Persamaan Diferensial Biasa adalah persamaan diferensial di mana fungsi yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi

dari variabel bebas tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, namun secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkan orde tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut. Bentuk umum : F ( x, y , y ' , y ' ' ,  , y n ) Contoh :  Y=10x2 dy = 4x dx
3 2  x = y + 2y − 7y

dx = 3y 2 + 4 y − 7 dy

Persamaan diferensial parsial (PDP) adalah persamaan yang di dalamnya terdapat sukusuku diferensial parsial, yang dalam matematika diartikan sebagai suatu hubungan yang mengaitkan suatu fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan fungsi dari beberapa variabel bebas, dengan turunan-turunannya melalui variabel-variabel yang dimaksud. PDP digunakan untuk melakukan formulasi dan menyelesaikan permasalahan yang melibatkan fungsi-fungsi yang tidak diketahui, yang merupakan dibentuk oleh beberapa variabel, seperti penjalaran suara dan panas, elektrostatika, elektrodinamika, aliran fluida, elastisitas, atau lebih umum segala macam proses

Kadang beberapa permasalahan fisis yang amat berbeda memiliki formulasi matematika yang mirip satu sama lain. y ) = 1 3 4 x y + f ( x) + f ( y ) → dgn F ( x) = f ' ( y ) 2  u x = sin x u ( x.yang terdistribusi dalam ruang. y ) = 2 x 3 y 3 + F ( y ) u ( x. Contoh : 2 3  u xy = 6 x y u y ( x. y). Orde adalah turunan tertinggi pada suatu persamaan diferensial. atau terdistribusi dalam ruang dan waktu. u y ) = 0 Dimana x dan y adalah variable bebas. y. u(x. . u x . y). y ) = − cos x + f ( y ) Syarat batas adalah syarat yang diberikan di awal (berhubungan dengan x). Bentuk umum PDP orde satu : F(x. dan u adalah variable tak bebas. y)) = F(x. Solusi PDP adalah fungsi yang memiliki turunan parsial yang muncul dalam persamaan itu yang didefinisikan pada suatu domain persamaan tersebut. u. u x (x. u y (x. y.

Syarat awal adalah syarat yang berkaitan dengan waktu (pada saat awal). t ) = ∑  α n cos t + β n sin t  sin x L L  L n =1  .t)=0 dan syarat awal u(x.16 uxx pada selang 0 ≤ x ≤ 20 dengan syarat batas u(0.4 ∞ cnπ cnπ  nπ  U ( x.0)=0 Penyelesaian : L=20 C = 0. Macam-macam syarat batas : Syarat batas dirichlet Tentukan solusi persamaan gelombang utt=0. t ) = ∑  α n cos t + β n sin t  sin x L L  L n =1  ∞ cnπ cnπ  nπ  U ( x.1sin (0.0)=0. Suatu persamaan diferensial bersama-sama dengan syarat batas disebut suatu Masalah Nilai Batas.3πx) dan ut(x.

0)=0 Penyelesaian .4 U ( x.3πx) + ∑  α n cos t + β n sin t  sin x L0 L0 L L  L n =1  .βm = αm = 20 2  mπ ⋅ ⋅ ∫ 0 ⋅ sin  mπc 20 0  20 20 20  x dx = 0  0.1sin (0.1sin( 0. L=10 C=0. t ) = 0 = u x (10. t ) = α n cos( 0.16 uxx pada selang 0 ≤ x ≤ 10 dengan syarat batas u x (0.2  mπ  ⋅ ∫ sin ( 0.1sin( 0. t ) dan syarat awal u(x.3πx ) sin  x dx 20 0  20  U ( x. t ) = ∫ 0dx + ∫ 0.3πx) cos 10 dx 10 0 L ∞ t 1 cnπ cnπ  nπ  u ( x.3πx ) Syarat batas Neumann Tentukan solusi persamaan gelombang utt=0. t ) = α 0 + ∑ α n e n =1 ∞  nπ  −  kt  L  2  nπ  cos x  L  α0 = 1 φ ( x) dx L∫ 0 2 mπx ∫ φ ( x) cos L dx L0 L 10 L αm = 1 α 0 = ∫ 0.03πt )( 0.3πx) dan ut(x.3πx)dx 10 0 αm = 10 10 2 mπx ∫ 0.1sin(0.0)=0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful