JUDUL : REGULASI (REGISTRASI DAN PRAKTEK KEPERAWATAN) 1.

DEFINISI Regulasi keperawatan (regristrasi & praktik keperawatan) adalah kebijakan atau ketentuan yang mengatur profesi keperawatan dalam melaksanakan tugas profesinya dan terkait dengan kewajiban dan hak. Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik milik pemerintah maupun non pemerintah. Perawat yang telah terdaftar diizinkan memakai sebutan registered nurse. Untuk dapat terdaftar, perawat harus telah menyelesaikan pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengan nilai yang diterima. Izin praktik maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu atau dua tahun. Undang – undang praktik keperawatan sudah lama menjadi bahan diskusi para perawat. PPNI pada kongres Nasional keduanya di Surabaya tahun 1980 mulai merekomendasikan perlunya bahan-bahan perundang-undangan untuk perlindungan hukum bagi tenaga keperawatan. Tidak adanya undang-undang perlindungan bagi perawat menyebabkan perawat secara penuh belum dapat bertanggung jawab terhadap pelayanan yang mereka lakukan. Tumpang tindih antara tugas dokter dan perawat masih sering terjadi dan beberapa perawat lulusan pendidikan tinggi merasa frustasi karena tidak adanya kejelasan tentang peran, fungsi dan kewenangannya. Hal ini juga menyebabkan semua perawat dianggap sama pengetahuan dan ketrampilannya, tanpa memperhatikan latar belakang ilmiah yang mereka miliki. 2. KLASIFIKASI Dalam masa transisi professional keperawatan di Indonesia, sistem pemberian izin praktik dan registrasi sudah saatnya segera diwujudkan untuk semua perawat baik bagi lulusan SPK, akademi, sarjana keperawatan maupun program master keperawatan dengan lingkup praktik sesuai dengan kompetensi masing-masing. Pengaturan praktik perawat dilakukan melalui Kepmenkes nomor 1239 tahun 2001 tentang Registrasi dan Praktik Perawat, yaitu setiap perawat yang melakukan praktik di unit pelayanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta diharuskan memiliki Surat Izin Praktik (SIP) dan Surat Izin Kerja (SIK). Pengawasan dan pembinaan terhadap praktik pribadi perawat dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat Propinsi, Kabupaten sampai ke tingkat puskesmas. Pengawasan yang telah dilakukan selama ini oleh pemerintah (Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur) belum sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1239 tahun 2001.

1. . keluarga. Mengetahui definisi dan tujuan praktik keperawatan 2. Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan system klien dan tenaga kesehatan lain dalam membrikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan. TUJUAN Adapun tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah RUU praktik keperawatan. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. termasuk praktik keperawatan individual dan berkelompok. Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah. SIK adalah bukti tertulis yang diberikan perawat untuk melakukan praktek keperawatan disarana pelayanan kesehatan. Mengetahui isi Undang-Undang yang ada di Indonesia yang berkaitan dengan praktik keperawatan 5. Pengaturan penyelenggaraan praktik keperawatan bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan. Didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan 4. Mengetahui tugas pokok dan fungsi Keperawatan dalam RUU Keperawatan Tujuan Praktik Keperawatan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik perwat perorangan atau bekelompok. Standar profesi yaitu pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik.   SIP adalah suatu bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaan keperawatan diseluruh wilayah indonesia oleh departemen kesehatan. kelompok. Mengetahui pentingnya Undang-undang Praktik Keperawatan terkait dengan profesi 3. 3.

perawat mempunyai hak & tindakan keperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku perlu ada ketetapan hukum yang mengatur hak & kewajiban seseorang yang berhubungan erat dengan tindakannya perawat sebagai tenaga kesehatan diatur dalam: 1. UU No. PP No. 13 Tahun 2002 Tentang Pengangkatan PNS Dalam Jab. 43 Th. PENJELASAN Aspek legal atau hukum.4. SKB MENKES-KABKN NO. legal=sah. 12 Tahun 2002 Tentang Perubahan PP 99 Th 2000 Kenaikan Pangkat PNS 14. pemindahan dan pemberhentian PNS 15.10 th 2002 Tentang Jabatan 5. Pentingnya Undang-Undang Praktik Keperawatan. 2007 Tentang Tunjangan Fungsional Tenaga Kesehata 7. 138 Tahun 2002 Tentang Penghargaan Pegawai Negeri Sipil 5. PP No. PP No. 54 Th. UU No. 099 Tahun 2000 Tentang Kenaikan Pangkat PN 13. 23 Tentang Kesehatan 2. 12 Tahun 2002 Tentang Kenaikan Pangkat PNS 9. aspek legal dalam keperawatan =sah. 43 Tahun 2007 Tentang PHD Menjadi PNS 12.733-SKB-VI-2002 NO. Kudus No. PERPRES No. 26 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Struktural 8. Perda Kab. PP No. 13 Tahun 2007 Tentang Penetapan Pensiun Pokok 11. . 1999 Tentang POKOK2 KEPEGAWAIAN 6. PP No. PP Nomor 09 Tahun 2003 Tentang Pengangkatan. 11 Tahun 2004 Tentang Retribusi Pelayanan Tenaga Kesehatan 4. PP Nomor 32 Tentang Tenaga Kesehatan 3. PERPRES No. PP No. KEPMENPAN No. Ada beberapa alasan mengapa Undang-Undang Praktik Keperawatan dibutuhkan. Struktural 10.

dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. 6. UUD 1945. Hal ini karena pertama. menyebutkan bahwa tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya. hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu. Pasal 32. Keperawatan sebagai profesi memiliki karateristik yaitu. Keperawatan merupakan salah satu profesi dalam dunia kesehatan . Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan derajat kesehatan. secara eksplisit menyebutkan bahwa pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan atau ilmu keperawatan. Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum.Pertama. ke paradigma sehat yang lebih holistik yang melihat penyakit dan gejala sebagai informasi dan bukan sebagai fokus pelayanan (Cohen. pengendalian terhadap standar praktik. adanya kelompok pengetahuan (body of knowledge) yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan. dunia keprawatan di Indonesia sangat memprihatinkan . Ketiga. Sedang pasal 53. 1996). bertanggungjawab dan bertanggungugat terhadap tindakan yang dilakukan. bahkan cenderung menjadi objek hukum. Sebagai profesi. PPNI mendorong disahkannya Undang-Undang Praktik Keperawatan Dalam peringatan Hari Perawat Sedunia ini Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) lebih mendorong disahkannya Undang-Undang Praktik Keperawatan. tentunya pelayanan yang diberikan harus professional. pasal 5. Demikian Juga UU Nomor 23 tahun 1992. memperoleh pengakuan masyarakat karena fungsi mandiri dan kewenangan penuh untuk melakukan pelayanan dan asuhan keperawatan yang beriorientasi pada kebutuhan sistem klien . pendidikan yang memenuhi standar dan diselenggarakan di Perguruan Tinggi. serta memperhatikan kode etik dan moral profesi agar masyarakat menerima pelayanan dan asuhan keperwatan yang bemutu.Fenomene “gray area” pada berbagai jenis dan jenjang keperawatan yang ada maupun dengan profesi kesehatan lainnya masih sulit dihindari. memilih profesi keperawatan sebagai karir seumur hidup. Hal ini karena adanya pergeseran paradigma dalam pemberian pelayanan kesehatan. alasan filosofi. alasan yuridis. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan semakin meningkat. menyebutkan bahwa Presiden memegang kekuasaan membentuk Undang-Undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. sehingga perawat/ners harus memiliki kompetensi dan memenuhi standar praktik keperawatan. dari model medikal yang menitikberatkan pelayanan pada diagnosis penyakit dan pengobatan. alasan sosiologis. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta. dan. Kedua. Tetapi bila kita lihat realita yang ada.

Tenaga sarjana meliputi dokter. UU No. fleksibilitas. universal. keluarga. perlu diatur sistem registrasi. keadilan. Konsil Keperawatan melalui uji kompetensi akan membatasi pemberian kewenangan melaksanakan praktik keperawatan hanya bagi perawat yang mempunyai pengetahuan yang dipersyaratkan untuk praktik. Sistem registrasi. Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum. termasuk bidan dan asisten farmasi dimana dalam menjalankan tugas dibawah pengawasan dokter. Kewenangan yang dimiliki berimplikasi terhadap kesediaan untuk digugat. terampil. Oleh karena itu. UU ini membedakan tenaga kesehatan sarjana dan bukan sarjana. Ketiga. Tenaga perawat termasuk dalam tenaga bukan sarjana atau tenaga kesehatan dengan pendidikan rendah. karena Konsil Keperawatan Indonesia yang kelak ditetapkan dalam Undang Undang Praktik Keperawatan akan menjalankan fungsinya. dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. lingkup profesi yang jelas. pasal 10 antara lain menyebutkan bahwa pemerintah mengatur kedudukan hukum. Kedua. berdisiplin. keterwakilan yang seimbang. 9 tahun 1960. Undang-Undang ini memiliki tujuan. efisiensi dan keselarasan. perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan derajat kesehatan. kepentingan bersama berbagai pihak (masyarakat. UU ini merupakan penjabaran dari UU No. tentang pokok-pokok kesehatan Bab II (Tugas Pemerintah). semangat pengabdian yang tinggi. apabila perawat tidak bekerja sesuai standar dan kode etik. 1. 2002). 6 tahun 1963 tentang Tenaga Kesehatan. UU No. kreatif. Perawat juga memiliki kompetensi keilmuan. lisensi dan sertifikasi ini akan meyakinkan masyarakat bahwa perawat yang melakukan praktik keperawatan mempunyai pengetahuan yang diperlukan untuk bekerja sesuai standar. . 2.(individu. Pada keadaan tertentu kepada tenaga pendidikan rendah dapat diberikan kewenangan terbatas untuk menjalankan pekerjaannya tanpa pengawasan langsung. 9 tahun 1960. sikap rasional. serta kesetaraan dan kesesuaian interprofesional (WHO. optimalisasi profesi. profesi. Undang-Undang yang ada di Indonesia yang berkaitan dengan praktik keperawatan. etis dan profesional. dokter gigi dan apoteker. lisensi dan sertifikasi yang ditetapkan dengan peraturan dan perundangundangan. berbudi luhur dan dapat memegang teguh etika profesi. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta. wewenang dan kesanggupan hukum. Disamping itu. pemerintah dan pihak terkait lainnya). kemutlakan profesi. Sistem ini akan melindungi masyarakat dari praktik perawat yang tidak kompeten. kewenangan penuh untuk bekerja sesuai dengan keilmuan keperawatan yang dipelajari dalam suatu sistem pendidikan keperawatan yang formal dan terstandar menuntut perawat untuk akuntabel terhadap keputusan dan tindakan yang dilakukannya. kelompok dan komunitas. dokter gigi dan apoteker. bahkan cenderung menjadi objek hukum.

sedangkan tenaga keperawatan secara resmi tidak diijinkan. Peraturan ini boleh dikatakan kurang relevan atau adil bagi profesi keperawatan. Yang perlu diperhatikan bahwa dalam UU ini. ayat (3) dijelaskan bahwa tenaga kesehatan sarjana muda. No. tanggal 4 November 1986. SK Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. Dalam SK ini.3. Dalam sisitem ini dijelaskan bahwa tenaga keperawatan dapat naik jabatannya atau naik pangkatnya setiap dua tahun bila memenuhi angka kredit tertentu. 94/Menpan/1986. UU ini untuk saat ini sudah tidak sesuai dengan kemampuan pemerintah dalam mengangkat pegawai negeri. apa sangsinya bila seseorang tidak menjalankan wajib kerja dan lain-lain. 5. suatu hal yang perlu dicatat disini bahwa tenaga bidan tidak lagi terpisah tetapi juga termasuk katagori tenaga keperawatan. Penatalaksanaan wajib kerja juga tidak jelas dalam UU tersebut sebagai contoh bagaimana sistem rekruitmen calon peserta wajib kerja. 363/Menkes/Per/XX/1980 tahun 1980 Pemerintah membuat suatu pernyataan yang jelas perbedaan antara tenaga keperawaan dan bidan. maka seyogyanya perawat harus dibebaskan dari pelayanan kuratif atau pengobatan utnuk benar-benar melakukan nursing care. sehingga dari aspek profesionalisasian. menengah dan rendah wajib menjalankan wajib kerja pada pemerintah selama 3 tahun. Bila memang secara resmi tidak diakui. perawat rasanya masih jauh dari kewenangan tanggung jawab terhadap pelayanannya sendiri. 262/Per/VII/1979 tahun 1979 Membedakan paramedis menjadi dua golongan yaitu paramedis keperawatan (temasuk bidan) dan paramedis non keperawatan. lagi posisi perawat dinyatakan sebagai tenaga kerja pembantu bagi tenaga kesehatan akademis termasuk dokter. 4. tenaga keperawatan yang dimaksud adalah : Penyenang . Kita ketahui negara lain perawat diijinkan membuka praktik swasta. Pada pasal 2. tenaga kesehatan yang dimaksud pada pasaal 2 memiliki kedudukan sebagai pegawai negeri sehingga peraturan-peraturan pegawai negeri juga diberlakukan terhadapnya. Bidan seperti halnya dokter. UU Kesehatan No. Permenkes. tentang jabatan fungsional tenaga keperawatan dan sistem kredit point. Dokter dapat membuka praktik swasta untuk mengobati orang sakit dan bidang dapat menolong persalinan dan pelayanan KB. Dalam pasal 3 dijelaskan bahwa selama bekerja pada pemerintah. Dari aspek hukum. 14 tahun 1964. diijinkan mengadakan praktik swasta. tentang Wajib Kerja Paramedis. SK Menkes No. Dalam bidang kuratif banyak perawat harus menggatikan atau mengisi kekurangan tenaga dokter untuk menegakkan penyakit dan mengobati terutama dipuskesmas-puskesma tetapi secara hukum hal tersebut tidak dilindungi terutama bagi perawat yang memperpanjang pelayanan di rumah. 6.

Kesehatan. kewenangan. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter. nasehat. Mendorong para pengambil kebijakan dan elemen-elemen yang terkait lainnya untuk memberikan perhatian dan dukungan pada model praktik keperawatan komunitas. Lingkup praktik keperawatan meliputi :      Memberikan asuhan keperawatan pada individu. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas. 7. pelayanan KB. Sistem ini menguntungkan perawat. Beberapa pernyataaan UU Kes. 23 Th. yang sudah mencapai golingan II/a. dalam rangka penyelesaian masalah kesehatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan sistem klien. pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat/resep. . UU Kesehatan No. kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks. 7. Pengaturan penyelenggaraan praktik keperawatan bertujuan untuk :      Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan. karena dapat naik pangkatnya dan tidak tergantung kepada pangkat/golongan atasannya. 23 Tahun 1992. konseling. Pasal 50 ayat 1 menyatakan bahwa tenaga kesehatan bertugas menyelenggarakan atau melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian dan kewenangannya Pasal 53 ayat 4 menyatakan tentang hak untuk mendapat perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan. 8. Sarjana Muda/D III Keperawatan dan Sarjana/S1 Keperawatan. No. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat. hak-hak pasien. 1992 yang dapat dipakai sebagai acuan pembuatan UU Praktik Keperawatan adalah : Pasal 53 ayat 4 menyebutkan bahwa ketentuan mengenai standar profesi dan hak-hak pasien ditetapkan dengan peraturan pemerintah.maupun perlindungan hukum bagi profesi kesehatan termasuk keperawatan. Mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi yang dapat memberikan jaminan pada penyelenggaraan praktik keperawatan komunitas yang profesional. Mendorong terbentuknya sistem monitoring dan evaluasi yang efisien dan efektif. Memberikan tindakan keperawatan langsung. Merupakan UU yang banyak memberi kesempatan bagi perkembangan termasuk praktik keperawatan profesional karena dalam UU ini dinyatakan tentang standar praktik. Memberikan pelayanan keperawatan di sarana kesehatan dan tatanan lainnya. pendidikan. imunisasi. keluarga. Pengatur Rawat/Perawat Kesehatan/Bidan.

6%) 2. Memperlakukan tindakan pengobataban di dalam maupun luar gedung puskesmas (97. . Pasal Krusial dalam Kepmenkes 1239/2001tentang praktek keperawatan : 1. 11. Membuat resep obat (93. Pelayanan tindakan medik hanya dapat dilakukan atas permintaan tertulis dokter. Terkait dengan Tindakan Medik: 1. Membantu menentukan batas-batas kewenangan tindakan keperawatan mandiri. Permenkes/Kepmenkes. Perawat yang menjalankan praktek perorangan harus mencantumkan SIPP diruang prakteknya. 4. 10. 12. Dalam keadaan darurat yang mengancam jiwa seseorang. 5. Memperlakukan pemeriksaan kehamilan (70. memberikan informasi.1%) 4. Tanggung Jawab Hukum Melaksanakan keperawatan mandiri ataun yang didelegasi. Menetapkan diagnosis penyakit (92. merujuk kasus yang tidak dapat ditangani. TATA HUKUM DI INDONESIA UUD 1945 Indonesia adalah Negara yang berdasarkan hukum (Rechstaat) dan tidak berdasarkan pada kekuasaan belaka (Machstaat). Membedakan tanggung jawab perawat dengan profesi lain.7). melakukan catatan perawatan dengan baik.Tap MPR. 4. Melakukan asuan keperawatan meliputi pengkajian. PP. meminta persetujuan tindakan yang dilakukan.1%) dalam melakukan pertolongan persalinan (57. Memberikan kerangka untuk menentukan tindakan keperawatan mana yang sesuai dengan hukum. Membantu mempertahankan standart praktik keperwatan dengan meletakkan posisi perawat memiliki akuntabilitas dibawah hukum. Dalam melaksanakan kewenangan perawat berkewajiban : Menghormati hak pasien.1%) 3. 2. 2. Sumber hukum antara lain UUD 1945. melaksanakan tindakan dan evaluasi. Kepres. penetapan diagnosa keperawatan. perencanaan. 3.9. perawat berwenang melakukan pelayanan kesehatan diluar kewenangan yang ditujukan untuk penyelamatan jiwa. menyimpan rahasia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. dan peraturan lainnya. Fungsi Hukum dalam praktek perawat 1. UU/Peraturan pengganti UU. 3.

Melakukan uji kompetensi dalam registrasi keperwatan. Persyaratan praktek perorangan sekurang-kurangnya memenuhi :   Tempat praktek memenuhi syarat. 3. Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang dilakukan oeh perawat. 2. Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi institusi pendididkan keperawatan. 2. 1. 5. pengesahan serta penetapan kompetensi perawat yang menjalankan praktik keperawatan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Peringatan tertulis diberikan paling banyak 3 kali. 2. Tugas Keperawatan. Perawat yang memiliki SIPP dapat melakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah. 1. 5. . 8. Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan oleh perawat. 13. catatan tindakan dan formulir rujukan. Tugas Pokok dan Fungsi Keperawatan Dalam RUU Keperawatan: 1. 4. 7. Fungsi Keperawatan. Memiliki perlengkapan peralatan dan administrasi termasuk formulir/buku kunjungan. 14. Perawat dilarang menjalankan praktek selain yang tercantum dalam izin dan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan standar profesi. Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktik keperwatan untuk melindungi masyarakat Wewenang. Bagi perawat yang memberikan pertolongan dalam keadaan darurat atau menjalankan tugas didaerah terpencil yang tidak ada tenaga kesehatan lain. apabila tidak diindahkan SIK dan SIPP dapat dicabut. Sebelum SIK dan SIPP dicabut Kepala Dinas Kesehatan terlebih dahulu pendengar pertimbangan dari MDTK dan MP2EM.6. 3. Larangan-larangan bagi perawat : 1. Pengaturan. 2. Perawat yang menjalakan praktek perorangan tidak diperbolehkan memasang papan praktek (sedang dalam proses amandemen). Menetapkan penyelenggaraan program pendidikan keperawatan. dikecualikan dari larangan ini. Menyetujui dan menolak permohonan registrasi keperawatan. 4. Kepala Dinas atau Organisasi profesi dapat memberikan peringatan lisan atau tertulis kepada perawat yang melakukan pelanggaran.

3. 4. Berbagai sarana kesehatan dalam praktek mandiri : delegasi tertulis dan delegasi lisan. menjelang ajal. sirkulasi. RUU Praktek Keperawatan : 1. Sanksi-sanksi yang dapat diberikan : 1. interaksi sosial. 17. eliminasi. 18. Algoritme klinik untuk perawat yang bekerja di puskesmas. Balai pengobatan dibawah pengawasan dokter. “Perawat bekerja dan melakukan kewajiban sesuai dengan perintah jabatan tidak bisa dimintai pertanggungjawaban atas kerugian atau kesalahan yang dilakukan” KUHP pasal 51″. Implikasi dalam Tatanan Praktek Sebagai tenaga perawat rumah sakit dan puskesmas atau tenaga kesehatan dilembaga kesehatan lainnya. personal hygiene. berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu. 3. keluarga. uji kompetensi. dan lain-lain. 2. Tersedia alat perawatan. 3. Kewenangan atributif (harus terdapt dalam UUPK). Dalam fase transisi tindakan medik dilakukan : 1. ibu melahirkan. kewenangan atributif. cairan dan elektrolit. pencabutan izin selama-lamanya 1 tahun. manajemen nyeri. keamanan dan keselamatan. Pelanggaran sedang. integritas jaringan. 5. Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengan sistem klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuan keperawatan . Praktek Mandiri Perawat Kepmenkes 1239 1. 2. lingkungan sehat.post partum. Amandemen Kepmenkes 1239/2001 : Papan nama harus dipasang. kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. psiko sosial. pencabutan izin selama-lamanya 3 bulan. Nutrisi. Pelanggaran ringan. kebutuhan aktivitas. obat-obatan. Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. alat rumah tangga dan alat emergency sesuai ketentuan. 2. seksual. Ruangan praktek sesuai ketentuan. Penetapan pelanggaran didasarkan pada motif pelanggaran serta situasi setempat. Kewenangan : Pemenuhan kebutuhan O2. 2. Pelanggaran berat. SIP dan SIPP harus ada. 19. pencabutan izin selama-lamanya 6 bulan. kebutuha bumil. 4. 16. istirahat tidur. bayi baru lahir. 4.15.

Mengesahkan standart-standart profesi yang dibuat oleh organisasi profesi keperawatan dan asosiasi institusi pendidikan keperawatan. Melaksanakan program pengobatan secara tertulis dari dokter. imunisasi. Memberikan pengobatan dan tindakan medik terbatas. pendidikan. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat. Membuat peraturan-peraturan terkait dengan praktek perawat untuk melindungi masyarakat. nasehat. . keluarga. konseling. pelayanan KB. dalam rangka penyelesaian masalah keperawatan melalui pemenuhan kebutuhan dasar manusia dalam upaya memandirikan sistem klien.sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan. pertolongan persalinan normal dan menulis permintaan obat. kelompok dan masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan dan kompleks. Tujuan UPPKep Pengaturan penyelenggaraan praktek keperawatan bertujuan untuk : Memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan. 1. Memberikan pelayanan keperawatan disarana kesehatan dan tatanan lainnya. Memberikan tindakan keperawatan langsung. Konsil Keperawatan Indonesia Dalam rangka pengaturan penyelenggaraan praktek keperawatan maka dibentuk konsil keperawatan Indonesia dalam hal ini konsil keperawatan mempunyai tugas yaitu: Melakukan uji kompetensi dan registrasi perawat. Lingkup Praktek Keperawatan Memberikan asuhan keperawatan pada individu.

3. PN dalam melaksanakan tindakan keperawatan dibawah pengawasan RN selain itu. Menetapkan sanksi terhadap kesalahan praktik yang dilakukan perawat. Menetapkan ada tidaknya kesalahan yang dilakukan perawat. Setiap orang dilarang menggunakan identitas berupa gelar atau bentuk lain yang menimbulkan kesan bagi masyarakat seolah-olah yang bersangkutan adalah perawat yang telah memiliki SIPP dan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak berlaku bagi tenaga kesehatan yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan. Memiliki tempat praktik yang memenuhi persyaratan kesehatan. . 4. 5. pencegahan penyakit pemeliharaan kesehatan. Memenuhi perlengkapan untuk tindakan asuhan keperawatan di luar institusi pelayanan kesehatan termasuk kunjungan rumah. Menyetujui dan menolak permohonan registrasi perawat. sesuai dengan standar perlengkapan asuhan keperawatan yang ditetapkan oleh organisasi profesi. Menetapkan standar penyelenggaraan program. 2. 3. Memiliki perlengkapan administrasi yang meliputi buku catatan kunjungan. Mengesahkan standar kompetensi perawat yang dibuat oleh organisasi profesii keperawatan dan asosiasi institusi pendidikan keperawatan. 5. kuratif dan pemulihan kesehatan. 4. formulir catatan tindakan asuhan keperawatan serta formulir rujukan. 2. Persyaratan perlengkapan. PRAKTIK MANDIRI Praktek mandiri dapat dilakukan secara perorangan atau kelompok. Praktik keperawatan dilakukan oleh perawat professional (RN) dan perawat vokasional (PN). perawat dalam melakukan praktik mandiri sekurang-kurangnya memenuhi persyaratan yang telah ditentukan yaitu: 1. Perawat yang telah mempunyai SIPP dan menyelenggarakan praktek mandiri wajib memasang papan nama keperawatan PENYELENGGARAAN PRAKTIK KEPERAWATAN Praktik keperawatan dilakukan berdasarkan pada kesepakatan antara perawat dengan klien dan atau pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan. perawat dapat mendelegasikan atau menyerahkan tugas kepada perawat lain yang setara kompetensi dan pengalamannya.WEWENANG KONSIL INDONESIA Konsil keperawatan Indonesia mempunyai wewenang yaitu: 1.

selain mengatur kualifikasi dan kompetensi serta pengakuan profesi perawat. Indonesia. Singapore. Laos dan Vietnam adalah tiga Negara ASEAN yang belum memiliki Undang-Undang Praktik Keperawatan. 2. Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan akan digunakan untuk mendorong berbagai pihak mengesahkan Rancangan Undang-Undang Praktik keperawatan. 4. Tidak adanya undang-undang perlindungan bagi perawat menyebabkan perawat secara penuh belum dapat bertanggung jawab terhadap pelayanan yang mereka lakukan.Undang Praktik Keperawatan (Nursing Practice Acts) sejak puluhan tahun yang lalu. RUU Praktik Perawat.Kesimpulan 1. 7. Konsil keperawatan bertujuan untuk melindungi masyarakat. menentukan siapa yang boleh menjadi anggota komunitas profesi (mekanisme registrasi). Sementara negara negara ASEAN seperti Philippines. 8. apalagi untuk dipertanyakan. kesejahteraan perawat. juga diharapkan dapat lebih menjamin perlindungan kepada pemberi dan penerima layanan kesehatan di Indonesia. Thailand. 3. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menganggap bahwa keberadaan Undang-Undang akan memberikan perlindungan hukum bagi masyarakat terhadap pelayanan keperawatan dan profesi perawat. Perawat Indonesia dinilai belum bisa bersaing ditingkat global. Undang Undang Praktik Keperawatan. Indonesia memproduksi tenaga perawat dalam jumlah besar. sudah memiliki Undang. . Malaysia. 6. Padahal. terlalu terlambat untuk disahkan. 5. menjaga kualitas pelayanan dan memberikan sangsi atas anggota profesi yang melanggar norma profesi (mekanisme pendisiplinan).

Jakarta: EGC Ismani. Setiawan.Dasar – dasar Keperawatan Profesional. I Made Kariasa . editor.Penerapan Proses Keperawatan dan Diagnosa Keperawatan.Jakarta: Widya Medika http://stikeskabmalang.H.2001. Hj.1998. Zaidin.Etika Keperawatan.2001. alih bahasa.Jakarta: Widya Medika Doenges.DAFTAR PUSTAKA Ali.com/2009/09/19/standart-praktek-keperawatan/(17-6-2011) jam 16. Nila. Marilynn E.00 WIB .wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful