Proposal Inhouse Training CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KOMUNITAS DAN PENGUATAN INSTITUSI LOKAL

LATAR BELAKANG

Mengembangkan program CSR/comdev membutuhkan dana yang tidak sedikit. Terutama program-program pengembangan komunitas dimana masyarakat sekitar akan merasakan langsung manfaat dari program program yang dikembangkan oleh perusahaan. Oleh sebab itu perlu diukur sejauh mana keefektifannya. Untuk mengukur program pengembangan komunitas perlu diketahui parameter-parameter pengukurannya, faktor faktor yang mempengaruhi pengukurannya, dan teknik-teknik pengukuran yang cocok dengan programnya maupun dengan kondisi masyarakatnya Salah satu metode pengembangan masyarakat yang dewasa ini banyak diterapkan perusahaan nasional adalah dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang aplikatif dalam bentuk pembekalan dan ketrampilan. Tujuannya adalah selain memberdayakan ekonomi rakyat dengan pemanfaatan potensi yang ada, juga membiasakan masyarakat sekitar agar menjadi lebih mandiri atau dengan kata lain tidak tergantung pada aktifitas proyek. Namun beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam menjalankan program pengembangan masyarakat ini antara lain potensi, sumber daya dan permodalan. Hal ini perlu dipertimbangkan mengingat potensi dan sumber daya yang ada di masing-masing wilayah perusahaan berbeda-beda. Mengarahkan sekaligus membentuk masyarakat sekitar agar memiliki jiwa entrepreneurship merupakan salah satu program yang dapat dijalankan. Enterpreneurship atau kewirausahaan lebih dominan dipengaruhi oleh masalah mentalitas, sehingga pemberdayaan masyarakat yang arahnya adalah untuk menggali potensi bisnis perlu dimulai dari pemberian motivasi dan pengarahan tentang kewirausahaan. Setelah mindset masyarakat dapat terbentuk maka program pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan secara lebih mudah, efektif dan efisien oleh perusahaan pendamping. Oleh karena itu sebagai tindak lanjut dari program pemberdayaan masyarakat, maka perlu diberikan wawasan dan keterampilan dalam bidang dan bentuk usaha masyarakat yang paling relevan dengan kondisi struktur sosial masyarakat sekitar. BENTUK DAN METODE KEGIATAN

Pelatihan ini diselenggaran secara inhouse dengan durasi 3 hari (24 jam pertemuan efektif). Materi pelatihan disampaikan dengan menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Selain penyampaian materi di dalam kelas, peserta juga akan diajak untuk mengamati permasalahan yang terjadi di lapangan. Evaluasi pada akhir pelatihan mencakup penilaian terhadap instruktur, materi training, manfaat & efektifitas training serta rekomendasi dari peserta.  TUJUAN KEGIATAN Tujuan utama yang melatarbelakangi perlunya program ini bagi peserta adalah:

Supervisor. Pembentukan Tim Survey. Otonom. dan Staff bagian Humas. Akuntabel dan Kredibel 4. Sustaining.1. Internal Auditor atau siapa saja yang terlibat dalam pekerjaan CSR. Memahami konsep pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas dan penguatan institusi lokal. Ketua Program P2KP wilayah Jawa Tengah dan Sumatra Utara. Community / External Relations. dan community settlement plant. Analisa sasaran program dan Tehnik perencanaan program 8. Evaluasi program CSR berdasarkan paradigma baru 3. Apabila terdapat penambahan peserta maka dikenakan biaya sebesar Rp 750.. 6. 3. Mampu menyusun serangkaian program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan Memahami metoda dan tehnik penyiapan calon penerima program.000 per peserta. dan memberikan penguatan-penguatan institusi lokal SASARAN PESERTA PELATIHAN Pelatihan ini ditujukan bagi Manajer. Instruktur merupakan pakar dan praktisi di bidang pemberdayaan masyarakat. belum termasuk pajak. Rembuk Kesiapan Warga Sasaran Program.  BIAYA DAN FASILITAS  Biaya pelatihan sebesar Rp 35. ComDev dan PKBL. Farid Bambang Siswanto. dengan fasilitas sebagai berikut: • Training kit . Teknik pengukuran dan parameter efektifitas program pengembangan komunitas. sekarang aktif sebagai anggota Lembaga Ombudsmen Swasta (LOS) Propinsi DIY. Perencanaan Ekonomi Regional 2. Team Leader. PKBL. Faktor faktor yang mempengaruhi pengukuran efektifitas program pengembangan komunitas 7. community development. ditempat yang ditunjuk/disiapkan oleh perusahaan. (Waktu dan tempat pelaksanaan dapat disesuaikan dengan agenda perusahaan)  INSTRUKTUR Drs. 2. Pembentukan Kelompok Pemukim (KP) 9. WAKTU DAN TEMPAT Pelatihan ini diselenggarakan selama 3 hari. corporate social responsibility. 5. melakukan pedampingan. program kemitraan bina lingkungan. Social Invesment on revolving fund : Pendampingan. Rembuk Warga Perumusan Hasil Survey. Membuat Program yang Profesional. Monitoring dan Evaluasi partisipatif. Narasumber dan konsultan ahli terkait pada bidang program pemberdayaan masyarakat. Rembuk Warga dan Seleksi Kelayakan program : Sosialisasi Program. Mandiri.(Tiga Puluh Lima Juta rupiah) per paket untuk maksimal 20 peserta. MSi.000.   MATERI PELATIHAN 1.000.

• • • Handout/Modul Sertifikat Souvenir Akomodasi dan Transportasi lokal Tim kami dan Instruktur selama pelatihan disediakan oleh Perusahaan Yang Bersangkutan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.