BAB I LAPORAN KASUS

I. Identifikasi Nama Umur Jenis kelamin Agama Kebangsaan Alamat Pekerjaan Masuk Poli : Adi : 19 tahun : Laki-laki : Islam : Indonesia : Jln. Urip Sumuharjo : Mahasiswa : 16 Juni 2012

II. ANAMNESIS Keluhan Utama : Pasien datang dengan keluhan utama gusi kanan bawah belakang bengkak. Sejak 1 minggu yang lalu pasien pernag berobat ke dokter gigi dengan keluhan gusi kanan bawah belakang bengkak. Pasien di beri obat dan disarankan untuk datang kembali 3 hari kemudian. Namun pasien tidak datang untuk kontrol. 1 minggu kemudian, pasien datang ke poli gigi RSMH dengam keluhan yang sama. Pasien tidak mengeluh sakit, nyeri, dan ngilu.
6

Post Dental History :Pasien

pernah

mencabut
gigi 6

gigi

,pasien

pernah menambal

Post Medical History : -

1

Hiperpigmentasi ginggiva region anterior labial kanan atas dan bawah. D/ gangrene pulpa + abses periapikal.K IV.Family History :- III. IO Mukosa bukal. palpasi (+). TP/ pro: konservasi (trepanasi dan medikasi) Regio a. TP/ pro: scalling 2 . palatina. kiri bawah.K Kalkulus di regio a dan e.A. lamina. perkusi (-). V. EO Simetris T. CE (-). e : kalkulus. STATUS LOKALIS GIGI V IV III II I I II III IV V 87654321 12345678 87654321 12345678 V IV III II I I II III IV V 6 : sondase (-).A. T.

fungsi fonasi. Email     Jaringan keras yang mengalami kalsifikasi yang menutupi dentin dari mahkota gigi. nurtisi. 1 Anatomi dan Fisiologi Gigi Geligi Gigi adalah salah satu aksesoris dalam mulut yang mempunyai lima peranan yang sangat penting yaitu sebagai fungsi mengunyah. dan defensif Pada ujung akar gigi terdapat foramen apikal yaitu lubang yang terdapat di ujung akar gigi yang merupakan jalan masuk persyarafan dan pembuluh darah 3 . pembuluh darah. Setiap gigi mempunyai jaringan gigi yang terdiri dari: 1. akar gigi (radix). Dentin    Jaringan yang berasal dari mesenchym Merupakan jaringan ikat yang mengalami kalsifikasi dan jaringan yang terbesar dari gigi Terdiri dari zat anorganik lebih kurang 70% dan zat organic lebih kurang 30% pada canaliculi dentin yang didalamnya terdapat Tomes Fiber 3. leher gigi (cervix). sensoris. Pulpa    Jaringan yang berasal dari mesenchym Pada ronga pulpa bias ditemui saraf. Setiap gigi terdiri daripada tiga bagian iaitu mahkota gigi (corona dentis). 2.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. fungsi estatika. fungsi identifikasi (forensik).fungsi kejiwaan. Berasal dari jaringan ektodermal Berfungsi sebagai menahan daya kunyah/abrasi Terdiri dari zat anorganik lebih kurang 99% sebagai prismata dan zat organik lebih kurang 1 % sebagai substantia pelekat. pem lymphe dan jaringan ikat ( jarang) Fungsi : formatif ( member bentuk).

Fungsi fisikal  Sarung untuk melindungi pembuluh darah. dan nyeri). 4 . Dengan fungsi melekatkan gigi pada periodontal. Cementum Merupakan jaringan tulang dimana jaringan intercellulernya alami kalsifikasi meliputi bagian akar gigi. Ligamentum Periodontal Mempunyai dua Fungsi. yaitu : a. b. tulang dan gingival) dan sensori ( dipersarafi oleh serabut saraf sensori yang berfungsi untuk menghantarkan stimulus sentuhan. tekanan. serabut saraf daripada luka yang di sebabkan oleh tekanan mekanikal. Sumber Nutrisi (memberikan nutrisi kepada cementum.  Sebagai pelekatan gigi kepada tulang  Mempertahankan tisu gingival  Sebagai penyerap tekanan 2. Merupakan cellular atau acellular. Sedangkan bagian-bagian jaringan pendukung gigi adalah sebagai berikut: 1. Berfungsi sebagai penyokong “tooth sockets” 3.pada gigi. Alveolar Processus Adalah bahagian daripada mandibular dan maxilla.

Abses alveolar yaitu abses yang meliputi tulang alveolar. penyebab jelas terdeteksi. 7. mukosa kemerahan. 5. kadang ada pembengkakan ekstraoral. biasanya disebabkan oleh kuman-kuman piogenik. Abses periodontal yaitu abses yang terjadi karena timbulnya peradangan ligament periodontium. fluktuasi. 3. rasa nyeri. Abses vestibuler: abses yang terjadi pada vestibulum oris. rasa nyeri. terkadang mengalami trismus pada region molar maupun premolar. Abses palatum: abses yang terjadi di tulang dan mukosa palatum. sakit. Abses gingival yaitu abses yang terjadinya secara mendadak dan terbatas pada margin gingival. fluktuasi. 1. Macammacam abses yang ada di rongga mulut dan sekitarnya. 4. ada bengkak palatum. palatinal lingual. fluktuasi jelas. 5 . Abses submukosa: abses terdapat pada submukosa baik vestibulum oris. 6.2 Abses Rongga Mulut Abses adalah suatu radang supuratif di dalam tubuh yang berisi pus terjadi karena hancurnya jaringan.II. rasa nyeri. warna merah. gigi. tanda klinis terdapat pada gigi atas. ataupun gingival. 2. biasanya diawali dengan adanya periodontitis. Abses periapikal yaitu abses yang terjadi disekitar ujung akar gigi yang saluran akarnya telah terinfeksi. warna kemerahan.

Karies dentis adalah suatu penghancuran struktur gigi (email. batas pembengkakan jelas. Pada insisi ekstraoral (di kulit) maka garis insisi mengikuti garis langerhans. Dapat bersifat akut maupun sub akut kronis. dan 6 . sehingga timbul rasa nyeri yang hebat. tidak lebih dari 1mm. pada pulpitis terjadi peradangan kamar pulpa yang berisi saraf. Setelah dilakukan drainase atau insisi maka pasien diberikan obat antibiotik (aerob/anaerob). dan keadaan umum kurang baik. Abses subkutan: abses terjadi pada sub kutan. Perjalanan gangrene pulpa dimulai dengan adanya karies yang mengenai email (karies superfisialis). selanjutnya proses berlanjut menjadi karies pada dentin (karies media) yang disertai dengan rasa nyeri yang spontan pada saat pulpa terangsang oleh suhu dingin atau makanan yang manis dan segera hilang jika rangsangan dihilangkan. kadang ada trismus. Terapi abses adalah dilakukan insisi. drainase. Pada pulpitis terdapat lubang lebih dari 1mm. Karies dentin kemudian berlanjut menjadi karies pada pulpa yang didiagnosa sebagai pulpitis. pembuluh darah. dan pempuluh limfe.8. 3 Gangrene Pulpa Gangren pulpa adalah keadaan gigi dimana jaringan pulpa sudah mati sebagai sistem pertahanan pulpa sudah tidak dapat menahan rangsangan sehingga jumlah sel pulpa yang rusak menjadi semakin banyak dan menempati sebagian besar ruang pulpa. dimana terdapat lubang dangkal. Pembengkakan ekstraoral. Sel-sel pulpa yang rusak tersebut akan mati dan menjadi antigen sel-sel sebagian besar pulpa yang masih hidup. II. Proses terjadinya gangrene pulpa diawali oleh proses karies. bila penyebab adalah gigi drainase bisa dilakukan dari ggi (trepanasi) atau dilakukan pencabutan gigi penyebab. jika proses karies berlanjut dan mencapai bagian yang lebih dalam (karies profunda). Maka akan menyebabkan terjadinya gangrene pulpa yang ditandai dengan perubahan warna gigi terlihat berwarna kecoklatan atau keabu-abuan. dentin dan cementum) oleh aktivitas sel jasad renik (mikro-organisme) dalam dental plak.

pada lubang perforasi tersebut tercium bau busuk akibat dari proses pembusukan dari toksin kuman. hasilnya (-). Berdasarkan pemeriksaan klinis. Streptococcus. lalu ditusukkan beberapa kali kedalam karies. Laktobasillus. dimana gigi terlihat berwarna kecoklatan atau keabu-abuan Pada gangrene pulpa dapat disebut juga gigi non vital dimana pada gigi tersebut sudah tidak memberikan reaksi pada cavity test (tes dengan panas atau dingin) dan pada lubang perforasi tercium bau busuk. Kuantitas saliva. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan objektif (extra oral dan intra oral). dalam keadaan demikian terjadi perubahan warna gigi. Pasien tidak merasakan sakit. secara objektif didapatkan : Karies profunda (+). posisi gigi. Pemeriksaan perkusi (-) Dengan menggunakan ujung sonde mulut yang 7 . staphilococus c) Komponen makanan. Etiologi dari gangren pulpa pada dasarnya dimulai oleh terjadinya karies. sedangkan karies gigi disebabkan oleh 4 faktor/komponen yang saling berinteraksi yaitu: a) Komponen dari gigi dan air ludah (saliva) yang meliputi : Komposisi gigi. gigi tersebut baru akan memberikan rasa sakit apabila penderita minum atau makan benda yang panas yang menyebabkan pemuaian gas dalam rongga pulpa tersebut yang menekan ujung saraf akar gigi sebelahnya yang masih vital. Pemeriksaan sonde (-) Dengan menggunakan sonde mulut. yang sangat berperan adalah makanan yang mengandung karbohidrat misalnya sukrosa dan glukosa yang dapat diragikan oleh bakteri tertentu dan membentuk asam d) Komponen waktu MANIFESTASI KLINIS Gejala yang didapat dari pulpa yang gangrene bisa terjadi tanpa keluhan sakit. Ph Saliva. kekentalan saliva b) Komponen mikroorganisme yang ada dalam mulut yang mampu menghasilkan asam melalui peragian yaitu . morphologi gigi.

dimana pada pemeriksaan klinis ditemukan gigi non vital. sondase (-). diketuk-ketuk kedalam gigi yang sakit. jika penderita merasakan aliran listrik pada giginya. hasilnya (-). berarti peradangan telah menyebar ke jaringan tulang dan sekitarnya  Rontgen Gigi Dilakukan untuk mengetahui adanya pembusukan gigi dan menunjukkan apakah penyebaran peradangan telah menyebabkan pengeroposan tulang disekitar akar gigi. KOMPLIKASI Periodontitis merupakan komplikasi dari karies profunda non vitalis atau gangrene pulpa. pasien tidak merasakan sakit.bulat. Untuk menentukan apakah pulpa masih dapat diselamatkan. bukan untuk menentukan apakah pulpa masih sehat. 8 .  Penguji Pulpa Elektrik Alat ini digunakan untuk menunjukkan apakah pulpa masih hidup. bisa dilakukan beberapa pengujian :  Diberi Rangsang Dingin Rangsang dihentikan. berarti pulpa masih hidup  Mengetuk Gigi Jika dengan pengetukan gigi timbul nyeri. meskipun rangsang nyeri sudah dihilangkan atau jika nyeri timbul secara spontan. maka pulpa tidak dapaty dipertahankan. nyeri hilang artinya pulpa sehat. Jika nyeri tetap. karena pada kondisi ini gigi akan menjadi non-vital (gigi mati) sehingga akan menjadi sumber infeksi (fokal infeksi). PENATALAKSANAAN Tindakan yang dilakukan pada gangrene pulpa yaitu ekstraksi pada gigi yang sakit. Pulpa dipertahankan dengan mencabut bagian gigi yang membusuk dan menambalnya. dan perkusi (+).

maka bakteri yang terkandung di dalamnya hampir semuanya merupakan bakteri aerobik. kalkulus pada gigi membuat dental plak melekat pada gigi atau gusi yang sulit dilepaskan hingga dapat memicu pertumbuhan plak selanjutnya.II. terapi khusus yang menghilangkan cementum dan permukaan dentin yang ditumbuhi kalkulus dan mikroorganisme. terutama terdiri dari bakteri anaerobik. yaitu saluran antara gusi dan gigi. kalkulus. Akumulasi plak juga dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi gusi yang gingivitis. Maka plak. Prosedur lain adalah root planing. Karena itu kalkulus disebut juga sebagai penyebab sekunder periodontis. Untuk menghilangkan dental plak dan kalkulus perlu dilakukan scaling atau root planing. Terapi ini selain mencegah inflamasi juga membantu periodontium bebas dari penyakit. Sementara. Plak subgingival. Bakteri anaerobik inilah yang berbahaya bagi gusi dan jaringan yang menempel pada gigi. orang yang mengalami periodontis memiliki deposit kalkulus subgingival. 9 . yang merupakan terapi periodontal konvensional atau non-surgikal. 4 Kalkulus Definisi Karang gigi yang disebut juga kalkulus atau tartar adalah lapisan kerak berwarna kuning yang menempel pada gigi dan terasa kasar. Ketika terjadi plak supragingival. Pada umumnya. dan noda dari permukaan gigi maupun akarnya. yaitu bakteri yang tidak dapat hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen. Jika akumulasi plak terlalu berat. maka dapat menyebabkan periodontis. sering disebut juga sebagai penyebab primer penyakit periodontis. Dental plak merupakan tempat ideal bagi mikroorganisme mulut. Kalkulus dapat terbentuk di atas gusi atau supragingival. yang menimbulkan periodontis. karena terlindung dari pembersihan alami oleh lidah maupun saliva. atau bakteri yang dapat hidup di lingkungan penuh oksigen. Patogenesis Kalkulus terbentuk dari dental plak yang mengeras pada gigi dan menetap dalam waktu yang lama. Prosedur scaling menghilangkan plak. yang dapat menyebabkan masalah pada gigi. atau pada sulcus.

Intra oral : Mukosa bukal. kalkulus di regio a dan e. kiri bawah. Dari pemeriksaan fisik didapatkan : Ekstra oral : simetris TAK. dan ngilu. T.BAB III ANALISIS KASUS Pasien datang dengan keluhan utama gusi kanan bawah belakang bengkak. 1 minggu kemudian. pemberian antibiotik dan analgesik. Hiperpigmentasi ginggiva region anterior labial kanan atas dan bawah. Pasien tidak mengeluh sakit. palatina. Analgesik juga diberikan untuk mengatasi nyeri yang mungkin timbul. TP/ pro: konservasi (trepanasi dan medikasi) Regio a. 10 . nyeri. TP/ pro: scalling Pasien ditatalaksana dengan trepanasi. Status lokalis gigi : 46 : sondase (-). pasien datang ke poli gigi RSMH dengam keluhan yang sama. Sejak 1 minggu yang lalu pasien pernag berobat ke dokter gigi dengan keluhan gusi kanan bawah belakang bengkak. Pasien di beri obat dan disarankan untuk datang kembali 3 hari kemudian. Pasien diminta datang 3 hari kemudian untuk dilakukan observasi dan treatment planning selanjutnya.K. perkusi (-). Namun pasien tidak datang untuk kontrol. Pemberian antibiotik dengan tujuan menghilangkan infeksi sebelum dapat dilakukan konservasi. palpasi (+). e : kalkulus. lamina.A. D/ gangrene pulpa + abses periapikal. CE (-).

com) 4. Atlas Berwarna Kelainan Rongga Mulut Yang Lazim. Jakarta: Hipokrates. 2012. Miller. RSUD Arifin Achmad. Quantum Sinergis Media.wordpress. 2000. Kedokteran Gigi Klinis.DAFTAR PUSTAKA 1. Robert P. http://www.com/2011/11/04/gangren-pulpa/ 11 . (Http://yayanakhyar. Gigi dan Mulut. FK UNRI. Bakar. 3. Abu. Yogyakarta 2. Pekanbaru. Riau. Craig S. Langlais.dokterbook. dkk. Juliyanti. Riri. 2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful