KASUS 1 ILMU FORENSIK (LUKA TEMBAK) MOHAMAD HAFEZOL AFZAN B ADRUS 102008249 mh.afzan89@yahoo.

com UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA (UKRIDA)

Abstrak : Dalam masyarakat kini, sering kali terjadi peristiwa pelanggaran hukum yang mengangkut tubuh dan nyawa manusia. Maka diperlukan berbagai bantuan ahli di bidang terkait dalam menyelesaikan masalah ini. Dalam hal terdapat korban, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal akibat peristiwa tersebut, diperlukan seorang ahli dalam bidang kedokteran untuk memberikan penjelasan bagi para pihak yang menangani kasus tersebut. Demikian wujudlah dokter forensik yang berbekalkan llmu Kedokteran Forensik untuk membantu proses pengadilan. Namun, ianya bukan saja untuk membantu dalam proses keadilan dan penegakkan hukum, tetapi juga bermanfaat untuk kehidupan masyarakat lain seperti membantu penyelesaian klaim asuransi, pemecahan masalah paternitas, kecelakaan dan lain-lain. Dalam menjalankan fungsi sebagai dokter yang diminta untuk membantu dalam pemeriksaan kedokteran forensik oleh penyidik, dokter tersebut dituntut oleh undang-undang untuk melakukannya dengan sejujur-jujurnya serta mengguna pengetahuan sebaik-baiknya. Hal ini karena akan memberikan dampak yang besar buat individu yang diperiksa oleh dokter.

1

Kasus PBL I

Anda bekerja di rumah sakit pemerintah tipe C di daerah. Suatu hari polisi mengirimkan seorang mayat laki-laki muda. Polisi mengatakan bahwa laki-laki tersebut adalah seorang penjahat kelas kakap yang tertembak petugas ketika akan ditangkap dan mencoba melawan petugas. Dikatakannya bahwa laki-laki tersebut menyerang polisi dengan celurit. Setelah polisi meninggalkan anda, datang serombongan orang. Diantaranya terdapat seorang wanita yang menangis terisak-isak. Ia mengatakan bahwa suaminya (mayat) bukanlah penjahat, ia seorang karyawan yang cukup sukses. Ia juga mengatakan bahwa tadi pagi suaminya masih pergi ke kantor dengan cara seperti biasa. Ia meminta kepada dokter agar melakukan pemeriksaan dengan cermat dan tidak memihak kepada polisi, dan memohon agar dokter dapat membuktikan bahwa suaminya bukan orang yang bersalah.

1.HUKUM DAN PROSEDUR MEDIKOLEGAL I. A. PROSEDUR MEDIKOLEGAL KEWAJIBAN DOKTER MEMBANTU PERADILAN

Pasal 133 KUHAP 1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya. 2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat. 3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut dan diberi label yang memuat identitas mayat, dilak dengan cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat 1,3.

2

Penjelasan Pasal 133 KUHAP 2) Keterangan yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli, sedangkan keterangan yang diberikan oleh dokter bukan ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan1,2. Sedangkan pada kasus yang diberikan, mayat tersebut dibawa ke rumah sakit tipe C dimana pada rumah sakit tersebut tidak terdapat ahli forensik, sedangkan menurut pasal 133 KUHAP; keterangan yang diberikan oleh ahli kedokteran kehakiman disebut keterangan ahli, jika bukan dari seorang ahli maka disebut keterangan saja. Maka dari itu dibuatlah Keputusan Menkeh No.M.01.PW.07-03 tahun 1982 tentang pedoman pelaksanaan KUHAP: hal ini (yang di atas) tidak menjadi masalah walaupun keterangan dari dokter bukan ahli kedokteran kehakiman itu bukan sebagai keterangan ahli, tetapi keterangan itu sendiri dapat merupakan petunjuk dan petunjuk itu adalah alat bukti yang sah, walaupun nilainya agak rendah, tetapi diserahkan saja pada hakim yang menilainya dalam sidang Pasal 179 KUHAP 1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. 2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli, dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenanr-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya.1-3 II. ASPEK HUKUM

A. KEJAHATAN TERHADAP TUBUH DAN JIWA MANUSIA Pasal 89 KUHP Membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan menggunakan kekerasan. Pasal 90 KUHP Luka berat berarti: a. Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut; b. Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencarian;
3

c. Kehilangan salah satu pancaindra; d. Mendapat cacat berat; e. Menderita sakit lumpuh; f. Terganggunya daya piker selama empat minggu lebih; g. Gugur atau matinya andungan seorang perempuan1. Pasal 338 KUHP Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan, dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Pasal 339 KUHP Pembunuhan yang diikuti, disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana, yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya, atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan, ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum, diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.1,2 Pasal 340 KUHP Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh lima tahun. Pasal 351 KUHP 1) Penganiyaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah. 2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. 3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama7 tahun. 4) Dengan penganiyaan disamakan sengaja merusak kesehatan. 5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. Pasal 353 KUHP (1) Penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

4

(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (3) Jika perbuatan mengakibatkan mati, dia dikenakan pidana penjara paling lama 9 tahun. Pasal 354 KUHP (1) Barangsiapa dengan sengaja melukai berat orang lain, diancam, karena melakukan penganiayaan berat, dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. (2) Jika perbuatan mengakibatkan mati, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. Pasal 355 KUHP (1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana lebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. (2) Jika perbuatan mengakibatkan mati, yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama 15tahun1,3. 2.HASIL PEMERIKSAAN  PEMERIKSAAN LUAR 1. Mayat terbungkus dengan kantong mayat plastik berwarna hitam, tidak bercorak. Terdapat kotoran tanah pada kantong yang membungkus bagian badan mayat. Terdapat ikatan pada bagian atas dan bawah kantong mayat. 2. Mayat telah diidentifikasi dengan sehelai label berwarna merah muda dengan materai lak merah, terikat pada ibu jari kaki kanan. 3. Mayat berpakaian sebagai berikut : a. Kemeja lengan panjang berwarna putih, tidak bercorak, merek Super ukuran L dengan satui buah saku pada bagian dada kiri, yang kosong. Kemeja berlumuran darah pada bagian dada sebelah kiri, lima belas sentimeter di bawah jahitan bahu kiri dan lima sentimeter dari garis tengah ke arah kiri terdapat robekan berbentuk bulat dengan ukuran diameter sebelas milimeter. b. Celana panjang berwarna hitam, tidak bercorak, merek Dios dengan ukuran pinggang tiga puluh empat, panjang satu meter, dengan dua buah saku pada sisi kanan dan kiri, berisi uang dua puluh ribu rupiah pada saku kanan dan dua buah saku pada bagian belakang celana berisi uang lima puluh ribu rupiah pada saku kanan belakang. Terdapat bercak kotoran tanah berwarna coklat kehitaman pada bagian bawah celana.

5

c. Celana dalam dari kaus warna biru tua denagn karet berwana putih pada pinggang dengan tulisan Pikron berwarna hitam. 4. Mayat adalah seorang laki-laki bangsa indonesia, umur kurang lebih empat puluh tahun, kulit berwarna sawo matang, gizi sedang, panjang seratus tujuh puluh tiga sentimeter dan berat badan tujuh puluh kilogram dan zakar disunat. 5. Kaku mayat (cadaveric spasm) terdapat pada bagian lengan kanan seakan-akan sedang menggenggam sesuatu. Lebam mayat terdapat pada daerah punggung, berwarna merah kebiruan, hilang dengan penekanan. 6. Pada daerah lengan kiri atas ditemukan tattoo berwarna hitam dengan gambar ikan hiu berukuran lima sentimeter panjang dan empat sentimeter lebar. Pada daerah lengan kanan bawah terdapat jaringan parut bekas luka lama dengan ukuran lapan sentimeter panjang dan tiga sentimeter lebar. 7. Rambut kepala berwarna hitam keperangan, tumbuh sedikit keriting, panjang sepuluh sentimeter. Alis berwarna hitam. Bulu mata berwarna hitam, tumbuh lurus, panjang empat milimeter. Kumis hitam tidak lebat, panjang lima milimeter. 8. Kedua mata terbuka masing-masing enam milimeter. Selaput bening jernih, kedua telang mata bundar dengan garis tengah empat milimeter. Tirai mata berwarna coklat. Selaput bola mata dan selaput kelopak mata kanan dan kiri berwarna putih, tidak tampak perdarahan maupun pelebaran pembuluh darah. 9. Hidung berbentuk biasa. Terdapat naevus pada pangkal hidung dengan ukuran dua milimeter panjang dan satu milimeter lebar. Kedua daun telinga berbentuk biasa. 10. Mulut tertutup. Kedua bibir tampak tebal. Gigi geligi lengkap kecuali graham belakang kedua kanan bawah. Terdapat tambalan gigi pada graham pertama atas kiri. 11. Dari lubang hidung terdapat sedikit perdarahan. Dari lubang telinga, mulut dan lubang tubuh lainnya tidak keluar apa-apa. 12. Alat kelamin berbentuk biasa, tidak menunjukkan kelainan. Lubang dubur berbentuk biasa, tidak menunjukkan kelainan 13. Pada tubuh terdapat luka-luka sebagai beikut : a. Pada daerah belakang kepala, sepuluh sentimeter di atas garis batas rambut di garis pertengahan belakang, terdapat luka lecet jenis tekan berbentuk bulat lonjong berukuruan empat sentimeter kali dua setengah sentimeter. b. Pada daerah dada sebelah kiri atas, lima belas sentimeter dari bawah bahu, lima sentimeter dari garis pertengahan badan depan terdapat sebuah lubang luka tembus berbentuk bulat dengan ukuran diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, ditemukan
6

kelim lecet pada tepi luka, kelim tatu yang mengelilingi area luka, dasar luka adalah jantung. Terdapat bekas darah mengalir yang telah mengering di sekitar daerah luka.  PEMERIKSAAN DALAM 1. Jaringan lemak bawah kulit daerah dada dan perut berwarna kuning kecoklatan, tebal di daerah dada empat milimeter sedangkan di daerah perut sepuluh sentimeter. Otot-otot berwarna coklat dan cukup tebal. 2. Sekat rongga badan kanan setinggi sela iga ke tujuh dan yang kiri setinggi sela iga ke lapan. Pada sela iga keempat kiri, lima sentimeter dari garis pertengahan terdapat lubang luka tembus berbentuk bulat dengan ukuran diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, dasar luka adalah jantung. Iga dan sela iga lain tidak menunjukkan kelainan. 3. jaringan bawah kulit daerah leher dan otot leher tidak menunjukkan kelainan. 4. Kandung jantung tampak dua jari di antara kedua tepi paru. Pada kandung jantung sebelah kiri depan terdapat luka tembus berbentuk bulat dengan diameter sepuluh milimeter. Dalam kandung jantung terdapat darah sebanyak lima ratus sentimeter kubik. Paru kanan cukup mengembang dan paru kiri tampak agak menguncup. 5. Dinding rongga perut tampak licin, berwarna kelabu mengkilat. Dalam rongga perut tidak terdapat darah maupun cairan. Tirai usus tampak menutupi sebagian besar usus. 6. Lidah berwarna merah keputihan, perabaan lemas,tidak terdapat bekas tergigit maupun resapan darah. Tonsil tidak ada, terdapat bekas pembedahan tonsilektomi. Kelenjar gondok berwarna coklat merah, tidak membesar dan tidak menunjukkan kelainan. Berat dua puluh gram. 7. Batang tenggorok dan cabangnya berisi sedikit darah. Selaput lendirnya berwarna putih kemerahan dan tidak menunjukkan kelainan. 8. Kerongkong kosong, selaput lendirnya berwarna putih. 9. Paru kanan terdiri dari tiga baga, berwarna kelabu kemerahan dan perabaan seperti busa karet. Penampangnya tampak agak pucat dan dari irisan keluar darah. Paru kiri terdiri dari dua baga, berwarna kelabu kemerahan dan perabaan agak kenyal, kurang mengandung udara. Paru kiri tampak agak menguncup. Berat paru kiri tiga ratus tiga puluh dan yang kanan empat ratus gram. 10. Jantung tampak sebesar tinju kanan mayat. Selaput luar jantung tampak licin, tidak terdapt bintik perdarahan. Pada jantung kiri bagian bawah terdapat luka tembus berbentuk bulat dengan diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, pada dasar luka ditemukan sebutir anak peluru. Struktur jsntung lsin normsl, berat jantung tiga ratus gram.

7

11. Hati berwarna coklat, permukaannya rata, tepinya tajam, dan perabaan kenyal padat. Penampang hati berwarna merah coklat dan gambaran hati tampak jelas. Berat hati seribu seratus gram. 12. Kandung empedu berisi cairan berwarna hijau coklat, selaput lendirnya berwarna hijau. Saluran empedu tidak menunjukkan penyumbatan. 13. Limpa berwarna ungu kelabu, permukaannya keriput dan perabaan lembek.

Penampangnya berwarna merah hitam dengan gambaran limpa jelas. Berat limpa seratus lima puluh gram. 14. Kelenjar liur perut berwarna putih kekuningan, permukaan menunjukkan belah-belah dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan. Berat kelenjar liur perut delapan puluh gram 15. Lambung berisi makanan yang setengah tercerna terdiri dari nasi dan sayur. Selaput lendirnya berwarna putih dan menunjukkan lipatan yang biasa, usus halus usus besar tidak menunjukkan kelainan. 16. Anak ginjal kanan berbentuk trapesium dan yang kiri berbentuk bulan sabit. Gambaran kulit dan sumsum jelas, tidak menunjukkan kelainan. Berat anak ginjal kanan delapan gram dan yang kiri sembilan gram. 17. Ginjal kanan dan kiri bersimpai lemak tipis. Simapi ginjal kanan dan kiri tampak rata dan licin, berwarna coklat dan mudah dilepas. Berat ginjal kanan semilan puluh gram dan yang kiri sembilan puluh lima gram. Penampang ginjal menunjukkan gambaran yang jelas, piala ginjal dan saluran kemih tidak menunjukkan kelainan. 18. Kandung kencing berisi cairan berwarna kekuningan dengan selput lendirnya berwarna keputihan, tidak menunjukkan kelainan. 19. Kulit kepala bagian dalm bersih, kecuali pada bagian belakang kepala terdapat resapan darah berukuran empat sentimeter panjang dan dua setengah sentimeter lebar. Tulang tengkorak utuh. Selaput keras otak tidak menunjukkan kelainan. Tidak terdapat perdarahan di atas maupun di bawah selaput keras otak. Permukaan otak besar menunjukkan lekukan otak yang biasa, tidak terdapat perdarahan. Penampang otak besar tidak menunjukkan kelainan. Otak kecil dan batang otak tidak menunjukkan perdarahan baik pada permukaan maupun penampangnya. 20. Selanjutnya dapat ditentukan saluran luka pada dada sebelah kiri (luka 13.b) yang berjalan dari kiri depan ke belakang, agak ke kiri, menembus kulit, jaringan bawah kulit, otot dada kiri, sela iga keempat kiri, rongga dada kiri, kandung jantung dan bilik jantung sebelah kiri. Panjang saluran luka tiga belas sentimeter.

8

3.INTEPRETASI TEMUAN Hasil pemeriksaan tanatologi pada korban Kematian somatis (klinis) Terhentinya fungsi ke tiga sistem penunjang kehidupan, yaitu susunan saraf pusat, sistem kardiovaskular, dan sistem pernapasan, yang menetap. Secara klinis tidak ditemukan refleks-refleks, EEG mendatar, nadi tidak teraba, denyut jantung tidak terdengar, tidak ada gerak pernapasan, dan suara nafas tidak terdengar pada auskultasi.1

Tanda kematian tidak pasti

Ditemukan juga tanda-tanda kematian tidak pasti: Pernapasan berhenti Terhentinya sirkulasi (nadi karotis tak teraba dalam 15 menit) Kulit pucat Tonus otot hilang dan relaksasi Pengeringan kornea

Tanda kematian pasti

Lebam mayat

Ditemukan lebam mayat di bagian punggung. Lebam mayat masih belum menetap dan dengan penekanan lebam mayat akan memucat. Dengan ini diperkirakan saat kematian kurang dari 8-12 jam sebelum saat pemeriksaan

Kaku mayat

Kaku mayat belum lengkap dan masih pada otot-otot kecil dan mudah dilawan. Dengan ini diperkirakan kematian sudah lebih dari dua jam tapi belum melebihi 12 jam (kaku mayat lengkap). Terdapat cadaveric spasm pada lengan kanan mayat.

Penurunan suhu

Pada pemeriksaan didapatkan suhu mayat 28 derajat celcius. Mungkin pengaruh suhu keliling yang rendah, lingkungan berangin dengan kelembapan rendah, tubuh yang kurus, pakaian yang tidak tebal, dan posisi terlentang menyebabkan penurunan suhu lebih cepat

9

Luka tembak yang terjadi pada korban : a. Letak b. Arah masuk c. Jarak d. Alur e. Diameter luka f. Posisi korban 4.ASPEK BALISTIK Traumatologi (luka tembak) Luka Tembak Senjata api adalah suatu senjata yang menggunakan tenaga hasil peledakan mesiu, dapat melontarkan proyektil (anak peluru) yang berkecepatan tinggi melalui larasnya. 1 Agar anak peluru dapat berjalan stabil dalam lintasannya, permukaan dalam laras dibuat beralur spiral dengan diameter yang sedikit lebih kecil dari diameter anak peluru, sehingga anak peluru yang didorong oleh ledakan mesiu saat melalui laras dipaksa untuk bergerak maju sambil berputar sesuai porosnya dan ini akan memperoleh gaya sentripetal sehingga anak peluru tetap dalam posisi ujung depannya di depan dalam lintasannya setelah lepas dari ujung laras menuju sasaran. Alur dalam laras dibuat dalam jumlah 4 sampai 6 alur dengan arah perputaran ke kiri atau ke kanan.1 : Thorax sinistra depan linea parasternalis intercostal 4 : Lurus dari depan : Dekat (± 60cm) : Ke kanan (Smith and Wesson) : ± 1cm : Berdiri

Gambar 1: Senjata api beralur

10

Anak peluru untuk senjata api berlaras pendek jenis revolver umumnya terbuat dari timah hitam yang kadang-kadang berselaput plastik, sedangkan anak peluru untuk senjata berlaras pendek jenis pistol dan senjata api berlaras panjang umumnya terbuat dari timah hitam sebagai inti yang dibalut dengan tembaga, kuningan atau nikel sebagai mantel. Garis tengah anak peluru senapan biasanya berukuran 7 - 9 mm dengan panjang 25 - 39 mm dan berat 9 - 14 gram. Anak peluru yang digunakan pada senapang mesin umumnya lebih kecil dan lebih ringan 5,56 mm dan 3,5 gram.1 Akibat yang ditimbulkan oleh anak peluru pada sasaran tergantung pada faktor : a. Besar dan bentuk anak peluru b. Balistik (kecepatan, energi kinetik, stabilitas anak peluru) c. Kerapuhan anak peluru d. Kepadatan jaringan sasaran e. Vulnerabilitas jaringan sasaran Adapun komponen atau unsur-unsur yang keluar pada setiap penembakan adalah : a. Anak peluru (membentuk lubang luka dan kelim lecet) b. Partikel logam akibat geseran anak peluru dengan laras c. Butir-butir mesiu yang tidak sempurna terbakar ( membentuk kelim tatoo) d. Asap atau jelaga (membentuk kelim jelaga) e. Api (membentuk kelim api) Luka tembak masuk jarak jauh hanya dibentuk oleh komponen anak peluru, sedangkan luka tembak masuk jarak dekat dibentuk oleh komponen anak peluru dan butir-butir mesiu yang tidak habis terbakar. Luka tembak masuk jarak sangat dekat dibentuk oleh komponen anak peluru, butir mesiu, jelaga dan panas/api. Luka tembak masuk tempel dibentuk oleh semua komponen tersebut (yang akan masuk ke dalam saluran luka) dan jejas laras akan tampak mengelilingi luka tembak masuk sebagai luka lecet jenis tekan, yang terjadi sebagai akibat tekanan berbalik dari udara hasil ledakan mesiu.1 Apabila setelah mengenai sasaran, anak peluru masih memiliki tenaga untuk meneruskan lintasannya dan menembus keluar tubuh, maka akan terjadi luka tembak keluar.1

11

LAPORAN ( VISUM ET REPERTUM) Contoh Visum et Repertum Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Jl.Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

Nomor : 1121-SK III/1234/1-12 Lamp. : Satu sampul tersegel

Jakarta, 4 Januari 2012

Perihal : Hasil Pemeriksaan Pembedahan atas jenazah Tn. X

PROJUSTITIA Visum Et Repertum Yang bertanda tangan dibawah ini, Hafezol, dokter ahli kedokteran forensik pada Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, menerangkan bahwa atas permintaan tertulis padri Kepolisian Resort Polisi Jakarta Barat No.Pol B/789/VR/I/12/Serse tertanggal 4 Januari 2012, maka pada tanggal empat Januari tahun dua ribu dua belas, pukul tiga lewat lima belas menit. Waktu Indonesia bagian Barat, bertempatan di ruang bedah jenazah Bagian Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana telah melakukan pemeriksaan atas jenazah yang menurut surat permintaan tersebut adalah :

Nama : Tn. X-------------------------------------------------------------------------------------Jenis Kelamin : Laki-laki--------------------------------------------------------------------------------Umur : 40 Tahun--------------------------------------------------------------------------------Kebangsaan : Indonesia--------------------------------------------------------------------------------Agama : Islam-------------------------------------------------------------------------------------Pekerjaan : Wiraswasta -----------------------------------------------------------------------------Alamat : Jalan Arjuna Utara no 6, Jakarta Barat.---------------------------------------------Mayat telah diidentifikasi dengan sehelai label berwarna merah muda dengan materai lak merah terikat pada ibu jari kaki kanan.

12

Hasil Pemeriksaan.  PEMERIKSAAN LUAR 1. Mayat terbungkus dengan kantong mayat plastik berwarna hitam, tidak bercorak. Terdapat kotoran tanah pada kantong yang membungkus bagian badan mayat. Terdapat ikatan pada bagian atas dan bawah kantong mayat.-------------------------------------------------------------2. Mayat telah diidentifikasi dengan sehelai label berwarna merah muda dengan materai lak merah, terikat pada ibu jari kaki kanan.-------------------------------------------------------------3. Mayat berpakaian sebagai berikut :-----------------------------------------------------------------a. Kemeja lengan panjang berwarna putih, tidak bercorak, merek Super ukuran L dengan satui buah saku pada bagian dada kiri, yang kosong. Kemeja berlumuran darah pada bagian dada sebelah kiri, lima belas sentimeter di bawah jahitan bahu kiri dan lima sentimeter dari garis tengah ke arah kiri terdapat robekan berbentuk bulat dengan ukuran diameter sebelas milimeter.----------------------------------------------------b. Celana panjang berwarna hitam, tidak bercorak, merek Dios dengan ukuran pinggang tiga puluh empat, panjang satu meter, dengan dua buah saku pada sisi kanan dan kiri, berisi uang dua puluh ribu rupiah pada saku kanan dan dua buah saku pada bagian belakang celana berisi uang lima puluh ribu rupiah pada saku kanan belakang. Terdapat bercak kotoran tanah berwarna coklat kehitaman pada bagian bawah celana. c. Celana dalam dari kaus warna biru tua denagn karet berwana putih pada pinggang dengan tulisan Pikron berwarna hitam.---------------------------------------------------------4. Mayat adalah seorang laki-laki bangsa indonesia, umur kurang lebih empat puluh tahun, kulit berwarna sawo matang, gizi sedang, panjang seratus tujuh puluh tiga sentimeter dan berat badan tujuh puluh kilogram dan zakar disunat.--------------------------------------------5. Kaku mayat (cadaveric spasm) terdapat pada bagian lengan kanan seakan-akan sedang menggenggam sesuatu. Lebam mayat terdapat pada daerah punggung, berwarna merah kebiruan, hilang dengan penekanan.----------------------------------------------------------------6. Pada daerah lengan kiri atas ditemukan tattoo berwarna hitam dengan gambar ikan hiu berukuran lima sentimeter panjang dan empat sentimeter lebar. Pada daerah lengan kanan bawah terdapat jaringan parut bekas luka lama dengan ukuran lapan sentimeter panjang dan tiga sentimeter lebar.-----------------------------------------------------------------------------7. Rambut kepala berwarna hitam keperangan, tumbuh sedikit keriting, panjang sepuluh sentimeter. Alis berwarna hitam. Bulu mata berwarna hitam, tumbuh lurus, panjang empat milimeter. Kumis hitam tidak lebat, panjang lima milimeter.------------------------------------

13

8. Kedua mata terbuka masing-masing enam milimeter. Selaput bening jernih, kedua telang mata bundar dengan garis tengah empat milimeter. Tirai mata berwarna coklat. Selaput bola mata dan selaput kelopak mata kanan dan kiri berwarna putih, tidak tampak perdarahan maupun pelebaran pembuluh darah.--------------------------------------------------9. Hidung berbentuk biasa. Terdapat naevus pada pangkal hidung dengan ukuran dua milimeter panjang dan satu milimeter lebar. Kedua daun telinga berbentuk biasa.----------10. Mulut tertutup. Kedua bibir tampak tebal. Gigi geligi lengkap kecuali graham belakang kedua kanan bawah. Terdapat tambalan gigi pada graham pertama atas kiri.-----------------11. Dari lubang hidung terdapat sedikit perdarahan. Dari lubang telinga, mulut dan lubang tubuh lainnya tidak keluar apa-apa.-----------------------------------------------------------------12. Alat kelamin berbentuk biasa, tidak menunjukkan kelainan. Lubang dubur berbentuk biasa, tidak menunjukkan kelainan.-----------------------------------------------------------------13. Pada tubuh terdapat luka-luka sebagai beikut :---------------------------------------------------a. Pada daerah belakang kepala, sepuluh sentimeter di atas garis batas rambut di garis pertengahan belakang, terdapat luka lecet jenis tekan berbentuk bulat lonjong berukuruan empat sentimeter kali dua setengah sentimeter.-------------------------------b. Pada daerah dada sebelah kiri atas, lima belas sentimeter dari bawah bahu, lima sentimeter dari garis pertengahan badan depan terdapat sebuah lubang luka tembus berbentuk bulat dengan ukuran diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, ditemukan kelim lecet pada tepi luka, kelim tatu yang mengelilingi area luka, dasar luka adalah jantung. Terdapat bekas darah mengalir yang telah mengering di sekitar daerah luka.  PEMERIKSAAN DALAM 14. Jaringan lemak bawah kulit daerah dada dan perut berwarna kuning kecoklatan, tebal di daerah dada empat milimeter sedangkan di daerah perut sepuluh sentimeter. Otot-otot berwarna coklat dan cukup tebal.--------------------------------------------------------------------15. Sekat rongga badan kanan setinggi sela iga ke tujuh dan yang kiri setinggi sela iga ke lapan. Pada sela iga keempat kiri, lima sentimeter dari garis pertengahan terdapat lubang luka tembus berbentuk bulat dengan ukuran diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, dasar luka adalah jantung. Iga dan sela iga lain tidak menunjukkan kelainan.--------------16. jaringan bawah kulit daerah leher dan otot leher tidak menunjukkan kelainan.-------------17. Kandung jantung tampak dua jari di antara kedua tepi paru. Pada kandung jantung sebelah kiri depan terdapat luka tembus berbentuk bulat dengan diameter sepuluh milimeter. Dalam kandung jantung terdapat darah sebanyak lima ratus sentimeter kubik. Paru kanan cukup mengembang dan paru kiri tampak agak menguncup.-----------------------------------14

18. Dinding rongga perut tampak licin, berwarna kelabu mengkilat. Dalam rongga perut tidak terdapat darah maupun cairan. Tirai usus tampak menutupi sebagian besar usus.---------19. Lidah berwarna merah keputihan, perabaan lemas,tidak terdapat bekas tergigit maupun resapan darah. Tonsil tidak ada, terdapat bekas pembedahan tonsilektomi. Kelenjar gondok berwarna coklat merah, tidak membesar dan tidak menunjukkan kelainan. Berat dua puluh gram.----------------------------------------------------------------------------------------20. Batang tenggorok dan cabangnya berisi sedikit darah. Selaput lendirnya berwarna putih kemerahan dan tidak menunjukkan kelainan.-----------------------------------------------------21. Kerongkong kosong, selaput lendirnya berwarna putih.-----------------------------------------22. Paru kanan terdiri dari tiga baga, berwarna kelabu kemerahan dan perabaan seperti busa karet. Penampangnya tampak agak pucat dan dari irisan keluar darah. Paru kiri terdiri dari dua baga, berwarna kelabu kemerahan dan perabaan agak kenyal, kurang mengandung udara. Paru kiri tampak agak menguncup. Berat paru kiri tiga ratus tiga puluh dan yang kanan empat ratus gram.------------------------------------------------------------------------------23. Jantung tampak sebesar tinju kanan mayat. Selaput luar jantung tampak licin, tidak terdapt bintik perdarahan. Pada jantung kiri bagian bawah terdapat luka tembus berbentuk bulat dengan diameter sepuluh milimeter, tepi luka rata, pada dasar luka ditemukan sebutir anak peluru. Struktur jsntung lsin normsl, berat jantung tiga ratus gram.---------------------------24. Hati berwarna coklat, permukaannya rata, tepinya tajam, dan perabaan kenyal padat. Penampang hati berwarna merah coklat dan gambaran hati tampak jelas. Berat hati seribu seratus gram.--------------------------------------------------------------------------------------------25. Kandung empedu berisi cairan berwarna hijau coklat, selaput lendirnya berwarna hijau. Saluran empedu tidak menunjukkan penyumbatan.----------------------------------------------26. Limpa berwarna ungu kelabu, permukaannya keriput dan perabaan lembek.

Penampangnya berwarna merah hitam dengan gambaran limpa jelas. Berat limpa seratus lima puluh gram.---------------------------------------------------------------------------------------27. Kelenjar liur perut berwarna putih kekuningan, permukaan menunjukkan belah-belah dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan. Berat kelenjar liur perut delapan puluh gram 28. Lambung berisi makanan yang setengah tercerna terdiri dari nasi dan sayur. Selaput lendirnya berwarna putih dan menunjukkan lipatan yang biasa, usus halus usus besar tidak menunjukkan kelainan.--------------------------------------------------------------------------------29. Anak ginjal kanan berbentuk trapesium dan yang kiri berbentuk bulan sabit. Gambaran kulit dan sumsum jelas, tidak menunjukkan kelainan. Berat anak ginjal kanan delapan gram dan yang kiri sembilan gram.------------------------------------------------------------------15

30. Ginjal kanan dan kiri bersimpai lemak tipis. Simapi ginjal kanan dan kiri tampak rata dan licin, berwarna coklat dan mudah dilepas. Berat ginjal kanan semilan puluh gram dan yang kiri sembilan puluh lima gram. Penampang ginjal menunjukkan gambaran yang jelas, piala ginjal dan saluran kemih tidak menunjukkan kelainan.-----------------------------31. Kandung kencing berisi cairan berwarna kekuningan dengan selput lendirnya berwarna keputihan, tidak menunjukkan kelainan.-----------------------------------------------------------32. Kulit kepala bagian dalm bersih, kecuali pada bagian belakang kepala terdapat resapan darah berukuran empat sentimeter panjang dan dua setengah sentimeter lebar. Tulang tengkorak utuh. Selaput keras otak tidak menunjukkan kelainan. Tidak terdapat perdarahan di atas maupun di bawah selaput keras otak. Permukaan otak besar menunjukkan lekukan otak yang biasa, tidak terdapat perdarahan. Penampang otak besar tidak menunjukkan kelainan. Otak kecil dan batang otak tidak menunjukkan perdarahan baik pada permukaan maupun penampangnya.---------------------------------------------------33. Selanjutnya dapat ditentukan saluran luka pada dada sebelah kiri (luka 13.b) yang berjalan dari kiri depan ke belakang, agak ke kiri, menembus kulit, jaringan bawah kulit, otot dada kiri, sela iga keempat kiri, rongga dada kiri, kandung jantung dan bilik jantung sebelah kiri. Panjang saluran luka tiga belas sentimeter.---------------------------------------------------KESIMPULAN Pada mayat laki-laki ini ditemukan luka tembus pada dada kiri akibat tembakan senjata api dan luka lecet pada daerah atas belakang kepala akibat trauma tumpul.-----------Luka pada dada kiri dan anak peluru yang dijumpai pada jantung menunjukkan ciriciri yang sesuai dengan tembakan senjata api jarak dekat. Luka pada belakang kepala bagian atas ternyata disebabkan trauma ketika mayat jatuh setelah ditembak. Tidak ditemukan tanda kekerasan lain.----------------------------------------------------------------------------------------------Sebab mati orang ini adalah luka tembakan senjata api pada dada kiri yang menembus dinding dada dan mengenai jantung serta menyebabkan terjadinya perdarahan dalam rongga dan kandung jantung.--------------------------------------------------------------------------------------Demikianlah saya uraikan dengan sebenar-benarnya berdasarkan keilmuan saya yang sebaik-baiknya mengingat sumpah sesuai dengan KUHAP. ---------------------------------------Dokter yang memeriksa,

Dr. Hafezol NIP 890309
16

Daftar pustaka: 1. Budiyanto.A, Widiaktama.W, Sudionoa.S, Hertian.S, Sempurna.B, et al. Ilmu Kedokteran Forensik. Edisi Pertama cetakan kedua. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta:1997 2. Peraturan perundang-undangan bidang kedokteran. cetakan kedua. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta; 1994 3. Teknik autopsi forensik. Cetakan keempat. Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta; 2000

17

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful