LAPORAN DRAINASE & SEWERAGE (TL 3202) KONDISI EKSISTING SISTEM DRAINASE & SEWERAGE DI WILAYAH BANDUNG (DAERAH CIUMBULEUIT

)

KELOMPOK 12 Baskoro Lokahita Yosa Merina Fahri 15309004 15309006

Roy Jeremiah Pasaribu 15309014 Nurul Setia Pertiwi Natasha Gabriella Anissa Ratna Putri Tiasani Sundari Dini Lestari 15309016 15309028 15309054 15309066 15309094

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

......................2 Tujuan .............................. 5 BAB II METODOLOGI…………………………………………………………………………………………………………………………........ 3 BAB I PENDAHULUAN .1 Peta Jalan Ciumbuleuit………………………………………………………………………………………………………………............................................................…………………………............ 4............. 2 .......2012 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............2 Penjelasan……………………………………………………………………………………………………………………… …………...................................... BAB III GAMBARAN LOKASI………………………………………………………………………………………………………………............5 BAB IV KONDISI EKSISTING PENYALURAN/PENGOLAHAN AIR BUANGAN…………………………....................5 1................................................................................................5 3..................................................................................5 BAB V KONDISI EKSISTING DRAINASE……………………………………………………………………………………………………........................5 4..............................5 4............. 3................................................................. 4 1............................................... 2 DAFTAR GAMBAR.................…………….2 Skema Arah Aliran/Fasilitas Pendukung………………………………………………………….....1 Sistem Penyaluran/Pengolahan Air Buangan…………………………………………………………………………….......3 Evaluasi Sistem Penyaluran/Pengolahan Air Buangan Eksisting…………………………………………………......1 Latar Belakang……………………………………………………………………………………………………………………………........... 1 DAFTAR ISI ............

.5 5.3 Evaluasi Sistem Drainase Eksisting…………………………………………………………………………………………...1 Saat Kering…………………………………………………….5.5 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 3 .………………………………………………………………………….2 Saat Hujan…………………………………………………………..5 5.………………………………………………………………….

On site system On site system merupakan sistem pembuangan air buangan yang tidak terpusat (setempat). stasiun pemompaan utama. yaitu sebagai berikut: a. Grey water dialirkan ke saluran drainase terdekat. Sistem ini terdiri dari tangki septik dan sebuah bidang tanah penyerapan yang menyebabkan effluent terolah dengan terjadinya proses infiltrasi ke dalam tanah. Grey water Air limbah yang berasal dari buangan rumah tangga seperti limbah cuci piring. wastafel. dan lain sebagainya. atau air hasil cucian di dapur. secara spesifik dikategorikan menjadi brown water (limbah tinja) dan yellow water (limbah urin). sedangkan black water idealnya dialirkan dan diproses ke tangki 4 . b. Pada sistem ini terdapat pemisahan antara limbah cucian (grey water) dan air limbah kotoran (black water). Air buangan itu sendiri dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a.BAB IV KONDISI EKSISTING PENYALURAN/PENGOLAHAN AIR BUANGAN 4. sedangkan black water merupakan limbah kotoran dan yang biasanya berasal dari toilet.1 Sistem Penyaluran/Pengolahan Air Buangan Sistem penyaluran/pengolahan air buangan umumnya meliputi sistem pembuangan. cuci baju. serta pengolahan limbah. Black water Air limbah yang berasal dari pembuangan toilet. Sedangkan sistem yang berlaku pada penyaluran/pengolahan air buangan itu sendiri terdiri dari dua jenis. pengolahan terakhir dari effluent lumpur. Grey water merupakan limbah cair dari kamar mandi. Sistem ini efektif memindahkan polutan sebelum masuk ke lingkungan.

2 Skema Arah Aliran/Fasilitas Pendukung Arah aliran adalah dari 5 . Offsite system Offsite system adalah sistem terpusat dimana air limbah dari seluruh daerah pelayanan dikumpulkan dalam saluran riol pengumpul kemudian dialirkan ke dalam riol kota menuju ke tempat pembuangan. 4. baik dengan Bangunan Pengolahan Air Buangan (BPAB) atau dengan pengenceran tertentu (Intercepting Sewer). meskipun ada juga yang langsung membuang black water tersebut di badan air.septik. b.

1 Pipa air buangan yang bermuara di saluran drainase Jenis air buangan yang di buang di saluran drainase ini adalah grey water. kami meninjau dua buah segmen jalan. dan peralatan rumah tangga lainnya. yaitu melalui pipa-pipa paralon berukuran 10 cm. Saluran air buangan itu sendiri bersifat tertutup. 20 cm dan 30 cm. Pengolahan dengan tanki septic dapat dikategorikan sebagai sistem penyaluran/pengolahan air buangan yang bersifat on-site. saluran air buangan dari setiap rumah bermuara di saluran drainase yang terletak di depan rumah-rumah tersebut. Gambar 4. piring. Tidak nampak adanya limbah black water di sepanjang saluran. Hal ini kemungkinan disebabkan kawasan 6 .4. Namun ketika sampai di saluran drainase. Sedangkan untuk sistem penyaluran/pengolahan air buangan yang bersifat off-site. Sesuai dengan gambaran lokasi di Bab III. di sepanjang dua segmen yang kami lewati tidak nampak adanya pengolahan secara terpusat. Berdasarkan pengamatan. yang keduanya memiliki sistem penyaluran/pengolahan air buangan yang tidak jauh berbeda. Bandung.3 Evaluasi Sistem Penyaluran / Pengolahan Air Buangan Eksisting Daerah yang sistem penyaluran/pengolahan air buangannya ditinjau oleh kelompok kami adalah daerah Ciumbuleuit. air buangan tersebut berada di sebuah saluran terbuka dan mengalir bersamaan dengan air hujan yang ada di saluran tersebut. yaitu limbah air cucian baju. sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing rumah memiliki tanki septic untuk pengolahan black water.

Air buangan tidak seharusnya dialirkan langsung dari sumber ke saluran drainase. Gambar 4. Daerah Ciembuleuit tergolong daerah yang padat penduduk dan jumlah penduduk akan mempengaruhi jumlah grey water yang dihasilkan oleh karena itu perlu dibuat instalasi pengolahan air buangan.3 Pipa Air Buangan dengan Grey Water (3) 7 . tetapi bila terakumulasi akan memberi dampak pencemaran. mungkin karena keterbatasan lahan.pemukiman Ciumbuleuit yang cukup padat sehingga tidak ada sistem pengolahan limbah terpusat.2 Pipa Air buangan dengan Aliran Grey Water (1) Gambar 4. Kandungan zat organik pada grey water memang tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kandungan zat organik pada industri. Tidak adanya pengolahan air buangan dikhawatirkan akan menciptakan pencemaran pada badan air.

5 Kondisi saluran drainase sebagai muara limbah grey water Berbeda dengan sisi kiri jalan dari kedua segmen yang telah dibahas di atas. kering kerontang. pada sisi kanan jalan. [foto saluran sisi kanan] [analisis sewerage sisi kanan] 8 . Ada kemungkinan dibelakang rumah warga terdapat drainase lain sehingga warga sekitar mengalirkan air buangan ke drainase tersebut. Saluran ini tertimbun aneka tanaman dan sampah. Keadaan drainase yang kering mengindikasikan tidak adanya aliran air buangan pada drainase tersebut.Gambar 4. saluran yang nampak hanyalah saluran drainase yang terlihat kering dan tidak ada aliran air sama sekali. dan banyak mengalami kerusakan di sisi jalan raya.

9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful