Ketegangan Otak : Penyebab Sakit Kepala di Tempat Kerja

(Erabaru.or.id) — Kesejahteraan telah menjadi bagian dari peraturan dunia usahabisnis, karena banyak studi telah membuktikan bahwa kebugaran, kesehatan, dan kesehatan mental dapat meningkatkan produktivitas pegawai mereka dan mengurangi hari tidak produktif, yang akhirnya menghemat keuangan perusahaan. Ada sejumlah persoalan fisik yang diketahui secara umum diantara para pekerja dan telah diarahkan. Kantor biasanya menyediakan tempat kerja secara ergonomis untuk mencegah sindrom tulang pergelangan tangan dan sakit punggung. Bagaimana pun, the National Headache Foundation (NHF) baru-baru ini mengumumkan survei atas sakit kepala di tempat kerja dan 93% responden melaporkan bahwa atasan mereka tidak memberikan informasi atas pencegahan atau perawatan sakit kepala yang berkaitan dengan pekerjaan. 99% dari responden ini mengalami sakit kepala selagi bekerja, namun 66% responden menyatakan bahwa mereka tidak melaporkan sakit kepala mereka ke penyelia, sebab mereka tidak merasa bahwa para penyelia akan bersifat simpatik. Mereka juga tidak ingin dianggap seperti “kaum fakir atau tukang mengeluh.” Penting bagi tempat kerja untuk mengetahui masalah ini, sebab sakit kepala menyebabkan kehilangan hari produktif (separuh responden dilaporkan tidak hadir, satu — tiga hari per bulan), mengurangi produktivitas, dan kemampuan untuk berkonsentrasi, seperti halnya gangguan suasana hati (mood) dan perilaku mereka. The National Headache Foundation (NHF) memberikan sejumlah tips untuk pencegahan sakit kepala di tempat kerja yang berkaitan dengan tekanan kerja, lampu TL (fluorescent), pancaran layar komputer dan kelelahan mata: 1. Carilah bantuan. Diskusikan hubungan antara sakit kepala Anda dan pekerjaan dengan pekerja medis yang bertugas. Dia dapat membantu Anda menentukan pilihan perawatan. 2. Jajaki sakit kepala Anda. Gunakan catatan harian sakit kepala, jejaki sakit kepala Anda untuk tiga bulan. Ambil buku catatan harian sakit kepala cuma-cuma dari

www.headaches.org dan bawa hasil Anda ke pekerja medis profesional Anda untuk melihat dan menentukan apakah sakit kepala Anda dipicu oleh tempat kerja. 3. Singkirkan penerangan lampu TL (fluorescent). 4. Gunakan layar komputer anti silau. 5. Gunakan headset sebagai pengganti gagang telepon. 6. Sempatkan mengambil istirahat sejenak secara teratur. 7. Desain ruang kerja secara ergonomis. Menurut studi pengawasan tempat kerja yang dilakukan di Turin, Italia pada Mei 2008, sebagian staf pencatatan dan kantor pajak Turin diberikan serangkaian latihan postural dan relaksasi yang didesain oleh kepala penulis studi Profesor Franco Mongini dari the Headache and Facial Pain Unit at the University of Turin. Pada kelompok yang diberikan latihan di sepanjang harikerja mereka, karyawan melaporkan adanya pengurangan 41% pada sakit kepala mereka dan 54% pengurangan pada sakit bahu dan leher. Barangkali melakukan satu set postural dan relaksasi dapat sangat menolong karyawan yang menderita sakit kepala saat kerja. Ini adalah satu latihan sempurna yang ditemukan di Breaking the Headache Cycle, buku karangan Novak Livingston: Jangan bernafas tegang. Mulai dengan menarik nafas dalamdalam melalui hidung, dan hembuskan melalui mulut dengan desau besar – “Ahh". Kemudian lanjutkan tarik dan hembuskan nafas yang difokuskan melalui hidung, dengan hitungan mundur mulai dari 4 sampai 1. Lepaskan ketegangan otot. Duduk atau berbaring di tempat yang nyaman, dan hening beberapa menit untuk masuk ke dalam ketegangan tubuh anda. Hirup dan bayangkan oksigen penyembuhan dibawa ke area-area tubuh yang tegang di kepala, kulit kepala, wajah, rahang, leher, bahu, punggung, lengan, dan kaki. Hembuskan secara penuh dan dalam, lepaskan ketegangan dan sakit dengan masing-masing hembusan. Susun kembali pemikiran negatif. Stres dan sakit secara otomatis membuat otak berpikiran pesimistis, menambah penderitaan. Lepaskan pemikiran yang tidak produktif ini begitu Anda mengenali, dan hadapi dengan pemikiran suportif, pemikiran menyembuhkan diri. Contoh pemikiran positif: “Saya menerima fakta bahwa saya sakit kepala, dan orang lain akan memahaminya.” dan “Saat ini saya harus memusatkan pikiran untuk merawat diri saya, maka saya pasti dapat melalui kesulitan ini sama halnya dengan yang pernah saya lakukan sebelumnya.” (et/feb)

Sehat Dengan Tertawa

(Erabaru.or.id) — Sering kali sulit untuk melihat sisi humor dalam hidup ketika Anda merasa tertekan dan sangat membutuhkan terapi khusus. Namun beberapa dokter dan pekerja kesehatan menawarkan sebuah solusi yang unik, yaitu terapi tawa. Pemakaian humor (hal melucu) kini secara serius diterapkan untuk membantu menghilangkan stress, mengurangi rasa sakit dan bahkan yang terpenting, untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Katrina Robertson membuka praktek psikologi di Mackay, wilayah utara Queensland. “Saya akan selalu berpandangan terbuka bila saatnya menggunakan teknik dan terapi baru," jelasnya. "Saya telah berpartisipasi dalam kelompok terapi tawa, saya menggunakan humor dan tawa sebagai bagian dari konseling dan terapi umum bila diperlukan." Tertawa sering digunakan secara intuitif dalam kehidupan sehari-hari sebagai pereda stress atau coping mechanism. Riset yang berkelanjutan di bidang medis dan ilmiah sedang membuktikan bahwa tertawa bisa menjadi terapi pelengkap yang sangat baik ketika digunakan bersamaan dengan perawatan konvensional. Tertawa merangsang dan meningkatkan pelepasan endorphin, "hormon bahagia" tubuh. Tertawa juga meningkatkan sejumlah sel yang memproduksi antibodi dan meningkatkan efektivitas T-Cells (sel yang masuk ke dalam grup sel darah putih yang diketahui sebagai limfosit dan memainkan peran utama pada sistem kekebalan tubuh) dalam tubuh. Hal ini memperkuat sistem kekebalan tubuh dan juga membantu mengurangi gejala tekanan fisik. Menurut Katrina: "Tertawa adalah cara yang sangat baik untuk melepaskan ketegangan dan dapat dengan mudah mengubah fokus dan membantu mengalihkannya dari beberapa persoalan rumit, karenanya ada perkataan: 'saya terlalu banyak tertawa sampai menangis.' "Tertawa dalam hal apa pun adalah penawar racun yang mujarab atas obsesi tragedi dan malapetaka… Saya berpikir akan sangat luar biasa untuk membuat “stan tawa” di mana-

mana yang tidak dipungut biaya, sehingga Anda bisa tertawa saat situasi hati Anda sedang tegang!" Terapi tawa mencakup sesi kelompok yang berfokus untuk memperoleh gelak tawa terpingkal-pingkal dalam usaha membantu orang-orang melihat sisi kehidupan yang lebih ringan. Seseorang yang mencari beberapa hiburan dari tekanan masyarakat modern dapat datang bersama-sama untuk sesi tawa sesungguhnya. Sesi sering diawali dari orang inti yang memulai jenis tawa tertentu, misalnya, "tawa bertenaga" atau "tawa etiket kantor", dan kelompok akan menjawab dengan versi mereka sendiri. Tawa “pura-pura” ini akan menciptakan momentum untuk tawa yang sesungguhnya dan dengan demikian terapi akan berjalan. Pagi hari adalah waktu yang tepat bagi kelompok tertawa untuk berlatih, sebab pagi hari dapat menetapkan suasana hati yang riang untuk sisa hari itu. Beberapa perusahaan menggunakan terapi tawa sebagai aktivitas pembentuk tim. Salah satu hal terbaik dari terapi tawa adalah bahwa hal itu dapat dilakukan kapan pun, dimana pun dan tidak perlu merogoh kocek. Carilah di Internet dan temukan kelompok terapi tawa lokal di dekat Anda. Jika bergabung dengan kelompok terapi tawa tidak sesuai dengan kepribadian Anda, Anda tetap dapat tertawa, ada banyak cara untuk menggali endorphin. Menyewa DVD komedi adalah awal yang baik atau berkumpul dengan teman yang dapat membuat Anda tertawa. Anda bahkan bisa mencoba melakukan beberapa "terapi tawa sendiri"? Cobalah beberapa tawa gila-gilaan dan lihatlah seberapa cepat momentum itu dibangun dan tawa cekikikan mulai mengalir. Sebelum Anda sempat menyadarinya, Anda akan tergelak dengan sendirinya dan Anda akan merasa jauh lebih baik juga! (feb) Sehat Dengan Coklat

(Erabaru.or.id) — Coklat mengandung gula dan lemak, yang dapat menambah kandungan kalori. Dengan makanan lainnya, Anda perlu menyeimbangkan asupan kalori dari makanan yang Anda beli. Tetapi, coklat tidak akan meningkatkan kadar kolesterol Anda seperti anggapan orang sebelumnya.

Jika anda adalah pecinta coklat seperti saya, saya yakin Anda telah mendengar berita bahwa coklat sangat baik untuk Anda. Apakah berita ini benar? Marilah kita simak artikel di bawah ini. Coklat berasal dari biji buah pohon coklat Theobromo. Biji dari buah ini kaya akan phytochemicals, khususnya flavanols. Potensi Manfaat Bagi Kesehatan Penelitian coklat telah dilakukan selama 20 tahun terakhir, beberapa penemuan dari coklat adalah sebagai berikut:
• • • • • • •

Menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Meningkatkan sensitifitas insulin untuk kesehatan orang dewasa. Meningkatkan fungsi endothelial, yang dapat mempengaruhi aliran darah dalam jantung. Menurunkan kadar LDL kolesterol. Mengandung antioksidan yang ampuh untuk perlindungan melawan kerusakan sel. Meningkatkan aliran darah ke kulit dan otak. Susu coklat jauh lebih bermanfaat bagi pemulihan tenaga setelah berolah raga dibanding minuman berenergi.

Anda dapat melihat daftar panjang di atas dan kata potensi adalah kuncinya, jangan lalu berharap coklat dapat mengobati semua penyakit ringan, tetapi jika itu tidak seburuk yang kita duga, dan siapa tahu malah dapat sembuh karena coklat? Seberapa Sehatkah Coklat? Tidak ada rekomendasi pasti mengenai besar kandungan flavanols, dan sepertinya komposisi dalam coklat itu sendiri yang justru memberikan potensi bagi kesehatan. Daftar di atas merupakan hasil dari beberapa penelitian yang dilakukan pada konsumsi sejumlah kecil (sekitar 30 kalori coklat pekat sehari). Apakah Coklat Pekat Lebih Baik dari Coklat Putih? Ini adalah pertanyaan umum mengenai coklat. Coklat putih tidak mengandung coklat padat. Karena flavanols berada dalam coklat, sehingga semakin gelap warna coklat maka semakin banyak kandungan coklatnya dan otomatis semakin banyak pula kandungan flavanolsnya. Namun, proses pengolahan coklat dapat mengurangi kandungan flavanols dengan sangat cepat. Apabila Anda memperhatikan prosentase yang tertera pada bungkus coklat, maka itu menunjukkan jumlah kandungan coklat padat. Semakin tinggi prosentasenya, semakin pekat warnanya dan semakin sedikit kandungan gulanya. M&M Mars menggunakan sebuah proses yang disebut Cocoapro untuk memroses beberapa produk coklatnya dan perusahaan tersebut juga mengklaim bahwa proses tersebut untuk mempertahankan kandungan flavanols. Namun tidak semua produknya menggunakan proses Cocoapro. Hershey kini mencantumkan kandungan flavanols pada beberapa produknya. Mereka juga mempunyai produk baru yaitu susu coklat dengan kandungan antioksidan yang lebih tinggi bagi mereka yang tidak menyukai coklat pekat. Apakah Coklat Menggemukkan?

Coklat mengandung gula dan lemak, yang dapat menambah kandungan kalori. Dengan makanan lainnya, Anda perlu menyeimbangkan asupan kalori dari makanan yang Anda beli. Tetapi, coklat tidak akan meningkatkan kadar kolesterol Anda seperti anggapan orang sebelumnya. Salah satu lemak utama dalam coklat adalah lemak jenuh, tetapi banyak di antaranya adalah asam stearik, yang tidak meningkatkan kadar kolesterol. (healthline/dtn) 8 Cara Mudah Menambah Tenaga

(Erabaru.or.id) - Jagalah tubuh agar tidak lelah, pertahankan kondisi prima, tambahkan kesegaran pada keseharian Anda dengan tips sederhana berikut ini: 1. Sarapan pagi Sangat mudah untuk dilewatkan, namun melewatkan sarapan pagi dapat mengganggu Anda. Menyediakan waktu untuk bersantap pagi dapat mendorong metabolisme Anda semakin kuat dan memberi Anda energi untuk pembakaran. Pilih makanan yang kaya karbohidrat seperti sereal atau roti gandum, karena tubuh Anda memerlukan Glukosa sebagai bahan bakar. 2. Minum yang cukup Minumlah 1.25 liter air segar dan jadikan kebiasaan walaupun itu melebihi kebutuhan Anda setiap harinya. Dehidrasi menyebabkan fungsi otak menjadi kurang efisien. 3. Istirahat yang cukup Orang dewasa rata-rata membutuhkan waktu delapan jam untuk tidur. Mengatur waktu yang cukup untuk mengistirahatkan mata. 4. Konsumsi makanan sehat Jangan tinggalkan makanan sehat. Berpergian terlalu lama tanpa makan memungkinkan gula darah Anda menurun, menyebabkan kekurangan energi.

5. Kehilangan zat besi Bagi wanita khususnya, pastikan kadar zat besi Anda cukup, zat besi bisa ditemukan pada daging merah dan sayuran hijau. 6. Waspadai kafein Satu atau dua cangkir teh, teh dapat membantu kesiagaan mental Anda. Namun apabila Anda minum hingga berlebihan, perasaan gelisah dan emosi dapat muncul. 7. Berhenti demi kebaikan Nikotin menghabiskan oksigen dalam darah Anda. Mengingat oksigen dan glukosa diperlukan untuk menghasilkan energi, alasan mengapa perokok lebih mudah lelah menjadi jelas. 8. Berelaksasi sejenak Relaksasi dapat menghilangkan stress dan meredakan gejala insomia. Cobalah berbagai aktivitas seperti kayaking, meditasi atau mendengarkan musik instrumen, hingga Anda menemukan mana yang tepat. (BHC/tnm) Asupan Jus Buah dan Resiko Diabetes Oleh Dr. JOHN BRIFFA

(Erabaru.or.id) - Jus buah memang dikenal baik untuk kesehatan, namun saya meragukan apakah itu sesehat seperti yang mereka pikirkan. Satu ciri dari jus buah adalah cenderung terlalu banyak tambahan gula di dalamnya. Banyak ditemukan jus buah yang kadar konsentrasi gulanya setara dengan minuman soft drink. Beberapa jenis jus (seperti jus anggur) mengandung gula yang lumayan banyak. Sekarang, bila saya harus minum jus buah atau minuman soft drink saya akan memilih jus buah lebih unggul dalam hal kemampuannya menyediakan nutrisi bagi tubuh. Tetapi, gula alami dari jus buah jauh dari minuman ideal bagi mereka yang mengoptimalkan kesehatan. Saya tertarik membaca hasil studi yang baru-baru ini dipublikasikan di mana hubungan antara konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, dan jus buah serta resiko diabetes diduga

terjadi pada lebih dari 73.000 wanita selama jangka waktu lebih dari 18 tahun. Hasil dari studi ini seperti berikut: -Konsumsi buah-buahan sebanyak tiga kali setiap hari terkait dengan 18% penurunan resiko diabetes. -Memperbanyak konsumsi sayuran hijau satu porsi sehari terkait dengan 9 % penurunan resiko diabetes. -Memperbanyak konsumsi jus buah sekali sehari terkait dengan kenaikan 18 % resiko diabetes. Studi epidemiologi dari cara alami ini dapat menunjukkan bahwa mengonsumsi jus buah terkait dengan resiko diabetes, tetapi tidak dapat membuktikan bahwa jus buah dapat menyebabkan diabetes. Terkadang, kadar fruktosa yang tinggi dalam jus buah secara relatif tidak membahayakan kesehatan karena tidak memiliki kecenderungan meningkatkan kadar gula dalam darah. Namun, fruktosa adalah sesuatu yang tidak sehat dan dengan mengonsumsinya dapat memberi pengaruh terhadap kekebalan insulin, yang menandai awal munculnya diabetes. Secara pribadi, saya tidak menganggap ini sebagai kejutan besar bahwa minum jus buah berdampak pada munculnya diabetes. Saran saya tetap sama: jus buah dengan keleluasan. (tnm) Merasa Lelah? Lakukan Olah Raga Ringan (Erabaru.or.id) - Sebuah tim dari University of Georgia menemukan, olah raga intensitas rendah seperti jalan santai dapat meningkatkan energi hingga 20% dan menurunkan rasa lelah hingga 65%. “Kita terlalu sering mempercayai bahwa berjalan cepat akan menjadikan kita loyo, khususnya ketika kita sudah merasa kecapekan,” Tim Puetz, yang membantu menyelenggarakan studi ini mengatakan dalam sebuah pernyataan. “Tetapi, kami telah membuktikan olah raga yang teratur sebenarnya dapat menaikkan perasaan berenergi lebih lama, khususnya bagi orang-orang yang suka berdiam diri alias kurang gerak.” Puetz dan sebuah tim yang dipimpin Patrick O'Connor di University's Exercise Psychology Laboratory mempelajari 36 orang yang tidak berolah raga secara teratur dan mereka yang mengatakan selalu kelelahanan. Mereka dibagi kedalam tiga kelompok. Pertama, melakukan olah raga sedang-sedang saja selama 20 menit dengan bersepeda tiga kali seminggu selama enam minggu, yang kedua melakukan hal yang sama tetapi dengan cara berjalan santai, dan yang ketiga, tidak berolahraga.

Kelompok pertama dan kedua mendapatkan kenaikan tingkat energi 20% diatas kelompok tiga, demikian dilaporkan para peneliti dalam jurnal Psychotherapy and Psychosomatics. Yang membuat mereka heran, para peneliti menemukan kelompok yang berolah raga dengan intensitas rendah dilaporkan mengalami penurunan kelelahan yang lebih baik dari pada mereka yang berolah raga lebih keras. “Mungkin, bagi orang-orang yang berolahraga terlalu berat kurang memberikan peningkatan yang berarti. Dibandingkan dengan mereka yang telah berolahraga dengan intensitas rendah,” demikian O’Connor dalam pernyataannya. “Olah raga adalah cara agar mereka merasa lebih bersemangat. Terdapat teori yang mendasar akan hal tersebut dan banyak keuntungan yang akan diperoleh dari berolahraga daripada hal-hal seperti mengkonsumsi kopi / minuman berenergi.” Banyak studi membuktikan bahwa olah raga meningkatkan energi, khususnya kerja lembur. Tim dari O'Connor telah mempublikasikan sebuah laporan di tahun 2006 bahwa olah raga dapat menurunkan kelelahan pada pasien kanker, penyakit jantung, dan masalah kesehatan lainnya. Studi ini mengamati orang-orang yang kelelahan nampaknya tidak berkaitan dengan kondisi medis apapun. (rtr/tnm)

Merasa Penat Saat Bekerja? Oleh : Tysan Lerner*

(Erabaru.or.id) — Kebanyakan dari kita bekerja dalam waktu lama di depan komputer. Telah dinyatakan oleh masyarakat sekarang perlunya membuat jadwal bagi kegiatan fisik kita. Jika tidak, maka kita akan masuk dalam kategori “sedentary” (duduk lama). Sebelum kemajuan teknologi masa kini, tidaklah sulit untuk menjadi aktif, karena kehidupan saat itu memang menuntut demikian. Akan tetapi pada era modern ini, kita seringkali mendapati diri kita hampir tidak pernah beranjak dari kursi. Meskipun kita melakukannya dengan rutin dan menghabiskan satu jam untuk latihan setiap hari, duduk pada sisa hari itu tidak akan dapat membantunya.

Dengan duduk berjam-jam lamanya, akan membuat punggung bagian bawah kita menjadi sangat tegang, melemahkan persendian, membuat penat dada, bahu, dan bagian depan pinggul, kepala akan terdorong ke depan dan akan menurunkan posisi bahu kita! Seiring dengan kemajuan teknologi kita, adat istiadat orang Amerika Utara, mereka lebih menekankan pada kecerdasan otak, dan tidak terlalu memperhatikan akan pentingnya kondisi fisik yang baik dan cara kita membawa diri. Di tahun 50 dan 60-an, pengikut gymnastik utamanya adalah para atlit pria, tetapi untuk para wanita pada waktu itu, mereka sudah tahu bagaimana membawa diri sehingga nampak santun dan anggun. Saya terkejut sekaligus senang, tepatnya hampir shock - saya memberi beberapa tips kepada nenek atas keluhannya terhadap sakit kronis di punggungnya. Dia berumur 85-an dengan gaya hidup sedentary. Jika ia terjatuh, dia tidak akan mempunyai kekuatan untuk bangun kembali, dan jika anda memintanya duduk di lantai atau bangku kecil, dia akan menolak karena takut tidak bisa berdiri lagi. Tetapi saat saya mengajarinya untuk berdiri tegak, ia dengan segera dapat melakukannya. Meskipun otot dan tulangnya lemah, tubuhnya masih dapat mengingat bagaimana untuk berdiri tegak dengan benar. Saya sering memerlukan waktu sampai berminggu-minggu untuk mengajari hal ini pada klien saya yang berumur 20, 30 dan 40-an. Mereka harus belajar bagaimana menegakkan diri mereka, meskipun latihan mereka teratur dan mereka memiliki kemampuan fisik. Saya kira hal ini karena postur tubuh tidak lagi ditekankan selama beberapa dekade terakhir ini. Bila kita berdiri dengan tidak benar, struktur otot kita menjadi tidak seimbang, membuat semakin susah untuk melakukan tugas sehari-hari, hal ini akan berakibat pada rasa sakit yang menyeluruh. Hampir 80% dari semua orang dewasa menyatakan sakit punggung bagian bawah, dan 80.000 sampai 100.000 kasus luka lutut telah dilaporkan setiap tahun di Amerika. Tujuh puluh persen dari luka lutut tersebut adalah luka yang bukan karena benturan, terjadinya adalah saat melakukan kegiatan sehari-hari (seperti sedang naik tangga atau saat sedang berjalan di lantai yang licin). Di jaman Tiongkok kuno, orang dituntut untuk memperhatikan sikap tubuh dan mengatur pernafasan serta mematut kondisi mental sebelum mereka mulai bekerja, baik dalam seni, sastra, pengobatan, bahkan dalam pekerjaan rumah tangga. Walaupun masyarakat yang terbentuk sekarang berbeda, kita dapat mulai mengatasi hal-hal yang berdampak mengganggu bagi tubuh seperti duduk terlalu lama atau membungkuk dengan beristirahat sebentar (meskipun selama 30 detik) sudah mencukupi.

Berikut daftar latihan yang bisa dilakukan selama 30 detik beristirahat: 1. Berdirilah, sejajarkan telinga anda di atas bahu, bahu di atas pinggul, pinggul di atas pergelangan kaki. Gunakan 20% kekuatan anda untuk menarik pusar anda ke tulang belakang. 2. Tarik dan hembuskan nafas dengan perlahan. 3. Tarik otot bagian depan paha anda dengan menarik ujung tumit kaki ke belakang dan tahan untuk beberapa tarikan nafas. 4. Lekukkan pinggang anda ke kiri dan kanan. 5. Tangkupkan kedua tangan di belakang punggung dan tariklah ke belakang untuk menarik dada anda, kemudian bungkuklah dengan merentang tangan ke atas untuk menarik bagian punggung. (The Epoch Times/bdn) *) Tysan Lerner juga adalah seorang pelatih senam khusus dan guru Yoga Lima Alasan Mengapa Orang Sulit Menurunkan Berat Badan

(Erabaru.or.id) - Memasuki musim kemarau, jumlah orang yang ingin melakukan diet meningkat tajam, namun dalam tiga bulan kebanyakan dari mereka menyerah, setelah mendapatkan hasil yang tidak memuaskan. Mengapa mereka gagal menurunkan berat badan? Alasan Pertama Ada sejumlah batasan. Kebanyakan orang mengira penurunan berat badan adalah dengan menekan pola makan. Dokter menganjurkan untuk membatasi porsi makanan, namun mereka juga membatasi jenis makanan yang dikonsumsi (bukan melarang untuk mengonsumsi makanan tertentu) dan pola diet yang seimbang. Belajar dari pengalaman, ahli diet mengetahui bahwa orang-orang ini sulit untuk mengurangi kebiasaan porsi makannya, hal inilah yang menyebabkan kegagalan program diet. Anda perlu mengambil sikap tegas terhadap masalah ini dan perlahan-lahan mengubah pola makan: porsi tetap sama namun kalori dibatasi. Perubahan pola makan yang drastis dapat berakibat pada menurunnya daya ingat dan berkurangnya konsentrasi dalam waktu tiga hari setelah anda memulai diet. Alasan Dua Kebanyakan orang kurang melakukan aktivitas. Yang sering kita jumpai, orang yang sedang menjalankan diet hanya memperhatikan kadar nutrisi tanpa menaruh perhatian pada olahraga fisik. Walaupun tubuh hanya menyerap sedikit kalori, kalori tetap harus dibakar dengan cara berolahraga. Olahraga yang wajar akan mengubah jaringan lemak menjadi jaringan otot. Alasan Tiga Mengurangi konsumsi daging dapat merangsang rasa lapar disertai nyeri perut, dengan demikian, segera setelah orang dapat makan daging, mereka cenderung makan berlebihan, melebihi yang dibutuhkan tubuh.

Alasan Empat Diet memicu datangnya penyakit. Tanpa berkonsultasi dengan ahli diet, orang tetap melakukan diet ketat, yang dapat memperburuk keadaan. Sayuran mentah, yang banyak dipakai di beberapa pola diet, dapat berakibat buruk pada mereka yang menderita radang lambung, bisul perut atau pankreas. Orang yang menghindari lemak dalam dietnya memiliki kadar kolesterol berbahaya yang lebih rendah dalam darah mereka, namun di saat bersamaan mereka memiliki kadar kolesterol baik yang juga lebih rendah, di mana fungsi kolesterol baik ini dapat melindungi pembuluh darah dari artherosklerosis. Studi menunjukkan bahwa upaya diet yang terus berulang dalam upaya menurunkan berat badan dapat mengakibatkan sistem kekebalan menjadi tidak berfungsi. Selain itu, semakin orang berhasrat menurunkan berat badannya (sekali dalam beberapa minggu), sel pelindung dalam darah mereka semakin lama semakin berkurang. Alasan Lima Saat berat tidak lagi turun, orang lalu menyerah. Pada pokoknya, berat tubuh berkurang dalam waktu satu hingga dua minggu pertama, dan setelah itu beratnya hanya berkurang 200-500 gram per minggu. Setelah sukses pada fase awal, mereka mengira mereka sudah gagal pada fase selanjutnya. Ahli diet sangat tidak menganjurkan pola diet kilat. Sistem saraf dan cerebrum (bagian utama dalam otak) membutuhkan nutrisi. Akan lebih berfaedah dan efektif untuk melakukan diet seimbang dan teratur, setidaknya empat hingga lima kilogram per bulan. Anda dapat mencapai hasil demikian dengan melakukan diet rendah kalori dan olahraga teratur. Akan lebih baik apabila anda menemukan pola diet di mana anda dapat terus mempertahankan secara konsisten tanpa menganggapnya sebagai diet mengendalikan kalori dan tanpa merusak saraf anda. Kenyataannya, studi menunjukkan sebanyak 75 persen wanita menganggap diri mereka kelebihan berat, namun hanya 25 persen yang butuh pola diet. (pravda.ru/val)

Efek samping menaruh HP di samping tempat tidur

(Erabaru.or.id) – Gelombang elektromagnetik yang berasal dari HP memang masih "tanda tanya" besar mengenai efek sampingnya.

Tetapi tidak ada salahnya anda menyimak berita yang satu ini yaitu mengenai peneltian yang dilakukan. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa universitas Amerika dan Swedia mengatakan bahwa meletakkan HP di samping tempat tidur akan memberikan beberapa efek samping, seperti susah tidur, resah atau bingung bahkan sampai mengubah kepribadian anda. Penelitian ini melibatkan 71 orang dan 38 orang diantaranya mengalami masalah diatas. Walaupun jumlah sampling (contoh) hanya sedikit yaitu 71 orang dan tidak bisa dijadikan suatu dasar atau penilaian bahwa gelombang dari HP berbahaya tetapi tidak ada salahnya untuk meletakkan HP anda sedikit lebih jauh dari tempat tidur anda. Apabila anda merasa tidak bisa menjauhkan HP anda karena digunakan sebagai alaram untuk bangun pagi, mungkin sudah saatnya anda membeli beberapa jam alarm. sumber : http://www.nhs.uk/News/2007/January08/Pages/Sleepandmobilephones.aspx angan Abaikan Gangguan Kecil yang Anda Rasakan Oleh Dr. Gifford Jones M.D.

(Erabaru.or.id) — Kapan sebaiknya Anda mencemaskan berbagai gejala penyakit yang timbul? Betapapun, kadang-kadang kita mengalami sakit, kesulitan pencernaan, diare, sembelit, gangguan visual, dan sesak nafas. Jadi bagaimana Anda dapat membedakan antara gangguan kecil dengan gangguan yang dapat mengakhiri hidup Anda? Tidak ada ja-minan 100%, namun berikut ini ada beberapa petunjuk yang baik. Demam Berkepanjangan Jika Anda menderita demam tanpa alasan yang jelas dalam beberapa hari, segera periksakan ke dokter. Demam berkepanjangan mungkin ber-kaitan dengan infeksi saluran kencing, radang paru paru yang tidak diketahui, TBC, dan penyakit berbahaya seperti limfoma (tipe kanker yang terjadi pada limfosit — tipe sel darah putih pada sis-tem

kekebalan tubuh verte-brata). Untuk demam yang tak dapat dijelaskan, pada umumnya ada penyebabnya. Masalah Penglihatan Jika Anda memerlukan waktu lebih lama untuk membaca surat kabar, mungkin Anda “memang” sudah berumur dan perlu kacamata. Atau, jika Anda seolah-olah melihat titik dan objek seperti sarang laba-laba yang mengapung pada penglihatan Anda selama bertahun-tahun, bisa jadi itu hanya suatu gangguan. Namun apabila mendadak muncul penglihatan yang me-ngambang dan kilasan seper-ti kilat, kemungkinan adalah masalah terputusnya retina. Anda mungkin dapat kehi-langan penglihatan kecuali ji-ka dilakukan perawatan yang tepat dan cepat untuk mengembalikan bagian dalam mata itu. Pendarahan Dubur Terlalu banyak orang yang mengabaikan gejala ini dan hampir meninggal karena kanker usus. Jika Anda telah melakukan colonoscopy (pe-meriksaan kolon) beberapa bulan yang lalu, kemungkinan besar, pendarahan berkaitan dengan masalah tumor jinak seperti wasir. Kondisi lain, seperti diverticulitis (mera-dangnya hernia dari usus besar), dapat menyebabkan pendarahan. Namun, kecuali jika Anda telah melakukan colo-noscopy terbaru, Anda harus mengasumsikan pendarahan itu berkaitan dengan kanker sampai terbukti sebaliknya. Jangan ditunda. Segera periksakan diri ke dokter. Diare dan Sembelit Tak seorangpun melewati hidup tanpa sesekali menga-lami masalah pencernaan. Ji-ka kita sedang berpergian dan mengalami “Montezuma’s Revenge”, atau “traveller's diarrhea” (diare yang dialami saat melakukan perjalanan akibat minuman yang tidak steril atau makanan pedas), maka kita semua tahu bahwa kita sedang berhadapan de-ngan bakteri jahat. Dan jika ini adalah sembelit kronis akibat tidak cukup mengkonsumsi serat, mungkin penyelesaiannya dapat dilakukan dengan meningkatkan gaya hidup. Namun diare yang mendadak atau sembelit tanpa sebab yang jelas mungkin mengisyaratkan masalah pencernaan yang serius. Bisa jadi bergantian mengalami sembelit dan diare. Dan jika di lubang toilet muncul feces berwarna hitam atau lengket, secara normal itu berarti pendarahan yang berhubungan dengan usus dan harus sesegera mungkin mengunjungi dokter. Sesak Nafas Anda tidak dapat dikatakan “hidup” jika terkadang tidak merasa sedikit terengah-engah. Beberapa pasien yang mengeluh tidak mampu mengambil napas, dikarenakan mereka menderita baik kegelisahan maupun kepanikan. Namun jika sesak napas berangsurangsur memburuk, bisa jadi berkaitan dengan gangguan paru-paru kronis, asma, penyakit paru-paru, kanker, emphysema (penyakit paru kronis yang dicirikan oleh kerusakan pada jaringannya sehingga kehilangan keelastisitasannya), atau penyakit jantung. Dan jika terjadi pembengkakan di pergelangan kaki, mungkin saja itu berkaitan dengan gagal jantung (suatu kondisi yang diakibatkan oleh kelainan fungsional atau struktural jantung sehingga merusak kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh).

Sakit Dada Ini adalah salah satu gejala yang paling sulit untuk dinilai, bahkan oleh para dokter. Dalam banyak kasus, sering mengonsumsi makanan dan minuman keras mengakibatkan rasa panas dalam perut yang diakibatkan oleh radang di bagian bawah saluran makanan. Jika Anda mengalami gejala ini maka, sangat bagus bila mengasumsikannya dengan alasan yang sama. Namun jika ada keraguan, lebih baik memberikan perhatian dengan lebih cepat. Bagaimanapun, jangan pernah menunda saat sakit dada datang mendadak seperti seolaholah ada tali ketat yang melilit Anda dan sakitnya menyebar di sepanjang lengan tangan atau naik ke rahang. Gejala ini pada umumnya berarti serangan jantung, dengan perawatan yang dilakukan lebih cepat akan memperbesar kesempatan bertahan dan dengan kerusakan jantung yang lebih kecil. Perubahan di Kepala Hilangnya penglihatan permanen yang mendadak dalam hitungan detik, atau kehilangan kesadaran temporer, atau TIA (transient ischemic attack atau ministroke) mungkin merupakan pendahuluan dari stroke yang lebih besar. Sebuah “thunderclap headache,” atau “sakit kepala petir” dinamakan seperti itu karena datangnya bagaikan kilat, memerlukan perawatan segera. Demikian juga dengan sakit kepala disertai demam, leher kaku, gangguan mental, lemas, dan mati rasa atau masalah berbicara. Gejala ini mungkin akibat dari stroke, meningitis, radang selaput otak, atau tumor otak. Berat badan turun Telah sering diinformasikan tentang bahaya berat badan yang berlebihan, namun kehilangan berat mungkin juga mengisyaratkan permasalahan serius. Kehilangan berat badan yang tak dapat dijelaskan mungkin akibat dari kanker, penyakit hati, hipertiroid, atau depresi. Pendarahan menstruasi Aturan utama yang mesti diikuti adalah pendarahan abnormal apapun harus diperiksakan pada doktor. Ada kecenderungan berbahaya untuk menunggu dan melihat jika pendarahan terjadi lagi. Sering pendarahan dikaitkan dengan tumor jinak, tetapi jika pendarahan itu berkaitan dengan kanker, Anda akan kehilangan waktu berharga dalam penantian ke dokter. (feb) Waspadai Minuman Berenergi

(Erabaru.or.id) – Beberapa tahun terakhir ini, jenis minuman berenergi semakin marak dan berkembang pesat di pasaran. Jenis minuman ini sering diiklankan sebagai minuman bernutrisi, dan beberapa bahkan mengandung vitamin atau ekstrak tumbuh-tumbuhan. Namun tahukah Anda bahwa unsur-unsur yang paling banyak terkandung di dalamnya adalah gula dan kafein. Pakar nutrisi Dee Rollins bersama Universitas Baylor di Texas mengatakan bahwa ia mengkhawatirkan dari 200 minuman berenergi yang beredar bebas di pasaran, beberapa di antaranya mengandung sejumlah kafein di dalamnya dengan kadar yang sangat tinggi. “Beberapa dari minuman berenergi tersebut berisi ratusan miligram kafein per tiap minuman,” katanya. Namun banyak perusahaan minuman tidak memberitahu jumlah kafein yang terkandung dalam minuman produksinya. Maka, ia mengingatkan, orang-orang yang mengonsumsi minuman tersebut dapat dengan mudah memasukkan unsur pemicu sistem syaraf ke dalam tubuh mereka dalam dosis yang sangat tinggi. ”Sejumlah kecil kafein dapat meningkatkan kesadaran manusia dan mengurangi lemak, membuat kita merasa sedikit lebih baik,” jelas Rollins. “Pada umumnya 250 miligram sehari adalah kadar yang aman untuk dikonsumsi bagi orang Amerika. Kadar 300 miligram seringkali sudah dianggap melebihi batas.” Beberapa minuman berenergi mengandung lebih dari 200 miligram kafein dalam satu botol. Rollins khawatir bahwa ketika orang-orang menghabiskan seluruh isi botol, mereka tidak menyadari mereka baru saja mengonsumsi kafein yang sudah melebihi batas per harinya. Bayangkan saja secangkir kopi (yang mengandung 80 hingga 120 miligram kafein) saja sudah melebihi batas konsumsi per hari seseorang. Rollins mengatakan para peneliti telah menemukan, mengonsumsi lebih dari 250 miligram kafein dalam sehari dapat mengarah pada masalah kesehatan, dan gejala-gejala seperti rasa gelisah, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dan tekanan darah yang naik. “Semakin sering kita mengonsumsi, semakin banyak gejala yang mungkin akan kita rasakan, berdasarkan faktor genetika seseorang,” jelasnya. “Ada yang mungkin mengalami gejala iritasi usus (mungkin sakit di sekitar perut) atau diare. Apabila minum terlalu banyak, mungkin dapat berakibat pada depresi, susah tidur (insomnia) atau pun sulit berkonsentrasi.” Terlalu banyak kafein ternyata dapat menimbulkan perubahan pada ritme jantung. Rollins mengatakan bahwa para pakar fisika juga menemukan bahwa kafein dapat memperburuk gejala-gejala pada orang-orang yang memiliki masalah kejiwaan, seperti depresi, gangguan bipoler (bipolar disorder), kegelisahan, dan masalah tidur. Rollins mengatakan cara menghindari minum terlalu banyak kafein adalah dengan mencari tahu berapa banyak kafein yang terkandung di dalam minuman berenergi, dan mengkonsumsinya dalam batas yang normal. (VOA News/val)

Mengendurkan Pikiran, Resep Nutrisi yang Baik

(Erabaru.or.id) – Umumnya di saat kita sedang mengalami tekanan ujian atau tekanan pekerjaan, pikiran seringkali menjadi gelisah dan sulit tidur. Namun jika dapat mengatasinya dengan tepat maka dapat diubah menjadi tenaga pendorong, membuat diri sendiri lebih dapat memusatkan perhatian. Berikut ini ada beberapa cara untuk menyegarkan semangat dan mengendurkan pikiran. Perhatikan makanan dan minuman Makanan yang seimbang dapat meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan, dalam makanan sehari-hari kurangi makanan yang dapat mengakibatkan tekanan misalnya kopi pahit, alkohol dan gorengan. Pilihlah jenis makanan yang mengandung vitamin B dan C, misalnya buah-buahan, sayur hijau dan ikan, ditambah dengan makanan berserat, kurangi makanan berlemak dan gula, usahakan tiap hari makan makanan yang seimbang, ini merupakan formula kesehatan! Minuman Teh dan air putih adalah minuman yang terbaik, selain menyehatkan juga dapat menghilangkan rasa haus. Banyak orang minum sari pati ayam, makanan bervitamin untuk menyegarkan semangat, tapi tidak harus makan vitamin, secangkir teh pahit yang harum adalah obat terbaik untuk menyegarkan semangat. Sebab dalam teh mengandung beberapa macam vitamin, termasuk vitamin A, B, C, D, E, K dan P. Vitamin C dan lemon manfaatnya sama, bukan saja dapat membersihkan darah dan menghilangkan racun, namun juga dapat memperkuat daya tahan tubuh! Harus Anda perhatikan, walaupun teh dapat menambah vitalitas dan mencegah penyakit, jika minum berlebihan dapat menimbulkan pengaruh yang tidak baik bagi tubuh. Efek yang ringan akan menjadi susah tidur, bila efeknya berat akan menimbulkan gejala “mabuk teh”. Efek yang ringan dapat menyebabkan tangan gemetar, sampai yang berat menyebabkan jalan tidak stabil dan ingin muntah. Susu segar tanpa atau rendah lemak juga dapat menyuplai gizi yang cukup. Kopi mengandung “kafein” tiap hari minum sedikit dapat menyegarkan pikiran, tapi jangan terlalu banyak untuk menghindari tekanan mental yang dapat mengakibatkan sulit tidur. Jajan

Jajan adalah “nafsu mulut” saja, Namun ada “jajanan” yang bermanfaat bagi otak. Cobalah mengunyah permen karet. Permen yang tidak mengandung gula atau sedikit gula, atau makan permen lemon, rasakan asamnya, tapi jangan berlebihan, dapat merusak gigi. Dapat juga makan biskuit yang rendah garam, rendah lemak, mengandung hidrokarbon dan biskuit berserat tinggi adalah pilihan yang terbaik. Ingat: walaupun gula merupakan sumber penyalur energi ke otak, namun terlalu banyak makan malah dapat mengakibatkan rasa kantuk. Maka jika ingin menjadi seorang konsumen yang cerdik, usahakan menghindari makanan yang dapat merusak kesehatan Anda. Pilihlah jajanan yang bergizi, dan harus dibiasakan melihat keterangannya. (epochtimes/lin) Masalah Memori Terkait Dengan Gangguan Pendengaran

Cacat ringan pada memori mungkin berhubungan dengan gangguan pengolahan suara yang dinamakan gangguan fungsi pendengaran (central auditory pro-cessing dysfunction), demikian yang dikatakan pakar Amerika. (Erabaru.or.id) – Orang dengan gangguan ini memiliki kesulitan untuk mendengar dalam situasi kompleks yang penuh kebisingan, seperti di saat satu orang sedang berbicara sementara banyak orang di sekelilingnya saling berbicara satu sama lain di waktu yang sama. Menurut latar belakang dari studi ini, “gangguan fungsi pendengaran merupakan sebuah bentuk umum yang dihadapi oleh orang yang dapat mendengar dengan baik saat situasi hening namun mengalami kesulitan mendengar pada situasi yang bising atau di tengah keramaian.” “Uji pendengaran pusat (central auditory testing) adalah penting dalam mengevaluasi individu yang mengalami kesulitan mendengar, karena minimnya kemampuan pendengaran fokus di dalam dirinya tidak akan terbantu oleh penjelasan tambahan dan membutuhkan strategi penyembuhan alternatif.” Penelitian sebelumnya menemukan bahwa orang dengan penyakit Alzheimer dan jenis penyakit dementia lain memiliki gangguan pada fungsi pusat pendengaran mereka. Studi baru yang diprakarsai oleh Dr. George A. Gates dan kolega dari Universitas Washington di Seattle mengamati 313 orang dengan usia rata-rata 80 tahun yang terlibat dalam program pengawasan penyakit dementia yang dimulai tahun 1994 lalu. Dari para

partisipan, 17 di antaranya terdiagnosa mengidap dementia, 64 memiliki gangguan memori ringan, dan 232 tidak memiliki masalah memori. Tiga macam tes diaplikasikan untuk menguji pendengaran pusat para partisipan. Dalam satu tes, kalimat-kalimat asal diucapkan di belakang pembacaan satu narasi pokok. Pada dua tes lainnya, kalimat-kalimat atau nomor-nomor berbeda dibacakan ke masing-masing telinga secara bersamaan. “Paradigma uji pusat pendengaran ini mengevaluasi seberapa baik seorang individu dapat menangkap suara-suara yang saling bersahutan, sebuah tugas yang membutuhkan kemampuan olah memori jangka pendek yang cukup dan kemampuan untuk berpindah fokus dengan cepat,” kutip peneliti. Paritisipan dengan penyakit dementia dan gangguan memori ringan secara signifikan mencatat skor yang lebih rendah dibanding mereka yang tidak memiliki masalah pada memori. Penemuan ini dipublikasikan pada jurnal Archives of Otolaryngology bulan Juli yang berjudul Head & Neck Surgery. Para peneliti menulis, “Bahkan gangguan memori ringan dapat mempengaruhi fungsi pendengaran pusat.” Kami merekomendasikan bahwa uji pusat pendengaran dapat dilakukan untuk mengevaluasi kaum manula yang mengalami keluhan pada pendengaran sebagai bagian dari program individu dan komprehensif untuk membantu memulihkan sistem pendengaran mereka.” (healthday/val) Penyakit Timbul dari Hati

(Erabaru.or.id) - Akhir-akhir ini di internet ada sebuah laporan ilmiah: pikiran adalah sejenis substansi, semacam zat padat. Laporan hasil penelitian terbaru ini diungkap dalam majalah Penelitian Psikiatri. Para ahli psikiatri Universitas Montreal dan Havard mengatakan, bahwa “luka” ingatan pada korban penganiayaan dapat “dikendalikan” dengan obat-obatan, yaitu dapat mempengaruhi sebagian proses berpikir. Penelitian ini mengungkapkan, terjadinya ingatan sangat mirip dengan proses pembuatan kaca. Dalam proses menciptakan ingatan, yaitu pada saat proses “berpikir”, terciptalah substansi ingatan dalam wujud cair, selesai dipikir “ingatan” berubah ke dalam wujud

padat, pada waktu dipikir ulang sekali lagi tercipta substansi wujud cair, kemudian berubah lagi menjadi padat. Zat padat ini tidak dapat menghilang secara otomatis, setiap kali akan terakumulasi, semakin sering suatu hal dipikirkan, zat padat yang tercipta juga semakin banyak, ini terjadi dalam memikirkan hal-hal baik maupun hal-hal jahat. Laporan hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa obat-obatan yang dipakai oleh para ilmuwan, dianggap dapat mengacaukan pikiran yang telah “memadat” setelah proses berpikir seseorang. Para peneliti mempergunakan propranolol dan obat-obatan placebo untuk merawat 19 orang yang pernah mengalami musibah atau penganiayaan seksual selama sepuluh hari. Selama masa perawatan mereka diminta melukiskan ingatan musibah yang terjadi sepuluh tahun silam. Setelah dikenang, proses pemikiran ini akan “memadat”, kemudian para peneliti menggunakan obat tersebut untuk menangani pikiran yang telah “memadat” itu. Minggu berikutnya ternyata para penderita yang menggunakan obat tersebut, telah mengalami penurunan tanda-tanda tekanan yang diderita seperti bertambah cepatnya denyut nadi pada saat mengingat musibah. Pikiran baik maupun jahat semua dapat berubah menjadi substansi yang memadat, meskipun kita tidak dapat melihat substansi tersebut namun para ahli medis telah dapat memastikannya. Dapat juga dikatakan, bila yang tersimpan dalam pikiran ingatan seseorang hanyalah substansi padat yang hitam jahat, sekalipun untuk sementara masih belum dinyatakan dalam tindakan, dia juga tidak bisa dikatakan sebagai orang baik. Sebaliknya, bila seseorang setiap harinya bersedia menerima pendidikan yang benar, maka substansi yang telah memadat dalam pikiran dan ingatnnya pastilah baik, bila ada tindakan nyata pastilah berdasarkan niat baik dan tulus. Dari hasil penelitian medis tersebut dapat dimengerti bahwa pikiran dan gagasan para pendidik dan terdidik telah tersusun menjadi struktur moral di dunia dan tata tertib dalam masyarakat. Maka cara penyembuhan luka batin yang terbaik bukanlah secara pasif menggunakan obat-obatan untuk menangani ingatan yang telah “memadat”, melainkan secara aktif menolak masuknya informasi yang tidak sesuai dengan norma-norma akhlak manusia. Informasi apa pun yang diterima memang tidak dapat menentukan masa depan seluruh umat manusia, namun setidaknya dapat menentukan masa depan masing-masing individu. Setelah membaca laporan di atas, tiba-tiba sekilas sebuah pikiran “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”. Ilmu pengobatan tradisional Tiongkok

beranggapan bahwa “penyakit berasal dari hati”, emosi yang berlebihan seperti “gembira, marah, cemas, sedih, takut/terkejut” dapat merugikan organ-organ vital. “Gembira secara berlebih merugikan jantung, sedih merugikan paru-paru, marah merugikan hati, cemas merugikan organ pencernaan, terkejut/takut merugikan ginjal”, emosi yang berlebihan dapat merugikan organ-organ vital, emosi yang berbeda merugikan organ yang berbeda pula. Pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan bahwa sifat saling menghidupi dan saling mengekang kelima unsur dapat dimanfaat untuk merawat penyakit yang disebabkan oleh pengaruh emosional. Saya sering mengatakan kepada teman-teman kaum ibu sambil bergurau, bila kalian marah karena bertengkar dengan orang lain, haruslah bertengkar sampai menangis, agar perasaan dapat menjadi lega. Karena pengobatan tradisional Tiongkok beranggapan, kemarahan merugikan hati (unsur kayu) sedangkan kesedihan merugikan paru-paru (unsur logam), unsur logam dapat mengekang kayu, yaitu kesedihan dapat mengatasi kemarahan, ketika Anda marah sampai menangis, kemarahan akan diuraikan oleh air mata Anda, dengan demikian hati tidak lagi murung. Cara hidup, kebiasaan makan minum, hubungan antar manusia, tekanan pekerjaan masyarakat zaman ini sewaktu-waktu dapat menyebabkan ketidak-harmonisan suasana hati sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan yang bersumber pada emosi. Menurut pengobatan tradisional Tiongkok jantung adalah unsur api, dalam teori saling mengekang antar lima unsur, air mengekang api, artinya takut/terkejut (air) dapat mengalahkan kegembiraan (api). Ketika seseorang terlalu bergembira (api) energi vital menjadi lamban, karena lamban energi menjadi tersebar. Kecemasan merugikan organ pencernaan (unsur tanah), dalam teori lima unsur, api menghasilkan tanah, organ pencernaan (unsur tanah) adalah anak dari organ jantung (unsur api), anak dapat mempengaruhi ibu, artinya kecemasan bukan saja dapat merugikan organ pencernaan (unsur tanah) juga secara tidak langsung membuat jantung (unsur api) menjadi tidak nyaman. Dalam teori lima unsur, kayu (hati) dapat menghasilkan api (jantung), hati (unsur kayu) merupakan ibu dari jantung (unsur api), bila anak lemah bisa dibantu dengan memperkuat sang ibu, kemarahan merugikan hati (unsur kayu), juga dapat mempengaruhi jantung (unsur api), sebab itu kelemahan organ jantung (unsur api) dapat dibantu dengan memperkuat organ hati (unsur kayu). Ilmu kedokteran Tiongkok memperhatikan persatuan manusia dengan alam, teori lima unsur tentang saling menghidupi dan saling mengekang telah menjelaskan konsep umum fungsi tubuh manusia.

Pikiran dan pandangan seseorang menentukan tindakannya, kedokteran modern telah memastikan bahwa pikiran manusia tersimpan dalam ingatan seseorang dalam bentuk padat, setiap kali dikenang selalu memperkuat dirinya dalam ingatan. Sebagai contoh: andai kata kita mengatakan suatu atau memberi teguran yang telah melukai seseorang, kita mungkin tidak menyadarinya, karena kontradiksi antar manusia sangatlah kompleks. Orang yang terluka setiap saat memikirkannya, setiap kali dipikir akan melukainya satu kali, lama kelamaan menjadi suatu kebencian dan penyesalan pada Anda. Suasana hati ini akan memperdalam penderitaannya, sehingga dia tidak enak makan, tidur tidak nyenyak. Sebab itu kita hendaknya melihat segala sesuatu dengan hati welasasih, berusaha melihat kebaikan seseorang, jangan mencela, banyaklah memberi dorongan. Setiap orang hendaknya “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”, apa yang dimaksud dengan “menuntut diri sendiri agar lebih banyak mendapatkan kebahagiaan”? “Segala sesuatu hendaknya mengalah sehingga lautan dan langit menjadi sangat luas.” “Bersabar sebentar, badai akan tenang.” Karena Tuhan akan memberi jalan, krisis adalah sebuah perubahan yang bisa menguntungkan. Ketika Anda masygul, putus asa, merasa tidak ada jalan keluar, sudah tidak lagi bisa berjalan, maka relakan saja. Bila jalan tidak berputar, orangnyalah yang akan berputar, tentunya akan terjadi perubahan yang membaik secara tak terduga. Karena ketika Tuhan menutup sebuah pintu, Dia pasti akan membantumu membukakan pintu lain. Kitab pengobatan tradisional Tiongkok kuno, Neijing, mengatakan, “Angin jahat penyebab sakit, dihindari sesuai waktunya, damai tanpa keserakahan, energi vital mengalir lancar, semangat tidak melantur, kesahatan dengan sendirinya akan mengikuti.” Aturlah irama langkah hidup Anda, mulailah dari “pola makan minum beraturan, pola hidup sehari-hari berketentuan, tidak berlelah-lelah serampangan.” (Sinshe Lin Gui/The Epoch Times/prm) Strategi 9: Memandang Api dari Seberang Pantai

(Erabaru.or.id) - Di masa negara-negara sedang berperang (Tiongkok kuno), terdapat seorang penasehat terkenal bernama Chen Zheng. Suatu hari, ketika Chen Zheng mengunjungi negara Qian, Kaisar Qian Huei mengambil kesempatan meminta nasehat pada Chen Zheng tentang apakah beliau harus campur tangan sebagai wasit dalam konflik antara negara Han dan Wei. Chen Zheng lalu bercerita pada Kaisar Qian Huei tentang kisah bagaimana Bian Zhuangzi membunuh harimau. Kisah ini tentang seorang pemuda bernama Bian Zhuangzi. Suatu hari dia melihat dua ekor harimau sedang bertarung memperebutkan seekor kerbau. Dia hendak menarik pedangnya membunuh harimau-harimau namun abdinya menghentikannya. Abdinya berkata, “Tunggulah sebentar, Tuanku. Lihat, dua ekor harimau sedang bertarung memperebutkan kerbau yang sama. Ini artinya akan ada pertarungan berdarah diantara keduanya yang tak akan terelakan. Tak diragukan bahwa yang kuat akan menang dan yang lemah akan mati. Tetapi yang kuat juga akhirnya akan terluka. Jadi mengapa tidak menunggu saja, dan anda hanya cukup membunuh sisa harimau yang terluka tersebut?” Chen Zheng melanjutkan, “Seka-rang Han dan Wei sedang bertarung satu sama lainnya seperti dua ekor harimau ini. Segera ataupun nantinya si lemah akan di taklukan oleh yang kuat. Kaisar yang mulia, mengapa tidak melakukan seperti apa yang Bian Zhuangzi perbuat, menunggu dan lihat hasilnya?. Seperti yang diprediksi Chen Zheng, Qian akhirnya mengumumkan sebagai pemenang terakhir dalam konfik antara Han dan Wei. Strategi 9: Memandang api dari seberang pantai Umumnya perkataan ini mengandung makna tidak merespon ataupun meng-ambil tindakan apapun. Tetapi sebenarnya mengandung arti yang lebih dalam, yaitu membiarkan situasi yang menganggu musuh Anda berkembang sehingga Anda akan mendapat manfaat darinya. Dengan perkataan lain, tunggu dan lihat bagaimana kejadian tersebut akan bekerja sesuai perkembangan yang Anda harapkan hingga secara alamiah berakhir. Barang akan menjadi milik siapa yang dapat sabar menunggu hingga situasi berubah menjadi keberuntungan mereka. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 8 :Menyeberangi Chen Cang Secara Rahasia

(Erabaru.or.id) - Liu Bang tahu bahwa Xiang Yu curiga padanya. Sehingga setelah dia membawa pasukannya ke Hanzhong (kota di Shaanxi), dia membakar jalanan Hanzhong, Shaanxi yang menghubungkan Hanzhong, dengan dunia luar. Dengan cara ini, Liu Bang tidak hanya mencegah musuh menyerang Hanzhong, tetapi dia juga berharap memperoleh kepercayaan Xiang Yu dengan memperlihatkan pada Xiang Yu bahwa dia tidak akan dapat kembali lagi ke Guanzhong. Setelah beristirahat beberapa waktu, Liu Bang mengumpulkan pasukannya dan melancarkan serangan pada Xiang Yu. Pertama-tama, dia mengirim sebuah tim untuk memperbaiki tempat untuk berjalan turun yang pernah dia bakar untuk menarik perhatian Zhang Han, jenderalnya Xiang Yu, dan berhasil. Sebagai reaksinya, Zhang Han mengirim pasukan utama untuk melakukan blokade jalan keluar dari tempat untuk berjalan tersebut, berharap menyergap Liu Bang. Namun, Liu Bang dan pasukannya keluar dari Hanzhong (kota di Shaanxi) dibantu oleh pemburu setempat dan ke Chen Cang melalui jalan kecil lainnya. Mendengar berita ini, Zhang Han segera cepat-cepat kembali ke Chen Cang dengan pasukannya. Tak disangka, malahan mengalami kekalahan besar. Liu Bang telah menduduki kota Chen Cang dan dengan pasukan sangat banyak mengelilingi pasukan Zhang Han. Melihat situasi ini, bila dilanjutkan pertempuran juga tidak ada harapan menang, akhirnya Zhang Han menyerah. Strategi 8: Menyeberangi Chen Cang Secara Rahasia Strategi ini mirip dengan “Suara Timur Saat Menyerang Barat”. Hanya saja strategi lain berfokus menyembunyikan target sebenarnya, tapi strategi ini berfokus menyembunyikan rute penyerangan sebenarnya. Terang-terangan mengungkap seakan-akan rute tersebut untuk melindungi rute serangan sebenarnya. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 7: Menciptakan Sesuatu dari Ketiadaan

(Erabaru.or.id) - Suatu ketika, seorang Jenderal dari An Lushan, bernama Ling Huchao, mengepung kota Yong Qiu. Saat itu Jenderal Zhang Xun yang bertugas mempertahankan kota Yong Qiu.

Ketika itu, situasi kota Yong Qiu sangat genting karena Zhang Xun sama sekali tidak punya pasukan yang cukup besar maupun persenjataan yang cukup untuk mempertahankan kota ini melawan pengepungan. Zhang Xun tahu bahwa dia tidaklah sanggup ber-tempur dengan Ling Huchao diluar benteng, akhir-nya dia memikirkan sebuah rencana. Dia memerintah orangnya untuk membuat seribu boneka jerami seukuran manusia dan me-ngenakan baju hitam. Di keremangan malam, diterangi cahaya bulan, boneka-boneka jerami itu di turunkan ke bawah dinding kota dengan tali. Musuh mengintai dan melihat boneka-boneka jerami ini dan memberi peringatan, “ada serangan!” . Segera, mereka menghujani boneka jerami dengan panah. Dalam sekejap, seluruh tubuh boneka jerami telah dipenuhi anak panah. Saat ini musuh barulah sadar telah terjebak, sedangkan Zhang Xun malahan mendapatkan stok anak panah yang cukup untuk pasukannya. Strategi 7: Menciptakan sesuatu dari ketiadaan Menciptakan muslihat dan ilusi, menggunakannya berulang kali untuk membingungkan musuh, agar mempercayai bahwa sesuatu yang tidak ada itu nyata. Kemudian, dibalik muslihat ini, lancarkan serangan sesungguhnya dan menangkap musuh dalam kepanikannya. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 6 : Suara Timur Saat Menyerang Barat

(Erabaru.or.id) - Di tahun 205 Sebelum Masehi, ketika Xi Yuan dalam ekspedisi melawan Ci, Liu Bang menyeberangi Sungai Kuning. Wei Bao, raja Wei tiba-tiba memberontak melawan Liu Bang meskipun awalnya dia telah menyerah. Akhirnya, Liu Bang mengi-rim jenderalnya Han Xin menaklukan pemberontakan di Wei. Wei Bao menunjuk Bo Chi sebagai jenderal untuk tentaranya dan memindahkan pasukan elitnya ke Pu Ban, sebuah kota di pinggiran timur Sungai Kuning untuk berjaga-jaga dari tentera Han Xin. Dan Han Xin berkemah di pinggiran barat Sungai Kuning. Dia memasang ratusan kapal sepanjang sungai untuk persiapan menyeberangi sungai. Ketika malam tiba, obor kelihatan di sepanjang seberang pinggiran barat. Ini menandakan tentara Han Xin telah siap menyeberangi sungai sesaat lagi.

Melihat ini, Bo Chi memerintahkan pasukannya untuk berjaga-jaga di pinggiran barat sungai dan menghancurkan kapal manapun yang mencoba menyeberang. Namun, hal yang tidak diketahui oleh Bo Chi, Han Xin telah mengirim sebagian besar kekuatannya ke Xia Yang, tempat yang terletak 80 km dari Sungai Kuning. Di sana, tentara Han Xin menyiapkan jembatan sementara untuk menyeberangi sungai dengan mengunakan botol kosong dan tong. Saat tentara Wei berjaga-jaga di Pu Ban berhari-hari untuk bersiap melawan yang akan menyeberangi sungai, tentara Han Xin telah menyeberang jauh sekali dari Sungai Kuning dan telah melancarkan serangan ke ibu kota Wei. Di waktu Bo Chi mendengar kabar tersebut, sudah sangat terlambat untuk segera pulang ke ibukota. Dan Han Xin menangkap Wei Bao hidup-hidup. Strategi 6: Suara Timur Saat Menyerang Barat Ciptakan gerakan pura-pura untuk membodohi musuh agar percaya bahwa kita menyerang timur padahal kenyataannya kita menyerang ke Barat, dengan demikian akan menyebabkan musuh membuat kesalahan menempatkan pasukan. Ini suatu cara menciptakan penyerangan yang tak terduga. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 5 : Merampok Rumah Terbakar

(Erabaru.or.id) - Di periode musim semi dan musim gugur, negara Wu dan Yue telah berperang selama bertahun - tahun. Pada mulanya, Gou Jian, raja Yue ditaklukkan oleh Fu Chai, raja Wu. Sehingga Gou Jian terpaksa harus takluk pada Fu Chai dan menawarkan dirinya sebagai pengikut setia Fu Chai. Namun semangat Gou Jian tidaklah takluk. Setiap hari, Gou Jian memakan kantong empedu untuk mengingatkan diri sendiri akan rasa pahitnya ditaklukkan dan menguatkan lagi hasrat untuk membalas dendam. Secara rahasia, dia merekrut dan mempersenjatai militernya lagi. Setelah 20 tahun, akhirnya Gou Jian siap berperang lagi. Di masa tersebut, Wu dipimpin oleh para pejabat korupsi dan rajanya Fu Chai telah berubah menjadi arogan dan bertindak tidak pada tempatnya. Fu Chai bahkan mengeksekusi Wu Zih Syu, salah seorang pejabatnya yang paling setia karena dia mengusulkan agar Gou Jian dieksekusi atas rencana mencoba memberontak dimasa mendatang. Ditambah lagi, Wu ditimpa bencana alam sebagai peringatan. Panen gagal dan sungai kering.

Setelah sampai tahap separah ini, Fu Chai masih tidak mau sadarkan diri, tetap sombong dan percaya bahwa dia adalah pemimpin dari seluruh negara. Jadi dia mengirim tentaranya ke daratan pusat Tiongkok untuk bertemu para raja lainnya. Akibatnya, di Wu hanya tersisa pasukan yang berjumlah minim untuk mempertahankan diri, sementara penduduk hidup dalam penderitaan. Singkatnya, Wu jadi kacau balau dan de-ngan sangat mudah diserang musuh. Gou Jian melihat sebuah kesempatan emas ini. Jadi dia melancarkan serangan ke Wu dan memusnahkannya, membalas kekalahannya 20 tahun yang lalu dan mengembalikan negara Yue. Strategi 5: Merampok rumah terbakar Ketika musuh dalam penderitaan atau krisis, kita harus meraih kesempatan dan memanfaatkan situasi demi keuntungan kita dengan menyerang mereka ketika dia dalam kondisi paling lemah. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 4 : Menunggu Musuh Keletihan Demi Kemudahan Kita

(Erabaru.or.id) - Di antara periode Musim Semi dan Musim Gugur, Kaisar Ci menunjuk Bao Shuya sebagai jenderal untuk menyerbu negara Lu. Kaisar Lu sangat ketakutan ketika mendengar hal ini. Perdana menterinya, Shi Bo merekomendasi seorang pertapa bernama Cao Gui untuk bertahan. Dengan usaha keras, barulah dapat merayu Cao Gui untuk menerima jabatan ini, namun dia hanya ingin bekerja sebagai penasehat militer bukan jenderal. Bao Shuya tidak menanggapi musuhnya dengan serius karena dia pernah menaklukkan tentara Lu sebelumnya. Dia ingin sekali langsung menyerang Lu untuk menangkap Kaisar Lu hidup-hidup. Pada hari pertempuran, suara genderang dan tambul bersahutan yang sangat memekakkan telinga terdengar dari sisi tentara Ci dan tentara Ci segera menyerang tentara Lu. Pada saat ini, Cao Gui meminta Kaisar Lu Zhuang untuk tidak memberi sinyal dengan memukul genderang yang menandakan tentara Lu harus melawan. Cao Gui berkata, “Tunggu sebentar. Sekarang ini semangat musuh sangat tinggi. Kita hanya perlu mempertahankan diri kita sendiri saat ini. Jangan sembarangan bertindak.”

Setelah tentara Ci menyerbu, mencoba dengan sia-sia menembus garis pertahanan tentara Lu. Digagalkan, Bao Shuya menginstruksi serangan lainnya tapi tidak berhasil. Namun, kegagalan tentara Lu melawan serangan tentara Ci dalam dua kali ini membuat Bao Shuya yakin bahwa tentara Lu sangat ketakutan untuk melawan tentara Ci dalam pertempuran. Dia berpikir bahwa pada serangan ke tiga tentu saja akan mematahkan pertahanan Lu, lalu tentara Lu akan segera runtuh. Jadi dia menginstruksi serangan ke tiga. Namun pada saat ini, ketika Cao Gui mendengar pukulan genderang ke tiga dari pasukan Ci, dia berkata pada Kaisar Lu, “sekarang waktunya memukul genderang kita dan menyerang balik!”. Tentara Lu segera menyerang balik ketika mendengar suara genderang tempur sendiri, dan barisan tentara Ci segera roboh diserang. Sesudah itu, ketika Kaisar Lu ingin mengejar musuh yang melarikan diri, sekali lagi Cao Gui menasehati raja menunggu hingga dia memeriksa jejak kaki kuda dan kereta pertempuran dan mengamati petunjuk dimana pasukan Ci melarikan diri. Lalu dia memberi lampu hijau untuk tentara Lu mengejar. Kemudian raja bertanya pada Cao Gui, “Mengapa menunggu hinga serangan musuh ke-tiga? Dan mengapa tidak langsung mengejar tentara Ci yang mundur?”. Cao Suei menjawab, “Setelah genderang ke tiga, semangat juang musuh sudah tidak setinggi saat genderang pertama. Sedangkan, semangat juang prajurit kita mencapai puncaknya karena kita barusan memukul genderang yang pertama kali. Juga, kita mengejutkan musuh karena apa yang terjadi setelah dua serangan pertama, mereka mengira kita hanya berdiri mengertak daripada menyerang balik mereka, dan unsur kejutan tersebut menjamin kita menang. Kemudian, resiko ditipu oleh musuh selalu ada, jadi kita harus memeriksa jejak roda dari kuda dan kendaraan perang dalam rangka memastikan bahwa musuh sungguh-sungguh lari dalam kondisi panik sebelum kita dapat dengan aman menyerang musuh.” Strategi 3: Menunggu Musuh Keletihan Demi Kemudahan Kita Ketika pertempuran dimulai, tidaklah perlu memukul dengan kekuatan penuh dan melawan segera. Kadang-kadang kita perlu melemahkan lawan kita dengan lambat atau dengan menghindari mereka dalam pertempuran langsung. Tunggu dan menghemat kekuatan hingga lawan letih dan mulai kehabisan tenaga. Ini akan meratakan kekuatan relatif ketika melawannya dalam pertempuran. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 3 : Membunuh dengan Pedang Pinjaman

(Erabaru.or.id) - Selama periode Musim Semi dan Musim Gugur, terdapat 3 jenderal gagah berani di negeri Ci bernama Gong Sunjie, Tian Kaijiang dan Gu Zhizi. Suatu hari, perdana menteri Yan Ying berjalan melewati tiga jenderal ini. Protokol istana meminta mereka membungkuk dan bersujud pada Yan Ying sebagai tanda hormat. Namun, ketiganya hanya duduk tanpa memperdulikan kehadiran Yan Ying. Yan Ying tidak berkata apapun. Tapi kemudian dia memberitahukan raja Ci dan menasehati. “Ketiga jenderal ini telah menjadi sangat sombong karena mereka telah memenangkan banyak pertempuran. Hari ini mereka menunjukkan ketidak-patuhan pada saya. Tapi mana tau suatu saat, mereka akan menunjukkan ketidak-patuhan pada Paduka yang mulia. Saya pikir mereka harus disingkirkan secepatnya untuk menghindari masalah di kemudian hari”. Kaisar Ci, Jing Gong sangat respek pada Yan Ying, jadi sangat menyetujuinya, lalu Kaisar bertanya, “Tetapi bagaimana caranya? Tak seorangpun mampu menandingi mereka. Siapapun tidak cukup tangguh untuk membunuh mereka”. Yan Ying menjawab, “Hamba telah memikirkan cara menghadapi mereka.” Lalu dia memberitahu Kaisar Jing Gong tentang rencananya membunuh 3 jenderal itu dengan dua buah persik. Dua buah persik akan dihadiahkan kepada 2 orang yang paling berhak menerimanya”. Ketiga jenderal pun berdebat sengit pada mulanya. Gong Sunjie yang pertama berkata, “Saya dapat menangkap sapi liar dan harimau hidup-hidup dengan tangan kosong. Jadi saya yang paling berhak mendapatkan hadiah ini.” Lantas dia mengambil satu buah persik. Kemudian Tian Kaijiang berkata, “Saya dapat menaklukkan seluruh pasukan hanya dengan tombak saya.” Lantas dia juga mengambil sisa buah persik yang satunya. Wajah Gu Zhizi berubah merah padam, dengan marah ia berkata, “Apakah saya lebih tidak layak dari pada kalian berdua?” Dia pun menarik pedangnya dan menantang kedua jenderal lainnya untuk berkelahi.

Tak disangka-sangka, mereka berdua meletakan kembali buah persik ke meja dan berkata, “Kehormatan lebih penting daripada berkelahi memperebutkan hadiah. Kami sungguh malu pada diri kami sendiri.” Setelah berkata, Gong Sunjie dan Tian Kaijiang menggorok leher mereka sendiri dan meninggal. Melihat kejadian ini, Gu Zhizi juga membunuh dirinya dengan jalan yang sama. Beginilah, Yan Ying mampu melenyapkan 3 orang yang berpontesial mengancam negeri Ci tanpa harus mengangkat jari sekalipun. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Strategi 3: Membunuh dengan pedang pinjaman. Secara terbuka mengunakan yang lainnya untuk mencapai tujuan seseorang. “Pedang” digunakan disini sebagai kiasan yang berarti hingga akhir. Strategi 2 : Mengepung Wei Menyelamatkan Zhao (Erabaru.or.id) - Pada tahun 354 Sebelum Masehi di Tiongkok kuno, Kaisar Wei memerintah Pang Juan untuk menyerbu negeri Zhao. Pang Juan memimpin langsung 500 pasukan tempur mengepung ibukota Zhao, Handan (di propinsi Hebei). Penyerangan sebelumnya ke negeri Zhao selama setahun terakhir ini, berlangsung tanpa membuahkan hasil. Mengetahui rencana tersebut, Kaisar negeri Zhao memohon bantuan pada negeri Ci. Kaisar Ci mengabulkannya dan menunjuk Tian Ji sebagai jenderal dan Sun Bi sebagai penasihat militer untuk memimpin pasukan Ci menyelamatkan ibukota Handan yang terkepung pasukan Pang Juan. Sebelumnya, Sun Bi dan Pang Juan keduanya pernah belajar strategi militer pada guru yang sama. Keduanya sama-sama menjadi sangat ahli, hanya saja Sun Bi lebih berbakat. Hal ini membuat Pang Juan merasa sangat iri kepada Sun Bi. Sehingga melalui persekongkolan yang kejam, Pang Juan berhasil mematahkan kaki Sun Bin dan membuat luka di wajahnya hingga meninggalkan cacat diwajahnya. Sun Bin merasa tidak mampu untuk berjalan kembali ataupun muncul di masyarakat umum, karena merasa sangat malu. Akhirnya, Sun Bi berpura-pura gila, dan melarikan diri ke negeri Ci atas bantuan seorang pejabat Ci. Demi melaksanakan misi menyelamatkan ibukota Handan, jenderal Tian Ji ingin segera menye-rang kota tersebut, akan tetapi Sun Bi menasehati sebaliknya. Dia berkata kepada Tian Ji, “Pasukan elit Wei berkemah di luar kota Handan sekarang. Jika kita menyerang mereka langsung di sana, maka kita sedang menyerang di kekuatan mereka.

Bagaimanapun, kita hanya punya kekuatan yang minim untuk bertahan dari serangan Wei saat ini.” “Jadi apabila kita menyerang negeri Wei, maka kita dapat manfaatkan kelemahan ini dan pasukan Wei akan dipaksa pulang untuk mempertahankan ibukotanya. Ini akan otomatis membebaskan pengepungan ibukota Zhao, mencapai tujuan awal kita. Sebagai tambahan, kita dapat menyergap pasukan yang hendak kembali ke Wei di tengah jalan dan mereka akan menderita kekalahan.” Tian ji mengikuti nasehat Sun Bi dan segalanya berjalan sesuai apa yang dikatakan Sun Bi. Segera setelah pasukan Ci muncul di perbatasan Wei, Pasukan Wei segera meninggalkan ibukota Handan untuk pulang. Akan tetapi di dalam perjalanan pulang, pasukan Wei disergap oleh pasukan Ci di wilayah Gueiling dan berhasil ditaklukan. Pang Juan dipaksa untuk mundur ke wilayah Dailiang. Pengepungan ibukota Zhao akhirnya pun selesai. Strategi 2 : Mengepung Wei Membebaskan Zhao Hindari menyerang kekuatan musuh secara langsung, justru serang kelemahannya agar dapat meraih inisiatif dalam peperangan. Kemudian, menggunakan kerugian sesedikit mungkin untuk mencapai kesuksesan yang semaksimal mungkin. (edu.ocac.gov.tw/Minghui School/ing) Seri 36 Strategi Strategi 1 : Mengelabui Kaisar Menyeberangi Lautan

(Erabaru.or.id) - Di tahun 17 masa kekuasaan Tang Taizong Jhenguan, Kaisar sendiri turun langsung memimpin pasukannya dalam misi militer ke timur untuk menaklukan daerah lain dan memperluas kekuasaannya. Suatu hari, pasukan ini sampai di tepi laut. Melihat luasnya lautan di hadapan mereka, beliau bertanya pada para jenderalnya apakah punya ide bagaimana menyeberangi laut ini. Mereka hanya melihat satu sama lainnya tanpa punya pendapat apapun. Tiba-tiba, seorang penduduk setempat memohon untuk menghadap kaisar. Dia memberitahukan kaisar bahwa seluruh makanan untuk 300.000 pasukan dan segala

pelengkapan transportasi untuk menyeberangi pasukan besar telah disiapkan. Pria itu mempersilakan Kaisar Tang Taizong dan para pejabatnya ke arah laut. Disana, di tepi laut, mereka melihat ribuan rumah-rumah diikat jadi satu dengan kuat dan ditutupi dengan tenda berwarna-warni. Pria itu mempersilakan Kaisar Tang Taizong masuk ke dalam rumah mewah tersebut. Di sekeliling dinding dihiasi tirai berenda dan sutera berwarna-warni. Disinilah Kaisar Tang Taizong dan pejabatnya minum, istirahat dan bersenang-senang. Segera setelah itu, angin mulai berhembus, suara ombak terdengar seperti halilintar. Gelas-gelas dan piring jatuh berserakan, tak seorangpun dapat berdiri tegap. Kaisar Tang Taizong segera memerintah ajudannya untuk menarik tirai, mereka terpesona oleh apa yang mereka lihat. Mereka tidak sedang berpesta di rumah penduduk seperti yang mereka kira. Malahan, mereka telah berada di laut bersama dengan armada kapal raksasa yang membawa 300.000 pasukan. Akhirnya kaisar mengetahui kalau jenderalnya bernama Syue Ren Guei yang menjalankan muslihat ini. Dia khawatir kaisar tidak berani menyeberangi lautan dan akan menarik kembali pasukan serta membatalkan misi militer ini. Sehingga dia menyamar menjadi rakyat setempat dan merencanakan taktik berupa “Langit bodoh menyeberangi lautan”. Di Tiongkok kuno, Kaisar ibarat “Putra Langit”. Dan langit sering digunakan dalam literatur bila berhubungan dengan kaisar. Oleh karena itu, perkataan “Mengelabui Langit menyeberangi lautan” berarti mengelabui kaisar menyeberangi lautan. Dalam bahasa militer, “Mengelabui Langit menyeberangi lautan” artinya mengunakan penyamaran untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, ketika lawan tidak waspada, tiba-tiba menyerang sehingga lawan tidak berkutik. (edu.ocac.gov.tw/MinghuiSchool/ing) Kongzi : Tak Segan Bertanya

(Erabaru.or.id) - Konfucius atau Kongzi (baca: kongce) hidup pada zaman Chun Qiu. Beliau adalah seorang ahli pikir, politikus dan pendidik yang ternama.

Pikiran Ru adalah salah satu ajarannya yang sangat mempengaruhi sejarah Tiongkok selama 2000 tahun lebih. Oleh karena itu, orang menyebutnya sebagai orang bijak, akan tetapi Kongzi tetap rendah hati. Kongzi selalu menganggap setiap orang pasti ada kekurangannya, hanya melalui rajin belajar baru dapat memperbaiki. Selain itu, Kongzi tidak hanya pandai berbicara saja, perilakunya sesuai dengan perkataan-nya. Pada suatu hari Kongzi bepergian ke Negara Lu untuk menghadiri upacara penghormatan kepada leluhur yang diselenggarakan oleh Raja. Kongzi tak segan-segan bertanya kepada siapapun hingga hal-hal yang kecil sekalipun. Pada saat itu di belakang Kongzi, ada orang mengejeknya sebagai orang yang kuper dan tidak pernah bergaul. Tidak mengerti tata cara upacara kerajaan sedikit pun, semua hal ditanyakan. Mendengar komentar ini, Kongzi berkata kepada muridnya, “Sesuatu yang kita tidak mengerti, didalam situasi apapun, harus kita tanyakan sampai jelas. Ini sikap yang selalu saya pegang. Kalian juga harus mengikutinya.” Di negeri Wei, ada seorang Tabib bernama Kongyu, dia gemar sekali belajar, rendah hati dan jujur. Dalam situasi masyarakat pada saat itu, apabila seseorang yang berkuasa atau mempunyai kedudukan meninggal, selalu diberi gelar penghargaan. Pada saat Kongyu meninggal, raja Wei memberikan gelar Wen Gong kepada Kongyu, agar generasi muda dapat mencontoh semangat belajar dan bertanya Kongyu. Di kemudian hari, orang-orang menyebutnya Kong Wen Zhi. Murid Kongzi yang berasal dari negara Wei, bernama Zhi Kong, tidak bisa menerima pemberian gelar yang begitu agung itu. Lalu dia bertanya kepada Kongzi, ”Guru pantaskah gelar itu diberikan kepada Kongyu? Padahal masih banyak yang lebih pintar dari Kongyu.” Kongzi menjawab, ”Orang yang gemar belajar, tidak malu bertanya, baik kepada orang yang memiliki jabatan dan pendidikan lebih rendah. Kongyu pintar, rajin belajar dan tak malu bertanya, tentu gelar penghargaan tersebut tidaklah berlebihan untuknya.” (Kumpulan Peribahasa/hln) Berbicara jaga mulut, tidak mempergunjingkan keburukan orang (Erabaru.or.id) - Pada dinasti Song terdapat seorang ibu bermarga Xie, beliau adalah ibu dari WuHuo, seorang cendikia yang terkenal, ibu Xie sangat ketat dalam mengajar anak.

Sewaktu WuHuo berbicara dengan tamu, ibu sering berada di belakang penyekat ruang, mendengarkan pembicaraan mereka apakah ada sesuatu yang merusak moral. Suatu hari, WuHuo secara tidak sengaja membicarakan kekurangan orang dengan tamunya. Ibu Xie sangat marah mendengarkan dari belakang. Setelah tamu pergi, ibu Xie memukul WuHuo dengan tongkat seratus kali. Ada famili menasehati:”membicarakan kekurangan dan kelebihan orang, ini adalah hal yang lazim di antara para pelajar, apakah terhitung kesalahan besar? Kamu malah memukuli dia sampai begini.” Ibu Xie berkeluh: “Saya dengar bahwa orang yang sayang pada putrinya sendiri, pasti akan menikahkan putrinya dengan seorang cendikia yang hati-hati dalam berbicara. Saya sekarang cuma ada anak tunggal, saya mau dia mengerti moral dan aturan hidup. Dia sekarang bicara tidak hati-hati, ini pertanda sudah melupakan saya sebagai Ibu. Perilaku seperti ini apakah merupakan cara menjalani hidup dalam jangka panjang?” Ibu Xie menangis, dan menolak makan dan minum. Dalam kebudayaan warisan Dewa, menganjurkan orang berbicara harus hati-hati, di dalam komunitas Xiu lian (kultivasi bathin) mengutamakan “jaga kesucian mulut”, karena satu kalimat bisa melukai berat seseorang, bahkan lebih berat daripada luka yang diakibatkan pisau tajam, lagi pula setelah perkataan keluar dari mulut, sudah tidak bisa ditarik kembali, bisa mengakibatkan dendam dan menimbulkan dosa, mengundang musibah. Maka orang yang mementingkan moral, mereka bisa mengutamakan “jaga kesucian mulut”, juga tidak akan membicarakan kekurangan orang dibelakang atau mengamati kesalahan orang lain, mereka akan secara terbuka memberikan perbaikan serta menutupi kekurangan, dan merefleksi diri sendiri ada tidak kekurangan tersebut. Dengan ajaran ketat dari ibu Xie, WuHuo selalu mawas diri, dengan ketat mematut diri, mementingkan moral, akhirnya beliau berhasil menjadi orang ternama di masa itu. Kebajikan yang Luar Biasa (Erabaru.or.id) - Pada jaman dinasti Tang, Han Yuan menghabiskan sebagian waktunya untuk menjaga Xiangzhou. Sisa waktunya yang lain ia gunakan untuk bersembahyang di kuil Konghucu. Suatu malam, seorang pencuri menyelinap ke dalam kamar Han Yuan dengan membawa sebilah senjata tajam. Ia berkata kepada Han Yuan, ”Saya tidak mampu untuk mencukupi kehidupan saya sendiri, karena itu saya memohon Anda untuk memberikan sebagian harta Anda.” Han Yuan menjawab, “Barang yang ada di atas meja itu senilai 1000 Min, engkau dapat mengambil semuanya.” Pencuri itu menjawab,“Saya menginginkan kepala Anda dan saya akan menyerahkannya kepada suku-suku yang ada di daerah barat.” Mendengar hal ini,

Han Yuan kemudian menundukkan lehernya seakan membiarkan si pencuri untuk memotong kepalanya. Namun, si pencuri tidak melakukan tindakan apapun, melainkan menurunkan kepalanya dan berkata,” Saya dengar Anda adalah orang yang bijaksana dan saya datang kemari untuk menguji Anda. Saya akan pergi dengan membawa barang yang ada di atas meja tersebut, namun saya harap engkau tidak akan membocorkan kejadian malam ini kepada siapapun.” Han Yuan menjawab,”Saya berjanji padamu. Saya tidak akan bercerita kepada siapapun tentang hal ini.” Tak lama kemudian, si pencuri tertangkap karena tindak kejahatan lain yang telah banyak ia lakukan. Hal ini membuat ia mendapat hukuman mati. Sebelum dieksekusi, ia menceritakan peristiwa itu kepada orang lain. Ia berkata, “Saya pikir, melihat kepribadian Han Yuan, ia tidak akan membocorkan kisah itu kepada orang lain setelah saya meninggal, karena itu saya ingin bercerita kepada kalian semua tentang kebajikannya.” Kisah tentang Han Yuan ini mengingatkan saya dengan Uskup Myriel di Les Misarable (novel terkenal karya sastrawan Perancis abad ke 19, Victor Hugo), yang telah menyentuh hati Jean Valjean. Kesamaan dari dua karakter ini adalah keduanya mempunyai rasa belas kasih kepada umat manusia dan rela mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan hidup orang lain. Dengan rasa kemanusiaan yang amat tinggi ini, bagaimana mungkin jiwa seseorang tidak tersentuh? Oleh karena itu, kita dapat melihat kesamaannya dari pengakuan si pencuri sebelum ia meninggal dan kelahiran kembali dari Jean Valjean. (Xiao Hui/clearwisdom/YY) Hidup Adalah Sebuah Mimpi

(Erabaru.or.id) - Qian Yang, dari kota Wuxi, propinsi Jiangso, adalah seorang sarjana terkenal dari dinasti Qing. Berdasarkan tulisan dari batu prasasti kuno dan buku klasik, Qian Yang sangat berwawasan luas, serta mencurahkan seluruh hidupnya mengukir catatan dan tulisan. Suatu hari dia bermimpi. Di dalam mimpinya, dia berada di sebuah rumah mewah, pelayan laki-laki, istri, dan selirnya datang menyambut dia. Mereka berkata, “Dua putra kita sedang ujian di ibukota, dan kita baru saja mendapatkan tiga cucu lagi. Seluruh

keluarga kita sangat bahagia!” Dia memasuki satu ruangan dan melihat bongkahan emas yang bertumpuk-tumpuk seperti gunung. Kemudian seorang pelayan tua berlari masuk dan berkata, “Kedua putra anda telah lulus ujian.” Kemudian Qian Yang terbangun dari tidurnya, dan ia masih menikmati mimpinya. Beberapa hari kemudian, dia mendapatkan mimpi yang berbeda. Di dalam mimpinya, dia sedang bersama seorang bangsawan dan mengagumi harta benda, lukisan, dan buku. Ada sepasang giok itik jantan yang tak ternilai harganya disana, hingga dia tidak mampu melepas genggamannya untuk melihatnya lekat-lekat. Tiba-tiba si itik jatuh dan pecah menjadi beberapa keping. Sang pemilik marah. Qian berlutut di depannya dan memohon maaf. Dia berjanji untuk mengganti kerugian itu. Dia menjual semua miliknya, namun itu masih belum cukup. Ketika dia pergi ke teman-teman lamanya untuk meminjam uang, tak ada seorangpun yang mau meminjamkan uangnya. Qian jatuh miskin dan sengsara. Seluruh keluarganya kelaparan, dan isterinya nampak menyedihkan. Setelah terbangun, dia menyadari bahwa dia telah mendapatkan pengalaman menjadi orang kaya dan orang miskin, dia pernah mengalami kerugian dan keuntungan. Dia menulis sebuah puisi untuk menyatakan perasaannya, “Hidup hanya seperti mimpi hingga kematian datang sewaktu anda terjaga. Mengapa ragu dengan untung dan rugi? Anda akan menderita sampai anda tidak berbentuk.” Sebenarnya, dalam pandangan seorang kultivator, hidup adalah seperti sebuah mimpi. Hidup setelah kehidupan, hanyalah kesadaran yang utama untuk melanjutkan hidup. Seberapapun ketenaran dan kekayaan yang anda miliki sepanjang hidup ini, mereka akan lenyap seperti tiupan asap. Anda hanya akan melukai diri secara fisik dan emosional oleh perjuangan, keterikatan, dan penderitaan yang tiada akhir; anda tidak dapat mengubah nasib anda. Satu-satunya hal yang selalu mengikuti anda dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain adalah karma dan pahala anda. Itulah mengapa budaya tradisional Tionghoa menekankan “mengikuti jalan alami” dan “memuja dewa dan mengetahui nasib seseorang”. Apakah tujuan menjadi manusia? Apakah arti hidup? Barangkali salah satu petikan dari buku Zhuan Falun (karya Master Li Hongzhi) dapat menjelaskannya : “Seorang manusia harus balik ke asal, kembali ke jati diri yang asli, inilah tujuan sebenarnya dari menjadi seorang manusia. (Zhuan Falun).” (Qing Yan/clearwisdom/feb) Reinkarnasi dan Kehidupan

(Erabaru.or.id) – Ada sebagian orang yang dapat mengetahui sedikit banyak hal tentang kehidupan terdahulunya. Peristiwa ini sangat umum terjadi pada jaman dahulu kala, ketika kebudayaan kultivasi masih lazim terjadi dalam masyarakatnya. Su Shi adalah contohnya. Su Shi atau lebih dikenal juga sebagai Su Dongpo (1037-1101) adalah seorang yang memiliki keahlian di banyak bidang. Orang Tiongkok jaman sekarang mengenal Su Dongpo sebagai seorang sastrawan yang terkenal, juga pelukis dan kaligrafi pada masa Dinasti Song Utara, serta pernah menjabat sebagai Sekretaris Kementrian Tata Cara. Namun demikian, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa kehidupan masa lalunya adalah seorang biksu. Sebenarnya, didalam karya puisi dan tulisannya, Su Dongpo telah mengungkapkan beberapa kali kisah kehidupan masa lalunya. Dia menulis,”Pada mulanya saya adalah seorang kultivator, dan telah berkultivasi dengan tekun selama tiga kali masa kehidupan. Suatu ketika pikiran-pikiran saya telah menyimpang/tersesat, dan oleh karenanya, saya akan menerima hukuman selama seratus tahun.” (Kuil Nanhua) “Saya mengunjungi Huangzhou dalam kehidupan masa lalu. Di manapun saya pergi, semuanya tak terlihat asing.” (Puisi:Kunjungan Silam) Pada bulan April dari Tahun Ketujuh Yuanfeng (1084 SM) sebelum Su Dongpo tiba di Yunzhou, Biksu Yun’an bermimpi bahwa dia telah bepergian dengan Shu Zhe (saudara laki-laki Su Dongpo) dan Biksu Cong dari Kuil Shengshou ke sebuah tempat di luar kota, untuk menyambut Biksu Wujie. Ketika dia terbangun, Biksu Yun’an sangat terkejut. Dia menceritakan mimpinya kepada Su Zhe. Sebelum Su Zhe mengatakan sesuatu, Biksu Cong tiba. Su Zhe berkata,”Barusan, Yun’an menceritakan mimpinya kepadaku. Apakah anda datang kesini akan mengatakan tentang mimpi juga?” Biksu Cong berkata,”Saya telah bermimpi tadi malam bahwa kita bertiga akan kedatangan Biksu Wujie.” Su Zhe bertepuk tangan seraya tertawa,” Bagaimana bisa tiga orang memiliki mimpi yang serupa? Ini sungguh aneh!” Tak berapa lama kemudian, utusan pesan Su Dongpo tiba. Dia mengatakan barusan tiba di Fengxin, dan ingin bertemu segera. Su Zhe, Biksu Cong dan Biksu Yun’an merasa gembira. Mereka berlari menuju kuil Jianshan, yang berada sekitar 6 mil dari kota, untuk

menanti kedatangan Su Dongpo. Ketika Su Dongpo tiba, mereka langsung menceritakan mimpi mereka. Su Dongpo termenung memikirkannya, kemudian berkata,”Ketika saya berusia 8 atau sembilan tahun, saya bermimpi saya adalah seorang biksu pada kehidupan lalu. Saya tinggal dibagian timur Shaanxi. Ketika ibu mengandung, beliau bermimpi bertemu seorang biksu yang ingin bermalam di rumah kami. Biksu ini berwajah tampan, namun satu matanya telah buta.” Yun’an berteriak,”Biksu Wujie berasal dari bagian timur Shaanxi dan satu matanya buta. Pada tahun-tahun terakhir, beliau bepergian ke Gao’an dan meninggal di Dayu.” Mereka memperkirakan biksu tersebut telah meninggal 50 tahun yang lalu, sedangkan Su Dongpo saat ini telah berusia 49 tahun. Berdasarkan waktu, lokasi dan mimpi-mimpi mereka, terbukti bahwa Su Dongpo adalah Biksu Wujie dalam kehidupan masa lalunya. Su Dongpo kemudian menulis karya Yun’an. “Biksu Wujie tak takut menjadi bahan tertawaan. Dia datang kembali ke dunia manusia. Ini cukup menggelikan! Namun bagaimanapun juga, jika benar-benar ada takdir pertemuan dengan Buddha (Sang Sadar), saya harus tekun. Saya jadi benar-benar beruntung jika saya kembali ke tempat di mana saya berada.” Su Dongpo sangat suka memakai pakaian biksu, mungkin hal ini dikarenakan takdir pertemuannya dari kehidupan masa lalu. Kaisar Zhe dari dinasti Song pernah bertanya kepada pengawalnya bernama Chen Yan,”Apa yang dikenakan Su Dongpo di balik baju seragamnya?” Chen mengatakan,“Pakaian biksu.” Kaisar pun tertawa. Ketika Su Dongpo berada di Hangzhou, dia mengunjungi Kuil Dewa Panjang Umur ditepi Danau Barat bersama seorang teman, Can Liao. Setelah Su Dongpo melihat sekitarnya, dia berkata kepada Can, ”Saya pernah di sini sebelum kehidupan sekarang, semuanya terlihat begitu familiar. Mulai dari sini hingga ke Ruang Penyesalan, terdapat 92 anak tangga.” Kemudian seseorang menghitungnya dan sungguh tepat sesuai dengan perkataannya. Su Dongpo juga mengatakan kepada Can,”Kehidupan masa lalu saya dahulu adalah seorang biksu yang tinggal di pegunungan. Saya pernah tinggal di kuil ini.” Sejak saat itu, dia sering mengunjungi dan beristirahat di kuil tersebut. Lalu siapakah Biksu Wujie itu? Dikatakan bahwa satu matanya buta. Biksu Mingwu adalah teman seperguruan dengan Wujie. Dikarenakan sekilas pikiran sesat, Wujie memiliki hubungan asmara dengan seorang gadis bernama Honglian. Wujie telah melanggar peraturan biara. Teman biksunya bernama Mingwu telah memperoleh kemampuan supernormal dan mengetahui hubungan tersebut. Wujie merasa sangat malu dan memutuskan untuk meninggal dalam meditasinya agar dapat bereinkarnasi. Mingwu menggunakan kemampuan supernormalnya melihat kehidupan masa depan Wujie. Mingwu melihat, kehidupan mendatang Wujie bakal mengatakan hal-hal yang buruk tentang Buddha (Sang Sadar), sehingga akan tertimpa nasib yang mengerikan. Untuk menolong Wujie, Mingwu juga meninggal dalam meditasinya dan bereinkarnasi mengikuti Wujie. Didalam kehidupan ini Wujie menjadi Su Dongpo, dan Mingwu menjadi teman baiknya, bernama Biksu Foyin. Pada awalnya Su Dongpo tidak mempercayai Buddhisme dan hanya menginginkan ketenaran dan kekayaan dalam hidupnya. Namun bagaimanapun juga, Foyin selalu mengikuti Su Dongpo kemana pun

dan terus menerus mengajaknya melakukan perbuatan baik dan mendapat pencerahan. Seiring waktu berlalu, Su Dongpo memperoleh pandangan kehidupan yang lebih mendalam, dan atas dorongan Foyin, Su Dongpo menjadi tersadarkan. Pada akhirnya, dia tidak hanya sangat mempercayai reinkarnasi secara mendalam, namun juga mengikuti Buddhisme dan sangat tekun dalam kultivasinya. Pada tanggal 28 Juli Tahun Pertama Jingguo, pada masa pemerintahan Kaisar Hui dari dinasti Song, Su Dongpo meninggal dunia. Sebelum dia meninggal, dia berpesan kepada ketiga putranya yang berada di samping tempat tidurnya,”Saya tidak melakukan banyak hal buruk dalam kehidupan ini, jadi saya pikir saya tidak akan jatuh ke neraka. Harap kalian jangan terlalu sedih.” Su Dongpo juga memperingatkan orang-orang bahwa alam surga dewata benar-benar eksis, namun sangat disayangkan sudah terlambat baginya untuk mencapai alam tersebut. Dia berkata,” Terlihat disana benar-benar ada Surga Barat Ultimate Bliss, akan tetapi saya tidak dapat berbuat apa-apa saat ini.” (clearwisdom/nol) Pilihan (Erabaru.or.id) - Ada sebuah kisah yang telah diceritakan semasa Dinasti Ming. Kisahnya seperti berikut. Walaupun dua orang bersaudara tumbuh dewasa bersama, namun mereka mempunyai kepribadian yang sangat berbeda. Sang kakak sangat rakus dan malas, dan bahkan ia memperebutkan sesuatu yang kecil dan tidak berharga. Sang adik sangat rajin serta patuh, dan ia menghargai pentingnya hubungan baik dengan orang lain. Pada suatu kesempatan, dua bersaudara ini naik kereta kuda. Sungguh tidak beruntung, hujan pun turun dan jalanan menjadi licin. Sang kakak tidak mampu untuk mengendalikan kemudi, sehingga kedua bersaudara itu jatuh ke jurang lalu meninggal. Roh dua bersaudara itu pergi ke pintu alam baka. Mahluk yang ada di sana telah menunggu mereka di gerbang alam baka dan membawa mereka menghadap Dewa Kematian, Yama. Yama berkata, "Ketika kalian reinkarnasi sebagai manusia di masa kehidupan kalian yang terakhir, perbuatan kalian tidak begitu buruk atau juga tidak terlalu baik. Maka kalian dapat terus mempertahankan tubuh manusia pada masa kehidupan berikutnya. Hakim, coba anda lihat keluarga mana yang membutuhkan seorang anak untuk reinkarnasi?" "Yama, ada dua keluarga yang mempunyai karma untuk mendapatkan putra, dan nama marga mereka adalah Zhao dan Xie. Orang yang akan dilahirkan di dalam keluarga Zhao akan secara terus menerus memberikan bantuan dan memberikan barang-barang miliknya kepada orang lain. Tetapi, orang yang akan dilahirkan di dalam keluarga Xie akan selalu menerima pemberian dari orang lain selama hidupnya." Hakim menyerahkan daftar nama hidup dan mati secara hati-hati. Pada daftar tersebut ada catatan yang diberi tanda titik tebal mengenai karma setiap orang dan reinkarnasi mereka di dalam tiga kali kehidupan. Yama berkata, "Sesuai dengan keadaan sekarang, kalian akan reinkarnasi ke dalam

keluarga Zhao dan keluarga Xie!" Mendengar keputusan Yama, sang kakak berpikir, "Jika aku reinkarnasi ke keluarga Zhao, aku harus bekerja keras untuk mendapatkan uang untuk diberikan kepada orang lain. Itu sangat menyusahkan. Akan lebih baik dan lebih mudah kalau hanya menerima pemberian dari orang lain." Setelah memutuskannya, dengan cepat ia berlutut dan bersujud sambil berkata, "Yama! Akan menjadi sangat menyusahkan untuk memberi kepada orang lain dalam seluruh kehidupan saya. Saya memohon kepadamu untuk menunjukkan kemurahan hatimu dan memberi saya kesempatan reinkarnasi ke keluarga Xie dan menerima pemberian dari orang lain." Yama bertanya, "Siapa yang akan reinkarnasi ke keluarga Zhao dan menawarkan bantuan kepada orang lain?" Sang adik yang jujur dan tulus hati itu hingga sekarang tetap berdiam diri, tetapi setelah mendengar pertanyaan Yama, dengan hormat ia berkata, "Yama! biarlah kakak saya reinkarnasi ke keluarga Xie. Saya bermaksud reinkarnasi ke keluarga Zhao dan memberikan segala apa yang saya miliki seumur hidup saya untuk membantu orang lain dan membangun hubungan karma baik dengan orang lain." Yama mengurungkan keragu-raguannya dan membiarkan mereka reinkarnasi ke keluarga Zhao dan keluarga Xie menurut karma mereka. Sang adik bersumpah untuk membantu mereka yang berada dalam bahaya dan meringankan mereka yang ada dalam kesusahan, maka ia reinkarnasi ke keluarga Zhao -- sebuah keluarga yang berbudi dan sangat kaya. Ia menjadi anak mereka satu-satunya dan ia sangat cerdas. Terlebih lagi, ia memiliki hati yang baik dan dengan sabar membantu orang lain. Siapa pun yang memerlukan bantuannya; ia pasti akan sedapat mungkin membantu mereka. Orang tuanya melihat bahwa putra mereka sangat baik hati, sehingga mereka memutuskan untuk turut membantu orang lain dengan kekayaan mereka. Nama baik karena kebajikannya telah tersebar secara luas. Sementara sang kakak yang berharap menerima derma dari orang lain, telah reinkarnasi ke keluarga Xie. Keluarga Xie sangat miskin dan hidup dengan meminta-minta. Ia mengemis sisa makanan sepanjang hidupnya, serta senantiasa hanya menerima pemberian dan rasa kasihan orang lain. Ada pepatah tua mengatakan: "Adalah lebih diberkahi untuk memberi." Kebaikan hati adalah sikap yang patut dihargai. Langit akan memberikan berkah kepada orang yang berhati baik dan menghukum kejahatan. Adalah mutlak bahwa seseorang akan menerima balasan baik atas kemurahan hatinya. Bukan hanya baik hati, tetapi juga bijaksana untuk memperhatikan penderitaan orang lain dan memperlakukan orang lain dengan belas kasih. Pada setiap waktu dan di dalam situasi apa pun, merupakan pilihan yang paling bijaksana untuk memperlakukan orang lain dengan baik karena "Jika orang-orang bertekad untuk selalu berbuat baik, langit pasti akan memberikan berkah kepada mereka" Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2008/4/20/176796.html Memikirkan Orang Lain Sebelum Berbuat

(Erabaru.or.id) – Di Tiongkok kuno masa Dinasti Song Utara (960-1127 M), hidup seorang pemuda bernama Zhang Zhichang. Zhang memiliki hati yang baik, pemaaf dan murah hati. Segala sesuatu yang akan dikerjakannya selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Zhang Zhichang menimba ilmu di Universitas Kekaisaran. Pada jaman kerajaan Tiongkok, sekolah ini diperuntukkan bagi pemerintahan pusat, dan merupakan institusi yang paling bergengsi dan memiliki reputasi tinggi dalam sistem pendidikan Tiongkok kuno. Ketika Zhang menimba ilmu disana, keluarganya mengirim seseorang untuk memberikan 10 liang (sekitar 17.6 ons) emas kepadanya. Namun ketika teman sekamar Zhang mengetahuinya, dia mencuri emas tersebut disaat Zhang tidak berada dalam kamarnya. Pada suatu ketika diadakan penggeledahan asrama oleh petugas sekolah, dan menemukan emas yang dicuri teman sekamarnya. Ketika itu Zhang menyadari apabila dia mengatakan bahwa emas itu adalah miliknya, maka teman sekamarnya akan dihukum, lagi pula seluruh mata akan memandang hina dan akan membuat temannya menjadi sangat malu. Oleh karena itu dia segera berkata,”Itu bukan emas saya.” Teman sekamarnya sangat terharu akan kebaikan hati Zhang Zhichang. Saat malam tiba, teman sekamar Zhang diam-diam mengembalikan emas itu dan menyelipkannya diantara pakaian Zhang. Ketika Zhang mengetahui hidup temannya berasal dari keluarga yang sangat miskin, Zhang lantas memberikan separuh emas miliknya kepada temannya itu. Perbuatan Zhang dengan memberikan separuh emasnya, bisa jadi adalah perbuatan yang orang lain mudah lakukan, namun keputusan Zhang untuk tidak mengklaim emas yang dicuri tersebut, adalah hal yang tidak semua orang dapat lakukan. Hal ini menunjukkan Zhang selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu sebelum bertindak. Sesuatu yang banyak orang gagal lakukan. (Qing Yan/clearwisdom/nul) Mundur Untuk Melangkah Maju

(Erabaru.or.id) – Jaman dahulu di Tiongkok kuno ada sebuah cerita mengenai Mendapatkan dan Memberikan yang patut dijadikan renungan. Konon ada dua orang, sebut saja si A dan si B, yang usianya di dunia fana telah berakhir, lalu kedua orang ini datang menghadap kepada Raja Neraka. Raja Neraka setelah membaca catatan mereka di Buku Neraka, memutuskan untuk membiarkan kedua orang ini untuk kembali reinkarnasi ke dunia fana menjadi manusia, dan memberi mereka dua pilihan: pilihan pertama adalah terlahir kembali di suatu kehidupan yang memberikan, sedangkan pilihan kedua adalah terlahir kembali di suatu kehidupan yang mendapatkan. Timbullah sifat serakah dalam diri si A, dalam hati ia berpikir bahwa dalam suatu kehidupan yang mendapatkan tidak akan mungkin ada penderitaan, tinggal duduk santai saja menikmati segala sesuatu yang telah tersedia, jadi de-ngan cepat si A segera merebut kesempatan untuk memilih pilihan pertama. Sedangkan si B bukan saja tidak mengumpat karena si A sudah berhasil terlebih dahulu merebut pilihan pertama, justru sebaliknya ia berpikir, bahwa kehidupan yang memberikan harus senantiasa membantu orang lain, sungguh suatu kehidupan yang sangat bermakna! Raja Neraka setelah mende-ngar pilihan kedua orang tersebut lalu menetapkan jalan hidup dan masa depan bagi kedua orang ini dengan Pena Nasibnya, dan berkata kepada si B, “Karena engkau memilih kehidupan yang memberikan, maka dalam kehidupan tersebut engkau akan menjadi seorang hartawan, yang akan engkau abdikan untuk menderma dan membantu kaum fakir miskin, sedekah-kanlah seluruh hartamu bagi orang – orang miskin.” Bagaimana dengan si A? Karena ia memilih kehidupan yang mendapatkan, maka jalan hidupnya telah digariskan untuk seumur hidupnya menjadi pengemis, yang akan selalu menerima pemberian bantuan dan pemberian dari orang lain selamanya. Cerita ini mengingatkan kita bahwa mendapatkan atau memberikan dalam kehidupan seseorang tidak dapat diputuskan hanya dari sisi permukaannya saja. Ada kalanya kita sepertinya adalah pihak yang mendapatkan sesuatu, namun di lain pihak, di suatu dimensi yang tak terlihat, kita justru telah kehilangan sesuatu yang amat berharga hanya karena berusaha memperoleh sesuatu yang amat sepele dan tidak berarti. Zheng Ban Qiao (baca : cheng pan jiao) pada saat menjadi pejabat, adik-nya terlibat perselisihan dengan tetangga ketika sang adik membangun rumah, kedua belah pihak sama sekali tidak mau mengalah, sampai akhirnya keduanya masing – masing membangun tembok pembatas di bagian depan rumah mereka sehingga membuat jalan di depan rumah mereka tersebut buntu, tidak dapat dilalui lagi. Sang adik mengirim sepucuk surat kepada Zheng Ban Qiao, berharap agar sang kakak dapat membantunya untuk memenangkan persidangan kasus perselisihan ini. Namun Zheng Ban Qiao membalas surat tersebut dengan sebait puisi, yang berbunyi demikian : Mengirim surat dari ribuan kilometer hanya demi sebidang tembok rumah, Apa sulitnya mengalah 3 kaki bagi tetangga itu, Tembok raksasa China yang hingga kini masih berdiri kokoh, Tetap tidak mampu membuat Raja Qin yang mendirikannya hidup abadi.

Para tetangga yang mengetahui hal itu sangat terharu, kedua belah pihak akhirnya saling mengalah selebar 3 kaki, yang kemudian justru menciptakan suatu kebaikan yang lebih agung bagi masyarakat sekitar, yakni di wilayah itu telah bertambah lagi satu jalan kecil/gang yang baru selebar 6 kaki. Yang patut untuk dibahas adalah sikap Zheng Ban Qiao dalam menyelesaikan masalah ini, yang mengingatkan kita untuk : Mengalah selangkah de-ngan didasari kesabaran dan kebesaran hati, sekaligus juga tetap menjaga ketenangan dan ketentraman hati, niscaya pikiran kita akan menjadi jernih dan kebijakan tidak akan pernah luntur dari diri kita, perselisihan dan pertentangan baru dapat diselesaikan dengan baik, yang selanjutnya dapat memutar balikkan bahaya menjadi kedamaian. Petani yang melangkah mundur dengan tubuh membungkuk sembari menancapkan bibit padi di petak sawah memberikan kita suatu pencerahan, suatu kesuksesan baru dapat diraih dengan menunduk dan melangkah mundur (menancapkan bibit padi dapat segera diselesaikan jika dilakukan de-ngan cara membungkuk sambil kita melangkah mundur). Selain itu, kiasan ini juga mengingatkan kita akan filosofi tingkat tinggi, bahwa mundur sesungguhnya adalah untuk maju. Di dalam kehidupan manusia ada banyak kejadian yang kita alami yang sepertinya kita telah mengalah, sebenarnya kita justru telah melangkah maju. Kejadian Zheng Ban Qiao di atas merupakan suatu contoh yang terbaik untuk mengilustrasikan pernyataan ini. (Tang Yi Xuan/The Epoch Times/lin)

Memikirkan Orang Lain Sebelum Diri Sendiri (Erabaru.or.id) – Cerita ini terjadi di masa Dinasti Qing pada 2500 tahun yang lalu, saat musim salju di negri Tiongkok. Salju terus turun selama tiga hari tiga malam tanpa henti. Adipati Jing, menikmati pemandangan salju yang turun dan terhampar di rumahnya yang nyaman, menyelimuti diri dalam mantel bulu rubah yang hangat dan tebal. Terpesona oleh pemandangan yang indah diluar jendela, ia berharap salju akan terus turun beberapa hari kedepan. Yan Ying, penasihatnya, masuk ke dalam ruangan. Dia memperhatikan Adipati Jing, dan kemudian matanya mengarah keluar jendela. Adipati Jing berkata dengan kagum, “Sudah turun salju tiga hari tiga malam, namun tidak terasa dingin sama sekali, malahan terasa indah seperti musim semi!” Melihat Adipati Jing terbungkus mantel bulu tebal dengan nyamannya, Yan Ying bertanya padanya, “Apakah Anda yakin, saat ini tidak dingin?” Adipati Jing menganggukan kepalanya.

Yan Ying melihat Adipati Jing tidak faham akan pertanyaan yang diajukan dirinya. Lalu Yan Ying berkata, “Inilah yang saya dengar tentang raja-raja bijaksana di masa lampau, saat mereka makan, mereka memikirkan mereka yang kelaparan, saat berpakaina hangat, mereka akan ingat pada yang kedinginan, saat mereka merasa nyaman, mereka teringat pada mereka yang menderita. Bagaimana Anda bisa untuk tidak memikirkan orang lain? Adipati Jing tertunduk malu, menyadari kesalahannya. Berbelas kasih pada orang lain, dan memikirkan orang lain sebelum diri sendiri, adalah sebuah kebajikan yang diajarkan dalam budaya Tionghoa luhur. Orang Lurus Tidak Mencari Penghargaan

Mo Zi (Erabaru.or.id) – Mo Zi, juga bernama Ju, adalah penggagas falsafah pada musim semi dan gugur serta masa-masa peperangan antar negeri di China. Ia menganjurkan keharmonisan dan persamaan antar rakyat serta menentang invasi dan peperangan. Mo Zi ingin menyelamatkan dunia dari bahaya dan menegakkan kelurusan (kebenaran). Ia percaya bahwa hanya kelurusan yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara. Oleh karena itu, ia menempuh perjalanan keliling negeri sebagai seorang biksu pertapa. Dengan upaya keras ia tidak hanya mencoba menganjurkan doktrin dan pemikiranpemikirannya, namun juga menghentikan terjadinya hal-hal yang tidak lurus. Seorang tukang kayu terkenal bernama Gong Shuban telah membuat sebuah tangga untuk memanjat tembok kota bagi tentara Chu. Raja Chu berencana menggunakan senjata untuk menyerang negeri Song. Pada saat itu, Mo Zi tinggal di negeri Lu. Ketika mendengar kabar tersebut, ia segera menetapkan perjalanan ke ibukota negeri Chu. Ia berjalan sepuluh hari sepuluh malam untuk mencapainya. Ia kemudian mendatangi rekan Raja Chu yaitu Gong Shuban. Mo Zi berkata kepada Gong Shuban, “Seseorang dari Utara telah menghina saya. Saya ingin anda membunuhnya untuk saya. Perkenankan saya membayar anda 10 gram emas sebagai penghargaan.” Gong Shuban tidak senang dan berkata, “Saya berbuat dengan lurus dan tidak pernah membunuh orang sesuka hati.”

Mo Zi berdiri, menunduk padanya, dan berkata, “Saya dengar, anda telah membuat sebuah tangga pendakian untuk menyerang negeri Song. Kesalahan apa yang telah dilakukan oleh negeri Song? Negeri Chu telah memiliki wilayah yang luas tetapi populasinya sedikit. Anda akan mengorbankan populasi yang sedikit itu demi memperoleh perluasan wilayah, yang kemungkinan tidak dapat anda manfaatkan. Menurut saya hal tersebut tidaklah bijaksana. Negeri Song tidak pernah melakukan kesalahan apa pun sehingga pantas diserang. Menyerbu negeri Song tidaklah berbelas kasih. Anda mengerti prinsip ini, tetapi anda tidak mencoba menghentikan hal yang tidak lurus. Ini bukan sikap seorang patriot. Anda berkata, bahwa anda tidak pernah membunuh orang sesuka hati, tetapi anda akan membunuh setiap orang di negeri Song. Anda benarbenar orang yang tidak bijaksana” Gong Shuban dapat menerima apa yang dikatakan Mo Zi. Tetapi ia telah berjanji untuk membantu raja Chu menyerang negeri Song. Atas permintaan Mo Zi, ia setuju untuk memperkenalkan Mo Zi kepada raja Chu. Ketika ia bertemu dengan Raja Chu, Mo Zi berbicara tentang prinsip-prinsip kelurusan (kebajikan) utama. Sang raja setuju dengan prinsip-prinsip tersebut. Tetapi ia masih berkata, “Karena Gong Shuban telah membuat tangga pendakian itu untuk saya, saya harus menyerang negeri Song.” Mo Zi menanggalkan ikat pinggangnya dan menaruhnya dalam bentuk lingkaran seperti tembok kota. Ia menggunakan beberapa potongan balok kayu kecil, memperagakan peralatan untuk melindungi kota itu. Ia meminta Gong Shuban untuk melakukan permainan perang-perangan dengannya. Gong Shuban mencoba beberapa strategi dan taktik untuk menyusun berbagai serangan. Tetapi Mo Zi dapat memukul mundur setiap serangan. Gong Shuban pada akhirnya harus mengaku kalah. Tetapi Gong lalu berkata, “Saya punya taktik baru untuk mengalahkan anda, tetapi saya tidak akan memberitahu anda.” Mo Zi berkata, “Saya sudah mengetahui taktik baru anda, tetapi saya juga tidak ingin memberitahu anda.” Raja bertanya kepada mereka tentang apa yang sedang mereka bicarakan. Mo Zi berkata, “Gong Shuban ingin membunuh saya. Jika saya mati, dia berpikir tidak ada orang yang dapat membantu negeri Song mempertahankan negeri. Akan tetapi, saya telah mengirim tiga ratus murid saya ke negeri Song. Mereka telah dipersenjatai untuk mempertahankan kota itu. Mereka telah benar-benar siap menghadapi serangan anda. Maka sekalipun anda membunuh saya, anda tidak akan dapat membunuh semua yang telah mengetahui taktik pertahanan saya. Sehingga negeri Chu tetap tidak akan dapat mengalahkan negeri Song. Mo Zi akhirnya berhasil mencegah Raja Chu untuk menyerang negeri Song. Ia kemudian mempersiapkan perjalanan kembali ke negeri Lu. Dalam perjalanan pulang, ketika ia melewati negeri Song terjadi hujan lebat. Ia hendak mencari tempat berlindung dari hujan di kota itu. Tetapi para penjaga bahkan tidak membiarkannya masuk. Tidak seorang pun

tahu bahwa ia baru saja menyelamatkan negeri Song dari bencana besar. Rakyat negeri Song telah berhutang sangat besar kepada Mo Zi, namun Mo Zi tidak pernah mengharapkan penghargaan apa pun dari negeri Song. (Sumber www.zhengjian.org)

Tiga tips belajar berdasarkan riset psikologis

(Erabaru.or.id) - Tuntutan masa kini mendorong kita untuk terus belajar, tidak peduli usia kita, jika kita ingin sukses. Belajar bukan lagi bagi mereka yang berumur 5 sampai 20 tahun, bukan juga selalu berada di dalam lembaga pendidikan dan kursus-kursus. Walau kita telah menghabiskan ribuan waktu belajar, kita hanya tahu sedikit tentang belajar efektif. Tidak ada jalan pintas untuk cepat mengerti namun partisipasi aktif dalam proses belajar mengajar dapat membuat belajar menjadi efektif. Memperhatikan pelajaran di kelas, membaca, berhenti menunda-nuda, belajar di tempat yang tenang, tidak bermain-main saat pelajaran, dan aktif bertanya adalah hal-hal yang biasanya kita yakin bisa memberikan hasil terbaik. Menurut Dr. Nate Kornell dari UCLA, ada tiga cara belajar paling efektif yang ditemukan dari riset psikologi: 1. Bagi-bagi subjek-subjekmu dan pelajari bergantian Walau mungkin awalnya terasa tidak efektif, membagi-bagi subjek yang ada dan mempelajari sebagian dari bagian yang berbeda telah terbukti mampu memberikan hasil efektif. Misalnya pada 15 menit pertama belajar pembukuan, lalu 15 menit berikutnya bisnis umum, setelah itu 15 menit untuk managerial. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www.pashler.com/Articles/RohrerPashler2007CDPS.pdf 2. Tes dirimu sendiri Coba tanyakan pada dirimu sendiri tentang materi-materi yang telah kamu pelajari.

Mengetes diri sendiri memiliki dua keuntungan. Pertama, karena prosesnya yang mengambil ingatan dari pikiran, hal ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kedua, mengetes diri sendiri dapat mengetes apakah cara belajar kamu sudah efektif atau tidak. Kamu dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kelemahan kamu sebelum terlambat. Tapi ada satu syarat: mengetes diri sendiri tidak akan berhasil kalau kamu lakukan ketika kamu baru saja selesai belajar. Ini tidak mengasah daya ingatmu melainkan membuatmu sombong. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara belajar ini bisa dibaca di: http://www2.psych.purdue.edu/~karpicke/index_files/Roediger_Karpicke_2006_Review. pdf 3. Ambil kesimpulan dan integrasikan Setelah keluar dari kelas atau membaca satu bab buku, ambil kesimpulan-kesimpulan penting, dan pikirkan bagaimana kesimpulan-kesimpulan tersebut berhubungan dengan keseluruhan topik dan pengalaman pribadi. Proses ini, dikenal sebagai integrasi pengetahuan, sangat bermanfaat untuk memperkuat daya ingat dan mengimplementasikan pengetahuan pada kejadian nyata. Untuk lebih mengefektifkan teknik ini, kamu bisa memberitahukan atau mengajarkan orang lain tentang apa yang telah kamu pelajari. Menerangkan kesimpulan-kesimpulanmu memerlukan integrasi dan kemampuan meringkas, dan ini adalah cara terbaik untuk mengecek kelemahankelemahan dalam pengetahuan yang kamu miliki. Tiga langkah diatas mungkin terasa berat pada awalnya, tapi memiliki keuntungan jangka panjang yang sangat panjang. Pada waktunya, otak yang dilatih dengan cara ini tidak memiliki kesulitan dalam mengingat dan mengimplementasikan. Disadur dari artikel oleh Dr. Nate Kornell, UCLA Tongkat Besi Diasah Menjadi Jarum

(Erabaru.or.id) Li Bai adalah seorang penyair tersohor dari dinasti Tang. Li Bai mendapat julukan sebagai “Dewa Penyair”. Akan tetapi sewaktu usia belia, dia adalah seorang anak yang nakal dan malas. Pelajaran sekolah pada masa itu kebanyakan mengenai sejarah dan keanekaragaman status sosial, yang cukup menyulitkan Li Bai. Maka Li Bai kecil yang tidak mau bersusah payah itu sering membolos pelajaran, asyik bermain diluar sekolah, Pada suatu hari Li Bai kecil dibuat pusing dengan pelajaran yang tidak dia sukai. Dia lalu memutuskan melarikan diri dari kelasnya dan pergi ke tepi sungai yang ada di pinggiran kota. Tempat itu sangat menyenangkan bagi Li Bai kecil. Di sana terdapat bunga yang indah, matahari yang cerah, bunyi air mengalir dan kesemuanya ini terasa lebih menggairahkan daripada raut wajah Gurunya yang penuhi dengan jenggot putih. Li Bai kecil berlari-lari bagaikan seekor burung kecil yang terbang ke langit biru. Pada saat itu, dia tiba-tiba melihat seorang nenek tua. Seluruh rambutnya putih, sedang asyik berjongkok di seberang sungai. Tangannya memegang sebatang besi yang panjang dan tebal. Si nenek sedang asyik mengasah batangan besi itu di atas batu yang kilap dan halus. Li Bai kecil sangat keheranan melihatnya dan bertanya, “Nenek sedang apa?” “Oh, nenek sedang mengasah jarum,” jawab nenek itu. “Mengasah jarum?!” kata Li Bai kecil dengan terkejut. “Nenek mau mengasah tongkat besi sebesar ini menjadi sebuah jarum sulam? Sampai kapan jadinya?” Nenek tua itu berkata pada Li Bai kecil, “Meskipun besi ini besar, tetapi dia tak akan bisa bertahan bila nenek tiap hari mengasahnya. Tiap hari akan mengecil sedikit, lama kelamaan pasti bisa menjadi sebesar jarum.” Mendengar perkataan nenek tua itu, Li Bai kecil tiba-tiba mengerti sesuatu, dia berpikir, “Oh iya, bila mengerjakan sesuatu dapat tekun seperti nenek tua ini, tidak takut susah, dengan sabar tiap hari me-ngerjakannya, maka sesulit apapun pasti bisa kita kerjakan. Belajar juga harus demikian.” Li Bai kecil akhirnya memberi hormat kepada nenek tua itu. Lalu dia berlari kembali ke kelasnya. Sejak itu Li Bai belajar dengan sungguh-sungguh, akhirnya menjadi seorang penyair yang hebat dan termashyur. (Kumpulan Peribahasa/hln) Bantal Labu (Erabaru.or.id) Di sebuah pinggir jalan raya, tampak dua pengemis cilik sedang meminta sedekah, “Paman dan bibi yang baik hati, kasihanilah kami.” Pengemis yang lebih tua berkata kepada adiknya, “Adik, apakah kita seumur hidup akan menjadi pengemis seperti ini?” “Kak, jangan berkata begitu, asalkan kita rajin, tentu akan menemukan kebahagiaan”, jawab sang adik. Mereka berjalan terus hingga bertemu dengan seorang petani yang sedang mengerjakan sawahnya, sang kakak bertanya pada petani tersebut, ”Paman, tahukah anda dimanakah letak kebahagiaan?”

Sang petani menjawab, ”Mulai dari sini teruslah berjalan ke depan, kalian akan melihat buah labu yang besar, asalkan kalian mengambilnya dan menggunakannya sebagai bantal maka kalian akan merasa bahagia.” Setelah mengucapkan terima kasih, mereka melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan sang kakak mengomel, “Aku tidak percaya pada omongan paman petani itu, mana ada urusan sesederhana itu.” “Kak, sekarang ini kita keliling ke segala penjuru tidak tahu arah mana yang dituju, tidak ada salahnya kita mencoba mengikuti petunjuk paman petani tadi”, adiknya pun terus menariknarik tangan si kakak. Si kakak masih mengeluh, “Aku sangatlah lapar, sudah tidak sanggup berjalan lagi.” Disaat mereka duduk dengan kelelahan dan kelaparan yang sangat, lewatlah seorang bibi yang memandang mereka dengan iba. Bibi itu berkata, “Kalian berasal dari mana?” Sang adik bertanya pada bibi tersebut, ”Bibi yang baik hati, tahukah anda di mana letak buah labu yang bisa membuat bahagia?” Sang kakak juga berkata, “Bibi, kami adalah dua anak yatim piatu yang sedang kelaparan, mohon Bibi sudi memberikan kami sedikit makanan.” Si bibi berkata, “Kalian seperti anakku yang telah meninggal, ikutlah aku pulang, aku akan memberi kebahagiaan pada kalian.” Mereka berdua tentu saja sangat gembira, langsung saja memanggil “Ibu” pada bibi tersebut. Sepuluh tahun kemudian, kedua pengemis itu telah tumbuh dewasa, tetapi karakter mereka berdua sangatlah berlawanan. Suatu hari saat makan, sang adik berkata pada kakaknya, ”Kak, kalau makan, janganlah boros.” Sang kakak menjawab dengan nada tidak senang, ”Kenapa kamu selalu mencampuri urusanku? Sekarang ibu sudah meninggal, saya mau melakukan apapun yang kusuka.” Sambil berkata demikian, dia membuang sepotong paha ayam ke lantai. Suatu senja, sang adik membaca buku, kemudian merenung sejenak, “Tinggal di sini memang sangat nyaman, makan tidur semua terjamin, tetapi aku tidak merasakan kebahagiaan.” Tiba-tiba dia teringat perkataan si petani itu, “Oh iya.., labu…saya akan menanam labu!” Segera si adik menanam bibit labu, ketika labu telah tumbuh besar, dia memotongnya dan menjadikan sebagai bantal tidur, berharap mendapat kebahagiaan. Tapi sang adik tidak bisa tidur nyenyak dengan bantal barunya, “Aduh, kepalaku tergelincir jatuh lagi, mengunakan labu sebagai bantal sungguh tidak dapat tidur nyenyak. Baiklah, karena sudah terlanjur bangun, saya akan mulai bekerja.” Karena tidak tahan dengan kelakuan sang kakak yang rakus dan malas, suatu malam si adik meninggalkan rumah.

Berkat kerajinan sang adik, dia tidak hanya mampu membeli tanah, namun juga telah mempersunting istri dan membeli rumah kecil. “Suamiku, bantalmu sungguh aneh”, kata si istri. Si suami menjawab, “Oh, ini bantal labu. Saya telah terbiasa mengunakannya untuk tidur. Yah..saya mengerti sekarang”. Si istri terkaget, “Apanya yang dimengerti?” Suami menjelaskan, “Sekarang saya mengerti, waktu kecil, saya pernah bertemu dengan seorang petani yang mengatakan tidur beralaskan labu akan mendatangkan kebahagiaan. Saya sekarang sangat bahagia, bukankah berkat tidur dengan bantal labu ini khan.” Si istri pun tersenyum, “Tidur dengan bantal labu, membuat orang tidak dapat tidur nyenyak sehingga lebih rajin bekerja. Kebahagiaan didapat berkat rajin bekerja.” Sepasang suami istri sepakat untuk berderma menolong fakir miskin agar dapat berbagi kebahagiaan yang didapat dari bantal labu pada mereka. Sedang sang kakak yang rakus namun malas bekerja, setelah menghabiskan semua harta yang ada menjadi orang yang tidak mempunyai apapun lagi. Adik-adik, apakah juga ingin mengunakan labu untuk tidur? Yang terpenting adalah rajinlah, ini akan menjadi modal adik-adik di kemudian hari. Selamat tidur! (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) Si Tetes Air Mencari Mama

(Erabaru.or.id) Suasana pagi cerah sekali, terdengar kicauan burung-burung dan cahaya matahari pagi yang indah, tampak si Tetes air sedang berseluncur mengikuti arus sungai sambil membawa sebungkus perbekalan. “Cihuiii..asyik, asyiknya!” teriak dia sambil terus berseluncur mengikuti arus sungai. Si Capung menyapanya, “Hai Tetes! kamu hendak kemana?” “Hui..hui…saya mau cari Mama…!” teriak si Tetes membalasnya sambil terus maju berseluncur. Di belokan sungai, Paman Pohon bertanya, “Hai Tetes, kamu hendak kemana?” “Saya ingin mencari Mama”, jawab si Tetes. Paman Pohon bertanya lagi, “Siapakah Mamamu?” “Samudera. Mamaku adalah samudera. Apakah Paman pernah mendengarnya?” Si tetes balas bertanya. Paman Pohon hanya mengelengkan kepala, “Paman tidak pernah melihat

samudera. Dari lahir, Paman sudah disini sampai sekarang.” “Baiklah Paman, selamat tinggal!” si Tetes melambaikan tangan melanjutkan perjalanannya. Tidak seberapa jauh, si Tetes hampir tergelincir jatuh karena ada air terjun, untung ada Paman Batu membantunya, “Hati-hatilah nak!”. Diperjalanan berikutnya, si Tetes disapa oleh Kakak Burung, “Hai Tetes, hendak kemana?” “Hai, saya mau mencari mama!” kata si Tetes. “Siapa mamamu?” tanya Kakak Burung lagi. “Samudera. Apakah Kakak Burung pernah bertemu samudera?” si Tetes penasaran. “Samudera? Oh..saya pernah bertemu samudera”, kata si burung. Tentu si Tetes sangat senang, dengan tergesa-gesa mendesak Kakak Burung, “Ayo, ayo ceritakan padaku, seperti apakah Mama Samudera itu?” Kakak Burung pun bercerita, “Tubuh samudera luuarrr biasa besarnya, di dalam perutnya terisi banyak sekali makhluk hidup. Samudera juga senantiasa melindungi makhluk hidup, dan lagi pada malam hari, Mama Samudera masih melantunkan alunan musik agar semua makhluk dapat tidur lelap.” Si Tetes pun senang, “Benarkah? Wuih hebatnya! Rasanya ingin cepat-cepat bertemu Mama Samudera!” “Semoga berhasil!”, kata Kakak Burung sambil terbang pergi. “Selamat tinggal!”, si Tetes Air kembali melanjutkan perja-lanannya. Setelah melewati berbagai desa, hutan dan kota, si Tetes terdampar disebuah tempat asing. Tetes Air mulai merasakan bahaya, “Tempat ini sungguh aneh, mengapa tidak ada bunga ataupun pohon? O.o…mengapa tubuhku makin lama makin menge-cil…aduh, bagaimana nih?” “Saya adalah gurun pasir”, tiba-tiba terdengar suara. Si tetes mulai panik, “Saya sudah hampir hilang tertelan gurun pasir, bagaimana ini Paman?” Paman Gurun berkata, “Jika si Angin dapat menerbangkan pasir, tentu juga dapat menerbangkanmu si Tetes Air.” “Tetapi Kakak Angin bisa menerbangkan pasir, sedangkan saya kan tidak bisa terbang”, kata si Tetes. Kakak Angin datang, “Tenang, dengarlah dulu. Pertama-tama kamu harus mengubah wujudmu. Biarkan kamu dijemur matahari hingga kering, setelah itu, kamu akan berubah menjadi molekul uap air yang tak terhitung banyaknya, barulah saya dapat meniupmu melewati gurun ini untuk bertemu dengan Mamamu.” “Apa?! Kalau tubuhku tercerai berai, tentu sangat sakit kan”, ratap si Tetes. Paman Gurun menghiburnya,” Tetes Air, kamu harus belajar tabah dan tegar barulah bisa bertemu dengan Mama yang kamu rindukan selama ini.” Si Tetes masih ragu, “Tapi ketika saya bertemu dengan Mama, apakah beliau akan mengenaliku?” Kakak Angin menjawabnya, “Anak bodoh, Mamamu pasti akan mengenalimu, karena bentukmu persis seperti dirinya. Kamu akan langsung turun ke dalam pelukannya, dan berbaur menjadi satu tubuh serta tak akan terpisahkan lagi. Si Tetes pun membiarkan dirinya di jemur kering oleh matahari menjadi ribuan molekul uap air, lalu dia duduk diatas kakak angin yang menerbangkannya melewati gurun pasir. Sang Mama Samudera membentangkan tangannya lebar-lebar menyambut, “Anakku, Mama telah lama menunggumu.” Si Tetes kecil turun berupa hujan jatuh ke pelukan sang Mama Samudera. Adik-adik, tahukah kalau di alam semesta yang luas ini, juga ada Mama Alam Semesta yang menunggu kita semua untuk kembali ke pelukannya. Oleh karenanya kita harus tabah merubah diri kita sebaik Mama Alam Semesta, sehingga bisa kembali pulang.

(disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing/ilustrasi: antony)

Si Malas (Erabaru.or.id) Di pinggiran sebuah kota, tampak sebuah gubuk kecil yang kotor. Disana hanya terdapat dua ruangan sempit. Tampak sang istri sedang menjahit di bawah tenda di depan rumah, sedangkan sang suami hanya duduk - duduk di atas tikar yang sobek. “Suamiku, pergilah mencari pekerjaan, di rumah sudah hampir tidak ada uang!” pinta sang istri. “Cari pekerjaan? Itu cara mencari uang yang sangat lama, saya sedang mencari jurus ampuh?” sahut sang suami. Sang istri kembali berkata, “Kerja seberapa ya dapat seberapa, mana ada jurus ampuh segala? kamu selalu saja membaca buku dari aliran sesat yang tidak karuan itu.” Tiba-tiba sang suami berteriak dengan gembira,”Eh . .lihat……lihat di buku ini menerangkan bahwa ada daun yang bisa membuat orang menghilang, aku segera pergi mencarinya.” Sesampainya di hutan dia mulai mencari, “Ini tidak mirip, yang ini juga tidak mirip, ah . .itu dia di atas pohon, ya …yang ini dia dengan gambar di buku sama persis”. Sang suami pun memanjat pohon tersebut, namun tiba-tiba ada angin kencang meniup daun yang ada di tangannya itu sehingga terbang. “Celaka, jangan lari, jangan lari”, si suami mencoba meraih daun tersebut, akhirnya daun itu terjatuh ke bawah tercampur dengan daun-daun yang lain, sehingga dia jadi bingung, “Wah bagaimana ini? Ah! lebih baik semua saya bawa pulang saja, nanti di rumah baru di cari satu persatu”. Maka dia pun membawa semua daun-daun tersebut hingga penuh satu keranjang. Sesampainya di rumah, dicobanya daun itu satu persatu ditempelkan di wajahnya sambil bertanya pada istrinya, ”Hei, istriku, apakah aku kelihatan ?” “Kelihatan”, jawab sang istri. “Sekarang apa masih kelihatan?” tanya si suami lagi. “Kelihatan”, jawab si istri lagi. “Kalau begini apa masih kelihatan?” sambil mengganti dengan daun yang lain. “Masih kelihatan”, sahut sang istri dengan sedikit jengkel. Sekali lagi sang suami mengganti daun dan ditaruh di wajahnya, sambil bertanya lagi, “Kalau begini apa terlihat?” Sang istri saking jengkelnya diberi pertanyaan yang sama berulangulang, maka menjawab seenaknya, ”Tidak kelihatan, tidak kelihatan.” Sang suami berteriak dengan gembiranya, “Ha..ha..sungguh bagus, dengan daun ini kita akan segera jadi kaya.” Maka pergilah sang suami ke pasar, sampai di depan penjual perhiasan, dia menaruh daun tersebut di depan mukanya dan berkata, ”Tidak terlihat, tidak terlihat”, sambil mengambil sebuah gelang emas. Namun alangkah kagetnya, ketika sang penjual perhiasan berteriak sambil menyeret tangannya, “Hei pencuri! apa yang kamu lakukan, ayo kita ke kantor polisi.” Massa pun

berusaha memukulnya, si suami yang malas itu dengan wajah babak belur berteriak dengan bingung, “Ke… kkenn . . kenapa bisa jadi begini?” Adik-adik, kemalasan dan kebodohan pada akhirnya akan mendatangkan penderitaan. (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing)

Hailibu, si Pemburu yang Baik Hati

(Erabaru.or.id) Ada sebuah kisah rakyat Mongolia yang menarik untuk kita simak… Pada jaman dahulu, di dataran padang rumput Mongolia, hiduplah seorang pemburu yang baik hati yang bernama Hailibu. Tiap selesai berburu, dia akan selalu membagikan daging-daging tersebut untuk penduduk desa yang lain dan dia hanya menyisakan sedikit bagian untuk dirinya sendiri. Perhatiannya un-tuk orang lain membuat dia begitu dihargai di desa itu. Suatu hari, saat sedang berburu di dalam hutan, Hailibu mendengar suara tangisan dari langit. Sambil menatap ke atas, dia melihat seekor makhluk kecil yang ditangkap oleh seekor burung Hering yang amat besar. Dengan cepat, dia mengarahkan busur panahnya ke arah predator tersebut. Karena terkena bidikan panah tersebut, si burung raksasa melepaskan mangsanya. Hailibu menatap ke arah makhluk aneh tersebut yang memiliki tubuh menyerupai seekor ular. Dan berkata,“Makhluk yang menyedihkan (kasihan), cepat pulanglah.” Makhluk itu menjawab, “Wahai pemburu yang baik, saya sangat berterima kasih karena anda telah menyelamatkan nyawaku. Sebenarnya, saya adalah putri raja Naga, dan saya yakin ayahku akan memberikan anda hadiah sebagai ucapan terima kasih. Beliau mempunyai banyak harta benda yang dapat anda miliki. Tetapi jika tiada satu pun harta benda yang berkenan bagimu, anda dapat meminta batu ajaib yang beliau simpan di dalam mulutnya. Siapapun yang memiliki batu ajaib itu, dia akan memahami semua bahasa hewan.” Hailibu si pemburu tidak tertarik dengan segala harta benda, tetapi kemampuan untuk dapat memahami berbagai macam bahasa hewan membuatnya sangat tertarik. Kemudian,

dia bertanya kepada si Putri Naga, “Apakah itu benar-benar batu ajaib?” Si putri menjawab, “Benar. Tetapi apapun yang anda dengar dari hewan-hewan tersebut, anda harus menyimpannya untuk diri anda sendiri. Jika anda memberitahukan kepada orang lain, maka anda akan berubah menjadi batu.” Lalu, si Putri Naga itu membawa Hailibu ke pinggir laut. Saat mereka mendekati laut, tiba-tiba air terbelah dengan cepat, sehingga Hailibu dapat berjalan seperti saat berada di jalan yang amat lebar. Tak lama kemudian, tampaklah sebuah istana yang berkilau, di mana tempat tinggal si raja Naga. Raja Naga amat bahagia saat mendengar Hailibu telah menyelamatkan putrinya, dan dia kemudian menawarkan segala harta benda yang Hailibu inginkan dari istananya. Setelah terdiam beberapa saat, Hailibu menjawab, “Jika Baginda ingin memberi saya sesuatu sebagai hadiah, bolehkah saya meminta batu ajaib yang ada di mulut Baginda raja?” Raja Naga menurunkan kepalanya, berpikir sejenak. Kemudian, dia mengeluarkan batu tersebut dari mulutnya dan memberikannya kepada Hailibu. Saat akan berpisah, si Putri Naga mengulangi kembali pesannya untuk Hailibu, “Pemburu yang baik, hendaklah anda ingat untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang apapun yang dikatakan oleh para hewan, jika tidak, anda akan langsung berubah menjadi batu.” Setelah memiliki batu ajaib di mulutnya, Hailibu semakin menikmati perburuannya di hutan. Dia mengerti semua bahasa hewan, dan dia juga dapat mengetahui hewan apa saja yang dapat ia buru, beserta lokasi di mana hewan tersebut berada. Dengan kemampuan ini, dia menghasilkan lebih banyak lagi daging hewan buruannya dan ia dapat membagikannya kepada para penduduk desa. Beberapa tahun kemudian…. Pada suatu hari, saat sedang berada di gunung, Hailibu mendengar sekumpulan burung sedang bercakap-cakap tentang sesuatu hal yang amat penting. Dia mencoba untuk mendengarkannya dengan seksama. Sang pemimpin berkata, “Kita harus cepat-cepat pindah ke daerah lain. Malam ini, gunung akan meletus dan banjir akan menggenangi seluruh daerah ini. Banyak manusia yang akan mati” Hailibu amat kaget mendengar hal ini. Dengan tergesesa-gesa, dia lari pulang ke rumahnya, dan menyebarkan berita ini kepada penduduk desa. “Kita harus pergi dari daerah ini secepatnya, Kita tidak dapat tetap tinggal di sini lagi.!” Tentunya, penduduk desa bingung dan kaget,”Tidak ada yang salah selama kita tinggal di sini,lalu kenapa kita harus pindah?”. Hailibu tetap berkeras untuk menyampaikan berita ini, tapi tidak ada seorangpun yang percaya. Dengan menangis, Hailibu menjelaskan, “Tolong dengarkan saya, saya dapat bersumpah bahwa apa yang saya katakan itu benar. Percayalah saya, kita harus pergi sekarang sebelum semuanya terlambat”

Seorang tetua mencoba untuk menenangkan Hailibu, “Engkau adalah pemuda yang baik dan selama ini engkau tidak pernah berdusta. Kami sudah menetap di sini dalam kurun waktu yang lama, tapi sekarang engkau meminta kami untuk pindah. Untuk pindah dari tempat ini bukanlah perkara mudah, karena itu engkau harus memberitahukan kepada kami apa alasanmu,anak muda?” Hailibu merasa putus asa dan tidak menemukan cara lain untuk menyelamatkan penduduk desa. Lalu, dia mencoba menenangkan diri sejenak. Dengan kesungguhan hati, dia berkata kepada penduduk desa. “Malam ini, gunung akan meletus dan sebuah banjir besar akan melanda tempat ini. Kalian dapat lihat sendiri, burungburung telah terbang meninggalkan daerah ini.” Kemudian Hailibu menjelaskan perihal bagaimana dia mendapatkan batu ajaib, yang membuatnya mengerti semua bahasa hewan, tapi seharusnya dia harus menyimpannya itu sebagai rahasia, jika tidak, dia akan berubah menjadi batu. Saat Hailibu bercerita, bagian bawah tubuhnya, mulai dari telapak kaki perlahan-lahan berubah menjadi batu. Setelah dia menyelesaikan seluruh cerita, dia berubah menjadi batu seutuhnya. Para penduduk desa amat kaget dan merasa amat kehilangan. Mereka menangis, mencurahkan kesedihan mereka yang sedalam-dalamnya, mereka menyesal mengapa tidak mempercayai Hailibu dari awal. Akhir-nya, dengan membawa barang-barang penting mereka dan persediaan makanan, semua penduduk desa (termasuk para tetua dan anak-anak), mereka berjalan dan meninggalkan daerah itu. Mereka terus berjalan hingga malam hari, tiba-tiba awan tebal menyelimuti langit dan angin telah bersiap untuk menderu. Tak lama, turunlah hujan yang amat sangat deras. Dari arah desa, mereka mendengar suara gemuruh dari letusan gunung…… Sudah beberapa generasi telah berlalu, namun para nenek moyang dari desa tersebut tetap dapat mengingat Hailibu, si pemburu yang baik hati. Mereka juga tetap berusaha untuk mencari batu Hailibu. (The Epoch Times/YY)

Ikan Salem

(Erabaru.or.id) Cuaca hari ini sangat cerah, dibukit belakang dengan hamparan rumput hijau terdapat barisan gunung nan indah. Dede dan mamanya datang bertamasya dengan gembira. Mereka berdua mengagumi pemandangan hutan yang penuh warna dan melangkah ringan dengan riang gembira. Tak lama kemudian mereka sampai di tepi sungai yang jernih, tiba tiba Dede tertegun melihat ke dalam aliran sungai tersebut, dia menemukan segerombolan ikan salem sedang berenang sekuat tenaga melawan arus menuju hulu sungai, walaupun aliran sungai begitu derasnya, namun ikan-ikan salem itu tetap sekuat tenaga berenang mengarungi jeram air. Dede dengan sangat heran melihatnya dan bertanya, “Mama, ini ikan apa ?” Mama menjawabnya, “Ini adalah ikan Salem.” Dede bertanya lagi, “Lalu mengapa mereka begitu susah payah berenang ke atas hulu sungai?” Mama berkata, “Mereka akan pulang menuju tempat kelahirannya. Ini dikarenakan induk ikan Salem hanya dapat melahirkan di hulu sungai. Kemudian ketika anak-anak ikan salem perlahan-lahan tumbuh kuat, mereka mengikuti aliran sungai menuju hilir dan akhirnya ke laut. Nah, sekarang ini adalah waktu mereka untuk pulang.” Setelah mendengar perkataan mamanya, Dede berpikir dan bertanya lagi, “Mama, kalau begitu darimanakah asal jiwa kita ?” Mama tersenyum dengan penuh kasih, ”Kita semua sebelum masuk ke dalam kandungan mama adalah berasal dari alam semesta yang sangat jauh, disitulah tempat kelahiran jiwa kita yang sesungguhnya” Mendengar penjelasan mama, Dede makin penasaran bertanya,”Lalu apakah di sana tempat yang sangat indah?” Mama berkata, ”Oh, di sana adalah tempat yang paling indah, lebih indah dari pada pemandangan yang pernah Dede lihat.” Saat itu juga Dede berkata dengan senang dan tergesa,“Kalau begitu kita cepat-cepat pulang saja ke tempat asal kelahiran jiwa kita.” Mama dengan tersenyum berkata, ”Tetapi kita juga harus melalui suatu perjuangan yang gigih barulah bisa pulang.” Mendengar jawaban mamanya, Dede langsung menyahut, ”Oh tidak masalah….saya kan jago berenang.” Mama pun tersenyum geli, “Bukan begitu sayang, manusia tidak sama dengan ikan Salem, kita harus selalu ketat mematut diri menjadi seorang yang baik, benar-benar menjadi orang yang baik, yang sesuai dengan karakter alam semesta itu barulah bisa kembali ke tempat asal kelahiran jiwa kita yang indah tersebut.”

Bayangkan jika orang-orang disekeliling kita, lingkungan, hewan dan tumbuhan semuanya selaras dengan karakter alam semesta, sejati baik sabar, tentu sangat indah dan damai bukan? Jika adik-adik terus berupaya menjadi orang yang baik dalam kehidupan sehari-hari, maka ibu alam semesta akan dengan senang hati menganugerahi kalian dunia yang seindah kejernihan hati kalian. Kita dapat mencobanya mulai dari hal yang paling kecil, yuk! (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) Tiga Kakek Jenggot Putih

(Erabaru.or.id) Minggu pagi ini, cuaca sangat cerah. Ella sekeluarga juga berkumpul sambil menunggu ibu selesai memasak. Ayah yang sedang membaca koran, tiba-tiba merasakan Ella terdiam lama sambil memandang ke luar jendela, “Sayang kamu memandang apa di luar sana?” Ella mendekati ayahnya sambil menunjuk ke luar jendela, “Ayah, ada 3 orang kakek aneh berjenggot putih yang telah lama duduk di luar sana. “Benarkah?”, sahut ayah sambil melihat ke luar jendela sebentar, kemudian berjalan keluar rumah. Tak lama ibu dan Ella juga mengikuti. Ayah lalu bertanya kepada ketiga kakek tua itu, “Kakek-kakek, mengapa kalian duduk di sini begitu lama? Apakah sedang menunggu seseorang?” Salah satu kakek menjawab, “Kami sedang melakukan perjalanan dan merasa sedikit lelah, oleh karena itu ingin beristirahat di sini sejenak.” Kemuadian ibu yang merasa iba terhadap para kakek tua itu, dengan senang hati mengundang mereka, “Mari silakan masuk ke dalam rumah kami. Istirahatlah sebentar sambil mencicipi makanan kecil yang baru saya buat.” Salah satu kakek itu menjawab, “Terima kasih banyak, akan tetapi kami tidak bisa bersamaan masuk ke dalam rumah kalian.” “Lho, mengapa?” tanya mereka bertiga serentak. Kakek tertua menjelaskan, “Karena saya bernama Kasih Sayang, disamping saya bernama Kesuksesan dan Kekayaan, hanya salah satu dari kami yang bisa masuk ke dalam rumah kalian.” Maka akhirnya terjadi perbedaan pendapat diantara ayah, ibu dan Ella. Ibu memilih duluan, meminta kakek kekayaan untuk masuk ke rumah, karena dia berdiri disamping ibu. Sedangkan ayah cenderung memilih kakek kesuksesan, “Menurut saya, lebih baik kakek kesuksesan yang masuk ke dalam rumah kita.” Akan tetapi si Ella

lebih suka memilih kakek yang tertua, “Ayah ibu, saya ingin kakek Kasih Sayang saja yang masuk ke rumah kita.” Akhirnya mereka memutuskan mengikuti keinginan Ella. Ayah mempersilakan kakek Kasih Sayang untuk masuk ke rumah. Ketika kakek Kasih Sayang masuk kedalam rumah, kedua kakek lainnya juga ikut masuk. Ibu pun bertanya keheranan, “Lho, mengapa kalian bertiga jadi masuk bersamaan?” Kakek Kekayaan berkata, “Jika kalian mengundang Kekayaan atau Kesuksesan, yang lainnya tentu tidak akan ikut masuk.” Si kakek Kesuksesan menyambung, ”Akan tetapi kalau kalian mengundang Kasih Sayang, kemanapun dia pergi, kami selalu akan mengikutinya.” Si kakek Kasih Sayang dengan bijak mengakhiri, “Karena dimana ada Kasih Sayang maka disana pasti ada Kekayaan dan Keberhasilan.” Sebuah pesan bijak untuk adik-adik bahwa apabila dihati selalu ada kasih sayang, maka kekayaan dan keberhasilan akan selalu menyertainya. (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) Si Jagung Sehat

(Erabaru.or.id) Di sebuah ladang jagung sedang diadakan kontes pemilihan jagung tersehat, semua berkumpul sibuk menentukan pilihannya masing-masing, “Satu....satu, aku pilih yang nomer satu”, “Tiga, . . .tiga. . yang nomer tiga baru ada perawakan raja”, jagung lainnya berkata, “Alaa..kita khan bukan sedang memilih raja”. Yang lainnya juga tidak mau kalah, “Lima…nomer lima , lihat bijinya berisi padat dan sehat itu adalah jagung yang paling hebat!” Suasana sangat ramai. Juri mulai menghitung dan mencatat hasilnya di papan. Para jagung menunggu dengan tegang, ingin jagoannya menang. Suasana makin ramai hingga ketua juri menenangkan mereka, “Perhatian, perhatian, terima kasih kalian telah mengikuti perlombaan pemilihan jagung sehat pada tahun ini. Juara akan diumumkan sebentar lagi, para hadirin diharap tenang!” Para kontestan yang berada di panggung juga cukup tegang apalagi ketika lampu sorot di arahkan ke mereka secara bergantian, “Juara lomba jagung sehat pada tahun ini adalah . . . . nomer lima!!” Lampu sorot berhenti di nomer lima, penonton lantas bersorak, “Hore!! Hore! Hebat yah!” Ketua Juri menyerahkan piala kepada nomer lima berkata, “Nomer lima, anda layak terpilih jadi juara jagung sehat dari 300 peserta, semoga anda

bisa memecahkan rekor dan mendapat harga jual tinggi, serta bisa menguntung nenek tani lebih banyak.” Para hadirin pun memberikan tepuk tangan. Seketika Jagung sehat ini pun menjadi idola, dimanapun berada selalu menjadi pusat perhatian. Para tetangga berkata “Wah, bisa jadi tetangga sang juara, sungguh membanggakan.” Beginilah si Jagung sehat menjadi terkenal, dan dia juga dengan ramah menyapa semuanya. “Sstt, nenek tani datang, lihat tangannya membawa apa?” kata Jagung jambul. Jagung pendek menyahut, “Keranjang, hari ini adalah saat memetik jagung.” Kemudian para jagung menyiapkan diri sebaik mungkin agar dipetik oleh nenek tani. Setelah mendekat, nenek tani bergumam,“Hhmm kali ini kelihatannya jagungjagung tumbuhnya sangat sehat.” Tak lama kemudian nenek tani membawa pergi sekeranjang penuh jagung. Tapi si Jagung sehat tidak dipetik, tentu para jagung keheranan, “Hei, mengapa nenek tidak memetik jagung yang paling baik?” Melihat wajah sedih Jagung sehat, yang lainnya menghibur, “Ah mungkin nenek tani tidak melihat jagung yang baik ini.” Keesokan hari, nenek tani datang lagi ke ladang, tetapi dia tetap tidak memetik jagung yang sehat itu. Para jagung tambah heran, “Kali ini nenek tani kenapa lagi?” si jambul ikut menghibur, “Besok, besok, saya tebak nenek tani pasti akan membawa jagung yang sehat ini.” Hari demi hari, di ladang jagung hanya tersisa si Jagung sehat itu, jagung yang semula padat berisi dan sehat telah berubah menjadi kering, menyusut dan keras. Si jagung pun menangis, ”Mengapa nenek tani tidak mau mengambil aku, bukankah aku adalah jagung yang paling sehat? Sekarang matahari telah membuatku jadi kering, susut dan keras, kelihatannya aku akan membusuk…hik..hik.” Keesokan harinya, nenek tani datang lagi ke ladang dan berkata, “Ini adalah jagung yang benar-benar susah didapat, sudah besar cantik lagi, mengunakannya sebagai benih bibit unggul maka tahun depan seluruh ladang ini akan dipenuhi jagung hebat seperti dia. Sungguh luar biasa!” Mendengar itu si Jagung sangat terharu. Nenek tani lalu memetiknya dengan hati-hati dan tersenyum puas… Setiap makhluk hidup yang dilahirkan didunia ini mempunyai talenta dan keunikannya masing-masing. Apa yang diberikan alam kepada diri kita pastilah ada maksud dan tujuannya. Karena itu selalu bersyukur atas segala pemberian Tuhan, itu yang paling utama. (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) Bunga Kecil Tumbuh Tegar

(Erabaru.or.id) Di pinggiran hutan tampak sekelompok bunga bermekaran indah sekali, mereka dengan riang memanggil para lebah dan kupu-kupu. “Hai lebah! disini ada bunga yang harum dan penuh madu!”, sahut salah satu bunga. Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. Bunga pertama tetap tidak mau mengalah, “Itu adalah Lebah bukan kupu kupu!”, dibalas temannya, “Bukan , itu adalah kupu kupu!”. Lebah ! Kupu kupu ! Lebah ! Kupu kupu !, kedua bunga itu berdebat. Bunga bunga yang lain tertawa melihat mereka. Ha ha ha ha ha. Suasananya sangat ceria. Diam-diam, dibawah sebuah pohon besar, nampak sekuntum bunga kecil menatap dengan iri. Bunga-bunga lainnya mencoba mengajaknya, “Bunga kecil maukah ikut bermain dengan kami?”. Si bunga kecil dengan ketus menjawab, “Saya tidak mau ikut!”. Bunga-bunga lainnya heran,“Mengapa?”. Bunga kecil berkata, “Matahari bersinar terik, saya takut sinarnya akan membakar tubuhku”. “Janganlah takut, lama kelamaan akan terbiasa, matahari akan membuat kita tumbuh kuat dan semakin besar”, rayu bungabunga lainnya. Tetapi si bunga kecil tetap bersikeras, “Untuk apa saya menjadi kuat dan besar, bukankah sudah ada pohon besar yang selalu melindungi-ku?!”. Tak berselang lama, ternyata hujan. Rintik-rintik air hujan membasahi para bunga. “Wah, turun hujan, turun hujan!”,terdengar teriakan bunga-bunga. “Waktu mandi telah tiba lagi!”, sahut bunga A. Mereka dengan riang bersenandung, “La la hu, la la hu, assyiikk sungguh enak dan nyaman!”. Bunga kecil melihat mereka sambil bergerutu, “Kalian semuanya basah kuyup, apanya yang asyik!”. Beberapa saat, sang pelangi pun muncul. “Hai kakak Pelangi apa kabar? ” sapa para bunga. “Kakak pelangi cantik sekali, berwarna warni!” puji bunga A. “Di mana? Di mana kakak Pelangi?” si bunga kecil karena tertutup oleh pohon besar sehingga tidak bisa melihat pelangi, “ Ah sudahlah, kakak Pelangi pasti tidak akan bisa lebih cantik dariku”. Tiba-tiba bunga B berteriak, “Ssstttt, pelankan sedikit suaramu, ada manusia datang!” Dari kejauhan terlihat dua sosok manusia mendekati mereka, salah seorang membawa kapak besar sambil menunjuk, “Itu pohonnya, apa yang saya katakan tidak salah bukan?”. Temannya melihat, “Iya, betul! Itu pohon yang sangat besar, ayo kita tebang pohon itu”.

Terdengar suara hiruk piruk, “Celaka , celaka mereka mau menebang pohon besar ini!’’ Sang bunga kecil berteriak, “Hentikan , hentikan, pohon ini punyaku!” Melihat manusia terus menerus mengayunkan kapak ke tubuh pohon besar, bunga kecil sambil menangis sambil terus berteriak dan gemetar. Bunga A berkata, “Adik bunga, manusia tidak mengerti bahasa kita”. Akhirnya pohon besar telah ditebang, dibawah rintik-rintik hujan, sang bunga kecil terkurai lemas. Para bunga merasa iba, “Adik bunga, ayo bangkitlah! jangan engkau merasa tak berdaya”. Bunga kecil hanya bisa merintih, “Tidak bisa, saya sudah tidak berdaya, saya hanya menunggu ajal”. Bunga A berkata, “Jangan berkata demikian, kami semua akan menemanimu”. Langit bertambah gelap, “Lihatlah ada segerombolan awan hitam, kita semua bersiap-siap, hujan lebat akan segera turun!”, bbrrr, hujan lebat turun disertai petir, tapi para bunga telah siap menghadapinya. Bunga kecil dengan suara lemas berkata, “Saya sungguh kagum, hujan dan badai pun kalian tidak takut.”. Bunga A menjawab, “Ini hal biasa, tidak akan mempersulit kami”. Suara bunga kecil makin melemah, “Maaf, saya mungkin tidak bisa setegar kalian, saya harus berpamitan dulu”. Bunga kecillll! Ketika siuman, bunga kecil masih ditemani oleh teman-temannya. Bunga A berkata, “Bunga kecil, saya mendadak teringat pengalaman yang sama sepertimu” “Benarkah?”, suara bunga kecil masih terdengar lirih. “Iya, waktu itu tubuh kita semua kecil dan kurus, juga tidak tahu bagaimana bentuk hujan badai dan petir”. Bunga B melanjutkan, “Sehingga sewaktu hujan dan badai kami sangat menderita, tetapi kami selalu bersama dan saling memberi semangat”. Para bunga pun mengenang masa lalu, “Setiap kali badai berlalu, kami mengibaskan air hujan dan perlahan lahan meluruskan badan lalu menyapa paman matahari”. Dan Paman matahari berkata, “Bunga bunga yang tegar, kalian tampak semakin tinggi aja, ha ha ha ha…” “Segala rintangan malah membuat diri kami semakin tumbuh kuat dan sehat. Bunga kecil, kamu juga bisa seperti kami, bukankah pohon besar itu pun selalu menyemangatimu”, bunga A menyelesaikan ceritanya. Bunga kecil terdiam, teringat akan ucapan sahabatnya si pohon besar, “Kamu harus berani dan tegar, jangan lupa bahwa pohon yang besar itupun berasal dari pohon kecil”. Pelan-pelan, bunga kecil berusaha bangun kembali,“Baiklah, saya sekarang akan bangkit dan menjadi tegar”. Pagi yang cerah, para lebah dan kupu-kupu sedang bekerja. Para bunga pun berteriak, “Hai lebah! Disini ada bunga yang harum dan penuh madu!” Bunga yang lainnya juga tidak mau kalah, “Hai kupu kupu, cepatlah kemari! Bungaku penuh madu yang manis dan lezat”. “Itu adalah lebah bukan kupu kupu!”, dibalas temannya, “Bukan, itu adalah kupu kupu!” Si Bunga kecil ikut berteriak. Bunga kecil telah tumbuh besar dan kuat. Lebah ! Kupu kupu ! Lebah ! Kupu kupu !, Ha ha ha… Mereka semua tertawa bersama dibawah sinar hangat paman matahari. Segala rintangan dan kesulitan yang adik-adik hadapi, akan mengembleng kalian semakin dewasa, kuat dan tabah. Yang penting jangan cepat menyerah. Ayo!! (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing)

Kisah Si Pencuri dan Biksu Tua

(Erabaru.or.id) Di sebuah kaki gunung terdapat sebuah biara kecil yang hanya dihuni seorang biksu tua. Biksu ini sangat tekun mengamalkan sila-sila yang diajarkan dalam Kitab Suci, sehingga sinar wajahnya terlihat tenang dan damai. Suatu malam, saat perjalanan pulang ke biaranya, sang biksu menatap sang bulan, “Ah, bulan purnama malam ini sungguh indah, terang benderang!”. Biksu itu berhenti sesaat menikmati indahnya sinar rembulan tersebut, kemudian ia melanjutkan perjalanannya. Setiba di biara, biksu tua melihat bayangan yang bergerak kian kemari, “Eh, kok ada suara di dalam kuil? Di sini, khan hanya ada saya yang tinggal”, pikirnya heran. Setelah lebih mendekat, biksu melihat bayangan manusia, hatinya berkata, “Apa mungkin ada pencuri? Aduh, pencuri ini sungguh salah tempat. Saya adalah biksu miskin, mana ada barang untuknya?” Setelah berpikir sejenak, biksu tua itu memutuskan menunggunya di depan pintu. Dibawah sinar bulan, pencuri itu mengendap-ngendap keluar, tentu kaget bukan kepalang melihat sang biksu telah berdiri di depannya, “Wa..aaah!” Biksu tua menenangkannya, “Jangan takut, jangan takut !”. Pencuri ketakutan berkata, “Ssssaya tidak mengambil apa-apa! Sungguh tidak ambil apapun!”. Biksu tua menjawabnya, “Saya tahu, saya tahu”. Ketika si pencuri sedang berpikir apa yang akan diperbuat biksu kepadanya, tanpa disangka si biksu tua melepaskan mantel hangatnya dan memberikan kepada si pencuri, “Di atas gunung, udara amat dingin, kenakanlah mantel ini”. Sang pencuri berlalu sambil berkata, “In…iniiii … anda sendiri yang memberikan padaku lho ya!” “Hati-hatilah di jalan!”, biksu memandang tubuh pencuri hilang di kegelapan malam. Saat membalikkan tubuh hendak masuk ke biara, biksu melihat sejenak ke arah rembulan, sambil menghela nafas dia berkata, “Hmmm, … ingin rasanya memberikan juga sebuah rembulan untuknya.”

Keesokan pagi, ketika sang biksu hendak keluar, di depan pintunya terdapat sebuah bungkusan. “Eei … bukankah ini mantelku?”, biksu ini keheranan lalu tersenyum bijak, “Nampaknya rembulan ini telah diterimanya, ha..ha..”. Ternyata lewat tengah malam, pencuri ini mengembalikan mantel biksu ini, sambil menangis di depan pintu biara dan berkata, “Anda telah tua, udara sedingin ini pasti membutuhkan mantel ini tapi telah anda berikan pada saya, padahal mantel ini satusatunya milik anda….ah…Terima kasih biksu, saya telah menerima hadiah yang terindah dari anda, mulai besok saya akan rajin bekerja dan tidak akan mencuri lagi….Saya akan meneruskan hadiah indah ini kepada yang lainnya!”. Bagaimana adik-adik? Apakah mau menerima hadiah dari si pencuri tersebut, “sebuah hati yang putih bersih bagai rembulan”, dan meneruskan memberinya pada yang lain. Jika setiap orang berbuat demikian. Ah, betapa damainya bumi kita ini! (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) Kisah Siao Bao dan Paku

(Erabaru.or.id) Siao Bao, nama bocah laki-laki yang sebenarnya pintar tapi suka marahmarah. Sebagai anak satus-atunya, perilaku Siao Bao kadang manja dan semaunya. Tentu saja orang tuanya merasa sedih memikirkan perilaku Siao Bao. 'Seperti kejadian kemarin, saat Siao Bao sedang asyik menonton TV hingga larut malam. Mama memanggilnya, “Siao Bao, tidurlah, hari sudah larut malam!” Siao Bao berteriak dengan ketus, “Tidak mau, saya masih ingin nonton TV!” “Tapi besok pagi kamu tidak bisa bangun, bisa terlambat masuk sekolah lho!,” mama merayunya. Bukannya menurut, Siao Bao malah menjerit-jerit, “Saya tidak mau tidur! Sana, pergilah!” Sambil menghela nafas, mamanya membahas masalah ini dengan papa, “Papa, Siao Bao makin suka marah-marah, apa yang seharusnya kita perbuat.” “Ya, kita harus mencari cara agar sifatnya dapat menjadi lebih baik”, kata papa.

Cuaca pagi di hari Minggu ini sungguh cerah, orang tua Siao Bao mengajaknya bermainmain di taman belakang, papa membuatkan ayunan di pohon, tentu saja Siao Bao sangat senang. Sambil memangku Siao Bao duduk di ayunan, papa bertanya, “Siao Bao, mari kita melakukan suatu permainan”. Dengan riang Siao Bao menjawab, “baiklah, permainan apa papa?” Papa pun menjelaskan, “Permainannya adalah setiap kamu marah, maka kita akan tancapkan satu paku di papan, tapi bila dalam sehari, kamu bisa tidak marah, maka kita cabut satu paku”. “Yeah, saya paling senang permainan!”, teriak Siao Bao. Berturut-turut beberapa hari kemudian, selalu terdengar suara palu dipukul. Betul, itu memang suara paku yang ditancapkan Siao Bao, sambil berhitung, “Hari Ini ada 9 biji…. Hari ini ada 8 biji….Hari ini ada 6 biji…..Hari ini hanya ada 5 biji lho…..” Hingga suatu hari, orang tua Siao Bao mengajaknya duduk di taman, papa berkata, “Eh, Siao Bao, mengapa pakunya makin hari makin sedikit?” Siao Bao bilang, “Karena saya menemukan bahwa setiap kali menancapkan satu paku, membuatku teringat masalah saat saya marah, hati jadi merasa tidak enak, makin dipikir makin marah.” “Oh, benarkah?”, kata mama. Siao Bao melanjutkan, “Ya, tetapi saat mencabut paku, saya teringat kalau seharian saya tidak marah, hati jadi senang”. Papa tersenyum, “Oh jadi kamu lebih senang mencabut paku”. “Tentu saja! Bahkan setiap kali memaku paku, saya membayangkan rupa diri saya sendiri yang suka marah”, kata Siao Bao. Sambil melihat ke pagar, papa berkata, “nampaknya paku sudah hampir habis dicabut semua”. Siao Bao menunjuk pagar lebih dekat, “Tapi lubang bekas paku yang tertinggal di sini, sungguh jelek dan tidak enak dilihat”. Papa berkata, “Benar, setiap kali sedang marah, maka ucapan kita seperti paku ini, bisa meninggalkan luka dan kebencian dalam hati orang lain. Meskipun kita telah berulang kali meminta maaf tetapi luka tersebut akan tetap ada.” Mama juga ikut mendekat, “Sebenarnya yang paling penting adalah belajar mengontrol diri kita”. Siao Bao memeluk keduanya, “Iya, sekarang saya mengerti sekarang”. Perkataan yang emosional membuat orang sedih sedangkan perkataan yang baik akan menghangatkan sanubari. (disadur dari : Cerita anak sekolah Minghui/ntdtv/ing) “Anda Jangan Membohongi Saya”

(Erabaru.or.id) - Kemarin saya mendengarkan cerita dari seorang teman tentang pengalamannya melamar pekerjaan, sangat istimewa, di sini saya tuliskan cerita ini, agar bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua akan pentingnya moralitas. Teman saya ini bermaksud melamar pekerjaan di suatu perusahaan hitech sebagai seorang sales, hari itu dia menepati janji wawancara dengan kepala bagian perusahaan itu. Perusahaan itu baru berdiri, skalanya tidak besar, bertempat di dalam area teknologi ternama di bagian utara Taiwan. Yang menangani wawancara dari perusahaan itu adalah direktur dan wakilnya sendiri. Pada mulanya direktur memperkenalkan secara singkat tentang keadaan perusahaan dan pengalaman dirinya. Direktur dan wakilnya masih sangat belia, baru berusia 30-an tahun, tetapi mereka sudah menyandang gelar doktor di sebuah universitas ternama di Amerika. Oleh karena mereka memiliki keahlian teknologi canggih dan gagasan-gagasan baru, maka mereka memilih pulang balik ke negaranya untuk memulai suatu usaha. Gelar doktor dari universitas ternama ditambah lagi dengan semangat muda, membuat direktur dan wakilnya selalu menampakkan semangat yang berkobar-kobar dan kepercayaan diri yang sangat tinggi. Tetapi satu hal yang membuat temanku merasa janggal adalah, kata-kata yang sering diucapkan oleh wakil direktur, dimana boleh dikata hampir setiap ucapannya selalu di sertai kata-kata, “Anda jangan membohongi saya.” Kebiasaan semacam ini seperti latah. Bahkan saat sedang berbincang dengan direktur pun, ia juga begitu. Pada mulanya teman saya ini sangat heran, tetapi keheranan tersebut akhirnya terungkap setelah apa yang dialaminya.

Direktur itu setelah memahami keadaan pendidikan dan pengalaman dari teman saya ini, dia menanyakan satu pertanyaan kepada teman saya, “Setelah masuk kerja sebagai sales, jika perusahaan memerlukan, apakah Anda bersedia bekerjasama dengan perusahaan menggunakan segala cara untuk mengumpulkan informasi pasar?” Pada mulanya teman saya ini tidak terlalu mengerti apa maksud pertanyaan dari direktur itu, maka dia lalu meminta sang direktur menjelaskan sekali lagi. Direktur pun lalu menjelaskan lebih lanjut, menanyakan pada dirinya kalau-kalau dia bersedia bekerjasama dengan perusahaan, dengan menggunakan identitas perseorangan pergi melamar dan bekerja di tempat pesaing perusahaan. Singkat kata, ia harus bersedia pergi bekerja ke lain perusahaan, menyusup sebagai mata-mata perusahaan. Tentu saja, teman saya ini, yang sejak dulu selalu menjunjung moral dan keadilan langsung saja menolaknya. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera meninggalkan kantor itu. Perusahaan itu ia masukkan dalam daftar black listnya, dan tidak akan pernah mau mengadakan kontak dengannya. Dari kejadian yang dialaminya itu, teman saya itu akhirnya dapat mengerti mengapa dari mulut wakil direktur itu selalu terlompat kata-kata “Anda jangan membohongi saya”. Tentulah tidak aneh, jika mereka bisa berpikir menuntut karyawannya pergi menyusup ke perusahaan lain untuk menjadi mata-mata, maka adalah wajar jika dia juga akan mencurigai setiap orang yang melamar pekerjaan di perusahaannya juga mungkin adalah mata-mata yang disusupkan oleh perusahaan lain. Oleh sebab itulah, setiap ucapan yang dikeluarkan dari mulut orang lain akan selalu ia curigai kebenarannya. Selesai mendengarkan cerita ini, saya bersama teman saya jadi sangat prihatin, prihatin kepada dua orang doktor elit yang lulus dari universitas ternama di Amerika itu. Mungkin keprofesionalan mereka sudah mencapai taraf yang bagus, tetapi di luar dugaan mereka mempunyai konsep etika moral yang begitu menyimpang. Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari, persaingan dalam berdagang pun harus memiliki etika dan moralitas? Untuk mempertahankan daya saing perusahaan, maka satusatunya jalan kita harus memperkuat kemampuan teknik dan inovasi. Bila ingin menggunakan cara yang amoral untuk mendapatkan rahasia atau teknik dari perusahaan pesaing, maka ini bukanlah suatu cara yang bisa bertahan dalam jangka panjang. Selain pihak lawan juga mungkin menggunakan cara yang sama untuk membalas, maka perlu dipertimbangkan bahwa kelak bila masalah ini terungkap, maka mungkin Anda akan dituntut untuk mengganti kerugian dengan nilai yang sangat besar. Dan yang lebih penting lagi, reputasi perusahaan (termasuk di dalamnya reputasi pribadi Anda) akan hancur karenanya. Begitu hancur, maka masa depan sudah tidak ada harapan lagi. (The Epoch Times/lin)