CONTOH BEST PRACTICE

PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SMP NEGERI 2 MALEBER MENJADI SEKOLAH EFEKTIF Oleh : DIDI MULYADI, S.Pd. NIP 19620724 198603 1 007 BAB I PERMASALAHAN Pendirian sebuah Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan adalah niat luhur untuk mencerdaskan bangsa. Dalam pendirian tersebut lebih mengutamakan pada kepentingan masarakat dan prospek kedepan bagi keberlangsungan lembaga tersebut. Penyediaan akan sarana gedung, tenaga, anggaran, siswa peserta didik, dan fasilitas pembelajaran lainnya menjadi mutlak diperlukan. Demikian halnya dengan pendirian SMP Negeri 2 Maleber yang terletak di Jl. Desa Maleber Desa Mekarsari Kecamatan Maleber Kabupaten Kuningan. Semenjak dirintis tahun 2005 menumpang pada SD Negeri 1 Maleber dan pada tahun 2007 dapat menempati lokasi gedung baru. Sampai saat ini telah meluluskan 1 kali. Uniknya jika melihat keterlaksanaan layanan SMP Negeri 2 Maleber ini belum memiliki satu tenaga Pendidik dan Kependidikan berstatus PNS. Semuanya masih honorer dan dibantu dengan Guru dari SMP Negeri 1 Maleber. Upaya telah dilakukan namun sampai tim Bawasda datang pada bulan Juni 2009 permasalahan ketenagaan belum selesai. Adanya “ Pegawai Rangkap “ sangat menyulitkan pengelola khususnya Kepala Sekolah sebagai top manajer. Selain itu pula kondisi sekolah masih dua shift. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan Juli 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pembangunan selanjutnya. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Pembenahan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di SMP Negeri 2 Maleber. BAB II STRATEGI YANG DITEMPUH Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. Hasil temuan Bawasda mengenai tenaga rangkap menjadi sorotan yang sempat menegang. Bagi tenaga Guru yang dipermasalahkan memiliki dasar historis yang kuat untuk merasa diperlakukan tidak adil. Mengingat mereka sejak rintisan pendirian dimohonkan langsung untuk menangani SK rintisan sekolah dari Instansi kedinasan. Ada kurang lebih 2 tenaga PNS yang dilibatkan dan 3 orang Guru DPK yang terkena oleh peraturan-peraturan. Untuk meluruskan keadaan tersebut maka penulis mencoba mengadakan pendekatann dengan Kepala Sekolah pertama ( PLH ) dan Kepala Sekolah SMP tempat merintis. Kesepakatanpun awal adalah tetap berlangsung seperti biasa dengan menyesuaikan jadual kegiatan pada dua Instansi Sekolah yang letaknya tidak begitu jauh ( SMP N 1 dan SMP N 2 MALEBER ). Selain itu pula penulis mencoba menelusuri pada Instansi terkait ( Dinas Pendidikan / Tendik , BKD )

Kesiapan akan anggaran mutlak diperlukan. Tersedianya sarana lapangan Olah Raga yang aman dan representatif untuk kegiatan KBM. Tersedianya sejumlah kursi-meja lipat untuk pemenuhan rasio kebutuhan belajar sebanyak 3 ruang. Hal ini ditujukan agar bola dapat memantul dengan sempurna dan tidak rusak. Mendapatkan kejelasan status tempat kerja bagi beberapa tenaga Guru yang selama ini berstatus PNS tetapi masih rangkap tempat mengajar. Penulispun memberikan arahan dan berdiskusi dengan tenaga tersebut untuk mengambil inisiatif sambil menunggu pembenahan SMP Negeri 2 Maleber. Sedangkan lantai atas belum selesai ( 80 % ) menunggu atap dipasang. Disamping pembenahan tenaga untuk memperkuat kemudahan pembenahan proses kegiatan KBM yang masih dua shif . Komunikasi terus dilakukan untuk membenahi taman dan penghijauan. Pada masalah lain labolatorium restoran ( kitchen ) masih menyatu dengan dapur / pantri karyawan dan Guru. masalah lain muncul yakni fasilitas ruang belajar dan perlengkapannya. Selama ini masih . wakil sarana dan bendahara komite dan PKC. Alhamdulillah untuk kursi dan perangkat kelas telah tersedia walaupun ruang aula belum kami skat menunggu bangunan Musholla selesai. 4. Kemudian penulis mengadakan rapat kecil dengan ketua program studi. Terbangunnya Mushola sebagai sarana beribadat bagi warga sekolah. Penulis memanfaatkan Aula yang dimiliki dengan membagi 2 ruangan dan ruangan lainnya yang sama ukurannya. Dari upaya tersebut terhitung sampai saat ini telah terdapat 5 orang tenaga Guru PNS dan 1 orang tenaga DPK yang berpindah tugas ke SMP Negeri 2 Maleber berdasarkan surat Kepala Dinas. Desakan akan kebutuhan lab yang ideal muncul saat pembenahan sarana yang ada. Tidak hanya itu sarana lapanganpun menjadi pembicaraan. Adapun perubahan yang dinginkan adalah : 1. Banyak masukan dari tim penilai karena secara fisik masih perlu dilakukan pembenahan disana-sini. Selain itu pula tenaga PLH bendahara PKC yang selama ini Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber telah dilantik untuk menjadi Kepala TU di SMP Negeri 2 Maleber. Sampai saat ini untuk lantai bawah telah selesai dan telah digunakan untuk sholat jumat sebanyak 2 kali. Akibatnya berimbas pada sarana beribadat yang selama ini memakai Aula tersebut setiap hari Jumat. Penulis mencoba mendekati para pemegang keuangan dan sarana. 3. Tentunya hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan perubahan yang terlalu menyulitkan bagi pihak Sekolah pertama tempat bertugas yang akan ditinggalkan. BAB III HASIL YANG INGIN DICAPAI Dari uraian permasalahan dan strategi pemecahan penulis ingin mendapatkan beberapa perubahan. Tahun ini kami telah melakukan beberapa persiapan sesuai temuan dari tim pemantau wilayah. Sebagian besar digunakan untuk parkir. SMP Negeri 2 Maleber termasuk salah satu titik pantau pelaksanaan dalam Lomba Desa di wilayah Mekarsari untuk fasilitas umum.mengenai status masalah ketenagaan pada sejumlah tenaga tersebut. Tahun lalu telah memberikan kontribusi cukup baik. Kami telah menyiapkan satu pasang ring basket dan seluruh halaman depan telah kami hotmik. dengan mengambil inisiatif mengusulkan kembali melalui hak individu pegawai. Secara birokrasi telah ditempuh dengan mngusulkan kebutuhan akan kursi dan meja untuk 3 ruangan belajar. Jalur birokrasipun ditempuh . 2. Hal ini didasari pula oleh tuntutan orang tua murid tingkat X yang merasa keberatan anaknya pulang sore ( rombel tingkat X masuk siang ) pada rapat komite awal tahun. Selain itu pada awal bulan Agustus telah dilakukan penilaian sekolah sehat tingkat kecamatan Maleber. Sehingga saat ini SMP Negeri 2 Maleber telah memiliki satu orang Kepala Sekolah dan satu orang kepala TU definitif.

Saat ini kami telah membangun dapur umum secara permanent dengan luas 8 m2 . Kami memiliki petugas keamanan 2 orang yang bertugas pada siang dan malam. 13. Tersedianya ruang pos jaga untuk keamanan sekolah.menggunakan konblok.Pd. Penghijauan dan lingkungan ASRI 14. Tersedianya ruang londri untuk kegiatan praktik perhotelan yang telah diidam-idamkan selama ini. Kami telah merubah lahan tidur sebelah barat seluas 100 m2 menjadi tempat parkir khususnya kendaraan roda dua. NIP 19650607 198903 1 008 Mengetahui/ Mengesahkan .M. Untuk roda empat kami gunakan sebelah pojok selatan dan tidak mengganggu kegiatan di lapangan. Pembuatan kompossing. Lahan tersebut kami bentuk dengan menggunakan batu konblok dan pembatas kebun / lahan. 10. Sekarang telah kami berikan ruang khusus sekitar 36 m2. Penutup parit. Tersedianya kantin sehat. dan terpisah dari bangunan utama. 9. Tersedianya lahan parkir. Selama ini ruang UKS menjadi satu dengan ruang TU. 12. Separuh lahan tidur yang belum digunakan sekitar 100 m2 kami jadikan areal kantin. 11. DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KUNINGAN 2010 LEMBAR PENGESAHAN PENINGKATAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 2 CIBEUREUM KABUPATEN KUNINGAN Penulis SUBAGIO. Saat ini kami telah memiliki bak untuk tempat pembuatan kompos. Terbangunnya dapur umum untuk Guru dan karyawan yang memenuhi syarat. 6. 7. Tertatanya taman dan penghijauan di halaman depan dengan membuat batas lapangan dan di cat hitam putih untuk menambah citra dan penampilan. Ruang UKS . 8. Dari target keseluruhan telah terpasang penutup parit sepanjang 15 m . 5. Adapun luas halaman adalah 650 m2.

. H.Si Pembina Tk. Penulis menyadari bahwa best practice ini masih jauh dari kesempurnaan. 17 LAMPIRAN .M.………………….M.. penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan.Pd NIP 19650607 198903 1 008 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Profil singkat kepala sekolah (penulis) Profil singkat sekolah BAB I PENDAHULUAN…………………………………………. penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunanannya. Akhir kata. Amin Cibeureum. Subagio. DADANG SUPARDAN.Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan Drs.I NIP 19591218 198603 1 009 KATA PENGANTAR Alhamdulillah berkat rahmat Allah SWT. 1 BAB II PEMBAHASAN…………………………………………….. Oleh sebab itu. penulis berharap best practice ini semoga bermanfaat bagi pembaca. Desember 2010 Penulis. 8 BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI OPERASIONAL…. Dengan diselesaikannya best practice ini. Penulisan best practice ini diajukan sebagai salah satu syarat dalam penilaian lomba Kepala Sekolah Berprestasi Tahun 2010 dilingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kuningan. akhirnya penulis dapat menyusun Best Pragtice judul Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMPN 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan ini dengan lancar.

id / PENELITIAN : 1. 9. / NIP : Pembina Tk.co. 2. Cirebon. Unit Kerja : SMPN 2 CIBEUREUM g. Kuningan.Pd. 10. 6. 4. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika. Peserta Seminar Prospek Pendidikan Di Era Otonomi Daerah. Pokok bahasan Lingkaran di kelas VIII. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin. Nama : Subagio. Implementasi Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran 6.com i. Alamat Kantor : Jl. Peran Pemimpin Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. 3. 4. tahun 1996.M. Email / Hand Phone : subagio_2009@yahoo. Cirebon. . 7 Juni 1965 c. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 1 ) 5. Pengaruh Pendekatan Mengajar dengan Peta Konsep terhadap Hasil Belajar Matematika. Peserta Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Akreditasi sekolah tahun . Peserta Seminar Pendidikan. Jabatan : Kepala Sekolah f. Peserta Seminar Sehari Pendidikan Matematika. Peningkatan Mutu Pembelajaran di Sekolah. Peningkatan Kinerja Guru melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik di SMP N 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. 2. I/IVB/19650607 198903 1 008 e. 2. tahun 2001. Profesionalitas Guru dan Profil Guru Yang Memikat Hati ( 2 ) 7. Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa. Raya Cibeureum No 02 Cibeureum E_mail smpnduacibeureum@rocketmail. 8. tahun 2002 5. Studi mengenai Sikap SMP Negeri 2 Cigugur terhadap Pembelajaran Berbasis Masalah. Mengubah Sekolah Membangun Pendidikan. 4.Profil singkat kepala sekolah (penulis) NAMA DAN BIODATA KEPALA SMP N 2 CIBEUREUM a. Peran Kepala Sekolah dalam Pemberdayaan Guru. Pengajaran Matematika dengan Pendekatan Konstektual pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Siswa Kelas IX di SMP Negeri 2 Cigugur Kabupaten Kuningan.Kuningan. Pangkat / Gol. 3. Agama : Islam d. Peserta Seminar Starategi Implementasi Kurikulum 2004 . 3. Alamat Rumah : j. tahun 2004. KARYA TULIS : 1. Tempat dan Tanggal Lahir : Cirebon. Lima Peran Kepala Sekolah di abad 21 PESERTA PELATIHAN/SEMINAR/LOKAKARYA 1. b. tahun 1996.

Peserta Seminar Pendidikan Strategi Terpadu Dan Harmonisasi Anatar Sekolah Dan Orang Tua Untuk Keberhasilan UAN Bersama. Telp / HP : 1. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Optimalisasi Profesionalisme Guru melalui Pendekatan Organisasi dan Teknologi Informasi. 10. tahun 2007. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Peluang Profesionalitas dan Kesejahteraan Guru. 12.21. Kompetensi Dan Sertifikasi PTK. Kuningan. Peserta Seminar Nasional Reaksentuasi Kekuatan Diplomasi. Jenang Akreditasi : Negeri 4. 11. Cirebon. Profil singkat sekolah Nama Sekolah : SMP Negeri 2 Cibeuruem Alamat : Jalan / Desa : Raya Cibeureum – Cibingbin Kecamatan / Kab. Peserta Seminar Nasional Pengusulan KH. tahun 2007.3015 3. tahun 2006. Peserta Seminar Nasional Strategi Penyusunan Portofolio Dalam rangka Pelaksanaan Sertifikasi Guru. tahun 2009.7.Cibeureum Kab.Kuningan. NSS / NSM/NDS : 20. Kuningan. 21. / Kota. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Kualifikasi. Peserta Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Pengembangan Bahan Ajar Dan Rancangan Penilaian Hasil Belajar. 15. tahun 2008. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Mengubah Paradigma Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Dalam Upaya Mengimplementasikan 8 Standar Nasional pendidikan. 17. 18. 14. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Profesi Guru. Tahun 2007. 20. tahun 2007. Nama Yayasan ( bagi swasta ) : alamat Yayasan 7 No. tahun 2009. Tahun 2007. tahun 2007. Cirebon. Kuningan No. tahun 2008. Kuningan. tahun 2010. 9. 13. Peserta Seminar Nasional Pendidikan Pengembangan Profesionalisme Guru Dalam Menjawab Tantangan Global. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Psikologi Pendidikan . tahun 2008. Peserta Seminar Pendidikan Sehari Sosialisasi Pelayanan Prima Pembelajaran Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Dalam rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa Di Era Globalisasi. tahun 2008. tahun 2009. tahun 2008. 24. Tahun didirikan : 1996 . tahun 2008. tahun 2007. Hasan Maolani Sebagai Pahlawan Nasional. Telp : 2. Peserta Seminar Reposisi Guru Dalam Pembangunan Nasional. 16. 23. 8. Peserta Seminar Strategi Menembus Profesionalisme Guru. Peserta Seminar Nasional Pengembangan Potensi Diri Kiat Menjadi Pendidik Profesional. 19. Peserta Seminar of Teaching Cretivity in teacher Profesionalism. tahun 2006. : Kec. Peserta Seminar Pendidikan Nasional Membangun Pendidikan Berkualitas Melalui Peningakatan Kualifikasi. Peserta Seminar Nasional Peningkatan PTK Melalui Pemaham Standar Pengelolaan Pendidikan. 22. 25. Kualifikasi Dan Sertifikasi Pendidikan.

..x 2.. Rekening Rutin Sekolah : ...6.. Lab......... Lab.... Ketrampilan .. Kepemilikan Tanah : Pemerintah a.... Komputer ...... 10..5... a) Data Ruang Kelas Jumlah ruang kelas asli (d) Jumlah ruang lain yangdigunakan untuk r... Kelas (f) = (d+e) Ukuran 7x9 m2 (a) Ukuran >63 m2 (b) Ukuran <63 m2 (c) Jumlah (d) =(a+c+d) Ruang Kelas 12 ... Status tanah : Akte-Jual Beli ( Hak Milik ) b. Data siswa dalam 2 ( dua ) tahun terakhir Tahun 2008/ 2009 121 org 121 org 4 Rbl 132 org 3 Rbl 130 org 3 Rbl 383 org 10 Rbl Tahun 2009/ 2010 168 org 168 org 4 Rbl 122 org 4 Rbl 124 org 4 Rbl 416 org 12 Rbl Tahun 2010/ 2011 Org ... Status Bangunan milik : Pemerintah 8.Cabang .Rbl .. Kelas (e) Jumlah ruang yang digunakan u R...Rbl .x - .......Rbl 11..... Luas tanah : 3650 m2 7... Lab.. Luas seluruh Bangunan : 1836 m2 9. Perpustakaan 1 9 x 9 4.....x ..org .....org ..... 12 b) Data Ruang Lain Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah (buah) Ukuran (m2) 1...org ..12 ..org ......Nama bank....IPA 1 9 x 9 5..Rbl .... Asrama Guru ..... Tahun Beroprasi : 1997 6. No......x 3...ruang Yaitu : ... Bahasa .

Sedangkan dampak kesalahan kedua. Kemampuan guru-guru di bidang pedagogik.. Selain itu. NIP. didaktik dan metodik juga sangat kurang. pengelolaan dalam materi pembelajaran kerap tumpang tindih sehingga mematikan prakarsa pelajar. Desember 2010 Kepala Sekolah SUBAGIO.Tata Usaha Sukwan 2 Guru Honor 2 Penjaga Sukwan 2 Cibeureum. adalah bahwa pendidikan terjadi sebelum anak masuk sekolah dan sesudah . kini sekolah cenderung tidak terarah karena kurikulum yang tidak serasi. Ketiga. Di sisi lain. Ada tiga persepsi yang kurang benar tentang pendidikan. kemampuan siswa yang rendah untuk mempergunakan pengetahuan sebagai alat berpikir dan alat untuk memahami serta memecahkan masalah.Tata Usaha CPNS 1 Guru GBS . Proses pembelajaran pun tidak kreatif dan tidak mendorong kreativitas anak didik. Mereka terpaku kepada keterampilan yang bersifat terapan.11. tugas sekolah ialah mengajarkan pengetahuan. secara umum sudah membutuhkan revolusi alias perlu diubah total. Kesalahan ketiga berakibat lulusan sekolah tidak cukup menguasai konsep-konsep dasar. Pertama. Latar Belakang Masalah Sistem dan program pendidikan di seluruh tingkatan. M. 19650607 198903 1 008 BAB I PENDAHULUAN 1.Pd. pendidikan hanya terjadi di sekolah. sekolah harus membuat siswa menjadi “manusia siap pakai”. Di berbagai jenis dan jenjang pendidikan. Sistem pendidikan nonformal tidak berkembang dan kemampuan bangsa untuk belajar dari situasi pendidikan nonformal menjadi rendah. Kepekaan siswa terhadap nilai-nilai terhadap norma juga sangat rendah. tenaga kerja menjadi kurang retrainable.Tata Usaha Kontrak Guru Kontrak . baik norma estetis maupun norma synnoetis (norma kehidupan sosial).Akibat negatif dari kesalahan pertama. Data Tenaga Pendidik dan Tata UsahaGuru : Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Jumlah Guru / Staf SMP Negeri Keterangan Guru Tetap (PNS) 19 Tata Usaha PNS 4 Guru CPNS . Persepsi yang sebaiknya. atau pun norma etis. pengetahuan tentang pendidikan keluarga tidak berkembang. Kedua. sehingga acapkali guru sama sekali tidak mempedulikan pengembangan kepribadian dan watak anak didiknya.

isi. Permasalahan yang diungkap di atas sampailah pada bagaimana mengelola sekolah agar lebih efektif dan efisien sesuai ketentuan berlaku dan kemampuan yang dimiliki pada fase pengembangan selanjutnya supaya bias mendapat kepercayaan lagi dari masyarakat. fleksibilitas. Sekolah hanya suatu mata rantai dari suatu kegiatan nyata pendidikan yang luas. Prinsip efisiensi dan . selain harus berpijak pada sejumlah landasan. Sekolah juga harus membimbing anak untuk menguasai kemampuan belajar. Akan tetapi mereka umumnya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana mengatasi keadaan itu. Strategi Pemecahan Masalah Setiap pengembangan kurikulum. Prinsip fleksibilitas berkenaan dengan kebebasan/keluwesan yang dimiliki guru dalam mengimplementasikan kurikulum dan adanya alternatif pilihan program pendidikan bagi siswa sesuai dengan minat dan bakatnya. melainkan memupuk kepekaan terhadap nilai-nilai. Berdasarkan kondisi itu pula penulis yang ditugaskan sebagai Kepala Sekolah mencoba mulai kurun waktu pertengahan April 2009 sampai sekarang membenahi keadaan tersebut. juga harus menerapkan atau menggunakan prinsip-prinsip tertentu. mestinya kurikulum memfokuskan pada hal dasar dan esensial. 3. serta efisiensi dan efektivitas. harus ada kurikulum yang berbeda karena anak memiliki perbedaan bakat dan minat. sangat dibutuhkan anak. 2. Dengan adanya prinsip tersebut. setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan atau hukum sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas sesuai dengan prinsip yang telah disepakati. dinamis dan saling bersambungan. bukan hanya membuat siswa menjadi siap pakai. Sekolah yang berdiri tahun 1997 ini pernah hasil pelulusan siswa kelas 9 hanya mencapai 47. padahal di sisi lain menurut upaya memunculkan pribadi kreatif sangat dibutuhkan bagi anak dalam kehidupannya. maupun situasi pendidikan nonformal dan informal. para guru memiliki kesulitan bagaimana menanamkan dan menumbuhkan jiwa kreativitas kepada anak. Untuk itu penulis mencoba merefleksikan tindakan berkenaan dengan pemecahan masalah tersebut dimulai dengan Peningkatan Program Pengembangan Diri Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 2 Cibeureum Kabupaten Kuningan. Konsekuensinya.anak tamat sekolah. Prinsip kontinuitas berkenaan dengan adanya kesinambungan materi pelajaran antarberbagai jenis dan jenjang sekolah serta antartingkatan kelas. Secara umum prinsip-prinsip pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi. Tugas sekolah adalah melahirkan generasi yang menjadi bagian dari bangsa yang pandaibelajar. sekolah harus tahu jenis pendidikan yang telah dilalui anak di keluarga dan menilainya sejauh mana pendidikan keluarga itu dapat dipergunakan sebagai landasan untuk menyusun program pendidikan sekolah. Prinsip relevansi berkenaan dengan kesesuaian antara komponen tujuan. Tugas sekolah ialah mempersiapkan anak untuk mengarungi kehidupan. kontinuitas. tugas pokok sekolah bukan sekadar mengajarkan pengetahuan.01 persen dari jumlah peserta UN 135 siswa yang lulus hanya 63 siswa orang dan yang tidak lulus 72 siswa yaitu pada tahun pelajaran 2007/2008. sehingga cukup waktu untuk mengasah kreativitas. Dengan demikian. dan evaluasi. Kesulitan mereka terutama karena padatnya kurikulum pendidikan sehingga kreativitas anak terabaikan. Fakta menunjukkan minimnya waktu dan pelajaran yang bersifat untuk mengembangkan kreativitas pada sekolah formal. . Di luar itu harus pula diperhatikan. baik untuk situasi pendidikan formal. Permasalahan Para guru sebenarnya menyadari bahwa pelajaran yang memberi kesempatan mengembangkan kreativitas. Untuk bisa menanamkan kreativitas pada siswa. strategi. Untuk itu.

yaitu pendekatan administratif dan akar rumput. Yang cukup membanggakan ternyata siswa sangat respon dengan Marching Band. studi kompetensi. pada dasarnya merupakan penjabaran dari empat prinsip umum pengembangan kurikulum. dan pengembangan alat evaluasi. Ada beberapa langkah dalam pengembangan kurikulum. Analisis dan diagnosis kebutuhan dilakukan dengan mempelajari tiga hal. pemilihan dan pengorganisasian materi. nilai dan budi pekerti luhur. keseimbangan etika. Adapun caranya dapat dilakukan melalui survei kebutuhan. dan kinetika. pelaksanaan ini disesuaikan dengan situasi atau kondisi yang ada di lapangan. perumusan tujuan. pengembangan keterampilan hidup. Bukankah pendidikan itu salah satunya untuk merubah sikap siswa dari kurang baik menjadi lebih baik. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. Ternyata bila diberikan kesempatan mereka pun mampu. yaitu analisis dan diagnosis kebutuhan. Selasa Paskibra. mengalami perubahan karena mereka diakui dan mampu menunjukkan kemampuannya. Di SMPN 2 Cibeureum langkah pertama yang ditempuh yakni melakukan dialog persuasif dengan para siswa. pemilihan dan pengorganisasian pengalaman belajar. tuntutan masyarakat. Kamis Futsal. Namun. Sementara itu. dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian dengan jadwal ekskul mulai Senin dan Rabu kegiatan Basket Ball. Sedangkan pendekatan akar rumput. Mereka mampu mempersiapkan diri untuk tampil pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. ide pengembangan muncul dari keresahan para guru-guru yang mengimplementasikan kurikulum di sekolah di mana mereka menginginkan perubahan atau penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan di sekolah. kesamaan memperoleh kesempatan. Terbukti dalam waktu tiga bulan. logika. Jum’at Pramuka dan Sabtu Marching Band. Ada dua pendekatan dalam pengembangan kurikulum. prinsip khusus yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi. berpusat pada anak. Komunikasi adalah hal yang sangat diperlukan dalam pemecahan masalah ini. serta pendekatan menyeluruh dan kemitraan.efektivitas berkenaan dengan pendayagunaan semua sumber secara optimal untuk mencapai hasil yang optimal. pemilihan dan pengorganisasian materi. Pelaksanaan kegiatan dalam program ini dibagi dalam beberapa bulan pelaksanaan. dan harapan-harapan dari pemerintah. serta pengembangan alat evaluasi. Pendekatan administratif adalah suatu pendekatan dalam pengembangan kurikulum di mana ide atau inisiatif pengembangan muncul dari para pejabat atau pengembang kebijakan seperti Menteri Pendidikan. Secara . Munculah pemikiran untuk mengoptimalkan kegiatan pengembangan diri dan dilaksanakan hampir setiap hari. estetika. dimana tiap bulan dibagi dalam beberapa minggu dan di setiap minggu ada beberapa kali pelaksanaan sesuai dengan jadwal. karena peminatnya kebanyakan anak-anak yang dianggap bermasalah di kelasnya. abad pengetahuan dan teknologi informasi. antara lain: prinsip keimanan. 17 Agustus lalu. Pada awalnya Marching Band ini mendapat reaksi negative dari rekan-rekan guru. dan analisis tugas. yaitu: kebutuhan siswa. Apabila dianalisis secara mendalam beberapa prinsip khusus yang diterapkan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Kepala Dinas dan lain-lain. Namun mereka yang semula dinilai kurang. April-Juni 2009. penguasaan integrasi nasional. mereka sudah bisa membawakan musik dan lagu. Langkah pengembangan kurikulum selanjutnya setelah seperangkat kebutuhan tersusun adalah perumusan tujuan. dan dari kurang cerdas mernjadi cerdas.

adapun tahapannya meliputi : . Identifikasi masalah. Pendekatan Personal dilakukan dengan melakukan serangkai pertemuan. dilakukan melalui assessment terhadap siswa dengan memberi test minat dan bakat. (c). dan evaluasi pelaksanaan program. Pelaksanaan Program Dan Evaluasi Program. setiap pelaksanaan program dilakukan monitoring untuk mengoreksi dan membenahi serta menindak lanjuti program yang dilaksanakan. diskusi. Jangka panjang : meningkatkan kecerdasan emosional. (b). Identifikasi Masalah dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi yang akurat mengenai kecerdasan emosi pada anak jalanan.umum pelaksanaan kegiatan dalam program ini meliputi: Pendekatan personal. Perencanaan Program dimulai dari kegiatan analisis tingkat kesiapan setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang diperlukan untuk peningkatan keerdasan emosi pada siswa.(e) TujuanProgram Jangka Pendek : untuk mengembangkan potensi diri para siswa dibidang olah raga dan kesenian. pelaksanaan program. dan pertukaran informasi dengan pihak anak jalanan agar menciptakan hubungan yang nyaman. perencanaan program.menetapkan tenaga-tenaga yang akan menangani pelaksanaan program(d). dan secara lebih baik . sehingga anak dapat memecahkan masalah secara mandiri.menyusun time-schedule pelaksanaan program .perumusan kegiatan yang akan dilakukan .(a).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times