1. Apa itu ilmu kedokteran Forensik ?

Ilmu Kedokteran Forensik adalah salah satu cabang Ilmu Kedokteran yang memberikan bantuan kepada penyidik untuk mendapatkan salah satu alat bukti baik untuk perkara pidana maupun perkara perdata. 2. Kenapa seorang dokter perlu dibekali dengan ilmu kedokteran forensik ? Sesuai fakta yang terjadi pada masyarakat bahwa semakin tingginnya angka kekerasan ataupun masalah dibidang hokum maka ilmu kedokteran forensik sangat dibutuhkan untuk membantu penegak hokum dalam menangani suatu tindakan penegakan hokum dan keadilan bagi masyarakat. 3. Apa saja yang harus dipelajari mengenai kedokteran Forensik ? Ruang Lingkup Ilmu Forensik lmu-ilmu yang menunjang ilmu forensik adalah ilmu kedokteran, farmasi, kimia, biologi,fisika, dan psikologi. Sedangkan kriminalistik merupakan cabang dari ilmu forensik.Cabang-cabang ilmu forensik lainnya adalah: kedokteran forensik, toksikologi forensik,odontologi forensik, psikiatri forensik, entomologi forensik, antrofologi forensik, balistikforensik, fotografi forensik, dan serologi / biologi molekuler forensik. Biologi molekuler forensik lebih dikenal dengan ”DNAforensic”. Kriminalistik Merupakan penerapan atau pemanfaatan ilmu-ilmu alam padapengenalan, pengumpulan / pengambilan, identifikasi, individualisasi, dan evaluasi daribukti fisik, dengan menggunakan metode / teknik ilmu alam di dalam atau untukkepentingan hukum atau peradilan (Sampurna 2000). Pakar kriminalistik adalahtentunya seorang ilmuwan forensik yang bertanggung jawab terhadap pengujian(analisis) berbagai jenis bukti fisik, dia melakukan indentifikasi kuantifikasi dandokumentasi dari bukti-bukti fisik. Dari hasil analisisnya kemudian dievaluasi,diinterpretasi dan dibuat sebagai laporan (keterangan ahli) dalam atau untukkepentingan hukum atau peradilan (Eckert 1980). Sebelum melakukan tugasnya,seorang kriminalistik harus mendapatkan pelatihan atau pendidikan dalam penyidikantempat kejadian perkara yang dibekali dengan kemampuan dalam pengenalan danpengumpulan bukti-bukti fisik secara cepat. Di dalam perkara pidana, kriminalistiksebagaimana dengan ilmu forensik lainnya, juga berkontribusi dalam upaya pembuktianmelalui prinsip dan cara ilmiah.Kriminalistik memiliki berbagai spesilisasi, seperti analisis (pengujian) senjata api danbahan peledak, pengujian perkakas (”toolmark examination”), pemeriksaan dokumen,pemeriksaan biologis (termasuk analisis serologi atau DNA), analisis fisika, analisiskimia, analisis tanah, pemeriksaan sidik jari laten, analisis suara, analisis bukti impresidan identifikasi. Kedokteran Forensik adalah penerapan atau pemanfaatan ilmu kedokteran untukkepentingan penegakan hukum dan pengadilan. Kedokteran forensik mempelajari halikhwal manusia atau organ manusia dengan kaitannya peristiwa kejahatan.Di Inggris kedokteran forensik pertama kali dikenal dengan ” Coroner ”. Seorang coroner adalah seorang dokter yang bertugas melalukan pemeriksaan jenasah, melakukanotopsi mediko legal apabila diperlukan, melakukan penyidikan dan penelitian semua kematian yang terjadi karena kekerasan, kemudian melalukan penyidikan untukmenentukan sifat kematian tersebut.Di Amerika Serikan juga dikenal dengan ”medical examinar”. Sistem ini tidak berbeda jauh dengan sistem coroner di Inggris.Dalam perkembangannya bidang kedokteran forensik tidak

hanya berhadapan denganmayat (atau bedah mayat), tetapi juga berhubungan dengan orang hidup. Dalam hal iniperan kedokteran forensik meliputi:       Melakukan otopsi medikolegal dalam pemeriksaan menyenai sebab-sebab kematian,apakah mati wajar atau tidak wajar, penyidikan ini juga bertujuan untuk mencariperistiwa apa sebenarnya yang telah terjadi Identifikasi mayat Meneliti waktu kapan kematian itu berlangsung ”time of death” Penyidikan pada tidak kekerasan seperti kekerasan seksual, kekerasan terhadapanak dibawah umur, kekerasan dalam rumah tangga Pelayanan penelusuran keturunan Di negara maju kedokteran forensik juga menspesialisasikan dirinya pada bidangkecelakaan lalu lintas akibat pengaruh obat-obatan ”driving under drugs influence”.Bidang ini di Jerman dikenal dengan ”Verkehrsmedizin ” Dalam prakteknya kedokteran forensik tidak dapat dipisahkan dengan bidang ilmu yanglainnya seperti toksikologi forensik, serologi / biologi molekuler forensik, odontologiforensik dan juga dengan bidang ilmu lainnya

Toksikologi Forensik Toksikologi adalah ilmu yang menelaah tentang kerja dan efekberbahaya zat kimia (racun) terhadap mekanisme biologi. Racun adalah senyawa yangberpotensial memberikan efek berbahaya terhadap organisme. Sifat racun dari suatusenyawa ditentukan oleh: dosis, konsentrasi racun di reseptor, sifat zat tersebut, kondisibioorganisme atau sistem bioorganisme, paparan terhadap organisme dan bentuk efekyang ditimbulkan. Lebih khusus, toksikologi mempelajari sifat fisiko kimia dari racun,efek psikologi yang ditimbulkannya pada organisme, metode analisis racun baikkualitativ maupun kuantitativ dari materi biologik atau non biologik, serta mempelajaritindakan-tidankan pencegahan bahaya keracunan.LOOMIS (1978) berdasarkan aplikasinya toksikologi dikelompokkan dalam tigakelompok besar, yakni: toksikologi lingkungan, toksikologi ekonomi dan toksikologiforensik. Tosikologi forensik menekunkan diri pada aplikasi atau pemanfaatan ilmutoksikologi untuk kepentingan peradilan. Kerja utama dari toksikologi forensik adalahanalisis racun baik kualitatif maupun kuantitatif sebagai bukti dalam tindak kriminal(forensik) di pengadilan.Toksikologi forensik mencangkup terapan ilmu alam dalam analisis racun sebagi buktidalam tindak kriminal. Toksikologi forensik merupakan gabungan antara kimia analisisdan prinsip dasar toksikologi. Bidang kerja toksikologi forensik meliputi:   analisis dan mengevaluasi racun penyebab kematian, analisis ada/tidaknya alkohol, obat terlarang di dalam cairan tubuh atau napas, yangdapat mengakibatkan perubahan prilaku (menurunnya kemampuan mengendaraikendaraan bermotor di jalan raya, tindak kekerasan dan kejahatan, penggunaandooping), analisis obat terlarang di darah dan urin pada kasus penyalahgunaan narkotika danobat terlarang lainnya.

Odontologi Forensik Bidang ilmu ini berkembang berdasarkan pada kenyataannyabahwa: gigi, perbaikan gigi (dental restoration), dental protese (penggantian gigi yanngrusak), struktur rongga rahang atas “sinus maxillaris”, rahang, struktur tulang palatal(langit-langit keras di atas lidah), pola dari tulang trabekula, pola penumpukan krak gigi,tengkuk, keriput pada

bibir, bentuk anatomi dari keseluruhan mulut dan penampilan morfologi muka adalah stabil atau konstan pada setiap individu. Berdasarkankharkteristik dari hal tersebut diatas dapat dijadikan sebagai acuan dalam penelusuranidentitas seseorang (mayat tak dikenal). Sehingga bukit peta gigi dari korban, tanda /bekas gigitan, atau sidik bibir dapat dijadikan sebagai bukti dalam penyidikan tindakkejahatan. Psikiatri forensik seorang spikiater berperan sangat besar dalam bebagai pemecahanmasalah tindak kriminal. Psikogram dapat digunakan untuk mendiagnose prilaku,kepribadian, dan masalah psikis sehingga dapat memberi gambaran sikap (profile) daripelaku dan dapat menjadi petunjuk bagi penyidik. Pada kasus pembunuhan mungkin juga diperlukan otopsi spikologi yang dilakukan oleh spikiater, spikolog, dan pathologforensik, dengan tujuan penelaahan ulang tingkah laku, kejadian seseorang sebelummelakukan tindak kriminal atau sebelum melakukan bunuh diri. Masalah spikologi (jiwa)dapat memberi berpengaruh atau dorongan bagi seseorang untuk melakukan tindakkejahatan, atau perbuatan bunuh diri. Entomologi forensik Entomologi adalah ilmu tentang serangga. Ilmu ini memperlajari jenis-jenis serangga yang hidup dalam fase waktu tertentu pada suatu jenasah ditempat terbuka. Berdasarkan jenis-jenis serangga yang ada sekitar mayat tersebut,seorang entomolog forensik dapat menduga sejak kapan mayat tersebut telah berada ditempat kejadian perkara (TKP).Antrofologi forensik adalah ahli dalam meng-identifikasi sisa-sisa tulang, tengkorak,dan mumi. Dari penyidikannya dapat memberikan informasi tentang jenis kelamin, ras,perkiraan umur, dan waktu kematian. Antrofologi forensik mungkin juga dapatmendukung dalam penyidikan kasus orang hidup, seperti indentifiksi bentuk tengkorakbayi pada kasus tertukarnya anak di rumah bersalin. Balistik forensik Bidang ilmu ini sangat berperan dalam melakukan penyidikan kasustindak kriminal dengan senjata api dan bahan peledak. Seorang balistik forensikmeneliti senjata apa yang telah digunakan dalam kejahatan tersebut, berapa jarak dandari arah mana penembakan tersebut dilakukan, meneliti apakah senjata yang telahdigunakan dalam tindak kejahatan masih dapat beroperasi dengan baik, dan menelitisenjata mana yang telah digunakan dalam tindak kriminal tersebut. Pengujian anakpeluru yang ditemukan di TKP dapat digunakan untuk merunut lebih spesifik jenissenjata api yang telah digunakan dalam kejahatan tersebut.Pada bidang ini memerlukan peralatan khusus termasuk miskroskop yang digunakanuntuk membandingkan dua anak peluru dari tubuh korban dan dari senjata api yangdiduga digunakan dalam kejahatan tersebut, untuk mengidentifikasi apakah memangsenjata tersebut memang benar telah digunakan dalam kejahatan tersebut. Dalam halini diperlukan juga mengidentifikasi jenis selongsong peluru yang tertinggal.Dalam penyidikan ini analisis kimia dan fisika diperlukan untuk menyidikan dari senjataapi tersebut, barang bukti yang tertinggal. Misal analisis ditribusi logam-logam sepertiAntimon (Sb) atau timbal (Pb) pada tangan pelaku atau terduga, untuk mencari pelakudari tindak kriminal tersebut. Atau analisis ditribusi asap (jelaga) pada pakaian, untukmengidentifikasi jarak tembak.Kerjasama bidang ini dengan kedokteran forensik sangat sering dilakukan, gunamenganalisis efek luka yang ditimbulkan pada korban dalam merekonstruksi suatutindak kriminal dengan senjata api. Serologi dan Biologi molekuler forensik

Seiring dengan pesatnya perkembanganbidang ilmu biologi molekuler (imunologi dan genetik) belakangan ini, pemanfaatanbidang ilmu ini dalam proses peradilan meningkat dengan sangat pesat.Baik darah maupun cairan tubuh lainnya paling sering digunakan / diterima sebagaibukti fisik dalam tindak kejahatan. Seperti pada kasus keracunan, dalam pembuktian dugaan tersebut, seorang dokter kehakiman bekerjasama dengan toksikolog forensikuntuk melakukan penyidikan. Dalam hal ini barang bukti yang paling sahih adalah darahdan/atau cairan tubuh lainnya. Toksikolog forensik akan melakukan analisis toksikologiterhadap sampel biologi tersebut, mencari senyawa racun yang diduga terlibat.Berdasarkan temuan dari dokter kehakiman selama otopsi jenasah dan hasilanalisisnya, toksikolog forensik akan menginterpretasikan hasil temuannya danmembuat kesimpulan keterlibatan racun dalam tindak kejahatan yang dituduhkan.Sejak awal perkembanganya pemanfaatan serologi / biologi molekuler dalam bidangforensik lebih banyak untuk keperluan identifikasi personal (perunutan identitas individu)baik pelaku atau korban. Sistem penggolongan darah (sistem ABO) pertama kalidikembangkan untuk keperluan penyidikan (merunut asal dan sumber bercak darahpada tempat kejadian). Belakangan dengan pesatnya perkembangan ilmu genetika(analisi DNA) telah membuktikan, bahwa setiap individu memiliki kekhasan sidik DNA,sehingga kedepan sidik DNA dapat digunakan untuk menggantikan peran sidik jari,pada kasus dimana sidik jari sudah tidak mungkin bisa diperoleh. Dilain hal, analisaDNA sangat diperlukan pada penyidikan kasus pembunuhan mutilasi (mayat terpotong-potong), penelusuran paternitas (bapak biologis). Analisa serologi/biologi molekuler dalam bidang forensik bertujuan untuk: - Uji darah untuk menentukan sumbernya (darah manusia atau hewan, atau warna darigetah tumbuhan, darah pelaku atau korban, atau orang yang tidak terlibat dalamtindak kejahatan tersebut) - Uji cairan tubuh lainnya (seperti: air liur, semen vagina atau sperma, rambut,potongan kulit) untuk menentukan sumbernya (“origin”). - Uji imonologi atau DNA individu untuk mencari identitas seseorang Farmasi Forensik Bidang farmasi berada dalam lingkup dunia kesehatan yangberkaitan erat dengan produk dan pelayanan produk untuk kesehatan. Farmasi adalahseni dan ilmu meracik dan menyediaan obat-obatan, serta penyedian informasi yangberhubungan dengan obat kepada masyarakat. Seperti disebutkan sebelumnya,forensik dapat dimengerti dengan penerapan/aplikasi itu pada issu-issu legal, (berkaitandengan hukum). Penggabungan kedua pengertian tersebut, maka forensik Farmasi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu farmasi pada issu-issu legal (hukum)(Anderson, 2000). Farmasis forensik adalah seorang farmasis yang profesinyaberhubungan dengan proses peradilan, proses regulasi, atau pada lembaga penegakanhukum (criminal justice system) (Anderson, 2000). Domain dari forensik farmasi adalahmeliputi, farmasi klinik, aspek asministrativ dari farmasi, dan ilmu farmaseutika dasar.Seorang forensik farmasis adalah mereka yang memiliki spesialisasi berkaitan denganpengetahuian praktek kefarmasian. Keahlian praktis yang dimaksud adalah farmakologiklinik, menegemen pengobatan, reaksi efek samping (reaksi berbahaya) dari obat,review/evaluasi(assessment)terhadap pasien, patient counseling, patient monitoring, sistem distribusi sediaan farmasi dan alat kesehatan, dan lain-lainnya.Seorang forensik farmasis harus sangat terlatih dan berpengalaman dalam mereviewdan menganalisa bukti-bukti dokumen kesehatan (seperti rekaman/catatan medis)kasuskasus tersebut, serta menuangkan hasil analisanya sebagai suatu penjelasanterhadap efek samping pengobatan, kesalahan pengobatan atau kasus lain yangdikeluhkan (diperkarakan) oleh pasien, atau pihak lainya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful