Efektivitas EM4 dalam Menurunkan BOD & COD Limbah Cair Tahu

*Linda Noviana dan **Ahmad Syarifudin
*Dosen Fakultas Teknik – Usahid, ** Mahasiswa Teknik Lingkungan FT-Usahid

ABSTRAK Terdapat banyak industri tahu yang pada saat ini melakukan kegiatannya dipemukiman penduduk merupakan industri kecil yang erat hubungannya dengan masalah lingkungan karena limbah yang dikeluarkan berupa limbah organik. Limbah cair pada proses pembuatan tahu berasal dari air cucian kedelai, air rendaman, air penyaringan, air penggumpalan, dan air sisa pencetakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengupayakan cara sederhana dengan memanfaatkan bakteri EM4 dengan efektivitasnya dalam menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu serta menekan bau tidak sedap yang ditimbulkan air limbah tahu tersebut. Dari penelitian ini diperoleh hasil, bahwa dengan menggunakan EM4 dapat menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu. Penurunan kadar BOD dengtan penambahan EM4 (3ml/1, 5 ml/1, dan 7 ml/1) sebesar 65.55%; 85.30%; 95.99% (BOD awal 5312.27 mg/1 dan BOD akhir masing-masing sebesar 1830.06 mg/1; 780.74 mg/1; 212.89 mg/1) sedangkan BOD tanpa EM4 penurunannya hanya sebesar 53.07% (BOD awal 5312.47 mg/1 dan BOD akhir 2492.91 mg/l). Penurunan kadar COD dengan penambahan EM4 (3 ml/l, 5 ml/l, dan 7 ml/l) sebesar 78.22%., 85.01%, 93.28% (COD awal 9597.11 mg/l dan COD akhir masing-masing sebesar 2089.42 mg/l; 1438.12 mg/l; 644.40 mg/l) sedangkan COD tanpa EM4 penurunannya hanya sebesar 58.89% (COD awal 9597.11 mg/l dan COD akhir 3945.16 mg/l) hasil tersebut pada pengamatan hari ke 9. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa efisiensi dan efektivitas EM4 dalam menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu terjadi pada hari ke 9 dengan konsentrasi 7 ml/l. Berdasarkan pada data yang ada tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa EM4 pada penelitian ini secara efektif dapat membantu kadar BOD dan COD air limbah tahu. Kata Kunci : EM4, Limbah Tahu,

PENDAHULUAN Latar Belakang Pabrik tahu merupakan industri kecil/rumah tangga, yang jarang terdapat instalasi pengoalahan limbah dengan pertimbangan biaya yang sangat besar dalam pembangunan instalasi pengolahan limbah dan operasionalnya. Dengan adanya

salah satu alternatif pengolahan limbah cair tahu adalah dengan cara fermentasikan air limbah tahu dngan mikroba. Limbah tahu ini juga akan menimbulkan aorma yang kurang sedap sehingga mengganggu estetika dan kehidupan ekosistem sekitarnya. misalnya sungai atau kali. air penyaringan. yaitu suhu. bahan organik dan padatan terlarut yang tinggi.keterbatasan dana tersebut. Dengan demikian beban pencemaran dari industri tahu ini cukup besar dan perlu penanganan lebih lanjut sehingga sesuai dengan baku mutunya. padat terlarut. dimana terjadi suatu reaksi oksidasi-reduksi di dalam system biologi yang menghasilkan energi. mudah dan tidak mempunyai akibat sampingan secara serius serta dapat disalurkan secara aman ke sungai atau kali. limbah cair pada umumnya langsung disalurkan ke badan air sehingga mencemari perairan. COD dan BOD. Limbah cair dari hasil penggumpalan inilah yang dapat mencemari lingkungan. Proses penggumpalan tahu dilakukan secara manual dan menghasilkan limbah cair cukup besar dan terbawa bersama air buangan. Proses pembuatan tahu menghasilkan limbah yang mengandung protein. industri kecil/rumah tangga tersebut lebih sering membuang limbahnya langsung kebadan air. air rendaman. Parameter-parameter air buangan yang menonjol dari limbah tahu. Maka berdasarkan karakteristik tersebut. air penggumpalan. dan air sisa pencetakan. pH. Limbah padat umumnya dapat dijual untuk makanan ternak atau dibuat tempe gembus. dengan pH yang rendah. Limbah padat diperoleh dari hasil sortir kedelai dan pengepresan pada pengambilan susu kedelai sebelum pemanasan.90 mg/l) (sumber referensi penelitian . Proses fermentasi anaerobik adalah suatu proses fermentasi yang tidak berhubungan dengan udara bebas. Cara pengoalahan ini relatif sederhana. Limbah industri tahu terdiri dari limbah padat dan limbah cair. Limbah cair pada prsoes pembuatan tahu berasal dari air cucian kedelai. Jumlah limbah cair yang dihasilkan dari industri tahu mencapai lebih kurang 2 m3 untuk setiap pengolahan 1 kuintal kedelai. Perairan yang tercemar memiliki kandungan BOD (4140 mg/l) dan COD (6591. padat tersuspensi. Perumusan masalah Pada kegiatan industri tahu.

berbau busuk dan berwarna kehitaman.  Untuk mengetahui waktu yang diperlukan paa efektivitas bakteri fementasi (EM4) untuk menurunkan BOD dan COD limbah cair tahu setelah diolah dengan menggunakan bakteri fermentasi (EM4) sehingga memenuhi syarat baku mutu air limbah. menggunakan hokum dikromat) Data sekunder : referensi atau data-data serta berdasarkan baku mutu  pemerintah dan studi kepustakaan. BOD dan pH air limbah Variable bebas : waktu (hari) dan konsentrasi penambahan EM4 .awal). Maksud dan tujuan  Untuk mengetahui efektivitas bakteri fermentasi (EM4) dalam menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu secara anaerob. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB). sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi. yang dilaksanakan pada bulan Juni – November 2009 Metode Pengumpulan Data  Data Primer : yang meliputi • pH air limbah tahu (dengan pH meter) • BOD air limbah tahu (metode Winkler) • COD air limbah tahu (merefluks contoh. Dengan kondisi tersebut maka dalam penelitian ini akan diteliti seberapa efektif penggunaan bakteri fermentasi (EM4) dalam menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu secara anaerob. Metodologi Penelitian  Jenis Variabel • • Variabel terikat : COD.

untuk uji BOD dan COD sebagai berikut : Table 1. 3. H1 : Ada pengaruh lamanya waktu yang signifika pada konsentrasi penambahan EM4 pada BOD dan COD air limbah tahu • H0 : Penambahan EM4. 7 ml) Taraf waktu fermentasi : 4 taraf (0. 3. H1 : Penambahan EM4 yang signifikan. 6. tidak terpengaruh terhadap penurunan kadar BOD dan COD air limbah tahu.  Rancangan Penelitian Rancangan penelitian adalah rancangan acak factorial.• • Taraf konsentrasi EM4 : 4 taraf (0. lamanya waktu fermentasi dan interaksi tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD dan COD air limbah tahu. 9 hari)  Perumusan Hipotesis • H0 : Penambahan EM4 yang signifikan. Rancangan penelitian efektivitas bakteri EM$ dalam menurunkan BOD dan COD air limbah tahu Waktu Fermentasi (B) (hari) B1 ( 0 hari ) B2 ( 3 hari ) B3 ( 6 hari ) B4 ( 9 hari ) Keterangan : A0 = Tanpa EM4 A3 = Dengan EM4 (3 mg/l) Variasi Konsentrasi Penggunaan EM4 (A) (ml/l air limbah) 0 A0B1 A0B2 A0B3 A0B4 3 A3B1 A3B2 A3B3 A3B4 A5 A7 5 A5B1 A5B2 A5B3 A5B4 7 A7B1 A7B2 A7B3 A7B4 = Dengan EM4 (5 mg/l) = Dengan EM4 (7 mg/l) . berpengaruh terhadap penurunan kadar BOD dan COD air limbah tahu • H0 : Tidak ada pengaruh lamanya waktu yang signifikan pada konsentrasi penambahan EM4 pada BOD dan COD air limbah tahu. 5. lamanya waktu fermentasi dan interaksi berpengaruh terhadap penuurnan kadar BOD dan COD air limbah tahu. H1 : Penambahan EM4.

Tahap Pengoperasian 3. Pengukuran Parameter (Analisa Laboratorium) • • • Pengukuran pH dengan pH meter PengukuranBOD metode Winkler (botol kedap udara) Pengukuran COD dengan cara merefluks contoh.  Nilai pH (derajat keasaman) . 5 ml/l. Analisa Data Pengolahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 11 ke atas. parameter yang dipantau adalah BOD. menggunakan oksidator kalium dikromat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini. 5 hari dan 9 hari. 3 ml/l. serta variasi waktu tinggal air limbah yaitu 0 hari.Model Matematik yang digunakan adalah : Yijk = µ + Ai + Bj + (AB) ij + Σ ijk  Tahap-tahap Penelitian 1. Pengolahan dikondisikan secara anaerobik. Sebagai variabel independennya adalah konsentrasi BOD dan COD sedangkan yang menjadi faktor adalah konsentrasi EM4 dan waktu tinggal air limbah tahu. Tahap Persiapan 2. 7 ml/l. Untuk mengetahui tingkat efektvitas EM4 yang digunakan dalam pengolahan air limbah tahu dilakukan pengujian terhadap kemampuan EM4 dalam menurunkan nilai BOD dan COD dari tiap-tiap perlakuan yang digunakan. COD dan pH. 3 hari. Uji normalitas menggunakan metode Klomogorov – Smirnov dan untuk uji homogenitas menggunakan uji Levene. Variasi perlakuan yang digunakan adalah variasi penambahan EM4 yaitu 0 ml/l. Uji pendahuluan dengan menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan parameter yang menjadi acuan keefektifan penggunaan EM4 dalam pengolahan air limbah tahu yaitu nilai BOD dan COD.

Hasil pengamatan nilai pH pada penelitian air limbah tahu yang menggunakan aktivitas EM4 adalah sebagai berikut : Tabel 2. . EM4 5 ml/l adalah 2085.55 Pembahasan  Penurunan Kadar Nilai BOD Kandungan nilai BOD dalam sampel mengalami penurunan dari hari ke hari baik pada contoh air limbah yang ditambahkan EM4 maupun contoh air limbah yang tidak ditambahkan EM4.65 3. Penurunan kadar BOD air limbah tahu dapat dilihat pada gambar 1.6 6. EM4 7 ml/l adalah 3064. Nilai pH Waktu 0 hari 3 hari 6 hari 9 hari Nilai pH rata-rata untuk variasi Penggunaan EM4 0 ml/l 3 ml/l 5 ml/l 7 ml/l 3. Berdasarkan gambar 1 tersebut diperoleh data pada hari ke-3 penurunan nilai BOD tanpa EM4 adalah 542. Perubahan keasaman pada air buangan.75 4.7 3.55 3.7 3.52 mg/l.94 mg/l.65 3.55 3.85 3.75 3. Selain itu.6 3.3 mg/l.75 3.Nilai pH berkaitan dengan akvititas mikroorganisme dalam proses pengolahan limbah organik.75 3. karena aktivitas mikroorganisme akan mempengaruhi pH dan suhu air limbah dan sebaliknya pH dan suhu air limbah juga mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dimana mikroorganisme umumnya hidup pada kisaran pH netral namun ada pula mikroorganisme yang mampu hidup pada pH rendah (dalam kondisi asam).6 3.3 3. baik ke arah alkali (pH naik) maupun asam (pH turun) akan sangat mengganggu kehidupan biota air disekitarnya. air buangan yang mempunyai pH rendah bersifat korosif terhadap besi dan sering menyebabkan timbulnya karat pada besi.7 mg/l dan untuk air limbah dengan EM4 3 ml/l adalah 1805.

89 Waktu (hari) EM4 0 ml/l EM4 3 ml/l EM4 5 ml/l EM4 7 ml/l Gambar 1.77 3507. hal ini dikarenakan mikroorganisme yang dapat bertahan hidup adalah jenis mikroorganisme Lactobacillus.000 2.17 3226. .62 mg/l (EM4 7 ml/l) ini merupakan penurunan BOD terbesar.30 2492.06 780. hal ini disebabkan karena mikroorganisme mengalami fase stasioner dan menuju fase kematian dan makanan yang tersedia tidak mencukupi lagi untuk pertumbuhan bakteri yang baru.85 mg/l (EM4 5 ml/l) serta 4272.000 1.53 2247. Pada hari ke-9 terlihat penurunan kadar BOD tidak sebesar hari ke-6. Grafik Penurunan Nilai BOD terhadap Efektivitas EM4 Berdasarkan grafik garis penurunan kadar BOD pada gambar di atas dan data pada tabel 3.000 5312. Pada masa tersebut mikroorganisme tersebut mengalami fase adaptasi.74 212.000 5. sehingga penurunan BOD relatif kecil. sp (mikroorganisme yang dapat hidup dalam kondisi asam).80 2706.Nilai BOD 6. sehingga mikroorganisme EM4 tersebut harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.000 3.47 4769.000 0 0 3 6 9 3132.85 BOD (mg/l) 4.62 1039. Pada hari ke-6 terjadi penurunan BOD rata-rata sebesar 2606.17 mg/l (EM4 3 ml/l) dan 3787.95 1524. sehingga dalam pertumbuhannya mikroorgansime membutuhkan makan yang berupa limbah tahu tersebut dan secara langsung akan berdampak pada penuurnan kadar BOD. dimana penurunan kadar BOD pada hari ke-3 mengalami penurunan yang tidak drastis seperti yang terjadi pada hari ke-6 dan hari ke-9.91 1830. Pada fase ini mikroorganisme dalam fase pertumbuhan/fase logaritmik dimana pada fase ini terjadi pertumbuhan bakteri secara pesat.

penurunan 98. hari ke-10) serta penelitian pada proses aerob (Herty.89 mg/l (EM4 7 ml/l) belum memenuhi standar baku mutu dimana nilai BOD adalah 75 mg/l. sedangkan untuk air limbah tahu yang ditambah EM4 (7 ml/l) setelah 9 hari masa fermetnasi kadar BOD yang dapat diturunkan adalah 95. A. dari data hasil penelitian dapat dikatakan bahwa penambahan EM4 pada air limbah tahu secara efektif dapat menurunkan kandungan BOD air limbah tahu. dimana penurunan kadar BOD sebesar 53.40 mg/l (EM4 1 ml/l. M. Dengan membandingkan penelitian terdahulu menggunakan EM4 pada proses anaerob (Wiwin. Tetapi untuk nilai BOD akhir sebesar 212.60 mg/l (tanpa EM4.78%.25% hari ke-10) dan 1706. 2002) dengan nilai 72. karena proses perombakan bahan organik membutuhkan oksigen. Dalam hal efisiensi dapat dilihat pada tabel 3. 4 hari) dan 1986 mg/l (tanpa EM4. Berdasarkan data tersebut di atas dikatakan bahwa dengan menggunakan EM4 dapat membantu mengolah limbah tunuk menurunkan kandungan BOD. Penurunan BOD berkaitan erat dengan kenaikan DO. hal ini dapat ditunjukkan dengan lebih besarnya kandungan BOD .0 mg/l (EM4 3 ml/l.07% pada air limbah tahu tanpa EM4 terjadi pada harike-9. Penurunan BOD selama perlakuan disebabkan oleh terjadinya proses perombakan bahan-bahan organik limbah oleh mikroba pengurai yang terkandung dalam EM4 meliputi bakteri asam laktat. 2002) dengan nilai 71. penurunan 58.99%. Berkurangnya bahan organik limbah menyebabkan oksigen yang dibutuhkan oleh mikroba pengurai menjadi berkurang. hal ini dapat ditunjukkan dengan lebih besarnya kandungan BOD yang diturunkan dibandingkan limbah tahu yang tidak menggunakan EM4. Hal ini jelas bahwa dengan menggunakan EM4 lebih efisien dibandingkan dengan air limbah tahu tanpa EM4. Sedangkan efektivitasnya yang dikaitkan dengan volume dan waktu yaitu di tunjukkan pada hari ke-6 yang merupakan penurunan BOD terbesar. 4 hari) maka dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan EM4 dapat membantu mengolah limbah untuk menurunkan kandungan BOD. A. kapang dan protozoa berkerjasama secara simbiotik saling menguntukan dan membentuk pola suksesi yang berkesinambungan selama proses perombakan bahan organik limbah berlangsung. yang ditunjukkan dengan nilai BOD yang rendah.Setelah masa fermentasi 9 hari.

000 4.000 6.05 3945.47 mg/l. Penurunan kadar COD air limbah tahu dapat dilihat pada gambar berikut ini : Nilai COD 12.74 5162. hal ini dikarenakan mikroorganisme yang dapat bertahan hidup adalah jenis .yang diturunkan dibandingkan limbah tahu yang tidak menggunakan EM4.40 9 6 Waktu (hari) EM4 0 ml/l EM4 3 ml/l EM4 5 ml/l EM4 7 ml/l Gambar 2. Berdasarkan grafik garis penurunan kadar COD pada gambar di atas dan data pada tabel 4.12 644.56 1503.56 COD (mg/l) 8.000 2.11 8486.37 mg/l.64 4297.55 mg/l. Serta waktu fermentasi sangat memegang peranan dalam mengoksidasi bahan organik dan juga temperatur pada pengolahan tersebut serta karakteristik dari zat-zat yang ada di dalam air buangan tersebut.71 3359. dimana penurunan kadar COD pada hari ke-3 mengalami penurunan yang tidak drastis seperti yang terjadi pada hari ke-6 dan hari ke-9. EM4 7 ml/l adalah 5299. EM4 5 ml/l adalah 4434.000 10.000 9597.16 2089. Grafik Penurunan Nilai COD terhadap Efektivitas EM4 Berdasarkan gambar 2 tersebut diperoleh data pada hari ke-3 penurunan nilai COD tanpa EM4 adalah 1111.42 1438.06 mg/l dan untuk air limbah dengan EM4 3 ml/l adalah 3692.  Penurunan Kadar Nilai COD Kandungan nilai COD dalam sampel mengalami penurunan dari hari ke hari baik pada contoh air limbah yang ditambahkan EM4 maupun contoh air limbah yang tidak ditambahkan EM4.000 0 0 3 5614.05 5904.35 2558.

07% pada air libmah tahu tanpa EM4 terjadi pada hari ke-9. Hal ini jelas bahwa dengan menggunakan EM4 lebih efisien dibandingkan dengan air limbah tahu tanpa EM4. Berdasarkan data tersebut di atas dikatakan bahwa dengan menggunakan EM4 dapat membantu mengolah limbah tunuk menurunkan kandungan COD.37 mg/l (EM4 3 ml/l) dan 7038. dimana penurunan kadar COD sebesar 53. Tetapi untuk nilai COD akhir sebesar 644. Pada fase ini mikroorganisme dalam fase pertumbuhan/fase logaritmik dimana pada fase ini terjadi pertumbuhan bakteri secara pesat. sedangkan untuk air limbah tahu yang ditambah EM4 (7 ml/l) setelah 9 hari masa fermetnasi kadar COD yang dapat diturunkan adalah 95. sehingga penurunan COD relative kecil. sehingga dalam pertumbuhannya mikroorgansime membutuhkan makan yang berupa limbah tahu tersebut dan secara langsung akan berdampak pada penurunan kadar COD.40 mg/l (EM4 7 ml/l) belum memenuhi standar baku mutu dimana nilai COD adalah 100 mg/l.mikroorganisme Lactobacillus. sehingga mikroorganisme EM4 tersebut harus beradaptasi dengan lingkungannya yang baru. Sedangkan efektivitasnya yang dikatikan dengan volume dan waktu yaitu di tunjukkan pada hari ke-6 yang merupakan penurunan COD terbesar. Pada masa tersebut mikroorganisme tersebut mengalami fase adaptasi.99%. Dalam hal efisiensi dapat dilihat pada table . dari data hasil penelitian dapat dikatakan bahwa penambahan EM4 pada air limbah tahu secara efektif dapat menurunkan kandungan COD air limbah tahu.06 mg/l (EM4 7 ml/l) ini merupakan penurunan COD terbesar..55 mg/l (EM4 5 ml/l) serta 8094. hal ini disebabkan karena mikroorganisme mengalami fase stasioner dan menuju fase kematian dan makanan yang tersedia tidak mencukupi lagi untuk pertumbuhan bakteri yang baru. Setelah masa fermentasi 9 hari. hal ini dapat ditunjukkan dengan lebih besarnya kandungan COD yang diturunkan dibandingkan limbah tahu yang tidak menggunakan EM4. sp (mikroorganisme yang dapat hidup dalam kondisi asam). Pada hari ke-9 terlihat penurunan kadar COD tidak sebesar hari ke-6. Hal tersebut disebabkan antara lain karena zat organic yang tersuspensi dari tahu atau kedelai yang tercecer atau zat oganik yang sudah terpecah sehingga air . Pada hari ke-6 terjadi penurunan COD rata-rata sebesar 3692.

A.0 73083760.0 mg/l (EM4 3 ml/l.25%.berubah seperti emulsi keruh.40% hari ke-10) dan 2224. Zat terlarut dan tersuspensi yang mengalami penguraian hayati maupun kimia akan berubah warna.35 mg/l (EM4 1 ml/l.5 df 3 3 9 16 32 31 Mean Square 4480918. Hal ini merupakan proses yang paling merugikan. 5 ml/l air limbah tahu.65 mg/l (tanpa EM4. hari ke-10) serta penelitian pada proses aerob (Herty.653 24361253. 6 hari serta 9 hari.9 5081449. ANOVA Penambahan EM4 terhadap Penurunan Kadar BOD Source Of Variations EM4 Waktu Interaksi (EM4 * Waktu) Sisa Total Corrected Total Type III Sum of Squares 13442756. 3 ml/l air limbah tahu.64 564605. M. Serta waktu fermentasi sangat memegang peranan dalam mengoksidasi bahan organik dan juga temperatur pada pengolahan tersebut serta karakteristik dari zat-zat yang ada di dalam air buangan tersebut. 2002) dengan nilai 98.514 36775.000 0. penurunan 66. dilakukan uji varian dengan 2 faktor. 4 hari) dan 3761 mg/l (tanpa EM4.000 0.625 588406. 2002) dengan nilai 105. karena kadar oksigen di dalam air buangan menjadi hitam dan busuk.845 662.3 hari.353 Sig. 7 ml/l air limbah tahu. dan waktu fermentasi yaitu 0 hari. Tabel 3. of F 0. Faktor yang digunakan adalah variasi penggunaan EM4 yaitu 0 ml/l (sebagai kontrol). 4 hari) maka dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan EM4 dapat membantu mengolah limbah untuk menurunkan kandungan COD.000 . Uji Statistik  Uji Statistik Penggunaan EM4 dalam Penurunan BOD Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dari tiap-tiap perlakuan penambahan EM EM4 pada air limbah tahu terhadap penurunan BOD.433 15. penurunan 98.435 F 121. A. Dengan membandingkan penelitian terdahulu menggunakan EM4 pada proses anaerob (Wiwin.964 388808978 92196373. hal ini dapat ditunjukkan dengan lebih besarnya kandungan COD yang diturunkan dibandingkan limbah tahu yang tidak menggunakan EM4.

maka keputusan yang diambil adalah menolak H0.223 Sig.  Uji Statistik Penggunaan EM4 dalam Penurunan COD Untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dari tiap-tiap perlakuan penambahan EM4 pada air limbah tahu terhadap penurunan COD.Berdasarkan tabel tersebut di atas. Faktor yang digunakan adalah variasi penggunaan EM4 yaitu 0 ml/l (sebagai kontrol).338 830.000 (<0.000 0. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut : Tabel 4. keputusan yang diambil bahwa variasi waktu menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar BOD air limbah tahu.4 269895255 12889783. 6 hari serta 9 hari.7 1732951. maka keputusan yang diambil adalah menoak H0. sehingga diambil kesimpulan bahwa penambahan EM4 pada air limbah tahu menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kandungan BOD air limbah tahu.05). Untuk nilai uji F waktu adalah 662.05).79 89965085. Untuk nilai uji F intraksi adalah 15.000 0.630 13. ANOVA Penambahan EM4 terhadap Penurunan Kadar COD Source Of Variations EM4 Waktu Interaksi (EM4 * Waktu) Sisa Total Corrected Total Type III Sum of Squares 36826856. Berdasarkan uji tersebut di atas menyatakan bahwa penggunaan EM4 dan lamanya waktu berpengaruh terahdap penurunan kadar BOD air limbah tahu. of F 0.186 108309.000 (< 0. hasil uji F untuk EM4 adalah 121.05). maka dilakukan uji lanjutan yaitu uji LSD.353 dengan nilai signifikan 0.965 1190628267 321344847 df 3 3 9 16 32 31 Mean Square 12275618. keputusan yang diambil bahwa interaksi antara waktu dan EM4 menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar BOD air limbah tahu.000 (< 0. 7 ml/l air limbah tahu.433 dengan nilai signifikan 0. dan waktu fermentasi yaitu 0 hari.845 dengan nilai signifikan 0.05 1432198. maka keputusan yang ambil adalah menolak H0.000 .498 F 113. Berdasarkan uji tersebut yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan. 3 ml/l air limbah tahu. dilakukan uji varian dengan 2 faktor. 5 ml/l air limbah tahu.3 hari.

88461 Sig 0.88461 95.6450* 1721.8037* -1721.8037* Std. Berdasarkan uji tersebut yang menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan.000 0. maka diperoleh data sebagai berikut : Tabel 5.000 (< 0.05).88461 95.000 0.88461 95.88461 95. Error 95. dimana nilai signifika dari ANOVA sebelumnya menunjukkan nilai < 0. Untuk nilai uji F waktu adalah 830.88461 95.7388* 1213.000 0.88461 95. keputusan yang diambil bawha variasi waktu menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar COD air limbah tahu.000 0.223 dengan nilai sifnifikan 0.000 0. keputusan yang diambil bahwa interaksi antara waktu dan EM4 menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam menurunkan kadar COD air limbah tahu.000 .7100* -507.7100* -1213.9063* 1135. Untuk nilai uji F intraksi adalah 13.630 dengan nilai signifikan 0. Berdasarkan data dari uji LSD.05).000 0.9063* 507.000 0.000 (<0.000 (< 0.7388* 627. maka keputusan yang diambil adalah menoak H0.4488* -1135. maka keputusan yang ambil adlaha menolak H0. maka keputusan yang diambil adalah menolak Ho.88461 95.338 dengan nilai signifikan 0.05. Hasil Uji LSD Terhadap Konsentrasi EM4 Dependent Variable (I) EM4 0 ml/l 3 ml/l BOD 5 ml/l 7 ml/l (J) EM4 3 ml/l 5 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 5 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 3 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 3 ml/l 5 ml/l Mean Difference 585. hasil uji F untuk EM4 adalah 113.88461 95.88461 95. maka dilakukan uji lanuutan yaitu uji LSD.000 0.  Uji LSD Uji lanjutan yang digunakan adalah uji LSD.000 0. Berdasarkan uji tersebut di atas menyatakan bahwa penggunaan EM4 dan lamanya waktu berpengaruh terahdap penurunan kadar COD air limbah tahu.000 0.6450* -627.88461 95.05).88461 95.4488* -585. sehingga diambil kesimpulan bahwa penambahan EM4 pada air limbah tahu menunjukkan perbedaan yang sifnifikan dalam menurunkan kandungan COD air limbah tahu.Berdasarkan tabel tersebut di atas.000 0.

7037* -3213.000 0.000 0.2275* -1227.000 0.6262* 2900.55204 164.55204 164.55204 164.3163* -2108.004 0.55204 164.2112* 769.88461 95.88461 95.6162* -7567.000 0.000 0.000 0.000 0.88461 95.3587* 6338.55204 164.4487* -6338.000 0.000 0.000 0.001 COD 5 ml/l 7 ml/l Dari tabel tesebut terlihat bahwa untuk perlakuan limbah nilai signifikan < 0.1038* 548.6012* -2900.55204 164.55204 164. Hasil Uji LSD Terhadap Waktu tinggal Dependent Variable (I) Waktu 0 Hari 3 Hari BOD 6 Hari 9 Hari 0 Hari 3 Hari COD 6 Hari 9 Hari (J) Waktu 3 Hari 6 Hari 9 Hari 0 Hari 6 Hari 9 Hari 0 Hari 3 Hari 9 Hari 0 Hari 3 Hari 6 Hari 3 Hari 6 Hari 9 Hari 0 Hari 6 Hari 9 Hari 0 Hari 3 Hari 9 Hari 0 Hari 3 Hari 6 Hari Mean Difference 1874.55204 164.6125* 3213.88461 95.004 0.6162* Std.88461 95.4925* -3983.55204 Sig 0. Error 164.55204 164.2275* -1673.000 0.8075* -3634.001 .88461 95.8238* 3983.88461 95.55204 164.55204 164.000 0.5225* 678.6125* 1339.000 0.5225* 1227. Error 95. Tabel 6.55204 164.6262* -548.55204 164.000 0.55204 164.000 0.000 0.000 0.8325* 3933.003 0.7037* -769.000 0.88461 95.000 0.000 0.55204 164.000 0.55204 164.1038* 2221.3163* -1874.88461 95.55204 164.000 0.55204 164.000 0.1913* -2703.8325* 1229.1237* -221.88461 95.000 0.88461 164.000 0.8075* -3933.55204 164.1237* -678.6012* Std.003 0.000 0.4925* 3634.001 0.4487* -1229.000 0.05 maka artinya pengaruh perlakuan BOD dan COD terhadap konsentrasi EM4 mempunyai perbedaan nilai yang signifikan.1913* 7567.3587* 2703.000 0.55204 164.88461 95.55204 164.55204 Sig 0.2112* 2108.55204 164.8238* -1339.Dependent Variable (I) EM4 0 ml/l 3 ml/l (J) EM4 3 ml/l 5 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 5 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 3 ml/l 7 ml/l 0 ml/l 3 ml/l 5 ml/l Mean Difference 1673.001 0.

Sukiman. yaitu 95. Bogor. U. Mc Graw-Hill. Akademik Kimia Analis. dkk. Penemaran Air dan Pemanfaatan Limbah Industri. Edisi 1... Departeman Perindustrian dan Perdagangan. Kimia Air. 1997. Efektivitas EM4 dalam menurunkan nilai BOD dan COD tertinggi dicapai pada perlakuan (limbah + EM4 7 ml/l) dalam penelitian ini dengan waktu 9 hari. Mulyono. CV Rajawali.28% untuk COD. KESIMPULAN Kesimpulan 1. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Depkes RI. Sarjito Yogyakarta. Teknologi Fermentasi. 1984. Singapore.05 maka artinya pengaruh perlakuan BOD dan COD terhadap waktu itnggal mempunyai perbedaan nilai yang signifikan. Jakarta. Metcalf & Eddy. 1992. Djabu. Jakarta. CV Rajawali. Wastewater Treatment Engineering : Treatment Disposal Reuse.40 mg/l untuk COD.. Judoamidjoyo. Pedoman Bidang Studi Pembuangan Tinja dan Air Limbah pada Insitusi Pendidikan Sanitasi Kesehatan Lingkungan. 3. Efisiensi EM4 dalam menurunkan nilai BOD dan COD tertinggi dicapai pada perlakuan (limbah + EM4 7 ml/) dalam penelitian ini dengan waktu 9 hari. Terdapat interaksi antara penggunaan EM4 ddengan waktu fermentasi terhadap penurunan kadar BOD dan COD air limbah tahu. 4. Jakarta. dkk. .80 mg/l untuk BOD 664. 1990/1991. 2. Kemampuan untuk menurunkan kadar BOD dan COD air limbah tahu dipengaruhi pula oleh sifat/karakter dari bakteri fermentasi yang digunakan dalam penelitian. International Edition.Dari tabel tersebut terlihat bahwa untuk perlakuan limbah nilai signifikan < 0. Udin. 1997. Maman. Cetakan ke-1. Mahida. Yogyakarta. yaitu 212. 2nd eds. 1990. DAFTAR PUSTAKA Budihardjo. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Sakit.99 % untuk BOD dan 93..N. Kumpulan Makalah Pelatihan Sanitasi Rumah Sakit di RSUP Dr. dkk..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful