STEP 7 Bangunan yang peka nyeri pinggang ??? Low Back Pain a.

Definisi
Low Back Pain (LBP) adalah rasa nyeri yang terjadi di daerah pinggang bagian bawah dan dapat menjalar ke kaki terutama bagian sebelah belakang dan samping luar. Keluhan ini dapat demikian hebatnya sehingga pasien mengalami kesulitan dalam setiap pergerakan (salah tingkah) dan pasien harus istirahat serta dirawat di rumah sakit. http://alternative-medicine-mes.blogspot.com

b. Klasifikasi - Traumatik dan non traumatik dengan atau tanpa gangguan neurologik - Primer atau sekunder dengan atau tanpa gangguan neurologik - Akut atau kronik dengan atau tanpa gangguan neurologik - Spesifik atau non spesifik dengan atau tanpa gangguan neurologik - Non spesifik atau idiopatik - Mekanikal - Neoplastik - Infeksius - Inflamatorik - Vaskular - Rujukan (referred) Simposium Nyeri Punggung Bawah. UNDIP. 2006 c.
a) Ketegangan otot Ketegangan otot dapat timbul disebabkan oleh sikap tegang yang konstan atau berulang-ulang pada posisi yang sama sehingga akan memendekan otototot yang akhirnya menimbulkan nyeri. Nyeri juga dapat timbul karena regangan yang berlebihan pada perlekatan otot terhadap tulang. b) Spasme / kejang otot Spasme / kejang otot disebabkan oleh gerakan yang tiba-tiba dimana jaringan otot sebelumnya dalam kondisi yang tegang / kaku / kurang pemanasan. Spasme otot ini memberi gejala yang khas, ialah dengan adanya kontraksi otot akan disertai rasa nyeri yang hebat. Setiap gerakan akan memperberat rasa nyeri sekaligus menambah kontraksi. Akan terjadi lingkaran suatu nyeri, kejang atau spasme dan ketidak mampuan bergerak. c) Defisiensi otot Defisiensi otot dapat disebabkan oleh kurangnya latihan sebagai akibat dari tirah baring yang lama maupun immobilisasi. d) Otot yang hipersensitif

Etiologi

Faktor Resiko o Usia meningkat dgn bertambahnya usia o Jenis kelamin: sp 60 th sama. Titik ini bila ditekan akan menimbulkan rasa nyeri bercampur rasa sedikit nyaman (Harsono.  Pemeriksaan fisik menunjukkan otot-otot paraspinal agak spastik di daerah lumbal. 1996). 2006). Karya Tulis Ilmiah Program Studi Fisioterapi Fik Ums 2008 Manifestasi klinis LBP berbeda-beda sesuai dengan etiologinya masing-masing seperti beberapa contoh dibawah ini : 1. tanda-tanda gangguan neurologis tidak ada (Kuntono. LBP akibat sikap yang salah  Sering dikeluhkan sebagai rasa pegal yang panas pada pinggang. . Karya Tulis Ilmiah Program Studi Fisioterapi FIK UMS 2008 d. Manifetasi Klinis Tanda dan gejala nyeri punggung bawah akibat miogenik adalah onset/ waktu timbulnya bertahap. tidak jarang dijumpai adanya noktah picu ini. Unissula . nyeri difus (setempat) sepanjang punggung bawah. lingkup gerak sendi (LGS) terbatas. > 60 th  wanita > tinggi krn osteoporosis o Antropometrik: obesitas dan tubuh tinggi >> o Postur yang salah Kuliah Integrasi Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK. Daerah kecil tadi disebut sebagai noktah picu (trigger point).Otot yang hipersensitif akan menciptakan satu daerah kecil yang apabila dirangsang akan menimbulkan rasa nyeri ke daerah tertentu. Patogenesis e. Dalam pemeriksaan klinik terhadap penderita nyeri punggung bawah (NPB).Low Back Pain. 2008 f. tenderness pada otot-otot punggung bawah. kaku dan tidak enak namun lokasi tidak jelas. namun motalitas tulang belakang bagian lumbal masih sempurna.

• Tidak hilang dengan istirahat dan tidak diperberat oleh gerakan. Gejala ini sering tidak menonjol. 2004) 2.. Rizma. Dapat ditemukan deformitas dan nyeri ketok tulang vertebra. 4. (Sidharta.. demam subfebris. Pada Herniasi Diskus Lumbal • • • • • Nyeri punggung yang onsetnya perlahan-lahan. nyeri punggung bawah juga dapat disebabkan antara lain . diikuti paraparesis yang lambat laun makin memberat. Setelah periode tertentu timbul skiatika atau iskialgia.walaupun hiperfleksi dan hiperekstensi dapat menimbulkan perasaan tidak enak  Lordosis yang menonjol  Tidak ditemukan gangguan sensibilitas.  Kauda ekuina dapat terkena kompresi pada daerah lumbal bila terdapat stenosis kanal lumbal. kakeksia. LBP pada Spondilitis Tuberkulosis  Terdapat gejala klasik tuberkulosis seperti penurunan berat badan. LPB pada Spondilitis Ankilopoetika • Biasanya dirasakan pada usia 20 tahun.  Pada lokasi infeksi sering ditemukan nyeri vertebra/lokal dan menghilang bila istirahat.  Gejala dan tanda kompresi radiks atau medula spinalis terjadi pada 20% kasus (akibat abses dingin)  Onset penyakit dapat gradual atau mendadak (akibat kolaps vertebra dan kifosis)  Diawali nyeri radikular yang mengelilingi dada atau perut. Sering terdapat spasme refleks otot-otot paravertebrata yang menyebabkan nyeri sehingga membuat pasien tidak dapat berdiri tegak secara penuh. Diperhebat oleh aktivitas atau pengerahan tenaga serta mengedan. bersifat tumpul atau terasa tidak enak. dan refleks pada tendon  Foto rontgen lumbosakral tidak memperlihatkan kelainan yang relevan. Adelia.  Penekanan mulai dari bagian anterior sehingga gejala klinis yang muncul terutama gangguan motorik 5. LBP pada Spondilosis  Kompresi radiks sulit dibedakan dengan yang disebabkan oleh protrusi diskus. Menghilang bila berbaring pada sisi yang tidak terkena dengan tungkai yang sakit difleksikan. sering intermiten. DD Selain miogenik. walaupun nyeri biasanya kurang menonjol pada spondilisis  Dapat muncul distesia tanpa nyeri pada daerah distribusi radiks yang terkena  Dapat disertai kelumpuhan otot dan gangguan refleks  Terjadi pembentukan osteofit pada bagian sentral dari korpus vertebra yang menekan medula spinalis. Nyeri Pinggang/Low Back Pain. keringat malam. 3. klonus. batuk atau bersin. hiperrefleksia dan refleks Babinsky bilateral. g. motorik. Priguna. 2007. wala kadang onsetnya mendadak dan berat. spastisitas.

Hal itu akan menyebabkan penyempitan jarak antara corpus vertebra. spondylilisthesis. hobi. thorak. spondilosis dan sebagainya. Anamnesis umum Data yang dapat diperoleh dari anamnesis umum berupa keterangan tentang nama. d) Spondylosis Spondylosis adalah kelainan degeneratif yang menyebabkan hilangnya suktur dan fungsi normal spinal. lokasi dan percepatan degenerasi bersifat individual. dengan atau tanpa keluhan. Proses degeneratif pada regio cervical. yang akhirnya akan mengiritasi akar saraf yang masuk ke foramen intervertebralis sehingga timbul nyeri yang hebat. Anamnesis khusus a. Keluhan utama Ditanyakan untuk mengetahui keluhan pasien. jenis kelamin. nyeri disertai kesemutan pada tungkai. Nucleus pulposus yang tertekan hebat akan mencari jalan keluar dan melalui robekan anullus fibrosus mendorong ligamentum longitudinal terjadilah hernia. Misalnya nyeri pada punggung bawah saat membungkuk. kadang – kadang menjalar ke tungkai. umur. 1981) adanya trauma langsung atau tidak langsung pada diskus intervertebralis akan menyebabkan kompresi hebat dan frakmentasi Nucleus ulposus sehingga anullus menjadi pecah bahkan dapat robek. HNP HNP adalah keluar/menonjolnya nucleus pulposus melalui annulus fibrosus kapsul (Calliet. tergelincir) satu bodi vertebra terhadap vertebra di bawahnya. dan lain-lain. menjalar sampai pada paha bagian belakang. c) Spondylolisthesis Spondylolisthesis adalah kelainan yang disebabkan perpindahan ke depan (masuk. Anamnesis dapat dikelompokkan menjadi: 1. agama. a. b. Anamnesis Anamnesis adalah pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab kepada pasien maupun dengan keluarga pasien. Untuk selanjutnya akan dijelaskan tentang penyakitpenyakit tersebut sebagai pembanding timbulnya nyeri punggung bawah miogenik yaitu : a. Walaupun peran proses penuaan adalah penyebab utama. atau lumbal dapat mempengaruhi discus intervertebral dan sendi facet (Kalim et al. 2. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Fisioterapi Fik Ums 2008 h. pekerjaan.oleh : Hernia Nucleus Pulposus (HNP). lumbal spinal stenosis. Riwayat penyakit sekarang Mencakup tentang keluhan pasien sehingga berupaya mencari pelayanan Diagnosis . dan alamat pasien. 1996). Tersering L4-L5. b) Lumbal spinal stenosis Spinal stenosis adalah penyempitan kanal spinal dengan kompresi saraf. Kelainan yang menyebabkan stenosis pada spinal adalah perubahan hypertrophic degenerative dari facet dan penebalan ligementum flavum.

konsentrasi. muskuloskeletal. e. Pemeriksaan kognitif. berubah posisi dari terlentang kemudian miring ke kiri maupun ke kanan dan tengkurap tanpa bantuan orang lain. lordosis. sistem kardiovaskuler. e. b. Adakah nyeri tekan. dan riwayat pengobatan. Anamnesis sistem Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya keluhan atau gangguan yang menyertai pada kepala. (3) pernafasan. organ dalam. Pemeriksaan fungsional dan lingkungan aktivitas Pemeriksaan fungsional bertujuan untuk mengetahui kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Inspeksi Inspeksi adalah pemeriksaan dengan cara melihat dan mengamati. Interpersonal meliputi kemampuan dalam memahami. (2) denyut nadi. c. mimik wajah pasien sewaktu datang terlihat kesakitan atau tidak. serta dapat diketahui temperaturnya. dan lain-lain. dan dukungan keluarga terhadap kesembuhan pasien. d.ke fisioterapi. (4) temperatur. Pemeriksaan obyektif yang dilakukan meliputi : a. benjolan di punggung bawah. spasme otot. orientasi ruang dan waktu. postur tubuh yang tidak normal (skoliosis. serta mengetahui ada tidaknya gangguan . Intrapersonal meliputi kemampuan pasien dalam berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Pasien diminta menceritakan awal serta waktu terjadinya keluhan. pemecahan masalah. Perlu tidaknya bantuan kepada pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Riwayat pribadi Berhubungan dengan hobi dan aktivitas sehari hari pasien yang memungkinkan munculnya berbagai keluhan pasien. urogenital. faktor yang memperberat atau memperingan. Pemeriksaan vital sign Pemeriksaan vital sign meliputi : (1) tekanan darah. dan lain-lain. bagaimana kualitasnya. kapan terjadinya. membungkukkan badan kedepan dan kebelakang. gastrointestinal. Palpasi Palpasi adalah pemeriksaan dengan cara memegang. Riwayat penyakit dahulu Berisikan tentang riwayat penyakit yang pernah dialami sebelum penyakit sekarang. dan kiposis). Misalnya pernahkah dulu mengalami masalah dengan punggung. tempat keluhan. d. dan persarafan. Mampukah pasien berjongkok-berdiri. Pada kondisi ini yang perlu diperhatikan meliputi adakah gangguan berjalan. inter dan intra personal Kognitif meliputi komponen atensi. bertahan saat duduk dan berdiri lama. Riwayat keluarga Meliputi adakah anggota keluarga yang pernah mengalami penyakit serupa. Kita tanyakan usaha-usaha apa saja yang sudah dilakukan pasien guna menyembuhkan penyakitnya. menekan dan meraba bagian pasien yang mengalami gangguan. 3. benjolan pada punggung bawah. menerima keadaan dirinya dan sebagainya. apakah menggunakan alat bantu ataupun korset. respiratori. memori. c.

dan rotasi. dan lateral fleksi) dengan melawan tahanan terapis. Llingkungan rumah pasien apakah ada trap-trapan . Pemeriksaan gerak pasif Pasien pada posisi duduk. Dari pemeriksaan ini informasi yang dapat kita peroleh yaitu ada tidaknya keterbatasan lingkup gerak sendi. Dengan dikenalnya kelompok otot yang aktif pada pola gerakan tertentu. ekstensi. 3) Gerak rotasi Pada posisi berdiri. rumah sakit yang dapat mendukung kesembuhan pasien. maka sumber nyeri terletak pada otot atau tendonnya. gerakan kompensasi atau subtitusi. Pengukuran lingkup gerak sendi Pengukuran lingkup gerak sendi dilakukan dengan mid line. rileks. Pemeriksaannya antara lain : a. keterbatasan lingkup gerak sendi. dan lainlain. end feel. Untuk lingkungan aktifitas meliputi segenap kondisi lingkungan rumah. pasien diminta menggerakan secara aktif dengan membungkukkan badan ke depan untuk gerakan fleksi dan gerak ekstensi pasien dengan membungkukkan badan ke belakang. terapis menggerakan badan/tubuh pasien ke arah fleksi. maka sumber nyeri tendomiogenik dapat ditentukan. Dari pemeriksaan gerak aktif (fleksi-ekstensi. 2) Gerak lateral fleksi Pada posisi berdiri. Pemeriksaan gerak dasar a. Pemeriksaan gerak aktif Pada pemeriksaan gerak aktif apabila pada suatu pola gerakan dapat membangkitkan nyeri. Pemeriksaan spesifik Pemeriksaan spesifik dilakukan untuk melengkapi informasi yang belum jelas pada pemeriksaan fungsional dasar. Nyeri yang muncul biasanya merupakan kelainan/gangguan pada kapsul ataupun sendi. gerakan dilakukan dengan cepat tanpa kesulitan ataukah dengan bantuan dan lambat. . eksensi. dan provokasi nyeri. lateral fleksi. Pemeriksaan gerakannya sabagai berikut : 1) Gerak fleksi-ekstensi Pada posisi berdiri. pasien diminta menekuk badan ke samping kanan dan kiri. menggunakan WC jongkok atau duduk. Pasien berdiri. terlebih lagi gerakan isometrik melawan tahanan.tidur. tetapi tidak menutup kemungkinan nyeri berasal dari otot/tendo yang mengalami kontraktur/memendek karena terulur. pasien diminta merotasikan/memutar badan ke kanan dan kiri. c. b. dan rotasi) dapat diperoleh informasi antara lain : ada tidaknya rasa nyeri pada lumbal. Cara membangkitkan nyeri dengan gerak isometrik adalah sama seperti melakukan tes kekuatan otot dimana pasien diminta untuk melakukan gerakan aktif (fleksi. Gerakan isometrik melawan tahanan Otot / tendo jika mengalami iritasi / gangguan / kelainan akan terasa nyeri saat melakukan gerakan aktif. lateral fleksi.

sinar infra merah. Pemeriksaan nyeri Pemeriksaan nyeri pada kasus ini parameter yang digunakan adalah Verbal Descriptive Scale (VDS). atau spray stretch pada suatu ` trigger point ` untuk mengurangi spasmus otot dan merangsang peregangan Nyeri pinggang mekanik kronik: · Latihan peregangan otot pinggang dan otot hamstring serta penguatan otot perut/dinding abdomen dan gluteus maksimus · Pemanasan setempat. · Konservatif -. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Fisioterapi Fik Ums 2008 i. pemanasan setempat (terapi panas superfisial: kompres hangat. Spondilitis tuberkulosa: · Tuberkulostatika. trankuilizer/ relaksan otot 2) Langkah ke dua. begitu juga dilakukan pada sisi yang kiri. Setelah itu pasien diminta untuk melakukan gerakan side fleksi kanan. . (6) skala 6 = nyeri berat. apakah ada perbedaan antara kanan dan kiri. b. (2) skala 2 = nyeri sangat ringan. bantal nemanas. yaitu : (1) skala 1 = tidak terasa nyeri. Pada gerakan side fleksi. anti inflamasi. pengukuran dilakukan dengan meletakkan mid line pada ujung jari tengah. disusul mobilisasi dengan korset/brace selama 46 minggu.terapis meletakkan mid line dengan patokan Vc7 dan Vs1 untuk gerakan fleksi ekstensi. TENS. Apabila ada perbedaan antara kanan dan kiri berarti ada keterbatasan LGS pada salah satu sisi (International Standard Orthopaedic Measurements. Penatalaksanaan 1). 1975). Nyeri pinggang mekanik akut Tirah baring total 2448 jam. Pasien diminta untuk menunjukan tingkat nyeri yang dirasa seperti dengan penjelasan yang telah diberikan oleh terapis. (3) skala 3 = nyeri ringan . VDS merupakan suatu metode pengukuran tingkat nyeri dengan menggunakan tujuh skala penilaian. ukur jaraknya dari ujung jari tengah sampai lantai. anestesi lokal dengan atau tanpa kortikosteroid. relaksasi dan biofeedback. kemudian ukur jarak normal (berdiri tegak) dari ujung jari tengah sampai lantai. disusul operasi 2-3 minggu kemudian. 1975). (7) skala 7 = nyeri hampir tak tertahankan. terapi panas dalam: diatermi. Normalnya selisih antara posisi normal dengan posisi fleksi atau ekstensi rata-rata sekitar 10cm atau 4 inchi (International Standard Orthopaedic Measurements. Fraktur kompresi: · Operatif. spray stretch.tirah baring 4--6 minggu bila faktur stabil dan tirah baring 68 minggu bila f aktur tidak stabil. TENS (transcutaneus electric nerve stimulation). akupunktur · Reconditioning. (4) skala 4 = nyeri tidak begitu berat. anestesi lokal dengan atau tanpa kortikosteroid. (5) skala 5 = nyeri cukup berat. Pasien diminta melakukan gerakan fleksi dan ekstensi trunk dan ukur berapa jarak Vc7 – Vs1 dalam posisi normal (berdiri tegak). Langkah pertama Pemberian obat-obat analgetika.

3) Langkah ke tiga. dan usaha pencegahan http://elearning-po. diberi matras tipis (kedua tungkai sebaiknya diganjal dengan bantal di bawah lutut) selama 1--6 minggu.id/ j. Spondilosis: · Tirah baring yang dilanjutkan dengan latihan-latihan. · Hipnoterapi dan lain-lain. · Injeksi steroid epidural. TENS. • Adanya gangguan otonom. dengan indikasi : • Kegagalan pengobatan konservatif. • Adanya kelemahan yang nyata dari sekelompok otot dan/ atau fenomena kompresi radiks pada EMG. diatermi) · Traksi pelvis (manual. Nyeri psikogenik · Anti cemas/trankuiliser. k. nasehat-nasehat. • Adanya gangguan neurologik yang progresif. diatermi). umumnya sembuh dalam beberapa minggu jika dilakukan tindakan terapi secara dini (R. Tirah Baring sedikitnya 2 hari menunjukkan efektifitas dalam mengurangi nyeri punggung. · Relaksasi dan biofeedback · Psikoterapi. intermiten) · TENS (transcutaneus electric nerve stimulation) · Operatif (dekompresi) : laminektomi. Wirawan.ac. foraminotomi. Komplikasi Prognosis Kelainan nyeri punggung bawah miogenik ini prognosisnya baik. · Terapi fisik yang meliputi terapi panas (sinar infra merah. traksi pelvis (manual. tirah baring yang terlalu lama akan menghambat penyembuhan akibat kurangnya nutrisi diskus · Latihan-latihan pasif sedini mungkin. · Kemonukleolisis dengan enzim proteolitik. misalnya kemopapain · Operatif (dekompresi. Ketika nyeri berkurang.unp. pasien dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik ringan. · Mobilisasi: pada permulaan dilakukan dengan bantuan korset lumbal untuk mencapai kurve fisiologis tulang belakang.B. dan aktifitas mulai ditingkatkan setelah beberapa hari selama . atau estrogen pada wanita yang sudah menopause. · Obat-obatan misalnya kalsium. ` dysfragment excision' Hernia nukleus polposus : · Tirah baring pada alas tidur yang keras. 2004). kalsitonin. · Pemasangan korset. · Terapipanas (sinar infra merah. • Pengobatan konservasi berhasil.Osteoporosis: · Latihan-latihan. · Anti depresan bila terjadi depresi. biasanya pada hari ke dua atau tiga setelah serangan. 'namun sering kambuh kembali. Melakukan evaluasi aktivitas pramorbid. Strain otot membaik dengan mengendalikan aktifitas fisik. intermiten).

Faktor Resiko A. Dapat dirubah  Pekerjaan dan aktivitas  Olahraga yg tidak teratur  Merokok  Berat badan berlebih  Batuk lama dan berulang (Nyeri Punggung Bawah.cedera ringan berulang akibat sekunder dari aktivitas membungkuk dan mengangkat berat. Etiologi • Banyak kasus dapat dikaitkan dengan trauma.Jilid 2.nyeri tidak bertambah (Mirawati. Definisi Suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nucleus pulposus mengalami penonjolan ke dalam kanalis spinalis. Tidak dapat dirubah  Umur  Jenis kelamin  Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya B.baik cedera berat akut atau yang lebih sering.FKUI c. PERDOSSI) . PERDOSSI) b. Karya Tulis Ilmiah Program Studi Fisioterapi Fik Ums 2008 HNP (Hernia Nukleus Pulposus) a. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. 2006). (Nyeri Punggung Bawah. • Faktor lainnya adalah perubahan degeneratif pada diskus yang terjadi proses penuaan yaitu penciutan nukleus pulposus alibat berkurangnya komponen air dan penebalan anulus fibrosus.

FKUI • • • • • • • f. Iskialgia disertai rasa baal dan kesemutan yang menjalar kebagian kaki yang dipersarafi oleh serabut saraf sensorik radiks yang terkena.Jilid 2. Setelah periode waktu tertentu.walaupun kadangkadang nyeri tersebut onsetnya mendadak dan berat. Kompresi kauda equina dapat timbul dengan paraparesis danhilangnya tonus sfingterpada keadaan yang tidak lazim dimana protrusi diskus sentral terjadi dengan adanya kanalis spinalis yang sempit pada regio lumbal.bersifat tumpul atau terasa tidak enak .nyeri yang khas ditimbulkan dengan elevasi 30-40 derajat .kelemahan otot dan gangguan refleks dapat terjadi. Sering terdapat spasme otot-otot paravertebra yang menyebabkan nyari dan membuat pasien tidak dapat berdiri tegak secara penuh.batuk atau bersin. Diagnosis o Ro polos: • tidak dapat memvisualisasi diskus yang mengalami herniasi atau elemen-elemen musculo-ligamen dari spinal • Hanya menunjukkan tulang.timbul nyeri pinggul dan sisi posterior atau posterolateral paha serta tungkai sisi yang terkena (skiatika atau iskialgia). Manifestasi Klinis • Keluhan awal biasanya nyeri punggung bawah yang onsetnya perlahanlahan. Tes laseque yaitu tungkai lurus diangkat pada posisi pasien berbaring terlentangpada pasien dengan skiatika. Nyeri menghilang bila berbaring pada sisi yang tidak terkena dengan tungkai yang sakit difleksikan. Nyeri ini terjadi akibat regangan ligamentum longitudinalis posterior. yang bukan merupakan sumber nyeri o MRI: diagnosa ditegakkan dengan MRI . KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. Patogenesis e.karena discus itu sendiri tidak memiliki serabut nyeri.d.Akhirnya defisit sensorik. Nyeri khas diperberat oleh aktivitas atau pengerahan tenaga serta mengedan.sering intermiten.

Diagnosis Banding • Strain lumbal  Pd keadaan ini nyeri timbul saat pasien berdiri dan gerakan memutar. Rematik  Biasanya nyri dirasakan lebih berat pada pagi hari dan berangsur2 berkurang pada siang dan sore hari. Nyeri lebih hebat krn pd posisi berbaring tekanan vena meningkat di daerah pelvis.Low Back Pain. (Nyeri Punggung Bawah. Unissula . 2008 g.Kuliah Integrasi Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK. Penatalaksanaan • Pasien dengan simtom nyeri yang ringan dianjurkan : o o o o o o o Menghindari membungkuk atau mengejan Mengatur sikap tubuh Tirah baring bila terasa nyeri Menghindari aktivitas nyeri Aplikasi panas untuk daerah pinggang Menggunakan analgetika bila diperlukan Melakuak latihan untuk memperkuat otot2 erektor spine dan otot2 abdominal . Sedangkan pada HNP nyerinya muncul pada posisi dimana tjd peningktan tekanan intradiskal misalnya duduk atau membungkuk. PERDOSSI) h. • Tumor  • Biasanya nyeri pada waktu malam hari dan posisi berbaring.

. Quadriceps Dropfoot Nyeri yg progresif Impairment neurologik lain (Simposium Nyeri Punggung Bawah. Pada pasien yg dioperasi 90% akan membaik terutama nyeri tungkai. tetapi kemugkinan terjadinya kekambuhan adalah 5% dan bisa pada level diskus yg sama atau berbeda. misalnya diazepam Menggunakan antiinflamasi. • Traksi pelvis umumnya belum terbukti efektif.o • Menggunakan korset lumbal untuk mencegah pergerakan yang eksesif Pasien dengan simtom nyeri yang sangat berat dianjurkan : o o o o o o Bed rest yang strict pada bed yang firm Mengatur posisi tidur atau berbaringnya paling enak Menggunakan supporting board dibawah mattress Menggunakan analgetika secara regular Menggunakan antispasme. selanjutnya pasien mengikuti anjuran untuk simtom nyeri yang ringan. Semarang) i. Prognosis Sebagian besar pasien akan membaik dalam 6 minggu dng terapi konservatif. FK UNDIP. Sebagian kecil akan berkembang mjd kronik meskipn sudah diterapi. maka perlu pembedahan segera Kompresi radiks plus paresis m. kecuali untuk memaksa pasien melakukan tirah baring yang strict • Indikasi pembedahan :       Terapi konservatif gagal. misalnya aspirin atau AINS • Bila kemudian simtom menjadi membaik maka dilakukan mobilisasi dalam beberapa hari kemudian. dapat dilakukan operasi elektif Midline disk compresses the cauda equina.

PERDOSSI) .(Nyeri Punggung Bawah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful