You are on page 1of 3

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Memiliki anak yang sehat dan cerdas adalah dambaan setiap orang tua. Unt uk mengwujudkannya tentu saja orang tua harus selalu memperhatikan, mengawasi da n merawat anak secara seksama, khususya memperhatikan perubahan dan perkembangan nya. (Soendjojo, dkk, 2000). Kemampuan ibu ibu untuk mengasuh dan membimbing anak-anak dimasa depan b egitu besar. Anak perlu dipersiapkan sebagai manusia yang utuh agar dimasa depan tidak hanya bertahan hidup tetapi juga mampu menjalankan perannya sebagai anggo ta masyarakat yang bermartabat. Harus diakui bahwa kemampuan untuk memberi asuha n yang dilakukan orang tua dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, mentalpsikolo gis dan pendidikan. Perubahan peran menjadi orang tua menjadi dasar untuk melaku kan perubahan tingkah laku untuk menjadi orang tua yang baik dan slalu bersikap konsisten,memberikan stimulasi yang adekuat,kasih sayang yang sesuai bangga deng an perkembangan dan pencapaian anak penghargaan dari tingkah laku (Soendjojo, dk k, 2000). Kesehatan anak harus mendapat perhatian penuh dari orang tua. Bayi adala h mahluk yang belum mempunyai kemampuan untuk memelihara dirinya sendiri. Bayi t ergantung pada ibu, bapak dan orang disekitarya dan pada lingkungannya, anak yan g sehat pada umumnya akan tumbuh dengan baik, berbeda dengan anak yang lain yang sering sakit. Ada beberapa hal yang penting diperhatikan dalam perawatan bayi a ntara lain : gizi, kesehatan anak, imunisasi, stimulasi dini, keluarga berencana , perumahan, sanitasi lingkungan dan lain-lain (Henderson, 2005). Orang tua mempunyai peranan penting dalam inisiatif, motivasi dan perhat ian pada hal-hal yang kreatif untuk meningkatkan kreativitas anak (Soendjojo, 20 00). Sedangkan Kellmer-Pringle (1975) dalam Henderson (2005) berpendapat kebutuh an pada masa anak adalah perawatan fisik, kasih sayang, keamanan, stimulasi pote nsi yang alamiah, bimbingan dan control, tanggung jawab, kebebasan atau kemandir ian. Kebutuhan yang relevan dengan pembentukan kedekatan yang baik antara ibu da n bayi yang berhubungan dengan perkembangan fisik dan emosional anak. Kebutuhan stimulasi atau upaya merangsang untuk memperkenalkan suatu pen getahuan ataupun keterampilan baru ternyata sangat penting dalam peningkatan kec erdasan anak (Hartono, 2004). Interaksi yang terjadi antara ibu dan bayi serta k emampuan ibu dalam memberikan perawatan sejak bayi lahir dan selama periode awal post partum perlu diperhatikan dalam memberikan asuhan harus memperhatikan kebu tuhan fisik, mental psikologi dan sosialnya. Interaksi yang terjadi pada setiap bayi khususnya bayi yang baru lahir perlu mendapat respon dari orang tuanya. Da lam minggu pertama kehidupannya pertumbuhan secara fisik, respon terhadap sinyal visual dan auditori serta perkembangan senyuman, perkembangan pendengaran dan k etajaman penglihatan.Untuk itu ibu perlu memberikan stimulasi rangsangan pada ba yi (Henderson, 2005). Interaksi, stimulus dan rangsang juga harus dimulai dari dalam kandungan , Macfarlance (1997) dalam Henderson (2005) berpendapat bahwa uterus bukan suatu ruangan yang kedap suara, oleh karena itu bayi menerima stimulasi selama kehidu pannya di dalam rahim. Berkaitan dengan hal itu Hartono (2004), berpendapat bahw a sel otak pada bayi dibentuk mulai 6 bulan masa kehamilan, sehingga proses stim ulasi sudah bisa dilakukan semenjak usia jani 23 Minggu. Semakin dini dilakukan stimulasi maka akansemakin besar mamfaatnya. Mulawi (2007), berpendapat bahwa pemberian stimulasi/rangsangan yang ter atur danterus menerus akan menciptakan anak anak yang cerdas tumbuh kembang den gan optimal, mandiri serta memiliki emosi yang stabil dan mudah beradaptasi. Melalui anak dapat mencapai perkembangan yang optimal pada penglihatan, pendengaran, perkembangan bahasa, sosial, kognitif, gerakan halus dan gerakan ka sar, keseimbangan dan kemandirian. Hasil penelitian USA oleh Field (1986) dalam Henderson (2005) juga membu ktikan bayi yang dirangsang/stimulasi sejak dalam kandungan atau usia kandungan 6 Minggu dengan mengajak berbicara bayi dan memperdengarkan musik lembut akan ak an memiliki tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) yang lebih tinggi

14 poin serta memiliki kemampuan bicara lebih cepat dibandingkan dengan teman s ebayanya. Grenspan dan Lieberman (1989) dalam Henderson (2005), berpendapat bahwa bayi memiliki tingkat adaptasi yang tinggi terhadap rangsangan atau stimulasi ya ng diberikan. Kebutuhan untuk disentuh dan menyentuh merupakan kunci dari instin g yang dimiliki oleh bayi, bayi akan mempelajari lingkungan melalui membedakan s entuhan dan pengalaman antara benda yang keras dan lembut, sama halnya dengan me mbedakan antara suhu yang panas dan yang dingin dimana sentuhan yang diberikan j uga merupakan salah satu stimulus atau rangsangan yang dibutuhkan oleh bayi. Penelitian yang dilakukan di USA oleh Field (1986) dalam Henderson (2005 ), menemukan bahwa bayi premature yang dipijat selama 15 menit, tiga kali sehari , dalam waktu 10 hari lebih awal dibandingkan dengan bayi premature yang tidak d ipijat. Lennart dan Qâ Alade (1990) dalam Henderson (2005), melakukan penelitian di S wedia bahwa bayi yang baru lahir yang ditempatkan diatas perut ibunya segera set elah lahir dan dibiarkan tampa diganggu akan bergerak dengan pelan kearah payuda ra ibunya dan akan menghisap payudara. Sedangkan menurut Moris (1991) dalam Henderson (2005) dalam demonstrasin ya menolak menghisap cairan yang asin, dan menghisap susu sapi (formula) dan men ghisap ASI yang diberikan dengan menggunakan botol, berkaitan dengan stimulus at au rangsangan pada indera penciuman MacFarlane (1975) dalam Henderson (2005), me ndemontrasikan bahwa bayi dapat mengenal bau ASI ibu mereka pada usia 5 hari. Stimulus atau rangsang yang diberikan secara terus menerus pada rentang kehidupan bayi sangat penting. Proses sebaiknya dimulai sejak dini terutama pad a saat ibu menyusui bayinya. Salarya (1990), berpendapat adanya gerakan sinkroni sasi pergerakan antara kuatnya gemgaman bayi selama aktivitas menghisap dan saa t relaksasi. Melatih respon menggemgam juga akan diikuti kontak kulit yang secar a otomatis akan terjadi. Sedangkan Prechtl (1958) dalam Henderson (2005), bayi d apat merespon kombinasi stimulus yang datang, gerakan memalingkan kepala menuju payudara untuk menghisap juga akan diikuti dengan menggemgam ibu jari ibunya da n akan menstimulus bayi untuk membuat gerakan mulut (Henderson dan Jones, 2005) . Adapun penulis mengambil penelitian tentang stimulasi/rangsangan pada ba yi 0-6 bulan, karena masih banyak ditemukan 40 responden ibu-ibu yang tidak mema hami tentang stimulasi/rangsangan diklinik Fatma tahun 2011. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melekukan penelitian be rkaitan dengan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi/Rangsangan pada bayi 0-6 bulan di Klinik Fatma Teladan Timur Medan. Perumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskann masalah dala m penelitian ini adalah â Bagaimanakah Tingkat Pengetahuan ibu Tentang Stimulasi/Rang sang pada Bayi 0-6 Bulan di Klinik Fatma jl. Jati III Teladan Timur Medan Perio de Maret-Juni 2011â . 1.3. Tujuan Penelitiaan 1.3.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stimulasi/rangsangan pa da bayi 0-6 bulan di Klinik Fatma jl. Jati III Teladan Timur Medan. 1.3.2. Tujuan Kusus 1. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stimulasi/rangsangan pada bayi 0-6 bulan berdasarkan jenjang pendidikan di Klinik Fatma Jl. Jati III Teladan T imur Medan Periode Maret-Juni 2011. 2. Untuk mengetahuan ibu tentang stimulasi/rangsangan pada bayi 0-6 bulan berdasarkan pekerjaan di Klinik Fatma Jl. Jati III Teladan Timur Medan Periode M aret-Juni 2011. 3. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stimulasi/ rangsangan pada bayi 0-6 bulan berdasarkan paritas di Klinik Fatma Jl. Jati III Teladan Timur Medan Periode Maret-Juni 2011. 4. Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang stimulasi/rangsangan pada bayi 0-6 bulan berdasarkan sumber informasi di Klinik Fatma Jl. Jati III Teladan Tim 1.2.

ur Medan Periode Maret-Juni 2011. 1.4. Manfaat Penelitian 1. Bagi Peneliti Menambah pengetahuan dan wawasan penulis dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat kan sewaktu perkuliahan khususnya tentang stimulasi/ rangsangan yang dilakukan pada bayi. 2. Bagi Instansi Pendidikan Sebagai referensi bagi perpustakaan dan bahan tambahan informasi tentang stimula si/rangsangan pada bayi dalam proses belajar mengajar. 3. Bagi peneliti selanjutnya Sebagai data awal bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian yang berkaitan dengan stimulasi /rangsangan pada bayi 0-6 bulan. 4. Bagi Orang Tua Sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan informasi tentang mamfaat stimu lasi/rangsangan pada bayi 0-6 bulan dan agar ibu-ibu termotivasi dalam mengoptim alkan pertumbuhan dan perkembangan bayinya.