Laporan Skenario A Blok 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Blok Struktur dan fungsi tubuh manusia adalah blok keenam pada semester 2 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Blok homeostasis, stres dan adaptasi adalah blok keenam pada semester 2 dari Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang. Pada kesempatan ini dilaksanakan tutorial studi kasus skenario A yang memaparkan kasus gangguan bioritme karena gangguan irama sirkadian.

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari laporan tutorial studi kasus ini, yaitu : 1. Sebagai laporan tugas kelompok tutorial yang merupakan bagian dari system pembelajaran KBK di Fakultas Kedokteran Universitas

Muhammadiyah Palembang. 2. Dapat menyelesaikan kasus yang diberikan pada skenario dengan metode analisis dan pembelajaran diskusi kelompok. 3. Tercapainya tujuan dari metode pembelajaran tutorial.

FK UMP 2012

Page 1

Laporan Skenario A Blok 6
BAB II PEMBAHASAN

2.1

Data Tutorial

Tutor Moderator Sekretaris meja Sekretaris papan Waktu

:

dr. Yanti Rosita M.ked

: Fabyenne Vasilefa : Purry Ayu Ovillia : Perda Anggaraini : Senin, 14 Mei 2012 Rabu, 16 Mei 2012

Rules : 1. Menonaktifkan ponsel atau dalam keadaan diam. 2. Mengacungkan tangan saat akan mengajukan argument. 3. Izin saat akan keluar ruangan. 4. Dilarang makan dan minum.

2.2 Skenario Kasus Tn.Mubarok 45 tahun, berangkat dari Kairo ke Jakarta un tuk menghadiri seminar. Ia terbang dari Kairo pukul 13.00 WIB (waktu setempat) tanggal 23 Mei selama 10 jam, dan tiba di Jakarta pukul 6.00 WIB (pagi) tanggal 24 Mei. Setelah tiba, ia langsung menghadiri acara seminar tanpa sempat beristirahat. Dalam seminar, Tn. Mubarak melakukan presentasi sambul berjalan mengelilingi ruang agar lebih interaktif dengan peserta. Setelah seminar Tn. Mubarak tampak lelah, gelisah, dan mengantuk. Ia secar spontan langsung tertidur di bangku depan. Saat dibangunkan dan dibawa ke ruang istirahat, Tn. Mubarak mengeluh sakit perut, perut kembung dan sakit kepala. Ia juga mengeluh matanya kering dan sinusitisnya kumat karena sirkulasi udara di dalam pesawat yang kurang baik.

FK UMP 2012

Page 2

Laporan Skenario A Blok 6
Selain itu, kakinya merasa pegal dan kram karena terlalu lama duduk diam selama penerbangan. Ia memohon diri kepada peserta seminar untuk beristirahat karena mengalami gangguan irama sirkadian akibat menempuh perjalanan jauh melintasi beberapa zona waktu dan meridian bumi. Selain itu, ia juga mengalami gangguan karena pengaruh kelembaban udara yang kering dan tekanan udara yang rendah di dalam pesawat. Seven Jump Steps 2.2.1 klarifikasi istilah

1.

Seminar

: Pertemuan untuk membahas dan menjabarkan sesu atu permasalahan yang lagi hangat dibicarakan (KPBI)

2.

Presentasi

: Penyampaian uraian tentang suatu materi kepada Orang banyak. (KPBI )

3.

Interaktif

: Hubungan antar individu (KLBI : 271)

4.

Lelah

: Keadaan dan perasaan kelelahan yang timbul karena adanya reaksi fungsional dari pusat kesadaran (Cortex Cerebri) yang bekerja atas pengaruh dua sistem antagonistik yaitu sistempenghambat (inhibisi) dan sistem penggerak Aktivasi

5. 6. 7. 8. 9. 10.

Mengantuk Gelisah Istirahat Pegal Sirkulasi udara Irama sirkadian

: Rasa ingin tidur : Resah, merasa khawatir (KPBI : 171) : Melepas lelah ( KPBI :171) : Berasa tegang dan kaku pada otot ( KPBI :210) : Peredaran ( KSBI : 435) : Semua irama biologis yang menunjukkan proses Adaptasi dari organisme seperti : tekanan udara,

FK UMP 2012

Page 3

Laporan Skenario A Blok 6
Cahaya, dan suhu. 11. 12. 13. Sakit kepala Sakit perut Perut kembung : rasa sakit pada bagian kepala : rasa sakit pada bagian perut : masuk angin (aerophagia) atau karena usus membuat banyak gas.

2.2.2

Identifikasi masalah

1. Tn. Mubarok 45 tahun, terbang dari Kairo sampai Jakarta selama 10 jam, dan langsung menghadiri seminar tanpa sempat beristirahat.Saat seminar, Tn. Mubarok melakukan presentasi sambil berjalan mengelilingi ruang rapat agar lebih interaktif dengan peserta. 2. Setelah seminar Tn. Mubarok tanpak lelah, gelisah, mengantuk dan langsung tertidur di bangku belakang. 3. Saat dibangunkan dibawah ke ruang istirahat. Tn. Mubarokmengeluh sakit perut, perut kembung, dan sakit kepala. 4. Ia juga mengeluh matanya kering, dan sinusitinya kumat karena sirkulasi udara di dalam pesawat yang kurang baik. 5. Ia mengalami gangguan irama sirkadian akibat menempuh perjalanan jauh melintasi beberapa zona waktu dan meridian bumi.

2.2.3 

Analisis masalah

Identifikasi Masalah No.1 a. Bagaimana perbedaan zona waktu dan meridian bumi yang

berbeda antara Kairo dan Jakarta ? Jawab : GMT adalah rata-rata waktu surya seperti yang dilihat dari Royal Greenwich Observatory (Observatorium Kerajaan di Greenwich), yang terletak di Greenwich, London, Inggris, yang melalui konvensi dikenal terletak di 0 derajat garis bujur. Secara teori, tengah hari GMT adalah saat di mana matahari melewati Meridian
FK UMP 2012 Page 4

Laporan Skenario A Blok 6
Greenwich (dan mencapai titik tertinggi di langit di Greenwich). Karena bumi memiliki kecepatan yang tidak teratur dalam orbit lonjongnya, kejadian ini (tengah hari di Greenwich) bisa 16 menit berbeda dari waktu Matahari nyata (apparent solar time) (perbedaan ini dikenal sebagai persamaan waktu). Namun tengah hari Greenwich ini diambil rata-ratanya sepanjang tahun, dengan menggunakan waktu Matahari. Perbedaan waktu dijakarta dengan kairo adalah 7 jam, ini diakibatkan karena letak daerah kairo dan jakarta berbeda zona waktunya, jakarta terletak di 106o bujur timur, sedangkan kairo terletak di 3o bujur timur. Perbedaan letak geografis inilah yang menyebabkan adanya perbedaan waktu antara jakarta dan kairo.

b. Apa perubahan yang terjadi dengan perbedaan waktu dan meridian bumi? Jawab : akan terjadi perubahan bioritme tubuh. c. Bagaimana kebutuhan energi salama 10 jam di dalam pesawat? Jawab : Kebutuhan eneri tergantung jenis aktivitasnya, namun jika hanya untuk bernafas, dalam keadaan istirahat dan tidak melakukan apaapa (metabolisme basal) maka energi yang diperlukan sekitar

2000 kkal.

d. Bagaimana perbedaan suhu jakarta dan kairo ? Jawab : Pembagian daerah iklim menurut iklim matahari didasarkan suatu teori, bahwa temperatur udara makin rendah bjika letaknya makin jauh dari khatulistiwa. Maka dari itu, ada ahli yang menyebut iklim matahari sebagai iklim teoritis. Menurut kenyataanya, temperatur beberapa tempat menyimpang dari teori tersebut. Jakarta terletak di

FK UMP 2012

Page 5

Laporan Skenario A Blok 6
3o LS dan kairo terletak di 21o LU sehingga tidak tampak perbedaan iklim dan suhu antara kairo dan jakarta hampir sama.

e. Apa dampak bagi tubuh tidak beristirahat setelah melakukan perjalanan selama 10 jam di pesawat? Dan bagaimana jika dipaksakan? Jawab : Akan timbul keluhan keluhan-keluhan seperti lelah, mengantuk, sakit kepala, dan jika dipaksakan akan membahayakan awak

kapal jika orang tersebut melakukan penerbangan kembali. f. Apa dampak bagi tubuh melakukan perjalanan dari Kairo ke

Jakarta selama 10 jam di pesawat dalam keadaan duduk ? Jawab : Dampak duduk diam selama 10 jam di dalam pesawat adalah tubuh akan melakukan toleransi terjadinya Gaya Gravitasi positif dalam tubuh , tubuh merasa lebih berat , penglihatan menjadi tampak remang (grey out) dan pada +4 sampai +6 G semuanya tampak gelap (black out), akan tetapi si penerbang masih sadar. Apabila keadaan ini diteruskan dan gaya G bertambah selama lebih dari 3 detik, maka ia akan pingsan. Hal ini disebabkan karena untuk memompa darah ke otak, jantung harus mengeluarkan gaya lebih besar daripada gaya yang biasanya dikeluarkan untuk mengalahkan kolom darah (+30 cm). Akibatnya ialah bahwa suplai oksigen ke mata dan otak sudah berkurang. 

Identifikasi Masalah No.2 a. Apa sistem yang terlibat dalam keadaan lelah, gelisah, mengantuk, dan tertidur ? Jawab : sistem saraf, sistem hormon dan sistem muskuluskletal. b. Apa penyebab lelah,dan Bagaimana patofisiologi lelah? Jawab :

FK UMP 2012

Page 6

Laporan Skenario A Blok 6
Penyebab Menurut Neil Shulman, penulis buku 'Your Body's Red Light Warning Signals' seperti dikutip dari Women's Health, kelelahan bisa saja disebabkan kejenuhan dan tekanan secara psikis. Penyebab umumny yaitu : 1. Kurang Vitamin B12 Vitamin B12 bertugas menjaga aktivitas sel darah merah yang mengalirkan oksigen di dalam darah. Kadar vitamin B12 rendah membuat tubuh lunglai dan tak bergairah. Kondisi ini juga menyebabkan perut mulas-mulas. Jika terlalu lama dibiarkan, akan timbul kesemutan di tangan dan kaki, kurang keseimbangan, daya ingat menurun dan kebingungan.Vitamin ini banyak terdapat dalam protein hewani, seperti susu sapi, telur, daging dan ikan. Bagi para vegetarian, jangan takut tidak mendapat asupan B12 cukup, Anda bisa memperolehnya dari susu kedelai 2. Depresi Depresi adalah salah satu tanda seseorang mengalami kelelahan fisik. liburan, terapi 3. Kurang cairan Jika tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi, bisa berakibat terhambatnya seluruh kerja organ dalam tubuh manusia. Akibatnya, cadangan tenaga dalam tubuh berkurang dan menyebabkan proses kinerja organ

terganggu. Kondisi ini menyebabkan gejala tubuh lemas dan kelelahan.Cukupi asupan cairan tubuh. Anda bisa mencukupinya dengan minum delapan gelas air sehari, mengonsumsi sayur serta buah yang tinggi kandungan air dan serat. Serat berfungsi mengikat cairan sehingga asupan air bertahan lebih lama di dalam tubuh.

FK UMP 2012

Page 7

Laporan Skenario A Blok 6
4. Diabetes Tubuh mudah lelah sering dialami penderita diabetes. Penyebabnya, ketika kadar gula dalam darah tinggi, glukosa secara otomatis akan terbuang dari tubuh lewat urin. Akibatnya, membuatnya sel-sel tidak tubuh kekurangan dengan energi yang

bekerja haus,

semestinya dia

penderita diabetes mudah

menyebabkan

banyak minum air. Kondisi ini membuatnya selalu ingin buang air kecil, terutama di malam hari sehingga aktivitas

tidur pun terganggu. Kurang tidur juga dapat memacu kelelahan bagi tubuh.

Patofisiologi Keadaan dan perasaan kelelahan yang timbul karena adanya reaksi fungsional dari pusat kesadaran (Cortex Cerebri) yang bekerja atas pengaruh dua sistem antagonistik yaitu sistem penghambat (inhibisi) dan sistem penggerak (aktivasi). Sistem penghambat ini terdapat dalam thalamus, dan bersifat menurunkan kemampuan manusia untuk bereaksi. Sedangkan sistem penggerak terdapat dalam formatio retikolaris yang bersifat dapat merangsang pusatpusat vegetatif untuk konversi ergotropis dari peralatan-peralatan tubuh kearah bereaksi. Dengan demikian, keadaan seseorang pada suatu saat sangat terganggu pada hasil kerja kedua sistem antagonis ini. Apabila sistem penggerak lebih kuat dari sistem penghambat, maka keadaan orang tersebut ada dalam keadaan segar untuk bekerja. Sebaliknya, apabila sistem penghambat lebih kuat dari sistem penggerak maka orang tersebut akan mengalami kelelahan. ( jadi karena kurangnya asupan nutrisi ke otak, berkurangnya cairan dalam tubuh, dan melakukan perjalan 10 jam di pesawat dalam keadaan duduk mengakibatkan otot-otot extremitas superior dan inferior mengalami kelelahan). Perasaan kelelahan itu timbul

FK UMP 2012

Page 8

Laporan Skenario A Blok 6
karena adanya reaksi fungsional dari pusat kesadaran (Cortex Cerebri) yang bekerja atas pengaruh dua sistem antagonistik yaitu sistem penghambat. c. Apa penyebab gelisah ,dan Bagaimana patofisiologi gelisah ? Jawab : Penyebab Karena tubuh Tn. Mubarok yang terasa kurang sehat akibat menderita sakit sistemik (sakit tubuh menyeluruh) atau nyeri hebat lokal, membuat Tn. Mubarok gelisah, disertai dengan rasa nyeri akibat kejang otot M. tibialis kiri dan kanan sehingga penderita selalu mendorongdorong kakinya shingga menyebabkan gelisah pada Tn. Mubarok. Patofisiologi Aktivitas CNS (Central Nervous System)  saraf simpatis meningkat  epinefrin, kortisol meningkat Tn. Mubarok gelisah

d. Apa

penyebab

mengantuk

,dan

Bagaimana

patofisiologi

mengantuk? Jawab : Penyebab 1. Rasa lelah 2. Kurangnya kadar zat besi dalam tubuh Patofisiologi Sesudah otak tetap aktif selama beberapa jam, neuron-neuron yang bersifat aksitasi dari system aktivasi mungkin telah menjadi sangat capek. Akibatnya siklus umpan balik positif di antara nuclei reticular mesenchephalic dan korteks akan memudar sehingga membuat Tn. Mubarok akan mengantuk.

FK UMP 2012

Page 9

Laporan Skenario A Blok 6
Mengantuk secara fisiologis diatur oleh glandula pineale namun, pada kondisi dimana terdapat kekurangan glukosa dan oksigen di otak dapat juga memicu terjadinya perasaan mengantuk tersebut dan sebelumnya Tn. Mubarok pun telah merasa kelelahan karena berada di pesawat selema 10 jam itulah yang menyebabkan Tn. Mubarok mengantuk.

e. Apa penyebab tertidur ,dan Bagaimana patofisiologi tertidur? Jawab : Penyebab 1. Anemia merupakan penyebab utama dari kelelahan dan kantuk pada perempuan. Kehilangan darah selama menstruasi dapat menyebabkan kekurangan zat besi. Hal ini karena sel-sel darah merah tersebut dibutuhkan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh. 2. Depresi Depresi adalah gangguan emosi. Tetapi depresi juga berkontribusi pada banyak gejala fisik. Kelelahan, selalu merasa mengantuk, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan adalah gejala yang paling umum. 3. Hipotirodisme (Penurunan produksi hormon tiroid pada kelenjar tiroid) Tiroid adalah kelenjar kecil di dasar leher yang mengendalikan metabolisme dan kecepatan dalam mengubah bahan bakar menjadi energi. Ketika kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, seseorang dapat merasakan lesu dan selalu merasa mengantuk. 4. Dehidrasi Kelelahan dan kantuk bisa menjadi tanda dehidrasi. Segera penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh Anda agar selalu merasa segar. 5. Kurang tidur

FK UMP 2012

Page 10

Laporan Skenario A Blok 6
Kurang tidur bisa membuat orang merasa mengantuk di siang hari, sehingga dapat memengaruhi konsentrasi. Dampak jangka panjang dari kurang tidur juga dapat memengaruhi kesehatan. Orang dewasa harus tidur selama tujuh sampai delapan jam setiap malam. 6. Penyakit jantung Bila Anda mudah lelah dan mengantuk dalam melakukan kegiatan sehari-hari, Anda perlu memastikan bahwa jantung Anda dalam keadaan baik. 7. Alergi makanan alergi makanan bisa membuat seseorang mengantuk. 8. Sindrom kelelahan kronis Ketika seseorang lelah, biasanya mereka menghadapinya dengan menyempatkan istirahat. Tapi untuk sindrom ini, kelelahan tidak akan cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan,

mengantuk, mudah marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya ingatan.

Patofisiologi Daerah yang paling mencolok yang dapat menimbulkan keadaan tidur alami adalah nuclei rafe yang terletak diseparuh bagian bawah pons dan di medulla. Serabut saraf dari nuclei ini menyebar sampai di formasio retikularis batang otak dan juga ke atas menuju thalamus, hipotalamus, sebagian besar daerah system limbic, dan bahkan neurokorteks serebri. Selain serabut-serabut ini juga menyebar kebawah menuju medulla spinalis, dan berakhir di radiks posterior tempat serabut ini dapat menghambat sinyal-sinyal yang masuk. Dianggap bahwa serotonin merupakan zat transmitter yang dihubungkan dengan timbulnya keadaan tidur.

FK UMP 2012

Page 11

Laporan Skenario A Blok 6
Identifikasi Masalah No.3 a. Apa saja sistem yang terlibat dalam keluhan yang dia rasakan? Jawab : Sistem digestivus Sistem kardiovaskular : sakit perut dan perut kembung : sakit kepala

b. Apa penyebab sakit perut, dan Bagaimana patofisiologi sakit perut? Jawab : Penyebab Sakit perut dapat disebabkan oleh tingginya asam lambung atau tidak teraturnya pola makan. Pada penderita maag, asam lambung tetap tinggi di malam hari menjelang tidur. Itulah sebabnya obat maag di minum menjelang tidur. Pada pola makan yang tidak teratur, contohnya tidak sarapan pagi atau makan siang maupun makan malam jika tetap berktivitas akan menyebabkan sakit perut karena lambung dalam keadaan kosong. Patofisiologi Tn. Mubarak tidak sarapan pagi → lambung dalam keadaan kosong → sakit perut. c. Apa penyebab perut kembung, dan Bagaimana patofisiologi perut kembung? Jawab : Penyebab Perut kembung dapat disebabkan oleh masuk angin (aerophagia) atau karena usus membuat banyak gas. Pada kebanyakan kasus, perut kembung tidak berbahaya dan disebabkan oleh pola makan yang buruk. Makan terburu-buru menyebabkan produksi gas usus lebih banyak dari biasanya. Jenis makanan/minuman tertentu seperti minuman bersoda, kopi, ubi jalar, durian, kubis, bawang,

FK UMP 2012

Page 12

Laporan Skenario A Blok 6
buah mengkal, makanan terlalu berlemak atau terlalu manis dapat menyebabkan perut kembung. Stres dan kecemasan juga bisa mengakibatkan perut kembung. Patofisiologi Tn. Mubarak tidak sarapan pagi → terakumulasinya gas di dalam lambung → perut kembung.

d. Apa penyebab sakit kepala, dan Bagaimana patofisiologi sakit kepala ? Jawab : Penyebab 1. Kurangnya nutri dalam tubuh 2. Kurangnya nutrisi/asupan glukosa melalui aliran darah menuju otak. 3. Terganggunya pola tidur 4. Terjadinya kelelahan selama menempuh perjalanan 10 jam di pesawat. Patofisiologi Dalam skenario ini, Tn. Mubaraq setelah menempuh perjalanan 10 jam dari Kairo menuju Jakarta, saat tiba d jakarta pukul 23.00 malam dan merupakan waktu untuk istirahat namun Tn. Mubarok langsung tanpa sempat beristirahat terlebih dahulu. Selain itu

juga pasokan nutrisi di dalam tubuh Tn. Mubaraok ini sudah mulai berkurang. Kurangnya pasokan nutrisi di

dalamtubuh,mengakibatkan terhambatnya transportasi nutrisi ke dalam seluruh bagian tubuh melalui aliran darah, dan termasuk ke otak sebagai pusat dari tubuh manusia. Kurangnya pasokan menuju ke otak mengakibatkan sakit

nutrisi melalui aliran darah kepala pada Tn. Mubarok.

FK UMP 2012

Page 13

Laporan Skenario A Blok 6
e. Apa hubungan keluhan yang Tn. Mubarok sebelumnya dengan keluhan yang dia rasakan sekarang ? Jelaskan ! Jawab : Apabila dihubungkan dengan keluhan sebelumnya, yaitu lelah, gelisah, mengantuk, dan tertidur, keluhan/ gejala (sakit sakit kepala) ini terdapat pada orang

perut, perut kembung, dan

yang mengalami desinkronosis (jetlag) tetapi dengan keluhan yang berbeda.

Identifikasi Masalah No.4 a. Bagaimana proses sistem respirasi berlangsung? Jawab : Respirasi adalah pergerakan oksigen dari atmosfer menuju sel dan keluarnya karbondioksida dari sel ke udara bebas. Sistem respirasi terdiri dari suatu rangkaian saluran udara yang menghantarkan udaraluar agar dapat menuju alveoli yang menjadi tempat pertukaran udara. Mekanismenya faring adalah trachea : bronkus

udara masuk ke hidung bronkus lobaris alveolus

bronkus segmentalis

bronkiolus terminalis

b. Apa sistem yang bekerja saat mata kering, sisnusitis, kram, dan pegal ? Jawab : Sistem yang terganggu pada sinusitis, mata kering, kram dan pegal adalah: 1. Sistem respirasi : pada saat sinusitis, ada penyumbatan di sekitar hidung sehingga sistem respirasi terganggu.

FK UMP 2012

Page 14

Laporan Skenario A Blok 6
2. Sistem muskuloskeletal : pada saat kram dan pegal, kemungkinan besar dikarenakan terlalu lama otot di kaki berkontraksi dan ada penyumbatan pembuluh darah sehingga sirkulasi darah kurang lancar yang mengakibatkan kram dan pegal.

c. Apa penyebab mata kering dan Bagaimana patofisiologi mata kering? Jawab : Penyebab Udara yang kering, dan sirkulasi udara yang masuk ke mata terganggu. Patofisiologi Kelembaban udara yang rendah (kering) menyebabkan cairan pada mata mengalami penguapan, sehingga cairan matanya berkurang dan terjadilah mata kering. d. Apa hubungan sirkulasi udara dengan sinusitisnya? Jawab : Sirkulasi udara yang buruk (udara kering) mengakibatkan sel mukosa (selaput lendir hidung) akan bengkak dan meningkatkan lendir di hidung. e. Apa penyebab sinusitis dan Bagaimana patofisiologi sinusitis? Jawab : Penyebab Udara kering, sirkulasi udara keluar dan masuk rongga sinus terganggu, penumpukan lendir pada rongga sinus, radang pada sinus, sinusitis. Patofisiologi Tekanan udara rendah sehingga dinding sel pada rongga sinus mengkerut, mengalami peradangan sehingga terjadi sinusitis.

FK UMP 2012

Page 15

Laporan Skenario A Blok 6
f. Apa hubungan kaki pegal dengan duduk lama dan diam? Jawab : Kemungkinan sirkulasi udaranya kurang cukup baik kandungan oxygennya sehingga kondisi ruang kekurangan udara

segar/kandungan oxygennya rendah yang menyebabkan tubuh jadi kekurangan asupan oxygen yang sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh yang kemudian menyebabkan terjadinya pelemahan aliran darah juga sehingga kondisi sel-sel tubuh banyak yang kurang aktip inilah yang menyebabkan tubuh pegal/kaku/lemas juga pening. Sebagai solusi, usahakan sirkulasi udara diruang tidur cukup baik kandungan oxygennya dan hindari pemakaian pakaian luar maupun dalam yg ketat/menjerat tbh agar tdk menyebabkan terjadinya pelemahan aliran darah. g. Apa penyebab kram dan Bagaimana patofisiologi kram? Jawab : Penyebab Terlalu lama duduk diam di pesawat selama 10 jam, terjadi vasokonstriksi, aliran darah terhambat, sehingga sel melakukan glikolisis anaerob yang menghasilkan hasil sampingan yaitu asam laktat yang menumpuk pada bagian ekstremitas bawah yang mengakibatkan Tn. Mubarok mengalami kramp. Patofisiologi Saat melakukan gerakan yang volunteer otot berkontraksi dan berelaksasi. Manurut Ganong (1998) satu potensial aksi tunggal menyebabkan satu kontraki singkat yang kemudian diikuti relaksasi. Kontrasi singkat seperti itu disebut kontraksi kedutan otot. Setiap pulsa kalsium bergantung sekitar 1/20detik dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kedutan otot tunggal.

FK UMP 2012

Page 16

Laporan Skenario A Blok 6
Penjumlahan terjadi apabila kalsium dipertahankan dalm

komplamenter intrasel oleh rangsangan saraf berulang pada otot. Rangsangan berulang yang diberikan sebelum masa relaksasi akan menghasilkan penggiatan tambahan elemen kontraktil dan tampak adanya respom berupa poeningkatan kontraksi. Fenomena ini dikenal sebagai pejumlahan kontraksi. Tegangan yang teratur selama penjumlahan kontaksi jauh lebih besar dibandingkan dengan yang terjadi selama kontraksi kedutan otot tunggal. Dengan rangsangan berulang yang cepat, penggiatan mekanisme kontaktil terjadi berulang-ulang sebelum sampai pada masa relaksasi. Masing-masing respon tersebut bergabung menjadi satu kontraksi yang berkesinambungan yang dinamakam tetanik atau kontaksi otot yang berlebihan (kram oto). (Ganong, 1998) h. Apa penyebab pegal dan Bagaimana patofisiologi pegal ? Jawab : Penyebab Terlalu lama duduk diam di pesawat selama 10 jam, terjadi vasokonstriksi, aliran darah terhambat, sehingga sel melakukan glikolisis anaerob yang menghasilkan hasil sampingan yaitu asam laktat yang menumpuk pada bagian ekstremitas bawah yang mengakibatkan Tn. Mubarok mengalami kramp pegal. Patofisiologi Saat melakukan gerakan yang volunteer otot berkontraksi . Manurut Ganong (1998) satu potensial aksi tunggal menyebabkan satu kontraki singkat \ Kontrasi singkat seperti itu disebut kontraksi kedutan otot. Setiap pulsa kalsium bergantung sekitar 1/20detik dan menghasilkan apa yang disebut sebagai kedutan otot tunggal. Penjumlahan terjadi apabila kalsium dipertahankan dalm

komplamenter intrasel oleh rangsangan saraf berulang pada otot. Kontraksi yang berulang pada otot dan terjadinya penumpukan

FK UMP 2012

Page 17

Laporan Skenario A Blok 6
asam laktat selama 10 jam duduk di pesawat menyebabkan terjadinya kram pada bagian otot extremitas bawah. Identifikasi Masalah No. 5 a. Sistem apa saja yang terpengaruh karena udara kering dan tekanan udara rendah? Jawab : Sistem yang terpengaruh karena udara kering dan tekanan udara rendah adalah sistem integumen, sistem eksresi urin. b. Apa saja gangguan yang terjadi akibat pengaruh kelembaban udara yang kering dan tekanan udara yang rendah? Jawab : sistem integumen : kulit kering, Sistem ekresi : dehidrasi

c. Apa dampak pada tubuh jika mengalami gangguan irama sirkadian? Jawab : Dampak bagi tubuh akan mengalami jetlag (desincronosis).

Seperti gangguan pola tidur, sakit kepala, kesulitan untuk berkonsentrasi, nyeri pada otot dan persendian, masalah pada sistem digestiv. d. Bagaimana irama sirkadian dengan berbagai system tubuh ( system endokrin, system regulasi suhu, system urinaria, system respirasi, system saraf Tn. Mubarok ? Jawab : System endokrin Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh

FK UMP 2012

Page 18

Laporan Skenario A Blok 6
sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Penurunan produksi hormon ini menyebabkan berbagai keluhan yang lebih banyak dialami oleh usia tua dibandingkan dengan usia muda. Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994).

System regulasi suhu Suhu tubuh berubah secara normal 0,5 ºC sampai 1 ºC selama periode 24 jam. Bagaimanapun, suhumerupakan irama stabil pada manusia. Suhu tubuh paling rendah biasanya antara pukul 1:00 dan 4:00 dini hari. Sepanjang hari suhu tubuh naik, sampai seitar pukul 18:00 dan kemudian turun seperti pada dini hari. Penting diketahui, pola suhu tidak secara otomatis pada orang yang bekerja pada malam hari dan tidur di siang hari. Perlu waktu 1-3 minggu untuk perputaran itu berubah. Secara umum, irama suhu sirkadian tidak berubah sesuai usia. Penelitian menunjukkan, puncak suhu tubuh adalah dini hari pada lansia (lenz,1984) System urinaria Berperan dalam system pengeluaran urin System respirasi Napas lebih cepat untuk mengkompensasi tidak tidur. System saraf Hipotalamus adalah pusat otak yang paling penting dalam mengatur dorasi tidur dan irama sirkadian. Tujuh puluh lima tahun yang lalu, telah diprediksi bahwa hipotalamus bagian rostal terdiri dari neuronneuron sleep-promoting. Sedangkan hipotalamus bagian posterior

FK UMP 2012

Page 19

Laporan Skenario A Blok 6
terdiri dari neuron-neuron wekefulness-promoting. Tidur dikontrol oleh 2 proses yaitu proses homeostasis dan circadian timing, yang secara bersama-sama menentukan kecendrungan, lama dan insiden dari intensitas tidur. Pengaturan fase dan irama sirkadian ini dipercayakan pada beberapa transmitter yang bersama-sama membangkitkan dan mempertahankan tidur.

e. Bagaimana irama sirkadian secara normal? Jawab : Pada pagi hari pk.06.00 - 08.00 Metabolisme bekerja lebih cepat sekitar 20% Peningkatan hormon testosteron , Estrogen dan progesteron. Pukul 08.00 - sampai tengah hari Secara perlahan - lahan tingkat hormon adrenalin meningkat demikian juga dengan hormon Endorfin meningkat. Kedua hormon ini berfungsi untuk menghilangkan rasa nyeri , dan penambah semangat Tengah hari - sampai Petang. Enzim - enzim pencernaan akan dikeluarkan walaupun kita tidak makan. Pada saat inilah sebenarnya waktu yang tepat untuk makan sayuran mengkonsumsi multi vitamin karena akan di proses lebih sempurna. Pada pukul 16.00 - 18.00 Suhu tubuh mencapai puncaknya otot - otot tubuh terasa lebih lentur sehingga Olah raga sangat dianjurkan pada jam - jam ini. Kadar gula juga mungkin akan sedikit menurun ,sehingga dianjurkan untuk minum teh manis secukupnya sebelum berolah raga.

FK UMP 2012

Page 20

Laporan Skenario A Blok 6
Pukul 18.00 - tengah malam Produksi asam lambung mencapai puncaknya pada malam hari Oleh karena itu gangguan pencernaan sering terjadi pada jam - jam ini sampai tengah malam.

Tengah malam sampai pagi hari Bagi yang mempunyai penyakit asma kemungkinan kambuh lebih besar pada jam - jam ini. Pada masa ini tubuh juga melakukan perbaikan terhadap sel-sel yang rusak ini ditandai dengan meningkatnya hormon

pertumbuhan.

Pada pagi hari kembali hormon adrenalin dan kortisol dilepaskan untuk mengaktifkan semua orga vital untuk menyongsong kegiatan di pagi hari yang cerah.

f. Bagaimana penatalaksanaan gangguan irama sirkadian? Jawab : 1. Pastikan kondisi tubuh fit sebelum terbang. Bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh, pastikan anda beristirahat yang cukup, makan dengan teratur dan sering berolahraga. Jika anda memiliki penyakit yang berat (misalnya sakit jantung), konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anda. Dengan kondisi tubuh yang fit, akan lebih mudah bagi anda untuk mengatasi Jetlag ketika tiba di tujuan. 2. Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya anda beradaptasi terlebih dahulu dengan zona waktu pada tempat tujuan. Terlebih lagi jika anda akan menetap dalam jangka waktu lama di negara tersebut. Cobalah mengubah rutinitas harian anda sesuai dengan waktu di tempat tujuan. Anda tidak perlu mengubahnya secara drastis, lakukan perlahan-lahan dengan mengubah jadwal sejam lebih awal atau lebih lambat dari waktu normal. Cara ini dapat

FK UMP 2012

Page 21

Laporan Skenario A Blok 6
dimulai sejak tiga atau empat minggu sebelum jadwal

keberangkatan. 3. Ketika melakukan perjalanan jauh, gunakan pakaian dan sepatu yang membuat anda nyaman. Dalam hal ini, kenyamanan jauh lebih penting daripada hanya sekadar terlihat keren. Jangan lupa untuk menyesuaikan pakaian dengan iklim di tempat tujuan anda. 4. Hindari minuman berkafein atau beralkohol sebelum, ketika dan setelah melakukan perjalanan. Minuman tersebut dapat

menyebabkan dehidrasi dan mengganggu jadwal tidur. Dehidrasi juga dapat disebabkan karena udara yang kering di pesawat. Oleh karena itu disarankan untuk banyak minum. Mengkonsumsi air putih akan lebih baik dari pada meminum jus, teh atau kopi. 5. Tetaplah aktif selama di pesawat. Setiap satu atau dua jam, cobalah untuk berjalan-jalan di pesawat atau lakukan perenggangan sederhana agar badan anda tidak kaku. Hindari mengkonsumsi obat tidur. Jika tidur dalam jangka waktu yang lama tanpa mengubah posisi, akan mengakibatan sirkulasi darah anda tidak lancar. 6. Apabila anda telah tiba di tempat tujuan, segera sesuaikan diri anda dengan waktu setempat dan makan secara teratur. Semakin cepat anda beradaptasi, akan semakin bagus bagi tubuh anda. Ketika siang hari, usahakan diri anda terkena paparan sinar matahari.

g. Mengapa seorang yang mengalami gangguan sirkadian dianjurkan untuk istirahat? Jawab : Karena, gangguan irama sirkadian adalah gangguan yang berhubungan degan pola tidur sirkadian normal. Jadi bagi seorang yang mengalami gangguan irama sirkadian dianjurkan untuk istirahat untuk mengatur siklus biologis irama dan mengembalikan siklus-siklus irama sirkadian yang terganggu.

FK UMP 2012

Page 22

Laporan Skenario A Blok 6
h. Bagaimana hubungan antara zona waktu dan meridian bumi dengan gangguan irama sirkadian? Jawab : Gangguan dimana penderita tidak dapat tidur dan bangun pada waktu yang dikehendaki,walaupun jumlah tidurnya tatap.

Gangguan ini sangat berhubungan dengan irama tidur sirkadian normal. Dalam keadan normal fungsi irama sirkadian mengatur siklus biologi irama tidur bangun, dimana sepertiga waktu untuk tidur dan dua pertiga untuk bangun/aktivitas.

6. Pandangan Islam Pandangan Islam terhadap perbedaan zona waktu Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tandatanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

(Al Baqarah 164)

FK UMP 2012

Page 23

Laporan Skenario A Blok 6
2.3.4 Kerangka Konsep

Tuan mubarok melakukan perjalanan melewati beberapa zona waktu

Sirkulasi udara yang buruk didalam pesawat

Terlalu lama duduk diam di pesawat

Tanpa istirahat langsung melakukan aktivitas

Gangguan irama sirkadian

Sistem respirasi terganggu

Sistem muskuloskelet terganggu

Sinusitis kumat dan mata kering Sistem endokrin terganggu Sistem saraf terganggu Sistem digestivus terganggu

Kram dan pegal

Mengantuk dan spontan tertidur

Gelisah dan sakit kepala

Sakit perut dan perut kembung

2.3.5

Hipotesis

Tn. Mubarok,45 tahun, mengalami sindrom jet leg yang diakibatkan oleh gangguan irama sirkadian.

FK UMP 2012

Page 24

Laporan Skenario A Blok 6
2.3.6 Keterbatasan Ilmu What Don’t Know Perbedaan dan waktu Kairo dan Jakarta Pengerti an adaptasi Jenis adaptasi saat pesawat 3 Sistem tubuh, sistem respirasi, saraf, endokrin, urinarius, regulasi suhu, 4 Penyebab dan Patofisiologi Pengetahu an penyebab dan patofisiol ogi seara sfesifik 5. Sirkulasi, kelembaban dan tekanan udara Perbedaan sirkulasi, kelembaban , dan pdf Patofisiol ogi Prince Wilson Pengerti an sistem tubuh fungsi secara sfesifik pengaturan sistem tubuh. di Text book, pdf Fisiologi sherwood Pengetahu Text an mengenai sistem digestive book: Fisiologi Guyton & Hall, I What have prove I to

No.

Pokok Bahasan Waktu Kairo Jakarta

What know

I

How

I

will learn Text book, pdf

1

2

Adaptasi Respon Tubuh

fisiologi sherwood , pdf

FK UMP 2012

Page 25

Laporan Skenario A Blok 6
tekanan udara Jakarta dan Kairo 6. Desinkronos is Arti desikron osis Lebih sfessifik mengenai desinkronos is 7. Gangguan iramasirkadi an 8. Pola tidur Arti irama sirkadian Pembagi an tidur 9. Pandangan islam 2.3.7 Learning Issue Alquran pola
Pengetahua Fisiologi n mengenai desinkrono sis

sherwood , pdf

Fisiologi sherwood , pdf

1. Zona Waktu Kairo dan Jakarta 2. Adaptasi Respon tubuh 3. Sistem tubuh yang berperan dalam skenario 4. Penyebab dan Patofisiologi a. Lelah, gelisah, mengantuk, tertidur b. Sakit perut, perut kembung, sakit kepala c. Sinusitis, kram dan pegal 5. Sirkulasi, kelembaban, tekanan udara 6. Desinkronosis 7. Jet lag 8. Gangguan irama sirkadian 9. Pola tidur 10. Pandangan Islam

FK UMP 2012

Page 26

Laporan Skenario A Blok 6

2.4 Sintesis 2.4.1 Zona Waktu Kairo dan Jakarta Zona Waktu Bumi kita yang bulat ini berputar pada sumbunya yaitu di kutub utara dan selatan, coba lihat bola dunia yang ada di sekolah kamu. Nah, bayangkan bumi kita adalah buah semangka yang ”dibelah” dengan sebuah pisau yang melewati kutub utara dan selatan. Lalu dilanjutkan lagi dengan ”membelah” menjadi lebih kecil dengan tetap melewati kutub-kutubnya (seperti halnya tukang buah menjajakan buah semangka).Bila semangka itu di katupkan lagi, akan meningalkan garis yang melingkar melewati kutub-kutubnya. Itulah yang disebut garis bujur. Garis Bujur adalah garis imaginer yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan bumi. Seperti kamu liat ke ”semangka” tadi, potongan semangka akan mengecil di kedua ujungnya, dan tebal di bagian tengahnya, begitu halnya dengan garis-garis bujur yang ada di bola bumi kita. Semua garis-garis bujur akan bertemu di kutub utara dan selatan bumi. Pemberian angka pada garis bujur berdasarkan satuan derajat, satu lingkaran penuh 360o, setengah lingkaran 180o, dimulai dari 0o. Dan posisi 0o itu telah disepakati adalah garis yang melalui greenwich di London. Bayangkan kembali sewaktu kita membelah ”semangka” pertama kali menjadi dua bagian yang sama, maka irisan pisau akan melewati goka greenwich. Lalu sebelah ”kanan” greenwich atau ke arah timur kita sebut

FK UMP 2012

Page 27

Laporan Skenario A Blok 6
Bujur Timur, dan sebelah ”kiri” greenwich atau ke arah barat disebut Bujur Barat masing-masing dimulai dari 0o hingga 180o. Garis 180o yang melewati samudera pasifik dikenal sebagai garis penanggalan internasional, pada ”garis” ini lah penanggalan dan hari berubah (jika di bagian timur sudah hari selasa, maka di bagian barat masih hari senin). Perbedaan waktu setiap belahan bumi juga bisa dihitung berdasarkan posisi kita di garis bujur. Karena satu putaran bumi itu memakan waktu 24 jam, maka perbedaan waktu 1 jam adalah pada 360o/24 = 15o garis bujur. Artinya setiap tempat yang memiliki perbedaan posisi bujur sebesar 15o akan memiliki perbedaan waktu 1 jam. Inilah pembagian zona yang dirintis oleh orang Kanada, Sir Stanford Fleming (1827-1915) Sebagai contoh indonesia terletak antara 95oBT-141oBT, jika dihitung dari garis 0o (greenwich) maka posisi di 95o BT ini memiliki perbedaan waktu sebanyak 95o/15o = 7 jam lebih awal dari waktu di greenwich (jika di London adalah tepat tengah malam, maka di Jakarta adalah ”sudah” jam 7 pagi, atau bisa juga disebut saat itu waktu di jakarta adalah pukul 0 GMT, yaitu

singkatan dari Greenwich Mean Time). Akibat posisi Indonesia
o

yang

terbentang dari 95 hingga 141o maka indonesia terbagi menjadi 3 zona waktu yang masing-masing berbeda 1 jam yaitu WIB : Waktu Indonesia bagian Barat; WITA : Waktu Indonesai bagian Tengah; WIT : Waktu Indonesia bagian Timur (jika di jakarta jam 7 pagi, maka di bali sudah jam 8 pagi dan di Papua sudah jam 9 pagi)

FK UMP 2012

Page 28

Laporan Skenario A Blok 6
Namun kadang ada negara yang tetap menggunakan patokan waktu berdasarkan "kepentingan" nya. Misal Singapura, yang kalau dilihat secara geografis adalah masuk ke dalam wilayah Indonesia Bagian Barat, namun perhitungan waktunya adalah mengikuti aturan Indonesia Bagian Tengah (Singapura menyesuaikan zona waktu dengan Hongkong, demi

keseragaman "waktu" perekonomiannya). Negara China yang terbentang begitu luas sehingga seharunya memiliki lebih dari 4 zona waktu, lebih memilih satu zonasi waktu saja. 2.4.2. Adaptasi, respon tubuh Hipoksia yaitu kondisi kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Pada kasus yang fatal dapat mengakibatkan koma, bahkan sampai dengan kematian. Namun, bila sudah beberapa waktu, tubuh akan segera dan berangsur-angsur kembali ke kondisi tubuh normal. Penyebab Di dalam tubuh manusia sendiri, terdapat suatu sistem kesetimbangan yang berperan dalam menjaga fungsi fisiologis tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Salah satu proses adaptasi yang dilakukan oleh tubuh manusia adalah beradaptasi terhadap perubahan ketinggian yang tiba-tiba. Jika seseorang yang bertempat tinggal di Jakarta dengan ketinggian 0 km dari permukaan laut (dpl) pergi dengan menggunakan pesawat terbang ke Mexico City dengan ketinggian 2,3 km dpl, maka setelah tiba di Mexico City akan merasa pusing, mual, atau rasa tidak nyaman lainnya. Oleh karena itu, kasus Hypoxia ini tidak terjadi pada penduduk setempat yang sudah terbiasa hidup di daerah dataran tinggi tersebut namun terjadi pada penduduk yang belum terbiasa hidup di daerah tinggi ataupun sebaliknya. Karena kasus hipokasia ini, bagi pendaki yang akan menaiki puncak gunung memerlukan pos-pos pemberhentian agar tubuh mereka selalu dapat beradaptasi secara baik terus-menerus sehingga terhindar dari hipokasia.

FK UMP 2012

Page 29

Laporan Skenario A Blok 6
Kesetimbangan Pengikatan Oksigen oleh Hemoglobin Keadaan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan sistem reaksi

kesetimbangan pengikatan oksigen oleh hemoglobin: Hb(aq) + O2(aq) ↔ HbO2(aq) HbO2 merupakan oksihaemoglobin yang berperan aktif dalam membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh termasuk ke otak. Tetapan kesetimbangan dari reaksi tersebut adalah: Pada ketinggian 3 km, tekanan parsial gas oksigen sekitar 0,14 atm, sedangkan pada permukaan laut tekanan parsial gas oksigen sebesar 0,2 atm. Asas Kesetimbangan Kimia Berdasarkan azas Le-Chatelier, dengan berkurangnya gas oksigen berati kesetimbangan akan bergeser ke kiri, dan berakibat kadar HbO2 di dalam darah menurun. Akibat yang ditimbulkan dari keadaan tersebut adalah suplai oksigen ke seluruh jaringan akan berkurang. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya rasa mual dan pusing, serta perasaan tidak nyaman pada tubuh. Kondisi tersebut akan mengakibatkan tubuh berusaha beradaptasi dengan memproduksi hemoglobin sebanyak-banyaknya. Dengan meningkatnya konsentrasi hemoglobin akan menggeser kembali kesetimbangan ke kanan dan HbO2 akan meningkat kembali seperti semula. Penyesuaian ini berlangsung kurang lebih 2-3 minggu. Dari penelitian, diketahui bahwa kadar hemoglobin rata-rata penduduk yang bertempat tinggal di dataran tinggi akan memiliki hemoglobin lebih tinggi daripada penduduk yang bertempat tinggal di dataran rendah

FK UMP 2012

Page 30

Laporan Skenario A Blok 6
2.4.3 Sistem tubuh SISTEM PERNAFASAN Alat-alat respirasi Terdiri dari dua bagian utama, yaitu : 1. Bagian Konduksi Meliputi rongga hidung, nasofaring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan bronkiolus terminalis. 2. Bagian Respirasi Meliputi bronkiolus respiratris, duktus alveolus, dan alveoli.

FK UMP 2012

Page 31

Laporan Skenario A Blok 6
Epitel respirasi Sebagian konduksi dilapisi oleh epitel silindris berlapis dan mengandung banyak sel goblet. Ada 5 jenis sel epitel respirasi, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. Sel silindris berlapis banyak (paling banyak) Sel goblet mukosa Sel sikat Sel basal Sel bergranul kecil

A. Bagian Konduksi 1. Rongga Hidung

Terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian Vestibulum dan Fosa Nasalis. Bagian Vestibulum merupakan bagian yang paling anterior dan paling lebar dari rongga hidung. Di sekitar permukaan nares terdapat kelanjar sebasea, kelenjar keringat, dan vibrissa (rambut pendek). Sedangkan bagian fosa nasalis, terdapat 3 tonjolan yang disebut dengan konda (superior, media, inferior). Pengondisian udara dalam rongga hidung: Vibrisa menyaring debu, lapisan mucus fosa nasalis menyaring zat renik dan berbagai gas, mucus dan secret serosa melembabkan udara yang masuk. Dalam rongga hidung ini juga terdapat reseptor olfaktorius yang mendeteksi uap kimiawi yang diinhalasi yang disebut nervus olfaktorius melewati tulang etmoidalis menuju otak. Sistem Regulasi Suhu Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu inti tubuh telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada

FK UMP 2012

Page 32

Laporan Skenario A Blok 6
37°C. Apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus akan merangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. Upaya-upaya yang kita dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh yaitu mengenakan pakaian yang tipis, banyak minum, banyak istirahat, beri kompres, beri obat penurun panas (Harold S. Koplewich, 2005). Ada beberapa teknik dalam memberikan kompres dalam upaya menurunkan suhu tubuh antara lain kompres hangat basah, kompres hangat kering (buli-buli), kompres dingin basah, kompres dingin kering (kirbat es), bantal dan selimut listrik, lampu penyinaran, busur panas (Anas Tamsuri, 2007). Dalam postingan kali ini, kita akan berfokus pada penggunaan teknik kompres hangat dalam upaya menurunkan suhu tubuh. 2. Menurut kamus kedokteran, pireksia ( febris, fever, demam ) adalah peningkatan suhu tubuh di atas normal; setiap penyakit yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh ( Dorland, 2002 ) Asal Panas Pada Tubuh Manusia Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan, mendistribusikan, dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama. Adapun suhu tubuh dihasilkan dari : 1. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate, BMR) di semua sel tubuh. 2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil). 3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron). 4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.

FK UMP 2012

Page 33

Laporan Skenario A Blok 6
5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun. Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh, dikenal suhu inti (core temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). selain itu, ada suhu permukaan (surface temperatur), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan sub kutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. Sistem Pengaturan Suhu Tubuh Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan, diperlukan regulasi suhu tubuh. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas, tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu, yang disebut titik tetap (set point). Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C. apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap, hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah 1. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu : a. Vasodilatasi Vasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit, yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak.

FK UMP 2012

Page 34

Laporan Skenario A Blok 6
b. Berkeringat Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis, yaitu 37°C. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1°C akan menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat, yang merangsang produksi keringat. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin. c. Penurunan pembentukan panas Beberapa mekanisme pembentukan panas, seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat. 2. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun, yaitu : a. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. b. Piloereksi Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. Mekanisme ini tidak penting pada manusia, tetapi pada binatang tingkat rendah, berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan. c. Peningkatan pembentukan panas

FK UMP 2012

Page 35

Laporan Skenario A Blok 6
Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil, pembentukan panas akibat rangsangan simpatis, serta peningkatan sekresi tiroksin. Penjalaran Sinyal Suhu Pada Sistem Saraf

Sinyal suhu yang dibawa oleh reseptor pada kulit akan diteruskan ke dalam otak melalui jaras spinotalamikus (mekanismenya hamper sama dengan sensasi nyeri). Ketika sinyal suhu sampai di tingkat medulla spinalis , sinyal akan menjalar dalam traktus Lissauer beberapa segmen di atas atau di bawah, dan selanjutnya akan berakhir terutama pada lamina I, II dan III radiks dorsalis. Setelah mengalami percabangan melalui satu atau lebih neuron dalam medulla spinalis, sinyal suhu selanjutnya akan dijalarkan ke serabut termal asenden yang menyilang ke traktus sensorik anterolateral sisi berlawanan, dan akan berakhir di tingkat reticular batang otak dan komplek ventrobasal thalamus. Beberapa sinyal suhu pada kompleks ventrobasal akan diteruskan ke korteks somatosensorik. Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh 1. Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya, sangat terkait dengan laju metabolisme. 2. Rangsangan saraf simpatis Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat. Disamping itu, rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Umumnya, rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme.

3. Hormone pertumbuhan

FK UMP 2012

Page 36

Laporan Skenario A Blok 6
Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Akibatnya, produksi panas tubuh juga meningkat. 4. Hormone tiroid Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal. 5. Hormone kelamin Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 10-15% kecepatan normal, menyebabkan peningkatan produksi panas. Pada perempuan, fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0,3 – 0,6°C di atas suhu basal. 6. Demam ( peradangan ) Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. 7. Status gizi Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme. Dengan demikian, orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Selain itu, individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik, dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain.

8. Aktivitas

FK UMP 2012

Page 37

Laporan Skenario A Blok 6
Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme, mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38,3 – 40,0 °C. 9. Gangguan organ Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus, dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu. 10. Lingkungan Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan, artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin. Begitu juga sebaliknya, lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit. Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Dengan demikian, kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh. Mekanisme Kehilangan Panas Melalui Kulit 1. Radiasi Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang panas inframerah. Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki panjang gelombang 5 – 20 mikrometer. Tubuh manusia memancarkan gelombang panas ke segala penjuru tubuh. Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan panas.

FK UMP 2012

Page 38

Laporan Skenario A Blok 6
Panas adalah energi kinetic pada gerakan molekul. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit. Sekali suhu udara bersentuhan dengan kulit, suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran panas, yang terjadi hanya proses pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh. 2. Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan bendabenda yang ada di sekitar tubuh. Biasanya proses kehilangan panas dengan mekanisme konduksi sangat kecil. Sentuhan dengan benda umumnya memberi dampak kehilangan suhu yang kecil karena dua mekanisme, yaitu kecenderungan tubuh untuk terpapar langsung dengan benda relative jauh lebih kecil dari pada paparan dengan udara, dan sifat isolator benda menyebabkan proses perpindahan panas tidak dapat terjadi secara efektif terus menerus. 3. Evaporasi Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. Setiap satu gram air yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas tubuh sebesar 0,58 kilokalori. Pada kondisi individu tidak berkeringat, mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 – 600 ml/hari. Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 – 16 kalori per jam. Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus menerus melalui kulit dan system pernafasan. Selama suhu kulit lebih tinggi dari pada suhu lingkungan, panas hilang melalui radiasi dan konduksi. Namun ketika suuhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, tubuh memperoleh suhu dari lingkungan melalui radiasi dan konduksi. Pada keadaan ini, satu-satunya cara tubuh melepaskan panas adalah melalui evaporasi.Memperhatikan pengaruh lingkungan terhadap suhu tubuh, sebenarnya suhu tubuh actual ( yang dapat diukur ) merupakan suhu yang dihasilkan dari

FK UMP 2012

Page 39

Laporan Skenario A Blok 6
keseimbangan antara produksi panas oleh tubuh dan proses kehilangan panas tubuh dari lingkungan. 4. Usia Usia sangat mempengaruhi metabolisme tubuh akibat mekanisme hormonal sehingga memberi efek tidak langsung terhadap suhu tubuh. Pada neonatus dan bayi, terdapat mekanisme pembentukan panas melalui pemecahan (metabolisme) lemak coklat sehingga terjadi proses termogenesis tanpa menggigil (non-shivering thermogenesis). Secara umum, proses ini mampu meningkatkan metabolisme hingga lebih dari 100%. Pembentukan panas melalui mekanisme ini dapat terjadi karena pada neonatus banyak terdapat lemak coklat. System endokrin Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun. Penurunan produksi hormon ini menyebabkan berbagai keluhan yang lebih banyak dialami oleh usia tua dibandingkan dengan usia muda. Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994). System regulasi suhu Suhu tubuh berubah secara normal 0,5 ºC sampai 1 ºC selama periode 24 jam. Bagaimanapun, suhumerupakan irama stabil pada manusia. Suhu tubuh paling rendah biasanya antara pukul 1:00 dan 4:00 dini hari. Sepanjang hari suhu tubuh naik, sampai seitar pukul 18:00 dan kemudian turun seperti pada dini hari. Penting

FK UMP 2012

Page 40

Laporan Skenario A Blok 6
diketahui, pola suhu tidak secara otomatis pada orang yang bekerja pada malam hari dan tidur di siang hari. Perlu waktu 1-3 minggu untuk perputaran itu berubah. Secara umum, irama suhu sirkadian tidak berubah sesuai usia. Penelitian menunjukkan, puncak suhu tubuh adalah dini hari pada lansia (lenz,1984) System urinaria Berperan dalam system pengeluaran urin System respirasi Napas lebih cepat untuk mengkompensasi tidak tidur. System saraf Hipotalamus adalah pusat otak yang paling penting dalam mengatur dorasi tidur dan irama sirkadian. Tujuh puluh lima tahun yang lalu, telah diprediksi bahwa hipotalamus bagian rostal terdiri dari neuron-neuron sleep-promoting. Sedangkan hipotalamus bagian posterior terdiri dari neuron-neuron wekefulness-promoting. Tidur dikontrol oleh 2 proses yaitu proses homeostasis dan circadian timing, yang secara bersama-sama menentukan kecendrungan, lama dan insiden dari intensitas tidur. Pengaturan fase dan irama sirkadian ini dipercayakan pada beberapa transmitter yang bersama-sama membangkitkan dan mempertahankan tidur. 2.4.4. Patofisiologi Mata kering Sindroma mata kering adalah salah satu penyakit mata yang sering menyerang wanita, terutama setelah memasuki masa menopause. Walaupun demikian, tidak hanya wanita menopause saja yang dapat terkena sindroma mata kering ini, kitakita yang belum menopause tapi ada hormonal imbalance atau pengguna kontrasepsi hormonal atau pemakai obat-obatan alergi yang kronis, juga dapat terkena sindroma mata kering ini. Di Amerika, lebih dari 60 juta orang menderita sindroma mata kering. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan yang mempengaruhi kualitas dari lapisan air mata. Jadi lapisan air mata yang pertama namanya lapisan mukus yang melapisi langsung kornea, dan membentuk pondasi agar lapisan air mata melekat pada mata.

FK UMP 2012

Page 41

Laporan Skenario A Blok 6
Lapisan kedua yang berada di bagian tengah ialah lapisan akuos, yang berfungsi menyuplai oksigen dan zat-zat penting lainnya yang berguna untuk nutrisi kornea. Selain itu, lapisan akuos juga berfungsi untuk melembabkan mata. Lapisan akuos 98% terdiri dari air, dan komposisi lainnya ialah garam, protein dan senyawa lainnya. Sedangkan lapisan yang terluar atau ketiga ialah lapisan lemak, yaitu berupa lapisan berminyak yang berfungsi untuk mencegah penguapan. Ketiga lapisan air mata ini diproduksi oleh berbagai kelenjar dalam mata. Lapisan akuos diproduksi oleh kelenjar lakrimal yang berlokasi di samping luar kelopak mata atas. Kelenjar-kelenjar lemak dan kelenjar keringat di kelopak juga membantu produksi dari lapisan mukus dan lapisan lemak. Apabila kita berkedip, maka kelopak mata akan menyebarkan lapisan air mata di seluruh permukaan mata. Air mata yang berlebih akan mengalir melalui dua saluran yang amat kecil di sudut dalam mata, yang berhubungan dengan hidung. Nah, inilah alasan kenapa kalau kita menangis, kita merasa ada cairan yang keluar dari hidung. Air mata juga diproduksi sebagai respon refleks terhadap rangsangan baik trauma ataupun rangsangan emosional. Akan tetapi, air mata yang muncul karena rangsangan reflek ini, tidak banyak membantu dalam lubrikasi mata. Dari sini kita tahu bahwa, kadang orang dengan mata yang nrocoh (watery eyes) tetap mengeluhkan iritasi pada matanya. Penyebab Seperti yang sudah disinggung di atas, salah satu penyebab sindroma mata kering ini adalah proses penuaan yang normal. Saat memasuki fase penuaan, tubuh kita memproduksi semakin sedikit lemak. Sebagai ilustrasi, pada saat usia 65 tahun, produksi lemak tubuh berkurang 60% dibandingkan usia 18 tahun. Hal ini sering terjadi pada wanita, yang memang bertendensi untuk memiliki kulit yang lebih kering daripada pria.

FK UMP 2012

Page 42

Laporan Skenario A Blok 6
Kekurangan lemak ini, mempengaruhi lapisan air mata terutama jenis lapisan lemak (lapisan terluar dari lapisan air mata). Tanpa lapisan lemak ini, maka lapisan air mata lebih cepat menguap sehingga meninggalkan area yang kering pada kornea. Selain penuaan, banyak faktor lain yang mempengaruhi lapisan air mata, seperti iklim yang kurang bersahabat, ruangan ber-AC, asap rokok. Jangan lupa, pemakai lensa kontak juga bisa mengalami sindroma mata kering karena lensa kontak menyerap lapisan air mata dan menyebabkan deposit protein pada permukaan lensa. Selain hal tersebut diatas, pengguna kronis obat-obatan seperti obat tiroid, obat alergi dan kekurangan vitamin A juga bisa mengalami sindroma mata kering. Wanita sangat sering mengalami sindroma mata kering, karena masalah hormonal. Gejala Gejala yang timbul oleh karena Sindroma Mata Kering ialah: 1. Mata sering gatal, rasa seperti terbakar, panas, dan pedih 2. Mata sering merah dan iritasi 3. Pandangan kabur yang sering membaik dengan kedipan 4. Watery Eyes 5. Sering timbul perasaan tidak nyaman setelah membaca, komputer maupun melihat televisi Sinusitis Sinusitis adalah infeksi atau peradangan pada rongga udara dalam tulang hidung (sinus) Gejala sistematik dari sinusitis adalah tubuh demam dan lesu. Gejala lokal adalah pada hidung, sinus paranasal, dan tempat lainnya sebagai nyeri alih. Gejala subjektifnya adalah sakit kepala, wajah pucat, muka terasa berat, ingus kental kekuningan sampai hijau, hidung tersumbat, nyeri menelan, dan batuk. Penyebab sinusitis adalah sumbatan hidung yg berkepanjangan. Karena sirkulasi udara
FK UMP 2012 Page 43

Laporan Skenario A Blok 6
keluar dan masuk rongga sinus terganggu menyebabkan penumpukan lendir pada rongga sinus. Jika penumpukan lendir ini terinfeksi kuman, maka menyebabkan sinusitis. Selain itu sinusitis jg bs disebabkan akar gigi atas yg membusuk, alergi, serta gangguan bentuk anatomi rongga hidung yg ribet sehingga gampang infeksi. Sinusitis hidung kebanyakan disebabkan karena alergi. Terutama alergi karena pengaruh lingkungan, misalnya: udara dingin, udara panas, asap polusi, asap rokok, bau-bauan, dan debu. Sangat penting bagi penderita utk mengetahui penyebab alergi dan kemudian menghindarinya. Sakit Perut Sakit perut dapat disebabkan oleh tingginya asam lambung atau tidak teraturnya pola makan. Pada penderita maag, asam lambung tetap tinggi di malam hari menjelang tidur. Itulah sebabnya obat maag di minum menjelang tidur. Pada pola makan yang tidak teratur, contohnya tidak sarapan pagi atau makan siang maupun makan malam jika tetap berktivitas akan menyebabkan sakit perut karena lambung dalam keadaan kosong. Perut Kembung Perut kembung dapat disebabkan oleh masuk angin (aerophagia) atau karena usus membuat banyak gas. Pada kebanyakan kasus, perut kembung tidak berbahaya dan disebabkan oleh pola makan yang buruk. Makan terburu-buru menyebabkan produksi gas usus lebih banyak dari biasanya. Jenis makanan/minuman tertentu seperti minuman bersoda, kopi, ubi jalar, durian, kubis, bawang, buah mengkal, makanan terlalu berlemak atau terlalu manis dapat menyebabkan perut kembung. Stres dan kecemasan juga bisa mengakibatkan perut kembung.

FK UMP 2012

Page 44

Laporan Skenario A Blok 6
Lelah Konsep kelelahan merupakan reaksi fungsional dari pusat kesadaran yaitu cortex cerebri yang dipengaruhi oleh dua sistem penghambat (inhibisi dan sistem penggerak/aktivasi). Sampai saat ini masih berlaku dua teori tentang kelelahan otot, yaitu teori kimia dan teori syaraf pusat (Tarwaka. dkk, 2004: 107). 1. Teori kimia

Secara teori kimia bahwa terjadinya kelelahan adalah akibat berkurangnya cadangan energi dan meningkatnya sistem metabolisme sebagai penyebab hilangnya efisiensi otot, sedangkan perubahan arus listrik pada otot dan syaraf adalah penyebab sekunder. 2. Teori syaraf pusat

Bahwa perubahan kimia hanya penunjang proses, yang mengakibatkan dihantarkannya rangsangan syaraf oleh syaraf sensosrik ke otak yang disadari sebagai kelelahan otot. Rangsangan aferen ini menghambat pusatpusat otak dalam mengendalikan gerakan sehingga frekuensi potensial gerakan pada sel syaraf menjadi berkurang. Berkurangnya frekuensi ini akan menurunkan kekuatan dan kecepatan kontraksi otot dan gerakan atas perintah kemauan menjadi lambat. Kondisi dinamis dari pekerjaan akan meningkatkan sirkulasi darah yang juga mengirimkan zat-zat makanan bagi otot dan mengusir asam laktat. Karena suasana kerja dengan otot statis aliran darah akan menurun, maka asam laktat akan terakumulasi dan mengakibatkan kelelahan otot lokal. Disamping itu juga dikarenakan beban otot yang tidak merata pada jaringan tertentu yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja (performance) seseorang (Eko Nurmianto, 2003: 265). Kelelahan diatur oleh sentral dari otak. Pada susunan syaraf pusat, terdapat sistem aktivasi dan inhibisi. Kedua sistem ini saling mengimbangi tetapi kadangkadang

FK UMP 2012

Page 45

Laporan Skenario A Blok 6
salah satu daripadanya lebih dominan sesuai dengan kebutuhan. Sistem akivasi bersifat simpatis, sedang inhibisi adalah parasimpati. Tidur Terdapat dua jenis tidur, yakni tidur paradoksal atau rapid eye movement (REM) dan tidur gelombang lamabat atau non-REM (NREM). Tidur NREM dibagi menjadi 4 stadium. Seseorang yang baru tertidur memasuki stadium 1 yang ditandai oleh aktivitas elektroensefalogram (EEG) frekuensi tinggi amplitude rendah. Stadium 2 ditandai oleh munculnya kumparan tidur (sleep spindle). Di sini terjadi letupan-letupan gelombang mirip alfa (10-14 Hz, 50 µV. Pada stadium 3, pola yang timbul adalah gelombang dengan frekuensi yang lebih rendah dan amplitudo meningkat. Perlambatan maksimum dengan gelombang-gelombang besar dijumpai pada stadium 4. Dengan demikian, karakteristik tidur dalam pola gelombang lambat ritmik, menunjukkan adanya sinkronisasi yang jelas.

Gelisah Meningkatnya kadar esterogen dan menurunnya kadar progesteron di dalam darah, yang akan menyebabkan gejala deprese dan khususnya gangguan mental. Kadar esterogen akan mengganggu proses kimia tubuh ternasuk vitamin B6 (piridoksin) yang dikenal sebagai vitaminanti depresi karena berfungsi mengontrol produksi serotonin. Serotonin penting sekali bagi otak dan syaraf, dan kurangnya persediaan zat ini dalam jumlah yang cukup dapat mengakibatkan depresi. Hormon lain yang dikatakan sebagai penyebab gejala

premenstruasi adalah prolaktin. Prolaktin dihasilkan sebagai oleh kelenjar hipofisis dan dapat mempengaruhi jumlah esterogen dan progesteron yang dihasilkan pada setiap siklus. Jumlah prolaktin yang terlalu banyak dapat mengganggu keseimbangan mekanisme tubuh yang mengontrol produksi kedua hormon tersebut. Wanita yang mengalami sindroma pre-menstruasi tersebut kadar prolaktin dapat tinggi atau normal.

FK UMP 2012

Page 46

Laporan Skenario A Blok 6
Gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon esterogen, progesterone), sistem saraf, dan sebagai anti peradangan. 2.4.5. Sirkulasi, suhu dan kelembaban tekanan udara : semakin tinggi tekanan udara maka semakin rendah kadar oksigen yang ada di udara tersebut, sehingga paru2 membesar dan pembentukan hemoglobin dipacu lebih banyak. Kelembaban udara : semakin tinggi kelembaban udara artinya semakin banyak kandungan air di udara yang megakibatkan kandungan oksigen pun berkurang. 2.4.6. Desinkronosis Desinkronosis Mabuk pascaterbang, juga disebut Jet lag, secara medis

disebut desinkronosis, adalah sebuah kondisi fisiologisyang terjadi akibat gangguan terhadap ritme sirkadian tubuh; hal ini dikelompokkan sebagai salah satu gangguan tidur ritme sirkadian. Mabuk pascaterbang muncul akibat perjalanan cepat lintas meridian (timur-barat atau barat-timur) jarak jauh, sebagaimana yang dilakukan menggunakan pesawat jet. Kondisi mabuk pascaterbang mungkin berlangsung selama beberapa hari, dan tingkat kesembuhan satu hari per zona waktu yang dilintasi

adalah pedoman yang diketahui umum. 1.Penyebab Mabuk pascaterbang adalah masalah kronobiologis, sama seperti masalah yang muncul akibat kerja giliran. Ketika bepergian melintasi

beberapa zona waktu, jam tubuh mulai tidak mengalami sinkronisasi dengan waktu kota tujuan, karena tubuh mengalami terang dan gelap yang

FK UMP 2012

Page 47

Laporan Skenario A Blok 6
berbeda dengan ritme yang ditetapkan secara alamiah: pola alamiah tubuh terganggu, karena ritme yang menentukan waktu makan, tidur, pengaturan hormon dan variasi suhu tubuh tidak lagi sesuai dengan lingkungan satu sama lain. Sampai ketika tubuh tidak dapat menyesuaikan kembali ritme ini, tubuh mengalami mabuk pascaterbang. Kecepatan yang disesuaikan tubuh dengan jadwal baru tergantung masingmasing orang; beberapa orang membutuhkan beberapa hari untuk menyesuaikan dengan zona waktu baru, sementara beberapa lainnya mengalami sedikit gangguan saja. Melintasi satu atau dua zona waktu tidak selalu mengakibatkan mabuk pascaterbang. Kondisi ini tidak berhubungan dengan panjang penerbangan, namun berhubungan dengan jarak lintas meridian (barat-timur) yang ditempuh. Penerbangan sepuluh jam dari Eropa ke Afrika Selatan tidak

mengakibatkan mabuk pascaterbang, karena penerbangan dilakukan utaraselatan. Penerbangan lima jam dari pesisir timur ke pesisir barat Amerika Serikat akan mengakibatkan mabuk pascaterbang. Melintasi Garis Tanggal Internasional tidak mendorong terjadinya mabuk pascaterbang, karena panduan menghitung mabuk pascaterbang adalah jumlah zona waktu yang dilintasi, dan kemungkinan gangguan maksimumnya adalah ditambah atau dikurangi 12 jam. Jika perbedaan waktu antara dua lokasi lebih besar dari 12 jam, kurangi jumlah tersebut dari 24. Misalnya, zona waktu GMT+14 akan menghasilkan GMT-10, meski GMT+14 satu hari lebih maju dari GMT-10. 2. Gejala Gejala mabuk pascaterbang bermacam-macam, tergantung jumlah zona waktu yang dilintasi, masa pada hari (pagi-malam) dan perbedaan pribadi. Gejala-gejalanya meliputi:
1. 2. 3. 4.

Sakit kepala Kelelahan, pola tidur tidak biasa, insomnia Disorientasi, kepeningan, iritabilitas Depresi kecil

FK UMP 2012

Page 48

Laporan Skenario A Blok 6
5.

Sembelit atau diare

Jet lag telah diukur menggunakan skala analog sederhana, namun sebuah studi menunjukkan bahwa hal ini sama sekali tidak diperlukan untuk menilai semua masalah berkaitan dengan mabuk pascaterbang. Liverpool Jet Lag Questionnaire dibuat untuk menilai semua gejala mabuk pascaterbang yang berbeda beberapa kali sehari, dan alat pengukuran khusus ini telah digunakan untuk menilai mabuk pascaterbang pada atlet. 3. Perawatan Sangat mungkin untuk mengurangi dampak mabuk pascaterbang dengan mengikuti beberapa tahap dasar sebelum, ketika, dan setelah penerbangan. Detil penuh mengenai tahap-tahap ini dapat dibaca di dua tinjauan yang diterbitkan Lancet. Ada pula pernyataan positif dari European College of Sports Science mengenai perawatan mabuk pascaterbang untuk atlet. 4. Sebelum terbang Dianjurkan untuk mengunjungi dokter untuk merencanakan strategi penguasaan kondisi medis yang memerlukan pengawasan, termasuk ketika meminum obat atau hal lain yang diperlukan. Satu taktik adalah berusaha sedikit beradaptasi duluan dengan zona waktu kota tujuan. Ini meliputi memulai rutinitas harian satu jam sebelum atau sesudah waktu normal seseorang selama satu minggu sebelum

keberangkatan. Pemakaian kotak cahaya akan membantu mempercepat penyesuaian jam tubuh secara signifikan. 5. Dalam penerbangan Untuk menghindari dehidrasi, penumpang dianjurkan untuk tidak

meminum minuman beralkohol dan kafein, karena kafein mengganggu jadwal tidur. Sangat dianjurkan meminum banyak air untuk membantu melawan efek udara kering di dalam pesawat. Satu pilihan untuk melawan mabuk pascaterbang yaitu memisah-misah perjalanan menjadi beberapa bagian jika terlalu panjang dan menginap di beberapa kota. Selain itu,
FK UMP 2012 Page 49

Laporan Skenario A Blok 6
disarankan agar menyesuaikan jam-jam tidur di pesawat untuk menyamai waktu di kota tujuan. 6. Kedatangan Cara yang membantu mengurangi mabuk pascaterbang adalah

mengadaptasikan waktu lokal dan makan sesuai waktu tersebut. Selain itu, terpapar cahaya mataharipada siang hari turut membantu. 7. Arah Kedatangan Ada beberapa bukti bahwa bagi sebagian orang bepergian dari barat ke timur sangat mengganggu. Hal ini bisa jadi disebabkan karena sebagian orang memiliki periode sirkadian lebih lama daripada 24 jam, sehingga lebih mudah untuk bangun lama daripada bangun cepat. Selain itu, bisa jadi bahwa penerbangan ke timur memaksa penumpang bangun lebih dari satu malam penuh untuk menyesuaikan dengan zona waktu setempat. Misalnya, membandingkan jadwal biasa seorang pelancong yang terbang ke barat dengan pelancong yang terbang ke timur:

Ke barat dari London ke Los Angeles. Perbedaan zona waktu: 8 jam Jam biologis

Ke barat

Waktu London

Waktu Los Angeles

Keberangkatan 29 JAN – 10:05 29 JAN – 02:05 Kedatangan Jam tidur 29 JAN – 21:10 29 JAN – 13:10 30 JAN – 06:00 29 JAN – 22:00

FK UMP 2012

Page 50

Laporan Skenario A Blok 6

Ke timur dari Los Angeles ke London Jam biologis

Ke timur

Waktu Los Angeles

Waktu London

Keberangkatan 29 JAN – 15:50 Kedatangan Jam tidur 30 JAN – 02:00 30 JAN – 14:00

29 JAN – 23:50 30 JAN – 10:00 30 JAN – 22:00

8. Penyembuhan Karena pengalaman mabuk pascaterbang beragam pada setiap orang, sulit untuk menilai kemanjuran cara penyembuhan tertentu. Penyesuaian bertahap selama beberapa hari tidur dengan mempertahankan panjang regulernya yaitu 7-8 jam dapat mengurangi kelelahan dan mencegah depresi. Jika tujuannya adalah menyesuaikan dengan waktu setempat, ini dapat dibantu dengan menghindari tidur sore hari dan melakukan makan malam kaya karbohidrat rendah protein lebih awal. Sebagian besar obat kimia dan herbal, termasuk hormon melatonin, belum diuji maupun disetujui oleh lembaga resmi seperti United States Food and Drug Administration. Beberapa studi telah menguji pemakaian melatonin untuk mabuk pascaterbang dan memberi hasil yang beragam, mungkin dikarenakan pengaturan waktu penyesuaian harus tepat dan tergantung masing-masing orang. 9. Melatonin Melatonin ada di aliran darah secara alami dengan jumlah yang berbedabeda tergantung masa pada hari. Melatonin diproduksi oleh kelenjar pineal pada malam hari; sekresi berhenti ketika tidak ada cahaya memasuki mata. Hormon ini memainkan peran penting dalam ritme sirkadian yang mengatur berbagai fungsi penting tubuh.
FK UMP 2012 Page 51

Laporan Skenario A Blok 6
Studi tahun 2005 memperlihatkan bahwa melatonin efektif membantu orang-orang tidur dengan dosis 0,3 miligram (mg). Kemudian, untuk mengobati mabuk pascaterbang, dosis melatonin yang disarankan adalah 0,3–0,5 mg dan diminum pada hari pertama bepergian. Pengobatandengan dosis tinggi dapat mengakibatkanketiduran, kelesuan, kebingungan, dan berkurangnya ketajaman ingatan. Pernyataan positif mengenai pemakaian melatonin untuk mengurangi mabuk pascaterbang pada atlet diterbitkan di British Journal of Sports Medicine. Melatonin tidak disarankan untuk orang-orang dengan gejala sakit jiwa berat, alergi berat, penyakit otoimun, kanker sistem imun, atau wanita hamil. 10. Terapi cahaya Tubuh membutuhkan sekitar satu hari per zona waktu untuk menyesuaikan ritme sirkadiannya. Pembuat lampu terapi

cahaya mengklaim bahwa penggunaan terapi cahaya dapat mempercepat proses hingga satu jam per zona waktu jika dipakai pada waktu yang tepat, bersama dengan penghindaran cahaya pada masa-masa tertentu. 2.4.7 Jet Lag Jet Lag Jetlag (biasa juga ditulis Jet lag atau Jet-lag) disebut juga desynchronosis, yaitu gangguan fisiologi akibat perubahan ritme sirkadian (ritme biologis tubuh yang mengatur waktu tidur dan bangun, produksi urine, termoregulasi, sistem endokrin dan perubahan tekanan darah). Perubahan ritme tersebut terjadi akibat perjalan jarak jauh (menggunakan pesawat terbang) yang melewati garis meridian (perjalanan barat ke timur atau timur ke barat). Ketika melakukan perjalan melewati zona waktu yang berbeda, ritme biologis tubuh belum menyesuaikan dengan waktu setempat. Misalnya

FK UMP 2012

Page 52

Laporan Skenario A Blok 6
saja, orang Indonesia melakukan perjalanan ke Inggris yang memiliki perbedaan waktu 7 jam dari Indonesia bagian barat. Meskipun di Inggris masih jam 2 siang, namun orang tersebut merasakan ngantuk. Hal itu disebabkan jam biologis tubuh yang belum menyesuaikan, orang tersebut masih terbiasa dengan waktu Indonesia Sehingga ritme biologis pun akan kacau, merasa ngantuk di pagi hari dan terjaga di malam hari. NASA memperkirakan bahwa manusia membutuhkan satu hari pemulihan tubuh (ritme biologis dan energi) untuk setiap satu zona waktu yang dilewati. Gejala Jetlag dapat bervariasi pada setiap orang dan tergantung dari jarak yang ditempuh. Beberapa gejalanya, antara lain: lelah, mual, sakit kepala, dehidrasi, kehilangan nafsu makan, gangguan pola tidur, dan menurunnya daya ingat. Berikut beberapa tips untuk mengurangi efek Jetlag: 1. Pastikan kondisi tubuh fit sebelum terbang. Bagi yang ingin melakukan perjalanan jauh, pastikan anda beristirahat yang cukup, makan dengan teratur dan sering berolahraga. Jika anda memiliki penyakit yang berat (misalnya sakit jantung), konsultasikan terlebih dahulu pada dokter anda. Dengan kondisi tubuh yang fit, akan lebih mudah bagi anda untuk mengatasi Jetlag ketika tiba di tujuan. 2. Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya anda beradaptasi terlebih dahulu dengan zona waktu pada tempat tujuan. Terlebih lagi jika anda akan menetap dalam jangka waktu lama di negara tersebut. Cobalah mengubah rutinitas harian anda sesuai dengan waktu di tempat tujuan. Anda tidak perlu mengubahnya secara drastis, lakukan perlahan-lahan dengan mengubah jadwal sejam lebih awal atau lebih lambat dari waktu normal. Cara ini dapat dimulai sejak tiga atau empat minggu sebelum jadwal

keberangkatan.

FK UMP 2012

Page 53

Laporan Skenario A Blok 6
3. Ketika melakukan perjalanan jauh, gunakan pakaian dan sepatu yang membuat anda nyaman. Dalam hal ini, kenyamanan jauh lebih penting daripada hanya sekadar terlihat keren. Jangan lupa untuk menyesuaikan pakaian dengan iklim di tempat tujuan anda. 4. Hindari minuman berkafein atau beralkohol sebelum, ketika dan setelah melakukan perjalanan. Minuman tersebut dapat

menyebabkan dehidrasi dan mengganggu jadwal tidur. Dehidrasi juga dapat disebabkan karena udara yang kering di pesawat. Oleh karena itu disarankan untuk banyak minum. Mengkonsumsi air putih akan lebih baik dari pada meminum jus, teh atau kopi. 5. Tetaplah aktif selama di pesawat. Setiap satu atau dua jam, cobalah untuk berjalan-jalan di pesawat atau lakukan perenggangan sederhana agar badan anda tidak kaku. Hindari mengkonsumsi obat tidur. Jika tidur dalam jangka waktu yang lama tanpa mengubah posisi, akan mengakibatan sirkulasi darah anda tidak lancar. 6. Apabila anda telah tiba di tempat tujuan, segera sesuaikan diri anda dengan waktu setempat dan makan secara teratur. Semakin cepat anda beradaptasi, akan semakin bagus bagi tubuh anda. Ketika siang hari, usahakan diri anda terkena paparan sinar matahari. 2.4.8. Irama sirkadian Irama Sirkadian Nama irama sirkadian yang dikontrol oleh jam biologis dan berlangsung selama 24 jam dari awal hingga selesai. Irama sirkadian dikontrol oleh suprachiasmatic nucleus (SCN) yang merupakan bagian dari hipotalamus. Irama sirkadian akan mengatur waktu tidur dan bangun, produksi urin, termoregulasi, sistim endokrin, dan perubahan tekanan darah. Petanda di dalam tubuh mamalia untuk irama sirkadian adalah sekresi melatonin dan temperatur inti tubuh.

FK UMP 2012

Page 54

Laporan Skenario A Blok 6
Berdasarkan waktu sirkadian, kondisi mengantuk tidak akan semakin meningkat setelah lewat dari waktunya. Keinginan dan kemampuan seseorang untuk jatuh tertidur dipengaruhi oleh rentang waktu sejak orang tersebut bangun dari tidur yang adekuar dan dari ritme internal sirkadian. Karena itulah tubuh mampu untuk jatuh tertidur dan tetap terbangun pada waktu yang berbeda setiap harinya. Seseorang dengan irama sirkadian normal akan mampu untuk bangun di pagi hari pada waktu yang sama bila mereka mau, tidur di malam hari secukupnya, dan menyesuaikan diri dengan pola tidur sesuai kebutuhan. Secara fisiologik dan psikologik, aktivitas tubuh harian khususnya yang mengatur kehidupan manusia berlangsung menurut irama tertentu, yaitu pengaturan fungsi alat-alat tubuh dalam seharinya terhadap tingkat tertinggi dan tingkat terendah (fungsi psikofisiologik) secara ritmik dalam waktu 24-27 jam (rata-rata 24 jam) dan berlangsung secara terus-menerus dari hari ke hari (fenomena irama sirkadian, jam biologis). Irama sirkadian ini meliputi fase-fase terjaga dan tidur, suhu badan, aktivitas fisik, debar jantung, pencernaan makanan (lapar dan kenyang), daya ingat, pola pikir, kemampuan mengambil keputusan dan penampilan, aktivitas hormonal dan ekskresi elektrofit. Bagaimana sebenarnya keadaan mekanisme irama sirkadian atau jam biologis masih belum jelas. Dikatakan bahwa irama sirkadian tersebut

dipengaruhi oleh faktor geografis setempat (faktor eksogen) dan pengaruh hormonal yang meregulasi fungsi berbagai organ tubuh oleh kelenjar hipofisa (faktor endogen). Beberapa penulis mengatakan bahwa siklus tidur, perilaku khususnya perasaan juga diatur oleh kadar melatonin yang diproduksi di kelenjar pineale. Demikian juga bagaimana tubuh mampu melakukan pengaturan kernbali irama sirkadian setelah tiba di tempat tujuan (me-resetting, resinkronisasi) juga masih terdapat perbedaan pendapat. Yang jelas bahwa waktu yang diperlukan untuk resinkronisasi tergantung pada jenis usia, faktor individu, arah penerbangan (dari barat ke

FK UMP 2012

Page 55

Laporan Skenario A Blok 6
timur atau sebaliknya), keadaan dan jumlah penumpang dalam pesawat serta jumlah zona waktu yang dilalui. Penerbangan intermeridian Seperti telah disepakati bersama bahwa planet burni berbentuk bulat (globe), pada permukaannya dapat dibagi dalam beberapa bagian dengan menarik garis-garis longitudinal dari kutub utara dan selatan, sebagai garis meridian. Garis meridian 0, melintasi kota Greenwich yang dalarn kesepakatan internasional ditetapkan sebagai referensi waktu untuk penerbangan (GMT, Greenwich Meridian Time). Pada waktu bumi berputar, maka matahari bergerak dalarn waktu 4 menit untuk menempuh Jarak antara 1 meridian ke meridian berikutnya sehingga dalarn waktu 1 jam telah menempuhjarak 15 meridian. Oleh karena bumi mempunyai 360 garis meridian, maka waktu putar penuh ditempuh dalam 24 jam (terdapat 24 zona waktu). Penerbangan jarak jauh intermeridian melintasi empat zona waktu atau lebih dapat menimbulkan desinkronisasi fungsi organ-organ tubuh (malaise, lelah, gangguan pola tidur, penurunan daya pikir, perilaku,penampilan dan motivasi). Jika keadaan ini tidak disadari akan sangat bahaya jika seseorang akan melakukan tugas terbang kembali, diplomat atau pelaku bisnis yang akan melakukan negosisasi antar negara atau jika para duta olahraga akan melakukan pertandingan olah raga yang sangat membutuhkan ketahanan fisik dan ketangkasan serta memerlukan pengambilan keputusan yang tepat tanpa adanya waktu istirahat yang cukup. Akumulasi gejala tersebut di atas dikenal sebagai jet lag, yaitu bertumpuknya gangguan psiko-fisiologik (irama sirkadian) akibat pengaruh penerbangan melintasi beberapa zona waktu dalam waktu singkat sehingga sinkronisasi jam biologis dengan waktu di tempat tujuan menjadi terganggu (desinkronisasi). Data hasil survei Selandia Baru (1994) menunjukkan 93% mengalami kelelahan fisik, 94% merasakan kehilangan tenaga dan motivasi, 93% gangguan tidur, disorientasi 53%, setelah sampai tujuan. Beban paling nyata bagi mereka yang baru pertama kali mengadakan perjalanan terbang jarak jauh adalah gangguan irama sirkadian. Pengaruh

FK UMP 2012

Page 56

Laporan Skenario A Blok 6
fisiologik dan psikologik dapat serius walau hanya sementara khususnya pada individu tanpa persiapan penyesuaian terhadap pengaruh perubahan zona waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan irama sirkadian lebih nyata pada penerbangan dari barat ke timur jika dibandingkan dengan penerbangan yang sama dari timur ke barat. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu antara tempat tujuan dan tempat pemberangkatan serta waktu malam lebih panjang dari pada waktu siang. Penerbangan ke arah barat perbedaan waktu lokal penerbangan dan waktu tempat tujuan dirasakan pendek, demikian sebaliknya jika penerbangan kearah timur. Kompleksitas jadual penerbangan, perpanjangan waktu terbang dan penerbangan yang menjemukan akibat cuaca buruk dan keadaan perubahan tekanan udara didalam kabin menyebabkan gangguan pola tidur serta berpengaruh terhadap suhu badan, jumlah cairan tubuh, perilaku, penampilan dan perasaan lelah fisik dan psikis (fatigue) serta penurunan daya konsentrasi, pemulihan cepat dapat terjadi jika diberikan waktu istirahat yang cukup dan sesuai. Penundaan waktu istirahat antara 5-6jam masa istirahat pertama berdampak pada kecenderungan mudah tertidur dan tidur lelap. Adanya kehilangan waktu tidur bersamaan dengan rasa kantuk yang tak ter'tahankan dapat dikaitkan dengan penundaan waktu tidur yang tidak dimanfaatkan. Penyesuaian irama sirkadian tersebut memerlukan waktu beberapa hari di tempat tujuan. Menurut NASA untuk resinkronisasi memerlukan waktu satu hari untuk setiap melewati satu zona waktu. Beban paling nyata bagi mereka yang baru pertama. kali. Proses resinkronisasi tidak terjadi secara linier dari hari ke hari namun berjalan secara eksponensial serta berkaitan dengan jumlah zona waktu yang dilalui yaitu merupakan kelipatan lima puluh persen untuk setiap 48 jam pertama. Untuk 48 jam berikutnya adalah 50 persen dari waktu yang tersisa, demikian seterusnya. Sebagai contoh, jika melakukan perjalanan terbang melintasi 8 zona waktu maka waktu resinkronisasi 48 jam pertama adalah 50 persen kali 8 jam adalah 4

FK UMP 2012

Page 57

Laporan Skenario A Blok 6
jam. Untuk 48 jam kedua adalah 50 persen 4 jam yaitu 2 jam dan pada 48 berikutnya dalah 50 persen kali waktu tersisa (2 jam) adalah satu jam, dan seterusnya. Berdasarkan kenyataan di atas, kecepatan awal resinkronisasi makin besar dengan makin banyaknya zona waktu yang dilalui. Dengan makin lama berada di tempat tujuan ternyata sisa sedikit waktu untuk proses resinkronisasi yang belum sempurna tidak akan mengganggu aktivitas kehidupan sehari-hari. Permasalahan yang dihadapi Kesenjangan yang terjadi antara faktor manusia dengan irama sirkadian yang sudah sinkron di tempat tinggal dengan kemampuan jelajah dan kecepatan pesawat terbang melintasi beberapa zona waktu menyebabkan perbedaan jam biologis di tempat tujuan. Oleh karena itu para pakar kesehatan penerbangan berusaha untuk meminimalkan pengaruh jet lag terhadap keselamatan terbang dan kerja melalui pengaturan jumlah jam terbang, waktu istirahat dan tidur, pengaturan diet anti jet lag, pemakaian obat-obat anti jet lag, dan lain lain. Faktor-faktor yang memperberat jet lag Beberapa faktor yang dapat memperberat jet lag diantaranya adalah kondisi kesehatan (sedang sakit), stress mental dan fisik, jumlah zona waktu yang dilewati atau lama penerbangan, keadaan kabin penumpang (pengap, tekanan udara yang berubah-ubah, udara yang terlalu kering, minuman yang mengandung alkohol, terlalu lama duduk selama penerbangan). Beberapa upaya yang dapat meringankan jet lag a. Diet anti jet lag. Penelitian yang dilakukan oleh Ehrel dari pusat riset energi Argon Laboratory yaitu salah satu departemen Energi Amerika Serikat telah berhasil memberikan formulasi diet anti jet lag. Dikatakan bahwa perubahan diet merupakan salah faktor yang dapat memperberat atau membuat seseorang lebih

FK UMP 2012

Page 58

Laporan Skenario A Blok 6
rentan terhadap jet lag disamping faktor individu dan pemanfaatan waktu istirahat dan tidur. Rumusan tersebut adalah dengan menjalani jadual makan 4 hari menjelang keberangkatan: • Hari pertama: Makan pagi dan siang tinggi protein (telur, steak, humburger, buncis dan biji-bijian). Makan malam tinggi karbohidrat spagetti, kentang, makanan kecil yang mengandung tepung). • Hari kedua: puasa dalam arti makan ringan (salad, soup ringan, buah-buahan atau juice. Sebaiknya jangan minum kopi. • Hari ketiga: Menu makanan seperti hari pertama. • Hari keberangkatan dengan susunan makanan seperti hari kedua. • Sesampai di tempat tujuan makan pagi, siang dan malarn seperti biasa dengan jadual waktu makan sesuai dengan waktu setempat. Pengaturan tugas terbang Pengaturan tugas terbang ditujukan untuk para awak pesawat agar tidak terjadi beban kerja yang dapat memudahkan terjadinya fatigue atau jet lag. Wagemann dkk. Menyebutkan bahwa dalam melakukan pengaturan jadual tugas terbang menetapkan rumusan status awak pesawat dengan jumlah jam terbang dan waktu istirahat sebagai berikut: • Waktu tugas terbang. Normal jumlah tugas terbang per penerbangan intermeridian adalah 10 jam. • Perpanjangan waktu terbang: Untuk awak pesawat yang sama, perpanjangan tugas terbang sampai 4 jam. Untuk awak pesawat tarnbahan, perpanjangan tugas terbang sampai
FK UMP 2012 Page 59

Laporan Skenario A Blok 6
8 jam. Setiap tujuh hari dengan awak pesawat utama, tidak lebih dari 8 jam. Pengurangan perpanjangan tugas terbang sebanyak 1-2 jam, jika melakukan terbang malam hari dan pengurangan 3 -4 jam jika melakukan pendaratan lebih dari tiga kali. • Waktu istirahat. Ketentuan waktu. istirahat bagi awak pesawat diberikan sesuai dengan lamanya tugas terbang. c. Waktu istirahat • Istirahat 12 jam, jika penerbangan lebih dari I I jam. • Istirahat 14 jam, jika penerbangan lebih dari 12 jam. • Istirahat 14 jam jika melintasi 4 zona waktu atau lebih. • Istirahat 32-96 jam setelah melintasi 4 zona waktu. atau lebih dan kembali ke tempat asal Rumusan waktu istirahat yang dikeluarkan oleh ICAO, sebagai berikut:

Waktu istirahat = waktu terbang + zona waktu (diatas 4 zona waktu + koefisien waktu tempat pemberangkatan + koefisien waktu tempat tujuan

FK UMP 2012

Page 60

Laporan Skenario A Blok 6

Tabel koefisien waktu tempat pemberangkatan dan koefisien waktu. tempat tujuan Periode Koefisien waktu Koefisien waktu tempat tujuan 08.00- 11.59 12.00 - 17.59 18.00 - 21.59 22.00 - 00.59 01.00 - 08.00 0 1 2 3 4 4 2 0 1 3

d. Waktu tidur Menjelang tiba di tempat tujuan jarum jam anda disesuaikan dengan waktu setempat. Awak pesawat dan penumpang perlu mendapatkan waktu istirahat dan tidur yang cukup. Oleh sebab itu setiba di tempat tujuan segera tidur sesuai waktu jam tidur di tempat asal. Hal ini perlu diperhatikan, agar awak pesawat tidak jatuh pada keinginan tidur yang tak tertahankan pada saat menjalankan tugas terbang berikutnya. Obat-obat untuk mengurangi pengaruh jet lag. (1) No Jet Lag Preparat hemeopatik ini dikembangkan oleh sebuah laboratoriurn di Selandia Baru. Hasil penelitian terhadap penumpang selama melakukan perjalanan terbang jarak jauh interkontinental dari Auckland ke Frankfurt dan kembali ke tempat asal serta diawasi selama 7 hari setiap pendaratan (melewati 12 zona waktu dan penerbangan selama 23 jam) dan kembali ke tempat asal (selama 25 jam

FK UMP 2012

Page 61

Laporan Skenario A Blok 6
penerbangan). Subyek diberi No Jet lag dan Plasebo (double blind study). Masing-masing kelompok mengisap satu tablet No Jet Lag atau Plasebo pada saat tinggal landas dan setiap tiga jam selama penerbangan serta satu tablet setelah mendarat. Hasilnya menunjukkan bahwa 74% subjek menyatakan efektif terhadap keluhannya, sedangkan 21% menyatakan ragu-ragu, dan 5% tidak ada pengaruhnya. Preparat yang dipakai adalah No Jet Lag produksi HPUS buatan Amerika Serikat. Hasil penelitian tersebut di atas memperjelas hasil penelitian informal sebelumnya (1988) dengan penerbangan jarak jauh antara Selandia Baru ke Amerika Utara dan Eropa, yang menyebutkan 75% penumpang merasakan efektivitas No Jet Lag. (2) Melatonin. Preparat melatonin sudah lama dipakai untuk pengobatan tumor payudara, tumor prostat dan penderita insomnia. Dalam bidang kesehatan penerbangan, pemakaian melatonin untuk mengurangi gejala jet lag ternyata hasilnya masih controversial. Pada awalnya di Eropa, Kanada dan Australia melatonin dapat diperoleh di kios bandara secara bebas namun saat ini dapat diperoleh hanya dengan resep dokter. Sintetik melatonin (DBEA, dehydro-epiandrosterone) dan melatonin dari ektrak binatang produksinya tidak di bawah pengawasan FDA. Penelitian dengan memakai kuisioner yang dilakukan di Travel Clinic Universitas Zurich menyimpulkan melatonin sangat efektif untuk mereka yang terkena jet lag. Dari 320 relawan yang melakukan penerbangan melewati 6 - 8 zona waktu, 73, 1 % merasakan manfaat melatonin (0,5 mgfast releasing tablet) diukur dari kualitas tidur, tingkat kelelahan dan perasaan rileks pasca penerbangan. Para relawan tersebut minum melatonin 0,5 mg per hari selama 4 hari setibanya di tempat tujuan setelah menempuh penerbangan dari Frankfurt ke Auckland. Namun efek jangka panjang pemakaian melatonin belum diketahui secara, pasti dan masih diperlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai saat ini belum ada kesepakatan pendapat tentang melatonin endogen yang diproduksi kelenjar pineale; beberapa teori para ahli kimia

FK UMP 2012

Page 62

Laporan Skenario A Blok 6
menyebutkan bahwa melatonin dapat bertindak sebagai anti oksidan, suplemen, merubah perilaku dan merangsang tidur. Akan tetapi pada laporan terakhir menyebutkan bahwa pemakaian berlebihan justru memperburuk jet lag. Beberapa Mat untuk mengurangi kemungkinan terkenajet lag Walupun jet lag sulit dicegah, namun masih dapat diminimalisir. Berikut beberapa advis yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi geiala jet lag: 1. Sebelum melakukan perjalanan Pastikan bahwa pada saat tiba di bandara pemberangkatan Anda dalam keadaan rileks, bebas dari beban fisik dan psikis (siap meninggalkan rumah dengan segala kebutuhan di tempat tujuan) dan tidak dalam keadaan sakit, flu sekalipun. • Persiapkan segala keperluan andajauh-jauh hari, buat daftar panjang segala hat yang mungkin anda butuhkan, mulat dart Tiket pedalanan, Pasport, Pakaian, Obat-obatan dan lain-lain. Usahakan memperoleh perjalanan dengan seminimal mungkin transit Tidurlah sedikit lebih awal dari biasanya sebelum hari keberangkatan, agar tetap, segar ketika berangkat. 2. Selama dalam perjalanan • Begitu masuk kabin, putar jarum jam anda sesuai dengan waktu tempat tujuan. • Hindari alkohol selama perjalanan. Perlu diingat bahwa alkohol bersifat depresan, dalam jumlah yang banyak dapat menimbulkan reboundphenomenon dan terjadi stimulasi sarafserta kegelisahan, sehingga menyebabkan makin sulitnya tidur. Selain itu alkohol juga akan memperberat dehidrasi yang relatif sudah terjadi didalam pesawat. • Jangan minum terlalu banyak kopi. Terlalu banyak kopi dapat membuat nervousness, sulit tidur.

FK UMP 2012

Page 63

Laporan Skenario A Blok 6
Kafein dalam kopi akan merangsang produksi asam lambung dan menimbulkan nyeri ulu-hati. Namun kalau Anda orang yang telah terbiasa minum beberapa gelas kopi setiap hari, kehilangan beberapa gelas mungkin malah menyebabkan timbulnya efek withdrawal, misaInya sakit kepala. Strateginya: Begitu anda naik kepesawat, ubah waktu jam tangan anda sesuai dengan waktu negara tempat tujuan, minum kopi sesuai waktu yang biasa Anda lakukan di tempat asal. • Perbanyak minum air putih dan sari buah. Anda mungkin mengalarni relatif dehidrasi pada saat awal penerbangan, akibat perubahan pola waktu makan dan minum, ditambah dengan keringnya udara yang dihirup karena rendahnya humiditas dalam kabin pesawat yang menyebabkan tenggrokan terasa kering dan haus. Air dan sari buah merupakan remedy yang tepat. • Tidur selama perjalanan dilakukan hanya bila waktu di tempat tujuan menyatakan demikian (malam). • Lakukan gerakan peregangan dan relaksasi otot-otot tubuh baik saat berada di tempat duduk mapun pada saat transit. • Lakukan sesekali jalan-jalan di dalam kabin. • Jika cukup waktu pada saat transit, upayakan untuk mandi agar merasa lebih segar. • Hindari minuman yang mengandung alkohol, kopi dan orange. 3. Di tempat tujuan

• Yang paling penting pertama kali Anda lakukan adalah melakukan aktifitas seperti yang biasa anda lakukan di rumah dengan menyesuaikan jam di tempat yang baru, termasuk waktu makan dan tidur. Jadi kalau anda sampai pada siang hari, jangan langsung tidur. Tetaplah aktif sepanjang hari, sampai malam hari tiba untuk tidur. Dikatakan bahwa expose terhadap cahaya matahari akan memeprcepat pemulihan irama sirkadian. • Lakukan olah raga seperti berenang, joging atau aktifitas lainnya untuk mempercepat pemulihan terhadap jet lag.

FK UMP 2012

Page 64

Laporan Skenario A Blok 6
• Bila anda tiba pada malam hari, namun sulit untuk tidur (insomnia), gunakan sleeping-pill Hentikan pemakaian pada hari ke 3, karena urnumnya tubuh sudah mulai mengikuti irama sirkadian setempat. • Usahakan cukup tidur sesuai dengan waktu tidur anda (jam tidur tempat asal). Tidur selama perjalanan dilakukan bila waktu di tempat tujuan menyatakan demikian (malam). Beberapa peneliti menyarankan pemutaran jarum sesuai waktu tempat tujuan pada saat pesawat mendarat. • Begitu pesawat mendarat, segera tinggalkan pesawat dan sesegera mungkin istirahat atau lakukan kebiasaan makan dan tidur seperti waktu di tempat asal. Beberapa faktor yang memiliki kontribusi terhadap timbulnya kelelahan terbang dan jetlag, oleh karena itu dapat dilakukan beberapa upaya untuk menguranginya. Kelelahan terbang dan jet lag tersebut yang normal, bersifat sementara dan cepat pulih dalam waktu singkat. Keadaan tersebut di atas walaupun tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, namun dapat dikurangi sehingga para penumpang serta awak pesawat lebih nyaman dalarn melakukan perjalanan jarak jau Sleep wake schedule disorders (gangguan jadwal tidur) yaitu gangguan dimana penderita tidak dapat tidur dan bangun pada waktu yang

dikehendaki,walaupun jumlah tidurnya tetap. Gangguan ini sangat berhubungan dengan irama tidur sirkadian normal. Bagian-bagian yang berfungsi dalam pengaturan sirkadian antara lain temperatur badan,plasma darah, urine, fungsi ginjal dan psikologi. Dalam keadan normal fungsi irama sirkadian mengatur siklus biologi irama tidurbangun, dimana sepertiga waktu untuk tidur dan dua pertiga untuk bangun/aktivitas. Siklus irama sirkadian ini dapat mengalami gangguan, apabila irama tersebut mengalami peregseran. Menurut beberapa penelitian terjadi pergeseran irama sirkadian antara onset waktu tidur reguler dengan waktu tidur yang irreguler (bringing irama sirkadian). Berbagai macam gangguan tidur gangguan irama sirkadian adalah sebagai berikut: 1. Tipe fase tidur terlambat (delayed sleep phase type) yaitu ditandai oleh waktu tidur dan terjaga lebih lambat yang diinginkan. Gangguan ini sering ditemukan

FK UMP 2012

Page 65

Laporan Skenario A Blok 6
dewasa muda, anak sekolah atau pekerja sosial. Orangorang tersebut sering tertidur (kesulitan jatuh tidur) dan mengantuk pada siang hari (insomnia sekunder). 2. Tipe Jet lag ialah menangantuk dan terjaga pada waktu yang tidak tepat menurut jam setempat, hal ini terjadi setelah berpergian melewati lebih dari satu zone waktu. Gambaran tidur menunjukkan sleep latensnya panjang dengan tidur yang terputus-putus. 3. Tipe pergeseran kerja (shift work type). Pergeseran kerja terjadi pada orang tg secara teratur dan cepat mengubah jadwal kerja sehingga akan mempengaruhi jadwal tidur. Gejala ini sering timbul bersama-sama dengan gangguan somatik seperti ulkus peptikum. Gambarannya berupa pola irreguler atau mungkin pola tidur normal dengan onset tidur fase REM. 4. Tipe fase terlalu cepat tidur (advanced sleep phase syndrome). Tipe ini sangat jarang, lebih sering ditemukan pada pasien usia lanjut,dimana onset tidur pada pukul 6-8 malam dan terbangun antara pukul 1-3 pagi. Walaupun pasien ini merasa cukup ubtuk waktu tidurnya. Gambaran tidur tampak normal tetapi penempatan jadwal irama tidur sirkadian yang tdk sesuai. 5. Tipe bangun-tidur beraturan 6. Tipe tidak tidur-bangun dalam 24 jam.

System yang berhubungan dengan irama sirkadian yaitu : System endokrin : Peran hormon melatonin Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) adalah hormon yang sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal, sebuah kelenjar sebesar kacang tanah yang terletak di antara kedua sisi otak. Hanya sebagian kecil dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dapat dipacu oleh gelap dan hening serta dihambat oleh sinar yang terang maupun medan elektromagnetik (Zhdanova, 1995). Melatonin diproduksi dalam jumlah besar sekali pada orang muda, untuk kemudian menurun setelah usia 40 tahun.

FK UMP 2012

Page 66

Laporan Skenario A Blok 6
Beberapa gejala yang dapat timbul berkaitan dengan hormon melatonin, antara lain, sukar tidur (insomnia), gangguan pada irama sirkadian, jet lag, serta berbagai gejala lain. Gejala-gejala tersebut berkaitan dengan perubahan metabolisme hormon melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal. Gejala-gejala tersebut terutama timbul bila produksi hormon melatonin berkurang (Dollins, 1994). Produksi hormon melatonin bertambah pada malam hari, terutama pada suasana hening dan gelap sehingga menyebabkan orang mudah tidur. Namun, produksi hormon ini berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnetik. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnetik dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan berbagai keluhan, termasuk sakit kepala, pening, dan keletihan. System regulasi Termoregulasi adalah Suatu pengaturan fisiologis tubuh manusia mengenai keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas sehingga suhu tubuh dapat dipertahankan secara konstan. Hipotalamus yang terletak antara hemisfer serebral, mengontror suhu tubuh sebagaimana kerja termostat dalam rumah. Hipotalamus merasakan perubahan ringan pada suhu tubuh. Hipotalamus anterior mengontror pengeluaran panas, dan hipotalamus posterior mengontror produksi panas. Faktor-faktor yang mempengaruhi termoregulasi Banyak faktor yang mempengaruhi suhu tubuh. Perubahan pada suhu tubuh dalam rentang normal terjadi ketika hubungan antara produksi panas dan kehilangan panas diganggu oleh variabel fisiologis atau prilaku. Berikut adalah faktor yang mempengarui suhu tubuh : a. Usia Bayi baru lahir mengeluaran lebih dari 30% panas tubuhnya melalui kepala oleh karena itu perlu menggunakan penutup kepala untuk mencegah pengeluaran panas. Bila terlindung dari ingkungan yang ektrem, suhu tubuh bayi dipertahankan pada 35,5 ºC sampai 39,5ºC. Produksi panas akan meningkat seiring dengan pertumbuhan bayi memasuki anak-anak. Perbedaan secara individu 0,25ºC sampai 0,55 ºC adalah normal (Whaley and Wong, 1995). Regulasi suhu tidak stabil sampai pubertas. Rentang suhu normal turun secara berangsur sanpai seseorang mendekati masa lansia. Lansia mempunyai rentang
FK UMP 2012 Page 67

Laporan Skenario A Blok 6
suhu tubuh lebih sempit daripada dewasa awal. Suhu oral 35 ºC tidak lazim pada lansia dalam cuaca dingin. Nmun rentang shu tubuh pada lansia sekitar 36 ºC. Lansia terutama sensitif terhadap suhu yang ektrem karena kemunduran mekanisme kontrol, terutama pada kontrol vasomotor ( kontrol vasokonstriksi dan vasodilatasi), penurunan jumlah jaringan subkutan, penurunan aktivitas kelenjr keringat dan penurunan metabolisme. b. Olahraga Aktivitas otot memerlukan peningkatan suplai darah dalam pemecahan karbohidrat dan lemak. Hal ini menyebabkan peningkatan metabolisme dan produksi panas. Segala jenis olahraga dapat meningkatkan produksi panas akibatnya meningkatkan suhu tubuh. Olahraga berat yang lama, seperti lari jaak jauh, dapat meningatkan suhu tubuh untuk sementara sampai 41 ºC. c. Kadar hormon Secara umum, wanita mengalami fluktuasi suhu tubuh yang lebih besar dibandingkan pria. Variasi hormonal selama siklus menstruasi menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Kadarprogesteron meningkat dan menurun secara bertahap selama siklus menstruasi. Bila kadar progesteron rendah, suhu tubuh beberapa derajat dibawah kadar batas. Suhu tubuh yang rendah berlangsung sampai terjadi ovulasi. Perubahan suhu juga terjadi pada wanita menopause. Wanita yang sudah berhenti mentruasi dapat mengalami periode panas tubuh dan berkeringat banyak, 30 detik sampai 5 menit. Hal tersebut karena kontrol vasomotor yang tidak stabil dalam melakukan vasodilatasi dan vasokontriksi (Bobak, 1993) d. Irama sirkadian Suhu tubuh berubah secara normal 0,5 ºC sampai 1 ºC selama periode 24 jam. Bagaimanapun, suhumerupakan irama stabil pada manusia. Suhu tubuh paling rendah biasanya antara pukul 1:00 dan 4:00 dini hari. Sepanjang hari suhu tubuh naik, sampai sekitar pukul 18:00 dan kemudian turun seperti pada dini hari. Penting diketahui, pola suhu tidak secara otomatis pada orang yang bekerja pada malam hari dan tidur di siang hari. Perlu waktu 1-3 minggu untuk perputaran itu berubah. Secara umum, irama suhu sirkadian tidak berubah sesuai usia. Penelitian menunjukkan, puncak suhu tubuh adalah dini hari pada lansia (lenz,1984)

FK UMP 2012

Page 68

Laporan Skenario A Blok 6
e. Stres Stres fisik dan emosi meningkatkan suhu tubuh melalui stimulasi hormonal dan persarafan. Perubahan fisiologi tersebut meningkatkan panas. Klien yang cemas saat masuk rumah sakit atau tempat praktik dokter, suhu tubuhnya dapat lebih tinggi dari normal f. Lingkungan Lingkungan mempengaruhi suhu tubuh. Jika suhu dikaji dalam ruangan yang sangat hangat, klien mungkin tidak mampu meregulasi suhu tubuh melalui mekanisme pengluaran-panas dan suhu tubuh akan naik. Jika kien berada di lingkungan tanpa baju hangat, suhu tubh mungkin rendah karena penyebaran yang efektif dan pengeluaran panas yang konduktif. Bayi dan lansia paling sering dipengaruhi oleh suhu lingkungan karena mekaisme suhu mereka kurang efisien.

2.4.9. Pandangan Islam Pandangan Islam terhadap perbedaan zona waktu Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

(Al Baqarah 164)

FK UMP 2012

Page 69

Laporan Skenario A Blok 6
Islam mengajarkan bahwa Allah menciptakan siang untuk beraktivitas dan malam untuk beristirahat. “dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan masing masing dari keduanya itu beredar dalam garis edarnya” (Q.S. 21 : 31). “dan Kami jadikan tidurm untuk istirahat” (Q.S. 78 : 9). Namun masih banyak orang yang menggunakan waktu istirahatnya untuk beraktivitas. Seharusnya cicillah pekerjaan jika masih bisa dan gunakan waktu istirahat dengan baik agar kondisi tubuh tetap sehat dan terjaga.

FK UMP 2012

Page 70

Laporan Skenario A Blok 6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan Tn. Mubarok 45 tahun mengalami desyncronosis dikarenakan melintasi zona waktu dan meredian bumi dalam perjalanannya.

FK UMP 2012

Page 71

Laporan Skenario A Blok 6 DAFTAR PUSTAKA

Dorland, W.A. Newman.2008. Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 28. Penerbit buku kedokteran EGC:Jakarta. Price, Sylvia A, & Wilson, Lorraine M.2006.Patofisiologi Konsep Klinis ProsesProses Penyakit. Penerbit buku kedokteran EGC:Jakarta. Ganong M.D., 1988, Irama Sirkadian. Fisiologi Kedokteran,ed.10,Cet.IV,EGC, Jakarta Guyton, 1994. Irama Sirkadian. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, ed.7, Bag.II, Cet.I. EGC, Jakarta. Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC Jam biologis dalam tubuh manusia (te~emahanjudul asli: Reffery JF. Wactching the biological clock. Havard Medical Area. News Office. 1983. DeHart RL. Fundamentals of aerospace medicine. 2' ed. Baltimore. Williams & Wilkins. 1996. Japardi, Iskandar. 2002. Gangguang Tidur. Medan: Fakultas Kedokteran Universita Sumatera Utara. Guyton & Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.1997.Edisi 9.EGC, Jakarta. Asrini,S., A. Rambe, dan H. Sjahrir. 2008. “Peranan Neurotransmiter Pada Gangguan Tidur”. Neurona, 26(1):25-26. Arifin, Arief,. Ratnawati, dan E. Burhan. 2009. Fisiologi Tidur dan Pernapasan. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

FK UMP 2012

Page 72

Laporan Skenario A Blok 6

FK UMP 2012

Page 73