukak kornea ialah defisiensi vitamin A. Selain karena radang dan infeksi. Perjalanan penyakit tukak kornea dapat progresif. multifokal atau difus yang disertai dengan masuknya pembuluh darah ke dalamnya. jaringan kolagen baru dan fibroblas. Pada tukak kornea yang disebabkan jamur dan bakteri akan terdapat defek epitel yang dikelilingi leukosit polimorfonuklear. Bentuk tukak marginal dapat fokal. dan Moraxella lacunata. lagoftalmus akibat paresis saraf VII. autoimun. Pada pembentukan jaringan parut akan terdapat epitel. Biasanya kokus Gram positif. berbentuk bulat atau . Gambaran Klinik Tukak kornea biasanya terjadi sesudah terdapatnya trauma ringan yang merusak epitel kornea.2. Infeksi pada kornea perifer biasanya oleh Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus dan Streptococcus pneumonie akan memberikan gambaran tukak yang terbatas. Pada mulanya mata akan terasa pedih dan sakit disertai fotofobia. Selain daripada infeksi sekunder pada bekas benda asing ini dapat terjadi jaringan parut yang akan mengganggu penglihatan atau sukarnya tertutup epitel kornea sehingga terjadi erosi rekuren.Pada defek epitel dengan benda asing kornea mudah terjadi infeksi oleh Pseudomonas ataupin virus. Tukak kornea perifer dapat disebabkan oleh reaksi toksik.7 Tukak Kornea Terbentuknya ulkus pada kornea mungkin banyak ditemukan oleh adanya kolagenase yang dibentuk oleh sel epitel baru dan sel radang. Dikenal dua bentuk tukak pada kornea. Bila infeksi disebabkan virus. akan terlihat reaksi hipersensitivitas di sekitarnya. dan infeksi. regresi atau membentuk jaringan parut. yaitu sentral dan marginal atau perifer. alergi.

karena akan menaikkan suhu sehingga akan berfungsi sebagai inkubator Sekret yang terbentuk dibersihkan 4 kali sehari Perhatikan kemungkinan terjadinya glaukoma sekunder Debridement sangat membantu penyembuhan Diberi antibiotika yang sesuai penyebab. Secara umum. fotofobia. Bila tukak disebabkan Pseudomonas maka tukak akan terlihat melebar dengan cepat. Bila tukak terbentuk dendrit akan terlihat hipoestesi pada kornea. berwarna putih abu-abu pada tukak yang supuratif. Kadang-kadang di dalam bilik mata depan ditemukan hipopion. Daerah kornea yang tidak terkena akan tetap berwarna jernih dan tidak terlihat infiltrasi sel radang. maka infiltrat akan berwarna abu-abu dikelilingi infiltrat halus di sekitarnya (fenomena satelit). bahan purulen berwarna kuning hijau terlihat melekat pada permukaan tukak. mengurangi reaksi radang dengan steroid. Bila tukak disebabkan jamur. Pemeriksaan jamur dilakukan dengan sediaan hapus yang memakai larutan KOH. Pengobatan Pengobatan pada tukak kornea bertujuan untuk menghalangi hidupnya bakteri dengan antibiotika.lonjong. Pemeriksaan laboratorium sangat berguna untuk membantu membuat diagnosis penyebab. Biasanya diberi lokal kecuali keadaan berat. Bila proses pada tukak berkurang maka akan terlihat berkurangnya rasa sakit. berkurang infiltrat pada tukak dan defek epitel kornea menjadi bertambah kecil. Pengobatan dihentikan bila sudah terjadi epitelisasi dan mata terlihat tenang kecuali penyebabnya Pseudomonas yang memerlukan pengobatan ditambah 1-2 minggu. tukak diobati sebagai berikut : Tidak boleh dibebat. . Tukak yang berjalan cepat dapat membentuk descemetokel atau terjadi perforasi kornea yang akan membuat suatu bentuk lekoma adheren.

iris plateu.2.3. infantil. yaitu glaukoma simpleks dan glaukoma sudut sempit (tertutup). Glaukoma sudut tertutup merupakan glaukoma dengan sudut bilik mata yang sempit. penggaungan papil saraf optik dengan defek lapang pandang mata.8 Glaukoma Akut Kongestif Glaukoma adalah suatu penyakit yang memberikan gambaran klinik berupa peningkatan tekanan intraokular. Glaukoma akut kongestif biasanya disebabkan karena blokade pupil. Penyakit ini bersifat bilateral dan herediter. Bentuk dewasa dikenal 2 bentuk. Mata terasa sangat sakit. Pada glaukoma sudut tertutup primer mudah terjadi glaukoma akut kongestif. Pada glaukoma sudut tertutup dengan bilik mata depan yang sangat dangkal bila pupil melebar atau terjadi kontraksi iris maka pangkal iris akan menutup sudut bilik mata yang akan mengganggu pengaliran keluar cairan mata. Glaukoma akut kongestif terdapat pada 10% penderita glaukoma primer. dan juvenil. Glaukoma primer dikenal bentuk dewasa.Pada tukak kornea dilakukan pembedahan atau keratoplasti bila dengan pengobatan tidak sembuh dan terjadinya jaringan parut yang mengganggu penglihatan. Dikenal dengan glaukoma primer dan sekunder selain daripada glaukoma kongenital. . dan rubeosis iridis. Gambaran Klinik Penyakit ini biasanya terdapat pada penderita berusia lebih dari 40 tahun. Rasa sakit mengenai sekitar mata dan daerah belakang kepala bagian mata yang mendapat serangan glaukoma akut Akibat rasa sakit yang berat terdapat gejala gastrointestinal berupa mual dan muntah yang kadang-kadang dapat mengaburkan gejala glaukoma akut kongestif. Kadang-kadang pada penderita dengan kelainan ini akan ditemukan kornea berukuran lebih kecil daripada normal dan ditemukan kelainan refraksi hipermetropia.

Pemeriksaan funduskopi sukar dilakukan karena terdapat kekeruhan media penglihatan. Terdapat hallo atau pelangi di sekitar lampu yang dilihat. Biasanya bila tidak terdapat serangan pada kedua mata. Serangan dapat mengenai kedua mata pada suatu saat. Bilik mata depan sangat dangkal dengan efek tyndal yang positif. maka mata yang lain mendapat serangan sesudah 2-5 tahun kemudian. akibat timbulnya reaksi radang uvea. Edema kornea berat sehingga kornea terlihat keruh. Tekanan bola mata antara dua serangan dapat normal. Keadaan ini tidak demikian karena miotika akan membuka sudut bilik mata dan meregangkan iris. Pengobatan Pengobatan harus segera dilakukan dengan tujuan menurunkan tekanan bola mata dengan memberikan obat topikal atau sistemik. Biasanya serangan akut ini diprovokasi dengan melebarnya pupil atau bila penderita di tempat yang gelap. miotika pilokarpin 2% setiap 10 menit. Pupil lebar dengan reaksi terhadap sinar yang lambat. Pengobatan topikal. Konjungtiva bulbi kemotik atau edema dengan injeksi siliar. Tekanan bola mata yang sangat tinggi. Bila serangan sudah berulang kali atau serangan terlalu lama maka akan terjadi perlengketan antara pangkal iris dan kornea atau goniosinekia. Pengobatan sistemik diberi IV karena penderita sering mual : Acetazolamid 50 mg IV disusul dengan 4 jam peros sesudah rasa mual negatif . Pada blokade pupil pemberian miotika sesungguhnya akan menambah penutupan pengaliran cairan mata. Bila tekanan sudah menjadi normal dan mata sudah dalam keadaan tenang maka pada glaukoma akut kongestif dilakukan pembedahan.Tajam penglihatan sangat menurun.

Tindakan pembedahan dilakukan bila : Tekanan bola mata sudah terkontrol dengan baik Mata tidak dalam keadaan meradang. jadi sudah tenang seluruhnya Persiapan untuk pembedahan sudah cukup Iridektomi bila serangan belum merubah susunan sudut Filtrasi bila serangan sudah berulang atau sudah terdapat kelainan sudut Miotika. bila mata sebelahnya masih dalam serangan akut Iridektomi dilakukan bila mata yang mendapat serangan akut tidak dalam keadaan akut lagi Penyulit Bila glaukoma akut kongestif tidak mendapat pengobatan yang tepat dan cepat.- Manitol 1. Biasanya dengan pengobatan di atas tekanan bola mata akan turun sesudah 30 menit atau beberapa jam kemudian. Tindakan pembedahan harus dilakukan pada mata yang mengalami serangan akut. karena pada suatu saat mata ini akan menderita serangan kembali. maka kebutaan akan terjadi dalam waktu yang pendek sekali. diberi miotika untuk mencegah serangan akut. karena juga mempunyai sudut yang sempit. Mata sebelahnya yang tidak mengalami serangan akut. Rasa sakit yang sangat dapat dikurangi dengan pemberian morfin 50 mg subkutis. Nasihat pada penderita dengan glaukoma sudut tertutup Tindakan bedah pada glaukoma sempit adalah : Perawatan pada mata yang tidak mendapat serangan dilakukan sebagai berikut : .5-2 mg/kgBB dalam 20% Urea IV 1 gr/kgBB hati-hati bila terdapat kelainan hati dan ginjal Gliserol 1 gr/kgBB larutan 50% Anastesi retrobulbar xilokain 2% dapat mengurangi produksi cairan mata selain mengurangi rasa sakit. Pengawasan dan pengamatan mata yang tidak mendapat serangan diperlukan karena dapat memberikan keadaan yang sama seperti mata yang dalam serangan.

Sering ablasi retina dihubungkan dengan trauma dan miopia. Insiden ablasi retina regtomatogenosa 1/10. Pada ablasi retina bagian luar retina yang tadinya mendapat nutrisi dari pembuluh darah koriokapiler tidak lagi mendapat nutrisi yang baik dari koroid. Riwayat trauma bukan merupakan faktor penyebab utama untuk timbulnya ablasi retina.- Emosi seperti bingung dan takut dapat menimbulkan serangan akut Membaca dekat yang mengakibatkan miosis atau pupil kecil akan menimbulkan serangan pada glaukoma blokade pupil Berbahaya memakai obat simpatomimetik karena dapat melebarkan pupil yang menimbulkan serangan Berbahaya penderita dengan hipermetropia dan sudut bilik mata dangakal memakai obat antihistamin dan antispasme 2. Apabila karena suatu sebab terjadi gerakan pada badan kaca maka akan terjadi terikan yang menyebabkan robekan pada retina.000. Trauma merupakan faktor tambahan saja pada mata yang mempunyai faktor predisposisi untuk terjadinya ablasi retina. tarikan dan terdapatnya robekan pada retina. sel pigmen akan bermigrasi ke . Pada waktu degenerasi retina terjadi kompensasi sel epitel pigmen yang melakukan serbukan sel ke daerah degenerasi. Akibatnya akan terjadi degenerasi dan atrofi sel reseptor retina. Ablasi terdapat pada mata yang mempunyai faktor predisposisi untuk terjadinya ablasi retina. Faktor predisposisi ini berupa degenerasi retina perifer dan adanya kelainan vitroretinal yang menyertainya. Bila degenerasi berlangsung lama. Akibat reaksi kompensasi akan terlihat sel epitel pigmen di depan retina. Lepasnya retina dapat terjadi akibat eksudasi. Ablasi retina pada kedua mata biasanya terdapat pada kira-kira 12-30 % penderita ablasi retina. Akibat gangguan nutrisi ini akan terjadi penghancuran sel kerucut dan sel batang retina.9 Ablasi Retina Akut Ablasi retina merupakan keadaan lepasnya retina yang diikuti dengan penimbunan ciran pada ruang potensial antara retina dengan sel pigmen epitel koroid.

lapang pandang seperti tertutup tabir dan dapat terlihat skotoma relatif sesuai dengan kedudukan ablasi retina. Gambaran Klinik Pada ablasi retina dapat terjadi penurunan tajam penglihatan akibat terlibatnya makula lutea ataupun terjadi kekeruhan media penglihatan atau badan kaca yang menghambat sinar masuk. Pada manusia degenerasi makula sistoid terjadi 5-6 minggu sesudah ablasi retina. Sering penderita tidak cepat meminta pertolongan pada ablasi retina karena ablasi mulainya terjadi di bagian perifer retina. Kembalinya penglihatan warna dapat terjadi sesudah 1 tahun. Apabila terjadi degenerasi sel reseptor maka keadaan ini berlanjut ke dalam jaringan yang lebih dalam. Pada ablasi retina. Pada lapang pandang terlihat adanya pijaran api seperti halilintar kecil atau fotofobia. maka akan terjadi pengembalian penglihatan yang sempurna. Bila pada retina terdapat ruptur besar maka badan kaca akan masuk ke dalam cairan subretina. Apabila terjadi kontak langsung antara badan kaca dengan koroid maka akan terjadi degenerasi koroid.dalam cairan subretina dan ke dalam sel reseptor kerucut dan batang. yang kemudian jaringan ini diganti dengan jaringan glia. Bila ablasi masih di perifer dan tidak mengganggu penglihatan kadang-kadang penderita belum merasa keadaan matanya gawat. Penderita akan mengeluh penglihatan seperti ada asap. Pada proses penyembuhan terlihat fungsi batang kembali menjadi normal lebih cepat dibanding dengan fungsi kerucut. Tajam penglihatan akan sangat menurun bila makula lutea ikut terangkat. . Bila proses di atas belum terjadi dan ablasi retina ditemukan dini dan kemudian kedudukan retina dikembalikan ke tempat asal. Bila penderita datang pada saat makula sudah lepas sesungguhnya keadaan ini sudah lanjut. Pada percobaan binatang terlihat terjadi degenrasi sel dalam waktu 2-3 minggu sesudah ablasi retina.

Pada angiografi fluoresin juga terlihat gangguan permeabilitas koriokapiler akibat rangsangan langsung badan kaca pada koroid. Pada pemeriksaan ERG terlihat gelombang a dan b yang menurun. Dengan angiografi fluoresin ini dapat dibedakan antara ablasi primer atau sekunder. Pembedahan harus segera dilakukan bila lepasnya makula baru 2 hari. Ruptur yang terjadi sering terlihat di daerah temporal atau fundus okuli. dan robek retina besar. Permukaan retina tidak rata dan terlihat seperti bergelombang. Pada pemeriksaan angiografi fluoresin dapat terlihat adanya tumor atau peradangan yang merupakan penyebab ablasi sekunder. Robekan pada retina dapat berbentuk ladam kuda. Pengobatan Bila diagnosis ablasi retina sudah dibuat maka penderita sudah harus dirawat dan dipersiapkan untuk pembedahan. lubang kecil atau bentuk bulan sabit. Pembedahan tidak terlalu akut bila ablasi lama dan makula lepas. Pembuluh darah di atas retina berkelok-kelok sesuai dengan gelombang retina yang terangkat. Pada pemeriksaan angiografi fluoresin terlihat kebocoran di daerah parapapilar dan daerah yang berdekatan dengan tempatnya ruptur. Pada keadaan ini ablasi terdapat pada kedua mata dan lokalisasinya di bagian bawah retina. . Pada retina terlihat retina robek. Pada daerah ablasi tidak terlihat gambaran koroid normal. ablasi lama yang tidak mengancam makula lutea. ablasi mengancam terangkatnya makula.Pada pemeriksaan funduskopi retina terlihat berwarna abu-abu. Penderita istirahat terutama tidak membaca. Ablasi yang tinggi akan memberikan warna lebih abuabu. kedua mata diberi lubang pengintip. Tekanan bola mata pada ablasi retina dapat rendah. normal ataupun tinggi bergantung pada lama proses dan luasnya ablasi retina. Lubang pada retina dapat dilihat dengan melihat refleks merah koroid pada retina yang terangkat dan berwarna abu-abu. Ablasi sekunder juga dapat terjadi akibat toksemia kehamilan atau kelainan ginjal. Mata diberi sikoplegik.

dan rongga . implan yang diletakkan pada kantung sklera sesudah dilakukan reseksi sklera. rongga orbita. Prognosis Prognosis ablasi retina baik bila : - Robekan kecil Adanya garis demarkasi ablasi pada retina Cairan subretina sangat sedikit Ablasi dengan afakia Ablasi total Ablasi terjadi dengan bibir ruptur melipat Ablasi retina dengan ablasi koroid Ablasi retina dengan ruptur besar 2. Penyulit Dapat terjadi tarikan masif retina vitreous. dan band yang merupakan ikatan melingkar pada bola mata.Pembedahan bertujuan melekatkan kembali retina yang lepas dengan diatermi tanpa atau dengan mengeluarkan cairan subretina. Bila penyebabnya suatu infeksi biasanya berasal dari penyebaran suatu infeksi di tempat lain ke dalam sinus kavernosus melalui peredaran darah.5 Prognosis kurang memuaskan pada : Prognosis buruk pada : Trombosis Sinus Kavernosus Biasanya trombosis sinus kavernosus bersifat aseptik dan disebabkan oleh trauma kepala yang mengakibatkan fraktur fossa kranii anterior dan media atau dapat juga akibat penyulit pada bedah saraf.3. Sumber infeksi dapat berasal dari suatu infeksi ringan pada kulit atau infeksi muka. rongga mulut.

- Terdapat leukositosis yang tinggi Penyakit ini perlu dibedakan dengan penyakit lain seperti kelainan fisura sfenoid atau kelainan apeks orbita. Pembuluh darah ini masuk langsung ke dalam sinus kavernosus. Penyakit ini masih dimasukkan ke dalam penyakit yang gawat karena memerlukan pengobatan cepat. kelopak mata bengkak dan eksoftalmus bola mata. Bila terdapat infeksi rongga orbita maka akan terjadi proptosis (eksoftalmus). Infeksi hidung dan muka memerlukan perawatan khusus karena cabang angular vena fasial beranastomose dengan vena oftalmik dalam rongga orbita. demam. Pada pemeriksaan funduskopi terlihat pelebaran pembuluh darah vena dengan perdarahan retina dan edema papil ringan Gejala biasanya mulai pada satu mata yang kemudian disusul pada mata yang lain. Timbulnya gejala pada mata yang lain terjadi dalam waktu 24-48 jam. Bakteri yang sering menjadi penyebab adalah Sterptococcus.hidung. sedang gejala oftalmoplegia disebabkan kelumpuhan saraf ke III. Gejala klinik timbul akibat penyumbatan vena yang menghalangi jalannya pembuluh darah balik orbita. Gambaran Klinik Perjalanan penyakit biasanya subakut Badan terasa panas. dan VI yang melalui sinus kavernosus. trombosis sinus kavernosus tidak mengakibatkan kematian yang tinggi sekali seperti sebelumnya. sakit kepala. Kornea dapat menjadi keruh akibat eksoftalmus atau akibat hipestesi yang terjadi. dan intensif. IV. Pada trombosis sinus kavernosus . tepat. Dengan perkembangan antibiotika. dan kadang-kadang muntah dan mual Penderita terlihat sakit berat Gejala mulai dengan sakit di sekitar mata disertai lakrimasi dan fotofobia Tajam penglihatan menurun Pergerakan mata terganggu atau terjadi oftalmoplegi Mata merah.

Bila terdapat gejala sakit kepala yang berat disertai gejala rangsangan meningeal dan tanda-tanda oftalmoplegia total keadaan ini menunjukkan trombosis sinus kavernosus dan bukan suatu selulitis orbita - - Bila telah terdapat gejala pada kedua mata maka keadaan ini menunjukkan prognosis yang memburuk. tumor.kelumpuhan dimulai dengan kelumpuhan saraf ke IV yang disertai dengan rasa sakit. Sindrom sinus kavernosus juga disebut sindrom sfenokavernosus - Pengobatan - Penderita harus istirahat total Antibiotika dosis tinggi untuk mencegah kematian. akomodasi hilang. Akan terlihat mata sukar bergerak. Pada kelainan fisura sfenoid oftalmoplegi dimulai dengan kelumpuhan saraf ke III disertai dengan kornea yang anastetik - Pada kelainan apeks ditemukan oftalmoplegia dengan protusio bola mata dan gangguan penglihatan Kadang-kadang terlihat gejala menyerupai selulitis orbita. stasis vena dan gangguan pada tajam penglihatan. pupil kaku. dan gangguan peredaran darah. penisilin atau sefalostin IV Gentamycin 120 mg/hari (30 mg setiap 6 jam) Bila tidak muntah kloramfenikol per os Bila tidak ada perbaikan sesudah 48 jam. sinus kavernosus sindrom diakibatkan oleh infeksi yang berasal dari sinus atau telinga yang ditandai rasa sakit dan sepsis sistemik Perbedaan dengan anuerisma karotid maka pada sinus kavernosus tidak ditemukan tanda-tanda bruit Sindrom ini juga ditimbulkan oleh radang. edema yang disertai kongesti kelopak disertai protusio bulbi - Pada anak. ptosis. Pada sinus kavernosus terdapat tekanan yang tinggi dari belakang bola mata sehingga terjadi edema papil. mungkin terdapat resistensi kuman terhadap antibiotik yang dipakai  antibiotik alternatif .

Di dalam alam kita mengenal gelombang elektromagnetik. ahli saraf.10 Trauma Radiasi Mata mendapat akibat buruk dari radiasi karena mata terletak di permukaan badan atau kepala.2.Penyulit Trombosis sinus kavernosus dapat berakhir dengan kematian ataupun kelumpuhan. Bila seseorang berada pada jarak 1 kaki selama 1 menit di depan kaca yang mencair dan pupilnya lebar atau midriasis maka suhu lensa akan naik sebanyak 9o C. Bila sinar masuk ke dalam mata maka akan dapat terjadi akibatakibat buruk daripada sinar pada mata karena terdapatnya kemampuan memfokuskan sinar oleh mata. Gelombang ini ada yang dapat terlihat dan ada yang tidak dapat dilihat. Sinar Infra Merah Sinar infra merah yang merupakan sinar gelombang panjang dan tidak terlihat dapat menimbulkan katarak kortikal posterior yang kemudian berakhir dengan katarak total. Kaca yang mencair seperti yang ditemukan di tempat pemanggangan kaca akan mengeluarkan sinar infra merah.000 kali. Penderita dengan sindrom sinus kavernosus sebaiknya mendapat perawatan oleh ahli penyakit dalam. dan ahli bedah saraf. Demikian pula iris yang mengasorbsi sinar . Kemampuan mata untuk menaikkan tenaga sinar ini akan menambah akibat buruk sinar pada jaringan intraokular. Perlindungan mata terhadap sinar yang terlihat ialah dengan berkedip atau secara refleks dengan terjadinya miosis. Gelombang sinar yang dapat terlihat mempunyai panjang gelombang antara 400-800 nM. Tenaga sinar yang masuk ke dalam mata akan bertambah sebesar 100. Gelombang sinar yang tidak terlihat yang bergelombang panjang dan pendek menembus jaringan dengan mudah.

pendaki gunung. dan pekerja las. Steroid sistemik dan lokal diberikan untuk mencegah terbentuknya jaringan parut pada makula atau mengurangi gejala radang yang timbul. Absorbsi sinar infra merah oleh lensa akan mengakibatkan katarak dan ekfoliasi kapsul lensa. Gambaran Klinik . Bila kita melihat gerhana matahari langsung dapat terjadi koagulasi koroid. Sinar Ultra Violet Sinar ultra violet merupakan sinar gelombang pendek yang tidak terlihat.infra merah akan panas sehingga berakibat tidak baik terhadap kapsul lensa di dekatnya. Bila keadaan berat dapat terjadi hole atau lubang pada makula lutea. Akibat penyerapan sinar ini. Sinar infra merah yang masuk ke dalam mata dalam waktu 1/10 detik dapat membakar fovea. Sinar ini dapat menembus kornea dan akan diabsorbsi oleh lensa. Pada permukaan depan lensa terjadi denaturasi protein. Pengobatan Tidak ada pengobatan terhadap akibat buruk yang sudah terjadi. Akibat sinar ini pada lensa maka katarak mudah terjadi pada pekerja industri gelas dan pemanggangan logam. Sinar ultra violet sering memberikan akibat buruk pada orang yang mudah terkena sinar ini seperti pada orang eskimo. dan epitel konjungtiva. kecuali mencegah terkenanya mata oleh sinar infra merah ini. dapat mengakibatkan gangguan tajam penglihatan yang permanen. Sinar ultra violet diserap oleh kulit. kornea. Mungkin sekali proses katarak pada katarak senil akibat sinar ultra violet yang diserap lensa selama perjalanan hidup. akan terjadi kekeruhan diantara depan lensa. mempunyai panjang gelombang antara 350-295 nM. Bergantung pada lamanya dan beratnya koagulasi. Akibat buruk sinar infra merah juga terlihat pada saat-saat gerhana matahari. nelayan.

. Akibat dari sinar ini pada lensa. Berat kerusakan bergantung pada lama. Patogenesis kelainan ini ialah akibat tidak berlangsungnya mitosis di daerah germinatif epitel lensa. Sinar Ionisasi dan Sinar X Sinar ionisasi dibedakan dalam bentuk : Sinar alfa yang dapat diabaikan Sinar beta yang dapat menembus 1 cm jaringan Sinar gama dan X Radiasi oleh sinar ini dapat menimbulkan katarak dan rusaknya retina. terjadi pemecahan dari sel epitel secara tidak normal. Sinar Terlihat Sinar yang terlihat dengan intensitas tinggi seperti sinar laser dan xenon dapat memberikan akibat buruk pada mata. Keluhan ini dapat timbul sesudah beberapa jam terkena sinar ultra violet. lakrimasi pada jam pertama sesudah kontak dengan sinar ini. Sinar laser akan membakar iris dan epitel pigmen berguna untuk iridektomi pada penderita glaukoma atau koagulasi retina pada retinopati. Panjang gelombang argon laser 448-515 nM sedang rubhy laser 694 nM. terfokusnya sinar dan panjang gelombang yang memberikan akibat buruk pada jaringan. blefarospasme. akan tetapi bila radiasi berjalan lama kerusakan dapat permanen sehingga akan memberikan kekeruhan pada kornea. Kerusakan retina dapat terjadi pada pemakaian alat diagnostik mata atau alat bedah mata seperti : Oftalmoskopi indirek dapat merusak makula lutea Pemakaian sinar koaksial pada mikroskop bedah akan merusak makula lutea Iluminasi endoskopi pada waktu vitrektomi akan merusak retina.Akan terdapat keluhan fotofobia. Terdapat infiltrat kecil pada kornea berupa keratitis interpalpebra. Keratitits ini dapat sembuh tanpa cacat. Sedang sel baru yang berasal dari sel germinativum lensa tidak menjadi panjang.

2. kalkosis. Trauma tembus pada bola mata dapat dengan atau tanpa masuknya benda asing intraokular. Sebaiknya diketahui apakah trauma tembus disebabkan oleh benda yang kotor sehingga dapat diprediksi dan dicegah kemungkinan akan terjadinya endoftalmitis. mikroaneurismata dan eksudat seperti umumnya terdapat pada retinopati diabetes. Trauma Elektrik Trauma listrik dapat mengakibatkan terbentuknya vakuol-vakuol pada lensa yang akan berakhir dengan kekeruhan lensa.Sinar X merusak retina dan memberikan gambaran seperti retinopati diabetes. dan oftalmia simpatika. Pemakaian yang salah akan . Pemakaian retraktor atau spekulum untuk melakukan pemeriksaan trauma tembus sebaiknya dilakukan secara berhati-hati. Gambaran Klinik Tajam penglihatan akan menurun akibat terdapatnya kekeruhan media penglihatan secara langsung atau tidak langsung akibat trauma tembus tersebut. Trauma tembus dapat berbentuk perforasi sklera dengan prolaps badan kaca disertai dengan perdarahan badan kaca. Dapat juga perforasi sklera ini disertai dengan prolaps badan siliar. Bila bersamaan dengan trauma tembus terdapat benda asing intraokular maka benda asing tersebut akan memberikan akibat buruk di dalam bola mata seperti siderosis.6 Trauma Tembus Bola Mata Perforasi bola mata merupakan keadaan yang gawat untuk bola mata karena pada keadaan ini kuman akan mudah masuk ke dalam bola mata selain dapat mengakibatkan kerusakan susunan anatomik dan fungsional jaringan intraokular. Bila sumber listrik mempunyai jarak sama dengan kedua mata maka akan timbul katarak pada kedua mata mata sekaligus. Akibat sinar X pada retina akan terlihat dilatasi kapiler. perdarahan.

dan oftalmia simpatika. Jaringan uvea akan menempel pada kornea atau malahan akan terlihat jaringan iris yang prolaps keluar. dan dapat ditentukan apakah benda asing intraokuler atau ekstraokuler - Pemeriksaan ERG untuk mengetahui fungsi retina yang rusak atau yang masih ada Pemeriksaan VER untuk melihat fungsi jalur penglihatan ke pusat penglihatan Pengobatan Keadaan trauma tembus pada mata merupakan hal yang gawat dan harus segera mendapat perawatan khusus karena dapat menimbulkan bahaya infeksi. siderosis. Bila terdapat perforasi kornea akan terlihat bilik mata yang dangkal. kalkosis. Akibat perlengketan iris dengan bibir luka kornea akan terdapat bentuk pupil yang lonjong atau terjadi perubahan bentuk pupil. Tekanan bola mata akan rendah akibat cairan mata keluar melalui luka tembus dan malahan badan kaca dapat keluar. Pada setiap keadaan harus dilakukan usaha untuk mempertahankan bola mata bila masih terdapat kemampuan melihat sinar atau masih ada proyeksi penglihatan. Pemeriksaan tambahan yang sebaiknya dilakukan pada trauma tembus adalah : - Pembiakan kuman dari benda yang merupakan penyebab trauma tembus untuk menjadi petunjuk pemberian obat antibiotik pencegah infeksi Pemeriksaan radiologi foto orbita untuk melihat adanya benda asing yang radioopak. hal ini menunjukkan terjadinya ruptur iris atau badan siliar oleh trauma tembus tersebut. . Kadangkadang terdapat hifema. bila ada dilakukan pemeriksaan dengan lensa kontak Comberg. Pertimbangan tindakan bertujuan mempertahankan bola mata dan mempertahankan penglihatan.mengakibatkan meningginya tekanan bola mata seihngga mendesak isi bola mata keluar.

dan sedativa. maka sebaiknya dilakukan usaha untuk mengeluarkan benda asing tersebut. analgetik. apakah dengan benda asing atau tidak Banda asing magnetik atau tidak Dalamnya luka tembus apakah tumpul atau luka ganda Sudah terdapatnya penyulit akibat luka tembus 2. Pada tindakan sebaiknya dipertimbangkan bahaya mengeluarkan benda dibanding dengan keuntungan melakukan enukleasi pada mata tersebut. bila terdapat di segmen anterior prognosis lebih baik daripada di segmen posterior Bentuk trauma.11 - GAMBAR . Pada penderita diberikan antibiotik spektrum luas.Bila terdapat benda asing dalam bola mata. makin kecil luka tembus makin baik prognosisnya Tempat luka pada bola mata. Penyulit Endoftalmitis Ablasi retina Perdarahan badan kaca Glaukoma Katarak Prognosis Prognosis bergantung pada banyak faktor seperti : - Besarnya luka tembus. Dilakukan pembedahan pada luka yang terbuka.

Trauma Basa12 Trauma Asam6 Normal6 Oklusi Arteri Retina Sentral6 Trauma Tumpul Mata13 Tukak Kornea14 .

Ablasi Retina Akut15.16 .

7.com/ablasio/ . D. Pekanbaru : FK Universitas Riau. 2007. P. Sneijder. Effendy. Lecture Notes Oftalmologi. 10. Riordan-Eva. 4. Oftalmologi Umum. Sumatra : RS Prabowo. 2009. 5. Rantau Aceh Timur. Pedoman Diagnosis dan Terapi SMF Ilmu Penyakit Mata. 2008. 3. Hasan. Jarot.R.. F. Saleh. Soetomo. 2007. A. Aulia. Nervus Abducen (N VI).karismaoptik. 2000. Mata-Ablasio. Harianto. Vaughan.. Tim Penyusun. 2008. Lubis.. Tumpul. http://www.blogspot. 8. 6. James. Jakarta : FKUI.com/2009/12/ulkus-kornea. Surabaya : RSUD dr. Implementasi dan Perancangan Sistem Pakar untuk Diagnosa Penyakit Mata pada Manusia Berbasis Premograman CLIPS. Trauma Tumpul Okuli. V.html 14. Surabaya : RSUD dr. http://diemazcaeem. Suteresna. Penyakit Ulkus Alkali. Alfredo. N.. B. Meazza. Dimaz. Trauma Trauma 2009.. 2002. Bron. C. Sheren 2011.html 15. 1998. 2. Illyas. T. Jakarta : Widya Medika. Ophtahalmia Sympathica. Penggunaan Sodium Hyaluronat 0.html 13. 12. Soetomo.. 2011. T. Rahman. Sidarta.G. 11. Ilmu Penyakit Mata. Pertamina Lap. 2011. Jakarta : Erlangga Medical Series. http://pakarmataku. R. Kornea.blogspot. Ulkus Mooren. Chew..1% Topikal sebagai Terapi Tambahan pada Luka Kornea Akibat Trauma Kimia Asam. 2009. http://sherenmeazzasneijder. Pradiptya. M. Deasy.H.com/2011/05/trauma-alkali. Ilyas. Sumatra : FK USU.DAFTAR PUSTAKA 1. N. 2006. Yogyakarta : UPN Yogyakarta. Wikatmono.. Asbury. Iskandar. Japardi.com/traumatumpul. 9. Sumatra : FK USU. 2002.

Dito. 2011.php?pil=3&dn=20080411212956 . http://www.kabarindonesia. Anurogo. Tips Praktis Mengenali Ablasio Retina.com/berita.16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful