[

ISSN

1978-5429

......:,,<--.->

JIIIUt 542JI

Salam ternan-ternan, mari kita belaiar lagi tentang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Mari kita lanjutkan lagi bahasan tentang perubahan iklim. Kali ini kita akan belajar tentang pengaruh perubahan iklim di sekolah.
Pelindung:

Deputi Sarana dan Prasarana,

Bappenas

Direktur Permukiman dan Peru mahan, Bappenas Nugroho Tri Utomo Maraita Listyasari

Penanggungjawab:

Kita akan belajar memahami alam dan menyesuaikan diri dalam menghadapi perubahan iklim terutama di lingkungan sekolah.

Dewan Redaksi :

Kontributor :
Eka Setiawan Budi Suranto

Redaktur Pelaksana :
Aditya Kurniawan Eko Priyoko Kahono Thomas Satria Pujiwidayati Albert Aryanto Nugroho Hari Purwantoro Novi Christianto Aan Zulianto G. Dimas Agung Wahyu Octaryza L

lIustrator:

Hal 03 Hal 04 Hal 08 Hal 08 Hal 09 Hall0 Halll

Desain Grafis :
Aan Zulianto

Vini Oktaviani H. Agus Syuhada JI. R.P Soeroso No 50, Gondangdia, Jakarta Pusat Telp. (021) 31904113 e-mail: percikyunior@yahoo.com

Produksi:

Distribusi :

Alamat Redaksi :

Majalah Percik Yunior dapat diakses di situs:

Bagian dari Kerjasama Bappenas - Plan Indonesia
Majalah Percik Yunior dapat diakses lewat internet di alamat :

www.ampl.or.id

Hai... Apa Kabar? Kirirnanku LUP: gekolah 9aya 9iap LUP: Perubahan Iklirn Di gekolah LUP: 9iap-9iap 9upaya gehat LUP: Kita gernua 9arna Cerita Tania: Jangan 9arnpai Sakit Ya Profil: 9utatrno. Menebar "Virus" Cinta Lingkungan pada Muridrnuridnya ~ Wah: Bersarna-sarna Menjaga Lingkungan gekolah ~ Kornik 3 gekawan: Awas. 9alah 9asaran ~ Abrakadabra: Menyulap Atap Menjadi Taman ~ Kornik Hak Anak: Nama 9aya Rukrnini ~ 9ahabat Kita: Pak Tamin dari Desa Woro ~ Oleh-Oleh: Baik Hati dan Bersahaja seperti 9uku Boti ~Kuis ~ Coba Dulu: Mencangkok. YukI ~ Kenalan Yuk: Garengpung. Menunggu 17 Tahun untuk Mengabarkan Musirn Kemarau gegera Tiba

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Fitria Nur Dini Sayidan,Yogyakarta, DIY

Rokhmat Ridho Prabowo Way Halim, Bandar Lampung, Lampung

Halo, nama panggilan saya Edo. Suatu hari paman saya memberi sebuah majalah. Setelah saya lihat judulnya Percik Yunior. Saya tanya paman, apakah bisa berlangganan. Paman saya bilang majalah itu dapat dari temannya, jadi paman juga tidak tahu cara berlangganan. Saya mau tanya, apakah bisa berlangganan Percik Yuniod Terimakasih. Jawab: Wah, ternyata Percik Yunior sampai juga di Lampung, ya... Terima kasih Edo atas pertanyaannya. Begini Edo, Percik Yunior ini dibagikan secara terbatas di daerah yang didampingi oleh Plan dan kantor-kantor atau sekolah yang berada dalam jaringan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Bappenas. Suatu saat mudah-mudahan bisa sampai ke seluruh pelosok Indonesia.

• Diceritakan kembali oleh: Pujiwidayati

Saya sekolah di sekolah yang rnuridnya banyak karena sekolahku adalah sekolah gabungan. Ada 5 sekolah yang digabung rnenjadi satu sehingga ternanternannya banyak. Karena rnuridnya banyak rnaka sarnpahnya juga banyak. Tapi sarnpah di sekolahku sudah dipisah, yang basah dan kering. Guruku selalu rnengajak rnenjaga kebersihan dan kesehatan. Apalagi kalau cuacanya tidak rnenentu. Kadang panas lalu hujan dan air rnenggenang. Kalau kita tidak bersih dan sehat, kan berbahaya. Sekolahku juga rnengajari murid-murid kerja bakti, rnenanarn pohon, rnernbersihkan selokan, dan lain-lain. Katanya untuk rnengantisipasi pernanasan global. Di sekolahku ada pohon yang ditanarn oleh rnantan rnenteri Iingkungan, yaitu 8apak Rahrnat Witoelar.

Manggarai, Jakarta

9

Kendari,

Sulawesi Tenggara

Di sekolahku ada pelajaran PKLH,yaitu Pendidikan Lingkungan Hidup. Kata guru saya, perubahan iklirn itu adalah perubahan suhu di rnuka burni, sedangkan pernanasan global disebabkan oleh rusaknya lapisan ozon yang rnernbuat sinar rnatahari terlalu banyak rnasuk ke perrnukaan burni. Nah, itu adalah sebagian yang saya dapatkan dari pelajaran PKLH. Kalau sudah tahu tentang perubahan iklirn itu, karni dianjurkan untuk selalu rnenjaga kebersihan. Karni juga diajak untuk rnenanarn pohon. Kernudian ada UKS yang akan selalu siap rnernbantu rnenjaga kesehatan karni sernua. Jadi, kalau ternan-ternan rnau ikut rnernbantu rnengurangi akibat pernanasan global, jangan rnernbuang sarnpah sernbarangan, jangan rnenebang pohon, dan lakukan penanarnan 1.000 pohon.


Akhir-akhir ini banyak ternan sekolahku yang terkena flu. Sebabnya adalah karena rnereka tidak rnenjaga kesehatan, terlalu banyak rninurn es, dan hujanhujanan. Padahal kalau cuacanya tidak rnenentu begini lebih baik diperbanyak istirahatnya. Di sekolah pada waktu pelajaran IPA, guru rnengajari tentang perubahan iklirn. Katanya iklirn yang berubah ini akan rnengurangi daya tahan rnanusia. Jadi seharusnya kita slap-slap untuk rnenghadapinya. Kita bisa rnenanarn pohon dan selalu rnenjaga kebersihan sekolah. Aku juga suka rnenanarn pohon dan aku ingin rnenanarn lebih banyak lagi. Nah, ternan-ternan, rnari selalu jaga kebersihan sekolah kita agar kita siap rnenghadapi perubahan iklirn.

Pacitan, Jawa Timur

Karni baru saja rnenanarn pohon di belakang sekolah. Setiap hari sabtu karni bersarn-sarna rnelakukan kerja bakti rnernbersihkan sekolah. Walaupun sekolah karni tidak pernah terkena banjir, selokan di sekitar sekolah juga harus tetap dibersihkan. Karni juga diajarkan untuk selalu rnenjaga kebersihan dan kesehatan, apalagi kalau cuaca rnasih seperti ini. Guru IPA karni rnengajarkan apakah yang dirnaksud dengan perubahan iklirn itu. Nah, salah satu cara karni rnenghadapi akibat buruk dari perubahan iklirn itu adalah dengan rnenanarn pohon di lingkungan sekolah. Pesan saya untuk ternan-ternan, jagalah kebersihan, rnenanarn pohon sebanyakbanyaknya untuk rnenghadapai pernanasan global derni Indonesia yang bersih dan sehat.

Kupang, Nusa Tenggara Timur

Senin,8 November 20 I0, seperti biasanya sekolah masuk jam 7. Ketika bel berbunyi semua anak segera berkumpul di lapangan dan membentuk barisan untuk memulai upacara bendera. Suasana di lapangan terasa panas sekali, meskipun di sudut-sudut lapangan masih becek sisa hujan tadi malam. Setelah upacara bendera selesai pelajaran akan segera dimulai. Rasanya malas untuk mulai pelajaran, baju seragam putih merahku basah oleh keringat dan badan terasa lemas karena kepanasan. Huuh ... Beberapa bulan ini, cuaca tidak menentu. Saat ini harusnya memasuki musim hujan. Beberapa tahun lalu saat musim hujan, biasanya hujan turun setiap hari saat siang.Jadi paginya terasa sejuk meski beberapa tempat di halaman sekolah masih basah. Tapi saat ini, cuacanya aneh sekali. Musim hujan, tapi cuaca sangat panas. Hujan turun tidak setiap hari. Kadang sampai seminggu hujan tidak turun. Lalu tibatiba hujan lebat bersamaan dengan angin yang bertiup sangat kencang. Kalau hujan turun, kegiatan belajar sering terganggu, apalagi pelajaran olah raga ataupun praktek biologi yang kadang dilakukan di luar kelas. Bagaimana dengan sekolahmu, apakah sekolahmu tetap nyaman digunakan meskipun cuaca tidak menentu akibat perubahan iklim dan pemanasan global? Di setiap daerah ternyata perubahan iklim menghasilkan akibat yang berbeda-beda. Di daerah pesisir, perubahan iklim berdampak pada meningkatnya ketinggian air laut yang bisa mengakibatkan banjir rob (banjir air laut) di daerah sekitar pantai. Sekolah yang ada di sekitar pantai atau yang kondisi tanahnya lebih rendah dari air laut juga terancam terendam air. Sekolah di sekitar aliran sungai juga memiliki risiko yang sarna. Curah hujan yang tidak menentu malah mengakibatkan hujan bisa turun seketika dalam jumlah air yang jauh lebih besar dari biasanya dan mengakibatkan banjir di sekitar sungai.

Oleh: Aditya Kurniawan Gambar: Joseph Novi Christianto

Ternan-ternan bisa membayangkan, bagaimana susahnya kalau sekolah kita terendam air.Tentu saja kegiatan belajar-mengajar tidak bisa dilaksanakan. Selain bisa mengakibatkan bencana alam seperti banjir dan angin topan, perubahan iklim juga mengakibatkan meningkatnya suhu di permukaan bumi. Hal ini tentu sangat berpengaruh pada kegiatan kita setiap hari. Cuaca yang makin panas akan membuat kita lemas, malas untuk berkegiatan dan mudah sakit.Apalagi jika kita berada di tempat yang tidak banyak pepohonannya. Sekolah yang ada di perkotaanlah yang paling merasakan kondisi ini. Bangunan yang sudah penuh sesak, polusi udara dari kendaraan bermotor, ditambah dengan kenaikan suhu muka bumi akan membuat sekolah tidak lagi menjadi tempat yang cukup nyaman untuk kegiatan belajar. Berbagai macam penyakit berkernbang pesat akibat dari perubahan iklim, khususnya penyakit yang ditularkan melalui nyamuk, serangga, dan binatang pengerat. Peningkatan suhu menyebabkan wilayah penyebaran penyakit menjadi meluas. Nyamuk bisa berkembang biak dengan lebih cepat sedangkan air bersih semakin berkurang dan kondisi sanitasi semakin memburuk. Hal ini menambah risiko berkembangnya penyakit seperti demam berdarah dengue, chikungunya, diare, campak, pes, serta malaria. Lokasi penyebaran dan penularan penyakitpenyakit ini bisa di mana saja, termasuk di sekolah kita. Wah, ternyata cukup banyak dampak buruk perubahan iklim yang bisa terasa di sekolah. Tapi ternan-ternan tidak perlu takut. Kita selalu bisa menghadapinya dengan selalu berperilaku hidup sehat serta bersahabat dengan alam. Jadikan alam ternan dan guru kita dengan merawat pohon, binatang, dan selalu menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat. Jika kita bisa melakukannya, kita akan mampu beradaptasi dan selalu hidup sehat.

fi!£azB UfiiJE.~

~

Gambar: Joseph Novi Chrlstlanto

Oleh: Thomas Satriya lIustrasi: Ginanjar Dimas Agung

Pagi itu di sekolah, Andi, Budi, Firman, dan Fatma berada di dalam kelas. Mereka bersendau gurau seperti biasanya. Namun, senda gurau mereka terhenti seketika saat melihat ada anak yang belum mereka kenaI masuk ke dalam kelas. Siswa baru itu berbeda. Badannya tegap dan berotot, kulitnya lebih gelap, matanya lebar, rambutnya tidak selurus kebanyakan ternan di sekolah mereka. Mereka pun saling berpandangan penuh tanya. Siswa baru itu pun duduk di kursi paling depan. "Dari mana, ya?" tanya Budi. "Kulitnya hitam, matanya besar dan rambutnya itu Iho .... hahahaha lucu sekali, keriting. Hmm, aku tahu. Pasti bukan berasal dari daerah sini." sahut Andi. Siswa baru itu mengeluarkan bekal makanan dari dalam tas dan memakannya. "Eh Iihat, apa yang dimakannya itu? Ihhh, bukan nasi ya? Apa itu? Menjijikkan, ya?" tanya Budi penuh keheranan. "Wah, pasti dia punya kebiasaan yang buruk. Berarti dia tidak boleh masuk dan menggunakan barang-barang yang ada di kelas ini." lanjutnya. ''Apa sih yang kalian bicarakan?!!" Firman akhirnya menghentikan pembicaraan kedua temannya. "Dia memang berbeda dari kita, tapi apakah kita berhak melarangnya masuk kelas

F================:::::;:,

. ·7" inu

''Aku setuju dengan Firman," Fatma yang sejak tadi hanya mendengarkan pembicaraan ternantemannya akhirnya berbicara. "Dia juga punya hak yang sarna dengan kita. Kita tak boleh mengusirnya hanya karena warna kulitnya berbeda dengan kita." lanjut Fatma. "Kita ini juga berbeda. Asalku dari Medan, Firman berasal dari Padang. Dan kalian berdua, kan berbeda juga." "Benar juga karnu, Fat," sahut Budi dan Andi. ''Ayo kita sapa ternan baru kita!" ajak Fatma. ''Ayo, kalian mau ikut juga, kan?" Firman bertanya kepada Budi dan Andi. "Tentu saja, kami juga akan meminta maaf karena telah berburuk sangka padanya." jawab Budi dan Andi

9tJ9

"Bapak, saya mau menengok Umbu. Hari ini, dia tidak masuk sekolah. Kata ibu guru, dia sakit. Bolehkan saya membawa sedikit oleh-oleh?", Liza memohon ijin pad a bapaknya. "Tentu saja boleh, Liza. Sakit apa temanmu itu?", tanya bapak Liza. Ayo, Biasckan "Demam berdarah, Pak.", jawab Liza. Cuci TanganPakai Sabunl Waduh, kasihan Umbu, ya? Sekarang banyak orang yang mudah terkena sakit, demam berdarah, malaria, flu, demam, diare, dan lain-lain. Apa ya penyebabnya? Tania mau membantu ternan-ternan, ah. Ada 2 penyebab yang paling penting yang membuat kita mudah terserang sakit. Yang pertama, cuaca yang berubah dengan tiba-tiba bisa mengakibatkan tubuh kita tidak siap menyesuaikan diri. Siang hari yang panas pada saat kita sedang istirahat sekolah, membuat badan kita berkeringat. Kemudian, sewaktu kita pulang sekolah, hujan sudah mengguyur dengan deras. Udaranya langsung menjadi dingin dan keringat yang masih 1!""=~ menempel di badan kita sulit untuk menguap. Apalagi kalau kita langsung bermain hujan-hujanan. Bisa bingung tubuh kita menghadapi panas dan dingin yang tiba-tiba. Yang kedua adalah Iingkungan yang tidak terjaga kebersihannya. Ternan-ternan pasti masih ingat, lalat dan kuman peyakit paling suka tinggal di tempat yang kotor, lembab, dan hangat. Nah, kalau halaman sekolah kotor karena sampah berserakan, selokan mampet dan tergenang, maka lalat dan bibit penyakit itu akan senang sekali berkeliaran di sana. Wah, bahaya itu! Oleh karena itu, ajak teman-temanmu untuk selalu menjaga kesehatan diri. Lindungi kepala dari panas matahari dan hujan dengan topi atau payung. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, terutama Iingkungan sekolah. Nah, setelah bersih-bersih Iingkungan, jangan lupa untuk segera mengambil sabun dan mencuci tangan kita. Kemudian kita bisa makan dan minum dengan tangan yang bersih dan sehat.

Suatu hari, Pak Sutatmo teringat dengan suasana kampung di masa kecilnya. Kampungnya berada di atas bukit yang subur. Pohon-pohonnya tumbuh subur dan Sungai Keduang yang airnya jernih mengalir di bawahnya.Akan tetapi pemandangan indah itu sudah lama hilang. Pepohonan ditebangi, mata air banyak yang mati, dan saat musim kemarau Sungai Keduang kering kerontang.Air bersih sangat sulit ditemukan. Pak Sutatmo sangat sedih dan khawatir karena perbukitan itu kemiringannya mencapai 30° sehingga rawan longsor. Pak Sutatmo semakin hari semakin bingung, bagaimana caranya merubah __ ... keadaan itu. Sampai akhirnya beliau berpikir untuk memberikan pelajaran cinta lingkungan kepada anak didiknya di SDN IIIGemawang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Propinsi Jawa Tengah. Beliau sadar bahwa anak-anak harus memiliki rasa cinta lingkungan dan pendidikan lingkungan harus diajarkan sejak anak-anak. Pada saat itulah Yayasan Masyarakat Indonesia Hijau datang ke sekolah dan mengajaknya membuat program pendidikan lingkungan di sekolah. Pak Sutatmo senang sekali dengan ajakan itu. Mereka bekerja sama mengajarkan rasa cinta lingkungan kepada siswa sekolahnya. Selain belajar di dalam kelas, anakanak juga membuat kebun dan pembibitan pohonjarak.Pohon-pohon iniakan ditanam untuk penghijauan. Sedangkan sisanya bisa dijual dan uangnya untuk membiayai kegiatan. Pak Sutatmo juga menyisipkan rasa cinta lingkungan itu melalui karawitan. Bahkan beliau sudah menggubah satu lagu tentang pentingnya cinta lingkungan, yang biasa mereka mainkan pada saat belajar karawitan. Semangat cinta lingkungan itu akhirnya juga menular kepada para warga desanya. Dengan cara yang bijaksana Pak Sutatmo mengajak dan memberi contoh bagaimana seharusnya mengambil manfaat dari sumber daya alam tanpa merusak dan membahayakan kehidupan kita sendiri.

D

Ruang kelas yang nyaman harus bersih, mempunyai jendela dan lubang ventilasi yang cukup sehingga udara l5ersirkulasi dengan baik dan cukup terang meskipun lampu tidak dinyalakan.

Sekolah yang nyaman tidak hanya kondisi Iingkungannya. Apalagi saat ini sekolah tidak selalu bersih, tidak dibuat cukup, maka kita akan mudah terserang sekolah. Oleh karena itu, ayo ... bersama

Biasakan memilah sampah supaya lebih mudah memanfaatkannya lagi. Sampah yang sudah dipilah bisa dimanfaatkan lagi sesuai jenisnya. Jangan sampai sampah yang sudah dipilah hanya ditimbun di sudut kebun sekolah. Sampah ini bisa mengancam kesehatan kita. Bayangkan jikalau lalat yang baru saja terbang dari tempat sampah kemudian menghinggapi makanan di kantin.

Jajanlah di n sekolah yang dikelola guru & orang tua siswa. Makanan di kantin lebih terjaga kebersihan dan kesehatannva: Makanan yang sehat, selain bersih harus bebas dari kandungan bahan pewarna dan pengawet.

n

u

Oleh: Aditya Kurniawan Gambar: Aan Zulianto

n olah bentuk bangunan sekolah tapi juga perubahan iklirn di seluruh dunia. Jika dan tidak tersedia sarana sanitasi yang rnacarn penyakit saat berada di kita jaga Iingkungan sekolah.

Sekolah yang sejuk rnernbuat kita nyarnan untuk belajar. Jadi, tanam dan rawatlah sernua pohon yang ada di sekolahrnu.

.-=,uUIIU

E:=~=9M'

.~ ...... ~-:---'U

Sekolah yang sehat rnernpunyai sarana sanitasi seperti we, tangki septik dan air bersih yang rnencukupi untuk seluruh siswa, guru, dan pegawai sekolah.

Yuuk, selalu rnenjaga kebersihan sekolah bersarna-sarna. Jadwalkan piket bersarna bapak ibu guru dan ternan-ternan.

Jagalah kebersihan Iingkungan sekolah. Peringatkan siapa saja yang rnernbuang sarnpah sernbarangan. Turnpukan sampan aan genangan air bisa rnenyebabkan kurnan penyakit dan nyarnuk berkernbang biak dengan cepat.

Bel berbunyi tanda usai sekolah •••

Mestinya kalian bisa mengajak teman yang lain untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Sampah berserakan begitu. Bayangkan, kalau banyak sumber penyakit bersarang di sekolahmu. Jangan jajan sembarangan. Kasih tahu semua temanmu. Kita harus selalu bersih dan sehat untuk menghadapi perubahan iklim.

u

Teman-teman, akhir-akhir ini udara terasa sangat panas, padahal masih jam 10 pagi. Kalian pasti sudah tahu, perubahan iklim menyebabkan kenaikan suhu di sekitar kita. Beberapa ahli mengatakan bahwa untuk menurunkan suhu udara bisa dilakukan dengan menanam pohon. Menanam pohon bisa dilakukan di mana saja, Iho. Bisa di halaman sekolah, menanam di pot, atau di sekitar pagar sekolah. Tetapi bagaimana cara kita menanam pohon jika di sekolah sudah tidak ada lahannya? Baru-baru ini beberapa ahli baik di dalam dan luar negeri mencoba untuk membuat taman di atas atap. Taman dibuat dan ditanami bermacam-macam pohon. Ada sayuran, ada juga tanaman hias. Daun tanaman itu bisa membuat udara di sekitar kita menjadi lebih sejuk. Selain itu, oksigen yang dikeluarkan tumbuhan saat proses fotosintesis akan menambah jumlah oksigen untuk pernafasan kita. Atap sekolah juga bisa dibuat taman. Nah, cara ini bisa menjadi alternatif untuk sekolah yang tidak punya cukup lahan untuk menanam pohon. Namun tidak semua gedung bisa dijadikan taman. Gedung harus dirancang khusus untuk menahan berat tanah dan tanaman yang ada di atas atap. Selain itu, atap juga harus dirancang untuk menahan rembesan air untuk menyiram tanaman. Jadi meskipun ada taman di atapnya, bangunan bisa digunakan sebagai rumah, ruang kelas, atau perpustakaan. Asik kan, kalau kita tinggal atau belajar dalam ruangan yang sejuk. Coba kita bayangkan, sekolah kita mempunyai taman yang luas dan asri, hmm, betapa menyenangkannya. Meskipun sulit, namun kita bisa memulai membuatnya dengan mengajak bapak-ibu guru dan temanteman di sekolah untuk memikirkan dan merencanakan taman apa yang paling baik untuk dibuat di sekolah. Kalau tidak bisa membuat taman di atap karena sulitnya menyesuaikan bangunan sekolah, masih ada pilihan lain, ~ yaitu membuat pergola. ~ Hah ...apa itu pergola?

Pergola, Si Atap Alami
Sekolah yang tidak mempunyai halaman luas bisa membuat pergola sebagai taman sekolah dan sekaligus bisa menjadi atap alami. Pergola bisa dibuat dilahan yang sangat sempit seperti di teras, halaman sekolah atau di atas atap sekolah. Pergola adalah tempat tanaman untuk tumbuh merambat. Tanaman yang biasa ditanam di pergola adalah anggur, markisa, paria, dan tanaman merambat lainnya. Pergola bisa dibuat dari bambu, besi, atau dari tali. Yang penting adalah pergola harus kuat agar mampu menahan beban tanaman yang merambat. Yuk, kita buat pergola bersama-sama. Pertama, buat gambar rancangan yang disesuaikan dengan tempat memasang pergola. Pergola bisa berupa lengkungan atau datar. Setelah menggambar, tentukan ukuran dan bahan yang akan digunakan. Bahan yang paling mudah digunakan untuk membuat pergola adalah bambu atau tali. Tapi kalau mau membuat pergola yang bisa tahan lama, mintalah bapak atau ibu guru untuk membuatkan pergola dari besi. Setelah pergola terpasang bisa segera dimulai menanam tanaman yang merambat. Pilih tanaman yang paling disukai dan paling sesuai dengan kondisi di sekolah. Jangan lupa membuat jadwal merawat tanaman, ya. Tanaman harus selalu disiram setiap hari untuk bisa tumbuh besar. Nah, setelah beberapa bulan, sekolah akan menjadi lebih sejuk karena tanaman yang merambat sudah memenuhi pergola. Asik kan, tambah sejuk dan menambah semangat untuk belajar. Ayo, sejukkan dan hijaukan lingkungan sekolah kita!

u

Saat satu dari beberapa anak itu menyapanya, ia hanya terdiam menunduk dan malu ..

Kalian harus minta maaf pada Rukmini. Tuh, lihat! Dia pasti sedih karena kalian ''10' mempermainkan 1!:II"~1ri.c namanya.
Ayo,

_

kita temui dia!

...mereka mulai menyesal dan segera mendekat ke arah Rukmini berdiri...

"Setiap anak berhak mendapat panggilan sesuai identitas yang dimilikinya. Memanggil dengan julukan yang menyakitkan hati blsa menimbulkan perselisihan dan perpecahan."

/\.._-------c:::\

(,,'_. ~;iri~(.1~Jl-n...-n.. • )_~,l-!!~
(~:::==':3

Pok Tom;n

"Kula boten nyangka nek sing kula tindakaken niku saged angsal penghargaan saking Pak Bupati,"

(Saya tidak menyangka bahwa yang saya lakukan bisa mendapat penghargaan dari Pak Bupati). Itu yang dikatakan kata Pak Tamin setelah menerima penghargaan dari Bupati Rembang. Sebenarnya, apa sih, yang dilakukan Pak Tamin sehingga beliau mendapat penghargaan? Pak Tamin adalah seorang petani yang tinggal di Desa Wor~, Rembang, Jawa Tengah. Dahulu, warga Desa Woro belum mempunyai kebiasaan membuang hajat di jamban. Mereka masih membuang hajat sembarangan. Di sungai, parit, bahkan di kebun, kita bisa dengan mudah menemui tai man usia. Suatu ketika, pada bulan Maret 2010, Pak Tamin mengikuti studi banding yang diadakan oleh Plan Indonesia tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Kabupaten Grobogan. Pak Tamin menjadi sadar mengenai pentingnya membuang hajat di jamban. Pak Tamin berusaha menularkan hal tersebut kepada masyarakat Desa Woro. Pak Tamin juga menyampaikan pentingnya hidup bersih melalui acara keagamaan (tahlilan) dan dalam pertemuan komite sekolah. Selain itu Pak Tamin juga bekerja bersama Pak Tamin sedang menerima penghargaan dari Bupati Rembang karang taruna, kelompok tani, dan perangkat desa untuk membudayakan hal ini. Hasilnya, kini hampir semua warga Desa Woro, bahkan warga desa tetangga, mempunyai jamban tertutup dan tidak buang hajat sembarangan lagi. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Rembang sudah dimulai sejak bulan Februari 2010. Masyarakat Rembang pun mulai berubah meskipun belum seperti masyarakat di Kabupaten Grobogan, wilayah yang menjadi percontohan program ini. Saat ini, 150 rumah di Desa Woro sudah mempunyai jamban. Menurut Irfan, fasilitator STBM, program ini dikoordinir langsung oleh tim kabupaten yang terdiri dari Pokja AMPL (Air Minum & Penyehatan Lingkungan) yang beranggotakan antara lain Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan & Keluarga Berencana (BPMPKB). "Kebersihan adalah bag ian dari iman, maka janganlah buang air besar sembarangan," kata Pak Tamin menutup ceritanya.

*

Foto: Irfan (WASHfasiltator Plan Indonesia Rembang)

SEPERTI

SUKU BOTI
• Oleh: Thomas Satriya

Pagi itu kampung ribut. Seluruh warga Suku Boti mendatangi rumah pencuri pisang. Mereka membawa sabit, cangkul, dan alat pertanian lainnya. Wah, bahaya! Mereka langsung menuju pekarangan rumah dan mencangkuli tanahnya. Eits, ternyata warga Suku Boti tidak datang ke rumah pencuri untuk menghakiminya. Mereka berkumpul untuk menanam bibit pohon pisang di kebun si pencuri. Mengapa mereka justru menanam pisang di kebun milik pencuri tersebut? Menurut anggapan Suku Boti, yang menyebabkan warga mencuri adalah karena warga tersebut tidak memiliki barang yang dicuri. Misalnya yang dicuri adalah pisang, seperti yang baru saja terjadi, berarti pencuri itu tidak mempunyai pisang. Supaya pencuri mempunyai pisang sendiri dan tidak mencuri lagi, maka seluruh warga merasa perlu membantu menanam pisang di kebun pencuri. Mereka percaya, semua manusia harus saling mengasihi. Wah, baik sekali, ya ... Suku Boti mempunyai kepercayaan bahwa mereka harus bersahabat dengan alam. Bagi Suku Boti, alam adalah bapak dan ibu mereka. Alam telah menyediakan makanan dan minuman bagi mereka sehingga harus dihormati, disanjung, dan dipuja. Mereka tidak akan menebang pohon sembarangan atau memanen tanaman sebelum waktunya. Mereka tidak menggunakan alas kaki. Kaum wanitanya membuat pakaian untuk seluruh warga. Mereka memanen kapas, memintal, dan membuatnya menjadi pakaian. Peralatan makan dan minumnya terbuat dari batok kelapa. Masyarakat suku Boti juga sangat terkenal dengan ketaatannya menjaga adat istiadat mereka turun temurun. Ayo, siapa yang mau belajar hidup sederhana? Main ke sana saja! Mereka tinggal di Desa Boti, Keca Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara

Andi akan berangkat ke sekolah. Sejak dari rurnah, dia har s rnernperslapkari diri dan selalu rnenjaga kesehatannya agar bisa belajar dengan baik di sekolah. Yuk ternan-ternan, kita bantu rnenunjukkan jalan Andi ke sekolah dengan rnemilih perilaku yang harus Andi lakukan untuk selalu rnenjaga kesehatannya.

Telepon Sahalm Anak (TESA) 129 adalah layanantelepon BEBASPUlSA lakal melalui telepon rumah/kantor, untuk anak yang membutuhkan perlindungan atau berada dalam situasi darurat, maupun bagi anak yang membutuhkan layanankonseling

r----._.. ...... dlhubungl dl nomor 129 blsa
setiap hari SENIN-JUMAT j8m 08.00-18.00 Call Center TESAbertempat dl DepartemenKomunlkasldan Informasl J1.Medan Merdeka Barat No.9 Jakarta WIB

SEGERA1~~~
""., temon-temon apOu110 '.
• • • • • • • • Melihat Melihat Melihat Melihat anak yang SAKIT dan TERLANTAR anak DIPUKUL atau mengalami KEKERASAN anak TERSESATatau DITERLANTARKAN anak membutuhkan TEMPAT atau RUMAH PERLINDUNGAN Melihat anak yang DIPEKERJAKAN namun HAKnya tldak diberikan oleh majikan Melihat anak di jalanan yang MEMBUTUHKAN BANTUAN Mau CERITA/CURHAT tentang masalah pribadi Mau menjadi SUKARELAWAN TESA 129
Departemen Komunlkasl dan Informasl, Departemen Soslal, Kementtian Nega,a Pembe,dayaan Perempuan. PT Telkom Tbk, Plan Indonesia, World Vision, Save The Children UK, Church World Service, YKAI Jakarta SPMAA DKI Jakarta, Rumah KilO, PKBI DKI Jakarta

nomor telepon

1

Jawablah cukup dengan menuliskan nomornya, kemudian kirlmkanJawaban kuls sebelum tanggal 30 Maret 201 1 Jawaban ditulis di KARTU POS dan kirimkan ke: Redaksi Percik Yunior, JI. R.P Soeroso No. 50 Gondangdla, Jakarta Pusat. Atau kirim ke £-mail saja: percikyunior@yahoo.com BlsaJuga melalui SMS, klrlm ke nomor (021)32356740 Jangan lupa menuliskan nama dan alamat kallan ya •••

5 Jawaban yang benar akan mendapatkan paket menarik dari Percik Yunior

TESA

layanan ini terselenggara atas kerjasama:

Layanan TESA (bebas pulsa) saat ini hanya berlaku untuk wilayah Jakarta, Surabaya dan Aceh. Apabila Adik·adik ingin CURHAT, silahkan kirim surat ke: MbakJipy Plan Indonesia - CO Gedung Menara Duta, Lt. 2 dan 6 JI. HR Rasuna Said kay. B·9, Jakarta Selatan 12910

Meisya Nur'alfiani Eka Putri JI. Cigugur - Tengah No. 174 Rt. 05 Rw. 10 Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat Laeticia Viergiani JI. Danau Taba Raya No. 75 Perumnas II, Tangerang Marcel Vlerglano JI. Danau Toba Raya No. 7S Perumnas II, Tangerang

Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta TImur

n

Oleh: Hari Purwantoro

Siang itu Sardi pergi ke rumah Seruni. Sudah lama Sardi ingin punya tanaman buah seperti yang banyak tumbuh di halaman rumah Seruni. Sardi senang sekali karena hari ini Seruni akan membantunya meneangkok salah satu tanaman buahnya. Tanaman yang bisa dicangkok adalah tanaman yang berkambium atau biasa disebut tanaman dikotil, seperti jambu, rambutan, dan semaeamnya. Hari ini mereka akan meneangkok pohon rambutan. "Ayo, kita siapkan alat-alatnya. Cari saja apa yang ada di sekitar kita.", ajak Seruni setelah Sardi sampai di rumahnya. Alatalatnya adalah: ~ Sabut kelapa yang sudah dipisahkan dari lapisan kerasnya atau bisa juga menggunakan kantong plastik ~ Pisau ~ Tali rafia seeukupnya ~ Tanah basah seeukupnya "Nah, sekarang kita eari eabang yang eukup baik dan kuat, kira-kira seukuran jempol kaki orang dewasa." kata Seruni. Kemudian mereka mengerat dan membuang kulit kayu sepanjang kurang lebih 5 em sampai bersih. Sesudah itu mereka juga membersihkan lapisan lendirnya (kambium). "Harus bersih, yal Soalnya, kalau tidak bersih akarnya tidak bisa tumbuh dan kulit pohonnya akan tumbuh lagi." pesan Seruni. Sesudah lapisan kambium dibersihkan, Sardi memasang sabut kelapa melingkari batang yang sudah dikupas kulitnya dan mengikat dibagian pangkalnya. Setelah sabut kelapa terpasang, mereka memasukkan tanah sampai semua bagian batang yang dikupas tertutup. "Ikat yang kuat ujungnya.", Seruni mengingatkan. "Supaya lebih kuat, kita ikat juga bagian tengahnya, ya?", usul Sardi. "Ya. 8egitu lebih baik. Dan terakhir, jangan lupa disiram seeukupnya.", jawab Seruni. Yup, selesai! Sekarang mereka tinggal menunggu kurang lebih 1 bulan. Setelah akarnya tumbuh eukup banyak, batang eangkokan itu bisa dipotong dan ditanam di tempat lain. "Eitzz ... jangan lupa, kita harus menyiramnya tiap hari.", pesan Seruni saat Sardi akan pulang.

~~~~~~

Nlefi~N

"NleNUN44U 11 TAMUNUNTWt!. NlUSINl fGeNlfIWIU se4B2A TI~A"
Oleh: Hari Purwantoro

la terkenal dengan suaranya yang sangat nyaring. Maka tak heran apabila ia dinobatkan sebagai serangga dengan suara paling nyaring. Suaranya itu berasal dari gesekan kedua sayapnya dalam kecepatan yang sangat tinggi. Saking nyaringnya, suara yang dihasilkan bisa menyaingi suara mesin motor. Nah, tahukah ternan-ternan, apa nama serangga itu? Oi beberapa daerah ia dikenal dengan nama Garengpung (Dundubia manifera). Oi daerah lain ada yang menyebutnya dengan nama Tonggeret atau Jenggeret. Sekilas, Garengpung mirip dengan lalat besar. Yang membedakan adalah ukuran tubuh Garengpung lebih besar dan ukuran sayapnya lebih panjang daripada lalat. Selain suaranya yang nyaring, ternyata Garengpung memiliki siklus hidup yang unik. Sejak induknya bertelur dan menyimpannya di dalam tanah, ia memerlukan waktu 8 sampai 17 tahun untuk menetas, menjadi larva, sampai menjadi Garengpung dewasa. Jika sudah dewasa ia akan keluar dari tanah, hinggap di pepohonan dan siap mendendangkan suara merdunya. Tapi sayang sekali, setelah menunggu selama 8 sampai 17 tahun di dalam tanah, Garengpung hanya bisa memperdengarkan suaranya antara 3 sampai 6 hari. Lho, kok bisa? 0, iva, Garengpung yang pandai bernyanyi dengan suara nyaring itu hanya si pejantan saja, Iho. Oalam waktu yang hanya 6 hari itu, Garengpung jantan akan bernyanyi untuk menarik perhatian Garengpung betina untuk dikawini. Akan tetapi tak lama setelah kawin, Garengpung jantan akan segera mati. Lantas bagaimana dengan Garengpung betina? Setelah kawin Garengpung betina akan mencari tempat yang aman untuk bertelur dan sesudah itu iapun segera mati. Wah, kasihan sekali va. Bagi sebagian masyarakat, nyanyian Garengpung yang hanya sekejap itu adalah sebuah pertanda bahwa musim penghujan akan segera berakhir dan berganti menjadi musim kemarau. Nyanyian ini sangat bermanfaat bagi para petani, karena setelah mengetahui pertanda ini mereka bisa memilih jenis tanaman dan kapan waktu yang tepat untuk menanam. Garengpung luar biasa! Oengan nyanyiannya yang singkat itu Garengpung sangat membantu para petani. Nah, mari kita tiru semangat Garengpung yang meskipun umurnya singkat tapi mempunyai guna dan manfaat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful